Author: 04

  • Nikmati Kemudahan Daftar dan Masuk Akun INDODAX dengan Apple & Google Account

    Halo Member INDODAX,

    Sekarang, kamu bisa lebih mudah untuk daftar dan masuk ke akun INDODAX kamu dengan akun Apple dan Google.

    Fitur ini dapat kamu akses pada aplikasi INDODAX dengan mode Lite & Pro dan Website INDODAX.

    Berikut cara daftar INDODAX menggunakan opsi “Lanjutkan dengan Google” pada website INDODAX

    1. kunjungi https://indodax.com/, lalu pilih opsi “Daftar”.
       
    2. Klik “daftar”, dan klik “lanjutkan dengan google”

    3. Pilih akun Google yang ingin kamu gunakan untuk daftar akun INDODAX
    4. Isi kata sandi kamu sesuai dengan arahan dan konfirmasi kata sandi kamu.
    5. Setelah itu, jika kamu klik pada tombol “Simpan kata sandi”, pop-up captcha akan otomatis muncul. Selesaikan proses captcha tersebut terlebih dahulu.
    6. Kemudian, isi kelengkapan data tambahan berupa username, Nomor Handphone, dan Referral ID (Optional).
    7. Masukkan kode OTP 4Digit yang telah dikirimkan ke nomor telepon kamu melalui Whatsapp/SMS.
    8. Jika verifikasi kamu berhasil, maka akan muncul pop-up dengan keterangan “Anda berhasil terdaftar”
    9. Anda akan tiba pada halaman beranda INDODAX.


    Berikut cara masuk atau
    login akun INDODAX menggunakan opsi “Lanjutkan dengan Google” pada website INDODAX

    1. Kunjungi https://indodax.com/ lalu pilih opsi “Masuk”.
    2. Klik “Lanjut denganGoogle” untuk melanjutkan proses login kamu.
    3. Pilih akun Google yang ingin kamu gunakan
    4. Lakukan konfirmasi akun Google yang ingin digunakan
    5. Kamu berhasil melakukan login dan akan tiba pada halaman beranda INDODAX.

      Notes : Terdapat kemungkinan bahwa kamu perlu untuk melakukan verifikasi keamanan melalui verifikasi email atau  verifikasi kode OTP yang akan dikirimkan ke nomor yang terdaftar pada akun INDODAX Anda atau Google Authenticator (apabila aktif).
      Untuk menjaga keamanan akun kamu, mohon untuk tidak membagikan kode OTP ke siapapun. Serta mohon berhati-hati pada pihak yang mengatasnamakan INDODAX.


    Kamu juga bisa
    registrasi atau daftar akun INDODAX menggunakan opsi “Lanjutkan dengan Google” atau “Lanjutkan dengan Apple” pada INDODAX Mobile App, berikut caranya : 

    1. Pilih opsi daftar

      Jika kamu pengguna Android, maka kamu akan tiba pada halaman register yang baru seperti dibawah ini

      Sedangkan jika kamu pengguna iOs, kamu akan tiba pada halaman register yang baru seperti dibawah ini.

    Apabila kamu memilih “lanjut dengan google”, berikut caranya : 

    1. Pilih opsi “Lanjut dengan Google” dan pilih konfirmasi “lanjutkan”
    2. Pilih akun Google yang Anda ingin gunakan.
    3. Konfirmasi akun yang kamu pilih dengan melakukan tap pada opsi “Lanjutkan” dan buat kata sandi untuk akun kamu.

    Apabila kamu memilih opsi “Lanjut dengan Apple” (Hanya pada iOS), berikut caranya: 

    1. Pilih opsi “Lanjut dengan Apple” dan pilih opsi “Bagikan email saya”

    2. Lakukan proses verifikasi biometrik atau masukkan password Apple ID kamu.

    3. Buat kata sandi yang kamu mau
    4. Isi kelengkapan data kamu
    5. Lakukan verifikasi keamanan dengan memasukkan kode OTP yang telah dikirim ke nomor telepon kamu melalui WhatsApp atau SMS.
    6. Jika berhasil, maka kamu akan muncul pop-up dengan keterangan bahwa akun telah berhasil dibuat. Lalu buat PIN yang kamu mau pada INDODAX Mobile App kamu dan akun INDODAX kamu berhasil terdaftar.


    Berikut cara masuk atau
    login akun INDODAX menggunakan opsi “Lanjutkan dengan Google” atau “Lanjutkan dengan Apple” pada INDODAX Mobile App

    1. Pilih opsi “masuk”

      Jika kamu pengguna Android, maka kamu akan tibapada halaman login yang baru seperti dibawah ini

      Jika kamu pengguna iOS, maka kamu akan tiba pada halaman login yang baru seperti dibawah ini

    Apabila kamu memilih “Lanjut dengan Google”, berikut caranya :

    1. Pilih opsi “Lanjut dengan Google”, dan klik “lanjutkan”
    2. Pilih akun google yang ingin kamu gunakan
    3. Konfirmasi akun yang kamu pilih dengan melakukan tap pada opsi “Lanjutkan” dan buat kata sandi untuk akun kamu.

    Apabila kamu memilih opsi “Lanjut dengan Apple” (Hanya pada iOS), berikut caranya:

    1. Login menggunakan Apple ID dan silakan pilih opsi “Lanjut dengan Apple”
    2. Lakukan proses verifikasi biometrik atau masukkan password Apple ID kamu.
    3. Lakukan verifikasi biometrik atau masukkan PIN Mobile App INDODAX kamu, dan proses login kamu berhasil

      Notes: Terdapat kemungkinan bahwa kamu perlu untuk melakukan verifikasi keamanan melalui verifikasi kode OTP yang akan dikirimkan ke nomor yang terdaftar pada akun INDODAX kamu atau Google Authenticator (apabila aktif).
      Untuk menjaga keamanan akun kamu,  mohon untuk tidak membagikan kode OTP ke siapapun. Serta mohon berhati-hati pada pihak yang mengatasnamakan INDODAX


    Apabila memiliki pertanyaan atau untuk informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui Call Center di (021) 50658888.

    Salam,
    INDODAX Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Kamino Finance (KMNO) Listing di INDODAX

    Halo Member INDODAX,

    Dengan senang hati kami mengumumkan aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace INDODAX yaitu:

    Harap catat jadwal berikut:

    • Open Deposit: 21 November 2024, 15:00 WIB
    • Open Trading: 21 November 2024, 16:00 WIB

    Peringatan Risiko: Berinvestasi dalam cryptocurrency memiliki risiko tinggi. Pasar cryptocurrency beroperasi tanpa batasan waktu, sehingga tidak ada waktu buka atau tutup yang tetap. Mohon lakukan penilaian risiko Anda sendiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dan teknologi blockchain. Indodax berupaya untuk menyaring semua aset digital sebelum tersedia di platform, namun, meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang ketat, tetap ada risiko yang melekat pada setiap investasi. Indodax tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari investasi Anda.

    Untuk pertanyaan atau bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami di [email protected].

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Trading Class INDODAX (Desember 2024)

    Halo Member INDODAX,

    Trading Class INDODAX kembali hadir! Yuk ikutan Class Trading For Living dari Indodax Academy.
    Di class ini kalian bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang cara trading yang tepat dan bijak dari M. Yoga Agustian (Community Indodax)

    Class ini dibuka GRATIS untuk umum setiap hari Jumat 6 Desember dan 13 Desember
    (Minggu 1 & Minggu 2) selama bulan Desember 2024 pukul 15.00-17.00 WIB.

    Selain edukasi, Kamu juga berkesempatan untuk mendapat benefit berupa Tanda kepesertaan, Recording Class dan Merchandise untuk 5 orang terpilih.

    Jadi tunggu apa lagi, buruan daftarkan diri kalian di class ini, eksklusif hanya untuk 200 peserta Online Class dan 50 peserta untuk offline class,
    dapatkan kesempatan untuk mendapatkan merchandise eksklusif dari INDODAX! Periode pendaftaran Trading Class INDODAX ini dibuka hingga 04 Desember 2024.

    Link pendaftaran: bit.ly/KelasPemulaINDODAX2

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Ask Me Anything with Islamic (ISLM)

    Halo Member INDODAX,

    Yuk, kenalan lebih dalam sama Islamic (ISLM)!

    Di Ask Me Anything edisi kali ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai Islamic (ISLM) bersama Frans Tirto, ISLM Business Development Manager.

    Live di Telegram Channel INDODAX
    ? Kamis, 21 November 2024
    ⏰ Pukul 16.00 WIB

    Ada hadiah total $300 dalam bentuk ISLM untuk 10 pemenang, loh!

    ?Jangan lupa join Grup Telegram INDODAX supaya gak ketinggalan ya! ?

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Peanut the Squirrel (PNUT) & Act I : The AI Prophecy (ACTSOL) Listing di INDODAX

    Halo Member INDODAX,

    Dengan senang hati kami mengumumkan aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace INDODAX yaitu:

    Harap catat jadwal berikut:

    • Open Deposit: 20 November 2024, 15:00 WIB
    • Open Trading: 20 November 2024, 16:00 WIB

    Peringatan Risiko: Berinvestasi dalam cryptocurrency memiliki risiko tinggi. Pasar cryptocurrency beroperasi tanpa batasan waktu, sehingga tidak ada waktu buka atau tutup yang tetap. Mohon lakukan penilaian risiko Anda sendiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dan teknologi blockchain. Indodax berupaya untuk menyaring semua aset digital sebelum tersedia di platform, namun, meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang ketat, tetap ada risiko yang melekat pada setiap investasi. Indodax tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari investasi Anda.

    Untuk pertanyaan atau bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami di [email protected].

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Puffer (PUFFER), Echelon Prime (PRIME), Grass (GRASS), Swell Network (SWELL), Gigachad (GIGA), SPX6900 (SPX), Goatseus Maximus (GOAT), dan Bitton (BITTON) Listing di INDODAX

    Halo Member INDODAX,

    Dengan senang hati kami mengumumkan aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace INDODAX yaitu:

    Harap catat jadwal berikut:

    • Open Deposit: 20 November 2024, 14:00 WIB
    • Open Trading: 21 November 2024, 14:00 WIB

    Peringatan Risiko: Berinvestasi dalam cryptocurrency memiliki risiko tinggi. Pasar cryptocurrency beroperasi tanpa batasan waktu, sehingga tidak ada waktu buka atau tutup yang tetap. Mohon lakukan penilaian risiko Anda sendiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dan teknologi blockchain. Indodax berupaya untuk menyaring semua aset digital sebelum tersedia di platform, namun, meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang ketat, tetap ada risiko yang melekat pada setiap investasi. Indodax tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari investasi Anda.

    Untuk pertanyaan atau bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami di [email protected].
    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Bitcoin Kalahkan Perak, Jadi Aset Terbesar ke-8 Dunia

    Jakarta, 15 November 2024 – Harga Bitcoin terus melambung melewati level USD 93,000, dengan kapitalisasi pasar menembus lebih dari USD 1,77 triliun, membuat Bitcoin melampaui market cap perak (USD 1,70 triliun) sebagai aset terbesar ke-8 di dunia. Saat ini, Bitcoin berada di bawah emas (USD  17,23 triliun), Nvidia (USD 3,63 triliun), Apple (USD 3,4 triliun), Microsoft (USD 3,16 triliun), Google (USD 2,2 triliun), Amazon (USD 2,2 triliun), dan Saudi Aramco (USD 1,79 triliun) dalam peringkat aset terbesar dunia. 

    Pergerakan pasar ini sebagian besar didorong oleh pembelian institusional dan arus kas masuk ke ETF Bitcoin yang terus berlanjut. Selain itu, optimisme atas kemenangan Trump, yang dikenal dengan sikap pro-kripto, turut mendukung kepercayaan bahwa regulasi yang lebih mendukung aset digital akan segera hadir.

    Selain faktor-faktor di atas, faktor pendorong lainnya seperti sentimen inflasi juga memberikan dampak pada harga Bitcoin. Pada Rabu, 13 November 2024, inflasi di Amerika Serikat tercatat sebesar 2,6% YoY, naik dari periode sebelumnya yang sebesar 2,4%. Kenaikan 0,2% ini masih dalam range konsensus, sehingga seharusnya memberikan pandangan positif terhadap dolar. Namun, Bitcoin justru mengalami kenaikan dan berhasil mencapai all-time high (ATH), mencerminkan antusiasme investor terhadap adopsi Bitcoin di tengah kondisi ekonomi saat ini.

    CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menyatakan bahwa “Pencapaian kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini menembus USD 1,77 triliun adalah bukti semakin diterimanya aset digital ini di kancah global sebagai alternatif investasi yang potensial. Lonjakan harga Bitcoin yang melewati level USD 93.000 mencerminkan tingginya minat institusi besar terhadap kripto sebagai salah satu aset utama dalam portofolio investasi,” ujarnya.

    Oscar menambahkan, “Momen ketika Bitcoin melampaui nilai perak adalah sebuah sejarah penting. Dulu, perak pernah menjadi mata uang di dunia sebelum akhirnya digantikan oleh emas,” imbuhnya.

    Ia juga menyoroti data CPI Amerika Serikat Oktober 2024 yang mencatat kenaikan inflasi 2,6% YoY sebagai faktor penting dalam lonjakan harga bitcoin. “Dengan inflasi tinggi, bitcoin dianggap sebagai aset yang dapat melindungi nilai dan menarik investor yang mencari alternatif investasi yang lebih stabil dibandingkan aset tradisional yang bisa terdampak penurunan nilai akibat inflasi.,” katanya. 

    Selain itu, Oscar mengatakan, “Saya melihat adanya potensi besar dalam regulasi yang mendukung industri kripto seperti Financial Innovation and Technology for the 21st Century Act (FIT 21) dan Financial Innovation Act (FIA) dalam kebijakan Amerika, dan juga kebijakan baru mengenai perpindahan regulasi ke OJK di Indonesia di 2025. Dukungan regulasi yang positif akan memperkuat perkembangan pasar dan mengurangi risiko yang dihadapi oleh para investor kripto.”

    Oscar juga menyampaikan, “Pencapaian Bitcoin sebagai salah satu aset terbesar dunia merupakan penanda penting bagi industri kripto yang sedang tumbuh. Status ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kripto dan mendorong adopsi yang lebih luas.”

    Sebagai penutup, Oscar optimis bahwa Bitcoin masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih jauh, terutama jika didukung oleh kerangka regulasi yang lebih jelas dan penerimaan publik yang terus meningkat.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,9 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

     

    Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Temukan Kami di Media Sosial

     

    Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

    Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX

    Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

    Twitter: https://twitter.com/INDODAX

    Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

    Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX

    INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy





    Sumber : blog.indodax.com

  • Tren Bullish Kripto: Harga Bitcoin dan Aset Kripto Lain Naik Signifikan

    Jakarta, 13 November 2024 – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, all-time high (ATH) dengan nilai $89.000 atau sekitar Rp1,4 miliar per koin pada kemarin, 12 November 2024. Menurut data dari CoinGecko, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak sebesar 6,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai $3,1 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 7,4% menjadi $3.397.

    Adapun beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan diantaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 16,4% ke harga $0,6782, Cardano (ADA) naik sebesar 8,7% ke angka $0,6317, dan Solana (SOL) naik 4,9% ke harga $220,56. Selain itu, coin AI juga memiliki tren positif seperti Render (RENDER) mengalami kenaikan sebesar 24% ke angka $7,37 dan SleeplessAI (AI) naik sebesar 10,5% di harga $0,52. Di sisi lain, meme coin pun mengalami kenaikan signifikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 52,6% menjadi $0,42 dengan kapitalisasi pasar $62,1 miliar, SHIB naik 16,4% ke harga $0,00002917 dan PEPE mengalami kenaikan 21,4% ke $0,00001462. 

    Dengan naiknya berbagai koin membuktikan tren positif sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 memberi dampak signifikan di kalangan pelaku pasar. Menariknya, Standard Chartered juga memprediksi lonjakan harga Bitcoin hingga $200.000 pada akhir tahun depan. Proyeksi ini dianggap semakin realistis dengan melihat tren harga Bitcoin saat ini. Selain Bitcoin, Ethereum diperkirakan akan mencatatkan rekor tertinggi baru di level $10.000 dalam setahun mendatang, sedangkan Solana diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi daripada kedua aset utama tersebut di pasar kripto.

    CEO INDODAX, Oscar Darmawan, mengungkapkan pandangannya mengenai pencapaian baru ini. “Lonjakan harga Bitcoin yang mencapai ATH adalah momen penting bagi pasar kripto, menandakan kepercayaan dan adopsi yang terus meningkat terhadap Bitcoin sebagai aset digital yang terdesentralisasi,” ujarnya. 

    Menurut Oscar, pencapaian ini juga berpotensi membuka peluang Bitcoin mencapai harga yang lebih tinggi lagi, didukung oleh sejumlah faktor eksternal seperti perkembangan kebijakan global dan minat dari institusi keuangan besar. “Ke depan, saya optimistis Bitcoin akan menjadi lebih menarik, tidak hanya bagi investor ritel tetapi juga bagi institusi yang mencari diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi global,” tambahnya.

    Oscar juga menyampaikan bahwa Bitcoin semakin mengukuhkan diri sebagai ‘digital gold’. “Sama halnya dengan emas yang telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai, Bitcoin kini mulai mendapatkan pengakuan yang serupa,” ujarnya. Menurutnya, Bitcoin menawarkan peluang bagi investor untuk melindungi kekayaan mereka di saat ketidakstabilan pasar tradisional.

    Dengan kenaikan harga ini, Oscar juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital. “Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai aset yang tidak hanya terdesentralisasi tetapi juga transparan. Kami di INDODAX percaya bahwa adopsi yang lebih luas akan semakin memperkuat keamanan dan daya tarik Bitcoin,” ujar Oscar. Ia optimis bahwa semakin banyak masyarakat yang akan mulai mengenal dan memahami teknologi blockchain melalui popularitas Bitcoin.

    Pencapaian ATH ini memberikan sinyal kuat terhadap prospek jangka panjang Bitcoin dan aset kripto lain di pasar global, mencerminkan kepercayaan yang semakin meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi regulasi. Dengan tren yang ada, industri kripto berada di jalur yang menjanjikan untuk terus tumbuh dan menarik minat lebih luas di kalangan investor dan institusi finansial.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,9 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

     

    Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Temukan Kami di Media Sosial

     

    Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

    Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX

    Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

    Twitter: https://twitter.com/INDODAX

    Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

    Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX

    INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy





    Sumber : blog.indodax.com

  • Inflasi AS Melebihi Ekspektasi, Bitcoin Bertahan di Level US$62.000

    Jakarta, 14 Oktober 2024 – Bitcoin (BTC) saat ini berada di sekitar harga US$62.000, dan sempat berada di US$59.000 setelah laporan inflasi Amerika Serikat (Consumer Price Index atau CPI) untuk bulan September menunjukkan hasil yang melebihi ekspektasi. Data tersebut menunjukkan kenaikan inflasi sebesar 2,4% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dari proyeksi pasar yang diperkirakan sebesar 2,3%. Selain itu, inflasi inti, yang mengabaikan harga energi dan makanan, juga mencatat peningkatan menjadi 3,3%, melampaui prediksi yang sebesar 3,2%.

    Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga Bitcoin belum dapat melewati angka US$64.000, meskipun diharapkan adanya dorongan dari pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve beberapa waktu lalu. Sebagai informasi, Federal Reserve AS telah menetapkan target inflasi sebesar 2% dalam jangka panjang, dan angka inflasi saat ini yang lebih tinggi dari target tersebut mengisyaratkan tantangan lebih lanjut bagi ekonomi AS, serta pasar kripto.

    Inflasi yang lebih tinggi dari prediksi dapat mempengaruhi berbagai kelas aset, misalnya aset berisiko seperti Bitcoin. Sementara penurunan suku bunga biasanya dianggap sebagai sinyal positif bagi aset digital dan komoditas lainnya, kenyataannya efek dari kebijakan moneter ini belum terasa dalam jangka pendek. 

    Pada bulan September 2024, Federal Reserve telah menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin sebagai langkah untuk meredam inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, langkah tersebut belum cukup memberikan dorongan signifikan bagi harga Bitcoin untuk mengalami lonjakan yang lebih tinggi.

    Banyak pelaku pasar memperkirakan adanya potensi pemangkasan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan November 2024. Akan tetapi, setelah data inflasi terbaru yang lebih tinggi dari ekspektasi, potensi untuk adanya pemangkasan suku bunga tambahan semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran bahwa langkah pelonggaran moneter yang terlalu dini bisa memicu lonjakan inflasi lebih lanjut, yang pada gilirannya dapat mengganggu kestabilan ekonomi secara keseluruhan.

    CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menanggapi kondisi ini dengan mengatakan, “Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan memberikan tekanan tambahan pada aset berisiko seperti Bitcoin. Langkah Federal Reserve menurunkan suku bunga memang diharapkan mampu memberikan angin segar bagi pasar kripto. Namun, kenyataannya, pasar masih merespons dengan hati-hati.” Oscar menekankan bahwa ketidakpastian ekonomi global, ditambah dengan perkembangan geopolitik yang terus berubah, turut mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

    Saat ini, pasar kripto secara keseluruhan sedang berada dalam fase konsolidasi, dengan banyak investor yang masih mengadopsi pendekatan “wait-and-see.” Menurut Oscar, potensi pemangkasan suku bunga yang biasanya menjadi katalis positif bagi Bitcoin, belum mampu mengatasi tekanan negatif dari kondisi ekonomi global yang tidak stabil. “Banyak investor yang masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari arah kebijakan Federal Reserve sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih agresif,” tambahnya.

    Meskipun begitu, Oscar tetap optimis bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, Bitcoin memiliki peluang untuk kembali menguat, terutama jika inflasi berhasil ditekan dan kebijakan moneter mulai melonggar. “Dibalik tekanan jangka pendek ini, saya melihat peluang yang cukup besar untuk Bitcoin dapat pulih, terutama jika kondisi ekonomi global membaik dan pelonggaran moneter terjadi lebih lanjut,” jelasnya.

    Faktor politik juga mulai memainkan peran yang penting dalam menentukan arah pasar kripto ke depan. Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2024, spekulasi mulai muncul terkait kemungkinan terpilihnya pemimpin yang lebih ramah terhadap aset digital, yang pada gilirannya bisa menjadi katalis positif bagi harga Bitcoin dan aset kripto lainnya. “Investor tetap optimis bahwa Bitcoin dapat mengalami pemulihan pada kuartal terakhir tahun ini, terutama jika kebijakan ekonomi global lebih mendukung sektor kripto,” ujar Oscar.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,9 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 350 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

     

    Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Temukan Kami di Media Sosial

     

    Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

    Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX

    Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

    Twitter: https://twitter.com/INDODAX

    Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

    Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX

    INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy





    Sumber : blog.indodax.com

  • Bappebti Izinkan Badan Usaha dan Hukum Berinvestasi di Aset Kripto

    Jakarta, 04 November 2024 Peraturan Bappebti No. 9 Tahun 2024 kini membuka peluang investasi kripto untuk badan usaha dan badan hukum. Langkah ini merupakan pijakan besar dalam industri aset digital di Indonesia, di mana peraturan yang ada memfasilitasi dan memperluas akses investasi dari yang sebelumnya individu kini mencapai korporasi. Sehingga menciptakan peluang baru bagi pelaku industri untuk memanfaatkan kripto sebagai instrumen investasi.

    Dalam peraturan terbaru Bappebti yang ditetapkan pada 16 Oktober 2024, tercantum bahwa badan usaha dan badan hukum kini diakui sebagai jenis pelanggan baru di crypto exchange. Jenis pelanggan yang disebut “non-orang perseorangan” ini meliputi berbagai bentuk badan usaha dan hukum, termasuk Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV), dan Koperasi. Aturan tersebut mengamandemen peraturan sebelumnya mengenai perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia.

    Peraturan Bappebti tersebut juga menyebutkan bahwa akun kripto yang dibuat oleh badan usaha atau badan hukum hanya boleh digunakan untuk tujuan investasi dan tidak diperkenankan sebagai alat pembayaran atau transaksi barang dan jasa. Kasan, Kepala Bappebti, menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian ini bertujuan menjaga kondusifitas industri aset digital di Indonesia.

    CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menyampaikan pandangannya mengenai dampak positif dari kebijakan ini terhadap industri aset digital di tanah air. “Kebijakan baru Bappebti ini adalah langkah progresif yang akan semakin mendorong perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Dengan diizinkannya badan usaha dan badan hukum untuk berinvestasi dalam aset kripto, peluang pertumbuhan dan inovasi bagi perusahaan akan semakin terbuka lebar,” ujar Oscar.

    Oscar menambahkan bahwa peraturan ini juga menunjukkan bagaimana Bappebti terus berkomitmen pada prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen dalam industri yang berpotensi berkembang pesat. “Dalam peraturan ini, Bappebti telah menetapkan beberapa ketentuan ketat, termasuk penerapan prinsip Know Your Transaction (KYT) dan travel rules yang terintegrasi. Kami di INDODAX menyambut baik langkah-langkah ini sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem yang aman dan terpercaya bagi semua pelaku industri, termasuk korporasi yang kini bisa ikut serta sebagai investor.”

    Selain itu, regulasi ini mengatur bahwa dana atau aset kripto yang digunakan untuk investasi harus bersumber dari kekayaan internal badan usaha atau badan hukum tersebut dan bukan dari pihak ketiga atau hasil tindakan melanggar hukum, sesuai dengan pernyataan yang harus diserahkan oleh perusahaan. “Kebijakan ini mencerminkan komitmen Bappebti dalam menjaga transparansi dan integritas di pasar aset kripto, terutama dalam memastikan bahwa investasi berasal dari sumber dana yang sah dan sesuai aturan,” lanjut Oscar.

    Dalam rangka mendukung peraturan ini, INDODAX siap menyediakan layanan yang sesuai dengan regulasi Bappebti dan terus berinovasi dalam memberikan pengalaman yang aman dan mudah bagi pelaku bisnis yang ingin berinvestasi di aset kripto. Oscar berharap bahwa dengan dibukanya akses investasi bagi korporasi, semakin banyak perusahaan yang dapat melihat aset kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan inovasi keuangan mereka.

    “Kami percaya bahwa dengan adopsi yang lebih luas dari kalangan korporasi, industri aset kripto di Indonesia akan semakin berkembang, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam ekonomi digital global,” tutup Oscar.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,9 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

     

    Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Temukan Kami di Media Sosial

     

    Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

    Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX 

    Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

    Twitter: https://twitter.com/INDODAX   

    Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

    Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX    

    INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy





    Sumber : blog.indodax.com