Pasar kripto tengah menunjukkan volatilitas tinggi, dan salah satu aset yang paling disorot adalah XRP(Ripple).
Setelah sempat melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir, harga XRP kini mengalami tekanan jual yang cukup besar.
Dalam 24 jam terakhir, XRP turun sebesar -4,4% dan saat ini diperdagangkan di level $3.12 per XRP, jauh dari puncak tertingginya yang pernah menyentuh $3.84.
Meski demikian, data historis menunjukkan bahwa XRP masih berada di jalur positif dalam jangka menengah, dengan lonjakan lebih dari 43% dalam 30 hari terakhir.
Apakah ini hanya koreksi teknikal, atau sinyal bahwa pasar mulai melepas XRP?
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 29 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Jumlah sirkulasi: 59.24 miliar XRP (59.24% dari total suplai maksimal 100 miliar)
Dalam 24 jam terakhir, harga XRP bergerak antara level terendah $3.093574 dan tertinggi $3.324357, mencerminkan range volatilitas yang cukup tajam.
Dalam rentang waktu 1 jam terakhir saja, harga terkoreksi sekitar -0.45%.
Tren 30–90 Hari: Masih Hijau
Walaupun XRP mengalami tekanan dalam seminggu terakhir (-8.98%), namun tren jangka menengah menunjukkan kinerja yang sangat positif:
30 hari: +43.19%
60 hari: +40.67%
90 hari: +38.73%
Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh optimisme terhadap perkembangan teknologi XRP Ledger, kemitraan baru Ripple di sektor keuangan, serta ekspektasi resolusi hukum Ripple dengan SEC yang semakin jelas.
Kenaikan signifikan tersebut membuat XRP menempati posisi #3 aset kripto paling bernilai berdasarkan kapitalisasi pasar, hanya di bawah Bitcoin dan Ethereum.
Koreksi Mingguan: Profit Taking atau Sentimen Negatif?
Penurunan hampir -9% dalam seminggu terakhir bisa dikaitkan dengan beberapa faktor:
Aksi ambil untung (profit taking): Banyak investor institusional dan ritel yang mulai mengamankan keuntungan setelah XRP meroket lebih dari 40% dalam sebulan.
Ketidakpastian makroekonomi global: Gejolak pasar saham dan pernyataan hawkish dari bank sentral memicu kehati-hatian di seluruh sektor investasi, termasuk kripto.
Dominasi Bitcoin: Tekanan jual terhadap Bitcoin turut menyeret seluruh pasar kripto ke zona merah, termasuk XRP yang biasanya ikut tren.
Apakah Ini Momen Beli?
Beberapa analis melihat koreksi ini sebagai momen konsolidasi yang sehat sebelum potensi breakout ke level lebih tinggi, terutama jika dukungan dari komunitas DeFi terhadap XRP Ledger terus tumbuh.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar $185 miliar dan potensi dilusi (diluted market cap) mencapai $312miliar, XRP masih memiliki ruang kenaikan jangka panjang, khususnya jika adopsi institusional dan utilitas on-chain meningkat.
Namun, investor tetap perlu waspada. Jika tekanan jual berlanjut dan XRP jatuh di bawah support kuat $3.00, maka bisa terjadi koreksi lanjutan ke kisaran $2.85–$2.70.
Konsensus analis menyebut XRP memiliki potensi untuk kembali ke atas $3.50 dalam kuartal berikutnya, asalkan sentimen pasar membaik dan proyek-proyek baru di XRP Ledger berhasil menarik pengguna aktif.
Namun, kunci utamanya tetap ada pada fundamental: utilitas jaringan, arus masuk modal institusional, dan kabar hukum dari pihak Ripple.
XRP saat ini sedang dalam fase penyesuaian harga setelah kenaikan besar. Koreksi harian -4.4% dan mingguan -8.98% memang terasa menyakitkan bagi trader jangka pendek, namun dari perspektif 30–90 hari, XRP masih mencatatkan pertumbuhan positif.
Apakah XRP akan kembali mencetak ATH baru di atas $4.00? Waktu yang akan menjawab, namun dengan utilitas nyata, komunitas solid, dan proyek terintegrasi di XRP Ledger, peluang tersebut tidak bisa diabaikan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam rangka mendalami perkembangan ekosistem Web3 dan GameFi di kawasan Asia Tenggara, tim Riset Tokocrypto melakukan kajian mendalam terhadap Sekuya, sebuah proyek berbasis komunitas yang mengusung Intellectual Property (IP) lokal Indonesia ke dalam dunia game dan metaverse terdesentralisasi. Studi ini bertujuan untuk menggali potensi pertumbuhan Sekuya sebagai pionir IP lokal di ranah global, sekaligus menganalisis kekuatan komunitas, model ekonomi token, serta dinamika pasar yang memengaruhi pergerakan proyek di sektor GameFi.
Di tengah berkembangnya dunia Web3 dan GameFi, hadir sebuah inisiatif lokal yang mencuri perhatian komunitas global: Sekuya Multiverse. Berbasis di Singapura namun membawa semangat dan karakter Indonesia, Sekuya menawarkan pengalaman gaming dan hiburan yang terdesentralisasi, diperkaya oleh kekuatan IP lokal dan pendekatan komunitas yang kuat.
Transformasi Sekuya: Dari Komunitas Web3 Menuju Ekosistem GameFi Global
Didirikan pada 19 Februari 2022, Sekuya awalnya muncul sebagai proyek komunitas Web3 dengan nama SKUY. Seiring waktu, proyek ini berevolusi dari sekadar dunia virtual menjadi sebuah multiverse game berbasis anime yang menggabungkan elemen MOBA dan RPG. Dalam perjalanannya, Sekuya sempat mengalami penolakan dari lebih dari 200 investor modal ventura. Namun, kegigihan timnya membuahkan hasil, hingga akhirnya mereka meraih pendanaan Web3 sebesar $2,2 juta yang dipimpin oleh Singularity DAO, serta mendapat peringkat #1 dalam program inkubasi ICP.
Kini, Sekuya telah bertransformasi menjadi ekosistem hiburan Web3 yang lengkap, dengan IP orisinal berupa karakter, webtoon, dan musik yang saling terhubung dalam satu universe terdesentralisasi.
Ekosistem Sekuya: Kombinasi GameFi, RWA, dan AI
Sekuya menyatukan berbagai teknologi mutakhir—GameFi, Real World Assets (RWA), dan Artificial Intelligence (AI)—untuk menciptakan ekosistem yang inovatif. Platform ini mendukung berbagai genre dan fitur komunitas seperti MOBA, MMORPG, dan guild gaming, serta dilengkapi dengan token utilitas SKYA dan marketplace NFT.
Beberapa data menarik dari ekosistem Sekuya:
Token SKYA: Dirancang untuk menjangkau 10 juta pengguna, dengan 50% pasokan akan dibakar berdasarkan roadmap.
Distribusi Token: 34% untuk pengembangan ekosistem, 25% untuk reward sistem, dan 12% untuk tim inti.
Pengguna & Komunitas: Tercatat lebih dari 7 juta pemegang SKYA, dengan komunitas di 13 negara dan total 10 juta anggota dalam 303 komunitas.
Dominasi Komunitas & Ekspansi ke Berbagai Sektor
Kekuatan terbesar Sekuya terletak pada komunitasnya yang solid dan inklusif, didukung oleh pendekatan community-driven sejak awal. Tidak hanya berfokus pada gaming, Sekuya juga memperluas jangkauannya ke sektor lain seperti balap digital (Sekuya Evos Racing) dan media hiburan, menjadikannya sebagai brand multifaset di Asia Tenggara.
Tren GameFi: Antara Volatilitas dan Pemulihan
Sektor GameFi secara umum sedang berada dalam fase pemulihan pasca mengalami puncak dan koreksi tajam pada awal 2025. Berdasarkan indeks GameFi terbaru:
GameFi Index saat ini berada di angka 76, setelah turun dari puncak sebelumnya.
Meski mengalami ketidakstabilan, tren positif mulai terlihat sejak Mei dan Juni 2025, membuka peluang pemulihan.
Dominasi Jaringan Blockchain GameFi (6 bulan terakhir)
Ethereum memimpin dengan 59.2% dari total transaksi dan 56.5% pengguna.
BNB Chain mencatatkan 23.8% transaksi dan 21.4% pengguna.
Polygon berkontribusi 17% dari transaksi dan 22.1% dari total pengguna.
🔍 Insight: Dominasi Ethereum sebagai platform GameFi utama tetap kuat, tetapi peran BNB dan Polygon sebagai alternatif yang efisien dan murah tetap relevan dalam mendorong adopsi.
Analisa Harga SKYA: Breakout atau Fakeout?
Menurut analisis teknikal per 29 Juli 2025 dari TradingView, pergerakan harga token $SKYA menunjukkan pola Symmetrical Triangle di chart harian dan mingguan.
Harga telah breakout dari trendline, namun masih tertahan di level resistance Fibonacci 0.236 ($0.006150).
Jika mampu breakout dari level ini, target jangka pendek berada pada:
Fibonacci 0.5 ($0.008697)
Fibonacci 0.786–0.886 ($0.011457–0.012422)
Jika gagal, harga kemungkinan akan re-test ke trendline atau bahkan kembali ke zona demand sebelumnya.
Faktor Pendorong dan Risiko
Potensi Pendorong Harga (Catalyst)
Komunitas besar dan pertumbuhan organik token SKYA.
Ekspansi lintas industri, dari game hingga balap dan media.
Breakout teknikal yang membuka peluang naik jangka pendek.
Dominasi Ethereum dan dukungan on-chain yang kuat.
Risiko Penurunan Harga
Volatilitas sektor GameFi yang tinggi.
Tekanan dari suplai token yang besar (lebih dari 54% sudah beredar).
Kemungkinan fakeout breakout jika tidak ada volume yang cukup.
Risiko pertumbuhan ekosistem yang lebih lambat dari ekspektasi.
Kesimpulan
Sekuya menunjukkan potensi besar sebagai proyek Web3 asal Indonesia yang mampu bersaing secara global. Dengan ekosistem yang terintegrasi, pendekatan komunitas yang kuat, dan ekspansi ke berbagai sektor industri hiburan, Sekuya berpotensi menjadi pionir IP lokal di dunia metaverse dan GameFi.
Namun, para investor dan pengguna juga perlu mencermati volatilitas pasar dan risiko distribusi token dalam jangka pendek. Seiring dengan pemulihan sektor GameFi dan konsolidasi komunitas blockchain global, Sekuya memiliki peluang untuk terus tumbuh sebagai salah satu proyek unggulan dari Asia Tenggara.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pemula yang ingin melakukan investasi kripto untuk pertama kali sering diberikan dua opsi utama—Bitcoin dan Ethereum. Keduanya sama-sama populer, punya nilai tinggi, dan memiliki volatilitas yang lebih baik dibanding aset kripto selain stablecoin.
Bitcoin mewakilkan pilihan bagi pemula yang ingin menyimpan investasi dalam bentuk nilai lindung terhadap inflasi. Sedangkan Ethereum mewakili alternative coin yang memberikan eksposur dengan fitur smart contract dan ekosistem blockchain yang membuka akses ke berbagai sektor seperti DeFi, NFT, dan Web3.
Sebelum menetapkan pilihan untuk aset kripto pertama kamu, simak pembahasan mengenai perbedaan keduanya—mulai dari pengertian, performa historis, sampai dengan simulasi keuntungan sebagai bahan pertimbangan kamu!
Kenalan dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)
Apa Itu Bitcoin?
Bitcoin adalah kripto pertama di dunia dan sering dijuluki “emas digital”. Diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009, BTC dirancang sebagai sistem pembayaran terdesentralisasi tanpa perantara.
Hingga 2025, Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto, dengan valuasi lebih dari US$1,7 triliun dan dominasi pasar di atas 60%. Fungsinya sebagai store of value menjadikannya aset lindung nilai yang banyak dipilih oleh investor pemula hingga institusional.
Ethereum diluncurkan pada 2015 oleh Vitalik Buterin dan timnya. Tidak seperti Bitcoin, Ethereum lebih dari sekadar mata uang digital. Ethereum adalah platform untuk smart contract yang menopang ekosistem DeFi (Decentralized Finance), NFT, stablecoin, dan tokenisasi aset.
Setelah transisi ke mekanisme Proof-of-Stake melalui The Merge, Ethereum menjadi jauh lebih efisien dan scalable, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin terlibat secara aktif dengan ekosistem web3—bukan hanya sekadar menyimpan aset.
Untuk memahami karakter BTC dan ETH, penting melihat performa dan volatilitas keduanya dalam beberapa tahun terakhir. Grafik dan data berikut menunjukkan bagaimana keduanya bergerak, tumbuh, dan menghadapi fluktuasi pasar sejak Agustus 2017 – Mei 2025.
Return Tahunan BTC vs ETH
Tahun
Bitcoin
Ethereum
2024
121%
46%
2023
156%
93%
2022
-64%
-68%
2021
59%
395%
2020
304%
472%
2019
94%
-2%
2018
-73%
-82%
Perbandingan return tahunan Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari data return tahunan antara tahun 2018 hingga 2024, terlihat bahwa performa Bitcoin cenderung memberikan hasil yang lebih stabil, terutama pada tahun-tahun bullish seperti 2020, 2021, 2023, dan 2024, di mana pertumbuhannya konsisten di atas 50%, bahkan mencapai lebih dari 300% pada 2020.
Sebaliknya, Ethereum menunjukkan karakter yang lebih agresif dibandingkan dengan Bitcoin. Di masa kenaikan pasar seperti 2020 dan 2021, ETH melonjak sangat tinggi, tetapi ketika koreksi pasar terjadi, penurunannya pun jauh lebih dalam dibandingkan BTC.
Ini memperlihatkan bahwa Ethereum bisa memberikan potensi keuntungan besar, namun juga dengan risiko penurunan yang sama besarnya.
Rata-Rata Return Tahunan BTC vs ETH
Average annualised return
Total return
Aset
Last year
Last 5 years
Aset
Last year
Last 5 years
Bitcoin
55.10%
61.80%
Bitcoin
55.10%
1007.80%
Ethereum
-32.70%
61.20%
Ethereum
-32.70%
989.60%
Perbandingan rata-rata return tahunan investasi Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari tabel perbandingan rata-rata return tahunan dan total return lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset yang lebih unggul secara statistik. Dalam periode tersebut, Bitcoin mencatatkan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir sekitar 61,8% dengan total return lebih dari 1.000%.
Sedangkan untuk Ethereum, rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir di sekitar 61.2% dengan total return 989.6%. Meskipun terlihat memiliki return yang mirip, Ethereum tercatat memberikan hasil negatif di tahun kemarin dengan -32.7% yang salah satunya disebabkan oleh tingginya Bitcoin Dominance.
Perbandingan Compound annual growth rate, Standard deviation Sharpe ratio dari Bitcoin dan Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Bitcoin terlihat memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) hampir dua kali lipat Ethereum, serta Sharpe ratio yang lebih tinggi—menunjukkan bahwa Bitcoin menawarkan return yang lebih baik per unit risiko yang diambil.
Dari segi deviasi standar, Ethereum memiliki deviasi standar yang jauh lebih tinggi yakni 98.61% dibandingkan dengan Bitcoin yang memiliki deviasi di 76.96%, secara sederhana bisa dibilang pergerakan harga Ethereum memiliki volatilitas 21.65% lebih tinggi dibanding Bitcoin.
Investasi $10.000 di Bitcoin dan Ethereum Mana yang Lebih Menguntungkan?
Agar lebih mudah mencerna data yang diberikan, mari lihat simulasi historis jika kamu melakukan investasi sebesar $10.000 atau sekitar Rp164.000.000 di Bitcoin dan Ethereum dari bulan Agustus 2017.
Grafik portofolio investasi Bitcoin vs Ethereum, sumber data dihimpun dari Backtest by Curvo.
Dari grafik portofolio di atas menunjukkan bahwa Bitcoin secara konsisten membentuk tren pertumbuhan yang lebih stabil dan menguat. Garis biru yang mewakili BTC terus menanjak, terutama sejak 2020, dan tetap mempertahankan posisi lebih tinggi dibanding Ethereum hingga pertengahan 2025.
Ethereum memang sempat sedikit akan menyalip BTC pada tahun 2021, namun sejak itu tertinggal dalam pergerakan nilai secara keseluruhan. Data ini mengilustrasikan bahwa jika dilihat dari sudut pandang pertumbuhan portofolio jangka panjang, Bitcoin memberikan hasil yang lebih baik dari pada Ethereum jika dilihat dari data historisnya.
Eksposur terhadap teknologi blockchain dan yield staking
Ethereum
Tabel perbandingan Bitcoin vs Ethereum sesuai tujuan investasi. Jangan lupa sesuaikan dengan profil risiko.
Secara garis besar Ethereum lebih cocok bagi kamu yang tertarik dan ingin mengikuti langsung perkembangan Web3, sedangkan Bitcoin cocok untuk kamu yang ingin investasi jangka panjang alias sebagai aset safe haven.
Sudah Menentukan Pilihan, Bagaimana Cara Mulai Investasi Bitcoin dan Ethereum?
Untuk memulai investasi di pasar kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum—pastikan kamu memilih exchange yang sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK seperti Tokocrypto.
Kamu bisa membeli Bitcoin dan Ethereum dengan mudah dan 0% biaya trading, minimal deposit mulai dari Rp50.000 dengan beberapa langkah berikut.
Buat akun dan lakukan verifikasi KYC sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Deposit saldo investasi via Bank, Virtual Account, atau E-Wallet.
Masuk menu “Jual/Beli” dan pilih dari “IDR” ke “Nama Aset” yang ingin kamu beli
Kemudian masukkan nominal pembelian.
Klik gambar untuk mulai investasi di Tokocrypto.
Kesimpulan: Jadi Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Pertama bagi Pemula?
Kalau kamu ingin aset yang relatif stabil, cocok untuk “store of value” dan lebih tahan terhadap fluktuasi: Bitcoin bisa jadi pilihan utama.
Kalau kamu ingin eksposur pada teknologi blockchain, staking yield, dApps, dan potensi pertumbuhan lebih tinggi: Ethereum lebih layak dipertimbangkan.
Tips untuk pemula: Kamu bisa mulai dengan modal kecil untuk membeli kedua aset kripto tersebut dengan proporsi yang sesuai dengan profil risiko yang dimiliki, jangan lupa hindari pembelian sekaligus (lump sum) dan gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang ada di aplikasi Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga FC Barcelona Fan Token (BAR) terhadap USDT naik 3,64% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $1,254 atau sekitar Rp20.564,27. Token ini mencatat volume perdagangan sebesar 9,4 juta BAR, dengan nilai transaksi sekitar $12,4 juta.
Selama periode tersebut, BAR diperdagangkan dalam rentang $1,118 hingga $1,195, sebelum ditutup di level $1,155. Kenaikan harga didorong oleh lonjakan volume di pagi hari, namun momentum mengendur pada sesi sore.
Secara teknikal, token BAR menunjukkan kombinasi sinyal yang beragam. Pola bullish engulfing muncul di area $1,145–$1,155, memberikan indikasi potensi rebound jangka pendek. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan divergensi bearish, menandakan potensi pelemahan tren dalam waktu dekat.
Analisa Barcelona Fan Token
Pergerakan harga FC Barcelona Fan Token (BAR/USDT) pada Selasa, 29 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Perlu dicatat, Bollinger Bands mengalami pelebaran signifikan pada pukul 07:30–09:00 waktu ET, mencerminkan tingginya volatilitas. Sementara itu, Moving Average 50-periode mulai mendatar, menandakan potensi konsolidasi setelah kenaikan tajam sebelumnya.
Level harga $1,155–$1,16, yang juga bertepatan dengan zona Fibonacci retracement 61,8%, kini menjadi area kunci yang menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Jika tekanan beli meningkat, BAR berpotensi menguji kembali resistance di $1,16–$1,165. Namun, apabila sentimen pasar melemah, harga dapat turun kembali ke zona support di $1,14–$1,145.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Ethereum (ETH) terus menunjukkan penguatan menjelang Agustus 2025. Pada Selasa (29/7), ETH diperdagangkan di kisaran $3.877, naik lebih dari 2,5% dalam 24 jam terakhir.
Level $3.919 disebut sebagai titik kunci ekstensi Fibonacci yang dapat memicu pergerakan bullish lanjutan menuju rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH).
Arus Masuk ETF Sentuh $5,12 Miliar, Tertinggi dalam Setahun
Dilaporkan BeInCrypto, salah satu faktor utama yang mendukung sentimen positif Ethereum adalah aliran dana besar-besaran ke ETF (Exchange-Traded Fund) ETH. Pada Juli 2025, total arus masuk bersih ETF Ethereum mencapai $5,12 miliar, tertinggi dalam 12 bulan terakhir.
Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dari investor institusional terhadap potensi jangka panjang ETH, baik di pasar spot maupun derivatif.
Zona Leverage dan Ancaman Likuidasi
Namun, harga ETH juga berada di area kritis. Menurut data dari Bitget, leverage jangka panjang lebih dari $5,78 miliar menumpuk di kisaran $3.358–$3.875. Jika ETH terus naik dan melewati batas atas zona ini, dapat terjadi short squeeze besar karena lebih dari $1 miliar posisi short bisa terkena likuidasi.
Pasokan Menipis, Tekanan Jual Teredam
Cadangan ETH di bursa kripto juga terus menurun, mencapai titik terendah kedua dalam setahun. Ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi aksi jual dari dompet besar (whale), pasar berhasil menyerap tekanan tersebut. Data dari CryptoQuant mengindikasikan bahwa pasokan ETH yang tersedia di bursa tidak meningkat signifikan, bahkan setelah harga naik lebih dari 57% sejak titik terendah bulan lalu.
Rasio ETH/BTC dan Golden Crossover, Sinyal Awal Altseason?
Sinyal teknikal juga menunjukkan tren yang positif. Rasio ETH terhadap BTC naik hampir 40% dari level terendah bulan Juni, kini menyentuh 0,032. Pergerakan ini hampir menyelesaikan formasi “golden crossover” dari rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20, 50, 100, dan 200 hari. Jika EMA 50 harian melampaui EMA 200 harian, sinyal bullish secara teknikal akan semakin kuat.
Target Harga dan Risiko Koreksi
Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $3.919, analis memperkirakan target kenaikan berikutnya berada di:
$4.173 (Fibonacci 0,382)
$4.378 (Fibonacci 0,5)
$4.583 (Fibonacci 0,618)
$4.874 (Fibonacci 0,786)
Kenaikan di atas $4.874 akan membuka peluang untuk pencapaian ATH baru.
Namun, jika ETH gagal mempertahankan level $3.919, harga berisiko turun kembali ke support di sekitar $3.510. Penurunan lebih lanjut dapat memicu serangkaian likuidasi leverage dan membawa ETH kembali ke zona konsolidasi sebelumnya.
Dengan kombinasi arus masuk institusional yang kuat, cadangan bursa yang menipis, serta sinyal teknikal yang mendukung, Ethereum diposisikan dengan baik untuk reli lebih lanjut di bulan Agustus. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas pasar dan potensi koreksi tajam.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Fan tokenATM milik klub sepak bola ternama Spanyol, Atlético de Madrid, menunjukkan pergerakan stabil dengan kenaikan tipis sebesar +0,13% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di harga $1,598 atau sekitar Rp26.203. Volume perdagangan token ini juga cukup aktif, dengan total 16,37 juta ATM berpindah tangan senilai lebih dari $30,2 juta USDT.
Meskipun pergerakan harga tergolong minor, stabilitas ini mencerminkan dukungan komunitas yang solid terhadap token ATM. Sebagai bagian dari ekosistem fan token di jaringan BNB Chain, ATM bukan sekadar alat spekulasi. Token ini memberikan akses kepada pemegangnya untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan klub, menikmati konten eksklusif, serta mendapatkan berbagai keuntungan langsung dari keterlibatan mereka dengan Atlético de Madrid.
Pergerakan harga Atlético de Madrid Fan Token (ATM/USDT) pada Selasa, 29 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sementara itu, kabar dari bursa transfer turut mewarnai dinamika atmosfer seputar Atlético de Madrid. Klub yang dibesut oleh Diego Simeone tersebut baru saja mencapai kesepakatan transfer dengan klub asal Brasil, Flamengo, untuk melepas Samuel Lino. Nilai transfernya mencapai €24 juta, jauh lebih tinggi dari harga pembeliannya sebesar €6,5 juta dari Gil Vicente tiga tahun lalu—sebuah keuntungan besar bagi Los Rojiblancos.
Selama dua musim, Lino tampil dalam 93 pertandingan bersama Atleti, termasuk masa pinjamannya di Valencia pada musim 2022–23. Namun performanya dianggap belum memenuhi ekspektasi, hingga akhirnya ia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya, Brasil. Di Flamengo, Lino akan bereuni dengan Saul Niguez, mantan rekan setim yang lebih dulu bergabung dengan klub tersebut setelah mengakhiri kontraknya bersama Atleti.
Atletico Madrid sendiri terlihat sangat aktif di bursa transfer musim panas ini. Selain melepas sejumlah nama seperti Axel Witsel, Cesar Azpilicueta, dan Rodrigo De Paul, mereka juga telah mendatangkan beberapa wajah baru, termasuk Alex Baena, Johnny Cardoso, dan David Hancko.
Dampak Terhadap Fan Token
Pergerakan pemain seperti Lino dan Saul—yang dikenal oleh fan setia klub—dapat memengaruhi sentimen komunitas, termasuk terhadap fan token ATM. Meski demikian, tidak ada gejolak besar yang tercermin dalam harga token. Ini bisa diartikan bahwa basis komunitas Atlético tetap solid dan loyal, bahkan saat klub tengah menjalani masa transisi.
Dengan kombinasi utilitas nyata dan keterlibatan emosional para fans, fan token seperti ATM semakin memperkuat posisinya sebagai jembatan antara dunia sepak bola dan teknologi blockchain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC) berpotensi mencetak rekor harga tertinggi (ATH) baru di bulan Agustus 2025. Aksi konsolidasi harga selama dua pekan terakhir antara $117.261 hingga $120.000 menjadi fondasi bagi pergerakan bullish berikutnya, dengan sejumlah indikator pasar menunjukkan sinyal positif dan rendahnya tekanan jual dari investor.
Investor Tahan Jual, Risiko Rendah Jadi Peluang
Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa rasio risiko sisi jual Bitcoin saat ini berada di level 0,24 — tertinggi dalam enam bulan terakhir, namun masih jauh di bawah ambang batas netral 0,4. Ini menunjukkan bahwa aksi jual besar-besaran tidak sedang terjadi, dan pasar saat ini sedang dalam fase konsolidasi. Secara historis, kondisi seperti ini sering menjadi pertanda fase akumulasi sebelum lonjakan harga.
Whale dan Institusi Mulai Akumulasi
Dilaporkan BeInCrypto, selama dua minggu terakhir, skor tren akumulasi Bitcoin mendekati angka 1,0 — sinyal kuat bahwa pemegang besar, termasuk institusi dan investor dengan nilai kekayaan tinggi, terus menambah kepemilikan mereka. Akumulasi yang konsisten oleh entitas-entitas besar ini menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap nilai jangka panjang Bitcoin, yang bisa menjadi bahan bakar utama menuju rekor harga baru.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 29 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Menurut data Glassnode, tren akumulasi ini tak hanya memperkuat posisi BTC secara teknikal, tetapi juga menciptakan fondasi yang lebih stabil dalam menghadapi potensi tekanan pasar ke depan.
Target ATH: Bitcoin Siap Lampaui $120.000
Dengan harga saat ini di kisaran $118.938, Bitcoin hanya membutuhkan dorongan kecil untuk menembus batas psikologis dan teknikal di $120.000. Jika level ini berhasil diubah menjadi support, BTC diperkirakan bisa melesat ke atas $122.000 dan membuka peluang menuju level ATH baru.
Namun, penting untuk dicatat bahwa bulan Agustus secara historis merupakan periode yang bearish bagi Bitcoin, dengan rata-rata penurunan bulanan mencapai -8,3%. Meski demikian, jika akumulasi berlanjut dan tekanan jual tetap rendah, tren historis tersebut bisa dipatahkan tahun ini.
Risiko Tetap Ada
Meski optimisme tinggi, skenario bearish tetap perlu diwaspadai. Jika sentimen pasar berubah secara tiba-tiba, misalnya karena data makroekonomi atau peristiwa geopolitik, dan harga BTC jatuh di bawah $117.261, maka potensi koreksi ke level $115.000 tetap terbuka.
Dengan kombinasi akumulasi institusional dan minimnya tekanan jual, Bitcoin saat ini berada di posisi strategis untuk mencetak rekor baru. Namun seperti biasa, pelaku pasar disarankan tetap waspada dan memantau dinamika pasar secara aktif.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Senin (28/7) difokuskan menjelang keputusan suku bunga The Fed dan laporan pendapatan raksasa teknologi, Bitcoin tetap stabil sementara trader awasi arus ETF. Tiga altcoin — PEPE, CVX, dan XTZ — menunjukkan pola akumulasi yang kuat, berpotensi reli jika dukungan teknikal bertahan.
Sementara itu, Ethereum juga jeda reli di sekitar $3.666 dan siap menembus $4.000 dengan dukungan minat ritel dan sinyal NUPL yang positif. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Bitcoin Stabil Jelang Pengumuman Fed, Pendapatan Teknologi & Data ETF
Bitcoin dan altcoin akan bereaksi terhadap keputusan suku bunga The Fed pada hari Rabu (30/7).
Perusahaan teknologi terkemuka seperti Microsoft, Amazon, dan Meta akan menerbitkan pendapatan.
Trader akan mengamati arus masuk ETF Bitcoin dan Ethereum.
Tiga Altcoin Menunjukkan Akumulasi Minggu Ini
Pepe (PEPE): Akumulasi di atas $0,00001216; bisa naik ke $0,00001389, risiko turun jika di bawah $0,00001216.
Convex Finance (CVX): Naik 21%, uji $5,88; bisa naik jika tembus $6,00, batal jika turun di bawah $4,16.
Tezos (XTZ): Akumulasi kuat di atas $0,87, Golden Cross; target $0,99/$1,08, risiko turun ke $0,76 jika di bawah $0,87.
CASHBACK DADAKAN IS BACK 100% Raih Rp20 JUTA*
🎉 Cashback 100% + Total Hadiah 20 JUTA*?!
Yes, kamu nggak salah baca! Cuma dengan deposit & trading token pilihan MEW, GOAT, ALCH, JELLYJELLY, MOODENG, SPX, GRASS, atau POP CAT, kamu bisa dapetin cashback 100% dan peluang menang hingga 5 JUTA RUPIAH*! 💸
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Lonjakan signifikan terjadi di pasar kripto setelah kabar mengejutkan datang dari pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Keduanya bertemu di Turnberry, Skotlandia, dan berhasil mencapai kerangka kerja untuk kesepakatan dagang yang cukup ambisius.
Menurut laporan CNN, Uni Eropa setuju untuk membeli energi dari Amerika Serikat senilai $750 miliar dan mengucurkan tambahan investasi sebesar $600 miliar ke berbagai proyek terkait AS. Langkah ini menyusul pengumuman Trump beberapa pekan lalu yang menetapkan tarif baru sebesar 30% terhadap sebagian besar produk impor dari Uni Eropa dan Meksiko, yang akan berlaku mulai 1 Agustus. Tarif terhadap baja dan aluminium bahkan lebih tinggi, yaitu 50%.
Meski Trump menyatakan tak bisa menurunkan tarif lebih rendah dari 15%, kesepakatan investasi ini dianggap sebagai sinyal positif oleh pelaku pasar global, termasuk pasar aset digital.
Kripto Respons Positif
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Senin, 28 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Reaksi pasar kripto cukup mencolok meskipun volatilitas akibat isu tarif sebelumnya cenderung melemah dalam beberapa bulan terakhir. Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan dan saat ini diperdagangkan di atas $119.000. Ethereum (ETH) juga ikut menguat dengan kenaikan harian lebih dari 3%, mendekati level $3.850.
Namun, bintang utama dalam reli ini adalah Binance Coin (BNB) yang mencatat kenaikan tajam hingga menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di atas $825. Kenaikan ini membuat BNB kembali menggeser posisi Solana (SOL) sebagai kripto terbesar kelima berdasarkan kapitalisasi pasar.
Optimisme Baru di Tengah Ketegangan Dagang
Kendati tarif masih tetap diberlakukan, pasar tampaknya merespons positif komitmen investasi besar dari Uni Eropa ke AS. Ini dipandang sebagai bentuk stabilisasi geopolitik yang bisa mengurangi tekanan ketidakpastian global. Di sisi lain, investor kripto kembali menunjukkan kepercayaan terhadap aset digital sebagai lindung nilai terhadap potensi gejolak ekonomi yang mungkin timbul dari kebijakan perdagangan proteksionis.
Dengan Bitcoin yang mendekati $120.000 dan sejumlah altcoin mencatat penguatan, pasar kripto tampaknya memasuki fase optimisme baru di tengah dinamika hubungan internasional yang penuh kejutan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Ethereum (ETH) kembali menguat dan diperdagangkan di atas level $3.900, didorong oleh akumulasi besar-besaran dari perusahaan teknologi SharpLink. Saat artikel ini ditulis, ETH tercatat naik 3,2% dalam 24 jam terakhir dan mencatat lonjakan 61% dalam 30 hari terakhir.
Menurut data pasar terbaru, ETH diperdagangkan di level $3.908 setelah menyentuh titik terendah $3.530 pada 24 Juli lalu. Kini, Ethereum semakin mendekati level psikologis penting di $4.000, didukung lonjakan volume perdagangan dan minat investor yang terus meningkat.
Lonjakan Aktivitas Derivatif
Volume perdagangan Ethereum dalam 24 jam terakhir melonjak 47,3% menjadi $32,95 miliar. Sementara itu, open interest atau total kontrak derivatif terbuka naik 7,72% menjadi $59,94 miliar, dan volume derivatif harian meroket 61,44% ke angka $89,16 miliar. Angka-angka ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap volatilitas tinggi yang akan datang.
Selain itu, total kontrak berjangka Ethereum di seluruh jaringan telah melampaui $60 miliar, mencetak rekor tertinggi baru. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan masuknya akumulasi ETH dari institusi besar.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 28 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Crypto News, kontributor utama reli harga Ethereum adalah langkah akumulasi agresif dari SharpLink, perusahaan teknologi game dan data. Berdasarkan data dari Lookonchain, SharpLink membeli 77.210 ETH senilai sekitar $295 juta pada 28 Juli. Pembelian ini meningkatkan total kepemilikan ETH perusahaan menjadi 438.017 ETH, senilai sekitar $1,69 miliar.
Sebagian besar aset ini dipertaruhkan melalui platform staking seperti Figment dan Hoppers DApp. SharpLink mendanai pembelian tersebut melalui program penjualan ekuitas yang diperluas dari $1 miliar menjadi $6 miliar. Hingga kini, perusahaan telah mengumpulkan $721 juta, termasuk $425 juta dari penempatan privat yang didukung oleh nama besar seperti Consensys, Pantera Capital, ParaFi, dan Electric Capital.
SharpLink kini menjadi pemegang ETH institusional terbesar kedua setelah Bitmine Immersion Tech, yang memiliki sekitar 566.000 ETH. Jika target pembelian ETH SharpLink terpenuhi, perusahaan ini bisa menguasai lebih dari 1 juta ETH atau sekitar 1% dari total pasokan Ethereum.
Analisis Teknikal: Tren Bullish Masih Kuat
Dari sisi teknikal, ETH menunjukkan momentum bullish yang berkelanjutan. Harga saat ini bertahan di atas garis rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 20 hari di $3.432, yang kini berfungsi sebagai support jangka pendek. Bollinger Bands yang melebar menunjukkan peningkatan volatilitas, sementara posisi harga di dekat pita atas menjadi sinyal lanjutan tren naik.
Indeks Kekuatan Relatif (RSI) Ethereum berada di angka 82,89, mengindikasikan kondisi jenuh beli. Meskipun berisiko mengalami koreksi jangka pendek, belum ada tanda-tanda pelemahan momentum selama harga tetap di atas support kunci $3.600.
Jika Ethereum berhasil menembus $4.000, breakout ini bisa membuka jalan menuju target harga selanjutnya di $4.168. Sebaliknya, penurunan di bawah SMA 20-hari dapat membawa ETH turun menuju area support di $3.250.
Lonjakan harga Ethereum saat ini tidak hanya didorong oleh sentimen pasar, tetapi juga diperkuat oleh akumulasi besar dari institusi seperti SharpLink. Dengan fundamental kuat dan dukungan teknikal yang positif, ETH berpeluang melanjutkan reli menuju level psikologis $4.000 dan bahkan lebih tinggi dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.