Author: 13

  • Pasar Kripto Hari Ini 3 Desember 2025: Bitcoin Rebound Tembus $91K

    Pasar kripto hari ini, Rabu (3/12) kembali menguat setelah Bitcoin menembus $91.000, memicu reli altcoin yang bergerak agresif. TURBO melonjak 37% ke $0,002506, ALCH naik 31% ke $0,188345, dan PARTI menguat 32% ke $0,1396, mencerminkan meningkatnya risk appetite trader.

    Kenaikan ini turut didorong oleh penurunan likuidasi serta peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember yang kini mencapai 90%. Meski begitu, sejumlah analis mengingatkan bahwa pemulihan ini bisa saja menjadi dead-cat bounce atau bull trap, sehingga investor perlu tetap waspada. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar Saat BTC Tembus $91K

    • TURBO bertambah 37% dan saat ini diperdagangkan pada level $0,002506.
    • ALCH naik signifikan hingga 31% (24 jam), harga saat ini di $0,188345.
    • PARTI menguat sebesar 32% dalam satu hari, dan kini dihargai $0,1396.

    Inilah Alasan Mengapa Pasar Kripto Naik Hari Ini

    • Pasar kripto naik hari ini karena likuidasi menurun.
    • Peluang The Fed pangkas suku bunga pada bulan Desember mencapai 90%.
    • Pemulihan bisa jadi dead-cat bounce, yang juga dikenal sebagai bull trap.

    Trading Jalan, Cashback Jalan Total Hadiah Rp10 JUTA

    3 Altcoin Berpotensi Capai ATH di Minggu Pertama Desember

    • XMR perlu menembus $450 untuk menguji ATH $471, didukung Ichimoku Cloud.
    • BAL berupaya pulih, didukung wedge dan berkurangnya tekanan bearish.
    • LINK: ETF Chainlink AS pertama disetujui untuk dicatatkan di NYSE Arca.

    Grayscale: Penurunan Bitcoin Normal; Puncak Baru 2026

    • Grayscale: Penurunan 30% Bitcoin normal, bukan bear market.
    • Token privasi menguat; ETP XRP/DOGE masuk, penawaran kripto AS meluas.
    • Suku bunga Fed dan legislasi kripto dapat angkat pasar hingga 2026.

    Baca juga: Riset Kripto 24-28 Nov 2025: Bitcoin Rebound! Bear Market Batal?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategy Kini Kuasai 650.000 BTC, Siapkan Kas Dividen Puluhan Triliun

    Strategy, perusahaan treasury bitcoin yang sebelumnya bernama MicroStrategy, kembali menambah kepemilikan Bitcoin-nya. Dalam laporan 8-K ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin (1/12/2025) waktu setempat, perusahaan mengumumkan pembelian tambahan 130 bitcoin (BTC) senilai sekitar US$11,7 juta.

    Pembelian dilakukan antara 17–30 November dengan harga rata-rata US$89.960 per BTC. Dengan transaksi terbaru ini, Strategy kini memegang total 650.000 BTC, yang bernilai sekitar US$56 miliar berdasarkan harga pasar saat ini. Menurut salah satu pendiri sekaligus executive chairman Michael Saylor, rata-rata harga beli Strategy berada di US$74.436 per BTC dengan total biaya sekitar US$48,4 miliar termasuk fee dan biaya lain. Artinya, meski pasar kripto tengah lesu, perusahaan masih mencatat keuntungan belum terealisasi sekitar US$7,6 miliar di atas kertas.

    Dilaporkan The Block, kepemilikan itu mewakili lebih dari 3% dari total suplai maksimal bitcoin yang hanya 21 juta BTC.

    Dana Dividen Jumbo: USD Reserve US$1,44 Miliar

    Bersamaan dengan pengumuman pembelian Bitcoin, Strategy juga mengumumkan pembentukan cadangan kas dalam denominasi dolar AS (USD Reserve) senilai US$1,44 miliar. Dana ini disiapkan khusus untuk:

    • membayar dividen saham preferen, dan
    • bunga atas utang yang sudah ada.

    Cadangan dolar tersebut berasal dari hasil penjualan saham biasa Class A (MSTR) melalui program at-the-market (ATM). Dalam dua minggu terakhir, Strategy menjual 8.214.000 saham MSTR dan meraup dana sekitar US$1,48 miliar.

    Perusahaan menyatakan niat untuk mempertahankan USD Reserve dalam jumlah yang cukup menutup setidaknya 12 bulan pembayaran dividen, dengan target jangka menengah untuk memperkuat cadangan hingga bisa meng-cover 24 bulan atau lebih. Namun, besar kecilnya cadangan tetap bisa disesuaikan sewaktu-waktu bergantung kondisi pasar dan kebutuhan likuiditas perusahaan.

    “Membangun USD Reserve untuk melengkapi BTC Reserve menandai tahap berikutnya dalam evolusi kami,” kata Saylor. Menurutnya, langkah ini diambil agar Strategy lebih siap menghadapi volatilitas jangka pendek sembari tetap mengejar visi menjadi issuer utama Digital Credit berbasis bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin Rontok! Tapi Michael Saylor Malah Tambah Beli BTC, Nekat?

    Didanai Penjualan Saham, Bukan Menjual Bitcoin

    Strategy menegaskan, pembelian bitcoin terbaru dan pembentukan USD Reserve tidak didanai dari penjualan BTC, melainkan dari penjualan saham MSTR di pasar.

    Per 30 November, perusahaan masih memiliki ruang hingga US$13,37 miliar untuk penerbitan dan penjualan tambahan saham biasa Class A di bawah program ATM yang sama.

    Untuk saham preferen perpetual, tidak ada penjualan baru pada periode tersebut. Namun, Strategy masih punya kapasitas hingga US$30,2 miliar untuk menerbitkan saham preferen melalui program ATM yang terpisah.

    Sempat Dianggap “Pause” Beli Bitcoin

    Sepekan sebelumnya, pasar sempat mengira Strategy menghentikan pembelian rutin bitcoin setelah tidak ada pengumuman akuisisi baru, dengan total kepemilikan tercatat masih 649.870 BTC. Namun, karena pengumuman terbaru mencakup periode 17–30 November, belum jelas kapan tepatnya 130 BTC tambahan tersebut dibeli.

    Langkah ini menyusul apa yang disebut Saylor sebagai “big week” pada minggu sebelumnya, ketika Strategy membeli 8.178 BTC senilai sekitar US$835,6 juta, salah satu akuisisi terbesar sejak Juli lalu.

    Alih-alih memberi kode pembelian seperti biasanya, Saylor pada Minggu hanya mengunggah pembaruan pelacak bitcoin Strategy disertai kalimat, “What if we start adding green dots?” yang diduga mengacu pada penambahan titik hijau untuk menandai USD Reserve baru senilai US$1,44 miliar tersebut.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token Musik Ngamuk! Audiera Terbang 25% Sehari, AUDIO Naik Berapa?

    Pasar aset kripto sektor musik bergerak positif hari ini. Sejumlah music token mencatatkan penguatan harian, dipimpin oleh Audiera (BEAT) yang melonjak hampir 25% dalam 24 jam terakhir dan menguasai kapitalisasi pasar terbesar di kategori ini.

    Berdasarkan data terbaru, berikut kinerja Top Music Tokens hari ini, dikutip CoinMarketCap:

    Audiera (BEAT) di Puncak, Volume Perdagangan Tinggi

    Audiera (BEAT)

    Audiera (BEAT) menempati posisi teratas token musik berdasarkan kapitalisasi pasar.

    • Harga: US$0,7054
    • Pergerakan 1 jam: +1,49%
    • Pergerakan 24 jam: +24,99%
    • Pergerakan 7 hari: +14,77%
    • Market cap: US$113,23 juta
    • Volume 24 jam: US$30,39 juta

    Lonjakan hampir 25% dalam sehari menempatkan BEAT sebagai token musik dengan kinerja paling mencolok hari ini, didukung volume perdagangan yang relatif besar dibanding pesaing lain di sektor yang sama.

    Audius (AUDIO) Masih Jadi Nama Besar, Meski Kenaikan Tipis

    Di bawah Audiera, ada Audius (AUDIO) yang sudah lama dikenal sebagai salah satu proyek musik berbasis blockchain.

    • Harga: US$0,03248
    • Pergerakan 1 jam: +0,13%
    • Pergerakan 24 jam: +0,80%
    • Pergerakan 7 hari: +3,67%
    • Market cap: US$44,70 juta
    • Volume 24 jam: US$3,73 juta

    Kenaikan AUDIO terpantau terbatas dalam 24 jam terakhir, namun masih menunjukkan tren positif dalam sepekan.

    MEET48 (IDOL) dan LimeWire (LMWR) Menguat Stabil

    MEET48 (IDOL)
    MEET48 (IDOL)

    Token MEET48 (IDOL) juga mencatatkan penguatan moderat:

    • Harga: US$0,03218
    • Pergerakan 1 jam: +0,04%
    • Pergerakan 24 jam: +1,80%
    • Pergerakan 7 hari: +4,60%
    • Market cap: US$33,67 juta
    • Volume 24 jam: US$14,10 juta

    Sementara itu, LimeWire (LMWR) ikut menghijau:

    • Harga: US$0,03887
    • Pergerakan 1 jam: +1,43%
    • Pergerakan 24 jam: +1,13%
    • Pergerakan 7 hari: +4,08%
    • Market cap: US$16,02 juta
    • Volume 24 jam: US$2,05 juta

    Keduanya menunjukkan penguatan bertahap tanpa lonjakan ekstrem, mencerminkan minat pasar yang masih terjaga di sektor ini.

    Aria Protocol (ARIAIP) Jadi Bintang Sepekan

    Aria Protocol (ARIAIP)
    Aria Protocol (ARIAIP)

    Selain BEAT, sorotan lain datang dari Aria Protocol (ARIAIP) yang mencatat kenaikan kuat dalam sepekan.

    • Harga: US$0,03794
    • Pergerakan 1 jam: +0,33%
    • Pergerakan 24 jam: +12,52%
    • Pergerakan 7 hari: +26,61%
    • Market cap: US$12,63 juta
    • Volume 24 jam: US$3,03 juta

    Kinerja mingguan ARIAIP yang menembus lebih dari 26% membuatnya menjadi salah satu token musik dengan tren kenaikan paling agresif dalam tujuh hari terakhir.

    Sektor Music Token Makin Ramai

    Pergerakan positif hari ini menunjukkan sektor music token masih menarik perhatian pelaku pasar kripto. Dengan model bisnis yang menyasar industri musik, mulai dari streaming, royalti, hingga platform komunitas—aset-aset ini terus dipantau sebagai alternatif investasi tematik.

    Namun, seperti aset kripto pada umumnya, volatilitas harga di sektor ini tetap tinggi. Pelaku pasar diingatkan untuk melakukan riset mandiri dan memperhitungkan profil risiko sebelum masuk ke token-token tersebut.

    Baca juga: Token Musik Teratas: Pasar Capai Rp3,01 Triliun, Rata-Rata Naik 5,06%


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Seret di $0,14, Akankah Amblas ke $0,13 atau Naik Lagi?

    Harga Dogecoin (DOGE) tertahan di kisaran $0,14 pada perdagangan Selasa (2/12), di tengah dominasi tekanan jual dan sentimen pasar kripto yang masih diliputi ketakutan. Pelaku pasar kini menunggu apakah pergerakan datar ini menjadi jeda sebelum penurunan lebih dalam, atau justru awal pembentukan pijakan baru untuk kenaikan berikutnya.

    Data pasar menunjukkan kapitalisasi total kripto berada di sekitar US$3,03 triliun, naik tipis sekitar 0,47% dalam 24 jam terakhir. Namun, reli tipis ini masih sangat bergantung pada Bitcoin, yang dominasinya mencapai sekitar 57,3%. Dalam kondisi seperti ini, aliran modal cenderung mengarah ke koin-koin besar, sementara meme coin seperti Dogecoin kesulitan menarik arus beli yang kuat.

    Indeks Fear & Greed untuk pasar kripto tercatat di level 23, masuk zona “Extreme Fear”. Artinya, banyak pelaku pasar memilih bersikap defensif, mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman atau bahkan menunggu di luar pasar. Bagi Dogecoin, kondisi ini berarti minat spekulatif cenderung terbatas dan reli jangka pendek lebih mudah dipakai untuk melepas posisi, bukan mengejar kenaikan.

    Struktur Teknis Masih Bearish

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, pergerakan harian Dogecoin masih menggambarkan dominasi seller. Harga ditutup di sekitar $0,14, berada di bawah seluruh exponential moving average (EMA) utama:

    • EMA 20 hari di sekitar $0,15
    • EMA 50 hari di sekitar $0,17
    • EMA 200 hari di sekitar $0,20

    Susunan tersebut mencerminkan struktur bearish yang sudah terbentuk kuat, di mana setiap pantulan harga sejauh ini selalu gagal menembus kembali rata-rata jangka menengah hingga panjang.

    Dilaporkan Cryptonomist, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di kisaran 33, menunjukkan momentum yang lemah namun belum masuk wilayah jenuh jual ekstrem. Kondisi ini menandakan tekanan turun masih ada, tetapi laju penurunan sudah tidak seagresif sebelumnya.

    Sementara itu, indikator MACD harian tercatat di sekitar -0,01 dengan histogram yang nyaris datar. Konfigurasi ini mengindikasikan tren turun yang mulai “lelah”, tanpa dorongan kuat baik ke bawah maupun ke atas.

    Bollinger Bands harian menempatkan:

    • Garis tengah di kisaran $0,15
    • Batas atas sekitar $0,17
    • Batas bawah dekat $0,13

    Dengan harga bergerak tidak jauh dari batas bawah dan volatilitas yang terukur (ATR 14 hari sekitar $0,01), pasar Dogecoin saat ini lebih menggambarkan penurunan yang terkendali ketimbang kejatuhan panik.

    Baca juga: Dogecoin Anjlok 9%! Penopang Utama Jebol, Sinyal Dump Lebih Dalam?

    Perdagangan Intraday Mulai Stabil, Tapi Belum Kuat

    Pada kerangka waktu satu jam, tekanan jual terlihat mulai mereda. DOGE diperdagangkan di sekitar $0,14, sejalan dengan EMA 20 dan EMA 50 periode, sementara EMA 200 periode berada tipis di atas harga, sekitar $0,15. Kondisi ini menunjukkan fase stabilisasi jangka pendek, di mana seller tidak lagi menekan harga secara agresif, tetapi buyer juga belum cukup kuat untuk membalik tren.

    RSI per jam berada di sekitar 44, mencerminkan bias yang masih sedikit bearish namun tidak ekstrem. MACD intraday juga bergerak mendatar di sekitar nol, menandakan perdagangan didominasi pola range trading dengan pergerakan naik-turun dalam rentang sempit.

    Pada timeframe 15 menit, kondisi terlihat lebih netral. Harga bergerak sangat dekat dengan semua EMA penting di kisaran $0,14, dengan RSI sekitar 56 yang mengindikasikan kecenderungan bullish ringan. Bollinger Bands yang sangat menyempit dan ATR yang nyaris datar mengisyaratkan volatilitas yang terkompresi, situasi yang kerap menjadi pendahulu pergerakan tajam ketika pemicu baru muncul.

    Level Kunci: $0,13 sebagai Benteng, $0,15–$0,17 sebagai Gerbang

    Dari sisi level harga, area sekitar $0,13 muncul sebagai zona support penting bagi Dogecoin. Level ini sejalan dengan batas bawah Bollinger Band harian dan support pertama pada level pivot harian. Jika harga kembali menguji area ini dan muncul minat beli yang kuat, pasar berpotensi membentuk lantai konsolidasi setelah tren turun berkepanjangan.

    Di sisi lain, rentang $0,15–$0,17 menjadi zona resistance awal yang harus ditembus untuk mengurangi dominasi seller. Di zona inilah EMA 20 hari dan batas atas Bollinger Band berkumpul. Penutupan harian yang kuat di atas kisaran tersebut dapat menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai melemah, dan membuka peluang uji EMA 50 hari yang lebih tinggi.

    Selama harga masih tertahan di bawah rentang itu, setiap kenaikan cenderung dilihat sebagai reli dalam tren turun (relief rally), bukan permulaan siklus bullish baru.

    Tiga Skenario Utama untuk Dogecoin Pekan Ini

    Berdasarkan konfigurasi teknikal dan sentimen pasar saat ini, sedikitnya muncul tiga skenario utama untuk pergerakan Dogecoin dalam beberapa hari ke depan:

    1. Lanjut Turun Menguji $0,13
      • Sentimen “Extreme Fear” bertahan dan aliran modal tetap fokus ke Bitcoin dan koin besar.
      • DOGE perlahan melemah dan menguji kembali support $0,13.
      • Jika level ini jebol dengan volume besar, pintu terbuka untuk penurunan lanjutan.
    2. Konsolidasi Datar di Sekitar $0,13–$0,15
      • RSI yang mulai moderat dan MACD yang datar mengonfirmasi tren turun yang menua.
      • Harga bergerak dalam rentang sempit antara support $0,13 dan area pivot di sekitar $0,14–$0,15.
      • Pola ini menguntungkan pelaku pasar jangka pendek yang mengandalkan strategi range trading.
    3. Rebound Pelan Jika Tembus $0,15–$0,17
      • Perbaikan sentimen di pasar kripto secara keseluruhan mendorong minat beli pada aset berisiko lebih tinggi.
      • DOGE menembus EMA 20 hari di $0,15 dan menguji rentang resistance $0,15–$0,17.
      • Penutupan harian yang konsisten di atas zona ini bisa menjadi indikasi awal fase pemulihan bertahap, meski belum memastikan dimulainya tren bullish jangka panjang.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL di Tepi Jurang! 4 Skenario Mengejutkan Solana Jelang Akhir 2025

    Solana (SOL) tengah berada di fase krusial menjelang penutupan kuartal IV 2025. Harga SOL kini diperdagangkan di kisaran 127,35 USDT, mendekati batas bawah rentang pergerakan hariannya, sementara sederet indikator teknikal masih menunjukkan tekanan bearish yang kuat.

    Di sisi lain, aktivitas on-chain dan ekosistem DeFi Solana masih mencatatkan pergerakan, menciptakan kontras antara fundamental jaringan dan struktur harga jangka pendek di pasar spot.

    Bitcoin Dominan, Selera Risiko Pasar Melemah

    Di level makro, pasar aset kripto global masih didominasi oleh bitcoin yang memegang 57,3% pangsa pasar. Dominasi tinggi ini biasanya menandakan bahwa modal investor lebih banyak mengalir ke aset yang dianggap “lebih aman”, bukan ke altcoin dan proyek layer-1 seperti Solana.

    Total kapitalisasi pasar kripto saat ini berada di sekitar 3,03 triliun dolar AS, hanya naik sekitar 0,5% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan tipis ini dinilai sebagai sinyal akumulasi hati-hati, bukan reli euforia.

    Indeks Fear & Greed berada di level Extreme Fear pada angka 23, menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati setelah serangkaian tekanan harga beberapa waktu terakhir. Dalam kondisi seperti ini, altcoin seperti SOL umumnya cenderung tertinggal hingga bitcoin menunjukkan stabilisasi yang lebih meyakinkan.

    Meski begitu, porsi Solana di kapitalisasi pasar global yang berada di kisaran satu digit menengah menandakan aset ini tetap menjadi salah satu pilar risiko utama di pasar kripto. Aktivitas DeFi di ekosistem Solana, termasuk pada protokol seperti Raydium dan Orca, masih mencatatkan perolehan biaya (fee) yang signifikan dan lonjakan jangka pendek, menjadi indikasi bahwa jaringan masih aktif meski harga tengah terkonsolidasi.

    Tekanan Bearish Masih Dominan di Grafik Harian

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Pada timeframe harian, SOL ditutup di level 127,35 USDT, berada di bawah semua Exponential Moving Average (EMA) utama:

    • EMA 20 hari: 139,48 USDT
    • EMA 50 hari: 158,21 USDT
    • EMA 200 hari: 175,69 USDT

    Jarak harga yang cukup lebar di bawah ketiga EMA tersebut mengonfirmasi struktur tren bearish yang dominan. Zona 135–160 USDT diperkirakan menjadi area suplai, di mana banyak pelaku pasar berpotensi melakukan aksi jual untuk keluar dari posisi yang nyangkut atau memanfaatkan reli singkat untuk short.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di 34,48, di bawah level netral 50 namun belum menyentuh area jenuh jual klasik. Kondisi ini menunjukkan momentum masih lemah, tetapi tekanan jual belum mencapai fase kapitulasi penuh.

    Indikator MACD harian mencatat garis MACD di -8,82 dan garis sinyal di -9,86, dengan histogram positif tipis di 1,04. Nilai ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan mulai stabil: tekanan bearish belum hilang, tetapi lajunya tidak lagi seagresif sebelumnya.

    Dari sisi volatilitas, Bollinger Bands mencatat:

    • Mid-band: 135,58 USDT
    • Upper band: 146,17 USDT
    • Lower band: 124,99 USDT

    Harga yang bergerak tepat di atas lower band menempatkan SOL pada zona tekanan di dekat area support. Penutupan harga yang kuat di atas mid-band dinilai menjadi salah satu syarat awal untuk mengonfirmasi potensi pemulihan yang lebih berkelanjutan.

    Average True Range (ATR) berada di 8,08, mencerminkan volatilitas yang naik namun masih terkontrol, pasar cenderung bergerak mengikuti tren, bukan panik.

    Baca juga: Solana Ambruk 5 Hari Beruntun, Harga Tertekan di $126

    Intraday: Tanda-Tanda Pembentukan Dasar Jangka Pendek

    Dilaporkan Cryptonomist, berbeda dengan struktur harian yang bearish, grafik intraday menampilkan kondisi yang lebih seimbang.

    Pada timeframe 1 jam:

    • Harga SOL di 127,37 USDT
    • Berada di sekitar EMA 20 jam (126,96 USDT)
    • Namun masih di bawah EMA 50 jam (129,61 USDT) dan EMA 200 jam (134,05 USDT)

    Konfigurasi ini menggambarkan fase netral jangka pendek yang mencoba membentuk dasar (base building) di tengah tren turun yang lebih besar.

    RSI 1 jam berada di 49,03, dekat level netral, menandakan tarik-menarik antara buyer dan seller. Sementara itu, MACD 1 jam (garis di -0,72 dan sinyal di -1,24 dengan histogram positif) mengisyaratkan bahwa dominasi seller intraday mulai mengendur dan momentum perlahan bergeser ke arah konsolidasi atau potensi rebound ringan.

    Pada timeframe 15 menit, sinyal jangka sangat pendek terlihat sedikit lebih konstruktif:

    • Harga di 127,36 USDT
    • Sedikit di atas EMA 20 dan 50 periode
    • RSI naik ke 56,12

    Kondisi ini menunjukkan adanya minat beli di area 126–127 USDT, meskipun pelaku pasar pada timeframe yang lebih tinggi masih cenderung berhati-hati.

    Level Kunci: Zona Penentuan Arah SOL

    Sejumlah level teknikal menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa sesi mendatang:

    • Pivot harian: sekitar 127,3 USDT
      Menjadi zona keseimbangan di mana buyer dan seller belum memiliki keunggulan jelas.
    • Resistance terdekat: sekitar 128,6 USDT
      Tembusan dan penahanan harga di atas area ini berpotensi mendorong pergerakan ke sekitar mid-Bollinger band di 135 USDT, menguji apakah tren turun mulai kehilangan cengkeramannya.
    • Support terdekat: sekitar 126,1 USDT, berdekatan dengan lower Bollinger band di 124,99 USDT
      Penembusan dan pergerakan bertahan di bawah cluster ini dapat membuka jalan bagi penurunan lanjutan menuju zona permintaan (demand) sebelumnya.

    Sebaliknya, jika area 125–126 USDT berulang kali bertahan dengan pola higher low intraday, skenario pembentukan lantai harga (short-term bottom) di dalam pola korektif yang lebih besar akan semakin menguat.

    4 Skenario Arah Pasar SOL di Akhir 2025

    Berdasarkan kondisi saat ini, pelaku pasar memantau sedikitnya empat skenario utama untuk pergerakan Solana pada sisa kuartal IV 2025:

    1. Lanjutan Tren Turun Terkontrol
      SOL tetap berada di bawah cluster EMA harian dan gagal menembus resistance-resistance kunci. Rali-rali pendek dimanfaatkan sebagai peluang jual (sell the rally) atau momen pengurangan risiko oleh pemegang jangka panjang.
    2. Relief Rally Jangka Pendek
      Stabilnya MACD dan tekanan jual yang mulai mereda membuka peluang rebound menuju area 135–146 USDT, terutama jika level 128,6 USDT berhasil ditembus dan dipertahankan. Namun, tanpa perubahan signifikan pada sentimen pasar dan dominasi bitcoin, reli ini berisiko hanya menjadi koreksi naik dalam tren turun.
    3. Fase Sideways dan Konsolidasi Lebih Panjang
      Harga bergerak dalam rentang sempit di sekitar pivot 127 USDT, dengan buyer dan seller saling menguji level support–resistance dekat. Dalam skenario ini, strategi perdagangan berbasis range lebih dominan, sementara investor jangka panjang memilih menunggu konfirmasi tren baru.
    4. Transisi ke Fase Akumulasi
      Skenario ini mensyaratkan beberapa prasyarat:
      • SOL mampu kembali dan bertahan di atas EMA utama,
      • Indeks sentimen pasar keluar dari zona Extreme Fear,
      • Terdapat rotasi modal dari dominasi bitcoin ke ekosistem beraktivitas tinggi seperti Solana.

      Jika faktor-faktor tersebut terpenuhi, pasar Solana berpotensi beralih dari mode defensif menjadi fase akumulasi baru.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tinggal 3% Lagi Sebelum Ambruk? Sinyal dari Whale Mulai Muncul

    Aset kripto XRP berada di titik krusial. Harganya kini hanya berjarak sekitar 3% dari level support penting di kisaran US$1,94 yang, jika jebol, berpotensi memicu koreksi lebih dalam. Namun di tengah struktur teknikal yang cenderung bearish, sebuah sinyal on-chain langka dari pemegang jangka panjang (long-term holders) mulai memberi harapan akan kemungkinan pantulan harga.

    Dalam sepekan terakhir, XRP tercatat sebagai salah satu aset berkapitalisasi besar (large cap) dengan kinerja terlemah. Harga XRP turun sekitar 1,1% dibanding kemarin dan sudah melemah hampir 11% dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan ini terjadi ketika grafik harga membentuk pola breakdown yang berat, meski satu indikator on-chain justru berbalik menguat dan kini menjadi penahan penting sebelum terjadi penurunan lanjutan.

    XRP Bergerak di Bawah Tren Turun, Support US$1,94 Jadi Penentu

    Secara teknikal, XRP masih bergerak di bawah garis tren menurun (descending trend line) yang membentuk batas atas dari struktur mirip segitiga melebar. Di sisi bawah, area sekitar US$1,94 bertindak sebagai “lantai” atau base dari pola tersebut. Kombinasi ini secara umum dipandang sebagai pola yang cenderung bearish.

    Apabila harga menembus dan ditutup di bawah US$1,94, maka pola tersebut akan terkonfirmasi sebagai breakdown lanjutan dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Saat ini, XRP hanya berjarak sekitar 3% dari pengujian ulang level penting tersebut.

    Dari sisi teknikal lainnya, XRP juga telah menembus beberapa level Fibonacci penting. Breakdown pertama terjadi di sekitar level 0,5 Fibonacci di US$2,19, disusul penurunan di bawah area US$2,10. Zona penyangga berikutnya berada di kisaran US$1,99 hingga US$1,94 yang saat ini sedang diuji pasar.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Cluster 1,79 Miliar XRP Jadi “Tembok” Terakhir Sebelum Jatuh Lebih Dalam

    Data on-chain memperkuat pentingnya area ini. Peta biaya perolehan (cost-basis heatmap) menunjukkan di mana sebagian besar XRP awalnya dibeli, yang umumnya membentuk zona support atau resistance kuat.

    Saat ini, cluster terbesar berada di rentang harga US$1,96–US$1,97. Di kisaran ini, terdapat sekitar 1,79 miliar XRP yang sebelumnya dibeli oleh para investor. Selama harga masih bertahan di atas area tersebut, cluster ini dapat berfungsi sebagai support on-chain yang kuat.

    Namun, jika XRP turun di bawah US$1,96 dan terutama menembus US$1,94, maka hampir seluruh cluster tersebut akan berada dalam kondisi “merugi” (underwater). Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual bisa meningkat dan mempercepat penurunan harga menuju zona dukungan besar berikutnya, yang diproyeksikan berada di sekitar US$1,81.

    Baca juga: Harga XRP Bisa Meledak ke $2,60 di Desember 2025? Ini Skenario Bull

    Sinyal Langka: Pemegang Jangka Panjang Kembali Akumulasi XRP

    Di tengah tekanan teknikal tersebut, satu indikator on-chain justru memberikan sinyal berbeda. Data Holder Net Position Change, yang memantau pergerakan token dari dompet pemegang jangka panjang, menunjukkan perubahan drastis dalam dua hari terakhir.

    Selama 29 hari berturut-turut, indikator ini mencatat bar merah, menandakan pemegang jangka panjang terus mendistribusikan (menjual atau memindahkan) XRP mereka. Namun pada 1 Desember, metrik ini berbalik hijau untuk pertama kalinya dalam hampir sebulan.

    Posisi bersih pemegang jangka panjang berubah dari –83,9 juta XRP pada 30 November menjadi +42,05 juta XRP. Pergeseran sekitar 150% dari arus keluar (net outflow) menjadi arus masuk (net inflow) ini menunjukkan bahwa investor jangka panjang mulai kembali menambah kepemilikan XRP mereka.

    Perubahan ini menjadi sinyal awal bahwa sebagian pemegang besar (whale dan long-term holders) mulai menguji kekuatan zona support saat ini dan berpotensi bersiap terhadap skenario pantulan harga (rebound) dari area tersebut.

    Skenario Lanjutan: Rebound atau Koreksi Lebih Dalam?

    Dilaporkan BeInCrypto, arah pergerakan XRP dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh nasib level US$1,94–US$1,97. Ada dua skenario utama yang kini diperhatikan pelaku pasar:

    1. Skenario Bearish – Breakdown Terkonfirmasi
      • Jika harga XRP ditutup di bawah US$1,94, struktur breakdown akan terkonfirmasi.
      • Tekanan jual dari cluster 1,79 miliar XRP yang “terjebak” di atas harga bisa meningkat.
      • Target penurunan berikutnya mengarah ke sekitar US$1,81 sebagai zona support besar selanjutnya.
    2. Skenario Bullish Terbatas – Rebound dari Support
      • Jika zona US$1,94–US$1,97 bertahan dan pemegang jangka panjang terus menambah posisi, XRP berpeluang melakukan rebound jangka pendek.
      • Level US$1,99 menjadi rintangan pemulihan (recovery barrier) pertama yang perlu ditembus dan dipertahankan. Menjaga harga di atas level ini penting untuk menghindari koreksi yang lebih dalam.
      • Untuk membentuk rebound yang lebih kuat dan mengurangi tekanan jual jangka menengah, XRP perlu menembus area sekitar US$2,28. Di level ini, harga akan keluar dari garis tren menurun dan mengurangi dominasi tekanan jual yang selama ini menahan kenaikan.

    Saat ini, harga XRP terjepit antara support on-chain terkuat dalam jangka pendek dan garis tren turun yang menjadi resistance. Apakah akumulasi baru dari pemegang jangka panjang cukup kuat untuk menahan potensi breakdown di bawah US$1,94 akan menjadi faktor penentu arah pergerakan XRP selanjutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • USDT.D Capai Level Resistance, Potensi Market Rebound?

    Memahami aliran uang (money flow) merupakan kunci utama untuk memprediksi tren di pasar kripto berikutnya, salah satunya adalah dengan membaca USDT.D atau dominasi USDT di pasar kripto secara keseluruhan.

    Saat ini, sorotan utama tertuju pada USDT Dominance (USDT.D) yang terlihat sedang menguji level resistance kritikalnya. 

    Secara historis, dominasi stablecoin ini memiliki korelasi terbalik dengan Bitcoin dan Altcoin; ketika dominasi USDT memuncak dan tertahan, seringkali itu menjadi sinyal bahwa likuiditas siap mengalir kembali ke aset berisiko. 

    Apakah penolakan di area resistensi ini akan menjadi pemicu market rebound yang dinanti-nantikan para investor? Yuk simak lebih lengkap!

    Apa Itu USDT.D?

    USDT.D, atau dominasi USDT, adalah metrik yang mengukur pangsa pasar Tether (USDT) terhadap total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan. 

    Dominasi ini sering digunakan sebagai indikator sentimen, dimana kenaikan total dominasi dapat menunjukkan investor beralih ke aset yang lebih aman seperti stablecoin (investor menukar Bitcoin/Altcoin menjadi USDT), dan penurunan bisa menjadi sinyal masuknya dana ke aset yang lebih berisiko dibandingkan dengan stablecoin, seperti Bitcoin dan altcoin (investor menukar USDT ke Bitcoin/Altcoin). 

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

    Korelasi USDT.D dengan Pergerakan Bitcoin dan Altcoin

    Secara historis, data pasar menunjukkan adanya pola inverse correlation (korelasi terbalik) yang sangat kuat dan konsisten antara USDT Dominance (USDT.D) dengan pergerakan harga Bitcoin serta Altcoin.

    Contohnya bisa dilihat pada gambar berikut:

    Perbandingan pergerakan USDT.D dengan Bitcoin (BTC) (26/11)

    Jika kita membedah grafik di atas, korelasi ini dapat dijelaskan melalui mekanisme aliran likuiditas sederhana diamana USDT.D dapat digunakan sebagai Indikator “Risk-Off”.

    Hal ini berarti ketika grafik USDT.D menunjukkan tren kenaikan (seperti yang ditunjukkan oleh panah biru yang mengarah ke atas pada grafik bagian atas), ini menandakan bahwa para investor sedang mencairkan (menjual) aset kripto mereka menjadi stablecoin (Tether). 

    Hal ini biasanya terjadi saat pasar sedang takut (fear) atau melakukan aksi ambil untung (profit taking). Akibatnya, likuiditas keluar dari Bitcoin, menyebabkan harga BTC mengalami koreksi atau penurunan (seperti terlihat pada grafik bagian bawah).

    Secara sederhana korelasi USDT.D adalah sebagai berikut:

    • USDT.D naik → BTC dan altcoin biasanya turun.
    • USDT.D turun → BTC dan altcoin biasanya naik.

    Selain dengan menggunakan USDT.D kamu juga bisa mencoba menambahkan USDT.D dengan USDC.D untuk melihat dominasi stablecoin yang lebih jelas. Maka kamu akan mendapati pola yang juga kurang lebih sama, dimana ada korelasi terbaik antara dominasi USDT + USDC dengan BTC, seperti pada gambar di bawah ini:

    Pergerakan USDT.D+USDC.D (26/11)

    Masih bingung dengan pergerakan pasar kripto yang volatil? Tenang… kamu bisa gunakan fitur Dollar Cost Averaging yang ada di aplikasi Tokocrypto untuk mendapatkan harga pembelian rata-rata yang lebih stabil. Fitur ini juga bisa terjadwal dan otomatis jadi kamu tidak harus selalu pantau pasar ketika ingin membeli lho! ⤵️

    Baca juga: Cara Tukar Rupiah ke Dolar di Tengah USD yang Terus Menguat

    Analisis Level Resistance Saat Ini

    Pergekaran USDT.D (26/11)

    Berdasarkan pengamatan pada grafik time frame mingguan (1W), USDT Dominance (USDT.D) saat ini sedang menguji area resistance yang cukup penting. 

    Rentang area resistance ini berada di kisaran level 6.20% hingga 6.740%. Secara historis beberapa tahun terakhir, setiap kali dominasi USDT mencoba menembus area ini dalam setahun terakhir, selalu terjadi penolakan (rejection) yang kuat.

    Saat ini, posisi USDT.D berada di angka 6.184%, yang berarti sedang berada di zona level resistance. Jika dominasi USDT.D gagal menembus (breakout), besar kemungkinan akan terjadi pemantulan ke bawah yang dapat menjadi indikasi total USDT yang ada di pasar menurun dan potensi kenaikan BTC serta altcoin.

    Dari segi momentum RSI Relative Strength Index (RSI) di bagian bawah grafik menunjukkan tren kenaikan (uptrend), yang sebelumnya sempat sedikit mencapai level jenuh beli (overbought) di atas level 70, sebelum akhirnya kembali turun.

    Jika RSI mulai berbelok ke bawah saat harga menyentuh resistensi, ini bisa menjadi konfirmasi sinyal bearish bagi USDT.D, yang berarti sinyal bullish bagi Bitcoin dan Altcoin.

    Namun jika USDT.D berhasil menembus resistance bukan tidak mungkin jika USDT.D mengunjungi level 8% atau terus mengalami kenaikan menuju level tertinggi di tahun bear market 2022, yakni di angka 9.3%.

    Meskipun analisis teknikal USDT Dominance di atas memberikan gambaran logis mengenai potensi arah pasar, penting untuk dipahami bahwa ulasan ini hanyalah interpretasi berdasarkan probabilitas data historis dan bukan penentu pasti pergerakan harga di masa depan.

    Baca juga: Cara Analisis Sentimen Crypto untuk Pemula atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ⁠Bukan Negera, Tether Jadi Pemborong Emas Terbanyak di Dunia!

    Tether perusahaan kripto yang menerbitkan stablecoin seperti USDT yang dipatok ke USD dan XAUt yang dipatok ke emas, menurut data dari bank investasi Jefferies Tether membeli 26 ton emas di Q3, lebih banyak dibandingkan bank sentral negara mana pun pada periode yang sama.

    Apa itu Tether dan Kenapa Membeli Begitu Banyak Emas?

    Didirikan pada 2014, Tether Limited adalah perusahaan kripto terkemuka yang menerbitkan stablecoin populer USDT, stablecoin yang dirancang untuk mempertahankan rasio 1:1 dengan dolar AS, menyediakan likuiditas dalam perdagangan kripto. Sekarang, kapitalisasi pasar USDT  telah melebihi $184 miliar.

    Tether sering mendapat sorotan atas transparansi cadangannya. Sehingga, sebagai respons, perusahaan mendiversifikasi asetnya di luar uang tunai dan obligasi pemerintah, termasuk Bitcoin dan, yang paling menonjol, sekarang adalah emas fisik. Pergeseran ini mulai meningkat sekitar 2021, seiring dengan ledakan aset tokenisasi.

    Dikutip Yahoo Finance, per bulan September 2025, cadangan emas Tether mencapai 116 ton. Cadangan ini bernilai sekitar $13 miliar, mencakup sekitar 104 ton yang mendukung USDT dan 12 ton yang mendukung XAUt, produk emas tokenisasi Tether.

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

    Pembelian Emas Besar-besaran Tether di Q3 2025

    Ditengah harga emas yang tengah terus naik, Tether sibuk memborong emas sebagai bagian dari cadangan stablecoin yang dimilikinya. Pembelian 26 ton emas oleh Tether pada Q3 bahkan lebih besar daripada pembelian emas yang dilakukan oleh banyak negara.

    Grafik pembelian emas Tether Q3 vs central bank. Sumber: Jefferies via Reuters

    Sebagai konteks, Kazakhstan membeli 18 ton, Brasil 15 ton, Turki 7 ton, dan Irak 6 ton selama periode yang sama. Menurut bank investasi Jefferies, Tether menyumbang sekitar 12% dari pembelian emas bank sentral yang diketahui pada kuartal itu dan 14% pada Q2. 

    Ini menjadikan Tether bukan hanya pembeli, tetapi pemegang independen emas fisik yang dominan, setara dengan cadangan nasional Korea Selatan (sekitar 104 ton, menurut beberapa estimasi), Hungaria, dan Yunani. 

    Namun, berbeda dengan entitas berdaulat yang menimbun emas untuk stabilitas moneter, pembelian Tether didorong oleh permintaan komersial, seperti sirkulasi USDT yang terus melonjak (dari $174 miliar menjadi $184 miliar pada Q3), minat yang tumbuh terhadap XAUt di tengah volatilitas ekonomi, dan adopsi kripto yang semakin meluas.

    Alasan di Balik Tether Memborong Emas

    Data cadangan aset Tether per September 2025. Sumber: Tether Financial Report and Reserve Report

    Faktor seperti dominasi fiskal, utang publik yang meningkat, kebijakan moneter longgar, dan terkikisnya kepercayaan terhadap mata uang fiat. Investor, yang waspada terhadap inflasi dan ketegangan geopolitik, membuat banyak entitas berbondong-bondong membeli aset safe-haven seperti emas.

    Tidak ketinggalan, Tether juga semakin giat mengintegrasikan emas ke dalam cadangannya, yang kini mencakup sekitar 7% dari total asetnya (sekitar $13 miliar).

    Baca juga: USDT.D Capai Level Resistance, Potensi Market Rebound?

    Kontroversi Pembelian Emas oleh Tether

    S&P Global diam-diam menurunkan penilaian stablecoin Tether dari “constrained” menjadi “weak”, yang merupakan rating terendahnya. Penurunan ini disebabkan oleh cadangan aset berisiko yang dimiliki Tether terus meningkat, seperti Bitcoin sebesar 5,6%, emas, pinjaman terjamin, dan kredit korporasi.

    CEO Tether, Paolo Ardoino, membalas dengan menolak kritik keuangan tradisional dan menekankan ketahanan perusahaan. Paolo juga menganggap bahwa bank-bank lama telah melihat Tether sebagai pengganggu.

    Baca juga: S&P vs Tether: Bentrokan Terpanas di Industri Kripto Tahun Ini

    Di sisi lain regulasi baru GENIUS Act Amerika Serikat yang disahkan pada 2025 mewajibkan stablecoin yang diizinkan untuk didasarkan 1:1 dengan cadangan aset likuid seperti dolar AS atau surat utang AS jangka pendek, bukan aset volatil atau sulit dicairkan seperti emas dan Bitcoin.

    Tether merespons dengan meluncurkan USAT, token yang sesuai GENIUS tanpa emas, dan memungkinkan USDT tetap beroperasi di luar regulasi AS yang ketat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:
    Reuters: Has gold been Tethered? Diakses 2 Desember 2025

    Tether: Financial Report and Reserve Report. Diakses 2 Desember 2025

    Yahoo! Finance: Tether Bought 26 Tonnes of Gold in Q3 — Reserves Now Rival Central Banks. Diakses 2 Desember 2025





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Naik 1,37%: Kemitraan Gaming Selamatkan PI

    Pi Network (PI) mencatat kenaikan 1,37% dalam 24 jam terakhir ke level $0.234, sekaligus mengungguli performa pasar kripto yang turun -0.51% pada periode yang sama.

    Penguatan ini muncul di tengah pasar yang sedang diliputi ketakutan, dengan indeks Fear & Greed berada di level 16/100, menandakan dominasi sentimen bearish.

    Meski demikian, beberapa katalis positif mendorong PI untuk bertahan dan bergerak naik, diantaranya karena kemitraan strategis CiDi Games, risiko token unlock Desember, dan indikator teknikal yang memberikan sinyal campuran.

    Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Anjlok 6,26% Jelang Token Unlock

    Kemitraan CiDi Games: Dorongan Bullish untuk Utilitas Token

    Penggerak utama sentimen positif PI dalam beberapa hari terakhir adalah pengumuman kemitraan dengan CiDi Games pada 26 November.

    Kerja sama ini memungkinkan token PI digunakan dalam ekosistem game CiDi, serta melibatkan dukungan pendanaan dari Pi Network Ventures untuk memperkuat pengembangan proyek digital berbasis komunitas.

    Integrasi ini menjadi angin segar bagi Pioneers (sebutan untuk komunitas Pi) karena membuka peluang utilitas baru melalui model ekonomi play-to-earn.

    Kemitraan ini cukup berdampak pada pasar. Kini, utilitas token semakin luas. Dengan token PI dapat digunakan sebagai mata uang dalam game, permintaan PI diharapkan meningkat seiring riset awal integrasi game yang siap dipublikasikan pada Q1 2026.

    Kolaborasi dengan CiDi Games turut meningkatkan kepercayaan para investor. Sekadar informasi, ini merupakan kemitraan besar pertama sejak kolaborasi OpenMind AI pada 4 November, sehingga memberi sinyal bahwa ekosistem Pi perlahan memasuki fase utilitas nyata.

    Kendati demikian, para analis menilai bahwa dampak nyata dari kemitraan ini baru akan terlihat beberapa bulan lagi, terutama setelah game terintegrasi dirilis ke publik. Namun secara sentimen, kerja sama ini jelas memberikan efek bullish pada harga PI.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

    Ancaman Token Unlock Desember: Risiko Bearish yang Harus Diwaspadai

    Meskipun sentimen naik, Pi Network menghadapi risiko besar berupa unlock 190 juta token pada Desember yang bernilai sekitar $43 juta. Token unlock adalah agenda bulanan Pi yang sering kali memicu volatilitas.

    Riwayat menunjukkan bahwa unlock sebelumnya pada 21 November menyebabkan penurunan harga PI hingga -10%.

    Alhasil, token unlock turut memberikan efek pada perjalanan harga PI di pasar kripto. Dengan volume perdagangan 24 jam hanya $32,5 juta, pasar PI tergolong tipis.

    Jika token unlock memasuki order book dalam jumlah yang besar, pasar dapat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan.

    Jika hal ini sampai terjadi, sebagian trader justru memanfaatkan momentum ini untuk “buy the rumor, sell the news”, berharap terjadi kelelahan pada pelaku jual setelah penurunan pasca-unlock.

    Meski demikian, risiko ini tetap menjadi perhatian utama bagi investor yang fokus pada jangka pendek.

    Sinyal Teknikal: Momentum Mulai Menguat, Namun Resistansi Masih Berat

    Secara teknikal, grafik PI menunjukkan kombinasi sinyal bullish dan bearish, memberikan dinamika menarik bagi analis harga.

    • Hidden RSI Bullish Divergence:
      Terjadi ketika harga membentuk higher lows, tetapi RSI justru membentuk lower lows sejak 21 November. Ini menandakan tekanan bearish mulai melemah.
    • Support $0.223 Tetap Kokoh:
      Level terendah pada 21 November tersebut kembali diuji dan bertahan pada 1 Desember.
    • MACD Mulai Mengarah Netral:
      Meski masih negatif pada -0.00037, histogram MACD terlihat mendatar, menunjukkan potensi pembalikan.

    Sinyal Negatif:

    • Resistance di SMA 30 Hari ($0.233):
      Level ini menjadi batas atas yang terus diuji dan menghalangi kenaikan signifikan.

    Zona Perdagangan Utama:

    • Support kuat: $0.223
    • Zona akumulasi: $0.22 – $0.24
    • Resistance kunci: SMA 30 hari di $0.233

    Selama PI mampu bertahan di atas $0.23, peluang menuju $0.25 terbuka, meskipun risiko penurunan tetap besar menjelang event token unlock.

    Baca Juga: Profit Taking dan Likuiditas Tipis Lemahkan Harga Pi Network (PI) 5,36%

    Kenaikan Pi Network hari ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif kemitraan CiDi Games dan sinyal teknikal yang mengindikasikan pelemahan tekanan bearish. Namun, volatilitas besar mungkin terjadi menjelang unlock 190 juta token di Desember.

    Bagi trader, level $0.23 akan menjadi harga yang paling penting untuk dipantau, terutama jika Bitcoin menguji ulang support $90.000 dan memicu pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari: Bitcoin Naik Tipis 0,55%, Tanda Pemulihan?

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan kenaikan 0,55% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $86.399,96.

    Meski penguatan ini relatif kecil, pergerakan BTC cukup penting karena terjadi di tengah sentimen pasar yang masih rapuh akibat koreksi besar dalam beberapa pekan terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,724 triliun dan volume perdagangan harian melonjak menjadi $76,7 miliar, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai kripto nomor satu dengan dominasi kapitalisasi lebih dari 52% terhadap pasar global.

    Artikel ini mengulas lebih dalam dinamika pergerakan harga BTC, level teknikal penting, serta prospek pasar dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 2 Desember 2025: Bitcoin Tertekan, Altcoin Reli?

    Pemulihan Ringan Setelah Periode Koreksi Panjang

    Bitcoin mengalami kenaikan intrahari sebesar $472,30, menandai rebound yang relatif kecil namun signifikan setelah tekanan bearish yang berkepanjangan. Dalam periode 30–90 hari terakhir, BTC masih mencatat penurunan tajam:

    • 30 hari: -20,99%
    • 60 hari: -27,85%
    • 90 hari: -21,70%

    Kendati demikian, kenaikan harian ini menandakan bahwa minat beli mulai muncul kembali ketika harga mendekati area support kuat di kisaran $83.800 – $84.200.

    Pergerakan 24 Jam: Volatilitas Tinggi, Harga Masih Fluktuatif

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Rentang harga BTC dalam 24 jam terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup besar, yaitu tertinggi di level $87.325,31 dan terendah di level terendah senilai $83.862,25.

    Level tertinggi ini menandakan adanya dorongan beli sesaat, namun belum cukup kuat untuk menembus resistensi psikologis di area $88.000.

    Sementara itu, titik terendah mengindikasikan bahwa pasar masih rentan terhadap aksi jual cepat, terutama dari investor jangka pendek yang melakukan profit-taking atau panic selling saat volatilitas meningkat.

    Tren Jangka Pendek: Sinyal Campuran Antara Bullish dan Bearish

    Meskipun data harian menunjukkan penguatan moderat, indikator jangka pendek memberi sinyal yang beragam:

    1. Sentimen Bullish

    • Kenaikan 1 jam sebesar +0.19% menandakan momentum beli mulai terbentuk.
    • Support kuat di area $84.000 masih bertahan, memberikan pijakan penting bagi potensi rebound lebih tinggi.
    • Volume perdagangan tinggi mengisyaratkan meningkatnya aktivitas pasar dan partisipasi pelaku besar.

    2. Sentimen Bearish

    • BTC masih terkoreksi lebih dari 20% dalam 30 hari, menunjukkan tren makro belum pulih.
    • Ketakutan pasar masih tinggi akibat faktor global, seperti regulasi AS, penguatan dolar, dan penurunan minat investor institusional jangka pendek.

    Kombinasi sinyal ini menunjukkan bahwa BTC sedang berada pada fase konsolidasi, bukan pembalikan tren bullish penuh.

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    Untuk trader maupun investor, beberapa level krusial menentukan arah BTC dalam waktu dekat:

    Support Utama:

    • $84.000 → Level psikologis dan zona beli potensial
    • $80.500 → Support kuat berikutnya jika tekanan jual meningkat

    Resistance Terdekat:

    • $88.000 → Resistensi intraday yang gagal ditembus hari ini
    • $90.000 → Level psikologis penentu arah jangka pendek
    • $92.500 → Area distribusi yang sebelumnya memicu aksi jual besar

    Jika BTC berhasil menutup perdagangan harian di atas $88.000, peluang kenaikan menuju $90.000–$92.000 akan terbuka lebar. Namun kegagalan mempertahankan support $84.000 bisa memicu koreksi lebih dalam.

    Prospek Pasar: Konsolidasi Sebelum Tren Baru

    Dengan dominasi pasar yang stabil di peringkat #1 dan kapitalisasi yang terus bertahan di atas $1,7 triliun, Bitcoin masih memegang kendali utama terhadap arah pasar kripto secara keseluruhan.

    Meski begitu, pemulihan yang terjadi saat ini belum cukup untuk mengonfirmasi tren bullish baru.

    Faktor eksternal seperti kebijakan moneter global, keputusan ETF Bitcoin spot, dan kondisi likuiditas pasar tetap menjadi katalis kuat yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Baca Juga: Bitcoin Diserbu! JP Morgan & Konglomerat Global Kunci 1,05 Juta BTC

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan adanya pemulihan tipis di tengah tekanan koreksi besar dalam sebulan terakhir.

    Dengan kenaikan 0,55% dan volume yang meningkat signifikan, pasar memberi sinyal bahwa pembeli mulai kembali, meski masih belum cukup kuat untuk membawa BTC keluar dari zona konsolidasi.

    Level $84.000 dan $88.000 akan menjadi area kunci dalam beberapa hari ke depan. Jika support bertahan dan resistance ditembus, peluang pemulihan menuju $90.000 semakin terbuka.

    Namun jika tidak, pasar bisa kembali memasuki fase bearish jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com