Author: 13

  • Strategi Trading Ethereum yang Cocok untuk Pemula

    Ethereum menjadi salah satu aset kripto terpopuler dengan potensi pertumbuhan yang menarik—tapi di balik peluang itu, ada tantangan berupa volatilitas harga dan kompleksitas pasar.

    Bagi kamu yang baru ingin memulai trading Ethereum, memahami strategi yang tepat sangat penting agar langkah awalmu tidak sekadar spekulasi.

    Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa contoh strategi trading Ethereum yang cocok untuk pemula, mulai dari metode sederhana seperti HODL dan DCA, hingga strategi aktif seperti swing trading dan scalping.

    Siap memaksimalkan peluang tanpa tenggelam dalam hype? Yuk, pelajari strateginya!

    Apa Itu Trading Ethereum?

    Trading Ethereum berarti membeli dan menjual ETH dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga. Trading berbeda dengan investasi, karena investasi biasanya bersifat jangka panjang, sedangkan trading membuat kamu harus lebih aktif memantau pergerakan pasar.

    Lebih tepatnya seperti ini:

    • Investasi: Membeli ETH untuk disimpan dalam waktu lama tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi harian.
    • Trading: Membeli dan menjual ETH secara aktif dengan memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek atau menengah.

    Bagi pemula, trading bukan hanya menjadi aktivitas jual-beli, melainkan cara untuk belajar mengamati pergerakan pasar kripto. 

    Lihat harga Ethereum terbaru dalam kurs rupiah di sini 👉 Harga Ethereum Hari Ini

    Tapi sebelum kita membahas lebih dalam mengenai strateginya, mari pelajari terlebih dahulu beberapa hal yang penting sebelum kamu melakukan trading:

    • Jangan menggunakan uang yang tidak siap hilang: Jangan gunakan uang belanja, uang cicilan, atau dana darurat agar kamu bisa membuat keputusan dengan kepala dingin dan logis.
    • Kenali profil risiko pribadi: Jangan ikut-ikutan orang lain. Gaya trading setiap orang berbeda. Cari tahu apa yang cocok untukmu.
    • Pelajari dasar-dasar analisis teknikal: Setidaknya pahami support/resistance dan tren harga, agar tidak asal beli.
    • Gunakan risk management yang sehat: Idealnya, alokasikan hanya sebagian kecil dari modal untuk satu posisi.
    • Buat rencana trading yang jelas: Tentukan target masuk, target keuntungan, dan batas rugi.

    Baca juga: Kenapa Harga Ethereum Naik-Turun? Ini Penjelasan Simpelnya

    Strategi Trading Ethereum yang Cocok untuk Pemula

    Mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi serta dinamika pasarnya yang unik, trading Ethereum membutuhkan strategi yang matang dan terencana. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat kamu pertimbangkan dalam melakukan trading Ethereum:

    Buy and Hold (HODL)

    Strategi ini merupakan strategi yang lebih mirip seperti investasi, di mana kamu membeli ETH dan menyimpannya dalam jangka waktu yang cukup panjang. Ketika harga dirasa sudah naik sesuai dengan target yang kamu inginkan, kamu dapat menjual ETH tersebut.

    Strategi ini akan sangat cocok untuk pemula yang tidak punya banyak waktu memantau pasar.

    Tipsnya:

    • Beli di harga yang wajar, hindari saat hype tinggi.
    • Hondari melakukan pembelian sekaligus (lump sum)
    • Tetap disiplin dan jangan panik saat harga turun sementara.

    Dollar Cost Averaging (DCA)

    Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula ada mencoba untuk melakukan market timing— dimana kamu mencoba untuk membeli atau menjual pada waktu yang paling tepat, padahal itu hampir tidak mungkin. Akhirnya kamu kehilangan kesempatan beli di harga rendah atau jual di harga tinggi.

    Salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melakukan pembelian secara rutin, menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA). 

    Dengan strategi DCA, kamu membeli ETH secara rutin dengan jumlah tetap, misalnya Rp100.000 setiap minggu. Sehingga, kamu tidak perlu pusing menentukan kapan harga sedang rendah karena harga pembelian yang kamu dapat akan lebih stabil, meski di tengah fluktuasi harga.

    Untuk menggunakan strategi DCA ini kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi Tokocrypto. Caranya: Masuk ke aplikasi Tokocrypto → pilih DCA → tentukan pembelian dan jadwal pembelian otomatis → done! 

    Lebih lengkap mengenai DCA: Apa Itu Dollar-Cost Averaging (DCA)?

    Swing Trading

    Swing trading adalah aktivitas trading yang memanfaatkan fluktuasi harga jangka menengah (beberapa hari hingga minggu). Cocok untuk pemula yang bisa memantau pasar beberapa hari sekali.

    Prinsipnya sederhana, kamu bisa membeli membeli ETH ketika harga sedang di support dan menjual ketika mendekati resistance.

    Pelajari lebih lengkap mengenai swing trading di sini: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

    Scalping

    Scalping adalah strategi mengambil keuntungan kecil dari banyak transaksi dalam satu hari. Terkesan gampang namun salah satu strategi yang memerlukan disiplin ketat, sebab kamu harus mengesampingkan keinginan untuk mendapatkan keuntungan besar dan berfokus pada kuantitas transaksi dengan keuntungan kecil.

    Meskipun kamu membutuhkan banyak transaksi yang artinya harus mengeluarkan lebih banyak biaya trading, kamu tidak perlu khawatir. Di Tokocrypto tersedia fitur Beli/Jual yang memungkinkan kamu melakukan trading tanpa biaya perdagangan. Klik gambar di bawah untuk cobain fiturnya!

    Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

    Bagaimana Cara Mulai Trading Ethereum?

    Setelah kamu mengetahui apa itu trading dan bedanya dengan investasi, lakukan beberapa langkah mudah berikut untuk mulai trading Ethereum:

    1. Download aplikasi Tokocrypto, buat akun, dan lakukan verifikasi data.
    2. Lakukan deposit dengan minimal Rp20.000 melalui transfer bank atau e-wallet.
    3. Mulai trading!

    Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bull ETH Targetkan $9.000: Apakah Data Mendukung Lonjakan Harga Ini?

    Ethereum (ETH) kembali mencuri perhatian dengan lonjakan harga yang mengesankan dalam dua minggu terakhir. Dalam periode singkat ini, ETH telah melonjak hampir 50%, memicu spekulasi bahwa harga aset kripto terbesar kedua ini bisa menembus angka $9.000 pada awal 2026. Tapi seberapa kuatkah fundamental yang menopang narasi bullish ini?

    Analisis Teknikal: Sinyal Kuat dari Elliott Wave

    Dilaporkan Cointelegraph, salah satu indikator yang banyak dikutip oleh analis adalah model Elliott Wave, yang mengidentifikasi pola psikologis pasar dalam lima gelombang besar. Menurut analisis dari XForceGlobal, ETH saat ini berada di fase gelombang ketiga—biasanya gelombang yang paling eksplosif—dan dapat memuncak di $9.000 dalam waktu 12–18 bulan mendatang. Jika ini akurat, maka Ethereum bisa mencetak rekor baru sebelum pasar kripto memasuki fase koreksi berikutnya.

    Namun, sebelum bisa menuju ke sana, level $4.000 akan menjadi penghalang teknikal dan psikologis yang penting. Jika level ini berhasil ditembus, ETH berpotensi mengalami akselerasi harga yang lebih tinggi.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: BlackRock Cetak Rekor: ETF Ethereum Tembus $10 Miliar

    On-Chain: Pasokan Mengetat, Permintaan Meledak

    Sinyal bullish Ethereum tidak hanya datang dari analisis teknikal, tetapi juga dari fundamental on-chain yang menguat. Data menunjukkan bahwa lebih dari 34 juta ETH (sekitar 28% dari total pasokan) kini dipertaruhkan (staking), yang mengindikasikan keyakinan investor jangka panjang serta mengurangi pasokan likuid di pasar.

    Selain itu, saldo ETH di bursa telah turun ke level terendah sejak 2016, yaitu hanya 16,2 juta ETH. Ini berarti tekanan jual berkurang secara signifikan. Bersamaan dengan itu, terjadi lonjakan kepemilikan ETH oleh pembeli baru (first-time holders) sebesar 16% sejak awal Juli—indikasi kuat bahwa minat investor baru terhadap Ethereum sedang meningkat.

    Di sisi lain, ETF spot Ether juga mencatatkan arus masuk lebih dari $4 miliar hanya dalam dua minggu terakhir, menambah validasi terhadap minat institusional terhadap ETH.

    Valuasi Masih Relatif Rendah

    Meski ETH telah bangkit tajam, dari sisi valuasi masih ada ruang untuk tumbuh. Skor Z MVRV (Market Value to Realized Value) Ethereum—indikator yang digunakan untuk mengukur apakah aset overvalued atau undervalued—masih berada jauh di bawah puncak siklus sebelumnya. Bandingkan dengan Bitcoin yang mencetak pertumbuhan 74% dalam setahun terakhir, sementara ETH justru turun 28%. Ini menunjukkan adanya potensi rotasi modal dari BTC ke ETH yang dapat mendorong ETH mengejar ketertinggalannya.

    Aktivitas Jaringan: Ethereum Bekerja Maksimal

    Banyak yang salah kaprah mengira rendahnya biaya transaksi Ethereum berarti jaringan sedang sepi. Faktanya, ini lebih mencerminkan efisiensi berkat adopsi layer 2 scaling solution. Biaya rata-rata hanya 0,0004 ETH per transfer, tapi blok Ethereum terus beroperasi di kapasitas penuh.

    Penggunaan gas Ethereum berdasarkan jenis transaksi. Sumber: Glassnode.
    Penggunaan gas Ethereum berdasarkan jenis transaksi. Sumber: Glassnode.

    Seiring Ethereum meningkatkan batas gas blok—terakhir pada Juli 2025—blok-blok terisi penuh hampir seketika. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap ruang blok sudah ada dan menunggu, bukan muncul secara tiba-tiba.

    Jenis transaksi juga mengalami transformasi. Jika sebelumnya didominasi NFT dan DeFi, kini aktivitas lebih terfokus pada protokol infrastruktur, otomatisasi, dan transaksi stablecoin—menunjukkan ekosistem Ethereum semakin matang dan beragam.

    Kesimpulan: Jalan Menuju $9.000 Masih Terbuka

    Dengan kombinasi analisis teknikal yang bullish, fundamental on-chain yang kuat, serta aktivitas jaringan yang meningkat, Ethereum tampaknya memasuki fase baru dalam siklus pasarnya. Meskipun banyak tantangan di depan, termasuk resistensi teknikal di $4.000 dan kondisi makro yang berubah-ubah, narasi menuju $9.000 tidak lagi terdengar terlalu ambisius.

    Namun seperti biasa, investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan riset sendiri, karena pasar kripto tetap sangat volatil dan dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal.

    Baca juga: Ethereum Diproyeksi Menguat Berkat ETP dan Strategi Korporasi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AS Roma Fan Token (ASR) Melonjak 24% Usai Kemenangan Pramusim

    AS Roma Fan Token (ASR) mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir, dengan kenaikan harga sebesar 24,45% menjadi $4,245 atau sekitar Rp69.174,91. Kenaikan ini beriringan dengan kabar positif dari lapangan, di mana AS Roma sukses mengalahkan klub Jerman Kaiserslautern dengan skor 1-0 dalam laga uji coba pramusim, Sabtu (26/7/2025) malam WIB.

    Kemenangan ini tak hanya meningkatkan semangat para tifosi, tetapi juga tampaknya turut mendorong sentimen positif terhadap token ASR. Volume perdagangan harian ASR pun melonjak, dengan lebih dari 5,9 juta ASR berpindah tangan dan nilai transaksi mencapai $21,9 juta (Rp350 miliar) dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan harga AS Roma Fan Token (ASR/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga AS Roma Fan Token (ASR/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ferguson Bersinar, Roma Menang Tipis di Pramusim

    Gol semata wayang Roma dicetak oleh striker muda Evan Ferguson, yang tampil tajam sejak awal pertandingan. Bermain di Fritz-Walter-Stadion, Ferguson mencuri bola dari kiper Kaiserslautern Julian Krahl pada menit ke-16 dan dengan tenang mencetak gol ke gawang yang kosong.

    Ini menjadi gol kedua Ferguson dalam dua laga pramusim berturut-turut, setelah sebelumnya mencetak empat gol saat menghadapi UniPomezia di pusat latihan Roma. Pemain pinjaman dari Brighton & Hove Albion tersebut menjadi pusat perhatian dan harapan baru bagi lini serang Roma musim ini.

    Meski AS Roma memiliki sejumlah peluang tambahan melalui tembakan Matias Soule, Nicolo Pisilli, dan Ebrima Darboe, skor 1-0 tetap bertahan hingga akhir laga. Roma dijadwalkan akan melanjutkan tur pramusimnya dengan menghadapi klub Prancis AS Cannes pada Kamis (31/7/2025) malam WIB.

    Apa Itu AS Roma Fan Token (ASR)?

    ASR adalah token resmi klub AS Roma yang berbasis blockchain dan didistribusikan melalui platform Socios di jaringan BNB Chain. Token ini memberi kesempatan bagi para penggemar untuk terlibat langsung dalam keputusan klub, seperti memilih desain jersey, lagu kemenangan, dan aktivitas digital lainnya.

    Selain itu, pemegang token ASR juga berkesempatan mendapatkan berbagai pengalaman eksklusif, seperti tiket VIP, merchandise resmi, hingga meet and greet dengan pemain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beefy Finance (BIFI) Melonjak 23% Berkat Peluang Yield di Sei Network

    Token Beefy Finance (BIFI) mencatat lonjakan harga signifikan dalam 24 jam terakhir, naik 23,46% ke level $226,3 atau sekitar Rp 3,68 juta. Lonjakan ini terjadi di tengah peningkatan volume perdagangan yang mencatat lebih dari 52.000 BIFI atau senilai lebih dari $12,4 juta dalam stablecoin USDT.

    Dalam periode yang sama, harga BIFI sempat menyentuh level tertinggi harian di $280, sebelum terkoreksi dari posisi terendah harian di $180,8. Kenaikan harga ini mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap proyek Beefy Finance, terutama setelah integrasi terbaru dengan Sei Network.

    Pergerakan harga Beefy.Finance (BIFI/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Beefy.Finance (BIFI/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Top 3 Token RWA dengan Prospek Cerah di Kripto

    Integrasi USDC Native di Sei Network: Peluang Yield Baru untuk Beefy

    Beefy Finance baru saja mengumumkan dukungan terhadap native USDC di Sei Network, sebuah langkah strategis yang membuka akses terhadap peluang yield farming baru serta mengaktifkan CCTP (Cross-Chain Transfer Protocol) untuk jembatan pendapatan (revenue bridge) platform ini.

    Langkah ini penting karena memungkinkan pengguna untuk mengakses likuiditas dan peluang hasil yang lebih luas dalam ekosistem DeFi lintas chain, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keamanan transfer aset antar jaringan.

    Apa Itu Beefy Finance (BIFI)?

    Beefy Finance adalah sebuah protokol DeFi yang berfungsi sebagai yield optimizer—alat pengoptimal hasil—yang memungkinkan pengguna mendapatkan hasil maksimal dari aset kripto mereka secara otomatis, aman, dan terdesentralisasi. Platform ini bekerja dengan mengelola dan memaksimalkan imbal hasil dari berbagai liquidity pool (LP), proyek automated market making (AMM), dan berbagai skema yield farming yang tersebar di berbagai jaringan blockchain.

    Dengan arsitektur yang efisien dan kontrak pintar yang telah diaudit, Beefy Finance mengurangi kebutuhan pengguna untuk melakukan manajemen portofolio yield secara manual, sehingga cocok bagi investor DeFi yang menginginkan hasil optimal tanpa harus aktif mengelola strategi mereka setiap saat.

    Kombinasi antara inovasi teknis seperti integrasi Sei Network dan meningkatnya permintaan akan solusi yield farming otomatis menjadikan BIFI sebagai salah satu proyek DeFi yang patut diperhatikan. Jika tren adopsi terus meningkat, bukan tidak mungkin harga BIFI akan terus mencetak rekor baru dalam beberapa minggu mendatang.

    Baca juga: GameFi Terpanas: 3 Token Gaming Teratas yang Siap Meledak di 2025


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Ungguli Wall Street: $86 Miliar Cadangan Kripto Korporasi

    Tren baru tengah mengguncang dunia keuangan global. Sepanjang tahun 2025, perusahaan-perusahaan dari berbagai belahan dunia telah mengumpulkan hampir $86 miliar untuk membeli aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, dan lainnya. Jumlah tersebut bahkan melampaui modal yang dihimpun melalui penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat tahun ini, menandai pergeseran signifikan dalam strategi korporasi terhadap aset digital.

    Dilaporkan BeInCrypto, langkah ini menunjukkan bahwa kripto kini bukan hanya instrumen investasi spekulatif, tetapi juga mulai dipandang sebagai aset inti dalam neraca keuangan perusahaan.

    Lebih dari 100 Perusahaan Terjun ke Kripto

    Mengutip laporan The Wall Street Journal, sekitar 100 perusahaan telah mengumumkan rencana untuk menghimpun lebih dari $43 miliar sejak Juni 2025 demi membeli aset kripto. Dana tersebut dialokasikan untuk aset-aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, hingga XRP—menunjukkan meningkatnya minat institusional seiring sentimen positif pasar kripto di AS.

    Salah satu pelopor paling agresif dalam tren ini adalah Strategy Inc.—dulu dikenal sebagai MicroStrategy—yang sejak 2020 telah membangun reputasi sebagai institusi pro-Bitcoin. Tahun ini saja, Strategy telah menghimpun lebih dari $10 miliar untuk memperbesar kepemilikan BTC-nya. Strategi tersebut telah membuat saham mereka menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di sektor aset digital.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Bitcoin Bullish Setelah Galaxy Digital Jual 80.000 BTC

    Selain Strategy, Metaplanet dari Jepang dan perusahaan tambang Marathon Digital di AS juga mengikuti jejak serupa, dengan pendanaan substansial yang diarahkan untuk menambah eksposur terhadap kripto.

    Menurut data dari Hodl15Capital, lebih dari 35 perusahaan lainnya kini juga tengah bersiap untuk mengumpulkan dana miliaran dolar demi menjalankan strategi akumulasi kripto.

    Bukan Hanya Bitcoin, Ethereum dan Altcoin Juga Jadi Incaran

    Sementara Bitcoin masih menjadi primadona, Ethereum juga mencuri perhatian. BitMine Immersion Technologies menargetkan hingga $5 miliar untuk menambah cadangan ETH mereka. Di sisi lain, SharpLink, yang didirikan oleh salah satu co-founder Ethereum, Joseph Lubin, tengah mengejar ratusan juta dolar untuk strategi alokasi ETH-nya.

    Beberapa institusi lain juga mulai mengalokasikan sebagian cadangan mereka untuk altcoin seperti XRP, Ethena, dan BNB, mencerminkan pendekatan investasi kripto yang lebih terdiversifikasi.

    Peringatan Analis: Risiko Dilusi Saham Mengintai

    Namun, tak semua pihak melihat perkembangan ini secara optimistis. Sejumlah analis memperingatkan potensi risiko, terutama dari strategi penggalangan dana melalui program at-the-market (ATM)—yakni penerbitan saham baru di pasar terbuka saat harga saham berada di atas nilai aset bersih (NAV).

    Matthew Sigel, Kepala Riset Aset Digital di VanEck, menyatakan bahwa strategi ATM yang agresif dapat mengancam nilai pemegang saham, terutama saat harga saham turun. Ia merekomendasikan agar program ATM dihentikan sementara jika harga saham turun di bawah 95% dari NAV selama lebih dari 10 hari.

    Lebih lanjut, Sigel menyarankan agar perusahaan fokus pada pembelian kembali saham saat harga kripto naik, namun valuasi saham belum ikut naik. Ia juga mengusulkan agar kompensasi eksekutif dikaitkan langsung dengan pertumbuhan NAV per saham, bukan hanya total kepemilikan kripto perusahaan.

    Langkah agresif perusahaan dalam mengakumulasi kripto menandai era baru dalam pengelolaan treasury korporasi global. Meski membuka peluang pertumbuhan dan inovasi, pendekatan ini tetap menyisakan pertanyaan tentang keberlanjutan dan risiko terhadap pemegang saham. Di tengah momentum positif pasar, keseimbangan antara eksposur kripto dan tata kelola perusahaan akan menjadi kunci kesuksesan jangka panjang.

    Baca Juga: Tren Bitcoin 28 Juli-1 Agustus 2025: Bitcoin Koreksi Adalah Berkah, Kapan Alt Season?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SUI Naik 60%! Pertanda Awal dari Ledakan Altcoin Selanjutnya?

    Sui (SUI) kembali menarik perhatian pasar kripto global setelah mencatatkan lonjakan harga signifikan dalam 30 hari terakhir.

    Dengan peningkatan hampir 60% dalam sebulan, token ini kini diperdagangkan di angka $4.20, mendekati kembali level tertinggi sepanjang masa yang sempat disentuh beberapa bulan lalu di $5.35.

    Momentum bullish ini mengangkat kapitalisasi pasar SUI menjadi $14,52 miliar, menempatkannya di peringkat ke-12 aset kripto terbesar di dunia.

    Apa yang mendorong lonjakan harga SUI dan apakah ini pertanda awal dari altseason berikutnya?

    Lonjakan Harga dan Volume Perdagangan yang Fantastis

    SUI berhasil mencatatkan kenaikan 5,05% hanya dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan harian yang juga mengalami peningkatan pesat menjadi $2,16 miliar.

    Neraca ini menunjukkan adanya akumulasi signifikan dari para trader dan investor institusional. Tidak hanya itu, jika kita meninjau performa dalam jangka menengah:

    • 30 hari terakhir: naik 59,93%
    • 60 hari terakhir: naik 13,37%
    • 90 hari terakhir: naik 18,08%
    • 7 hari terakhir: naik 8,95%
    Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Masa Depan Web3? Semua Mata Tertuju ke SUI

    Peningkatan ini terjadi di tengah tekanan pasar yang dialami beberapa aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum.

    SUI justru memanfaatkan momentum tersebut dengan memperkuat dukungan komunitas dan memperluas adopsi teknologinya.

    Mengapa Sui Kian Diperhitungkan?

    Sui adalah blockchain Layer-1 berbasis smart contract yang dikembangkan oleh Mysten Labs, sebuah tim eks-pegawai Meta (Facebook) yang sebelumnya bekerja di proyek Diem.

    Teknologi inti SUI menggunakan bahasa pemrograman Move, yang menawarkan efisiensi transaksi lebih tinggi dan keamanan kontrak pintar yang lebih kuat dibanding Ethereum Virtual Machine (EVM).

    Salah satu kekuatan utama SUI adalah kemampuan untuk:

    • Menangani throughput tinggi secara paralel,
    • Menurunkan biaya gas,
    • Memberikan pengalaman pengguna yang lebih cepat dan mulus, terutama dalam kasus penggunaan game, NFT, dan DeFi.

    Analisis Pasar dan Sentimen Investor

    Kapitalisasi pasar SUI saat ini mencapai $14,5 miliar, dengan suplai yang beredar sebanyak 3,46 miliar token dari total maksimum 10 miliar.

    Ini menunjukkan baru sekitar 34,55% suplai yang telah masuk pasar. Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) mencapai $42 miliar, yang artinya masih ada ruang pertumbuhan besar saat adopsi meluas.

    Sentimen investor terhadap SUI juga terlihat positif dari data RSI (Relative Strength Index) yang berada di zona netral-bullish, mengindikasikan belum terjadinya overbought meskipun harganya terus naik.

    Apakah SUI Bisa Tembus All-Time High?

    Dengan level tertinggi sepanjang masa di angka $5.35, harga SUI saat ini hanya terpaut sekitar 20% dari rekor tersebut.

    Jika tren saat ini terus berlanjut, dan volume perdagangan tetap tinggi, sangat mungkin bagi SUI untuk kembali menembus ATH dalam waktu dekat, apalagi bila:

    • Ada peluncuran proyek DeFi/NFT baru di jaringan SUI,
    • Sentimen pasar kripto secara umum membaik,
    • Dominasi Bitcoin tetap melemah dan investor beralih ke altcoin dengan fundamental kuat seperti SUI.

    Risiko yang Perlu Diwaspadai

    Meski prospek SUI tampak cerah, investor tetap harus mewaspadai beberapa hal, antara lain:

    • Volatilitas harga tinggi, karena altcoin dengan kapitalisasi pasar menengah bisa bergerak sangat fluktuatif dalam waktu singkat.
    • Distribusi suplai yang belum sepenuhnya terungkap; token yang belum dilepas bisa memberikan tekanan jual di masa depan.
    • Kompetisi dari proyek Layer-1 lain seperti Solana, Avalanche, dan Aptos.

    Baca Juga: Nasdaq Ajukan Spot ETF SUI ke SEC

    SUI telah membuktikan dirinya bukan sekadar proyek hype sesaat. Dengan kenaikan harga yang konsisten, peningkatan volume transaksi, dan ekosistem teknologi yang berkembang pesat, SUI kini menjadi salah satu altcoin yang paling menjanjikan untuk diamati dalam paruh kedua 2025.

    Jika momentum ini bisa dipertahankan dan pengembangannya terus konsisten, bukan tidak mungkin SUI akan menjadi pemain utama dalam ekosistem blockchain yang baru dan berpotensi besar memimpin fase altseason berikutnya.

    Meski begitu, investor disarankan untuk tetap melakukan riset mendalam sebelum membeli aset kripto apa pun. Potensi tinggi sering kali datang bersama risiko besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Naik Tipis, Tren Positif Solana Terus Berlanjut

    Solana (SOL) kembali menunjukkan performa impresif di pasar kripto. Dalam 24 jam terakhir, harga SOL tercatat naik 0,79% dan kini bertengger di level $187.45.

    Pencapaian ini membuat kapitalisasi pasar Solana kembali menyentuh angka $100,93 miliar, menjadikannya sebagai kripto dengan valuasi terbesar ke-6 di dunia saat ini.

    Dengan performa konsisten dan didukung fundamental yang kuat, Solana tampaknya sedang memantapkan langkah menuju zona psikologis penting: $200 per token.

    Tren Positif Berkelanjutan

    Performa Solana dalam beberapa waktu terakhir terbilang stabil dan bullish. Berikut ringkasan kenaikan harga SOL:

    • Hari ini: +0,79%
    • 7 hari terakhir: +5,49%
    • 30 hari terakhir: +32,57%
    • 60 hari terakhir: +7,12%
    • 90 hari terakhir: +26,01%
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Solana Melemah di Level $177, Saatnya Panic Sell atau Buy the Dip?

    Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan investor terhadap kemampuan teknis Solana sebagai jaringan blockchain ultra-cepat dan murah, terutama dalam menangani aplikasi berskala besar seperti DeFi dan NFT.

    Fundamental Kuat di Balik Lonjakan Harga

    Solana telah lama dikenal sebagai pesaing kuat Ethereum berkat kemampuannya memproses ribuan transaksi per detik (TPS) dengan biaya gas yang sangat rendah.

    Fitur inilah yang membuat banyak proyek NFT, DeFi, hingga gaming memilih Solana sebagai ekosistem utama mereka.

    Beberapa faktor pendukung utama Solana saat ini antara lain:

    1. Ekosistem DeFi yang tumbuh pesat – TVL (Total Value Locked) di jaringan Solana menunjukkan pertumbuhan konsisten, menarik banyak proyek baru.
    2. Solana Pay dan integrasi Web3 – Membuka peluang pembayaran kripto langsung untuk merchant.
    3. Kecepatan dan efisiensi transaksi – Di saat Ethereum dan Bitcoin masih menghadapi tantangan skalabilitas, Solana menawarkan alternatif nyata.

    Statistik Pasar Solana Hari Ini

    • Harga: $187.45
    • Kapitalisasi pasar: $100.93 miliar
    • Volume perdagangan (24 jam): $3.67 miliar
    • Sirkulasi pasokan: 538.43 juta SOL
    • Kapitalisasi pasar yang diencerkan: $113.64 miliar
    • Rekor harga tertinggi: $294.33

    Dengan volume perdagangan yang masih stabil, tampak bahwa minat pasar terhadap SOL tetap tinggi meski terjadi tekanan dari sisi makroekonomi maupun sentimen pasar kripto global.

    Menuju $200: Bisa atau Tidak?

    Dengan jarak kurang dari $13 menuju level $200, target tersebut bukan hal mustahil, apalagi bila Solana mampu menjaga sentimen positif dan mempertahankan volume perdagangan.

    Beberapa katalis yang bisa mendorong SOL menembus $200 antara lain:

    • Kembalinya sentimen bullish di pasar kripto secara umum.
    • Peluncuran proyek besar berbasis Solana, terutama di sektor DeFi, NFT, dan GameFi.
    • Penguatan komunitas dan developer aktif di ekosistem Solana.

    Namun tentu saja, perjalanan menuju rekor baru akan dihadang oleh resistensi psikologis dan teknikal, terutama di sekitar level $190–$200.

    Risiko yang Tetap Perlu Diwaspadai

    Meskipun potensi Solana tampak menjanjikan, ada sejumlah risiko yang harus diperhitungkan:

    • Kinerja jaringan yang sempat mengalami gangguan di masa lalu menjadi perhatian utama bagi investor institusional.
    • Persaingan ketat dari ekosistem lain seperti Ethereum, Avalanche, dan Sui.
    • Ketidakpastian regulasi di berbagai negara yang bisa memengaruhi adopsi.

    Investor perlu terus memantau perkembangan teknis dan berita seputar jaringan Solana serta tren pasar global secara umum.

    Baca Juga: Solana di Bawah Tekanan: Sulit Bertahan di Atas $200?

    Solana berhasil menjaga tren positifnya di tengah fluktuasi pasar kripto. Dengan harga yang kini hampir menembus $190 dan performa yang terus meningkat dalam sebulan terakhir, target $200 bukan sekadar harapan kosong.

    Jika momentum ini dapat dipertahankan, ditambah dengan dukungan ekosistem dan inovasi berkelanjutan, Solana berpotensi menjadi kekuatan dominan dalam siklus pasar kripto berikutnya.

    Bagi investor dan pengamat kripto, SOL adalah aset yang patut dipantau secara serius.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • GameFi Terpanas: 3 Token Gaming Teratas yang Siap Meledak di 2025

    Industri GameFi, perpaduan game dan finansial berbasis blockchain, sedang berada di puncak tren global.

    Dengan kapitalisasi sektor gaming yang mencapai belasan miliar dolar, terdapat tiga token yang menunjukkan potensi rustik untuk tumbuh lebih besar.

    Ketiga token gaming yang dimaksud adalah Axie Infinity (AXS), Immutable X (IMX), dan The Sandbox (SAND).

    Baca Juga: SharpLink Gaming Borong 60.000 ETH dalam 5 Hari, Saham Naik 17%

    Ilustrasi Axie Infinity (AXS).
    Ilustrasi Axie Infinity (AXS).

    Axie Infinity (AXS)

    Axie Infinity (AXS) adalah game NFT pelopor yang memungkinkan pemain memelihara, memelihara, dan bertarung dengan makhluk digital bernama Axies. Ekosistem ini menggunakan dua token:

    • AXS, token tata kelola dan reward,
    • SLP, token utilitas untuk breeding dan ekosistem in-game.

    Meski pernah mengalami gejolak karena penurunan player base dan insiden peretasan besar ($620 juta pada Ronin Network), Axie tetap bangkit dengan:

    • Ronin Network, sidechain khusus gaming yang menawarkan kecepatan tinggi dan biaya rendah.
    • Update gameplay terbaru dan model Axie Core yang meningkatkan kembali aktivitas pengguna.

    AXS kini masih masuk dalam top besar kapitalisasi gaming (>$1 miliar).

    GameFi lawas ini terus memperkuat posisinya sebagai platform yang matang dan sering menjadi pintu masuk pertama pemain untuk dunia kripto.

    Immutable X (IMX)

    Immutable X adalah solusi Layer‑2 Ethereum yang diciptakan khusus untuk game dan NFT, menawarkan transaksi instan tanpa gas fee—tepatnya hingga 9.000 TPS.

    IMX digunakan oleh judul besar seperti Gods Unchained, Illuvium, dan Guild of Guardians. Ekosistemnya membantu skalabilitas dan kepatutan biaya bagi developer game blockchain.

    Fitur unggulan:

    • Zero gas fee > transisi lancar antar address.
    • Konfirmasi instan untuk jual/beli aset NFT.
    • Keamanan fallback di Ethereum, memberikan trust layer.

    IMX kini memiliki market cap > $1 miliar dan developer aktif terus memperkuat ekosistem, menjadikannya pilihan teknologi penting untuk GameFi masa depan.

    The Sandbox luncurkan Alpha Season 3. Foto: The Sandbox.
    The Sandbox luncurkan Alpha Season 3. Foto: The Sandbox.

    The Sandbox (SAND)

    Sandbox adalah dunia virtual berbasis voxel, memungkinkan pengguna menciptakan, memiliki, dan mengekonomikan konten digital mereka melalui token SAND.

    Dalam platform ini, pemain membeli LAND NFT untuk membangun dunia virtual mereka. Mereka juga dapat menjual aset 3D, avatar, dan item dalam marketplace berbasis blockchain.

    The Sandbox telah menarik mitra besar seperti Adidas, Snoop Dogg, Warner Music, serta brand mainstream lainnya yang turut membangun dunia virtual mereka di platform ini.

    SAND sendiri telah mencatat market cap > $1 miliar, dengan volume pertumbuhan mingguan dan diversifikasi ekosistem terus meningkat.

    Baca Juga: Harga SAND Naik Dua Kali Lipat, GameFi dan Metaverse Bangkit

    Tren & Momentum GameFi Saat Ini

    Pergeseran tren pengguna dari game tradisional ke game blockchain semakin nyata. Kini industri GameFi mencatat kapitalisasi hingga puluhan miliar dolar—didukung aplikasi DeFi, NFT, dan metaverse yang tumbuh pesat.

    IMX memperkuat infrastruktur Layer‑2 Ethereum, Axie menjadi pionir dalam model ekonomi berbasis pemain, dan Sandbox menghadirkan dunia kreator terbuka serta monetisasi digital. Ketiganya menangkap sisi berbeda dari GameFi: utilitas, komunitas, dan kreativitas.

    Risiko yang Harus Diwaspadai

    Meski menjanjikan, GameFi tetap menghadapi risiko:

    • Volatilitas tinggi & spekulasi pasca listing.
    • Ketergantungan pasar NFT yang jika melemah bisa menurunkan aktivitas ekonomi di ekosistem.
    • Risiko teknis/jaringan: Axie pernah diterpa hack besar; SAND butuh adopsi luas untuk TPU volume.
    Token Fokus Utama Daya Tarik
    AXS Play‑to‑Earn Ekosistem matang & pengguna loyal
    IMX Layer‑2 untuk Game Solusi skalabilitas & efisiensi
    SAND Metaverse Kreator Monetisasi konten & brand global

    Ketiganya menawarkan peluang unik di berbagai aspek GameFi: dari gameplay hingga infrastruktur blockchain. Untuk investor maupun gamer, ketiga token ini menjadi representasi menarik dari masa depan industri gaming kripto.

    Dengan kombinasi utilitas nyata, komunitas aktif, dan peta jalan yang jelas, AXS, IMX, dan SAND pantas menjadi sorotan utama dalam pengembangan GameFi tahun ini dan selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Top 3 Token RWA dengan Prospek Cerah di Kripto

    Tokenisasi aset dari dunia nyata atau Real‑World Assets (RWA) merupakan destinasi investasi baru yang menghubungkan aset fisik seperti saham, emas, uang pasar uang, hingga obligasi ke blockchain.

    Berdasarkan data CoinGecko pada Minggu (27/7), total kapitalisasi pasar kategori RWA telah mencapai lebih dari $51,7 miliar, naik sekitar 2,9% dalam 24 jam terakhir.

    Berikut ini tiga token RWA paling populer dan menjanjikan yang kini layak jadi sorotan pada tahun 2025:

    1. Stellar (XLM)

    • Market Cap: ± $14 miliar
    • Volume 24 jam: ± $356 juta

    Stellar adalah platform blockchain yang dirancang untuk mempermudah transfer uang lintas batas.

    Kini XLM sering digunakan sebagai jembatan likuiditas sekaligus bagian dari tokenisasi fiat dan aset kas di benua seperti Afrika dan Asia Tenggara.

    Stellar berhasil menarik minat karena kemudahan integrasi dan scalable hingga puluhan ribu transaksi per detik.

    Dengan dominasi pasar di kategori RWA, XLM tetap menjadi pemain utama karena adopsi luas dalam proyek stablecoin dan proyek tokenisasi likuiditas.

    2. Chainlink (LINK)

    • Market Cap: ± $12,8 miliar
    • Volume 24 jam: ± $474 juta

    Chainlink memainkan peran penting dalam ekosistem tokenisasi sebagai penyedia data real-world ke smart contract.

    Sebagai orakel terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan protokol RWA mengakses nilai pasar real-time untuk saham, komoditas, atau obligasi yang dijadikan jaminan token digital.

    Dengan volume tinggi dan pertumbuhan stabil, LINK menjadi salah satu token krusial untuk memastikan akurasi dan keamanan ekosistem RWA.

    3. Ondo (ONDO)

    • Market Cap: ± $3,3 miliar
    • Volume 24 jam: ± $133 juta

    Token ONDO milik protokol Ondo merupakan contoh nyata tokenisasi produk keuangan tradisional, yaitu uang pasar uang (money-market).

    Melalui kemitraan dengan Goldman Sachs, BlackRock, dan BNY Mellon, ONDO mewakili akses ke token digital yang direpresentasikan reksa dana pasar uang.

    Token ini memudahkan investor institusi atau ritel untuk bertransaksi dengan aset berkualitas tinggi secara luas dan efisien.

    Protokol RWA seperti Ondo memimpin tokenisasi produk finansial tingkat tinggi serta mendorong penggunaan blockchain di pasar modal tradisional.

    Baca Juga: Token RWA Tetap Lebih Aman daripada Bitcoin Selama Tarif AS Berlaku

    Mengapa Ketiganya Layak Diperhatikan?

    Token Fokus RWA Keunggulan Utama
    XLM Tokenisasi stablecoin / fiat Likuiditas global & adopsi luas
    LINK Data real-time untuk smart contracts Membantu keamanan & akurasi harga aset
    ONDO Tokenized money-market funds Token regulatif dengan backing institusi

    Tren & Momentum RWA Saat Ini

    Pasar RWA diproyeksikan tumbuh dari puluhan miliar menuju $2 triliun pada 2028, dipicu tokenisasi saham, obligasi, real estate, serta instrumen keuangan lainnya.

    Goldman Sachs dan BNY Mellon telah meluncurkan token uang pasar uang melalui platform LiquidityDirect, menandakan adopsi institusional yang nyata dan regulatif.

    Hal ini membuka pintu tokenisasi lebih luas di kalangan asset manager besar seperti BlackRock dan Fidelity.

    Sementara itu, protokol tokenisasi seperti Securitize telah mengeluarkan lebih dari $4 miliar aset on‑chain, termasuk US Treasury token terbesar milik BlackRock, menunjukkan dominasi infrastruktur tokenisasi modern.

    Baca Juga: Pasar RWA di Sektor Real Estat Diprediksi Mencapai $4 Triliun pada 2035

    Risiko & Tantangan yang Harus Diwaspadai

    • Fragmentasi peraturan antar negara tentang token digital dapat memperlambat adopsi massal.
    • Likuiditas token terbatas, terutama untuk token real estate dan saham—beda dengan stablecoin.
    • Risiko operasional & audit karena tokenisasi aset memerlukan transparansi tinggi dan legitimasi hukum.

    Proyeksi Masa Depan

    Token XLM, LINK, dan ONDO adalah representasi paling matang dan menjanjikan dalam ruang tokenisasi RWA saat ini.

    Stellar mempermudah akses finansial global, Chainlink menyediakan kepercayaan data, dan Ondo membawa aset finansial institusi ke blockchain publik.

    Dengan fondasi teknologi kuat, dukungan institusional, serta perkembangan regulasi positif seperti Genius Act AS, sektor RWA berpeluang menjadi kompetitor utama dalam ekosistem crypto jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tertekan: Co-Founder Jual Rp2,8 Triliun Token, Investor Waspada

    Ripple kembali menjadi sorotan global saat co-founder Chris Larsen memindahkan sejumlah besar XRP senilai sekitar $175 juta ke beberapa alamat.

    Langkah ini memicu kekhawatiran pasar dan menjadikannya pusat perdebatan antara profit-taking dan potensi “dumping” jangka panjang.

    Walau belum ada konfirmasi resmi dari Ripple, data on-chain terbaru menunjukkan bahwa investor perlu ekstra waspada terhadap gelombang jual yang mungkin menyusul.

    Detail Transfer: Siapa, Berapa, dan Tempo

    Analisis jaringan publik dari penyelidik blockchain ZachXBT mengungkapkan bahwa sejak tanggal 17–23 Juli 2025, address milik Chris Larsen secara bertahap memindahkan 50 juta XRP (sekitar $175 juta).

    Sekitar $140 juta dari total tersebut dikirim ke exchange seperti Coinbase, sementara sisanya dialihkan ke dua wallet baru (masing-masing 5 juta XRP).

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 27 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga XRP Tembus $3, Waktunya Tancap Gas!

    Dampak: Harga Turun 13%, Sentimen Panik

    Harga XRP sempat menyentuh puncak tiga tahun pada $3.60 sebelum memangkas sekitar 13% dalam 24 jam, menyusul publikasi transfer tersebut.

    Prediksi pun muncul: apakah ini profit-taking normal, atau justru aksi ‘dump’ terhadap investor ritel yang membeli dekat puncak?

    Investor di platform X memperingatkan bahwa Larsen masih menyimpan lebih dari 2,5 miliar XRP (senilai sekitar $8,8 miliar) dalam wallet yang link-nya masih aktif.

    Jika sebagian besar dilepas ke pasar, tekanan jual bisa meningkat drastis dan harga tertekan lebih dalam.

    Waspada: Jangan Jadi “Exit Liquidity”

    Tokenomics XRP yang didorong sejumlah besar kepemilikan terpusat (founders Ripple Labs) membuat setiap aksi distribusi dalam skala besar berdampak signifikan pada kepercayaan pasar.

    Analis dari CryptoQuant memperingatkan: “Jika $200 juta baru pemanasan… apa selanjutnya?” sebuah peringatan untuk investor agar tidak menjadi korban likuiditas pelepasan token besar-besaran.

    Trader populer ManLy menyampaikan di X, “Masih membeli (XRP)? Anda mungkin jadi Exit Liquidity baginya (Chris Larsen).”

    Maka dari itu, ia mengajak investor memahami potensi jebakan saat membeli di saat wallet besar melakukan selling sendiri.

    Catatan Kepemilikan & Kontrol Pasokan

    Walau dampak awal terlihat relatif terbatas—harga tetap stabil setelah retrace ringan, ekosistem XRP tetap menghadapi risiko sentralisasi.

    Chris Larsen diketahui masih menyimpan lebih dari 2,81 miliar XRP, mewakili hampir 5% dari total pasokan, yang bisa membawa tekanan penawaran lebih lanjut jika sebagian besar dilepas ke pasar secara cepat.

    Perspektif dan Makna yang Lebih Luas

    Langkah ini terjadi di saat XRP mengalami reli signifikan setelah kemenangan hukum Ripple terhadap SEC, dan sentiment bullish muncul menjelang potensi ETF XRP dan rencana tokenisasi aset riil.

    Namun, gerakan distribusi token sebesar ini menimbulkan pertanyaan penting terkait transparansi dan tata kelola aset digital, serta konflik kepentingan antara kepemilikan pribadi versus publik.

    Baca Juga: Naik 73% Dalam 30 Hari, Waktunya XRP Bersinar!

    Dengan demikian, transfer besar dari co-founder tetap legal, tetapi timing dan volume sangat penting dalam menilai implikasi pasar.

    Investor juga harus menjaga perspektif jangka panjang dan tetap menerapkan risk management, karena konsentrasi kepemilikan bisa memicu volatilitas mendadak.

    Perlu diingat, XRP bergerak di lintasan yang tidak hanya terikat pada hukum dan regulasi, tetapi juga dinamika personal saham token yang membuatnya unik dan proporsional penuh risiko & reward.

    Meski XRP tetap memiliki potensi utilitas sebagai token likuiditas lintas batas, momentum turun saat distribusi besar terjadi tetap pantas menjadi tanda ekonomis bahwa aksi founder bisa memicu koreksi tanpa katalis fundamental.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com