Author: 19

  • Bitcoin Naik ke $71.335, Momentum Menguat

    Pergerakan Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif dalam perdagangan terbaru.

    Berdasarkan data pasar terkini via Tokocrypto pada Sabtu (14/3), harga BTC hari ini berada di level $71.335,87, naik sekitar 2,78% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat beli di pasar kripto setelah beberapa periode volatilitas sebelumnya.

    Selain itu, Bitcoin juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,42 triliun.

    Dengan volume perdagangan harian mencapai $45,69 miliar, aktivitas pasar menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi pusat likuiditas dan perhatian investor di sektor kripto global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $71.335, Uji Zona Resistance

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar, yakni $69.230,15 (terendah) hingga $71.995,03 (tertinggi).

    Rentang tersebut menunjukkan adanya tekanan beli yang cukup kuat ketika harga sempat turun di bawah $70.000, sebelum akhirnya kembali naik dan mendekati level $72.000.

    Secara intraday, pergerakan harga relatif stabil dengan perubahan harga 1 jam terakhir sebesar -0,09%, yang mengindikasikan fase konsolidasi setelah lonjakan harga sebelumnya.

    Bagi trader jangka pendek, area sekitar $70.000 hingga $72.000 kini menjadi zona penting untuk menentukan arah pergerakan Bitcoin berikutnya.

    Performa BTC dalam Berbagai Periode Waktu

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat performa dalam periode yang lebih panjang, pergerakan Bitcoin menunjukkan dinamika yang cukup menarik.

    Performa harga BTC:

    • 24 jam: +2,78%
    • 7 hari: +1,04%
    • 30 hari: +5,62%
    • 60 hari: -22,49%
    • 90 hari: -21,08%

    Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin mengalami koreksi cukup dalam dalam dua hingga tiga bulan terakhir, tren jangka pendek mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

    Kenaikan dalam periode 30 hari sebesar lebih dari 5% mengindikasikan bahwa pasar mulai kembali menemukan momentum positif setelah fase koreksi sebelumnya.

    Kapitalisasi Pasar dan Pasokan Bitcoin

    Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto dengan sejumlah metrik fundamental yang kuat. Beberapa indikator utama pasar Bitcoin saat ini antara lain:

    • Kapitalisasi pasar: $1,426 triliun
    • Volume perdagangan 24 jam: $45,69 miliar
    • Pasokan beredar: 20 juta BTC
    • Total pasokan maksimum: 21 juta BTC

    Artinya, sekitar 95,25% dari total suplai Bitcoin sudah beredar di pasar. Hal ini membuat Bitcoin semakin mendekati batas maksimum pasokannya.

    Bagi banyak investor, kelangkaan suplai ini merupakan salah satu faktor utama yang mendukung narasi Bitcoin sebagai aset digital dengan karakteristik mirip emas digital.

    Jarak dengan Rekor Harga Tertinggi

    Meski saat ini harga Bitcoin kembali menguat, nilainya masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Selisih yang cukup besar antara harga saat ini dan rekor tertinggi menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase pemulihan setelah periode koreksi besar sebelumnya.

    Namun bagi sebagian analis, kondisi ini juga membuka peluang bagi potensi kenaikan jangka panjang jika tren adopsi dan arus modal ke pasar kripto terus meningkat.

    Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

    Dalam analisis teknikal jangka pendek, beberapa level harga penting yang saat ini diperhatikan trader antara lain:

    Level support:

    Level resistance:

    Jika Bitcoin berhasil menembus resistance di sekitar $72.000, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area $75.000 akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah $70.000, pasar kemungkinan akan memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang sebelum menentukan arah berikutnya.

    Sentimen Pasar Kripto

    Sentimen pasar kripto saat ini cenderung lebih positif dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

    Kenaikan harga Bitcoin sering kali menjadi indikator awal meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar kripto secara keseluruhan.

    Ketika BTC bergerak naik dengan volume perdagangan tinggi, aset kripto lain biasanya ikut mendapatkan dorongan sentimen.

    Karena itu, pergerakan Bitcoin tidak hanya penting bagi investor BTC saja, tetapi juga bagi keseluruhan ekosistem kripto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $70.000, Tapi Pasar Justru Semakin Pesimis?

    Prospek Bitcoin ke Depan

    Secara keseluruhan, analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan jangka pendek setelah periode koreksi sebelumnya.

    Kenaikan hampir 3% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk ke pasar, didukung oleh volume perdagangan yang cukup besar.

    Dalam jangka pendek, perhatian investor kemungkinan akan tertuju pada apakah Bitcoin mampu menembus level resistance di sekitar $72.000 atau justru kembali terkoreksi menuju area support.

    Jika momentum bullish terus berlanjut, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli menuju level harga yang lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Swap Kripto $50 Juta Berujung Bencana, Bot MEV Raup $10 Juta

    Sebuah transaksi kripto bernilai puluhan juta dolar berakhir dengan kerugian besar setelah seorang pengguna melakukan swap token di platform decentralized finance (DeFi). Dalam kejadian tersebut, bot Maximal Extractable Value (MEV) berhasil memanfaatkan transaksi tersebut dan meraup keuntungan hampir US$10 juta.

    Dilapokan Cointelegraph, insiden ini terjadi ketika pengguna mencoba menukar stablecoin dalam jumlah besar menjadi token Aave (AAVE) melalui protokol DeFi, namun akhirnya menerima jumlah token yang jauh lebih kecil dari nilai transaksi awal.

    Swap $50 Juta Berujung Kerugian Besar

    Data blockchain menunjukkan bahwa sebuah dompet kripto yang baru menerima dana dari Binance dengan saldo sekitar US$50,4 juta dalam bentuk USDT melakukan transaksi swap menggunakan aggregator decentralized exchange CoW Protocol dan platform SushiSwap.

    Tujuan transaksi tersebut adalah menukar seluruh USDT menjadi token AAVE.

    Namun hasil transaksi jauh dari yang diharapkan. Dompet tersebut hanya menerima sekitar 327 token AAVE yang bernilai sekitar US$36.000 berdasarkan harga pasar saat itu.

    Artinya, pengguna secara efektif membayar sekitar US$154.000 untuk setiap token AAVE, jauh di atas harga pasar yang berada di kisaran US$114 per token.

    Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

    Bot MEV Lakukan “Sandwich Attack”

    Kerugian tersebut semakin besar karena adanya bot MEV yang memanfaatkan transaksi besar tersebut melalui teknik yang dikenal sebagai sandwich attack.

    Bot MEV memantau transaksi yang belum dikonfirmasi di blockchain dan dapat menempatkan transaksi lain sebelum dan sesudah transaksi target untuk mengambil keuntungan dari perubahan harga.

    Dalam kasus ini, bot tersebut meminjam sekitar US$29 juta dalam bentuk wrapped Ether (ETH) melalui mekanisme flash loan dari platform Morpho.

    Dana tersebut digunakan untuk membeli token AAVE di platform Bancor sebelum transaksi pengguna diproses, sehingga mendorong harga AAVE naik secara signifikan.

    Setelah harga naik akibat transaksi besar tersebut, bot kemudian menjual kembali token AAVE di SushiSwap dengan harga yang lebih tinggi dan menghasilkan keuntungan sekitar US$9,9 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi regulasi, kemenangan hukum seperti ini penting karena bisa memengaruhi cara publik dan regulator menilai tanggung jawab exchange atas aktivitas ilegal pihak ketiga.

    “Meski tidak menghapus tekanan compliance, hasil pengadilan yang menguntungkan Binance dapat memperkuat posisi defensifnya dalam sengketa hukum serupa di masa depan,” jelasnya.

    Pengguna Abaikan Peringatan Slippage

    Pendiri Aave, Stani Kulechov, menjelaskan bahwa sistem antarmuka telah memberikan peringatan kepada pengguna mengenai slippage yang sangat besar akibat ukuran transaksi yang tidak biasa.

    Slippage merupakan perbedaan antara harga yang diharapkan dengan harga aktual yang terjadi saat transaksi diproses.

    Menurut Kulechov, pengguna tetap memilih melanjutkan transaksi melalui perangkat seluler meskipun telah menerima peringatan tentang potensi kerugian besar.

    CoW DAO juga menyatakan bahwa pengguna harus secara eksplisit menyetujui transaksi tersebut setelah melihat peringatan yang menunjukkan kemungkinan kehilangan hampir seluruh nilai transaksi.

    Tantangan Keamanan di Ekosistem DeFi

    Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan keamanan dan pengalaman pengguna dalam ekosistem DeFi.

    Meski platform DeFi dirancang bersifat terbuka dan tanpa izin, sejumlah pihak menilai masih diperlukan mekanisme perlindungan tambahan untuk membantu mencegah kerugian besar bagi pengguna.

    Aave sendiri menyatakan simpati terhadap pengguna yang mengalami kerugian tersebut dan berencana menghubungi pemilik dompet untuk mengembalikan sekitar US$600.000 biaya transaksi yang diterima oleh protokol dari transaksi tersebut.

    Baca juga: Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Korea Selatan Siapkan AI untuk Kejar Pajak Kripto, Trader Bisa Terpantau?

    Pemerintah Korea Selatan berencana memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi transaksi kripto dan mendeteksi potensi penghindaran pajak. Langkah ini dilakukan menjelang penerapan pajak atas keuntungan investasi aset digital yang dijadwalkan mulai berlaku pada 2027.

    Dilaporkan Cointelegraph, Otoritas pajak negara tersebut, National Tax Service (NTS), telah membuka tender untuk membangun sistem analisis berbasis AI yang mampu memproses data perdagangan kripto dalam jumlah besar.

    Sistem AI untuk Analisis Transaksi Kripto

    Menurut laporan media lokal, proyek ini memiliki nilai sekitar 3 miliar won Korea Selatan atau sekitar US$2 juta.

    Sistem yang dikembangkan nantinya akan menggunakan teknologi artificial intelligence dan machine learning untuk menganalisis pola transaksi kripto serta mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan.

    Platform tersebut dirancang untuk mendeteksi pola transaksi tidak biasa yang berpotensi menunjukkan praktik penghindaran pajak atau pendapatan yang tidak dilaporkan.

    Dengan sistem ini, otoritas pajak dapat memproses data transaksi kripto dalam skala besar secara lebih sistematis.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi kebijakan, penggunaan AI oleh otoritas pajak memperlihatkan bahwa pasar crypto semakin diperlakukan sebagai bagian normal dari sistem pengawasan fiskal negara.

    “Semakin efektif alat seperti ini bekerja, semakin tinggi pula tuntutan kepatuhan bagi trader dan investor crypto di yurisdiksi yang agresif seperti Korea Selatan,” jelasnya.

    Baca Juga: Bithumb Terancam Suspensi 6 Bulan di Korea Selatan

    Pengembangan Sistem Dimulai Tahun Ini

    NTS berencana memilih kontraktor pengembang sistem pada Maret 2026. Setelah itu, proses perancangan sistem akan dimulai pada April.

    Tahap pengujian akan berlangsung sepanjang tahun, dengan rencana peluncuran program percontohan pada November.

    Jika seluruh tahap berjalan sesuai rencana, sistem AI tersebut diperkirakan mulai beroperasi secara penuh antara November hingga Desember tahun ini.

    Data analisis yang dihasilkan nantinya juga akan dibagikan kepada sejumlah lembaga pemerintah lain, termasuk Korea Customs Service dan Bank of Korea.

    Pajak Kripto Mulai Berlaku 2027

    Langkah ini merupakan bagian dari persiapan Korea Selatan untuk menerapkan pajak atas keuntungan investasi kripto mulai Januari 2027.

    Aturan tersebut akan mengenakan pajak sebesar 20% ditambah pajak lokal 2% terhadap keuntungan kripto tahunan yang melebihi 2,5 juta won atau sekitar US$1.700.

    Rencana pajak kripto ini sebenarnya telah disetujui sejak 2020, namun implementasinya beberapa kali ditunda akibat perdebatan politik dan penolakan dari sebagian pelaku industri.

    Dengan pengembangan sistem pengawasan berbasis AI, pemerintah Korea Selatan berharap dapat meningkatkan transparansi pasar kripto serta memastikan kepatuhan pajak dari para investor aset digital.

    Baca Juga: Kenalan Kang Jong Hyun, CEO Bithumb Kripto Dekat Park Min Young


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Tembus $70.000, Tapi Pasar Justru Semakin Pesimis?

    Harga Bitcoin kembali bertahan di atas level US$70.000, namun sentimen pasar masih menunjukkan keraguan terhadap potensi pemulihan yang berkelanjutan. Banyak investor justru mengambil posisi bearish meski harga aset kripto terbesar tersebut berhasil pulih dari penurunan sebelumnya.

    Dilaporkan Crypto Quant, kondisi ini terjadi di tengah situasi makroekonomi dan geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk ketegangan yang memengaruhi perdagangan minyak dunia. Lingkungan seperti ini biasanya membuat aset berisiko, termasuk kripto, lebih sulit menunjukkan performa yang kuat.

    Sentimen Pasar Masih Skeptis

    Meskipun Bitcoin berhasil kembali ke atas US$70.000, sebagian besar pelaku pasar belum sepenuhnya yakin bahwa reli tersebut akan berlanjut dalam jangka panjang.

    Banyak investor masih melihat kondisi global sebagai faktor penghambat bagi aset berisiko. Akibatnya, sebagian besar pelaku pasar memilih bersikap hati-hati atau bahkan mengambil posisi yang mengantisipasi penurunan harga.

    Sikap skeptis ini terlihat jelas di pasar derivatif, terutama melalui indikator funding rate yang mencerminkan posisi trader di kontrak futures.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, ketika funding rate mencapai level ekstrem dan konsensus pasar terlalu condong ke satu arah, sering kali sudah terlambat untuk ikut posisi tersebut.

    “Artinya, skeptisisme pasar yang tinggi justru bisa menjadi bahan bakar upside jika BTC mampu mempertahankan rebound, karena likuidasi posisi short berpotensi mendorong harga naik lebih jauh. Jadi sinyal gambar ini paradoksal: sentimen masih jelek, tapi justru karena itu potensi squeeze menjadi lebih besar,” analisanya.

    Baca juga: Bitcoin Harus Tembus Level Ini Dulu, Baru Bull Market Dimulai?

    Funding Rate Negatif di Pasar Derivatif

    Data dari Binance menunjukkan bahwa funding rate Bitcoin terus berada di wilayah negatif selama sekitar satu pekan terakhir.

    Funding rate negatif biasanya menandakan bahwa lebih banyak trader membuka posisi short dibandingkan posisi long.

    Beberapa nilai funding rate bahkan mencapai level ekstrem. Pada 10 dan 11 Maret, misalnya, funding rate di Binance tercatat turun di bawah -0,006.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas posisi terbuka di pasar derivatif saat ini condong ke arah taruhan penurunan harga Bitcoin.

    Short Position Bisa Jadi Bahan Bakar Kenaikan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski terlihat sebagai sinyal bearish, kondisi funding rate negatif juga dapat membuka kemungkinan lain bagi pergerakan harga Bitcoin.

    Secara historis, ketika mayoritas pasar berada di satu arah yang sama, kondisi tersebut terkadang justru menjadi pemicu pergerakan berlawanan.

    Jika harga Bitcoin terus naik, posisi short yang terbuka di pasar dapat terlikuidasi secara bertahap. Likuidasi tersebut memaksa trader membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisi mereka.

    Proses ini sering menciptakan efek yang dikenal sebagai short squeeze, di mana kenaikan harga dipercepat oleh likuidasi posisi bearish.

    Dengan demikian, meskipun banyak investor saat ini masih meragukan pemulihan Bitcoin, posisi short yang besar di pasar justru berpotensi menjadi bahan bakar tambahan bagi kenaikan harga jika tren bullish berlanjut.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Bottom XRP Muncul, Harga Siap Melonjak?

    Harga XRP saat ini mendekati salah satu sinyal teknikal yang secara historis sering menandai titik dasar pasar. Sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa aset kripto tersebut berada dalam kondisi undervalued, memunculkan spekulasi bahwa fase pemulihan harga dapat segera terjadi.

    Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,36 dan bergerak dalam pola teknikal descending wedge, formasi grafik yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren ke arah bullish.

    Indikator MVRV Tunjukkan Kondisi Undervalued

    Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Z-Score, metrik yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi dari aset kripto.

    Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa XRP saat ini berada di bawah ambang nilai wajar menurut indikator tersebut. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa harga aset berada dalam fase undervaluation.

    Secara historis, situasi serupa pada sejumlah aset kripto sering diikuti oleh pemulihan harga setelah tekanan jual mereda.

    Meski demikian, analis mencatat bahwa sinyal dari MVRV tidak selalu langsung diikuti oleh kenaikan harga dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan teknikal, narasi seperti ini biasanya menarik karena menggabungkan kondisi sentimen yang tertekan dengan kemungkinan terbentuknya support yang lebih kuat.

    “Namun level yang dipantau pasar akan jadi penentu: jika XRP gagal bertahan di area tersebut, sinyal bottom bisa batal total; sebaliknya jika bertahan, potensi relief rally akan terlihat jauh lebih meyakinkan,” analisanya.

    Baca juga: Cadangan XRP di Bursa Anjlok, Tanda Supply Makin Menipis?

    Rasio Profit dan Loss Mendekati Titik Kapitulasi

    Indikator lain yang diamati adalah realized profit/loss ratio, yang mengukur perbandingan antara transaksi yang menghasilkan keuntungan dan transaksi yang terjadi dalam kondisi rugi.

    Saat ini rasio tersebut mendekati level 1,0. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah transaksi yang direalisasikan dalam kerugian hampir sama dengan transaksi yang menghasilkan keuntungan.

    Kondisi tersebut sering dianggap sebagai tanda meningkatnya tekanan kapitulasi di pasar, yaitu fase ketika banyak investor menjual aset mereka dalam kondisi rugi.

    Dalam beberapa siklus sebelumnya, fase kapitulasi seperti ini sering menjadi titik awal bagi pemulihan harga.

    Level Penting Harga XRP

    Secara teknikal, XRP saat ini bergerak di antara area resistance sekitar US$1,39 dan support di sekitar US$1,33.

    Jika harga berhasil menembus resistance tersebut, pola descending wedge berpotensi memicu kenaikan sekitar 11% menuju area US$1,43.

    Namun jika tekanan jual masih berlanjut, XRP kemungkinan tetap bergerak dalam rentang tersebut atau bahkan turun menuju level US$1,31.

    Penurunan ke area tersebut dapat menandai fase kapitulasi yang lebih dalam, yang dalam beberapa kasus sebelumnya justru menjadi titik awal bagi fase pemulihan harga berikutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

    BlackRock resmi meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) Ethereum berbasis staking yang langsung mencatat aktivitas perdagangan cukup tinggi pada hari pertama. ETF bernama iShares Staked Ethereum Trust (ETHB) tersebut membukukan volume perdagangan sekitar US$15,5 juta saat debutnya di pasar.

    Dilaporkan Cointelegraph, angka tersebut dinilai analis sebagai awal yang kuat bagi produk ETF kripto baru, meskipun masih berada di bawah volume yang dicatat oleh beberapa ETF staking Solana yang diluncurkan sebelumnya.

    Volume Perdagangan Hari Pertama

    Berdasarkan data Nasdaq, ETF ETHB mencatat sekitar 592.804 saham diperdagangkan pada hari pertama peluncurannya. Total nilai transaksi tersebut mencapai sekitar US$15,5 juta.

    Analis ETF Bloomberg, James Seyffart, menyebut angka tersebut sebagai debut yang “sangat solid” untuk produk ETF baru.

    Meski demikian, volume tersebut masih lebih rendah dibandingkan ETF staking Solana yang diluncurkan sebelumnya. Bitwise Solana Staking ETF (BSOL), misalnya, mencatat volume sekitar US$55,4 juta pada hari pertama saat diluncurkan pada Oktober tahun lalu. Sementara itu, REX-Osprey SOL + Staking ETF (SSK) mencatat sekitar US$33,7 juta pada debutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, angka debut US$15,5 juta ini dinilai solid untuk hari pertama, tetapi masih di bawah produk staking Solana sejenis seperti BSOL yang sempat mencatat US$55,4 juta dan SSK sekitar US$33,7 juta saat debut.

    “Secara onchain dan pasar, peluncuran ETHB penting karena menunjukkan ada permintaan institusional untuk eksposur ETH yang sekaligus menangkap yield staking sekitar 4% per tahun, sementara struktur biaya 0,25%—dipotong ke 0,12% untuk US$2,5 miliar AUM pertama—membuat produk ini cukup kompetitif untuk menguji appetite investor tradisional terhadap ETH yield-bearing exposure,” jelasnya.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Pindahkan Rp1,9 Triliun Bitcoin dan Ethereum

    ETF Ethereum dengan Fitur Staking

    Berbeda dengan ETF kripto biasa, iShares Staked Ethereum Trust tidak hanya berinvestasi pada Ether (ETH), tetapi juga melakukan staking aset tersebut di jaringan Ethereum.

    Melalui staking, aset ETH yang dimiliki oleh dana tersebut akan dikunci di jaringan blockchain untuk membantu proses validasi transaksi. Sebagai imbalannya, dana akan memperoleh staking reward yang diperkirakan sekitar 4% per tahun.

    Struktur portofolio ETF ini terdiri dari sekitar 80% Ether yang di-stake dan 20% Ether yang tidak di-stake.

    Hadiah staking akan didistribusikan kepada investor setiap bulan. Proses staking dilakukan melalui validator jaringan Ethereum yang dioperasikan oleh perusahaan seperti Figment, Galaxy Digital, dan Attestant.

    Bagian dari Ekspansi Produk Kripto BlackRock

    Peluncuran ETHB menambah daftar produk kripto yang dimiliki BlackRock. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah meluncurkan dua ETF kripto utama yaitu iShares Bitcoin Trust (IBIT) dan iShares Ethereum Trust (ETHA).

    Sejak diluncurkan pada 2024, IBIT telah menarik arus dana sekitar US$62,8 miliar, sementara ETHA mencatat inflow sekitar US$11,9 miliar.

    ETF ETHB sendiri diluncurkan dengan total aset awal sekitar US$106,7 juta dan menggunakan Coinbase sebagai kustodian penyimpanan aset.

    Biaya Pengelolaan dan Rencana Produk Baru

    Produk ETF ini mengenakan biaya pengelolaan sebesar 0,25%. Namun BlackRock memberikan potongan biaya selama satu tahun pertama sehingga tarifnya menjadi sekitar 0,12% untuk aset hingga US$2,5 miliar.

    Selain ETHB, BlackRock juga dilaporkan tengah menyiapkan produk ETF Bitcoin Premium Income. Produk tersebut dirancang untuk menghasilkan pendapatan tambahan dengan menjual opsi covered call pada kontrak futures Bitcoin.

    Langkah ini menunjukkan semakin besarnya minat institusi keuangan global dalam mengembangkan produk investasi berbasis aset kripto, terutama yang menawarkan potensi imbal hasil tambahan seperti staking.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways

    Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini berfungsi sebagai referensi strategis bagi investor untuk memahami dinamika ekonomi global dan perkembangan industri aset digital. Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, fluktuasi harga, serta peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini membedah tren utama yang memengaruhi arah pasar.

    Fokus utama dari riset ini adalah menyediakan wawasan yang tajam dan terpercaya bagi setiap pembaca. Dengan informasi yang tepat waktu, laporan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Anda dalam menentukan strategi investasi yang cerdas di tengah dinamika industri aset digital yang sangat fluktuatif.

    Fokus Utama

    1. Makroekonomi Global
      • Harga minyak global sempat melonjak ke US$119 per barel, tertinggi sejak Juni 2022 akibat dari perang Iran dengan Israel-Amerika. 
      • Tingkat inflasi tahunan di AS tetap stabil di 2,4% pada Februari 2026, tidak berubah dari Januari, sesuai dengan ekspektasi dan tetap pada level terendah sejak Mei 2025.
      • Presiden Amerika, Donald Trump, secara resmi mendeklarasikan bahwa Amerika Serikat telah memenangkan perang melawan Iran.
    2. Makroekonomi Nasional
      • Nilai tukar rupiah melemah tajam hingga menyentuh level Rp17.000 per dolar AS, menandai tekanan besar terhadap mata uang domestik di tengah sentimen global yang memburuk.
      • Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa jika harga minyak mencapai US$92 per barel, defisit APBN Indonesia bisa melebar hingga 3,6%. 
      • Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengingatkan masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi kesulitan yang bisa muncul akibat perang di Timur Tengah. 
    3. Performa Pasar Kripto
      • Market Cap & Volume terkoreksi ke angka $2.38 Triliun (-2.75%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index yang melemah ke level $136.54 (-3.10%). Indikator Fear & Greed turun ke angka 26, menandakan pasar kembali diselimuti kehati-hatian dan tertahan di zona ‘Fear’ (Ketakutan).
      • Sementara itu, CMC Altcoin Season Index merangkak naik ke skor 39/100. Angka ini menegaskan bahwa ‘Bitcoin Season’ masih memegang kendali penuh. Di tengah fase koreksi harga ini, meskipun likuiditas pasar mayoritas masih terpusat pada aset-aset berkapitalisasi besar (Big Cap), perlahan mulai terlihat adanya inisiatif awal untuk melakukan rotasi modal ke aset altcoin.
      • Sektor Gaming Guild (+155%) dan Four.Meme Ecosystem (+134%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke narasi permainan berbasis kripto (GameFi) dan spekulasi koin meme. Token QUBIC mencatat kenaikan tertinggi sebesar (+50.21%), disusul oleh lonjakan pada SIREN (+42.83%) dan AKT (+28.87%).
    4. Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
      • Harga Bitcoin kembali sideways setelah gagal mempertahankan breakoutnya dari 70K
      • STBL (STBL) → Risiko distribusi suplai sangat ekstrem (~83.3%).
      • Bitcoin: Supply in Loss (%) ➜ Melonjak ke area 40–45%

    📌 Kesimpulan: Fokuskan investasi pada sektor Gaming Guild dan Four.Meme Ecosystem yang terbukti paling menguntungkan saat ini. Hindari aset dengan token unlock ekstrem seperti STBL (~83.3%) dan Bedrock (~62.5%) untuk mencegah risiko harga anjlok. Sebaliknya, manfaatkan momen koreksi ini untuk cicil beli (DCA) proyek solid beremisi rendah seperti Arbitrum (ARB) dan zkSync (ZK).

    Dengan mental pasar yang masih tertahan di zona ‘Fear’ (26) dan kuatnya Bitcoin Season (39), prioritaskan perlindungan modal. Batasi porsi aset berisiko tinggi, lakukan scalping (ambil untung cepat) pada sektor yang sedang tren, dan pastikan Anda tetap memegang uang tunai (cash).

    Makroekonomi Global

    Israel Iran
    • Harga minyak global sempat melonjak ke US$119 per barel, tertinggi sejak Juni 2022 akibat dari perang Iran dengan Israel-Amerika. 
    • Iran secara resmi menegaskan tidak ada ruang untuk pembicaraan gencatan senjata selama serangan militer masih berlangsung.
    • Jerman, Jepang, dan Amerika akan melepas sebagian cadangan minyaknya akibat perang di Timur Tengah dan kenaikan harga bahan bakar. 
    • Tingkat inflasi tahunan di AS tetap stabil di 2,4% pada Februari 2026, tidak berubah dari Januari, sesuai dengan ekspektasi dan tetap pada level terendah sejak Mei 2025.
    • Presiden Amerika, Donald Trump, secara resmi mendeklarasikan bahwa Amerika Serikat telah memenangkan perang melawan Iran.

    Makroekonomi Nasional

    Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber: Bloomberg.
    Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber: Bloomberg.
    • Nilai tukar rupiah melemah tajam hingga menyentuh level Rp17.000 per dolar AS, menandai tekanan besar terhadap mata uang domestik di tengah sentimen global yang memburuk.
    • Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa jika harga minyak mencapai US$92 per barel, defisit APBN Indonesia bisa melebar hingga 3,6%. 
    • Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengingatkan masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi kesulitan yang bisa muncul akibat perang di Timur Tengah. 
    • Perdagangan pertanian antara Indonesia dan Vietnam telah menembus US$14 miliar dan masih dinilai punya ruang tumbuh lebih besar. 
    • Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa konflik Iran versus AS–Israel berpotensi menekan ekonomi Indonesia melalui lonjakan harga energi, tekanan inflasi, dan meningkatnya ketidakpastian pasar global. 

    Kalender Makroekonomi

    Mar 10, 2026 U.S. Existing Home Sales U.S. Existing Home Sales
    Actual: 4.09M
    Forecast: 3.89M
    Previous: 4.02M
    → Penjualan rumah AS secara mengejutkan naik ke 4,09 juta unit, melampaui prediksi dan menunjukkan sektor properti masih tangguh meski bunga tinggi.

    Data ini menjadi sentimen Bearish bagi kripto karena ekonomi yang terlalu kuat memberi alasan bagi The Fed untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga memicu penguatan Dolar AS (DXY) yang menekan harga aset berisiko.

    Mar 11, 2026 U.S. Consumer Price Index (CPI) YoY U.S. Consumer Price Index (CPI) YoY
    Actual: 2.4%
    Forecast: 2.4%
    Previous: 2.4%
    → Inflasi tahunan AS (CPI) bertahan stabil di level 2.4%, sesuai dengan ekspektasi pasar dan angka bulan sebelumnya.

    Data ini menjadi sentimen Netral-ke-Bullish bagi kripto karena menunjukkan inflasi tidak lagi melonjak naik (terkendali), sehingga memberikan kepastian bagi investor bahwa The Fed kemungkinan besar tidak akan menaikkan suku bunga lagi.

    Meskipun tidak ada kejutan penurunan yang drastis, stabilitas ini meredam volatilitas negatif dan menjaga ekspektasi pasar akan adanya pemangkasan suku bunga (rate cut) secara bertahap di masa mendatang.

    Mar 12, 2026 U.S. Initial Jobless Claims U.S. Initial Jobless Claims (Mar 12, 2026)
    Actual: – (Akan dirilis 12  Mar 2026)
    Forecast: 214.00K
    Previous: 213.00K
    → Pasar memprediksi klaim pengangguran mingguan akan naik tipis ke 214.000. Jika angka Actual nanti malam dirilis lebih tinggi (misal >220K), ini akan menjadi sentimen Bullish bagi kripto karena menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja yang mendesak pemangkasan suku bunga.

    Namun, jika angka dirilis di bawah 214K (Bearish), ini menunjukkan ekonomi AS masih terlalu kuat, sehingga The Fed tidak punya alasan untuk segera melonggarkan kebijakan moneter.

    Mar 13, 2026 (Jan) U.S. Core PCE Price Index YoY U.S. Core PCE Price Index YoY (Mar 13, 2026)
    Actual: – (Akan dirilis 13 Mar 2026)
    Forecast: 3.1%
    Previous: 3.0%
    → Inflasi inti PCE, indikator favorit The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga, diprediksi naik tipis ke 3,1%. Data ini menjadi sentimen Bearish bagi kripto jika angka Actual besok terbukti naik atau sesuai ekspektasi, karena menunjukkan tekanan harga masih membandel (sticky) dan menjauhkan peluang pemangkasan suku bunga.

    Sebaliknya, jika rilis angka di bawah 3,0% (Bullish), pasar kripto akan merespons positif sebagai tanda inflasi benar-benar melandai.

    Kesimpulan Data penjualan rumah dan stabilnya inflasi CPI menunjukkan ekonomi AS masih tangguh, membuat pasar kini tertuju pada rilis klaim pengangguran serta potensi kenaikan Core PCE ke 3,1% besok yang berisiko memicu sentimen bearish jika data  inflasi inti terbukti masih menguat..

    Perkembangan Regulasi Kripto

    Platfrom exchange kripto asal Korea Selatan, Bithumb. Foto: Getty Images.
    Platfrom exchange kripto asal Korea Selatan, Bithumb. Foto: Getty Images.
    • Exchange crypto Korea Selatan, Bithumb, menghadapi ancaman suspensi parsial selama enam bulan setelah otoritas menemukan kegagalan dalam kepatuhan anti pencucian uang
    • Bank kripto Swiss, Amina, telah bergabung dengan 21X sebagai peserta perbankan yang teregulasi untuk menghubungkan lembaga keuangan tradisional dengan pasar berbasis blockchain dalam menerbitkan sekuritas yang ditokenisasi.
    • Exchange crypto di Thailand membekukan sekitar 10.000 akun yang diduga digunakan untuk mencuci uang ilegal, seiring dengan peningkatan upaya negara tersebut untuk memberantas akun-akun yang disebut sebagai akun perantara 
    • Binance menggugat Wall Street Journal atas artikel Februari yang menyinggung arus crypto terkait Iran dan menyebut tuduhan tersebut palsu serta mencemarkan nama baik.
    • Senator AS, Adam Schiff, mengajukan RUU TARUHAN KEMATIAN yang secara eksplisit akan melarang prediction market terkait dengan terorisme, perang, pembunuhan, dan kematian individu.

    Adopsi Kripto oleh Institusi

    • Nasdaq bermitra dengan Kraken untuk mengadopsi tokenized equities berbasis issuer-centric, yaitu pendekatan yang menempatkan emiten sebagai pihak utama dalam struktur tokenisasi saham.
    • Strategy menghabiskan dana sebesar $1,28 miliar untuk membeli 17.994 bitcoin pada 9 Maret, dengan total kepemilikannya menjadi 738.731 BTC yang bernilai sekitar $50 miliar dengan harga saat ini.
    • Meta mengakuisisi Moltbook, sebuah jejaring sosial untuk AI agent, menandakan minat perusahaan teknologi besar terhadap infrastruktur sosial dan distribusi interaksi antar-agent. 
    • Bank Sentral Eropa meluncurkan rencana untuk mengadopsi keuangan berbasis token untuk memperkuat otonomi keuangan Uni Eropa.
    • Mastercard meluncurkan program kemitraan kripto dengan 85 perusahaan untuk membangun transfer lintas batas, pembayaran B2B, dan pembayaran global.

    Performa Pasar Kripto Mingguan

    Minggu ini, pasar kripto memperlihatkan perputaran arus modal (capital flow) yang sangat tajam. Jika minggu lalu fokus investor tertuju pada infrastruktur dan ekosistem bursa, kali ini likuiditas ritel kembali membanjiri sektor hiburan digital dan spekulasi tinggi. Rotasi ini menandakan kembalinya selera risiko (risk appetite) pelaku pasar yang berbondong-bondong memburu narasi GameFi (permainan kripto), NFT, dan ekosistem Meme.

    📈 Highlights:

    • Kebangkitan Besar Sektor GameFi & NFT 🎮🖼️ Gaming Guild melesat di posisi puncak dengan lonjakan spektakuler +155%, disusul kuat oleh sektor Play To Earn (+102%), Gaming (+45.67%), dan Arcade Games (+23.32%). Tren positif ini juga menjalar ke sektor NFTs & Collectibles yang mencetak kenaikan +50.64%.
    • Euforia Ekosistem Meme & Ekosistem Baru 🐶🔥 Selain gaming, gairah spekulasi juga terlihat dari meroketnya Four.Meme Ecosystem sebesar +134% dan sektor Moltbook and Openclaw yang tumbuh +86.13%. Di sisi lain, Binance Launchpool naik +43.13% dan Binance Launchpad naik +26.46%. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih terus memburu potensi keuntungan dari peluncuran token-token baru di bursa besar.
    • Top Gainers (Pertumbuhan Relatif Stabil) 🚀 Token QUBIC memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan +50.21%, diikuti oleh SIREN (+42.83%) dan AKT (+28.87%). Menariknya, meskipun pertumbuhan level sektoral (seperti Gaming dan Meme) mencapai ratusan persen, daftar koin individu teratas justru menunjukkan persentase pertumbuhan yang lebih “kalem” dan sehat. Ini mengindikasikan bahwa lonjakan ekstrem di level sektoral tadi kemungkinan besar didorong oleh ledakan harga pada koin-koin berkapitalisasi sangat kecil (micro-cap) yang berada di dalam ekosistem tersebut.

    Pergerakan Harga Bitcoin

    Daily Chart Bitcoin – TradingView

    Pada minggu sebelumnya, Bitcoin diprediksi apabila ia tidak bisa mempertahankan Breakout dan membentuk Higher Low di Fibonacci 0.786 (70,196.3) – 0.886 (71,164.8), maka akan membentuk deviasi dan false breakout yang terjadi beneran pada minggu ini. Lalu, bagaimana selanjutnya?

    Pada timeframe daily, harga menunjukkan adanya kegagalan dari mempertahankan resistance became support di Fibonacci 0.786 (70,196.3) – 0.886 (71,164.8), maka pada hari-hari selanjutnya, akan sangat sulit untuk memprediksi ke mana arah Bitcoin karena Bitcoin secara resmi kembali masuk ke range Sideways sebelumnya. Meski demikian, ia tetap bisa diprediksi bisa turun hingga titik Liquidity bawahnya seperti analisa sebelum-sebelumnya di Fibonacci Retracement 0.786 (62,625.5).

    Kemudian, pada timeframe Weeklynya menunjukkan adanya rebound dari candle sebelumya yang membentuk Inverse Hammer yang mengindikasikan adanya perubahan tren secara jangka panjang meski RSI nya masih belum bisa menembus garis trennya dan angka >50. Artinya, Bitcoin secara jangka pendek masih sideways, tetapi secara jangka panjang bisa bullish.

    Daily:

    • Harga Bitcoin pada timeframe daily kembali sideways dari breakout sebelumnya

    Weekly:

    • Harga Bitcoin pada timeframe weekly membentuk candle hijau yang mengindikasikan adanya perubahan trend secara jangka panjang.

    🔭 Short-Term Projection:

    Bullish Case:

    • Bitcoin dapat dikatakan Bullish apabila berhasil menembus Resistance angka 70K nya.

    ⚠️ Bearish Case:Bitcoin kembali Sideways dalam keadaan yang tidak menentu arahnya dan dapat diprediksi kembali menurun hingga liquidity bawahnya pada Fibonacci Retracement 0.786 (62,625.5).

    Analisis Data On-Chain Bitcoin

    Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week

    Bitcoin saat ini berada dalam fase sideways setelah mengalami volatilitas harga. Peta likuiditas memperlihatkan dengan jelas ke mana arah “magnet” harga selanjutnya yang sedang diincar oleh pasar:

    • Tembok Resistance ($72.000): Terlihat garis kuning yang sangat terang menumpuk tepat di level $72.000. Ini adalah kumpulan likuiditas posisi Short yang cukup tebal dan bertindak sebagai “magnet” utama terdekat untuk menarik harga kembali naik ke atas.
    • Support Bawah ($66.000 – $68.000): Di sisi bawah, bantalan likuiditas telah bergeser dan menebal di kisaran $66.000 hingga $68.000. Area ini kini berfungsi sebagai lantai pijakan (support) yang krusial untuk menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam jika tekanan jual kembali datang.

    🔍 Insight:

    • Pasar cenderung mengejar kumpulan likuiditas yang paling tebal dan terdekat; dengan adanya ‘magnet’ kuning terang di $72.000, Bitcoin memiliki dorongan kuat untuk menguji atap tersebut, selama bantalan pelindung di area $66.000-$68.000 tetap solid menjaga momentum bawah.

    Bitcoin: Exchange Reserve – All Exchanges

    Data on-chain terbaru memperlihatkan fenomena kelangkaan pasokan Bitcoin yang semakin nyata. Jumlah Bitcoin yang siap dijual di bursa kripto terpusat (Exchange Reserve) terus mengalami penyusutan secara drastis.

    • Rekor Terendah Sejak 2019: Grafik garis biru menunjukkan cadangan Bitcoin di bursa anjlok hingga menyentuh angka 2,7 Juta BTC. Angka ini mengulang kembali titik terendah pada tahun 2019, meneruskan tren penarikan aset secara besar-besaran yang sudah dimulai sejak keruntuhan bursa FTX.
    • Aksi Borong Institusi: Penurunan suplai ini dipercepat secara agresif sejak kehadiran ETF Spot Bitcoin. Institusi raksasa dan kas perusahaan (treasury company) memborong aset dan menariknya keluar dari bursa untuk disimpan secara pribadi, sehingga menguras likuiditas pasar secara masif.

    🔍 Insight: Semakin sedikit Bitcoin yang tersedia di bursa, semakin kecil kemungkinan terjadinya aksi jual massal; fenomena kelangkaan pasokan (supply shock) ini menjadi fondasi bullish yang sangat kuat, karena ke depannya pembeli harus bersaing memperebutkan sisa koin yang semakin terbatas.

    BTC: Multi Exchange Open Interest

    Pasar derivatif (berjangka) Bitcoin saat ini sedang mengalami penurunan drastis, di mana minat spekulasi dari para pelaku pasar terlihat merosot tajam.

    • Anjloknya Kontrak Aktif (Open Interest): Grafik memperlihatkan Open Interest (total kontrak perdagangan yang masih terbuka/aktif) anjlok secara serempak di hampir seluruh bursa besar. Khusus di bursa Binance, penurunan tajam ini membentuk pola yang sangat mirip dengan momen ketika Bitcoin berhasil membangun pijakan dasar (bottom) yang kuat pada bulan April 2025 lalu.
    • Investor Ritel Menurun: Sejalan dengan menurunnya Open Interest, arus masuk uang dari kalangan investor ritel ke bursa juga menyusut sangat signifikan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa para investor kecil sedang menahan diri dan mengurangi aktivitas spekulasi atau trading berisiko tinggi.

    🔍 Insight:Turunnya Open Interest secara tajam ini justru merupakan proses yang menyehatkan karena pasar sedang ‘dibersihkan’ dari utang spekulatif (leverage); secara historis, kondisi pasar yang bersih dari spekulasi ritel berlebihan ini sering menjadi pertanda awal terbentuknya titik harga terendah (bottoming) sebelum tren kembali memantul naik.

    Bitcoin: Supply in Loss

    Data on-chain menunjukkan bahwa penderitaan psikologis pelaku pasar sedang meningkat seiring dengan penurunan harga baru-baru ini.

    • Lonjakan Posisi Rugi: Grafik memperlihatkan bahwa persentase suplai Bitcoin yang berstatus rugi (dibeli pada harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini) merangkak naik secara signifikan hingga mendekati area 40–45%.
    • Fase Koreksi Dalam: Berdasarkan pola historis yang ditandai oleh kotak-kotak merah, level kerugian sebesar ini umumnya muncul ketika pasar sedang melalui fase transisi menuju bear market (tren turun) atau sedang mengalami koreksi harga yang cukup parah.

    🔍 Insight: Semakin banyak porsi investor yang ‘nyangkut’ atau berada dalam kondisi rugi, pasar akan terasa semakin berat untuk naik karena rawan tekanan jual; namun, tingkat kerugian massal seperti ini biasanya menandakan fase kapitulasi (cuci gudang) yang sering menjadi prasyarat sebelum siklus pasar berbalik arah.

    Altcoin Update

    Perkembangan Proyek Altcoin

    DoubleZero akan memulai Phase II dari DoubleZero Delegation Program (DZDP), sebuah upgrade staking/infrastruktur yang berfokus pada peningkatan performa validator dan diversifikasi geografis jaringan Solana. Program ini mencakup ekspansi delegasi validator ke beberapa wilayah baru serta penguatan fitur multicast yang diposisikan sebagai milestone penting bagi ekosistemnya.

    Pudgy Penguins meluncurkan pengalaman game baru bernama Pudgy World yang diposisikan sebagai momen ‘Club Penguin’-nya, dengan pendekatan produk yang terasa ramah pengguna dan tidak terlalu menonjolkan elemen crypto secara frontal.

    TRON bergabung dengan Agentic AI Foundation dan mengarahkan fokus pada pembangunan payment rails untuk AI agent. Langkah ini menempatkan TRON ke dalam persimpangan dua narasi besarkripto dan agentic AI—dengan tujuan menjadikan infrastrukturnya relevan untuk pembayaran mesin-ke-mesin dan transaksi otonom di masa depan.

    Virtuals Protocol memperkenalkan ERC-8183, sebuah standar yang dirancang untuk memungkinkan AI agent memiliki aset, menyimpan state, dan mentransfer value secara native onchain.

    Vitalik Buterin mendorong Ethereum dengan  konsep DVT-Lite untuk mempermudah proses setup validator Ethereum. Gagasan ini berfokus pada penyederhanaan akses ke validator yang lebih terdistribusi, sehingga partisipasi staking bisa menjadi lebih mudah tanpa mengorbankan terlalu banyak aspek desentralisasi dan ketahanan jaringan.

    Analisis On Chain Altcoin

    Data on-chain menunjukkan sekitar 38% altcoin saat ini diperdagangkan dekat all-time low historisnya, menandakan tekanan ekstrem di pasar altcoin. Kondisi ini mencerminkan kombinasi lemahnya permintaan terhadap aset berisiko, konsentrasi likuiditas ke Bitcoin, serta semakin ketatnya persaingan modal di antara ribuan aset kripto di luar BTC, ETH, dan stablecoin.

    Data On-Chain menunjukkan sekitar 1,1 juta alamat baru bertambah dalam jaringan Solana dalam 24 jam, tetapi momentum pertumbuhan alamat secara umum masih melemah dan bahkan mendekati rata-rata tahunan.

    Open interest XRP turun tajam di hampir semua exchange besar, menandakan aktivitas spekulatif dan appetite leverage sedang melemah setelah reli menuju puncak Juli 2025. Meski begitu, Binance masih memimpin dengan open interest sekitar US$222 juta, disusul Bybit di sekitar US$195 juta, sementara level saat ini tetap jauh di bawah puncak pertengahan 2025.

    Data On-Chain menunjukkan aktivitas jaringan Ethereum meningkat tajam dengan jumlah alamat aktif mencapai salah satu level tertinggi dalam sejarah jaringan. Pada grafik, alamat aktif terbaru berada di sekitar 514 ribu dan sempat melonjak lebih tinggi, menunjukkan partisipasi pengguna yang terus menguat meski pergerakan harga ETH sendiri masih terlihat campuran dan belum sepenuhnya stabil.

    Data On-Chain stablecoin marketcap mencetak rekor tertinggi baru, menandakan likuiditas dolar onchain terus bertambah. Namun, kenaikan ini belum otomatis mengalir ke pasar crypto spot, menunjukkan bahwa sebagian besar modal masih memilih bertahan di bentuk stabil sambil menunggu kejelasan arah risiko dan peluang yield yang lebih menarik.

    Token Unlock (09–13 Maret 2026)

    Menuju minggu ketiga bulan Maret 2026, pasar kripto akan diuji oleh pelepasan token dengan skala dilusi yang sangat ekstrem. Sorotan utama minggu ini adalah adanya fenomena ‘tsunami’ suplai dari beberapa proyek yang akan melepas lebih dari 50% hingga 80% suplainya sekaligus. Ini adalah momen krusial di mana investor harus sangat jeli membedakan mana aset yang aman disimpan dan mana yang berpotensi terjun bebas karena inflasi suplai (penambahan jumlah koin) yang tak terbendung.

    🔍 Highlight Unlock

    • 🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Minggu ini perhatian penuh tertuju pada status “Zona Bahaya” yang dipegang oleh STBL (STBL) dan Bedrock (BR). Pada tanggal 16 Maret, STBL akan melepas token setara 83.3% dari kapitalisasi pasarnya, disusul oleh Bedrock sebesar 62.5% pada 20 Maret. Selain itu, RateX (RTX) dengan rilis 29.2%, RollX (ROLL) sebesar 28%, dan Yooldo (ESPORTS) sebesar 27.5% juga masuk dalam area merah pekat yang berpotensi memicu tekanan jual ekstrem. Proyek raksasa seperti LayerZero (ZRO) juga patut diwaspadai karena akan merilis suplai sebesar 10.3% (senilai $49.34 Juta).
    • 🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Di kategori risiko sedang, waspadai Kaito (KAITO) yang akan menambah suplai beredar sebesar 7.28% pada 20 Maret. Token lain yang perlu dipantau ketat adalah Polyhedra (ZKJ) dengan rilis 6.23% dan DeAgentAI (AIA) sebesar 6.02%. Penambahan suplai di kisaran ini sering kali memicu “guncangan” harga sementara dan volatilitas tinggi, terutama jika permintaan beli dari pasar sedang sepi.
    • 🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Kabar tenang bagi pemegang token Layer-2 dan ekosistem solid. Raksasa jaringan seperti Arbitrum (ARB) hanya mencatatkan penambahan suplai 1.56%, begitu pula zkSync (ZK) yang sangat aman di angka 1.88%. Proyek populer lainnya seperti ApeCoin (APE) merilis 1.49% dan komunitas NFT Pudgy Penguins (PENGU) sebesar 1.12%. Angka rilis di bawah 5% ini umumnya dianggap sebagai emisi rutin yang bisa diserap pasar dengan mudah tanpa merusak tren harga jangka panjang.

    💡 Analisis untuk Investor/Trader:

    • Hindari “Tsunami Suplai” (STBL & BR): Sangat disarankan untuk menjauh atau wait and see pada aset seperti STBL dan Bedrock (BR). Melepas suplai lebih dari 60%-80% dalam satu hari adalah resep pasti untuk jatuhnya harga. Jangan mencoba “menangkap pisau jatuh”; biarkan pasar merespons dan menyerap supply shock tersebut terlebih dahulu.
    • Waspada Volatilitas Layer-0 (ZRO): Dengan rilis yang menyentuh dua digit (10.3%), token raksasa seperti LayerZero (ZRO) kemungkinan besar akan menghadapi tekanan jual dari pihak internal atau investor awal yang ingin mencairkan keuntungan. Trader harian (scalper) bisa bersiap menghadapi volatilitas ini, namun investor disarankan berhati-hati terhadap fluktuasi harga saat tanggal rilis tiba.
    • Peluang Serok Bawah (ARB & ZK): Bagi investor fundamental, periode unlock pada proyek Layer-2 solid seperti Arbitrum (ARB) atau zkSync (ZK) sering kali tidak berdampak signifikan. Apabila terjadi “koreksi psikologis” (penurunan harga sesaat karena kepanikan ritel), ini justru berpotensi menjadi peluang ideal untuk akumulasi aset (buy the dip) dengan harga diskon sebelum pasar kembali pulih.

    Pasar kripto minggu ini mengalami fase koreksi dan pelemahan. Market Cap & Volume turun  $2.38 Triliun (-2.75%), CoinMarketCap 100 Index juga ke level $136.54 (-3.10%). Fear & Greed sedikit mereda di angka 26. Di sisi lain, CMC Altcoin Season Index naik ke skor 39/100. Angka ini menegaskan bahwa ‘Bitcoin Season’ masih menjadi narasi utama pasar.

    Walaupun sedang terjadi koreksi makro dan sentimen yang berhati-hati, kenaikan pada indeks altcoin ini mengindikasikan bahwa sebagian likuiditas mulai mencoba mencari peluang dengan melakukan rotasi modal awal ke aset-aset altcoin, meskipun secara umum postur investor masih sangat defensif.

    🔮Outlook Minggu Depan:

    ✅Harga Bitcoin pada timeframe daily kembali sideways dari breakout sebelumnya

    • Bullish case: Bitcoin dapat dikatakan Bullish apabila berhasil menembus Resistance angka 70K.
    • Bearish case: Bitcoin kembali Sideways dalam keadaan yang tidak menentu arahnya dan dapat diprediksi kembali menurun hingga liquidity bawahnya pada Fibonacci Retracement 0.786 (62,625.5).

    Zona likuidasi & teknikal:

    • Zona $72.000 ➜ Menjadi resistance terdekat sekaligus magnet utama; tumpukan likuiditas posisi Short di level ini sangat tebal (terlihat dari garis kuning terang) dan berpotensi menarik harga ke atas.
    • Zona $66.000 – $68.000 ➜ Area support (batas bawah) paling krusial yang berfungsi sebagai bantalan likuiditas terkuat untuk mencegah harga jatuh lebih dalam jika terjadi tekanan jual susulan.

    Narrative utama: 

    • Sektor Gaming Guild (+155%) dan Four.Meme Ecosystem (+134%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke narasi permainan berbasis kripto (GameFi) dan spekulasi koin meme.
    • Token QUBIC mencatat kenaikan tertinggi sebesar (+50.21%), disusul oleh lonjakan pada SIREN (+42.83%) dan AKT (+28.87%).

    On-chain Insight & Derivatif:

    • Bitcoin: Exchange Reserve ➜ Anjlok ke level terendah sejak 2019
    • Multi Exchange Open Interest ➜ Turun tajam di berbagai bursa
    • Bitcoin: Supply in Loss (%) ➜ Melonjak ke area 40–45%

    Fokuskan investasi pada sektor Gaming Guild dan Four.Meme Ecosystem yang terbukti paling menguntungkan saat ini. Hindari aset dengan token unlock ekstrem seperti STBL (~83.3%) dan Bedrock (~62.5%) untuk mencegah risiko harga anjlok. Sebaliknya, manfaatkan momen koreksi ini untuk cicil beli (DCA) proyek solid beremisi rendah seperti Arbitrum (ARB) dan zkSync (ZK).

    Dengan mental pasar yang masih tertahan di zona ‘Fear’ (26) dan kuatnya Bitcoin Season (39), prioritaskan perlindungan modal. Batasi porsi aset berisiko tinggi, lakukan scalping (ambil untung cepat) pada sektor yang sedang tren, dan pastikan Anda tetap memegang uang tunai (cash).

    Edukasi Kripto

    Membedah “Tokenomics” – Rahasia di Balik Nilai Sebuah Koin Kripto

    Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa ada koin kripto yang harganya bisa meroket ribuan persen, tapi ada juga yang perlahan mati dan harganya anjlok mendekati nol? Jawabannya sering kali terletak pada Tokenomics.

    Secara sederhana, Tokenomics (gabungan dari kata Token dan Economics) adalah aturan main ekonomi dari sebuah aset kripto. Ini ibarat “cetak biru” atau fondasi yang menentukan apakah sebuah koin punya masa depan atau hanya sekadar skema cepat kaya.

    Berikut adalah 4 pilar utama Tokenomics yang wajib dipahami sebelum berinvestasi:

    • 📦 1. Suplai (Ketersediaan Koin): Hukum ekonomi dasar: jika barang langka dan banyak yang cari, harganya naik. Dalam kripto, ada istilah Max Supply (batas maksimal koin yang bisa diciptakan, contoh: Bitcoin hanya ada 21 juta) dan Circulating Supply (jumlah koin yang saat ini beredar di pasar). Jika sebuah koin tidak memiliki batas maksimal suplai dan terus dicetak (inflasi tinggi), harganya akan semakin tidak berharga seiring berjalannya waktu.
    • 🥧 2. Alokasi (Distribusi Koin): Penting untuk melihat ke mana koin didistribusikan saat pertama kali dibuat. Jika porsi untuk Tim Pengembang dan Investor Awal terlalu besar (misalnya di atas 50%), ini adalah bendera merah (red flag). Mengapa? Karena mereka memegang kendali penuh dan bisa membuang (menjual) koin mereka kapan saja ke investor ritel. Alokasi yang sehat biasanya mengutamakan porsi besar untuk pertumbuhan komunitas dan ekosistem.
    • 3. Jadwal Rilis (Vesting & Token Unlock) Ini adalah metrik yang kita bahas sebelumnya. Proyek kripto yang sehat tidak akan memberikan semua koinnya ke investor awal di hari pertama. Koin tersebut akan “dikunci” (vesting) dan dilepas perlahan ke pasar (token unlock) selama beberapa bulan atau tahun. Tujuannya agar harga tidak hancur lebur karena aksi jual serentak.
    • ⚙️ 4. Utilitas (Fungsi Koin) Koin yang bagus harus punya alasan kuat mengapa orang harus membelinya, selain sekadar spekulasi harga. Apakah koin itu dipakai untuk membayar biaya transaksi (gas fee)? Apakah dipakai untuk hak suara (governance)? Atau apakah koin itu akan “dibakar” (burn) sebagian agar semakin langka? Tanpa utilitas yang jelas, sebuah koin tidak akan bisa bertahan dalam jangka panjang.

    🔍 Kesimpulan: Membeli aset kripto tanpa memahami tokenomics-nya sama seperti membeli bisnis tanpa melihat laporan keuangannya; proyek dengan teknologi canggih pun bisa hancur harga tokennya jika jadwal inflasi dan rilis suplainya dirancang dengan buruk.

    Pengumuman

    Tokocrypto Hadirkan Program TKO Lock dan Treasure Hunt Berhadiah di 4 Kota

    Tokocrypto kembali menghadirkan dua program menarik bagi komunitasnya, yaitu TKO Lock dengan APR hingga 10% serta Treasure Hunt berhadiah spesial yang berlangsung di beberapa kota di Indonesia.

    Program TKO Lock memungkinkan pengguna mengunci aset TKO selama 30 hari untuk mendapatkan hadiah harian secara konsisten. Dalam skema ini, setiap penguncian minimal 5.000 TKO berpotensi memberikan estimasi imbal hasil tahunan (APR) hingga 10%.

    Program ini tidak hanya memberikan peluang bagi pengguna untuk memperoleh imbal hasil tambahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekosistem TKO secara berkelanjutan. Adapun batas penguncian yang berlaku adalah minimal 5.000 TKO dan maksimal 15.000 TKO, dengan aset yang dikunci tidak dapat dijual hingga periode 30 hari berakhir.

    Treasure Hunt di 4 Kota

    Selain itu, Tokocrypto juga mengadakan Tokocrypto Treasure Hunt yang digelar di empat kota di Indonesia. Dalam program ini, peserta dapat mencari voucher Treasure Hunt yang tersembunyi untuk berkesempatan mendapatkan hadiah spesial.

    Voucher yang ditemukan berlaku hingga 31 Maret 2026 dan dapat diklaim dengan beberapa langkah. Peserta perlu membuat konten di media sosial seperti Instagram, X, atau TikTok yang menampilkan voucher tersebut, lalu menandai akun resmi @tokocrypto. Setelah itu, peserta harus mengirimkan bukti klaim melalui DM Instagram Tokocrypto berupa foto voucher serta UID akun Tokocrypto untuk proses verifikasi.

    Melalui dua program ini, Tokocrypto tidak hanya memberikan insentif bagi pengguna platform, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif bagi komunitas kripto di Indonesia.

    Baca juga: Web4 Muncul: Era Baru Internet Saat AI Bisa Bertindak Sendiri


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Snapshot RNGR Digelar, Ranger Distribusikan 5 Juta USDC ke Holder

    Ekosistem kripto kembali menghadirkan program distribusi dana bagi komunitasnya.

    Proyek Ranger Token (RNGR) dijadwalkan melakukan snapshot holder sebagai bagian dari rencana distribusi dana sebesar 5.047.250 USDC kepada para pemegang token.

    Menurut laporan Coinmarketcal, Snapshot tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret pukul 11 PM UTC, atau sekitar 4 PM PST, dan akan menjadi dasar penentuan siapa saja yang berhak menerima bagian dari distribusi dana tersebut.

    Program ini diumumkan oleh MetaDAO, yang menyatakan bahwa dana USDC telah dipindahkan dari treasury dan liquidity pool proyek untuk kemudian dibagikan kepada komunitas pemegang RNGR.

    Distribusi ini menarik perhatian pasar karena jumlah dana yang dibagikan tergolong besar dan berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan token menjelang maupun setelah snapshot dilakukan.

    Baca Juga: Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

    Detail Distribusi 5 Juta USDC

    Dalam pengumuman resmi, MetaDAO mengonfirmasi bahwa total 5.047.250 USDC telah dialokasikan untuk dibagikan kepada para holder RNGR.

    Dana tersebut sebelumnya berada dalam treasury proyek dan liquidity pool, kemudian dipindahkan untuk tujuan distribusi kepada komunitas.

    Sebagai bagian dari mekanisme program ini, snapshot akan mencatat jumlah kepemilikan RNGR di setiap wallet pada waktu yang telah ditentukan.

    Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan besaran distribusi USDC yang akan diterima masing-masing holder.

    Namun, proyek juga memberikan catatan penting terkait kelayakan (eligibility) bagi pemegang token.

    Holder RNGR yang menyimpan token di centralized exchange (CEX) atau dalam liquidity pool disarankan untuk memindahkan token mereka ke wallet pribadi sebelum waktu snapshot agar tetap memenuhi syarat menerima distribusi.

    Langkah ini penting karena sistem snapshot biasanya hanya menghitung token yang berada di alamat wallet yang dapat diverifikasi secara langsung di blockchain.

    Potensi Dampak pada Pergerakan Harga RNGR

    Program distribusi dana dalam ekosistem kripto sering kali berdampak langsung terhadap pergerakan harga token terkait.

    Menurut analis, skema seperti ini sering memicu akumulasi token menjelang snapshot, karena investor ingin memastikan mereka masuk dalam daftar penerima distribusi.

    Sementara itu, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa nilai distribusi ini cukup signifikan bagi komunitas RNGR.

    “Untuk RNGR, distribusi USDC sebesar ini cukup material dan berfungsi seperti one-time dividend yang bisa mendorong akumulasi menjelang snapshot. Tapi setup seperti ini juga klasik buy the rumor, sell the news: setelah snapshot selesai, tekanan ambil untung bisa meningkat tajam dan volatilitas kemungkinan tetap tinggi di sekitar event,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pola buy the rumor, sell the news memang cukup sering terjadi dalam berbagai event kripto, mulai dari airdrop hingga pembagian reward komunitas.

    Investor biasanya membeli token sebelum event berlangsung untuk mendapatkan manfaatnya, kemudian menjual setelah snapshot selesai.

    Snapshot dan Airdrop dalam Ekosistem Kripto

    Snapshot merupakan mekanisme yang umum digunakan dalam dunia kripto untuk menentukan hak distribusi token, airdrop, atau reward komunitas.

    Pada waktu tertentu yang telah ditetapkan, sistem akan mengambil data kepemilikan token di blockchain. Data ini kemudian menjadi dasar pembagian reward kepada holder yang memenuhi syarat.

    Program seperti ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan partisipasi komunitas, memperkuat loyalitas holder, dan mendorong aktivitas ekosistem.

    Namun, di sisi lain, event snapshot juga sering memicu lonjakan volatilitas harga karena adanya perubahan perilaku trading dari investor.

    Volatilitas Potensial Setelah Snapshot

    Meski program distribusi USDC dapat menarik minat investor, analis juga mengingatkan bahwa volatilitas tinggi kemungkinan terjadi setelah snapshot.

    Hal ini disebabkan oleh investor jangka pendek yang hanya ingin memperoleh distribusi reward, kemudian menjual token mereka setelah snapshot selesai.

    Jika tekanan jual meningkat setelah event berlangsung, harga RNGR dapat mengalami koreksi dalam jangka pendek.

    Karena itu, trader biasanya memantau volume perdagangan, sentimen pasar, dan distribusi token untuk memahami potensi pergerakan harga setelah snapshot.

    Baca Juga: Solana dalam Sorotan: Sentimen Terendah dan Tantangan di Depan

    Dengan demikian, snapshot RNGR untuk distribusi lebih dari 5 juta USDC menjadi salah satu event menarik dalam ekosistem kripto saat ini.

    Dengan jumlah dana yang cukup besar, program ini berpotensi mendorong akumulasi token sebelum snapshot sekaligus meningkatkan aktivitas komunitas.

    Namun, seperti banyak event serupa di pasar kripto, investor juga perlu memperhatikan potensi volatilitas setelah snapshot, terutama jika terjadi aksi ambil untung dalam jumlah besar.

    Bagi holder RNGR, memastikan token berada di wallet pribadi sebelum waktu snapshot menjadi langkah penting agar tetap memenuhi syarat menerima distribusi USDC dari program ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BOB Mainnet Segera Luncurkan Jovian Hardfork

    Ekosistem blockchain kembali menghadirkan pembaruan teknis penting.

    BOB Mainnet dijadwalkan meluncurkan Jovian Hardfork, sebuah peningkatan jaringan yang menjadi bagian dari implementasi OP Stack Upgrade 17.

    Menurut laporan Coinmarketcal, upgrade ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur jaringan, terutama bagi operator node eksternal yang menjalankan layanan pada jaringan BOB.

    Melalui pembaruan ini, tim pengembang ingin memastikan bahwa jaringan tetap kompatibel dengan standar teknologi terbaru dalam ekosistem layer-2 berbasis OP Stack.

    Seiring dengan pengumuman tersebut, operator node di jaringan BOB juga diminta untuk memastikan bahwa infrastruktur mereka telah diperbarui sebelum hardfork diterapkan, guna menghindari potensi gangguan operasional ketika upgrade berlangsung.

    Baca Juga: Shentu (CTK) Siap Upgrade Mainnet, Perkuat Stabilitas Harga?

    Apa Itu Jovian Hardfork?

    Hardfork merupakan salah satu mekanisme pembaruan dalam teknologi blockchain yang memungkinkan perubahan pada aturan protokol jaringan.

    Dalam beberapa kasus, hardfork dapat menghadirkan fitur baru, peningkatan keamanan, atau perbaikan performa jaringan.

    Dalam konteks Jovian Hardfork, fokus utamanya adalah pada pembaruan teknis dan kompatibilitas infrastruktur, bukan perubahan besar pada sistem ekonomi token.

    Upgrade ini merupakan bagian dari integrasi dengan OP Stack, sebuah framework open-source yang banyak digunakan untuk membangun jaringan layer-2 Ethereum.

    OP Stack sendiri dikembangkan oleh **Optimism untuk mendukung ekosistem blockchain yang lebih skalabel dan interoperable.

    Dengan mengikuti pembaruan dalam OP Stack Upgrade 17, jaringan BOB diharapkan dapat tetap kompatibel dengan perkembangan terbaru di ekosistem layer-2.

    Fokus pada Infrastruktur Operator Node

    Salah satu aspek utama dalam upgrade ini adalah peningkatan dukungan bagi operator node eksternal.

    Node operator memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas jaringan, memproses transaksi, serta memastikan sinkronisasi data blockchain secara akurat.

    Melalui Jovian Hardfork, pengembang BOB ingin meningkatkan reliabilitas jaringan serta kompatibilitas dengan komponen teknologi terbaru, sehingga operator node dapat menjalankan sistem dengan performa yang lebih stabil.

    Karena itu, operator diingatkan untuk memperbarui perangkat lunak dan infrastruktur mereka sebelum tanggal hardfork agar dapat tetap terhubung dengan jaringan setelah upgrade selesai.

    Jika node tidak diperbarui tepat waktu, terdapat kemungkinan node tersebut tidak lagi kompatibel dengan versi jaringan terbaru.

    Dampak terhadap Ekosistem dan Pasar

    Meskipun upgrade ini penting dari sisi teknologi, analis menilai bahwa dampak langsungnya terhadap pasar kemungkinan tidak terlalu besar.

    Menurut Tim Research dari **Tokocrypto, pembaruan ini lebih berfokus pada fondasi teknis jaringan dibandingkan perubahan ekonomi token.

    “Untuk BOB, ini adalah upgrade teknis yang penting dari sisi reliabilitas jaringan dan kompatibilitas dengan stack yang lebih luas, tetapi tidak langsung mengubah tokenomics atau insentif pengguna. Efek pasarnya kemungkinan terbatas dan lebih bersifat mendukung fundamental jangka panjang daripada memicu arus spekulatif besar,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun upgrade ini tidak secara langsung memicu lonjakan harga atau aktivitas spekulatif, peningkatan kualitas infrastruktur tetap penting untuk mendukung perkembangan ekosistem dalam jangka panjang.

    Pentingnya Upgrade Infrastruktur Blockchain

    Dalam dunia blockchain, pembaruan jaringan seperti hardfork merupakan bagian penting dari evolusi teknologi.

    Upgrade teknis dapat membantu meningkatkan keamanan, efisiensi transaksi, serta kompatibilitas dengan protokol lain di ekosistem yang lebih luas.

    Bagi proyek blockchain yang ingin berkembang secara berkelanjutan, kemampuan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi menjadi faktor kunci.

    Dengan mengadopsi pembaruan dari OP Stack, BOB Mainnet berupaya memastikan bahwa infrastrukturnya tetap selaras dengan standar teknologi terbaru dalam ekosistem layer-2.

    Baca Juga: Rapatkan Barisan, Proyek Token Privasi Gelar “Why Privacy Matters?”

    Prospek Jangka Panjang BOB

    Walaupun upgrade ini tidak langsung memengaruhi insentif pengguna atau tokenomics, langkah tersebut tetap memiliki arti penting bagi perkembangan jaringan.

    Peningkatan reliabilitas dan kompatibilitas dapat membantu menarik lebih banyak pengembang dan operator node untuk membangun aplikasi di atas jaringan BOB.

    Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memperkuat fondasi teknis ekosistem, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan penggunaan dan aktivitas jaringan.

    Dengan pelaksanaan Jovian Hardfork pada 12 Maret, BOB Mainnet menunjukkan komitmennya untuk terus memperbarui teknologi dan menjaga stabilitas infrastrukturnya di tengah perkembangan pesat industri blockchain global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC dan CFTC Sepakati Koordinasi Pengawasan Kripto AS

    Dua regulator keuangan utama Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC), resmi menandatangani kesepakatan kerja sama untuk meningkatkan koordinasi dalam pengawasan pasar kripto dan sektor keuangan terkait.

    Langkah ini dipandang sebagai upaya penting untuk memperjelas pendekatan regulasi terhadap industri kripto di Amerika Serikat, yang selama beberapa tahun terakhir kerap menghadapi tumpang tindih kewenangan antara regulator.

    Melalui kesepakatan ini, SEC dan CFTC akan memperkuat koordinasi dalam berbagai aspek pengawasan, termasuk pertukaran informasi, investigasi bersama, serta pengembangan kerangka kebijakan yang lebih sinkron.

    Bagi industri kripto global, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa regulator AS mulai bergerak menuju pendekatan yang lebih terintegrasi setelah lama dikritik karena kebijakan yang sering kali membingungkan pelaku industri.

    Baca Juga: Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Mengatasi Tumpang Tindih Regulasi

    Selama bertahun-tahun, industri kripto di Amerika Serikat menghadapi ketidakpastian regulasi karena perbedaan pendekatan antara SEC dan CFTC.

    SEC biasanya mengklasifikasikan banyak aset kripto sebagai sekuritas, yang membuatnya berada di bawah pengawasan hukum pasar modal.

    Sementara itu, CFTC cenderung melihat beberapa aset kripto, terutama Bitcoin dan Ethereum, sebagai komoditas.

    Perbedaan perspektif ini sering menimbulkan kebingungan bagi perusahaan kripto yang beroperasi di Amerika Serikat, terutama dalam menentukan regulator mana yang memiliki otoritas utama atas aktivitas mereka.

    Dengan adanya kesepakatan koordinasi ini, kedua lembaga berupaya memperbaiki komunikasi dan mengurangi konflik kewenangan yang sebelumnya kerap terjadi.

    Langkah ini juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan regulasi yang lebih konsisten bagi pelaku industri.

    Fokus pada Pengawasan Pasar Kripto

    Menurut laporan Cryptobriefing, kesepakatan antara SEC dan CFTC mencakup berbagai aspek penting dalam pengawasan pasar kripto.

    Salah satu fokus utama adalah pertukaran data dan informasi antara kedua lembaga untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.

    Selain itu, regulator juga akan memperkuat koordinasi dalam investigasi terhadap potensi pelanggaran hukum, termasuk manipulasi pasar, penipuan, dan aktivitas ilegal lainnya di sektor kripto.

    Kerja sama ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa pasar keuangan digital berkembang secara lebih transparan dan aman, tanpa menghambat inovasi teknologi blockchain yang sedang berkembang pesat.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Bagi industri kripto, koordinasi antara SEC dan CFTC dapat membawa dua implikasi utama.

    Di satu sisi, kerja sama ini berpotensi mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perusahaan kripto di Amerika Serikat.

    Dengan pendekatan yang lebih terpadu, perusahaan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai aturan yang harus mereka patuhi.

    Namun di sisi lain, koordinasi yang lebih kuat antara regulator juga dapat berarti pengawasan yang lebih ketat terhadap industri kripto.

    Artinya, perusahaan kripto kemungkinan akan menghadapi standar kepatuhan yang lebih tinggi, termasuk dalam hal transparansi operasional dan perlindungan investor.

    Pandangan Analis

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kerja sama antara SEC dan CFTC merupakan perkembangan penting bagi arah regulasi kripto di Amerika Serikat.

    “Dari sudut regulasi, koordinasi seperti ini penting karena dapat mengurangi abu-abu kelembagaan yang selama ini membebani industri crypto di AS. Jika implementasinya benar-benar serius, hasilnya bisa berupa kerangka pengawasan yang lebih konsisten, meski sekaligus berpotensi memperkuat cakupan kontrol regulator terhadap sektor ini,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada bagaimana kedua lembaga menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan nyata.

    Jika koordinasi berjalan efektif, industri kripto di AS dapat memperoleh kepastian hukum yang lebih baik.

    Menuju Kerangka Regulasi yang Lebih Jelas

    Perkembangan ini juga mencerminkan perubahan pendekatan regulator terhadap industri kripto yang semakin matang.

    Seiring dengan meningkatnya nilai pasar dan adopsi teknologi blockchain secara global, regulator keuangan semakin menyadari pentingnya kerangka pengawasan yang jelas dan terkoordinasi.

    Bagi investor dan perusahaan kripto, kepastian regulasi sering dianggap sebagai faktor kunci dalam menentukan keputusan investasi dan ekspansi bisnis.

    Dengan adanya kerja sama antara SEC dan CFTC, Amerika Serikat berpotensi bergerak menuju model pengawasan kripto yang lebih terstruktur.

    Meskipun demikian, industri masih akan memantau bagaimana kesepakatan ini diterapkan dalam praktik, serta apakah koordinasi tersebut benar-benar mampu mengurangi kebingungan regulasi yang selama ini menjadi tantangan utama di pasar kripto AS.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com