Author: 20

  • Kalahkan Litecoin di Pasar Futures, Harga Spot Cardano Ikut Naik

    Kemarin, 25 Februari 2021, Cardano (ADA) baru saja mengalahkan Litecoin (LTC) di pasar futures akibat open interestnya.

    Akibat hal tersebut, harga ADA di pasar spot mengalami apresiasi yang cukup signifikan saat mayoritas pasar crypto mengalami koreksi.

    Ada satu hal yang menjadi penyebab apresiasi di pasar spot dan futures ini yang akan dibahas dalam artikel ini.

    Cardano Kalahkan Litecoin di Pasar Futures

    Cardano berhasil mengalahkan Litecoin akibat open interest yang mencapai sekitar $580 Juta atau Rp8,3 Triliun.

    Data dari Bybt memperlihatkan bahwa apresiasi ini terjadi secara signifikan terutama sejak Bulan Februari 2021.

    prediksi cardano

    Open interest adalah jumlah kontrak futures yang masih belum dilikuidasi atau masih dipegang oleh trader saat penutupan pasar di hari tersebut.

    Sehingga open interest mencerminkan juga volume perdagangan dari pasar futures dengan semakin banyak yang memegang kontrak maka volume dan kapitalisasinya relatif lebih besar.

    Akibat apresiasinya saat ini Cardano menduduki peringkat ketiga terbesar di pasar futures menggeser Litecoin ke peringkat empat.

    cardano

    Data dari Coinmetrics menunjukkan bahwa selama 7 hari terakhir, rata-rata volume perdagangan kontrak futures Litecoin telah dikalahkan secara signifikan oleh Cardano.

    Hal ini disebabkan secara rata-rata volume transaksi Litecoin tidak dapat melebihi Rp28,5 Triliun dan di saat bersamaan, Cardano telah melebihi Rp39,9 Triliun.

    Baca juga: Cardano Mengalahkan Pasar Crypto, Naik 400% di Tahun 2021

    Akibatnya pasar spot saat ini juga terdampak dengan pergerakan Harga ADA yang menjadi salah satu apresiasi di tengah koreksi pasar crypto.

    Mary Mainnet Menjadi Penyebab

    Seluruh apresiasi ini terlihat terjadi akibat dari pembaharuan protokol Cardano.

    Pembaharuan dilakukan melalui hardfork Mary pada mainnet yang sebelumnya telah diumumkan pada 3 Februari 2021.

    Pembaharuan ini menjadi kabar baik akibat sudah ditetapkan tanggal resmi yaitu pada 1 Maret 2021, yaitu dalam tiga hari lagi.

    Pembaharuan Mary ini sudah diuji coba pada testnet publik dan sudah berjalan secara lancar dalam kurun waktu tiga pekan terakhir.

    Mayoritas pasar menunggu kabar ini akibat sentimen positif yang akan datang pada protokol Cardano setelah pembaharuan ini.

    Baca Juga: Mengenal SFP, Inovasi Baru dari Safepal

    Hal ini disebabkan pembaharuan akan membuat Cardano menjadi jaringan multi-aset layaknya Ethereum.

    Selain itu, dengan pembaharuan ini semua orang dapat melakukan penambangan terhadap ADA bersama adanya pembaharuan dompet khusus.

    Pembaharuan dari dompet Yoroi dilakukan dengan adanya tambahan dari dompet versi terbaru Daedalus Flight yang dipublikasi 13 Februari 2021.

    ADA Bergerak Naik Saat Pasar Koreksi

    Oleh karena itu, saat ini ekosistem Cardano terlihat mulai lengkap dan membuat sentimen positif di sekitarnya.

    Bahkan terjadi beberapa pernyataan bahwa Cardano dapat bersaing dengan beberapa jaringan seperti Ethereum dan Binance Smart Chain.

    Sehingga ada kemungkinan bahwa ADA dapat naik secara signifikan, melanjutkan pergerakannya yang terjadi sejak kemarin malam.

    cardano
    Pergerakan 4 Jam ADAUSD

    Untuk saat ini ADA masih terlihat bergerak naik dari sebelumnya mengalami koreksi yang memperlihatkan pola bullish flag kuat pada grafik 4 Jam.

    Kemungkinan besar saat ini batasan utama yang harus dilewati adalah pada $1,2 sebelum dapat naik lebih tinggi lagi.

    Saat ini batas utama berada di $1,1 dan $1,04 yang jika ditembus kemungkinan akan memberikan pertanda pergerakan ke depannya.

    Namun dengan pembaharuan Mary ini, target jangka panjang kemungkinan berada pada $2 hingga $5 yang juga dapat dilihat dari Fibonacci Extensions.

    Oleh karena itu, Cardano layak untuk dipertimbangkan sebagai salah satu mata uang crypto untuk investasi jangka panjang.

    *Disclaimer

    Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cardano (ADA) Curi Panggung Di Tengah Isu Energi Bitcoin

    Mata uang kripto Cardano (ADA) terus menciptakan harga tertinggi barunya selama bulan ini. ADA kini menjadi altcoin yang paling moncer di tengah tren bearish (penurunan) Bitcoin.

    Pada 16 Mei 2021, harga ADA mencapai US$2,25. Harga tersebut merupakan pencapaian harga tertinggi barunya setelah minggu lalu ADA berhasil mencetak all time high. Pencapaian ini sangat mencolok di tengah tren bearish sejumlah altcoin di akhir pekan ini.

    Akhir pekan ini pun ADA berhasil menyalip DOGE di posisi keempat koin bervolume besar versi coinmarketcap. Saat laporan ini ditulis, kapitalisasi pasar ADA mencapai US$70,923,390,963, meningkat 16,51 persen dalam 24 jam terakhir.

    Dari sisi kapitalisasi pasar, ADA menjadi ancaman bagi Binance Coin yang saat ini bertengger di posisi ketiga di bawah BTC dan ETH. Banyak analis yang menilai, ADA bisa saja mempersempit persaingan antara elite altcoin seperti Ethereum dan BNB.

    Baca Juga: Dominasi BTC Makin Tergerus, Terburuk Sejak 3 Tahun Terakhir

    Peningkatan harga ADA saat ini salah satunya dipengaruhi oleh sentimen tentang Bitcoin yang dinilai telah menghabiskan energy secara brutal. Sedangkan, ADA diproyeksikan sebagai cryptocurrency yang ramah lingkungan.

    Berbeda dengan Bitcoin yang memiliki sistem proof-of-work, yang dinilai sangat menguras energy, ADA justru memiliki alternatif dengan menggunakan algoritma konsensus bukti kepemilikan (proof of stake) untuk memvalidasi transaksi.

    Dalam algoritme proof-of-work dalam BTC, penambang berlomba untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks.

    Karena teka-teki ini memiliki kesulitan yang terus meningkat, penambang perlu menjalankan komputer yang lebih kuat, mengoperasikan perangkat keras dan listrik dengan kecepatan yang sangat menguras energi. Sebagai hadiah, jaringan mengeluarkan penambang dengan koin yang baru dicetak.

    Baca Juga: Harga Kian Naik, Bagaimana Ethereum di Masa Depan?

    Sebaliknya, algoritma bukti kepemilikan (proof of stake) milik Cardano memungkinkan mereka yang memiliki jumlah koin terbesar untuk memvalidasi transaksi secara mandiri.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uniswap V3 Kalahkan SushiSwap, Raih Gelar Ini

    Walau berawal kurang mulus, Uniswap V3 telah berhasil mendapatkan gelar baru di pasar bursa terdesentralisasi atau DeX.

    Uniswap V3 telah berhasil mengalami apresiasi dalam volume perdagangan dan membawanya ke peringkat kedua dalam peringkat DeX.

    Uniswap V3 Meraih Gelar Baru

    Sejak 5 Mei 2021, versi ketiga dari Uniswap telah mengalami apresiasi yang cukup signifikan dalam volume transaksi per minggu.

    Saat ini Uniswap V3 juga telah berhasil melewati SushiSwap menurut data dari Messari dan menjadi DeX kedua terbesar di Blockchain Ethereum.

    Dikabarkan bahwa saat ini volume transaksi per minggunya adalah sekitar $6,5 Miliar atau Rp93,5 Triliun.

    Saat ini Uniswap V3 mendapatkan gelar peringkat kedua walau baru saja meluncur kurang dari sebulan, satu peringkat di bawah Uniswap V2.

    Uniswap V2 masih terlihat memimpin peringkat DeX di Blockchain Ethereum dengan transaksi per minggu yang mencapai $12,2 Miliar atau Rp175,6 Triliun.

    Baca Juga: Uniswap Luncurkan V3, Ini Dampaknya untuk Sektor DeFi

    Pertumbuhan ini terlihat oleh salah satu peneliti pada Messari bernama Ryan Watkins yang memprediksi:

    “Dengan pertumbuhannya saat ini, volume transaksi Uniswap V3 dapat melewati volume Uniswap V2 pada akhir tahun. Hal yang mencengangkan dari Uniswap V3 adalah modalnya yang relatif jauh lebih kecil namun pertumbuhannya yang lebih cepat dari V2.”

    Saat ini mayoritas DeX sedang mendapatkan sentimen positif terutama dengan ketetarikan terhadap crypto dan blockchain yang semakin mendalam.

    Persaingan DeX

    SushiSwap, yang saat ini berada di peringkat ketiga pada DeX di Blockchain Ethereum dengan jumlah transaksi per minggu berada di $5,6 Miliar atau Rp80,6 Triliun.

    Dalam jumlah yang terkunci atau TVL, saat ini SushiSwap juga masih kalah dengan Uniswap dimana TVL nya berada hampir 50% di bawahnya.

    Walau saat ini kondisi pasar sedang turun, persaingan ini juga tetap ketat akibat persaingan volumenya yang relatif mirip dengan kondisi pasar saat baik.

    Ryan Watkins menyatakan bahwa Uniswap V3 telah mencapai sekitar 81% dari keseluruhan volume transaksi pada Uniswap V2.

    Kondisi ini sangat menakjubkan akibat jumlah TVLnya yang berada 15% di bawah V2 namun dengan pertumbuhan yang lebih cepat.

    Ia menambahkan saat ini Uniswap V3 memiliki penggunaan TVL untuk likuiditas lebih dari V2.

    Penggunaan tersebut adalah sekitar lima kali lipat lebih banyak, menandakan lebih banyaknya volume.

    Baca Juga: Menilik Bitcoin Secara Teknikal, Bagaimana Pergerakan Selanjutnya?

    Setelah peluncurannya, Uniswap V3 diberikan gelar sebagai ‘Uniflop’. Flop sendiri berarti adalah kegagalan menurut bahasa tidak baku di Bahasa Inggris.

    Hal tersebut disebabkan banyaknya kerumitan dalam sisi operasional dan biaya transaksinya yang diprediksi lebih tinggi dari V2.

    Platform tersebut terlihat telah berhasil meninggalkan gelar tersebut akibat banyaknya perkembangan yang cukup pesat.

    Kesuksesan ini telah berhasil membawa pangsa pasar dari Uniswap menuju 61% dibandingkan DeX pada Ethereum lainnya.

    Nampaknya Uniswap masih terus berjaya. Jika biaya transaksi Ethereum mulai turun, Uniswap dapat terus unggul meninggalkan Pancakeswap.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menilik Bitcoin Secara Teknikal, Bagaimana Pergerakan Selanjutnya?

    Penurunan harga Bitcoin (BTC) pekan ini membuat pasar cryptocurrency berantakan. Harga BTC yang terkoreksi cukup besar membuat sejumlah altcoin terdampak. Penurunan harga BTC terlihat sejak tanggal 10 Mei hingga 19 Mei 2021, sebesar 49%.

    Secara fundamental ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan harga BTC secara ekstrim ini. Diantaranya adalah efek cuitan dari Elon Musk yang mengisyaratkan dirinya akan berfokus meningkatkan efisiensi transaksi dengan DOGE dan menangguhkan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin.

    Selain efek dari Elon Musk, tak lama ini muncul berita bahwa asosiasi perdagangan China melarang aktivitas perdagangan cryptocurrency, hal tersebut serentak direspon oleh penurunan pergerakan harga BTC.

    Meski begitu, banyak spekulasi yang bermunculan bahwa Elon Musk bersama Tesla yang notabene mereka adalah salah satu investor besar pada Bitcoin melakukan aksi jual atau take profit sehingga menyebabkan harga BTC anjlok.

    Namun, hal tersebut dibantah oleh Elon Musk melalui akun Twitter nya. Elon menegaskan bahwa dirinya dan Tesla belum menjual aset BTC mereka.

    Baca Juga: Cuitan Elon Musk Bikin US$ 98 Juta “Menguap” dari Bitcoin

    Isu tersebut menjadi perhatian untuk beberapa big holder BTC lainnya, seperti Michael J. Saylor selaku co-founder dari perusahaan MicroStrategy yang membuat pernyataan bahwa dia bersama MicroStrategy belum menjual aset Bitcoin mereka.

    Pernyataan dari dua tokoh dunia tersebut mendapat respon yang variatif dari kalangan  dunia cryptocurrency, ada yang menanggapi secara positif dan negatif.

    Untuk yang menanggapi secara positif, beranggapan bahwa dengan adanya pernyataan dari dua tokoh tersebut membuat tingkat kepercayaan dunia akan pergerakan harga BTC akan kembali Bullish. Kalangan ini juga percaya BTC akan menyentuh angka $100,000, sehingga kembali memunculkan minat untuk kembali membeli Bitcoin, setelah massive selling beberapa waktu lalu.

    Untuk yang menanggapi secara negatif,  dengan adanya pernyataan dari dua tokoh tersebut, malah meningkatkan ketakutan para BTC Holder lainnya.

    Karena mereka berpikiran bahwa dengan adanya pernyataan dari dua tokoh tersebut belum melakukan aksi ambil untung atau take profit dengan menjual aset BTC mereka, harga BTC sudah turun begitu dalam. Apa yang terjadi apabila para holder BTC yang besar seperti mereka melakukan aksi ambil untung dengan menjual aset Bitcoin nya.

    Baca Juga: Hanya dengan Duduk Manis Bisa Dapat TKO Gratis

    Teknikal Analisis

    Setelah mengalami penurunan yang ekstrim pada tanggal 19 Mei 2021 lalu, pergerakan harga Bitcoin (BTC) berusaha untuk melakukan pullback. Terlihat saat artikel ini dibuat pada tanggal 21 Mei 2021 pukul 10.36 WIB, laju pergerakan BTC sudah mengalami kenaikan sebesar 36% dari penurunan harga pada tanggal 19 Mei 2021.Pada chart Bitcoin/USDT time frame 1 hari, market Binance, pergerakan harga BTC masih dalam laju koreksinya.

    Saat ini pergerakan harga BTC sedang mencoba untuk masuk ke dalam supply area terdekatnya yaitu pada area harga US$42,842-US$45,675. Pada saat laju harga BTC sudah memasuki area ini, ada 2 kemungkinan untuk menentukan pergerakan arah harga BTC kedepannya, yaitu adanya rejection dan breakout.

    1. Rejection

    Apabila pada saat memasuki supply area, pergerakan harga BTC mengalami rejection, maka pergerakan harga BTC akan mengalami koreksi kembali dan kembali ke area harga US$37,000-US$39,000.

    2. Breakout

    Apabila pada saat memasuki supply area, pergerakan harga BTC mengalami breakout atau dapat menembus resistance nya, maka pergerakan harga BTC berpotensi akan terus naik hingga mencapai harga US$49,962.

     

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hanya dengan Duduk Manis Bisa Dapat TKO Gratis

    Saat ini, kondisi market kripto sedang mengalami koreksi. Harga bitcoin sendiri sebagai mother of crypto mengalami penurunan hingga -9,50%. 

    Memang, aset kripto memiliki volatilitas dan fluktuasi yang cukup tinggi. Tergolong sebagai sarana investasi baru, market aset kripto pun belum sepenuhnya terbentuk sehingga memiliki sentimen terhadap isu-isu yang dikaitkan dengan aset itu sendiri. 

    Baca Juga: Bitcoin dan Sejumlah Altcoin Mulai Pullback, Akankah Segera Normal?

    Dalam masa koreksi ini tidak sedikit investor yang panik dan melakukan cut loss, namun momen ini banyak dimanfaatkan bagi sebagian besar investor untuk mengakumulasi kepemilikan aset kriptonya, atau dengan kata lain menjadikan kesempatan “diskon besar-besaran” ini untuk menambah jumlah investasinya di aset kripto. 

    kegiatan minim usaha dengan keuntungan maksimal adalah idolah setiap orang. Walaupun dalam kondisi pasar ini, para investor khususnya user Tokocrypto memiliki kesempatan untuk mendapatkan TKO gratis. 

    Total hadiah 72.000 TKO dibagi-bagikan oleh Tokocrypto dan bisa diperoleh dengan hanya menyelesaikan misi tertentu tiap harinya. 

    Baca selengkapnya disini dan dapatkan TKO gratis, tiap hari! 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Kemungkinan Alasan FUD Cina Membuat Koreksi Besar

    Saat ini mayoritas crypto sedang mengalami koreksi yang cukup besar dengan Bitcoin yang memimpin koreksi sekitar 53% dari harga tertinggi.

    Selain itu, dominasi Bitcoin juga mulai naik kembali ke sekitar 45% yang membuat tekanan signifikan untuk altcoins yang kehilangan dominasi dan apresiasinya.

    Kabar Negatif dari Cina

    Pergerakan depresiasi signifikan ini terjadi setelah adanya kabar negatif dari Cina yang kembali mendorong berita pelarangan perdagangan crypto.

    Walau secara realita crypto sudah selalu memiliki narasi terlarang di Cina sejak 2019 bahkan sejak 2017, saat ini narasinya mulai muncul kembali.

    Baca Juga: Cara-cara Menghindari Kerugian dari FUD di Pasar Crypto

    Namun saat ini narasi FUD ini muncul kembali dengan pernyataan bahwa pemerintah melarang perusahaan keuangan untuk memberi jasa crypto.

    Jasa yang dimaksud adalah pemberitan jasa perdagangan, penyimpanan, peminjaman dan penyelesaian, serta jasa pengelolaan dan alat pembayaran dengan crypto.

    Pernyataan yang tertera pada laporan tersebut adalah,

    “Anggota Institusi keuangan dan jasa pembayaran tidak diperbolehkan untuk memberikan jasa terkait mata uang virtual atau menawarkan secara langsung dan tidak langsung jasa terkait crypto. Jasa tersebut adalah seluruh hal terkait crypto untuk pelanggan termasuk, perdagangan, penitipan, penyimpanan, penyelesaian, penerimaan sebagai alat tukar, dan menukarkan crypto ke RMB (mata uang Cina Renminbi).”

    Akibat kabar ini nampaknya pasar crypto menganggapnya sebagai hal yang negatif dan membuat cukup tingginya tekanan jual yang telah terjadi.

    Dominasi Cina di Crypto

    Kemungkinan besar besarnya dampak ini terjadi akibat besarnya peran Cina dalam keseluruhan pasar crypto.

    Salah satu bukti nyatanya adalah dominasi penambangan Cina yang menurut data yang dipublikasi Tahun 2021,  dominasi Cina adalah 64,08%.

    Melihat besarnya peran Cina, kabar tersebut memiliki dampak yang besar yang kemungkinan disandingkan dengan data Glassnode, tekanan jual mayoritas dapat berasal dari Cina.

    Selain itu, nampaknya jika melihat dari data Glassnode tersebut, tekanan jual ini disebabkan kepanikan yang Berkelanjutan oleh investor baru.

    Jika melihat pada alamat wallet investor Bitcoin dalam jumlah besar, tekanan jual relatif sedikit, bahkan saat koreksi terjadi terdapat pembelian Bitcoin.

    Melihat masih besarnya dampak Bitcoin untuk investasi crypto akibat dominasinya, contoh yang terbaik untuk mencerminkan kondisi adalah data Bitcoin.

    Namun kabar ini juga dapat dijadikan sebagai potensi kabar positif, dimana seperti yang diketahui saat ini juga terjadi perang dominasi antara Cina dengan beberapa Negara seperti Amerika.

    Baca Juga: Bitcoin dan Sejumlah Altcoin Mulai Pullback, Akankah Segera Normal?

    Dengan menurunnya dukungan, kemungkinan dominasi akan berkurang, namun hal ini dapat menjadi kabar baik.

    Penurunan ini dapat membuka pemerataan sehingga tidak terjadi dominasi di satu negara yang dapat membuatnya lebih terdesentralisasi.

    Terutama dengan adanya penambang dari negara-negara skandinavia yang menggunakan energi ramah lingkungan, sehingga dapat berdampak positif.

    FUD Lama Diangkat Kembali, Jadi Tenang Aja!

    Sayangnya kabar ini bukan sebuah kabar baru namun kabar lama yang diangkat kembali dan menciptakan kekhawatiran terutama pada investor baru.

    Hal ini disebabkan kabar pelarangan bahkan sebelumnya sudah pernah dibahas di 2017 dan 2019 dimana di 2019 terdapat beberapa negara lain seperti India yang melakukan hal yang sama.

    Namun kenyataannya, kondisi pasar crypto setelah FUD itu dapat terus bergerak naik, dan meninggalkan kabar negatif.

    Kebetulan, kabar negatif ini terjadi bersama pergerakan siklus teknikal yang membutuhkan kabar negatif namun belum menemukan.

    Saat ini akhirnya penyebab koreksi ditemukan dan kebetulan memiliki penyebab yang sama yaitu FUD dari Cina.

    Sebagai contoh, dapat dilihat bahwa Bitcoin baru saja bergerak keluar dari pergerakan apresiasi atau breakout.

    Sehingga, secara teori teknikal, pergerakan tersebut membutuhkan retest atau pengujian kembali sebelum naik lebih tinggi.

    Grafik Mingguan BTCUSD

    Dapat dilihat kemungkinan besar batas bawah atau support yang kuat masih berada di sekitar Rp443 Juta hingga Rp446 Juta.

    Jika setelah itu mengalami apresiasi, kemungkinan besar tujuannya dapat melebih harga tertinggi baru terakhirnya.

    Perlu diingat juga harga saat ini berada di daerah harga tertinggi Januari 2021 atau awal tahun ini. Sehingga tidak perlu khawatir yang berlebihan.

    Selain itu, melihat siklus halving 2016, apresiasi signifikan terjadi pada 2017 dan depresiasi terjadi pada 2018 dengan pergerakan naik perlahan di 2019 hingga 2020.

    Jika mengalami hal yang sama, pasar apresiasi atau bull market dapat terus berlangsung hingga akhir 2021. Apresiasi normal kemungkinan juga akan terjadi pada 2023 hingga 2024 setelah koreksi.

    Jadi, jika niatnya untuk investasi jangka panjang maka volatilitas saat ini tidak perlu dijadikan sebuah kekhawatiran.

    Hal ini terutama jika percaya dengan fundamental crypto dan telah mempelajari sebelum investasi.

    Jika percaya terhadap fundamental crypto dan kegunaannya dalam dunia keuangan, kondisi saat ini seharusnya dijadikan kesempatan membeli, seperti yang dilakukan investor besar menurut data.

    Disclaimer

    Namun sebelum membeli jangan lupa untuk selalu menggunakan dana yang rela untuk hilang dan lakukan analisis secara pribadi dan secara dalam.

    Perlu diingat kembali bahwa artikel ini merupakan analisis pribadi penulis dan bukan ajakan atau saran untuk trading.

    Selalu lakukan analisis pribadi dan selalu berpegang pada rencana manajemen investasi atau trading pribadi dan jangan hanya mengikuti orang lain tanpa analisis pribadi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin dan Sejumlah Altcoin Mulai Pullback, Akankah Segera Normal?

    Bitcoin pada perdagangan Rabu, 19 Mei 2021, mengalami kekacauan cukup besar dalam satu tahun terakhir. Di mana koin paling berpengaruh ini turun lebih dari 8% dalam 24 jam, dan menginjak mayor koreksinya di harga US$ 37 ribu.

    Tren bearish BTC ini menjalar ke sejumlah altcoin bervolume besar. Sejumlah altcoin dalam 24 jam terakhir mengalami penurunan rata-rata 30%. Ethereum (ETH) yang sebelumnya telah mencetak harga tertinggi baru, harus terjun 16,52% kembali ke harga US$ 2800.

    Namun, saat penulisan laporan ini dilakukan, grafik BTC menunjukan pullback atau mulai menarik diri dari mayor koreksi di harga US$ 37 ribu. Berdasarkan Coinmarketcap, harga BTC kini mulai pullback ke harga US$ 40 ribu.

    Baca Juga: Prediksi Titik Terdalam Harga Bitcoin, Hold atau Serok?

    Selain itu, dominasi BTC pun mengalami kenaikan. Yang sebelumnya berada di ambang 39%, kini mulai naik ke 42%.

    Hal tersebut membuktikan, adanya pembelian yang cukup signifikan disaat BTC lunglai di harga US$37 ribu. Peningkatan dominasi BTC dalam kurang dari sehari ini bisa menjadi sinyal baik bagi pergerakan selanjutnya.

     

    Berdasarkan analisa tim Portalkripto, pada 17 Mei lalu, mayor koreksi BTC berada di harga US$ 37 ribu-US$ 30 ribu. Harga tersebut pun masuk dalam demand area. Di mana investor mulai menyerok kembali di rentang harga US$ 37 ribu-US$ 30 ribu.

    Apabila pada penutupan pasar hari ini, sekitar pukul 07.00 WIB, harga BTC menembus US$ 43 ribu, bisa jadi akan melanjutkan resistensinya dan mulai breakout ke harga US$ 46-US$ 49 ribu kembali.

    Baca Juga: Tidur Panjang tapi Rejeki tidak Dipatok Ayam? Ini caranya!

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya menginformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga ETH Bisa Naik Gegara Burn Tahun Ini

    Faktor meningkatnya harga Ether (ETH) masih sama dengan sebelumnya. Platform Decentralized Finance (DeFi) dan penjualan Non-Fungible token (NFT) yang sedang booming adalah penentu utamanya.

    Dua platform tersebut banyak menggunakan blockchain Ethereum. Bahkan, NFT banyak menggunakan ETH proses pembuatan token, termasuk dalam pembeliannya.

    Jika dilihat dari awal tahun 2021, kenaikan harga ETH sekitar 6 kali lipat. Semula hanya Rp10 juta dan yang terbaru berada di Rp60 juta.

    Kenaikan itu malah lebih tinggi daripada kenaikan Bitcoin, yakni hanya dua kali lipat, dari  Rp400 jutaan menjadi Rp860 jutaan.

    Baca Juga: Samsung Kian Sokong Bitcoin Cs

    Harga ETH Bisa Naik karena Burn

    Walaupun harga ETH terus mencetak rekor baru, harganya kemungkinan besar akan terus naik.

    Ada sejumlah faktor, yakni proses hijrahnya Ethereum menjadi Ethereum 2.0. Itu memastikan akan menggunakan sistem Proof-of-Stake.

    Blockchain popular itu sedang dalam masa pembenahan. Selain itu, akan ada upgrade EIP-1159 pada pertengahan tahun ini.

    Upgrade itu memungkinkan adanya burn alias pemusnahan terhadap pasokan ETH yang beredar.

    Artinya unit ETH akan berkurang dan jauh lebih langka daripada sebelumnya. Jika permintaan dan penggunaan ETH terus meningkat di masa depan, maka harganya kemungkinan besar bisa naik terus.

    Baca Juga: Analis Ternama Sebut 5 Crypto DeFi Ini Sangat Potensial

    Harga ETH di Ethereum 2.0

    Berdasarkan penelusuran Blockchainmedia.id, Ethereum menuju Proof-of-Stake prosesnya cukup lama dan sulit dipastikan kapan akan tuntas.

    Namun, uji coba dan pembenahan memang sedang terjadi khususnya di layanan Node Validator ETH2.0.

    Itu memastikan kelak proses penambangan ETH tak memerlukan energi listrik yang tinggi lagi.

    Peserta di Node Validator berperan sama seperti penambangan yang memverifikasi transaksi.

    Hanya saja mereka akan mendapatkan imbalan berupa ETH dalam persen secara tahunan.

    Masing-masing node validator juga wajib men-stake minimal 32 ETH. Mereka juga harus menjaga node selalu stabil agar transaksi bisa berjalan mulus.

    Menjadi node validator juga bukan tanpa risiko. Ketika satu node kedapatan berbuat curang, maka saldo ETH mereka bisa “auto hangus”.

    Itu adalah mekanisme punishment agar setiap partisipan di jaringan bersikap lebih bijaksana.

    Ethereum 2.0 juga memastikan volume transaksi per detik ratusan kali lipat daripada saat ini.

    Hal itu sangat penting, karena transaksi besar akan berjubel di jaringan versi baru itu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Ternama Sebut 5 Crypto DeFi Ini Sangat Potensial

    Michaël van de Poppe salah satu analis dan trader ternama di dunia keuangan telah memberikan pernyataannya mengenai beberapa crypto yang potensial.

    5 Crypto Potensial Michaël van de Poppe

    Ia menyatakan bahwa terdapat lima crypto Sektor Decentralized Finance (DeFi) yang memiliki potensi untuk naik lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

    1. Aave (AAVE)

    Dalam salah satu sesi analisisnya ia menjelaskan bahwa salah satu crypto yang menurutnya akan mengalami apresiasi cukup tinggi adalah AAVE.

    Ia menyatakan bahwa saat ini AAVE sedang bergerak positif jika melihat dari siklusnya, sehingga terdapat potensi apresiasi.

    Saat ini AAVE masih menjadi salah satu platform pinjaman terbaik di Sektor DeFi yang membuat ketenarannya kembali naik.

    Baca Juga: Aave Naik 76% Seminggu, Adopsi Institusional Bertambah

    Apresiasi dari AAVE sendiri terjadi dengan semakin banyaknya adopsi dan crypto yang tersedia pada platformnya, bersama semakin luasnya ekosistem AAVE.

    Selain itu, saat ini AAVE sendiri telah masuk ke ranah Non Fungible Token (NFT) yang saat ini sedang mendapat ketertarikan tinggi.

    Menurut Van de poppe AAVE sendiri masih bisa mengalami apresiasi hingga 300% dari harga saat ini.

    Pernyataan ini cukup mencengangkan pasar akibat saat ini AAVE sendiri telah terlihat naik lebih dari 2.000% sejak November 2020.

    Namun analis tersebut percaya bahwa harganya masih dapat terus naik, terutama dengan semakin

    2. Avalanche (AVAX)

    Pilihan kedua dari Van de Poppe adalah Avalanche (AVAX) salah satu platform utama untuk menerbitkan aplikasi terdesentralisasi atau DApps.

    Perannya sebagai launchpad membuatnya mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat juga dapat berfungsi sebagai tempat penerbitan proyek baru.

    Oleh karena itu, saat ini ketertarikan terhadapnya juga semakin meningkat, dengan semakin banyaknya proyek dan inovasi baru di dunia crypto.

    Menurut Van de Poppe saat ini adalah awal dari apresiasi setelah mengalami koreksi yang cukup dalam. Ia menyatakan bahwa,

    “Saat ini terdapat pergerakan koreksi yang cukup dalam, hingga menuju target posisi pembelian yang cukup baik.”

    Target yang dibentuk oleh Van de Poppe adalah apresiasi sekitar 216% yang ia lihat terutama melalui pergerakannya terhadap Bitcoin.

    3. Kyber Network (KNC)

    Crypto berikutnya adalah Kyber Network yang merupakan penyedia likuiditas dan aggregator untuk menyediakan likuiditas untuk DApps mana pun.

    Crypto berbasis Ethereum ini dikabarkan akan mengalami apresiasi sekitar 110% menurut Van de Poppe yang terlihat dari siklusnya. Ia menyatakan,

    “Saat ini adalah awal siklus apresiasi untuk KNC, jadi menurut saya pribadi, KN dapat mengalami apresiasi bahkan hingga 110%.”

    Saat ini KNC sendiri juga baru saja melakukan migrasi jaringan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitasnya sebagai penyedia likuiditas.

    Oleh karena itu, dari sisi fundamental kemungkinan besar jika ketertarikannya terus meningkat, target yang disebut oleh Van de Poppe berpotensi tercapai.

    4. Curve Finance (CRV)

    Menurut Van de Poppe crypto yang berpotensi mengalami apresiasi adalah Curve Finance, salah satu bursa terdesentralisasi atau DeX dengan sistem AMM untuk penjaga likuiditas.

    Menurutunya CRV adalah salah satu proyek yang masih “murah” dalam harganya saat ini akibat kegunaannya yang seharusnya dihargai lebih tinggi.

    Van de Poppe menyatakan bahwa kemungkinan besar CRV dapat mencapai apresiasi hingga 132% dalam beberapa waktu ke depan.

    Ia menyatakan bahwa saat ini apresiasi menjadi sangat mungkin akibat siklus apresiasi ini yang dapat mendorong harganya naik lebih tinggi.

    Saat ini CRV juga memiliki proposal yang kemungkinan dapat membuatnya memiliki kecocokan untuk beroperasi secara lintas blockchain.

    Oleh karena itu, dengan alasan fundamental tersebut, kemungkinan besar apresiasinya akan terjadi bahkan dapat menuju target Van de Poppe.

    5. Yearn Finance (YFI)

    Terakhir adalah YFI yang hingga saat ini sedang mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat sisi fundamentalnya.

    Yearn Finance yang merupakan sebuah aggregator dan generator untuk yield, yang membuat signifikansinya cukup besar di dunia DeFi, terutama investor yang mencari yield tinggi.

    Saat ini Van de Poppe memprediksi bahwa harganya dapat naik hingga 142% walau hingga saat ini sudah mencapai apresiasi hingga 600% lebih hingga saat ini dari November 2020.

    Namun walau juga telah mencapai apresiasi hingga harga tertingginya sekitar 800% lebih, apresiasi ini masih sangat mungkin menurut Van de Poppe.

    Secara teknikal, Poppe merasa bahwa apresiasi ini masih sangat mungkin, terutama melihat harganya yang juga masih terkesan murah saat ini.

    Saat ini juga terdapat kabar terbaru yaitu versi terbaru dari vault atau tempat penyimpanan dananya yang diprediksi dapat membawa sentimen positif untuknya.

    Perlu diingat bahwa artikel ini merupakan lansiran dari pernyataan Michaël van de Poppe dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk trading atau investasi.

    Sangat wajib untuk melakukan analisis pribadi sebelum membeli akibat risiko ditanggung oleh investor dan trader masing-masing.

    Baca Juga: Tidur Panjang tapi Rejeki tidak Dipatok Ayam? Ini caranya!

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Simpan Bitcoin Senilai US$ 184 Juta meski Market Kripto Lesu

    Perusahaan kendaraan listrik, Tesla dilaporkan tetap menyimpan Bitcoin (BTC), walaupun market kripto tengah lesu di akhir tahun 2022. Langkah ini menjadi keyakinan perusahaan untuk aset kripto di masa depan.

    Dalam laporan pendapatan terbarunya yang dirilis Rabu (25/1), Tesla mengungkapkan pihaknya tidak membeli atau menjual Bitcoin apa pun pada kuartal terakhir tahun 2022.

    Produsen mobil listrik itu melaporkan biaya penurunan nilai sebesar US$ 34 juta karena nilai kepemilikan Bitcoin turun menjadi US$ 184 juta dari US$ 218 juta pada kuartal III 2022.

    Laporan Keuangan Tesla

    Baca juga: Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

    Secara keseluruhan, Tesla mencatat laba US$ 5,7 miliar dari pendapatan US$ 24,3 miliar untuk kuartal IV dengan margin kotornya berada di level terendah dalam lima kuartal. Perusahaan membukukan laba total US$ 20,8 juta untuk tahun 2022 dari pendapatan US$ 81,4 miliar.

    Angka pendapatan meleset dari perkiraan analis tetapi keuntungannya lebih baik dari perkiraan konsensus.

    Harga saham Tesla naik sedikit pada saat laporan keluar, ditutup dengan kenaikan hampir 0,40%. Itu terus diperdagangkan secara positif setelah berjam-jam, naik hampir 4,6% pada saat penulisan, menurut Google Finance.

    Tesla dan Bitcoin

    CEO Tesla, Elon Musk tetap tak jual Bitcoin saat inflasi. Foto: Twitter @Blockworks_.
    CEO Tesla, Elon Musk tetap tak jual Bitcoin saat inflasi. Foto: Twitter @Blockworks_.

    Baca juga: Alasan Token Kripto Threshold (T) Melonjak 120% Seminggu

    Tesla bergabung dengan jajaran perusahaan yang memegang aset kripto, ketika mengungkapkan investasi US$ 1,5 miliar dalam BTC pada Februari 2021, dengan berita mendorong harga BTC ke rekor tertinggi baru pada saat itu. Ini menjadikan Tesla perusahaan publik terbesar kelima dengan Bitcoin di neracanya.

    Produsen kendaraan listrik asal AS itu dilaporkan juga mempertahankan BTC-nya hingga kuartal III tahun lalu setelah menjual 75% Bitcoin-nya selama kuartal kedua. Penjualan kuartal II menambahkan US$ 936 juta tunai ke pembukuan Tesla dan perusahaan mendapat untung US$ 64 juta.

    CEO Tesla, Elon Musk, menjelaskan pada saat penjualan itu untuk “membuktikan likuiditas Bitcoin sebagai alternatif untuk menyimpan uang tunai di neraca.”

    Namun, kepemilikan Bitcoin atau pengambilan Bitcoin tidak dibahas dalam panggilan pendapatan terbaru Tesla. Tesla memegang sekitar 9.720 BTC hingga akhir tahun 2022.



    Sumber : news.tokocrypto.com