Author: 22

  • Pengertian Tapering Adalah dan Efeknya dalam Trading Kripto

    Pada akhir tahun 2021, tapering populer dibicarakan oleh banyak orang, terutama bagi seorang trader atau investor. Bagaimana tidak? Terjadi pada 2013, tapering adalah hal yang berdampak sangat signifikan dalam pasar finansial bagi banyak negara, terutama negara berkembang. Tapering pada 2013 menyebabkan yield (imbal hasil) SUN meningkat, indeks saham yang melemah, dan nilai tukar Rupiah menurun. 

    Lalu, apa itu tapering? Dan bagaimanakah dampaknya?

    Tapering adalah Kebijakan yang Menguntungkan atau Merugikan?

    Tapering adalah suatu kebijakan untuk menghentikan seluruh program stimulus moneter yang dijalankan bank konvensional dalam memulihkan ekonomi. Namun, sebelum beranjak pada tapering, akan lebih mudah kalau berbicara mengenai kebijakan Quantitative Easing (QE) terlebih dahulu.

    QE merupakan kebijakan moneter non konvensional dari Bank Sentral ketika kondisi krisis seperti saat ekonomi resesi dengan meningkatkan likuiditas perekonomian untuk mengakselerasi laju pemulihan ekonomi. Contohnya, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang berusaha merangsang ekonominya yang turun karena dampak Pandemi COVID-19. 

    Kebijakan QE dilakukan untuk menambah jumlah uang yang beredar dengan menurunkan suku bunga acuan dan mencetak uang yang digunakan untuk memborong aset, seperti obligasi pemerintah dan bank komersial dengan rating bagus. Pembelian dalam jumlah yang besar akan membuat harga aset pendapatan tetap naik, sehingga angka imbal hasil dan borrowing cost bisa turun. Hal ini diharapkan dapat menstimulus orang untuk meminjam uang. Pinjaman uang ini bisa untuk ekspansi usaha atau peningkatan konsumsi yang mendorong ekonomi untuk pulih.

    Ketika ekonomi sudah mulai pulih, risiko yang harus dihadapi adalah inflasi. Karena penambahan jumlah uang yang beredar, nilai mata uang turun dan terjadilah inflasi. Nah, tapering kemudian digunakan untuk mengatasi inflasi ini. 

    ilustrasi tapering

    Tapering adalah cara untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan mengurangi pembelanjaan aset secara bertahap agar nilai mata uang tetap stabil. Tapering bertujuan mengelola stabilitas ekonomi dengan mencegah pasar dari inflasi yang tidak terkendali dan bubble price (gelembung harga).

    Dampak Tapering terhadap Aset Kripto

    dampak tapering pada aset kripto

    Sebagai salah satu bentuk kebijakan moneter, tapering memiliki dampak bagi beberapa pasar keuangan, seperti saham, forex, dan aset kripto. Namun, pada kali ini kami akan membahas pada aset kriptonya. 

    1. Mendorong penguatan nilai aset

    Pertama, tapering sebenarnya memiliki dampak positif bagi transaksi aset digital seperti kripto. Anda bisa bayangkan, saat jumlah uang yang beredar dibiarkan terus bertambah, maka inflasi akan meningkat, sehingga menyebabkan nilai aset turun secara signifikan. Maka dari itu, tapering perlu dilakukan untuk mendorong penguatan nilai aset.

    Tapering yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, yakni The Fed berdampak besar karena volume transaksi aset berisiko, seperti kripto dan saham, kebanyakan datang dari negara tersebut. 

    1. Taper tantrum

    Dengan banyak negara yang menggunakan Dolar Amerika sebagai cadangan devisanya, sehingga menjadikan pengaruh The Fed semakin besar. Maka dari itu, kebijakan tapering dapat memberikan efek taper tantrum, gejolak ekonomi yang mengacu pada kepanikan investor. 

    Pada 2013, taper tantrum menyebabkan investasi asing yang saat itu mendominasi pasar modal Indonesia memutuskan untuk menarik dananya dalam jumlah yang besar. Hal ini dikarenakan penempatan uang di Amerika akan lebih menguntungkan bagi investor, sebab suku bunga acuan Amerika Serikat akan naik.

    Dana asing yang keluar dari Indonesia dalam jumlah besar dan terus menerus sudah pasti akan mengganggu dunia investasi dan keuangan dalam negeri karena pelaku usaha menjadi sangat membutuhkan USD dalam jumlah yang banyak. Jika permintaan dolar AS meningkat secara signifikan, nilainya akan naik dan Rupiah akan terus melemah. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok yang semakin diperparah dengan harga Dolar yang menguat atas Rupiah. 

    Baca juga: Cara Investasi Dollar Untuk Pemula Dengan Mudah

    Belajar dari pengalaman sebelumnya, Indonesia kini menjadi lebih siap dalam menghadapi tapering yang dilakukan The Fed pada akhir tahun kemarin. Tapering adalah momok yang sekarang bisa dihadapi melalui beberapa cara, seperti transaksi berjalan dengan defisit kecil, cadangan devisa tinggi, dan valuasi aset keuangan yang menarik.

    Beberapa pihak menilai, tidak ada risiko jangka pendek pada pasar kripto akibat kebijakan, sebab tapering adalah kebijakan yang ditujukan untuk menurunkan inflasi pada mata uang riil. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi untuk bertransaksi aset kripto. Pastikan Anda melakukan trading aset kripto di platform yang tepat seperti Tokocrypto, ya

    Tokocrypto menyediakan semua fitur yang Anda butuhkan untuk melakukan trading secara online, cepat, dan mudah. Untuk mulai berinvestasi aset kripto di Tokocyrpto, kunjungi  Website Resmi dan dapatkan informasi lengkap terkait kripto di media sosial Instagram, Twitter, serta blog Tokocrypto. Yuk, selesaikan KYC Anda!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasib Ape Coin (APE) dan Metaverse Otherside

    Cukup menarik membaca sejumlah fakta-fakta tentang Ape Coin (APE) pasca kucuran dana Rp6,5 triliun dari perusahaan ventura Andreesen Horowitz (a16z) ke YugaLabs. Pencinta APE juga menanti datangnya metaverse “Otherside” pada April 2022 ini. Menarikkah metaverse yang akan dihuni oleh “kera-kera sakti” ini?

    Selama sepekan terakhir, harga kripto Ape Coin (APE) tumbuh lebih dari 46 persen. Ketika artikel ini ditulis, Sabtu (23/4/2022) pukul 22.43 WIB, harga APE membuncah di kisaran US$16,87 per APE, tumbuh 18,17 persen dalam 24 jam terakhir. Ketika itu, APE memimpin di 100 besar versi Coinmarketcap.

    Menguatnya harga APE di tengah-tengahnya lesunya pasar kripto mengarahkan publik pada spekulasi, bahwa pecinta APE sedang menantikan metaverse “Otherside” yang segera diluncurkan pada bulan ini. Spekulator benar-benar memanfaatkan “event” ini sebagai hype demi meraih keuntungan pendek.

    Patut dicatat di sini di tengah penguatan hebat ini, dari 100 besar pemegang APE, mereka mengendalikan sekitar 52 persen dari total pasokan beredar APE (284.843.750 APE dari 1 miliar APE). Hodler APE (berdasarkan address) ketika artikel ini ditulis mencapai 48.570.

    Ancang-ancang metaverse itu sebenarnya sudah digaungkan pada 19 Maret 2022 lalu di Twitter YugaLabs dan disusul pengumuman investasi US$450 juta (Rp4,5 triliun) dari Andreesen Horowitz (a16z). Metaverse Otherside juga diterakan di situs YugaLabs sebagai bagian dari produk unggulan mereka, termasuk penyebutan “The Yugaverse runs on ApeCoin”.

    Baca juga: Market Kripto: Nilai Bitcoin Merana Terus Tertekan, Apa Penyebabnya?

    APE Coin, YugaLabs dan Metaverse Otherside

    Pangkal metaverse Otherside tidak bisa dilepaskan dari popularitas NFT Bored Ape Yacht Club dan Mutant Ape Yacht Club. Kedua proyek NFT itu memang digarap sangat serius oleh YugaLabs, mengantongi nilai milyaran rupiah di OpenSea dan mendapatkan dukungan dari sejumlah sejumlah selebritas papan atas.

    Lantas, pada 17 Maret 2022 muncullah ApeCoin (APE), token biasa yang diterbitkan di blockchain Ethereum. Hingga detik ini YugaLabs enggan dikaitkan sebagai si empunya proyek APE itu, karena publik menafsirkannya sebagai bagian erat dengan dua NFT popular mereka.

    Mudah bagi publik menafsirkan itu, karena puluhan bursa kripto bersedia memperdagangkannya, seperti raksasa Binance, Coinbase, Huobi dan lain sebagainya.

    Ketika artikel ini ditulis, APE yang bersimbol tengkorak kera itu berada di peringkat ke-32 versi Coinmarketcap, cukup mencerminkan tingkat likuditas yang baik dengan nilai pasar mencapai US$5 juta.

    Ditambah lagi, di Twitter, YugaLabs kerap menggunggah sejumlah konten terkait proyeknya dan APE, termasuk soal metaverse Otherside disematkan di akun mereka.

    Dugaan bahwa YugaLabs adalah benar di balik ApeCoin diperkuat dengan “bocornya” slide presentasi yang memaparkan tentang proyek YugaLabs dan sejumlah rencananya. Di slide itu, secara gamblang dituliskan bahwa metaverse menjadi bagian rencana utama di masa depan yang akan memadukan proyek NFT mereka. Bernada gimmick pemasaran, disebutkan bahwa mereka tidak membuat metaverse, melainkan “metaRGP”, sejenis game daring. YugaLabs tidak mengakui bahwa slide itu dibuat oleh pihaknya.

    Di atas itu semua, “metaverse” saat ini jadi mantra sekaligus “madu” bagi proyek-proyek terkait NFT, gaming, kripto, DeFi dan segala macam turunannya.

    Baca juga: Twitter Akan Pakai USDC dan Teknologi Polygon (MATIC), Bermitra dengan Perusahaan Dukungan Elon Musk

    Persaingan yang semakin ketat adalah kata kunci lain di sini, termasuk oleh metaverse Shiba Inu, Pavia di Cardano, termasuk besutan Zilliqa, yakni Metapolis. Semuanya itu ingin mendapatkan sedikit kue cuan yang sudah mantap dirasakan oleh metaverse Decentraland (MANA), termasuk TheSandbox yang digunakan sebagai medium promosi oleh perusahan ternama seperti HSBC.

    Pada ujungnya, dana untuk promosi dan pemasaran amat penting untuk mendorong metaverse Otherside dan harga APECoin naik lebih tinggi.

    Investasi si raksasa Andreesen Horowitz mungkin memegang peranan penting di sini, berkontribusi menambahkan nilai perusahaan YugaLabs menjadi US$4 miliar.

    Asal tahu saja ada puluhan proyek kripto yang didukung oleh Andreesen Horowitz ini, di antaranya adalah Near, Maker, OpenSea, UniSwap, Dapper hingga Chia (milik mantan pendiri BitTorrent).

    Lantas, apakah metaverse Otherside benar-benar menawarkan “dunia lain” yang menarik setelah dihuni oleh karakter kera-kera sakti? [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasca ATH, Harga Ape Coin (APE) Merunduk

    Pasca mencetak harga tertinggi sepanjang masa (ATH), US$19,41 pada Selasa (26/4/2022) dini hari kemarin, harga Ape Coin (APE) terpantau merunduk hingga US$17,79 pada Selasa malam. Masih menguat dalam sepekan terakhir, para pendukung Ape Coin tampaknya masih menantikan dinamika terkini menjelang peluncuran metaverse Otherside yang besutan YugaLabs dan didukung oleh Animoca Brands, pada 30 April 2022 mendatang. Harganya masih berpotensi luruh setelah metaverse itu diluncurkan.

    Capaian ATH Ape Coin itu sendiri itu berdasarkan data dari AthCoinIndex.com. Data berbeda diperoleh jikalau menggunakan Coinmarketcap.com, yakni US$39,40 (17/3/2022).

    Namun, sejumlah media kripto ternama dan sejumlah analis menggunakan data ATH dari AthCoinIndex.com, yang tergolong lebih sahih.

    Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

    Cukup menarik memantau kripto Ape Coin ini, karena terkesan menantang arus pasar kripto yang masih melemah. Bukan itu saja, Ape Coin punya profil mentereng, tak hanya terkait NFT Bored Ape Yacht Club yang terkenal dan berharga mahal itu, tetapi pula ada Pendiri Reddit Alexis Ohanian dan perusahaan Animoca Brands spesialis metaverse dan NFT yang turut mendukung di balik layar.

    Ada dua artikel yang kami sarankan untuk Anda baca untuk menambah nilai konteks artikel ini, yakni artikel ini dan aritikel ini.

    Alexis Ohanian sejak awal didaulat sebagai anggota dewan DAO di Ape Coin, bersama Amy Wu dari FTX, serta Yat Siu, si Pendiri Animoca Brands. Walaupun anggota dewan ini tidak permanen, karena dipilih berdasarkan mekanisme DAO, tetapi peran tokoh dan entitas ternama di baliknya, sangat menarik dikaji.

    Ape Coin yang terkesan menantang arus pasar kripto, tercermin dari capaian ATH itu dan masih kuat dalam 7 hari terakhir, memimpin di 100 besar Coinmarketcap.

    Metaverse Otherside, Yuga Labs-Ape Coin (APE), Meluncur 30 April 2022

    Pun lagi, metaverse Otherside yang digadang-gadang akan memadukan sejumlah NFT besutan Yuga labs tampak sangat dinantikan. Kemarin, pihak Yuga Labs memastikan peluncuran perdana metaverse itu pada 30 April 2022 mendatang. Mereka lebih suka menyebutnya sebagai massively multiplayer online role-playing game alias MMORPG, alih-alih mirip seperti metaverse Decentraland dan The Sandbox.

    Tahapan Beli Lapak Virtual di Metaverse Otherside

    Lantas, di awal kehadiran metaverse itu, apa yang harus dilakukan? Berdasarkan keterangan Yuga Labs diperlukan tahapan KYC dulu di situs ini: Somethingisbrewing.xyz. Sedangkan metaverse Otherside bisa diakses melalui browser dengan situs ini: Otherside.xyz. KYC adalah syarat agar calon pengguna bisa membeli NFT tanah virtual lewat sistem lelang yang akan digunakan di metaverse itu. Seperti biasa, tentu saja Anda perlu wallet Metamask.

    Tersiar pula rumor bahwa sejumlah pemegang NFT BAYC akan mendapatkan jatah tanah virtual, baik secara gratis ataupun lebih murah.

    Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

    Ape Coin Berpotensi Koreksi Lagi

    Berdasarkan analisis teknikal ini, harga Ape Coin berpotensi mengalami koreksi lagi menyusul pelemahan tipis ketika artikel ini ditulis.

    Sejak rebound dari bawah US$10,98, APE memang bullish dan telah berupaya untuk menandai tertinggi yang lebih baru sambil mendefinisikan kembali batas osilasi untuk altcoin ini. Kebangkitan bullish ini melaju di sepanjang batas-batas irisan naik pada time frame 4 jam.

    Setelah ROI 77,86 persen yang luar biasa dari posisi terendah US$11, APE memuncak menuju level tertinggi lima minggu di dekat US$19,6 hanya dalam minggu terakhir.

    Tidak heran, harga mendekati upper band pada Bollinger Bands (BB). Sementara tekanan beli sedikit mereda, APE dapat menguji support langsungnya di garis tren bawah irisan. Lihat gambar.

    Baca Juga: Microstrategy Tawarkan Bitcoin dalam Tabungan Pensiun Karyawan

    Ketika artikel ini ditulis, APE diperdagangkan pada US$17,9087. Relative Strength Index diturunkan setelah perkiraan pembalikan dari tanda overbought. Penurunan yang diperpanjang dari sini dapat terus mencari support di dekat kisaran RSI 50-55.

    Nilai plot ini amat penting sebagai penanda akan naik kembali dan amat menarik jika dikombinasikan dengan sentimen pasar yang bullish dengan strong buy pada time frame harian. [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Leverage adalah? Simak Pengertian dan Fungsinya Dalam Trading Kripto

    Trading aset kripto semakin populer di Indonesia untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Salah satu metode yang digunakan dalam trading kripto adalah leverage. Sederhananya, leverage adalah pinjaman untuk Anda gunakan dalam trading. Lebih jelasnya adalah sebagai berikut!

    Leverage adalah proses yang seperti apa?

    Sebelum membahas lebih lanjut mengenai leverage dalam trading, mari membahas pengertian leverage secara umum. Leverage adalah peminjaman sejumlah dana yang dijadikan sebagai tambahan modal oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan keuntungan dalam bisnis, bisa dalam bentuk membeli aset hingga memperluas jangkauan bisnis. Sebelum populer di dunia kripto, istilah leverage banyak digunakan di kalangan perusahaan.

    Jenis Leverage Keuangan Dalam Perusahaan

    1. Debt to Assets

    Jenis ini digunakan untuk menghitung seberapa besar dari aset yang menggunakan utang untuk membiayai aset perusahaan. Semakin kecil nilainya, maka semakin bagus tingkat keamanan dana yang dimiliki perusahaan.

    DAR = Total Utang + Total Aset

    1. Debt to Equity

    Jenis ini menunjukkan adanya hubungan antara utang jangka panjang yang dimiliki perusahaan dengan jumlah modal yang dimiliki. Sama seperti DAR, nilai DER yang baik menunjukkan tingkat keamanan dana yang baik.

    DER =Total Utang KeseluruhanModal Sendiri x 100%

    1. Long-term Debt to Equity

    Mirip dengan DER, LTDER berarti perhitungan yang digunakan untuk mengukur seberapa besar modal sendiri yang digunakan untuk menjaminkan utang jangka panjang. 

    LTDER = Utang Jangka PanjangModal Sendiri

    1. Debt to Capital

    Rumus satu ini berfokus kepada keseluruhan utang yang dimiliki perusahaan sebagai dasar total modal perusahaan, baik itu utang jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan nilai DCR yang rendah, berarti kecil risiko kerugian yang akan dialami oleh perusahaan.

    DCR = Total Utang Saat IniTotal Utang + Total Ekuitas

    1. Times Interest Earned

    Selanjutnya, jenis yang satu ini berfungsi untuk mengukur besarnya keuntungan operasional yang bisa digunakan untuk membayar bunga dari utang yang sebelumnya dilakukan. Perhitungan ini juga menunjukkan jumlah laba bersih yang dimiliki perusahaan.

    TIE = Laba Operasi (termasuk Penyusutan)Bunga Utang Jangka Panjang

    1. Tangible Assets Debt Coverage

    Terakhir, TAD Coverage berguna untuk menghitung seberapa besar aset tetap yang bisa digunakan perusahaan untuk menjamin utang jangka panjang (Tangible Assets Debt).

    TAD Coverage = Jumlah Aset + Utang Jangka Panjang + Utang LancarUtang Jangka Panjang

    Leverage Sebagai Pinjaman Untuk Trading

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, selain peminjaman oleh perusahaan, leverage juga bisa didefinisikan sebagai kegiatan berupa meminjam sejumlah uang dari lender, di mana uang tersebut umumnya digunakan untuk trading. Leverage dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan modal sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari modal seminimal mungkin. 

    Akan tetapi, penggunaan leverage dalam dunia trading membutuhkan strategi yang matang karena Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar dalam satu waktu atau menderita kerugian berkali-kali lipat jika Anda salah strategi.

    Biasanya, para trader menggunakan leverage untuk mendapatkan keuntungan dalam short trading. Ada beberapa jenis tingkat leverage yang ditawarkan oleh berbagai platform trading, mulai dari 10x, 20x, 50x, hingga 3000x. Setiap tingkatan memiliki risiko yang berbeda sesuai dengan besarannya dan disesuaikan juga dengan jenis trading, apakah itu aset kripto atau trading lainnya seperti Forex.

    Oh, iya, selain untuk trading kripto, leverage juga banyak digunakan pada Forex. Leverage di sini akan menunjukkan perbandingan margin yang dihasilkan oleh trader, dengan besaran dana yang dipinjamkan oleh lender atau broker. Biasanya, proporsi leverage yang ideal digunakan adalah 100x dan 200x.

    Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan Pemula saat Belajar Trading

    Cara Kerja Leverage untuk Trading Kripto

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa leverage umumnya digunakan dalam membantu trader melakukan trading. Namun, perlu diketahui bahwa modal yang sudah Anda lepaskan untuk mengaktifkan leverage tidak akan bisa ditarik kembali, karena sejumlah dana tersebut menjadi jaminan bagi lender yang sudah memberikan pinjaman untuk Anda saat trading. 

    Misalnya untuk kripto, Anda hanya memiliki modal Rp5.000.000,00 dan ingin membeli token ETH (Ethereum) yang memiliki harga sebesar Rp2.500.000,00 per tokennya. Kalau Anda tidak menggunakan leverage, Anda pasti hanya bisa membeli dua token ETH saja, tapi jika Anda menggunakan leverage, misalnya 10x, Anda bisa membeli 20 token ETH dengan modal Rp5.000.00000, sebab modal Anda akan berubah menjadi 10 kali lipatnya, yaitu Rp50.000.000,00.

    Anda mungkin akan mendapatkan keuntungan yang besar ketika harga ETH naik menjadi Rp3.000.000,00 per tokennya. Itu artinya nilai ETH yang Anda miliki menjadi Rp60.000.000,00, sehingga Anda mendapatkan keuntungan sebesar Rp10.000.000,00. Akan tetapi, kalau ternyata harga ETH turun menjadi Rp2.000.000,00 per tokennya, seluruh modal awal Anda akan habis karena kerugian Anda sebesar Rp500.000,00 dikali dengan leverage 10x, yaitu Rp5.000.000,00.

    Apa Saja Kekurangan dan Kelebihan Leverage?

    Setelah mengetahui penjelasan seputar leverage dan cara kerjanya dalam trading kripto, kini saatnya Anda memahami betul apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan leverage. Kelemahan leverage, seperti yang telah dijelaskan di atas, dapat memberikan kerugian yang cukup besar karena kerugian Anda akan dikalikan dengan jumlah leverage yang Anda ambil. 

    Meski begitu di sisi lain, keuntungan leverage yang bisa Anda rasakan adalah Anda bisa memperoleh lebih banyak aset karena modalnya akan berlipat ganda sesuai jumlah leverage yang Anda ambil. Namun, hal tersebut hanya akan terjadi apabila menggunakan strategi yang benar, ya. Hal itu juga akan membuat Anda berpotensi memiliki keuntungan yang lebih banyak. Selain itu, leverage juga cenderung mudah untuk digunakan.

    Deretan 3 Platform Trading yang Menyediakan Leverage 

    contoh platform yang menghasilkan leverage untuk bitcoin

    Terdapat beberapa platform transaksi aset digital yang menyediakan leverage. Berikut adalah beberapa di antaranya yang bisa Anda coba.

    1. Binance

    Binance mengalami perkembangan pesat dan menjadi platform transaksi aset digital terbesar di dunia. Anda dapat mengakses fitur leverage Binance, baik di Android maupun iOS. Binance memiliki keunggulan dengan memiliki hampir 200 jenis aset kripto, memberikan fasilitas perolehan bunga di rekening tabungan Binance, menawarkan leverage hingga 10x-125x pada transaksi spot serta trading derivatif, dan keunggulan lainnya.

    1. FTX

    FTX merupakan platform transaksi aset digital yang memberikan dana asuransi. FTX menyediakan trading spot, derivatif, dan token saham. Beberapa fitur FTX yaitu menawarkan berbagai macam token leverage, memberikan fasilitas kapasitas penarikan hingga 2.000 USD setiap hari, menyediakan leverage 20x, dan lain sebagainya.

    1. ByBit

    ByBit merupakan platform transaksi aset digital yang khusus untuk perdagangan derivatif. ByBit menyediakan tempat yang ideal untuk mengakses likuiditas maksimum. Anda dapat dengan mudah menggunakan aplikasi ByBit yang seamless. ByBit memiliki kelebihan dengan menawarkan leverage hingga 100X, memiliki kemampuan pemrosesan 100.000 transaksi per detik, memiliki fitur stop loss dan take profit order dengan hanya satu klik saja, dan kelebihan lainnya.

    Jadi, leverage dalam trading kripto adalah pinjaman yang bertujuan untuk terus meningkatkan daya beli Anda sebagai investor atau trader pada pasar aset kripto. Anda perlu menggunakan leverage yang bijak disesuaikan dengan kemampuan keuangan, riset, dan manajemen risiko yang mumpuni.

    Pastikan juga untuk trading di platform yang tepat seperti Tokocrypto yang sudah dilengkapi dengan beragam fitur, termasuk leverage. Untuk mulai berinvestasi aset kripto di Tokocrypto, kunjungi https://www.tokocrypto.com/ dan dapatkan informasi lengkap terkait kripto di Tokonews dan komunitas resmi Tokocrypto di Discord dan Telegram!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Microstrategy Tawarkan Bitcoin dalam Tabungan Pensiun Karyawan

    Bitcoin maximalist dan CEO MicroStrategy, Michael Saylor baru saja mengumumkan akan menambahkan Bitcoin ke dalam daftar rencana tabungan pensiun karyawan.

    Karyawan MicroStrategy nantinya dapat berinvestasi dalam cryptocurrency terbesar itu sebagai bagian dari rekening tabungan 401(k).

    Pengumuman ini menyusul setelah Fidelity Investment, penyedia rekening tabungan terbesar di Amerika meluncurkan akun aset digital yang memberi perusahaan akses ke Bitcoin di dalamnya. 

    MicroStrategy akan bekerja dengan Fidelity untuk memungkinkan karyawan menambahkan Bitcoin ke dana pensiun mereka.

    Akun 401(k) memungkinkan karyawan mendapatkan keringanan pajak atas uang yang mereka sumbangkan dari gaji mereka untuk program pensiun.

    “Bitcoin adalah properti digital dan menjadikannya aset yang sempurna untuk rencana pensiun, ini kurang berisiko daripada obligasi, saham, real estat komersial, daripada emas,“ kata Saylor dilansir CNBC.

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

    MicroStrategy adalah perusahaan teknologi yang menyediakan perangkat lunak seluler dan layanan berbasis cloud untuk perusahaan. Ini juga memiliki banyak Bitcoin di neraca, hampir senilai $5 miliar, menurut Bitcoin Treasuries.

    Selain Microstrategy, ada tabungan pensiun dengan aset crypto di dalamnya juga akan tersedia untuk 23.000 perusahaan yang menggunakan Fidelity pada pertengahan tahun 2022.

    Dengan aset senilai $11,3 triliun yang dikelola, dengan bergabungnya Fidelity ini bisa menjadi kabar baik tentangf adopsi kripto yang semakin luas, terutama di Amerika.

    “Ada minat yang meningkat dari sponsor yang memungkinkan mereka memberikan akses kepada karyawan mereka ke aset digital dalam rencana kontribusi pasti, dan pada gilirannya dari individu dengan keinginan untuk memasukkan cryptocurrency ke dalam strategi investasi jangka panjang mereka,” kata Dave Gray, kepala penawaran dan platform pensiun tempat kerja di Fidelity Investments.

    Baca juga: 19.000 DApps Dibangun di MATIC, Kok Harganya Ga Naik?

    Crypto Tidak Dilarang untuk Tabungan Pensiun

    Departemen Ketenagakerjaan US tidak melarang crypto untuk masuk ke bagian rencana pensiun menurut aturan yang dirilis bulan lalu, tetapi tetap mewanti-wanti para pekerja untuk bijaksana dalam menentukan sikap, sebab aset kripto masih sangat volatil dan berisiko tinggi.

    “Investasi ini menghadirkan risiko dan tantangan signifikan bagi akun pensiun peserta, termasuk risiko penipuan, pencurian, dan kerugian yang signifikan,” kata departemen itu dalam rilis resminya.

    Ia menambahkan bahwa mereka akan melakukan program investigasi yang ditujukan untuk rencana yang menawarkan crypto dan investasi terkait.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Balik ke Harga $ 38 Ribu, Bagaimana Tren Selanjutnya?

    Pasar kripto kembali jatuh pada 27 April 2022 setelah sehari sebelumnya melonjak usai Elon Musk resmi mencapai kesepakatan untuk membeli seluruh saham Twitter.

    Berdasarkan data coinmarketcap, setelah sempat mencapai angka $ 40.643,44, harga Bitcoin (BTC) terkoreksi 5,24% hingga $ 38,425,06 hari ini dan bahkan mencapai titik rendah $ 37.969,8 pagi tadi.

    Penurunan harga BTC dan sejumlah altcoin pada perdagangan hari ini bersamaan dengan menurunnya pasar saham Amerika, terutama bagi saham-saham teknologi. S&P 500 turun 7%, sedangkan Nasdaq terkoreksi 11%, dan Dow mengalami kerugian 3%.

    Namun, secara teknikal, pergerakan Bitcoin saat ini masih membentuk pola yang mengindikasikan harga akan kembali memamantul ke $39-40 ribu. Analis Portalkripto, Arly Fauzy mengatakan secara teknikal saat ini pergerakan Bitcoin tengah membentuk pola failing wedge. Atau di mana pola pergerakan harga memantul (bounce) di antara dua garis tren yang konvergen dan miring ke ke bawah. Artinya, dalam pola ini  menunjukkan pembalikan ke atas.

    Baca juga: Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

    harga bitcoin
    BTC/USD 4 jam (Coinbase). By: Arly Fauzi

    “BTC/USD saat ini membentuk pola Falling Wedge, peluang pullback ke harga $39,7 ribu,” ujar Arly.

    Arly mengatakan, jika pola tersebut tidak berhasil, Bitcoin akan mengalami penurunan ke area $ 37,4-37,5 ribu.

    By: Arly Fauzi

    Bitcoin sebagai mata uang kripto terbesar di dunia berhasil merangkak naik hingga 16% usai menyentuh titik terendah pada 24 Januari 2022 lalu. Sejak saat itu, Bitcoin terus berusaha mempertahankan harga agar tak kembali ke titik itu.

    Namun melihat tren bearish yang terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga Bitcoin bisa jatuh lebih dalam dari titik terendah tersebut. Pembeli berharap Bitcoin bisa terus stabil di atas $ 40.000 setidaknya selama tiga bulan untuk memasuki fase aman.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 April 2022: Pasar kripto Babak Belur di Zona Merah

    Penarikan BTC saat ini mirip dengan apa yang terjadi pada September tahun lalu, ketika pembeli mulai mengambil keuntungan di sekitar zona resistensi $ 46.000-$ 50.000. Namun, tidak seperti situasi sekarang, tahun lalu pembeli diuntungkan oleh momentum positif jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan sekarang mencapai $ 1.605 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin sebesar 45,5%.

    Penurunan BTC mengakibatkan sejumlah altcoin berkapitalisasi pasar besar pun terkoreksi. Ether (ETH), koin asli jaringan blockchain ethereum, turun 5,32% dalam 24 jam menjadi $ 2.839,11 hari ini atau kehilangan $ 168,25 dari penutupan sebelumnya.

    Sementara Dogecoin (DOGE) ikut turun 8,98% selama 24 jam terakhir meski sempat terimbas euforia Musk. Sedangkan token SHIB Shiba Inu terkoreksi 4,19% selama periode yang sama.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

    Metaverse, menjadi topik hangat yang menarik perhatian khalayak dalam beberapa waktu belakangan ini. Teknologi dunia virtual tersebut digadang-gadang punya banyak manfaat tak terbatas, sehingga menjadi tujuan pengembangan banyak pihak, salah satunya pemerintah Indonesia.

    Baru-baru ini, Kementerian Dalam Negeri membuat layanan bernama Konsultasi Virtual Otonomi Daerah (Kovi Otda) berbasis metaverse guna menekan potensi korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Dengan layanan itu, pemerintah daerah bisa berkonsultasi dengan pemerintah pusat melalui dunia.

    “Kita launching sebuah inovasi untuk melayani Pemda seputar konsultasi otonomi daerah berbasis virtual dengan teknologi metaverse atau 3D animasi. Jadi nanti Pemda akan bertemu saya dan pejabat lainnya untuk konsultasi dalam bentuk animasi 3 dimensi. Jadi kami akan bawa pemda dalam ruang animasi,” kata Dirjen Otonomi Daerah, Kemendagri Akmal Malik dalam keterangannya dikutip Rabu (28/4).

    Layanan Kemendagri berbasis metaverse itu bisa diakses melalui www.kovi.otda.kemendagri.go.id. Kemendagri juga akan memberikan akun khusus kepada pemda untuk mengakses layanan tersebut. Nantinya, pemda berkonsultasi dengan pemerintah pusat melalui tampilan tiga dimensi. Pemda bisa berkonsultasi tanpa harus datang ke Jakarta.

    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 April 2022: Pasar kripto Babak Belur di Zona Merah

    Indonesia Punya Peluang Besar dalam Pengembangan Metaverse Dunia

    Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate, menyakini Indonesia berpeluang besar dalam pengembangan metaverse dunia karena memiliki keunggulan nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal. Pembangunan metaverse dianggap sebagai suatu langkah solid dalam upaya kolaboratif untuk memajukan Indonesia di panggung dunia.

    “Metaverse Indonesia telah mulai terbentuk dari sektor yang ekosistem user-nya paling adaptif untuk mengadopsi inovasi digital. Hal ini pun akan terus berevolusi dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” kata Johnny dalam siaran pers Kominfo.

    Lebih lanjut, Johnny meyakini diperkirakan pembangunan metaverse ini membutuhkan waktu cukup lama dan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2024. Kaitannya dengan hal tersebut, WIR Group didaulat menjadi pelaksana tugas untuk mengembangkan platform tersebut.

    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

    WIR Group sebagai salah satu perusahaan teknologi perangkat lunak metaverse asal Indonesia akan memperkenalkan prototipe Metaverse Indonesia pada perhelatan Presidensi G20 Indonesia 2022 ini. Dalam kolaborasi ini WIR Group akan mengajak perusahaan global Meta dan Microsoft sebagai pengembang perangkat keras seperti kacamata augmented dan virtual reality.

    Chief Executive Officer (CEO) WIR Group, Michael Budi, menjelaskan rencana kolaborasi pemerintah-swasta dan antar perusahaan ini diharapkan dapat merintis metaverse versi Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

    “Sebab, adanya dukungan dari pemerintah yang dilakukan secara masif akan sangat berpengaruh terhadap pengembang berbagai sektor kehidupan. Dalam waktu yang relatif cepat, visi pengembangan sektor teknologi metaverse secara pesat di Indonesia dapat terwujud,” ujarnya.

    Metaverse dan Kaitannya dengan Aset Kripto, NFT serta Blockchain

    Bicara metaverse, tak bisa lepas dari peranan penting blockchain, aset kripto hingga NFT. Pengembangan metaverse dengan teknologi blockchain diyakini akan konsep dunia virtual yang sebenarnya.

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.

    Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

    Co-Founder & Chariman VCGamers, Wafa Taftazani, menjelaskan metaverse merupakan konsep kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas, di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel di dalam jaringan blokchain.

    “Metaverse pada dasarnya adalah menggabung NFT, crypto asset, blockchain, Smart Contract di dalam satu lingkungan virtual. Metaverse itu kolektif seperti menjadi seperti dunia nyata, tapi terjadi di dalam blockchain. Jadi orang bertransaksi dengan crypto asset, tanah dan bangunan virtual jadi NFT, semua transaksi tercatat di blockchain,” ujar Wafa dikutip CNBC Indonesia.

    Metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. Tentu saja butuh waktu untuk mengembangkan dunia virtual yang optimal dan bisa digunakan oleh semua orang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance: Bitcoin Tidak Sevolatil Saham Tesla dan Apple

    Orang terkaya nomor satu di Industri crypto dan CEO dari pertukaran crypto Binance, Changpeng Zhao, Bitcoin saat ini tidak sevolatil pergerakan harga saham teknologi seperti Apple dan Tesla.

    Selain itu, Zhao juga mengatakan sebuah “sneak a peek” terkait Binance, yang akan memiliki kabar baik bagi para pecinta crypto, terkait masalahnya dengan regulator global.

    Baca juga: 5 Tips Cuan Maksimal Investasi Kripto saat Lebaran

    Menurut Zhao, dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, pergerakan Bitcoin selama dua tahun terakhir, telah kurang volatil, dibandingkan saham sang produsen mobil listrik, Tesla, dan produsen iPhone, Apple Inc. Ia pun mengungkapkan:

    “Jika Anda melihat dua tahun terakhir, jika Anda melihat harga saham teknologi versus harga bitcoin, banyak saham teknologi lebih bergejolak daripada Bitcoin. Jika Anda melihat datanya, Bitcoin lebih stabil dari Tesla, Bitcoin lebih stabil dari Apple.”

    CEO Binance, Changpeng Zhao

    Beberapa bulan lalu, Tesla telah kehilangan nilai begitu besar, membawa harga dari kisaran $1.240-an, ke $800-an, yang telah naik perlahan ke kisaran $900-an.

    Pada saat pers, harga Bitcoin turun $2.000 dari $40.000 menjadi $38.350-an.

    Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin: Analisa BTC Mingguan

    Pergerakan yang sangat volatil juga ditunjukkan oleh saham Apple, yang turun lebih dari 10 persen dari puncaknya, yang tentu terlihat kuat untuk ukuran saham berkapitalisasi gendut.

    Selain itu, saham dari Google dan Amazon pun juga sebelas dua belas, bergerak volatil hebat dalam dua tahun belakangan, yang melebihi Bitcoin.

    Bagaimana kondisi ekonomi saat ini memaksa banyak uang ditarik dari pasar berisiko, seperti saham dan crypto, yang tentu membuat pusing kepala para investor sektor tersebut, begitu dolar AS lebih diminati karena berbagai upaya kenaikan suku bunga.

    Tetapi, ramalan kejatuhan dolar AS pun masih kuat terdengar, sehingga banyak disarankan untuk menyimpan uang dalam bentuk emas, perak dan Bitcoin, seperti saran dari investor properti kawakan, Robert Kiyosaki.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whales BNB Chain Borong Kripto Filecoin (FIL) Selain Dogecoin (DOGE)

    Filecoin (FIL) memasuki jajaran aset kripto yang paling banyak dibeli oleh investor whale di blockchain BNB Smart Chain (BSC), bersama dengan Dogecoin (DOGE).

    Menurut data dari WhaleStats, FIL merupakan salah satu dari 10 aset kripto teratas yang paling dibeli dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

    Whale BSC Borong Kripto Filecoin 

    Filecoin adalah jaringan yang memungkinkan pengguna menjadi penyedia penyimpanan data. Penyimpanan data menjadi komoditas yang terpisah dengan hard drive yang biasanya terkait layanan tambahan.

    U.Today melaporkan, DOGE memasuki daftar aset kripto paling dibeli pada hari Senin (25/04/2022) menyusul berita Twitter akan menerima penawaran dari Elon Musk. Musk berniat membeli situs media sosial tersebut dengan harga US$54,2 per saham dan menjadikannya perusahaan privat.

    Bersama DOGE, FIL yang menduduki peringkat ke-36 pada CoinMarketCap, termasuk dalam daftar tersebut.

    Baca Juga: Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

    Kendati popular di kalangan whale BSC, FIL mengalami sedikit penurunan harga sebesar 5,3 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di angka US$17,62 menurut data CoinGecko.

    Menurut akun WhaleStats yang melacak data terkait 100 dompet terbesar di BSC, DOGE menduduki peringkat ke-5 sebagai aset kripto terbesar yang disimpan para whale.

    100 investor terbesar itu memiliki DOGE senilai US$46 juta yang merupakan 4,62 persen dari total portofolio gabungan kelompok tersebut.

    Keempat aset kripto terbesar yang disimpan para investor whale adalah Wrapped Bitcoin (WBTC), Avalanche (AVAX), stablecoin TUSD serta USDC.

    Sedangkan Polygon (MATIC), Polkadot (DOT) dan Cardano (ADA) berada di peringkat paling bawah dari daftar aset para whale itu.

    Baca juga: 16 Miliar Shiba Inu (SHIB) Sudah yang Di-Burn Sejak Situs Burn Diluncurkan

    Sejak 25 April, ketika beredar berita tentang Elon Musk mengakuisisi Twitter, aset kripto memecoin DOGE mulai melambung sebesar 20 persen. Setelah akuisisi tersebut dikonfirmasikan sudah resmi, DOGE terus memanjat tetapi kini mengalami koreksi 10,2 persen dalam 24 jam terakhir.

    Berkat berita akuisisi tersebut, DOGE kembali memasuki 10 aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Kendati demikian, DOGE menduduki posisi ke-10 sehingga terancam terusir sewaktu-waktu.

    Barry Silbert Beli Dogecoin Pasca Elon Musk Beli Twitter?

    Melalui Twitter pada Senin lalu, CEO dan pendiri Digital Currency Group, Barry Silbert mengungkap ia mempertimbangkan membeli DOGE. Pernyataan tersebut menyusul akuisisi Twitter oleh Elon Musk, pengusahan dan selebriti yang dikenal menggemari DOGE, dengan valuasi US$44 milyar. [ed]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tak Sekedar Koleksi, NFT Bisa Mengubah Industri Tiket

    Non-fungible Token (NFT) sudah hadir sejak 2015, namun baru banyak diminati pada 2017 setelah muncul koleksi digital populer dari CryptoPunks dan EtherRock.

    NFT kemudian semakin dikenal setelah karya seniman digital Beeple dijual sebagai NFT seharga lebih dari $69 juta. Penjualan NFT seniman dengan nama asli Michael Joseph Winkelmann ini berhasil menarik perhatian dunia dan terbukti menjadi gerakan terobosan bagi ekosistem NFT.

    Brand-brand besar, selebritas, atlet, hingga influencer kemudian berbondong-bondong masuk ke dunia NFT. Akibatnya, NFT mengalami ekspansi luar biasa bahkan di luar pasarnya.

    Game menjadi salah satu industri yang mempengaruhi NFT secara signifikan. Game NFT dengan model play-to-earn (P2E) dan NFT rewards menjadi yang terpopuler pada 2021.

    Game seperti Axie Infinity ternyata telah menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak orang di Vietnam. Para pakar memperkirakan dalam 10 tahun, sebagian besar video game NFT akan beralih ke model P2E.

    Namun, NFT tak hanya tentang koleksi aset digital dan industri game. Ada industri lain yang tengah dalam proses integrasi dengan NFT, salah satunya industri tiket.

    Baca juga: Mirip Plant vs Zombies, Begini Cara Main Game NFT Plant vs Undead

    Tiket NFT dan Keunggulannya

    Pertiketan telah bergeser dari manual ke digital dalam beberapa tahun terakhir. Pandemi menambah alasan pembelian tiket banyak dilakukan secara online.

    Telah menjadi rahasia umum acara konser atau acara besar lainnya sering disusupi oleh calo tiket. Mereka akan membeli tiket dalam jumlah besar dan dijual ke masyarakat dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

    Bahkan tak sedikit juga calo yang menjual tiket palsu, memanfaatkan pembeli yang kesulitan mengonfirmasi keaslian tiket.

    Kehadiran tiket NFT akan membuat calo tiket diam tak berkutik karena NFT memiliki bukti keaslian tiket yang disimpan di dalam blockchain. Tidak hanya itu, NFT juga memiliki data apakah tiket tersebut dijual oleh penyelenggara yang sah.

    Tiket NFT memiliki potensi untuk memasuki pasar tiket sekunder (tangan kedua). Selama ini pasar sekunder selalu sulit diakses oleh penyelenggara acara.

    Para pencari tiket juga tak jarang kecewa karena mahalnya harga tiket di tangan kedua.

    Dan tiket NFT bisa menjadi solusi. Manajemen dan penyelenggara acara bisa membuat smart contract untuk mengatur penjualan kembali tiket mereka.

    Baca juga: Tahilalats Rilis Koleksi NFT Mindblowon Universe, Apa Keunikannya?

    NFT bisa memberikan royalti tambahan dari penjualan kembali tiket dan menentukan batas atas dan bawah harga tiket. Dengan tiket NFT, sebuah komunitas/penggemar juga bisa lebih dekat dengan idola mereka.

    Namun tiket NFT sebenarnya lebih dari sekadar akses masuk. Tiket bisa dikoleksi dan menjadi kenang-kenangan, juga bisa menjadi wallet untuk menyimpan aset digital dengan aman.

    NFT juga bisa memberikan pemiliknya akses ke area tertentu dalam suatu acara atau memberikan souvenir di tempat konser.

    Chief Operating Officer Oveit, Mike Dragon, mengatakan tiket NFT sudah banyak diminati dengan nilai pasar mencapai ratusan miliar dolar AS. Oveit merupakan platform penjual tiket NFT.

    “Dari data kami, 18% acara memilih untuk memakai tiket NFT untuk meningkatkan pengalaman penggemar mereka. Jumlah ini naik dari hanya 2% pada Juli 2021. Kami memperkirakan jumlahnya akan meningkat lebih banyak lagi di tahun mendatang karena teknologinya sedang diluncurkan dan dompet kripto semakin populer,” ungkapnya kepada Cointelegraph.

    “Kami memperkirakan pasar tiket NFT akan mencapai 25% dari total pasar tiket pada 2017 atau sekitar $18,5 miliar,” tambah dia.

    Baca juga: Kenalan dengan Nyla Hayes, Remaja 13 Tahun Berpenghasilan Jutaan dari NFT

    Masa Depan Tiket NFT

    Banyaknya brand dan tokoh terkenal masuk ke NFT ternyata banyak membantu industri tiket NFT untuk melakukan penetrasi pasar.

    Tiket NFT merupakan teknologi baru sehingga masih ada banyak ruang untuk berkembang. Sektor ini diproyeksikan memiliki volume pasar sebesar $94,27 miliar pada 2026.

    Meskipun tingkat pertumbuhannya cepat, industri tiket NFT juga menghadapi banyak tantangan.

    Colby Mort dari Get Protocol, platform tiket NFT, mengungkapkan, minat untuk mengeksplorasi NFT dari klien sangat tinggi, tetapi masih banyak hambatan teknologi.

    “Tantangan untuk NFT adalah aksesibilitas ke masyarakat bawah. Harus ada panduan ramah pengguna untuk mengenalkannya. Kami percaya tiket NFT mewakili Web2.5 yang menjembatani antara audiens dan Web3,” katanya.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com