Author: 23

  • Sejarah Singkat Bitcoin Dominance – Tokocrypto News

    Istilah Bitcoin Dominance merujuk pada proporsi Bitcoin di pasar mata uang kripto secara keseluruhan. Sejak awal peluncurannya pada tahun 2009, Bitcoin mendominasi pasar kripto sebagai satu-satunya mata uang digital yang tersedia. Dengan berjalannya waktu, ini mulai berubah.

    Pada 2013, munculnya gelombang pertama altcoin memberi nilai tambah baru pada formula kapitalisasi pasar kripto. Tahun 2015 menandai lahirnya Ethereum, yang menjadi saingan utama Bitcoin dengan mata uangnya, Ether. Pada 2017, ledakan ICO menyebabkan penurunan dominasi Bitcoin, mencapai titik terendahnya, namun kemudian pulih kembali melewati 50% dalam beberapa bulan. Saat ini, dominasi Bitcoin menghadapi tantangan dari berbagai token DeFi, NFT, metaverse, serta ribuan kripto lainnya.

    Awal Mula dan Pentingnya Bitcoin

    Bitcoin, yang diluncurkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto, tetap menjadi mata uang kripto terbesar dan paling berharga. Teknologinya telah mendorong pembuatan ribuan altcoin. Bitcoin terus memainkan peran krusial di pasar aset digital, dan dominasinya merupakan barometer penting untuk pasar kripto secara keseluruhan.

    Mengapa Bitcoin Dominance Penting?

    Bitcoin Dominance dihitung dari kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan keseluruhan pasar kripto. Ini penting karena membantu para pedagang memahami tren pasar, seperti kapan altcoin mengalami kenaikan dibanding Bitcoin. Misalnya, penurunan dominasi BTC pada 2017 menandakan kenaikan harga altcoin, yang bertepatan dengan pasar masuk ke fase bull.

    Dari Satu ke Ribuan Kripto

    Litecoin, altcoin pertama, lahir pada 2011. Tahun 2013, yang disebut “tahun Bitcoin” oleh Forbes, menyaksikan pertumbuhan pesat jumlah altcoin baru. Pada Mei 2013, pasar memiliki setidaknya sepuluh token, termasuk Litecoin dan XRP dari Ripple. Meski ada banyak pendatang baru, dominasi BTC tetap sekitar 95% pada masa itu.

    Munculnya Ethereum dan Altcoin Lainnya

    Ethereum diluncurkan pada 2015 oleh Vitalik Buterin dan timnya, menawarkan lebih banyak fungsi dibandingkan Bitcoin. Bitcoin tetap dominan dengan pangsa pasar sekitar 90-95%, meskipun Ethereum mulai populer. Namun, pada 2017, ICO memicu perubahan signifikan dengan penurunan dominasi Bitcoin hingga sekitar 37% pada Januari 2018.

    Crypto Winter dan Pemulihan Bitcoin

    Post-ICO, banyak proyek kripto gagal memenuhi harapan, dan pasar mengalami periode penurunan. Namun, dominasi Bitcoin perlahan meningkat kembali di atas 50% di akhir 2018.

    Era COVID dan Pasar Kripto

    Selama pandemi COVID-19, pasar kripto memasuki fase bull run, dengan dominasi Bitcoin mencapai 72% pada Januari 2021. Selama periode ini, investor ritel beralih ke day trading dan investasi kripto, seringkali memilih altcoin.

    Kesimpulan

    Meskipun pasar altcoin telah menggerogoti pangsa pasar Bitcoin, mata uang kripto ini masih memimpin dalam hal kapitalisasi pasar. Bitcoin, yang dijuluki “emas digital,” tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor. Namun, keunggulan kompetitif Bitcoin sebagai pelopor pasar kripto bisa berubah seiring waktu.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk Tetap dalam Permainan Kripto: Punya BTC dan DOGE

    CEO Tesla dan Spacex, Elon Musk telah mengungkapkan bahwa dia masih memiliki Bitcoin (BTC) dan Dogecoin (DOGE). Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus membeli dan mendukung memecoin.

    Dilaporkan Bitcoin.com, Musk juga mengungkapkan bahwa perusahaannya Spacex masih memiliki “banyak Bitcoin.”

    Elon Musk, Tesla, dan Spacex Pertahankan Kepemilikan Kripto

    CEO Tesla, Elon Musk telah mengungkapkan bahwa dia masih memiliki banyak memecoin Dogecoin (DOGE) dan perusahaan manufaktur pesawat ruang angkasa miliknya, Spacex, masih memiliki banyak Bitcoin (BTC). Dalam diskusi di X Space pekan lalu, miliarder itu berkata:

    “Saya masih memiliki banyak Dogecoin, dan Spacex memiliki banyak Bitcoin.”

    Dikenal di komunitas Dogecoin sebagai Dogefather, CEO Tesla ini telah lama menjadi pendukung memecoin. Dia sebelumnya mengungkapkan bahwa secara pribadi memiliki DOGE bersama BTC dan ETH. Pada Juni 2022, Musk mengatakan dia akan terus membeli dan mendukung Dogecoin.

    CEO Tesla, Elon Musk tetap tak jual Bitcoin saat inflasi. Foto: Twitter @Blockworks_.
    CEO Tesla, Elon Musk tetap tak jual Bitcoin saat inflasi. Foto: Twitter @Blockworks_.

    Baca juga: Solana Berencana Luncurkan Ponsel Baru, Akankah Harga SOL Naik?

    Tesla dan Spacex saat ini menerima Dogecoin untuk beberapa barang dagangan dan Musk’s Boring Company juga menerima pembayaran DOGE untuk perjalanan di loop Las Vegas Transit System. Miliarder tersebut pernah menawarkan untuk makan Happy Meal di TV, jika McDonald’s menerima pembayaran dalam dogecoin.

    Sementara sebagian besar pendukung DOGE menyambut baik dukungan Musk, beberapa investor menggugat miliarder tersebut, menuduh bahwa dia dan perusahaannya “terlibat dalam skema piramida kripto (alias skema Ponzi) melalui mata uang kripto dogecoin.” Musk telah meminta hakim untuk menolak gugatan tersebut, bersikeras bahwa men-tweet dukungan untuk DOGE tidak melanggar hukum.

    Punya Bitcoin

    Musk juga sebelumnya mengungkapkan bahwa Spacex memiliki Bitcoin sementara perusahaan kendaraan listriknya, Tesla, mengungkapkan aset digital bersih sebesar US$ 184 juta di neraca Q3 perusahaan. Tesla menginvestasikan US$ 1,5 miliar dalam BTC pada Q1 2021 tetapi menjual 75% kepemilikannya pada Q2 2022.

    Musk menjelaskan pada saat itu bahwa perusahaan “pasti terbuka” untuk meningkatkan kepemilikan Bitcoin di masa depan, mencatat bahwa penjualan tersebut karena kekhawatiran. tentang likuiditas perusahaan secara keseluruhan, “mengingat penutupan akibat Covid di Tiongkok.”

    Namun, bos Tesla mengatakan pada bulan Desember tahun lalu bahwa dia tidak menghabiskan banyak waktu memikirkan tentang kripto. Dia menekankan bahwa tidak ada perusahaannya yang akan membuat token kripto. Musk mengatakan bahwa pengguna tidak memerlukan rekening bank untuk melakukan transaksi keuangan di X. Pada Mei tahun lalu, dia membagikan “insentif besar-besaran” untuk memindahkan uang dari rekening bank.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Berencana Luncurkan Ponsel Baru, Akankah Harga SOL Naik?

    Solana Mobile akan merilis smartphone kedua, melanjutkan kesuksesan tak terduga dari perangkat awal. Solana Mobile Phone 2.0 akan memiliki beberapa fitur yang mirip dengan ponsel Saga tetapi memiliki label harga yang lebih rendah untuk menjangkau semua kalangan.

    Dilaporkan Coingape, ponsel yang akan datang ini mempertahankan fitur-fitur inti dari pendahulunya, bernama Saga, termasuk wallet kripto terintegrasi, perangkat lunak Android yang disesuaikan, dan “dApp store” untuk aplikasi kripto.

    Apa yang Baru di Solana Mobile 2.0?

    Namun, ponsel baru ini bertujuan untuk menjadi lebih terjangkau dan akan menyertakan spesifikasi perangkat keras yang berbeda. Meskipun ponsel asli memulai debutnya dengan harga US$ 1.000 tahun lalu, ponsel ini mengalami penurunan harga karena penjualan yang lesu.

    Pengenalan ponsel Solana Mobile baru kemungkinan akan menjawab lonjakan permintaan di pasar sekunder untuk smartphone Saga yang sudah langka. Saat ini, perangkat Saga yang tersegel dari pabrik menarik tawaran sebesar US$ 3.200 di eBay, menandai peningkatan nilainya lima kali lipat selama lima minggu terakhir.

    Smartphone Solana Mobile Saga Diisukan Meluncur Awal Maret
    Smartphone Solana Mobile Saga Diisukan Meluncur Awal Maret.

    Baca juga: Harga Sui (SUI) Capai ATH Baru, Ada Apa di Balik Reli?

    Awalnya diposisikan sebagai ponsel eksperimental yang melayani trader kripto dan kolektor NFT dalam platform mobile-first, Saga menghadapi tantangan dalam menemukan pasar yang cukup besar. Namun, dinamikanya berubah secara dramatis ketika pengguna menyadari bahwa ponsel tersebut menyertakan alokasi token BONK, melebihi biaya perangkat. Dalam seminggu, Saga tersebut terjual habis.

    Selama bulan berikutnya, ponsel Saga terus terbukti menguntungkan bagi pemiliknya, menerima token dan NFT berharga dari berbagai proyek. Airdrop ini tidak hanya memperkuat komunitas Saga tetapi juga menginspirasi lebih banyak pengembang Solana untuk mengeksplorasi pembuatan aplikasi seluler. Saat dihubungi oleh CoinDesk, perwakilan Solana Mobile menolak berkomentar.

    Reli Harga SOL Akan Dimulai Lagi?

    Selama hampir sebulan, harga Solana (SOL) telah bergerak sideways dan bertahan di bawah US$ 100, setelah mencapai puncak US$ 122 pada Desember 2023. Pada saat berita ini dimuat, Solana (SOL) diperdagangkan pada US$ 95,77 dengan kapitalisasi pasar US$ 41,4 miliar.

    Terlepas dari tekanan jual yang ada, pembeli Solana segera menyerap pasokan yang tersedia di bawah US$ 90, sehingga menghasilkan pembentukan candle penolakan harga yang lebih rendah. Skenario ini meningkatkan potensi terjadinya pembalikan bullish, baik dalam bentuk pola double-bottom maupun pembalikan bullish dalam pola flag.

    Jika harga SOL melampaui ambang batas US$ 100, tren bullish dapat menghadapi level resistensi yang signifikan di US$ 120 dan US$ 150.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Penundaan ETF Altcoin oleh SEC

    Pada akhir April 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengumumkan penundaan keputusan terkait beberapa proposal exchange-traded fund (ETF) untuk altcoin seperti XRP, Dogecoin (DOGE), dan Solana (SOL).

    Keputusan ini menggeser tanggal peninjauan berikutnya ke pertengahan Juni 2025, dengan batas waktu final yang diperkirakan pada Oktober 2025.

    Meskipun penundaan ini merupakan bagian dari prosedur regulasi standar, hal ini memberikan waktu tambahan bagi investor untuk mempertimbangkan peluang investasi pada aset digital tersebut.

    Detail Penundaan ETF oleh SEC

    SEC telah menunda keputusan pada beberapa proposal ETF altcoin, termasuk:

    • Franklin Templeton’s XRP ETF: Peninjauan berikutnya dijadwalkan pada 17 Juni 2025.
    • Bitwise’s Dogecoin ETF: Peninjauan berikutnya dijadwalkan pada 15 Juni 2025.
    • Franklin Templeton’s Solana ETF: Peninjauan berikutnya dijadwalkan pada 7 Oktober 2025.

    Penundaan ini memberikan waktu tambahan bagi SEC untuk mengevaluasi proposal tersebut secara menyeluruh, termasuk aspek-aspek seperti perlindungan investor dan potensi manipulasi pasar.

    Dampak terhadap Harga Altcoin

    Meskipun penundaan keputusan ETF dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar, harga altcoin terkait menunjukkan ketahanan:

    • Solana (SOL): Diperdagangkan pada $148,94 USD, mengalami kenaikan 2,15% dalam 24 jam terakhir.
    • XRP (XRP): Diperdagangkan pada $2,21 USD, mengalami penurunan 1,34% dalam 24 jam terakhir.
    • Dogecoin (DOGE): Diperdagangkan pada $0,1748 USD, mengalami penurunan 0,09% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan harga ini mencerminkan sentimen pasar yang beragam, dengan investor mempertimbangkan potensi jangka panjang dari ETF altcoin meskipun ada penundaan regulasi.

    Baca Juga: Altcoin Terbaik 2025: Unstaked, Ethereum, Cardano, Solana

    Peluang Investasi Menjelang Keputusan ETF

    Penundaan keputusan ETF oleh SEC memberikan waktu tambahan bagi investor untuk mempertimbangkan posisi mereka dalam altcoin seperti SOL, XRP, dan DOGE.

    Jika ETF ini disetujui, kemungkinan besar akan meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas altcoin tersebut bagi investor institusional dan ritel, yang pada gilirannya dapat mendorong harga naik.

    Namun, penting untuk diingat bahwa investasi dalam aset kripto tetap memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi harus didasarkan pada analisis menyeluruh serta toleransi risiko individu.

    Baca Juga: 3 Altcoin Buatan AS Menarik di Awal Mei 2025: PENGU hingga SUI

    Secara keseluruhan, penundaan keputusan ETF Altcoin oleh SEC hingga Juni 2025 memberikan waktu tambahan bagi investor untuk mengevaluasi peluang dan risiko yang terkait dengan investasi dalam SOL, XRP, dan DOGE.

    Meskipun penundaan ini dapat menimbulkan ketidakpastian jangka pendek, potensi persetujuan ETF di masa depan dapat membuka jalan bagi pertumbuhan dan adopsi yang lebih luas dari altcoin tersebut.

    Investor disarankan untuk tetap mengikuti perkembangan regulasi dan pasar, serta melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Harga Alpaca Finance (ALPACA) Tiba-Tiba Melonjak?

    Token Alpaca Finance (ALPACA) menjadi sorotan pasar kripto setelah mencatat lonjakan harga spektakuler lebih dari 400% dalam waktu singkat — hanya beberapa jam setelah pengumuman penghapusan pencatatan dari Binance.

    Dari Anjlok 90% ke Lonjakan 422%

    Dilaporkan Coinpedia, pengumuman Binance pada 24 April tentang rencana delisting ALPACA dan tiga token lainnya langsung menekan harga token ini. Dalam hitungan jam, ALPACA jatuh hingga lebih dari 90%, menyentuh titik nadir di sekitar $0,18. Banyak pelaku pasar menganggap itu adalah akhir dari token ini.

    Namun, pasar justru memberikan kejutan. Dalam waktu kurang dari sehari, ALPACA melonjak hingga $0,95, menandai kenaikan sekitar 422%. Kenaikan drastis ini dipicu oleh fenomena short squeeze, di mana trader yang bertaruh terhadap harga harus menutup posisi mereka akibat lonjakan mendadak — yang justru mendorong harga semakin tinggi.

    Efek Short Squeeze dan Spekulasi Pasar

    Setelah pengumuman delisting, banyak pedagang melakukan short selling, meyakini harga ALPACA akan terus turun. Namun, ketika harga mulai naik secara tiba-tiba, mereka terpaksa melakukan pembelian kembali untuk membatasi kerugian. Pembelian massal ini memicu lonjakan harga lebih lanjut.

    Fenomena ini menciptakan efek bola salju di tengah pasar kripto yang memang sedang dalam fase menguat, dengan Bitcoin stabil di sekitar $95.000. Kondisi ini membuat trader jangka pendek melirik aset berkapitalisasi kecil seperti ALPACA demi peluang cuan cepat.

    Pergerakan harga Alpaca (ALPACA/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Alpaca Finance (ALPACA/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Binance Umumkan Delisting, Harga ALPACA Melejit Naik 71%

    Perdagangan Volatil dan Ketidakpastian Ke Depan

    Sejak 24 April, pergerakan harga ALPACA sangat fluktuatif: sempat turun 52%, lalu naik 171% dalam satu hari. Pergerakan liar terus berlanjut selama beberapa hari, bahkan sempat naik 245% dalam satu sesi sebelum kembali terkoreksi.

    Pada 29 April, Binance melakukan penyesuaian terhadap batas tingkat pendanaan (funding rate) ALPACA menjadi ±4%. Langkah ini kembali memicu antusiasme pasar dan memperkuat reli spekulatif menjelang penghapusan pencatatan yang dijadwalkan pada 2 Mei.

    Apa Selanjutnya untuk ALPACA?

    Meskipun lonjakan harga ALPACA terlihat mengesankan, sebagian besar analis sepakat bahwa reli ini lebih didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan kekuatan fundamental proyek. Dengan jadwal delisting dari Binance yang sudah di depan mata, masa depan ALPACA masih penuh ketidakpastian.

    Namun satu hal yang jelas: reli ini menjadi pengingat bahwa di dunia kripto, bahkan kabar negatif seperti penghapusan pencatatan bisa membuka peluang — jika dimainkan dengan strategi yang tepat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Risiko Smart Contract: Jangan Asal Ikut Proyek Crypto!

    Bayangkan kamu ikut sebuah proyek crypto yang kelihatannya keren—semua serba otomatis, gampang dipakai, dan menjanjikan untung besar. TAPI, satu kesalahan kecil di sistemnya bisa bikin uang kamu hilang dalam hitungan menit. Nah, sistem yang dimaksud namanya smart contract, dan walaupun terlihat canggih, tetap bisa punya kelemahan.

    Apa Itu Smart Contract dan Kenapa Bisa Berisiko?

    Smart contract itu seperti program komputer yang otomatis menjalankan perintah tertentu di dunia crypto.

    Misalnya, kalau kamu kirim uang, sistem akan langsung kasih imbalan atau produk secara otomatis—tanpa orang ketiga.

    Biasanya smart contract ini digunakan untuk membuat dan mengatur token crypto (seperti Shiba Inu di Ethereum), menjalankan aplikasi DeFi seperti Uniswap atau Aave, atau mengelola sistem voting dalam DAO (organisasi otonom digital).

    Tapi karena ini semua berbasis kode komputer, kalau ada kesalahan di dalamnya (bug), hacker bisa menyalahgunakannya dan mencuri dana.

    Parahnya lagi, sistem ini nggak bisa dibatalkan, jadi kalau uang kamu sudah hilang, ya nggak bisa ditarik kembali.

    Contoh Nyata Kasus Smart Contract Bermasalah

    Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada tahun 2016. Waktu itu ada proyek bernama “The DAO” yang kehilangan sekitar 3,6 juta ether atau 50 juta dolar AS karena celah di sistem smart contract-nya. Akibat kejadian ini, jaringan Ethereum sampai harus terpecah jadi dua versi: Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC).

    Kasus lain terjadi pada 2023 di proyek bernama Euler Finance, di mana hacker berhasil mencuri lebih dari 190 juta dolar AS karena kelemahan di sistem otomatis mereka. Ini jadi bukti bahwa smart contract tetap punya risiko.

    Jenis Ancaman pada Smart Contract

    • Bug atau Kesalahan Kode: Hacker bisa manfaatkan kesalahan kecil untuk mencuri dana.
    • Pinjaman Cepat (Flash Loan Attack): Teknik tertentu yang dipakai hacker untuk menyerang sistem secara instan.
    • Serangan Data Harga Palsu: Sistem ditipu dengan data harga yang salah supaya hasil perhitungannya keliru.
    • Tidak Pernah Diaudit: Banyak proyek buru-buru diluncurkan tanpa diperiksa keamanannya oleh pihak independen.

    Siapa yang Mengaudit Smart Contract?

    Audit smart contract biasanya dilakukan oleh perusahaan keamanan independen yang khusus menangani proyek blockchain, seperti CertiK, Quantstamp, dan PeckShield.

    Mereka memeriksa kode smart contract untuk mencari bug, celah keamanan, dan potensi penyalahgunaan sebelum proyek diluncurkan ke publik.

    Audit yang baik biasanya menghasilkan laporan lengkap yang bisa diakses oleh calon investor.

    Cara Mengurangi Risiko Smart Contract

    1. Pilih Proyek yang Sudah Diaudit: Pastikan proyek punya laporan audit keamanan dari pihak terpercaya.
    2. Jangan Ikut-ikutan (Hindari FOMO): Jangan asal ikut tren tanpa tahu cara kerja proyek tersebut.
    3. Cek Tim Pengembang: Lihat siapa yang bikin proyeknya dan apakah mereka transparan.
    4. Coba Dulu Pakai Dana Kecil: Uji coba dulu dengan uang kecil sebelum investasi lebih besar.
    5. Ikut Komunitas Proyek: Gabung di grup Telegram atau Discord resmi buat tahu info terbaru.

    Kesimpulan

    Smart contract memang bikin transaksi crypto jadi lebih gampang dan cepat, tapi bukan berarti bebas risiko. Kita tetap harus hati-hati dan teliti sebelum ikut proyek apa pun. Ingat, walau sistemnya otomatis, kalau ada celah, bisa jadi bumerang buat keuanganmu!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Bersiap Tembus $2.000: Ini Alasan Kuat di Baliknya

    Ethereum (ETH) kembali menarik perhatian investor setelah berhasil menembus level tertinggi lokal di $1.860 pada 28 April, mendekati area psikologis penting di $2.000. Sejumlah faktor fundamental dan teknikal menunjukkan bahwa ETH memiliki peluang kuat untuk melanjutkan reli ini dalam waktu dekat.

    Permintaan ETF yang Kuat Tunjukkan Minat Institusional

    Menurut Cointelegraph, salah satu pendorong utama kenaikan ETH adalah lonjakan minat dari investor institusional. Pada 28 April, dana ETF Ethereum mencatatkan arus masuk bersih sebesar $64,1 juta, menyusul arus masuk mingguan sebesar $151,7 juta pada pekan sebelumnya — tertinggi sejak Februari 2025.

    Menurut laporan CoinShares, total arus masuk ke produk investasi Ethereum telah mencapai $183 juta, mengakhiri tren negatif selama delapan minggu berturut-turut. James Butterfill, Kepala Riset CoinShares, menyebut bahwa ketidakpastian ekonomi dan pelemahan dolar AS menjadi alasan utama investor beralih ke aset digital sebagai lindung nilai.

    Aktivitas On-Chain Meningkat Tajam

    Ethereum tetap menjadi pemimpin di sektor Layer-1 dengan Total Value Locked (TVL) sebesar $51,8 miliar, naik 16% dalam sepekan menurut data dari DefiLlama. Beberapa protokol DeFi seperti Aave, Lido, EigenLayer, dan Ether.fi mencatat pertumbuhan signifikan dalam volume deposit.

    Volume perdagangan harian di bursa terdesentralisasi (DEX) Ethereum juga melonjak lebih dari 30%, mencapai $1,65 miliar, meski masih di bawah lonjakan volume di jaringan pesaing seperti Solana dan SUI.

    Sinyal Teknikal: Pola Bull Flag dan Target $2.100

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 30 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 30 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Ethereum Naik 10% Dalam Sepekan, Tapi Kekuatan Tren Mulai Melemah

    Dari sisi teknikal, grafik empat jam ETH/USD menunjukkan pola bull flag yang terbentuk setelah reli dari area $1.700 ke $1.860. Penutupan candle 4 jam di atas resistance $1.800 pada 29 April menjadi konfirmasi awal potensi kelanjutan tren naik.

    Target harga ETH dari pola ini diproyeksikan di sekitar $2.100, yang berarti potensi kenaikan sekitar 15% dari level saat ini. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga berada di zona positif, mengindikasikan bahwa momentum pasar masih menguntungkan bagi pembeli.

    Dengan kombinasi dari meningkatnya arus masuk institusional, kekuatan fundamental jaringan, dan sinyal teknikal yang mendukung, Ethereum tampak berada di jalur yang solid untuk menembus $2.000 dalam waktu dekat. Jika tren ini berlanjut, para analis bahkan menyebut potensi ETH untuk mencapai $2.500 dalam beberapa minggu ke depan.

    Baca juga: 5 Pesaing Ethereum Potensial: Peluang Kenaikan 10x di Mei 2025


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Bitcoin Terancam? Sinyal dari Whale Tunjukkan Arah Berlawanan

    Reli harga Bitcoin mendekati $95.000 tampaknya tidak sepenuhnya didukung oleh pemain besar. Menurut analisis terbaru dari perusahaan riset kripto Alphractal, ada tanda-tanda bahwa para investor institusional — atau yang dikenal sebagai whale — mulai mengambil sikap hati-hati.

    Indikator Sentimen Whale Menunjukkan Pergeseran

    Menurut Coindoo, dalam laporan pasar terbarunya, Alphractal menyoroti bahwa whale kini mulai berpindah dari posisi long ke posisi short, berdasarkan alat analisis mereka bernama “Whale Position Sentiment.” Alat ini melacak transaksi bernilai lebih dari $1 juta di berbagai bursa utama serta data open interest untuk menangkap perubahan perilaku investor besar.

    Secara historis, indikator ini memiliki tingkat korelasi 93% dengan pergerakan harga Bitcoin. Jadi, pergeseran saat ini bukan sinyal yang bisa diabaikan.

    Dampak Potensial terhadap Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 30 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 30 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Bitcoin Mengincar $108.000: Fundamental Bullish Semakin Kuat

    Biasanya, penurunan indikator sentimen saat harga naik mengindikasikan bahwa whale tengah melindungi posisi atau berspekulasi terhadap penurunan harga, alih-alih mendukung kelanjutan reli.

    Alphractal menyebutkan bahwa bila tren ini terus berlanjut, Bitcoin bisa mengalami koreksi harga dalam waktu dekat. Namun jika sentimen kembali stabil, ini justru dapat memperkuat momentum bullish yang sudah terbentuk.

    Meskipun ada kekhawatiran jangka pendek, proyeksi jangka panjang Alphractal melalui model “Power Law” menunjukkan bahwa Bitcoin kemungkinan besar tidak akan jatuh di bawah $45.000 hingga tahun 2026 — menandakan bahwa tren naik secara keseluruhan masih berlaku.

    Baca juga: Harga Bitcoin Masih Murah? Ini Alasannya Institusi Besar Borong BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SUI Melejit 63% dalam Seminggu, Apakah Tren Ini Bisa Bertahan?

    Aset kripto Sui (SUI) sedang jadi medan tarik-ulur sengit antara bull dan bear setelah melonjak tajam 63% dalam sepekan terakhir, mendorong banyak investor yang sebelumnya merugi kembali ke zona hijau.

    Namun, pertanyaannya kini bergeser: Apakah SUI bisa mempertahankan momentumnya?

    Fundamental Kuat, Tapi Risiko Mulai Mengintai

    Dilaporkan AMBcrypto, kenaikan ini tak semata karena euforia pasar. Data on-chain menunjukkan pertumbuhan signifikan pada jumlah akun aktif, arus masuk stablecoin, dan Total Value Locked (TVL). Ini memberi sinyal bahwa ada dorongan fundamental yang nyata di balik lonjakan harga.

    SUI juga berhasil menembus resistensi krusial di $3,50, mendorong investor untuk menata ulang portofolio mereka di tengah kekhawatiran akan potensi koreksi.

    Harga Mulai Turun, Tapi Minat Masih Tinggi

    Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Rabu, 30 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Rabu, 30 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 3 Altcoin Buatan AS Menarik di Awal Mei 2025: PENGU hingga SUI

    Saat berita ini ditulis, harga SUI berada di $3,53, turun sekitar 8,74% dari puncak sebelumnya di $3,87. Koreksi ini wajar terjadi pasca lonjakan cepat dan bisa memicu aksi ambil untung.

    Namun, volume perdagangan justru naik, mencapai $1,85 miliar, dan volume di DEX melonjak dari $338 juta ke $437,6 juta. Ini menunjukkan minat pasar tetap tinggi meski harga mulai mendingin.

    Sinyal teknikal pun menguatkan narasi ini. RSI yang sebelumnya menembus level 80 kini mulai turun, mengindikasikan pasar yang mulai jenuh beli. Di sisi lain, Open Interest (OI) turun hampir 10%, memperlihatkan penurunan aktivitas leverage.

    Apa Artinya untuk Investor?

    Saat ini, SUI berada dalam fase krusial. Investor dihadapkan pada dilema klasik: tetap HODL atau ambil untung sekarang. Dengan tekanan teknikal dan psikologis yang meningkat, beberapa hari ke depan akan menjadi ujian bagi ketahanan investor.

    Meskipun bulls masih memegang kendali, taruhannya semakin besar. Jika momentum melemah, potensi koreksi bisa terjadi lebih dalam. Namun, jika dukungan fundamental terus bertahan, ini bisa jadi hanya jeda sebelum lonjakan berikutnya.

    Baca juga: Sui Gandeng Babylon, Jadi Jaringan Aman dengan Bitcoin


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pundi AI Resmi Bergabung dengan Komunitas Startup AI Eksklusif NVIDIA

    Pundi AI, platform yang menggabungkan kecerdasan buatan dan teknologi blockchain, mengumumkan telah bergabung dengan program NVIDIA Inception, sebuah komunitas startup AI global yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan rintisan inovatif. Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan resmi pada 29 April 2025.

    Keikutsertaan dalam NVIDIA Inception memberikan Pundi AI akses ke beragam dukungan strategis, termasuk perangkat keras bertenaga tinggi, kredit komputasi awan, pelatihan dari NVIDIA Deep Learning Institute, serta koneksi ke jaringan global pelaku industri AI.

    Dorong Akses Lebih Luas ke Ekosistem AI Terbuka

    Sebagai platform infrastruktur data, Pundi AI menawarkan berbagai layanan mulai dari data omnichain, kerangka kerja anotasi, hingga pasar perdagangan data berbasis AI. Fokus utamanya adalah membangun ekosistem terbuka yang mendorong kolaborasi dan inovasi AI secara terdesentralisasi.

    Dengan bergabung dalam program NVIDIA Inception, Pundi AI berupaya mempercepat pengembangan produknya dan memperluas cakupan penggunanya di tingkat global. Manfaat dari kemitraan ini diharapkan akan memperkuat kemampuan teknis dan mempercepat strategi penetrasi pasar.

    Baca juga: Token AI dan Memecoin yang Akan Tren di Juni: Beli Sebelum Terlambat

    Langkah Tak Biasa dari NVIDIA: Proyek AI Berbasis Blockchain Diterima

    Menariknya, keikutsertaan Pundi AI juga menjadi sorotan karena program NVIDIA Inception secara umum tidak menerima proyek yang berfokus pada aset kripto. Dalam kebijakan resminya, NVIDIA menyebutkan bahwa bisnis yang terlibat dalam aset digital dan layanan terkait biasanya tidak memenuhi syarat untuk bergabung.

    Namun, pengakuan terhadap Pundi AI menunjukkan bahwa nilai utama proyek ini terletak pada kapabilitas dan inovasi AI-nya, bukan keterkaitannya dengan kripto. Hal ini menjadi sinyal bahwa pendekatan hybrid AI-blockchain kini mulai mendapatkan tempat di komunitas AI arus utama.

    Lonjakan Nilai Token Usai Pengumuman

    CEO Pundi AI, Zac Cheah, menyebut pencapaian ini sebagai “langkah penting menuju terciptanya satu juta pekerjaan AI secara global.”

    “Menjadi bagian dari ekosistem ini akan membantu Pundi AI tetap menjadi yang terdepan dalam inovasi AI, membuka jalan bagi solusi berdampak yang memanfaatkan infrastruktur NVIDIA untuk transformasi industri,” ujarnya.

    Menyusul pengumuman tersebut, token asli Pundi AI melonjak hingga 30%, diperdagangkan di kisaran $0,15957, menurut data CryptoSlate.

    Langkah ini menandai babak baru bagi Pundi AI sebagai pelaku utama dalam pengembangan AI terdesentralisasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dalam ekosistem teknologi global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com