ProShares, penerbit utama dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dengan leverage dan posisi terbalik, berencana meluncurkan tiga ETF berbasis berjangka XRP paling cepat pada 30 April 2025. Informasi ini terungkap dalam prospektus amandemen pasca-efektif yang diajukan pada 15 April lalu.
Produk yang diajukan meliputi ETF Short XRP, yang dirancang untuk memberikan keuntungan saat harga XRP turun; ETF Ultra XRP, yang menargetkan laba harian sekitar dua kali lipat dari pergerakan harga XRP; serta ETF UltraShort XRP, yang menawarkan laba harian negatif dua kali lipat (-2x) dari kinerja XRP.
ETF XRP
Dilaporkan Cryptobriefing, ProShares pertama kali mengajukan ETF berjangka XRP pada Januari 2025. Dalam dokumen terbaru, ProShares menyatakan bahwa dana ini diperkirakan akan efektif mulai 30 April, menggunakan prosedur yang memungkinkan produk diluncurkan tanpa perlu tinjauan mendalam tambahan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), selama tidak ada keberatan resmi yang diajukan sebelum tanggal tersebut.
Meski dokumen tersebut memungkinkan produk dinyatakan efektif, perdagangan ETF mungkin tidak langsung dimulai, bergantung pada kesiapan bursa dan faktor operasional lainnya.
Setelah resmi diluncurkan, ETF XRP dari ProShares akan menyusul langkah Teucrium Investment Advisors, yang sebelumnya menjadi manajer dana pertama meluncurkan ETF berjangka XRP di Amerika Serikat. Dana Teucrium, bernama 2x Long Daily XRP ETF, bertujuan memberikan pengembalian dua kali lipat dari kinerja harian XRP melalui kontrak swap.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Senin, 28 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Peluncuran produk-produk ini terjadi di tengah meningkatnya minat investor terhadap XRP, didorong oleh sentimen positif usai kemenangan Donald Trump dalam pemilu, yang mempercepat perubahan regulasi yang lebih ramah terhadap industri kripto. Termasuk di dalamnya hasil persidangan antara Ripple Labs dan SEC yang dinilai menguntungkan.
Penundaan Keputusan ETF Spot XRP
Sementara itu, SEC masih menunda keputusan atas sejumlah pengajuan ETF spot XRP dari perusahaan-perusahaan besar seperti Grayscale, Bitwise, dan WisdomTree. Penundaan ini dinilai wajar sebagai bagian dari prosedur peninjauan reguler terhadap ETF kripto spot, yang juga mencakup produk lain berbasis Solana, Dogecoin, dan Litecoin.
Para analis ETF tetap optimistis bahwa SEC akan mulai menyetujui ETF spot kripto dalam tahun ini, dengan ETF berbasis Litecoin diprediksi menjadi yang pertama disetujui. Optimisme terhadap persetujuan ETF spot XRP juga meningkat, terutama setelah Paul Atkins ditunjuk sebagai Ketua SEC.
Di sisi lain, CME Group baru-baru ini mengumumkan rencana meluncurkan kontrak berjangka XRP, yang dipandang sebagai langkah positif menuju persetujuan ETF spot XRP di masa depan, pasca selesainya sengketa hukum antara Ripple dan SEC.
Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran $2,27, naik hampir 9% dalam sepekan terakhir menurut data TradingView.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Kinerja koin kripto asal Amerika Serikat bervariasi pada pekan pertama Mei, dengan PENGU, SUI, dan RENDER menunjukkan tren yang berbeda. PENGU tampil mengesankan dengan lonjakan 107% setelah periode koreksi panjang.
Menurut laporan BeInCrypto, SUI juga menunjukkan performa kuat dengan kenaikan 70%, sementara RENDER tertinggal dibandingkan aset kripto lain, terutama di sektor AI.
Pudgy Penguins (PENGU)
PENGU pernah menjadi koin meme utama di jaringan Solana, dengan kapitalisasi pasar sempat menyentuh $2,9 miliar pada 6 Januari. Namun, setelah kenaikan tersebut, harga PENGU melemah, dan kapitalisasi pasarnya merosot di bawah $1 miliar pada akhir Januari.
Kini, setelah periode stagnasi, PENGU menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dalam sepekan terakhir, harganya melonjak 107%, termasuk kenaikan 16% dalam 24 jam terakhir. Jika tren ini berlanjut, PENGU berpeluang menguji resistansi di $0,011.
Pergerakan harga Pudgy Penguins (PENGU) (PENGU/USDT) pada Senin, 28 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Jika level ini berhasil ditembus, target berikutnya berada di $0,0126, bahkan bisa melaju ke $0,0171 atau $0,0223 — yang berarti untuk pertama kalinya PENGU menembus di atas $0,020 sejak 27 Januari.
SUI
SUI menjadi salah satu altcoin terkuat minggu ini, dengan kenaikan 70% yang membuatnya mendekati posisi besar di antara koin buatan AS, hanya di belakang Cardano, Solana, dan XRP.
Harga SUI kini menghadapi resistansi kritis di $3,73. Jika level ini berhasil ditembus, target berikutnya adalah $4,25 — menandai kali pertama SUI berada di atas $4 sejak Januari lalu.
Namun, jika momentum melemah, harga SUI dapat turun menguji zona support di $3,25. Jika gagal bertahan, potensi koreksi lebih dalam ke $2,92 atau bahkan $2,51 bisa terjadi, menjadikan fase ini penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.
RENDER
Berbeda dengan PENGU dan SUI, RENDER menunjukkan kinerja kurang memuaskan. Sepanjang pekan ini, RENDER hanya mencatatkan kenaikan 2%, tertinggal dari koin buatan AS lain dan juga dibandingkan dengan token AI seperti TAO, FET, dan VIRTUAL.
Analisis Harga RENDER. Sumber: TradingView.
Minimnya momentum ini mengindikasikan bahwa meskipun tren kecerdasan buatan sedang naik daun, RENDER gagal memanfaatkan peluang tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi jangka pendeknya.
Secara teknikal, EMA RENDER mengisyaratkan potensi terbentuknya pola death cross, yang menandakan kemungkinan tren penurunan. Jika terjadi, RENDER kemungkinan akan menguji support di $4,25. Bila support ini jebol, level berikutnya yang perlu diawasi adalah $3,82, $3,55, hingga $3,14.
Namun, apabila RENDER berhasil membalikkan keadaan, rebound menuju $4,63 masih mungkin terjadi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Jika kamu merupakan seorang trader kripto atau sedang belajar mengenai kripto, pasti kamu pernah mendengar istilah “exit pump“, istilah exit pump merujuk pada strategi manipulasi harga di mana harga aset kripto sengaja dinaikan tanpa ada alasan yang jelas oleh pelaku pasar untuk menarik minat investor lain, sebelum akhirnya menjual aset mereka dengan keuntungan tinggi, meninggalkan investor baru dengan kerugian sebagai “bag holder” karena aset yang nilainya terus menurun.
Fenomena ini sering kali terjadi menjelang peristiwa penting seperti delisting tokendari bursa kripto. Investor yang tidak waspada dapat menjadi “exit liquidity”, yaitu pihak yang membeli aset pada harga tinggi, sehingga memungkinkan pelaku exit pump keluar dari pasar aset kripto yang delisting tersebut dengan keuntungan, meninggalkan harga aset tersebut yang kemudian anjlok.
Mari pelajari lebih lengkap mengenai exit pump agar terhindar dari exit liquidity melalui penjelasan di bawah ini.
Apa Itu Exit Pump?
Exit pump merupakan skema yang biasanya terjadi ketika bursa besar mengumumkan delisting terhadap suatu aset kripto, dimana pihak dengan modal besar sengaja membuat harga sebuah aset kripto mengalami kenaikan tajam dalam waktu singkat agar investor retail menjadi FOMO (Fear of Missing Out) dan membeli, sehingga para pemodal besar tadi dapat menjual kepemilikan mereka sebelum likuiditas mengering.
Sederhananya, exit pump adalah skema di mana harga “diangkat” agar pihak dengan modal besar bisa keluar dengan keuntungan maksimal, sementara investor baru justru menjadi exit liquidity atau bahkan menjadi bag holder, memegang aset yang nilainya terus merosot tajam setelah likuiditasnya menghilang dari bursa.
Ciri-ciri Terjadinya Exit Pump
Agar bisa mengidentifikasi exit pump lebih awal, berikut tanda-tanda yang umum muncul:
Lonjakan harga mendadak tanpa berita positif yang jelas.
Volume transaksi meningkat drastis dalam waktu singkat.
Sentimen komunitas berubah dan banyak promosi berlebihan atau rumor positif yang mencurigakan.
Berita delisting sudah diumumkan secara resmi oleh bursa.
Mengapa Harga Token Bisa Naik Sebelum Delisting?
Meskipun intuitifnya harga token yang akan dihapus seharusnya jatuh, realitanya kadang justru sebaliknya. Ini alasannya:
Spekulasi Investor Ritel
Saat berita delisting muncul, sebagian investor ritel melihat peluang dan membeli aset yang jatuh, berharap menjualnya kembali dalam waktu singkat. Dengan pasokan yang menurun dan volume perdagangan lebih terkonsentrasi, aksi beli besar dapat mendorong harga naik sementara sebelum volatilitas meningkat.
Manipulasi Pasar (Whales, Early Investor dan Developer)
Pemain besar atau pihak internal proyek sering melakukan manipulasi harga untuk menciptakan ilusi permintaan tinggi, lalu diam-diam melepas kepemilikan mereka di harga puncak sebelum likuiditas menghilang.
FOMO (Fear of Missing Out)
Dorongan emosional untuk tidak “ketinggalan kesempatan” saat harga tengah dimanipulasi membuat banyak trader pemula masuk tanpa berpikir panjang, memicu rally harga yang cepat di tengah para pemain besar melakukan penjualan untuk keluar dari pasar.
Short Squeeze
Ketika banyak trader memasang posisi short terhadap token yang akan delisting, lonjakan harga yang tak terduga dapat memaksa mereka membeli kembali token untuk menutup posisi, menciptakan tekanan beli yang semakin mendorong harga naik. Proses ini sering disebut short covering dan bisa menjadi pemicu short squeeze, menyebabkan harga melonjak lebih tinggi dalam waktu singkat.
Apakah Exit Pump Sebuah Peluang atau Jebakan Exit Liquidity?
Kenaikan harga yang cepat di tengah berita delisting yang membuat para holder panik memang tampak menggoda. Tapi, apakah ini peluang nyata atau sekadar jebakan?
Potensi: Keuntungan Besar dalam Waktu Singkat
Saat exit pump terjadi, harga sebuah aset kripto dapat mengalami lonjakan drastis, bahkan mencapai ratusan hingga ribuan persen hanya dalam hitungan jam atau hari. Pergerakan harga yang ekstrem ini menciptakan peluang trading jangka pendek yang sangat menggiurkan, terutama bagi para trader yang memiliki strategi scalping atau swing trading.
Trader yang bisa membaca momentum dengan tepat dapat membeli di fase awal kenaikan dan menjual di harga puncak sebelum aksi jual massal dimulai.
Namun, perlu diingat bahwa potensi keuntungan ini hanya bisa diraih dengan strategi trading yang tepat dandisiplin dalam menerapkan target profit maupun stop loss.
Risiko: Menjadi Exit Liquidity dan Bag Holder
Salah satu risiko terbesar dalam exit pump adalah menjadi exit liquidity, yaitu investor yang membeli di puncak harga saat market maker atau whale melepas kepemilikan mereka. Setelah aksi jual besar-besaran terjadi, harga biasanya langsung anjlok tanpa perlawanan, meninggalkan investor yang baru masuk dengan kerugian besar.
Dalam situasi ini, investor yang terjebak sering dijuluki sebagai bag holder: mereka memegang aset yang nilainya jauh di bawah harga beli, dan enggan menjual karena percaya suatu hari nilainya akan naik kembali tanpa peluang pemulihan harga yang nyata karena aset telah mengalami delisting atau penurunan popularitas.
Strategi Aman Jika Terjebak Exit Pump
Lakukan beberapa tips berikut jika kamu sudah terlanjur masuk dan membeli koin dalam daftar delisting:
Jangan serakah dan ambil keuntungan cepat jika harga sudah naik signifikan.
Disiplin dalam stop-loss untuk membatasi kerugian.
Pantau jadwal delisting dan hindari hold terlalu lama.
Hindari mengikuti rumor dan terapkan strategi trading untuk keluar dari pasar.
Contoh Skema Exit Pump: Delisting Reef
Grafik exit pump and dump setelah delisting Reef. Sumber: TradingView.
Gambar di atas merupakan salah satu contoh skema exit pump yang pernah terjadi pada aset kripto Reef.
Kenaikan harga berlangsung selama 4 minggu setelah delisting membuat harga aset kripto Reef pada saat itu meroket 2.300% atau 23x dari harga awal, sebelum akhirnya mengalami koreksi -95%.
Momentum lonjakan harga yang dihasilkan dari skema exit pump ini nampaknya memang tidak bertahan lama dan nama Reef sendiri menjadi semakin redup karena volume perdagangan yang semakin rendah, dan likuiditas yang terbatas.
Tips Menghindari Exit Pump
Cek berita resmi dari aset kripto tersebut dan informasi dari bursa seperti Tokocrypto.
Waspadai lonjakan harga tiba-tiba tanpa fundamental.
Hindari membeli aset yang baru diumumkan akan delisting kecuali kamu benar-benar faham risikonya.
Fokus pada aset kripto potensial dan aset kripto terbaik yang terdaftar di bursa terpercaya seperti Tokocrypto.
Waspadai Exit Pump, Pilih Investasi dengan Bijak
Exit Pump memang bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan dalam waktu singkat. Namun, potensi jebakan menjadi exit liquidity di harga yang tidak sehat dan diikuti oleh penurunan tajam membuatnya menjadi strategi berisiko tinggi.
Jika kamu memahami risiko ini dan tetap ingin memanfaatkan peluang dari exit pump, kamu bisa mencoba trading dengan mudah di platform terpercaya sepertiTokocrypto, yang memiliki antarmuka yang mudah digunakan, fitur trading lengkap, dan biaya transaksi kompetitif.
Di sisi lain, jika tujuanmu adalah membangun portofolio aset kripto yang kuat, aman, dan berkelanjutan, maka memfokuskan investasi pada aset kripto dengan fundamental yang solid adalah pilihan yang lebih bijak.
Mulai perjalanan investasi kamu di Tokocrypto untuk akses berbagai aset kripto potensial dengan minimum deposit Rp20.000 dan investasi mulai dari Rp1.700 aja!
FAQ Seputar Exit Pump dan Delisting Token
Apakah semua token yang delisting mengalami exit pump? Tidak. Beberapa token justru langsung jatuh tanpa pump terlebih dahulu.
Apakah exit pump bisa dimanfaatkan? Bisa, tetapi resikonya sangat tinggi dan perlu eksekusi cepat.
Bagaimana cara tahu token akan delisting? Ikuti pengumuman resmi Tokocrypto melalui sosial media, Tokonews, dan jangan lupa untuk aktifkan push notification.
Apakah altcoin dengan kapitalisasi pasar besar juga bisa mengalami exit pump? Jarang. Exit pump lebih sering terjadi pada proyek kecil dengan likuiditas rendah.
Apakah ini sama dengan pump and dump biasa? Ya, mekanismenya mirip, tetapi dipicu momen spesifik: delisting.
Kenapa harus menghindari membeli aset kripto yang mengalami exit pump? Membeli aset yang sedang naik tinggi atau exit pump, tidak selalu memberikan keuntungan yang sebanding dengan potensi risiko seperti menjadi exit liquidity atau bag holder.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Para trader kripto saat ini tengah mengamati dengan cermat token-token yang menunjukkan momentum kuat, didorong oleh katalis penting, seperti Solana dan XRP di masing-masing proyek.
Dilaporkan Coindoo, Ethereum mendapat dorongan berkat arus masuk ETF baru, Solana bertahan kokoh di atas $150, sementara XRP menunjukkan pola grafik yang memicu optimisme analis. Di sisi lain, BlockDAG kembali menarik perhatian dalam prapenjualan dengan perubahan harga agresif dan data peluncuran yang solid.
Bagi investor yang memburu altcoin dengan potensi besar di 2025, berikut ini adalah rangkuman pergerakan terbaru dari proyek-proyek yang menunjukkan aktivitas signifikan hingga 25 April.
1. BlockDAG: Prapenjualan Dibuka Lagi di $0,0025 dengan Skema Bonus
BlockDAG kembali mencuri perhatian setelah mengatur ulang harga prapenjualannya ke $0,0025, memberi kesempatan bagi investor untuk membeli di level awal seperti pada Gelombang 2. Setelah sebelumnya naik dari $0,001 hingga $0,0248 dalam 27 gelombang, BlockDAG telah mengumpulkan lebih dari $219 juta dan menjual lebih dari 19,3 miliar token BDAG.
Prapenjualan kini menerapkan format baru: setiap 24 jam, tersedia 25 juta BDAG, dan jika tidak terjual habis, sisa token akan diberikan kepada pembeli teratas hari itu. Model kompetitif ini terinspirasi dari format penjualan EOS dan telah mendorong aktivitas tinggi di komunitas sosial BlockDAG.
Lebih dari sekadar struktur penjualan, BlockDAG menawarkan fundamental yang kuat. Aplikasi X1 kini digunakan oleh lebih dari 1 juta orang untuk menambang BDAG melalui ponsel mereka, sementara lebih dari 17.000 perangkat penambang telah dikirimkan. Jaringan uji BlockDAG saat ini mampu memproses lebih dari 800 transaksi per detik, dengan peluncuran mainnet dijadwalkan pada Agustus 2025. BDAG juga direncanakan akan melantai di berbagai bursa terpusat.
Dengan harga prapenjualan yang dikembalikan ke $0,0025 dan target harga peluncuran di $0,05, BlockDAG menawarkan potensi kenaikan hingga 20 kali lipat — menjadikannya salah satu altcoin paling menarik untuk 2025.
2. Ethereum: Arus Masuk ETF Capai $63,5 Juta
Ethereum tetap stabil di kisaran $1.768. Yang menjadi sorotan minggu ini adalah masuknya dana sebesar $63,5 juta ke ETF Ethereum, dengan ETHA memimpin arus masuk sebesar $40 juta. Momentum ini membantu ETH mempertahankan harga di atas $1.750, dengan target kenaikan berikutnya di $1.800.
Selain penguatan harga, Ethereum tetap menjadi tulang punggung ekosistem DeFi dan kontrak pintar. Aktivitas seperti staking, pengembangan Layer 2, dan integrasi dengan platform berbasis AI memperkuat daya tarik jangka panjang ETH. Arus masuk ETF yang signifikan menandakan kembalinya minat institusional terhadap aset ini.
3. Solana: Tetap Kokoh di Atas $150 dengan Kenaikan 20% Mingguan
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 28 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Solana diperdagangkan di $151,12 setelah mencatatkan kenaikan lebih dari 20% dalam sepekan. Dengan volume perdagangan yang solid, banyak analis memperkirakan harga SOL bisa naik lebih lanjut menuju $160,14 dalam waktu dekat. Bertahan di atas level psikologis $150 memperkuat sentimen bullish terhadap altcoin ini.
Kinerja kuat Solana didukung oleh tingginya adopsi di sektor DeFi dan NFT, serta peningkatan keandalan dan waktu aktif jaringan. Ditambah lagi, efek positif dari kenaikan ETF Ethereum juga merambat ke Solana. Jika mampu menembus $160, Solana berpotensi melanjutkan tren kenaikannya.
4. XRP: Naik ke $2,18, Sentimen Jangka Panjang Meningkat
XRP saat ini diperdagangkan di $2,18 setelah sempat mencapai $2,25. Meskipun ada sedikit koreksi dalam 24 jam terakhir, sentimen terhadap XRP tetap positif. Aktivitas paus yang meningkat dan pergerakan on-chain yang stabil menunjukkan adanya fase akumulasi.
Beberapa prediksi ekstrem memperkirakan XRP bisa mencapai $100 hingga $1.000 dalam jangka panjang, namun target realistis dalam waktu dekat adalah menguji kembali rekor tertingginya. Dengan berkurangnya ketidakpastian regulasi, XRP kini menjadi semakin menarik bagi trader yang mencari alternatif dari koin-koin besar lainnya.
Kesimpulan: Siapa yang Menonjol?
Setiap proyek di atas menunjukkan kekuatan unik yang membuatnya relevan saat ini. Ethereum mendapatkan momentum dari arus masuk ETF, Solana menunjukkan stabilitas teknikal, dan XRP menguat dengan dukungan akumulasi investor besar.
Namun, BlockDAG menonjol dengan kombinasi faktor: harga prapenjualan yang di-reset ke $0,0025, sistem bonus harian, basis pengguna yang besar, serta kemajuan teknis yang konsisten. Dengan potensi kenaikan hingga 2.380% dan roadmap peluncuran yang jelas, BlockDAG menjadi salah satu kandidat kuat untuk altcoin dengan performa terbaik di 2025.
Ke depan, proyek-proyek yang mampu memadukan kekuatan fundamental dengan strategi pasar yang cerdas kemungkinan besar akan menjadi pemenang di lanskap kripto tahun depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Koin BRETT mencatatkan kinerja luar biasa dengan menjadi peraih keuntungan tertinggi di antara 10 koin meme teratas. Koin ini menunjukkan lonjakan harga yang signifikan seiring dengan pulihnya pasar aset kripto.
Dilaporkan The Coin Republic, dalam sepekan terakhir, BRETT mencatat kenaikan lebih dari 89%, mengungguli koin-koin besar seperti Dogecoin dan Shiba Inu. Sebagai perbandingan, Dogecoin hanya mencatatkan pertumbuhan 15,8% dan Shiba Inu naik 18,5% dalam periode yang sama. Koin meme lain yang mendekati performa BRETT adalah TRUMP Resmi, dengan kenaikan sekitar 83,3%.
Harga BRETT Naik
Kenaikan harga BRETT semakin menonjol mengingat pemulihannya dari posisi terendah di bulan April, yakni $0,026. Dalam 24 jam terakhir, harga BRETT sempat menyentuh $0,071, sebelum terkoreksi ke $0,068 saat laporan ini dibuat. Ini mencerminkan kenaikan harga lebih dari 200% dalam periode tersebut.
Pergerakan memecoin BRETT.
Namun, lonjakan ini menempatkan BRETT di wilayah overbought, sehingga memunculkan potensi aksi ambil untung dalam waktu dekat. Meskipun demikian, sentimen pasar yang tetap kuat memberikan sinyal bahwa tekanan jual kemungkinan akan tetap terbatas.
Saat ini, harga BRETT masih 72% di bawah puncaknya pada Desember 2024, memberi insentif bagi investor untuk tetap memegang koin tersebut sambil menunggu potensi pemulihan lebih lanjut. Selain itu, performa impresif BRETT dalam beberapa hari terakhir berpotensi menarik perhatian investor baru yang mencari peluang di segmen koin meme.
Volume BRETT
Di sisi lain, data pasar menunjukkan adanya peningkatan aktivitas. Volume derivatif BRETT naik 54,84% dalam 24 jam terakhir menjadi $201,14 juta, sedangkan open interest meningkat 4,91% menjadi sekitar $67,53 juta. Tingkat pendanaan BRETT juga melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2024, memperlihatkan lonjakan minat pada pasar derivatif meski berpotensi meningkatkan risiko likuidasi.
Prediksi harga BRETT dalam jangka pendek menunjukkan potensi untuk mencapai $0,090, seiring meningkatnya likuiditas dan minat investor. Jika tren pemulihan berlanjut, koin ini berpeluang menguji kembali level tertingginya, yang memerlukan kenaikan sekitar 262% dari harga saat ini.
Sementara itu, total kapitalisasi pasar koin meme juga mengalami kenaikan 4,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai $61,52 miliar. Hal ini menegaskan bahwa segmen koin meme tetap aktif di tengah kekhawatiran soal pergeseran minat investor ke aset berutilitas lebih tinggi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
ARK Invest baru saja memperbarui proyeksi harga Bitcoin (BTC) untuk tahun 2030. Dalam skenario paling optimis, mereka memprediksi harga Bitcoin bisa melesat hingga $2,4 juta per koin, naik 60% dari estimasi sebelumnya yang sebesar $1,5 juta. Ini berarti, dari harga saat ini, BTC berpotensi melonjak lebih dari 2.400%.
Apakah Bitcoin Akan Naik 2.400% dalam 5 Tahun?
Dalam laporan terbarunya, ARK Invest memperkirakan Bitcoin akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 72% dalam skenario bullish. David Puell, analis riset di ARK, juga menyampaikan prediksi untuk skenario lain:
Dalam situasi bearish, harga BTC diproyeksikan mencapai $500.000 (naik dari prediksi sebelumnya $300.000) dengan CAGR sekitar 32%, sementara dalam skenario dasar, targetnya dinaikkan dari $710.000 menjadi $1,2 juta dengan CAGR sekitar 53%.
Apa Saja Faktor Pendukung Prediksi Ini?
Dilaporkan BeInCrypto, ARK mengidentifikasi enam faktor utama yang bisa mendorong harga Bitcoin, di antaranya:
Meningkatnya investasi institusional.
Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan devaluasi mata uang.
Penerimaan Bitcoin sebagai “emas digital”.
Adopsi Bitcoin oleh negara sebagai aset cadangan.
Diversifikasi perbendaharaan perusahaan ke Bitcoin, mencontoh langkah perusahaan seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy).
Tumbuhnya layanan keuangan on-chain Bitcoin yang mulai menggantikan sistem keuangan tradisional.
David Puell menambahkan bahwa investasi institusional menjadi pendorong terbesar dalam skenario optimis mereka. Namun, kontribusi dari adopsi negara-bangsa, perusahaan, dan layanan keuangan terdesentralisasi juga mulai terlihat meski dalam skala lebih kecil.
Proyeksi ARK kali ini didasarkan pada analisis Total Addressable Market (TAM) dan tingkat penetrasi di tiap sektor. Mereka juga memperhitungkan pasokan Bitcoin yang deterministik, dengan estimasi sekitar 20,5 juta BTC yang beredar pada tahun 2030.
Menariknya, mereka kini menggunakan konsep “pasokan aktif” Bitcoin — yakni dengan mengabaikan koin yang hilang atau tidak bergerak dalam waktu lama — yang menghasilkan target harga 40% lebih tinggi dibanding model sebelumnya.
Pandangan Optimistis dari Tokoh Lain
ARK Invest bukan satu-satunya pihak yang optimis. Michael Saylor, pendiri Strategy, pernah menyebut bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin bisa mencapai $500 triliun, melampaui emas dan real estat, yang setara dengan harga sekitar $23,8 juta per Bitcoin.
Laporan lain dari Standard Chartered memperkirakan Bitcoin bisa mencapai $500.000 pada tahun 2028. Daniel Roberts, CEO IREN, bahkan memperkirakan BTC bisa menyentuh $1 juta dalam lima tahun. Pandangan serupa juga disampaikan oleh Thomas Fahrer dari Apollo.
Sementara itu, Samson Mow dari Pixelmatic optimis Bitcoin bisa mencapai $1 juta sebelum akhir 2025. Bank investasi HC Wainwright juga meningkatkan target harga BTC tahun 2025 dari $145.000 menjadi $225.000. Bahkan di tengah volatilitas pasar, Tom Lee dari Fundstrat masih memperkirakan harga BTC bisa tembus $150.000 tahun depan.
Meski berbagai prediksi ini menunjukkan kepercayaan besar terhadap masa depan Bitcoin, waktu yang akan membuktikan seberapa akurat ramalan tersebut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, mengajukan proposal baru yang berpotensi mengubah dasar teknis blockchain Ethereum dan mendorong pertumbuhan jangka panjang bagi jaringan kripto terbesar kedua di dunia ini.
Dalam pengumuman pada 21 April, Buterin menyarankan agar Ethereum mengganti bytecode pada Mesin Virtual Ethereum (EVM) dengan RISC-V, sebuah arsitektur set instruksi berbasis sumber terbuka.
Dilaporkan Catenaa, perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi jaringan secara signifikan. Menurut para pengembang, penggunaan RISC-V dapat mempercepat proses komputasi zero-knowledge proof hingga 100 kali lipat, sekaligus memangkas biaya transaksi dan memperbesar kapasitas skalabilitas jaringan.
Transisi Ethereum
Penting untuk dicatat, transisi ini akan tetap menjaga kompatibilitas dengan kontrak pintar yang sudah ada, serta mempertahankan alat pengembangan utama seperti Solidity dan Vyper. Para analis menilai, usulan ini sejalan dengan rencana peningkatan Ethereum berikutnya, yaitu upgrade “Pectra” yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei mendatang. Pectra juga difokuskan pada peningkatan skalabilitas dan performa jaringan.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 28 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Meskipun ide Buterin menarik perhatian luas di industri kripto, pasar tidak menunjukkan reaksi langsung. Harga ETH tetap stabil di kisaran $1.500 pada hari Senin. Beberapa pihak mengingatkan bahwa perubahan besar seperti ini bisa menghadapi hambatan teknis. Sebelumnya, upaya untuk menyederhanakan jaringan—seperti penghapusan opcode SELFDESTRUCT—mengalami tantangan yang tidak terduga, yang bisa menjadi pertanda bahwa implementasi RISC-V juga mungkin mengalami penundaan.
Perkuat Posisi Ethereum
Walaupun demikian, peluang untuk memperkuat posisi Ethereum di pasar tetap terbuka. Data dari Token Terminal dan Santiment menunjukkan bahwa pendapatan dari biaya transaksi sempat menurun di awal tahun ini, tetapi infrastruktur yang lebih efisien berpotensi membalikkan tren tersebut, apalagi dengan dukungan solusi Layer 2 yang lebih murah dan cepat.
Dengan kondisi pasar jangka pendek yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan dalam kebijakan perdagangan AS, visi baru dari Buterin memberikan angin segar bagi masa depan Ethereum. Para ahli menyarankan pelaku pasar untuk tetap memperhatikan perkembangan teknis serta indikator makroekonomi dalam beberapa bulan ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto pada akhir April 2025 menunjukkan dinamika yang menarik dengan beberapa aset utama menghadapi tantangan dan peluang.
Binance Coin (BNB) sedang menguji level resistensi penting, Solana (SOL) memberikan sinyal bullish yang kuat, dan proyek baru Web3 ai menarik perhatian investor melalui presale token $WAI yang menjanjikan.
BNB Uji Level Resistensi $600
BNB saat ini berada dalam fase konsolidasi, berjuang untuk menembus level resistensi kuat di $600.
Setelah sempat turun ke $575, harga BNB berhasil pulih sedikit, namun belum mampu melewati batas $600 yang menjadi titik uji penting.
Indikator teknikal seperti RSI yang menguat dan tren MACD yang stabil memberikan harapan akan potensi breakout.
Namun, jika BNB gagal menembus level ini, kemungkinan akan menguji kembali zona support di $575 dan $531.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Senin, 28 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Solana (SOL) menunjukkan pola teknikal yang menjanjikan dengan formasi inverse head and shoulders, yang sering kali menjadi indikasi pembalikan tren ke arah bullish.
Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar $130 dan telah berhasil melewati EMA 200 pada grafik 4 jam.
Dukungan tambahan datang dari peningkatan aktivitas jaringan dan staking. Level resistensi berikutnya diperkirakan berada di $133,50, sementara support kuat terlihat di kisaran $125–$127.
RSI yang belum mencapai kondisi overbought menunjukkan masih ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Web3 ai: Integrasi AI dan Blockchain dalam Satu Platform
Web3 ai muncul sebagai proyek inovatif yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain dalam satu platform yang berfungsi penuh.
Berbeda dengan banyak proyek lain yang masih dalam tahap konsep, Web3 ai telah mengembangkan 12 alat AI terintegrasi, termasuk Trading Assistant, Scam Detector, dan Portfolio Optimizer.
Platform ini memanfaatkan pembelajaran mesin, pemrosesan bahasa alami (NLP), dan jaringan saraf untuk memberikan solusi yang dapat digunakan secara praktis oleh pengguna kripto.
Token $WAI digunakan sebagai alat transaksi dalam ekosistem Web3 ai. Saat ini, harga presale berada di $0,0003 dan akan naik menjadi $0,000315 pada putaran berikutnya, dengan target harga peluncuran sebesar $0,005242 setelah 50 putaran presale selesai.
Investor awal berpotensi mendapatkan ROI hingga 1747%, menjadikan presale ini sebagai salah satu yang paling menarik di pasar saat ini.
Pasar kripto menunjukkan dinamika yang kompleks dengan BNB menghadapi tantangan di level resistensi, Solana memberikan sinyal bullish yang kuat, dan Web3 ai menawarkan inovasi melalui integrasi AI dan blockchain.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan ini secara cermat dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pi Network, proyek kripto yang sempat menarik perhatian dengan konsep penambangan melalui ponsel, kini menghadapi berbagai tantangan yang menghambat pemulihan nilainya.
Setelah mengalami penurunan tajam ke level terendah baru pada awal April 2025, harga token Pi (PI) tertahan di kisaran $0,60 hingga $0,65, tanpa ada tanda-tanda pemulihan yang signifikan.
Penangguhan Dukungan dari Banxa
Salah satu hambatan utama adalah penangguhan dukungan dari Banxa, penyedia pembayaran kripto yang sebelumnya aktif dalam transaksi Pi.
Penangguhan ini diduga terkait dengan persetujuan Know Your Business (KYB) yang tertunda. Banxa kemungkinan akan melanjutkan dukungannya setelah mendapatkan kejelasan regulasi dan nilai Pi menunjukkan pemulihan.
Kendala dalam Proses Listing di Bursa Besar
Harapan komunitas terhadap listing Pi di Binance, salah satu bursa kripto terbesar, belum terwujud meskipun Pi Network memenangkan pemungutan suara komunitas beberapa bulan lalu.
Binance baru-baru ini memperbarui pedoman listingnya, menekankan pentingnya likuiditas, adopsi, kinerja token, dan kompatibilitas dengan rantai yang didukung Binance seperti BNB Chain, Solana, Base, atau Ethereum.
Sayangnya, Pi saat ini belum terintegrasi dengan ekosistem tersebut, sehingga memperumit proses listing di bursa utama.
Dikutip dari Coindoo pada Senin (28/4), Pi Network juga menghadapi tantangan teknis, terutama terkait migrasi ke mainnet.
Banyak pengguna melaporkan kesulitan dalam mentransfer token mereka ke mainnet sebelum batas waktu yang ditetapkan, menyebabkan kekhawatiran akan kehilangan aset.
Masalah ini diperburuk oleh kurangnya respons dari tim pengembang dan ketidakjelasan dalam proses migrasi.
Kekhawatiran Mengenai Sentralisasi dan Transparansi
Sementara itu, kekhawatiran lainnya muncul terkait sentralisasi dan transparansi Pi Network.
Data menunjukkan bahwa enam dompet yang terkait dengan tim inti Pi Network memegang lebih dari 60 miliar Pi, sementara 20 miliar lainnya tersebar di ribuan dompet yang terhubung.
Konsentrasi ini menimbulkan pertanyaan tentang desentralisasi dan distribusi token yang adil.
Prospek dan Harapan Komunitas
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, komunitas Pi Network tetap berharap akan adanya perkembangan positif.
Beberapa anggota komunitas menantikan pembaruan roadmap dan integrasi dengan ekosistem blockchain yang lebih luas.
Namun, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi yang memberikan kejelasan tentang langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh tim Pi Network untuk mengatasi masalah yang ada.
Kini, Pi Network berada di persimpangan jalan, menghadapi tantangan regulasi, teknis, dan kepercayaan komunitas.
Untuk memulihkan momentum dan mencapai adopsi yang lebih luas, diperlukan transparansi yang lebih besar, penyelesaian masalah teknis, dan strategi yang jelas untuk integrasi dengan ekosistem blockchain utama.
Tanpa langkah-langkah tersebut, Pi Network berisiko kehilangan relevansi di pasar kripto yang kompetitif.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dogecoin (DOGE), salah satu mata uang kripto bertema meme paling populer, menunjukkan potensi untuk mengalami kenaikan harga signifikan pada Mei 2025.
Sejarah harga dan analisis teknikal terbaru memberikan indikasi bahwa bulan Mei bisa menjadi periode bullish bagi DOGE.
Analisis Historis
Analisis historis menunjukkan bahwa bulan Mei sering kali menjadi periode positif bagi Dogecoin.
Data menunjukkan bahwa rata-rata dan median pengembalian DOGE selama bulan Mei cenderung positif, menjadikannya salah satu bulan terbaik untuk kinerja harga DOGE.
Meskipun tidak semua bulan Mei menghasilkan keuntungan, pola ini memberikan harapan bagi investor yang mengantisipasi tren serupa di tahun 2025.
Prediksi Harga Dogecoin untuk Mei 2025
Sebagaimana dikutip dari U. Today pada Senin (28/4/2025), beberapa analis kripto telah memberikan prediksi harga untuk DOGE pada Mei 2025.
Changelly memperkirakan bahwa harga DOGE dapat mencapai rata-rata $0,255, dengan kemungkinan minimum $0,203 dan maksimum $0,307.
Dengan demikian, hal ini cukup untuk menunjukkan potensi pengembalian investasi sekitar 150,4%.
Sementara itu, CoinCodex memprediksi bahwa harga DOGE akan meningkat sebesar 5,54% dan mencapai $0,187795 pada 28 Mei 2025.
Mereka juga mencatat bahwa sentimen pasar saat ini netral, dengan Indeks Ketakutan & Keserakahan menunjukkan angka 61 (Keserakahan), yang dapat mendukung momentum positif.
Dalam beberapa minggu terakhir, Dogecoin telah menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan yang signifikan.
Volume perdagangan 24 jam DOGE melonjak sebesar 80%, mencapai $850 juta, seiring dengan kenaikan harga sebesar 5,07% dalam periode yang sama.
Peningkatan volume ini mencerminkan minat yang tumbuh dari investor dan dapat menjadi indikator bullish untuk pergerakan harga selanjutnya.
Analisis Teknikal dan Pola Pergerakan Harga
Secara teknikal, Dogecoin menunjukkan formasi pola yang menarik. Saat ini, DOGE diperdagangkan di sekitar $0,1813, naik 1,1% dalam 24 jam terakhir dan 15% dalam seminggu terakhir.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa DOGE sedang membentuk higher lows, yang dapat menjadi indikasi potensi breakout bullish dalam waktu dekat.
Faktor Pendukung Kenaikan Harga
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 28 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Beberapa faktor yang dapat mendukung kenaikan harga Dogecoin pada Mei 2025 meliputi:
Dukungan Komunitas yang Kuat: Dogecoin memiliki komunitas yang aktif dan berdedikasi, yang sering kali berperan dalam mendorong adopsi dan minat terhadap DOGE.
Sentimen Pasar Positif: Dengan Indeks Ketakutan & Keserakahan berada pada level “Keserakahan”, investor menunjukkan minat yang tinggi terhadap aset kripto, termasuk DOGE.
Peningkatan Aktivitas Perdagangan: Lonjakan volume perdagangan menunjukkan bahwa lebih banyak investor yang terlibat dalam perdagangan DOGE, yang dapat mendorong harga lebih tinggi.
Dengan mempertimbangkan sejarah harga yang positif di bulan Mei, prediksi analis yang optimis, peningkatan aktivitas perdagangan, dan dukungan komunitas yang kuat, Dogecoin memiliki potensi untuk mengalami kenaikan harga signifikan pada Mei 2025.
Namun, seperti semua investasi kripto, penting bagi investor untuk melakukan riset sendiri dan mempertimbangkan risiko yang terlibat sebelum membuat keputusan investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.