Author: 25

  • Jurus Vitalik Buterin Rampingkan Interoperabilitas Layer-2 Ethereum

    Ethereum terus berinovasi dalam meningkatkan skalabilitas dan desentralisasi jaringan melalui ekosistem rollup.

    Melansir laman Coinpaper pada Selasa (18/2), Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, mengusulkan solusi baru untuk menyederhanakan interoperabilitas Layer-2 (L2) menggunakan Ethereum Improvement Proposal (EIP) 3668.

    Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada layanan terpusat. Masalah Fragmentasi di Ekosistem Layer-2 Ethereum menggunakan rollup sebagai solusi utama dalam meningkatkan skalabilitas dengan biaya transaksi yang lebih rendah.

    Namun, dengan banyaknya rollup yang beroperasi secara independen, muncul tantangan dalam validasi state proof tanpa perantara terpusat.

    Saat ini, setiap rollup memiliki sistem verifikasinya sendiri. Sehingga sulit untuk menciptakan standar yang kompatibel di seluruh ekosistem Ethereum.

    Universal Light Client Berbasis EIP-3668

    Untuk mengatasi fragmentasi ini, Buterin mengusulkan penggunaan universal light client berbasis EIP-3668.

    Dengan pendekatan ini, jaringan Ethereum dapat mengadopsi mekanisme standar dalam memverifikasi state proof di berbagai rollup. Universal light client memungkinkan verifikasi proof secara on-chain melalui Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga menghilangkan kebutuhan akan perantara terpusat.

    Universal Light Client untuk Ethereum diyakini dapat menghilangkan ketergantungan pada perantara terpusat saat ini, karena banyak aplikasi dan dompet digital bergantung pada layanan terpusat untuk verifikasi proof, yang berisiko menyebabkan sensor atau kegagalan sistem.

    Dengan solusi ini, validasi proof bisa dilakukan secara desentralisasi langsung di jaringan Ethereum.

    Selain itu, setiap rollup memiliki format proof yang berbeda, sehingga sulit untuk melakukan interoperabilitas antar-L2. Universal light client memungkinkan adanya format proof yang seragam, serta menyederhanakan komunikasi antar-layer di jaringan Ethereum.

    Dengan memverifikasi proof langsung di EVM, universal light client memastikan bahwa tidak ada satu entitas pun yang mengendalikan proses verifikasi.

    Hal ini mempertahankan keamanan Ethereum sembari mendukung ekspansi melalui rollup.

    Di sisi lain, dengan standar verifikasi proof yang fleksibel dan kompatibel dengan berbagai skema kriptografi, Ethereum dapat terus berkembang seiring dengan inovasi teknologi blockchain tanpa mengalami fragmentasi.

    Akan tetapi, meskipun jurus ini cukup menjanjikan, penerapan universal light client menghadapi beberapa tantangan.

    Salah satu hambatan utama adalah perbedaan format proof di setiap rollup, yang dapat menyulitkan adopsi standar tunggal.

    Selain itu, koordinasi antara pengembang rollup, pengembang inti Ethereum, dan penyedia dompet digital juga diperlukan untuk memastikan kompatibilitas jangka panjang.

    Meski tetap memiliki risiko, Ethereum Improvement Proposal (EIP) 3668 dari Vitalik Buterin dapat menjadi langkah yang tepat dalam meningkatkan interoperabilitas dan desentralisasi ekosistem Ethereum.

    Jika berhasil diterapkan, solusi ini akan menyederhanakan validasi state proof, mengurangi ketergantungan pada layanan terpusat, serta meningkatkan keamanan dan efisiensi jaringan Ethereum di masa depan.

    Komunitas Ethereum kini dihadapkan pada tantangan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem ini guna menciptakan ekosistem blockchain yang lebih terdesentralisasi dan efisien.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meroket, Nilai TVL BNB Tembus Rp 10,8 Miliar!

    BNB Smart Chain mencatat volume transaksi tertinggi dibandingkan dengan blockchain lainnya dalam sebulan terakhir.

    Hal ini beriringan dengan lonjakan Total Value Locked (TVL) sebesar USD 665 juta atau setara Rp 10,8 miliar, yang menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset kripto ini.

    Menurut data dari DeFiLlama, TVL BNB mengalami kenaikan dari USD 4,89 miliar (Rp 79,6 triliun) pada 3 Februari menjadi USD 5,56 miliar (Rp 90,4 triliun) saat ini.

    Pertumbuhan ini menunjukkan minat yang meningkat terhadap ekosistem Binance Coin (BNB). Sementara blockchain lain seperti Solana (SOL), Ethereum (ETH), dan Arbitrum (ARB) justru mengalami penurunan volume.

    Volume Pembelian Meningkat di Bursa

    Sementara itu, Ambcrypto menyebutkan bahwa lonjakan pembelian BNB juga terlihat di bursa kripto utama seperti Binance dan OKX.

    Rasio Taker Buy Sell di kedua platform ini melonjak di atas 1, dengan nilai masing-masing 1,727 dan 2,33. Ketika rasio ini berada di atas 1, itu menandakan bahwa permintaan beli lebih tinggi dibandingkan dengan volume jual, yang berkontribusi pada reli harga BNB.

    Di sisi lain, kontrak derivatif yang belum terselesaikan atau Open Interest BNB juga mengalami kenaikan sebesar 1,78%, dengan total nilai mencapai USD 866,7 juta (Rp 14 triliun).

    Peningkatan ini mengindikasikan bahwa para trader masih memiliki keyakinan terhadap potensi kenaikan harga BNB dalam waktu dekat.

    Namun pada 10 hingga 16 Februari, terjadi lonjakan arus masuk bersih (exchange netflow) sebesar USD 142 juta (Rp 14 triliun). Jumlah ini juga menjadi angka tertinggi sejak Mei 2021.

    Biasanya, peningkatan netflow mengindikasikan aksi jual besar-besaran. Namun, meskipun terjadi tekanan jual di pasar spot, harga BNB tetap naik 10%. Ini menunjukkan bahwa ada permintaan kuat untuk menyerap penjualan tersebut.

    Prospek BNB

    Jika tren permintaan ini terus berlanjut, BNB berpotensi mencapai harga yang lebih tinggi di minggu-minggu mendatang. Kenaikan TVL, volume beli yang meningkat, serta kepercayaan pasar yang tetap kuat membuat BNB berada dalam jalur bullish.

    Dengan momentum ini, BNB bisa menjadi aset yang menarik bagi investor yang mencari keuntungan dari pergerakan harga di pasar kripto. Dengan lonjakan TVL dan volume beli yang tinggi, BNB menunjukkan tanda-tanda pemulihan kepercayaan investor.

    Apakah momentum ini akan terus berlanjut? Pada dasarnya tetap pantau secara kontinyu perkembangan pasar untuk mendapatkan peluang terbaik.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 11,2 Juta Token Solana Bakal Dilelang FTX

    FTX, bursa kripto yang sudah tutup pada tahun 2022 lalu, akan membuka lelang 11,2 juta token Solana (SOL) pada 1 Maret 2025.

    Dilansir dari Cryptopolitan pada Selasa (18/2), nilai aset tersebut mencapai sekitar USD 2,06 miliar atau setara Rp 33,5 triliun.

    Lelang ini juga mengikuti serangkaian lelang kebangkrutan FTX, yang di mana 41 juta SOL telah dijual. Pembukaan lelang ini terjadi di tengah proses pengembalian dana kreditor yang dimulai pada 18 Februari 2025.

    Lelang SOL dan Keuntungan Investor BesarDalam tiga lelang yang dilakukan FTX, Galaxy Digital menjadi pembeli terbesar dengan akuisisi 25,52 juta SOL seharga USD 64 atau setara Rp 1,1 juta per token.

    Seiring kenaikan harga Solana sejak kebangkrutan FTX, investasi Galaxy kini menghasilkan keuntungan sekitar 187%. Selain itu, Pantera dan konsorsiumnya memperoleh 13,67 juta SOL dengan harga USD 95 atau setara Rp 1,5 juta per token, sehingga memberikan keuntungan sekitar 93%.

    Pembeli lainnya mendapatkan 1,8 juta SOL dengan harga USD 102 atau setara Rp 1,6 juta, yang masih menghasilkan laba 80%.

    Pembayaran Kreditor FTX DimulaiProses pengembalian dana untuk kreditor FTX resmi dimulai pada 18 Februari 2025. Tahap pertama mencakup pembayaran senilai USD 1,2 miliar (Rp 19,5 triliun) kepada akun dengan klaim di bawah USD 50.000 (Rp 813 juta).

    Kreditor yang memiliki klaim lebih besar berpotensi mendapatkan 175% dari klaim awal mereka dalam tahap berikutnya pada kuartal kedua 2025.

    BitGo, perusahaan kustodian kripto, ditunjuk untuk menangani distribusi dana. Skema pembayaran ini merupakan bagian dari rencana reorganisasi FTX yang mulai berlaku pada 3 Januari 2025, dengan batas waktu 60 hari untuk menyelesaikan seluruh pembayaran.

    Kontroversi Harga Kredit yang Dinilai Tidak Adil

    Komunitas kripto mengkritik mekanisme pembayaran FTX karena menggunakan harga aset dari November 2022, saat bursa ini bangkrut.

    Misalnya, harga Bitcoin saat ini mencapai USD 97.988 (Rp 1,5 miliar), jauh di atas batas pengembalian USD 20.000 (Rp 325 juta) yang ditetapkan FTX.

    Hal ini menyebabkan banyak pemegang Bitcoin merasa kehilangan potensi keuntungan besar. Hal serupa terjadi pada Solana, yang telah melonjak drastis lebih dari 700% sejak FTX bangkrut, dari harga sekitar USD 22 (Rp 357 ribu) menjadi lebih dari USD 180 (Rp 2,9 juta).

    Para kreditor menilai sistem ini tidak adil karena mereka tidak bisa menikmati kenaikan harga aset yang mereka simpan di FTX sebelum kebangkrutannya.

    Dampak Kebangkrutan FTX dan Hukuman Sam Bankman-Fried

    Kebangkrutan FTX pada 2022 menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah kripto. Investigasi mengungkap kesalahan manajemen dan penipuan besar-besaran, yang berujung pada hukuman 25 tahun penjara bagi pendiri FTX, Sam Bankman-Fried.

    Sam dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan kejahatan keuangan, termasuk penipuan dan pencucian uang. Beberapa pihak percaya bahwa Bankman-Fried menggunakan pengaruhnya untuk melobi pejabat tinggi guna menghindari penangkapan.

    Bahkan, kabarnya orang tuanya telah bernegosiasi dengan Gedung Putih untuk meminta pengampunan dari Presiden Donald Trump.

    Dengan unlock besar-besaran Solana oleh FTX ini, pasar kripto kemungkinan akan melihat volatilitas tinggi, terutama bagi investor yang telah mengamati perkembangan harga SOL sejak kebangkrutan FTX.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kritik Jason Calacanis Terhadap XRP

    Investor terkenal, Jason Calacanis, menganggap XRP menjadi “Centralized Controlled Security” seperti diungkapkan oleh U Today.

    Sekadar informasi, Centralized Controlled Security merupakan sistem keamanan yang terpusat dan terkontrol untuk mengelola akses dan keamanan jaringan.

    Menurut Jason, XRP berlawanan dengan Bitcoin karena dianggap terlalu terpusat dan dikendalikan oleh Ripple. Calacanis bahkan menyebut bahwa potensi persetujuan ETF XRP bisa menyebabkan ketidakstabilan di pasar.

    Calacanis mengungkapkan kekhawatiran bahwa peluncuran ETF (Exchange-Traded Fund) XRP dapat mengganggu stabilitas pasar keuangan.

    Ia berpendapat bahwa proyek semacam ini seharusnya hanya dapat diakses oleh investor berpengalaman yang memahami risikonya.

    XRP sendiri telah lama menghadapi kritik terkait sentralisasi. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengakui bahwa perusahaan memiliki sekitar USD 100 miliar (Rp 1,6 kuadriliun) dalam bentuk token XRP.

    Hal ini semakin memperkuat anggapan bahwa jaringan XRP lebih terpusat dibandingkan Bitcoin.

    Meskipun menghadapi kritik, XRP tetap memiliki peluang besar dalam industri aset kripto.

    Berdasarkan data Polymarket, peluang ETF XRP disetujui pada tahun ini mencapai 78%. Hal ini menunjukkan minat besar dari pasar terhadap aset ini, meskipun masih ada perdebatan mengenai legalitas dan pengaruhnya terhadap regulasi sekuritas di Amerika Serikat (AS).

    Sistem Validator XRP Ledger

    Sementara itu, XRP Ledger (XRPL) menggunakan sistem validator yang disebut Unique Node Lists (UNLs) untuk memproses transaksi.

    Saat ini, terdapat 187 validator terdaftar dalam jaringan ini. Namun, beberapa pihak masih mempertanyakan apakah sistem ini benar-benar terdesentralisasi, mengingat adanya kontrol signifikan dari Ripple.

    Kekhawatiran terhadap jaringan XRP semakin meningkat setelah XRPL mengalami penghentian produksi blok dalam waktu singkat awal bulan ini.

    Insiden ini memberikan amunisi tambahan bagi para kritikus yang menyatakan bahwa sistem XRP tidak seaman dan seandal jaringan blockchain lainnya, seperti Bitcoin dan Ethereum.

    Dengan demikian, meskipun XRP tetap menjadi salah satu aset kripto yang paling banyak diperdagangkan, kritik terhadap sentralisasi dan potensi dampaknya terhadap regulasi terus menjadi perdebatan.

    Dengan peluang tinggi persetujuan ETF XRP, masa depan aset ini bisa menjadi lebih kompleks, baik dari sisi hukum maupun kepercayaan investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Injective Ungkap Roadmap 2025 dan Inovasi AI dalam AMA Terbaru

    Injective Indonesia menggelar sesi Ask Me Anything (AMA) dengan menghadirkan 0xzeze dan Ducky sebagai narasumber. Dalam sesi ini, mereka membahas roadmap Injective di tahun 2025, perkembangan AI on-chain, kolaborasi strategis, hingga upaya peningkatan edukasi dan adopsi crypto di Indonesia.

    Roadmap Injective 2025

    Injective mengungkapkan beberapa rencana utama untuk tahun ini, terutama pada kuartal pertama (Q1) 2025. Salah satu agenda utama adalah peluncuran MultiVM Testnet, yang akan memungkinkan pengembang Ethereum membangun di Injective dengan lingkungan yang serupa dengan Ethereum. Selain itu, Injective juga tengah bersiap untuk meluncurkan Smart Agent Hub setelah integrasi dengan SonicSVM. Smart Agent Hub ini akan menyediakan alat dan framework bagi pengembang untuk membuat serta mengelola agen AI dalam ekosistem yang terdesentralisasi.

    Injective juga mengumumkan kolaborasi dengan ElizaOS untuk menghadirkan iAgent 2.0, serta mengadakan AI Agent Hackathon guna mendorong inovasi di bidang AI on-chain.

    Inovasi AI: iAgent 2.0

    Injective telah meluncurkan iAgent SDK, yang memungkinkan pengguna untuk membangun agen AI di atas blockchain Injective. iAgent dapat digunakan untuk berbagai fungsi, seperti melacak data pasar dan mengeksekusi perdagangan secara otomatis. Dengan menggunakan model bahasa besar seperti ChatGPT, iAgent memungkinkan interaksi dengan blockchain dalam bahasa alami. Selain itu, iAgent 2.0 menawarkan fitur modul asli Web3 Injective, lingkungan berbasis WASM, dan interoperabilitas IBC cross-chain.

    Kolaborasi Strategis

    Injective terus memperluas jangkauan ekosistemnya melalui berbagai kolaborasi, baik dengan proyek blockchain lain maupun lembaga keuangan tradisional:

    • Blockchain: Injective telah bekerja sama dengan Polygon, Artificial Superintelligence Alliance (ASI), TON (The Open Network), dan IoTeX untuk memperkuat interoperabilitas dan meningkatkan adopsi DeFi serta AI on-chain.
    • Keuangan Tradisional: Injective berkolaborasi dengan Ondo Finance untuk mendukung tokenisasi produk treasury seperti $USDY. Selain itu, Injective telah mengintegrasikan data aset digitalnya dengan Bloomberg Terminal, menunjukkan keseriusan platform dalam menjembatani dunia blockchain dan keuangan tradisional.

    Ekspansi ke Sektor Gaming dan NFT

    Injective juga menunjukkan minat untuk berkembang ke sektor gaming dan NFT. Mereka mengadakan hackathon bagi pengembang yang ingin membangun di ekosistem Injective dan memberikan dukungan finansial kepada proyek-proyek potensial. Salah satu proyek sukses yang lahir dari hackathon ini adalah Ninja Blaze. Di sektor NFT, PremierNinjas menjadi salah satu proyek unggulan dalam ekosistem Injective.

    Peningkatan Adopsi Crypto di Indonesia

    Injective berkomitmen untuk meningkatkan edukasi dan adopsi crypto di Indonesia. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:

    • Menyediakan situs web dalam bahasa Indonesia.
    • Membentuk komunitas lokal di Telegram dan Discord.
    • Merencanakan event offline untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap blockchain dan DeFi.

    Event dan Campaign Injective

    Injective juga mengadakan berbagai event dan campaign yang bisa diikuti komunitas Indonesia melalui Discord dan Telegram Injective Indonesia. Pengguna yang telah bergabung dapat mengakses informasi terbaru mengenai program airdrop, kompetisi, dan inisiatif komunitas lainnya.

    Keunggulan Injective Dibandingkan Platform Lain

    Injective menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan platform blockchain dan DeFi lainnya, antara lain:

    • Kecepatan tinggi (hingga 25.000 TPS) dengan finalitas transaksi instan.
    • Interoperabilitas luas dengan dukungan protokol IBC untuk transfer aset lintas blockchain.
    • Desentralisasi dan keamanan tinggi, berkat mekanisme on-chain orderbook anti-MEV.
    • Biaya transaksi rendah atau nol, menjadikannya lebih kompetitif dibandingkan platform lain.
    • Ekosistem DeFi yang berkembang, dengan dukungan berbagai proyek dan investor besar seperti Binance dan Pantera Capital.

    Rencana Ekspansi Injective

    Injective memiliki berbagai strategi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan jumlah pengguna, termasuk:

    • Integrasi dengan platform data seperti Bloomberg Terminal.
    • Pengembangan SDK Injective untuk mempercepat inovasi AI DeFi.
    • Penggunaan Account Abstraction untuk mengurangi hambatan masuk pengguna baru.
    • Peningkatan interoperabilitas dengan blockchain besar seperti Solana dan Klaytn.
    • Program insentif komunitas, seperti Ninja Ambassador.
    • Ekspansi ke sektor tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

    Partisipasi di MultiVM Testnet

    Injective juga akan meluncurkan MultiVM Testnet pada Q1 2025, yang memungkinkan pengembang untuk bereksperimen dengan Injective EVM, sebuah implementasi EVM asli yang beroperasi sepenuhnya di infrastruktur Injective. Informasi lebih lanjut tentang testnet ini dapat diakses melalui blog resmi Injective.

    Sesi AMA ini menegaskan posisi Injective sebagai salah satu blockchain Layer-1 terdepan yang mengintegrasikan kecepatan tinggi, interoperabilitas luas, serta inovasi AI dalam ekosistem DeFi.

    Baca juga: Tren Bitcoin 17-21 Februari 2025: Waktunya TP-TP By Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Bangkit! Investor Alihkan Modal dari Solana

    Harga Ethereum (ETH) kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah berminggu-minggu tertahan di bawah level psikologis $3.000. Momentum ini dipicu oleh pergeseran modal dari ekosistem Solana, yang tengah diterpa kontroversi akibat maraknya koin meme. Data menunjukkan arus masuk stablecoin dan peningkatan Total Value Locked (TVL) Ethereum menjadi katalis utama kenaikan harga.

    Arus Modal Beralih: Ethereum Tarik Likuiditas dari Solana

    Data terbaru dari Lookonchain mengungkap bahwa dalam tujuh hari terakhir, kepemilikan stablecoin di jaringan Ethereum (USDC dan USDT) melonjak sebesar $1,1 miliar. Sebaliknya, Solana justru mengalami arus keluar stablecoin sebesar $772 juta.

    Fenomena ini terjadi di tengah gejolak yang ditimbulkan oleh peluncuran koin meme LIBRA, yang menarik banyak investor tetapi juga memunculkan kekhawatiran tentang keberlanjutan ekosistem Solana. Dengan meningkatnya ketidakpastian terhadap proyek-proyek utama seperti Jupiter, Pumpfun, dan Meteora, investor tampaknya lebih memilih memindahkan modal mereka ke Ethereum.

    Solana TVL. Sumber: DeFiLlama.
    Solana TVL. Sumber: DeFiLlama.

    Ethereum tidak hanya menarik likuiditas, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan aktivitas DeFi, perdagangan, serta peluncuran proyek baru. Jika tren ini terus berlanjut, Ethereum bisa semakin mengukuhkan dominasinya di pasar kripto, sementara Solana harus berjuang untuk mengembalikan kepercayaan komunitas.

    Ethereum Semakin Kuat: TVL Naik Signifikan

    Pergeseran ini juga tercermin dalam Total Value Locked (TVL) masing-masing jaringan. Solana sempat mencapai puncak TVL sebesar $14,2 miliar pada 18 Januari, namun sejak itu terus mengalami penurunan. Dalam empat hari terakhir saja, TVL Solana menyusut dari $10,95 miliar menjadi $10,5 miliar, mencerminkan aliran modal yang meninggalkan ekosistemnya.

    Sebaliknya, TVL Ethereum justru meningkat pesat. Dari $59,66 miliar pada 2 Februari, TVL Ethereum kini telah menembus angka $63,7 miliar pada 16 Februari. Lonjakan ini mengindikasikan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap Ethereum, sejalan dengan meningkatnya arus masuk stablecoin ke jaringannya.

    Ethereum TVL. Sumber: DeFiLlama.
    Ethereum TVL. Sumber: DeFiLlama.

    Prediksi Harga ETH: Potensi Lonjakan 22%?

    Analisis teknikal menunjukkan Ethereum memiliki peluang besar untuk terus menguat. Meskipun garis EMA jangka pendek masih berada di bawah EMA jangka panjang, tren mulai bergerak naik, membuka peluang terbentuknya pola golden cross—sinyal bullish yang dapat mendorong harga ETH lebih tinggi.

    Jika ETH berhasil menembus resistance di $3.020, maka level $3.442 bisa menjadi target berikutnya, mencerminkan potensi kenaikan hingga 22% dari harga saat ini. Selain itu, faktor eksternal seperti pembaruan jaringan Pectra juga bisa menjadi katalis tambahan untuk dorongan harga.

    Namun, ada juga risiko di sisi bawah. Jika Ethereum gagal mempertahankan momentumnya, harga dapat kembali menguji level support di $2.551. Penembusan level ini berpotensi menyeret ETH turun lebih dalam hingga ke $2.160.

    Ethereum di Atas Angin?

    Di tengah ketidakpastian yang melanda Solana, Ethereum tampaknya semakin memperkuat posisinya sebagai pilihan utama investor. Dengan arus masuk modal yang meningkat, kenaikan TVL, serta prospek teknikal yang menjanjikan, Ethereum memiliki peluang besar untuk terus menanjak.

    Apakah ETH akan menembus level psikologis $3.000 dan mencetak reli baru? Atau justru kembali terkoreksi? Semua mata kini tertuju pada pergerakan pasar selanjutnya!

    Baca juga: Tren Bitcoin 17-21 Februari 2025: Waktunya TP-TP By Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Sinyal Harian: Peluang Pergerakan Kripto 18 Februari 2025

    Selamat datang di Market Sinyal Harian. Hari ini Selasa, 18 Februari 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk tiga kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.

    • Ethereum (ETH) mengalami pemulihan yang cukup baik, melampaui kinerja mayoritas altcoin dan kembali ke level $2.8K, meskipun masih dalam fase sideways.
    • DOGE SEC dibuat untuk menyelidiki dan menyelesaikan masalah penipuan, pemborosan, serta penyalahgunaan yang terkait dengan Securities and Exchange Commission.
    • Meteora mengalami dampak dari kasus LIBRA dan pendirinya memutuskan untuk mundur.
    • LIBRA melonjak 60% setelah Presiden Argentina, Javier Milei, me-retweet panduan cara membeli token tersebut, tetapi kemudian kembali turun ke kapitalisasi pasar $350 juta.
    • Kemitraan baru antara Standard Chartered Bank of Hong Kong, Animoca Brands, dan Hong Kong Telecommunications (HKT) akan meluncurkan stablecoin berbasis dolar Hong Kong.
    • Regulator sekuritas Hong Kong mengumumkan bahwa mereka akan menerbitkan peta jalan untuk pengembangan aset virtual bulan ini.
    • Elon Musk mengonfirmasi bahwa xAI akan mendirikan studio game berbasis kecerdasan buatan (AI), yang diprediksi dapat memberikan dorongan besar bagi sektor AI+Game.
    • Voting komunitas untuk listing $PI di Binance sedang berlangsung hingga 27 Februari, dengan persentase suara “YES” saat ini mencapai 86%.
    • Aset dengan kenaikan terbesar: GLM (+47.1%), ID (+26%), COOKIE (+14%), ZEC (+8%), SPELL (+8.7%).

    Dominasi warna hijau menunjukkan adanya pemulihan di beberapa sektor, tetapi beberapa altcoin masih mengalami tekanan jual yang signifikan.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    EIGEN/USDT (🔼 7.19%)

    • Entry: $1.817
    • Stop Loss: $1.780
    • Take Profit: $1.949

    Harga EIGEN/USDT saat ini berada di $1.830, dengan support di $1.780 dan resistance di $1.949. Pergerakan harga menunjukkan momentum bullish dengan potensi kenaikan 7.19% jika harga berhasil menembus resistance. Indikator RSI berada di 59.02, menunjukkan bahwa momentum masih kuat tetapi mendekati zona overbought. Volume perdagangan berada di 117.8K, menandakan adanya minat pasar yang cukup stabil.

    EigenLayer berkolaborasi dengan Cartesi dalam Experiment Week #3 Demo Day, yang menampilkan proyek inovatif dari lebih dari 200+ builder. Partisipasi EigenLayer dalam event ini memperkuat ekosistem mereka dan menarik lebih banyak pengembang untuk membangun di atas platform mereka.

    Selain itu, EigenLayer juga aktif dalam acara EthereumDenver 2025, yang berfokus pada solusi AI, zero-knowledge (ZK) proof, dan infrastruktur scaling, yang semakin memperkuat kepercayaan komunitas terhadap proyek ini. Dengan sentimen positif ini, EigenLayer memiliki potensi pertumbuhan lebih lanjut, terutama jika tren adopsi dan kemitraan terus berkembang.

    TIA/USDT (🔼 5.59%)

    • Entry: $3.160
    • Stop Loss: $3.097
    • Take Profit: $3.340

    Harga TIA/USDT saat ini berada di $3.159, dengan support di $3.097 dan resistance di $3.340. Momentum harga menunjukkan potensi bullish dengan peluang kenaikan 5.87% jika harga berhasil menembus resistance. Indikator RSI berada di 54.60, mengindikasikan momentum cukup kuat tetapi belum mencapai zona overbought. Volume perdagangan berada di 68.64K, mencerminkan adanya stabilitas minat pasar.

    Celestia mendapatkan perhatian dalam ekosistem blockchain dengan berbagai inovasi yang muncul dari event Mammothon, di mana ~250 tim sedang membangun aplikasi di atas Celestia. Beberapa proyek utama termasuk verifiable exchange, AI-powered DeFi protocols, stablecoin payments, dan on-chain social applications.

    Selain itu, Celestia terus berkembang sebagai solusi modular untuk blockchain layer-2, yang memungkinkan fleksibilitas dan interoperabilitas tinggi dalam ekosistem kripto. Dengan meningkatnya adopsi teknologi modular blockchain dan tren positif dari pengembang, Celestia memiliki potensi bullish jangka menengah hingga panjang.

    ATOM/USDT (🔼 3.02%)

    • Entry: $4.854
    • Stop Loss: $4.795
    • Take Profit: $4.999

    Harga ATOM/USDT saat ini berada di $4.848, dengan support di $4.795 dan resistance di $4.999. Pergerakan harga masih dalam fase konsolidasi dengan potensi kenaikan 3.02% jika harga mampu menembus resistance. Indikator RSI berada di 52.13, menandakan bahwa harga belum masuk ke zona overbought dan masih memiliki ruang untuk naik.

    Volume perdagangan berada di 36.37K, mencerminkan minat yang stabil di pasar.Cosmos Hub mendapatkan dorongan positif dari proyek Elys, yang memperkenalkan berbagai fitur DeFi baru di ekosistem Cosmos. Elys akan menghadirkan staking pools, IL-free LPs, Perps DEX, serta insentif pendapatan protokol, yang bisa meningkatkan aktivitas dan partisipasi dalam Cosmos Hub.

    Dengan adanya pengembangan ini, Cosmos semakin memperkuat posisinya sebagai pusat utama ekosistem Appchain dan bisa menarik lebih banyak developer serta likuiditas ke jaringan mereka.

    Baca juga: Tren Bitcoin 17-21 Februari 2025: Waktunya TP-TP By Hoteliercrypto

    Selalu perhatikan pergerakan pasar dan berita terbaru yang dapat mempengaruhi harga aset kripto di Market Sinyal Harian. Untuk terus mendapatkan market sinyal harian secara full 5 sinyal kripto segera join sebagai VIP Tokocrypto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Alasan Mengapa Altcoin Season Masih Akan Terjadi

    Setelah mengalami periode penurunan yang tajam, pasar kripto kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan altcoin mulai mengungguli Bitcoin. Dominasi Bitcoin yang mulai menurun menjadi indikasi kuat bahwa musim altcoin mungkin akan segera datang. Beberapa altcoin teratas seperti Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Binance Coin (BNB) menunjukkan kenaikan yang signifikan, menandakan momentum positif bagi investor.

    Peringatan Musim Altcoin: Tanda-tanda Pergeseran Pasar

    Sejumlah analis memperkirakan bahwa musim altcoin sudah semakin dekat. Analis terkemuka, Ted, menyatakan bahwa lonjakan altcoin di tahun 2024 hanyalah pemanasan sebelum altseason besar yang akan memecahkan rekor pada tahun 2025. Ia menyoroti beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong utama, termasuk potensi persetujuan ETF altcoin, peningkatan jaringan Ethereum, serta fitur staking ETF Ethereum.

    Dukungan terhadap pandangan Ted datang dari analis CryptoGoos yang menyatakan bahwa pola historis menunjukkan altcoin mengalami lonjakan besar pada tahun 2017 dan 2021. Tren ini diperkirakan akan berulang pada tahun 2025. Sementara itu, analis Shib Spain menyoroti bahwa musim altcoin utama biasanya terjadi pada bulan Februari, dan tren ini kemungkinan besar akan kembali terjadi.

    Lalu, apa saja faktor utama yang mendukung terjadinya musim altcoin kali ini? Berikut adalah empat alasan utama:

    1. Persetujuan ETF Altcoin yang Semakin Dekat

    Sejumlah manajer aset telah mengajukan proposal untuk meluncurkan ETF altcoin dan saat ini tengah menunggu persetujuan regulasi. Beberapa altcoin yang masuk dalam daftar ETF yang diajukan termasuk XRP, Solana, Litecoin, Dogecoin, dan Cardano.

    Menurut analis Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart, peluang persetujuan ETF Litecoin mencapai 90%, menjadikannya yang paling berpeluang mendapatkan lampu hijau dari regulator. ETF lainnya seperti Dogecoin, Solana, dan XRP juga memiliki peluang besar dengan tingkat probabilitas masing-masing 75%, 70%, dan 65%.

    Selain itu, dengan pemerintahan yang lebih mendukung aset kripto, peluang persetujuan ETF altcoin semakin meningkat. Sentimen positif ini berkontribusi terhadap ekspektasi bahwa musim altcoin akan segera terjadi.

    2. Peningkatan Ethereum yang Mendorong Ekosistem Altcoin

    Ethereum, sebagai pemimpin altcoin, terus berinovasi untuk memperkuat ekosistemnya. Baru-baru ini, Ethereum mengumumkan peningkatan Pectra yang dijadwalkan untuk diuji coba pada 24 Februari di testnet Holesky, 5 Maret di Sepolia, dan rilis mainnet pada 8 April.

    Selain itu, Bursa Efek New York (NYSE) telah mengajukan proposal untuk memperkenalkan fitur staking di ETF spot Ethereum melalui Grayscale dan sedang menunggu persetujuan dari SEC. Langkah ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa musim altcoin akan mendapatkan momentum lebih besar dalam beberapa bulan mendatang.

    Grafik siklus altseason.
    Grafik siklus altseason.

    3. Altcoin Teratas Menunjukkan Performa Kuat

    Altcoin utama tetap menunjukkan kekuatan dan tren bullish meskipun pasar kripto masih berfluktuasi. Ethereum saat ini diperdagangkan di harga $2.690, naik 2,06% dalam seminggu terakhir. XRP mencatat lonjakan signifikan sebesar 12% dalam tujuh hari terakhir. Sementara Solana mengalami sedikit penurunan, Binance Coin (BNB) tetap mencatat pertumbuhan lebih dari 5% dalam seminggu terakhir.

    Kinerja positif dari altcoin besar ini menjadi indikator bahwa sentimen pasar sedang bergeser ke arah positif, yang berpotensi memicu lonjakan altcoin dalam waktu dekat.

    4. Tren Historis Menunjukkan Siklus Musim Altcoin

    Jika melihat pola historis, altcoin cenderung mengalami lonjakan besar setelah Bitcoin mencapai puncak siklusnya. Seperti yang terjadi pada tahun 2017 dan 2021, lonjakan altcoin terjadi setelah fase bullish Bitcoin mencapai titik tertinggi.

    Analis pasar melihat pola ini kembali terjadi dalam beberapa bulan mendatang, dengan banyak yang memperkirakan bahwa altseason besar akan dimulai pada awal 2025. Faktor fundamental yang mendukung ekosistem altcoin saat ini semakin memperkuat kemungkinan terjadinya pola serupa.

    Kesimpulan

    Musim altcoin bukan sekadar spekulasi, melainkan didukung oleh berbagai faktor fundamental yang kuat. Dengan adanya potensi persetujuan ETF altcoin, peningkatan ekosistem Ethereum, performa positif altcoin utama, serta tren historis yang mendukung, musim altcoin tampaknya hanya tinggal menunggu waktu. Bagi investor dan pelaku pasar, momentum ini bisa menjadi peluang besar untuk meraih keuntungan dalam dunia kripto yang terus berkembang.

    Baca juga: Tren Bitcoin 17-21 Februari 2025: Waktunya TP-TP By Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Cap Token RWA Melonjak 144% Dalam Tiga Bulan

    Sektor Real-World Assets (RWA) mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir, mencerminkan meningkatnya minat investor dan adopsi institusional yang pesat.

    Dalam laporan BeInCrypto, tiga bulan terakhir, kapitalisasi pasar koin RWA melonjak 144% menjadi $62,7 miliar. Di sisi lain, total nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi juga mengalami peningkatan sebesar 13%, mencapai $17,3 miliar dalam periode yang sama.

    Lonjakan Kapitalisasi Pasar RWA

    Kapitalisasi pasar koin RWA telah mencapai angka yang mencengangkan dalam waktu singkat. Pada 4 November 2024, kapitalisasi pasar RWA tercatat sebesar $25,7 miliar. Hanya dalam tiga bulan, angka ini meningkat drastis menjadi $62,7 miliar, menandai pertumbuhan sebesar 144%. Dalam jangka waktu setahun, kenaikan ini mencapai 54%.

    Pendorong utama dari lonjakan ini adalah perubahan kebijakan regulasi di Amerika Serikat setelah terpilihnya kembali Donald Trump. Pemerintahan Trump mengisyaratkan pendekatan yang lebih ramah terhadap aset kripto, yang memicu optimisme di kalangan investor institusional. Dengan regulasi yang lebih mendukung, arus modal ke proyek-proyek RWA semakin meningkat, mempercepat pertumbuhan pasar pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Performa Token RWA Terbesar

    Top 10 RWA Tokens by Market Cap. Source: CoinGecko.
    Top 10 RWA Tokens by Market Cap. Source: CoinGecko.

    Dalam tujuh hari terakhir, sebagian besar token RWA terkemuka tetap menunjukkan tren naik yang kuat. Namun, ONDO menjadi satu-satunya token utama yang mengalami penurunan mingguan. Meski demikian, ONDO masih mencatat kenaikan sebesar 382% sepanjang tahun, menjadikannya salah satu aset berkinerja terbaik di sektor ini.

    Sementara itu, Mantra mencatat kenaikan hampir 30% dalam seminggu terakhir, dan Injective (INJ) mengalami peningkatan lebih dari 16%, mencerminkan minat investor yang tetap tinggi terhadap sektor ini. Selain itu, proyek-proyek RWA yang lebih kecil juga mengalami lonjakan signifikan, dengan PinLink melonjak 86% dan XVS naik 77%.

    Nilai Total RWA Mengalami Kenaikan Signifikan

    Tidak hanya kapitalisasi pasar yang meningkat, nilai total aset dunia nyata yang ditokenisasi juga mengalami pertumbuhan pesat. Saat ini, nilai total RWA mencapai $17,3 miliar, mencatat kenaikan sebesar 13% dalam tiga bulan terakhir dan lonjakan 96% dalam satu tahun terakhir. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan yang semakin tinggi terhadap sektor ini, terutama dengan meningkatnya partisipasi institusional.

    Dalam kategori RWA, Kredit Swasta mendominasi dengan total nilai mencapai $11,9 miliar. Sementara itu, Utang Treasury AS berada di posisi kedua dengan nilai $3,7 miliar, diikuti oleh Komoditas sebesar $1,2 miliar. Konsentrasi yang tinggi pada Kredit Swasta menunjukkan bahwa investor melihat tokenisasi sebagai solusi yang lebih efisien untuk mengakses hasil investasi. Selain itu, kehadiran Utang Treasury AS dalam ekosistem ini menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap eksposur on-chain terhadap sekuritas pemerintah berisiko rendah.

    Lonjakan kapitalisasi pasar dan nilai aset RWA dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren yang semakin positif bagi industri ini. Dengan dukungan regulasi yang lebih jelas dan meningkatnya partisipasi institusional, sektor RWA tampaknya akan terus berkembang pesat. Investor yang ingin mengeksplorasi peluang dalam dunia tokenisasi aset dunia nyata kini memiliki lebih banyak pilihan, dengan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar di masa depan.

    Baca juga: Tren Bitcoin 17-21 Februari 2025: Waktunya TP-TP By Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Fakta Pi Network: Tokenomics hingga Potensi Harga Peluncuran

    Peluncuran Open Network (mainnet) Pi Network pada 20 Februari 2025 telah menimbulkan banyak spekulasi mengenai potensi harga listing-nya. Ini menjadi salah satu peluncuran paling dinanti dalam sejarah crypto terbaru.

    Menjelang peluncuran mainnet, berikut adalah lima fakta penting tentang Pi Network yang perlu diketahui sebelum berinvestasi yang dirangkum oleh BeInCrypto.

    Tokenomics Pi Coin

    Total pasokan Pi Coin dibatasi hingga 100 miliar token dengan alokasi sebagai berikut:

    • Hadiah Penambangan (65%): Sekitar 65 miliar Pi dialokasikan untuk pengguna yang berkontribusi ke jaringan melalui penambangan seluler, referensi, dan menjalankan node.
    • Pembangunan Ekosistem (10%): Sekitar 10 miliar Pi dialokasikan untuk mendukung inisiatif komunitas, pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps), dan proyek lain yang meningkatkan ekosistem.
    • Pool Likuiditas (5%): Sekitar 5 miliar Pi disediakan untuk menyediakan likuiditas bagi transaksi dalam ekosistem Pi.
    • Tim Inti (20%): 20 miliar Pi dialokasikan kepada Tim Inti Pi sebagai kompensasi atas upaya pengembangan dan pemeliharaan jaringan. Alokasi ini tunduk pada jadwal vesting yang selaras dengan distribusi komunitas.

    Saat mendekati peluncuran mainnet, Tim Inti Pi belum mengungkapkan jumlah pasti token yang akan dibuka saat itu. Hingga Desember 2024, sekitar 562 juta Pi telah dibuka dan beredar.

    Banyak pengguna (Pioneers) yang memilih untuk mengunci token mereka dalam jangka waktu lama, bahkan ada yang memilih periode lock-up selama tiga tahun.

    Pi Network Dituduh Terlibat dalam Kebocoran Data

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Pada Mei 2021, laporan muncul mengenai kebocoran data besar yang melibatkan sekitar 17 gigabyte informasi pribadi dari sekitar 10.000 warga Vietnam. Data yang bocor mencakup kartu identitas, alamat rumah, nomor telepon, dan email.

    Pelaku yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut mengklaim bahwa data tersebut berasal dari Pi Network. Namun, Pi Network membantah tuduhan ini.

    Menurut proyek tersebut, proses KYC dilakukan oleh layanan pihak ketiga, Yoti, yang menyatakan bahwa mereka tidak menyimpan kartu identitas warga Vietnam di server mereka.

    “Pi Network atau penyedia KYC pihak ketiga kami tidak ada hubungannya dengan dugaan kebocoran data ID nasional Vietnam. Pi Network tidak pernah meminta atau mengumpulkan data tersebut, dan penyedia KYC pihak ketiga kami tidak menerima jenis dokumentasi ID ini,” kata Pi Network pada tahun 2021.

    Investigasi internal kemudian menemukan bahwa tidak ada bukti pelanggaran data yang berasal dari Pi Network atau Yoti.

    Pi Network Terlibat dalam Skema Piramida Terbesar di China

    Pi Network menghadapi pengawasan ketat di China, dengan tuduhan bahwa sistemnya menyerupai skema pemasaran berjenjang (MLM) atau skema piramida. Platform ini menggunakan sistem referensi yang memungkinkan pengguna meningkatkan tingkat penambangan mereka dengan mengundang orang lain.

    Pada Juli 2023, Biro Keamanan Publik Kota Hengyang, Provinsi Hunan, menyatakan bahwa Pi Coin adalah penipuan. Pihak berwenang menyoroti bahwa Pi Network mengandalkan mekanisme undangan hierarkis yang menciptakan lapisan peserta di mana perekrut mendapatkan keuntungan dari membawa anggota baru.

    “Pi Network tidak ada hubungannya dengan proyek nyata dan akan segera runtuh. Waspadalah karena ada pihak yang mencoba memanfaatkan merek Pi Network 2025,” tulis analis MASTR di X (sebelumnya Twitter).

    Model bisnis ini sesuai dengan karakteristik skema piramida, yang ilegal di China. Beberapa tokoh industri seperti Colin Wu dan AB Kuai.Dong telah memperingatkan tentang risiko hukum yang terkait dengan Pi Network di China.

    Sebagai respons, Pi Network telah menerapkan pembatasan perdagangan Pi Coin di beberapa wilayah, termasuk China daratan. Beberapa bursa seperti OKX mengonfirmasi bahwa Pi Network meminta metode listing yang terisolasi.

    Pi Network Termasuk dalam 5 Proyek Kripto Paling Populer

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Meskipun belum meluncurkan mainnet dan mengalami banyak penundaan, Pi Network saat ini menjadi proyek crypto ke-5 yang paling banyak diikuti di X (sebelumnya Twitter). Proyek ini memiliki 3,7 juta pengikut, lebih banyak dibandingkan Ethereum, Solana, dan jaringan blockchain populer lainnya.

    Pi Network juga termasuk di antara aplikasi crypto paling populer di Korea Selatan dan India. Aplikasi selulernya telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Google Play Store.

    Harga Peluncuran Pi Coin

    Harga Pi Network dalam perdagangan over-the-counter (OTC) saat ini sekitar $2 per token. Ini merupakan harga yang digunakan dalam transaksi peer-to-peer tanpa adanya listing di bursa resmi.

    Namun, harga IOU (I owe you) Pi Coin di bursa seperti HTX (sebelumnya Huobi) saat ini sekitar $64. Harga IOU merupakan spekulasi di mana pedagang memperkirakan nilai masa depan sebelum Pi benar-benar bisa diperdagangkan.

    Yang paling penting, Pi Network memiliki lebih dari 45 juta pengguna aktif, menjadikannya salah satu komunitas crypto terbesar. Aktivitas di media sosial dan tren pencarian menunjukkan minat ritel yang kuat.

    Saat ini, sebagian besar token Pi masih terkunci karena periode lock-up sukarela oleh pengguna. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, analis BeInCrypto memprediksi harga Pi Coin akan diperdagangkan di kisaran $30 – $50 saat peluncuran mainnet.

    Pi Network tetap menjadi proyek crypto yang kontroversial, dengan berbagai tantangan regulasi dan spekulasi harga yang tinggi. Bagi investor, memahami risiko dan potensi dari proyek ini sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

    Baca juga: Tren Bitcoin 17-21 Februari 2025: Waktunya TP-TP By Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com