Author: 26

  • Altcoin Season Index Sentuh Zona 63, Beri Sinyal Awal Bullish?

    Pasar kripto kembali diwarnai spekulasi soal datangnya “Altcoin Season”. Data terbaru dari CMC Altcoin Season Index menunjukkan skor 63/100, sedikit turun dari posisi minggu lalu di 70, tetapi masih mengindikasikan potensi dominasi altcoin yang semakin dekat.

    Bagaimana Altseason Terjadi?

    Secara historis, Bitcoin (BTC) selalu menjadi pemicu awal. Saat BTC mengalami reli besar, investor baru masuk dengan antusias. Namun, setelah beberapa waktu, perhatian mereka mulai beralih ke altcoin dengan harapan imbal hasil yang lebih tinggi.

    Contohnya pada pasar bullish 2021, BTC naik 59%, sementara altcoin rata-rata melesat hingga 174%. Pola ini terulang kembali pada 2024 pasca terpilihnya Donald Trump, di mana 20 dari 50 altcoin terbesar berhasil mengungguli Bitcoin.

    Saat ini, dominasi Bitcoin di pasar berada di 58,8%, turun cukup tajam dari puncaknya di Juni (66%), tetapi tetap jauh lebih tinggi dibandingkan fase-fase altseason sebelumnya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Altcoin Season Index ke 67: Investor Lirik ARB dan PEPE Jelang Q4 2025

    Peran Faktor Makroekonomi

    Selain pergerakan BTC, lingkungan makroekonomi juga menjadi penentu. Kebijakan bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed), sangat memengaruhi selera risiko investor.

    • Penurunan suku bunga → meningkatkan likuiditas → mendorong investor masuk ke aset berisiko, termasuk altcoin.
    • Kenaikan suku bunga → memperketat likuiditas → altcoin cenderung melemah.

    Pada September 2025, The Fed sudah melakukan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini, membuka peluang altcoin untuk bangkit, meski arah kebijakan ke depan masih penuh ketidakpastian.

    FOMO dan Antusiasme, Bahan Bakar Altseason

    Altseason juga identik dengan antusiasme besar dan Fear of Missing Out (FOMO). Lonjakan harga memecoin seperti Shiba Inu (SHIB) pada 2021 adalah contoh nyata bagaimana euforia mendorong harga naik secara masif.

    Biasanya, Google Trends akan menunjukkan lonjakan pencarian kata “altcoin” pada fase awal altseason. Peningkatan percakapan di media sosial juga menjadi sinyal kuat bahwa fase euforia mulai menguasai pasar.

    Indeks Musim Altcoin: Alat Pantau Utama

    Metrik Altcoin Season Index pada 30 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 30 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Indeks ini menilai apakah altcoin mengungguli Bitcoin dalam kurun 90 hari. Jika lebih dari 75 dari 100 altcoin utama outperform BTC, maka fase Altseason resmi dimulai.

    • Saat ini: 63/100
    • Kemarin: 66/100
    • Minggu lalu: 70/100
    • Bulan lalu: 58/100

    Meski sempat menyentuh ambang batas Altseason (75) pada pertengahan September, tren berbalik sebelum benar-benar mengonfirmasi musim altcoin penuh. Namun, jika melihat tren historis Desember 2024, ketika indeks mencapai 87, potensi pengulangan masih terbuka lebar.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Naik ke $113.700: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

    Bitcoin kembali menunjukkan dominasinya di pasar kripto dengan kenaikan harga signifikan.

    Berdasarkan data terbaru, harga BTC hari ini berada di kisaran $113.705,35 per BTC, naik sekitar +1,73% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin kini menyentuh $2,26 triliun USD, mempertegas posisinya sebagai aset digital terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

    Baca Juga: Sinyal Kuat! Kenaikan 2% Bitcoin Picu Harapan Bull Run Baru

    Pergerakan Harga Terkini

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga $111.860 hingga $114.836, mendekati level psikologis $115.000.

    Meskipun belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124.457, tren bullish jangka pendek menunjukkan minat beli yang kuat.

    • Perubahan harian: +$1.987,58 (+1,78%)
    • Perubahan 30 hari: +$5.130,70 (+4,72%)
    • Perubahan 90 hari: +$6.656,47 (+6,21%)

    Kenaikan ini menandai pemulihan Bitcoin setelah sempat terkoreksi pada periode 60 hari lalu, di mana harga turun sekitar -0,84%.

    Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin

    1. Optimisme Pasar Global

    Investor kembali menunjukkan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, setelah adanya sinyal positif dari pasar keuangan global. Sentimen ini turut mendorong aliran modal masuk ke Bitcoin sebagai aset utama dalam ekosistem kripto.

    2. Dominasi Institusional

    ETF Bitcoin spot yang diluncurkan pada awal tahun terus menarik arus masuk modal. Produk keuangan ini memudahkan investor institusional untuk berinvestasi di Bitcoin tanpa harus memegang aset fisiknya.

    Data terbaru menunjukkan lonjakan volume transaksi ETF Bitcoin, menjadi salah satu katalis penguatan harga.

    3. Keterbatasan Pasokan

    Dengan 19,93 juta BTC yang telah beredar dari total maksimum 21 juta BTC, ketersediaan Bitcoin semakin langka.

    Hal ini menjadi faktor fundamental yang selalu menopang nilai BTC dalam jangka panjang. Investor menilai kelangkaan ini sebagai aset lindung nilai, mirip dengan emas, terutama ketika inflasi dan ketidakpastian ekonomi meningkat.

    4. Kondisi Pasar Kripto Lebih Stabil

    Meskipun volatilitas masih ada, pasar kripto relatif lebih stabil dalam beberapa pekan terakhir.

    Indeks Fear and Greed untuk kripto menunjukkan pergeseran ke arah “Greed” (optimisme), mengindikasikan bahwa investor semakin percaya diri untuk kembali masuk ke pasar.

    5. Tekanan Likuiditas Altcoin

    Banyak investor memilih Bitcoin sebagai aset “safe haven” di dunia kripto dibanding altcoin yang cenderung lebih fluktuatif. Perpindahan modal ini juga ikut memperkuat harga BTC dalam beberapa hari terakhir.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak dan Prospek ke Depan

    Kenaikan Bitcoin ke level $113.700 memberikan beberapa sinyal penting:

    1. Level Support Baru
      Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $113.000, maka area ini bisa menjadi level support yang kuat untuk kenaikan lebih lanjut menuju $118.000 – $120.000.
    2. Potensi Uji ATH
      Rekor tertinggi Bitcoin masih berada di $124.457. Dengan tren saat ini dan masuknya arus dana baru dari investor institusional, potensi untuk kembali menguji rekor tersebut semakin terbuka.
    3. Risiko Koreksi
      Meski tren saat ini cenderung bullish, pasar kripto tetap rawan koreksi mendadak. Volatilitas jangka pendek, tekanan regulasi, maupun pergerakan makroekonomi global bisa memicu aksi ambil untung (profit-taking).
    4. Faktor Halving
      Halving Bitcoin berikutnya, yang diperkirakan terjadi pada 2028, masih menjadi faktor psikologis yang diperhitungkan. Sejarah mencatat, periode pasca-halving seringkali memicu tren bullish jangka panjang.

    Baca Juga: Crypto Fear and Greed Crash! Bitcoin Siap Bangkit Lagi?

    Kenaikan harga Bitcoin menuju $113.700 memperlihatkan bahwa minat investor terhadap aset kripto terbesar ini tetap tinggi.

    Kombinasi antara optimisme pasar global, dukungan institusional melalui ETF, serta sifat kelangkaan Bitcoin membuat BTC semakin kokoh sebagai aset digital utama.

    Bagi investor, momentum ini bisa menjadi peluang untuk masuk atau memperkuat posisi, meskipun tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

    Dengan tren yang masih positif, Bitcoin berpeluang menguji kembali level tertinggi sepanjang masanya dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: 

    Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Siap Meledak? Kunci Q4 2025: ETF dan Regulasi

    Kuartal keempat 2025 diprediksi menjadi titik balik penting bagi dunia kripto, khususnya untuk Ethereum (ETH).

    Dalam laporan terbaru dari CryptoSlate, penggabungan antara lonjakan arus masuk ke ETF kripto dan upaya kolaborasi regulasi antara lembaga pengawas AS menjadi sinyal bahwa pasar aset digital tengah memasuki fase integrasi lebih mendalam dengan keuangan tradisional.

    Arus Masuk ETF & Rotasi Modal Institusional

    Salah satu indikator paling jelas dari perubahan struktural adalah arus masuk dana institusional melalui ETF Bitcoin dan Ethereum.

    Menurut data dari Farside Investors, Bitcoin ETF menarik dana bersih sebesar $2,56 miliar USD sepanjang September, membalikkan tren keluarnya modal (net outflows) di bulan Agustus.

    Nilai kumulatif arus masuk ETF Bitcoin pun naik mendekati $56,8 miliar USD per 26 September.

    Baca Juga: BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

    Ethereum pun mengalami dinamika menarik: di bulan Agustus, arus masuk ke ETF Ethereum meningkat dari $9,65 miliar menjadi $13,54 miliar yang dipicu reli harga ETH sebesar 19% dan rekor tertinggi baru.

    Namun, di September, sedikit terjadi koreksi arus dengan catatan arus keluar sekitar $389 juta USD, menjadikan total aliran sebesar $13,155 miliar per 26 September.

    Meskipun begitu, sisi harga menunjukkan kekuatan struktural Ethereum. Setelah penurunan tajam pada 25 September sebesar 6,7%, ETH mampu pulih cepat dari level di bawah $4.000, memperlihatkan permintaan pasar yang masih solid di tengah rotasi modal ke Bitcoin.

    Selain itu, data dari CoinGlass menunjukkan bahwa cadangan ETH di bursa mencapai titik terendah satu tahun, yakni 13,03 juta ETH pada 29 September, turun dari 15,48 juta ETH di awal Agustus.

    Penurunan ini menandakan bahwa banyak pemegang ETH menarik token mereka dari bursa yang kemungkinan untuk penyimpanan (custody) jangka panjang, alih-alih menjualnya saat ada tekanan pasar.

    Regulasi: Dari Kebingungan Menuju Koordinasi

    Lebih penting lagi dari aspek arus modal adalah evolusi regulasi AS yang kini bergerak menuju kerjasama antara SEC dan CFTC.

    Setelah bertahun-tahun interpretasi yang tumpang tindih dan ketidakpastian hukum, kedua lembaga ini mulai menyelaraskan pendekatan mereka terhadap industri kripto.

    Momen penting datang pada 17 September, ketika SEC menyetujui standar listing generik bagi trust berbasis komoditas di Nasdaq, Cboe, dan NYSE, sebuah langkah yang mempercepat penerimaan ETF kripto tanpa proses ulasan panjang seperti sebelumnya.

    Sejak Februari, CFTC sudah memulai pilot program terkait penggunaan tokenized collateral (seperti stablecoin) di pasar derivatif yang diatur.

    Di sisi lain, staf dari SEC dan CFTC mulai mengadakan diskusi koordinatif sejak Maret, dan di bulan Juli, SEC meluncurkan “Project Crypto” untuk memperbarui aturan sekuritas agar lebih sesuai dengan aktivitas blockchain.

    Pada September, berbagai pengumuman bersama memperkuat momentum ini: staf gabungan menyatakan bahwa bursa terdaftar dapat menawarkan produk spot kripto, inisiatif token collateral CFTC diumumkan, dan rencana untuk “innovation exemption” diluncurkan.

    Keterpaduan ini memuncak pada diskusi panel bersama pada 29 September, membahas jam perdagangan lebih lama, kerangka margin portofolio, dan perlindungan DeFi.

    Kehadiran sinergi ini menandai pergeseran paradigma: regulasi kripto tidak lagi dianggap sebagai penghalang semata, tetapi sebagai katalis untuk adopsi institusional yang bertanggung jawab.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Era Baru Pasar Kripto & Ethereum

    Di masa lalu, siklus pasar kripto sering dikaitkan dengan siklus “halving” Bitcoin setiap empat tahun.

    Namun, menurut pengamat dari Bitwise, fenomena itu kini mulai kehilangan pengaruh dalam dunia yang semakin matang, di mana partisipasi institusional semakin dominan.

    Dalam konteks ini, kuartal IV 2025 bukan sekadar rally sirkuler, melainkan transformasi struktural.

    Kehadiran institusi besar, kebijakan yang lebih jelas, dan aset kripto yang lebih siap secara teknis mengaburkan batas antara kripto dan keuangan tradisional.

    Ethereum dengan segala potensinya: smart contract, DeFi, interoperabilitas yang berada di posisi strategis untuk menjadi salah satu jembatan utama dalam integrasi ini.

    ETF kripto kini semakin responsif terhadap kebijakan moneter, sedangkan arus masuk institusional memperkuat hubungan antara pasar tradisional dan aset digital.

    Di sisi yang sama, regulasi yang harmonis memberikan kepastian hukum bagi inovator dan pemodal sekaligus menurunkan hambatan adopsi institusional.

    Jika momentum ini tetap terjaga, Ethereum (dan Bitcoin) bukan lagi sekadar aset spekulatif: mereka bisa menjadi bagian integral dari sistem keuangan global.

    Kuartal IV 2025 bisa jadi tonggak sejarah yang menandai era baru — di mana kripto dan institusi keuangan berjalan berdampingan dalam realitas pasar yang lebih matang, stabil, dan terintegrasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Kaito Naik Signifikan 14%, Prospek AI Kripto Semakin Menjanjikan

    Pasar kripto kembali dihiasi pergerakan impresif dari sejumlah altcoin, dan salah satunya datang dari Kaito (KAITO).

    Per 30 September 2025, harga KAITO tercatat di level $1.489095 per (KAITO/USD) dengan kapitalisasi pasar mencapai $359,45 juta USD.

    Dalam 24 jam terakhir, aset ini berhasil menguat +14,71%, menjadikannya salah satu token dengan kinerja terbaik di pasar.

    Baca Juga: Kunci Pintar Dibalik Kenaikan Harga Token Kaito (KAITO)

    Lonjakan Harga Harian

    Dalam pergerakan harian, KAITO mencatat kenaikan sebesar $0.184413 atau +14,14%.

    Volume perdagangan yang mencapai $333,59 juta USD memperlihatkan tingginya minat investor untuk masuk ke aset ini.

    Data riwayat harga juga menunjukkan tren positif yang konsisten, di mana dalam 7 hari terakhir, KAITO naik hingga +45,40%.

    Tidak hanya itu, pada periode bulanan, token ini menguat sebesar +37,60%, setara dengan kenaikan $0.406751.

    Dalam 60 hari terakhir, lonjakan harga tercatat +30,33%, sementara koreksi hanya terjadi dalam periode 90 hari dengan penurunan tipis -3,83%.

    Fakta ini menegaskan bahwa momentum bullish KAITO sedang berada di jalur yang kuat.

    Penyebab Lonjakan Harga Kaito

    Ada sejumlah faktor yang bisa menjadi pemicu lonjakan signifikan harga KAITO dalam beberapa pekan terakhir:

    1. Likuiditas dan Volume Tinggi
      Dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $333 juta USD, likuiditas KAITO tergolong sehat. Hal ini memberi ruang bagi investor institusional maupun ritel untuk masuk tanpa menimbulkan tekanan jual berlebihan.
    2. Antusiasme terhadap Teknologi dan Ekosistem
      Kaito dikenal sebagai proyek yang membawa inovasi dalam integrasi kecerdasan buatan (AI) dengan ekosistem blockchain. Narasi AI dalam kripto belakangan menjadi tren besar yang mendorong nilai proyek-proyek serupa.
    3. Momentum Pasar Positif
      Tren bullish altcoin dalam beberapa pekan terakhir turut menopang sentimen positif terhadap KAITO. Lonjakan harga Bitcoin yang stabil juga memberi efek domino pada aset kripto menengah dengan kapitalisasi ratusan juta dolar.
    4. Keterbatasan Pasokan Beredar
      Saat ini, jumlah sirkulasi KAITO berada di 241,39 juta token, atau sekitar 24,14% dari total maksimum 1 miliar token. Pasokan beredar yang relatif kecil dibandingkan total suplai berpotensi mendorong harga lebih tinggi jika permintaan terus meningkat.
    Pergerakan harga Kaito (KAITO/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Kaito (KAITO/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Prospek dan Peluang Kaito ke Depan

    Meski masih relatif baru dibandingkan altcoin mapan, prospek Kaito cukup menjanjikan. Dengan harga tertinggi sepanjang masa (ATH) berada di level $2.919488, harga saat ini masih berada jauh di bawah titik puncaknya.

    Hal ini membuka ruang yang cukup besar bagi potensi pemulihan menuju ATH apabila momentum bullish terus berlanjut.

    Selain itu, narasi integrasi AI dengan blockchain menjadi salah satu daya tarik utama. Seiring meningkatnya kebutuhan solusi berbasis kecerdasan buatan di berbagai industri, Kaito bisa menjadi salah satu proyek yang mendapat manfaat dari tren besar ini.

    Jika pengembang mampu menghadirkan roadmap yang jelas, mitra strategis, serta adopsi nyata, maka nilai KAITO berpeluang melesat lebih tinggi.

    Tantangan yang Perlu Diperhatikan

    Meski tren positif sedang terjadi, ada beberapa tantangan yang perlu dicermati investor:

    • Persaingan dengan Proyek AI Lain
      Pasar kripto sudah mulai dipenuhi dengan proyek-proyek bertema AI. Kaito harus mampu membedakan diri agar tidak kehilangan daya tarik di tengah kompetisi.
    • Risiko Volatilitas
      Lonjakan harga cepat juga berpotensi diikuti dengan koreksi tajam. Investor harus berhati-hati terhadap pergerakan spekulatif yang biasa terjadi pada aset baru dengan kapitalisasi menengah.
    • Ketergantungan pada Sentimen Pasar
      Seperti banyak altcoin lainnya, harga KAITO sangat dipengaruhi oleh tren global kripto. Jika terjadi pelemahan di aset utama seperti Bitcoin, maka Kaito bisa terkena dampak signifikan.

    Baca Juga: Harga Token KAITO Naik 50%, Ini Faktor Pendukungnya

    Kaito saat ini berada dalam tren bullish yang kuat, dengan kenaikan harian, mingguan, dan bulanan yang mencolok.

    Faktor utama pendorong harga berasal dari tingginya volume perdagangan, narasi AI yang sedang naik daun, serta pasokan token beredar yang masih terbatas.

    Dengan posisi harga yang masih jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa, peluang pemulihan dan reli lanjutan tetap terbuka lebar.

    Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati, memperhatikan dinamika pasar, serta menakar risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?

    Kondisi on-chain Solana (SOL) menunjukkan sinyal yang bikin investor waspada. Liveliness SOL melonjak ke level tertinggi tahun ini di 0,78, menandakan pemegang jangka panjang mulai melepas aset mereka. Biasanya, angka tinggi ini berarti semakin banyak investor lama yang memilih ambil untung ketimbang menahan posisi—indikasi melemahnya keyakinan bullish.

    Di pasar derivatif, kondisinya tak kalah suram. Data Nansen memperlihatkan aktivitas paus di kontrak berjangka perpetual anjlok lebih dari 800% dalam sebulan terakhir. Investor besar yang biasanya jadi motor likuiditas justru mundur, memberi sinyal bahwa momentum SOL bisa semakin melemah di bulan Oktober.

    Apakah ETF Spot Solana Jadi Game Changer?

    Meski pasar terlihat suram, ada satu katalis besar yang bisa mengubah arah: ETF Solana dengan staking. Beberapa manajer aset raksasa seperti Fidelity, Franklin Templeton, CoinShares, hingga VanEck baru saja memperbarui pengajuan S-1 mereka ke SEC.

    Baca juga: ETF Fidelity Panaskan Sentimen, Solana Siap Tembus $234?

    Menurut analis ETF Bloomberg, James Seyffart, langkah ini jadi “tanda positif” bahwa persetujuan bisa turun dalam beberapa minggu mendatang. Jika benar-benar disetujui, ETF spot Solana berpotensi memicu arus masuk institusional besar-besaran, memperkuat kepercayaan pasar, dan membuka jalan bagi reli harga.

    Skenario Harga SOL di Oktober 2025

    • Bullish Case (ETF disetujui): SOL berpeluang menembus resistance $219,21 dan menuju $248,50.
    • Bearish Case (ETF ditunda & tren jual lanjut): SOL bisa terkoreksi ke $195,55, bahkan berpotensi jatuh ke $171,88 jika support gagal bertahan.

    Sejarah Oktober Solana: Naik-Turun Tajam

    Dilaporkan BeInCrypto, performa SOL di bulan Oktober memang penuh kejutan:

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    • 2020: anjlok -46,7%
    • 2021: melesat +43,1%
    • 2022: turun tipis -1,65%
    • 2023: reli besar +80,1%
    • 2024: naik moderat +10,6%

    Dengan catatan historis ini, Oktober 2025 kembali jadi bulan yang krusial: akankah sejarah reli terulang atau justru jeblok?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pi Network Umumkan Update Midpoint di Hackathon 2025, Harga Naik?

    Komunitas Pi Network kembali menjadi sorotan setelah tim pengembang mengungkapkan serangkaian pembaruan “midpoint” (tengah jalan) dalam ajang Hackathon PI 2025.

    Di tengah event yang digelar sejak Agustus dan akan berakhir pada 15 Oktober, para tim peserta sudah menunjukkan gagasan-gagasan segar yang berpotensi memperluas fungsi PI dari sekadar komunitas penambangan ke ekosistem utilitas nyata.

    Berbeda dengan fokus tradisional ke pembayaran, banyak proyek yang hadir kini mencoba mengintegrasikan PI ke dalam aspek kehidupan sehari-hari: sistem loyalitas, distribusi pangan lokal, hingga hiburan.

    Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan bahwa visi tim PI adalah menjadikan PI sebagai “lapisan utilitas blockchain” bukan hanya token kripto biasa.

    Baca Juga: Tonggak Sejarah Pi Network: Sudah Separuh Jalan Menuju Puncak

    Inovasi Proyek-proyek Menonjol

    Beberapa proyek yang muncul sebagai highlight di tengah hackathon:

    • Starmax: Menyederhanakan sistem loyalitas dengan menggantikan banyak kartu poin yang terpisah menjadi satu solusi berbasis QR, yang terhubung langsung ke jaringan PI.
    • Nature’s Pulse: Menghubungkan petani lokal langsung ke konsumen, memungkinkan pembelian barang kebutuhan pangan dengan pengantaran rumah, dan semua transaksi diselesaikan menggunakan PI.
    • Eternal Rush & Spot Nori: Memasukkan transaksi PI ke dalam dunia gaming—pemain bisa memakai PI dalam interaksi dalam game, menjadikan token bagian integral dari pengalaman digital hiburan.
    • ReloadPi: Uji coba penggunaan PI untuk isi ulang pulsa telepon, menjadikan PI sebagai alat transaksi praktis sehari-hari.
    • StreamPi: Menyediakan platform buat kreator konten agar mereka bisa meraih pendapatan lewat video dan cerita, menggunakan PI sebagai medium pembayaran.

    Keunikan lainnya adalah munculnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proyek-proyek hackathon.

    Truth Web adalah salah satu pionir yang memadukan asisten coding berbasis AI, debugging prototipe, perencanaan strategis, ditambah fitur text-to-speech (multibahasa) dan menghasilkan gambar otomatis.

    Kehadirannya menandakan bahwa komunitas PI mulai merancang aplikasi yang menggabungkan blockchain dan AI menjadi satu kesatuan.

    Tim inti PI bahkan merilis video rangkuman perkembangan ini, untuk menekankan bahwa jaringan semakin menekankan utilitas dan adopsi nyata, bukan sekadar aspek teoretis atau hype pasar.

    Signifikansi Bagi PI Network

    Langkah ini mencerminkan transformasi strategis: dari komunitas penambangan menuju ekosistem yang punya kegunaan nyata di berbagai sektor kehidupan.

    Jika proyek-proyek ini berhasil dan diadopsi luas, PI bisa menembus batas sebagai token yang lebih dari sekadar instrumen spekulatif.

    Walaupun saat ini PI mencatat harga relatif kecil dan volume perdagangan tak sebesar aset kripto mapan lainnya, inovasi yang muncul dari hackathon menunjukkan bahwa PI punya ambisi untuk mengambil peran lebih nyata dalam ekonomi kripto.

    Tantangan yang Menanti

    Namun, jalan menuju adopsi luas tidak tanpa hambatan. Beberapa tantangan yang perlu diatasi antara lain:

    • Penggunaan nyata (real-world use cases)
      Gagasan-gagasan prototipe menarik, tetapi keberhasilan tergantung seberapa banyak mereka bisa diterapkan di dunia nyata — dalam skala besar, andal, dan aman.
    • Adopsi & dukungan ekosistem
      Bank, pedagang, penyedia layanan harus mau menerima PI sebagai media pembayaran atau alat transaksi. Jika resistensi institusional tinggi, pertumbuhan bisa terbatas.
    • Teknologi & integrasi
      Modul AI, smart contract, dan sistem backend harus saling kompatibel dan aman. Bug, isu skala, dan integrasi sistem lama (legacy) bisa jadi hambatan.
    • Persaingan di ruang blockchain & AI
      Banyak proyek blockchain atau Web3 lain juga mengejar narasi AI. PI harus punya keunggulan tersendiri agar tidak tenggelam dalam keramaian.

    Baca Juga: Harga Pi Network Jatuh Tertekan Aksi Whale, Potensi ke Depan?

    Jika hackathon ini berhasil melahirkan prototipe yang stabil dan menarik minat mitra atau pengguna awal, maka PI bisa menjadikan momentum untuk fase pertumbuhan baru.

    Investor dan pelaku industri perlu memantau implementasi nyata. Siapa tahu proyek seperti Starmax atau StreamPi bisa menjadi titik awal adopsi massal.

    Secara strategis, PI dapat memperkuat posisi sebagai salah satu platform kripto yang menjembatani antara komunitas penambang dan ekosistem utilitas nyata.

    Dengan menggabungkan blockchain, AI, dan fokus aplikasi dunia nyata, PI bisa bersaing bahkan di kawasan kripto yang sudah jenuh inovasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Swift dan Consensys Buka Pembayaran Internasional Berbasis Blockchain

    SWIFT, organisasi global yang selama ini menjadi tulang punggung infrastruktur komunikasi antarbank internasional, kini mengambil langkah strategis berani dengan menggandeng perusahaan perangkat lunak blockchain Consensys.

    Tujuannya untuk membangun prototipe sistem ledger berbasis digital bersama, yang memungkinkan pembayaran lintas batas secara real time, 24/7, dan mendukung nilai token yang teratur (regulated tokenized value).

    Kolaborasi ini bukanlah sekadar lip service. Swift bekerja bersama lebih dari 30 institusi keuangan global untuk merancang dan menguji sistem bersama yang diharapkan menjadi fondasi pembayaran lintas batas generasi berikutnya.

    Baca Juga: Sejarah Baru! Swift Beralih ke Blockchain, Linea Jadi Pemain Utama

    Latar Belakang & Motivasi Inovasi

    Sejak lama, mekanisme pembayaran lintas negara menghadapi berbagai hambatan: keterlambatan jam operasi bank, biaya tinggi, rantai korespondensi perbankan yang panjang, hingga isu transparansi dan pelacakan.

    Dengan munculnya teknologi blockchain, konsep “rel pembayaran digital”, jalur baru yang memungkinkan transaksi token ke token atau aset digital secara otomatis, mulai menjadi proyeksi masa depan keuangan global.

    Swift menyadari bahwa untuk tetap relevan di era transformasi digital, ia harus melangkah ke ranah keuangan digital.

    Dengan mengusung konsep ledger gabungan bersama Consensys, Swift berupaya mengubah posisinya dari sekadar platform komunikasi antarbank menjadi komponen inti dalam sistem infrastruktur keuangan digital.

    Menurut pernyataan Swift, prototipe ledger ini nantinya akan mencatat, menyusun urutan, dan memvalidasi transaksi, sekaligus menegakkan aturan melalui kontrak pintar (smart contracts).

    Dengan demikian, institusi keuangan bisa memindahkan nilai digital yang sudah diatur (regulated tokenized value) dengan keamanan, skalabilitas, dan keandalan khas Swift.

    Swift juga berencana agar sistem ini mendukung interoperabilitas antara sistem lama dan sistem baru, termasuk berbagai format token dan protokol yang mungkin muncul nantinya.

    Pihak yang Terlibat & Dukungan Institusi

    Kolaborasi ini melibatkan institusi-institusi besar dari berbagai belahan dunia sebagai mitra penguji / pemberi masukan.

    Beberapa yang disebutkan antara lain: DBS Bank, ANZ, Absa, Standard Chartered, Royal Bank of Canada, Deutsche Bank, Emirates NDB, Mizuho, Westpac, Commerzbank, JPMorgan Chase, Citi, BNP Paribas, BBVA, Bank of America, HSBC, Wells Fargo, dan lain-lain.

    Kehadiran institusi-institusi ini memberi bobot kredibilitas bahwa upaya Swift–Consensys bukan eksperimen kecil.

    Mereka mewakili bank global dan lembaga keuangan di berbagai wilayah, yang artinya kebutuhan terhadap infrastruktur pembayaran lintas negara masih sangat nyata dan mendesak.

    Javier Pérez-Tasso, CEO Swift, menyatakan bahwa Swift “sudah punya rel yang powerful dan efektif hari ini.”

    Namun organisasi ini ingin lebih cepat bergerak dengan komunitasnya untuk membangun tumpukan (stack) infrastruktur masa depan.

    Ia menyebut bahwa konsep ledger awal ini membuka jalan agar lembaga keuangan mampu membawa pengalaman pembayaran ke level selanjutnya, dengan platform tepercaya Swift berada di pusat transformasi digital industri.

    Manfaat Potensial & Dampak Industri

    Kolaborasi ini, jika berhasil, menjanjikan beberapa manfaat berikut:

    • Transaksi real time 24/7: no more tergantung jam kerja bank tradisional, dapat mentransfer nilai kapan pun dalam sehari.
    • Eksekusi otomatis dengan smart contract: aturan, validasi, dan eksekusi transaksi bisa otomatis dan transparan dalam ledger bersama.
    • Interoperabilitas: sistem baru ini diharapkan bisa berinteraksi dengan sistem perbankan tradisional serta format token digital yang berbeda, menjembatani dunia lama dan ekosistem blockchain.
    • Keamanan & keandalan: Swift membawa reputasi dalam hal keamanan dan stabilitas, yang menjadi fondasi untuk menggunakan aset digital secara regulatif dalam jaringan global.
    • Skalabilitas & efisiensi biaya: dengan jalur pembayaran lebih langsung dan protokol modern, biaya overhead bisa ditekan dibanding skema perbankan korespondensi konvensional.

    Bila inovasi ini sukses dan diadopsi luas, peran Swift bisa bergeser, dari “jaringan komunikasi antarbank” menjadi “jaringan rel aset digital global.”

    Tantangan & Risiko

    Meskipun prospeknya menarik, proyek ini menghadapi beberapa tantangan nyata:

    1. Regulasi & kepatuhan
      Nilai token teratur (regulated tokenized value) harus mematuhi regulasi lintas yuridiksi. Perbedaan regulasi antar negara bisa menjadi hambatan signifikan.
    2. Standarisasi teknis & interoperabilitas
      Menyatukan format token, protokol smart contract, dan sistem legacy bank yang sangat beragam akan membutuhkan standarisasi dan konsensus industri yang sulit diperoleh.
    3. Kepercayaan & adopsi institusional
      Bank dan lembaga keuangan besar cenderung berhati-hati dalam adopsi teknologi baru, terutama yang melibatkan integrasi blockchain dan token.
    4. Keamanan & risiko teknis
      Sistem ledger bersama harus dirancang sangat tangguh terhadap serangan, bug, dan kegagalan operasional. Jika gagal, dampaknya akan sangat luas.

    Baca Juga: Ethereum dan Polygon Kuasai Amerika Latin, Blockchain Baru Tersisih?

    Inisiatif Swift bekerja sama dengan Consensys untuk menghadirkan rel pembayaran berbasis blockchain pada transaksi lintas batas adalah langkah transformasional yang bisa mengubah wajah infrastruktur keuangan global.

    Dengan dukungan institusi besar dan pendekatan prototipe bersama, proyek ini punya peluang nyata untuk mewujudkan transfer nilai digital real time dan interoperabilitas token yang diatur.

    Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada tantangan regulasi, adopsi institusional, dan standarisasi teknis.

    Jika Swift berhasil menjalankan visi ini, maka peran mereka dalam dunia keuangan digital bisa menjadi sangat sentral, bukan sekadar sebagai “jaringan korespondensi perbankan,” melainkan sebagai tulang punggung ekosistem aset digital global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin to the Moon Lagi? ETF Baru Picu Reli, Target $0,28 Jadi Nyata

    Dogecoin (DOGE) kembali mencuri perhatian pasar kripto di penghujung September 2025. Meme coin ikonik bergambar Shiba Inu ini sukses bertahan di tengah volatilitas, dengan dukungan arus masuk ETF yang deras dan “efek Elon Musk” yang sekali lagi menggebrak media sosial. Target harga $0,28 pun kini jadi sorotan para analis.

    ETF Dogecoin Banjir Dana, Melewati Ekspektasi

    ETF REX-Osprey Dogecoin ($DOJE) yang baru diluncurkan pada 11 September langsung mencetak prestasi. Dalam tiga minggu, produk investasi ini sudah menarik arus masuk lebih dari $22 juta, termasuk tambahan $5 juta hanya dalam sepekan terakhir. Angka ini bahkan melampaui pencapaian awal ETF Ethereum.

    Dengan kapitalisasi pasar Dogecoin yang kini mencapai $32,6 miliar dan volume harian sekitar $265 juta, keberhasilan ETF ini menandai titik balik penting: Dogecoin tidak lagi sekadar lelucon, melainkan mulai diakui institusi sebagai aset alternatif. Hedge fund hingga dana pensiun kabarnya sudah mulai mengalokasikan DOGE, meski skeptisisme tetap ada terkait biaya manajemen ETF yang tinggi (0,95%).

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 29 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 29 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Whale Beli 280 Juta DOGE, Sinyal Akumulasi

    Dilaporkan ABC Money, data on-chain menunjukkan aktivitas besar-besaran dari investor “whale” yang membeli lebih dari 280 juta DOGE dalam sepekan terakhir. Sentimen sosial juga tetap panas dengan skor 72/100 di LunarCrush, meski aksi jual sempat membuat harga DOGE terkoreksi 3,1% ke kisaran $0,227.

    Secara teknikal, Dogecoin sedang membentuk pola bullish flag, dengan resistensi jangka pendek di $0,245. Jika mampu menembus level ini, analis memperkirakan DOGE bisa melesat ke $0,28-$0,30 dalam waktu dekat. Sebaliknya, support kuat tetap berada di zona $0,220-$0,226.

    Efek Elon Musk: Satu Cuitan, Pasar Langsung Bergerak

    Seperti biasa, nama Elon Musk tidak bisa dilepaskan dari perjalanan Dogecoin. Pada 28 September, Musk mencuit soal “pil merah atau pil biru” yang mirip adegan Matrix. Hanya dengan itu, DOGE sempat naik 2% dalam sehari.

    Musk diketahui masih menyimpan 9,5 juta DOGE di kas Tesla, dan integrasi tip DOGE di platform X miliknya mendorong 20% transaksi mikro di sana menggunakan DOGE. Tak heran, komunitas menilai setiap langkah Musk sebagai katalis baru untuk reli harga.

    Komunitas Tetap Jadi Kekuatan Utama

    Dari Reddit hingga Discord, komunitas Dogecoin tetap solid. Penambahan fitur dompet Android memicu 50.000 pengguna baru per minggu, sementara Robinhood melaporkan DOGE sebagai aset paling populer dengan kontribusi 40% dari akun baru.

    Dengan ETF yang sukses, paus yang akumulasi, Elon Musk yang kembali bermain, dan komunitas yang makin bertenaga, Dogecoin punya peluang nyata menuju $0,28, bahkan lebih jika hype terus berlanjut hingga akhir tahun.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga AXS Terkapar di $2,07, Prospek GameFi Masih Bisa Bangkit?

    Harga Axie Infinity (AXS) kembali melemah setelah menghadapi tekanan jual yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

    Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Selasa (30/9), harga AXS saat ini berada di level $2,077 per token, turun sekitar -2,88% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar AXS tercatat di kisaran $345,30 juta USD dengan volume perdagangan harian sebesar $61,63 juta USD, menunjukkan adanya penurunan minat transaksi dibanding periode sebelumnya.

    Baca Juga: Harga Axie Infinity Melonjak 14%, Investor Kembali Melirik GameFi

    Pergerakan Harga AXS Terkini

    Dalam 24 jam terakhir, AXS kehilangan nilai $0,0615, menandai kelanjutan tren negatif yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

    • 30 hari terakhir: turun -21,85%
    • 60 hari terakhir: turun -6,37%
    • 90 hari terakhir: turun -4,07%

    Kinerja negatif ini menunjukkan bahwa meskipun AXS sempat mencoba bertahan, tekanan jual tetap mendominasi pasar.

    Selain itu, selama tujuh hari terakhir, harga AXS juga melemah sebesar -6,77%, memperkuat sinyal bahwa proyek berbasis game ini masih menghadapi tantangan berat.

    Faktor Penyebab Penurunan Harga AXS

    1. Tekanan Pasar Kripto Secara Umum

    Pasar kripto dalam beberapa pekan terakhir mengalami volatilitas tinggi dengan kecenderungan bearish, terutama setelah Bitcoin sempat terkoreksi.

    Sentimen global yang lebih hati-hati membuat investor cenderung menarik modal dari aset berisiko, termasuk token game seperti AXS.

    2. Penurunan Minat pada GameFi

    Axie Infinity, sebagai salah satu pelopor proyek GameFi dan play-to-earn, kini menghadapi penurunan popularitas.

    Tren pemain aktif yang berkurang berdampak langsung pada utilitas token AXS, sehingga tekanan jual semakin kuat.

    3. Kurangnya Katalis Positif

    Tidak seperti fase booming pada 2021, saat ini AXS tidak memiliki katalis besar yang mampu mendorong harga.

    Minimnya pengumuman terkait fitur baru, ekspansi ekosistem, atau kemitraan strategis membuat investor cenderung menunggu di pinggir pasar.

    4. Persaingan Ketat dalam Game Web3

    Munculnya banyak proyek GameFi baru dengan model ekonomi lebih berkelanjutan membuat AXS kehilangan sebagian pangsa pasar. Hal ini menambah beban pada harga token, yang sudah tertekan oleh tren bearish.

    Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Prospek dan Peluang AXS ke Depan

    Meskipun saat ini AXS sedang berada dalam tren menurun, bukan berarti peluang untuk bangkit telah hilang. Beberapa faktor masih bisa menjadi katalis positif dalam jangka menengah hingga panjang.

    1. Rebound Teknis
      Dari sisi teknikal, AXS saat ini sudah mengalami koreksi cukup dalam. Jika pasar kripto secara umum membaik, peluang rebound menuju level resistance di sekitar $2,50–$3,00 masih terbuka.
    2. Pemulihan Ekosistem GameFi
      Jika Axie Infinity berhasil menghadirkan pembaruan signifikan, misalnya peningkatan mekanisme permainan, integrasi NFT yang lebih menarik, atau sistem reward baru, minat pemain bisa kembali meningkat. Hal ini otomatis akan berdampak positif pada permintaan token AXS.
    3. Dukungan Komunitas
      Sebagai proyek pionir dalam dunia GameFi, Axie Infinity masih memiliki basis komunitas yang cukup besar. Komunitas inilah yang berpotensi menjadi motor penggerak untuk menjaga keberlanjutan proyek.
    4. Potensi Masuknya Investor Baru
      Dengan harga AXS yang relatif murah dibanding masa kejayaannya (yang pernah menyentuh ratusan dolar), token ini bisa dianggap sebagai peluang masuk bagi investor yang percaya pada kebangkitan sektor GameFi.

    Baca Juga: Menyelami Dunia Axie Infinity: Mengenal Aset Kripto Ronin (RONIN)

    Harga Axie Infinity (AXS) saat ini berada di level $2,07, mencerminkan tekanan jual yang cukup besar dalam jangka pendek.

    Penurunan lebih dari -21% dalam sebulan terakhir menunjukkan bahwa tantangan bagi AXS masih cukup berat, baik dari sisi teknikal maupun fundamental.

    Namun, peluang untuk bangkit tetap ada, terutama jika ekosistem Axie Infinity mampu menghadirkan inovasi baru yang relevan dengan tren industri game berbasis blockchain.

    Dengan dukungan komunitas dan kemungkinan rebound teknikal, AXS bisa saja kembali menarik minat investor dalam jangka menengah.

    Untuk saat ini, investor disarankan tetap berhati-hati, sambil memantau level support kunci dan perkembangan terbaru dari tim pengembang Axie Infinity.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: 

    Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Jatuh Lagi di Bawah $3: Saat Tepat Beli Murah?

    XRP kembali tergelincir di bawah level psikologis $3 pada akhir September 2025. Padahal sebelumnya token ini sempat menunjukkan sinyal potensi terobosan. Koreksi ini menimbulkan dilema besar bagi investor: apakah ini saatnya membeli di harga murah, atau justru sinyal untuk menjauh?

    Meski performanya cukup spektakuler, melonjak lebih dari 370% dalam 12 bulan terakhir, perjalanan XRP penuh gejolak. Musim panas lalu, harga sempat nyaris jatuh di bawah $2, sebelum stabil di kisaran $2 hingga $3,50. Kini, investor semakin ragu menentukan langkah di kuartal terakhir tahun ini.

    Strategi “Beli Saat Turun”: Cocok untuk Bitcoin, Tidak untuk XRP?

    Banyak trader percaya strategi buy the dip ampuh di kripto. Namun, menurut analisis, hal ini lebih relevan untuk Bitcoin dibandingkan XRP.

    • Bitcoin: dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren naik konsisten. Meski sempat terkoreksi tajam, harga selalu pulih dan mencetak rekor baru.
    • XRP: grafik lima tahun menunjukkan stagnasi panjang dengan pergerakan harga datar. Sesekali memang meledak, tetapi lebih sering sideways tanpa arah jelas.

    Dengan kata lain, “beli saat turun” pada XRP bukan jaminan keuntungan, mengingat tren historisnya tidak sekuat Bitcoin.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Siap Comeback di Oktober? Level $2,75 Jadi Kunci Relinya

    Katalis Positif Sudah Diperhitungkan?

    Dua faktor besar yang diharapkan menjadi pendorong harga XRP tampaknya sudah tercermin di pasar:

    1. ETF Spot XRP: persetujuan SEC hanya tinggal menunggu waktu, namun hype seputar hal ini sudah lama diperhitungkan dalam harga.
    2. Kejelasan Regulasi: Ripple memenangkan gugatan dengan SEC pada Agustus, tetapi kemenangan ini tidak membuat harga XRP melesat.

    Artinya, tanpa katalis baru, XRP berpotensi stagnan. Beberapa analis menilai hanya pemangkasan suku bunga The Fed yang bisa menjadi “ramuan ajaib” berikutnya.

    Potensi Kenaikan Maksimal XRP

    Dilaporkan Nasdaq, target realistis jangka pendek bagi XRP adalah $4, yang berarti kenaikan sekitar 33% dari level saat ini. Angka ini akan menandai rekor tertinggi baru, melampaui level $3,84 yang bertahan selama lebih dari 13 tahun.

    Namun, pertanyaan pentingnya: apakah imbal hasil 33% cukup menarik dibandingkan risiko tinggi XRP? Banyak investor mungkin lebih memilih Bitcoin, yang telah terbukti memberikan return konsisten jangka panjang dengan risiko lebih terkendali.

    XRP berada di persimpangan jalan. Investor yang percaya pada potensi jangka panjangnya mungkin melihat penurunan ini sebagai peluang. Namun, bagi mereka yang mengutamakan strategi terbukti, Bitcoin tampak lebih aman untuk skema buy the dip.

    Satu hal yang pasti: tanpa katalis baru, XRP berpotensi terjebak dalam zona stagnasi $2–$3,50, membuat investor perlu lebih selektif sebelum menambah posisi.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com