Author: 27

  • Ethereum Teratas di Pasar Layer 1, Ungguli Solana dan Bitcoin

    Pasar blockchain Layer 1 terus menunjukkan dinamika yang menarik, dengan total nilai terkunci (Total Value Locked/TVL) mencapai $135,1 miliar meski mengalami penurunan -2,5% dalam 24 jam terakhir.

    Dilaporkan Coingecko, dari jumlah tersebut, Ethereum masih mendominasi dengan pangsa pasar terbesar, diikuti oleh Solana, Bitcoin, BNB Smart Chain, dan TRON.

    Ethereum Tetap di Puncak

    Ethereum menempati posisi pertama dengan TVL $92,1 miliar, setara dengan 68,16% dominasi pasar. Volume perdagangan harian Ethereum tercatat sekitar $2,64 miliar dengan lebih dari 5.200 aset kripto yang berjalan di ekosistemnya. Kekuatan ini menunjukkan bahwa Ethereum tetap menjadi pusat utama aktivitas DeFi dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Solana Perkuat Posisi Kedua

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Blockchain Layer 1 dengan Potensi Tinggi pada Agustus 2025

    Di posisi kedua, Solana mencatat TVL $11,63 miliar dengan dominasi 8,61% dari total pasar. Volume perdagangan hariannya bahkan lebih tinggi dari Ethereum, mencapai $9,83 miliar, dengan lebih dari 4.600 aset kripto yang mendukung ekosistemnya. Dalam 30 hari terakhir, Solana menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 17,9%, menandakan adopsi yang semakin meningkat.

    Bitcoin dan Ekspansi Ordinals

    Meskipun Bitcoin bukan platform smart contract utama, TVL-nya mencapai $7,97 miliar atau 5,90% dominasi pasar. Dukungan inovasi seperti Ordinals dan Runes membuat aktivitas ekosistem Bitcoin semakin variatif. Dalam 30 hari terakhir, TVL Bitcoin naik 15,8%, menegaskan daya tariknya di luar sekadar aset penyimpan nilai.

    BNB Smart Chain dan TRON Ikut Bersaing

    BNB Smart Chain menempati peringkat keempat dengan TVL $7,55 miliar (5,59% dominasi). Ekosistemnya masih ramai dengan lebih dari 3.000 aset kripto aktif dan volume perdagangan harian sekitar $7,88 miliar.

    Sementara itu, TRON mengamankan posisi kelima dengan TVL $6,14 miliar (4,55% dominasi). Meski volume perdagangan hariannya relatif kecil di angka $101 juta, TRON tetap menjadi salah satu jaringan dengan basis pengguna stabil.

    Secara keseluruhan, pasar Layer 1 tetap terkonsentrasi pada Ethereum sebagai pemimpin, diikuti oleh pertumbuhan agresif Solana dan peningkatan ekosistem Bitcoin. Dengan total TVL lebih dari $135 miliar, persaingan antar blockchain besar terus menjadi sorotan, terutama di tengah perkembangan aplikasi DeFi, NFT, dan inovasi on-chain lainnya.

    Baca juga: Saga (SAGA): Protokol Layer 1 untuk Masa Depan Blockchain


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Dogecoin Anjlok 45% Akibat Aksi Jual Besar, Potensi Turun ke $0,12?

    Harga Dogecoin (DOGE) menghadapi tekanan jual signifikan setelah anjlok 25% dalam sebulan terakhir dari level $0,28 ke sekitar $0,22.

    Dilaporkan Coinspeaker, penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual dari pemegang besar (whale), yang meningkatkan kekhawatiran pasar akan pelemahan lebih lanjut.

    Tekanan Teknis: Support Rawan Ditembus

    Dogecoin saat ini menguji level support di $0,218 dalam pola falling wedge. Jika level ini gagal dipertahankan, analis memperkirakan harga DOGE bisa merosot hingga $0,12, setara dengan penurunan tambahan 45%.

    Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga melemah, turun ke 49 dari level jenuh beli di 85 pada Juli lalu. Analis menilai DOGE harus menjaga dukungan di zona $0,19–$0,20 yang bertepatan dengan rata-rata pergerakan 100 dan 200 hari, agar tidak melanjutkan koreksi ke $0,16.

    Sentimen Pasar Melemah

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Dogecoin Berpotensi Naik ke $0,26-$0,30 dalam Dua Minggu

    Data derivatif menunjukkan minat terhadap DOGE semakin surut. Open interest kontrak berjangka Dogecoin turun menjadi $3,24 miliar dari $5,25 miliar sebulan sebelumnya.

    Laporan Santiment juga mengungkapkan bahwa dompet besar dengan kepemilikan 10 juta–100 juta DOGE mengurangi posisinya sekitar 6% sejak akhir Juli. Tekanan semakin meningkat setelah transaksi whale yang memindahkan 900 juta DOGE senilai lebih dari $200 juta ke Binance, yang memicu spekulasi aksi jual lanjutan.

    Aktivitas Jaringan Lesu

    Selain faktor teknis dan sentimen pasar, data on-chain menunjukkan penurunan signifikan dalam keterlibatan pengguna. Jumlah alamat aktif harian di jaringan Dogecoin kini hanya 58.000, turun tajam dari 674.500 pada Juli dan jauh di bawah puncaknya 1,65 juta pada kuartal IV 2024.

    Penurunan partisipasi ini menegaskan melemahnya minat ritel terhadap Dogecoin, yang selama ini dikenal sebagai salah satu koin meme dengan dukungan komunitas paling besar.

    Baca juga: Tekanan Teknis Dogecoin: Harga Berjuang untuk Bertahan di $0,22


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga BNB Tetap Kuat di Tengah Penurunan Pasar, Target $1000?

    Harga Binance Coin (BNB) terus menunjukkan ketahanan meskipun biaya harian di jaringan Binance mengalami penurunan signifikan sejak 8 Agustus 2025.

    Data terbaru dari CryptoQuant mengungkapkan tren kontras antara biaya harian yang menurun dan harga BNB yang tetap menguat.

    Penurunan Biaya Dorong Optimisme

    Dilaporkan Coinpedia, penurunan biaya transaksi dipandang sebagai faktor bullish oleh para analis. Pengguna mendapat keuntungan langsung melalui transaksi yang lebih murah, sementara infrastruktur Binance mengalami tekanan yang lebih ringan sehingga operasional lebih efisien.

    Selain itu, langkah ini juga ditafsirkan sebagai strategi Binance untuk mempertahankan daya saing di tengah ketatnya persaingan bursa kripto.

    Kinerja Harga BNB

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: BNB Berisiko? Pola Bearish Beri Sinyal Ujian Penting di Depan

    Pada perdagangan harian, BNB berada di level $871,9, naik 1,88% secara intraday. Kapitalisasi pasarnya tercatat mencapai $121,19 miliar dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $2,57 miliar.
    Grafik harga menunjukkan BNB berhasil menembus batas atas saluran tren naik pada Agustus, yang memperkuat momentum bullish dan mendekatkan token ke level psikologis $900.

    Target $1000 Jadi Fokus

    Sejumlah analis menekankan pentingnya BNB bertahan di atas level $845 untuk menjaga momentum kenaikan. Jika level ini berhasil dipertahankan, peluang menuju $1000 dianggap semakin terbuka lebar.

    “BNB sedang membentuk pola parabola. Jika mampu menutup minggu ini di atas $845, target berikutnya ada di $1000,” tulis analis kripto Crypto Monkey di X.

    Proyeksi Jangka Panjang

    Selain target jangka pendek di $1000, beberapa analis juga menyoroti potensi kenaikan lebih tinggi dalam jangka panjang. Proyeksi ambisius yang muncul menempatkan BNB pada level $2.112, $5.000, hingga $12.000, dengan syarat adopsi meluas dan momentum bullish tetap terjaga.

    Baca juga: BNB Mendekati $900, Analis Prediksi Menuju Level Empat Digit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Demo Memanas, Pasar Kripto Indonesia Ikut Terseret Arus Ketidakpastian

    Gelombang aksi massa alias demo yang berlangsung pada 25 dan 28 Agustus 2025 di beberapa titik strategis Indonesia rupanya tak hanya menyedot perhatian publik, tetapi juga mengguncang sentimen pasar keuangan.

    Tak terkecuali bagi pasar kripto dalam negeri, yang menunjukkan pergerakan negatif pada mayoritas aset digital sepanjang 24 jam terakhir.

    Data terbaru perdagangan kripto di Tokocrypto pada Jumat (29/8) memperlihatkan sebagian besar aset berada di zona merah.

    Bitcoin (BTC/IDR) misalnya, turun -2,20% ke level Rp 1,803 miliar dengan volume perdagangan Rp 19,4 miliar.

    Harga Ethereum (ETH/IDR) bahkan lebih dalam terkoreksi -4,76% ke Rp 71,44 juta, sedangkan XRP/IDR jatuh -3,99% ke Rp 47.070.

    Baca Juga: Calon DK OJK Pengawas Kripto Uji Kelayakan di DPR RI

    Aksi Massa dan Dampak Psikologis Investor

    Sebagaimana dikutip dari CNBC, Aksi demo yang mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah itu memanas, sehingga menimbulkan kericuhan di beberapa titik.

    Kondisi ini menciptakan ketidakpastian politik yang berdampak langsung pada psikologis investor.

    Dalam situasi seperti ini, banyak pelaku pasar memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.

    Fenomena ini bukan hal baru. Setiap kali gejolak sosial-politik meningkat, investor cenderung bersikap hati-hati.

    Dalam kasus hari ini, volume perdagangan di sejumlah aset memang masih tinggi, tetapi tekanan jual lebih dominan.

    Contohnya Solana (SOL/IDR) turun -1,75% ke Rp 3,412 juta, sementara Dogecoin (DOGE/IDR) anjlok -3,48% ke Rp 3.510.

    Aset Stabil Lebih Diminati

    Menariknya, pergerakan USDT/IDR (Tether) justru mencatatkan kenaikan +0,81% ke Rp 16.450.

    Hal ini menandakan adanya peralihan dana ke aset yang dianggap lebih stabil. Fenomena “flight to safety” ini memperlihatkan investor domestik mencoba menahan risiko dengan menyimpan modal di stablecoin.

    Selain USDT, hanya segelintir koin yang berhasil mencatatkan kenaikan tipis. POL/IDR misalnya, naik +1,25% ke Rp 4.022 dan POPCAT/IDR menguat +0,57%.

    Namun, kenaikan tersebut lebih bersifat teknikal ketimbang fundamental, mengingat arus sentimen pasar masih negatif.

    Ilustrasi bear market.
    Ilustrasi bear market.

    Koreksi Lebar pada Aset Menengah

    Sejumlah altcoin lapis dua justru mengalami koreksi tajam. SPX/IDR turun drastis -9,76%, menjadi salah satu penurunan terdalam hari ini.

    ADA/IDR merosot -4,67% ke Rp 13.480, sementara AVAX/IDR terkoreksi -4,09% ke Rp 388.200.

    Penurunan ini menunjukkan betapa rentannya aset menengah terhadap guncangan eksternal, apalagi ketika faktor domestik berperan besar.

    Prospek Pasar dalam Jangka Pendek

    Ketidakpastian akibat situasi politik saat ini bisa menjadi faktor dominan dalam pergerakan kripto domestik.

    Meski pasar global relatif stabil, pasar lokal cenderung lebih sensitif terhadap isu-isu sosial dan politik di dalam negeri.

    Jika kondisi demo terus berlanjut, tekanan jual berpotensi semakin dalam, terutama pada aset dengan kapitalisasi menengah ke bawah.

    Namun, investor jangka panjang bisa memandang situasi ini sebagai peluang untuk akumulasi, mengingat fundamental aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum masih solid secara global.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 29 Agustus 2025: Bitcoin Bertahan di $112.000

    Demo yang memanas dalam beberapa hari terakhir kembali mengingatkan bahwa pasar kripto Indonesia tidak bergerak dalam ruang hampa.

    Sentimen politik, sosial, dan keamanan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi psikologis investor.

    Dengan mayoritas aset bergerak turun, sementara stablecoin seperti USDT justru naik, terlihat jelas bahwa investor tengah berlindung sambil menunggu kepastian.

    Ke depan, keseimbangan antara stabilitas politik dan arah regulasi kripto akan menjadi faktor penentu apakah pasar bisa pulih lebih cepat, atau justru tertekan lebih lama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Solana: Golden Cross Dorong Target ke $300

    Harga Solana (SOL) kembali menguat setelah mencatat kenaikan harian hingga $214,88 dengan kapitalisasi pasar mencapai $116 miliar. Analis menilai momentum teknis dan masuknya dana institusional senilai miliaran dolar berpotensi mendorong harga menuju level psikologis $300.

    Solana menampilkan pola golden cross pada grafik SOL/BTC, di mana rata-rata pergerakan 50 hari menembus ke atas SMA 200 hari. Secara historis, pola ini mendahului reli besar, termasuk kenaikan 1.900% pada 2021 dan rebound 1.000% pada 2023.

    Altseason Dorong Kapitalisasi

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Dekati Level Kritis $205: Apakah Breakout Besar Akan Terjadi?

    Dilaporkan ICObench, kondisi altseason memperkuat reli Solana. Ethereum tercatat mengungguli Bitcoin sejak Juni, menandakan rotasi modal ke aset berisiko tinggi. Analis menyebut momentum ini mirip dengan reli Solana pada 2021 dan 2023, dengan RSI mingguan kini berada di level 61, mendukung target harga $295–$300.

    Minat institusional juga menguat. Jump Crypto, Galaxy Digital, dan Multicoin mengumpulkan lebih dari $1 miliar, sementara Pantera Capital menyiapkan kendaraan investasi senilai $1,25 miliar. Total komitmen hampir $3 miliar diperkirakan memperketat pasokan dan mendorong harga.

    Wall Street Pepe Ikut Terdorong

    Selain Solana, koin meme Wall Street Pepe (WEPE) ikut mendapat perhatian setelah berekspansi ke ekosistem Solana. Dengan kapitalisasi pasar $12,98 juta, WEPE menawarkan utilitas seperti sinyal perdagangan, grup komunitas eksklusif, hingga mekanisme deflasi lintas rantai.

    Dengan kombinasi golden cross, altseason, serta dukungan institusional, target $300 semakin realistis bagi Solana. Jika level tersebut berhasil ditembus, aset ini berpotensi memasuki kembali fase price discovery seperti yang terjadi pada reli parabola 2021.

    Baca juga: Proyek Solana Teratas 2025: Token Ekosistem yang Patut Diperhatikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Alasan Utama Harga XRP Bisa Melonjak ke $5 di Bulan September

    Harga XRP diprediksi berpotensi melesat hingga mencapai level $5 pada September 2025. Optimisme ini muncul dari kombinasi faktor teknikal dan fundamental, mulai dari pola grafik bullish, adopsi tokenisasi aset dunia nyata (RWA), pertumbuhan stablecoin Ripple USD (RLUSD), hingga kemungkinan persetujuan ETF XRP.

    Analisis Teknikal Mengisyaratkan Tren Bullish

    Dilaporkan Coingape, pergerakan harga XRP dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan konsolidasi setelah sempat sideways sepanjang Agustus. Namun, analisis teknikal menyoroti terbentuknya tiga pola grafik bullish penting: falling wedge, bullish pennant, serta cup-and-handle.

    Ketiga pola ini kerap menandakan kelanjutan tren positif. Jika berhasil menembus resistansi, harga XRP berpotensi mencapai $5. Sebaliknya, penurunan di bawah $2,6 bisa membatalkan proyeksi tersebut.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Tertekan Saat Whale Menjual: Koreksi Segera Terjadi?

    Potensi Persetujuan ETF XRP pada Oktober

    Katalis terbesar bagi harga XRP adalah tinjauan ETF oleh SEC. Saat ini terdapat 11 proposal ETF XRP dari berbagai manajer aset seperti Canary, WisdomTree, dan Franklin Templeton. Tenggat evaluasi sebagian besar jatuh pada Oktober.

    Banyak analis meyakini SEC kemungkinan besar tidak akan menunda lagi, sehingga pasar mulai mengantisipasi persetujuan ETF tersebut. Jika terealisasi, arus masuk dana ke XRP diperkirakan substansial.

    Pertumbuhan Pesat RWA di XRP Ledger

    XRP Ledger semakin diminati untuk tokenisasi aset dunia nyata. Data menunjukkan nilai aset RWA di jaringan ini meningkat 25% dalam 30 hari terakhir. Beberapa proyek besar yang berjalan di ekosistem ini antara lain VERT Capital dengan dana senilai $115 juta, serta kolaborasi dengan OpenEden dan Ondo. Lonjakan adopsi ini memperkuat fundamental XRP sebagai blockchain yang relevan untuk pengembangan RWA.

    RLUSD Semakin Diminati

    Stablecoin Ripple USD (RLUSD), yang baru diluncurkan Desember lalu, kini telah menembus kapitalisasi lebih dari $680 juta. RLUSD semakin sering digunakan, termasuk dalam IPO Bullish dan integrasi dengan Horizon, platform pinjaman baru dari Aave. Pertumbuhan pesat stablecoin ini memberi dorongan tambahan bagi permintaan XRP.

    Faktor Makro: Suku Bunga The Fed

    Selain faktor teknis dan fundamental, kebijakan makro juga menjadi perhatian. Pasar mengantisipasi Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat, seperti yang diisyaratkan Ketua The Fed, Jerome Powell. Sentimen ini berpotensi menambah dorongan positif bagi pasar kripto, termasuk XRP.

    Dengan kombinasi faktor teknikal, pertumbuhan ekosistem, dan katalis regulasi, harga XRP diperkirakan memiliki peluang besar untuk menembus level $5 pada September.

    Baca juga: XRP Terjebak dalam Sideways, Tapi Sinyal Bullish Mulai Terlihat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Keluar dari Bayang-Bayang Bitcoin: Likuiditas Jadi Fokus Utama Ethereum

    Ethereum (ETH) mulai tampil lebih percaya diri di ranah likuiditas: aspek krusial yang mendasari kekuatan finansial dan potensi kenaikan harga jangka panjang.

    Menurut analisis dari CoinDesk Indices dan Avenir Group, Ethereum mulai mengejar ketertinggalannya dari Bitcoin (BTC) dalam hal likuiditas institusional dan minat pasar.

    Namun langkah ETH masih berada di tahap awal, menunjukkan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan.

    Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

    Perbandingan Kapitalisasi Realized: ETH vs BTC

    Sejak titik terendah siklus (cycle low) pada November 2022, ETH berhasil menyerap $81 miliar modal baru, mendorong kapitalisasi “realized cap” mencapai $266 miliar pada awal Agustus 2025.

    Meskipun angka ini mencerminkan pertumbuhan berarti, tingkat kenaikannya masih tertinggal dibandingkan BTC yang mengalami lonjakan 136% dalam realized cap dalam periode yang sama.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    ETF Spot ETH: Masih Kecil, Tapi Berkualitas

    Pengelolaan dana dalam ETF spot Ethereum terdiri atas sekitar 80–90% aliran institusional sejati, selebihnya merupakan strategi arbitrase, menurut analisis .

    Artinya, meskipun aliran ini belum sebesar BTC, sebagian besar arusnya bersifat nyata dan bertahan, bukannya spekulatif.

    Peran Dominan Digital Asset Treasuries (DATs)

    Faktor penting lain yang mendongkrak likuiditas ETH adalah Digital Asset Treasuries (DATs).

    Sejak April 2025, institusi seperti Bitmine dan Sharplink telah mengakumulasi sekitar 4,1 juta ETH atau setara $17,6 miliar atau 3,4% dari pasokan beredar. Bitmine sendiri menyumbang sekitar 1,3% dari total pasokan ETH.

    Uniknya, dana treasury ini bersifat sticky, artinya lebih jarang berpindah seperti dana ETF atau trader harian.

    Alokasi semacam ini menciptakan struktur permintaan yang kuat dan tahan lama, mirip dengan dinamika yang memicu rally Bitcoin pada akhir 2024.

    Kondisi Likuiditas Ethereum

    Faktor Status Eksisting
    Realized Cap ETH US$266 miliar (tumbuh dari low siklus)
    Pertumbuhan Realized Cap Masih tertinggal dari Bitcoin
    Spot ETH ETF 80–90% aliran institusional (sebagian arbitrase)
    Alokasi via DATs 3,4% pasokan, signifikan secara struktural

    Pandangan Keseluruhan

    Ethereum sudah mulai memperkuat fondasi likuiditasnya melalui jalur institusional — meskipun masih berada di tahap awal dibandingkan BTC.

    Pertumbuhan realized cap, ETF spot institusional, dan treasury korporat adalah sinyal kuat bahwa Ethereum sedang memasuki fase adopsi yang lebih stabil dan mendasar.

    Jika tren ini terus berlanjut, kita mungkin melihat aliran modal besar masuk ETH, yang berpotensi menimbulkan kenaikan harga (outperformance) signifikan di bulan-bulan ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Departemen Perdagangan AS Merilis Data Via Chainlink, Ada Apa?

    Dalam langkah bersejarah menuju era keuangan digital, Departemen Perdagangan Amerika Serikat (DOC) meletakkan sebuah fondasi besar.

    Bersama Chainlink dan Pyth Network, DOC menyalurkan data ekonomi makro resmi, seperti Real GDP, PCE Price Index, dan Real Final Sales, langsung di atas blockchain.

    Ini merupakan langkah monumental pertama pemerintah AS yang menerbitkan data resmi secara on-chain.

    Baca Juga: ETF Chainlink Pertama di AS, LINK Siap Meledak?

    Data Ekonomi AS Kini Tersedia di Blockchain

    Melalui Chainlink Data Feeds, enam indikator ekonomi utama kini telah tersedia secara on-chain di sepuluh jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, Optimism, Base, Mantle, Linea, Sonic, ZKsync, dan Botanix.

    Data tersebut mencakup nilai absolut maupun perubahan tahunan real GDP, indeks harga konsumsi (PCE), hingga penjualan akhir nyata ke pembeli dalam negeri.

    Rencananya, pembaruan data akan dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal resmi dari DOC, yakni bulanan atau triwulanan.

    Sementara itu, Pyth Network juga diberi tugas untuk menyediakan data GDP kuartalan yang mencakup lima tahun terakhir, sebagai pelengkap inisiatif ini.

    Inovasi DeFi dan Transparansi yang Belum Pernah Ada

    Menjadikan data resmi pemerintah tersedia secara on-chain membuka beragam kemungkinan baru bagi ekosistem DeFi dan keuangan digital:

    • Protokol automated trading dapat memicu transaksi berdasarkan sinyal ekonomi (contoh: penyesuaian portofolio saat GDP turun).
    • Tokenized assets—seperti obligasi atau ekuitas—dapat dipautkan ke data makro untuk menjaga valuasi real-time.
    • Prediction markets dengan basis data pemerintah membawa transparansi dan kredibilitas lebih tinggi.
    • Dashboard publik bisa dibangun dengan data tak terubah, meningkatkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi.

    Selain itu, oracles terpercaya seperti Chainlink dan Pyth ikut memperkuat DeFi dengan menyediakan data standar enterprise seperti real GDP, indeks inflasi, dan penjualan konsumsi yang sangat dibutuhkan aplikasi keuangan modern.

    Pergerakan harga Chainklink (LINK/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainklink (LINK/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Chainlink dan Pyth Merespon Permintaan Regulasi dan Teknologi

    Kerjasama ini tidak datang begitu saja. Chainlink telah aktif terlibat dengan regulator AS seperti SEC, terutama dalam menjembatani compliance untuk broker-dealer dan transfer agents lewat teknologi blockchain.

    Keterlibatan seperti dukungan terhadap GENIUS Act juga memposisikan Chainlink sebagai tokoh penting dalam pengembangan kebijakan stablecoin dan infrastruktur tokenized assets.(

    Pyth sendiri menjadi pelengkap jangkauan distribusi data kuartalan untuk membuktikan bahwa kini pemerintah serius membuka data publik melalui blockchain terdesentralisasi.

    Reaksi Pasar: Token Oracle Meroket

    Seiring pengumuman ini, token Pyth (PYTH) melonjak hampir +70%, sementara harga token Chainlink (LINK) turut naik lebih dari +5%.

    Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa pasar menyambut baik sinyal adopsi blockchain resmi oleh institusi publik.

    Baca Juga: SBI dan Chainlink Bersinergi: Misi Tokenisasi Aset Riil

    Titik Balik Data Publik dan DeFi

    Dengan melansir statistik resmi ke blockchain, Departemen Perdagangan AS tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga membuka pintu menuju aplikasi DeFi yang sepenuhnya terintegrasi dengan realitas ekonomi. Dinamika ini memperkuat posisi:

    1. Oracle penyedia data seperti Chainlink dan Pyth sebagai infrastruktur vital DeFi.
    2. Blockchain sebagai platform terpercaya untuk publikasi data pemerintah.
    3. Komunitas developer dan lembaga keuangan kini mendapat akses langsung ke data resmi tanpa perlu perantara.

    Langkah ini menandai era blockchain yang tidak hanya soal spekulasi, tetapi sebagai kanal resmi data ekonomi: sebuah transformasi fundamental dalam hubungan antara pemerintah, teknologi, dan ekonomi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pyth Network Naik 78%, Ini Faktor Pendorongnya

    Pyth Network (PYTH), salah satu proyek blockchain terkemuka yang bergerak di bidang real-time market data oracle, tengah menjadi sorotan utama pasar kripto setelah mencatat lonjakan harga yang mencengangkan.

    Dalam 24 jam terakhir, harga PYTH naik hingga +78,75%, menjadikannya salah satu aset digital dengan performa terbaik dalam periode singkat.

    Harga Terkini dan Kapitalisasi Pasar

    Per hari ini, harga PYTH berada di level $0,208334 per token dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,20 miliar USD.

    Volume perdagangan harian pun melonjak signifikan hingga $2,35 miliar USD, mencerminkan meningkatnya minat investor dan trader global terhadap proyek ini.

    Dengan total pasokan beredar sebesar 5,75 miliar token dari maksimum 10 miliar, PYTH menempati peringkat ke-69 dalam daftar aset kripto paling populer.

    Menariknya, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $2,12 miliar USD, menandakan adanya ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar bagi token ini.

    Baca Juga: Menjelajahi Pyth Network: Aset Kripto yang Mengubah Permainan Data

    Kinerja Harga dalam 90 Hari

    Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, PYTH menunjukkan tren bullish yang konsisten:

    • Hari ini: naik $0,093187 (+78,75%)
    • 30 Hari: naik $0,087822 (+71,00%)
    • 60 Hari: naik $0,105174 (+98,90%)
    • 90 Hari: naik $0,09901 (+88,01%)

    Kinerja tersebut menegaskan bahwa reli harga PYTH bukan sekadar momentum jangka pendek, melainkan bagian dari tren kenaikan yang berkelanjutan.

    Bahkan dalam sepekan terakhir, PYTH masih mencatat kenaikan +80,83%, meski volatilitas pasar kripto secara umum cukup tinggi.

    Faktor Pendorong Lonjakan PYTH

    Ada beberapa faktor yang diyakini mendorong performa luar biasa PYTH:

    1. Adopsi Oracle di Ekosistem DeFi
      Pyth Network dikenal sebagai penyedia data pasar real-time yang sangat dibutuhkan dalam ekosistem DeFi (Decentralized Finance). Dengan meningkatnya jumlah protokol yang mengintegrasikan data dari Pyth, permintaan token ini ikut terdorong.
    2. Lonjakan Volume Perdagangan
      Lonjakan volume harian hingga miliaran dolar menandakan besarnya minat spekulatif dan institusional terhadap PYTH. Volume yang tinggi ini memberi likuiditas sekaligus memperkuat posisi PYTH sebagai salah satu aset kripto yang layak diperhitungkan.
    3. Optimisme Pasar Kripto Global
      Meski Bitcoin dan altcoin utama lain mengalami fluktuasi, proyek-proyek dengan nilai guna spesifik seperti oracle mendapat kepercayaan lebih. Investor melihat PYTH sebagai bagian penting dari infrastruktur Web3, sehingga ekspektasi terhadap pertumbuhan jangka panjang semakin tinggi.
    Pergerakan harga Pyth Network (PYTH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Pyth Network (PYTH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi dan Risiko

    Reli PYTH yang sangat tinggi tentu menjadi kabar baik bagi para pemegang token, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko volatilitas.

    Kenaikan hampir 100% dalam waktu singkat bisa diikuti koreksi tajam apabila pasar mengambil keuntungan (profit-taking).

    Bagi investor jangka panjang, PYTH memiliki prospek menarik karena fungsinya yang fundamental dalam mendukung layanan keuangan terdesentralisasi.

    Namun, investor tetap disarankan memperhatikan fluktuasi harga dan melakukan manajemen risiko yang matang sebelum menambah portofolio.

    Baca Juga: Menjelajahi Pyth Network: Aset Kripto yang Mengubah Permainan Data

    Dengan performa spektakuler dalam beberapa minggu terakhir, Pyth Network semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu proyek kripto dengan potensi besar di sektor oracle.

    Kenaikan hampir +98,90% dalam 60 hari membuktikan bahwa PYTH tidak sekadar token spekulatif, melainkan aset digital dengan peran strategis dalam ekosistem blockchain modern.

    Ke depan, bagaimana keberhasilan Pyth Network menjaga momentum positifnya akan menjadi perhatian utama para investor dan pelaku pasar kripto global.

    Yang jelas, saat ini PYTH telah mencuri perhatian dengan menjadi salah satu bintang terang di tengah persaingan ketat aset digital dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Drop ke $110 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

    Harga Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, kembali mengalami tekanan pada perdagangan terbaru.

    Berdasarkan data pasar di platform Tokocrypto pada Jumat (29/8), harga BTC saat ini berada di kisaran $110,076.47 per BTC, dengan kapitalisasi pasar sekitar $2,191.96 miliar dan volume perdagangan 24 jam mencapai $60.96 miliar.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tercatat turun -2.69%, sementara secara mingguan juga terkoreksi sekitar -2.47%.

    Meskipun masih jauh di atas titik terendah tahunan, tren koreksi ini menimbulkan pertanyaan: mengapa Bitcoin melemah setelah berhasil menembus rekor harga $124,457.12?

    Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh $111.558, Mengapa BTC Kembali Menguat?

    Tekanan dari Faktor Makroekonomi

    Salah satu faktor utama penurunan harga Bitcoin berasal dari kondisi makroekonomi global.

    Data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level ketat.

    Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko tinggi seperti kripto.

    Ketika dolar AS menguat, banyak pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit-taking) pada Bitcoin yang sebelumnya sudah melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Hal ini tercermin pada data 30 hari terakhir, di mana BTC anjlok -6.69%, menandakan tekanan jual masih kuat.

    Aksi Ambil Untung Pasca Rekor Tertinggi

    Bitcoin sempat mencatat rekor harga tertinggi baru di $124,457.12, sebuah pencapaian bersejarah yang menegaskan dominasi aset ini di pasar kripto.

    Namun, kenaikan tajam tersebut memicu aksi ambil untung dari para investor besar (whales).

    Dalam perdagangan terbaru, harga BTC turun hampir $2,976.31 (hari ini saja -2.63%), yang menegaskan tren koreksi sehat setelah reli panjang.

    Pergerakan ini dianggap wajar dalam siklus pasar kripto, di mana fase euforia biasanya diikuti dengan konsolidasi untuk menemukan level keseimbangan baru.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dinamika Pasar Kripto: Volatilitas Masih Tinggi

    Walau Bitcoin sedang terkoreksi, likuiditas pasar masih terjaga dengan volume perdagangan harian di atas $60 miliar.

    Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap BTC tetap besar, meskipun investor lebih selektif dalam mengambil posisi.

    Selain itu, volatilitas pasar yang tetap tinggi dengan pergerakan harga harian yang cukup lebar.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $109,912.61 hingga $113,450.08.

    Bagi trader jangka pendek, kondisi ini membuka peluang spekulasi, tetapi bagi investor jangka panjang, situasi ini menuntut kesabaran ekstra.

    Keterbatasan Pasokan: Sentimen Jangka Panjang Masih Kuat

    Meski saat ini harga terkoreksi, fundamental Bitcoin masih sangat kuat. Dengan jumlah sirkulasi 19.91 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, tingkat kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

    94.82% dari total pasokan sudah beredar, sehingga ruang pertumbuhan di masa depan masih terbuka lebar.

    Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $2,315.65 miliar, mempertegas posisi Bitcoin sebagai aset digital paling bernilai.

    Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak analis tetap optimistis bahwa koreksi harga kali ini hanyalah fase konsolidasi sebelum tren naik berikutnya.

    Baca Juga: Sentimen Pasar Berbalik Positif, Bitcoin Kembali Perkasa

    Turun untuk Bangkit Kembali

    Penurunan harga Bitcoin ke kisaran $110 ribu lebih merupakan respons pasar terhadap faktor eksternal seperti kebijakan moneter global dan aksi ambil untung investor besar.

    Namun, tren jangka panjang masih menunjukkan optimisme, terutama dengan semakin dekatnya Bitcoin pada batas maksimal pasokan yang tidak bisa ditambah lagi.

    Dengan volatilitas yang tinggi, pasar kripto tetap menyimpan peluang sekaligus risiko. Bagi investor, memahami siklus konsolidasi seperti sekarang ini sangat penting untuk menentukan strategi yang tepat.

    Pada akhirnya, koreksi yang terjadi saat ini bisa menjadi pijakan untuk pertumbuhan lebih besar di masa depan.

    Pergerakan Bitcoin:

    • Harga Saat Ini: $110,076.47 (-2.69% 24 jam)
    • Kapitalisasi Pasar: $2.191 T
    • Volume Perdagangan: $60.96 Miliar
    • Rekor Tertinggi: $124,457.12
    • Perubahan 30 Hari: -6.69%
    • Sirkulasi: 19.91M BTC (94.82% dari total maksimum)

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com