Ngobrolin web3 + networking + sunset Bali = kombinasi sempurna! Itulah yang akan kamu dapatkan di Tokocrypto x Binance Beach House – Official (IN)Side Event di Coinfest Asia 2025!
📍 Lokasinya cuma 3 menit jalan kaki dari Luna Beach Club, dan akan berlangsung pada:
Di sini, kamu nggak cuma dapat insight eksklusif seputar Web3 dan crypto. Kamu juga bisa:
Ikutan sesi panel yang insightful bareng para expert,
Seru-seruan di community games dan networking santai,
Dapat akses ke special perks yang nggak bisa kamu temuin di tempat lain!
Acara ini cocok banget buat kamu yang mau belajar, cari koneksi, atau sekadar menikmati suasana pantai sambil ngobrolin masa depan blockchain bareng komunitas.
Catatan penting: kamu harus punya tiket Coinfest Asia 2025 yang masih berlaku untuk bisa masuk ke event ini.
Siap jadi bagian dari momen paling seru di dunia Web3 tahun ini? Langsung daftar sekarang dan pastikan kamu nggak ketinggalan keseruannya!
Raksasa pembayaran global, Visa, kembali menegaskan komitmennya terhadap teknologi blockchain dengan memperluas dukungan untuk aset kripto, khususnya stablecoin, sebagai bagian dari infrastruktur penyelesaian global mereka.
Dalam siaran pers terbaru, Visa mengumumkan bahwa mereka kini mendukung tiga stablecoin tambahan dan dua jaringan blockchain baru, memperluas jangkauan dan fleksibilitas solusi kripto mereka untuk mitra dan pelanggan di seluruh dunia.
Kemitraan Baru, Dukungan Lebih Luas
Lewat kemitraan strategis dengan Paxos, Visa kini mendukung dua stablecoin berbasis dolar AS lainnya, yaitu:
Global Dollar (USDG)
PayPal USD (PYUSD)
Keduanya disebut sebagai stablecoin yang “tepercaya dan transformatif”, yang akan melengkapi opsi stablecoin yang sebelumnya sudah digunakan dalam jaringan Visa.
Tak hanya menambah aset, Visa juga memperluas jangkauan blockchain yang didukung. Jika sebelumnya Visa hanya mendukung Ethereum dan Solana, kini mereka juga menambahkan Stellar dan Avalanche ke dalam sistem penyelesaian mereka.
Dilaporkan Daily Hodl, Visa bahkan mulai menjajaki stablecoin lintas mata uang, termasuk integrasi EURC dari Circle yang didukung oleh euro, memperluas cakupan geografis dan mata uang dari sistem pembayarannya.
Rubail Birwadker, Kepala Produk Pertumbuhan dan Kemitraan Strategis Global Visa, menjelaskan visi jangka panjang perusahaan:
“Visa sedang membangun fondasi multi-koin dan multi-rantai untuk membantu memenuhi kebutuhan mitra kami di seluruh dunia. Kami percaya bahwa ketika stablecoin tepercaya, terukur, dan dapat dioperasikan, stablecoin dapat mengubah secara fundamental cara uang bergerak di seluruh dunia.”
Stablecoin dan Regulasi: Visa Bersiap untuk Akselerasi
Langkah agresif Visa ini datang di tengah momentum regulasi yang mulai berpihak pada stablecoin. CEO Visa, Ryan McInerney, dalam pernyataannya bulan lalu menyebut bahwa perusahaan telah bertahun-tahun mempersiapkan diri untuk era stablecoin:
“Kami telah membangun selama bertahun-tahun, mempersiapkan momen ini. Dengan disahkannya Undang-Undang GENIUS di Senat dan kemungkinan besar akan lolos di DPR, kami melihat regulasi stablecoin mulai jelas. Visa telah memungkinkan penerbitan kredensial Visa di atas stablecoin dan memodernisasi infrastruktur penyelesaian kami dengan teknologi ini.”
McInerney menambahkan bahwa Visa siap meluncurkan berbagai inovasi berbasis stablecoin secara global, menandai era baru dalam pembayaran digital yang cepat, aman, dan transparan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Banyak pemula mungkin masih bingung dalam memantau grafik harga harian (chart) untuk memahami pergerakan harga Ethereum—seperti; apakah sekarang yang tepat untuk beli, hold, atau jual.
Tapi tidak usah khawatir, dengan lima cara di bawah ini kamu dapat memahami apakah harga Ethereum sekarang layak untuk dibeli atau tidak, tanpa harus melihat dan menganalisis grafik harga harian Ethereum.
Simak lima cara beserta situs yang bisa kamu gunakan di bawah ini.
Fear and Greed Index
Gambar indikator fear and greed index.
Fear and Greed Index adalah indikator sederhana yang mengukur sentimen pasar secara keseluruhan.
Fear (ketakutan) → Menunjukkan banyak investor merasa panik, sehingga harga cenderung rendah. Ini bisa menjadi peluang beli.
Greed (keserakahan) → Menandakan banyak investor terlalu optimis, sehingga harga bisa berada di puncaknya dan rawan koreksi.
Indeks ini dikalkulasi berdasarkan volatilitas pasar, volume perdagangan, media sosial, dan tren pencarian di internet.
Dengan melihat Fear and Greed Index, kamu bisa menghindari keputusan emosional seperti FOMO (takut ketinggalan) atau panik saat harga turun—jika dilihat dari kolerasi harga pada gambar di atas, kamu dapat mempertimbangkan strategi seperti; membeli saat index menunjukkan extreme fear dan menjual saat extreme greed.
Saat melakukan pembelian jangan lupa gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan hindari pembelian langsung dalam satu transaksi, untuk mendapatkan harga Ethereum terbaik, kamu bisa manfaatkan biaya trading 0% dengan menggunakan fitur Beli/Jual di aplikasi Tokocrypto.
Klik gambar untuk mulai investasi dengan 0% biaya trading dan deposit mulai dari Rp50.000!
Akses data fear and greed index terkini melalui situs seperti CFGI Ethereum Fear and Greed Index atau CoinMarketCap untuk index pasar kripto secara umum.
Skala Harga Ethereum dalam Rainbow Logarithmic
Gambar harga Ethereum dalam Rainbow Logarithmic hari ini.
Salah satu cara sederhana namun informatif untuk memahami harga Ethereum adalah dengan menggunakan Rainbow Logarithmic Chart. Bagi investor jangka panjang, indikator ini bisa menjadi panduan visual yang mudah dimengerti untuk melihat nilai harga Ethereum sekarang dibanding tren historisnya—serta membantu melihat tren jangka panjang secara lebih jelas tanpa terlalu fokus pada fluktuasi harian.
Indikator ini menampilkan harga Ethereum dalam skala logaritmik dengan warna-warna “pelangi” pada grafik yang memberi indikasi apakah ETH berada di zona undervalued (harga murah), fair value (harga wajar), atau overvalued (harga mahal).
Analisanya cukup mudah; warna oranye-merah mengindikasikan harga overlalued dan warna biru-hijau mengindikasikan harga undervalued.
Dengan disetujuinya ETF Ethereum di pasar Amerika, banyak institusi besar bisa mulai masuk dalam investasi Ethereum. Dana besar yang mengalir ke ETF sering menjadi sinyal positif bagi harga ETH karena permintaan naik secara signifikan—saat pasar koreksi namun aliran modal ETF tinggi misalnya; bisa berarti institusi besar sedang melakukan akumulasi.
Sebaliknya, jika banyak investor menarik dana dari ETF Ethereum saat harga bullish, ini berarti tanda jika institusi besar sedang melakukandistribusi atau tanda melemahnya sentimen pasar.
Data mengenai arus masuk dan keluar modal ETF Ethereum dapat dipantau melalui laporan resmi dari penyedia ETF atau situs analisis pasar kripto seperti Dune atau CoinGlass.
Gambar kesepuruhan sentimen pasar Ethereum hari ini (pojok kanan atas).
Sentimen pasar sangat berpengaruh pada harga Ethereum. Banyak investor kripto yang mengambil keputusan berdasarkan tren pembicaraan di media sosial seperti X (Twitter), Reddit, atau YouTube.
Jika semakin banyak influencer dan komunitas membicarakan Ethereum secara positif, minat beli bisa meningkat sehingga harga terdorong naik. Sebaliknya, jika ada banyak berita negatif, sentimen pasar bisa menjadi bearish.
Beberapa situs seperti Santiment dan LunarCrushdapat kamu gunakan sebagai indikator sentimen yang bisa membantu memahami suasana hati pasar.
Analisis on‑chain melihat aktivitas dan tren langsung dari blockchain Ethereum itu sendiri, seperti: berapa banyak ETH yang staking, pendapatan dari gas fee, berapa ETH yang dibakar setiap harinya, hingga akumulasi pemegang ETH baru.
Dengan memantaui metriks yang ada di dalam jaringan Ethereum ini kamu bisa mengetahui bagaimana keadaan kesehatan jaringan, sehingga kamu bisa menentukan seberapa besar nilai intrinsik dari Ethereum itu sendiri.
Untuk mengatahui soal metriks on-chain ini bisa mengakses langsung situs seperti TheBlock atau ultrasound.money untuk mengetahui perihal suplai yang bertambah setiap harinya, gas fee, dan laju ETH yang dibakar.
Kelima pendekatan ini dapat memberikan memberikan cara baru untuk memahami pergerakan harga Ethereum. Masing‑masing melengkapi satu sama lain:
Gunakan Fear and Greed Index untuk memahami sentimen pasar.
Cek Rainbow Chart untuk tahu ETH murah atau mahal.
Pantau aliran dana ETF sebagai sinyal akumulasi atau distribusi institusi.
Ikuti tren sosial media dan pencarian untuk deteksi hype atau penurunan minat.
Gunakan on-chain metrics seperti volume transaksi, jumlah wallet aktif, dan aktivitas smart contract untuk melihat kesehatan jaringan.
Cara-cara ini akan lebih baik jika kamu gabungkan dengan analisa teknikal, sehingga kamu bisa membuat keputusan trading atau investasi ETH yang terukur dan berbasis data.
Mau dapatkan sinyal analisa harga langsung setiap harinya? Yuk gabung komunitas Tokocrypto dan dapatkan sinyal trading harian sekaligus dikusi dengan ribuan trader lainnya!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Lonjakan harga BNB ke rekor tertinggi baru telah memicu kembali minat investor terhadap proyek-proyek koin meme yang dibangun di atas BNB Chain.
Dilaporkan Cryptonews, dengan biaya transaksi yang rendah dan kecepatan tinggi, jaringan ini menjadi lahan subur bagi token-token lucu nan inovatif yang menggabungkan viralitas, komunitas, dan utilitas nyata.
Berikut lima koin meme teratas berbasis BNB Chain yang patut diperhatikan pada Agustus 2025:
1. Snorter Bot ($SNORT) – Bot Perdagangan Meme dengan Fitur Pro
Snorter Bot bukan sekadar token meme biasa. $SNORT mendukung platform bot trading berbasis Telegram dengan fitur sniping otomatis, copy trading, hingga deteksi penipuan honeypot. Proyek ini tengah mengincar pasar bot Telegram senilai $2,5 miliar, dan akan mendukung multi-chain: Ethereum, Solana, dan BNB Chain.
2. Floki ($FLOKI) – Evolusi Meme Menuju GameFi dan Metaverse
Ilustrasi aset kripto Floki (FLOKI). Sumber: Floki.
Terinspirasi oleh anjing Elon Musk, Floki kini tumbuh menjadi ekosistem besar: game metaverse Valhalla, platform DeFi FlokiFi, hingga Floki University. Floki bahkan telah mematuhi regulasi MiCAR dan teregistrasi secara legal di Uni Eropa.
Keunggulan:
Komunitas kuat dan global
Utility nyata di sektor GameFi, DeFi, edukasi
Telah listing di berbagai bursa besar
Harga: $0,00010 Kapitalisasi Pasar: $1,03 miliar
3. Baby Doge Coin ($BABYDOGE) – Token Deflasi dengan Misi Sosial
Mengusung mekanisme auto-burn dan rewards holder dari pajak transaksi 10%, BabyDoge mempertahankan identitas Dogecoin namun menambahkan nilai berkelanjutan. Proyek ini juga aktif dalam inisiatif amal, menjadikannya lebih dari sekadar lelucon internet.
Keunggulan:
Mekanisme deflasi otomatis
Fokus pada adopsi sosial dan amal
Akses mudah melalui BNB Chain
Harga: $0,0000000013 Kapitalisasi Pasar: $234,87 juta
4. Cheems ($CHEEMS) – Migrasi Sukses dari Solana ke BNB
Cheems
Awalnya diluncurkan di Solana, Cheems kini bermigrasi ke BNB Chain untuk menjangkau audiens yang lebih besar. Dengan proyek seperti NFT “Cheems Gods”, game “CheemsCard”, dan CheemsDAO, token ini berhasil menciptakan ekosistem komunitas interaktif.
Keunggulan:
Harga naik lebih dari 8.700% dalam 1 tahun
Terhubung erat dengan budaya meme internet
Komunitas aktif dan roadmap jelas
Harga: $0,0000013 Kapitalisasi Pasar: $276,34 juta
5. Simon’s Cat ($CAT) – IP Resmi dan Komunitas Global
Illustrasi Simon’s Cat Coin dari simon.cat
$CAT membawa karakter kartun populer Simon’s Cat ke dunia kripto dengan hak kekayaan intelektual resmi. Didukung oleh Floki, TokenFi, dan DWF Labs, serta aktif dalam donasi penyelamatan kucing. Token ini telah mencetak sejarah sebagai token bertema kucing pertama yang listing di Binance.
Keunggulan:
Dukungan IP resmi dan legal
Kemitraan strategis dan listing di Binance
Basis penggemar global melalui YouTube
Harga: $0,0000088 Kapitalisasi Pasar: $64,58 juta
Kesimpulan: Kombinasi Viralitas dan Utilitas
Dari bot trading hingga metaverse, koin meme di BNB Chain kini lebih dari sekadar lelucon viral. Meskipun volatilitas tetap tinggi, proyek-proyek seperti Snorter Bot, Floki, dan BabyDoge menunjukkan arah baru: menggabungkan komunitas, inovasi, dan kegunaan nyata.
Namun, investor tetap harus melakukan riset mendalam dan menyadari risiko pasar kripto. Potensi keuntungan besar sering kali datang dengan risiko yang sebanding.
Jika Anda ingin berinvestasi di proyek meme dengan potensi masa depan, sekarang saat yang tepat untuk mengeksplorasi lebih lanjut. Temukan token-token ini di platform kripto favorit Anda, termasuk Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Solana (SOL) kembali menunjukkan dominasinya di pasar kripto pada Juli 2025. Mengikuti reli besar yang dipimpin oleh Bitcoin, harga SOL melonjak hingga menembus $200 dan mencapai puncaknya di $206,19 pada 22 Juli. Namun, memasuki bulan Agustus, tanda-tanda perlambatan mulai terlihat, baik dari sisi harga maupun aktivitas jaringan. Apakah ini pertanda koreksi yang lebih dalam?
Lonjakan Juli: SOL Dorong Aktivitas Jaringan
Dilaporkan BeInCrypto, sepanjang Juli, SOL mencatat kenaikan hampir 40% dan berhasil menarik perhatian pelaku pasar. Dampaknya terasa langsung pada peningkatan aktivitas on-chain di ekosistem Solana:
Total Value Locked (TVL) dalam protokol DeFi di jaringan Solana meningkat 14% menjadi $9,85 miliar.
Volume perdagangan DEX melonjak 30%, mencapai lebih dari $82 miliar sepanjang bulan tersebut.
Pendapatan jaringan naik 13% dari bulan sebelumnya, menghasilkan $4,3 juta.
Data dari DefiLlama mengindikasikan bahwa lonjakan ini tidak hanya terjadi karena kenaikan harga, tetapi juga didorong oleh minat tinggi terhadap aktivitas DeFi dan trading di jaringan Solana.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Namun, menjelang bulan Agustus, momentum ini mulai melemah. Harga SOL telah terkoreksi ke kisaran $180, menandai tekanan jual yang meningkat setelah aksi ambil untung investor.
Indikator penting yang menunjukkan penurunan aktivitas antara lain:
Alamat aktif harian turun 16% dalam tujuh hari terakhir menurut Artemis, menandakan berkurangnya partisipasi pengguna.
TVL DeFi mingguan turun 8%, menunjukkan penarikan dana atau penurunan valuasi aset yang digunakan dalam protokol.
Penurunan aktivitas ini mengindikasikan bahwa antusiasme terhadap jaringan Solana mulai mereda, yang bisa berdampak negatif terhadap harga jika tren ini berlanjut.
Risiko Tekanan Turun dan Level Kritis SOL
Solana TVL. Sumber: DefiLlama.
Saat ini, harga SOL mendekati garis support penting di $178,25, yang merupakan Exponential Moving Average (EMA) 20 hari. Jika terjadi penembusan signifikan di bawah level ini, harga SOL berpotensi turun lebih lanjut menuju $171,78.
Namun, jika sentimen pasar kembali membaik dan SOL mampu bertahan di atas EMA tersebut, ada peluang untuk rebound ke:
$186,40 sebagai target pertama
$190,47 sebagai target lanjutan
Kesimpulan: Waspada Namun Belum Panik
Meski Solana menunjukkan performa impresif di bulan Juli, sinyal-sinyal teknikal dan penurunan aktivitas jaringan di awal Agustus menimbulkan kekhawatiran. Investor perlu memperhatikan level-level teknikal penting dan indikator on-chain untuk menilai apakah koreksi ini hanya bersifat sementara atau awal dari tren penurunan yang lebih dalam.
Untuk saat ini, Solana berada di persimpangan antara konsolidasi sehat dan risiko breakdown yang lebih besar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
BNB Coin (BNB) mencuri perhatian pasar setelah mencatat lonjakan volume perdagangan harian yang signifikan. Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan BNB melonjak dua kali lipat menjadi $3,8 miliar, seiring kenaikan harga 7% yang membawa token ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
BNB kini menjadi kripto kedua dalam daftar 5 besar yang berhasil mencetak all-time high setelah Bitcoin (BTC). Sejak awal 2025, aset asli dari BNB Chain ini telah mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 21%.
Lonjakan Transaksi dan Efisiensi Biaya Jadi Katalis
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Cryptodnes, BNB chain terus membuktikan diri sebagai salah satu jaringan blockchain paling efisien dan terjangkau. Sepanjang 2025, transaksi harian di jaringan ini meningkat luar biasa hingga 238%, bahkan sempat melonjak 430% pada pertengahan Juni. Dengan biaya transaksi yang nyaris nol dan dukungan terhadap berbagai aset kripto, BNB Chain menjadi pilihan utama untuk aktivitas on-chain dengan biaya rendah.
Permintaan terhadap BNB sebagian besar datang dari pengguna platform Binance, yang membeli token ini untuk mendapatkan potongan biaya perdagangan. Di samping itu, BNB juga berperan sebagai token utilitas utama untuk membayar gas fee di BNB Chain.
Prediksi Harga: Apakah BNB Menuju $900?
Beberapa analis kripto memperkirakan BNB berpotensi melesat lebih tinggi dalam waktu dekat. Salah satunya, trader BitBull, menyebut bahwa breakout terbaru ini bisa menjadi awal dari reli besar menuju $2.000 — merujuk pada pola historis ketika BNB pernah menembus pola segitiga menaik dan melesat dari $40 ke $700, mencetak keuntungan hingga 1.650%.
Grafik harian BNB menunjukkan candle hijau besar sebagai konfirmasi breakout, ditopang volume perdagangan yang terus menembus rata-rata harian sejak 16 Juli. Level $780 kini menjadi support penting yang perlu dijaga, yang juga berperan sebagai resistance sebelumnya dan garis tren utama. Jika harga bertahan di atas level ini, potensi kenaikan ke $900 sangat terbuka.
Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di zona overbought, menandakan tren naik masih kuat meski ada kemungkinan koreksi jangka pendek. Namun dominasi bullish tetap terlihat jelas.
BNB menunjukkan kekuatan tren yang solid berkat dukungan jaringan efisien dan meningkatnya aktivitas on-chain. Jika dukungan teknikal tetap kuat, target $900 tampaknya bisa dicapai dalam waktu dekat. Sementara itu, proyek-proyek baru seperti Bitcoin Hyper juga mulai mencuri perhatian sebagai opsi investasi alternatif dengan potensi besar di sektor DeFi berbasis Bitcoin.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Para investor besar atau whale kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan adanya arus keluar signifikan dari XRP, menandakan potensi distribusi besar-besaran dan kekhawatiran atas stabilitas harga.
Whale Tarik Dana Lebih Banyak dari yang Mereka Setorkan
Dalam 90 hari terakhir, para pemilik besar XRP telah menarik rata-rata $28 juta per hari dari bursa—angka yang jauh melampaui volume setoran mereka. Fenomena ini menunjukkan fase ambil untung (profit-taking) yang berkelanjutan meskipun harga XRP sempat mengalami reli dan melampaui angka $3.
Menurut data dari CryptoQuant, tren ini mencerminkan pola yang terjadi di awal tahun 2025, di mana aksi jual besar-besaran oleh whale mendahului koreksi harga yang cukup tajam.
Analis CryptoQuant, JA Maartunn, mencatat bahwa rata-rata arus whale selama 90 hari kini kembali mencatat angka negatif, setelah sempat positif pada Mei dan Juni. Pola ini mengingatkan pada arus keluar ekstrem di Februari lalu, ketika para whale menjual XRP dengan rata-rata lebih dari $64 juta per hari.
Dilaporkan BeInCrypto, aksi distribusi ini secara historis berkorelasi dengan penurunan harga XRP. Dengan kondisi on-chain yang menunjukkan divergensi—di mana harga naik tetapi arus masuk melemah—risiko jangka pendek terhadap kestabilan harga semakin meningkat.
Sentimen Pasar Diperparah oleh Aktivitas Orang Dalam
Kekhawatiran semakin diperparah setelah laporan menunjukkan bahwa salah satu pendiri Ripple, Chris Larsen, memindahkan XRP senilai $140 juta ke bursa setelah altcoin ini menyentuh harga tertinggi sepanjang masa di $3,65.
Larsen, yang masih mengendalikan lebih dari 2,81 miliar XRP (sekitar $8,4 miliar), kembali menimbulkan kekhawatiran pasar terkait tingkat sentralisasi dan potensi dampak besar dari aksi jual orang dalam (insider selling).
Zona Support $3 Terancam Ditembus
Saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di kisaran $3,10 – $3,15. Namun, tren arus keluar bersih yang terus berlanjut mengindikasikan bahwa pemegang besar lebih memilih keluar ketimbang menambah kepemilikan.
Jika tekanan jual ini terus berlanjut, level support psikologis di $3,00 bisa jadi tak mampu bertahan. Sejarah menunjukkan bahwa ketika “uang pintar” keluar dari pasar, harga cenderung melemah.
Prospek Jangka Pendek: Konsolidasi atau Koreksi?
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Walaupun sebelumnya analis memperkirakan potensi penembusan harga ke atas $3,66, data on-chain saat ini menunjukkan bahwa rally mungkin kehilangan tenaga.
Untuk mempertahankan momentum bullish, pasar membutuhkan arus masuk baru dan permintaan yang kuat untuk menyerap tekanan jual dari whale. Tanpa itu, XRP bisa memasuki fase konsolidasi atau bahkan mengalami penurunan harga lebih lanjut.
Meskipun XRP menunjukkan performa harga yang kuat dalam beberapa minggu terakhir, data on-chain justru mengungkapkan kekhawatiran mendalam. Arus keluar besar-besaran dari whale dan aksi jual dari pihak internal mengindikasikan bahwa fase distribusi masih berlangsung. Para trader sebaiknya tetap waspada terhadap dinamika pasar jangka pendek dan memantau dengan cermat perilaku investor besar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC), raja dari semua mata uang kripto, kembali menjadi pusat perhatian setelah mengalami koreksi harian sebesar –2,57%, membawa harganya ke angka $115.398,89.
Meskipun terlihat sebagai penurunan, kenyataannya Bitcoin masih mencatatkan kinerja kuat dalam rentang waktu bulanan dan kuartalan.
Apakah ini hanya jeda sehat sebelum lompatan berikutnya? Mari kita kupas lebih dalam.
Koreksi Harian: Fakta atau Panik?
Harga BTC hari ini: $115.398,89
Penurunan dalam 24 jam terakhir: -$3.043,41 (-2,57%)
Harga terendah 24 jam: $114.369,87
Harga tertinggi 24 jam: $118.919,98
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Meskipun penurunan harian terlihat signifikan, pasar tidak menunjukkan tanda-tanda kapitulasi.
Ini lebih menyerupai koreksi teknikal setelah reli panjang yang membawa BTC ke level tertingginya sepanjang masa.
Masih Kuat Dalam Jangka Menengah
Performa 30 hari terakhir: +$9.220,45 (+8,68%)
Performa 60 hari terakhir: +$10.415,51 (+9,92%)
Performa 90 hari terakhir: +$18.939,29 (+19,63%)
Kenaikan 7 hari terakhir: +0,09%
Konsistensi tren naik dalam 3 bulan terakhir memperlihatkan bahwa fundamental dan kepercayaan investor masih sangat kuat, meski harga sempat menyentuh titik koreksi.
Data di atas menegaskan bahwa Bitcoin masih mendominasi ruang kripto, bukan hanya karena nilainya, tapi juga karena likuiditas dan adopsinya yang semakin luas.
Apa yang Mendorong Volatilitas BTC?
Ambiguitas Makroekonomi Global Kekhawatiran terhadap inflasi AS dan kebijakan suku bunga The Fed masih jadi pemicu sentimen negatif jangka pendek.
Aksi Ambil Untung Pasca ATH Dengan ATH terbaru di $123.091,61, koreksi saat ini sangat wajar sebagai bentuk realisasi profit jangka pendek.
Volume Perdagangan Tinggi Dengan volume hampir $76 miliar dalam sehari, pasar memperlihatkan aktivitas intens—baik dari investor ritel maupun institusional.
Proyeksi ke Depan
Para analis menyebut level support utama berada di sekitar $112.000 hingga $114.000. Jika harga tetap di atas kisaran ini, potensi rebound sangat terbuka.
Namun, jika tekanan jual berlanjut dan menembus batas itu, maka kita bisa melihat penurunan lebih dalam sebelum naik lagi.
Namun, dengan Bitcoin Halving berikutnya yang diperkirakan terjadi pada 2026 dan tren adopsi yang tak terbendung, prospek jangka panjang BTC tetap sangat bullish.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Setelah pengumuman dari Federal Open Market Committee (FOMC) dan laporan kebijakan kripto dari Gedung Putih, pasar aset digital diterjang banyak tekanan.
Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Dogecoin sama-sama berada di jalur negatif, sehingga menghadirkan pertanyaan besar: apakah ini koreksi sehat atau sinyal berhenti mendadak?
Dampak FOMC dan Laporan White House
Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada 4,25‑4,50%, menurunkan ekspektasi akan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.
Sementara itu, Amerika Serikat merilis laporan kebijakan kripto federal yang mendukung framework regulasi untuk aset digital, serta memperkenalkan gagasan tentang Bitcoin Reserve yang dikelola pemerintah, meski belum ada rencana konkret pembelian oleh negara.
Investasi masuk ke dalam kripto dapat tertahan di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan struktur regulasi yang belum sepenuhnya jelas.
Bitcoin tergelincir hingga kisaran $116.000–$117.800, turun antara -0,7% hingga -0,9% pasca-Fed mengumumkan keputusan. Sehari sebelumnya BTC sempat menyentuh ATH di atas $123.000 sebelum koreksi menjalar.
Ethereum (ETH) juga melemah sekitar -1,5% sampai -2%, bergerak di $3.7 – $3.75 ribu. Sementara itu, XRP jatuh hingga -5,5% di satu titik tetapi rebound sebagian menjadi -1,3% hingga -2,5%.
Sedangkan Dogecoin mengalami tekanan terkuat, merosot 3‑6%, dan menjadi salah satu altcoin dengan performa terburuk akhir-akhir ini.
Pendekatan risk-off investor serta likuidasi besar, sekitar 121.983 trader dengan total likuidasi $395 juta dalam 24 jam menunjukkan bahwa volatilitas tinggi sedang mencengkeram pasar.
Penyebab Kelelahan Pasar
Pasar Kehabisan “Momentum X”
Sebagian besar kenaikan BTC dan altcoin dalam beberapa minggu terakhir didorong oleh hype ETF, laporan pemerintah, dan earning tech besar. Kini tanpa katalis baru, volatility mulai meredup.
Koreksi Teknis dan Ambil Untung
Bitcoin yang gagal menembus resistance kuat di sekitar $120.000–$123.000 akhirnya membuat investor enggan menahan risiko lebih jauh dan mulai mengambil keuntungan secara bertahap.
Regulator dan Kebijakan Masih Buram
Walau laporan Gedung Putih mengakomodasi regulasi, banyak detail masih belum pasti. Ketidaktentuan ini menyebabkan investor institusional bergerak lambat atau berhati-hati.
Outlook Jangka Pendek dan Strategi
Analis dari 10x Research memperingatkan bahwa Agustus–September seringnya menjadi bulan sepi untuk kripto, dengan Bitcoin diprediksi bergerak sideways atau koreksi ringan kecuali muncul katalis baru.
Mereka menunjukkan rentang harga utama di sekitar $111.600–$120.000, yang perlu ditembus untuk menentukan arah berikutnya.
Jika pasar konsolidasi terlalu lama, minat pada altcoin mungkin melemah lebih jauh. Namun, rebound tetap mungkin jika sinyal yield atau kebijakan dovish muncul.
Bitcoin dan altcoin utama sedang menyesuaikan diri dengan kebijakan makro yang lebih ketat dan outlook suku bunga yang tidak menentu.
Koreksi ini bisa jadi fase normal setelah rally besar, tapi juga menjadi alarm jika tidak ada katalis baru yang bisa membalik sentimen.
Investor sebaiknya menunggu kotak waktu konsolidasi (range) dan melihat pergerakan harga di batas support-resistance utama sebelum mengambil keputusan besar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Setelah sempat berjaya sebagai salah satu meme coin paling digemari dunia kripto, Shiba Inu (SHIB) kini sedang mengalami tekanan yang cukup signifikan.
Harga SHIB hari ini berada di angka $0.000012 per token, turun -6,12% dalam 24 jam terakhir, dan mencatat tren koreksi yang juga terlihat dalam performa mingguan dan kuartalan.
Apakah ini hanya jeda sesaat, atau pertanda bahwa tren bullish SHIB mulai memudar?
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pasokan yang beredar: 589.246,22 miliar SHIB (99,95% dari total maksimum)
Koreksi tajam ini menunjukkan bahwa investor saat ini sedang melakukan aksi ambil untung atau bersikap hati-hati terhadap kondisi pasar meme coin yang volatil.
Performa Historis: Masih Ada Percikan di Balik Koreksi
Walaupun tren harian dan mingguan menunjukkan penurunan, performa dalam 30 hari terakhir masih mencatat kenaikan sebesar +7,84%, menandakan bahwa pasar masih memberi ruang pada SHIB untuk bergerak naik dalam jangka pendek jika sentimen membaik.
Namun, jika kita meninjau 60–90 hari ke belakang:
60 hari: turun sekitar -3,44%
90 hari: turun -8,02%
Artinya, SHIB sedang berada dalam fase konsolidasi dan belum mampu keluar dari tekanan jangka menengah.
Penyebab Turunnya SHIB
1. Minimnya Katalis Baru
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana SHIB disorot karena burn token masif, peluncuran Shibarium, atau list di bursa besar, saat ini SHIB tampaknya kehilangan momentum baru yang mampu menggairahkan pasar.
2. Tren Meme Coin Sedang Lesu
Setelah hype PEPE, FLOKI, dan DOGE, investor mulai selektif terhadap meme coin. Tanpa narasi segar, meme coin cenderung ditinggal saat volatilitas tinggi menerpa pasar.
3. Tekanan Makro
Ketidakpastian ekonomi global dan aksi jual di pasar kripto besar juga berdampak ke altcoin, terutama token dengan nilai kecil seperti SHIB.
Apakah SHIB Masih Layak Dipegang?
Ya, jika Anda:
Percaya pada kekuatan komunitas (SHIB memiliki jutaan holder aktif dan loyal).
Siap dengan risiko tinggi demi potensi reward eksplosif.
Optimis dengan ekosistem Shibarium yang dikembangkan untuk mendukung DeFi, NFT, dan DApps.
Tidak, jika Anda:
Mengharapkan pertumbuhan jangka pendek yang stabil.
Mencari token dengan utilitas dan roadmap teknikal yang lebih konkret seperti ETH atau SOL.
Shiba Inu adalah fenomena kripto yang tak bisa diabaikan. Dari sekadar meme, SHIB telah membentuk ekosistem sendiri dan komunitas besar yang masih aktif.
Namun, angka tak bisa dibantah, token ini sedang berada dalam fase tekanan.
Investor sebaiknya menunggu sinyal teknikal dan berita positif selanjutnya, seperti rilis fitur baru Shibarium, burn token besar-besaran, atau kemitraan strategis.
Untuk sekarang, SHIB masih jadi kucing liar di pasar kripto: gesit, penuh kejutan, tapi tetap butuh pengawasan ekstra.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.