Author: 32

  • Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

    Pergerakan pasar secara sederhana mencerminkan aktivitas beli dan jual yang terekam dalam bentuk data candlestick—termasuk trading volume, yang dapat membantu trader untuk memahami aktivitas transaksi dan potensi perubahan tren.

    Lalu bagaimana cara membaca data tinggi rendahnya trading volume? Simak pembahasannya di bawah ini.

    Apa Itu Volume dalam Trading?

    Volume trading merupakan indikator untuk mengetahui seberapa besar jumlah aset yang diperjualbelikan dalam periode waktu tertentu.

    Pergerakan naik dan turunnya volume trading ini tentunya bukan hanya sebagai angka atau batang indikator saja, melainkan representasi dari aktivitas pasar dan investor pada periode waktu tersebut.

    Volume tinggi menunjukkan bahwa banyak orang sedang aktif membeli dan menjual aset tersebut, menandakan minat yang besar. Sebaliknya, volume rendah berarti aktivitas perdagangan sedikit, menunjukkan minat yang sedang menurun.

    Baca lebih lengkap: Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

    Kenapa Volume Penting dalam Analisis Pasar Kripto

    Volume bisa jadi salah satu indikator yang penting untuk kamu gunakan karena dapat memberikan konteks terhadap pergerakan harga, serta membantu kamu mengenali momen breakout atau pembalikan tren (reversal) berdasarkan minat pasar.

    Misalnya, ketika harga menembus resistensi tetapi volume tetap rendah, ada risiko bahwa breakout tersebut tidak didukung oleh partisipasi pasar yang cukup. Kurangnya beli di level tersebut bisa menyebabkan harga kembali turun, sehingga terjadi false breakout atau pembalikan tren.

    Sebaliknya, jika harga menembus resistensi dengan volume tinggi, ini menunjukkan bahwa banyak trader dan investor mendukung kenaikan harga, sehingga breakout lebih valid dan berpotensi berlanjut.

    Baca juga: Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

    Cara Membaca Komponen Dasar Grafik Volume

    Contoh grafik volume trading.
    Contoh grafik volume trading.

    Grafik volume biasanya ditampilkan di bagian bawah chart grafik harga. Tampilannya berupa batang vertikal berwarna:

    • Hijau: volume beli lebih besar dari volume jual.
    • Merah: volume jual mendominasi.

    Semakin tinggi batangnya, semakin besar volume transaksi pada periode waktu tersebut. Batang volume ini tentunya harus dianalisis bersamaan dengan pergerakkan arah harga menggunakan indikator teknikal agar interpretasinya lebih akurat.

    Contoh Cara Membaca Volume Trading

    Berikut beberapa contoh pendekatan sederhana dalam membaca volume:

    • Kenaikan harga dengan volume tinggi → Bisa menunjukan tren bullish, karena banyak trader berpartisipasi dalam pembelian aset.
    • Kenaikan harga dengan volume rendah → Bisa menjadi pertanda bahwa tren kenaikan kurang didukung oleh partisipasi pasar, sehingga berpotensi mengalami pembalikan.
    • No Demand (tidak ada permintaan) → Harga mengalami penurunan dengan volume rendah, mengindikasikan kurangnya minat beli dan kemungkinan tren bearish.
    • No Supply (tidak ada pasokan) → Harga naik dengan volume rendah, mengindikasikan kurangnya tekanan jual dan potensi kenaikan harga lebih lanjut.
    • Volume tinggi dalam fase akumulasi → Investor institusional diam-diam membeli aset sebelum tren naik dimulai.
    • Volume tinggi dalam fase distribusi → Investor institusional mulai menjual aset mereka secara bertahap sebelum tren turun terjadi.

    Perlu diingat, ini hanya interpretasi sederhana dalam penggunaan volume trading. Dalam prakteknya kamu perlu mengkombinasikan volume dengan indikator lain seperti support dan resistance, moving average, RSI, MACD atau indikator teknikal lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat

    Baca juga: Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

    Kesalahan Umum Pemula dalam Membaca Volume

    Meskipun volume trading bisa mengindikasikan minat pasar pada suatu aset, bukan berarti volume trading ini bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk mengambil keputusan dalam trading. Kesalahan-kesalahan ini biasanya meliputi:

    • Mengabaikan volume saat menganalisis harga → Bisa menyebabkan kesalahan dalam menilai kekuatan tren.
    • Bereaksi terlalu cepat terhadap lonjakan volume → Tidak semua spike menandakan sinyal beli atau jual yang valid.
    • Tidak menggunakan indikator pendukung → Volume lebih efektif jika dikombinasikan dengan analisis teknikal lainnya.
    • Tidak memperhatikan berita dan sentimen pasar → Faktor eksternal seperti regulasi, adopsi institusional, atau sentimen sosial dapat mempengaruhi pergerakan harga.

    Cara Menampilkan Trading Volume di Tokocrypto

    Untuk menampilkan trading volume saat menggunakan aplikasi Tokocrypto ikuti beberapa — langkah mudah berikut.

    Gambar grafik volume trading di aplikasi Tokocrypto.
    1. Masuk menu ‘Pasar
    2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
    3. Pilih ‘VOL’ pada bagian bawah chart harga
    4. Volume trading akan muncul di bagian bawah chart

    Masih bingung cara baca volume trading? Yuk, tanya-tanya langsung sama trader aktif lain di Telegram komunitas Tokocrypto melalui link berikut: https://t.me/TokocryptoOfficial


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

    Artikel ini bertujuan membantu kamu mengenali kapan volume bisa menjadi sinyal beli atau jual yang akurat — Dalam prakteknya, volume trading tidak hanya bisa digunakkan sebagai sinyal awal (leading indicator) melainkan juga sebagai sinyal konfirmasi (lagging indicator). 

    Untuk mengetahui kapan volume trading bisa menjadi sinyal beli trading, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini dengan mempelajari jenis indikator trading volume yang biasa digunakkan oleh para trader.

    Baca juga: Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

    Volume sebagai Sinyal Awal (Leading Indicator)

    Sebagai leading indicator, volume dapat memberikan petunjuk awal tentang pergerakan pasar. Studi dari jurnal dengan judul “Bitcoin mempool growth and trading volumes” menunjukkan bahwa pertumbuhan volume trading sering kali mengiringi perubahan harga, tapi pertumbuhan trading volume ini sendiri tidak selalu diikuti oleh kenaikan, kadang malah diikuti oleh penurunan. Ini berarti volume bisa menjadi alarm dini bahwa tren besar akan terjadi.

    Contoh praktis: ketika aset sedang konsolidasi dan tiba-tiba muncul lonjakan volume—tanpa disertai pergerakan harga signifikan—ini bisa jadi disebabkan oleh aksi institusional atau whale yang mulai melakukan akumulasi. Dengan kata lain, candle kecil disertai volume besar bisa  menjadi pertanda smart money mulai masuk.

    Volume sebagai Konfirmasi (Lagging Indicator)

    Sebaliknya, volume juga sering digunakan sebagai indikator konfirmasi setelah breakout. Misalnya, saat harga menembus level resistance, tetapi volume tetap rendah, breakout tersebut rentan gagal. Sebaliknya, breakout disertai volume tinggi menunjukkan validitas dan kekuatan tren—bisa membantu trader memastikan sinyal beli.

    Salah satu contoh penggunaannya adalah dengan Volume Moving Average (VMA) yang merupakan hasil dari rata-rata volume dalam jangka waktu tertentu, misalnya 20 hari—untuk membantu memahami tren partisipasi pasar. VMA 20-hari ini akan merata-ratakan volume 20 hari terakhir dan menampilkannya sebagai garis pada chart. Saat volume  ini berada di atas garis VMA, maka dianggap sebagai konfirmasi, dan sebaliknya ketika volume trading berada di bawah garis VMA bisa menunjukkan kurangnya partisipasi pasar.

    Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

    Indikator Trading Volume yang Bisa Digunakan untuk Mengetahui Sinyal Beli yang Valid

     On‑Balance Volume (OBV)

    Indikator On-Balance Volume atau OBV dan korelasinya dengan pergerakan harga.
    Indikator On-Balance Volume atau OBV dan korelasinya dengan pergerakan harga.

    On-Balance Volume atau OBV merupakan indikator volume yang menunjukkan apakah aliran uang sedang masuk atau keluar. Cara kerjanya, OBV akan menambahkan volume pada hari di mana harga penutupan lebih tinggi (up day), dan mengurangkan volume pada hari ketika harga penutupan lebih rendah (down day).

    Ketika garis OBV terus naik, itu menandakan tekanan beli lebih kuat daripada tekanan jual, yang bisa menjadi sinyal tren naik (bullish). Sebaliknya, jika OBV menurun, itu menunjukkan tekanan jual yang dominan dan bisa mengindikasikan tren turun (bearish).

    Accumulation/Distribution Line (A/D Line)

    Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
    Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

    Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) digunakan untuk mengukur aliran uang secara kumulatif yang masuk dan keluar. Cara kerjanya, indikator ini mempertimbangkan data harga dan volume sekaligus, sehingga bisa memberikan gambaran tekanan beli dan jual di balik pergerakan harga.

    Kalau garis A/D naik, artinya sedang terjadi akumulasi—pembeli mendominasi pasar. Tapi kalau garis A/D turun, itu menunjukkan distribusi—penjual sedang menguasai. 

    Indikator ini membantu trader menilai apakah pasar cenderung menyerap (accumulating) atau melepas (distributing), dan bisa jadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan entry atau exit.

    Baca juga: Cara Menentukan Harga Entry dan Exit dalam Swing Trading

    Chaikin Money Flow (CMF)

    Chaikin Money Flow (CMF) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
    Chaikin Money Flow (CMF) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

    CMF memperkirakan arus uang (money flow) dalam periode tertentu—biasanya 21 hari—dengan membandingkan harga penutupan relatif terhadap kisaran harian dan volume, lalu hasilnya diberi bobot berdasarkan volume.

    Jika nilai CMF bernilai positif, itu menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat. Sebaliknya, jika nilainya negatif, berarti tekanan jual sedang mendominasi.

    Volume Moving Average (VMA)

    Volume Moving Average (VMA) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
    Volume Moving Average (VMA) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

    VMA adalah rata-rata volume selama periode tertentu (misalnya 20 hari), diplot sebagai garis pada grafik volume guna membantu mengenali tren.

    Kalau volume saat ini secara konsisten berada di atas garis VMA, itu menandakan minat beli yang kuat dan bisa mengonfirmasi tren harga yang naik. Sebaliknya, kalau volume berada di bawah garis VMA, ini mengisyaratkan lemahnya tekanan beli atau mulai munculnya tekanan jual.

    Jadi Kapan Volume Trading Jadi Sinyal Beli Trading Akurat?

    Menggunakan beberapa indikator trading volume di atas bisa menjadi sinyal beli yang akurat, terutama saat indikator-indikator tersebut menunjukkan arah yang sejalan dengan pergerakan harga. 

    Misalnya, ketika OBV menguat bersamaan dengan breakout harga, atau CMF menunjukkan arus uang positif yang konsisten, ini bisa menjadi indikasi kuat bahwa buyer mulai mendominasi pasar. Sebaliknya, jika volume melonjak namun harga mulai menurun dan A/D Line menunjukkan distribusi, itu bisa menjadi sinyal awal untuk bersiap melakukan aksi jual.

    Namun, akurasi sinyal—baik untuk beli maupun jual, tidak hanya ditentukan oleh satu indikator saja. Analisis yang efektif membutuhkan kombinasi antara indikator volume, pola pergerakan harga, zona support dan resistance, serta pemahaman terhadap kondisi pasar yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan menyeluruh seperti ini, volume trading dapat berperan sebagai alat penting untuk membangun strategi entry dan exit yang lebih valid.

    Penutup

    Meskipun indikator volume sangat membantu untuk membaca kekuatan pasar dan mendeteksi sinyal beli, volume saja tidak cukup untuk membuat keputusan trading yang solid. Volume perlu dikonfirmasi dengan indikator lain seperti struktur harga, area support dan resistance, serta indikator momentum seperti RSI atau MACD.

    Selain itu, karena pasar kripto bergerak sangat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh berita-berita global yang bisa mengubah arah harga, penting bagi trader untuk terus memperbarui informasi dan terhubung dengan komunitas yang aktif.

    Salah satu cara terbaik untuk tetap mendapatkan insight terbaru adalah dengan bergabung bersama komunitas Tokocrypto. Kamu bisa berbagi pengalaman, mengikuti analisis harian, serta memantau pergerakan pasar bersama ribuan trader lainnya–GRATIS!

    Gabung di sini 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

    Sumber:

    Truedata. “Volume Analysis and Volume Indicators“. 2024.

    Mikhaylova, et al. “Bitcoin mempool growth and trading volumes“. 2023.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Identifikasi Tren Harga dengan Trading Volume: On Balance Volume (OBV)

    On Balance Volume (OBV) merupakan salah satu indikator yang berdasarkan pada trading volume — Inikator ini bisa kamu gunakkan sebagai indikator tambahan saat melakukkan trading, baik itu saham atau pun crypto. On Balance Volume (OBV) sendiri bekerja dengan menggabungkan volume dan pergerakan harga untuk membantu kamu mendeteksi kekuatan beli atau jual yang ada di pasar.

    Mulai dari mengidentifikasi tren, divergence hingga mengidentifikasi bearish divergence bisa kamu lakukan dengan indikator OBV. Pelajari lebih lengkap pengertian hingga contoh penggunaannya di bawah ini.

    Apa Itu OBV dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    On Balance Volume (OBV) adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan volume perdagangan. 

    Indikator ini merupakan indikator kumulatif, cara kerjanya seperti ini—pada hari-hari di mana harga naik, volume hari tersebut akan ditambahkan ke total OBV kumulatif, namun jika harga turun, maka volume hari itu dikurangi dari total OBV.  Hasil perhitungan tadi lalu digambarkan dalam bentuk garis, yang dikenal dengan garis OBV.

    OBV ini sering dipakai untuk membantu melihat arah tren harga, atau memperkirakan apakah harga akan berbalik arah kalau ada perbedaan antara gerakan harga dan garis OBV.

    Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

    Kenapa OBV Dapat Mengidentifikasi Tren?

    Indikator OBV dapat membantu mengungkap pergerakan “smart money“—seperti investor besar atau institusi—yang sering kali masuk pasar sebelum harga bergerak signifikan. Saat harga dan OBV naik bersama, itu menunjukkan bahwa tekanan beli mendukung kenaikan harga, menunjukkan tren naik yang sehat.

    Namun, jika terjadi perbedaan arah—misalnya harga terus naik tapi OBV justru menurun—itu bisa menjadi sinyal peringatan. Artinya, volume tidak mendukung kenaikan harga, dan ada kemungkinan tren akan melemah atau berbalik arah.

    OBV juga berguna untuk memperkuat sinyal dari indikator teknikal lainnya. Tapi seperti alat analisis lainnya, OBV sebaiknya tidak digunakan sendirian. Digunakan bersama indikator lain, OBV dapat memberikan gambaran yang lebih solid dan membantu pengambilan keputusan yang lebih matang.

    Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

    Sebelum mempelajari lebih lengkap mengenai cara menggunakan OBV, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di Bappebti, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Trading dengan deposit mulai dari Rp20.000 juga bisa lho!

    Contoh Penggunaan On Balance Volume (OBV)

    Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan OBV yang umum dilakukan trader untuk mengidentifikasi tren, mendeteksi divergence, dan mengenali potensi pembalikan arah harga.

    Sebagai Indikator untuk Mengidentifikasi Tren

    Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) untuk mengidentifikasi tren.
    Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) untuk mengidentifikasi tren.

    OBV dapat digunakan untuk memastikan apakah tren harga saat ini memiliki dukungan dari volume. Jika harga bergerak naik dan OBV juga menunjukkan arah naik, ini mengindikasikan bahwa tekanan beli mendukung tren tersebut. Sebaliknya, jika harga turun dan OBV ikut turun, tekanan jual kemungkinan besar masih mendominasi pasar. Dengan kata lain, OBV membantu mengkonfirmasi kekuatan tren yang sedang berlangsung.

    Indikator Divergence

    Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai divergence untuk mengidentifikasi pergerakan harga.
    Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai divergence untuk mengidentifikasi pergerakan harga.

    Salah satu kegunaan OBV adalah untuk dalam mengidentifikasi pola divergence—perbedaan arah antara harga dan volume. Ketika harga menunjukkan pola tertentu, tetapi OBV bergerak ke arah berbeda, itu bisa menjadi sinyal bahwa perubahan tren sudah dekat.

    Bearish OBV Divergence

    Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai indikator untuk mengidentifikasi bearish divergence.
    Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai indikator untuk mengidentifikasi bearish divergence.

    Bearish divergence terjadi saat harga membentuk higher high (harga naik), tetapi OBV justru membentuk lower high (volume melemah). Ini menunjukkan bahwa meskipun harga naik, kekuatan pasar yang mendukung kenaikan tersebut mulai menurun. Kondisi ini sering kali menjadi tanda bahwa buyer mulai kehilangan minat, dan ada potensi koreksi harga atau bahkan pembalikan arah menjadi tren turun.

    Baca juga indikator lainnya: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

    Itu dia strategi untuk mengidentifikasi tren pergerakan harga pasar dengan menggunakan trading volume, On Balance Volume (OBV). Jangan lupa untuk kombinasikan OBV dengan analisa harga dan indikator teknikal lainnya supaya kamu bisa membuat strategi trading yang lebih akurat.

    Masih bingung cara baca volume trading? Yuk, tanya-tanya langsung sama trader aktif lain di Telegram komunitas Tokocrypto melalui link berikut 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

    Sumber: Trading View. “Volume Keseimbangan / On Balance Volume (OBV)”.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pembayaran Kuliah Pakai Pi Coin, Pi Network Sasar Mahasiswa

    Pi Network kembali menorehkan gebrakan di dunia kripto dengan keberhasilannya menembus sektor pendidikan. Token digital ini kini mencuri perhatian karena mulai digunakan sebagai alat pembayaran biaya kuliah dan layanan pendidikan lainnya.

    Token digital besutan Pi Network ini kini tak hanya menjadi bahan diskusi di komunitas kripto, tapi juga digunakan sebagai alat pembayaran biaya kuliah dan layanan pendidikan lainnya. Ini menjadi bukti konkret bahwa Pi Coin semakin dekat dengan utilitas nyata.

    Pi Coin Digunakan untuk Bayar Kuliah di Kongo

    Sebuah cerita inspiratif datang dari Kongo, di mana komunitas lokal berhasil membayar biaya kuliah untuk empat mahasiswa hanya dengan menggunakan Pi Coin. Nilai total transaksi setara dengan $1.200, namun dalam konversi ekosistem lokal, biaya tersebut hanya sebesar 0,0038 PI. Ini membuktikan bahwa di wilayah tertentu, Pi Coin memiliki nilai tukar yang tinggi dan fungsional.

    Universitas di Australia Terbuka pada Pembayaran dengan Pi Coin

    Tak hanya di Afrika, geliat adopsi Pi Coin juga mulai terasa di Australia. Laporan dari Telescopia menyebutkan bahwa sebuah universitas di Australia telah mulai membuka pintu terhadap Pi Coin sebagai alternatif pembayaran biaya kuliah. Meski belum diungkapkan secara publik nama universitasnya, inisiatif ini menandakan bahwa dunia akademik mulai melirik kripto sebagai metode pembayaran yang sah.

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Digunakan untuk Kursus dan Pelatihan Online

    Selain untuk membayar biaya kuliah formal, Pi Coin juga sudah digunakan dalam skala lebih kecil untuk transaksi jasa pendidikan, seperti les privat, pelatihan online, hingga kursus desain dan pemrograman. Banyak pengguna di forum seperti Reddit yang kini menawarkan jasa mereka dengan menerima pembayaran dalam bentuk Pi. Ini menunjukkan tumbuhnya ekonomi mikro di dalam ekosistem Pi Network.

    Infrastruktur Mulai Mendukung

    Perkembangan infrastruktur juga menunjukkan arah positif. Beberapa penyedia layanan pembayaran seperti FCF Pay tengah menguji coba integrasi Pi ke dalam sistem mereka. Dengan ini, Pi Coin berpotensi digunakan tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga pembayaran mobil, tagihan rumah tangga, hingga layanan umum lainnya.

    Analisis Harga Pi Network. Sumber: TradingView.
    Analisis Harga Pi Network. Sumber: TradingView.

    Tantangan yang Harus Dihadapi

    Meski progresnya mengesankan, Pi Network masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Volatilitas harga, belum meratanya proses KYC, dan belum terbukanya mainnet secara penuh menjadi kendala utama. Selain itu, faktor regulasi di berbagai negara juga masih menjadi penghambat utama adopsi luas Pi Coin.

    Namun demikian, cerita-cerita nyata di lapangan menunjukkan bahwa adopsi Pi Coin sebagai alat pembayaran pendidikan bukan sekadar wacana. Bagi para pengguna yang ingin memanfaatkan opsi ini, penting untuk memastikan bahwa akun telah terverifikasi, jaringan mainnet aktif, dan pihak penerima telah siap memproses transaksi kripto.

    Masa Depan Pendidikan dan Kripto Semakin Dekat

    Dengan dukungan komunitas global yang solid dan semakin banyaknya inisiatif dari individu maupun institusi, bukan mustahil dalam waktu dekat lebih banyak universitas dan lembaga pendidikan akan menerima Pi Coin sebagai alat tukar sah. Masa depan pendidikan berbasis kripto mungkin akan tiba lebih cepat dari yang kita bayangkan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Solana Potensi Disetujui SEC dalam 4 Bulan, Pasar Kripto Melonjak?

    Harapan terhadap peluncuran ETF Solana semakin menguat setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) meminta manajer aset untuk merevisi pengajuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) spot Solana. Langkah ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa SEC mulai menunjukkan keterlibatan aktif dalam proses persetujuan.

    Menurut laporan dari Blockworks, ini merupakan pertama kalinya SEC secara resmi merespons proposal ETF Solana setelah sebelumnya menunda keputusan atas pengajuan dari Bitwise dan 21Shares. Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, memperkirakan bahwa persetujuan resmi bisa keluar dalam kurun waktu dua hingga empat bulan.

    “Permintaan revisi dokumen S-1 menunjukkan bahwa proses sudah bergerak ke tahap berikutnya,” ujar Balchunas. Ia menambahkan, “Persaingan akan ketat karena pelaku pasar berlomba-lomba menjadi yang pertama meluncurkan ETF kripto altcoin.”

    Optimisme Pasar Terhadap Solana

    Baca juga: ETF Spot Solana Makin Dekat: 7 Pengajuan S‑1 Resmi Diajukan ke SEC

    Dilaporkan Canteena, optimisme ini langsung tercermin di pasar. Harga Solana (SOL) melonjak sekitar 4%, dari $158 menjadi $164, hanya dalam beberapa hari terakhir sejak kabar permintaan SEC beredar. Saham perusahaan publik yang terhubung dengan ekosistem Solana juga ikut terdongkrak. DeFi Development Corp. tercatat naik 17%, sementara SOL Strategies menguat 8,4%, berdasarkan data Nasdaq.

    Langkah SEC ini mengikuti preseden penting tahun lalu ketika regulator tersebut menyetujui ETF spot untuk Bitcoin dan Ethereum. Sejak saat itu, proposal dari manajer aset besar seperti VanEck, Canary, dan Fidelity untuk ETF berbasis altcoin seperti SOL dan XRP mulai bermunculan.

    Peluncuran ETF Kripto

    Para analis memperkirakan gelombang peluncuran ETF kripto spot akan dimulai paling cepat Juli 2025. Meski volume perdagangan ETF Solana mungkin tidak sebesar Bitcoin, kehadiran produk ini dinilai bisa mendorong pertumbuhan signifikan dalam pasar aset digital.

    Grayscale dan Fidelity, yang juga terlibat dalam pengajuan produk ETF kripto, menolak memberikan komentar mengenai proses yang sedang berlangsung.

    Dengan potensi persetujuan dalam waktu dekat, semua mata kini tertuju pada SEC dan keputusan-keputusan penting berikutnya yang bisa mengubah lanskap investasi kripto secara menyeluruh.

    Baca juga: Solana Uji Support di $142, Analis Waspadai Potensi Pembalikan Tren


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Cardano Konfirmasi DeFi XRP dan Pembicaraan RLUSD

    Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengumumkan langkah besar integrasi XRP ke dalam ekosistem Cardano, termasuk dukungan penuh untuk dompet Lace Wallet, peluncuran fitur DeFi untuk XRP, serta pembicaraan lanjutan tentang stablecoin Real USD (RLUSD).

    Dalam pernyataannya, Hoskinson mengonfirmasi bahwa tim Cardano tengah menyiapkan “paket XRP lengkap” yang mencakup dukungan untuk Glacier Drop, airdrop lintas rantai dari proyek Midnight, serta fitur-fitur keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang terhubung dengan XRP.

    Baca juga: Akses US Treasuries di XRP Ledger dengan RLUSD dan OUSG

    Glacier Drop: Airdrop untuk Pemegang XRP

    Dilansir Coinpedia, Glacier Drop adalah program distribusi token multi-chain yang diperkenalkan dalam ajang Consensus 2025 di Toronto. Program ini akan membagikan dua token — NIGHT (untuk tata kelola) dan DUST (berfokus pada privasi) — kepada pengguna ritel yang memenuhi syarat di lebih dari 37 juta blockchain, termasuk XRP Ledger.

    Pemegang XRP dapat berpartisipasi dalam airdrop ini selama token mereka disimpan di dompet yang mendukung, termasuk Lace Wallet. Airdrop ini menandai salah satu kolaborasi pertama antara Cardano dan XRP di sektor DeFi.

    Dompet Lace Tambahkan Dukungan XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Hoskinson juga mengungkapkan bahwa dompet Lace, dompet multi-rantai ringan besutan Cardano, akan segera mendukung XRP. Pengguna akan dapat mengirim, menerima, dan menyimpan XRP bersama aset lain seperti ADA dan Bitcoin dalam satu aplikasi.

    Lebih lanjut, RLUSD — stablecoin Real USD milik Ripple yang saat ini berjalan di jaringan Ethereum dan XRP Ledger — juga sedang dalam tahap penjajakan untuk integrasi ke Cardano.

    Kasus Penggunaan DeFi dan Perubahan Sikap

    Dengan integrasi ini, Cardano berencana memperluas ekosistem DeFi-nya, memungkinkan pemegang XRP untuk mengakses layanan seperti peminjaman, pinjaman, dan instrumen keuangan lainnya secara langsung di jaringan Cardano. Langkah ini diperkuat dengan aktifnya jembatan Wanchain sejak Februari 2025, yang memungkinkan koneksi antara XRP asli dan jaringan Cardano.

    Pengumuman ini menjadi perhatian publik, mengingat hubungan Hoskinson yang sebelumnya sempat memanas dengan komunitas XRP. Namun, pernyataannya kali ini menunjukkan perubahan arah dengan fokus pada kolaborasi antar ekosistem blockchain.

    Hoskinson juga baru-baru ini mengusulkan diversifikasi cadangan ADA senilai $100 juta ke dalam stablecoin dan Bitcoin sebagai bagian dari strategi membangun perbendaharaan multi-aset dan mengintegrasikan BTC ke dalam DeFi Cardano.

    Baca juga: Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama, Upaya Akhiri Gugatan XRP


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga ETH Stabil di Atas $2.500, Dijuluki Minyak Digital?

    Harga Ethereum (ETH) berhasil bertahan di atas level psikologis $2.500 meskipun pasar kripto diguncang oleh sentimen geopolitik. ETH ditutup menguat 1,89% pada Sabtu (15/6), di kisaran $2.542, setelah sempat terkoreksi ke titik terendah $2.491.

    Dilaporkan Coindesk, pemulihan harga ini terjadi seiring meningkatnya volume perdagangan dan sentimen institusional yang tetap kuat. Menurut data CoinGlass, minat terbuka (open interest) ETH mencapai $35,36 miliar per 16 Juni pukul 18:05 UTC, menandakan keterlibatan aktif dari investor besar.

    Sinyal teknikal menunjukkan formasi double-bottom di kisaran $2.495–$2.510, yang dikonfirmasi oleh volume perdagangan di atas rata-rata. Lonjakan pembelian intraday terlihat pada pukul 13:43 dan 13:46, memicu pemantulan berbentuk V dari level $2.529 ke penutupan harian.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pendukung Ethereum Yakin ETH Salah Harga

    Didorong oleh Narasi Lembaga, ETH Disebut “Minyak Digital”

    Dukungan terhadap Ethereum juga datang dari laporan baru yang dirilis oleh Etherealize, kelompok advokasi yang berfokus pada adopsi Ethereum di kalangan institusi. Dalam laporan berjudul The Bull Case for ETH, para penulis—termasuk tokoh ekosistem seperti Danny Ryan dan Vivek Raman—menyebut ETH sebagai infrastruktur inti untuk sistem keuangan on-chain global.

    Menurut laporan tersebut, Ethereum telah mendukung lebih dari 80% dari total aset yang ditokenisasi dan berperan sebagai landasan utama untuk stablecoin serta implementasi blockchain institusional. ETH sendiri digambarkan sebagai aset multifungsi: penyimpan nilai, agunan yang dapat diprogram, bahan bakar komputasi, dan infrastruktur yang menghasilkan imbal hasil.

    “ETH adalah ‘minyak digital’—aset produktif yang menopang sistem keuangan global berbasis blockchain,” tulis laporan tersebut. Lembaga keuangan pun didorong untuk menjadikan ETH sebagai bagian inti dari strategi kepemilikan aset digital jangka panjang, melengkapi posisi Bitcoin sebagai emas digital.

    ETF Alami Koreksi, Tapi Sentimen Tetap Positif

    Meski ETF Ethereum berbasis AS mencatat arus keluar sebesar $2,1 juta pada hari Jumat, mengakhiri tren masuk selama 19 hari, harga ETH tetap stabil. ETH saat ini bergerak dalam kisaran konsolidasi antara $2.500 hingga $2.800—level yang menunjukkan ketahanan pasar.

    Laporan CoinDesk Research menyebut, selama ETH mampu mempertahankan support di sekitar $2.500 dan melanjutkan volume tinggi, peluang untuk menguji resistansi jangka pendek di $2.575–$2.600 tetap terbuka.

    Kombinasi antara kekuatan teknikal, narasi institusional, dan peran strategis Ethereum dalam infrastruktur keuangan global membuat ETH tetap relevan sebagai aset kripto utama. Di tengah ketidakpastian makroekonomi, ETH muncul sebagai aset digital produktif yang tidak hanya menyimpan nilai, tetapi juga mendorong mesin ekonomi digital global.

    Baca juga: Ethereum Foundation Danai Pembelaan Roman Storm Sebesar $1,25 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arus Masuk Bitcoin Merosot, Whale dan Ritel Pilih Tahan Aset

    Arus masuk Bitcoin (BTC) ke bursa kripto Binance mencatatkan penurunan tajam ke level terendah dalam siklus saat ini. Data dari platform analitik CryptoQuant menunjukkan bahwa baik investor besar (whale) maupun investor ritel menunjukkan aktivitas minim dalam memindahkan BTC ke bursa, menandakan sikap bertahan alih-alih menjual.

    Menurut laporan tersebut, perilaku ini mencerminkan perubahan strategi signifikan di tengah ketidakpastian pasar. Biasanya, aktivitas serempak dari kedua kelompok investor ini mengiringi puncak pasar utama. Namun kali ini, arus masuk yang merosot tidak diikuti oleh lonjakan harga—mengindikasikan sentimen optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

    Baca juga: Tren Bitcoin 16-20 Juni 2025: FOMO TIMEEEEEE by Hoteliercrypto

    Whale dan Ritel Sepakat: Tahan, Bukan Jual

    Dilaporkan Coindoo, keselarasan yang jarang terjadi antara pemegang besar dan pedagang kecil ini dipandang sebagai sinyal kuat kepercayaan terhadap arah jangka panjang BTC. Keduanya tampak mengabaikan volatilitas jangka pendek dan memilih menunggu potensi reli di masa depan.

    Selama siklus ini, tercatat baru dua kali whale dan ritel bertindak secara serempak—dan itu terjadi saat puncak pasar lokal. Kontras dengan saat ini, aksi kolektif tersebut lebih mencerminkan kesabaran dan ekspektasi akan katalis positif berikutnya.

    Menunggu Sinyal Makroekonomi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan arus masuk ini juga dapat mencerminkan sikap hati-hati terhadap ketidakpastian ekonomi global. Banyak investor menunggu kejelasan dari faktor makro seperti data inflasi, arah kebijakan suku bunga bank sentral, dan dinamika geopolitik yang terus berkembang.

    Meski begitu, arus masuk yang rendah justru bisa menjadi kekuatan tersembunyi yang mendukung kenaikan harga. Dengan lebih sedikit pasokan BTC yang tersedia di bursa dan permintaan yang tetap solid, Bitcoin dapat terdorong lebih tinggi bila pemicu fundamental atau teknikal yang positif muncul.

    Baca juga: Bitcoin Tembus $105.000: Menuju $175K atau Justru Jatuh ke $80K?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jito (JTO), BCH, SOL Ungguli Pemulihan Crypto

    Jito (JTO) memimpin reli altcoin saat pasar kripto global dengan angin segar, mencatatkan pemulihan tipis pada hari Senin (16/6). Selain Jito, Bitcoin Cash (BCH) dan Solana (SOL) juga menunjukkan aksi harga yang mengesankan selama 24 jam terakhir.

    Dilaporkan Fxstreet, meskipun menghadapi tekanan kembali di awal pekan ini, ketiganya tetap berada di dekat level-level teknikal krusial yang berpotensi menentukan arah pergerakan pasar dalam waktu dekat.

    Jito (JTO) Mengincar Breakout EMA 200 Hari

    Jito mencuri perhatian pasar setelah melonjak 15% pada Minggu (15/6), membentuk pola bullish engulfing yang menandakan potensi kelanjutan tren naik. Saat artikel ini ditulis, JTO diperdagangkan di $2,242, mendekati resistensi dinamis Exponential Moving Average (EMA) 200 hari di $2,245.

    Grafik harga harian JTO/USDT.
    Grafik harga harian JTO/USDT.

    Jika harga mampu menembus dan ditutup di atas EMA 200 hari, potensi reli selanjutnya bisa mencapai $2,425—level yang terakhir disentuh pada 25 Maret lalu. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga naik ke 60, mengindikasikan momentum bullish. Namun, terdapat divergensi bearish karena RSI membentuk puncak lebih rendah sementara harga berada di level yang sama, memberi sinyal potensi tekanan turun.

    Sebaliknya, jika JTO gagal mempertahankan EMA 50 hari di $1,940, harga bisa terkoreksi lebih dalam hingga ke $1,557.

    Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Jito (JTO)?

    Bitcoin Cash (BCH) Dekati Terobosan Pola Rising Wedge

    Bitcoin Cash melanjutkan kenaikan 6,85% pada Minggu kemarin dan kini mendekati garis tren resistensi naik yang terbentuk sejak 10 Mei. Saat ini, harga BCH berada di sekitar level Fibonacci 50% di $444, yang ditarik dari puncak Desember ($640) hingga titik terendah April ($249).

    Grafik harga harian BCH/USDT.
    Grafik harga harian BCH/USDT.

    Potensi keuntungan bisa terbuka jika harga menembus ke atas dan mendekati Fibonacci 61,8% di $490, level yang kemungkinan besar dimanfaatkan trader untuk ambil untung.

    Namun, sinyal divergensi bearish pada RSI (saat ini di angka 63) menjadi peringatan. RSI menunjukkan tren menurun sementara harga BCH terus naik, yang bisa menandakan pembalikan arah. Penutupan harga di bawah $444 akan memperbesar peluang koreksi hingga ke $430, membatalkan kenaikan akhir pekan.

    Solana (SOL) Membangun Momentum dari Pola Double Bottom

    Solana menjadi salah satu altcoin dengan performa terbaik, mencatatkan lonjakan lebih dari 5,76% pada hari Minggu dan melanjutkannya lebih dari 2% pada Senin pagi. SOL kini bertahan di atas zona support krusial $140, menandai potensi pembalikan tren dengan pola double bottom.

    Grafik harga harian SOL/USDT.
    Grafik harga harian SOL/USDT.

    Garis leher dari pola ini berada di $168, yang juga menjadi level tertinggi minggu lalu. Jika SOL mampu menembusnya, target reli selanjutnya mengarah ke zona pasokan $180. Namun, terdapat garis tren resistensi kuat yang terbentuk dari puncak-puncak penting sejak Januari hingga Juni, yang menjadi tantangan besar dalam pemulihan harga.

    RSI saat ini berada di 49 dan mulai bangkit dari zona hampir jenuh jual, menandakan awal dari momentum kenaikan. Namun, kegagalan menembus $168 dan garis tren dapat membuat SOL kembali turun ke bawah $140. Jika ini terjadi, koreksi dapat meluas hingga $105—level penutupan terendah tahun ini.

    Ketiga aset kripto—Jito, Bitcoin Cash, dan Solana—menjadi sorotan utama di tengah pemulihan pasar yang masih rentan. Meskipun menunjukkan potensi reli lanjutan, semua aset menghadapi resistensi teknikal penting dan sinyal bearish dari RSI yang perlu diwaspadai oleh investor.

    Strategi terbaik saat ini adalah menunggu konfirmasi penembusan atau pembalikan harga sebelum mengambil keputusan investasi jangka pendek.

    Baca juga: Solana Uji Support di $142, Analis Waspadai Potensi Pembalikan Tren


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Dogecoin Terkoreksi di Tengah Konflik Israel-Iran

    Ketika konflik Israel kontra Iran kembali memanas, aset-aset digital yang berisiko seperti kripto mengalami tekanan.

    Meskipun Bitcoin dan Ethereum menunjukkan performa stabil, namun hal ini tidak berlaku bagi harga Dogecoin yang tercatat mengalami penurunan yang signifikan.

    Dogecoin Diuji Gejolak

    • Dogecoin (DOGE) mencatat penurunan tajam sekitar −1,7% hingga −7,5%, dengan harga saat ini di kisaran $0,175–$0,176.
    • Open interest DOGE sempat turun $1,05 miliar setelah puncak leverage $3,7 miliar—menunjukkan deleveraging yang signifikan.
    • Namun dominasi posisi long masih tinggi (75,8%), berarti trader besar siap “reload” saat sentimen stabil.

    Analis kini memperkirakan DOGE bisa digunakan sebagai titik entry saat ini, namun tetap perlu waspada terhadap risiko bear trap.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 15 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak Geopolitik dan Respons Pasar

    • Israel melancarkan serangan signifikan ke Iran, memicu sentimen “risk-off” global.
    • Kapitalisasi total pasar kripto turun dari $3,47 triliun menjadi $3,22 triliun dalam dua hari.
    • Sebagai perbandingan, emas naik sekitar +1,1%, memperkuat posisinya sebagai safe haven tradisional.

    Meskipun menantang, beberapa analis tetap melihat peluang “akumulasi” untuk Ether dan Bitcoin, terutama jika konsolidasi berlanjut.

    Baca Juga: Whale Dogecoin Meledak: Volume Transaksi $23,35 Miliar dalam 24 Jam

    Level Kunci & Strategi untuk Trader

    Open interest Dogecoin menurun secara dramatis sehingga berpotensi memicu short squeeze jika sentimen menaik kembali.

    Maka dari itu, level entry bisa dipertimbangkan saat harga Dogecoin mendekati $0,17 dan ada sinyal rebound.

    Rekomendasi Risiko & Taktik

    • Gunakan stop-loss ketat untuk DOGE pada level support teknikal.
    • Pertimbangkan strategi swing trading: membeli saat konsolidasi, menutup sebagian posisi bila tes level breakout berhasil.
    • Pantau berita geopolitik: peristiwa besar bisa memperlebar range volatilitas.
    • Tetap disiplin, meski dinamika geopolitik dan kripto muncul volatile, reaksi emosional bisa memakan korban.

    Baca Juga: Serangan Preventif Israel Terhadap Iran Turunkan Harga Dogecoin

    Secara keseluruhan, Dogecoin tengah diuji koreksi yang cukup besar dengan potensi rebound jika sentimen berbalik.

    Oleh karena itu, dibutuhkan kehati-hatian dan tata risiko baik bagi investor maupun trader sebab lingkungan geopolitis bisa mempercepat pembalikan arah tren.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com