Harga Bitcoin menembus level psikologis USD 100.000 dan diperdagangkan pada USD 100.511,22 pada Kamis (8/5), naik 4,5% menurut data Coin Metrics. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari proyeksi dua tokoh keuangan terkemuka yang memperkirakan lonjakan harga Bitcoin akan terus berlanjut.
Dilaporkan Coindoo, CEO ARK Invest, Cathie Wood, menegaskan kembali proyeksi jangka panjang bahwa harga Bitcoin bisa mencapai antara USD 700.000 hingga USD 1,5 juta pada tahun 2030.
Menurut Wood, proyeksi ini didasarkan pada pertumbuhan adopsi institusional yang masih dalam tahap awal, potensi Bitcoin menggantikan emas sebagai penyimpan nilai, pasokan yang semakin terbatas, dan peningkatan penggunaan di pasar negara berkembang.
“Investor institusional baru hampir tidak bergerak sejauh ini. Kami pikir kami masih harus menempuh perjalanan panjang,” kata Wood.
Target Harga Bitcoin
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 10 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sementara itu, analis Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, menyebut target sebelumnya sebesar USD 120.000 pada kuartal kedua 2025 kini “terlihat terlalu rendah.”
Dalam email kepada klien, Kendrick mengungkapkan bahwa faktor arus modal institusional menjadi pendorong utama kenaikan harga Bitcoin, termasuk arus masuk lebih dari USD 5,3 miliar ke ETF Bitcoin spot AS dalam tiga minggu terakhir.
Kendrick juga mengungkapkan beberapa investor besar yang memperkuat eksposur terhadap Bitcoin, di antaranya:
MicroStrategy yang kembali menambah kepemilikan BTC,
Dana kekayaan negara Abu Dhabi yang memegang ETF Bitcoin IBIT milik BlackRock,
Bank Nasional Swiss yang membeli saham MicroStrategy.
“Ceritanya kini semua tentang arus masuk. Dan arus itu datang dalam berbagai bentuk,” kata Kendrick.
Sebelumnya, Kendrick memperkirakan Bitcoin akan mencapai USD 200.000 pada akhir 2025, didorong oleh realokasi aset strategis dan akumulasi oleh investor besar atau “whale.”
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap investasi global mengalami pergeseran besar. Salah satu perubahan paling mencolok adalah masifnya arus masuk dana institusi ke dunia kripto. Jika dulu kripto identik dengan investor ritel dan early adopter teknologi, sekarang institusi seperti bank besar, hedge fund, sehingga perusahaan publik mulai masuk dengan serius ke dalam ranah kripto.
Masuknya institusi ke kripto ini bukan hanya menandakan pergeseran tren, tapi juga mencerminkan pengakuan bahwa aset digital dan teknologi blockchain merupakan bagian tak terpisahkan dari industri keuangan masa depan.
Berikut beberapa alasan kenapa institusi besar mulai masuk dan berinvestasi di industri kripto.
Crypto Sebagai Transformasi Keuangan Global
Salah satu pemahaman paling mendasar yang mulai berubah di kalangan institusi adalah persepsi terhadap blockchain.
Jika sebelumnya mereka hanya melihat Bitcoin sebagai “emas digital”, sekarang fokus telah bergeser ke blockchain sebagai infrastruktur dasar keuangan modern.
Menurut laporan dari Zodia Custody, kripto sudah tidak lagi dianggap sekadar aset spekulatif, melainkan pondasi untuk membangun sistem keuangan baru yang lebih efisien, transparan, dan meng-global.
Institusi kini tak hanya membeli crypto sebagai aset, tapi juga membangun layanan di atas blockchain: seperti solusi pembayaran lintas negara, sistem penyelesaian transaksi yang instan, tokenisasi aset nyata, hingga platform kustodian.
Mereka mulai melihat peluang dalam tokenisasi real estate, obligasi, dan bahkan aset budaya, yang memungkinkan fragmentasi kepemilikan, meningkatkan likuiditas, dan memperluas akses investor.
Contohnya, perusahaan seperti MicroStrategy di Amerika dan Metaplanet di Jepang yang telah berhasil memanfaatkan strategi ini dalam treasury management mereka.
Kenaikan grafik saham MicroStrategy setelah memasukan Bitcoin ke dalam portofolionya. Sumber: Tradingview.
Bahkan sejak MicroStrategy pertama kali membeli Bitcoin pada Agustus 2020, sahamnya telah mengalami kenaikan luar biasa, hingga awal tahun 2025 saja harga sahamnya telah melonjak sekitar 2.000%.
Infrastruktur dan Layanan Kelas Institusi yang Semakin Baik
Keterlibatan institusi dalam industri kripto sangat bergantung pada kesiapan layanan dan kepastian hukum. Tanpa infrastruktur yang kokoh dan regulasi yang jelas, institusi cenderung enggan untuk masuk dan berpartisipasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan besar dengan munculnya layanan dan platform kripto yang memenuhi standar yang setara dengan institusi keuangan tradisional. Seperti layanan Prestige, yang dimiliki Tokocrypto.
Dari sisi regulasi, perkembangan seperti persetujuan ETF Bitcoin di AS, regulasi MiCA di Uni Eropa, dan pendekatan pro-crypto di Hong Kong dan Singapura, semuanya memberikan sinyal positif yang memberikan kepercayaan dan mendorong keterlibatan institusi.
Regulasi yang Makin Jelas & Mendorong Kepercayaan
Regulasi yang jelas dan stabil memainkan peran penting dalam meningkatkan kepercayaan institusi terhadap industri kripto.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara telah mengambil langkah signifikan untuk membangun kerangka hukum yang mendukung ekosistem aset digital.
Persetujuan ETF Bitcoin di Amerika Serikat, misalnya, menjadi tonggak besar dalam mengintegrasikan aset kripto ke dalam sistem keuangan arus utama, memberikan legitimasi bagi investor institusional untuk terlibat lebih jauh.
Di Uni Eropa, regulasi MiCA (Markets in Crypto-Assets) telah menghadirkan aturan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi serta perlindungan bagi pengguna dan investor.
Sementara itu, Hong Kong dan Singapura terus menunjukkan pendekatan pro-crypto dengan kebijakan yang lebih fleksibel dan progresif, mendorong inovasi serta pertumbuhan industri.
Dengan adanya regulasi yang semakin matang dan terstruktur, institusi keuangan kini memiliki pedoman yang lebih jelas dalam berpartisipasi di pasar kripto, membuka peluang bagi ekspansi yang lebih luas dan meningkatkan adopsi aset digital secara global.
Sebagai Diversifikasi dan Adanya Tuntutan dari Investor
Aset kripto menawarkan peluang diversifikasi unik karena dalam perjalannya, aset kripto khususnya Bitcoin menjadi semakin mandiri dan sedikit demi sedikit mencoba untuk tidak berkorelasi tinggi dengan saham, obligasi, atau pasar tradisional lainnya. Ini menjadikan crypto sangat menarik sebagai aset lindung risiko (hedge) dalam portofolio institusional.
Selain itu, dikutip dari hackermoon, generasi milenial dan Gen Z, yang akan menjadi pewaris kekayaan global di masa depan, juga menunjukkan minat yang tinggi terhadap aset digital. Sebagai klien institusional yang semakin berpengaruh, preferensi mereka terhadap layanan berbasis kripto juga mendorong institusi keuangan untuk bisa beradaptasi. Sehingga, institusi yang tidak menawarkan layanan kripto berisiko kehilangan peluang pasar yang terus berkembang, dan tertinggal dalam memenuhi kebutuhan investor kedepannya.
DeFi dan Stablecoin Dipandang Sebagai Solusi Efisiensi Operasional
TVL Crypto dan stablecoin dari tahun 2019 sampai 2025. Sumber: DeFiLlama
Di sektor keuangan tradisional, banyak proses transaksi yang lambat, mahal, dan penuh birokrasiyang ruwet. DeFi (Decentralized Finance) hadir dengan solusi: settlement instan, transparansi, dan yield tinggi.
Total value locked (TVL) dalam platform DeFi seperti Aave, Compound, dan Lido menunjukkan bahwa institusi mulai mengalokasikan dana ke sektor ini, tidak hanya untuk imbal hasil, tetapi juga karena kemudahan operasional.
Sebagai gambaran, dikutip dari laman Zodia Custody, pada akhir 2024 saja total value locked (TVL) di DeFi mencapai lebih dari $125 miliar, berkembang berkali-kali lipat dari yang hanya $0.5 miliar pada tahun 2020. Hal ini membuktikan bahwa sektor ini tidak hanya tumbuh, tapi juga mulai menyerap modal dari institusi besar.
Stablecoin seperti USDC dan USDT juga memainkan peran penting, dengan nilai yang stabil dan biaya transaksi yang rendah, stablecoin memungkinkan transfer dana hampir seketika tanpa melalui sistem perbankan tradisional seperti SWIFT.
Hal ini sangat bermanfaat bagi perusahaan global yang ingin menghindari biaya tinggi dan keterlambatan dalam pembayaran internasional. Bahkan, menurut data dari PCMI, penggunaan stablecoin dapat mengurangi biaya transfer hingga 80% dibandingkan metode tradisional.
Tokenisasi Aset yang Membuka Akses Aset Dunia Nyata Secara Global
Tokenisasi aset dunia nyata ke dalam bentuk token kripto, membuat institusi semakin tertarik pada industri kripto karena tokenisasi aset menghadirkan efisiensi, aksesibilitas, dan peluang investasi yang lebih luas.
Teknologi ini memungkinkan aset tradisional, seperti obligasi dan real estate, dikonversi menjadi token digital yang lebih mudah diperdagangkan serta meningkatkan likuiditas pasar.
Salah satu contoh nyata adalah BlackRock, yang telah meluncurkan BUIDL, sebuah dana tokenisasi berbasis blockchain Ethereum yang memberikan eksposur terhadap instrumen keuangan tradisional, termasuk obligasi pemerintah AS.
Dengan tokenisasi, institusi dapat menjangkau lebih banyak investor dengan konsep fractional ownership, yang memungkinkan investor memiliki sebagian kecil dari aset mahal tanpa harus membeli keseluruhan properti atau obligasi, sehingga memperluas kesempatan investasi bagi berbagai kalangan.
Mengingatkan Kembali Pada Era Dot Com
Institusi yang masuk ke industri kripto, melihat industri kripto sebagai bagian dari transformasi digital yang besar, mirip dengan bagaimana perusahaan teknologi merespons era dot-com di awal 2000-an. Saat itu, perusahaan yang menjadi early adopters internet yang berhasil melalui fase bubble do com, seperti Amazon dan Google, berhasil membangun fondasi yang kuat dan mendominasi pasar ketika teknologi tersebut mencapai kematangan.
Hal serupa terjadi di dunia kripto saat ini. Institusi besar tidak sekadar berinvestasi dalam aset digital, tetapi juga membangun ekosistem mereka sendiri, seperti blockchain, token kripto, atau stablecoin.
Seiring dengan semakin berkembangnya regulasi dan infrastruktur, institusi yang lebih awal terlibat dalam industri ini berpotensi besar mendapatkan posisi yang lebih menguntungkan ketika pasar kripto mencapai kematangan penuh. Sama seperti era dot-com yang melahirkan raksasa teknologi, industri kripto saat ini digadang-gadang akan melahirkan raksasa teknologi dan keuangan digital di masa depan.
Kesempatan yang Datang Dua Kali
Pada saat kejatuhan dot com di tahun 2000, saham MicroStrategy mengalami penurunan 62% dalam satu hari. Namun alih-alih menyerah Michael Saylor, salah satu pendiri MicroStrategy, mengubah strateginya dan melakukan investasi besar-besaran dalam Bitcoin mulai dari Agustus 2020, yang didasarkan pada keyakinannya terhadap Bitcoin sebagai store of value dan potensi jangka panjang aset terdesentralisasi.
Saylor melihat kesamaan antara revolusi internet dan Bitcoin, menyadari bahwa early adopters dari teknologi transformatif sering kali mendapatkan keuntungan besar. Ia menganggap Bitcoin sebagai sebagai teknologi revolusioner yang akan mengubah sistem keuangan global, mirip seperti bagaimana internet mengubah dunia komunikasi dan perdagangan.
Jadi, jika kamu sempat berpikir, “Seandainya bisa kembali ke masa awal internet dan menjadi early investors,” mungkin sekaranglah momen itu.
Memulai langkah pertama membangun eksposur institusional ke industri kripto bersama Prestige, sebuah layanan eksklusif dari Tokocrypto yang dirancang khusus untuk kebutuhan trading dan investasi aset digital institusional.
Dengan Prestige, kamu akan mendapatkan pengalaman investasi prioritas, biaya trading lebih rendah, dan keamanan berstandar institusi. Segera hubungi tim Tokocrypto melalui Customer Service atau kirim pesan langsung (DM) ke akun Sosial Media resmiTokocrypto untuk mendapatkan undangan dan informasi lebih lanjut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Harga memecoin bertema keagamaan melonjak drastis setelah Robert Francis Prevost, pendeta kelahiran Amerika Serikat, secara mengejutkan terpilih sebagai Paus Leo XIV — pemimpin baru Gereja Katolik yang ke-267, menggantikan mendiang Paus Fransiskus.
Apa yang Terjadi?
Token POPE267, memecoin yang diluncurkan di jaringan Ethereum dan merujuk pada urutan kepemimpinan Leo XIV sebagai paus ke-267, mencatat lonjakan spektakuler sebesar 1.080% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya menembus angka $60 juta, dengan volume transaksi harian mencapai lebih dari $14 juta, menurut data dari CoinMarketCap.
Sementara itu, token lain yang dinamai POPE69, merujuk pada usia Paus baru tersebut, juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 180%, dengan valuasi pasar mendekati $741.630.
Namun, penting dicatat bahwa kedua token ini memiliki likuiditas yang sangat rendah dan hanya tersedia di bursa terdesentralisasi (DEX) berbasis Solana. CoinMarketCap telah mengeluarkan peringatan bahwa token-token ini belum divalidasi secara resmi dan mendesak para investor untuk melakukan riset mandiri (DYOR) sebelum terlibat.
Kenapa Ini Bisa Terjadi?
Lonjakan harga token ini mencerminkan fenomena yang kian umum di dunia kripto: meme-driven market. Di mana peristiwa besar atau tokoh terkenal memicu antusiasme komunitas kripto untuk menciptakan dan memperdagangkan token bertema.
Robert Francis Prevost, yang kini bergelar Paus Leo XIV, menjadi pusat perhatian karena merupakan Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat — sebuah kejadian yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dalam struktur tradisional Gereja Katolik. Dalam pidatonya di balkon Basilika Santo Petrus, Paus baru ini menyerukan semangat persatuan dan “membangun jembatan”, sebagai penghormatan terhadap warisan Paus Fransiskus.
Risiko di Balik Tren Ini
Kenaikan mendadak dalam nilai memecoin seperti POPE267 dan POPE69 mencerminkan daya tarik pasar kripto terhadap sentimen sosial dan budaya. Namun, Benzinga menekankan bahwa investasi dalam koin meme yang tidak tervalidasi sangat spekulatif. Token-token semacam ini umumnya tidak memiliki nilai fundamental, sangat dipengaruhi oleh tren media sosial, dan rentan terhadap fluktuasi ekstrem.
Lonjakan memecoin bertema Paus Leo XIV menunjukkan bagaimana peristiwa dunia nyata dapat memicu respons pasar yang cepat di sektor kripto. Meski menarik, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan tidak terbawa euforia tanpa pemahaman risiko yang memadai.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.5 Memecoin Terbaik Potensi Untung 10x Lipat di Kuartal Kedua 2025
Mantan CEO BitMEX dan tokoh kripto ternama, Arthur Hayes, menyatakan keyakinannya bahwa Bitcoin siap mencetak rekor harga baru tahun ini. Dalam wawancara di ajang Token2049 di Dubai pekan lalu, Hayes memperkirakan BTC bisa melesat hingga $150.000 sebelum altcoin turut mengekor dalam reli pasar.
Menurut Hayes, kondisi saat ini sangat mendukung kenaikan aset berisiko seperti Bitcoin, terutama karena kebijakan moneter Amerika Serikat. Ia menilai Federal Reserve tak akan punya banyak pilihan selain terus mencetak uang sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi.
“Saya rasa situasinya sangat mirip dengan periode kuartal ketiga 2022 sampai awal 2025,” ujarnya kepada kanal YouTube Crypto Banter. “Ada ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan di pasar. Dan seperti biasa, otoritas moneter di AS akan kembali mencetak uang untuk menghadapinya.”
Bitcoin Sebagai Pelindung Nilai
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Decrypt, bagi banyak pendukung Bitcoin, kondisi seperti ini justru menjadi peluang. Mereka melihat BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelonggaran moneter yang agresif. Tren historis menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung menguat saat suku bunga diturunkan dan likuiditas pasar ditingkatkan.
Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran $96.230, naik sekitar 1,5% dalam 24 jam terakhir berdasarkan data dari CoinGecko. Kenaikan ini terjadi setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini.
Dorong Pasar Kripto
Masuknya dana investasi baru juga terus mendorong pasar kripto sejak ETF Bitcoin pertama disetujui awal tahun lalu. Instrumen ini memungkinkan masyarakat umum membeli eksposur terhadap BTC melalui pasar saham tradisional.
Hayes, yang menerima pengampunan dari Presiden Donald Trump pada Maret lalu, juga menyebut bahwa Ethereum dan Solana berpotensi mengikuti jejak Bitcoin dalam tren penguatan akhir tahun ini.
Namun, ia juga mengakui bahwa prediksi jangka pendeknya tidak selalu tepat. Tahun lalu, Hayes secara jujur menyebut kemampuan peramalannya “cukup buruk”—jadi, meski optimisme tinggi, tetap ada ruang untuk kehati-hatian.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ethereum baru saja menyelesaikan upgrade besar bernama Pectra pada 7 Mei, yang membawa sejumlah peningkatan penting ke dalam jaringan. Namun, harga ETH sejauh ini belum menunjukkan respons positif yang signifikan, memunculkan pertanyaan di kalangan analis dan investor: apakah ETH masih berpeluang naik kembali ke level $2.200?
Harga ETH Masih Tertekan, Minim Respons dari Pasar
Meski pembaruan berhasil diluncurkan, harga ETH tetap berada di sekitar Rp 1.933.000 dan belum menunjukkan lonjakan berarti. Bahkan, data dari Laevitas.ch menunjukkan premi tahunan berjangka 30 hari untuk Ether tetap di level 3%, di bawah ambang netral 5%. Ini mengindikasikan kurangnya minat dari investor yang menggunakan leverage, bahkan setelah upgrade Pectra.
Menurut Cointelegraph, ketidakantusiasan pasar ini bisa dipengaruhi oleh sentimen ekonomi global, seperti kekhawatiran resesi dan ketegangan perdagangan internasional. Namun, lemahnya performa ETH bukan hal baru—selama kuartal pertama 2025, ETH tercatat berkinerja 28% lebih buruk dibanding total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.
Ethereum Tertinggal dari Kompetitor
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sementara Ethereum terus berinovasi, blockchain pesaing seperti Solana, Tron, dan BNB Chain justru mencatat pertumbuhan signifikan. Misalnya, Solana mencatat 82,2 juta pengguna aktif bulanan, jauh di atas Base (solusi layer-2 Ethereum) yang hanya 10,3 juta. Padahal, biaya transaksi Ethereum sudah turun di bawah $1 sejak Februari.
Selain itu, Solana unggul di sektor DEX (decentralized exchange) dan peluncuran token, sementara Tron mendominasi pasar stablecoin. Dalam hal pendapatan jaringan, data dari DefiLlama menunjukkan Ethereum hanya meraup $19 juta dalam 30 hari terakhir—di bawah Tron ($51,8 juta) dan Solana ($39,4 juta).
Skalabilitas Jadi Kunci Masa Depan Ethereum
Menurut Noam Hurwitz, Head of Engineering di Alchemy, keberhasilan Ethereum ke depan sangat bergantung pada peningkatan skalabilitas, terutama melalui teknologi rollup dan pengalaman pengguna yang lebih mulus. Meski Pectra membawa penurunan biaya blob, upgrade ini belum menyelesaikan tantangan utama seperti interoperabilitas antar DApp dan jembatan antar layer-2.
Untuk mendorong harga ETH naik 22% dari level saat ini di $1.810, dibutuhkan keyakinan pasar bahwa pembaruan teknis benar-benar memberi dampak nyata. Insentif staking yang lebih baik serta peningkatan utilitas dalam ekosistem DApp akan menjadi kunci utama dalam mendorong adopsi yang lebih luas dan, pada akhirnya, permintaan terhadap ETH.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Setelah melewati masa stagnasi sepanjang 2023, jaringan blockchain BNB Chain yang berafiliasi dengan Binance menunjukkan kebangkitan signifikan. Pemulihan ini ditopang oleh meningkatnya minat institusi terhadap keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan meningkatnya adopsi produk-produk keuangan berbasis kripto.
Menurut Cointelegraph, sepanjang 2024, BNB Chain menikmati arus masuk dana miliaran dolar ke dalam ekosistemnya — mulai dari platform DeFi, exchange-traded funds (ETF) di AS, hingga lonjakan volume perdagangan di Binance, bursa terpusat yang mendukung jaringan ini.
Token asli jaringan, BNB, mencatat performa impresif dengan menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa pada kuartal pertama 2025, meski pasar kripto secara umum mengalami tren melemah. Menurut Joao Wedson, CEO Alphractal, kekuatan BNB tak hanya datang dari harga, tetapi juga dari fundamental jaringan dan luasnya ekosistem yang dibangun Binance.
Standard Chartered memperkirakan harga BNB akan terus naik hingga mencapai $2.775 pada akhir 2028. Per 7 Mei, BNB diperdagangkan di kisaran $600 dengan kapitalisasi pasar mendekati $85 miliar, berdasarkan data CoinMarketCap.
Di sisi lain, manajer aset VanEck baru saja mengajukan ETF BNB pertama di AS pada 5 Mei.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Data DeFiLlama menunjukkan total value locked (TVL) di BNB Chain meningkat dari $3,5 miliar pada awal 2024 menjadi lebih dari $6 miliar per Mei. Meski belum kembali ke puncaknya di tahun 2022 sebesar $20 miliar, ini tetap menunjukkan pemulihan yang signifikan. Saat ini, BNB Chain menjadi jaringan Layer-1 dengan TVL terbesar keempat secara global.
Standard Chartered mencatat bahwa sebagian besar aktivitas di BNB Chain masih terkonsentrasi pada decentralized exchange (DEX), protokol pinjaman, dan staking likuid. Meski ini membuat ekosistemnya terlihat lebih konservatif dibanding pesaingnya, hal tersebut juga memberi stabilitas.
PancakeSwap menjadi DEX terbesar di jaringan ini dengan TVL sekitar $1,5 miliar.
Dukungan Institusional
Dukungan institusional terhadap BNB Chain turut diperkuat oleh hubungan eratnya dengan Binance. Pada 2024, Binance mencatat rekor volume perdagangan tahunan sebesar $76 triliun dan menguasai sekitar 40% volume spot global.
Menariknya, stablecoin USD1 yang didukung oleh mantan Presiden AS Donald Trump sebagian besar diterbitkan di BNB Chain. Data BscScan menunjukkan bahwa lebih dari $2 miliar USD1 — atau 99% dari total pasokannya — beredar di jaringan ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Masuknya dana ke Shiba Inu dari investor besar melonjak tajam pada 7 Mei, mencatatkan kenaikan 2.952% menjadi 6,42 triliun SHIB. Peningkatan ini terjadi seiring lonjakan harga SHIB sebesar 11%, lonjakan minat terbuka sebesar 20,72%, dan tingkat pembakaran token yang naik 4.834%.
Menurut data IntoTheBlock, aliran masuk bersih dari dompet besar juga mencatat lonjakan signifikan, menandakan akumulasi oleh investor institusi. Ini terjadi setelah periode sepi di awal Mei, yang sering dianggap sebagai momen akumulasi setelah koreksi harga.
Potensi Pergerakan Harga SHIB
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Jumat, 9 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Harga SHIB naik dari $0,00001274 ke $0,00001408, menembus garis SMA 50 harian. Jika mampu menembus resistance di $0,000015 dan bertahan di atas SMA 50, reli lanjutan bisa terjadi. SMA 200 di $0,00001265 menjadi support penting.
Di pasar derivatif, minat terbuka naik menjadi $182,67 juta dengan volume perdagangan meningkat 81,79%. Jumlah pedagang jangka pendek juga naik 6,66%, mencerminkan minat baru dan potensi lonjakan harga jika momentum berlanjut.
Dari sisi tokenomics, lebih dari 15,8 juta SHIB dibakar dalam 24 jam, dipimpin satu transaksi sebesar 15,29 juta token. Shibarium terus mendorong pembakaran dengan memanfaatkan biaya gas.
Menurut laporan Coingape, Lucie, pemimpin pemasaran Shiba Inu, menyatakan prediksi pribadi tentang potensi lonjakan 1.000% dalam tiga hari. Meski terkesan spekulatif, komunitas menyambutnya dengan antusias, mencerminkan sentimen pasar yang semakin positif.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pepe (PEPE), salah satu koin meme paling menonjol saat ini, mencatatkan lonjakan harga sebesar 29% dalam 24 jam terakhir seiring dengan sentimen positif yang melanda pasar kripto secara keseluruhan.
Dilaporkan Cryptotodnes, token ini berhasil menembus level resistensi jangka panjang di $0,00000900 dan kini diperdagangkan pada kisaran $0,000001062. Volume perdagangannya pun melonjak hingga 168%, mencapai hampir $1,5 miliar. Angka tersebut mencerminkan sekitar sepertiga dari total kapitalisasi pasar PEPE, menandakan meningkatnya minat dari investor besar.
Dalam waktu singkat, kapitalisasi pasar PEPE meningkat lebih dari $600 juta—dipicu oleh aksi beli signifikan dari investor institusional. Menurut unggahan dari Lookonchain di platform X, seorang whale membeli 500 miliar token PEPE senilai sekitar $4,36 juta. Dengan transaksi ini, kepemilikan wallet tersebut naik 33% menjadi 2 triliun token PEPE.
Aksi Akumulasi Whale
Aksi akumulasi seperti ini sering kali menjadi indikator bahwa pelaku pasar besar—atau ‘uang pintar’—meyakini potensi kenaikan harga PEPE masih jauh dari selesai.
Tak hanya PEPE, koin meme berbasis Solana seperti Pudgy Penguins (PENGU) dan Popcat (POPCAT) juga menunjukkan performa impresif, masing-masing meningkat lebih dari tiga kali lipat selama sebulan terakhir. Ini menunjukkan pemulihan menyeluruh di sektor koin meme, yang sebelumnya lesu pada bulan Desember.
PEPE Tembus EMA 200 Hari – Apakah Tren Bullish Telah Dimulai?
Lonjakan harga terbaru membawa PEPE menembus rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200 hari—sebuah indikator penting dalam mengidentifikasi tren jangka panjang. Ketika harga berada di atas EMA ini, itu mengisyaratkan bahwa pasar memasuki fase tren naik.
Selain itu, PEPE juga berhasil melewati level resistensi krusial di $0,00000900. Jika dalam waktu dekat terjadi ‘golden cross’—yakni persilangan naik antara EMA 21 hari dan EMA 200 hari—maka bisa menjadi sinyal kuat konfirmasi tren bullish. Terakhir kali pola ini muncul, harga PEPE melonjak lebih dari dua kali lipat.
Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Jumat, 9 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Indikator momentum juga menunjukkan perbaikan. Relative Strength Index (RSI) kini bergerak di atas garis sinyal, dan histogram MACD mencetak nilai positif untuk pertama kalinya dalam enam hari terakhir.
Untuk mengukuhkan tren naik ini, PEPE perlu mencetak penembusan bersih di atas EMA 200 hari dalam waktu dekat.
MIND of Pepe (MIND): Gabungan AI dan Viralitas Meme
Peningkatan minat terhadap PEPE juga membawa efek positif pada proyek-proyek terinspirasi darinya, termasuk MIND of Pepe (MIND), sebuah token prapenjualan yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan kekuatan viral dari meme Pepe the Frog.
Diluncurkan pada Januari lalu, proyek ini telah mengumpulkan dana sebesar $8,9 juta. MIND bertujuan untuk menciptakan agen AI canggih yang dapat menyaring wawasan dari interaksi online dan membagikannya kepada pemegang token $MIND—memberikan keunggulan dalam mengidentifikasi peluang di pasar kripto.
Meskipun beberapa proyek AI seperti AIXBT dan CGPT juga menarik perhatian, MIND of Pepe memiliki keunikan tersendiri dalam menggabungkan AI dan meme yang populer.
Untuk berpartisipasi dalam prapenjualan, pengguna cukup mengunjungi situs web resmi MIND of Pepe dan menghubungkan dompet mereka. Pembelian dapat dilakukan dengan USDT, ETH, maupun kartu bank.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
SOL Strategies Inc. resmi mengumumkan rencananya untuk mengeksplorasi tokenisasi saham melalui kemitraan non-binding dengan perusahaan teknologi keuangan Superstate. Langkah ini berpotensi menjadikan SOL Strategies sebagai perusahaan publik pertama yang mencoba pendekatan tersebut di jaringan Solana.
Berkantor pusat di Toronto, SOL Strategies Inc. (CSE: HODL) (OTCQB: CYFRF), menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Superstate pada 25 April 2025. Kolaborasi ini bertujuan mengevaluasi platform “Opening Bell” milik Superstate—sebuah sistem yang dirancang untuk mendukung penerbitan dan perdagangan ekuitas publik berbasis blockchain dengan penyelesaian instan serta kompatibilitas dengan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Kerja Sama Non-Binding untuk Uji Coba Tokenisasi Berbasis Blockchain
Menurut Bitcoin.com, melalui kesepakatan ini, Superstate akan mengambil peran sebagai agen transfer junior yang menyediakan infrastruktur tokenisasi untuk saham biasa SOL Strategies. CEO SOL Strategies, Leah Wald, menyebut proyek ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong inovasi di sektor pasar modal.
“Kami meyakini bahwa saham dalam bentuk token yang tercatat di bursa adalah evolusi logis pasar modal, dan jaringan Solana dengan performa tinggi menjadi fondasi ideal untuk masa depan ini,” ujar Wald. Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini berpotensi memperluas akses investor secara global.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 9 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Belum Ada Saham yang Ditokenisasi, Proyek Masih dalam Tahap Awal
Saat ini, belum ada saham yang ditokenisasi, dan tidak ada rencana jangka pendek untuk mengonversi saham eksisting atau menerbitkan token derivatif.
Eksplorasi ini sangat bergantung pada perkembangan regulasi, dan hingga kini, SOL Strategies belum melakukan koordinasi dengan otoritas sekuritas maupun Bursa Efek Kanada (CSE). Perusahaan menegaskan bahwa inisiatif ini tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun status pencatatan mereka yang ada saat ini.
SOL Strategies, yang sebelumnya dikenal sebagai Cypherpunk Holdings Inc., kini fokus membangun infrastruktur kelas institusi untuk ekosistem Solana. Di sisi lain, Superstate merupakan perusahaan yang berfokus pada modernisasi pasar modal melalui integrasi teknologi blockchain.
Tidak ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk proyek ini. Kedua pihak menyatakan bahwa langkah ini masih dalam tahap penjajakan dan belum tentu akan dilanjutkan ke tahap implementasi. SOL Strategies berkomitmen untuk memberikan pembaruan kepada para pemangku kepentingan seiring berjalannya proses evaluasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin kembali menembus level $100.000, dan gelombang kenaikan ini ikut menyeret berbagai koin meme ke atas—dengan Dogecoin menjadi yang paling menonjol. Di tengah reli pasar, koin-koin seperti Fartcoin, Pepe, dan token bertema Presiden Trump di jaringan Solana turut mencatatkan lonjakan signifikan.
Dogecoin (DOGE), koin meme dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami kenaikan 14% dalam 24 jam terakhir—dua kali lipat dari persentase kenaikan harian Bitcoin yang kini berada di atas $103.000.
Dilaporkan Decrypt, DOGE saat ini diperdagangkan di angka $0,195, naik 36% dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data dari pasar prediksi Myriad, peluang DOGE diperdagangkan di atas $0,19 dalam dua hari ke depan diperkirakan mencapai 55%.
Token Lain Ikut Melonjak
Tak hanya Dogecoin, beberapa koin meme lain juga menunjukkan performa impresif. Token TRUMP di jaringan Solana—yang terkait dengan sosok mantan Presiden AS—naik hampir 16% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $12,62. Kenaikan ini dipicu oleh pengumuman bahwa pemegang token utama akan mendapatkan akses eksklusif ke acara makan malam bersama sang Presiden. Meski begitu, harga token ini masih 83% di bawah puncaknya di bulan Januari.
Sementara itu, Fartcoin (FARTCOIN)—juga berbasis Solana dan bertema humor perut kembung—mencatatkan lonjakan 24%, menempati posisi kelima dalam daftar kenaikan harian terbesar di antara 100 aset kripto teratas menurut CoinGecko. Harganya kini berada di angka $1,23.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 9 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pepe (PEPE), token meme berbasis Ethereum, juga ikut bersinar dengan kenaikan sebesar 41,5% dalam satu hari, mencapai harga $0,000011.
Memecoin Primadona
Secara keseluruhan, kategori koin meme mengalami lonjakan besar, dengan kapitalisasi pasar kolektifnya menembus angka $65 miliar—naik 16,5% dalam sehari. Salah satu sorotan lainnya adalah Moo Deng (MOODENG), token Solana yang terinspirasi dari kuda nil kerdil asal Thailand. Setelah mendapatkan listing di sejumlah bursa terpusat, token ini melonjak 125% menjadi $0,089, meski masih jauh dari harga tertinggi sepanjang masa di $0,68 pada November lalu.
Kenaikan ini mencerminkan tren yang berkembang sejak kemunculan platform seperti Pump.fun, yang memungkinkan siapa saja meluncurkan token mereka sendiri dengan mudah dan biaya rendah. Kini, platform seperti Boop.fun membawa pengalaman ini ke level berikutnya dengan memberi insentif berupa airdrop kepada pengguna yang aktif menciptakan dan mempromosikan token baru.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.