Author: 37

  • Menghadirkan Cartesi – Membangun DApps yang Terukur Pada Sistem Operasi Linux

    Tokocrypto baru saja resmi menghadirkan Cartesi Token (CTSI) pada platformnya, yang dapat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC) maupun USD Teether (USDT)

    Sebagai sistem operasi untuk DApps, Cartesi menjembatani perangkat lunak open-source Linux dengan teknologi Blockchain. Cartesi memenuhi visinya untuk membuat DApps portabel dan secara signifikan lebih kuat serta lebih mudah untuk dikembangkan. Dengan melengkapi kebutuhan para developer, Cartesi mengantarkan era baru untuk adopsi dan integrasi DApps secara luas. 

    Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) Oleh TK Harmanda

    Apa yang Membuat Cartesi Unik?

    Keterbatasan pengembangan pada platform blockchain dapat menggagalkan developer dan pengguna, menghalangi adopsi arus utama dan aksesibilitas dari blockchain. Cartesi memungkinkan para developer untuk membangun dengan perangkat lunak yang sudah familiar bagi mereka dan mengoperasikannya dalam lingkungan Linux. 

    Beberapa keunikan lainnya, yaitu:

    • Skalabilitas: perhitungan intensif pada sebagian besar data dilakukan secara off-chain dengan jaminan keamanan yang sama yang ditawarkan oleh blockchain;
    • Dapat diprogram: Logika DApp beroperasi di Linux, dengan ribuan pilihan komponen perangkat lunak terbuka yang dapat di pasang-pasangkan;
    • Mudah diadopsi: Pengembang/ developer dapat bekerja di lingkungan yang familiar tanpa batasan buatan dan dengan akses ke seluruh perangkat favorit mereka;
    • Desentralisasi: Konsensus dicapai dengan aman tanpa harus menggunakan protokol reputasi, lingkungan eksekusi terpercaya dan server berpusat di cloud;
    • Kerahasiaan: Status DApp dapat dirahasiakan antar peserta aplikasi. 

    Pada akhir Juni 2020, Cartesi mengumumkan peluncuran Portal Dokumentasi Pengembangan Perangkat Lunak Descartes atau Descartes SDK Documentation Portal, infrastruktur paling sederhana yang dapat digunakan DApps untuk menjalankan perhitungan yang tidak mungkin atau terlalu mahal untuk dijalankan secara on-chain. Dengan pengembangan perangkat lunak, DApps menjalankan komputasi secara off-chain, pada lingkungan Linux yang lengkap tanpa mengurangi desentralisasi. 

     

    Apa Artinya?

    • User dapat mempelajari bagaimana mengembangkan DApp dan membuat user experience yang melampaui kondisi sebagian besar aplikasi blockchain saat ini. 
    • Menggunakan pustaka ‘Zero-Knowledge’ (ZK) yang dikompilasi untuk Linux guna meningkatkan kriptografi off-chain untuk privasi.
    • Memberikan smart access ke sistem file: baca, buka, modifikasi, proses, kompres dan dekompres file, dan lain lain. Semua terdesentralisasi diantara peserta DApp sembari tetap mempertahankan jaminan keamanan Ethereum
    • Memindahkan perhitungan kompleks off-chain dan menghemat biaya GAS.
    • Memproses sejumlah besar data yang disediakan oleh sumber data yang terpercaya dan memiliki reputasi, dengan cara yang sepenuhnya terdesentralisasi diantara para peserta DApp. 
    • Memberikan smart contract kemampuan untuk memverifikasi jika masalah komputasi yang rumit telah dipecahkan dengan tepat. User dapat mengevaluasi jaringan saraf, solusi untuk masalah NP-Complete dan sebagainya. 

    Tentang Cartesi

    Cartesi didirikan pada tahun 2018 oleh Erick de Moura, Augusto Teixeira, Diego Nehab dan Colin Steil yang saat ini sedang membangun sistem operasi DApps. Cartesi memungkinkan aplikasi terdesentralisasi untuk berjalan dalam lingkungan Linux. Proses yang complex dapat dijalankan off-chain, bebas dari batas komputasi blockchain dan biaya yang sesuai tanpa mengurangi desentralisasi. Cartesi telah menerima pendanaan dari investor terkemuka seperti SNZ, SOSV, Artesian Capital dan baru-baru ini menyelesaikan acara public-sale dengan Binance. Visi dari tim ini adalah untuk membuat pengembangan DApps yang mudah, terukur dan hemat biaya dengan menggabungkan alat yang sudah digunakan oleh para developer

    Cartesi Ecosystem Links: 

    Telegram – Indonesia       Website      Twitter      Telegram      Discord      GitHub

     

     





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penjualan Ripple (XRP) Turun Tajam

    Jelajahcoin.com – Perusahaan fintech yang berafiliasi dengan XRP, Ripple, sekali lagi mengurangi penjualan dari kepemilikan besar-besaran token XRP mereka. Kali ini mencapai penjualan kuartalan terendah yang pernah ada.

    Menurut laporan baru mereka, kuartal pertama tahun ini melihat penjualan XRP oleh Ripple sebesar $1,75 juta. Angka baru datang setelah perusahaan melaporkan token penjualan sebesar $13 juta pada kuartal keempat 2019. Yang merupakan pengurangan 80% dari kuartal sebelumnya.

    Pada Q1 2020, “Ripple melanjutkan jeda penjualan terprogram, dengan hanya berfokus pada penjualan over-the-counter (OTC) untuk membangun utilitas XRP dan likuiditas di wilayah strategis termasuk [Eropa, Timur Tengah dan Afrika] dan Asia,” kata perusahaan.

    Baca Juga: XRP Mendekati Posisi Level Terendah Selama 3 Tahun

    Tidak jelas apakah penjualan OTC ini termasuk token XRP yang didiskontokan yang telah diakui perusahaan kepada beberapa klien institusi.

    Seperti yang diberitakan, Ripple telah bekerja untuk mengurangi penjualan XRP mereka selama beberapa kuartal terakhir. Namun, mengingat pengakuan sebelumnya dari CEO Ripple Brad Garlinghouse bahwa perusahaannya “tidak akan menguntungkan” tanpa menjual XRP.

    Baca Juga: Menakar Dominasi Bitcoin dan Menebak Tibanya Altseason

    Mungkin ada batasan berapa banyak Ripple, yang memperoleh pendanaan USD 200 juta pada Desember lalu, mampu mengurangi penjualannya . Juga dalam laporan triwulanan, Ripple mengatakan bahwa penggunaan dunia nyata meningkat untuk layanan Likuiditas Berdasarkan Permintaan (ODL) yang menggunakan XRP untuk memfasilitasi transaksi lintas batas.

    Menurut perusahaan, nilai dolar AS yang dirahasiakan bertransaksi dengan cara ini meningkat lebih dari 294% pada kuartal pertama dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sebagian berkat kemitraan baru dengan perusahaan pengiriman uang yang berbasis di Inggris Azimo.

    Hari ini, XRP diperdagangkan sebagian besar sejalan dengan pasar crypto yang lebih luas. Naik 2% selama 24 jam terakhir ke harga USD 0,223 pada waktu pers. Ini dibandingkan dengan keuntungan 1% untuk bitcoin (BTC) dan 2% untuk ethereum (ETH) selama periode waktu yang sama.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    Munculnya ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) di industri crypto mengakibatkan jaringan Ethereum (ETH), jaringan dasar DeFi, memproses lebih dari dua kali volume transaksi harian Bitcoin (BTC).

    Baca Juga: Kapitalisasi Pasar USDC Tumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Tether

    Menurut data dari platform aggregator pasar crypto Messari, transaksi rata-rata harian selama 30 hari terakhir pada jaringan Ethereum berada di kisaran $7 miliar. Jika tren ini terus berlanjut, Messari memprediksi Ethereum akan menjadi blockchain publik pertama yang memecahkan rekor transaksi sebesar $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    Ryan Watkins, salah satu petinggi di Messari, mengatakan lonjakan besar volume transaksi Ethereum berkaitan juga dengan peningkatan volume stablecoin ERC-20. Ditambah juga transaksi Tether (USDT) yang sekarang ada di jaringan Ethereum.

    Watkins juga menambahkan booming-nya platform likuiditas on-chain dari Decentralized Exchange (DEX) seperti Uniswap dan Curve menghasilkan lebih dari $20 miliar volume gabungan hanya pada bulan September.

    Baca Juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    Jika angka tersebut terus bertambah, bukan tidak mungkin Ethereum akan mencatatkan rekor baru dengan transaksi lebih dari $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pakar: Bitcoin Siap Menutup Bulan Dengan $14.000

    Saat ini Bitcoin diperdagangkan dengan harga $ 13.000, naik 7,3% sejak harga $ 12.000 pada 21 Oktober. Aset digital ini membentuk tren naik, sehingga beberapa analis menyatakan jika cryptocurrency terbaik ini bisa mencapai ATH lagi dalam waktu dekat.

    “Bitcoin – JIKA kenaikan saat ini bertahan hingga akhir Oktober – bersiap untuk penutupan bulanan tertinggi kedua yang pernah ada $ BTC. Institusi semakin terlibat dalam kepemilikan Bitcoin. Lembaga menandai nilai aset mereka setiap bulan,” tweet Peter Brandt.

    Brandt merupakan seorang trader Bitcoin yang terkenal mempercayai Bitcoin siap menutup bulan Oktober dengan nilai tertinggi kedua kalinya. Dia menyebutkan, minat institusi seperti Grayscale dan Stone Ridge terhadap Bitcoin.

    Baca Juga: Inilah Keuntungan Investasi Bitcoin daripada Uang Fiat

    Ada satu metrik yang sering terlewatkan yaitu jumalh alamat BTC yang memiliki 0,01 koin. Meski biasanya angka tersebut menurun, tapi ada periode di mana angkanya naik seperti di sekitar tahun 2018. Menurut Glassnode, itulah yang dapat mencapai ATH terbaru.

    Sama halnya dengan investor yang memegang antara 1-10 BTC. Pada tanggal 14 September, jumlahnya sekitar 671.350 dan kemudian turun menjadi 653.000 pada 18 September. Tapi belakangan telihat mulai pulih hingga berjumlah 664.870.

    Grafik mingguan benar-benar menunjukkan bullish setelah Bitcoin akhirnya menginjak titik tinggi selama enam bulan terakhir. level resistensinya berikutnya menjadi $ 13.764, yang pernah tercatat sebagai nilai tertinggi di 24 Juni.

    Crypto Michael percaya bahwa Bitcoin akan berada di sekitar $13.500-$14.000 untuk harga tertinggi tahun ini.

    Josh Rager, seorang analis crypto, juga menunjukkan grafik yang menunjukkan harga BTC kemungkinan besar akan melewati harga 2 tahun terakhir, bukan ATH.

    Perlu dicatat bahwa harga tertinggi dalam 2 tahun terakhir berada di $14.000-an.

    Menurut tim Cryptoharian, harga Bitcoin sangat mungkin melewati $13.650 atau Rp 200 juta, jika tidak ada isu yang membuat crypto turun. Dengan momentum seperti ini, harga bahkan bisa mencapai $14.000 sebelum retracement terjadi.

    Baca Juga: Penguatan Bitcoin Dorong Para Trader ke Perdagangan Berjangka untuk Meraih Uang Besar

    Jika retracement terjadi, harga mungkin akan turun ke $11.500-$12.000 untuk jangka pendek.

    Bulls tidak hanya melihat Bitcoin memecahkan $ 13.764 saja, tetapi juga menutup nilai di atasnya bulan ini atau bulan berikutnya agar tidak terjadi pullback. Melihat tren bullish saat ini, apakah membuat Anda yakin bahwa Bitcoin akan bisa menembus $ 20.000 pada akhir tahun 2020?

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AMD Gabung Blockchain Game Alliance Untuk Apa?

    Perusahaan manufaktur chipset asal Amerika Serikat, Advanced Micro Devices (AMD), telah bergabung dengan Blockchain Game Alliance (BGA) dan menjalin dua kemitraan baru untuk membantu pemanfaatan teknologi pada industri game.Berdasarkan siaran pers pada 12 Desember 2019, mengungkapkan bahwa perusahaan raksasa manufaktur chipset ini bermitra dengan penyedia layanan teknologi blockchain Robot Cache dan ULTRA – keduanya bekerja sama untuk mengembangkan dan mengoperasikan marketplace blockchain untuk online gaming. Marketplace baru ini dibangun dengan tujuan untuk mengamankan opsi pembelian dan juga sebagai saluran distribusi bagi penerbit game dan pengguna.

    Blockchain Game Alliance (BGA) adalah sebuah organisasi yang telah berkomitmen terhadap penggunaan teknologi blockchain pada gamingmelalui kegiatan promosi standar penciptaan bersama, memfasilitasi dan memperluas jaringan, berbagi pengetahuan dan mendorong perusahaan untuk mengimplemtasikan blockchain dengan cara terbaik.

    AMD dilaporkan menjadi perusahaan perangkat keras besar pertama yang bergabung dengan Blockchain Game Alliance (BGA), terhitung sejak Enjin dan pengembang blockchain game berpengalaman EverdreamSoft sebagai anggota.

    Kedua marketplace ini akan mengintegrasikan kartu grafik AMD dan teknologi processor untuk berbagai tujuan, termasuk server back-endmereka dan infrastruktur blockchain. Processor Ryzen AMD dan kartu grafik Radeon dilaporkan sudah didesain untuk memberikan kinerja komputasi kriptografik yang optimal.

    AMD mengklaim bahwa teknologi CPU dan GPU-nya memberikan mesin yang kuat untuk komputasi-intensif blockchain dan menanggung beban kerja ketika bermain game. Perusahaan manufaktur perangkat keras ini juga akan memberikan perlindungan keamanan untuk membantu melindungi konten digital dari berbagai serangan online.

    Awal tahun ini, AMD melampaui ekspektasi pasar, dengan peningkatan margin kotor yang signifikan dikarenakan produk-produk anyar mereka seperti processor Ryzen dan EPYC dan juga pendapatan dari perangkat pusat data GPU naik lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun.

    Gaming sebagai pintu masuk ke Blockchain

    Di luar inisiatif seperti BGA, pihak-pihak yang terlibat dalam dunia game telah menandatangani sejumlah perjanjian lisensi dengan bisnis blockchain baru di industri game – terutama pengembang Tetris dan Pac Man, Atari, yang telah menandatangani kontrak dengan startup gaming blockchain, Animoca Brands.

    Pada Februari 2018, harga saham Atari meroket lebih dari 60% setelah mengumumkan bahwa mereka akan berinvestasi dalam mata uang kripto.

    Selain itu, penggunaan blockchain pada industri game juga dilakukan oleh Animoca melalui perjanjian lisensi global Maret ini, untuk pengembangan dari salah satu seri game F1, F1 Delta Time yang berbasis blockchain. Di mana pada November ini, melakukan lelang koleksi digital – NFT – tipe token spesial dengan merek mobil F1. Dan dilelang mulai dari harga 30 ETH.

    “NFT dan game merupakan area potensial sebagai daya tarik untuk memperluas jangkauan blockchain di luar aplikasi keuangan,” ungkap Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BTC, ETH dan XRP siap untuk Rally Lebih Yang Tinggi

    Crypto Bitlord, Analis dan influencer crypto terkemuka, mengatakan bahwa Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan XRP tengah bersiap untuk rally yang akan membuat pasar Bulls 2017 malu!

    Kepada 120.000 pengikut Twitternya, Crypto Bitlord mengatakan bahwa ia percaya itu hanya masalah waktu sebelum Bitcoin menembus Resistance psikologis $ 10.000 untuk menuju level tertinggi sepanjang masa (ATH) yang baru. Ia mengatakan:

    “Ini bukan pump seperti 2017lalu. Ini adalah pump galaksi 2020 yang dimungkinkan dengan LEBIH BANYAK orang dan LEBIH BANYAK uang. Setelah Anda memperbesar pump ini bertahun-tahun dari sekarang, Anda akan melihat 2017 hanyalah tes biasa… Itu terjadi … $ 11.000 datang dalam waktu empat minggu mungkin kurang dari dua. Setelah konsolidasi, [Bitcoin] akan memulai pendakian ATH.”

    Juga, Dia juga memiliki pandangan Bullish pada ETH, dan mengharapkan cryptocurrency ciptaan Vitalik Buterin ini untuk menggandakan nilainya pada bulan depan.

    Baca Juga: Analisa: Level Bitcoin Yang Perlu Untuk Diperhatikan 12 Juli 2020

    “[Candle] bulanan berikutnya untuk ETH akan membawa kita mendekati $ 500.”

    Selain itu, ahli strategi crypto juga berpikir bahwa XRP akan mengejutkan para skeptismenya dengan membawa para investornya menuju kejayaan. Ia mengatakan:

    “XRP berada di ujung pump gaya vertikal. Kembalilah ke tweet ini dalam beberapa hari dan tanyakan pada diri sendiri: ‘mengapa saya tidak membeli”

    Sekedar informasi, Crypto Bitlord telah dikenal karena kritiknya yang tajam terhadap perusahaan dibelakang XRP, Ripple. Pada bulan Agustus tahun lalu, ia meluncurkan petisi yang mendesak startup San Francisco untuk berhenti menjual kepemilikan XRP-nya.

    Ia mengatakan kalau dia yakin penjualan Ripple yang membanjiri pasar dapat mencegah harga XRP naik.

    Tetapi tetap saja, tidak semua analis percaya bahwa pasar crypto siap melonjak dalam waktu dekat karena berbagai alasan fundamental.

    Baca Juga: DeFi Berperan Jaga Harga Bitcoin?

    Ahli strategi Crypto, CryptoAmsterdam, mengatakan kepada 15.000 pengikut Twitter-nya bahwa akhir AltSeason yang berumur pendek kemungkinan besar akan terjadi.

    “Saya pikir pesta Altcoin akan segera berakhir … dominasi [Bitcoin] pada Support mingguan. Rentang BTC selama 70+ hari. Volatilitas BTC pada posisi terendah hanya terlihat empat kali sejak 2017. Posisi terendah ini diikuti oleh 50% -250% pergerakan BTC. Q3 telah Bearish secara historis.”

    Pada saat pers, harga Bitcoin, Ethereum dan XRP masih diperdagangkan sideways.

    Apakah ini akan terjadi? Jika dilihat secara historis, Bitcoin dan Ethereum mempunyai kemungkinan yang besar untuk naik.

    Bitcoin mempunyai fundamental yang kuat dan Ethereum akan mengalami update ke Ethereum 2.0, dimana staking ETH akan mendapatkan hadiah.

    Baca Juga: Harga Ethereum Mungkin Naik Besar-Besaran Karena Hal Ini

    Bisa Baca Kembali di sini





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Upgrade ke Tokocrypto 2.0

    Jakarta, 12 Juni 2020 – Tokocrypto, pedagang aset kripto teregulasi pertama dan yang terdepan di Indonesia, akhirnya secara resmi mengumumkan kehadiran platform terbaru mereka, Tokocrypto 2.0 berbasis Binance Cloud.

    Platform yang dikembangkan dengan dukungan dari Binance, salah satu pedagang aset kripto terbesar di dunia ini menawarkan beberapa hal menarik yang dapat memberikan pengalaman baru bagi para nasabah dalam melakukan perdagangan aset kripto. 

    “Setelah diumumkan beberapa waktu lalu, Tokocrypto 2.0 akhirnya resmi hadir dan dapat diakses oleh masyarakat. Melalui platform baru ini, kami akan meng-upgrade pengalaman nasabah kami dengan beragam peningkatan yang lebih baik lagi, termasuk token yang lebih beragam dan fitur yang lebih banyak.”, kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto

    Teguh Kurniawan Harmanda, COO Tokocrypto menambahkan “Melalui Binance Cloud, Tokocrypto juga meningkatkan keamanan platformnya sesuai dengan kebutuhan industri yang juga telah dimiliki oleh Binance. Dengan begitu, nasabah tidak perlu kuatir akan keamanan asetnya saat berinvestasi dengan Tokocrypto”

    Baca Juga: Join dan Upgrade ke Tokocrypto 2.0 Sekarang, Langsung Dapat IDR 75K

    Terdapat beberapa fokus utama dari Tokocrypto 2.0, diantaranya:

    Lebih banyak token baru

    Tokocrypto 2.0 menghadirkan banyak variasi token. Apabila pada platform sebelumnya terdapat 10 token atau koin, kini nasabah dapat bertransaksi dengan menggunakan lebih dari 15 token. Koin-koin yang kini diperdagangkan di antaranya adalah koin utama seperti Bitcoin (BTC),  Ethereum (ETH), dan Ripple (XRP), koin yang sebelumnya tersedia juga dapat ditemukan di Tokocrypto 2.0 seperti Zilliqa (ZIL) dan Origin Protocol (OGN), serta token baru seperti Binance Coin (BNB), Tron (TRX), Doge Coin (DOGE), Dash, dan masih banyak lainnya.

    Selain itu, stablecoin bebasis Rupiah hasil kolaborasi Binance dan Tokocrypto dengan nilai 1:1, BIDR, kini juga sudah dapat ditransaksikan ke aset kripto lainnya, yaitu USDT secara InstaTrade. Fitur ini memungkinkan kalian menukarkan BIDR ke USDT secara cepat dan mudah. Dalam dalam waktu dekat BIDR akan dapat pula diperdagangkan dengan aset kripto yang lebih beragam.

    Lebih banyak fitur

    Tidak hanya token, Tokocrypto juga menghadirkan beragam fitur baru, baik dalam bentuk fungsi perdagangan hingga program insentif menarik bagi para nasabah. Beberapa fitur baru yang dapat ditemukan diantaranya stop limit market, pairing antara kripto, proses Know-Your-Customer (KYC) yang lebih mudah, biaya transaksi termurah, serta tentu saja antar muka yang lebih mudah dimengerti. Dan yang tidak boleh ditinggalkan, Tokocyrpto akan banyak menghadirkan program maupun promo menarik kedepannya.

    Peningkatan keamanan dari berbagai sisi

    Berkat dukungan Binance Cloud, Tokocrypto kini mengadopsi teknologi keamanan terkini yang dimiliki oleh Binance. Tidak hanya mengedepankan teknologi, untuk memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman, Selain telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Tokocrypto juga bermitra dengan berbagai lembaga dan perusahaan, sebut saja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai partner dalam memastikan keamanan dan kepatuhan, ASLI RI untuk verifikasi data nasabah, serta Merkle Science dan Coinfirm untuk analisa transaksi.

    Likuiditas yang lebih baik

    Dalam sebuah pasar perdagangan investasi, likuiditas merupakan salah satu elemen penting yang tidak dapat diabaikan. Tokocrypto merupakan salah satu pedagang aset kripto dengan likuiditas terbaik yang ada di Indonesia. Dengan kolaborasi melalui Binance Cloud, likuiditas yang sudah baik ini, kembali ditingkatkan menjadi lebih lagi. Nasabah yang bertransaksi di Tokocrypto dapat melakukan transaksi dengan tenang dan mendapatkan harga terbaik pada waktu terbaik.

    Poin-poin ini merupakan hal dasar bagi sebuah platform perdagangan aset kripto, dan Tokocrypto menghadirkan semua hal tersebut melalui platform baru yang dapat diakses melalui laman resmi www.tokocrypto.com



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Melonjak Menyusul Bertambahnya Pasokan USDT (Tether) US$300 Juta

    Harga Bitcoin (BTC) melonjak 7,16 persen dalam 24 jam terakhir di kisaran US$6.691. Penguatan itu menyusul bertambahnya pasokan USDT (Tether) US$300 juta ke dalam pasar aset kripto secara global pada pekan lalu. Menurut Whale Alerts, pada hari kemarin saja, sekitar US$60 juta USDT sudah diterbitkan.
    Bitcoin naik lebih dari 7 persen dalam 24 jam terakhir. Sumber: Cryptocompare.

    Pasokan besar sebelumnya terjadi pada pekan lalu. Pada 30 Maret 2020, US$120 juta USDT diterbitkan, mengikuti US$120 juta pada 26 Maret 2020. Secara total, US$300 juta USDT diterbitkan dalam seminggu terakhir.

    Penerbitan USDT oleh perusahaan Tether yang lebih banyak ke dalam pasar adalah respons semakin banyak permintaan terhadap stablecoin bernilai dolar AS itu.

    Decrypt sebelumnya telah melaporkan tentang hubung kait antara pergerakan harga Bitcoin dengan pasokan USDT yang bertambah.

    Menurut Digital Assets Data kala itu, bahwa pasokan USDT yang lebih sedikit justru berdampak lebih besar terhadap pasar, daripada yang sebaliknya.

    “Penambahan pasokan USDT pada prinsipnya berdampak nyata pada dinamika pasar aset kripto, khususnya Bitcoin. Tetapi berikutnya mungkin berbeda atau tidak seperti yang kami harapkan sebelumnya,” kata Ryan Alfred, Presiden Digital Assets Data.

    Perusahaan swasta Tether bukanlah satu-satunya pihak yang membanjiri pasar dengan stablecoin bernilai dolar. Dolar sesungguhnya juga digelontorkan dalam jumlah masif oleh Bank Sentral AS alias The Fed, yakni US$1 juta per detik. Para pengamat berpendapat, itu sangat baik bagi Bitcoin karena bisa mendorong permintaan terhadap Raja Aset Kripto itu. [Decrypt/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kode Sumber Bitcoin Akan Disimpan di Kutub Utara, Demi Cucu dan Cicit Kita

    Perusahaan GitHub, milik raksasa Microsoft, berencana menyimpan cadangan kode sumber (source code) Bitcoin di bawah gunung es di kepulauan Svalbard, Norwegia di Samudera Arktik, Kutub Utara. Kode itu dijamin aman hingga 1000 tahun lamanya untuk anak cucu dan cicit kita. Proyek dimulai akhir April 2020.

    Langkah itu adalah bagian dari GitHub Archive Program, di mana semua “snapshot” kode sumber yang tersimpan di servermilik GitHub sejak 2 Februari 2020 akan dibuatkan cadangannya. Semua disimpan ke gulungan film sepanjang 1 kilometer, secara berkala.

    Untuk memuluskan proyek itu, GitHub berkerjasama dengan Software Heritage Foundation, Arctic World Archive dan Oxford University’s Bodleian Library. Penyimpanan kode dibantu secara khusus oleh perusahaan asal Norwegia, Piql.

    Gulungan film akan disimpan di sebuah wadah baja, kemudian diletakkan di bawah tanah sedalam 250 meter.

    Kebetulan di Svalbard itu terdapat sebuah bekas tambang batubara. Posisinya pun tak jauh dari Global Seed Vault, yang merupakan tempat penyimpanan cadangan ribuan jenis bibit tanaman.

    Proyek ambisius GitHub dan Global Seed Vault kurang lebih serupa, yakni demi mengantisipasi manakala bumi terjadi perang nuklir yang maha kacau atau mungkin asteroid yang mengancam kehidupan manusia.

    Global Seed Vault di kepulauan Svalbard, Norwegia di Samudera Arktik, Kutub Utara.

    Bagi GitHub, sumber kode Bitcoin penting dibuatkan cadangannya, karena skenario terburuk terhadap Bumi di masa depan, bisa memusnahkan kode sumber Bitcoin yang tersimpan secara elektronis di ribuan komputer di dunia saat ini, termasuk di GitHub.

    Selain kode sumber Bitcoin, kode sumber protokol Lightning Network juga akan disimpan di tempat yang sama, selain kode sumber Dogecoin dan Ethereum. Yayasan Internet Archive dan Yayasan Long Now mendukung upaya itu, termasuk sejumlah ilmuwan dan sejarawan.

    Ratusan kode sumber yang disertakan dalam GitHub Archive Program.

    “Saya pikir ada kemungkinan bahwa di masa depan, catatan elektronis [file kode sumber Bitcoin-Red] akan hilang. Jelas sangat rapuh. Melestarikan beberapa hal ke dalam bentuk hard copy, pasti sangat membantu,” kata Wladimir van der Laan, lead developer Bitcoin.

    Sejumlah batasan
    Namun demikian ada sejumlah batasan yang mungkin ditemui atas langkah itu. Kata Van der Laan, dari sudut pandang programer di masa depan, katakanlah lebih dari 100 tahun dari sekarang, kode sumber seperti itu mungkin tak cukup istimewa, karena perlu konteks khusus.

    Jason Teutsch Pendiri Ethereum Truebit berpendapat serupa. Menurutnya, harus disertakan pula penjelasan dan konteks atas kode sumber itu, yakni meliputi catatan sosial, ekonomi, peraturan dan beraneka penelitian yang menggambarkan motivasi dan sumber daya.

    “Pun pada akhirnya pengembangan terhadap sumber kode, akhirnya menjadi lebih penting daripada kode itu sendiri,” katanya. [Coindesk/Bitcoinnews/Cointelegraph/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waves Token Resmi Diperdagangkan di Tokocrypto

    Jakarta, 12 Agustus 2020 – Tokocrypto, pedagang aset kripto teregulasi di Indonesia resmi memperdagangkan token Waves (WAVES)

    “Kami menyadari bahwa platform Waves melalui ekosistem DApps yang berkembang telah sukses sebagai salah satu pemimpin pasar dalam ekosistem blockchain global. Kami dengan senang hati menyambut kehadiran token Waves di ekosistem Tokocrypto”, kata Kai, CEO & Co-Founder Tokocrypto. 

    Waves adalah salah satu platform blockchain yang memungkinkan pengguna untuk membuat aset digital internal, menyimpan atau menukar token, bertransaksi dengan cepat dan aman. Baru-baru ini, Waves berhasil membuat terobosan baru dengan meluncurkan Neutrino, protokol stablecoin algoritmik sebagai inisiatif terdepan mereka di sektor keuangan terdesentralisasi. 

    Saat ini, Token Waves sudah dapat diperjualbelikan di platform Tokocrypto pada pukul 10.00 WIB dan dapat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC) maupun (USDT).

    Baca Juga: Decentralized Finance: Tantangan dan Peluang


    Tentang Waves

    Waves adalah platform blockchain publik yang didirikan pada tahun 2016 dengan misi untuk menumbuhkan kembali DNA kewirausahaan di seluruh dunia dengan menyediakan infrastruktur bersama, menawarkan alat yang mudah digunakan dan sangat fungsional untuk membuat teknologi blockchain tersedia bagi semua orang atau organisasi. Waves terdiri dari 100 pengembang perangkat lunak profesional, pakar bisnis dan marketing yang berbasis di Moscow. 

    Selengkapnya baca disini

    Tentang Tokocrypto

    Tokocrypto adalah pedagang asset kripto No.1 di Indonesia yang terpercaya. Kami adalah pedagang asset kripto pertama yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).  

    Didirikan pada akhir tahun 2017, Tokocrypto bekerjasama dengan Binance, pedagang asset kripto terbesar di dunia untuk memperbaharui platform kami menjadi Tokocrypto v2.0 dengan keamanan dan teknologi terbaru. Hal ini memungkinkan user mengakses finansial mereka dengan cara yang efisien, transparan dan terukur, tentunya dengan jaminan keamanan dan likuiditas tingkat industri.

    Tokocrypto juga merupakan pusat pendidikan dan berita tentang teknologi blockchain, melalui kolaborasi erat dengan komunitas blockchain, universitas, dan pemerintah di Indonesia dan Asia Tenggara. 

     



    Sumber : news.tokocrypto.com