Author: admin 1

  • Tinggikan Rumah Demi Cegah Banjir, Perlu Bongkar Fondasi?



    Jakarta

    Meninggikan rumah memang bisa menjadi solusi untuk menghindari banjir di wilayah yang rawan banjir. Apalagi saat ini hujan deras melanda berbagai daerah di Indonesia.

    Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika meninggikan rumah. Misalnya, apakah fondasi rumah perlu dibongkar ketika meninggikan rumah?

    CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat mengatakan, perlu dibongkar atau tidaknya fondasi rumah tergantung dari ketinggian air banjir. Maka dari itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat ketinggian air banjir, baru menentukan desain elevasi lantai rumah.


    Nah, ternyata meninggikan rumah nggak selalu harus bongkar fondasi rumah. Jika jarak ketinggian antara plafon dengan lantai cukup tinggi, maka tidak perlu membongkar fondasi rumah.

    “Misalnya tinggi plafon rumah 4 meter, kalau naiknya (lantai) cuma 80 cm, itu atap nggak perlu dibongkar juga, itu lebih cepat (selesai meninggikan rumah),” tuturnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Akan tetapi, jika jarak tinggi plafon dengan lantai cukup dekat, maka rumah perlu dibongkar.

    “Misalnya (lantai rumah) ditinggiin 1 meter, berartikan mesti diurug 1 meter, lantainya berubah naik 1 meter, itu harus diurug, dipasang keramik lagi. Selama dipasang keramik kan ada plafon, tinggi plafon yang misalnya 3 meter jadi sisa 2 meter, mentok nanti kepalanya. Ya mesti ditinggiin juga plafonnya,” tuturnya.

    “Kalau plafon ditinggikan, itu cukup nggak keadaan atap, kuda-kuda rumahnya? Kalau misalnya nggak cukup, ya mesti dibongkar atasnya, dimodifikasi,” tambahnya.

    Tak hanya bagian dalam rumah saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagian garasi. Menurutnya, jika meninggikan rumah, garasi juga perlu ditinggikan agar mobil tidak terkena banjir. Namun, perlu dilihat juga apakah carport tersebut bisa ditinggikan atau tidak.

    “Memungkinkan nggak carport-nya ditinggiin? Kalau kondisi jalannya tetap kan malah susah masuk mobilnya, karena curam (jalan dari garasi ke jalan depan rumah),” ujar Taufiq.

    Maka dari itu, ia kembali menegaskan sebelum meninggikan rumah sebaiknya mencatat ketinggian air banjir yang masuk ke dalam rumah. Setelahnya, baru merencanakan desain elevasi rumahnya seperti apa.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Kasur Setelah Terendam Banjir


    Jakarta

    Banjir yang melanda rumah bisa saja merusak berbagai perabotan. Jika banjir cukup tinggi, ada kemungkinan merendam kasur.

    Saat banjir mulai surut, biasanya penghuni rumah mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sampah sisa banjir. Salah satu perabotan yang dibersihkan termasuk kasur.

    Dikutip dari detikHealth, Sabtu (6/1/2024), CEO dari penyedia jasa layanan bersih-bersih KliknClean, Hendra memiliki tips untuk membersihkan beberapa furnitur setelah banjir seperti kasur, sofa, dan bantal. Berikut ini tipsnya.


    1. Cuci Kasur di Luar Ruangan

    Lakukan pencucian di luar ruangan. Apabila ingin dilakukan di dalam ruangan, pastikan memiliki ventilasi yang baik.

    2. Cuci dengan Cairan Pembersih

    Cuci kasur dengan cairan pembersih atau disinfektan pada seluruh permukaan kasur dengan cara dimiringkan dan disandarkan pada dinding.

    3. Keringkan Kasur

    Lakukan pengeringan pada seluruh permukaan kasur dan sofa. Bila memungkinkan keringkan dengan mesin ekstraktor (vakum).

    4. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Hasil pencucian akan lebih maksimal jika setelah pengerjaan kasur atau sofa dijemur di luar ruangan terkena sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Selain itu, ada juga tips untuk membersihkan kasur sesuai dengan jenisnya untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Masih dikutip dari detikHealth, Petugas Kesehatan Lingkungan dari Puskesmas Kecamatan Ampang Jessica Ader Lina membagikan tips membersihkan kasur sesuai dengan jenisnya.

    A. Kasur Kapur

    – Campurkan 5 sendok makan sabun cuci piring cair, cairan disinfektan, dan air bersih dalam 1 wadah

    – Gosokan campuran cairan pada permukaan kasur kapuk menggunakan sikat halus

    – Angkat kasur dan jemur di bawah sinar matahari

    – Pastikan kasur terjemur hingga benar-benar kering agar tidak menyisakan bau apek ketika dipakai kembali

    – Jika sudah kering, angkat kasur dan tebas kasur dengan penebah atau sapu lidi untuk memastikan kotoran dan debu terangkat

    B. Kasur Lateks

    – Semprotkan cuka putih pada kain lap, kemudian gosok kasur dengan lap tersebut

    – Gosokan baking soda pada permukaan kasur sampai berbusa

    – Semprotkan disinfektan pada permukaan kasur, bisa gunakan botol spray

    – Jemur kasur lateks di bawah sinar matahari, pastikan kasur benar-benar kering

    – Angkat kasur, bersihkan dengan penyedot debu untuk mengangkat sisa kotoran

    C. Spring Bed

    – Semprotkan air dingin ke permukaan kasur

    – Gosok dengan kain microfiber

    – Untuk mengangkat noda membandel, terus gosok dan tekan-tekan permukaan kasur dengan kain microfiber

    – Jika ingin kasur yang sudah apek harum kembali, air dingin dalam botol spray bisa dicampurkan dengan cairan pewangi

    – Setelah cairan terserap oleh kasur, jemur spring bed di bawah sinar matahari

    – Untuk membasmi jamur, semprotkan cairan disinfektan pada kasur, kemudian jemur kembali di bawah matahari

    – Setelah kering, bersihkan spring bed dengan alat penyedot debu agar debu dan kotoran pada spring bed benar-benar terangkat

    Setelah dibersihkan, tentunya kasur bisa kembali digunakan. Semoga tipsnya bermanfaat ya detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! 6 Cara Mencegah Air Hujan Masuk Rumah Lewat Celah Pintu



    Jakarta

    Saat hujan deras, terkadang air hujan bisa masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Hal ini tentu merepotkan penghuni rumah karena harus membersihkannya.

    Apabila air masuk ke dalam rumah, bisa-bisa perabotan rumah rusak karena tergenang air. Tak hanya itu, dinding juga bisa rusak karena bekas air yang masuk ke dalam rumah.

    Buat kamu yang tinggal di daerah rawan banjir bisa simak tips berikut ini untuk mencegah air masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Dilansir dari Emporio Architect, Sabtu (6/1/2024), berikut ini tipsnya.


    1. Sisipkan Kain pada Celah Jendela dan Pintu

    Tips pertama yang bisa dilakukan oleh kamu adalah dengan menyisipkan kain pada celah jendela dan pintu. Dengan begitu, air hujan pun akan terserap oleh kain sebelum masuk ke dalam rumah. Walaupun cara ini kurang optimal, namun mudah untuk dilakukan.

    2. Pakai Sealer untuk Menutup Celah Pintu

    Cara lain untuk mencegah air hujan masuk ke dalam rumah adalah dengan memakai sealer di celah pintu. Sealer bisa ditempelkan di bagian bawah pintu untuk menutupi celah pintu. Dengan begitu, bukan hanya air hujan saja yang tidak bisa masuk, tetapi serangga hingga debu juga tidak bisa masuk rumah.

    3. Tempatkan Triplek di Pintu Untuk Menghalau Air

    Tips lain yang cukup sederhana, kamu dapat menempatkan triplek di pintu untuk menghalau air. Bila ingin lebih kuat lagi, misalnya untuk menghalau banjir, kamu bisa memberi penahan seperti besi di bagian kiri-kanan triplek yang disekrup ke kusen pintu. Sementara itu, celah-celahnya bisa diisi atau ditutup dengan lelehan lilin malam atau karet agar air tidak merembes masuk ke dalam rumah.

    4. Pakai Kerai Bambu

    Saat hujan lebat apalagi disertai dengan angin, terkadang bisa membuat air masuk ke dalam rumah. Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang kerai bambu untuk menghalau air masuk ke dalam rumah melalui celah pintu.

    5. Meninggikan Lantai

    Jika rumah kamu punya ketinggian lebih rendah dari jalan utama, bukan tidak mungkin rumah jadi sering kebanjiran atau kemasukan air saat hujan. Nah, kamu bisa coba menghalangi jalannya air agar tidak masuk ke dalam rumah melalui celah pintu dengan mengeruk tanah atau meninggikan lantai di depan pagar atau di depan pintu.

    Dengan mengeruk tanah dan menempatkannya di depan rumah, tanah jadi berfungsi sebagai tanggul karung pasir yang memblokir dan menyerap air hujan. Dengan begitu, air tidak masuk ke dalam rumah. Selain itu, kamu juga bisa meninggikan lantai di depan pintu agar air tidak bisa masuk ke dalam rumah melalui celah-celahnya.

    6. Pasang Floodgate pada Pagar atau Pintu Rumah

    Kalau kamu memiliki budget lebih dan ingin mencegah air masuk ke dalam rumah, kamu bisa memasang floodgate di pagar atau pintu rumah. Awalnya, gerbang jenis ini dipasang di tanggul atau sungai, namun dimodifikasi agar bisa digunakan pada tiap gerbang atau pintu rumah untuk mencegah air masuk ke dalam. Nah, pagar jenis ini cocok untuk rumah kamu yang rawan banjir.

    Itulah beberapa cara untuk menghalau air hujan masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Yakin Mau Beli Rumah di 5 Lokasi Ini? Sebaiknya Jangan Deh!


    Jakarta

    Lokasi adalah hal terpenting yang dipertimbangkan saat hendak membeli rumah. Tak hanya masalah strategis, perhatikan juga mengenai fasilitas, akses, hingga kondisi lingkungan sekitar.

    Nah, setidaknya ada lima lokasi yang sebaiknya dihindari ketika kamu mau membeli rumah. Mana saja? Simak ulasan di bawah ini!

    Lokasi yang Sebaiknya Dihindari Jika Beli Rumah

    Buat kalian yang lagi mencari rumah yang cocok, berikut ini 5 lokasi yang sebaiknya dihindari:


    1. Dekat Rel Kereta Api

    Yang pertama adalah rumah dekat rel kereta api. Alasan pertama menghindari lokasi ini adalah masalah kenyamanan. Bayangkan setiap beberapa menit sekali ada kereta api melintas dengan suara bising.

    Alasan kedua adalah mengenai faktor kecelakaan. Memang kecelakaan kereta jarang terjadi, namun lebih baik menghindari adanya risiko tersebut.

    2. Dekat SUTET

    Lokasi yang juga sebaiknya dihindari adalah rumah dekat saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Beberapa alasan mengapa SUTET dihindari, adalah risiko terjadinya kecelakaan, seperti SUTET roboh.

    Keluhan yang sering dirasakan warga di dekat SUTET adalah suara bising. Selain itu, ada radiasi gelombang elektromagnetik yang berbahaya meskipun tidak terlihat.

    Berdasarkan penelitian Dr. Anies, M.Kes. PKK dari Undip, penduduk di bawah SUTET 500 kV di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti keluhan sakit kepala (headache), pening (dizziness), dan keletihan menahun (chronic fatigue syndrome).

    3. Dekat Bandara

    Rumah dekat bandara memang memiliki kelebihan dalam hal akses ke bandara. Waktu tempuh jika ingin ke bandara tentu menjadi singkat.

    Namun ada kekurangan dari tinggal di dekat bandara, antara lain akan sering mendengarkan suara bising pesawat. Selain itu, kawasan bandara biasanya akan ramai orang berlalu lalang sehingga mungkin membuat kamu tidak nyaman.

    4. Pinggir Jalan Raya

    Rumah di pinggir jalan raya biasanya menjadi lokasi strategis, terutama bagi kamu yang ingin menggunakannya untuk urusan komersial. Namun jika digunakan untuk tempat tinggal, rumah di pinggir jalan raya pasti selalu ramai, sehingga suaranya pasti berisik.

    Jika kamu memiliki anggota keluarga yang masih anak-anak, tentu harus ekstra hati-hati, karena ada banyak kendaraan yang berlalu lalang di depan rumah.

    5. Daerah Rawan Banjir

    Terakhir adalah rumah yang berada di daerah rawan banjir. Sudah pasti orang akan berpikir ulang jika ingin membeli rumah di daerah rawan banjir.

    Namun jika kita bukan penduduk lokal, biasanya tidak tahu apakah lokasi tersebut rawan banjir. Untuk itu, kita harus banyak tanya dengan warga dengan warga sekitar tentang potensi banjir di lokasi tersebut.

    Demikian tadi 5 lokasi yang sebaiknya dihindari jika kamu ingin membeli rumah untuk tempat tinggal yang nyaman. Tak hanya soal strategis, kamu harus memperhatikan keamanan dan kenyamanan rumah.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Baca! Tips Meninggikan Rumah buat Tangkal Banjir di Musim Hujan



    Jakarta

    Punya rumah di daerah yang rawan banjir tentu was-was ketika musim hujan sudah mulai rutin mengguyur seperti saat ini. Tingginya air bukan tidak mungkin masuk ke dalam rumah dan merendam apapun yang ada di dalamnya.

    Salah satu cara yang bisa dilakukan ketika memiliki rumah di daerah rawan banjir adalah meninggikan rumah. Tapi tak semudah itu meninggikan rumah.

    Profesional Kontraktor dari PT.Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki memberikan beberapa tips untuk meninggikan rumah supaya terhindar dari banjir. Berikut ini tipsnya.


    1. Perkirakan tinggi air ketika banjir

    Hal itu karena jika langsung meninggikan rumah tanpa tahu tinggi permukaan air maka tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, rumah bisa saja tetap kebanjiran.

    2. Gunakan bahan material yang baik

    Sebab, jika menggunakan bahan material dengan kualitas rendah, bisa saja cepat rusak. Maka dari itu perlu menggunakan bahan material yang baik dan kokoh agar tahan lama.

    3. Gunakan jasa profesional

    Meninggikan rumah bukanlah suatu hal yang mudah. Sebaiknya, gunakan jasa profesional untuk perencanaan dan pelaksanaan supaya hasilnya sesuai harapan.

    Berapa biaya meninggikan rumah?

    Panggah mengatakan, untuk meninggikan seluruh bagian rumah diperkirakan membutuhkan biaya Rp 150-200 juta untuk rumah tipe 36. Namun, tergantung juga dari rencana level ketinggian rumah. Adapun lama pengerjaannya sekitar 3-4 bulan.

    “Harganya berkisar Rp 150-200 juta yang meliputi biayanya peninggian struktur, peninggian dinding, pembongkaran rangka dan atap, pemasangan kembali rangka dan atap, pengurukan lantai, pemasangan keramik lantai baru, pembongkaran rangka plafon dan pemasangan kembali, pemasangan instalasi air dan listrik, plester acian dinding, pengecatan rumah,” jelasnya.

    Senada, CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat menuturkan, biaya meninggikan seluruh bagian rumah untuk tipe 36 bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, masih tidak semahal ketika membangun rumah baru.

    “Yang jelas, nggak seperti bikin rumah baru. Kalau bangun rumah baru sekitar Rp 4 juta (per meter), kalau ninggiin (rumah) itu per meter sekitar Rp 2,5 juta,” tuturnya.

    “Pengurugan itu didatangin dari luar, 1 kubik (tanah urugan) sudah Rp 500 ribu itu 1 mobil kijang, kalau tipe 36 (mau tinggiin) tinggi setengah meter aja butuh 18 kubik itu bisa 20 mobil kijang datengin. Belum dinding dinaikkan, kalau dinding bata kalau sudah diplester aci itu sekitar Rp 170 ribu per meter, belum plafonnya kalau diganti. Kalau plafon diganti, 1 plafon sekitar Rp 250 ribu, belum kalau atapnya diganti, ya lumayan lah kalau mau ninggiin rumah,” paparnya.

    Jika hanya meninggikan lantainya saja untuk rumah tipe 36 diperkirakan sekitar Rp 10-12 juta. Itu sudah termasuk dengan biaya tukang, tanah urugan, dan keramik.

    “Ya sekitar Rp 10-12 juta kalau tinggiinnya cuma 30 cm. Nggak usah bongkar plafon, (tanpa) bongkar atap,” ujar Taufiq.

    Untuk lama pengerjaannya pun relatif, tergantung dari luas rumah dan desain elevasi rumah yang dilakukan. Jika meninggikan rumah secara total, bisa sekitar 3 bulan tetapi jika hanya meninggikan lantai bisa lebih cepat.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Atasi Pintu Kayu Berjamur di Musim Hujan



    Jakarta

    Pintu kayu punya kelebihan tampilan yang lebih estetik dibanding material lainnya. Bila dirawat dengan benar, pintu ini juga bisa awet dan berumur panjang lho.

    Tapi, musim hujan yang bikin udara lebih lembap dari biasanya, rentan bikin pintu dari bahan kayu jadi mudah berjamur dan rusak.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan jamur pada pintu kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada pintu kayu.


    1. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada pintu kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.

    Jika memungkinkan, kamu bisa melepas daun pintu dan menjemurnya di bawah sinar matahari. Tapi, jangan terlalu lama sebab tidak semua material tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna daun pintu kayumu bisa pudar.

    2. Menggunakan Cairan Pembersih

    Jika melepas daun pintu dirasa cukup merepotkan, kamu bisa mencoba alternatif lain.

    Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian daun pintu yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

    3. Mengoleskan Alkohol 70%

    Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan pintu kayu yang terserang jamur.

    Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

    4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

    Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada pintu kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

    Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian pintu yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

    Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

    5. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

    Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan pintu kayu. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan pintu kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke redaksi@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Bubble Properti? Pengertian, Penyebab, dan Contohnya


    Jakarta

    Pernah mendengar istilah bubble properti atau housing bubble? Barangkali detikers pernah mendengar istilah tersebut.

    Ya, istilah tersebut memang kerap digunakan di sektor properti. Bubble properti ini merujuk pada naiknya harga rumah yang dipicu oleh berbagai hal.

    Untuk mengetahui lebih lanjut, simak informasi berikut ini.


    Pengertian Bubble Properti

    Dikutip dari Investopedia, Sabtu (6/1/2024), bubble properti atau housing bubble merupakan kenaikan harga rumah yang dipicu oleh permintaan, spekulasi, dan pengeluaran berlebihan yang nantinya bisa kolaps sehingga harga kembali menjadi turun.

    Biasanya, bubble properti dimulai dengan peningkatan permintaan di tengah terbatasnya pasokan rumah. Untuk memenuhi permintaan, diperlukan waktu yang cukup lama. Pada saat itu, spekulan akan mengucurkan uang ke pasar properti. Permintaan pun akan menurun atau stagnan di beberapa titik seiring dengan meningkatnya pasokan. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan harga yang tajam, kemudian ‘gelembung’ itu pecah.

    Bubble properti ini biasanya hanya peristiwa sementara, namun juga bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Hal ini biasanya didorong oleh beberapa hal, misalnya permintaan yang dimanipulasi, spekulasi, tingkat investasi yang sangat tinggi, kelebihan likuiditas, deregulasi pasar pembiayaan real estat, atau lainnya.

    Faktor-faktor tersebut bisa membuat harga rumah tidak berkelanjutan, dan hal ini menyebabkan peningkatan permintaan versus pasokan.

    Bubble properti tidak hanya menyebabkan kehancuran di sektor properti saja, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat dari semua kelas, lingkungan sekitar, dan perekonomian secara keseluruhan. Hal itu bisa memaksa orang untuk mencari cara untuk melunasi KPR melalui berbagai program, atau bisa juga membuat mereka mengambil dana pensiun untuk melunasi rumah. Bubble properti ini menjadi salah satu alasan utama orang-orang kehilangan tabungannya.

    Penyebab Bubble Properti

    Pasar perumahan umumnya tidak terlalu rentang terhadap bubble seperti di pasar keuangan lainnya karena memiliki jumlah transaksi yang besar dan biaya yang terkait dengan kepemilikan rumah. Namun, peningkatan pesat dalam pasokan kredit yang mengarah pada kombinasi suku bunga yang sangat rendah dan pelonggaran standar penjaminan kredit dapat menarik peminjam ke pasar perumahan. Hal ini bisa memicu permintaan.

    Adanya kenaikan suku bunga dan pengetatan standar kredit dapat mengurangi permintaan, sehingga menyebabkan pecahnya bubble properti.

    Contoh Bubble Properti

    Sebagai contoh, di Amerika Serikat sempat mengalami bubble properti yang harga rumahnya jadi menurun tajam. Awalnya, terjadi bubble di sektor teknologi pada awal tahun 2000-an. Harga saham teknologi yang sangat tinggi membuat investor beralih berinvestasi dengan membeli rumah.

    Adanya dorongan pemerintah terhadap kepemilikan rumah secara luas membuat bank menurunkan suku bunga dan persyaratan pinjaman. Hal ini memicu kegilaan pembelian rumah yang mendorong harga rata-rata penjualan rumah naik 55% pada tahun 2000-2007.

    Hal tersebut mendorong spekulan yang mulai menjual rumah untuk mendapatkan keuntungan puluhan ribu dolar hanya dalam 2 minggu saja. Sebagai informasi, spekulan merupakan seseorang yang membeli properti karena ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Setelah membeli properti, ia akan segera menjual propertinya dengan harga meningkat, sehingga mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.

    Pasar saham mulai pulih pada waktu yang sama dan suku bunga mulai meningkat pada 2006. KPR dengan suku bunga yang dapat disesuaikan disetel ulang ke tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2007 seiring dengan munculnya tanda-tanda perlambatan ekonomi.

    Premi risiko terlalu tinggi bagi investor karena harga rumah berada pada level tinggi dan mereka kemudian berhenti membeli rumah. Harga rumah mulai anjlok ketika pembeli rumah menyadari bahwa nilai rumah bisa turun. Hal ini memicu aksi jual besar-besaran pada sekuritas berbasis hipotek. Harga rumah turun 19% dari 2007 hingga 2009.

    Itulah pengertian, penyebab, dan contoh bubble properti. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Terhindar dari Penipuan Beli Rumah



    Jakarta

    Memiliki rumah adalah impian semua orang. Namun sayang, tak semua orang punya kemampuan untuk membeli rumah.

    Faktor ekonomi menjadi alasan utamanya. Namun, ada juga yang sudah memiliki uang cukup dan hendak membeli rumah, malah berujung kena tipu. Alhasil, uang hilang, rumah yang diimpikan pun melayang.

    Nah, oleh karena itu, sebelum membeli rumah ada hal-hal yang perlu kamu ketahui. Pasalnya, bila tidak, kita akan kena tipu atau rumah yang kita beli tak sesuai harapan. Apa saja tipsnya? enjelasan tips membeli rumah yang aman:


    1. Memahami reputasi developer

    Langkah awal untuk membeli rumah adalah memahami reputasi developer. Caranya dengan membaca secara detail melalui website dan media sosialnya untuk melihat portofolio dari proyek-proyek apa saja sudah mereka lakukan selama ini.

    Selain itu, rajin-rajin juga untuk mengecek pemberitaan di media dan internet. Tujuannya untuk mengetahui apakah developer tersebut pernah tersandung kasus-kasus negatif yang merugikan konsumennya.

    2. Perhatikan Legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM) & Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

    Anda harus memperhatikan legalitas dari rumah yang ingin dibeli dari developer untuk menghindari masalah yang dapat terjadi di kemudian hari. Misalnya penyegelan oleh pihak berwenang, penolakan kredit bank, dan masalah lainnya.

    Karenanya, Anda harus bertanya ke pihak developer tentang kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika belum ada SHM dan IMB, maka sebaiknya tunda dulu untuk beli rumah di developer tersebut.

    3. Tanyakan kejelasan sertifikat rumah

    Ketika membeli rumah melalui developer, biasanya sertifikat rumah akan sudah diganti nama dari pemilik lama menjadi nama developer. Jika tertarik membeli, pastikan Anda menanyakan sertifikat tersebut dapat beralih ke nama Anda.

    Jika sertifikat belum balik nama, maka Anda tidak dapat melakukan alih kredit ke bank lain dari bank saat ini. Sebabnya, pihak bank akan meminta sertifikat atas nama Anda agar bank dapat menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    4. Jangan membayar Down Payment (DP) sebelum KPR disetujui

    Sebelum pinjaman yang kamu usulkan disetujui oleh pihak bank, maka jangan pernah mau untuk membayar uang muka atau DP yang sudah ditentukan kepada pihak developer. Sebabnya, tidak ada jaminan pihak bank akan menyetujui KPR rumah meski developer sudah bekerjasama dengan bank.

    Jika kamu tetap nekat membayar DP ke developer dan KPR ditolak oleh bank, maka akan berisiko uang DP tersebut sulit kembali atau mendapatkan potongan sekian persen.

    5. Pelajari kewajiban developer

    Baiknya Anda mempelajari apa saja kewajiban developer jika sampai terjadi wanprestasi. Langkahnya adalah membaca secara rinci dan jelas Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum menandatangani berita acara serah terima hunian tersebut.

    Simak tips beli rumah yang aman di halaman selanjutnya

    6. Menjadwalkan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB)

    Jika sudah setuju dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), maka segeralah menjadwalkan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB). Yakni sebagai bukti sah hak atas tanah dan bangunan sudah beralih dari developer kepada Anda sebagai pemilik baru. AJB harus dilakukan bersama developer di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

    7. Jangan bertransaksi jual beli rumah di bawah tangan

    Transaksi jual beli rumah di bawah tangan atau atas dasar kepercayaan yang menggunakan kuitansi sebagai tanda bukti sangatlah berisiko. Jika rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan atau diagunkan di bank, maka lakukan pengalihan kredit dan dibuatkan AJB di hadapan notaris.

    Sementara itu, Ketua Bidang Humas DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim Kumoro Atmaja juga memberikan sejumlah tips tambahan bagi Anda yang ingin membeli rumah. Berikut tipsnya.

    8. Beli rumah secara KPR

    Menurut Kumoro, pembelian rumah dengan sistem KPR lebih aman. Sebab, developer harus mengantongi rekomendasi dari perbankan.

    “KPR jarang ada penipuan, 95 persen aman. Sebab, tim perbankan akan rutin memonitor,” ujar Kumoro saat dihubungi detikJatim, Rabu (31/8/2022).

    9. Pahami Reputasi Developer Lewat Asosiasi

    Jika Anda masih ragu, cek reputasi developer lewat asosiasi. Menurut Kumoro, asosiasi memiliki data pengembang yang telah tereputasi dengan baik.

    “Asosiasi itu ada REI, Apersi, dan lain-lain. Jika sudah terdaftar di asosiasi, calon pembeli juga bisa tanya mengenai track record developer tersebut,” papar pria yang menjabat sebagai Penasehat Apersi Korwil Jember itu.

    10. Hati-hati dengan Developer Berkedok Syariah

    Kumoro mengatakan bahwa developer berkedok syariah memang marak akhir-akhir ini. Sebagian developer berkedok syariah membangun lahan yang belum dilunasi dan sudah niat menipu sejak awal.

    “Syariah ini kan sistemnya tanpa perbankan, developer ada kerjasama dengan pemilik lahan serta izinnya belakangan. Nah, ada developer berkedok syariah yang bangun lahan tapi belum dilunasi,” ujar Kumoro.

    Salah satu cara untuk mencegah penipuan developer berkedok syariah adalah cari tahu perijinan lahannya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) regional masing-masing. Selain itu, Anda bisa tanya ke pengembang langsung tentang perijinan lahannya.

    “Cari tahu nama tersebut apakah sudah terverifikasi izinnya. Kalau belum, jangan, karena izinnya berarti belum lengkap. Lalu Anda juga bisa tanya pengembangnya langsung terkait perizinannya, jika sudah ada ijin, Anda bisa konfirmasi ke BPN atau notaris,” pungkasnya.

    Nah, itu tadi tips untuk membeli rumah yang aman. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Kilat Membersihkan Rumah dari Sisa Keseruan Tahun Baru


    Jakarta

    Saat tahun baru biasanya diisi dengan acara kumpul-kumpul dalam rangka menyambung tali silaturahmi. Sebagai tuan rumah, kamu mungkin masih punya pekerjaan rumah membersihkan rumah dari sisa-sisa keseruan pesta tahun baru yang belum sempat kamu bereskan.

    Maklum kamu memilih menunda merapikan rumah karena memang kegiatan membersihkan rumah tak jarang membuat kita kewalahan karena biasanya memakan waktu yang lama.

    Tapi kamu tahu nggak, ada beberapa cara agar kegiatan ini terselesaikan dengan cepat, bahkan hanya dalam satu jam, lho! Memangnya bisa?


    Tapi perlu diingat nih, cara-cara di bawah ini bukanlah sesuatu yang instan. Artinya, kamu tetap perlu membangun kebiasaan tertentu agar bisa memotong waktu membersihkan rumah menjadi lebih cepat.

    Melansir The Spruce, Senin (8/1/2024), berikut beberapa cara cepat membersihkan rumah hanya dalam satu jam.

    1. Lakukan Bersama-sama

    Libatkan bantuan anggota keluarga dalam kegiatan membersihkan rumah. Cohoon menyarankan untuk membagi tugas pembersihan kepada masing-masing anggota keluarga dan menetapkan waktu agar semuanya berjalan sesuai rencana. Dengan strategi ini, pembersihan tidak hanya cepat, tetapi juga efektif.

    “Ajaklah pasangan atau anak-anak untuk membantu membersihkan rumah dengan cepat. Berikan setiap orang tiga sampai lima pekerjaan untuk dilakukan, dan atur pengatur waktu agar semuanya tetap sesuai rencana. Karena membersihkan di bawah tekanan bisa terasa sangat melelahkan, fokuslah untuk melakukan segala sesuatunya dengan cepat namun efektif dengan memiliki strategi yang tepat,” jelas Cohoon.

    2. Buat Jadi Menyenangkan

    Libatkan semua anggota keluarga dalam pembersihan dan jadikan itu sebagai permainan. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi rasa stres karena tuntutan membersihkan rumah dengan cepat.

    Fokuslah pada momen bersama yang berharga. Cohoon menyarankan agar kamu membuat suasana kegiatan membersihkan rumah menjadi menyenangkan, terutama jika melibatkan anak-anak.

    “Ajaklah setiap anggota untuk ikut serta dan untuk membuatnya menyenangkan, buatlah permainan. Siapa pun yang dapat menyedot debu, merapikan tempat tidur, menaruh pakaian yang tersesat, dan mengelap meja, dialah yang paling cepat menang,” katanya.

    3. Jadikan Rapikan dan Bersihkan Rumah Kebiasaan Setiap Hari

    Jangan menunda-nunda untuk membersihkan rumah. Lakukan kegiatan bersih-bersih setiap hari. Dengan tetap pada jadwal kebersihan harian, kamu bisa membuat rumah tetap bersih, bahkan saat jadwalmu padat dan sibuk. Kebersihan rutin memudahkan pembersihan menyeluruh.

    “Melakukan beberapa pekerjaan rumah setiap hari akan menjaga segala sesuatunya sebersih mungkin selama musim yang sibuk ini. Ketika keadaan sudah terkendali, membersihkan rumah secara menyeluruh tidak terlalu menakutkan,” kata Kathy Cohoon, ahli kebersihan dari Two Maids & a Mop, dilansir dari The Spruce.

    4. Miliki Stok Pembersih dan Pengharum yang Cukup

    Selalu siapkan persediaan pembersih dan pengharum ruangan. Cohoon menekankan pentingnya memiliki stok pembersih dan lilin beraroma festif. Dengan memiliki persediaan yang cukup, kegiatan membersihkan rumah akan jauh lebih mudah dan efisien karena kamu tidak harus mencari-cari produk di tengah-tengah tugas.

    Demikianlah cara cepat membersihkan rumah hanya dalam satu jam. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Langkah-langkah Membuat Biopori Sendiri di Rumah


    Jakarta

    Membuat biopori di rumah bisa jadi salah satu mengatasi banjir lho! Biopori bukan cuma jadi solusi mengatasi banjir, karena memiliki banyak manfaat lainnya. Kamu bahkan bisa membuat biopori sendiri di rumah lho!

    Lalu, bagaimana cara membuat biopori sendiri di rumah? Berikut simak penjelasan lebih lanjut dibawah. Yuk! Mari simak.

    Apa itu Biopori?

    Melansir dari situs resmi Ditjen SDA, Senin (8/1/2024), biopori atau biasa juga disebut dengan lubang resapan biopori merupakan lubang yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.


    Lubang ini nantinya akan diisi dengan sampah organik yang memiliki fungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

    Manfaat Biopori

    Sebelum menuju pada langkah-langkah membuat biopori, simak dulu manfaat biopori yang dapat kamu rasakan.

    1. Mengurangi Sampah Organik

    Biopori mampu mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena kamu dapat membuang sampah organik ke dalam biopori.

    Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat kamu terbiasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

    2. Menyuburkan Tanah

    Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

    3. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir

    Salah satu penyebab banjir adalah sistem drainase yang kurang baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.

    Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

    4. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah

    Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah di dalam biopori juga akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat lho!

    Langkah-langkah Membuat Biopori

    Berikut ini akan dijelaskan mengenai bagaimana kita membuat biopori. Mulai dari alat dan bahan yang dibutuhkan, sampai langkah-langkah pembuatannya.

    Alat Dan Bahan

    Pipa PVC yang sudah dilubangi untuk membuat biopori
    Bor tanah
    Pipa PVC dan penutup yang sudah dilubangi bagian sisi-sisinya
    Sampah organik
    Air
    Bor tanah untuk membuat lubang resapan biopori

    Langkah-Langkah Membuat Biopori

    Sebelum mulai membuat biopori, terlebih dahulu tentukan lokasi yang akan dijadikan tempat pembuatan.
    Pembuatan biopori sebaiknya dilakukan pada area terbuka yang akan terkena air hujan. Kita bisa membuatnya di halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir, dan tempat terbuka lainnya.
    Setelah ditentukan tempatnya, siram tanah yang akan dijadikan sebagai tempat pembuatan biopori dengan air agar tanah menjadi lebih lunak dan mudah untuk dilubangi.
    Lubangi tanah dengan menggunakan bor tanah, usahakan buat yang tegak lurus.
    Buat lubang dengan kedalaman kurang lebih 1 meter dengan diameter 10-30 cm.
    Setelah itu, lapisi lubang menggunakan pipa PVC yang ukurannya sama dengan diameter lubang.
    Kemudian, isi lubang dengan sampah organik seperti daun, rumput, kulit buah-buahan, dan sampah yang berasal dari tanaman lainnya.
    Setelah itu tutup lubang menggunakan kawat besi, atau bisa juga memakai tutup pipa PVC yang sudah dilubangi terlebih dahulu.

    Demikian langkah-langkah membuat biopori di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com