Author: admin 1

  • Tanda-tanda Kamu Harus ‘Putus’ Sama Bantal Kesayangan


    Jakarta

    Selama ini Kamu menghabiskan waktu beristirahat di atas bantal yang sama untuk menunjang postur tidur kamu dengan baik. Bantal yang tepat tidak membuat badan kamu menjadi sakit dan bangun dengan kondisi baik-baik saja.

    Namun, seiring waktu bisa saja ada perubahan dari kenyamanan kamu. Apalagi jika bantal kamu menunjukkan perbedaan dibanding saat pertama kali kamu memilikinya.

    Dikutip dari tielle love luxury, Selasa (9/1/2024), tentunya bantal memiliki masa pakai sehingga bisa saja seiring waktu bantal kamu akan mengalami kadaluarsa. Apalagi jika terus dibiarkan ini bisa membuat kualitas tidur kamu tidak bagus, bahkan juga bisa memicu penyakit seperti alergi, asma, hingga masalah pada leher dan punggung. Oleh karena itu, berikut ini adalah hal yang harus kamu ketahui beserta tanda-tanda kamu harus segera mengganti bantal kesayangan.


    Berapa Lama Masa Pakai Bantal?

    Bantal memiliki berbagai macam pilihan jenis yang bisa kamu pilih. Dari beberapa jenis ini, perawatan hingga masa pakainya berbeda-beda, mulai dari bantal bulu bebek, bantal bulu angsa, serta bantal microfiber.

    Umur bantal tersebut tergantung dari kualitas dari jenis bantal, jangka waktu masa pakai selama tidur, serta perawatan dan pencuciannya. Biasanya bantal dapat bertahan sekitar 1-2 tahun dan paling lama hingga 3-5 tahun.

    Kamu perlu mengganti bantal ketika sudah mulai merasa tidak nyaman, seperti sakit, pegal, dan bantal terada kendur atau merata. Terkadang hal ini tidak disadari bahwa bantal sudah seharusnya diganti. Seharusnya kemampuan bantal mampu memberi tampungan pada kepala kamu dan memberikan rasa nyaman selama digunakan untuk tidur. Namun, Jika kamu merasakan adanya tekanan pada leher, ini bisa menjadi pertanda bahwa kamu perlu segera menggantinya sekalipun bantal itu adalah kesayangan kamu. Apalagi hal ini dapat memicu masalah pada punggung serta mengganggu tidur nyenyak.

    Oleh karena itu, berikut ini adalah tanda bahwa kamu harus segera ‘putus’ sama bantal kesayangan.

    Tanda Bantal Perlu Segera Ditinggal

    Untuk mengetahui tanda bantal perlu diganti, kamu bisa melakukan tes yang perlu dilakukan untuk mengganti bantal dengan yang baru, yakni dengan cara berikut ini.

    1. Tes Kantong Pelana

    Cara mudah untuk mengetahui apakah bantal kamu perlu diganti atau tidak ialah meletakkannya di lengan kamu, seolah seperti kantong pelana. Jika bantal terjatuh seolah-olah lemas, maka artinya bantal tersebut sudah waktunya dibuang. Hal ini bisa dilihat jika bantal sudah buruk kualitasnya.

    2. Tes Pers

    Cara sederhana lainnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan memeriksa kualitas bantal dan letakkan di permukaan yang kokoh, kemudian coba tekan antal tersebut. Jika setelah ditekan bantal kembali ke bentuk semula setelah kamu angkat dengan tangan, maka kamu tidak perlu menggantinya.

    Itulah cara mengetahui tanda-tanda bahwa bantal kamu perlu segera dibuang. Jika saat bangun kamu merasa sakit karena tidak dapat menampung posisi kepala, leher dan tulang belakang, sudah seharusnya kamu membeli bantal yang baru. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Daripada Dibuang, Begini Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik


    Jakarta

    Di Indonesia, sampah masih menjadi masalah yang tak kunjung selesai. Sebagian sampah, bersumber dari rumah tangga.

    Berdasarkan data dari daerah yang dihimpun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, jumlah timbulan sampah di Indonesia sebesar 68,7 juta ton/tahun dengan komposisi yang didominasi oleh sampah organik, khususnya sisa makanan yang mencapai 41,27%. Dari total sampah tersebut, sampah bersumber dari rumah tangga sekitar 38,28%. Maka dari itu, penting mengelola sampah sebelum dibuang.

    Sampah merupakan suatu hal yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Umumnya, sampah dibedakan menjadi 2 yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Berikut ini perbedaannya.


    Pengertian Sampah Organik dan Anorganik

    Melansir dari detikEdu yang mengutip dari Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo, sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan hayati. Sampah ini bisa diurai oleh mikroba maupun terurai secara alami. Kebanyakan sampah organik berasal dari sampah rumah tangga.

    Sementara itu, sampah anorganik merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan non-hayati atau tidak bisa terurai secara alami. Meski demikian, ada sebagian sampah anorganik yang bisa terurai tetapi membutuhkan waktu yang lama.

    Jenis dan Contoh Sampah Organik dan Anorganik

    Dilansir dari detikEdu yang mengutip dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, berikut ini jenis dan contoh sampah organik dan anorganik.

    Sampah Organik

    a. Sampah Organik Basah

    Sampah organik basah merupakan sampah yang mengandung banyak air. Karena banyak mengandung air, sampah ini bisa membuat sampah membusuk. Contohnya seperti sisa sayuran, buah-buahan, kulit bawang, dan lainnya.

    b. Sampah Organik Kering

    Sampah jenis ini lebih sedikit mengandung air. Contohnya seperti kayu, daun-daun kering, dan lainnya.

    Sampah Anorganik

    a. Sampah Anorganik Lunak

    Jenis sampah ini sulit diurai dan memiliki sifat lentur atau lunak sehingga mudah dibentuk. Misalnya seperti plastik, styrofoam, termasuk juga zat cair seperti minyak goreng, air sabun, dan lainnya.

    b. Sampah Organik Keras

    Jenis sampah ini memiliki sifat keras dan kuat tetapi sulit untuk terurai. Misalnya keramik, pecahan kaca, kaleng bekas, dan lainnya.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, sampah organik merupakan sampah yang paling dominan di Indonesia. Untuk mengurangi timbulan sampah organik, kamu bisa mengolahnya menjadi pupuk kompos. Bahan yang didapatkan juga cukup mudah karena ada di rumah. Dikutip dari situs Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Selasa (9/1/2024), begini cara membuat kompos dari sampah organik.

    Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik

    1. Kumpulkan Sampah

    Sampah organik yang dikumpulkan harus dipisah dari sampah anorganik. Beberapa sampah organik yang bisa kamu gunakan adalah sisa sayuran, buah-buahan, daun-daun kering, kulit telur, bubuk kopi atau teh, sekam padi, dan lainnya.

    2. Proses Pencacahan

    Sampah organik yang sudah dikumpulkan selanjutnya dicacah agar sampah organik menjadi lebih lembut. Potong-potonglah sampah organik menjadi ukuran sekitar 1-2 cm.

    3. Masukkan ke Dalam Wadah

    Selanjutnya masukkan sampah ke dalam wadah kedap udara dan tertutup rapat. Udara bisa membuat proses pembusukan tidak berjalan dengan sempurna. Untuk proses pembusukan terjadi lebih cepat, kamu bisa menambahkan cairan EM4.

    4. Diamkan Sampai 2 Minggu

    Diamkan pupuk selama 2 minggu agar pembusukan sempurna. Selama 2 minggu itu sebaiknya dilakukan pengadukan selama 3 hari sekali. Jangan terlalu sering dan jangan terlalu jarang. Nantinya akan ada 2 jenis pupuk kompos yang dihasilkan, yaitu padat dan cair. Untuk pupuk padat perlu dikeringkan terlebih dahulu sementara yang cair bisa langsung diaplikasikan dengan catatan harus dicampurkan dengan air kapur sirih dengan perbandingan 1:5 agar tidak bau.

    Itulah cara membuat kompos. Semoga bermanfaat!

    (abr/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Beda Inti, Bentuk dan Kegunaannya


    Jakarta

    Ternyata kabel yang sering kita lihat di rumah memiliki banyak jenisnya lho! Agar dapat mengalirkan listrik pada berbagai perangkat elektronik yang kamu gunakan, listrik membutuhkan kabel yang terhubung melalui stop kontak.

    Nah, biasanya kabel yang digunakan untuk mengalirkan listrik akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap penggunanya.

    Beberapa jenis kabel listrik yang cocok untuk instalasi rumah cenderung lebih sederhana dibanding jenis kabel lainnya. Lalu, apa saja jenis kabel tersebut?


    Mengutip dari Wilson Cables, Rabu (10/1/2024), jika kamu sedang mencari kabel listrik untuk rumah, berikut beberapa tipe kabel listrik bagus yang bisa kamu gunakan untuk instalasi listrik di rumah:

    1. KABEL NYA

    Jenis kabel pertama ada kabel NYA. Kabel listrik ini yang paling banyak digunakan dalam instalasi rumah tangga. Berdasarkan kodenya, kabel NYA merupakan kabel tunggal dengan inti tembaga yang dilapisi bahan PVC. Karena hanya memiliki satu lapisan saja, sehingga sangat disarankan untuk memakai pipa tambahan agar kabel tahan pada suhu ruang serta gigitan tikus nakal.

    2. KABEL NYAF

    Sama seperti kabel NYA, kabel NYAF merupakan kabel tunggal yang dilapisi bahan PVC, namun bedanya memiliki inti tembaga yang berbentuk serat halus. Karenanya, tipe kabel listrik ini cocok untuk berbagai jenis instalasi rumah yang memerlukan fleksibilitas tinggi seperti sudut tajam.

    3. KABEL NYM (HYO)

    Kabel listrik NYM adalah jenis kabel tembaga yang terdiri dari dua, tiga, atau empat inti, dan dilengkapi dengan lapisan PVC. Kabel jenis ini dikenal dengan sebutan kabel HYO dan banyak digunakan untuk berbagai instalasi rumah maupun gedung, namun tidak cocok untuk pemasangan di bawah sinar matahari langsung tanpa perlindungan tambahan.

    4. KABEL NYY

    Sama seperti kodenya, kabel NYY merupakan jenis kabel listrik yang memiliki dua lapisan PVC, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan indoor maupun outdoor dan aman untuk ditanam ke dalam tanah, dengan catatan menggunakan pelindung tambahan. Kabel NYY juga tersedia dalam bentuk inti tunggal atau lebih dari satu inti dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

    5. KABEL NYMHY

    Kabel listrik NYMHY merupakan tipe kabel listrik yang terdiri lebih dari satu inti tembaga serabut, sehingga memiliki fleksibilitas yang tinggi. Oleh karena itu banyak yang menggunakan kabel NYMHY sebagai kabel untuk instalasi listrik di rumah maupun gedung dan bangunan lainnya.

    6. KABEL NYYHY

    Kabel NYYHY adalah jenis kabel listrik serbaguna yang biasa digunakan dalam instalasi listrik rumah tangga, komersial, dan industri. Fungsi utama kabel NYYHY adalah sebagai penghantar daya listrik, termasuk penghantar fase, netral, dan grounding. Kabel ini memiliki isolasi yang kuat dan dilengkapi dengan lapisan pelindung tambahan, yang memberikan perlindungan ekstra terhadap kerusakan fisik dan interferensi elektromagnetik.

    7. KABEL H03VVH2-F

    Kabel H03VVH2-F atau kabel oval adalah kabel serbaguna yang sering digunakan untuk aplikasi elektronik dan kelistrikan ringan. Fungsi utamanya adalah sebagai kabel daya fleksibel untuk perangkat rumah tangga seperti lampu, peralatan audio, dan peralatan elektronik kecil. Kabel ini biasanya memiliki konduktor tembaga fleksibel yang dilindungi oleh isolasi PVC dan lapisan luar yang tahan terhadap abrasi.

    8. KABEL H03VV-F (NYMHY-1)

    Kabel H03VV-F atau kabel NYMHY-1 juga digunakan sebagai kabel daya fleksibel untuk perangkat rumah tangga dan aplikasi ringan. Fungsi utama kabel ini adalah sebagai penghubung untuk peralatan seperti lampu, perangkat audio, dan peralatan elektronik. Kabel H03VV-F memiliki konduktor tembaga yang fleksibel dengan isolasi PVC, memberikan fleksibilitas dan perlindungan terhadap tegangan rendah serta tahan terhadap abrasi.

    Demikian 8 jenis kabel yang umum digunakan untuk instalasi listrik rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Barang yang Wajib Kamu Punya di Kos


    Jakarta

    Kos menjadi opsi terbaik bagi para perantau untuk mendapatkan tempat tinggal sementara maupun permanen. Banyak mahasiswa atau pekerja yang memilih kosan sebab jarak dari kampus atau kantor mereka dekat.

    Namun, tidak semua kos langsung menyediakan fasilitas dan perlengkapan yang kamu butuhkan. Sehingga saat pertama kali menempati kos kamu sering kebingungan barang apa saja yang penting untuk dimiliki.

    Nah, buat kamu yang masih bingung untuk menentukan barang apa saja yang diperlukan dan wajib ada untuk anak kos. Berikut dikutip dari Danacita, Rabu (10/1/2024), beberapa barang yang wajib kamu punya di kosan.


    1. Perlengkapan Tidur

    Kebutuhan anak kos yang satu ini seperti kasur, bantal, guling, selimut, dan sprei. Pastikan kenyamanan tidur dengan perlengkapan tidur yang berkualitas.

    2. Perlengkapan Mandi

    Kebutuhan anak kos perlengkapan mandi, termasuk handuk, sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan peralatan mandi lainnya. Jaga kebersihan dan kebugaran dengan perlengkapan mandi yang lengkap.

    3. Peralatan Makan dan Minum

    Sediakan piring, mangkok, gelas, sendok, garpu, dan pisau kecil. Kamu juga mungkin membutuhkan termos atau botol minum sebagai kebutuhan anak kos. Hal ini untuk membawa minuman ke kampus atau tempat kerja.

    4. Perlengkapan Bersih-bersih

    Spons, sikat, sapu, pel, ember, dan deterjen adalah kebutuhan anak kos yang diperlukan untuk menjaga kebersihan tempat tinggal.

    5. Peralatan Memasak

    Panci, wajan, spatula, sendok sayur, pisau dapur, dan talenan juga menjadi kebutuhan anak kos yang diperlukan untuk memasak makanan sehari-hari.

    6. Rice Cooker

    Kebutuhan anak kos ini dapat memudahkanmu dalam memasak nasi dengan praktis dan konsisten. Beli rice cooker dengan ukuran mini, agar pemakaian listrik tidak terlalu besar dan kamu memasak secukupnya.

    7. Setrika

    Untuk menjaga pakaian tetap rapi dan terlihat bagus, setrika menjadi kebutuhan anak kos dalam rutinitas perawatan pakaian.

    8. Terminal Listrik dan Pencahayaan Darurat

    Pastikan memiliki terminal listrik yang cukup untuk mengisi daya perangkat elektronik dan lampu darurat untuk mengatasi pemadaman listrik yang tidak terduga.

    9. Kotak P3K

    Kebutuhan anak kos selanjutnya adalah kotak P3K. Penting untuk memiliki kotak pertolongan pertama yang berisi perban, plester, obat antiseptik, dan alat bantu lainnya untuk penanganan kecil cedera atau sakit ringan.

    10. Hanger atau Gantungan Baju

    Kebutuhan anak kos ini untuk menggantung dan menjaga agar pakaian tetap rapi dan terorganisir.

    11. Keranjang Laundry

    Kebutuhan anak kos selanjutnya ada keranjang laundry. Dengan ini kamu jadi tidak menumpuk pakaian kotor pada sembarang tempat serta memudahkan proses mencuci.

    12. Pakaian dan Aksesori Lain

    Pastikan memiliki koleksi pakaian yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari serta aksesori tambahan seperti payung, topi, dan sarung tangan.

    13. Alat Jahit

    Alat jahit sederhana seperti jarum, benang, dan gunting menjadi kebutuhan anak kos yang membantu dalam perbaikan dan penyesuaian pakaian. Karena tak jarang ada saja kejadian kancing lepas, celana robek atau ingin menempel atribut seperti name tag.

    14. Seperangkat Alat Ibadah

    Jika kamu beragama muslim, persiapkan seperangkat alat ibadah seperti sajadah, Al-Qur’an, atau alat ritual lainnya. Kamu juga bisa membawa perangkat alat ibadah sesuai keyakinan sebagai kebutuhan anak kos.

    15. Tempat Sampah

    Kamu wajib menyediakan tempat sampah di dalam kos agar nantinya sampah tidak berserakan. Karena sampah yang berserakan di kamar akan menimbulkan bau tak sedap, kemudian mengundang semut dan tikus datang menyelinap ke dalam kos.

    Demikian 15 barang wajib yang kamu punya di kos. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Satu Hektare Berapa Meter? Ini Penjelasan dan Contoh Penghitungannya


    Jakarta

    Kata hektare biasa kita temui salam satuan menghitung luas lahan atau tanah. Pada umumnya, satuan hektare dipakai untuk menyebutkan luas lahan dengan hamparan luas. Sementara untuk lahan yang tak begitu luas biasa kita menghitungnya dengan satuan meter persegi.

    Masih banyak orang belum mengetahui alias bingung cara mengkonversi satuan hektare ke meter persegi. Lalu, berapa meter persegi satu hektare itu?

    Berikut penjelasan hektare dan meter dan contoh soalnya.


    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) Daring, hektar atau hektare (disingkat ha) adalah satuan ukuran luas yang sama dengan 10.000 meter persegi atau 100 are. Nah, dari sini bisa diketahui bahwa satu hektare itu sama dengan 10.000 meter.

    Cara menghitung satu hektare berapa meter sangatlah mudah. Dijelaskan dalam e-Jurnal berjudul Ukuran Luas Are dan Hektare oleh Mekrin, satu hektare setara dengan 100 meter x 100 meter, yang hasilnya adalah 10.000 meter.

    Perbedaan Hektare dan Are

    Masih banyak masyarakat yang kebingungan dalam membedakan hektare dan are. Sebenarnya, hektare adalah bentuk dasar dari are. Lantas apa yang membedakan keduanya?

    Hektare adalah satuan ukuran luas yang setara 10.000 meter persegi. Dalam notasi ilmiah, hektare ditulis sebagai “ha”. Sementara itu, are adalah satuan ukuran luas yang setara dengan 100 meter persegi. Dalam notasi ilmiah, are ditulis sebagai “a”.

    Dalam praktiknya, hektare lebih sering digunakan dalam pengukuran lahan yang lebih besar seperti lahan pertanian, perkebunan, atau kebun binatang. Sedangkan are lebih sering digunakan dalam pengukuran lahan yang lebih kecil seperti tanah kosong atau lahan di perkotaan.

    Namun, kedua satuan ini dapat digunakan secara bergantian, tergantung kebutuhan penggunaan dan ukuran lahan yang akan diukur.

    Contoh Soal Menghitung Luas dalam Hektare

    Setelah memahami apa itu hektare dan perbedaannya dengan are, mari kita simak beberapa contoh soal menghitung luas dalam satuan hektare di bawah ini.

    1. Contoh Soal 1
    Sebuah lahan pertanian memiliki panjang 150 meter dan lebar 80 meter. Berapa luas lahan tersebut dalam satuan hektare?

    Jawaban:
    Luas lahan = panjang x lebar
    = 150 m x 80 m
    = 12.000 m²

    Ingat, 1 hektare = 10.000 m²

    Luas lahan dalam hektare = 12.000 m²:10.000 m²/hektare
    = 1,2 hektare

    Jadi, luas lahan pertanian tersebut adalah 1,2 hektare.

    2. Contoh Soal 2
    Sebuah taman memiliki bentuk persegi panjang dengan panjang 200 meter dan lebar 150 meter. Berapa luas taman tersebut dalam satuan hektare?

    Jawaban:
    Luas taman = panjang x lebar
    = 200 m x 150 m
    = 30.000 m²
    Luas taman dalam hektare = 30.000 m²:10.000 m²/hektare
    = 3 hektare

    Jadi, luas taman tersebut adalah 3 hektare.

    3. Contoh Soal 3
    Sebuah kebun memiliki bentuk lingkaran dengan jari-jari sebesar 75 meter. Berapa luas kebun tersebut dalam satuan hektare?

    Jawaban:
    Luas kebun = π x r²
    = 3,14 x 75 m x 75 m
    = 17662,5 m²

    Luas kebun dalam hektare = 17662,5 m²:10.000 m²/hektare
    = 1,76625 hektare

    Jadi, luas kebun tersebut adalah 1,76625 hektare.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai satu hektare berapa meter beserta contoh soalnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang kesulitan saat menghitung satuan hektare ke meter.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sistem Sewa Tanah di Indonesia: Sejarah, Peraturan, dan Jenisnya


    Jakarta

    Salah satu aset investasi yang paling prospektif dan fleksibel adalah properti, seperti tanah dan rumah. Tanah, misalnya, sangat fleksibel karena bisa dijual kembali dengan harga yang lebih menguntungkan.

    Selain dijual, tanah juga bisa disewakan. Sewa tanah sangatlah umum dilakukan di dunia properti, termasuk Indonesia.

    Tanah sangat potensial karena bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti lahan pertanian, perkebunan, atau tempat berdirinya sebuah bangunan. Oleh karena itu, tanah termasuk aset properti yang sangat berharga hingga saat ini.


    Sebelum disewakan, status kepemilikan tanah haruslah jelas dan sah secara hukum. Hal ini bertujuan untuk menghindari konflik di masa depan, seperti sengketa atau kasus perebutan tanah.

    Sejarah Sistem Sewa Tanah di Indonesia

    Sistem sewa tanah di Indonesia mulai masuk ke Indonesia sejak kedatangan bangsa Inggris pada tahun 1811 hingga 1816.

    Melansir situs AESIA Kementerian Keuangan, Rabu (10/1/2024), Thomas Stamford Raffles yang saat itu menjabat sebagai Letnan Gubernur memprakarsai sistem sewa tanah untuk meningkatkan perekonomian.

    Menurut pemikiran Raffles, satu-satunya pemilik tanah yang sah adalah pemerintah. Oleh karena itu, ia memberlakukan sistem sewa tanah dengan memungut bayaran sewa tanah dan pajak rutin dari para penduduk saat itu.

    Di masa sekarang, batas-batas tanah dan kepemilikannya sudah lebih jelas dan transparan. Hal ini didukung dengan terbitnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang mengatur tentang batas-batas dan hak-hak tanah warga negara. Dengan demikian, kepemilikan tanah sudah diakui secara hukum oleh negara sehingga segala kemungkinan konflik di masa depan bisa dihindari.

    Sistem Sewa Tanah di Indonesia

    Seperti yang sudah disebutkan, sistem sewa tanah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

    Dalam Pasal 44 Ayat (1) UUPA disebutkan bahwa “Seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah, apabila ia berhak mempergunakan tanah milik orang lain untuk keperluan bangunan dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa.”

    Berdasarkan pasal dan ayat dalam UU tersebut, bisa disimpulkan bahwa pihak penyewa tanah wajib membayar sejumlah uang sewa kepada pemilik tanah dengan melakukan perjanjian sewa tanah yang sah secara hukum.

    UU ini juga menyebutkan bahwa orang maupun badan hukum yang menyewa tanah milik orang lain memiliki hak untuk mendirikan bangunan di atas tanah yang disewa sesuai dengan kesepakatan perjanjian yang akan digunakan.

    Jenis-Jenis Sewa Tanah

    Ada dua jenis sewa tanah yang dibedakan berdasarkan tujuan penyewaannya. Sebelum menyewa tanah, kamu harus memahami kedua jenis sewa tanah tersebut untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan.

    Adapun dua jenis sewa tanah tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Hak Sewa Atas Bangunan

    Hak sewa atas bangunan adalah jika kamu menyewa sebidang tanah dengan bangunan yang sudah berdiri di atasnya. Hal ini sama seperti saat kamu menyewa sebuah rumah atau ruko.

    2. Hak Sewa Untuk Bangunan

    Hak sewa untuk bangunan adalah pemilik tanah yang menyewakan tanah kosong kepada penyewa untuk bisa mendirikan bangunan di atasnya. Bangunan yang didirikan di tanah ini secara hukum adalah hak penyewa.

    Hal ini tidak berlaku jika ada perjanjian lain yang disepakati antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, penting untuk membuat surat perjanjian sewa tanah yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk menghindari kesalahpahaman.

    Demikianlah penjelasan mengenai sistem sewa tanah di Indonesia, mulai dari sejarah, peraturan, hingga jenis-jenisnya. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Sih Tandon Air Perlu Dikuras? Simak Penjelasannya


    Jakarta

    Tandon atau toren air biasa dijadikan sebagai tempat penampungan air untuk di rumah-rumah. Sebagai wadah penyimpanan air, tentunya kebersihan tangki ini mesti diperhatikan.

    Seiring berjalannya waktu, partikel-partikel yang dibawa air seperti pasir atau lumpur bisa mengendap dan menumpuk di dasar tangki. Tak jarang juga, lumut dapat tumbuh di sisi dalam toren. Apabila dibiarkan, hal ini akan mempengaruhi kualitas air yang ditampung.

    Terlebih jika air di dalamnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, atau mencuci. Pasokan air di tandon harus benar bersih dan berkualitas baik, bukan?


    Ini agar air yang dipakai tergolong layak serta tidak memicu masalah kesehatan. Lantas, baiknya seberapa sering menguras toren air?

    Penyebab Toren Air Kotor

    Tak jarang sebagian orang menguras tangki ketika keran air mampet atau saat air yang keluar keruh. Padahal, hal itu menandakan kalau tandon air sudah kotor sehingga kotoran terbawa dan menyumbat pipa yang terhubung ke keran.

    Namun, apa yang menyebabkan toren air menjadi kotor? Mengutip laman smartwateronline.com, sumber asal air dapat menjadi faktor bersih tidaknya air di tandon. Jika air diambil dari galian sumur di tanah contohnya, kemungkinan lumpur bisa ada. Tapi balik lagi, setiap wilayah memiliki kualitas air tanah yang berbeda-beda.

    Selain itu, partikel yang terkandung di air seperti lumpur dan pasir jika terbawa dan masuk ke tandon juga dapat mengotori tampungan air. Lama-lama, partikel-partikel ini pun bisa mengendap di dasar tangki.

    Toren air yang kotor bisa pula disebabkan oleh pertumbuhan lumut. Lumut berkembang dengan cepat jika tandon air terkena langsung paparan sinar matahari.

    Bukan cuma itu, air keruh yang tertampung di tangki dan udara lembap di dalamnya dapat juga mempercepat pertumbuhan lumut di dalam toren.

    Seberapa Sering Membersihkan Toren Air?

    Menguras tandon seharusnya tidak menunggu sampai tangki dipenuhi kotoran dan air menjadi keruh. Toren sebaiknya rutin dibersihkan bahkan sebelum hal-hal seperti keran mampet muncul.

    Melalui Instagram @kemenpupr, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan kalau tangki air setidaknya dikuras 6 bulan sekali. Ini supaya menghindari lumpur atau kotoran lain mengendap di dasar toren dan mencegah pertumbuhan lumut.

    Namun, jika kotoran menumpuk dan lumut muncul dengan cepat maka toren air dapat dibersihkan lebih sering, sekitar 3-4 bulan sekali.

    Selain itu, tingkat kebersihan sumber air juga bisa mempengaruhi kebersihan tandon air. Seperti halnya, kualitas air di Jabodetabek mungkin berbeda dengan air di daerah lain.

    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, menyarankan agar toren air di wilayah Jabodetabek dikuras setidaknya 1-2 kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ungkap Suratman kepada detikcom.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu kan seberapa sering toren air perlu dikuras. Jadi, jangan lupa bersihkan tandon air secara teratur, ya!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Pasang Pagar Bronjong? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Apakah kamu pernah melihat dinding atau pagar berkerangka kawat yang di dalamnya berisi tumpukan bebatuan? Pagar itu dikenal dengan sebutan bronjong. Tapi, tak jarang juga orang menyebutnya dengan gabion.

    Dilansir dari akun Facebook Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Kemen PUPR), kerangka bronjong terbuat dari anyaman kawat baja yang dilapisi galvanis. Untuk bebatuannya bisa berasal dari batu kali, batu belah, batu gunung dengan ukuran yang cukup besar.

    Umumnya, bronjong ditemukan di tebing-tebing sungai untuk memperkuat struktur tanah agar tidak terjadi longsor. Bronjong juga berguna untuk mencegah erosi akibat arus sungai yang mengalir deras secara terus-menerus.


    Sifatnya yang fleksibel juga mampu mengikuti pergerakan tanah di bawahnya tanpa merusak konstruksi dasar. Karena itu, bronjong kerap digunakan pula untuk bendungan, bangunan terjun, dinding penahan tanah, hingga tembok jembatan.

    Kini, bronjong juga banyak lho dipasang sebagai pagar rumah. Bagi sebagian orang, tampilan bronjong dinilai memiliki estetika. Bahannya yang berasal dari bebatuan alam dianggap menonjolkan desain pedesaan berpadu gaya modern yang unik.

    Nah, kalau kamu termasuk yang tertarik memasang bronjong sebagai pagar rumah, simak dulu nih kelebihan dan kekurangan bronjong di bawah ini.

    Kelebihan Bronjong

    Dilansir dari laman Tilly Design, pagar rumah bronjong punya sejumlah kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Berikut penjelasannya.

    1. Penahan Erosi

    Bronjong tersusun dari tumpukan batu di dalam kerangka kawat. Karena ini, bronjong dapat mengurangi hembusan angin dan air dengan masuk ke sela-sela batunya. Dengan begitu, area di sekitar pagar ini bisa terlindungi dari kerusakan pagar yang mungkin terjadi nantinya.

    2. Pemasangan yang Mudah

    Memasang pagar bronjong dapat dilakukan dengan mudah. Pada dasarnya, bronjong tidak memerlukan pondasi yang harus menggali tanah karena berat bebatuan yang menyusunnya bisa menahan pagar ini untuk tetap berdiri.

    3. Biaya Terjangkau

    Bronjong dibuat dengan kerangka kawat baja galvanis yang harganya cukup terjangkau. Selain itu, bebatuan yang menjadi isi bronjong juga dapat disesuaikan. Kalau kamu memiliki banyak tumpukan batu di rumah seperti potongan beton, kamu bisa menggunakannya tanpa mengeluarkan biaya lagi.

    Bukan cuma itu, pemasangannya yang terbilang mudah dapat dipelajari dan dilakukan mandiri sehingga kamu bisa memotong budget untuk jasa tukang.

    4. Daya Tahan yang Lama

    Pagar bronjong bisa tahan sampai cukup lama. Pasalnya, dinding jenis ini akan menguat seiring bertambah usianya. Ketika bebatuannya mengendap dan celahnya terisi lumpur, tanaman, dan bahan organik lain, bronjong bisa berdiri semakin kokoh.

    Sifat bronjong yang fleksibel juga dapat mengikuti pergerakan tanah sehingga tidak membuat konstruksinya rusak atau hancur.

    5. Ramah Lingkungan

    Bronjong disusun dengan kerangka kawat dan bebatuan. Dengan begitu, pagar ini minim menggunakan zat kimia yang mampu merusak lingkungan. Bahkan kamu dapat menggunakan bahan daur ulang seperti batu sisa bahan timbunan, pecahan beton, dan batu lainnya yang berasal dari alam.

    Kekurangan Bronjong

    Selain kelebihan, pagar rumah menggunakan bronjong juga memiliki kekurangan nih, yakni sebagai berikut:

    1. Berpotensi Jadi Sarang Hewan

    Celah yang tercipta di antara tumpukan batu bronjong kemungkinan bisa menjadi sarang hewan atau serangga liar. Kalau kamu tidak ingin area rumahmu menjadi sarang bagi binatang liar, pertimbangkan kembali jika ingin memasang pagar dengan model ini.

    2. Pemeliharaan yang Rumit

    Jika pagar bronjong ada yang mengalami kerusakan maka pemeliharaannya cukup rumit. Kamu perlu membongkar bebatuan bronjong sampai di area yang rusak dan itu membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

    3. Cocok untuk Proyek Pagar Besar

    Bronjong memiliki ukuran pagar yang lebar dan besar, rangkanya pun kaku sehingga pagar model ini tidak mudah dibentuk lekukan. Bronjong juga cocok untuk pagar rumah yang lurus dan tegas. Sebagian bronjong tidak cocok untuk area rumah yang kecil dan melengkung.

    Itu tadi sederet kelebihan dan kekurangan memasang pagar rumah dengan bronjong. Kamu bisa jadikan poin-poin di atas sebagai bahan pertimbangan jika tertarik menggunakan bronjong sebagai pagar rumah, ya.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Perangkap Tikus DIY dan Cara Membuatnya dengan Bahan Sederhana


    Jakarta

    Tikus merupakan hama yang suka merusak dan mengganggu. Membuat perangkap tikus sendiri di rumah bisa jadi solusi untuk menangkap hewan pengerat satu ini. Tikus memang suka menyelinap masuk ke rumah kemudian menggerogoti dan merusak barang-barang.

    Tak cuma itu, tikus juga merupakan membawa penyakit mematikan seperti pes yang bisa menular lewat air kencing tikus. Nah, biar kamu nggak pusing menghadapi hewan kecil tapi menyebalkan ini. Kamu bisa membuat perangkap tikus sendiri dengan barang yang tersedia di rumah.

    Melansir dari Today’s Homeowner, Rabu (10/1/2024) berikut beberapa cara membuat perangkap tikus yang bisa kamu buat sendiri di rumah. Simak penjelasan berikut.


    1. Perangkap Tikus dari Ember

    Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

    Perangkap tikus pertama terbuat dari ember. Kamu bisa menggunakan ember bekas tak terpakai untuk membuat perangkap tikus ini serta beberapa bahan tambahan berikut.

    Bahan-bahan

    – Ember (atau wadah tinggi lainnya seperti tong)

    – Papan kayu berukuran kecil

    – Selai kacang untuk umpan

    Cara

    – Cari lokasi tempat tikus bersarang atau tempat yang sering kamu lihat kemunculan tikus.
    – Taruh ember di lokasi tersebut, disarankan menggunakan ember plastik berukuran lumayan besar.
    – Letakkan satu sisi kayu di atas ember dan sisi lainnya di tanah sehingga akan berfungsi sebagai tanjakan untuk tikus masuk ke dalam ember.
    – Kemudian, di bagian dalam ember, kamu oleskan selai kacang di sekeliling bagian atas ember.
    – Opsional : kamu juga dapat meletakkan selapis kecil biji bunga matahari atau umpan lainnya di dasar ember.

    Nanti tikus yang terpancing perangkap ini akan naik ke tanjakan papan kayu kemudian masuk dan jatuh ke dalam ember untuk mengambil selai kacang, dan jatuh ke dalam ember. Dinding ember yang licin membuat tikus akan sulit memanjat keluar.

    2. Perangkap Tikus dari Kertas dan Ember

    Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

    Selanjutnya, kita punya perangkap tikus yang sama mudahnya dibuat, tidak memerlukan banyak peralatan atau teknik lainnya. Untuk perangkap tikus ini, kamu memerlukan yang berikut:

    Bahan-bahan

    – Ember atau wadah tinggi dengan dinding bagian dalam licin
    – Sepotong kecil kayu
    – Selembar kertas besar yang dapat menutupi ember, seperti selembar kertas kontraktor atau kertas dengan tekstur kasar seperti karton.
    – Selai kacang
    – Lakban, benang, atau tali
    – Palu dan paku
    – Sepasang gunting atau silet

    Caranya:

    – Temukan tempat yang bagus untuk meletakkan ember, sebaiknya di tempat di mana tikus bersarang atau sering terlihat.
    – Lalu, ambil selembar kertas dan pasangkan dengan pas di atas ember.
    – Ambil selotip, benang, atau tali dan ikat kertas itu erat-erat ke ember.
    – Ambil papan kecil dan tancapkan paku ke ujung papan.
    – Condongkan papan ke tepi ember, dengan paku menembus kertas.
    – Dengan menggunakan gunting atau pisau, potong bagian tengah kertas
    – Ambil selai kacang dan oleskan sedikit pada setiap bagian tengah kertas yang menghadap ke dalam.

    Perlu diingat bahwa berat tikus terkadang dapat merobek atau merusak kertas, sehingga perlu diganti, terutama jika kamu ingin menggunakan perangkap ini berkali-kali.

    3. Perangkap Tikus dari Kaleng Berputar

    Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

    Perangkap ini adalah yang paling populer, efektif, namun sulit dibuat. Sisi positifnya, kamu bisa digunakan berkali-kali tanpa harus mengganti apapun, seperti halnya perangkap kertas. Untuk membuat perangkap tikus ini, kamu memerlukan alat dan bahan berikut:

    Bahan-bahan

    – Ember, tempat sampah, atau wadah tinggi lainnya
    – Sepotong kayu
    – Gantungan baju kawat
    – Kaleng soda kosong
    – Sepasang potongan timah
    – Sepasang tang runcing atau palu
    – Bor tangan dengan mata bor putar (sebaiknya yang dirancang untuk logam)
    – Selai kacang

    Caranya

    – Pertama, buat dua lubang kecil sejajar dengan bor, satu di bagian atas kaleng dan satu lagi di bagian bawah.
    – Dengan menggunakan gunting yang mampu memotong besi, lepaskan bagian atas gantungan baju besi kawat.
    – Kemudian, lepaskan gulungan gantungan baju hingga menjadi kabel kawat yang lurus.
    – Pasangkan gantungan baju kawat melalui lubang di kaleng. Jika dilakukan dengan benar, kaleng akan berputar bebas.
    – Selanjutnya, buat dua lubang kecil di sisi berlawanan di sepanjang bagian atas ember.
    – Pasangkan kawat melalui lubang pada ember. Kamu harus menggantung kaleng di tengah ember, dengan beberapa inci kawat menonjol dari sisinya.
    – Dengan tang runcing, tekuk kawat berlebih ke bawah, letakkan kawat di tempatnya di dalam ember.
    – Jika kamu tidak memiliki tang runcing, kamu dapat menggunakan palu untuk mengetuk kawat ke bawah.
    – leskan selai kacang ke kaleng.
    – Tempatkan perangkap di tempat yang sering atau menjadi tempat bersarangnya tikus.

    Nantinya perangkap ini akan bekerja jika tikus sudah terpancing umpan, maka akan mendekati kaleng. Setelah tikus berada di atas kaleng, kaleng akan berputar dan membuat tikus jatuh ke ember.

    Kamu dapat membongkar perangkap dengan membengkokkan kabel ke belakang dan mengeluarkan kaleng dari tengahnya, sehingga kamu dapat membuang tikus ke dalam ember dan menggunakan kembali perangkap tersebut nanti tanpa mengganti bagian apa pun.

    Demikian cara buat perangkap tikus sendiri di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Hindari Penipu Jual Beli Rumah



    Jakarta – Memiliki rumah adalah impian semua orang. Namun sayang, tak semua orang punya kemampuan untuk membeli rumah.

    Faktor ekonomi menjadi alasan utamanya. Namun, ada juga yang sudah memiliki uang cukup dan hendak membeli rumah, malah berujung kena tipu. Alhasil, uang hilang, rumah yang diimpikan pun melayang.

    Nah, oleh karena itu, sebelum membeli rumah ada hal-hal yang perlu kamu ketahui. Pasalnya, bila tidak, kita akan kena tipu atau rumah yang kita beli tak sesuai harapan. Apa saja tipsnya? Simak penjelasan tips membeli rumah yang aman dalam infografis berikut ini:

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com