Author: admin 1

  • Nggak Perlu Sering, Ini 6 Cara Beberes Rumah Biar Selalu Rapi



    Jakarta

    Rumah merupakan tempat tinggal sekaligus istirahat bagi setiap orang. Kebersihan rumah sangatlah penting untuk menciptakan ruang yang nyaman dan menyenangkan.

    Meskipun begitu, membersihkan rumah tak jarang menjadi tantangan tersendiri akibat rutinitas harian yang banyak. Jangan khawatir! Meskipun mungkin sulit untuk menyempatkan waktu membersihkan rumah setiap minggu, ada enam kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga rumah tetap bersih dan teratur.

    Melansir Real Simple, Kamis (25/1/2024), berikut enam rutinitas mingguan yang bisa kamu lakukan agar rumah lebih bersih dan rapi.


    1. Merapikan Barang dengan Bijak

    Sebuah rumah yang rapi dimulai dari kebiasaan merapikan barang dengan bijak. Trisha Lake, pemilik dan CEO TLC Cleaning, merekomendasikan untuk melibatkan keluarga dalam sesi merapikan kecil setiap minggu. Dengan membuat jadwal dan tempat untuk menyimpan barang, kamu bisa menghindari kekacauan yang tidak diinginkan.

    2. Menyapu dan Menjaga Permukaan Lantai

    Menyapu permukaan keras, seperti lantai dapur dan kamar mandi bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang menciptakan lingkungan yang higienis, terutama jika ada anak-anak di sekitar. Dalam budaya orang Asia, ada kebiasaan untuk tidak memakai alas kaki di dalam rumah. Budaya ini sebenarnya sangatlah membantu dalam mencegah kotoran masuk ke dalam rumah.

    3. Mengganti Seprai Tempat Tidur secara Berkala

    Mengganti seprai tempat tidur setiap minggu bukan hanya kebiasaan yang baik untuk kebersihan, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas tidur. Jangan ragu untuk mencoba pengalaman menyenangkan masuk ke tempat tidur dengan seprai yang segar dan bersih. Dengan seprai yang bersih, tidur akan semakin nyenyak sehingga bisa meningkatkan produktivitas kita di kemudian hari.

    4. Membersihkan dan Menyedot Debu Secara Rutin

    Debu dan kotoran umumnya menumpuk di area-area dengan lalu lintas tinggi. Menyedot dan membersihkan debu tidak hanya menjaga rumah tetap bersih, tetapi juga memperpanjang umur karpet dan lantai. Jika waktu menjadi kendala, pertimbangkan untuk menggunakan penyedot debu otomatis untuk menghemat waktu dan energi.

    5. Bersihkan Kamar Mandi Seminggu Sekali

    Kamar mandi yang bersih adalah suatu keharusan. Kamar mandi harus rutin dibersihkan seminggu sekali karena merupakan area yang rentan terhadap kotoran, bakteri, dan kuman.

    Meskipun pekerjaan ini mungkin tidak selalu menyenangkan, membersihkan toilet, wastafel, dan shower setiap minggu adalah investasi yang sangat berharga untuk kesehatan dan kenyamanan keluarga.

    6. Bersihkan Pula Dapur Secara Rutin

    Jangan lupakan dapur di rumah! Membersihkan peralatan, wastafel, dan memeriksa lemari es untuk barang-barang yang sudah kedaluwarsa adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dapur. Lakukan pembersihan dapur secara menyeluruh minimal seminggu sekali. Kebiasaan kecil seperti menyeka kotoran dengan cepat setelah makan dan memasak juga bisa memberikan dampak yang besar bagi kebersihan rumah.

    Demikianlah rutinitas mingguan yang bisa kamu lakukan agar rumah lebih bersih dan rapi. Dengan mengintegrasikan keenam kebiasaan ini ke dalam rutinitas mingguan, kamu tidak hanya menciptakan rumah yang bersih dan teratur, tetapi juga menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk keluarga. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Tips Hemat Listrik Biar Tagihan Nggak Bengkak!


    Jakarta

    Menghemat listrik bisa jadi upaya untuk menghindari tagihan listrik yang tinggi. Tagihan listrik yang membengkak bisa disebabkan penggunaan listrik yang boros. Terutama kebutuhan listrik untuk alat elektronik, semakin banyak alat elektronik maka semakin besar juga listrik yang digunakan.

    Nah, biar kamu tidak pusing memikirkan tagihan listrik yang membengkak. Kamu bisa mulai ikuti tips menghemat listrik berikut. Ada 12 tips yang bisa kamu lakukan untuk menghemat listrik di rumah.

    1. Kurangi Penggunaan Listrik Bersamaan

    Gunakan listrik seperlunya dan hindari juga menggunakannya secara bersamaan. Misal, Menggunakan hair dryer, kemudian televisi dan AC menyala. Nyalakan listrik seperlunya saja, selebihnya dimatikan.


    2. Menggunakan Tangki Penampungan Air

    Membuat tandon air dan menggunakan mesin pompa air jika benar-benar membutuhkan dapat menghemat penggunaan listrik. Selain menghemat pompa air listrik, juga bisa menghemat air.

    3. Cabut Alat Elektronik yang Tak Terpakai

    Jika barang elektronik sudah penuh daya listriknya, seperti handphone, kabel komputer, printer, dispenser, jika sudah tidak dibutuhkan lagi maka cabut dari stop kontak (plug) setelah selesai digunakan.

    4. Menggunakan Barang Elektronik Hemat Energi

    Kamu bisa mulai menggunakan barang elektronik yang hemat energi, seperti setrika dengan pengatur panas otomatis dan gunakan lampu LED sebagai penerangan sebab lebih terang sehingga mampu menghemat hingga 90% listrik di rumah.

    5. Nyalakan Saat Diperlukan

    Mematikan barang elektronik yang sedang tidak digunakan dapat menghemat pengeluaran listrik. Kamu bisa mulai dengan mematikan televisi jika tidak ditonton Jadi, jangan dibiasakan TV menyala ketika tertidur.

    6. Menyambung Daya Listrik PLN Sesuai Kebutuhan

    Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan ESDM, rumah tangga kecil rata-rata membutuhkan daya listrik yang sedikit. Maka, cukup dengan menyambung listrik berdaya 450 VA atau 900 VA. Sedangkan untuk rumah tangga sedang cukup menyambung 900 – 1300 VA.

    7. Gunakan Perabot Elektronik Sesuai Kebutuhan

    Sesuaikan perabot elektronik sesuai kebutuhan. Untuk rumah tangga kecil tak perlu menggunakan kulkas dengan kapasitas besar. Untuk industri usaha barulah menggunakan pendingin dengan kapasitas yang lebih besar. Serta gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas rumah tangga. Kemudian untuk ruangan yang memiliki cukup ventilasi maka kamu tak perlu menggunakan AC.

    8. Mengatur Suhu Sesuai Kebutuhan

    Untuk perabot elektronik seperti kulkas dan AC juga perlu dipantau suhunya. Kamu tak perlu mengatur pada suhu maksimal, pastikan dengan suhu yang cukup. Contohnya seperti mengatur serta sesuaikan suhu AC berdasar luas ruangan, pertahankan suhu pendingin sekitar 25°C.

    9. Mengganti Keran yang Bocor

    Selanjutnya, jangan mengabaikan keran yang bocor meskipun hanya mengeluarkan setetes demi tetes air juga merupakan bentuk pemborosan. Apabila kita sering menyalakan pompa air, maka biaya listrik pun akan tinggi. Segera ganti keran jika memang bocor.

    10. Kurang Waktu Penggunaan Listrik

    Persingkat penggunaan listrik sebisa mungkin, contohnya ketika kamu mau memasak nasi dengan rice cooker kamu sudah menggunakan air panas, cara ini dapat mempersingkat waktu memasak sehingga pemakaian listrik dapat dihemat.

    11. Mengatur Ventilasi Udara

    Cara menghemat listrik adalah memastikan rumah punya cukup ventilasi. Hal ini akan membuat aliran udara dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Selain itu, membuat sirkulasi udara di dalam rumah juga bisa mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin. Lebih utamakan untuk membuka jendela agar ada sirkulasi udara daripada menggunakan pendingin ruangan di pagi dan siang hari.

    12. Manfaatkan Ventilasi Rumah

    Tak hanya untuk sirkulasi udara, namun kamu juga bisa memanfaatkan ventilasi rumah agar sinar alami (matahari) dapat masuk ke rumah. Kamu dapat membuka tirai jendela secukupnya agar tingkat cahaya memadai untuk melakukan kegiatan. Sehingga kamu tak perlu menyalakan lampu pada ruangan kerja.

    Demikian tips menghemat listrik agar tagihan tak bengkak. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Keset Kaki Beserta Fungsinya

    Jakarta
    Keset kaki memiliki kegunaan yang baik untuk menyeka telapak kaki kamu dari kotoran sebelum melangkah ke ruangan lainnya. Selain itu, keset kaki berguna untuk mencegah selip dari lantai karena bahannya mampu untuk memberikan perlindungan ketika kamu melangkah. Namun, meskipun utamanya digunakan untuk perlindungan tetapi ada beberapa fungsi tergantung jenisnya.

    Dikutip dari Blibli, Kamis (25/1/2024), keset kaki memiliki beberapa jenis yang perlu kamu ketahui. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini detikProperti telah merangkum 6 jenis keset kaki beserta fungsinya. Simak berikut ini.

    1. Keset Anti Selip

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Jenis ini khususnya untuk mencegah selip ketika kamu melangkah kaki ketika lantai dalam keadaan basah. Biasanya jenis keset kaki ini khusus ditaruh depan pintu kamar mandi atau berdekatan dengan shower atau bathtub untuk mengamankan kamu ketika memijakkannya. Jenis dari keset ini memiliki bahan yang bukan kain tetapi bentuknya mirip seperti buntalan dimana bagian tengahnya terdapat lubang yang tinggi dan bertekstur serta pada bagian bawahnya memiliki daya cengkram yang kuat.

    2. Keset Katun

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Keset katun memiliki fungsi yang sama yakni mengeringkan kaki secara maksimal dan mengeringkan dari bakteri atau jamur yang menempel. Bahan katun ini sama seperti bahan pada sprei, bed cover, atau baju pada umumnya. Keset ini biasanya diletakkan di tempat yang mudah lembab, tetapi keset ini memiliki kemampuan pengeringan yang rendah jika terkena daerah yang mudah berair berlebih.

    Bahan ini memiliki tekstur yang lembut dan empuk di kaki sehingga kaki tidak mengalami iritasi kulit. Model dan bentuknya juga beragam dan memiliki variasi warna dan motif sehingga keset ini juga menambah nilai estetika pada lantai rumah.

    3. Keset Handuk

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Sesuai dengan namanya, keset ini memiliki bahan seperti handuk atau polimer yang memiliki ketebalan yang tinggi, termasuk bulu halus dan serat yang padat jadi teksturnya sangat empuk dan lembut. Fungsi dari handuk ini agar dapat mengeringkan kaki dai area yang mudah berair atau lembab serta terhindar dari sarang bakteri atau jamur.

    Pastikan bagian bawahnya terdapat keset anti slip, sebab keset handuk cenderung licin ketika dipijak sehingga berbahaya nantinya. Selain itu, keset ini memiliki banyak ukuran, pola dan warna yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

    4. Keset PVC

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Keset PVC memiliki kemampuan penyerapan air yang bagus jika kadarnya berlebih dan biasanya memiliki beban yang ringan. Uniknya keset PVC mampu membuat lantai tetap kering meskipun permukaannya becek. Selain itu, ketahanan keset ini juga lebih awet sebab tidak mudah rusak seperti robek. Keset jenis ini jarang memiliki motif, tetapi warnanya beragam. Untuk perawatannya pun juga mudah yakni bisa menggunakan mesin cuci atau menyikatnya memakai sabun cuci.

    5. Keset Besi

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Keset jenis ini lembut tetapi kaku sehingga biasanya sering digunakan di area yang banyak minyak dan air seperti di restoran atau pabrik. Keset ini memiliki fungsi penyerapan dengan baik jika daerah rawan becek, misalnya seperti di pasar ikan. Bahan pada keset ini juga membuatnya awet dan tidak mudah rusak jika perawatannya benar sebab keset ini terbuat dari besi. Meskipun begitu, sebetulnya jenis keset ini tidak perlu perawatan khusus tetapi untuk hunian rumah, keset ini kurang direkomendasikan pada kehidupan sehari-hari.

    6. Keset Ijuk

    Jenis-jenis keset
    Foto: istimewa/blibli

    Keset ini memiliki bahan yang kasar dan sudah digunakan sejak zaman dulu. Keset ini mampu membersihkan kotoran dan debu secara maksimal dan biasanya diletakkan pada bagian luar rumah dimana kaki memijak selama mengenakan sepatu. Sehingga kotoran dan debu dari sepatu bisa dibersihkan sebelum terbawa masuk ke dalam rumah.

    Halaman 2 dari 7

    (dna/dna)




    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Flush Toilet Macet dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Toilet duduk memiliki 2 tombol flush di belakang untuk mengeluarkan air bilasan. Tombol ini memudahkan pengguna agar tidak perlu menyiram air secara manual ke dalam lubang.

    Bagaimana jika tiba-tiba air bilasan tersebut tidak keluar setelah tombol ditekan berkali-kali? Apa yang salah?

    Ternyata kerusakan pada flush itu bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya rantai flush terputus, permukaan air rendah, sumbatan rim jet, hingga penyumbatan saluran pembuangan.


    Tetapi semua kerusakan tersebut memiliki solusi agar dapat berfungsi kembali. Mengutip dari yourrepair.co, pada Jumat (26/1), begini cara mengatasi flush toilet yang tidak berfungsi.

    1. Rantai tuas toilet terputus

    Toilet duduk yang flushnya menggunakan tuas, biasanya terdapat rantai di dalamnya yang menghubungkan tuas dengan sistem pompa.

    Apabila rantai tersebut longgar hingga terputus, maka saat pengguna menekan tuas tidak akan terasa beban.

    Tuas tersebut ringan dan bisa memutar 360 derajat. Air pun tidak akan keluar untuk membersihkan dalam lubang toilet.

    Cara mengatasinya adalah melepaskan tutup tangki toilet tempat tuas flush toilet berada. Periksa sambungan antara tuas dan penutupnya. Jika rantai hanya terlepas, maka bisa dipasang kembali. Uji coba dulu sebelum tangki ditutup kembali. Apabila rantai terputus, pengguna harus membeli rantai baru dan memasangnya kembali.

    2. Permukaan air rendah

    Normalnya, tangki bisa mengisi kembali air dengan sendirinya. Dengan begitu setiap menarik tuas atau tombol, air otomatis keluar.

    Tetapi, saat pasokan air di dalam tangki tersebut sedikit, air yang keluar di dalam lubang tidak akan deras. Bahkan ada yang tidak keluar.

    Cara mengatasinya adalah memeriksa persediaan air di dalam tangki masih mengalir. Lalu periksa keran di kamar mandi apakah air mengalir normal atau mengecil. Jika keran lain di rumah juga mengalami masalah, bisa jadi pipa air tersumbat.

    3. Penyumbatan rim Jet

    Menurut The Spruce, rim jet adalah lubang kecil yang terletak di bagian bawah toilet. Ini adalah akses air untuk masuk ke dalam lubang toilet dari tangki saat tuas atau tombol ditekan.

    Ternyata akses tim jet ini bisa saja tersumbat kotoran. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah memberikan cuka pada bagian dalam rim jet untuk memecah endapan kotoran di dalamnya. Setelah bersih, coba tes banyaknya air yang keluar dengan menekan tuas untuk membilas lubang.

    4. Tersumbat benda padat

    Air dari flush toilet sulit keluar bisa jadi karena benda padat dibuang ke dalam lubang. Toilet menjadi tersumbat dan menganggu sistem air dari flush ini.

    Cara mengatasinya adalah dengan menyedot toilet tersumbat. Bisa menggunakan baking soda dan cuka, plumbing snake, dan sedot WC.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Sarang Laba-laba di Rumah? Usir dengan 4 Cara Ini


    Jakarta

    Sarang laba-laba kerap ditemukan pada beberapa sudut rumah. Meskipun sarang laba-laba tidak mengancam maupun berbahaya, keberadaannya terkadang membuat penghuni rumah merasa risih dan membuat rumah tampak kotor.

    Membersihkan sarang laba-laba memang tidak sulit, namun akan lebih baik jika langsung mengusir sumbernya agar tidak bersarang di rumah. Dikutip dari Mirror, Jumat (26/1/2024), berikut ini adalah cara efektif untuk membasmi laba-laba di rumah.

    Tutup Semua Celah

    Laba-laba sering melewati celah kecil apa pun yang yang ada di rumah, jadi kamu perlu menutup seluruh celah kecil yang berpotensi dimasuki laba-laba. Pakar pengendalian Hama di Fantastic Service, yakni Jordan Foster menyarankan untuk menutup seluruh titik masuk laba-laba di rumah.


    “Hindari membiarkan serangga pengganggu tersebut tinggal di rumah kamu dengan menutup semua titik masuk laba-laba di rumah. Bagian dinding, pintu, dan jendela harus ditambal dan disegel. Jangan lupa untuk meletakkan jaring di atas ventilasi dan tutupi perapian saat tidak digunakan. Berikan perhatian khusus pada dapur, loteng, dan kamar mandi, karena tingkat kelembapan yang tinggi menjadikannya tempat persembunyian yang populer,” ucap Jordan.

    Minyak Esensial

    Minyak ini dipercaya untuk relaksasi dan bermanfaat untuk kesehatan tetapi selain sebagai aromaterapi, minyak ini juga direkomendasikan mampu untuk membasmi hama termasuk laba-laba. Khususnya aroma peppermint karena aroma ini terlalu menyengat untuk laba-laba yang memiliki indera penciuman melalui kakinya.

    Untuk membuat ramuan tersebut, kamu perlu sekitar 20 tetes minyak esensial peppermint ke dalam botol berisi air, lalu menyemprotkannya ke setiap sudut dan celah rumahmu. Kamu juga bisa menyemprotkannya ke selimut untuk mencegah mereka naik ke tempat tidur. Karena minyak ini beracun bagi hewan peliharaan, pastikan bahwa kamu menghindari metode ini dari peliharaan Kamu.

    Lilin Aromaterapi Serai

    Serai biasanya digunakan untuk mengusir serangga seperti tawon dan nyamuk, tetapi lilin aromaterapi ini juga populer untuk membantu mengusir laba-laba yang tidak menyukai aroma seperti lemon, kayu manis, dan serai. Selain itu, laba-laba juga tidak menyukai asap sehingga peran lilin juga akan membantu menjauhkan laba-laba dari rumah dengan cara menaruhnya di dekat jendela.

    Cuka Putih

    Jika kamu memiliki cuka putih di dapur, Kamu bisa memakai bahan ini karena dipercaya memiliki khasiat yang dapat mencegah hama secara efektif. Apalagi, cuka memiliki kandungan asam asetat yang sangat sensitif bagi laba-laba.

    Metode ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan setengah air dan setengah cuka ke tempat laba-laba yang menyelinap masuk. Selain itu, cuka tidak memiliki efek yang berbahaya dan beracun sehingga aman untuk digunakan ketika kamu dekat hewan peliharaan.

    Itulah beberapa cara untuk membasmi laba-laba agar tidak bersarang di rumahmu. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Banyak Semut di Rumah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Semut merupakan salah satu hewan yang keberadaannya sering ditemukan di rumah. Meskipun tidak berbahaya, keberadaannya terkadang membuat penghuni rumah risih.

    Adanya semut di rumah bukan tanpa alasan, misalnya karena ada sisa makanan. Tak hanya itu, masih ada beberapa penyebab lainnya yang mengundang semut datang ke rumah.

    Dilansir dari detikBali, Sabtu (27/1/2024), berikut ini penyebab banyak semut masuk ke dalam rumah.


    Penyebab Banyak Semut di Rumah

    – Cuaca yang sangat panas membuat semut masuk ke dalam rumah untuk berteduh

    – Cuaca hujan membuat kondisi menjadi lembap sehingga semut keluar dari tanah untuk mencari tempat kering

    – Dinding retak atau lantai berlubang

    – Makanan atau minuman dibiarkan terbuka

    – Kondisi rumah dalam keadaan kotor seperti banyak sampah, sisa makanan, hingga bangkai hewan membuat semut berdatangan

    Cara Usir Semut Tanpa Membunuhnya

    Jika sudah banyak semut berdatangan, terdapat beberapa cara untuk mengusirnya tanpa harus membunuhnya. Berikut ini caranya.

    1. Bersihkan Area yang Terdapat Semut

    Coba perhatikan area di sekitar rumah kamu, apakah ada sisa-sisa makanan atau sampah berserakan? Jika iya, hal tersebut bisa menjadi salah satu penyebab semut datang.

    Apabila gerombolan semut yang datang semakin banyak, segera bersihkan sampah dan sisa-sisa makanan. Hal ini supaya semut tidak datang kembali ke area tersebut karena sumber makanannya sudah hilang.

    2. Kapur Barus

    Penggunaan kapur barus cukup efektif dalam mengusir semut tanpa membunuhnya. Sebab, kapur barus mengandung bahan kalsium karbonat yang diklaim ampuh membasmi serangga, salah satunya semut.

    Cara penggunaannya cukup buat garis menggunakan kapur barus di sejumlah titik tempat semut biasa melintas. Garis dari kapur barus akan mengeluarkan aroma khas yang tidak disukai semut.

    3. Daun Mint

    Daun mint ternyata juga ampuh untuk mengusir semut. Hal itu karena semut tidak senang dengan aroma-aroma yang tajam, salah satunya berasal dari daun mint.

    Bagaimana cara penggunaannya? Cukup letakkan daun mint di sejumlah titik yang sering dilalui semut. Jangan lupa untuk mengeceknya setiap hari untuk memastikan semut tidak datang kembali.

    4. Membacakan Doa

    Bagi detikers yang beragama islam, ada cara lain untuk mengusir semut, yakni dengan membacakan doa. Adapun bacaan doa mengusir semut yaitu dalam Surat Al Naml ayat 18, yakni sebagai berikut:

    حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    Artinya: Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.

    5. Pakai Insektisida

    Penggunaan insektisida tak langsung membunuh semut, tapi terbilang ampuh untuk mengusir dan mencegahnya datang kembali. Caranya cukup semprotkan insektisida sebanyak satu kali di lokasi yang sering dilalui semut. Lalu cek kembali saat keesokan hari, pastikan bahwa tidak ada lagi semut yang datang ke rumah.

    Itulah penyebab dan beberapa cara mengusir semut yang ada di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Kenali Genteng Bocor Tanpa Harus Memanjat Atap


    Jakarta

    Musim hujan masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Saat musim hujan terkadang membuat penghuni rumah menjadi was-was, khawatir ada bagian rumah yang bocor terutama bagian genteng.

    Salah satu cara untuk memastikannya tentu dengan mengeceknya secara langsung. Akan tetapi, buat kamu yang takut ketinggian, mengecek genteng nggak selalu harus naik ke atap.

    Ada sejumlah tanda genteng bocor yang bisa dikenali tanpa harus memanjat atap. Mengutip dari angi.com, berikut 7 tanda-tanda atap bocor


    Tanda Atap Rumah Bocor

    1. Tumbuh Jamur pada Dinding Luar

    Jika kamu melihat jamur tumbuh pada dinding luar maka kemungkinan atap kamu bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu, ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    2. Kebocoran

    Tanda berikutnya jika kamu mendengar suara rintikan air jatuh maka kemungkinan atap kamu bocor. Meskipun kebocorannya kecil, kamu tetap harus memeriksanya untuk memastikan kebocorannya tidak bertambah parah.

    3. Pipa Ventilasi Rusak

    Jika ventilasi pipa kamu rusak, air dapat mengalir ke bagian luar pipa dan masuk ke dalam rumah kamu. Segera ganti pipa vent jika rusak untuk menghindarinya kerusakan lanjutan.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Hilang

    Jika genteng kamu rusak, air bisa masuk ke rumah kamu. Jika kamu melihat ada genteng yang hilang atau rusak di atap kamu, pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    5. Noda Rembesan Air pada Tembok dan Atap

    Jika kamu melihat noda berwarna kuning kecoklatan pada langit-langit dan sekitar tembok, maka itu merupakan tanda atap kamu bocor. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.

    Jika air rembesan sudah mencapai tembok dan langit-langit maka lakukan perbaikan secepatnya untuk mencegah masalah lanjutan seperti kerusakan atap, bingkai hingga tumbuhnya jamur.

    6. Flashing Rusak atau Hilang

    Flashing merupakan material bangunan yang berfungsi untuk melindungi rumah dari kebocoran. Jika kamu menyadari flashing rusak atau hilang di sekitar tepi ventilasi, atap, atau cerobong asap, air bisa bocor ke dalam rumah kamu. Kerusakan pada flashing biasanya terjadi karena badai dan angin kencang. Kamu dapat mengganti bagian tertentu pada atap kamu tanpa harus mengganti seluruh bagian atap.

    7. Ada Genangan air

    Jika kamu melihat genangan air di atas atap kamu disarankan untuk memanggil ahli untuk memperbaiki. Buat kamu yang atapnya rata berpotensi munculnya genangan air. Waspadai kebocoran dengan melihat ke dalam rumah kamu di dekat lokasi genangan air. Perhatikan baik-baik area yang berpotensi bermasalah, karena kebocoran mungkin bisa saja nggak terjadi tepat di bawah genangan air.

    Itulah 7 cara mengenali atap bocor tanpa perlu memanjatnya. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perkiraan Biaya Ganti Plafon Gypsum/M2


    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu bagian penting di rumah. Namun, plafon rawan rusak terutama jika atap sering bocor yang rembesan airnya mengenai plafon.

    Plafon yang rusak akibat rembesan air hujan atau lapuk sebaiknya secepatnya diganti. Sebab plafon yang kondisinya sudah buruk dapat ambruk dan mengganggu estetika rumah.

    Terdapat beberapa jenis plafon, salah satunya plafon gypsum. Mengutip dari Arsitag, pada Sabtu (27/1) gypsum adalah bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon jenis ini banyak digemari karena mudah dipasang.


    Meski pemasangannya mudah, beberapa orang memilih untuk menggunakan jasa tukang agar lebih cepat. Namun, sebelum berniat memanggil tukang untuk mengganti plafon yang rusak, sebaiknya ketahui biaya yang harus dikeluarkan.

    Plafon gypsum biasanya dijual per lembar dengan ketebalan dan merek yang bermacam-macam. Ada pula yang dijual per meter dengan sistem jasa borongan.

    Dikutip dari BLKP, berikut ini contoh simulasinya penghitungan mengganti plafon per meter.

    Perkiraan Biaya Penggantian Plafon

    Ruangan yang akan diganti dengan plafon gypsum berukuran 6×6 meter (m). Dengan harga plafon gypsum untuk satu sisi menurut bursabangunan.com dari Rp 93.000-Rp 100.000 per meter persegi.

    Luas ruangan: 6 x 6 = 36 m2

    Biaya pembelian gypsum: 36 m2 x Rp 93.000 = Rp 3.348.000.

    Cara penghitungan pemasangan kerangka Hollow

    Apabila ingin mengganti dengan kerangka Hollow karena kondisinya sudah tidak kokoh lagi, bisa dengan penghitungan berikut.

    Rangka di dinding: (6 + 6) x 2 = 24 m

    Jumlah rangka per 60 cm = (6/0,6) = 10 Panjang = 10 x 6 = 60 m

    Jumlah cross per 120 cm = (6/1,2) = 5 Panjang = 5 x 6 = 30 m

    Total kebutuhan rangka hollow: 24+60+30 = 114 m

    Apabila panjang per batang hollow yang digunakan adalah 6 m, maka kebutuhan rangka hollow yaitu: 114/6 = 19 batang hollow.

    Harga rangka hollow 6 meter sekitar Rp 150.000-Rp 500.000 per batang. Tergantung dari merek dan ukuran. Misalnya harga rangka hollow Rp 150.000 per batang, jika dibutuhkan 19 batang maka totalnya Rp 2.850.000.

    Dengan demikian, total biaya yang dikeluarkan untuk mengganti plafon yaitu: Rp 3.348.000 + Rp 2.850.000 = Rp 6.198.000.

    Biaya Jasa Pemasangan Plafon Gypsum

    Pemasangan plafon menggunakan jasa tukang sekitar Rp 200.000/m2. Sehingga apabila dihitung, 24 m x Rp 200.000 = Rp 4.800.000 per orang. Sementara itu, biaya pemotongan dan pemasangan kerangka hollow sekitar Rp 150.000 per orang.

    Lama pembongkaran hingga pemasangan kembali memakan waktu 1-2 hari dengan ukuran rumah 6×6 meter. Jumlah tukang yang dibutuhkan untuk mengganti plafon gypsum ini cukup 1 orang. Dengan catatan dia bisa melakukan pemotongan dan pemasangan kerangka hollow.

    Maka total biaya mengganti plafon, kerangka hollow, dan jasa tukang secara keseluruhan, Rp 3.348.000 + Rp 2.850.000 + Rp 4.800.000 + Rp 150.000 = Rp 11.148.000.

    Sebagai catatan, harga ini hanyalah perkiraan saja. Harga tersebut juga belum termasuk dengan biaya pengiriman barang ke rumah.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Menjawab Tanda-tanda Rumah Kamu Berhantu atau Nggak



    Jakarta – Pertimbangan hunian yang nyaman bukan hanya dari fondasi bangunan dan lokasinya saja, tetapi rumah tersebut perlu bebas dari gangguan hal mistis.

    Bagaimana cara mengetahui, rumah berhantu atau tidak?

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Aman Bersihkan Toren Air Sendiri


    Jakarta

    Membersihkan toren air di rumah meski terkesan sepele, tetap perlu dilakukan dengan kehati-hatian. Ini mengingat setelah seorang pria tewas dalam toren air di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Korban ditemukan meninggal dunia setelah setengah jam membersihkan toren air.

    Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban baru dapat dievakuasi oleh petugas Damkar Jakarta Selatan setelah 2 jam. Berikut informasi selengkapnya.

    Kalau kamu berniat membersihkan sendiri toren air di rumah kamu, lakukan dengan aman ya. Hal paling utama yang perlu kamu ketahui adalah memiliki pengetahuan dasar untuk membersihkan toren.


    Dikutip dari Flip, Minggu (28/1/2024), detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan untuk membersihkan toren dengan aman. Simak tips berikut ini!

    Langkah Mencuci Toren Air

    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut, sehingga setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat. Agar memudahkanmu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Panduan Bersihkan Toren Air Sendiri

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran. Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Jika sudah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren. Jika toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com