Author: admin 1

  • Ternyata Ini Alasan Kenapa Kasur Perlu Rutin Dibalik dan Diputar



    Jakarta

    Kasur yang nyaman dapat mempengaruhi kualitas tidur kita. Kualitas tidur yang baik tak cuma mempengaruhi kepada kesehatan fisik juga kesehatan mental.

    Maka dari itu, perawatan terhadap kasur itu sangat penting untuk menjaga kondisi kasur. Salah satu perawatan kasur yang paling mudah adalah dengan cara membalik atau memutarnya.

    Namun, apa alasan kasur perlu rutin dibalik dan diputar, serta apakah ini berlaku untuk semua jenis kasur? Mengutip dari Family Handyman, Selasa (30/1/2024), berikut penjelasannya.


    Perawatan Kasur berdasarkan Ukuran dan Bahannya

    Setiap kasur memiliki ukuran yang berbeda sehingga perawatannya pun juga berbeda. Mulai kasur busa yang tebal, kasur memiliki bagian atas yang halus, bahkan springbed.

    Victoria Wildhorn, seorang spesialis konten kesehatan tidur di Mattress Clarity, mengidentifikasi enam jenis kasur, yakni keras, lembut, springbed, busa, dan hybrid. Setiap kasur perlu ditangani secara berbeda, oleh karena itu penting untuk mengikuti rekomendasi pabrik untuk perawatan kasur.

    Kasur kecil dan empuk bisa cepat terasa kempes, kata Wildhorn, sementara kasur besar dan kokoh menahan bentuknya lebih lama. “Seperti halnya lantai dan meja yang berbeda di rumah kamu, kamu harus menggunakan produk pembersih yang tepat untuk bahan busa versus bahan mewah,” kata Wildhorn. Tentu kamu tidak ingin membuat kondisi kasur menjadi lebih buruk karena kesalahan.

    Mengapa Kasur Perlu Dibalik dan Diputar?

    Sebagian orang memiliki sisi tempat tidur favorit pada area kasur. Kamu mungkin tidur pada permukaan yang sama pada jangka waktu yang lama, hal ini menyebabkan, area kasur terasa sudah kempes lebih cepat.

    Untuk mengatasinya, memutar dan membalik kasur dapat membantu meratakan masalah kempes pada kasur. Wildhorn mengatakan, hal ini bisa memperpanjang usia kasur. Menurut dia, ketika kasur diputar 180 derajat, maka akan membantu kamu membantu mempertahankan kenyamanan pada area punggung yang sangat penting untuk mendapatkan istirahat malam yang baik.

    Kasur dengan cekungan di tengah tidak senyaman kasur yang dirawat dengan baik. kamu akan tidur lebih nyenyak dan kasur akan bertahan lebih lama dengan perawatan rutin.

    Seberapa Sering harus Memutar atau Membalik Kasur?

    Layaknya membersihkan kasur, kamu dapat melakukannya secara rutin. Punggung kamu mungkin juga memberi tahu kapan waktunya. “kamu akan bangun dengan tidak nyaman atau lebih sering kesakitan, mungkin ada jejak dari tubuh di mana kamu tidur, dan mungkin tidak ‘bangkit kembali’ seperti dulu,” ujar Wildhorn.

    Drew Miller, direktur pemasaran, konsultan tidur, dan salah satu pemilik Sit ‘n Sleep, memberikan beberapa panduan tentang kapan harus membalik dan memutar kasur. “(Kasur) busa, kasur lateks, dan springbed dalam yang lebih baru harus diputar satu hingga dua kali per tahun. Beberapa produsen kasur busa dan kasur hybrid menyarankan setiap tiga hingga enam bulan,” saran Miller.

    Demikian alasan mengapa kasur perlu diputar dan dibalik. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cuma buat Bungkus Makanan, Ini 10 Kegunaan Aluminium Foil


    Jakarta

    Aluminium foil umumnya hanya dijadikan pembungkus makanan. Namun, tahukah , aluminium foil juga memiliki banyak manfaat lainnya yang mungkin kamu jarang tahu.

    Kamu dapat menggunakan aluminium foil untuk membersihkan berbagai benda di rumah atau mempermudah pekerjaan rumah dengan sedikit trik. Mengutip dari Reader’s Digest Canada, Selasa (30/1/2024), berikut beberapa manfaat aluminium foil selain untuk membungkus makanan.

    1. Menajamkan Gunting Tumpul

    Seiring pemakaian, gunting bisa tumpul sehingga tidak dapat memotong kertas atau kain dengan baik. Kamu bisa menggunakan aluminium foil untuk mengasah gunting tumpul. Caranya, cukup siapkan lembaran aluminium foil, kemudian lipat menjadi beberapa lapisan dan mulailah memotong dengan gunting. Ulangi sampai berkali-kali, gunting akan tajam kembali.


    2. Memudahkan saat Menyeterika Pakaian

    Saat kamu hendak menyeterika pakaian, kamu perlu menggosok setrika berkali-kali untuk menghilangkan kerutan pada pakaian. Untuk mempercepat, letakkan selembar aluminium foil di bawah penutup papan setrika. Aluminium foil ini akan memantulkan panas kembali melalui pakaian, menghilangkan bekas kerutan lebih cepat.

    3. Melindungi Tanaman dari Hama

    Aluminium foil juga dapat digunakan untuk melindungi tanaman dari hama. Untuk menjauhkan hama serangga dari tanaman. Caranya, cukup campurkan potongan alumunium foil dengan bahan penyubur tanah. Sebagai manfaat tambahan, aluminium foil akan memantulkan cahaya matahari kembali ke tanaman.

    4. Membersihkan Noda Cat pada Gagang Pintu

    Saat mengecat pintu, alumunium foil dapat digunakan untuk membungkus gagang pintu agar cat tidak menetes. Lapisi gagang pintu secara merata Dengan aluminium foil. Dengan begitu kamu bisa mengecat sampai ke tepi gagang pintu.

    5. Melapisi sabut baja

    Sabut baja merupakan alat yang biasa digunakan untuk menggosok bagian bawah panci berkerak. Untuk mencegah karat, bungkus sabut dengan aluminium foil dan masukkan ke dalam freezer. Kamu juga dapat memperpanjang umur sabut baja dengan meremas selembar aluminium foil dan meletakkannya di bawah sabut di piring atau wadahnya.

    6. Memindahkan Furnitur Besar dengan Mudah

    Untuk menggeser furnitur besar di atas lantai yang halus, letakkan potongan kecil aluminium foil di bawah kaki furnitur. Letakkan sisi foil yang kusam ke bawah, sebab sisi yang kusam sebenarnya lebih licin daripada sisi yang mengkilat. Dengan cara ini kamu tidak perlu khawatir akan merusak permukaan lantai.

    7. Menjaga Kebersihan Oven

    Untuk mencegah tetesan makanan jatuh ke bagian bawah oven, kamu dapat meletakkan satu atau dua lembar aluminium foil di atas rak di bawah. Jangan melapisi bagian bawah oven, karena bisa menyebabkan kebakaran.

    8. Menyamarkan Noda pada Cermin

    Kamu dapat dengan mudah menyamarkan noda kecil pada permukaan cermin dengan meletakkan selembar aluminium foil, sisi mengkilap menghadap ke luar, di bagian belakang kaca. Untuk menahan aluminium foil di tempatnya, tempelkan ke bagian belakang cermin atau ke bingkai dengan selotip.

    9. Membersihkan Perhiasan

    Untuk membersihkan perhiasan, cukup lapisi mangkuk kecil dengan aluminium foil. Isi mangkuk dengan air panas dan campur dalam satu sendok makan deterjen bubuk bebas pemutih.

    Masukkan perhiasan ke dalam larutan dan biarkan meresap selama satu menit. Bilas dengan baik dan keringkan dengan udara. Prosedur ini menggunakan proses kimia yang dikenal sebagai pertukaran ion, yang juga dapat digunakan untuk membersihkan peralatan perak.

    10. Membersihkan Permukaan Setrika

    Kerak yang menumpuk pada permukaan setrika terkadang membuatnya jadi lengket, menyebabkan setrika jadi menempel pada pakaian. Untuk menghilangkannya, gosok pakaian di atas selembar aluminium foil.

    Demikian 10 manfaat aluminium foil selain untuk membungkus makanan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membuat Garasi Mobil Listrik


    Jakarta

    Penggunaan mobil listrik semakin meningkat seiring ketersediaannya yang diperbanyak dan dorongan dari pemerintah yang meminta masyarakat beralih ke mobil ramah lingkungan ini.

    Tetapi pengadaannya memang belum diiringi dengan ketersediaannya tempat pengisian daya di berbagai tempat.

    Sementara tanpa pengisian daya listrik yang cukup, mobil listrik hanya bisa beroperasi beberapa kilometer. Mau tidak mau pemilik mobil listrik perlu memiliki tempat pengisian daya sendiri di rumahnya.


    Letak pengisian daya untuk mobil listrik ini biasanya berasa di garasi mobil. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengubah garasi rumah yang cocok untuk penempatan mobil listrik? Melansir dari Garageliving.com, pada Selasa (30/1) berikut beberapa hal yang bisa dipersiapkan.

    1. Ketahui Level Daya Listrik yang Ingin Dipasang

    Hal terpenting di dalam garasi mobil listrik adalah alat pengisian dayanya. Ternyata sistem pengisian daya ini memiliki beberapa level. Semakin besar angkanya maka kecepatannya semakin tinggi.

    Misalnya pemasangan pengisian daya mobil listrik level 2. Maka perlu memiliki sirkuit 240v khusus dan stopkontak NEMA 6-50 di garasi.

    Sebagai catatan pemakaian sirkuit ini hanya digunakan untuk mengaliri listrik di garasi tersebut. Pengaliran listrik ke berbagai alat elektronik di rumah membuat pengisian daya mobil listrik lambat.

    2. Serahkan Teknisi Listrik

    Setelah menentukan daya listrik yang perlu dipasang. Saatnya meminta bantuan dari tenaga ahli.

    Teknisi ini nantinya akan menentukan beberapa hal terkait pengisian daya mobil listrik di garasi.

    – Menentukan penempatan alat pengisian daya dan cara parkir mobil listrik di garasi.

    – Memperhitungkan daya semua rangkaian yang sesuai dengan besar daya listrik rumah dan yang dibutuhkan oleh mobil listrik.

    Pemilik rumah perlu juga menanyakan apakah ada perizinan terkait pemasangan pengisian daya di garasi rumah. Tanyakan lebih detail terkait pengajian perizinan, biaya, dan lama waktu mendapatkan izin tersebut.

    3. Desain Garasi

    Luas garasi ideal untuk mobil listrik adalah 5 meter untuk panjang, 4 meter untuk lebar (dilebihkan 1 meter untuk penempatan alat), dan 3 meter untuk tinggi.

    Bahan alas garasi juga perlu dipertimbangkan. Beberapa bahan yang cocok untuk digunakan di garasi mobil listrik diantaranya paving block, plester semen, atau batu alam.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Kebiasaan yang Tanpa Kamu Sadari Bikin Rumah Banyak Debu



    Jakarta

    Debu pada rumah tak hanya membuat ruangan jadi kotor, ternyata juga berbahaya bagi kesehatan. Terutama, bagi kamu yang punya alergi debu dan asma.

    Mungkin kamu mulai bertanya? Dari mana debu yang bertebaran di rumah itu muncul? Tanpa kamu sadari, terdapat kebiasaan yang turut menghasilkan banyak debu di rumah.

    Lalu, kira-kira apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari Bob Vila, Selasa (30/1/2024), berikut beberapa kebiasaan yang bikin rumah banyak debu dan cara mengatasinya.


    1. Menggunakan Karpet

    Tanpa kamu sadari, penggunaan karpet dapat mengumpulkan banyak debu. Terlebih lagi jika jarang dibersihkan, banyak debu yang akan menumpuk di karpet.

    Sebagai gantinya, cobalah menggunakan karpet shaggy dengan anyaman datar dan untuk mencegah penumpukan debu, lakukan pembersihan secara rutin. Namun perlu diingat bahwa menyedot debu tidak selalu cukup. Untuk memastikan lantai benar-benar bebas debu, bawa karpet secara teratur ke luar rumah dan kibaskan karpet untuk membersihkannya dari debu.

    2. Membersihkan Debu Pakai Kain kotor atau Bekas

    Masih menggunakan kaos bekas yang tak terpakai untuk membersihkan debu? Kamu perlu menghentikan kebiasaan ini. Untuk membersihkan debu, sebaiknya gunakan kain mikrofiber dengan serat sintetisnya yang halus.

    Kain mikrofiber mampu menarik lebih banyak debu daripada kain katun biasa. Untuk melakukan pembersihan dengan cepat, pilihlah kain lap mikrofiber untuk sudut dan rak yang rapat serta kain biasa untuk membersihkan permukaan meja.

    3. Tidak Meletakkan Keset di Depan Pintu

    Partikel kotoran kecil dapat muncul dari setiap kali seseorang atau hewan peliharaan datang atau pergi. Sepatu yang lebih bersih berarti lebih sedikit debu, jadi penting untuk meletakkan keset di setiap pintu masuk dan mencuci setiap sepatu secara teratur. Lebih baik lagi, simpan keranjang atau rak di dekat pintu dan minta keluarga dan teman untuk melepas sepatu sebelum masuk.

    4. Menggunakan Vacuum Cleaner dengan Model Lama

    Penyedot debu yang berkualitas dapat membuat perbedaan besar dalam hal debu. Jika menggunakan model usang dengan filter lama, kemungkinan besar kamu tidak akan menyedot kotoran sebanyak yang seharusnya, yang berarti lebih banyak usaha dan hasil yang lebih buruk. Cobalah ganti model vacuum cleaner dengan teknologi filter HEPA, yang bisa menangkap partikel terkecil dari debu dan serbuk sari serta membuat udara lebih segar.

    5. Membiarkan Udara di dalam Ruangan Terlalu Kering

    Untuk mencegah debu menjadi menumpuk, usahakan untuk menjaga kelembapan di rumah sekitar 40-50 persen. Gunakan humidifier pada musim dingin atau simpan baki air di atas radiator kamu untuk menambahkan H2O atau air ke udara.

    6. Jarang Membersihkan Tirai atau Gorden

    Kapan terakhir kali membersihkan tirai atau gorden? Menggantung tepat di dekat jendela yang terbuka, tirai menjadi magnet untuk debu yang masuk atau keluar. Untuk menyegarkannya, buka penutup jendela kemudian bersihkan dengan penyedot debu. Gunakan vakum genggam kecil untuk menghilangkan kotoran dan turunkan gorden, lalu cuci minimal sekali atau dua kali setahun.

    Demikian 6 kebiasaan yang bikin rumah banyak debu. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Dinding Lembap Bikin Struktur Rumah Rusak, Ini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Ketika musim hujan, masalah umum yang sering terjadi adalah dinding lembap. Dinding lembap dapat mengakibatkan kerusakan seperti cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin.

    Nah, sebelum mengatasi dinding lembap, ada baiknya kamu tahu penyebab dinding rumah bisa lembap. Mengutip dari Livspace, Rabu (31/1/2024), berikut pembahasannya.

    Penyebab Dinding Bisa Lembap

    Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.


    Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding

    Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan Atap yang miring dapat menampung air yang dapat meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan

    Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap

    Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi

    Pipa talang air yang bocor

    Terdapat kebocoran atap

    Cara Mencegah Dinding Lembap

    Ada beberapa cara mencegah dinding lembap yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, berikut di antaranya.

    1. Periksa Retakan pada Dinding

    Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

    Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

    2. Buat Dinding dan Atap rumah jadi Tahan Air

    Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

    Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

    Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

    Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

    Kelembapan pada dinding dapat mempengaruhi kondisi bagian dalam rumah sebagai berikut.

    1. Rusaknya Struktur Rumah

    Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

    2. Kayu Membusuk

    Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

    3. Cat Dinding Terkelupas

    Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

    Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Haram Cicil KPR Inhouse Langsung ke Pengembang! Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Membeli rumah impian hampir selalu masuk dalam rencana hidup sesorang. Tak jarang orang rela menempuh berbagai cara untuk bisa memembelinya.

    Saking pentingnya memiliki rumah, banyak orang kurang berhati-hati ketika mendapatkan penawaran skema pembiayaan rumah yang mudah, salah satunya adalah tawaran mencicil KPR langsung ke pengembang.

    Banyak istilah yang digunakan pada skema pembiayaan ini, seperti KPR Pribadi, KPR Inhouse atau semacamnya. Yang jelas, praktiknya sama. Pembeli mencicil langsung KPR ke pengembang tanpa melalui bank.


    Dalam wawancara dengan detikcom, akhir tahun lalu, Pengamat dan ahli properti independen, Steve Sudijanto mendeskripsikan KPR Inhouse sebagai transaksi jual beli rumah dengan skema cicilan yang dilakukan langsung antara developer dengan konsumen.

    Sederhananya, konsumen atau pembeli rumah membayar cicilan langsung ke pengembang atau ke pemilik proyek.

    Banyak masyarakat yang tergiur dengan skema KPR ini karena cenderung lebih mudah lantaran tak perlu ada proses BI checking atau pemeriksaan SLIK OJK untuk mengetahui riwayat kredit sang calon konsumen seperti yang diberlakuakn pihak bank.

    “Ini adalah solusi yang diberikan oleh pengembang perumahan saat ini, karena KPR melalui bank prosesnya cukup ketat dan melakukan seleksi dan verifikasi yang teliti, dengan kondisi ekonomi saat ini,” sambung Steve.

    Namun, jangan langsung terlena dengan kemudhan yang ditawarkan ya. Sebagai konsumen Kamu juga harus tetap waspada jangan sampai dirugikan di kemudian hari.

    Kepada detikcom, CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan, sebaiknya skema ini dihindari saat ingin membeli rumah. Karena, mencicil langsung ke pengembang tidak dilindungi oleh lembaga keuangan yang terdaftar sehingga lebih berisiko menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

    “Kalau (bayar) tanpa bank, risikonya (rumah) nggak dibangun!” kata Ali.

    Bila sudah begini, masyarakat juga sulit untuk menggugat lantaran tak ada dokumen yang cukup kuat untuk mengikat pembeli dan developer sebagi penjual rumah bila di tengah perjalanan terjadi masalah.

    Di sisi lain, Ali pun mengimbau konsumen untuk lebih jeli dan cermat ketika ingin membeli rumah, misalnya dengan memperhatikan aspek legalitas tanah dan proyek yang sudah dilakukan pengembang.

    “Untuk antispasi harus dipastikan legalitas proyeknya, kalau atas nama perorangan risikonya lebih tinggi. Legalitas tanahnya (juga diperhatikan), banyak konsep ini menggunakan tanah yang belum dikuasai penuh jadi masih cicil ke pemilik lahan,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Ampuh Usir Kelelawar dari Rumah, Bisa Pakai Kayu Putih



    Jakarta

    Kelelawar adalah salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah, apalagi saat malam hari. Keberadaan kelelawar terkadang cukup meresahkan pemilik rumah karena bisa menimbulkan suara berisik hingga membawa penyakit.

    Belum lagi kotoran yang dihasilkan kelelawar bisa membuat rumahmu kotor. Maka dari itu, tentunya perlu mengusir maupun mencegah kelelawar agar tidak masuk ke rumah.

    Untuk diketahui, kelelawar tertarik pada rumah karena hangat dan terasa aman. Dengan tingginya urbanisasi, kelelawar menjadi terbiasa untuk tinggal berdampingan dengan manusia, jadi kehadiran kita sudah tidak menakuti dan mencegah kelelawar untuk masuk ke rumah.


    Bagaimana caranya mengusir kelelawar dari rumah? Berikut ini ada 5 tips mengusir kelelawar agar tidak bersarang di rumah.

    1. Tutup Tempat Masuk Kelelawar

    Dilansir dari Forbes, Rabu (31/1/2024), kamu bisa menutup jalur masuk kelelawar, misalnya seperti jendela. Kamu juga bisa menggantungkan ‘rumah’ kelelawar agar mereka tidak masuk ke dalam rumahmu.

    2. Gunakan Bahan Alami

    Dilansir dari Homes and Gardens, kamu bisa menggunakan wewangian dari bahan alami, misalnya seperti peppermint, kayu manis, atau kayu putih. Jika ingin menggunakan peppermint atau kayu putih, kamu bisa menggunakan minyak esensial tersebut yang dicampurkan dengan secangkir air hangat dan setengah cangkir gula. Semprotkan campuran ini ke sarang kelelawar atau tempat yang sering ditemukan kelelawar untuk mencegahnya menetap di sana.

    3. Hilangkan Sumber Makanan Kelelawar

    Cara lainnya untuk mengusir kelelawar dari rumah adalah menghilangkan sumber makanannya. Sebelum melakukannya, sangat penting untuk mengetahui jenis kelelawar yang ada di rumahmu, karena ada kelelawar yang makan buah, makan serangga, atau keduanya.

    “Kalau kamu punya pohon buah di kebun, pertimbangkan untuk menutupnya dengan jaring untuk mencegah akses kelelawar (untuk memakannya),” kata Garden Editor, Rachel Crow, dikutip dari Homes & Gardens.

    4. Pasang Lampu Terang di Kebun

    Memasang lampu yang terang di kebun atau taman rumahmu bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah kelelawar masuk ke dalam rumah. Kelelawar merupakan hewan nokturnal atau aktif di malam hari yang artinya mereka sensitif terhadap cahaya. Dengan memasang lampu yang terang, kamu bisa mencegah kelelawar untuk masuk ke kawasan rumah.

    5. Panggil Jasa Profesional

    Jika terdapat kelelawar dalam jumlah banyak dan sudah lama bersarang di rumahmu, sebaiknya panggil jasa profesional untuk mengusirnya.

    Itulah 5 tips mengusir kelelawar dari rumahmu. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • KPR In House Adalah: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan


    Jakarta

    Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dibuat untuk mempermudah orang dalam membeli rumah impian. Sayangnya, beberapa orang tak jarang kesulitan mendapatkan KPR dari bank konvensional.

    Di sisi lain, ada skema KPR In House yang bisa menjadi solusi alternatif bagi calon pembeli yang menghadapi kesulitan mendapatkan KPR dari bank konvensional. Konsep KPR In House menghadirkan fasilitas pembiayaan langsung dari pengembang perumahan tanpa melibatkan bank atau lembaga keuangan lainnya.

    Agar lebih memahami sistem KPR In House, yuk simak pembahasannya di bawah ini!


    Apa Itu KPR In House?

    Melansir Brighton, Rabu (31/1/2024), KPR In House merupakan sistem pembelian rumah dengan skema cicilan yang dilakukan secara langsung antara calon pembeli dan pihak developer atau pengembang perumahan tanpa melibatkan pihak bank atau lembaga keuangan lainnya.

    Dalam hal ini, pengembang memberikan opsi kredit kepada calon pembeli yang ingin membeli rumah. Dengan begitu, pembayaran cicilan dilakukan langsung kepada pengembang setiap bulan dalam rentang waktu yang sudah disepakati bersama. Tidak adanya pihak ketiga dalam sistem ini membuatnya disebut sebagai KPR In House.

    Lebih jauh, perbedaan lainnya antara KPR konvensional dan KPR In House terletak pada jangka waktu dan biaya.

    Jangka waktu KPR konvensional umumnya sangat panjang, mulai dari 5 hingga 30 tahun. Hal ini berbeda dengan KPR In House yang memiliki jangka waktu lebih pendek, yaitu maksimal 5 tahun atau 60 kali cicilan saja. Alhasil, besaran biaya cicilan setiap bulan yang harus dibayarkan juga lebih besar karena jangka waktu cicilan yang lebih pendek.

    Meski demikian, jika dibandingkan, total biaya yang dikeluarkan untuk KPR In House jauh lebih ringan dibandingkan KPR konvensional, lho!

    Hal ini karena KPR In House tidak memiliki bunga sehingga biaya cicilan yang dibayarkan hanya berasal dari harga rumah dibagi tenor pembayaran. Inilah yang membuat sebagian orang lebih tertarik dengan KPR In House dibandingkan KPR konvensional.

    Kelebihan KPR In House

    Agar lebih mengenal sistem KPR In House, berikut penjelasan mengenai kelebihan KPR In House yang harus kamu ketahui.

    1. Tenor Lebih Singkat

    Seperti yang sudah dijelaskan, KPR In House memiliki tenor maksimal 5 tahun atau 60 kali cicilan. Hal ini memungkinkan pelunasan lebih cepat dan mengurangi beban keuangan jangka panjang.

    2. Tanpa Uang Muka atau DP

    Kelebihan KPR In House berikutnya adalah tidak memerlukan uang muka atau DP, seperti KPR konvensional. Kamu cukup membayar Booking Fee sebagai tanda keseriusan dan komitmen kepada pihak pengembang. Besaran Booking Fee ini akan tergantung pada kebijakan pihak pengembang dan biasanya bisa diangsur dalam tempo 10 hingag 20 kali bayar.

    3. Tanpa Bunga

    KPR In House tidak melibatkan bunga bank sehingga cicilan hanya mencakup harga rumah dibagi tenor pembayaran.

    4. Proses Pengajuan Cepat dan Mudah

    Proses pengajuan lebih sederhana dan cepat dibandingkan KPR konvensional. Kok bisa? Hal ini karena KPR In House tidak melibatkan pihak ketiga, yaitu bank, melainkan langsung kepada pihak pengembang. Di KPR In House, rumah juga akan diserahterimakan jika pelunasan sudah mencapai lebih dari 80% atau tergantung kebijakan setiap pengembang.

    5. Tanpa Biaya-Biaya Pengajuan

    Terakhir, KPR In House tidak ada biaya-biaya pengajuan, seperti biaya provisi, baya iadministrasi, biaya akad kredit, atau biaya-biaya pengajuan lainnya yang biasa dikenakan pada KPR konvensional. Dengan begitu, kamu akan lebih hemat dari segi biaya.

    Kekurangan KPR In House

    Tak lengkap jika hanya membahas kelebihannya saja, berikut beberapa kekurangan KPR In House yang harus kamu ketahui.

    1. Kredibilitas Tergantung pada Pengembang

    Pada KPR In House, kepercayaan terhadap properti sepenuhnya tergantung pada kredibilitas pengembang.

    Pada beberapa kasus, unit yang diterima ternyata tak sesuai penawaran, proses pembangunan yang molor dan melebihi batas waktu, SHM tidak segera diberikan, dan sejenisnya. Sebagai pembeli, kamu tentu saja akan merugi jika sampai hal ini terjadi.

    Oleh karena itu, kamu harus memilih pengembang yang terpercaya untuk menghindari risiko kerugian.

    2. Butuh Dana Besar untuk Melunasi Cicilan

    Meskipun tenor lebih singkat, jumlah angsuran bulanan KPR In House bisa lebih besar. Oleh karena itu, kamu harus memiliki kesiapan keuangan yang lebih besar.

    Sebagai contoh, jumlah angsuran KPR In House 5 tahun untuk rumah Rp 500 juta tentu lebih besar dibandingkan jumlah angsuran bulanan KPR konvensional untuk rumah dengan nilai sama. Keuntungannya, jika ditotal jumlah biaya untuk KPR In House lebih sedikit dibandingkan KPR Konvensional karena tidak memiliki bunga layaknya bunga bank.

    Demikianlah penjelasan mengenai pengertian, kelebihan, dan kekurangan KPR In House. Semoga informasi ini bermanfaat untuk memahami lebih dalam mengenai KPR In House.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Hadapi Puncak Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor-bocor



    Jakarta

    Musim hujan telah tiba, tak cuma sedia payung tetapi kamu juga perlu mempersiapkan rumah untuk menghadapi puncak musim hujan.

    Dalam laporan yang dikutip Rabu (31/1/2024), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan jika puncak musim hujan mungkin akan terjadi di Februari 2024.

    Pada puncak musim hujan ini, pastinya akan sering terjadi hujan lebat yang menyebabkan rumah sering mengalami masalah. Misalnya seperti, kebocoran pada atap dan dinding yang dapat merusak rumah hingga kemungkinan banjir.


    Dikutip dari detikhealth juga, seorang pakar epidemiologi, dr. Dicky Budiman memberikan peringatan terhadap maraknya kasus demam berdarah. Pasalnya, intensitas musim hujan tinggi menyebabkan genangan air lebih banyak di luar ruangan yang merupakan tempat bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti.

    Nah, untuk menghindari masalah saat puncak musim hujan seperti yang telah disebutkan diatas. Kamu bisa coba ikuti tips menghadapi puncak musim hujan biar rumah nggak bocor-bocor. Mengutip dari Architectural Digest, Rabu (31/1/2024), berikut tipsnya.

    1. Memerhatikan Atap Rumah

    Hal yang pertama kamu pastikan sebelum puncak musim hujan tiba adalah memeriksa kondisi atap rumah. Pastika atap rumahmu tidak ada ratakan agar terhindari dari atap bocor. Jika ada retakan, pastikan untuk memperbaiki setiap retakan, besar atau kecil. Jangan lupa tambahkan lapisan anti bocor di atap rumahmu setelah perbaikan.

    2. Memeriksa Kondisi Dinding

    Tidak sedikit pemilik rumah mengabaikan kondisi dinding hingga pada akhirnya muncul kebocoran. Periksa dengan teliti bagian-bagian dinding yang telah retak. Retakan pada dinding (baik di dalam dan luar rumah) tidak boleh diabaikan.

    Jika ada retakan, pastikan kamu langsung menambal dengan plester hingga tertutup rapi. Pasalnya, ketika air hujan merembes ke dalam celah-celah retakan, itu dapat menyebabkan kelembapan dan sering kali merupakan awal dari lebih banyak masalah.

    3. Membersihkan Selokan dan Talang air Dekat Rumah

    Hal berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah membersihkan area selokan dan talang air di dekat rumahmu. Jika got dan talang air ada penumpukan sampah akan mudah tergenang air saat hujan. Genangan air inilah yang akan menjadi tempat bersarang nyamuk pembawa penyakit mematikan jika tidak dibersihkan.

    Bersihkan dan buang sisa air hujan maupun sampah di selokan. Lakukan hal yang sama pada talang air untuk memastikan air hujan mengalir lancar. Untuk hasil yang maksimal, pastikan membersihkannya secara rutin setidaknya seminggu sekali selama musim hujan berlangsung.

    4. Memeriksa Kondisi Jendela dan Pintu Rumah

    Hal lain yang perlu kamu perlu periksa adalah segel pintu dan jendela rumahmu. Jika keduanya rapuh dan retak, sebaiknya ganti. Ingat, jika jendela dan pintu tidak disegel dengan benar, keduanya dapat membiarkan air masuk ke dalam rumah, menciptakan kebocoran dan kerusakan pada bagian dalam rumah.

    5. Mengurangi Kelembapan pada Rumah

    Musim hujan yang terus turun membuat kamu jarang membuka jendela. Namun, tindakan tersebut merupakan suatu kesalahan. Untuk mengatasinya kamu bisa menggunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembapan.

    6. Periksa Kabel yang Terkelupas

    Jika kamu melihat ada kabel yang rusak atau terkelupas, sebaiknya hubungi teknisi listrik untuk memperbaikinya dengan segera. Hal ini tentunya sangat penting agar terhindar dari sengatan listrik saat hujan berlangsung terutama ketika banjir datang, hal ini akan sangat berbahaya.

    Demikian tips hadapi puncak musim hujan biar rumah nggak bocor-bocor. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Mengecat Dinding Rumah di Musim Hujan



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, apakah mengecat dinding rumah sebaiknya dihindari? Bagi yang tengah melakukan renovasi rumah dan ingin mengecat dinding simak penjelasan berikut.

    Menurut thespruce.com, hujan tidak mempengaruhi cepat keringnya cat. Tetapi jika dinding yang akan dicat adalah bagian luar itu sebaiknya ditunda dulu.

    Saat permukaan dinding basah, maka sulit untuk cat untuk menempel karena permukaan terlalu lembap. Apabila dipaksakan, cat yang dihasilkan akan cepat retak dan mengelupas.


    Begitu juga dengan dinding dalam rumah yang biasanya mengalami rembes saat hujan deras. Lebih baik memperbaiki fondasi rumah. Sebab rembesan air dapat meninggalkan bekas di dinding. Sehingga percuma mengecat apabila nantinya tercetak garis atau bulatan dari rembesan air di dinding.

    Tetapi apabila terpaksa mengecat dinding di tengah musim hujan seperti saat ini, ketahui 3 faktor yang dapat mempercepat pengecatan.

    1. Suhu Terbaik untuk Mengecat Dinding

    Mengutip dari islandpaints.com, pada Rabu (31/1), suhu minimal untuk mengecat dinding adalah sekitar 10 derajat. Jika dibandingkan dengan suhu rata-rata di Indonesia saat hujan menurut BMKG sekitar 20-27 derajat. Sehingga tidak masalah untuk mengecat dinding di musim hujan.

    2. Ketahui Lama Cat Mengering

    Setiap jenis cat memiliki waktu pengeringan yang berbeda-beda. Seperti cat berbahan dasar air membutuhkan waktu 1-3 sampai bisa dilapisi ulang dan cat minyak sekitar 6-8 jam.

    Estimasi waktu cat mengering ini bisa menjadi pertimbangan bagi yang ingin mengecat dinding di luar di tengah musim hujan. Jika dirasa hujan akan turun seharian sebaiknya menundanya sampai BMKG memberitakan seharian tidak akan turun hujan.

    Jika pengecatan untuk dinding di dalam ruangan bisa menggunakan kipas angin untuk mempercepat pengeringan.

    3. Gunakan Alat yang Tepat

    Gunakan alat pengecatan yang sesuai dengan luas dinding. Bisa menggunakan kuas dan roll. Semakin lebar permukaan alat catnya maka waktu pengecatannya pun lebih singkat.

    Kuas biasa digunakan untuk permukaan yang banyak cekungan, patahan, atau bagian yang perlu dihindari terkena cat. Sementara roll biasanya digunakan untuk dinding yang permukaan luas dan tidak banyak penghalang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com