Author: admin 3

  • Dinding Kusam? Tidak Perlu Cat Ulang, Coba Bersihkan dengan 2 Cara Ini!


    Jakarta

    Selain perabotan di rumah yang bisa berdebu, dinding bisa mengalami hal serupa. Apalagi rumah dengan atap yang tinggi, biasanya debu menumpuk di pinggiran atap, bahkan ada yang menggantung seperti sarang laba-laba.

    Dinding yang berdebu dan kotor bisa disebabkan karena cuaca dan kebiasaan dari penghuninya. Dinding yang dekat dengan ventilasi udara atau ruang terbuka biasanya akan cepat kotor dan kusam. Begitu pula dengan dinding yang jarang dibersihkan juga membuat debu menumpuk.

    Membersihkan dinding berdebu ini berbeda dengan mengecat ulang. Debu bisa menempel di dinding dalam hitungan hari bahkan setelah dinding dicat ulang. Layaknya perabotan di rumah yang seminggu sekali perlu dibersihkan, dinding pun begitu.


    Debu pada dinding dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi. Selain itu, dinding yang banyak debu juga mudah ditumbuhi jamur dan lumut yang membuat warna cat juga jadi cepat kusam.

    Sebelum membersihkan dinding kamu harus tau jenis cat yang digunakan. Ada cat berbahan dasar minyak dan air atau lateks.

    – Cat Berbahan Dasar Minyak

    Biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Keunggulannya lain adalah tahan meskipun sering dibersihkan.

    – Cat Berbahan Dasar Air atau Lateks

    Biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah terkelupas dibandingkan yang berbahan dasar minyak. Namun, saat membersihkannya jangan gunakan pembersih cairan.

    Mengutip dari Spruce, Selasa (26/3/2024), berikut cara membersihkan dinding rumah berbahan minyak atau lateks.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Dasar Minyak

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Pertama, bersihkan dinding memakai kain bersih. Lalu siapkan satu sendok teh sabun pencuci piring dan 1/2 sendok teh cuka putih ke dalam air hangat. Siapkan wadah lain berisi air bersih untuk membilas.

    2. Bersihkan Dinding dengan Diusap

    Ambil kain bersih lain atau spons. Celupkan ke wadah berisi cairan lalu peras. Jika tidak ada noda membandel seperti kotoran cicak atau bekas coretan tidak perlu ditekan saat membersihkannya. Jika ada noda membandel, kamu bisa menambahkan 2 sendok makan boraks ke larutan pembersih. Bila sudah dibersihkan bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Lateks

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Singkirkan debu yang menempel dengan kemoceng atau penyedot debu. Setelah itu siapkan larutan pembersih terdiri dari satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

    2. Bersihkan Dinding dengan Gerakan Melingkar

    Siapkan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih.

    Celupkan spons atau kain kedua ke dalam air bersih dan peras hingga hampir kering. Bilas sisa sabun saat Anda bergerak ke bawah dinding.

    Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini. Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah! Ini Perbedaan Carport dan Garasi


    Jakarta

    Sampai sekarang, masih banyak orang yang belum tahu kalau carport dan garasi ternyata berbeda. Walaupun terlihat serupa, tapi nyatanya keduanya memiliki beberapa perbedaan. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak penjelasannya di bawah!

    Dilansir dari Astra Daihatsu, inilah penjelasan dan perbedaan antara carport dan garasi.

    Carport

    Carport merupakan sebuah tempat yang dirancang secara semi-terbuka yang digunakan untuk parkir kendaraan. Berbeda dengan garasi, biasanya carport ditempatkan secara terpisah dari bangunan utama rumah, umumnya berada di area luar atau samping rumah. Penempatan yang seperti ini akan memudahkan kita untuk memasuki atau meninggalkan kendaraan. Carport dilengkapi dengan kanopi sebagai penutupnya yang berfungsi untuk melindungi kendaraan dari hujan dan panas matahari. Selainitu, sekarang banyak carport yang juga dilengkapi dengan panel surya untuk menghasilkan tenaga listrik.


    Garasi

    Berbeda dengan carport, garasi adalah bangunan yang sepenuhnya tertutup dan digunakan untuk menyimpan kendaraan serta barang-barang lainnya. Bangunan garasi menyatu dengan bangunan rumah utama, biasanya garasi diposisikan di sekitar area samping atau belakang rumah. Selain itu, garasi juga sering kali dibuat terhubung langsung dengan rumah melalui pintu masuk ke rumah. Tidak hanya sebagai ruang penyimpanan, garasi juga sering berfungsi sebagai ruang tambahan untuk berbagai keperluan. Contohnya sebagai ruang bengkel, atau penyimpanan peralatan rumah tangga dan outdoor yang jarang digunakan di dalam rumah.

    Setelah mengetahui pengertian carport dan garasi secara umum, berikut adalah 4 perbedaan carport dan garasi yang perlu kamu ketahui.

    Perbedaan Carport dan Garasi

    1. Perbedaan Bangunan

    Garasi adalah bangunan tertutup yang terletak di samping atau di belakang rumah yang biasanya terhubung dengan rumah melalui pintu masuk. Sementara itu, carport adalah struktur terbuka yang biasanya terdiri dari atap yang didukung oleh tiang-tiang, yang dapat berdiri sendiri atau terhubung dengan rumah.

    2. Perbedaan Penutup Atap

    Garasi memiliki atap yang tertutup dan dinding di sekelilingnya, sementara carport hanya memiliki atap yang terbuka. Namun sekarang cukup banyak pemilik carport yang memasang kanopi untuk melindungi kendaraan yang diparkir.

    3. Perbedaan Tingkat Keamanan

    Garasi memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena mobil terlindungi dari cuaca dan pencurian. Sebab garasi memiliki pintu yang dilengkapi pengunci. Sementara carport yang ditempatkan di luar, memberikan perlindungan yang kurang dan terbatas dari cuaca dan rentan akan pencurian.

    4. Perbedaan Fungsi

    Garasi sering digunakan untuk menyimpan mobil, motor, dan barang-barang lainnya yang memerlukan ruang penyimpanan yang aman. Sementara carport digunakan terutama sebagai tempat parkir mobil dan melindungi kendaraan dari sinar matahari dan hujan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai Tangan, Ini 3 Cara Membersihkan Kotoran Tikus di Rumah


    Jakarta

    Kamu tiba-tiba melihat butiran hitam di beberapa sudut rumah dan berbau tidak enak? Itu wujud kotoran tikus. Saat kamu membersihkannya, sebaiknya gunakan tisu atau sarung tangan karena kotoran tikus banyak mengandung virus, bakteri, dan parasit.

    Beberapa tikus di dalam kotorannya terdapat sebuah virus bernama hantavirus yang berpotensi mematikan pada manusia. Selain itu, kotoran tikus juga termasuk najis yang bisa mengurangi sahnya ibadah seperti Salat jika berada di ruang ibadah. Kamu perlu membersihkannya terlebih dahulu hingga wujud, bau, dan warnanya hilang.

    Mengutip dari Public Health Insider, Rabu (27/3/2024), berikut cara membersihkan kotoran tikus yang aman di rumah.


    1. Buka Ventilasi Ruangan

    Tikus menyukai tempat yang lembap, sudut-sudut rumah, dan daerah yang jarang terkena sinar matahari langsung. Sebelum membersihkan kotorannya, pastikan kamu telah membuka ventilasi terdekat setidaknya selama 30 menit, ini untuk mengurangi bau tidak sedang yang tercium.

    Jika kamu menemukan di halaman, kamu bisa langsung membersihkannya menggunakan sarung tangan dan menyemprotkan dengan cairan pembersih dan pewangi.

    2. Selalu Pakai Sarung Tangan

    Namanya kotoran hewan pasti kotor dan telah terkontaminasi dengan virus, bakteri, debu, dan parasit. Maka kamu tidak boleh memegangnya langsung, melainkan harus menggunakan sarung tangan. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan beberapa lapis tisu, kain yang tidak terpakai, atau kertas.

    Jika kotoran tikus masih berbau dan berada di tempat yang tertutup, pakai masker agar lebih aman. Setelah selesai, jika kamu memakai sarung tangan kain bukan plastik, jangan lupa untuk mencucinya. Namun jika memakai kertas, tisu atau kain bekas bisa langsung dibuang.

    3. Semprotkan Cairan Pembersih

    Saat membersihkan kotoran tikus sebaiknya tidak menggunakan penyedot debu atau sapu. Hal ini untuk menghindari debu yang mengandung alergen dan mungkin terkontaminasi menempel pada alat pembersih.

    Sebagai gantinya, semprotkan bekas kotoran tikus tadi dengan cairan pemutih dan diamkan selama 10 menit. Kemudian, dengan menggunakan tisu atau kain, bersihkan area yang terkena kotoran tersebut.

    Jika kotoran tikus mengenai kain seperti seprai, baju, tempat tidur, jok kursi, gunakan sampo atau deterjen dan rendam dalam air panas.

    Cara Cegah Tikus Masuk ke Rumah

    Untuk menghindari ada kotoran tikus di rumah, kamu perlu mencegah hewan tersebut masuk ke rumah. Caranya dengan menutup akses masuk ke rumah.

    1. Pasang Penghalang di Area Pagar

    Saluran air adalah tempat kesukaan mereka. Lubang-lubang selokan di depan rumah adalah rumah sekaligus akses yang paling dekat dengan rumah kita. Mereka bisa masuk melalui sela pagar, lobang selokan di dekat pagar, lubang dinding pagar, atau tanah yang berada di pinggiran dinding.

    Maka dari itu, kamu perlu menambahkan penutup seperti kawat atau plastik PVC di sela-sela tersebut agar air tetap dapat lewat tetapi untuk tikus tidak bisa.

    Waktu paling rawan rumah kemasukan tikus adalah malam hari. Gerakan mereka sangat cepat dan area halaman tidak terlalu terang, sehingga tikus mudah masuk ke dalam. Maka jika tidak ada orang yang duduk atau berdiri di dekat pintu sebaiknya pintu langsung ditutup.

    3. Tutup Tempat Sampah Saat Malam

    Mereka akan masuk ke rumah untuk mencari makanan. Jika mereka berhasil mendapatkan makanan di rumah tersebut, maka dia akan kembali ke tempat yang sama karena hewan ini memiliki ingatan yang bagus.

    Tikus yang lolos akan mengincar tempat sampah untuk mencari makanan. Jika kamu memiliki tempat sampah di dalam rumah, saat malam langsung ikat plastik atau tutup tempat sampah tersebut agar tidak mengundang tikus. Lebih baik lagi sebelum malam, tempat sampah sudah bisa dibuang ke luar.

    Bukan hanya tempat sampah, tikus juga bisa merusak perabotan dari kayu, plastik, kain, hingga kabel listrik di rumah apabila berhasil masuk ke dalam rumah.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Ukuran Ideal Garasi Berdasarkan Jumlah Mobil



    Jakarta

    Garasi adalah salah satu ruangan yang penting di rumah. Garasi dirancang untuk menyediakan tempat penyimpanan dan perlindungan untuk mobil dan juga barang-barang lainnya. Jika kamu berencana untuk melakukan renovasi atau membangun garasi, beberapa aspek yang perlu kamu perhatikan adalah fungsi, lokasi, serta ukuran dan bentuknya.

    Lokasi garasi yang ideal adalah di dekat dapur, ruang lumpur, dan ruang utilitas karena garasi merupakan bagian dari area servis rumah. Jika kamu mendesain tata letak garasi dengan benar, garasi bisa menjadi ruangan yang lebih fungsional. Lantas bagaimana dengan ukuran dan bentuknya?

    Kamu harus menentukan ukuran garasi berdasarkan jumlah kendaraan dan ruang tambahan yang dibutuhkan untuk penyimpanan, termasuk juga ruang bengkel jika diperlukan. Bagi kamu yang masih kesulitan merancang ukuran dan bentuk garasi, di bawah ini adalah panduan ukuran garasi sesuai jumlah mobil, dilansir dari laman Design Evolutions.


    Ukuran Garasi Sesuai Jumlah Mobil

    Untuk mendapatkan pengukuran ruang kosong, kurangi 18 cm dari lebar dan kedalaman.

    Ukuran Garasi Mobil Tunggal

    Gunakan pintu berukuran 2,5 meter sampai 2,7 meter dengan garasi satu ruang ukuran apa pun.

    · Ukuran kecil – 3,6 meter x 6 meter (22,3 meter persegi)

    · Ukuran sedang – 4,3 meter x 6,7 meter (28,7 meter persegi)

    · Ukuran besar – 4,9 meter x 7,3 meter (35,8 meter persegi)

    Garasi dua mobil

    · Ukuran kecil – 6,1 meter x 6,1 meter (37,1 meter persegi)

    Dengan dua pintu berukuran 2,4 meter atau satu pintu selebar 4,9 meter saja.

    · Ukuran sedang – 6,7 meter x 6,7 meter (45,1 meter persegi)

    Dengan dua pintu tunggal berukuran 2,4 meter atau 2,7 meter, atau satu pintu berukuran 4,9 meter atau 5,5 meter.

    · Ukuran besar – 7,3 meter x 7,3 meter (53,8 meter persegi)

    Dengan dua pintu tunggal berukuran 2,4 meter atau 2,7 meter, atau satu pintu berukuran 4,9 meter atau 5,5 meter.

    Garasi tiga mobil

    · Ukuran kecil – 9,1 meter x 6,1 meter (55,7 meter persegi)

    Dengan tiga pintu berukuran 2,4 meter saja.

    · Ukuran sedang – 9,8 meter x 6,7 meter (65,5 meter persegi)

    Dengan tiga pintu tunggal berukuran 2,4 meter atau 2,7 meter/ atau satu pintu berukuran 4,9 meter dan 2,4 meter/ atau satu pintu berukuran 5, 5 meter dan 2,7 meter.

    · Besar – 10,3 meter x 7,3 meter (75,9 meter persegi)

    Dengan tiga pintu tunggal berukuran 2,4 meter atau 2,7 meter/ atau satu pintu berukuran 4,9 meter dan 2,4 meter/ atau satu pintu berukuran 5,5 meter dan 2,7 meter.

    Itulah panduan ukuran garasi minimum yang disarankan untuk satu, dua, dan tiga mobil. Selebihnua, kamu bisa menyesuaikan lebar atau kedalaman agar sesuai dengan situasi desain khusus yang kamu inginkan. Semoga membantu!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Layar Semua Tipe TV dengan Benar


    Jakarta

    TV sudah menjadi salah satu perabot yang umum ada di rumah sebuah keluarga di Indonesia. Biasanya TV dimanfaatkan sebagai hiburan atau hanya sekedar sebagai alat untuk meramaikan suasana rumah agar tidak sunyi.

    Seiring berjalannya waktu, layar TV akan menjadi kotor. Beberapa faktor yang menyebabkan layar TV menjadi kotor diantaranya adalah, tersentuh oleh tangan, dan akibat dari ruangan yang lembap sehingga debu mudah menempel pada permukaan layar TV.

    Namun di samping itu, banyak orang yang masih takut untuk membersihkan layar TV mereka, alasannya karena mereka khawatir akan merusak layar TV tersebut. Pasalnya saat ini sudah ada banyak tipe layar TV yang baru, dan setiap tipenya memiliki karakteristik yang berbeda-beda


    Tapi sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi. Di bawah ini ada cara yang bisa kamu contoh untuk membersihkan semua tipe layar TV seperti TV plasma, LCD, LED, OLED, dan QLED.

    Tips Saat Membersihkan layar TV

    Mengutip dari hgtv.com, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika ingin membersihkan TV, diantaranya yaitu.

    1. Gunakan Kain Mikrofiber yang Lembut dan Tidak Berbulu

    Layar TV sangatlah rentan terhadap goresan, terutama tipe layar TV plasma. Layar TV bahkan bisa tergores oleh tisu, maka dari itu kamu harus pastikan untuk menggunakan bahan yang lembut seperti mikrofiber. Pastikan kamu menyediakan setidaknya 3 buah kain mikrofiber

    2. Jangan Semprotkan Cairan Pembersih Langsung ke TV

    Sebaiknya ketika ingin membersihkan dengan cairan pembersih, jangan menyemprotkannya secara langsung ke layar TV. Sebaiknya kamu menyemprotkannya pada kain mikrofiber terlebih dahulu.

    3. Wajib Membaca Buku Panduan TV

    Selalu gunakan buku panduan TV sebagai patokan cara membersihkan. Karena bisa saja TV tersebut tidak memperbolehkan cairan tertentu atau harus diperlakukan secara spesial.

    Berikut cara membersihkan semua tipe layar TV yang bisa kamu contoh.

    Cara Membersihkan Layar TV

    1. Matikan TV dan Cabut Kabelnya

    Sebelum membersihkannya, kamu wajib untuk mematikan dan mencabut semua kabel yang terpasang pada TV kamu dan tunggu hingga TV menjadi dingin. Selain agar tidak terjadi korsleting listrik, layar TV yang mati juga memudahkan kita untuk melihat bagian layar yang kotor.

    2. Bersihkan Debu dari Lubang Kabel, Sudut, dan Layar TV

    Kamu bisa membersihkan debu pada lubang kabel TV kamu dengan menggunakan air duster. Lakukan secara perlahan agar tidak merusak luabng kabel tersebut.

    Setelah itu, kamu bisa membersihkan debu pada bagian sudut TV dan layar TV dengan kain mikrofiber. Pastikan untuk melakukannya dengan lembut, supaya tidak merusak layar TV.

    3. Buat Cairan Pembersih

    Kamu bisa membuat cairan pembersih sendiri dengan mencampurkan cuka dan air suling dengan perbandingan 1:1 pada sebuah botol semprotan. Atau kamu juga bisa membuat cairan lain dengan bahan air suling yang dicampur dengan 70% isopropyl alcohol dengan perbandingan 1:4.

    Seperti yang sudah dijelaskan, kamu juga harus membaca buku panduan TV tersebut, mungkin saja beberapa TV tidak memperbolehkan penggunaan bahan cairan di atas. Hindari juga penggunaan cairan pembersih dengan bahan amonia, aseton atau alkohol dengan konsentrasi yang lebih tinggi.

    4. Basahi Mikrofiber dengan Cairan Pembersih

    Seperti yang sudah dijelaskan, sebaiknya kamu tidak menyemprotkan langsung ke layar TV. Gunakanlah kain mikrofiber bersih yang baru, lalu basahi sedikit dengan cairan pembersih. Pastikan kamu tidak membuat kain terlalu basah karena nantinya akan sulit untuk mengering.

    5. Bersihkan Layar

    Selanjutnya bersihkan layar dengan kain mikrofiber yang sudah dibasahi tersebut secara perlahan dan tidak menekan layar terlalu keras. Pastikan saat membersihkan, layar Tv tidak terlalu basah. Setelah itu tunggu hingga kering.

    6. Bersihkan Sisa Noda Bekas Air

    Setelah mengering, pastikan layar tersebut bersih secara menyeluruh. Terkadang bila kamu menggunakan terlalu banyak cairan pembersih, tumpukan cairan pembersih itu akan meninggalkan noda air. Maka dari itu, kamu harus membersihkannya dengan kain mikrofiber yang baru.

    7. Jaga Layar TV Tetap Bersih

    Setelah kamu membersihkannya, kamu harus menjaganya agar tetap bersih. Bila kamu melihat ada noda segeralah untuk membersihkannya dengan kain mikrofiber, karena noda tersebut akan membuat debu menempel dengan mudah.

    Itu dia beberapa tips dan cara untuk membersihkan semua tipe layar TV agar kembali kinclong seperti baru.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Keuntungan Tinggal di Apartemen, Bisa Jadi Pertimbangan


    Jakarta

    Apartemen menjadi alternatif hunian di tengah kota bagi sebagian orang. Properti ini memang terbilang efektif untuk menunjang kehidupan produktif seseorang yang mempunyai mobilitas tinggi serta gaya hidup tertentu.

    Meski tak jarang yang menganggap lebih baik tinggal di rumah tapak, sebenarnya ada berbagai keuntungan menghuni apartemen. Adapun keputusan untuk tinggal di apartemen sangat tergantung pada kecocokan gaya hidup seseorang.

    Melansir dari laman Mint Homes pada Rabu (27/3/2024), berikut ini beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang perlu kamu ketahui.


    Pemeliharaan Mudah

    Dengan tinggal di apartemen, kamu tidak perlu pusing memikirkan pemeliharaan di lingkungan apartemen karena sudah menjadi tanggung jawab manajemen apartemen. Setiap fasilitas di apartemen akan dirawat oleh manajemen, berbeda halnya dengan tinggal di rumah yang perlu dirawat halaman dan eksterior rumahnya supaya tampak rapi.

    Fasilitas Lengkap

    Apartemen biasanya dibangun dilengkapi dengan beragam fasilitas untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidup. Kamu bisa memanfaatkan fasilitas kolam renang, taman, dan gym. Lalu, kamu dapat mudah berbelanja kebutuhan karena ada minimarket dan tempat laundry.

    Keamanan Terjamin

    Biasanya pemilik rumah harus memasang sistem keamanan sendiri di rumah, sedangkan bangunan apartemen sudah ada sistem keamanan yang menyeluruh. Kamu bisa merasa lebih aman karena ada petugas sekuriti dan kamera pengawas, sehingga tindak kejahatan dapat diminimalisir.

    Ukuran

    Proporsi ukuran apartemen cenderung kecil, tetapi segala kebutuhan seperti kamar, dapur, kamar mandi, dan lainnya tetap terpenuhi. Ukuran ini sangat cocok untuk mahasiswa atau pengantin baru yang sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak ruang. Meski lebih kecil, hal ini justru menjadikannya hunian praktis dan mudah dirawat.

    Lokasi Strategis

    Lokasi apartemen yang strategis tentunya sangat menguntungkan penghuninya. Biasanya apartemen berada di tengah kota, sehingga dapat menunjang kehidupan penghuni yang mungkin ingin tinggal dekat kantornya. Selain itu, penghuni bisa mendapat akses mudah dan cepat untuk pergi ke mall ataupun sekolah.

    Itulah beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang membantu kamu hidup lebih nyaman dan praktis. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Pakai Elemen Kayu buat Interior Ruangan buat Kesan Hangat & Nyaman


    Jakarta

    Kayu merupakan bahan yang sudah lama digunakan oleh manusia buat berbagai barang, termasuk untuk mengisi rumah. Material kayu untuk interior ruangan mampu memancarkan kesan hangat dari alam.

    Motifnya yang indah serta bentuknya yang kokoh menjadikannya bahan yang cocok digunakan di sekitar rumah. Kamu dapat menambahkan nilai estetika pada ruangan dengan menghadirkan elemen kayu.

    Melansir dari laman Mega Furniture pada Rabu (27/3/2024), berikut ini cara menggunakan elemen kayu sebagai interior ruangan. Kamu bisa memilih beberapa cara berikut untuk menciptakan suasana hangat dengan elemen kayu.


    Panel Dinding

    Rumah Mona Ratuliu dan Indra BrascoDinding Panel Kay Foto: Instagram @monaratuliu @indrabrasco

    Hadirkan alam di dalam rumah dengan memasang panel dinding yang terbuat dari kayu. Bagian dinding ini akan menjadi ‘statement’ pada ruangan. Lalu, elemen kayu juga dapat menambah tekstur pada ruangan.

    Lantai

    Room with cozy light decorated in Scandinavian style, using natural materials.Lantai Kayu Foto: Getty Images/iStockphoto/Studio Light and Shade

    Lantai dari kayu membuat tampilan ruangan menjadi lebih stylish. Kamu bisa bermain dengan ragam jenis kayu serta penyusunan lantai yang unik. Ruangan pun bisa terkesan mewah ataupun cozy tergantung pada desain yang dipilih.

    Hiasan

    Perajin menata produk kerajinan dari kayu pada pameran UMKM di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Minggu (27/8/2023). Pemerintah terus berupaya memperkuat dan mendorong perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) sebagai salah satu strategi untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM melalui program kredit UMKM seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YUPerlengkapan Kayu Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS

    Apabila kamu ingin menggunakan kayu dengan cara yang tidak terlalu mencolok. Kamu dapat menggunakan perintilan hiasan dari bahan kayu. Beberapa di antaranya seperti lampu, cermin, karya seni, hingga plafon.

    Furnitur

    Furniture Kayu Retro.Furniture Kayu Retro. Foto: Lucas Hoang/Unsplash

    Tambahkan sentuhan alam pada interior ruangan dengan motif kayu menggunakan furnitur. Berbagai furnitur bisa dibuat dari kayu, termasuk meja makan, dipan, dan laci. Namun, ada baiknya untuk memilih kayu reklamasi atau sumber yang sustainable supaya lebih ramah lingkungan.

    Plafon

    Plafon RumahPlafon Rumah Foto: (istimewa)

    Kamu boleh bereksperimen dengan material kayu, salah satunya dengan menambah memasang elemen kayu pada plafon. Plafon dengan motif kayu terbilang unik serta dapat memberi kesan rustic dan suasana seperti kabin.

    Itulah berbagai aspek interior rumah yang bisa dibuat dari kayu. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Efektif Bersihkan Sela-sela Keramik Lantai di Rumah


    Jakarta

    Lantai di rumah adalah tempat yang paling mudah kotor di rumah karena sering dilewati dan diinjak. Cara membersihkannya sebenarnya mudah dengan disapu atau dipel sudah kembali bersih. Namun, jika kamu perhatikan lantai yang sering dipel ternyata tidak membuat sela-sela ubin juga ikut menjadi bersih.

    Hal ini dikarenakan bahan yang berbeda. Keramik memiliki permukaan yang mengkilap dan mudah dibersihkan. Sementara sela-selanya terbuat dari campuran semen, pasir, dan air sehingga cara membersihkannya perlu digosok.

    Membersihkan sela-sela ubin juga membutuhkan waktu lama apalagi untuk rumah yang luas. Kamu bisa mencobanya pada area kamar mandi atau dinding dapur yang memakai keramik.


    Mengutip dari Ideal Homes, Rabu (27/3/2024), berikut bahan-bahan yang efektif membersihkan sela-sela ubin agar tampilannya seperti baru lagi.

    1. Pakai Baking Soda dan Cuka

    Campurkan dua sendok makan baking soda ke dalam air secukupnya. Jika noda susah dihilangkan, tambahkan dengan cuka. Namun jika menggunakan larutan cuka, kamu perlu menambahkan pasta gigi agar tidak merusak keramik. Gosok kembali sela-sela keramik, bilas permukaannya dengan kain lembap agar lantai rumah kamu tidak becek.

    Namun, dua bahan ini tidak untuk digunakan terlalu sering karena dapat merusak keramik. Efeknya ubin tidak terlihat berkilau lagi karena lapisan pelindungnya rusak.

    2. Pasta Gigi

    Pasta gigi mengandung soda bikarbonat yang merupakan bahan ampuh yang mampu mengangkat noda. Kamu cukup mengoleskan pasta gigi ke nat atau sela keramik menggunakan sikat gigi bekas. Kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.

    3. Lemon

    Asam dari lemon bisa membersihkan noda pada sela-sela keramik. Caranya dengan mengiris lemon dan mengoleskan airnya ke sepanjang sela-sela keramik. Diamkan selama 15 menit lalu gosok dengan sikat gigi. Setelah itu, bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.

    4. Pemutih

    Pemutih bisa menghilangkan jamur dan kotoran yang membandel dari nat tetapi dengan batas pemakaian yang cukup. Jika berlebihan dapat memudarkan warna sela keramik yang asli.

    Cara membersihkannya bisa menuangkan sedikit pemutih ke dalam wadah dan mencelupkan sikat gigi bekas ke dalamnya sebelum digosok. Bisa pula mencampurkan pemutih dengan pasta gigi. Setelah dioleskan ke sela keramik harus ditunggu selama 15 menit baru bisa digosok.

    Sehabis dibilas, keringkan dengan cara ditunggu atau kipas angin. Hindari menggunakan kertas atau kain karena seratnya dapat menempel di lantai yang telah bersih.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Jemur Pakaian di Depan Rumah, Beneran deh Jangan!


    Jakarta

    Menjemur baju di depan rumah merupakan kegiatan yang sudah sangat umum terjadi di masyarakat kita. Meskipun terlihat sebagai tindakan yang biasa dilakukan, nyatanya, ada beberapa pertimbangan penting yang mungkin belum kamu pikirkan.

    Memang, menjemur baju di halaman depan mungkin terasa nyaman dan praktis, tetapi beberapa alasan ini bisa jadi membuat kamu meninggalkan kebiasaan jemur baju di depan rumah. Dilansir dari laman The Spruce, berikut adalah alasan untuk tidak menjemur baju di depan rumah.

    Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah

    Merusak Estetika

    Bagi sebagian orang, tali jemuran dianggap merusak pemandangan lingkungan dan menurunkan nilai estetika dari rumah itu sendiri. Tumpukan baju yang terlihat di halaman depan atau tergantung di pagar bisa memberikan kesan berantakan dan kurang teratur, terutama jika tidak dilakukan dengan rapi.


    Selain itu, baju-baju yang menjuntai di pagar atau tergantung di tali pengering juga dapat memberikan kesan kurang terawat dan tidak ramah lingkungan. Dengan mempertimbangkan hal ini, kamu bisa memilih untuk menjemur baju di belakang rumah atau membuat area jemuran sendiri.

    Membuat Baju Menjadi Bau

    Terpapar langsung dengan udara luar yang tidak selalu segar dan terkontrol, serta paparan sinar matahari yang intens, dapat menyebabkan bau yang tidak sedap pada baju. Selain itu, lingkungan luar yang kotor atau berdebu juga dapat menyebabkan baju menyerap bau yang tidak diinginkan. Jika kamu menjemur baju berada di area yang kurang baik, baju bisa menyerap bau dari sekitar, seperti bau asap kendaraan, bau kandang, atau bau material bangunan.

    Rawan Terkena Serangga dan Kotoran

    Menjemur baju di depan rumah atau area yang benar-benar terbuka rentan terhadap serbuan serangga seperti lalat, nyamuk, atau bahkan burung yang bida meninggalkan kotoran di sana. Selain serangga, baju yang dijemur di depan rumah juga rawan terkena kotoran yang terbawa oleh angin, seperti debu, dedaunan, atau polusi udara.

    Hal ini bisa membuat baju terlihat kotor dan memerlukan pencucian ulang. Tentunya kamu tidak akan menghemat energi harus mencuci ulang cucian Anda setelah menjemurnya di luar ruangan hingga kering karena serangga dan burung. Maka dari itu, kamu bisa berpikir dua kali untuk menjemur baju di depan rumah.

    Kondisi Cuaca Buruk

    Cuaca cerah dan kering biasanya dianggap ideal untuk mengeringkan pakaian secara alami. Tapi, cuaca yang terlalu terik juga bisa membuat warna pakaian menjadi luntur dan membuat debu menempel. Lebih buruk lagi, jika tiba-tiba hujan. Hujan bisa membuat pakaian yang tadinya sudah kering menjadi basah dan harus dicuci lagi untuk menghilangkan noda yang muncul akibat hujan tersebut. Jadi, meskipun cuaca cerah merupakan waktu yang baik untuk mengeringkan pakaian di luar, penting untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jika udara terlalu kering atau ada kemungkinan hujan mendadak, lebih baik mencari alternatif lain untuk mengeringkan pakaian agar menghindari masalah yang tidak diinginkan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli Rumah Atas Nama Anak di Bawah Umur, Bisa Nggak Sih?



    Jakarta

    Syarat utama untuk membeli tanah atau rumah adalah KTP. Dengan kata lain pemiliknya harus sudah berusia 17 tahun ke atas. Namun, ada segelintir orangtua yang membeli tanah mengatasnamakan anaknya yang masih di bawah umur. Memangnya bisa?

    Ternyata hal ini tidak diperbolehkan dalam hukum. Hal ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Pasal 10, Pasal 19 dan Pasal 34 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (PMNA/KaBPN) Nomor 19 Tahun 1999 yang menyebutkan pembuat sertifikat tanah harus melampirkan fotokopi identitas Kartu Tanda Penduduk atau KTP yang berarti berusia 17 tahun ke atas seperti yang dikutip dari InsertLive, Selasa (26/3/2024).

    Hal serupa juga dikatakan oleh Notaris PPAT dan Pejabat Lelang Kelas II Bima, Fitri Khairunnisa, S.H.M.Kn sertifikat tanah mengatasnamakan anak di bawah umur tidak sah di dalam hukum.


    “Secara legalitas anak yang di bawah umur ini tidak bisa naik di sertifikat,” kata Fitri saat dihubungi oleh detikProperti pada Rabu (27/3/2024).

    Hal ini dikarenakan syarat untuk balik nama pada sertifikat tanah di BPN (Badan Pertahanan Nasional) adalah KTP.

    Alasan yang memungkinkan menggunakan nama anak di bawah umur di sertifikat tanah atau rumah, apabila aset tersebut adalah warisan dan ahli warisnya adalah anak tersebut.

    Namun dalam kasus ini, anak tersebut perlu didampingi oleh seorang wali yang diajukan terlebih dahulu ke Pengadilan Negeri untuk mendapatkan penetapan.

    “Untuk pewarisan misalnya diisyaratkan ada perwalian. Nah kita mintakan ke pengadilan. Dalam praktek jual beli atau praktek apa pun anak di bawah 18 tahun tidak boleh jadi subjek hukum langsung. Jadi harus ada perwalian yang mendapat persetujuan dari Pengadilan Negeri,” ungkap Fitri.

    Dokumen yang harus diserahkan saat mengajukan perwalian ini diantaranya sebagai berikut.

    • KTP orangtua anak
    • Kartu Keluarga
    • Akta nikah orangtua anak
    • Akta kelahiran anak
    • KTP dari saksi 2 orang yang sudah dewasa (wali)
    • Sertifikat Tanah
    • PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

    Selain itu, Fitri menyebutkan jika dalam praktiknya jika ada yang mengatasnamakan anak di bawah umur pada saat jual dan beli tanah atau rumah, notaris tersebut perlu membuat perjanjian tambahan subsider (tambahan). Menurut Kamus Bahasa Indonesia

    Perjanjian tambahan ini berisi pernyataan sertifikat tanah tersebut akan dibaliknamakan setelah anak tersebut masuk ke usia legal dan mendapatkan KTP.

    “Ada semacam perjanjian, misalnya, nanti ketika anaknya sudah berumur 18 tahun bahwa properti ini akan dibaliknamakan kepada namanya,” jelasnya.

    Meskipun ada perjanjian tambahan, nama yang tercantum pada sertifikat tanah saat ini tetap menggunakan nama orangtuanya, bukan nama sang anak yang masih di bawah umur.

    “Untuk kasus seperti ini, tidak mungkin BPN mau menerbitkan sertifikat untuk orang yang belum memiliki KTP karena itu syarat utama balik nama dari proses jual beli itu,” pungkas Fitri.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com