Jakarta –
Mau kulit wajah auto glowing? Coba perbaiki pola makan sehari-hari. Sebagai sumber asupan utama, kamu bisa mengonsumsi makanan yang mendorong produksi kolagen berikut.
Perawatan kecantikan dari luar, seperti eksfoliasi hingga rejuran yang bertujuan membuat kulit glowing kini semakin jadi incaran. Hasilnya memang relatif lebih cepat dan efektif, tapi biayanya tentu tak sedikit.
Jika ingin cara alami yang juga bermanfaat menyehatkan tubuh secara keseluruhan, maka kamu bisa mempraktikkan pola makan sehat. Konsumsi makanan bernutrisi tepat rupanya juga mendukung kulit sehat dan glowing akibat produksi kolagen yang cukup.
Dikutip dari Times of India (13/9/2025), inilah 7 makanan sehari-hari yang mendorong produksi kolagen hingga membuat kulit glowing:
1. Buah jeruk
Jeruk dan kelompok buah citrus lain seperti lemon dan grapefruit, merupakan sumber vitamin C tinggi. Jenis vitamin ini berperan penting dalam proses sintesis kolagen.
Tanpa vitamin C, tubuh akan kesulitan memproduksi dan menjaga kadar kolagen dengan efektif. Rajin makan buah citrus dikaitkan juga dengan manfaat lain, seperti meratakan warna kulit, memperbaiki tekstur kulit, dan tentunya melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.
2. Ayam
Foto: Getty Images |
Kabar baik untuk pencinta olahan ayam karena makanan favoritnya juga mampu mendorong produksi kolagen dalam tubuh. Khususnya dari bagian sayap dan paha bawah.
Mengolah ayam dengan tepat juga dapat menyehatkan tubuh. Kandungan asam amino pada ayam dapat menguatkan struktur kulit, mengurangi kendur, dan membantu menjaga elastisitas.
3. Telur
Jadi andalan di hampir semua dapur rumah tangga, telur juga bagus dikonsumsi sehari-hari. Telur mendukung produksi kolagen.
Bagian putihnya mengandung proline, asam amino yang digunakan tubuh untuk menghasilkan kolagen. Sementara bagian kuningnya menyediakan nutrisi tambahan untuk menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
4. Sayuran hijau
Jangan sepelekan manfaat rutin konsumsi sayuran hijau seperti bayam. Kandungan vitamin C dan antioksidan-nya bantu tubuh memproduksi lebih banyak kolagen, sekaligus melawan radikal bebas yang mempercepat penuaan kulit.
Klorofil, pigmen yang memberi warna hijau pada sayuran ini juga dikaitkan dengan peningkatan penyembuhan dan perlindungan kulit.
5. Tomat
Tomat lebih dari sekadar bahan makanan yang memberi rasa asam segar alami pada hidangan, tapi juga sumber antioksidan bagus. Di dalamnya terkandung likopen yang berfungsi melindungi cadangan kolagen kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan stresor lingkungan.
Tomat bisa dimakan mentah, dicampur ke dalam saus, atau dimasak menjadi sup. Manfaatnya secara umum ialah bantu menjaga kulit tetap halus dan kenyal.
6. Olahan kedelai
Foto: Getty Images/Amarita |
Kedelai dan olahannya seperti sari kedelai, tempe, dan tahu adalah makanan yang bagus untuk kesehatan kulit. Makanan ini mengandung genistein, senyawa tumbuhan yang mendorong produksi kolagen dan membantu kulit mempertahankan kekencangannya
Konsumsi kedelai secara teratur telah dikaitkan dengan peningkatan elastisitas dan berkurangnya garis-garis halus pada wajah seiring waktu.
7. Salmon
Salmon merupakan sumber asam lemak omega 3 yang bantu mengunci kelembapan dan mengurangi peradangan kulit, sehingga kulit tetap kenyal dan terhidrasi.
Selain itu, salmon kaya akan protein berkualitas tinggi yang memasok asam amino esensial untuk produksi dan perbaikan kolagen. Konsumsi salmon sehari-hari tidak hanya membuat kulit lebih halus dan kencang, tapi juga melindungi jantung dan meningkatkan fungsi otak.
(adr/adr)
Kata Peneliti Makan Pisang di Jam Ini Paling Bagus untuk Jantung
Jakarta –
Makan pisang ada waktu idealnya jika ingin dapat manfaat untuk jaga kesehatan jantung. Peneliti Inggris mengungkap inilah jam terbaik makan pisang untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah.
Pisang populer jadi menu sarapan maupun camilan sehat. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat pisang jadi favorit anak-anak hingga orang tua.
Belum lagi nutrisi pisang yang bermanfaat banyak untuk kesehatan tubuh. Mulai dari mendorong energi dengan cepat hingga menyehatkan pencernaan karena kandungan serat dan probiotiknya.
Selain itu, pisang juga bermanfaat menjaga kesehatan jantung. Namun ada waktu ideal untuk menyantap buah tropis ini jika ingin mendapatkan manfaat maksimalnya.
Dikutip dari Times of India (14/9/2025), British Heart Foundation menyarankan pukul 11 siang sebagai waktu terbaik makan pisang. Buah ini bisa dijadikan camilan di antara waktu sarapan dan makan siang.
Makan pisang pukul 11 siang dikaitkan dengan manfaat menstabilkan kadar gula darah dan memberikan pelepasan energi yang stabil, alih-alih lonjakan energi yang cepat.
Makan pisang idealnya pukul 11 siang untuk jaga kesehatan jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2 |
Kandungan serat alami dan zat gizi pada pisang juga bantu seseorang tak kelaparan jelang makan siang. Jadi, ketika waktu makan siang tiba, seseorang tak berakhir makan terlalu banyak.
Terkait manfaat hebat konsumsi pisang untuk kesehatan jantung, ini karena kandungan potassium pada pisang. Potassium bantu menyeimbangkan kadar sodium dalam tubuh, membuat pembuluh darah rileks, dan mengurangi beban pada sistem kardiovaskular.
Pola makan tinggi potassium juga terbukti menurunkan risiko hipertensi dan stroke. Pisang pun jadi buah ideal untuk menjaga kesehatan jantung secara umum.
Serat larut pada pisang punya fungsi yang tak kalah penting yaitu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Ini karena serat bersifat mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan.
Menjaga kadar kolesterol sehat diketahui kunci penting untuk menjaga kesehatan jantung. Perannya adalah menurunkan risiko penumpukan plak di arteri, aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke.
(adr/adr)
5 Makanan Sehat untuk Wanita di Atas 50 Tahun, Ini Daftarnya!
Jakarta –
Ada beberapa makanan dan buah-buahan yang direkomendasikan bagi wanita yang sudah berusia 50 tahun ke atas. Makanan-makanan ini bisa meningkatkan kesehatan.
Memasuki usia 50 tahun, banyak perempuan mulai menghadapi fase menuju atau sudah berada dalam masa menopause. Perubahan ini sering diiringi masalah pencernaan, rasa panas mendadak (hot flashes), hingga melemahnya tulang dan otot.
Kondisi tersebut juga kerap memicu peradangan kronis dalam tubuh. Oleh karena itu, menjaga pola makan menjadi salah satu kunci penting untuk menyehatkan tubuh dan otak di masa ini.
Dilansir dari Eating Well (29/08/2025), ahli gizi merekomendasikan lima jenis makanan kaya antioksidan, serat, kalsium, lemak sehat, serta protein yang dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus melindungi kesehatan.
Berikut daftarnya:
1. Buah Beri
Buah beri. Foto: Getty Images/Dziuba Volodymyr |
Blueberry, blackberry, stroberi, dan raspberry adalah sumber antioksidan tinggi yang mampu melawan peradangan serta mendukung proses penuaan sehat.
“Saya merekomendasikan buah beri karena mudah ditambahkan ke makanan yang sudah biasa dikonsumsi, seperti yogurt di pagi hari atau camilan sore,” ujar ahli gizi Zariel Grullón, RDN, CDN.
Buah beri juga bagian penting dari pola makan MIND diet, sebuah pola makan yang dirancang untuk membantu mencegah demensia dan penurunan fungsi kognitif. Mengingat dua dari tiga orang berusia di atas 50 tahun mengalami penurunan daya ingat, konsumsi makanan yang mendukung kesehatan otak sangatlah berharga.
2. Biji-bijian
Biji-bijian mengandung peptida, polifenol, dan saponin yang memiliki sifat anti-inflamasi. “Mengonsumsi beragam jenis kacang-kacangan membuat tubuh lebih lama merasa kenyang sekaligus membantu melawan peradangan berlebih,” ungkap Grullón.
Selain itu, biji-bijian kaya akan serat yang baik untuk kesehatan usus, terutama membantu mengatasi masalah pencernaan terkait menopause. Satu cangkir kacang hitam yang termasuk biji-bijian saja sudah memenuhi sekitar setengah kebutuhan serat harian.
Biji-bijian juga merupakan sumber protein nabati yang bermanfaat mencegah kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia.
“Seperti halnya buah beri, kacang dan biji-bijian mudah ditambahkan dalam menu harian, entah sebagai lauk di pagi hari, sup, atau salad padat untuk makan siang,” tambah Grullón.
3. Sayuran Hijau
sayur bening bayam campur wortel Foto: Getty Images/Tyas Indayanti |
Bayam, kale, selada air, hingga bok choy kaya akan vitamin A, C, E, K, serta polifenol yang mampu menekan peradangan dan mengurangi stres oksidatif.
“Beberapa sayuran hijau berdaun juga mengandung senyawa nabati seperti sulforaphane dan indole-3-carbinol yang menghambat jalur peradangan dalam tubuh,” jelas ahli gizi Seema Shah, M.P.H., M.S., RD.
Sayuran hijau ini juga menjadi sumber serat yang mendukung sistem imun, mengontrol gula darah, dan menurunkan proses inflamasi. Pada masa menopause, penurunan kadar estrogen sering merusak kesehatan tulang. Itu sebabnya, konsumsi kalsium menjadi sangat penting.
“Sayuran hijau gelap kaya akan kalsium, magnesium, dan kalium yang membantu menjaga kepadatan tulang,” ujar Shah.
Bila bosan menyantap sayuran sebagai salad, ahli gizi Jamie Baham, M.S., RDN, LD, menyarankan untuk mencoba smoothie berbahan dasar buah yang dipadukan dengan sayuran hijau.
4. Salmon
Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3 yang terkenal dengan khasiat anti-inflamasi.
“Mengonsumsi satu hingga dua porsi ikan berlemak per minggu dapat mendukung kesehatan jantung, mengurangi kaku sendi akibat artritis, dan menjaga fungsi otak. Bagi perempuan usia 50 tahun ke atas, salmon juga menjadi sumber protein berkualitas tinggi serta vitamin D yang penting untuk otot dan tulang,” kata ahli gizi Lizzie O’Connor, M.S., RD.
Baham menambahkan salah satu cara lezat menyantap salmon adalah dengan membuat poke bowl buatan sendiri.
“Saya suka membuat hidangan poke bowl dengan salmon, nasi cokelat, alpukat, timun, dan sedikit saus kedelai. Rasanya seperti sushi dalam mangkuk dan sudah menjadi menu favorit di rumah,” ujarnya.
5. Kacang-Kacangan
kacang almond. Foto: iStock |
Segenggam kacang bisa menjadi camilan praktis yang kaya antioksidan dan nutrisi penunjang jantung, seperti selenium, magnesium, lemak tak jenuh, polifenol, hingga serat. Konsumsi kacang juga terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Kacang seperti almond dan walnut dikenal efektif mengurangi peradangan, sementara kacang Brazil dapat membantu melawan stres oksidatif. Bagi yang tidak mengonsumsi ikan, kenari sangat disarankan karena mengandung omega-3 nabati yang bermanfaat melawan peradangan.
6. Tips untuk Penuaan yang Sehat
Selain mengatur pola makan, ada beberapa kebiasaan penting lain yang sebaiknya dijaga. Salah satunya tetap rutin melakukan olahraga kardio, latihan kekuatan, keseimbangan, dan peregangan.
Kemudian menjaga kualitas tidur, karena tidur yang baik berkaitan dengan rendahnya risiko penyakit dan menjaga fungsi fisik maupun mental. Selain itu setiap orang wajib rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi, untuk mendeteksi dini serta mengendalikan penyakit yang mungkin muncul.
(sob/dfl)
Hati-hati! Sering Minum Soda Bisa Memicu Kerontokan Rambut
Jakarta –
Populer digemari berbagai kalangan, minuman bersoda rupanya memiliki efek samping untuk kesehatan. Terutama bagi kesehatan rambut.
Minuman bersoda yang sehari-hari dinikmati jutaan orang kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi soda dan minuman berkarbonasi secara rutin dapat meningkatkan risiko kerontokan rambut. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Nutrition and Health oleh tim peneliti asal Portugal.
Dilansir dari Irish Star (27/08/2025), para peneliti menekankan bahwa pola makan dan asupan gizi memiliki peran penting terhadap kesehatan rambut. Vitamin D dan zat besi, misalnya, diketahui bermanfaat dalam menjaga kekuatan folikel rambut. Sementara alkohol dan minuman ringan justru tak disarankan.
Walau belum terbukti bahwa minuman soda secara langsung dapat menyebabkan rambut rontok, penelitian ini menemukan adanya keterkaitan antara konsumsi soda dengan kekurangan vitamin D.
Minuman bersoda. Foto: Istimewa |
Soda, khususnya jenis kola seperti Coke atau Pepsi, mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu metabolisme kalsium dan menurunkan kadar vitamin D. Selain itu kadar kafein yang tinggi dalam minuman ini berpotensi meningkatkan hormon kortisol, yang memicu stres.
Ditambah lagi kandungan gula berlebih pada soda dikaitkan dengan risiko gangguan peredaran darah dan peradangan, dua faktor yang dapat melemahkan folikel rambut dan memperparah kerontokan.
Penelitian sebelumnya juga pernah menyinggung hal serupa. Pada 2023, tim ilmuwan di China menemukan bahwa pria muda yang mengonsumsi minuman manis setiap hari memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami kebotakan dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Rambut rontok. Foto: Getty Images/Totojang |
Riset lain bahkan menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari 3.500 mililiter soda per minggu atau setara dengan sekitar 11 kaleng lebih rentan mengalami kerontokan, terutama pada pria. Selain meningkatkan risiko kebotakan, minuman bersoda juga disebut berdampak buruk terhadap kepadatan, pertumbuhan, ketebalan dan kilau rambut.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa kerontokan rambut tidak bisa disebabkan oleh satu faktor saja. Kebotakan berpola pada pria misalnya, bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, kondisi medis tertentu atau proses penuaan alami.
Namun mengurangi konsumsi minuman bersoda dinilai bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan rambut, sekaligus mencegah berbagai masalah kesehatan lain.
(sob/dfl)
Suka Makan Mie Instan? Ketahui Dulu 3 Fakta Penting Ini dari Pakar
Jakarta –
Mie instan merupakan makanan favorit sejuta umat. Namun di masyarakat beredar luas anggapan kalau konsumsi mie instan berbahaya untuk kesehatan. Benarkah?
Mie instan merupakan sebuah terobosan dalam teknologi pangan. Hadirnya mie instan dianggap sebagai pilihan ideal, karena awet, praktis penyajiannya, dan lezat rasanya.
Sebagian besar mie instan dikeringkan dengan cara digoreng dalam minyak (deep frying). Hanya 3-4% mie instan yang dikeringkan dengan menggunakan air drying.
Karena proses pembuatannya tersebut, mie instan kerap dipandang sebelah mata. Banyak yang menduga bahwa mie instan mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk kesehatan.
Lantas benarkah hal ini? Dikutip dari Buku Putih Panduan Tanya Jawab Mie Instan milik F.G Winarno, berikut fakta yang dibeberkan ‘Bapak Teknologi Pangan’ Indonesia tersebut:
1. Benarkah mie instan mengandung bahan kimia?
Mie instan identik dengan mienya yang berwarna kekuningan. Warna tersebut dihasilkan dari pemberian senyawa kalium karbonat ke dalam terigu.
Selain memberi warna kuning, senyawa tersebut juga membuat tekstur mie menjadi kenyal. Tanpa adanya bahan kimia tersebut, mie akan terasa lebih lunak dan mudah hancur.
Dari segi gizi, kadar kalium yang terdapat dalam mie instan diperlukan dalam tubuh. Itu dapat membantu mempertahankan tekanan darah yang baik. Adanya garam kalium karbonat tidak akan mengganggu kesehatan.
2. Apa kandungan bumbu mie instan?
Setiap kemasan mie instan selalu dilengkapi dengan bumbunya, ada yang berupa bubuk hingga minyak aroma. Dalam bumbu tersebut ada garam dapur.
Jika dihitung berdasarkan berat seluruh mie instan, kandungan garamnya ada sekitar 2-3%. Bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, mie instan bukanlah makanan yang dianjurkan.
Flavor yang terdapat pada kantong bumbu juga mengandung zat pewarna makanan. Ini untuk membuat kaldu atau kuah mie instan menjadi lebih menarik.
Dalam produk ini juga ditemukan kandungan MSG (Monosodium Glutamat). Meskipun MSG kerap dipandang sebelah mata, tetapi penggunaan MSG telah diizinkan oleh Codex.
3. Berapa banyak boleh makan mie instan?
Perlu ditekankan bahwa mie instan bukan jenis makanan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Karenanya, konsumen tidak dianjurkan mengonsumsi mie instan berlebihan.
Makan mie instan sewaktu-waktu tidak akan membahayakan. Jika ingin menambah nilai gizi, kamu bisa mencampurkan telur rebus dan sayuran segar ke dalamnya.
Atau jika kamu khawatir dengan penggunaan bumbu mie instan, kamu bisa mengurangi porsi bumbunya. Atau bahkan jangan digunakan dan diganti dengan bumbu homemade sesuai selera.
(adr/adr)
Wasir Bisa Makin Parah Gara-gara 6 Makanan Ini, Nomor 3 Jadi Favorit!
Jakarta –
Keparahan wasir bisa dicegah dengan konsumsi makanan yang tepat. Hindari konsumsi 6 makanan ini berlebihan karena bisa memicu wasir lebih mudah bengkak dan berdarah.
Ambeien atau wasir adalah kondisi saat vena membengkak dan meradang di area rektum dan anus. Kondisi ini membuat orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman hingga pendarahan.
Dikutip dari detikHealth (28/8/2022), penderita wasir perlu mengonsumsi makanan tinggi serat agar kondisinya tak semakin parah. Selain itu, GoodRx (18/7/2024) mencatat sejumlah makanan yang perlu dihindari agar wasir tak semakin sulit disembuhkan.
Berikut 6 daftarnya:
1. Makanan berbahan tepung olahan
Makanan berbahan tepung olahan, seperti terigu, patut dihindari penderita wasir karena rendah serat. Asupan serat yang rendah berkaitan dengan pendarahan wasir.
Makanan rendah serat menghasilkan feses keras dan kental sehingga lebih sulit dikeluarkan tanpa mengejan. Mengejan memberi tekanan pada wasir, menyebabkannya membengkak dan berdarah. Jenis makanan berbahan tepung olahan antara lain roti tawar, sereal, biskuit, hingga kerupuk.
2. Produk olahan susu
Produk olahan susu alias dairy product merupakan sumber kalsium, vitamin D, dan protein yang baik, tapi sebenarnya rendah serat. Seperti halnya tepung olahan, konsumsi produk olahan susu juga bisa membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Produk olahan susu yang populer antara lain susu, yogurt, es krim, keju, dan krimer.
3. Makanan pedas
Foto: Reader’s Digest |
Kabar buruk untuk pencinta pedas karena makanan favoritnya bisa memperparah wasir. Sebenarnya tak ada bukti kuat kalau menikmati makanan pedas sesekali dapat memicu kambuhnya wasir. Namun, jika wasir kamu sudah meradang, ada baiknya tetap membatasi konsumsi makanan pedas.
Sebab makanan pedas mengandung capsaicin, yang mungkin tidak sepenuhnya dicerna oleh usus. Saat sisi bumbu pedas keluar dari tubuh melalui feses, maka akan melewati wasir yang bengkak dan dapat memperparah rasa terbakar dan nyeri.
Banyak penderita wasir juga mengalami fisura ani, yaitu robekan kecil di saluran anus. Fisura ani sangat menyakitkan dan menjadi lebih menyakitkan jika sesuatu yang mengiritasi, seperti capsaicin, masuk ke dalamnya.
4. Daging olahan
Daging olahan adalah jenis makanan olahan yang telah dikaitkan dengan risiko kanker, kolesterol, dan penyakit jantung yang lebih tinggi. Konsumsinya juga buruk untuk penderita wasir.
Daging olahan, seperti sosis, bacon, dan smoked beef, tidak mengandung serat. Hal inilah yang bisa memperparah wasir. Begitu juga dengan daging merah, daging ayam, dan seafood yang masih tergolong rendah serat. Penderita wasir disarankan memperbanyak asupan protein nabati karena tinggi serat.
5. Makanan yang digoreng atau berminyak
Makanan yang digoreng atau berminyak seringkali merupakan makanan olahan dan sangat rendah serat. Ini berarti makanan tersebut dapat membuat feses lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Mengejan saat buang air besar dapat meningkatkan risiko terkena wasir dan juga membuatnya lebih mudah kambuh. Jika sedang makan di luar rumah, usahakan tidak makan banyak gorengan. Hindari juga camilan camilan siap saji yang tinggi lemak seperti keripik kentang.
6. Alkohol
Foto: DW (Soft News) |
Tak hanya makanan, konsumsi minuman juga buruk untuk penderita wasir. Jenisnya berupa minuman alkohol yang memperlambat pencernaan di usus. Jadi kemungkinan sembelit bakal lebih tinggi dan wasir semakin parah.
Alkohol juga dapat menyebabkan sembelit karena sifatnya yang membuat kamu dehidrasi. Alkohol menghambat hormon antidiuretik (ADH), sehingga lebih sering buang air kecil saat minum alkohol.
Kondisi dehidrasi ini juga membuat usus besar akan menahan lebih banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang tersebut. Akibatnya, kadar air dalam tinja berkurang hingga membuat tinja lebih keras dan sulit dikeluarkan. Hal ini dapat menyebabkan mengejan dan iritasi wasir.
(adr/adr)
Ini 5 Risiko Kesehatan Jika Terlalu Banyak Minum Kopi
Jakarta –
Banyak orang mengandalkan kopi sebagai minuman yang dikonsumsi harian. Penelitian mengungkap beberapa risiko kesehatan jika kebanyakan minum kopi.
Mereka yang sudah terbiasa minum kopi setiap hari mungkin akan sulit lepas dari kebiasaan tersebut. Memang minum kopi memberikan banyak efek baik, mulai dari meningkatkan energi hingga meningkatkan kesehatan otak. Namun, kamu juga perlu waspada dengan risikonya.
Para ahli yang disebut oleh situs Report Eros Del Sur mengungkap bahwa orang yang mengonsumsi kafein lebih dari batasan harian, yaitu sekitar 400 miligram, bisa meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan.
Para profesional juga menyatakan kekhawatiran mereka dengan orang yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi sehari. Pasalnya, kebiasaan ini bisa menimbulkan efek negatif, mulai dari masalah pencernaan hingga peningkatan detak jantung.
Selain itu, kafein dalam kopi juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Karenanya memperparah efek samping atau mengurangi efektivitasnya.
Oleh karena itu, para penikmat kopi sebaiknya lebih waspada pada asupan kafein dalam kopi ini.
Punya kebiasaan ngopi tidak masalah, asalkan dosisnya tidak berlebihan. Jika berlebihan, bisa menimbulkan risiko efek samping seperti yang dilansir dari reporterosdelsur.com (28/12/2024).
1. Meningkatkan kecemasan dan stres
Minum Kopi bisa sebabkan efek samping gangguan kecemasan. Foto: Getty Images |
Menurut penelitian terkini ada risiko kesehatan signifikan terkait konsumsi kafein berlebihan.
Para pakar setuju bahwa asupan kafein harian hanya sampai 400 miligram atau setara dengan empat cangkir kopi berukuran 8 ons (237 ml). Umumnya batasan tersebut aman bagi kebanyakan orang dewasa, tetapi tetap tergantung dari kesehatan setiap individu.
Jika kafein yang dikonsumsi setiap hari lebih dari batasan tersebut, bisa jadi memperparah perasaan cemas.
Orang yang rentan terhadap gangguan kecemasan mungkin mengalami gejala lebih parah, termasuk serangan panik dan kegelisahan.
2. Gangguan tidur
Minum kopi berlebihan di waktu tidak tepat juga bisa sebabkan gangguan tidur. Foto: Getty Images/AsiaVision |
Konsumsi kopi, terutama di sore atau malam hari bisa menganggu pola tidur dan menyebabkan pola tidur yang tidak normal.
Efek segar dari kafein biasanya muncul sekitar 30 menit setelah kopi diminum, dan pengaruhnya bisa bertahan sekitar 5-6 jam. Namun, ini bisa bervariasi pada setiap orang.
Jika kopi baru diminum sore atau malam hari bisa jadi efek kafein tersebut memengaruhi kualitas tidur. Kualitas tidur yang tidak baik akhirnya bisa menimbulkan dampak kesehatan lainnya, mulai dari sulit konsentrasi, mudah lupa, mudah sakit, hingga mudah stres.
Efek kebiasaan minum kopi lainnya bisa dibaca pada halaman selanjutnya!
3. Menimbulkan masalah kardiovaskular
Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah tinggi. Terutama, pada mereka yang punya masalah jantung.
Beberapa penelitian yang disebut situs kemenkes.go.id juga menyebut bahwa kafein dapat menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan adrenalin, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang punya riwayat penyakit jantung atau hipertensi.
4. Gangguan pencernaan
Dalam dosis berlebih kopi juga bisa sebabkan gangguan pencernaan. Foto: iStock |
Minum kopi terlalu banyak juga berpotensi terkena masalah pencernaan.
Kafein di dalam kopi bisa menyebabkan penyakit diare, meningkatkan asam lambung, serta iritasi pada usus.
Risiko ini juga semakin tinggi jika kamu sering minum kopi dalam keadaan perut kosong.
5. Meningkatkan kadar gula darah
Penelilian yang disebut alodokter.com menyatakan bahwa konsumsi kafein berlebihan berbahaya bagi penderita diabetes tipe-2.
Kondisi ini berbahaya karena penderita diabetes bisa mengalami peningkatan kadar gula darah usai konsumsi kafein. Kafein mampu menurunkan proses penyerapan gula darah ke dalam sel tubuh.
Jika kebiasaan minum kafein berlebihan ini dibiarkan begitu saja, lama kelamaan mampu meningkatkan risiko lebih parah. Mulai dari menyebabkan kerusakan saraf atau penyakit jantung.
Cara menyeimbangkan asupan kopi
Beberapa hal bisa diperhatikan untuk seimbangkan asupan kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors |
Jika tidak mau terkena efek samping minum kopi, kamu bisa memperhatikan beberapa cara.
Mulai dari membatasi asupan kafein harian, tidak lebih dari empat cangkir kopi per hari.
Hindari juga konsumsi kopi di sore dan malam hari supaya kualitas tidur tetap terjaga. Cari informasi jelas terkait interaksi kopi dengan obat tertentu.
(aqr/odi)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Ini Cara Mudah Hindari Ngidam Makanan Berlebihan Saat Diet Jakarta – Salah satu rintangan terberat saat diet adalah rasa ngidam untuk mengonsumsi makanan tertentu. Ahli diet ini bagikan cara mudah untuk menghindarinya. Proses penurunan berat badan atau diet bisa dibilang cukup sulit bagi sebagian besar orang yang susah untuk mengontrol nafsu makan. Karena sering kali orang makan berlebihan tanpa mereka sadari sama sekali. Banyak orang yang ingin diet tapi mengaku tak bisa berhenti makan bahkan ngidam makanan secara terus menerus. Hal ini bisa dibilang normal karena fase ini cukup sering dialami banyak orang.
Dilansir dari Mirror UK (18/12), salah satu ahli diet bernama Shayne Rowland kerap membagikan tips diet lewat akun TikTok miliknya @proflex.health. “Ketika sedang ngidam makanan, biasanya ini terjadi karena tubuh kita mengirimkan sinyal untuk memberitahu kita bahwa mungkin ada sesuatu yang kurang,” jelas Shayne. “Ini bisa jadi pertanda bahwa tubuh kurang tidur atau istirahat. Kita tahu bahwa ketika tubuh kurang tidur, akan menghasilkan hormon bernama ghrelin. Hormon ini bisa meningkatkan hormon lapar pada tubuh, sehingga kita merasa lapar dan ngidam makanan tertentu,” tutur Shayne.
Lebih lanjut Shayne menambahkan faktor yang sering memicu rasa ngidam adalah karena tubuh kita kekurangan cairan atau sedikit dehidrasi. “Mungkin sebenarnya kita tidak merasa lapar tapi hanya butuh minum air putih saja. Karena sedikit saja tubuh mengalami dehidrasi bisa disalah artikan sebagai rasa lapar yang kemudian memicu ngidam makanan,” ungkapnya. Agar rasa ngidam hilang saat diet, Shayne menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, vitamin dan mineral untuk tubuh. Termasuk menyantap makanan yang kaya akan protein sehingga orang tidak mudah merasa lapar.
Rasa ngidam makanan bisa muncul walau sebenarnya tidak berkaitan pada makanan sama sekali. Sehingga Shayne menyarankan istirahat yang cukup. “Jadi kalau kalian mengalami ngidam makanan tertentu, pastikan kalian meninjau hal-hal ini dulu sebelum memutuskan untuk langsung makan,” pungkasnya. Di akhir video, Shayne menambahkan bahwa tidak masalah sesekali ngemil saat diet asal porsinya tidak berlebihan. (sob/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Memanjakan Diri dengan Makan Enak Ternyata Punya Manfaat Ini Jakarta – Banyak orang memanjakan diri dengan makan enak. Hal ini bukan sesuatu yang aneh atau salah karena justru memberikan manfaat. Begini kata pakar. Hampir semua orang bisa dengan mudah menjawab pertanyaan, “Apa makanan favoritmu?”. Sebab manusia memang diciptakan untuk mendapatkan kenikmatan dari makanan. Bahkan, bagi banyak orang, makan merupakan salah satu kenikmatan terbesar dalam hidup. Menikmati makanan tak hanya membuat waktu makan menjadi menyenangkan, tapi juga menghadirkan manfaat signifikan bagi kesehatan. Dengan begitu, kamu bisa mendukung kesehatan pencernaan, meningkatkan hubungan yang positif dengan makanan, hingga mencegah gangguan makan.
Dalam beberapa kasus, mendapatkan cukup kesenangan dari makan enak, sama pentingnya dengan nutrisi makanan yang dipilih. Lantas seperti apa penjelasan psikologi terkait keputusan makan untuk mencari kenikmatan? Psikologi di balik makan untuk kesenangan
Selama bertahun-tahun, peneliti mempelajari ilmu di balik makan untuk kesenangan. Temuan mereka pun menarik. Secara fisiologis, kesenangan yang diperoleh seseorang dari makanan terjadi di mulut dan otak. “Kesenangan dalam bentuk apa pun, termasuk kesenangan dari makanan, menyebabkan pelepasan dopamin di otak,” jelas ahli gizi Aleta Storch. Dopamin sering disebut sebagai hormon perasaan senang karena mengaktifkan jalur penghargaan di otak, yang membantu meningkatkan kebahagiaan, ketenangan, motivasi, dan fokus seseorang. Penelitian tahun 2011 menunjukkan bahwa orang obesitas mungkin mengalami gangguan sensitivitas dopamin, yang menyebabkan mereka makan berlebihan untuk mendapatkan kesenangan yang cukup dari makanan. Namun, ketika kimia di otak bekerja dengan baik, maka kenikmatan seseorang dari makan juga dapat menghasilkan manfaat fisik. Storch menjelaskan, “Saat kita menikmati makanan yang kita makan dan merangsang dopamin, kita sebenarnya mencerna dan memetabolismenya dengan lebih efektif.” Makan untuk kesenangan juga dapat mendorong pola makan yang lebih sehat. Ahli gizi Sarah Gold Anzlovar menjelaskan, “Ada kepercayaan bahwa makanan sehat hambar atau rasanya tidak enak, tapi itu tidak benar. Saat kita menyantap makanan yang kita sukai, rasa puas akan meningkat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pola makan dan mengurangi kemungkinan makan berlebihan.” Makanan menjadi ‘nutrisi’ emosionalMakanan tidak hanya menjadi bahan bakar fisik, tapi juga ‘nutrisi’ untuk emosional. Misalnya ketika kamu makan dalam acara pertemuan keluarga atau reuni bersama teman lama. Ketika orang-orang menikmati momen makan bersama, maka dapat berkontribusi pada peningkatan rasa bahagia. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian tahun 2015. Makan enak juga bisa menjadi sumber kenyamanan emosional. Ini misalnya tercermin ketika kamu mendambakan semangkuk sup ayam hangat buatan ibu ketika sedang tidak enak badan. Kadang-kadang makanan memberikan rasa nyaman di penghujung hari yang penuh tantangan, yang oleh banyak orang diasosiasikan sebagai makan emosional yang negatif,” kata Anzlovar. “Namun, ketika kita membiarkan diri kita terhubung dengan makanan dan menikmatinya, ada banyak manfaatnya,” tambahnya. Makan enak untuk kesenangan berbeda dengan makan emosional, baca halaman selanjutnya. Makan untuk kesenangan vs makan emosional
Makan untuk kesenangan sering kali disamakan dengan makan emosional, padahal keduanya berbeda. Perbedaan itu terlihat dalam tujuan dan hasilnya. “Makan emosional adalah saat seseorang menggunakan makanan sebagai cara untuk mengatasi emosi positif atau negatif,” kata Anzlovar. Sedangkan makan untuk kesenangan adalah ketika seseorang memilih makanan untuk menikmati rasa, tekstur, dan pengalamannya. Contohnya ketika makan es krim saat musim panas atau makan apel langsung dari kebunnya. Perbedaan utama lain antara keduanya adalah hubungan yang dirasakan dengan makanan. “Sering kali perasaan terhubung dengan makanan kurang dirasakan ketika makan emosional. Berbeda dengan makan untuk kesenangan. Biasanya ada hubungan dan kenikmatan sejati yang seseorang dapatkan dari makanan,” tambah Anzlovar. Namun antara kedua perilaku ini tidak punya garis pembeda yang jelas. Terkadang keduanya bisa tumpang tindih. (adr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold
|




















