Jakarta –
Kafein pada kopi berperan sebagai stimulan yang bisa menyebabkan berbagai efek di tubuh. Salah satunya, rasa lelah setelah mengonsumsi kopi. Ini penjelasannya!
Kopi identik dengan kandungan kafein. Kafein merupakan senyawa perangsang yang memiliki efek langsung pada sistem saraf pusat. Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin.
Dalam kondisi tersebut, kafein akan memberikan berbagai efek untuk tubuh. Namun, efeknya bisa berbeda di setiap individu. Bagi penikmat kopi mungkin efeknya bisa mendorong energi.
Namun, bagi yang intoleran terhadap kafein bisa memberikan efek tak nyaman. Seperti rasa lelah dan ngantuk setelah minum kopi. Kondisi itu terjadi karena beberapa faktor.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasannya!
1. Adenosin di otak terblokir
Kopi mengandung kafein yang berperan sebagai stimulan. Foto: iStock |
Dikutip dari News Medical (25/10/24) alasan tubuh menjadi lelah setelah minum kopi karena kafein telah memblokir reseptor adenosin di otak.
Adenosin merupakan senyawa kimiawi otak yang mempengaruhi siklus pola tidur. Kadar adenosin akan meningkat ketika kamu terjaga dan menurun di waktu kamu tidur.
Dalam kondisi ini, kafein menghalangi otak ketika merespon adenosin, sehingga membuat kamu tetap fokus dan terjaga. Dan kafein tidak menghentikan produksi senyawa tersebut.
Artinya, ketika efek kafein hilang, maka akan terjadi penumpukan adenosin yang akhirnya menyebabkan tubuh menjadi lelah dan lemas.
2. Kafein menyebabkan resisten insulin
Resistensi insulin adalah kondisi dimana sel-sel tubuh tidak dapat mengatur kadar gula darah secara efektif. Dan bagi sebagian orang, kafein bisa memberikan efek ini.
Jika kadar gula darah tidak teratur, maka dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap gula atau karbohidrat yang terkandung pada makanan dan minuman.
Dengan begitu, kamu akan merasakan lonjakan gula darah sementara dalam tubuh. Sementara itu, tubuh memproses gula jauh lebih cepat dibandingkan kafein.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan energi dan merasa kelelahan setelah minum kopi. Apalagi jika gula darah tidak mencapai tingkat tinggi secara klinis.
Alasan tubuh merasa lelah setelah minum kopi ada di halaman selanjutnya.
3. Kafein bersifat diuretik
Kopi bersifat diuretik yang membuat tubuh dehidrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages |
Dilansir dari Mayo Clinic, kafein pada kopi bersifat diuretik. Artinya, dapat menyebabkan produksi urine lebih banyak. Kamu akan sering buang air kecil.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi. Ketika dehidrasi, maka tubuh akan terasa lelah. Selain itu, dehidrasi juga memicu banyak hal.
Mulai dari menurunkan kinerja kognitif, merusak memori, dan meningkatkan kecepatan dan ketegangan. Dehidrasi juga bisa mengganggu respon sistem kardiovaskular.
Khususnya dalam menjaga tekanan dan aliran darah. Pada akhirnya bisa meningkatkan detak jantung dan menurunkan tekanan darah.
4. Tips minum kopi agar tidak merasa lelah
Agar mengurangi efek negatif dari minum kopi, sebaiknya perhatian porsi yang sudah dianjurkan oleh badan kesehatan.
Dalam beberapa studi telah menunjukkan bahwa orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat disarankan mengasup 400 miligram kafein per harinya. Atau setara dengan 2-4 cangkir.
Selain itu, usahakan tidak menambahkan pemanis apapun ke seduhan kopi. Mulai dari gula, susu kental manis, krimer, dan lainnya. Perbanyak juga minum air putih agar tubuh tidak dehidrasi.
(raf/odi)
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Konsumsi 5 Jenis Rempah Ini Ampuh Bakar Lemak di Perut Jakarta – Lemak yang menumpuk di perut tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga membahayakan kesehatan. Jangan khawatir, lemak tersebut bisa luntur dengan konsumsi 5 rempah ini. Lemak sebenarnya memiliki peran baik bagi tubuh, mulai dari menjadi sumber energi, mendukung fungsi sel, melindungi organ, dan menjaga tubuh tetap hangat. Lemak perut sendiri merupakan lemak yang terbentuk di bagian dalam atau sekitar area internal organ, beda dengan lemak subkutan yaitu lemak di bawah kulit yang bisa dicubit. Namun, lemak yang jumlahnya berlebihan bisa mengganggu penampilan. Selain itu, penumpukan lemak juga mampu meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker payudara, dan kanker kolorektal.
Menjaga pola makan sehat tentu menjadi kunci agar tubuh tidak memiliki kelebihan lemak. Namun, jika fokusnya ingin mengurangi penumpukan lemak tersebut, ada sejumlah rempah sehat yang bisa dikonsumsi. Melansir Times of India (23/11/2024), berikut 5 macam rempah untuk menghilangkan lemak di perut: 1. Lada hitam
Lada hitam biasanya dipakai untuk menambah citarasa atau sensasi pedas hangat yang khas. Siapa sangka, jenis rempah ini juga dapat bermanfaat untuk mengurangi lemak. Di dalamnya terkandung piperine, senyawa yang menciptakan rasa pedas tajam, tetapi berpotensi menurunkan berat badan. Kandungan senyawa tersebut juga telah dikaitkan dengan penghambatan pertumbuhan sel lemak baru hingga mencegah penumpukan lemak. Lada hitam bisa ditambah ke makanan, atau dinikmati bersama dengan teh sampai kopi. 2. Kunyit
Khasiat kunyit sudah tidak perlu diragukan lagi. Rempah berwarna cerah ini kaya akan rasa dan nutrisi. Kandungan kurkumin di dalamnya diteliti dapat mengatasi masalah peradangan, mengurangi lemak perut, hingga mendorong penurunan berat badan. Kunyit juga kaya akan antioksidan yang bisa mengatasi masalah metabolisme. Rempah ini juga mampu menekan pertumbuhan jaringan lemak dalam tubuh, yang sering dikaitkan dengan obesitas. Meskipun begitu, kamu tidak boleh hanya mengandalkan kunyit. Tetap jaga pola makan dan asupan nutrisi serta gizi yang masuk ke dalam tubuh. Daftar rempah sehat untuk bakar lemak perut lainnya ada di halaman selanjutnya!3. Kayu manis
Kayu manis kerap ditambah ke masakan atau minuman, memberikan sensasi rasa pedas hangat manis yang nikmat. Jenis rempah ini memang kaya akan antioksidan yang menawarkan sejumlah manfaat, termasuk dalam hal penurunan berat badan. Kayu manis secara efektif dapat menstabilkan gula darah, yang akhirnya bisa mengurangi nafsu makan dan menahan rasa lapar. Kayu manis juga dapat menurunkan kadar enzim pencernaan tertentu untuk memperlambat pemecahan karbohidrat. 4. KapulagaRempah yang sangat berharga ini juga bisa membantu mengurangi penumpukan lemak. Senyawa aktif di dalam kapulaga dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Meningkatnya metabolisme dapat membantu proses pembakaran lemak menjadi lebih efisien. Hasilnya, dapat meningkatkan pembakaran kalori untuk penurunan berat badan. Kandungan serat di dalamnya juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga bermanfaat dalam program penurunan berat badan. 5. Jahe
Seperti kunyit, manfaat jahe juga tidak perlu diragukan lagi dalam bidang kesehatan. Jahe dapat membantu masalah sistem pencernaan. Jahe juga dapat menstimulasi enzim gastric lambung, yang mempercepat pengosongan lambung, dan mengurangi rasa lapar. Konsumsi jahe juga dapat meningkatkan metabolisme, sehingga membuat lemak luruh dengan mudah. Memang rempah-rempahan ini menawarkan manfaat yang diidamkan untuk meluruhkan lemak. Namun, jangan sampai mengabaikan pola makan dan pola hidup sehari-hari. Tetap beraktivitas, seperti olahraga untuk hasil yang terbaik. Kamu juga bisa memerhatikan asupan yang dinikmati sehari-hari Apa yang dimakan saat sarapan dapat menentukan arah tubuh sepanjang hari. Carilah sarapan berprotein tinggi yang dapat membantu mengurangi keinginan makan. bisa juga menyiapkan sarapan dengan tambahan rempah-rempahan ini untuk membantu penurunan berat badan. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Hindari Makan Daging dan Ikan saat Musim Hujan, Ini 5 Alasannya! Jakarta – Perubahan cuaca bisa mendorong perubahan pola makan. Di musim hujan ini sebaiknya hindari mengonsumsi daging dan ikan karena bisa memicu masalah kesehatan. Daging dan ikan sejatinya adalah makanan yang bernutrisi. Daging dan ikan kaya akan protein yang dibutuhkan tubuh untuk memberikan energi dan manfaat lainnya. Namun, saat musim hujan, tidak disarankan untuk mengonsumsi dua jenis makanan tersebut. Pasalnya, musim hujan dapat menyebabkan perubahan lingkungan.
Kondisi tersebut membuat pola makan harus disesuaikan agar dapat bertahan dan tidak menimbulkan risiko penyakit. Dikutip dari Times of India (16/08/24) berikut alasannya: 1. Cepat busuk
Kelembaban dan suhu yang berfluktuasi pada musim hujan dapat mempercepat pembusukan daging dan ikan. Bahkan dengan pendinginan yang tepat, kadar air yang tinggi dapat menyebabkan protein yang terkandung jadi rusak. Kondisi tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap. Bau tak sedap tersebut merupakan sebuah tanda bahwa daging atau ikan sudah tidak segar lagi, sehingga berpotensi bahaya keamanan pangan. 2. Menyebabkan pencernaan tergangguDaging dan ikan umumnya lebih sulit untuk dicerna dibandingkan dengan makanan nabati yang lebih ringan. Saat musim hujan, sistem pencernaan tubuh bisa menjadi lebih sensitif. Kondisi itu disebabkan karena cuaca yang dingin dan lembab. Mengonsumsi makanan berat, seperti daging dan ikan dapat memperparah masalah pencernaan. Alasan tidak makan daging dan ikan saat musim hujan ada di halaman selanjutnya.3. Mudah terkontaminasiCuaca hujan dapat menyebabkan kelembaban tinggi dan genangan air. Kondisi ini menyebabkan munculnya bakteri dan parasit. Daging dan ikan sangat rentan terhadap kontaminasi tersebut. Patogen seperti Salmonella dan Vibrio dapat berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang lembab, sehingga meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan. 4. Risiko alergi
Cuaca dingin saat hujan dapat menyebabkan lingkungan bertumbuh jamur dan lumut. Bagi yang punya alergi atau sensitivitas, ini bisa berisiko ketika mengonsumsi daging dan ikan. Mengingat, kedua makanan tersebut juga berpotensi tinggi mudah terkontaminasi. Jika dikonsumsi, makan bisa meningkatkan risiko reaksi alergi dan masalah pernapasan. 5. Mengurangi manfaat giziSelama musim hujan, tubuh biasanya membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral untuk meningkatkan sistem imun. Kebutuhan itu akan dipenuhi jika mengonsumsi makanan nabati. Mulai dari buah, sayur, dan biji-bijian mengandung nutrisi penting dan antioksidan. Sementara itu, daging dan ikan mungkin banyak nutrisinya, tetapi tidak mencakup untuk sistem imun yang dibutuhkan saat musim hujan. (raf/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Hati-hati! 5 Kelompok Orang Ini Tak Disarankan Minum Kopi Jakarta – Kopi memang nikmat, tapi tidak cocok dikonsumsi oleh semua orang. Kandungan kafeinnya perlu diwaspadai karena bisa memengaruhi kondisi kesehatan kelompok orang berikut. Minum secangkir kopi hitam maupun kopi susu kini jadi bagian gaya hidup banyak orang. Minum kopi tak hanya memberi asupan nikmat, tapi juga bermanfaat mendorong energi dan meningkatkan fokus. Beberapa orang juga mengandalkan kopi sebagai minuman diet. Sebab minum kopi hitam tanpa gula diyakini dapat melancarkan metabolisme tubuh yang membantu usaha penurunan berat badan.
Namun, ada beberapa kelompok orang yang tidak boleh minum kopi. Berikut daftarnya: 1. Ibu hamilIbu hamil masuk daftar paling utama golongan yang tak boleh minum kopi. Alasannya untuk mengurangi risiko keguguran, persalinan prematur, hingga berat badan lahir rendah. Tapi jika Anda tetap ingin konsumsi kopi, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter kandungan. 2. Ibu menyusui
Kafein tergolong dalam stimulan dan diuretik. Makanya, ibu menyusui dianjurkan tidak minum kopi karena bisa memicu dehidrasi. 3. Orang dengan gangguan tidurKonsumsi kafein bahkan enam jam sebelum tidur berpotensi mengganggu pola tidur. Hal ini diungkap dalam sebuah studi di Journal of Clinical Sleep Medicine. Dalam temuan itu didasarkan pada konsumsi sekitar 400 mg kafein yang setara dengan empat cangkir kopi. 4. Penderita serangan panik dan kecemasan
Kafein yang tinggi, misal dari asupan lima gelas kopi sehari bisa memicu serangan panik, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kecemasan. Selalu perhatikan asupan kopi jika Anda memiliki masalah tersebut. 5. Pemilik riwayat GERDJika Anda memiliki riwayat GERD, beralih lah ke kopi tanpa kafein. Sebab, kafein bisa melonggarkan sfingter esofagus bawah atau katup antara esofagus dan perut, yang bisa memicu asam lambung meningkat. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Daftar Orang Tak Boleh Minum Kopi, Ibu Hamil hingga Penderita GERD“ (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Terungkap! 5 Pola Diet yang Paling Ampuh Turunkan Berat Badan Jakarta – Banyak pola diet bertebaran untuk dicoba. Namun secara ilmiah, ada beberapa pola diet terbaik dan paling efektif untuk menurunkan berat badan. Ini daftarnya! Punya berat badan ideal jadi dambaan banyak orang. Kondisi ini tak hanya bagus untuk penampilan, tapi juga dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Untuk mencapai berat badan ideal, jangan sembarangan diet. Pilih diet yang terkenal menyehatkan.
Berikut beberapa jenis diet yang paling ampuh menurunkan berat badan, melansir Medicine Net. 1. Intermittent fastingPuasa intermiten adalah strategi diet yang melibatkan periode makan dan puasa. Metode puasa IF yang paling populer adalah metode 16:8 dan 5:2. Metode 16:8 artinya mereka berpuasa selama 16 jam dan membatasi waktu makan menjadi 8 jam sehari. Sedangkan metode 5:2 dilakukan dengan dengan mengonsumsi 500-600 kalori selama 2 hari dalam seminggu. Meskipun diklaim ampuh, namun penting bagi Anda agar tetap menghindari makan terlalu banyak selama periode makan tiba. 2. Diet Mediterania
Selama bertahun-tahun, diet Mediterania dianggap sebagai diet terbaik. Diet ini mengajak seseorang lebih sering mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, minyak zaitun, dan sedikit daging, produk susu, serta wine. Diet Mediterania memiliki sejumlah manfaat lain seperti mengatasi peradangan, stres oksidatif, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, mengatur kadar gula darah, dan mengatasi penyakit Alzheimer. 3. Diet DASHDiet ini secara khusus disarankan untuk membantu penderita hipertensi. Makanan diet DASH meliputi buah-buahan, sayuran, produk susu bebas lemak, biji-bijian, dan daging tanpa lemak. Diet DASH mengajak seseorang untuk mengurangi konsumsi makanan olahan seperti minuman manis dan makanan ringan dalam kemasan. Diet ini juga membatasi asupan daging merah. 4. Diet rendah karbohidrat
Diet ini fokus pada membatasi asupan karbohidrat dan lebih mengutamakan protein dan lemak sehat. Diet ini menyarankan 30-50 persen kalori harian berasal dari protein. Karbohidrat adalah sumber bahan bakar utama tubuh. Namun, ketika menjalani diet ini, tubuh akan membakar lemak untuk mendapatkan energi. Kondisi ini disebut ketosis. Ketosis terjadi ketika lemak dipecah menjadi keton, yang merupakan produk sampingan dari metabolisme lemak. Sayangnya, diet ini punya efek samping yang perlu dipertimbangkan seperti sakit kepala, pusing, kelelahan, dan sembelit. Sedangkan tubuh yang mengalami ketosis bisa muncul mual, kelelahan mental, bau napas, sakit kepala, hingga flu. 5. Diet PaleoDiet Paleo didasarkan pada teori bahwa Anda harus mengonsumsi makanan yang sama dengan nenek moyang selama era Paleolitikum. Diet ini mengonsumsi daging, ikan, buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak seperti minyak zaitun atau minyak kenari. Diet Paleo bisa membantu menurunkan berat badan, peningkatan toleransi glukosa, pengaturan tekanan darah, dan manajemen nafsu makan yang lebih baik. Namun lebih baik jika konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mencari tahu metode diet yang paling ampuh untuk menurunkan berat badan Anda. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Catat, 5 Diet Ini Disebut Paling Ampuh untuk Turunkan Berat Badan” (adr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold
|












