Author: Gambar Makanan Sehat

  • Prabowo Harap Sekolah Garuda Antarkan Anak RI Lolos Harvard-Oxford


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto berharap program Sekolah Garuda mendorong banyak anak-anak Indonesia diterima di universitas terbaik di dunia. Termasuk di antaranya seperti Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan University of Oxford.

    “Kita berharap dengan program ini, nanti banyak anak-anak kita bisa masuk ke sekolah terbaik di dunia, Harvard, MIT, Oxford, dan sebagainya. Sekarang itu ditangani oleh Menteri Dikti dan Wamen, Wakil Menteri Dikti ya, Profesor Stella,” kata Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

    “Saya sendiri sudah, saya dulu di Harvard saya. Tapi hanya ke toko buku,” imbuhnya berkelakar.


    Sekolah Garuda

    Sekolah Garuda merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Prabowo untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia RI dan ekosistem sains dan teknologi (saintek). Siswanya akan menjalani pendidikan berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

    Prabowo menjelaskan, program ini selaras dengan harapan agar Indonesia untuk unggul di bidang sains dan teknologi. SDM-nya diharapkan mampu mengelola kekayaan alam RI.

    Kita butuh anak-anak pintar, kita butuh insinyur-insinyur, profesor-profesor, ahli matematika, ahli di semua bidang teknologi kita, negara yang sangat kaya. Kita punya mineral-mineral kritis, kita punya mineral-mineral yang disebut rare earth,” tuturnya.

    “Tapi kita harus punya para ilmuwan, para saintis, para experts, pakar yang mampu mengelola kekayaan-kekayaan kita. kita tidak boleh dibohongi lagi oleh bangsa-bangsa lain. Jadi, saudara-saudara, kita bikin sekolah unggulan yang kita beri nama SMA Garuda,” imbuh Prabowo.

    Ia menjabarkan, Sekolah Garuda juga terdiri dari unit-unit Sekolah Garuda Terintegrasi. Dalam skema ini, sekolah dan madrasah yang sudah ada sebelumnya kemudian diintegrasikan ke dalam payung Sekolah Garuda.

    Diketahui, ada pula Sekolah Garuda baru. Skema ini diperuntukkan bagi lokasi-lokasi yang belum memiliki sekolah sejenis di pelosok Indonesia. Kurikulumnya terdiri dari kurikulum nasional dan kurikulum internasional untuk mendukung siswa dalam persiapan melamar perguruan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri.

    “Kurikulum itu kita pakai standar internasional ya, IB. International Baccalaureate. Sistem IB, berarti lulusan itu bisa diterima di universitas mana pun di dunia. Yang terbaik,” tuturnya.

    Daftar Sekolah Garuda

    Berikut daftar Sekolah Garuda Transformasi dan lokasi Sekolah Garuda baru:

    1. SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Aceh
    2. SMA Unggul Del, Sumatera Utara
    3. MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan
    4. SMAN Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
    5. SMA Cahaya Rancamaya, Jawa Barat
    6. SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah
    7. SMA Taruna Nusantara, Jawa Tengah
    8. SMAN Banua Kalsel, Kalimantan Selatan
    9. SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur
    10. MAN Insan Cendekia Gorontalo, Gorontalo
    11. SMAN Siwalima Ambon, Maluku
    12. SMA Averos, Papua Barat Daya
    13. Lahan Sekolah Garuda Baru, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung
    14. Lahan Sekolah Garuda Baru, Timor Tengah Selatan, NTT
    15. Lahan Sekolah Garuda Baru, Konawe, Sulawesi Tenggara
    16. Lahan Sekolah Garuda Baru, Bulungan, Kalimantan Utara

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Kita Suka Menangis saat Mengiris Bawang Bombai? Ternyata karena Ini



    Jakarta

    Mengiris bawang bombai seringkali membuat kita berderai air mata. Bukan karena sedih, ini karena kandungan yang ada pada bawang.

    Baik ditumis, dipanggang, atau mentah, bawang bombai adalah bahan pokok dalam banyak resep makanan. Namun, rasa bawang bombai ini harus dibayar dengan harga yang mahal: air mata. Tetapi, mengapa mengiris bawang bombai membuat kita menangis?


    Penyebabnya disebut faktor lakrimasi, suatu zat kimia yang mengiritasi saraf di kornea. Ketika bawang bombai utuh, sekelompok senyawa yang disebut sistein sulfoksida dipisahkan dari enzim yang disebut alliinase.

    Tapi, ketika kamu mengiris atau menghancurkan bawang bombai, penghalang yang memisahkan senyawa dan enzim tersebut rusak. Keduanya bergabung dan memicu reaksi, menyebabkan sistein sulfoksida menjadi asam sulfenat.

    Pada bawang bombai, terdapat dua kemungkinan keberadaan asam sulfenat. Pertama, ia dapat mengembun secara spontan dan menjadi senyawa organosulfur. Senyawa organosulfur inilah yang memberi bawang bombai aroma dan rasa yang kuat. Reaksi serupa terjadi pada bawang putih, itulah sebabnya ia juga memiliki rasa yang begitu tajam.

    Namun, kemungkinan kedua untuk asam sulfenat hanya terdapat pada bawang bombai dan beberapa jenisallium lainnya. Enzim lain, yang disebut sintase faktor lakrimasi, yang tersembunyi di dalam sel, berperan dan mengubah asamsulfenat menjadi faktorlakrimasi, yang dikenal oleh para ahli kimia sebagai propanethial S-oksida.

    Faktor lakrimasi adalah cairan yang mudah menguap, artinya ia berubah menjadi uap dengan sangat cepat. Begitulah cara zat tersebut mencapai mata dan mengiritasi saraf sensorik.

    “Mata Anda mulai berair untuk menghilangkan zat yang mengiritasi itu,” kata Josie Silvaroli, seorang peneliti di bidang pendidikan dan inovasi farmasi di Ohio State University dan penulis pertama studi tahun 2017 tentang faktor lakrimasi dalam Live Science, Senin (20/10/2025).

    Kemungkinan besar senyawa organosulfur yang memberi bawang bombai rasa yang kuat dan faktor lakrimasi yang memicu air mata berevolusi sebagai mekanisme pertahanan. Senyawa-senyawa tersebut dimaksudkan untuk mencegah serangga, hewan, atau parasit yang dapat merusak tanaman bawang bombai.

    Cara Memotong Bawang Bombai Tanpa Menangis

    Silvaroli memberi beberapa tips agar kamu tidak perlu menitihkan air mata saat memotong bawang bombai. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Menggunakan kacamata pelindung

    2. Memotong dengan pisau tajam

    3. Jangan dinginkan bawang bombai

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia Sukses Masuk Kampus Impian 2026 Bareng Program Kuliah Tanpa Tes



    Jakarta

    Bagi banyak siswa SMA/sederajat, masa penentuan kuliah seringkali menjadi momen paling mendebarkan. Proses seleksi yang ketat, jalur yang beragam, hingga persaingan nilai rapor membuat perjuangan masuk kampus impian tak semudah yang dibayangkan.

    Di sinilah strategi yang tepat berperan penting, bukan hanya nilai tinggi yang menentukan, tapi juga seberapa cerdas kamu memanfaatkannya.

    Program Kuliah Tanpa Tes dari Lampung Cerdas hadir untuk menjawab tantangan itu. Melalui e-course eksklusif ini, kamu bisa mempelajari 21 strategi lolos SNBP dan jalur undangan lain yang sudah terbukti membantu lebih dari 18.700 siswa se-Indonesia menembus kampus impian mereka. Program ini dirancang agar nilai rapormu bisa dimaksimalkan dengan cara yang benar, bukan sekadar berharap pada keberuntungan.


    Tak berhenti di situ, lewat program ini kamu juga akan belajar strategi mendapatkan biaya kuliah yang lebih ringan, bahkan peluang memperoleh beasiswa. Banyak peserta yang telah mengikuti program ini berhasil mendapatkan UKT (Uang Kuliah Tunggal) lebih rendah dibanding teman seangkatannya. Jadi, selain membuka jalan masuk kampus tanpa tes, kamu juga bisa meringankan beban biaya kuliah.

    Prestasi Lampung Cerdas pun tak main-main. Tahun 2024 lalu, program ini berhasil mencatat Rekor MURI, menjadi bukti nyata kontribusi mereka dalam membantu ribuan siswa di seluruh Indonesia. Hingga kini, lebih dari 2.000 siswa sudah bergabung dalam program Kuliah Tanpa Tes dan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor berpengalaman.

    Nah, agar kamu tak tertinggal dari ribuan pesaingmu, penting untuk memiliki strategi yang sama kuatnya. Sebab nilai rapor yang tinggi belum tentu menjamin lolos SNBP kalau kamu tidak tahu cara memanfaatkannya. Dengan bergabung di program ini, kamu akan mendapatkan berbagai manfaat bernilai tinggi, seperti:

    • E-book strategi lengkap untuk lulus SNBP & jalur undangan;
    • Modul khusus agar biaya kuliah bisa lebih terjangkau;
    • Panduan KIP Kuliah langkah demi langkah;
    • Sistem analisis nilai rapor dengan peluang lulus lebih besar;
    • Tes minat & bakat untuk menentukan jurusan yang paling cocok;
    • Akses komunitas eksklusif pejuang jalur undangan;
    • Live mentoring bersama mentor dari Lampung Cerdas;
    • Pendampingan intensif 9 bulan, dari persiapan hingga pengumuman;
    • Dan bonus e-modul pembahasan TKA sebagai pelengkap.

    Ingat, program ini hanya berlaku untuk siswa kelas 12 SMA/sederajat karena jalur undangan tidak bisa diikuti oleh mereka yang sudah lulus. Jadi, kalau kamu benar-benar ingin masuk kampus impian tanpa stres dan tanpa tes, sekarang saatnya bertindak.

    Raih peluangmu bersama Lampung Cerdas, dan mulai perjalanan kuliahmu dengan strategi yang tepat dari sekarang! Beli tiketnya di detikevent.

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Dzikir Setelah Sholat Witir: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Sholat Witir merupakan penutup dari seluruh rangkaian sholat malam, termasuk sholat Tahajud, Tarawih, atau Qiyamul Lail. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan pentingnya melaksanakan sholat witir dan membaca doa setelahnya.

    Doa setelah sholat witir menjadi bentuk permohonan hamba kepada Allah SWT setelah mengakhiri ibadah malamnya. Dalam doa ini terkandung makna permohonan ampun, rahmat, perlindungan, dan ridha Allah, sebagai wujud kesempurnaan ibadah dan ketundukan hati seorang mukmin di hadapan Tuhannya.


    Dikutip dari Buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, secara bahasa, “witir” berarti ganjil. Dalam istilah fikih, sholat Witir adalah sholat malam yang jumlah rakaatnya ganjil, bisa dilakukan sebanyak satu rakaat, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Jadikanlah akhir sholat malam kalian dengan Witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Hadits ini menunjukkan bahwa sholat Witir merupakan penutup ibadah malam, dan setelahnya dianjurkan berdoa dengan penuh keikhlasan.

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat Witir merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan:

    نَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ

    “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai orang-orang yang melakukan salat witir, maka sholat Witir-lah, wahai para ahli Al-Qur’an.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Waktu pelaksanaan sholat Witir dimulai setelah sholat Isya hingga menjelang waktu subuh. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa doa setelah sholat Witir dianjurkan untuk dibaca setelah salam terakhir.

    Doa Setelah Sholat Witir

    1. Sholat Witir

    Menjalankan sholat witir dengan rakaat ganjil.

    2. Baca Syahadat, Istigfar, Mohon Rida Allah

    Setelah salam, membaca syahadat, istigfar dan permohonan ridho dan surga Allah SWT.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
    أَسْتَغْفِرُ اللهَ
    أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

    Asyhadu an lā ilāha illallāh, Astaghfirullāh, Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a’ūdzu bika min sakhathika wan nār (3 kali)

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Aku memohon ampunan Allah. Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

    3. Baca Tasbih

    Membaca tasbih seperti ini:

    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

    Subhānal malikil quddūs (3 kali)

    Artinya:

    “Mahasuci Tuhan yang kudus,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

    4. Baca Pujian Kesucian

    Membaca pujian kesucian seperti ini:

    سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

    Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh

    Artinya: “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).

    5. Baca Pujian Keluasan Ampunan

    اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annī (3 kali)
    Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna

    Artinya: “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku. Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.”

    6. Mohon Ampun dan Keselamatan

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

    Allāhumma inī a’ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu’āfātika min ‘uqūbatika. Wa a’ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.

    Artinya: “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

    7. Doa Sholat Witir

    Selanjutnya membaca doa sholat Witir seperti ini:

    أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi’an. Wanas-aluka ‘ilman naafi’an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka ‘amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wanas-aluka tamaamal ‘aafiyah. Wanas-alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu ‘alaa khairi khalqihii muhammadin wa ‘alaa aalihii wasahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina

    Artinya:

    “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, Tuhan kami terimalah dari kami: sholat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”

    9. Penutup

    Setelahnya membaca surat Al-Fatihah.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sejahterakan Guru hingga Lestarikan Lingkungan



    Jakarta

    Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membeberkan deretan capaian kinerja Kementerian Agama (Kemenag) dalam mewujudkan Asta Cita. Ini menjadi refleksi satu tahun mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    “Asta Cita bukan sekadar rencana politik, tapi arah moral bangsa. Di Kementerian Agama, kami terus berupaya agar nilai agama tidak berhenti di mimbar, tetapi hidup dalam kebijakan yang memuliakan manusia,” kata Menag dalam refleksi satu tahun perjalanan Kemenag mengawal Asta Cita, di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

    Salah satu capaian itu adalah menyejahterakan pendidik. Menag menyebut pertama kalinya dalam sejarah, tunjangan profesi guru non PNS dinaikkan secara signifikan. Mulai dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan.


    “Guru dan dosen adalah ruh pendidikan. Ketika mereka sejahtera dan dihargai, maka pendidikan agama akan bermartabat, dan bangsa akan berkarakter,” sambungnya.

    Tahun ini, sebanyak 206.325 guru telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), meningkat hingga 700% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu ada lebih 5.000 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan yang juga mengikuti PPG di 2025.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari akselerasi peningkatan kesejahteraan karena guru dan dosen yang lulus PPG maka dapat menerima tunjangan profesi di tahun mendatang.

    “Langkah ini menjadi bagian dari akselerasi peningkatan kesejahteraan, karena guru dan dosen yang lulus PPG maka dapat menerima tunjangan profesi di tahun mendatang,” jelas Menag.

    Kemenag juga memperluas akses pendidikan tinggi dengan memberikan 156.581 beasiswa KIP Kuliah, 6.453 Beasiswa Indonesia Bangkit, serta 2.270 Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Tak hanya bagi umat Islam, beasiswa juga diberikan untuk 329 mahasiswa Orang Asli Papua (OAP), dan 153 penerima beasiswa zakat di 21 kampus negeri maupun swasta.

    Dalam setahun terakhir, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan kepada 19.264 siswa Pada Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen, 161.591 Santri, serta 1.469 Siswa pada Satuan Pendidikan Keagamaan Hindu.

    “Lebih dari 9 triliun rupiah, anggaran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Raudlatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah disalurkan untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

    Capaian besar lainnya yang diraih Kementerian Agama adalah pendirian Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Negeri (SETIAKIN) di Bangka Belitung. Ini adalah sekolah tinggi Khonghucu negeri pertama di Indonesia. Selain perluasan akses, kehadiran SETIAKIN menjadi simbol kehadiran negara atas kebutuhan pendidikan tinggi keagamaan Khonghucu.

    Kemenag juga hadir dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dalam revitalisasi madrasah. Untuk Sekolah Rakyat, Kemenag siapkan kurikulum pendidikan agama, serta 152 guru dan tenaga pendidik.

    Ada dua madrasah unggulan yang terpilih sebagai Sekolah Garuda Transformasi, yaitu: Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Gorontalo dan Ogan Komering Ilir (Sumsel). Selain itu, ada 1.414 madrasah yang direvitalisasi dalam PHTC Presiden Prabowo.

    “Buah dari upaya Kemenag memajukan pendidikan agama dan keagamaan menampakkan hasil. MAN IC Serpong menjadi Sekolah Terbaik berdasarkan nilai UTBK 2025, sedang MAN 2 Kota Malang menjadi Sekolah Terbaik dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025,” papar Menag.

    Kemudian, dalam setahun belakangan Kemenag juga sedang mengembangkan sistem dan program yang konkret untuk memperkuat harmoni bangsa. Melalui aplikasi Si-Rukun (Early Warning System), potensi konflik keagamaan bisa dideteksi sejak dini di berbagai daerah. Penyuluh agama menjadi garda terdepan dalam mengoperasikan aplikasi ini.

    Pengembangan Si-Rukun menjadi ikhtiar bersama seluruh unit eselon I Kemenag, mulai dari Ditjen Bimas Islam, Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB). Sistem ini dibangun berdasarkan penelitian terkait peta potensi konflik keagamaan di berbagai daerah, termasuk pemetaan zona merah, kuning, dan hijau.

    Demi memperkuat kesiapan di lapangan, Kemenag telah melatih 500 penyuluh agama di KUA sebagai aktor resolusi konflik. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu melakukan deteksi dini serta penanganan cepat di wilayah dengan potensi konflik tinggi.

    Selain itu, Kemenag juga membina 300 penyuluh agama dalam pemetaan masalah sosial-keagamaan, memperkuat kapasitas 600 penceramah agar berdakwah dengan pendekatan moderat dan literasi digital, serta membina 200 dai muda untuk melahirkan generasi dai yang berwawasan moderat, adaptif, dan mandiri (dakwah kontekstual dan keterampilan entrepreneurship).

    Kemenag juga menggelar Program Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Akminas) juga melahirkan 1.192 kader lintas agama yang dibekali semangat kepemimpinan plural dan damai. Kemenag bahkan melakukan rekonstruksi terhadap 25 pesantren eks-Jamaah Islamiyah dengan total 5.077 santri, sebagai langkah deradikalisasi berbasis pendidikan .

    “Kerukunan adalah prasyarat pembangunan. Indonesia hanya bisa maju bila umatnya damai, saling menghormati, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” terangnya.

    Capaian ini juga tercermin dalam hasil survei Poltracking Indonesia, yang menempatkan “menjaga kerukunan antarumat beragama” sebagai keberhasilan tertinggi pemerintahan Prabowo-Gibran dengan tingkat kepuasan publik mencapai 86,7%, disusul menjaga kehidupan keagamaan (80,2%) dan menjaga persatuan bangsa (77,1%).

    Tak sampai di situ, Kemenag turut menyukseskan pelaksanaan dua program prioritas nasional: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar Kemenag dalam mendukung upaya Presiden meningkatkan kesejahteraan sosial.

    Sampai hari ini tercatat sebanyak 1.373.761 siswa madrasah dan 337.442 santri pesantren telah menikmati manfaat MBG. Sementara itu, lebih dari 12,5 juta siswa dari madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga menerima layanan CKG.

    Upaya lain dalam meningkatkan kesejahteraan sosial yang dilakukan Kemenag adalah membantu 4.450 UMKM melalui pinjaman tanpa bunga (qardhul hasan) melalui program Masjid Berdaya dan Berdampak (MADADA). Sebanyak 1.350 takmir masjid bahkan diberikan bimtek secara khusus untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam pengelolaan dan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

    Untuk menekan angka perceraian dan membangun keluarga, lebih dari 17.266 pasangan nikah diberi pembinaan keluarga, baik dalam bentuk Bimbingan Perkawinan Islam, bimbingan keluarga sukinah bagi pasangan Hindu, maupun Hitta Sukhaya untuk umat Buddha.

    “Inilah makna dakwah sosial. Kemenag berupaya agar ajaran agama hadir bukan hanya di rumah ibadah, tapi di ruang publik: berbagi makanan, menjaga kesehatan, dan memperkuat keluarga,” ujar Menag.

    Langkah lainnya yang dilakukan Kemenag adalah memperluas pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat dan wakaf. Hingga Oktober 2025, Kemenag telah mengembangkan 37 Kampung Zakat, 29 inkubasi wakaf produktif, dan 10 Kota Wakaf di berbagai provinsi.

    Lebih dari 105.000 sertifikat tanah wakaf diterbitkan, dan ini sangat penting dalam upaya menekan potensi sengketa lahan. Selain itu, 40 hektare Hutan Wakaf digulirkan sebagai bentuk integrasi antara ekonomi dan ekoteologi.

    Demi memperkuat tata kelola dana keagamaan, Kemenag juga menggagas pembentukan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU) – sebuah institusi modern untuk mengelola zakat, wakaf, infak, fidyah, dan sedekah secara profesional, transparan, dan berdaya guna tinggi bagi ekonomi rakyat.

    Selain itu, Kemenag mendorong gerakan ekoteologi – kesadaran spiritual dalam menjaga bumi. Melalui aksi nyata, Kemenag menanam lebih dari satu juta pohon di seluruh Indonesia, membangun 13 KUA berbasis green building, dan menerbitkan buku “Tafsir Ayat-Ayat Ekologi” yang memperkuat gerakan hijau berbasis nilai keagamaan.

    Lalu, dalam rangka menutup refleksi setahun perjalanan, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa keberhasilan Kemenag bukan hanya diukur dari program yang selesai, tetapi dari nilai-nilai agama yang benar-benar menjadi napas kebijakan publik. Karenanya, upaya membumikan nilai keagamaan perlu terus dilakukan.

    “Agama tidak boleh berhenti di mimbar. Agama harus mewujud dalam kebijakan yang menyejahterakan, mendidik, dan memuliakan manusia. Inilah semangat Asta Cita yang kami kawal dengan sepenuh hati,” tegasnya.

    Menag menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajarannya yang terus bekerja keras dalam ikut mewujudkan Asta Protas Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menag juga menyampaikan apresiasi kepada media dan masyarakat yang terus mengawal perjalanan Kemenag dengan kritis dan konstruktif.

    “Terima kasih kepada insan pers yang telah menjaga ruang publik tetap sehat. Kritik dan dukungan Anda adalah bagian dari ibadah kami dalam melayani umat,” tandasnya.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Bakal Bentuk Lembaga Pengelola Dana Umat, Himpun Semua Dana Keagamaan



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag RI) akan membentuk Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU). Langkah tersebut dinilai menjadi instrumen strategis dalam mengoptimalkan potensi besar dana keagamaan masyarakat yang kini belum tergarap maksimal.

    “Nah pundi-pundi umat yang sedemikian besarnya tadi itu, Presiden meminta kepada kami selaku Kementerian Agama supaya ini betul-betul diperhatikan. Ini luar biasa ini, maka itu diberikan tempat untuk mengelola ini semuanya, satu tempat yang sangat strategis di ibu kota nanti itu akan menjadi pusat pengelolaan dana umat itu,” ungkap Menteri Agama dalam Konferensi Pers 1 Tahun Kemenag Kawal Asta Cita Presiden di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).


    LPDU, kata Menag, merupakan ungkapan spontanitas dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, Kementerian Agama nantinya akan proaktif menerjemahkan gagasan cerdas tersebut.

    Nasaruddin menilai bahwa potensi dana umat seperti raksasa yang sedang tidur. Lewat LPDU, maka dana keagamaan seperti zakaat, infak, sedekah, wakaf, hibah, wasiat, kurban, akikah serta kafarah dapat dihimpun dalam satu sekretariat bersama.

    “Setelah kami memaparkan pundi-pundi umat kita yang selama ini bagaikan raksasa yang sudah tidur. Nah kita akan mencoba untuk membangkitkan potensi ini,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

    Menag mencontohkan praktik di Kuwait, masyarakat secara rutin menyisihkan sebagian kecil dari pengeluaran telepon seluler untuk wakaf tunai.

    “Kalau di Kuwait itu ya, setiap bulan itu ada yang mengatakan 5% itu wakaf tunainya,” katanya.

    “Kalau 200 juta umat Islam di Indonesia menyisihkan satu persen saja dari bonus handphone, dana yang terkumpul bisa mencapai ratusan miliar rupiah,” Imbuh Menag.

    Selain sumber wakaf dan zakat, LPDU juga akan mengelola dana keagamaan lainnya, termasuk iuran kecil dari administrasi pernikahan dan perceraian. Demi memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel, pemerintah berencana membentuk lembaga khusus yang bekerja seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Dana umat tidak boleh dikelola semaunya. Harus ada peraturannya, siapa yang berhak untuk menghimpun dana, bagaimana cara membelanjakan dana itu, bagaimana aturannya, jadi tidak terjadi penumpukan,” ujar Menag Nasaruddin menguraikan.

    Ia menegaskan bahwa LPDU tak hanya menyasar umat Islam. Kemenag akan berkoordinasi dengan perwakilan agama Katolik, Protestan, Hindu, Buddha serta Konghuchu demi menghimpun dana keagamaan dari seluruh umat beragama.

    “Semua agama punya mekanisme dan potensi pendanaan masing-masing. LPDU akan menjadi wadah pemberdayaan lintas agama,” tandas Menag.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ragam Lomba Hari Santri 2025 yang Penuh Semangat dan Kreativitas


    Jakarta

    Setiap 22 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Santri sebagai momen untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam sejarah bangsa. Tahun 2025 ini, perayaan Hari Santri kembali digelar dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pesantren, madrasah, dan masyarakat umum di seluruh daerah.

    Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2025 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2025, kegiatan Hari Santri dapat dilaksanakan melalui zikir, sholawat, munajat, doa bersama, pemeriksaan kesehatan gratis (CKG), penanaman pohon, dan kegiatan lain yang sesuai dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”.

    Tak hanya kegiatan keagamaan, lomba Hari Santri juga kerap menjadi bagian yang paling meriah karena memberi ruang bagi santri dan masyarakat untuk menyalurkan bakat serta kreativitas.


    Beragam lomba digelar di sekolah, madrasah, dan pesantren dengan tujuan menumbuhkan semangat belajar sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta. Setiap kegiatan menjadi sarana untuk mengasah bakat, melatih kepercayaan diri, dan memperdalam nilai-nilai agama yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Lomba Hari Santri

    Beberapa jenis lomba yang bisa diselenggarakan pada peringatan Hari Santri 2025 antara lain:

    1. Lomba Bernuansa Religi

    Beragam lomba yang memperdalam pemahaman agama sering kali menjadi kegiatan utama, seperti:

    • Lomba adzan, melatih suara dan ketepatan bacaan dalam menyeru waktu salat.
    • Lomba hafalan surah pendek, menumbuhkan kebiasaan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an sejak dini.
    • Lomba tartil dan tilawah Al-Qur’an, mengajarkan cara membaca Al-Qur’an dengan lagu dan tajwid yang benar.
    • Lomba tahlil dan shalawat, meningkatkan tradisi doa bersama dan memperbanyak dzikir kepada Allah.

    2. Lomba Seni Islami

    Selain kegiatan ibadah, Hari Santri juga menjadi ajang menampilkan kreativitas melalui seni, misalnya:

    • Lomba menulis dan menggambar kaligrafi, menggabungkan nilai keindahan dan makna ayat-ayat suci.
    • Lomba menyanyi islami dan seni qasidah, mengajarkan cara berdakwah melalui lantunan lagu.
    • Lomba bercerita kisah nabi dan sahabat, menginspirasi peserta lewat kisah keteladanan tokoh-tokoh Islam.

    3. Lomba Literasi dan Dakwah

    Bagi peserta yang gemar menulis atau berbicara di depan umum, tersedia juga berbagai kompetisi seperti:

    • Lomba khutbah, melatih kemampuan menyampaikan pesan yang bermanfaat dengan cara yang menarik.
    • Lomba cerpen bertema santri, memberi ruang bagi peserta menulis cerita yang menggambarkan kehidupan pesantren.
    • Lomba baca kitab kuning, menguji pemahaman terhadap kitab klasik yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
    • Lomba cerdas cermat islami, menumbuhkan semangat belajar dan memperluas pengetahuan tentang Islam.

    Melalui berbagai lomba ini, semangat Hari Santri 2025 dapat dirasakan lebih dekat dan membawa suasana yang penuh kebersamaan.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Salah Kalau Pemerintah Membantu?



    Jakarta

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menanggapi terkait pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pesantren berperan penting menciptakan keadaban Indonesia.

    “Santri itu kan juga manusia. Apalagi pesantren itu 300 tahun lamanya mengabdikan diri untuk menciptakan keadaban Indonesia. Tiba-tiba ada 1.200 orang, pembangunannya rusak. Mereka mau belajar di mana?” ujar Menag usai acara Konferensi Pers 1 Tahun Kemenag Kawal Asta Cita Presiden di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).


    Pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyatakan nenek moyang para santri juga berperan penting mendirikan negeri ini. Dengan begitu, ia kembali mempertanyakan apakah salah jika pemerintah membantu pembangunan Ponpes Al Khoziny.

    “Sementara nenek moyangnya yang ikut mendirikan negeri ini. Apakah salah kalau pemerintah membantu? Saya kira ada penyesuaian-penyesuaian bahasa nanti. Itu yang kita harapkan,” sambung Menag.

    Sebagaimana diketahui, beberapa waktu terakhir muncul wacana pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dengan APBN. Dilansir dari detikFinance, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberi lampu hijau terkait penggunaan APBN untuk proyek tersebut.

    “Kalau saya, saya lampunya hijau terus. Kan modenya mode belanja. Asal belanjanya pas, tepat sasaran, tepat waktu. Untuk saya sih nggak ada masalah,” ucap Purbaya di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025) lalu.

    Menurut penuturan Purbaya, pembangunan ponpes ini juga tidak perlu proposal karena sudah dibahas dengan sejumlah menteri.

    “Enggak (perlu proposal) kan sebetulnya tadi pagi udah bicara kan mereka. Tinggal finalisasi aja. Abis itu nanti, Menteri PU yang mendesain semuanya,” sambungnya.

    Namun, Purbaya mengaku belum menjelaskan lebih detail terkait penggunaan anggaran pembangunan ponpes tersebut dari anggaran kementerian mana. Walau demikian, Purbaya menegaskan keputusan final pembangunan ponpes tersebut ada di tangan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

    “Tapi keputusan bukan di saya, di Pak Muhaimin, tapi yang jelas PU sanggup, saya sanggup, tinggal Pak Muhaimin aja sanggup nggak?” katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pihaknya juga masih menunggu keputusan dari Cak Imin. Pihaknya bersedia untuk mengeluarkan anggaran untuk pembangunan Ponpes Al Khoziny.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 20 Puisi Hari Santri yang Penuh Semangat dan Makna Perjuangan


    Jakarta

    Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang perjuangan para santri yang ikut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menegakkan ajaran Islam di Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat agar semangat belajar dan keikhlasan santri tetap hidup di hati generasi muda.

    Dalam buku Puisi adalah Senjata karya Gagak Lumayung disebutkan bahwa penetapan Hari Santri dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015.

    Untuk memeriahkan Hari Santri, banyak kegiatan digelar di pesantren dan sekolah, salah satunya pembacaan puisi. Lewat puisi, semangat dan perjuangan santri bisa disampaikan dengan cara yang menyentuh.


    Berikut beberapa puisi bertema Hari Santri yang bisa dijadikan inspirasi, yang dirangkum dari buku Kepergian Sang Cinta susunan Ilzha Nifadzatiz Zulfa, dkk, Untaian Sajak di Balik Bilik Pesantren karya Tim Mediasantri, Kumpulan Puisi Santri MAWI oleh Santri MAWI Kebarongan, Segalanya Santri, Santri Segalanya susunan Coretsyav dkk, Puisi adalah Senjata tulisan Gagak Lumayung, dan Puisi “Selamat Hari Santri” karya Tito Dhani Muharam.

    Kumpulan Puisi Hari Santri

    1. Kang Santri

    Oleh: Gagak Lumayung

    Kang Santri
    Kau yang menimba ilmu agama suci
    Kau yang bertekad dalam hati
    Tuk perluas wawasan Islami.

    Kang Santri
    Kau, kusebut demikian
    Kau istiqomah dalam mengaji
    Kau perjuangkan kemuliaan.

    Kang Santri…
    Kau menjaga tata krama
    Kau hormati para Kiai
    Kau penerus para Ulama.

    O engkau, kusebut Kang Santri…
    Namamu ranum di dalam hati
    Kau tegakkan kalam Ilahi
    Kau pewaris perjuangan Nabi.

    2. Selamat Hari Santri

    Oleh: Tito Dhani Muharam

    Selamat Hari Santri
    Seluruh hariku dimulai dengan rapi
    Diatur dan dididik dengan baik
    Di suatu tempat yang sangat apik.

    Di saat hari masih gelap gulita
    Saat semuanya masih terlelap dalam tidurnya
    Kupaksakan tubuhku untuk terbangun
    Demi mencari ganjaran baik di dunia.

    Kumandangkan azan dari surau lawas yang masih berdiri kokoh
    Tatkala suara azan dari lisanku menggema
    Bangunlah setiap muslim dari tidurnya
    Mulailah hari seorang santri dengan menjalankan salat
    Tak lupa zikir dan berdoa kepada Sang Pencipta yang Maha Agung.

    Selamat Hari Santri
    Setiap hariku selalu menimba ilmu, mengaji, dan tak lupa mengabdi
    Diajarkan untuk tunduk dan berbakti pada Sang Kiai
    Demi mengharap berkah dan barokah dari ilmu yang kita raih.

    Diriku adalah seorang santri
    Kita tidak diarahkan hanya untuk bersolek dan berpangku tangan
    Kita merangkul kitab suci Al-Qur’an dan Hadis Nabi
    Sebagai pedoman untuk menjadi penerus bangsa yang bermoral dan berakhlakul karimah.

    Jalanku sebagai santri
    Hanya ingin menjadi manfaat bagi orang lain
    Bisa menerapkan ilmu islami dalam lembar-lembar kehidupan
    Menjadi seorang pemimpin yang berpikiran bersih, pemberani, dan berhati luhur.

    Kuatkan ikatan sarungmu
    Mari kita berjuang untuk memutus mata rantai kekacauan di negara yang tercinta ini.
    Selamat Hari Santri!

    3. Akulah Santri

    Oleh: Indah Sari Putri

    Akulah santri…
    Ku kan berjanji
    Untuk mengabdikan diri
    Tuk agama dan negeri ini.

    Ku bertekad dan bersumpah
    Untuk mati dalam keadaan muslim
    Lurus di atas kebenaran yang nyata
    Menentang orang-orang yang sesat lagi menyesatkan.

    Tak pernah ada rasa sedih
    Tak kenal lelah dan letih
    Sebelum impian dapat kuraih
    Dengan hati tulus dan jernih.

    Ya Allah…
    Setiap hembus nafasku adalah dzikirku kepada-Mu
    Setiap denyut nadiku adalah doaku pada-Mu
    Setiap jantungku adalah tasbihku kepada-Mu
    Setiap langkahku, ku selalu mengingat-Mu
    Setiap sujudku, kubersujud akan nikmat-Mu.

    Ya Allah…
    Penuhilah hatiku dengan cahaya-Mu
    Lapangkanlah dadaku dengan kelimpahan iman pada-Mu
    Hidupkanlah hatiku dengan ma’rifat kepada-Mu.

    Ya Allah…
    Ku serahkan seluruh hidupku hanya pada-Mu
    Ku serahkan jiwa dan ragaku hanya pada-Mu
    Karena semua itu milik-Mu.

    4. Pembela Agama dan Negara

    Oleh: Alfarida

    Santri harapan bangsa
    Penerus para ulama
    Pembela agama
    Pemersatu umat di nusantara.

    Hati yang begitu suci
    Di dalam terdapat jiwa Qur’ani
    Untuk selalu mengimani
    Kepada Ilahi Rabbi.

    Keinginan untuk berusaha
    Setia semangat yang luar biasa
    Demi menjadi santri yang berguna
    Untuk menegakkan bangsa dan negara.

    Di tengah malam yang begitu sunyi
    Kau terbangun sendiri
    Untuk melakukan sembahyang kepada Allahu Rabbi
    Agar mendapat ridha kelak di akhir nanti.

    Pengorbanan yang kau berikan
    Demi kehidupan di masa depan
    Rela menahan sebuah kerinduan
    Yang ingin selalu berada di kampung halaman.

    Kau tak pernah lelah
    Dalam bermuroja’ah
    Agar hidup menjadi sejarah
    Menuju jalan yang cerah.

    Perjuanganmu begitu berat
    Tetapi kau lalui dengan semangat dan kuat
    Agar menjadi santri yang bermanfaat.

    Wahai para santri!
    Marilah kita berkarya
    Dalam hal yang luar biasa
    Untuk membangun Indonesia
    Agar menjadi sejahtera.

    Santri bagaikan mentari
    Yang akan menyinari negeri ini
    Dengan keimanan di dalam hati
    Terpancar dalam sanubari
    Dan kesungguhan dalam mempertahankan NKRI.

    Wahai para santri!
    Marilah kita bangkit bersama
    Dengan rasa semangat yang membara
    Meskipun jauh dari orang tua
    Tapi buktikan kita bisa mencapai cita-cita
    Dan menjadi pribadi insan yang mulia.

    Wahai santri
    Kau laksana cahaya
    Seperti di dalam lentera
    Yang akan menyinari seluruh Indonesia
    Bahkan sampai ke penjuru dunia.

    5. Seutas Makna Santri

    Oleh: Wahyu Hidayaul K.

    Ketika goresan tinta memenuhi kertas putih
    Dengan segenap tekad yang menjalar bersih
    Semangat menuntut ilmu diraih dengan gigih
    Walau keringat bercucuran tak kenal letih.

    Bagaikan bulan yang menyinari bumi
    Menyalurkan kehangatan di malam yang sunyi
    Sebuah insan dengan akhlak budi pekerti
    Mengerahkan jiwa raga untuk kesatuan NKRI.

    Suatu insan yang memiliki makna sejati
    Dengan iman, Islam, dan ihsan yang terpatri dalam hati
    Sebuah nama yang terukir dalam sanubari
    Dialah santri, masa depan kebanggaan negeri.

    6. Ikhlas Menjadi Santri

    Oleh: Selfiana Jamil

    Ikhlasku menjadi santri
    Mengabdi pada agama dan negeri
    Memantapkan hati
    Di jalan Sang Ilahi.

    Ketika zaman semakin gila
    Peraturan sudah dianggap tiada
    Santri akan tetap setia
    Meluruskan setiap pertentangan yang ada.

    Ikhlasku mengabdi pada negeri
    Mencari ridha Sang Ilahi
    Meski rintangan tak mau menepi
    Hanya Allah lah penyemangat hati.

    7. Santri

    Oleh: Rizka Amalia R.

    Azan Subuh telah dikumandangkan
    Pertanda sang fajar menggantikan sinar rembulan.
    Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang begitu menyenangkan
    Menyejukkan hati, menjernihkan pikiran.

    Kulangkahkan kaki tanpa keraguan
    Dengan semangat jiwa yang menggelegar.
    Hati ini kumantapkan pada jalan kebenaran
    Dengan penuh keikhlasan, tiada paksaan.

    Kugerakkan anganku untuk menjadi kenyataan
    Menimba ilmu guna meraih tahta di masa depan.
    Meraih kesuksesan dengan penuh keyakinan
    Tanpa ingkar atas segala nikmat yang Tuhan berikan.

    8. Santri Harus Bertekad di Jalannya

    Oleh: Siti Nur Azizah

    Aku bangga menjadi seorang santri
    Jauh dari orang tua dan keluarga tak menjadikanku sepi.
    Aku bahagia dalam mencari ilmu dan mengaji,
    Itu pun untuk masa depanku nanti.

    Jadi santri tidaklah sulit untuk masa kini,
    Di mana santri harus beraktivitas setiap hari,
    Dalam mencari ilmu yang pasti
    Dan berijtihad di dalamnya dengan setulus hati.

    Aku bangga menjadi santri,
    Karena santri harapan negeri,
    Menuntut ilmu kepada ridha Sang Ilahi,
    Dan punya wawasan yang tinggi.

    9. Suluk Santri Peradaban Santri

    Oleh: Nova Putri Diana

    Fajar kidzib menjadi saksi jihad santri,
    Mendekap tenang,
    Menghadap nahi,
    Diam dalam remang.

    Semesta menjadi saksi semangat juang santri,
    Semangat kebangsaan melebur dalam nurani,
    Mengakar dalam hati.

    Santri adalah penggerak,
    Bergerak membawa perubahan,
    Bergerak untuk pertahanan,
    Bergerak membangun peradaban
    Untuk agama dan negeri,
    Menuju Indonesia yang hakiki.

    10. Kamar Kenangan

    Oleh: Muhammad Fathurrozaq

    Sayup kornea tak pernah ingkar,
    Ia butuh janji yang perlu ditepati.
    Bersama bulan, bersama dinginnya malam,
    Selimut engkau siapkan,
    Wewangian engkau haturkan,
    Untuk rebahku,
    Untuk tenangku.

    Tembok itu jadi saksi,
    Kalam Ilahi menengok senyapku.
    Yang mengira pulas tidurku,
    Tapi sejatinya aku memikirkanmu.

    11. Terompah Kiai

    Oleh: Dwi Dian Wigati

    Kecil, mungil, dan aneh wujudmu,
    Terakit kuat kayu dan karet.
    Walau ribuan kilo jarak,
    Kau tetap kokoh,
    Bagaikan wejangan kiai.

    Tak lekang oleh waktu,
    Tak lapuk oleh hujan.

    Terompah,
    Aku cemburu padamu,
    Ke sana kemari bersama kiai, serentak.
    Andai dunia berputar seperti bola,
    Aku ingin sepertimu,
    Bahkan selaksa tanah.

    Sahabat karib dakwah pengharap ridha-Nya,
    Arif nan bijaksana,
    Sabar nan tawadlu’.

    12. Catatan Santri

    Oleh: Mahalasari

    Menjadi santri juga pelajar adalah pilihan,
    Sembari memilah-milah haluan masa depan.
    Jika perjuangan merupakan kawan,
    Bisakah idealisme menjadi sebuah kemewahan?

    Katanya… masa depan ialah harapan
    Yang akan dipenuhi dengan semangat para pahlawan muda.
    Lantas, akan dilukis tinta seperti apa periode kalian?

    Semuanya memang masih terkesan semu,
    Namun, apa makna hidup pelajar tanpa terpelajar?
    Manfaatkanlah waktu, jangan hanya sekadar berselancar,
    Seperti kegiatan setiap menit bahkan detik berlalu
    Dengan hanya menatap layar.

    Nikmatilah proses dengan menghilangkan kebiasaan merunduk,
    Jangan menjadi generasi penunduk.
    Sebab prestasi bukan hanya sekadar eksistensi,
    Apalagi jika hanya sebagai pengakuan diri.

    Namun prestasi adalah pengabdian diri terhadap bangsa ini,
    Menuju generasi milenial yang mandiri.
    Santri sekaligus pembelajar…
    Jangan hanya menunduk kaku,
    Menyelami layar gadget dengan tangan berpangku.

    Mari tegakkan dagu,
    Sebab santri terpelajar akan selalu ingin tahu.
    Dengan membaca beragam buku-buku,
    Bukan hanya satu macam namun bertumpuk-tumpuk.

    Bukan hanya menyebar berita hoaks melulu,
    Generasi cerdas adalah mereka yang selalu ingin menjadi yang terdepan.
    Menegakkan pandangan dengan penuh keyakinan,
    Bahwa masa depan ada dalam genggaman.

    Jangan takut dan gentar,
    Dengan terjatuh kalian akan utuh.
    Dengan terbentur kalian akan bersyukur,
    Sebab Indonesia memang harus dimerdekakan
    Oleh para pemuda yang berkorban dan dikatakan
    Sebagai pejuang kemerdekaan.

    Demi lestarinya budaya Nusantara
    Yang dinamakan Indonesia Raya.
    Merdeka!

    13. Untaian Permata

    Oleh: Kamalia Puspitasari

    Suara khas, menoreh dalam pendengaran,
    Menyentuh hati yang beku,
    Seketika merasuk dalam benih kalbu,
    Hingga keruh menjadi sejernih air wudu.

    Untaian permata serta dalil-dalilnya
    Benar-benar nyata,
    Terbawa aku dalam perahu petuah
    Dengan berbagai jurus ahlinya.

    Hingga terus mendayung, temukan permata,
    Rintangan menjadi penyangga
    Yang patut dikalahkan
    Demi seuntai permata yang berharga.

    Yang nantinya menjadi wujud nasihat
    Bagi jiwa santri seperti kami,
    Butuh siraman rohani dari kiai,
    Apalagi sudah ikut dalam perahu petuahnya.

    14. Sandal Perjuangan

    Oleh: Silva A.F.

    Kang, sandalmu, kang,
    Masih setiakah kau pakai melangkah menyusuri jalanan,
    Menuju masjid di lampu merah perempatan?
    Atau kini sudah hilang, saat bolos diniyah malam-malam?

    Sandalmu, kang,
    Masih setiakah kau bawa berangkat jumatan di shaf paling depan?
    Atau malah kau pakai nongkrong di warung mi ayam seberang jalan,
    Lalu pulang membawa sandal orang?

    Sandalmu, kang,
    Masih setiakah menemanimu ro’an dan piket keamanan?
    Atau kini tak lagi sepasang?
    Hilang, sesaat setelah kau taruh serampangan.

    Di tengah kegalauan, kau putuskan berjalan dengan kaki telanjang,
    Agar tak merugikan orang, tak membuat berang, dan melatih kesabaran.
    Bukan karena tak punya uang.

    Jika itu yang kau lakukan,
    Maka kuucapkan selamat, kang.
    Engkau telah menemukan hakikat keikhlasan, ruh perjuangan.
    Sandalmu telah menghantarkanmu menjadi
    Seorang pejuang yang tak patah arang,
    Dan nafsu dunia tak lagi membuatmu terkekang.

    15. Lambang Kami dengan Arti

    Oleh: Muhammad Fathurrozaq

    Hijau kami tanda kesuburan,
    Kesan bakti dengan kesejukan.
    Kuning kami berarti himmah,
    Juang terus di dalam lillah.

    Bulat kami tanpa sudut,
    Tekad kami tanpa surut.
    Tiga titik jadi acuan,
    Gapai mimpi dengan harapan.

    Enam garis, tak diragukan,
    Dua kitab, tak direndahkan.
    Bulu angsa bersilang mantap,
    Waris sintesa tanpa sekap.

    Jaya kami adalah senyum umat,
    Sedih kami berarti sesal rakyat.
    Keringat berkucur untuk akibat,
    Lelah ini tanpa suatu sebab.

    Bangunlah, wahai perwira muda,
    Agama dan negara bergantung kita.
    Rapatkan barisan tanpa mundur,
    Serta tercapai adil makmur.

    16. Hijaiyah Cinta

    Oleh: Dwi Dian Wigati

    Setiap detik,
    menyelami kalam firman-Mu, anugerah.
    Setiap hijaiyah dari-Mu sepuluh kebaikan yang merekah,
    satu hijaiyah menumbuhkan semerbak cinta dalam kalbu,
    melukis langit biru nan indah,
    membangun rumah di surga nantinya.

    Setiap dentang jam muroja’ah,
    setiap detik dan menit muroja’ah,
    menghantam milyaran penyakit yang memforsir pikiran sendu,
    mengajari kesabaran dan memberikan ketenangan syahdu.

    Fuadku selalu tersenyum dan berkata,
    sungguh agung nan mulia firman-Nya.
    Bagaimana mungkin aku tak cinta,
    jika hati yang menjerit, menangis darah,
    mampu terobati, tenang,
    bagai disiram air telaga surga Kautsar.

    Bagaimana mungkin aku tak cinta,
    jika akal dan pikiran gelap gulita
    menjadi terang benderang.
    Bagaimana mungkin aku tak cinta,
    jika karenamu aku mendapat ridha-Nya.

    Hamba, hanya insan lemah pengharap berkah dan rahmat-Nya,
    hanya dengan bismillah daku melangkah,
    meniti lembah-lembah firman-Nya.

    17. Lalaran

    Oleh: Kamalia Puspitasari

    Senandung syair karya santri,
    terdengar syahdu serta fasih.
    Gendangannya dari mulut sendiri,
    elok dan juga mudah diingat.

    Paduan suaranya antik,
    penyanyi dangdut pun kalah.
    Masih asyik lalaran santri,
    nadzomannya, nadanya,
    berpadu dalam satu alunan,
    menghayati serta mengingat
    dalam setiap lariknya.

    18. Santri dan Tinggi

    Oleh: Dwi Dian Wigati

    Tak ada sekat,
    sahabat karib di malam senyap.
    Hitam pekat mulut penghujat,
    makan darah-darah muda,
    makan darah-darah muda,
    makan darah-darah muda.

    Darah para santri dirgantara,
    perut hamil, kulit memerah,
    bak pulkadot dalam merah jingga.
    Tiada kata sudah,
    memetik gitar kala jam berdentang,
    menghias langit dengan ritme nan rupawan.
    Itulah kita,
    santri dan tinggi.

    19. Santri

    Oleh: Ilzha Nifadzatiz Zulfa, dkk

    Engkau bagaikan bintang,
    yang menunggu hadirnya sang malam,
    untuk menerangi seluruh alam
    yang terjebak dalam kegelapan,
    yang terjebak dalam perihnya kedzaliman,
    yang terjebak dalam lembah kemaksiatan.

    Namun sinarnya sang bintang
    bebas dari kegelapan.
    Jeruji besi akan menjadi jeruji kesucian,
    yang akan mencuci hati penuh dengan kotoran,
    mengubah kedzaliman menjadi kebaikan,
    mengubah kebodohan menjadi kealiman.

    Malam pun akan menjadi terang,
    membawa menuju syurga
    yang penuh dengan keindahan.

    20. Santri Pergi ke Penjuru Dunia

    Oleh: Jujun Junaedi

    Santri pergi ke penjuru dunia,
    hanya untuk mencari cita-cita,
    yang tinggi setinggi langit.

    Dari mulai kaki kanan melangkah,
    janganlah memikirkan perkara
    yang tidak penting.

    Pikirkanlah satu hal saja,
    belajar, belajar, dan belajar.
    Dan ingatlah tujuan dari rumahmu…

    Semangat!

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Wali Santri Korban Meninggal Ambruknya Musala Al Khoziny Akan Diumrahkan



    Jakarta

    Wali santri korban meninggal ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur akan diberangkatkan umrah. Pemberangkatan akan dilakukan dalam beberapa gelombang.

    Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny KH Zainal Abidin mengatakan program umrah ini adalah inisiatif Ketua Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Asep Saifuddin Chalim yang menggandeng alumni dan jejaring Ponpes Al Khoziny untuk merealisasikannya. Zainal menyebut gelombang pertama akan berangkat pada Januari 2026.

    “Ini bentuk kepedulian kami kepada para keluarga korban. Untuk tahap awal, 23 wali santri akan kami berangkatkan umrah pada Januari nanti. Sisanya akan kami jadwalkan pada gelombang berikutnya,” ujar Zainal, Minggu (19/10/2025), dilansir detikJatim.


    Tak hanya wali, Zainal menyebut santri yang meninggal telah dibadalkan umrah oleh alumni Ponpes Al Khoziny yang tengah berada di Arab Saudi.

    “Alumni kami di Saudi sangat tanggap. Mereka langsung membadalkan umrah untuk para korban begitu mengetahui kejadian ini,” tambahnya.

    Pihak ponpes dan alumni juga memberikan dukungan bagi para korban luka berat hingga cacat fisik. Mereka akan memberikan beasiswa hingga jenjang S2.

    “Kami ingin mereka tetap semangat melanjutkan pendidikan dan tidak merasa ditinggalkan. Semua proses beasiswa akan kami kawal penuh sampai jenjang pendidikan tertinggi,” tegas Zainal.

    Pendampingan untuk menyembuhkan luka batin atau trauma healing hingga penguatan mental bagi santri dan keluarga korban juga telah dilakukan.

    Diketahui, bangunan tiga lantai yang mencakup musala Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin, 29 September 2025 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung, lebih dari 100 santri tengah menunaikan salat Asar berjamaah.

    Proses operasi pencarian korban dan evakuasi berlangsung sembilan hari dan resmi ditutup pada Selasa, 7 Oktober 2025. Jumlah korban meninggal mencapai 63 orang.

    Selengkapnya baca di sini.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com