Author: Gambar Olahraga

  • Tour de Banyuwangi Ijen Serasa Tour de France


    Jakarta

    Pebalap asal Italia, Nicolo Pettiti tampak bahagia usai menyelesaikan etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). Bukan hanya karena menyabet salah satu jersey dalam adu cepat dari Alaspurwo ke Banyuwangi itu. Namun, karena gegap gempita penonton sepanjang jalan yang membentang sejauh 158,8 KM.

    “Aku tak berbohong, rasanya seperti berada dalam perlombaan di tur dunia. Serasa Tour de France,” ungkap pebalap kelahiran Italia, 10 Agustus 2002 itu seperti dalam keterangan tertulis, Rabu (30/7/2025).

    “Semua orang dijalan bersorak kepada kami. Sungguh luar biasa, membuat balapan semakin seru,” kesan peraih polkadot jersey sebagai raja tanjakan (King Of Mountain/ KOM) di etape kedua itu.


    Tour de Banyuwangi Ijen yang digelar kali kesepuluh ini, memang kerap meninggalkan kesan yang mendalam bagi para pebalap mancanegara. Mulai dari tanjakan ekstrimnya yang tergolong hors categorie, manajemen pelaksanaannya, hingga antusiasme warga menjadi catatan positif bagi para pembalap.

    Kesan positif tersebut, lantas membuat para pebalap tak segan untuk merekomendasikan kepada para koleganya untuk turut serta. Seperti yang diakui oleh pebalap yang tergabung dalam tim Victoria Sports Pro Cycling (Filipina), Jeroen Meijers.

    “Rekan saya Edgar Nieto sudah mengikuti balapan ini sepuluh kali dan selalu mengatakan bahwa penyelenggaraannya sangat baik. Tidak ada mobil di jalanan, jadi sangat aman. Ini adalah salah satu balapan favorit di Asia,” ungkap peraih Individual General classification (Yellow Jersey) dan Best Sprinter (Green Jersey) di etape kedua itu.

    Meski baru pertama kali turun di TdBI, langsung membuat Meijers terkesan. Mulai dari rutenya yang menantang hingga pemandangan alam yang mengesankan. “Secara umum, balapan di Banyuwangi lebih menantang dan atmosfernya benar-benar luar biasa,” terangnya.

    Pujian dari pebalap kelahiran Belanda, 12 Januari 1993 itu, tentu saja bukan isapan jempol belaka. Pengalamannya sejak 2010 sebagai pebalap profesional menjadi garansi penilaiannya. Selama itu, ia telah mengikuti balapan di berbagai belahan dunia.

    Perlu diketahui, pada tahun ini, Jeroen Meijers telah merampungkan sejumlah tur di Asia dan Eropa. Di antaranya adalah Tour of Sharjah (UEA), Tour de Taiwan, Tour of Estonia, Tour of Lithuania, Sibiu Cycling Tour (Rumania) dan The Road Race Tokyo Tama (Jepang).

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan jika pengalaman positif para pebalap mancanegara itu, berkat antusiasme warga Banyuwangi. Daerah di ujung timur Jawa ini, tak hanya dianugerahi bentang alamnya yang indah, namun juga masyarakatnya yang kreatif dan kaya budaya.

    “Potensi Banyuwangi yang luar biasa ini, patut diketahui oleh warga dunia. Terimakasih kepada seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah menjadi tuan rumah yang menyenangkan bagi semua,” pungkas Ipuk.

    (akd/ega)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Lari dengan Pemandangan Telomoyo, Merbabu, Rawa Pening


    Jakarta

    Industri sport tourism di Indonesia semakin menggeliat, terutama melalui event-event yang mampu menggabungkan pesona wisata alam dengan aktivitas fisik yang menantang.

    Salah satu yang patut kamu lirik adalah Gajah Trail Run (GTR) Ultra 2025, sebuah lomba lari lintas alam berskala nasional hingga internasional yang siap digelar pada 4-5 Oktober 2025 mendatang di kawasan Telomoyo, Jawa Tengah.

    Diselenggarakan sebagai bagian dari Festival Telomoyo ke-9, GTR Ultra 2025 akan menjadi edisi ke-3 dari ajang ini. Lokasi start dan finis akan berpusat di Lapangan Kayuwangi, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.


    Jalurnya? Nggak main-main, para peserta akan diajak menyusuri jalur penuh keindahan mulai dari Gunung Gajah Telomoyo, Pagergedog, Sepakung, hingga Gumuk Reco. Sepanjang lintasan, kamu akan disuguhi panorama tiga gunung sekaligus,Telomoyo, Merbabu, dan Ungaran, plus view eksotis Danau Rawa Pening dari ketinggian.

    Ajang ini menawarkan empat kategori lomba berdasarkan jarak dan tingkat elevasi:

    • 7 Km (elevation gain 400 m)
    • 12 Km (elevation gain 800 m)
    • 30 Km (elevation gain 1.200 m)
    • 52 Km (elevation gain 2.500 m)

    Gajah Trail Run Ultra bukan sekadar lomba, tapi juga menjadi simbol sinergi antara olahraga dan pemberdayaan masyarakat. Lewat jalur yang melewati desa-desa wisata, sawah, dan pegunungan, kamu akan merasakan langsung interaksi dengan kearifan lokal masyarakat sekitar. Selain itu, event ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendatangkan hingga 1.000 pelari dari dalam dan luar negeri.

    Bukan hanya pelari profesional yang boleh ikut, kamu yang ingin menantang diri sendiri juga bisa ambil bagian. Apalagi sejak 2023, ajang ini telah terdaftar dalam kalender ITRA (International Trail Running Association) dan UTMB (Ultra Trail Mont Blanc), yang berarti setiap pelari bisa mengumpulkan poin dan indeks untuk keikutsertaan di lomba-lomba kelas dunia.

    Untuk kamu yang ingin ikut atau sekadar menyaksikan atmosfer luar biasa dari ajang ini, pantau terus informasi resminya di akun Instagram @gtrultra.

    Beli tiketnya sekarang juga sebelum ketinggalan melalui detikevent!

    (krs/cas)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Ajang Lari Berbalut Seni Akan Digelar di Yogyakarta


    Jakarta

    Musik, kebudayaan, dan seni akan dikombinasikan dalam sebuah ajang lari yang digelar di Yogyakarta pada 14 September mendatang.

    Dengan tajuk ‘Jogja Run’nShine 2025’, ajang lari ini akan digelar hasil kolaborasi Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), bekerja sama dengan Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA) dan Sirah Travel.

    Inovasi lain juga dilakukan panitia dengan meluncurkan jersey, medali, collectible tote bag, dan beberapa merchandise Jogja Run’nShine 2025 yang didesain para seniman dari Yogyakarta. Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, memaparkan bahwa nama Jogja


    Run’nShine terinspirasi dari visi besar yang pernah Yogyakarta bawa yaitu Jogja Renaissance, yang menekankan Yogyakarta sebagai pusat peradaban unggul berbasis ilmu pengetahuan, seni, dan nilai-nilai keberadaban. Melalui acara ini, GIK UGM ingin menghadirkan pengalaman kegiatan olahraga juga olah rasa melalui fun run, konser musik, pameran seni, dan juga produk makanan lokal.

    “Jogja Run’nShine 2025 bukan hanya tentang lari, tetapi tentang menghidupkan kembali energi kota melalui interaksi antar komunitas, pertunjukan seni dan budaya, serta eksplorasi kekayaan lokal melalui kegiatan olahraga dan olah rasa. Inilah makna renaissance yang kami bawa,” ujar Alfatika.

    Rute lari Jogja Run’nShine 2025 dibuat secara khusus agar pelari dapat melewati titik-titik penting kebudayaan kota Yogyakarta. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan Jogja Run’nShine 2025 sebagai ruang partisipatif lintas sektor yang menghubungkan institusi pendidikan, komunitas budaya, UMKM kuliner, pelaku seni, hingga sektor swasta.

    Konsep olahraga dalam acara ini mengusung prinsip Sinergi 5K: Kampus, Keraton, Kampung, Komunitas, dan Korporasi, yang tercermin dalam rute lari dan elemen acara yang mewakili lima pilar penggerak Yogyakarta. Prinsip Sinergi 5K ditampilkan dalam desain collectible tote bag yang akan didapatkan para pelari. Collectible tote bag ini didesain oleh HEIMLO X Galih Satrio.

    Adapun konsep olah rasa dalam acara ini memunculkan berbagai karakter lokal dalam bentuk baru sebagai maskot acara, dengan berkolaborasi bersama Studio HEIMLO. Selain itu juga, official jersey Jogja Run’nShine 2025 akan berkolaborasi dengan TEMPA, salah satu art studio asal Yogyakarta, dengan mengusung tema ‘Dopamin Explosion’.

    Perayaan olah rasa akan diimplementasikan melalui pembukaan Galeri Bulaksumur yang diharapkan menghidupkan kembali konsep poros Bulaksumur-Gampingan. Adityo Gayuh mewakili Galeri Bulaksumur (Sedekat Imaji Rupa), menjelaskan konsep kolaborasi ini memperkuat kesan Jogja Run’nShine 2025 sebagai ruang eksplorasi kreatif yang menyatu dengan semangat masyarakat.

    Selain pembukaan Galeri Bulaksumur, perayaan olah rasa juga diimplementasikan dalam konser Sal Priadi. Direktur Utama Sirah Travel Yoyo Prasetyo (Yoyo Padi) menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman holistik.

    “Melalui kolaborasi ini, Sirah Travel ingin menghadirkan pengalaman wisata tidak terlupakan. Peserta dapat menikmati rute lari yang melintasi ikon budaya, mencicipi kuliner khas, serta merasakan atmosfer seni dan musik yang hanya bisa ditemukan di Yogyakarta. Kami berharap momentum ini dapat mengundang lebih banyak wisatawan untuk menjelajahi dan jatuh cinta pada Yogyakarta,” ucap Yoyo.

    Ketua KAHGAMA, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M, memberikan dukungan dan apresiasi atas penyelenggaraan Jogja Run’nShine 2025 sebagai bentuk kontribusi konkret alumni hukum UGM dalam membangun semangat kebersamaan dan cinta terhadap kota Yogyakarta melalui medium yang kreatif dan sehat.

    “Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa KAHGAMA tidak hanya hadir di ruang akademik atau profesional, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan kreatif yang menghidupkan aktivitas masyarakat. Kolaborasi antara alumni, komunitas lokal, pelaku seni, dan pelari dari berbagai latar belakang diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling menginspirasi,” ujar Sekretaris Jenderal KAHGAMA, Mandela Sinaga,

    “Press conference ini menjadi titik awal membangun antusiasme publik, memperluas jangkauan informasi, dan mempererat sinergi antar pemangku kepentingan. Jogja Run’nShine 2025 diharapkan menjadi ruang olahraga dan olah rasa yang dapat merangkul berbagai macam pihak untuk merayakan kekayaan budaya Yogyakarta,” kata Direktur Marketing Galeri Bulaksumur, Gayuh Adityo.

    Mau ikutan acara-acara olahraga lain, termasuk lari? Simak informasinya di detikEvent!

    (mro/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Cara Mulai Olahraga Lari untuk Pemula, Konsistensi Jadi Kunci

    Jakarta

    detikers punya rencana menggeluti hobi olahraga lari tapi masih ragu-ragu memulai? Yuk simak bagaimana caranya. Yang pasti, konsistensi jadi kunci!

    Lari relatif menjadi olahraga yang praktis untuk dilakukan. Kian menarik karena banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga yang satu ini, termasuk aspek kesehatan mental dan fisik.

    Sebagai awalan, untuk memulai, yang dibutuhkan adalah keinginan untuk bisa berolahraga lari secara konsisten. Artinya, bukan cuma ikut-ikutan atau kena FOMO di tengah merebaknya tren lari.


    Nah, itu mengapa konsistensi menjadi kunci cara mulai olahraga lari untuk pemula. Butuh konsistensi untuk bikin olahraga lari menjadi sesuatu yang detikers lakukan sebagai kebutuhan, alias dilakukan dengan rutin.

    Sehubungan dengan itu, bagaimana sih caranya agar bisa menumbuhkan konsistensi itu? Tenang, ini ada beberapa hal yang bisa detikers lakukan!

    Tips Lari agar Konsisten bagi Pemula

    1. Buat goals/target

    Sebelum melakukan olahraga lagi, ada baiknya detikers menyusun terlebih dulu goals atau target yang hendak dicapai. Bisa diawali dengan beberapa hari ke depan, lalu beberapa pekan ke depan, sampai beberapa bulan ke depan.

    Untuk pemula, goals ini bisa dibuat dengan simpel dulu. Misalkan, diawali dengan target sederhana “aku ingin berlari rutin setiap hari selama satu minggu ke depan!”.

    Jika konsistensi sudah mulai tertanam, dari situ detikers bisa membuat goals berikutnya semisal akan berlari sejauh 2 kilometer bulan depan, lalu 4 kilometer di bulan berikutnya, dan seterusnya.

    2. Susun sendiri jadwalmu

    Perkara waktu acapkali juga menjadi kendala dalam urusan konsistensi. Di tengah kesibukan, terkadang tidak mudah mencari waktu luang untuk bisa konsisten berlari.

    Untuk itu, detikers bisa mencoba buat jadwal lari yang sesuai dengan aktivitas keseharian. Di awal-awal, bisa saja dibuat sebanyak dua kali dalam seminggu dengan jarak/target tertentu.

    Nah, jika sudah terbiasa, detikers perlahan-lahan bisa membuat penyesuaian lebih lanjut dalam jadwal itu demi menciptakan konsistensi.

    3. Jalan santai dulu

    Bagi detikers yang terbilang jarang beraktivitas fisik, memulai olahraga lari untuk pemula berpotensi bikin tubuh “kaget”. Untuk itu terkadang diperlukan fase penyesuaian/transisi terlebih dulu.

    Hal itu bisa detikers lakukan dengan mencoba berjalan santai dulu. Cara ini dapat “menyiapkan” fisik, terutama tubuh bagian bawah, untuk lebih siap menempuh jarak yang lebih jauh.

    Apalagi bisa dibilang aktivitas jalan santai ini termasuk ke dalam pemanasan sebagai peregangan kaki. Jika tubuh dirasa sudah siap, detikers bisa menambah kecepatan secara perlahan.

    4. Cari teman

    Bagi pemula, konsistensi menjalani olahraga lari juga bisa tumbuh manakala ada “teman barengan”. Bisa saja teman yang sama-sama ingin memulai olahraga lari, atau yang sudah punya jam terbang lebih banyak.

    Berteman dengan orang yang sudah sering berlari bukan cuma bisa tempat menggali motivasi. detikers juga jadi bisa bertanya-tanya tentang saran lari yang aman dan nyaman.

    Seiring waktu, detikers juga bergabung dengan komunitas lari yang banyak ditemukan di kota-kota besar.

    5. Niat kuat, jangan cari Alasan

    Dalam memulai olahraga lari untuk pemula, detikers harus terlebih dulu punya niat agar bisa konsisten. Untuk itu, cobalah hindari memunculkan alasan-alasan yang membuat detikers batal berlari.

    Memang, sih, mendapat waktu luang di tengah kesibukan terkadang bikin mager alias malas gerak. Tapi detikers harus punya niat kuat untuk menepikan pikiran-pikiran semacam, “rebahan dulu deh, larinya bisa nanti…”.

    Ingat, jika kamu sudah memiliki goals yang ingin dicapai maka konsistensi adalah kuncinya. Lawan rasa malas dan alasan-alasan yang membuatmu mengurungkan niat untuk lari.

    (krs/nds)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Berapa Kalori Terbakar Saat Lari 30 Menit? Yuk Hitung


    Jakarta

    Pernah penasaran dengan berapa kalori yang terbakar saat lari selama 30 menit? Jawabannya bervariasi, alias bergantung pada sejumlah aspek. Tapi ada estimasinya kok. Yuk coba hitung!

    Pada dasarnya jumlah kalori yang terbakar saat melakukan aktivitas seperti lari bergantung pada sejumlah aspek. Antara lain berat badan, kecepatan lari, durasi, tingkat elevasi medan, dan lainnya.

    Merujuk Harvard Health Publishing, berlari dengan kecepatan 8 km/jam (sekitar 7 menit, 27 detik per km) bisa membakar kalori secara variatif yakni 240 kalori (berat badan 57 kg), 155 (70 kg), dan 185 (83 kg).


    Estimasi itu akan berubah lagi jika lari dilakukan dengan kecepatan 9,6 km/jam (sekitar 6 menit, 12 detik per km). Ada 495 kalori terbakar (57 kg), 360 (70 kg), dan 420 (83 kg).

    Merujuk data American Council on Exercise, dicontohkan bahwa seseorang yang memiliki bobot 54 kg akan membakar 11,4 kalori per menit pada saat berlari.

    Patut dicatat bahwa ini pun sejatinya masih sekadar estimasi. Menurut peneliti Université Côte d’Azur, Prancis, pada dasarnya semakin banyak tenaga yang dikeluarkan, maka semakin banyak pengeluaran kalori dari tubuh.

    Pada dasarnya, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pembakaran kalori saat berlari. Antara lain berat badan, kecepatan lari, durasi lari, dan intensitas lari.

    Untuk mengestimasikan itu semua, detikers bisa memakai sejumlah kalkulator kalori. Di runbundle, misalnya. Mari kita hitung berapa kalori yang terbakar saat beraktivitas lari selama 30 menit!

    Hitung KaloriMenghitung kalori lari selama 30 menit. Foto: Dok. Runbundle

    Di situs itu detikers terlebih dulu akan diminta untuk memasukkan berat badan, jarak lari, durasi/kecepatan lari, dan tingkat elevasi medan lari yang dilalui.

    Sebagai contoh, jika seseorang dengan berat badan 170 kg berlari sepanjang 1,5 km dalam waktu 30 menit dengan medan lari datar, kalori yang terbakar berada di kisaran 251 kcal.

    Tak cuma situs tersebut, ada sejumlah aplikasi yang bisa detikers pakai buat menghitung estimasi kalori terbakar saat lari 30 menit. Apalagi fitur calorie tracking semacam itu juga sudah dibenamkan ke sejumlah aplikasi lari populer.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Padel Olahraga Apa, Bagaimana Cara Mainnya?

    Jakarta

    Padel masih menjadi buah bibir, salah satunya terkait dengan pajak hiburan di Jakarta. Berikut penjelasan singkat seputar olahraga padel dan cara bermainnya.

    Sejarah Padel

    Beberapa tahun lalu Padel (Padel Tennis) masih cukup asing untuk telinga masyarakat Indonesia. Padahal olahraga itu sendiri lahir di Acapulco, Meksiko, pada tahun 1969.

    Olahraga ini kemudian merambah negara-negara Amerika Latin, seperti Meksiko dan Argentina. Barulah setelah itu Padel menyebar ke Eropa, terutama di Spanyol.


    Di Spanyol, Padel sedemikian naik daun. Federasi Padel Dunia (IPF) bahkan tercatat lahir di Madrid, Spanyol, pada tahun 1991.

    Sejak 2010, Padel mulai mencuri perhatian dunia karena banyak dimainkan sejumlah pesepakbola top. Apalagi klub-klub top di Spanyol, negara tempat Padel sedemikian populer, masing-masing juga punya komunitas Padel.

    Mantan pemain Timnas Swedia Zlatan Ibrahimovic, misalnya. Eks pemain Barcelona itu ternyata punya klub Padel di negara asalnya. Ada pula Cristiano Ronaldo yang medio 2023 lalu ikut memperkenalkan Padel di Singapura.

    Di Indonesia, para pelaku sudah membentuk organisasi bernama Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) yang saat ini sudah resmi berada di bawah naungan KONI Pusat.

    Regulasi Padel: Lapangan, net, kaca, raket

    Merujuk kepada regulasi IPF (Federasi Padel Internasional), lapangan padel harus memiliki ukuran sepertiga lapangan tenis. Setiap sisinya harus ditutup oleh kaca.

    Lapangan Padel memiliki panjang 20 meter, dengan lebar 10 meter. Lantai untuk lapangan Padel berbahan rumput buatan, yang dicampur pasir halus. Net lapangan padel memiliki lebar 10 meter, dengan tinggi 0,92 meter.

    Dinding kaca di bagian belakang lapangan Padel punya tinggi 4 meter dan dinding kaca samping setinggi 3 meter. Dinding kaca ini merupakan bagian dari permainan karena pemain bisa memantulkan bola ke kaca tersebut.

    Raket yang dipakai di olahraga Padel berbeda dengan tenis atau badminton. Perbedaan utamanya adalah ketiadaan senar seperti pada raket di tenis dan bulutangkis.

    Raket padel terbuat dari bahan semikarbon plastik fiber dengan ketebalan 38 sentimeter dan lebar 2,6 cm. Panjang raket Padel dari gagang hingga kepala raket adalah 45,5 cm.

    Nah, bola yang dipakai di olahraga Padel juga punya kemiripan dengan bola tenis. Ukuran bola Padel adalah diameter 6,77 cm dengan berat 59,4 gram.

    Close-up photo. Padel tennis player with racket. Girl athlete with paddle racket on court outdoors. Sport concept. Download a high quality photo for the design of a sports app or web site.Bola, raket, dan lapangan padel. Foto: Getty Images/mikeorlov

    Cara bermain Padel

    Seperti di tenis dan bulutangkis, Padel juga mengenal istilah servis. Di sini pemain pertama memukul bola ke area servis lawan setelah melewati net dan memantul sebelum mengenai dinding.

    Apabila bola mengenai dinding tanpa memantul terlebih dahulu, maka dinilai keluar. Hal itu membuat pihak lawan yang berhak mendapatkan poin.

    Sistem skor yang diterapkan pada olahraga Padel sendiri identik dengan olahraga tenis. Artinya, sistem skor olahraga padel memakai skema 15-30-40 dalam setiap game-nya. Jika berhasil menang 6 game, dengan ketentuan unggul minimal 2 game dari lawannya, pemain itu memenangi satu set. Setiap permainan Padel terdiri dari 3 set.

    Perbedaan Padel vs Tenis

    Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Padel punya kemiripan dengan Tenis. Tapi keduanya punya cukup banyak perbedaan.

    • Servis padel biasa dilakukan di bawah lengan. Di tenis, servis bisa dilakukan di bawah atau atas lengan.
    • Lapangan padel dikelilingi dinding kaca.
    • Pemain diperbolehkan memainkan padel ketika bola keluar lapangan, sedangkan tenis tidak.
    • Dinding sekeliling lapangan padel dapat dipergunakan. Sementara itu, dalam tenis, harus berada tetap di dalam tanda lapangan.

    Pajak olahraga Padel di Jakarta

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta sudah menetapkan fasilitas olahraga padel sebagai salah satu objek pajak daerah dengan tarif sebesar 10%.

    Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nomor 257 Tahun 2025, atas perubahan kedua dari Keputusan Kepala Bapenda Nomor 854 Tahun 2024.

    “Betul olahraga Padel dikenakan PBJT Hiburan dan Kesenian dengan tarif 10%,” kata Ketua Satuan Pelaksana Penyuluhan Pusat Data dan Informasi Pendapatan Jakarta Andri M. Rijal saat dikonfirmasi medio awal Juli 2025 ini.

    (krs/cas)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Apa Itu Pilates yang Masuk Porsi Latihan Cristiano Ronaldo?

    Jakarta

    Pilates merupakan bagian dari porsi latihan pesepakbola Cristiano Ronaldo. Pilates penting pula bagi rider-rider MotoGP. Apa itu Pilates? Apa saja manfaatnya? Yuk Simak.

    Cristiano Ronaldo, Emiliano Martinez, dan Pilates

    Lahir di Portugal 5 Februari 1985, usia Cristiano Ronaldo saat ini sudah genap 40 tahun. Bagi pesepakbola, terbilang jarang yang masih aktif seperti CR7 di usianya tersebut.

    Namun, sejauh ini Ronaldo bukan cuma masih aktif bermain di level klub bersama Al Nassr dan di Timnas Portugal, tapi juga masih terus mengukir beragam pencapaian.


    Salah satu kunci dari panjangnya karier Cristiano Ronaldo itu adalah kerja kerasnya dalam menjaga fisik. Ia bukan cuma dikenal sebagai salah satu pemain yang rutin datang duluan di sesi latihan tim, tapi juga punya porsi ekstra.

    Dalam beragam postingan di media sosialnya, Ronaldo acapkali memamerkan latihan-latihan ekstra yang ia lakukan secara khusus pada saat jeda kompetisi.

    Semasa Ronaldo membela Juventus, Joaquin Maroto dari AS pernah menyebut bahwa Cristiano Ronaldo memiliki program latihan sendiri dalam sepekan. Di antaranya lima sesi nge-gym, renang, dan pilates.

    Olahraga gym dan renang boleh jadi lebih familiar. Tapi pilates?

    Eits, jangan salah. Bukan cuma Cristiano Ronaldo pesepakbola yang rutin melakukan pilates. Simak penuturan Emiliano Martinez, kiper Timnas Argentina yang kini main di Aston Villa.

    “Saya menjalankan rutinitas yang sama: Saya memastikan saya melakukan pilates dan yoga dua hari sebelumnya, saya berdoa sebelum pertandingan dan mengadakan pertemuan dengan psikolog,” ujar Martinez medio 2024 lalu.

    Ucapan itu dilontarkan pesepakbola 32 tahun tersebut ketika ditanya soal rutinitas yang dilakukannya sehingga bisa tetap tenang dan siap-siaga di bawah mistar tawang, khususnya jika laga harus dituntaskan lewat adu penalti.

    Pilates di MotoGP

    Bukan cuma di dunia sepakbola, pilates juga penting bagi para rider MotoGP. VR46 Master Camp, dalam sebuah aktivitas di tahun 2017, diketahui menjadikan pilates sebagai salah satu menu latihan.

    Faktanya, situs resmi MotoGP menyebut bahwa Pilates memang menjadi salah satu aspek penting dalam proses recovery penangkal cedera bagi para rider.

    “Recovery penting untuk menjaga kondisi, kembali bugar usai cedera, dan juga mencegah potensi cedera,” demikian situs MotoGP, dilanjutkan poin demi poin pendukung recovery termasuk, “latihan Yoga dan Pilates.”

    Apa itu Pilates?

    Pada dasarnya pilates adalah metode olahraga untuk melatih fisik, berfokus pada rehabilitasi, dan penguatan tubuh.

    Pilates didasarkan pada enam prinsip utama: Centering, Control, Arus, Nafas, Precision, dan Konsentrasi. Prinsip-prinsip ini menekankan pentingnya kualitas latihan daripada kuantitas, sehingga setiap gerakan dilakukan dengan tepat dan efektif.

    Latihan pilates dilakukan agar tercipta harmonisasi tubuh dan pikiran. Termasuk di dalamnya adalah teknik pernapasan, latihan keseimbangan, latihan mengontrol gerakan dan kekuatan otot, postur tubuh, dan pemusatan konsentrasi.

    Dengan ciri utama penggunaan gerakan ringan dan berulang, pilates relatif tidak membebani atau mencederai persendian. Gerakan juga dilakukan di lantai, bertumpu pada satu kaki pada satu waktu, tanpa tekanan besar pada otot dan sendi.

    Manfaat Pilates

    Bagi atlet, salah satu manfaat pilates adalah usaha meningkatkan keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Teknik pernapasan pilates juga bisa mendukung kebugaran selama kompetisi.

    Selain itu, gerakan-gerakan dalam pilates yang melibatkan peregangan otot-otot tubuh dan persendian juga diyakini membantu meningkatkan fleksibilitas, memungkinkan tubuh bergerak lebih bebas, dan mengurangi risiko cedera.

    Bagi pesepakbola seperti Cristiano Ronaldo, yang sudah tidak lagi muda, pilates memberikan manfaat-manfaat semacam itu. Apalagi Ronaldo juga dikenal terbilang jarang cedera panjang.

    Latihan pilates yang melibatkan pengaturan napas dan konsentrasi, juga bisa mengasah fokus. Hal ini pula yang disebut Emiliano Martinez ikut membantunya saat mengawal gawang di pertandingan sepakbola.

    (krs/raw)



    Sumber : sport.detik.com

  • Liga Padel 2025 Digelar, Wadah Atlet untuk Naik Level


    Jakarta

    Liga Padel 2025 yang akan berlangsung mulai 20 Juli menjadi wadah Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) DKI Jakarta untuk menjaring atlet-atlet muda bertalenta sekaligus meningkatkan level mereka.

    Demikian disampaikan Sekjen Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI) DKI Jakarta Steven Walangitan, saat hadir dalam peluncuran Padel League 2025 di kawasan Senayan, Jakarta pada Rabu (17/7/2025).

    Padel League 2025 dijadwalkan berlangsung setiap hari Minggu di berbagai venue padel terkemuka di Jakarta (Smash Padel, Republic Padel, dan lainnya) secara bergiliran mulai 20 Juli sampai 16 November mendatang.


    “Ini turnamen yang bagus karena fokus peserta itu bronze level. Sebab, sekarang itu rasio antara pemain pro atau amatir, atau level tinggi sangat sedikit. Jadi kami lebih banyak pemain-pemain yang baru atau masih di level-level beginner, sehingga kita perlu meningkatkan level yang lebih tinggi,” kata Steven.

    “Nah dengan adanya turnamen ini, kesempatan untuk para pemain baru, supaya lebih cepat naik dan supaya kita bisa lebih dapat pemain yang levelnya tinggi.”

    “Dan ya hampir setiap weekend ada turnamen macam-macam tapi yang seperti ini dengan level bronze saja yang dimainkan, baru sekarang lah, atau jumlah yang seperti ini sangat sedikit. Jadi kami antusias dengan adanya Liga Padel ini,” ujarnya.

    Steven juga menilai turnamen ini penting mengingat cabang olahraga padel sedang diupayakan bertanding di Olimpiade 2032.

    “Untuk multievent yang terdekat baru Pekan Olahraga Nasional (PON), level nasional. Tapi dengan rencana padel itu (bisa) masuk di Olimpiade, tentu itu menentukan padel masuk di (multievent) SEA Games nantinya,” kata Steven.

    Liga Padel 2025 diikuti 32 komunitas dan akan mempertandingkan 5 partai, yaitu 3 ganda putra, 1 ganda putri, dan 1 ganda campuran untuk setiap pertandingan antar komunitas. Adapun formatnya, 32 komunitas akan dibagi dalam dua grup terdiri dari 16 komunitas.

    Delapan tim terbaik setiap grup akan lolos ke fase knockout. Mereka bersaing menuju gelar juara dengan sistem gugur. Puncak penentuan gelar juara akan terjadi pada 15-16 November 2025 dengan tajuk BRImo SIP Padel Festival 2025.

    “Liga ini berfokus pada komunitas, kompetisi, dan koneksi. Kami percaya setiap komunitas layak tampil dan unjuk gigi di panggung besar,” kata Project Manager SIP Sports Club, Adit Dwi.

    (mcy/adp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Aplikasi Lari Terbaik 2025 buat Android dan iOS

    Jakarta

    Buat detikers yang lagi hobi lari dan ingin merekam aktivitas itu lewat aplikasi lari terbaik saat ini, simak informasi berikut!

    Dengan bantuan teknologi, pengalaman berlari detikers bisa menjadi lebih menyenangkan. Data yang tercatat di aplikasi lari ini pun bisa membuat aktivitas larimu menjadi lebih efektif.

    Berikut aplikasi lari yang bisa menemani detikers saat berlari, yang bisa di-install di HP berbasis Android dan iOS-nya iPhone.


    1. Strava: Run, Bike, Hike

    Seperti terindikasi dari namanya, aplikasi Strava tidak cuma bisa dipakai untuk berolahraga lari tapi juga buat aktivitas lain. Aplikasi ini memungkinkan detikers untuk melacak rute, kecepatan, dan jarak.

    Yang bikin Strava ini kian populer adalah fitur sosial yang memungkinkan penggunanya berbagi pencapaian dan mengikuti pengguna lain, termasuk atlet professional, untuk melihat perkembangan latihan mereka.

    2. Relive, Run, Ride, Hike & More

    Seperti halnya Strava, Relive juga tidak semata ditujukan untuk pengguna lari. Pelaku aktivitas olahraga lain juga bisa memaksimalkan aplikasi ini.

    Salah satu hal yang membuat Relive jadi buah bibir adalah kemampuannya untuk membuat video 3D dari aktivitas lari. Video ini menampilkan rute yang detikers tempuh, lengkap dengan foto dan video yang ambil selama berlari.

    3. Map My Run GPS Running Tracker

    Lewat aplikasi Map My Run, detikers bisa melacak dan memetakan rute lari. Tersedia pula analisis soal kecepatan lari dan elevasi.

    Ada pula fitur rencana pelatihan yang dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran dan tujuan pengguna, tip pelatihan yang dipersonalisasi dan pelatihan audio real-time.

    4. Running App – GPS Run Tracker

    Sesuai namanya, aplikasi lari ini memakai teknologi GPS untuk melacak rute, jarak, kecepatan, dan elevasi aktivitas lari penggunanya.

    Data itu disediakan untuk membantu para pelari dalam memahami performa mereka dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai target.

    5. Google Fit: Activity Tracking

    Lewat aplikasi Google Fit, detikers bisa memantau statistik larimu dengan memaksimalkan sensor pada HP (seperti akselerometer dan penghitung langkah).

    Bahkan setiap aktivitas dalam keseharian juga bisa terdeteksi secara otomatis, sehingga detikers bisa menambahkannya ke dalam jurnal Google Fit demi memastikan pergerakanmu tercatat.

    6. Nike Run Club – Running Coach

    Aplikasi lari dari perusahaan alat olahraga populer ini menawarkan sejumah fitur untuk para penggunanya. Mulai dari melacak rute, jarak, kecepatan, dan elevasi selama lari.

    Ada pula fitur komunitas yang memungkinkan interaksi antar pengguna Nike Run Club – Running Coach, atau membandingkan performa satu sama lain di papan peringkat.

    7. Adidas Running – Run Tracker

    Satu lagi aplikasi lari dari sebuah nama yang sebelumnya sudah kondang sebagai perusahaan alat olahraga, kali ini dari Adidas. Seperti aplikasi lain, ada fitur pencatat yang memaksimalkan teknologi di HP pengguna.

    Selain itu, Adidas Running – Run Tracker juga memiliki fitur tantangan dan komunitas, yang bukan cuma ditujukan demi memotivasi penggunanya tetap konsisten, tetapi juga menambahkan elemen kesenangan dan kompetisi sehat.

    (krs/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • 32 Komunitas Bersaing di BRImo Padel League Selama 15 Pekan


    Jakarta

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong gaya hidup aktif dan sehat bagi masyarakat urban. Melalui BRImo SIP Padel League 2025, BRI menghadirkan kompetisi padel antar komunitas yang akan digelar selama 15 pekan, mulai 20 Juli hingga November 2025, di berbagai venue bergengsi di Jakarta.

    Kompetisi ini terselenggara atas kolaborasi antara BRI dan SIP Sports Club, dengan melibatkan 32 komunitas padel yang akan bertanding setiap hari Minggu. Format pertandingan terdiri dari lima partai: tiga ganda putra, satu ganda putri, dan satu ganda campuran.

    Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyampaikan bahwa ajang ini merupakan bagian dari strategi BRI untuk mendukung urban lifestyle sehat dan memfasilitasi wadah interaksi komunitas aktif. Ia menilai padel sebagai olahraga yang mampu menjembatani kolaborasi lintas komunitas sekaligus membangun koneksi sosial yang kuat.


    “Kami melihat pertumbuhan olahraga padel sebagai peluang untuk mensinergikan BRI dengan masyarakat, khususnya generasi muda. BRImo SIP Padel League 2025 merupakan bagian dari strategi kami untuk menjadikan BRImo tidak hanya hadir sebagai super apps, tetapi juga sebagai lifestyle platform yang relevan dengan kebutuhan dan aktivitas keseharian masyarakat. Melalui inisiatif ini, BRI ingin membangun loyalitas dan memperluas jangkauan layanan digital,” ungkap Aquarius dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).

    Project Manager SIP Sports Club, Adit Dwi, menambahkan bahwa liga ini juga menjadi ruang ekspresi bagi komunitas.

    “Liga ini berfokus pada komunitas, kompetisi, dan koneksi. Kami percaya setiap komunitas layak tampil dan unjuk gigi di panggung besar,” katanya.

    Liga ini terbagi dalam tiga fase. Pada fase liga, sebanyak 32 komunitas akan dikelompokkan ke dalam dua grup besar dan saling bertanding untuk memperebutkan posisi menuju fase knockout. Sebanyak 16 komunitas terbaik, yang terdiri dari delapan perwakilan dari masing-masing grup, akan melaju ke babak sistem gugur untuk memperebutkan gelar juara di acara puncak yang jatuh pada 15-16 November 2025.

    Selain pertandingan final, acara puncak juga akan dimeriahkan dengan berbagai aktivitas komunitas seperti pertandingan eksibisi selebriti, tantangan melawan atlet profesional, coaching clinic, pertunjukan DJ, serta kuliner dan booth interaktif dari berbagai brand.

    Pendaftaran peserta dibuka sejak 11 Juli 2025 melalui Super Apps BRImo dan platform ticketing Goers, untuk mempermudah akses komunitas yang ingin berpartisipasi. Dengan lebih dari 14.000 anggota komunitas padel yang terlibat, ajang ini juga diharapkan menjadi sarana strategis untuk menjangkau pengguna baru BRImo.

    Sebagai informasi, pengguna BRImo terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 42,7 juta pengguna aktif, naik 21,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Melalui BRImo SIP Padel League 2025, BRI menunjukkan perannya dalam mendorong pertumbuhan olahraga padel di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra gaya hidup masyarakat urban yang tech-savvy dan lifestyle-oriented.

    (akn/ega)



    Sumber : sport.detik.com