Author: Gambar Wisata Domestik

  • 6 Tempat Kuliner yang Ramah Keluarga di Tangsel


    Jakarta

    Tangerang Selatan, atau Tangsel menggabungkan nuansa kehidupan urban modern dan keasrian alam, menawarkan beragam tempat wisata populer yang ramah kantong. Bagi mereka yang berlibur, terdapat banyak opsi tempat wisata dengan fasilitas menarik.

    Tangsel menyuguhkan restoran-restoran bertema kekinian yang ideal untuk pertemuan dan bersantap bersama keluarga. Tempat-tempat kuliner yang ramah keluarga di Tangsel bisa menjadi pilihan menarik untuk momen berharga bersama keluarga.

    Daftar Tempat Kuliner Ramah Keluarga di Tangerang Selatan

    Berikut ini beberapa pilihan tempat kuliner ramah keluarga yang berada di Tangerang Selatan, Banten.


    1. Lubana Sengkol

    Lubana Sengkol, yang pertama kali beroperasi sebagai lokasi pemancingan, kini telah mengalami perkembangan menjadi sebuah restoran yang menyediakan fasilitas outbond dan beragam wahana untuk keluarga.

    Dengan menawarkan berbagai hidangan olahan ikan air tawar, seafood, pecak, dan minuman, Lubana Sengkol memberikan pengalaman bersantap yang menarik dengan suasana outdoor.

    Lubana Sengkol berlokasi di Jalan Lingkar Selatan No.Km 1, RW.5, Muncul, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten

    2. Gubug Berkah Resto

    Gubug Berkah Resto memiliki fasilitas bermain yang luas, termasuk ayunan dan becak yang bisa digunakan. Dengan tema saung dan hidangan khas Sunda, daya tarik utama tempat ini adalah replika Tugu mini yang memberikan nuansa nostalgis Yogyakarta.

    Gubug Berkah Resto, berlokasi di Jalan Ciater Barat No.54, di depan Taman Kota 2 (Jaletreng River Park) Tangerang Selatan, Banten, dan beroperasi dari pukul 10.00 hingga 23.00.

    3. Gubug Makan Mang Engking

    Gubug Makan Mang Engking menawarkan pengalaman istimewa dengan kesempatan berinteraksi dengan ikan kolam sambil menikmati hidangan khas Sunda, terutama udang bakar madu yang menjadi menu favorit.

    Gubug Makan Mang Engking memberikan pengalaman kuliner dengan suasana pedesaan yang menciptakan daya tarik tersendiri untuk dinikmati bersama keluarga.

    Lokasinya terletak di The Breeze Unit L No. 67A, Jl. BSD Grand Boulevard No.67C, Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang, Banten 15345.

    4. Warung Tuman

    Warung Tuman memberikan pengalaman makan di luar ruangan yang terhubung dengan alam, disajikan dalam suasana yang rindang dengan rumpun bambu.

    Pengunjung dapat memilih tempat duduk, baik di meja terbuka maupun di saung-saung, sambil menikmati menu-menu favorit yang mencakup hidangan tradisional khas Minang dan Jawa.

    Warung Tuman berlokasi di Jalan Ciater Tengah, RT.4/RW.07, Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

    5. Soto Bu Tjondro

    Soto Bu Tjondro menyajikan pengalaman makan soto dengan harga yang terjangkau. Harga soto yang terjangkau, dimulai dari Rp 7.000 per porsi, menjadikannya pilihan ekonomis untuk menikmati hidangan soto bersama keluarga.

    Suasana tempat ini mengingatkan pada atmosfer kantin sekolah, di mana terdapat meja panjang yang disusun rapi. Lokasi Soto Bu Tjondro berada di Ruko Alam Sutera, Jalan Jalur Sutera Kav. 29D No.20, Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

    6. Kayu-Kayu Restaurant

    Kayu-Kayu Restaurant di Tangerang adalah sebuah rumah makan dengan konsep dan desain interior yang penuh dengan unsur kayu sehingga menciptakan suasana estetik tetapi cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.

    Pengunjung dapat menikmati beragam hidangan Indonesia, termasuk nasi goreng, mie goreng, dan iga bakar di tempat ini.

    Kayu-Kayu Restaurant terletak di Jalan Jalur Sutera No.28A, Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten.

    Itulah tadi beberapa pilihan tempat kuliner yang ramah keluarga di Tangerang Selatan. Selamat berlibur!

    (inf/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Bukit Perahu Bromo, Spot Sunrise Tak Kalah Indah Dari Penanjakan Satu



    Pasuruan

    Melihat matahari terbit di balik Bromo siapa yang tak ingin. Untuk menyaksikannya, traveler bisa menikmatinya di Bukit Perahu.

    Biasanya, lokasi favorit bagi traveler yang ingin menyaksikan sunrise di Bromo adalah Penanjakan Satu yang berlokasi di Gunung Penanjakan, Pasuruan. Namun, sebagai spot favorit wisatawan tempat ini kerap kali penuh, sehingga traveler mesti mencari alternatifnya.

    Salah satu alternatif yang mungkin bisa traveler pilih adalah Bukit Perahu yang juga ada di Gunung Pananjakan. Area ini tengah jadi favorit wisatawan pemburu sunrise di Bromo.


    Alasannya, lokasi Bukit Perahu dinilai cukup lengkap. Dekat area spot sunrise, terdapat mushola yang cukup lega. Sehingga traveler yang ingin menikmati matahari terbit dapat beribadah terlebih dulu. Selain itu, ada juga toilet umum yang bisa dimanfaatkan untuk traveler yang ingin membuang air kecil ataupun besar. Di sekitar area masjid tersebut ada pula area duduk-duduk santai.

    Ingin mengisi perut? Tenang saja, traveler bisa sarapan di warung-warung terdekat. Di sini traveler dapat mengisi perut sembari menghangatkan tubuh.

    Selain itu, bagi traveler yang lupa membawa penghangat tubuh, bisa juga membeli atau menyewa perlengkapan tersebut. Tersedia penjaja jaket sewaan atau penjual kupluk dan sarung tangan.

    Menuju spot sunrise, traveler mesti trekking sejenak sekitar 5-10 menit. Jalannya tidak terlalu terjal, namun cukup licin dan minim penerangan. Sehingga traveler mesti mempersiapkan penerangan ketika mendaki.

    Di puncak Bukit Perahu, traveler akan disambut oleh pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok, serta Gunung Semeru yang juga terlihat samar.

    Menyaksikan sunrise di sini baiknya traveler telah tiba sejak pukul 04.00 WIB. Hal tersebut agar traveler dapat mempersiapkan diri di spot terbaik serta agar terhindar dari macet dalam perjalanan, serta tentunya agar tidak terlewat panorama matahari pagi yang perlahan muncul.

    Panorama munculnya matahari di sini tak benar-benar berada di balik Bromo, melainkan di sisi kirinya. Namun, menyaksikan sinar matahari perlahan muncul dan menyinari punggung kawasan Bromo dan Gunung Batok juga sangat memanjakan mata.

    Pada kunjungan detikcom ke Bukit Perahu, Kamis (7/12/2023), terlihat kawasan ini juga dipadati oleh wisatawan, khususnya ketika sunrise telah muncul. Wisatawan lokal, hingga mancanegara juga terlihat banyak di sini.

    Menurut penuturan seorang pemandu wisatawan, Rizal Trisna, Bukit Perahu ini adalah salah satu spot relatif baru yang tengah digandrungi wisatawan.

    “Ya, kebetulan lagi booming-boomingnya di sini Bukit Perahu ini, termasuk baru sih,” kata dia.

    Adanya pepohonan yang tumbuh di sekitar bukit disebut menjadi salah satu daya tarik lokasi ini. Terlihat pula para traveler memanfaatkan pohon tersebut menjadi objek swafoto.

    “Mungkin ini ya, ini pohon-pohonnya ini bikin beda lah dibanding dari Bukit Kingkong atau Bukit Love Hill,” ujar dia.

    (wkn/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Resor Mewah dan Terbaik di Asia



    Jakarta

    Artis Bunga Citra Lestari (BCL) melangsungkan pernikahan di resor mewah bernama Amankila. Terletak di Karangasem, Bali, Amankila merupakan salah satu resor terbaik di Asia.

    BCL menikah dengan Tiko Aryawardhana di Bali. Pernikahan digelar tertutup pada Sabtu (2/12/2023).

    Lokasi pernikahan keduanya adalah di resor bintang lima, Amankila. Resor ini terletak di lereng bukit dan menawarkan pemandangan laut Bali.


    Terletak di Jalan Raya Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, lokasi resor ini cukup jauh dari Denpasar. Jika dilihat di peta, lokasi itu berjarak 59 kilometer dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

    Amankila merupakan resor yang mengusung desain arsitektur tradisional Bali. Mereka menggunakan paviliun beratap jerami dan ruang tamu terbuka. Menginap di sana, tamu diajak menyatu dengan alam.

    Sebagai resor bintang lima, Amankila menawarkan sejumlah fasilitas mewah. Beberapa di antaranya adalah kolam renang tingkat tiga, restoran yang menyajikan masakan lokal dan internasional, spa, area fitnes, dan bisnis.

    Dilansir dari laman resmi Traveloka, terdapat beberapa tipe kamar yang dapat dipilih di Amankila. Berikut harga menginap per malam sesuai dengan kategori kamar yang tersedia:

    · Garden Suite dengan harga mulai dari Rp 29.880.158 per malam

    · Ocean Suite dengan harga mulai dari Rp 33.864.179 per malam

    · Pool Suite dengan harga mulai dari Rp 41.832.221 per malam

    · Infinity Pool Suite dengan harga mulai dari Rp 47.808.252 per malam

    · Kilasari Suite dengan harga mulai dari Rp 51.792.273 per malam

    · Indrakila Suite dengan harga mulai dari Rp 62.748.333 per malam

    Amankila sempat dinobatkan sebagai resor terbaik di Asia

    Conde Nest (CN) Traveler pada 2013 merilis Gold List 2013 The World’s Best Places To Stay. Ini adalah hasil survei dari 47 ribu traveler dunia untuk memilih tempat-tempat menginap terbaik di suatu destinasi.

    Survei tersebut disaring secara ketat. Hasilnya, terdapat 510 hotel, resor dan kapal pesiar sebagai tempat menginap terbaik.

    Dari kawasan Asia, salah satunya adalah Amankila. CN Traveler mengatakan, pemandangan Selat Lombok dan Gunung Agung menjadi keunggulan resor ini.

    “Air, air, dan air. Tenang, damai, awan, langit, santai, bunga, ketenangan,” ujar komentar traveler dari Florida, AS, Christian Marin.

    Tak hanya itu, kolam renang dengan pemandangan langsung ke lautan menjadi tempat favorit wisatawan. Kolam renangnya memiliki tiga tingkat, tinggal pilih Anda mau berenang di mana.

    Amankila berbeda dengan resor-resor lainnya yang berada di pinggir pantai di Bali. Amankila terletak di salah satu kabupaten yang masih tradisional di Bali.

    Oleh sebab itu, wisatawan dapat merasakan ketenangan dan berinteraksi dengan masyarakat di pedesaan di sekitarnya.

    (pin/pin)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 15 Rekomendasi Rekreasi Keluarga di Jakarta



    Jakarta

    Berwisata di Jakarta banyak pilihannya, terutama bagi traveler yang mencari tempat yang ramah keluarga. Mulai dari museum sampai ke taman rekreasi.

    detikcom telah merangkum nih, tempat wisata di Jakarta yang ramah keluarga untuk weekend seru. Sudah begitu, tempat-tempat wisata ini mudah dijangkau dengan transportasi umum.

    Berikut 15 rekomendasi rekreasi keluarga di Jakarta:

    1. Perpustakaan Nasional

    Setelah ditutup cukup lama, Perpustakaan Nasional akhirnya akan kembali dibuka untuk umum. Rencananya Perpusnas akan kembali dibuka pada Kamis (11/6).Layanan anak di Perpustakaan Nasional (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Walau weekend, Perpustakaan Nasional tetap buka kok. Beragam buku bisa kamu temukan di sini.


    Terlebih, ada juga lantai khusus anak-anak lho. Layanan anak ini berada di lantai 7 Perpusnas, selantai dengan layanan untuk lansia dan disabilitas

    Memasuki area layanan anak, traveler akan disambut oleh ruangan yang penuh warna dan gambar. Deretan rak buku dengan ragam cerita anak pun terlihat lucu dan menyenangkan. Juga ada beberapa meja dan bangku mini, serta komputer untuk mendukung anak-anak bermain dan belajar.

    Jam operasional: 08.00-16.00 WIB (Weekday) dan 09.00-15.30 WIB (Weekend)
    Harga tiket: Gratis
    Alamat: Jalan Medan Merdeka Barat No. 11, Gambir, Jakarta Pusat

    2. Jakarta Aquarium

    Menyambut Tahun Baru Imlek 2573 yang jatuh pada 1 Februari mendatang, Jakarta Aquarium dan Safari menggelar atraksi liong bawah air. Penasaran?Wisatawan di Jakarta Aquarium dan Safari (Agung Pambudhy/detikcom)

    Bisa nih bersama keluarga main ke aquarium indoor terbesar di Indonesia. Jakarta Aquarium memiliki lebih dari 3.500 spesies hewan akuatik dan non-akuatik. Selain itu, juga ada beragam pertunjukan satwa untuk edukasi lho.

    Jam operasional: 09.00-21.00 WIB
    Harga tiket: Rp 115 ribu – Rp 150 ribu (weekday) & Rp 150 ribu – Rp 175 ribu (weekend)
    Alamat: Mall Neo SOHO Podomoro City, lantai LG 101.

    3. TMII

    Harus lihat nih wajah baru dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang baru saja beberapa waktu direnovasi. Kamu bisa berkeliling dengan mobil listrik, naik gondola untuk melihat TMII dari ketinggian, hingga keliling miniatur rumah adat dari seluruh Indonesia.

    Traveler jangan lewatkan juga Istana Boneka yang ikonik dan abadikan momen bersama keluarga di sana ya.

    Jam operasional: 06.00-20.00 WIB
    Harga tiket: Rp 25 ribu
    Alamat: Jalan Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur.

    3. Dufan

    Bicara tempat ramah keluarga, Dufan salah satu pilihan di Jakarta. Begitu banyak wahana seru mulai dari bermain santai hingga yang memicu adrenalin.

    Bermain roller coaster, kora-kora, dan bianglala, naik komidi putar hingga main di Ice Age. Seru banget!

    Jam operasional: 10.00-16.00 WIB (weekday) & 10.00-18.00 WIB (weekend)
    Harga tiket: Rp 225 ribu (weekday) & Rp 275 ribu (weekend)
    Alamat: Jl. Lodan Timur No.7 Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

    4. Kota Tua

    Meski cuti bersama lebaran usai, kawasan Kota Tua Jakarta masih ramai dengan wisatawan. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya libur sekolah.Wisatawan memadati kawasan Kota Tua Jakarta (Ari Saputra/detikcom)

    Berkeliling Kota Tua juga seru untuk kegiatan weekend. Selain banyak museum yang bisa dimasuki, kamu juga bisa menyewa sepeda ontel berkeliling Kota Tua.

    Untuk menjangkau Kota Tua juga mudah. Kamu bisa naik KRL turun di Stasiun Jakarta Kota lalu jalan kaki beberapa menit. Bisa juga kamu menggunakan Transjakarta rute Kota.

    Bila lapar, ada banyak pedagang kaki lima di pinggir-pinggir Kota Tua yang bisa kamu pilih. Juga ada beberapa kafe dan restoran di kawasan Kota Tua yang menawarkan makanan dan pengalaman unik.

    Jam operasional: 06.00-22.00 WIB
    Harga tiket: Gratis
    Alamat: Taman Fatahillah No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

    5. Sea World Ancol

    Selain Dufan, traveler juga bisa nih lihat ragam biota laut di Sea World Ancol. Di wahana ini juga terdapat wahana hiburan seperti sea friends pool, main pool, aligator pool, hingga shark pool.

    Jam operasional: 09.00-20.00 WIB
    Harga tiket: Rp 225 ribu (weekday) & Rp275 ribu (weekend)
    Alamat: Jl. Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

    6. Taman Wisata Alam Angke Kapuk

    mangroveTaman Wisata Alam Angke Kapuk (Wahyu/detikTravel)

    Hutan mangrove ini menawarkan suasana hijau yang tentu jauh dari hiruk pikuk Jakarta. Di sini traveler bisa belajar tentang tanaamn bakau dan fungsinya serta melihat hewan-hewan yang hidup di sekitarnya.

    Jam operasional: 08.00-19.00 WIB
    Harga tiket: Gratis
    Alamat: Jl. Garden House, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara

    7. Ragunan

    Ragunan selalu jadi pelarian warga Jakarta bersama keluarga saat weekend. Kebun binatang ini punya beragam satwa, sekitar 300 jenis hewan yang bisa jadi edukasi untuk anak-anak.

    Tempatnya yang rindang, serta tiketnya yang murah, jangan heran bila weekend selalu macet jalanan menuju ke Ragunan.

    Jam operasional: 07.00-16.00 WIB

    Harga tiket: Rp 3 ribu – Rp 4 ribu

    Alamat: Jalan Harsono RM. No. 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    8. Trans Snow World Bekasi

    Traveler, Bekasi punya wahana bermain salju lho. Trans Snow World namanya, Suasananya sejuk dan syahdu. Seru!Trans Snow World Bekasi (Pradita Utama/detikcom)

    Warga Bekasi yang ingin bermain salju buatan, datang saja ke Trans Snow World Bekasi. Pantengin selalu media sosialnya, siapa tahu kamu bisa berburu tiket promo.

    Traveler dapat melihat informasi lengkap di https://www.transentertainment.com/.

    Jam operasional: Senin-Kamis pukul 11.00-19.00 WIB dan Jum’at-Minggu pukul 10.00-21.00 WIB

    Harga tiket weekdays: Rp 200 ribu

    Harga tiket weekend: Rp 275 ribu

    Alamat: Transpark Mall Juanda Bekasi – Lantai 3. Jl. Cut Mutia No.180, RT.003/RW.011, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi

    9. Tebet Eco Park

    Taman Kota yang baru 1 tahunan dibuka ini menawarkan ruang hijau Jakarta yang sangat nyaman. Kamu bisa bersantai dan piknik bersama keluarga di sini.

    Tebet Eco Park memiliki sejumlah fasilitas termasuk taman bermain, ruang terbuka hijau, dan danau buatan. Ramai juga di taman yang berolahraga. Selain itu, traveler bisa berburu foto instagenik.

    Jam operasional: Senin-Minggu pukul 06.00-11.00 WIB dan 13.00-18.00 WIB

    Harga tiket weekdays: Gratis

    Harga tiket weekend: Gratis

    Alamat: Jalan Tebet Timur Raya No.19, Tebet, Jakarta Selatan

    10. Aloha Playground Pasir Putih PIK 2

    Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidAloha di PIK 2 (detikcom)

    Di utara Jakarta, ada Aloha PIK yang baru saja buka. Kawasan ini menawarkan bermain di pantai dengan vibe Hawaii. Banyak tempat kuliner yang bisa kamu pilih sembari menikmati pantai pasir putih ini.

    11. Monas

    Selain Kota Tua, tempat wisata keluarga yang sudah terkenal lainnya di Jakarta adalah Monas. Banyak aktivitas yang asyik jika berkunjung ke Monas, misalnya olahraga, piknik, berkeliling Monas dengan kendaraan pengangkut, berkunjung ke museum, hingga menaiki menara Monas dan melihat Jakarta dari ketinggian.

    Jam operasional: 08.00-22.00 WIB (Selasa-Minggu), Senin libur
    Harga tiket: Gratis
    Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No. 1, Gambir, Jakarta Pusat.

    12. Trans Snow World Bintaro

    Traveler yang berdomisili di Tangerang Selatan, bisa nih mengajak buah hati main salju buatan di Trans Snow World Bintaro. Berbagai wahana ditawarkan di taman hiburan ini. Di antaranya, zorb ball, sliding, snow playground, snow tube, chair lift, basic sledge, dan ski.

    Trans Snow World juga menyediakan fasilitas penunjang lainnya, seperti toilet, ruang nursery, bahkan ada loker sebagai penyimpanan barang pribadi juga. Harga tiket yang kamu beli juga sudah termasuk sewa sepatu dan kaos kaki khusus.

    Jam Operasional: Senin-Minggu: 10.00-18.00 WIB
    Harga Tiket Masuk Weekdays: Rp 230.000
    Harga Tiket Masuk Weekend: Rp 300.000
    Alamat: Jl. Prof. DR. Satrio No.5, Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

    13. Trans Studio Cibubur

    Trans Studio CibuburTrans Studio Cibubur Foto: Andhika Prasetia

    Bila tak ingin bermain salju, traveler bisa nih menantang adrenalin di beragam wahana bermain di Trans Studio Cibubur. Ada banyak wahana permainan yang dibagi bagi ke dalam beberapa zona yakni Zona Beach Walk, Sci-Fi, Lagoon dan Trans Rental Station. Harus coba juga wahana Alien Taxi, Pacific Rim, i-Fly, dan masih banyak lainnya.

    Jam operasional: Senin – Minggu pukul 11.00 – 17.00 WIB

    Harga tiket weekdays: Rp 250 ribu

    Harga tiket weekend: Rp 325 ribu

    Alamat: Trans Studio Mall Cibubur, Lantai 3 Jl. Alternatif Cibubur No.230 A, Harjamukti, Kec. Cimanggis, Kota Depok

    14. Hutan Kota GBK

    Kawasan terbuka karena yang punya view gedung pencakar langit Jakarta ini juga selalu ramai oleh wisatawan. Cocok nih untuk piknik tipis-tipis sambil berfoto-foto. Dan tak ada biaya masuk, alias gratis bermain di sini. Yang penting jaga kebersihan ya!

    Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB

    Alamat: Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat

    15. Kawasan Blok M

    taman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina Tiahahutaman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Foto: Weka Kanaka/detikcom

    Blok M sekarang jadi spot nongkrong anak muda. Begitu banyak tempat makan dan ruang terbuka yang tentu saja gratis, yang bisa dinikmati siapapun. Apalagi menuju Blok M juga banyak pilihan transportasi umumnya, mulai dari MRT, Transjakarta dan juga tak jauh dari Stasiun KRL.

    Salah satu spot gratis yaitu Taman Literasi, yang menjadi spot baca sekaligus menikmati berbagai event. Di sini juga instagrammable, cocok banget hunting foto.

    (sym/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Hutan Pinus Gunung Pancar, Lokasi Sri Mulyani Nikmati Weekend



    Jakarta

    Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyempatkan diri rehat sejenak di Gunung Pancar pada Sabtu (25/11/2023). Di sana terdapat hutan pinus yang asri.

    Momen rehat di sela-sela kesibukan itu Sri Mulyani bagikan melalui postingan di Instagram @smindrawati. Sri Mulyani yang berpakaian sporty itu terlihat menikmati kesejukan hutan pinus sambil minum kopi bersama suaminya.

    Lokasi rehatnya itu berada di Gunung Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Bogor. Umumnya, lokasi ini dikenal pula berada di daerah Sentul.


    Dilansir dari laman resmi Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Gunung Pancar berada di ketinggian sekitar 300-800 mdpl. Jadi jangan heran kalau di sana suhunya cenderung dingin.

    Selain itu, suasana di sana semakin segar dengan kehadiran pohon-pohon pinus. Pemandangan cantik itu juga terlihat dari foto-foto yang dibagikan Sri Mulyani. Namun, tak cuma pohon pinus, di sana juga tumbuh pohon rasamala, puspa, dan beringin.

    Karena ditutupi pohon rindang, Taman Wisata Alam Gunung Pancar menjadi destinasi yang pas untuk berkemah. Di sana tersedia paket berkemah tanpa repot-repot membawa tenda. Selain itu, pada area camping ground juga tersedia kamar mandi. Aksesnya juga mudah karena kendaraan dapat lewat.

    Taman Wisata Alam Gunung Pancar juga menyediakan fasilitas lainnya, termasuk lokasi pemotretan prewedding dan pesta pernikahan. Kemudian, ada juga fasilitas outbond dan glamping.

    Bagi yang ingin lebih mengenal alam Gunung Pancar, traveler juga dapat melakukan trekking. Jangan khawatir, medan trekking di Gunung Pancar terbilang ringan dan ramah untuk anak-anak serta keluarga. Traveler juga akan ditemani pemandu lokal yang paham lingkungan Gunung Pancar.

    Untuk trekking di Gunung Pancar, traveler harus membayar Rp 150 ribu dengan kuota minimal 4 orang. Harga itu sudah termasuk guide, air mineral, dan tiket masuk.

    Traveler juga dapat memilih beberapa paket trekking, mulai yang berdurasi 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Waktu trekking-nya ini mulai pukul 06.00 – 09.00 WIB.

    (pin/pin)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Suku Anak Dalam Jambi, Asal-usul, Kehidupan, dan Tradisi



    Jakarta

    Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Indonesia. Mereka tinggal di Jambi dan memiliki tradisi tertentu.

    Melansir situs detikSumbagsel, Suku Anak Dalam hidup secara berkelompok di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) yang tersebar di sekitar wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

    Mengutip informasi dari situs Komunitas Konservasi Indonesia Waris, Suku Anak Dalam disebut juga Suku Rimba atau Suku Kubu. Nama Rimba mengacu pada tempat tinggal mereka di hutan, sedangkan Kubu dalam bahasa Melayu bisa diartikan sebagai orang-orang kotor, primitif, dan terbelakang.


    Selain Suku Rimba dan Suku Kubu, Suku Anak Dalam juga ditujukan kepada beberapa suku lain yang mendiami area hutan Jambi seperti Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak.

    Perbedaannya tampak dari pola hidup antara keduanya, Orang Rimba Hidup Secara Nomaden sedangkan Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak hidup menetap dengan becocok tanam untuk memenuhi kebutuhan mereka.

    Asal-usul Suku Anak Dalam

    Melansir penelitian dari jurnal “Sejarah Sosial dan Kehidupan Ekonomi Suku Anak Dalam Muslim Kecamatan Air Hitam Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas” bahwa asal-usul nama Suku Anak Dalam ini ditetapkan oleh Departemen Sosial pada 1970. Nama itu digunakan untuk membedakan masyarakat yang mendiami hutan dengan masyarakat umum yang disebut orang terang.

    Secara secara fisik, Suku Anak Dalam diyakini sebagai keturunan Etnis Weddoid. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kesamaan ciri fisik antara Suku Anak Dalam dan Etnis Weddoid seperti, badan yang kecil, kepala berbentuk sedang, rambut keriting, kulit sawo matang, mata menjorok ke dalam, dan kaki kulit yang tebal.

    Adapun, secara kebudayaan, suku ini dikaitkan dengan Suku Minangkabau karena sistem Matrilenial yang mereka gunakan dan logat bahasa Suku Anak Dalam yang mirip dengan bahasa Melayu-Minang.

    Selain itu, banyak versi yang menulis mengenai asal-usul Suku Anak Dalam. Aliansi Masyarakat Nusantara menyebut bahwa nenek moyang suku ini adalah Maalau Sesaat yang melarikan diri dari keluarganya ke kawasan Air Hitam yang saat itu dikenal dengan Puyang Segayo.

    Sumber lain mencatat bahwa Suku Anak Dalam berasal dari keturunan orang Pagaruyung, Sumatera Barat. Kelompok ini diutus oleh Raja Pagaruyung saat itu untuk menjalankan sebuah tugas kerajaan. Namun, karena gagal dalam menjalankan tugas, mereka malu untuk kembali ke kerajaan dan memilih melarikan diri ke area hutan.

    Kehidupan Sehari-hari Suku Anak Dalam

    Suku Anak Dalam sudah menetap di kawasan hutan sejak lama, sehingga pola kehidupan mereka jauh dari pengaruh peradaban modern. Kondisi ini membentuk pola hidup khas yang menjadi bagian kearifan lokal dan diatur melalui hukum adat yang mereka percayai.

    Suku Anak Dalam menjalani kehidupan secara tradisional dengan bergantung kepada alam, suku ini terkenal menggunakan pola kehidupan nomaden.

    Suku ini akan berpindah tempat tinggal karena beberapa kondisi seperti, ada anggota keluarga yang meninggal, adanya pergantian musim yang memaksa mereka mencari tempat lain untuk berlindung dan menyesuaikan diri, juga karena kehabisan sumber makanan dari alam.

    Dalam kehidupan sehari-hari pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan dibagi berdasarkan peran alami dan kebutuhan komunitas. Kaum laki-laki biasanya bertugas untuk berburu dan mencari sumber makanan.

    Mereka berburu berbagai jenis hewan seperti babi hutan, rusa, kancil, ikan, hingga monyet. Sedangkan kaum perempuan biasanya berperan dalam memasak, mengasuh anak, dan mengumpulkan bahan makanan dari alam seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau umbi-umbian.

    Dalam proses adat dan sosial, Suku Anak Dalam menerapkan seloko adat, yaitu sistem nilai dan tatanan sosial yang tumbuh serta dipatuhi oleh masyarakatnya.

    Terdapat beberapa istilah penting yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari Suku Anak Dalam, sebagai berikut:

    1. Bertubuh Onggok atau Bermukim

    Istilah ini menggambarkan Suku Anak Dalam yang mulai menetap di satu tempat dan tidak lagi hidup secara nomaden. Mereka mulai membangun tempat tinggal sederhana di sekitar hutan atau di kawasan yang disediakan pemerintah. Meski masih memegang tradisi lama, kelompok ini sudah mulai berinteraksi dengan masyarakat.

    2. Berpisang Cangko atau Bercocok Tanam

    Berpisang Cangko merujuk kepada kegiatan bercocok tanam yang dilakukan Suku Anak Dalam. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mulai beradaptasi dengan pola hidup agraris dan tidak hanya bergantung pada hasil berburu.

    3. Beratap Tikai atau Beratap Daun Kayu

    Beratap Tikai merujuk pada rumah atau tempat tinggal Suku Anak Dalam. Rumah-rumah yang mereka tinggali bersifat sederhana, hanya memanfaatkan bahan dari alam seperti daun dan kayu yang digunakan untuk pondasi dan atap rumah.

    4. Berdinding Baner

    Rumah yang ditinggali Suku Anak Dalam biasanya terbuat dari dinding kulit kayu hutan yang biasa disebut dengan istilah Baner.

    5. Melemak Buah Betatal

    Melemak Buah Betatal berarti mengolah buah betatal sebagai sumber makanan. Buah Betatal merupakan jenis buah hutan yang dijadikan sebagai bahan makan yang mengandung minyak dan lemak nabati.

    6. Minum Air dari Bonggol Kayu

    Untuk mendapatkan sumber mata air, Suku Anak Dalam biasanya meminum air yang keluar dari pohon. Selain untuk menghilangkan dahaga, minum air dari bonggol kayu ini dipercaya memiliki khasiat sebagai obat.

    Tradisi dan Kebudayaan Suku Anak Dalam

    Melansir situs detikSumbagsel, berikut beberapa tradisi dan kebudayaan yang berlaku di masyarakat Suku Anak Dalam:

    1. Budaya Melangun

    Budaya Melangun adalah tradisi masyarakat Suku Anak Dalam yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan dalam masa berkabung. Dalam tradisi ini, mereka meninggalkan tempat tinggal dan pindah ke wilayah lain untuk menenangkan diri selama masa duka.

    Dahulu, Melangun bisa berlangsung selama 10 hingga 12 tahun, namun kini masyarakat Suku Anak Dalam hanya melakukan Budaya Melangun selama 4 bulan hingga 1 tahun.

    2. Seloko dan Mantera

    Seloko dan Mantera merupakan aturan adat dan pedoman hidup untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Seloko menjadi prinsip dan moral kehidupan yang mereka percaya.

    Contohnya seperti ungkapan, “Di mano bumi dipijak di situ langit dijunjung” yang memiliki arti di mana kita berada, selalu ada adat yang kita junjung tinggi, kita dituntut untuk menyesuaikan diri.

    3. Besale

    Besale merupakan upacara adat yang dilakukan dengan duduk bersama-sama meminta permohonan kepada tuhan untuk diberi kedamaian dan kesehatan, serta dilindungi dari bahaya.

    Selain itu, Besale juga dilakukan sebagai upcara pengobatan atau tolak bala. Upacara ini dilakukan pada malam hari, dilengkapi dengan sesajen yang terdiri dari kemenyan, bunga, dan sajen perkawinan.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Rekomendasi 10 Destinasi yang Punya Trek Lari dan Walking Instagramable



    Jakarta

    Olahraga lari sedang ramai diminati, bahkan traveler bela-belain ke luar kota demi mengikuti ragam event lari yang menawarkan keindahan destinasi tertentu. Nah, banyak lho destinasi wisata Indonesia yang punya rute lari atau dinikmati sembari jalan yang bisa kamu kunjungi tanpa harus menunggu event lari.

    detikTravel telah merangkum, Jumat (14/11/2025) tempat-tempat yang menawarkan rute lari dan walking yang bisa kamu jajal sembari liburan.

    1. Yogyakarta

    Selain menikmati budaya dan kulinernya, traveler bisa nih tetap berolahraga dengan lari atau jalan kaki di beberapa destinasi wisata di Yogyakarta. Seperti di Alun-Alun Kidul – Malioboro – Titik Nol, Pantai Parangtritis, jalan kaki keliling kawasan candi-candi, dan lainnya.


    Perhatikan juga, jangan sampai aktivitas olahraga kamu mengganggu ketenangan wisatawan lain ya. Tetap patuhi aturan destinasi wisata.

    2. Lombok

    Menikmati Lombok sembari berlari atau berjalan di sepanjang pantainya saat pagi atau sore, sepertinya seru. Traveler bisa ke Pantai Senggigi atau Kuta Lombok – Mandalika Track Area. pastikan memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman ya.

    3. Bandung

    Weekend ke Bandung, coba juga nih nikmat kotanya sembari jalan kaki ataupun lari di Gasibu – Gedung Sate Loop. Kamu juga bisa menjajali rute Dago – Taman Hutan Raya (Tahura) untuk trail run.

    4. Bali

    Traveler bisa nih menjajali rute sembari lari atau jalan kaki di beberapa spot di Bali, seperti Sanur Beach Walk, Campuhan Ridge Walk – Ubud, Nusa Dua ITDC Loop dan lainnya. Berkunjung ke pantai-pantai Bali dan berjalan kaki di sepanjagn rute pantai bisa juga jadi pilihan kamu menikmati pagi atau sore saat liburan.

    5. Sawahlunto

    Sawahlunto, Sumatera Barat punya pesona yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu bekas tambang kunonya. Traveler bisa nih menyusuri Kota Tua Sawahlunto, Batu Runciang, dan keliling daerah sekitarnya.

    6. Jakarta

    Salah satu spot favorit di Jakarta yang selalu ramai adalah kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Selain GBK, traveler juga bisa berolahraga di Kota Tua, PIK 2, Pantai Ancol, menyusuri taman-taman Jakarta (Lapangan Banteng, Taman Menteng, Tebet Eco Park, dan lainnya).

    7. Solo

    Liburan ke Solo, sempatkan juga lari atau jalan saat CFD di Slamet Riyadi. Traveler juga bisa nih olahraga di Stadion Manahan Loop, Taman Balekambang Track, Bendungan Tirtonadi – Jembatan Jurug (Bengawan Solo Riverside), dan Keraton – Alun-Alun Kidul – Ngarsopuro Heritage Run.

    8. Labuan Bajo

    Labuan Bajo juga cocok nih untuk traveler yang hobi berolahraga lari. Terdapat beberapa rute menarik, di antaranya Waterfront – Marina – Puncak Waringin, Bukit Sylvia Loop, Bandara Komodo – Kampung Ujung – Pantai dan Bukit Amelia Sea View. Rata-rata semua rute cocok untuk menikmati sunset lho.

    9. Surabaya

    Banyak rute populer untuk lari atau berjalan kaki di Surabaya nih, yang menawarkan suasana yang berbeda-beda. Ada Taman Bungkul – Raya Darmo, Jalan Tunjungan – Alun-Alun Surabaya – Siola, Jembatan Suramadu, Pantai Kenjeran – Suroboyo Bridgem, hingga Hutan Kota Pakal – Taman Harmoni – Benowo.

    Traveler tinggal pilih saja, apakah ingin menikmati keindahan pantai atau pedestarian kota.

    10. Bogor

    Nikmati paginya Bogor dengan berjalan kaki atau berlari di rute-rute seperti Kebun Raya Bogor, Sempur – Taman Kencana – SSA, IPB Dramaga Loop, area The Jungle, dan Lapangan Sempur Track. Bila traveler staycation di villa dan hotel berbintang, nikmati juga fasilitas sekitar kawasan hotel untuk berlari dan berjalan.

    (sym/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Kesegaran Tersembunyi di Kaki Gunung Salak



    Sukabumi

    Traveler yang mencari kesegaran buat liburan di akhir pekan bisa bertualang ke kaki gunung Salak. Di sana ada satu curug atau air terjun yang masih tersembunyi.

    Kabut pagi masih menggantung di lereng Gunung Salak ketika suara gemericik air mulai terdengar dari balik kebun teh. Di ujung jalur setapak yang menurun tajam itu, air terjun jatuh dari tebing berlumut, memecah keheningan pedesaan Kabandungan.

    Warga sekitar menyebutnya Curug 3 Helipad, sebagian lain mengenalnya sebagai Curug Sentral III. Air terjun ini terdiri dari dua aliran besar yang mengucur sejajar dari tebing batu.


    Aliran air itu membentuk tirai putih di tengah dinding hijau lumut. Di bawahnya, kolam dangkal berwarna kehijauan memantulkan cahaya lembut dari langit. Wisatawan terlihat bermain air, sebagian lagi berfoto dengan latar curug yang megah.

    Di tepi sungai kecil yang menjadi aliran keluar, deretan sandal dan sepatu ditinggalkan begitu saja di atas batu berjejer rapi seperti barisan kecil yang menunggu pemiliknya kembali.

    Curug 3 Helipad SukabumiCurug 3 Helipad Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Terletak di kawasan kebun teh Jayanegara, Desa sekaligus Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, curug ini menjadi tempat beristirahat bagi mereka yang ingin mengasingkan diri dari hiruk-pikuk kota.

    Dari atas kebun teh, hamparan hijau membentang sejauh mata memandang. Di kejauhan, perkampungan Kabandungan dan Kalapanunggal terlihat kecil di antara lipatan bukit.

    “Curug ini airnya langsung dari Gunung Salak. Banyak pengunjung datang untuk bermain air dan berfoto, apalagi pemandangan kebun tehnya jadi spot favorit,” ujar Andri (35), pengelola Curug Sentral III, Minggu (2/11).

    Andri duduk di bale-bale bambu di sisi jalan tanah yang menurun ke arah curug. Dari tempatnya berjaga, ia bisa melihat arus air yang mengalir deras di musim penghujan. Ia tahu persis kapan wisatawan harus diingatkan untuk menjauh.

    “Kami selalu awasi langsung, apalagi kalau debit air meningkat,” katanya.

    Fasilitas di kawasan ini sederhana. Beberapa warung kopi berdiri di tepi kebun, menyediakan mi instan, gorengan, dan teh hangat. Di dekatnya ada musala kecil dan MCK seadanya.

    Pengelola membatasi jam kunjungan wisatawan hingga pukul 17.00 WIB saja setiap harinya. Tiket masuknya murah, hanya Rp10.000 per orang, ditambah Rp3.000 untuk parkir motor.

    Sebagian wisatawan lain datang dari luar Sukabumi. Ada rombongan keluarga dari Bogor, sepasang mahasiswa dari Bandung, hingga pejalan tunggal dari Jakarta yang ingin berkemah di sekitar kebun teh.

    “Ada juga pengunjung yang datang jauh-jauh dari Papua,” kata Andri dengan bangga.

    Pada akhir pekan, suasana berubah lebih ramai. Tenda-tenda kecil kadang berdiri di pinggiran kebun teh, sementara petugas rescue dari Cicurug berjaga di lokasi.

    “Hari ini yang bertugas ada tiga orang, situasi aman dan terkendali,” kata seorang anggota tim penyelamat yang berjaga di bawah tebing.

    Salah satu pengunjung, Nadia (17), warga Cibadak, datang bersama empat temannya setelah menempuh perjalanan satu jam menggunakan sepeda motor. Wajahnya tampak cerah meski kaki basah oleh air dingin curug.

    “Senang banget bisa main air dan foto-foto bareng teman-teman di sini, pemandangannya keren,” ujarnya sambil tertawa.

    Bagi warga sekitar, curug ini bukan sekadar tempat wisata. Airnya menjadi sumber penghidupan. Warga memanfaatkan aliran sungai di bawahnya untuk mengairi kebun dan menyalakan turbin kecil pembangkit listrik rumahan.

    “Dari dulu air curug ini yang kasih hidup kampung,” tutur Eman (52), warga Jayanegara yang rumahnya di sekitar curug.

    Asal Usul Nama Curug Helipad

    Nama ‘Helipad’ sendiri muncul dari bentuk kawasan di atas curug yang lapang di tengah kebun teh. Permukaannya datar dan terbuka, menyerupai landasan helikopter.

    Warga setempat menyebutnya begitu sejak dulu, meski tak pernah benar-benar ada helikopter mendarat di sana. Lama-kelamaan, nama itu melekat, diwariskan dari mulut ke mulut wisatawan.

    Kabut tipis turun perlahan, menyapu pucuk-pucuk teh yang berbaris di lereng. Suara air terjun berpadu dengan canda pengunjung yang tak jemu memotret keindahan alam di hadapan mereka.

    Di sela gemuruh air, terdengar samar suara serangga dari balik rimbun dedaunan tanda alam yang masih hidup dan terjaga di kaki Gunung Salak.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • ‘Kesederhanaan’ Segelas Kopi Es Tak Kie, Warisan Glodok 1927



    Jakarta

    Kopi Es Tak Kie sudah ada sejak 1927 dan eksis hingga kini. Berada di tengah pasar, kedai kopi ini menjadi penjaga budaya Tionghoa di tengah Jakarta.

    Di tengah kesibukan pecinan Glodok, Jakarta Barat, terselip satu kedai kopi legendaris yang membawa detikers kembali ke masa lalu. Namanya Kopi Es Tak Kie, kedai yang sudah berdiri pada 1927. Traveler masih bisa menikmati kopi itu hingga kini.


    Kedai legendaris itu berada di Gang Gloria, kawasan kuliner legendaris di Pecinan Glodok, Pancoran, Jakarta Barat. Kalau dihitung, keddai kopi itu sudah berumur 98 tahun.

    Kini, kedai itu dikelola oleh Ak Wang, generasi ketiga penerus usaha keluarga. Aroma es kopi langsung tercium berpadu dengan sajian lain.

    “Pertama kali berdiri tahun 1927, waktu itu yang dijual hanya teh manis dan teh pahit. Baru kemudian menyesuaikan permintaan orang-orang zaman dulu yang ingin kopi,” ujar Ak Wang saat ditemui detikTravel, Selasa (21/10/2025).

    Ada dua menu favorit yang paling banyak dipesan, yakni kopi hitam es dan kopi susu es, masing-masing dibanderol Rp 25 ribu per gelas. Total ada 14 menu yang tersedia di sini, mulai dari aneka bakmi dan sup, empat varian kopi, empat jenis teh, hingga telur ayam kampung.

    Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta BaratSuasan Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Kedai kopi itu sederhana. Ruangannya cukup luas, dengan pembeli yang bergantian keluar masuk.

    Kopi Tak Kie, Kopi Kesederhanaan dan Pergaulan

    Semua kopi diracik secara manual, tanpa bantuan mesin modern. Pemilihan metode pembuatan es kopi yang masih sangat konvensional ini mungkin tak lepas dari makna nama kedai yang selalu tampil rapi dan bersih ini.

    “Nama Tak Kie sendiri berarti kesederhanaan dan pergaulan. Itu filosofi dari kakek saya,” ujar Ak Wang.

    Kedai ini tak pernah sepi pengunjung mulai dari warga lokal, wisatawan, hingga anak muda yang datang untuk merasakan atmosfer klasik Glodok. Suasana kedainya pun masih otentik, meja kayu tua, gelas jadul, dan dinding berubin putih khas kedai tempo dulu.

    “Semua orang bisa masuk ke sini, dari berbagai kalangan. Saya bersyukur pada kakek saya yang sudah mendirikan kedai ini. Berkat beliau, Tak Kie bisa terus diminati sampai sekarang,” kata Ak Wang.

    Menurut Manda, salah satu pengunjung, suasana Kopi Tak Kie benar-benar mengingatkannya pada memori di kampung halaman bersama nenek. Apalagi es kopi Tak Kie dengan cita rasa berimbang antara manis dan pahit benar-benar mengingatkannya pada adukan kopi khas rumah tangga.

    “Rasa makan dan kopi di sini tuh kaya otentik banget seperti lagi makan di rumah nenek di kampung Kopi Es Tak Kie ini direkomendasikan buat teman-teman yang ingin merasakan rasa kopi yang khas ada manis dan pahitnya,” kata Manda.

    Bagi detikers yang ingin mencicipi secangkir es kopi segar adukan khas Kopi Es Tak Kie, bisa datang setiap hari pukul 06.30-13.30 WIB. Menu di sini tersedia dengan kisaran harga Rp 22-25 ribu untuk makanan dan minuman. Tak hanya hidangan berkualitas, di sini detikers juga bisa sekilas merasakan suasana Chinatown tempo dulu.

    (row/row)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Halloween di Trans Studio Cibubur, Ada Rumah Hantu!



    Depok

    Trans Studio Cibubur sebagai destinasi hiburan keluarga di area Jabodetabek kembali menghadirkan pengalaman seru dan menegangkan dalam rangka menyambut Halloween 2025. Tahun ini, Trans Studio Cibubur menghadirkan rumah hantu ‘Klinik Kamboja Tumbal Darah’ dan juga pertunjukan spesial Halloween ‘Dance of the Death’.

    Wahana horor bertajuk ‘Klinik Kamboja Tumbal Darah’, hadir berkat kolaborasi bersama dengan Magma Entertainment, Wahana Kreator dan Sinemaku Pictures. Konsep rumah hantu ini terinspirasi langsung dari film Tumbal Darah, yang bercerita tentang sepasang suami istri – sang istri tengah mengandung – yang terjebak di sebuah klinik bersalin misterius bernama ‘Klinik Bersalin Kamboja.


    Klinik tersebut ternyata menjadi tempat praktik pesugihan gelap dengan tumbal bayi yang baru lahir, dipersembahkan kepada sosok gaib kembar yang mengerikan. Wahana Klinik Kamboja Tumbal Darah akan membawa pengunjung menelusuri lorong-lorong menyeramkan di dalam Klinik Bersalin Kamboja, tempat segala kejanggalan dan rahasia kelam disembunyikan.

    Dengan perpaduan teror audio-visual, properti artistik, tata cahaya dramatis, dan penampilan live actor, pengunjung akan merasakan pengalaman horor yang terasa begitu nyata seolah benar-benar masuk ke dalam dunia film Tumbal Darah. Wahana ini sudah bisa dinikmati bagi seluruh pengunjung yang membeli tiket Trans Studio Cibubur.

    Namun bagi yang ingin menikmati keseruan dari Klinik Kamboja saja, ini dapat yang membeli tiket khusus wahana saja tanpa bermain, dengan harga Rp 30.000 weekdays dan Rp 35.000 weekend. Wahana Klinik Tumbal Darah dapat dinikmati hingga 6 November 2025.

    Selain rumah hantu, Trans Studio Cibubur juga akan menghadirkan show spesial Halloween ‘ Dance of the Death’ mulai dari tanggal 25 – 30 Oktober2025.

    Pertunjukan ini terinspirasi dari Dia de Los Muertos, tarian kematian di Mexico. Pertujunkan akan dimulai di area Tilting Village kemudian para penari akan berparade menuju panggung amphitheater dan menghadirkan pertunjukan spesial Halloween dengan aneka tarian seperti Marionette Dance dan Fire Dance.

    Dalam rangka perayaan Halloween, Trans Studio Cibubur juga memberikan promo tiket spesial Halloween bagi seluruh pengunjung yang ingin menikmati keseruan wahana ini sekaligus seluruh atraksi di dalam theme park.

    Nikmati promo promo spesial Halloween Deals seharga Rp 149.000 untuk weekdays dan Rp 195.000 untuk weekend khusus untuk pembelian minimal 2 tiket masuk. Tiket dapat dibeli langsung di loket atau secara online melalui situs resmi www.transentertainment.com.

    Ayo temukan rahasia kelam dari Klinik Bersalin Kamboja dan nikmati keseruan show spesial Halloween hanya di Trans Studio Cibubur!

    (ddn/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker