Author: perbaiki

  • Hidden Gem! Kafe Slow Bar di dalam Perumahan dengan Seduhan Kopi yang Nikmat


    Jakarta

    Berlokasi di kawasan perumahan, kafe slow bar ini buka dengan memanfaatkan garasi rumah. Menawarkan filter kopi dan kopi mocktail dengan karakteristik yang unik.

    Kafe slow bar kerap dipilih bagi penikmat kopi dibandingkan kafe fast bar. Pengalaman ngopi dengan interaksi bersama barista memberikan sensasi menyenangkan tersendiri.

    Bagi penikmat kopi, jangan lewatkan untuk mampir ke kafe slow bar yang satu. Kafenya disebut-sebut sebagai hidden gem, karena berlokasi di dalam komplek perumahan.


    Kafe slow bar tersebut bernama Rona Roastery. Meskipun masih terbilang baru, tetapi kafe ini sudah banyak menarik perhatian bagi penikmat kopi.

    1. Menempati garasi rumah

    Rona RoasteryRona Roastery menempati garasi rumah. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Rona Roastery berlokasi di Jalan Kencana Elok Timur II No.20 Blok K3, Kembangan, Jakarta Barat. Bryan Virnando selaku Co-founder and Head Roaster dan juga barista di Rona Roastery mengatakan bahwa kafenya ini baru berdiri di tahun 2021.

    Sesuai dengan konsep slow bar, kafe ini memiliki area yang mungil tetapi tetap nyaman. Karenanya Bryan memanfaatkan garasi rumahnya untuk jadi kafe slow bar.

    “Sebenarnya dari tahun 2021 kita sudah supply biji kopi ke coffee shop. Untuk tahun ini kita baru buka slow bar di tempat baru. Ada garasi yang menarik untuk dibikin slow bar, kita manfaatin aja,” tutur Bryan saat ditemui detikFood (06/05/24).

    2. Waktu buka terbatas

    Rona RoasteryRona Roastery ada jadwal tersendiri. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Rona Roastery hanya membuka sesi terbatas, yakni 3-4 kali dalam seminggu. Biasanya Bryan akan memberikan jadwal sesi setiap hari Senin melalui Insta Story @ronaroastery.

    “Ada jadwalnya, jadi bisa datang sesuai dengan jadwal yang tersedia. Tapi kita juga bisa untuk di-book atau reservasi buat teman-teman bisa ngobrol santai sambil ngopi,” tuturnya.

    Semua kopi yang ditawarkan di sini diseduh dengan teknik manual brew. Harganya terbilang terjangkau, kisaran dari Rp 25.000 – Rp 50.000.

    Ulasan tentang Rona Roastery ada di halaman selanjutnya.

    3. Menggunakan biji kopi lokal dan luar

    Rona RoasteryRona Roastery menggunakan biji kopi lokal dan luar. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Setiap hari biji kopi yang tersedia selalu berbeda-beda, tergantung ketersediaan biji kopi apa saja. Biasanya akan ada 4 jenis biji kopi yang bisa dipilih kustomer.

    Saat detikFood menyambangi, biji kopi yang tersedia ada dari Kenya, Ciwidey, Flores, dan Robusta dari Sumatera. Semuanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

    “Kita pakai lokal dan luar. Kebanyakan kita ngambil di tempat yang ramai sebagai produsen kopi, seperti Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi. Mayoritas sih masih suka kopi lokal,” tutur Bryan.

    4. Kopi Filter yang fruity

    Rona RoasteryRona Roastery menawarkan kopi filter. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Salah satu menu yang bisa kamu pesan adalah kopi filter. Untuk menu ini menggunakan biji kopi robusta dari daerah Semendo, Sumatera Selatan.

    Bryan mengatakan bahwa biji kopi ini merupakan jenis robusta yang terkenal lebih pahit. Namun, dengan seduhannya menjadi kopi filter membuat rasanya lebih fruity dan flavour full.

    “Untuk kopi filter kita pakai tiga kali blooming, karena kita pakai 15 gram kopi. Terus blooming pakai air panas sekitar 50 ml, kedua 175 ml, dan terakhir 50 ml,” tutur Bryan.

    5. Mocktail yang terinspirasi dari ‘Gadis Kretek’

    Rona RoasteryRona Roastery menawarkan mocktail Dasiah. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Yang menari, Rona Roastery juga menawarkan kopi mocktail dengan berbagai varian rasa yang unik. Salah satunya ada varian Dasiah yang terinspirasi dari karakter di series ‘Gadis Kretek’.

    “Kopi mocktail ini bisa jadi pilihan bagi yang bukan penikmat kopi. Karena orang yang datang ke sini biasanya ngajak pacar atau teman dan ada aja yang ga suka kopi,” tutur Bryan.

    Kopi mocktail Dasiah ini memiliki karakteristik yang manis dan sedikit ada sentuhan rempahnya, karena menu ini disajikan dengan kayu manis dan bunga lawang.

    Rona RoasteryRona Roastery ada juga mocktail Yuzu. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tak kalah menarik ada kopi mocktail Yuzu yang disajikan dengan sirup markisa. Racikan kopi ini memiliki karakteristik rasa yang segar dan fruity.

    Bagi kamu yang ingin mencoba sensasi ngopi di kafe slow bar bernama Rona Roastery ini bisa langsung cek Instagramnya @ronaroastery.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Rasa Puding Karamel Viral di Barito yang Diantre Berjam-jam


    Jakarta

    Detikfood rela antre berjam-jam demi mencicipi puding viral yang disebut-sebut mirip puding restoran Jepang terkenal. Begini rasanya!

    Siapa sangka, hadirnya kuliner baru bisa membuat banyak orang penasaran. Bahkan tak sedikit yang rela menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean panjang untuk mencicipi makanan yang tengah viral.

    Seperti yang belakangan ini ramai, jajanan puding yang disebut-sebut rasanya seenak puding di salah satu restoran BBQ Jepang terkenal. Gerainya bernama Puding Paman Barito.


    Sesuai dengan namanya, gerai puding viral tersebut berlokasi di Pasar Barito. Tepatnya di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    1. Antrean panjang

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito antreannya selalu panjang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Puding Paman Barito ini masih terbilang baru. Gerainya baru buka di awal Ramadan pada Maret 2024 lalu. Meski baru, tetapi gerai puding ini sudah banyak diantre pengunjung.

    Antrean panjang dan mengular sudah menjadi pemandangan setiap hari mulai pukul 16.30. Namun, gerai ini baru melayani pengunjung tepat pukul 17.00.

    Pengunjung bisa menikmati puding langsung di tempat dengan duduk di kursi pendek. Pilihan lainnya bisa juga dibungkus untuk dibawa pulang.

    2. Terinspirasi puding Jepang

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito terinspirasi dari puding karamel Jepang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Ridho selaku salah satu pemilik dari Puding Paman Barito mengatakan bahwa puding yang ditawarkan ini memang terinspirasi dari puding karamel Jepang.

    Nuansa Jepang juga tampak di gerainya, di mana di dindingnya dihiasi dengan poster-poster anime. Untuk resepnya, Ridho dan rekannya melakukan riset di Internet.

    “Untuk resep awalnya kita itu riset dulu di internet. Lalu, kita otak-atik sampai akhirnya jadi resep kayak yang kita buat ini,” tutur Ridho saat ditemui di gerainya (05/04/24).

    Ulasan tentang Puding Paman Barito ada di halaman selanjutnya.

    3. Harga mulai Rp 13.000

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito dibanderol mulai dari Rp 13.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Ada tiga varian yang ditawarkan, yakni Puding Cokelat seharga Rp 13.000, Puding Karamel seharga Rp 15.000, dan Puding Karamel Regal seharga Rp 18.000.

    Untuk Puding Cokelat hanya disajikan dengan vla rasa vanila. Sementara untuk varian puding karamel merupakan puding vanilla yang disajikan dengan saus karamel dan topping remahan biskuit regal.

    “Inspirasi kita buat jualan puding ya karena mikirnya semua orang suka puding, terus puding juga tahan lama ya, masih enak juga kalau dijadiin stok,” tutur Ridho.

    4. Mirip puding di restoran BBQ Jepang?

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito disebut rasanya mirip puding di restoran BBQ Jepang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Banyak yang mengklaim Puding Paman Barito rasanya mirip puding karamel di restoran BBQ Jepang terkenal. Mulai dari tekstur hingga rasanya.

    Menurut kami, tekstur Puding Paman Barito lembut, seperti silky puding pada umumnya. Sementara itu, puding di restoran BBQ Jepang lembut juga tapi agak creamy.

    Untuk rasanya, Puding Paman Barito lebih sedikit manis dan yang menjadi pembeda adanya topping remahan biskuit regal.

    5. Tak ada batasan maksimal

    Puding Paman BaritoPuding Paman Barito tak ada batasan untuk membeli pudingnya. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bagi detikers yang tertarik untuk mencicipi Puding Paman Barito disarankan untuk datang mulai pukul 16.30, karena 30 menit sebelum gerai dibuka, antreannya sudah panjang.

    Untuk pembeliannya tidak ada batasan maksimal bagi pengunjung. Jadi, pengunjung bebas bisa beli berapa banyak porsi. Saat dijumpai detikFood, ada pengunjung yang sampai membeli 10 porsi.

    Saking ramainya, dalam sehari Puding Paman Barito ini berhasil menjual ratusan porsi. “Selama seminggu terakhir ini kita buat jual sampai 300 porsi,” tutup Ridho.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rela Nunggu 2 Jam Demi Cicip Nasi Mercon Viral di Barito


    Jakarta

    Sederet makanan viral kekinian di Barito menantang nyali untuk ikut mengantre. Ternyata begini pedas menggelegar Nasi Mercon yang mengular pembelinya.

    Kawasan Barito dahulu hanya dikenal sebagai pasar hewan yang kerap disebut sebagai Pasar Burung Barito. Kini deretan ruko-ruko yang ada di sana sebagian telah beralih fungsi menjadi spot kulineran yang ramai.

    Pilihan makanan kekinian yang bermunculan di kawasan Barito seolah kembali menghidupi ruas jalan ini yang mulai sepi. Pilihan kuliner seperti puding karamel, bubur ayam, nasi mercon, nasi telur, hingga ketan susu tak pernah sepi pembeli.


    Modal utama untuk berburu makanan-makanan di deretan Ruko Barito adalah kesabaran yang ekstra. Menyambangi salah satu gerainya, tim detikfood nekat menantang nyali untuk mengantre pada nasi mercon yang sedang viral.

    Baca juga: Menu ‘All You Can Eat’ Ternyata Berasal dari Budaya Romawi Kuno

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Nasi Mercon Barito
    Alamat Jalan Barito I, Kramat Pela, Kebayora Baru, Jakarta Selatan.
    Instagram
    @nasimercon.id
    Jam Operasional Rabu – Senin, 18.00 – 00.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 15.000 – Rp 30.000
    Tipe Kuliner Tradisional, Indonesia
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    Rela Nunggu 2 Jam Demi Cicip Nasi Mercon Viral di BaritoAgar dapat nomor antrean awal, disarankan untuk datang 1 jam sebelum pemesanan dimulai. Foto: Tim detikfood

    Menunggu hingga berjam-jam

    Mendatangi kawasan Barito sekitar pukul 4 sore (6//5) beberapa gerai tampak sudah bersiap dan membuka tokonya. Ternyata setelah menyambangi Nasi Mercon Barito mereka hanya buka untuk melakukan persiapan saja dan belum bisa menerima pesanan.

    Tetapi bagi pelanggan yang datang lebih awal diperbolehkan untuk mengambil nomor antrean. Datang sekitar pukul 4 lebih sekian menit kami mendapatkan antrean nomor 2.

    Secarik kertas kecil dengan catatan pilihan menu diberikan kepada kami oleh salah satu petugas kedai dengan nomor 2 yang dituliskan pada sudutnya. “Ini nomor antreannya ya. Nanti kami panggil kalau sudah bisa pesan atau bisa juga lihat kalau sudah ada antrean langsung masuk saja. Ini nomor awal, boleh maju duluan,” kata salah satu pekerja yang mengarahkan kami.

    Setelah menunggu kurang lebih selama 2 jam kami akhirnya bisa ikut antrean pada nasi mercon tepat pukul 6 sore. Tak disangka antreannya sudah mengular hingga menutupi tiga ruko di sampingnya, beruntung kami mendapat nomor awal.

    Rela Nunggu 2 Jam Demi Cicip Nasi Mercon Viral di BaritoAda banyak lauk pauk yang dapat dipesan sesuai selera pembeli. Foto: Tim detikfood

    Varian menu yang beragam

    Pada secarik menu kecil yang diberikan kami melihat ada beberapa pilihan lauk. Seperti Nasi Ceker Mercon, Nasi Kulit Ceker, Nasi Telur Barendo, serta beberapa menu lain yang dapat dicampur dalam satu piring.

    Ketika tiba tepat di depan gerainya kami juga disambut dengan deretan lauk pauk yang telah dimasak dengan bumbu mercon yang khas. Ada bakso mercon, ceker dengan tulang, ceker tanpa tulang, kulit ayam crispy, hingga ikan cakalang bumbu mercon.

    Tidak hanya lauknya saja, Nasi Mercon Barito juga menyediakan pilihan varian nasi. Ada nasi putih, nasi jeruk, dan nasi mercon yang membuat isian piring semakin pedas menantang.

    Harganya tentu berbeda-beda. Seporsi paket nasinya dibanderol mulai dari Rp 15.000an dengan pilihan ekstra nasi yang bisa dipesan dengan menambah Rp 7.000 per porsinya.

    Pedas menyengat nasi mercon dan lauk pauknya ada di halaman selanjutnya.

    Rela Nunggu 2 Jam Demi Cicip Nasi Mercon Viral di BaritoNasi Telur Barendonya tak kalah dengan lauk pauk mercon yang pedas menyengat. Foto: Tim detikfood

    Renyahnya Nasi Telur Barendo

    Tren nasi telur yang banyak disajikan di mana-mana juga dihadirkan oleh Nasi Mercon. Bedanya jenis telur yang dihidangkan bersama nasi putih hangat adalah telur barendo yang keriting dan renyah teksturnya.

    Seporsi menu bernama Nasi Telur Barendo dibanderol Rp 15.000 dengan isian yang kami pilih berupa nasi putih hangat, telur barendo, dan tambahan sambal khas Nasi Mercon.

    Telur barendonya baru digoreng ketika ada pesanan saja, persediaannya juga tak terlalu banyak setiap harinya. Tekstur telurnya renyah di luar dan lembut gurih di dalam.

    Salah satu yang membuat lebih lengkap adalah sambal khas yang dibubuhkan di bagian atas telurnya. Sambal yang dibuat dengan dominan cabai segar yang pedasnya seolah menggigit lidah pada tiap suapannya.

    Nasi Mercon Mix yang pedas menggelegar

    Rela Nunggu 2 Jam Demi Cicip Nasi Mercon Viral di BaritoNasi Mercon Mix dapat menjadi alternatif memadukan beberapa lauk dalam satu piring. Foto: Tim detikfood

    Selain menu Nasi Telur Barendo kami juga memesan menu Nasi Mercon 3 Mix. Artinya menu ini menyajikan 3 jenis lauk pelengkap yang bisa kami pilih sendiri sesuai dengan ketersediaan lauk saat itu.

    Harga Nasi Mercon 3 Mix dibanderol Rp 30.000 dengan beberapa pilihan jenis nasi yang dapat disesuaikan. Saat itu kami memilih lauk bakso mercon, ikan cakalang, dan kulit ayam krispi dengan jenis nasi mercon.

    Bumbu mercon yang diaduk dengan nasi putih hangat membuat rasa pedasnya menyebar dengan cepat pada rongga mulut. Bakso dan ikan cakalang mercon yang lembut juga membuat sensasi seolah terbakar tetapi bikin ketagihan.

    Oh ya, tak lupa kami memang sengaja menambahkan kulit krispi untuk memberi tekstur renyah. Rasa renyah dari kulit krispi melengkapi antara nasi yang lembut, bakso mercon yang kenyal, serta suwiran ikan cakalang yang juga lembut gurih pada tiap suapannya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Di Kafe Slow Bar Gaya Australia Ini Bisa Ngopi Gesha Jairo Arcila


    Jakarta

    Kafe slow bar ini mengusung konsep gaya Australia. Mulai dari pelayanan hingga menu kopi yang ditawarkan, ada kopi mocha hingga kopi Gesha Jairo Arcila.

    Kafe slow bar semakin banyak peminatnya. Maka tak heran jika kini banyak kafe slow bar yang bermunculan dengan berbagai konsep. Salah satu yang menarik adalah Long Road Coffee.

    Long Road Coffee berlokasi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tepatnya di Jalan Jl. Panjang Arteri Klp. Dua Raya. Setelah beberapa bulan vakum karena renovasi, akhirnya kafe ini kembali buka.


    Berbeda dengan yang lain, kafe slow bar yang satu ini mengusung konsep gaya Australia. Untuk beberapa menunya pun menggunakan bahan-bahan yang dibawa langsung dari Australia.

    1. Bergaya Australia

    Long Road CoffeeLong Road Coffee bergaya Australia. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bahrel Latief, owner Long Road Coffee mengatakan bahwa kafe slow bar miliknya dibuat dengan gaya Australia. Itu karena ia sempat tinggal di Australia dalam waktu lama.

    “Konsep yang ingin dibawa adalah budaya ngopi di Australia. Baik secara hospitality maupun biji kopi yang ditawarkan. Karena kita masih menggunakan beberapa bahan baku dari Australia,” ujar Bahrel kepada detikFood (08/05/24).

    Bahrel menceritakan bahwa kebanyakan kafe di Australia menggunakan biji kopi dan bahan-bahan lokal. Jadi, di kafenya ini Bahrel tetap tidak meninggalkan bahan-bahan lokal juga.

    2. Jam buka

    Long Road CoffeeLong Road Coffee Foto: detikcom/Riska Fitria

    Jika biasanya kafe slow bar memiliki waktu buka yang terbatas, maka berbeda dengan Long Road. Kafe slow bar ini buka setiap hari kecuali hari Jumat.

    Mulai dari jam 10.00 sampai 21.30. Jadi, pengunjung bisa bebas berkunjung tanpa harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Setelah direnovasi, kafenya menjadi lebih luas.

    Ada area indoor dan outdoor yang bisa dipakai pengunjung untuk bisa nongkrong dan menikmati kopi. Suasananya nyaman dengan aroma kopi yang menyeruak di dalam ruangan.

    Ulasan tentang Long Road ada di halaman selanjutnya.

    3. Hospitality yang ditawarkan

    Long Road CoffeeLong Road Coffee Foto: detikcom/Riska Fitria

    Lebih lanjut Bahrel juga menceritakan bahwa kafe di Australia k 80% berkonsep coffee to go, sehingga tempatnya tidak begitu luas dan untuk pelayanannya tidak begitu lama.

    “Sebenarnya sama, tapi hospitality itu alurnya lebih cepet aja. Jadi lebih ke arah work flow-nya bagus, jadi lebih efisien dan produk yang ditawarkan itu konsisten setiap waktu,” tutur Bahrel.

    Namun, di Long Road Cafe ini sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin berinteraksi soal kopi. Bahkan cocok jadi tempat belajar kopi bagi pemula.

    Long Road CoffeeLong Road Coffee menawarkan es kopi susu yang legit dan wangi. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Di sini juga menawarkan kopi susu Signature Ice White seharga Rp 35.000. Alih-alih pakai gula aren, kopi susu disini diracik pakai sirup, sehingga memberikan rasa legit wangi.

    “Lebih wangi, gak begitu manis, tapi ada rasa buah-buahannya juga karena campuran dari bahan-bahan yang dipakai, dan teksturnya creamy,”.

    4. Memadukan bahan Australia dan lokal

    Long Road CoffeeLong Road Coffee Foto: detikcom/Riska Fitria

    Long Road menawarkan beberapa biji kopi dan bahan-bahan baku lainnya dari Australia. Selain itu, Bahrel juga berkolaborasi dengan beberapa roastery yang ada di Jakarta.

    “Untuk biji kopi aku sangat mengkurasi. Ada sebagian yang dibawa dari Australia dan ada juga dari lokal,” ujar Bahrel.

    Selain menu kopi, Long Road Coffee juga menawarkan beberapa cemilan yang cocok dipadupadankan. Untuk variannya biasanya tergantung ketersediaan.

    Saat detikFood menyambangi kafenya, camilan yang tersedia ada kue kamir, pisang goreng madu, dan cranberry cheese yang harganya dibanderol mulai Rp 5.000.

    5. Ada Mocca yang jadi andalan

    Long Road CoffeeLong Road Coffee menawarkan menu Mocca yang jadi andalan. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Salah satu menu yang wajib kamu coba di sini adalah Mocha seharga Rp 30.000. Menu ini menggunakan house blend dari Ethiopia campur Brazil.

    “Kita kolaborasi dari Gustavo Coffee Roastery. Kita pakai biji kopi di Ethiopia dan Brazil yang sangat umum di pakai di kafe-kafe Australia,” tutur Bahrel.

    Kopi tersebut kemudian dipadukan dengan cokelat dari Australia. “Untuk menu ini, aku ingin nonjolin rasa cokelat dan bold dari kopinya,” lanjutnya.

    Menu ini memiliki perpaduan rasa yang seimbang antara kopi dan cokelatnya. “Jadi rasa kopinya tetap kuat, terus cokelatnya juga gak over power,” tutur Bahrel.

    6. Kopi filter yang eksotik

    Long Road CoffeeLong Road Coffee Foto: detikcom/Riska Fitria

    Ada juga menu kopi filter yang diracik dengan metode full washed. Salah satunya ada yang menggunakan biji kopi Santa Fe dari Kolombia yang lebih manis dan aromatik.

    Selain itu, ada juga yang menggunakan biji kopi varietas Jairo Arcilla Gesha yang karakteristiknya tak kalah unik. Rasanya manis seperti permen karet.

    “Untuk alat set upnya pakai timbangan yang bisa nimbang atas dan bawah. Untuk drippernya pakai yang CT62. Dripper itu lebih muda buat nyeduh kopi,” ujar Bahrel.

    Dengan menggunakan dripper tersebut, Bahrel mengatakan bisa membuat kopi memiliki karakteristik lebih clean, fruity, dan aromanya lebih wangi.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Renyah! Bubur Ayam Topping Kulit Krispi yang Populer Sejak 1990


    Jakarta

    Di Jalan Barito banyak kuliner menarik. Salah satunya bubur ayam Bandung ini. Sudah dikenal sejak tahun 1990, bubur diracik dengan kulit ayam krispi! Mantap!

    Sepotong jalan Barito di Jakarta Selatan dulu dikenal dengan pasar burung. Tetapi kini dikenal dengan beragam penjaja kuline rpopuler. Pilihannya beragam, mulai dari makanan berat tradisional hingga dessert kekinian.

    Salah satu gerai makanan baru yang melengkapi jajaran kuliner di Barito adalah bubur ayam oriental Bandung. Meskipun di jalan Barito inui juga ada bubur ayam lain yang lebih dulu populer.


    Nama gerainya yaitu Bubur Ayam H.Oded. Lokasinya persis di sebelah gerai puding Paman Barito yang viral. Sajian bubur ayam di gerai ini menarik perhatian karena dilengkapi dengan berbagai macam topping. Mulai dari cakwe, kacang, ayam, telur, kulit basah, sampai kulit kripsi juga ada.

    detikFood pun sempat menyambangi bubur ayam Bandung ini untuk membuktikan kelezatannya. Begini cita rasa bubur ayam ini.

    1. Dari Bandung dan sudah ada sejak 1990

    Bubur Ayam H.Oded di BaritoBubur Ayam H.Oded di Barito sebenarmnya punya racikan yang sudah ada sejak 1990. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Diantara beberapa gerai makanan di Jalan Barito, hadir bubur ayam ini yang punya konsep oriental modern dengan sentuhan racikan zaman dulu.

    Rupanya bubur ayam ini berasal dari Bandung dan sudah ada sejak tahun 1990. Pemiliknya pun memutuskan untuk membawa bubur ayam racikan tersebut ke Jakarta.

    Bubur Ayam H.Oded menawarkan bubur ayam oriental Bandung yang dipadukan dengan sentuhan lokal dan modern. Tekstur buburnya cukup kental, dilengkapi dengan topping beragam. Mulai dari ayam, cakwe, bahkan ada kulit basah sampai kulit krispi.

    2. Tidak perlu antre

    Kuliner di Barito memang terkenal dengan antrean panjang. Di bubur H.Oded ini kamu tak perlu antre. Gerai Bubur Ayam H.Oded di Jalan Barito termasuk salah satu yang baru saja buka. Mereka secara resmi mulai berjualan di Jakarta sejak tanggal 2 Mei lalu.

    Berbeda dengan kebanyakan kuliner di Jalan Barito yang baru buka pukul 17.00 atau 18.00 WIB, bubur ayam ini buka lebih awal. Pukul 16.00 WIB mereka sudah mulai menyiapkan gerai dan pukul 16.30 bubur ayam sudah bisa dipesan.

    Saat gerainya buka, kamu bisa langsung memesan bubur ayam. Penyajiannya juga tidak lama. Setelah memesan, pelanggan bisa langsung duduk di meja dan kursi yang tersedia di depan gerai mereka.

    Bubur H.Oded pun bisa menjadi pilihan makan malam di Jalan Barito yang ringan, tetapi mengeyangkan.

    Bagaimana cita rasa bubur Bandung di Barito ini? Lihat halaman selanjutnya!

    3. Punya 5 jenis topping

    Bubur Ayam H.Oded di BaritoBerikut menu lengkap serta harga pada gerai Bubur Ayam H.Oded. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Gerai Bubur H.Oded hanya menawarkan menu bubur ayam saja. Tidak ada menu makanan lain. Kamu bisa memesan bubur ayam 1 atau 1/2 porsi. Harga seporsi bubur dibanderol sekitar 12.000 sampai Rp 18.000 an saja.

    Seporsi bubur dilengkapi topping ayam, cakwe, kacang, dan daun seledri. Namun, kamu bisa menambah kurang lebih 5 topping lainnya.

    Pilihan topping ada kulit basah, telur, aneka sate, kulit krispi, dan ekstra ayam. Untuk topping tambahan dikenakan biaya Rp 5.000 per topping.

    Selain itu, kamu juga bisa menambah aneka kerupuk (Rp 5.000) dan ada minuman soda badak juga (Rp 15.000).

    4. Bubur Bandung yang lembut gurih

    Bubur Ayam H.Oded di BaritoToppingnya beragam, tetapi salah satu yang spesial yaitu kulit krispinya! Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    DetikFood memesan dua porsi bubur dengan topping yang berbeda. Satu mangkuk kami pesan untuk 1 porsi bubur dengan topping, seperti sate usus, kulit basah, kulit krispi, ekstra ayam, dan kerupuk. Kurang lebih harga semangkuk lengkap ini harganya Rp 43.000.

    Menurut kami harganya sepadan dengan porsi yang disajikan. Porsi buburnya memenuhi hampir bagian mulut mangkuk. Topping yang diberikan juga tidak pelit.

    Tekstur buburnya tidak cair, tetapi lebih kental dan padat. Rasa buburnya gurih kaldu dengan aroma bawang putih dan minyak wijen yang cukup kuat.

    Dimakan dengan topping sederhana saja sudah enak. Namun, tambahan topping bisa membuat semangkuk bubur ayam itu punya tekstur dan rasa yang lebih kompleks.

    Kulit basahnya kenyal, sate ususnya juga empuk. Sate kulit krispi dan kerupuknya nya menambah tekstur renyah pada bubur. Kulit ayam digoreng krispi dengan balutan tepung sehingga lebih renyah.

    Bubur Ayam H.Oded di BaritoBisa juga dilengkapi dengan kerupuk kulit hingga telur mentah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk mangkuk kedua, kami memesan porsi 1/2 dengan tambahan topping sate ati ampela, kulit basah, kulit krispi, ekstra ayam, kerupuk dan tambahan telur.

    Mangkuk kedua ini punya rasa yang cukup berbeda karena ada tambahan telur mentahnya. Tambahan telur membuat teksturnya jauh lebih creamy gurih.

    Soal rasa, tidak ada aroma amis dari telurnya. Telur mentah ini justru membuat bubur semakin gurih. Tambahan sate ati ampelanya juga kenyal gurih membuat bubur makin sedap. Apalagi disuap dengan dengan kulit krispi dan kerupuk kulitnya.

    Bubur Ayam H.Oded di BaritoMereka juga menyediakan sambal chili oil yang pedas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bagi pecinta pedas, bubur ayam ini sebenarnya juga disajikan dengan sambal terpisah. Mereka menggunakan jenis sambal chili oil.

    Meskipun hanya ditambah sedikit, tetapi sambalnya sudah terasa pedas di lidah. Selain pedas, juga terasa terasi yang kuat pada sambal ini.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai


    Jakarta

    Di kawasan Old Shanghai, Jakarta ada banyak jajanan kaki lima dengan tampilan modern dan kekinian yang menarik. Dari kue cubit hingga bakso goreng.

    Old Shanghai merupakan salah satu tempat wisata kuliner terbaru di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur. Wisata kuliner ini dibangun dan dikembangkan oleh Agung Sedayu Group.

    Dengan konsep wisata kuliner semi outdoor dan semi indoor, totalnya ada puluhan gerai makanan yang bisa dicoba di sini. Tak ketinggalan jajaran kuliner kaki lima yang dikemas apik dan modern di Old Shanghai.


    Berikut enam rekomendasi makanan, camilan hingga dessert enak yang bisa ditemukan di Old Shanghai.

    1. Baso Goreng Goki

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Penggemar jajanan gurih bisa coba Baso Goreng Goki yang ada di dalam Old Shanghai. Di sini menjual bakso goreng halal yang menggunakan campuran ayam dan udang.

    Per porsinya sekitar Rp 40.000 terdiri dari lima buah bakso goreng ukuran sedang. Tekstur bakso goreng di sini renyah dan gurih, apalagi dicocol dengan saus sambalnya yang khas. Dijamin bikin nagih!

    2. Cortners

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Tak jauh dari gerai Baso Goreng Goki, ada Cortners yang spesialis menyajikan jajanan kaki lima modern. Di sini menjual beragam camilan dari hottang, waffle dengan es krim, crispy chicken sampai churros.

    Selain itu di sini ada menu andalannya yaitu Cempedak Goreng harganya Rp 23.000 saja sudah dapat cocolan gula aren yang legit. Oh ya, gorengan cempedak di sini digoreng dadakan jadi dijamin masih panas saat dimakan.

    3. Kedai Kue Cubit

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Bagi yang mau nostalgia dengan jajanan klasik dari era 90an, bisa ke Kedai Kue Cubit yang masih satu deretan dengan Cortners. Gerai ini menjual berbagai rasa kue cubit dengan topping kekinian seperti Nutella, Lotus Biscoff, Skippy dan masih banyak lagi.

    Kalau ingin cicip semua rasanya bisa coba Kue Cubit Mix isi 12 dengan aneka topping yang berbeda. Harganya Rp 35.000 per porsi, bisa pesan matang atau setengah matang.

    4. Gerobak Ku

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Kalau ingin makan kenyang dan hemat di dalam Old Shanghai, tak perlu khawatir di sini banyak makanan dengan harga terjangkau. Salah satunya kedai Gerobak Ku menawarkan rice bowl dengan lauk yang minimalis.

    Salah satunya ada menu Gohyong Asam Manis dengan nasi seharga Rp 25.000 yang mengenyangkan. Bisa juga pesan Ayam Jagung dengan Kentang goreng seharga Rp 25.000 yang tak kalah enak.

    5. Halo Meals

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Kalau masih belum kenyang, ada gerai Halo Meals yang memiliki menu unik dan berbeda dari yang lain. Di sini mengusung konsep rice bowl, tapi yang menarik menunya ada ayam goreng hitam yang menggunakan charcoal.

    Menu yang wajib dicoba ada Rice Bowl Matah (Rp 45.000), lalu ada camilan Cumi Hitam Crispy Balado (Rp 35.000) yang rasanya unik. Oh ya porsi kedua makanan ini juga royal dan bisa disantap untuk 1-2 orang lho.

    6. Teh Kotjok

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Puas ngemil dan makan enak sambil keliling di Old Shanghai, waktunya menyegarkan dahaga dengan yang manis-manis. Di Old Shanghai ada gerai Teh Kotjok yang lagi hits dan diminati di sana.

    Menu Teh Kotjok dengan cincau dan buah leci ini harganya kisaran Rp 24.000 saja. Proses pembuatan teh yang dikocok membuat rasa manis cincau hingga lecinya menyatu dengan sempurna.

    Semua gerai makanan di Old Shanghai rata-rata beroperasi dari jam 10.00 – 21.30. Semua pembayaran sudah bisa menggunakan QRIS jadi aman kalau mau jajan di sini. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967


    Jakarta

    Berawal dari bakso pikulan sederhana, warung bakso legendaris ini mampu bertahan 57 tahun. Tetap mempertahankan racikan bakso dan kaldu yang lezat.

    Kulineran di kawasan Tangerang memiliki banyak pilihan tempat makan yang bisa disesuaikan dengan selera. Mau cari tempat makan kekinian dan modern, atau blusukan cari warung makan legendaris juga mudah ditemukan di Tangerang.

    Salah satunya warung bakso sederhana milik Pak Bandi yang sudah terkenal sejak dulu di Tangerang. Warung bakso ini sudah berjualan lebih dari 57 tahun dan mampu bertahan sampai sekarang.


    Walau hanya berjualan bakso, Pak Bandi rupanya memiliki racikan hingga ciri khas tersendiri dari bakso yang dijualnya. Berikut penelusurannya.

    1. Warung Bakso Paling Legendaris di Tangerang

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Membicarakan kuliner legendaris di Tangerang, nama warung bakso Pak Bandi kerap muncul di daftar rekomendasi warga Tangerang. Warung bakso ini letaknya cukup tersembunyi di kawasan pemukiman Sukabakti, Sukasari, Kota Tangerang.

    “Awal mulanya, bapak itu jualan dari tahun 1967 tapi memang baru terkenal ditahun 1968. Dulu Pak Bandi jualannya pakai pikulan dulu keliling desa, terus semakin banyak pelanggan bapak akhirnya ganti jualan pakai gerobak. Baru di tahun 1985 bapak buka warung bakso kecil-kecilan,” jelas Pak Samhuri selaku anak dari Pak Bandi, yang sudah meneruskan usaha bakso ini sejak tahun 2020.

    Pak Samhuri menceritakan bahwa dulunya sang ayah hanya menumpang di teras milik rumah mertua untuk berjualan bakso. Setelah uang terkumpul dari jualan bakso, baru Pak Bandi menyulap rumah tinggalnya menjadi warung sekaligus dapur produksi bakso.

    2. Hanya Jual Bakso Polos

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Pak Samhuri, penerus Warung Bakso Bandi. Foto: detikFood

    Berbeda dengan warung bakso lainnya yang menyediakan bakso urat hingga bakso telur, kalau di Pak Bandi hanya ada bakso polos. Rupanya ada alasan tersendiri mengapa Pak Bandi hanya menjual bakso polos saja.

    “Jadi saat masih jualan bakso dipikul, bapak memang buat bakso urat juga. Cuma pernah satu hari, mungkin bapak lagi apes ya, bagian daging uratnya masih mentah akhirnya banyak pembeli yang komplain. Dari sana bapak mutusin buat jual bakso polos saja sampai sekarang,” sambung Pak Samhuri.

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Semua bakso di sini digiling dan diolah sendiri. Perbandingan antara daging sapi dengan tepungnya juga sekitar 2/5. Jadi meski baksonya polos tapi tekstur daging sapi serta rasa dagingnya tetap terasa di setiap suapan.

    3. Pakai Kaldu dan Tulang Ayam

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Selain hanya menjual bakso polos, Pak Bandi lebih memilih menggunakan kaldu dari tulang ayam dibandingkan tulang sapi. Menurut Pak Samhuri penggunaan kaldu ayam ini memang sudah jadi ciri khas Pak Bandi yang membedakannya dengan penjual bakso lainnya.

    “Selain itu semua kaldu ayam itu kita biasanya rebus sampai 2-3 jam hingga kaldunya keluar. Lalu kita diamkan selama sehari baru dipakai besoknya, jadi kaldu yang dipakai hari ini untuk kuah bakso itu dimasaknya kemarin. Tujuannya biar rasa kaldunya itu legit dan gurih,” jelas Pak Samhuri.

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Keunikan lainnya juga terletak pada penggunaan tulang ayam sebagai topping makan bakso. Seporsi harganya Rp 8.000 berisi tulang dan daging ayam rebus yang empuk.

    “Orang-orang banyak yang suka tulang ayam di sini, biasa dimakan sama bakso katanya buat rasanya lebih gurih. Ada juga yang langsung dimakan tanpa bakso,” sambung Pak Samhuri.

    4. Bakso Legendaris Tanpa Pengawet

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Seporsi bakso Pak Bandi harganya hanya Rp 20.000 saja, bisa pilih mau pakai bihun atau mie kuning yang diproduksi sendiri. Ukuran baksonya juga ada dua jenis, ukuran sedang dan ukuran kecil. Tapi kebanyakan bakso ukuran kecil ini hanya pelanggan lama saja yang tahu.

    Untuk tekstur baksonya sendiri tipe yang kenyal dan lembut, meski polos tapi rasa daging sapinya tetap ‘medok’. Begitu juga dengan kuah baksonya yang lebih ringan karena menggunakan kaldu ayam. Rasa kaldunya gurih mirip seperti makan sop ayam bening.

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    “Sambal dan saus juga kita produksi sendiri. Jadi cabe kita haluskan sampai biji-bijinya hancur sehingga sambalnya ini encer dan lebih enak kalau dicampur ke kuah bakso,” tutur Pak Samhuri.

    5. Warung Bakso Favorit Lintas Generasi

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Sebelum pandemi COVID-19, setiap harinya warung bakso Pak Bandi bisa menghabiskan 40 kg daging sapi untuk membuat bakso. Tapi kini di angka 12 kg – 20 kg saja.

    “Memang ada penurunan saat pandemi ya, tapi alhamdulilah pelanggan setia masih banyak yang mampir dan makan ke sini. Ada banyak pelanggan yang dulunya ke sini masih SD, sekarang sudah bawa anak buat makan di sini,” kenang Pak Samhuri.

    Salah satu pelanggan bakso Pak Bandi, bernama Riska sudah dua tahun terakhir menjadi langganan di warung bakso tersebut. Meski masih terbilang baru, tapi Riska dan teman-temannya tak pernah absen untuk makan di sini setiap minggunya.

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Riska salah satu pelanggan setia Warung Bakso Pak Bandi. Foto: detikFood

    “Saya sudah dua tahun terakhir langganan di sini, yang paling saya suka jelas tulang ayamnya karena gurih banget. Selain itu baksonya juga enak, tekstur dagingnya berasa. Biasanya saya selalu ke sini kalau sedang ingin makan bakso,” pungkas Riska ke detikFood.

    Bagi yang penasaran ingin mencoba bakso legendaris di Tangerang ini, bisa langsung mampir ke Warung Pak Bandi. Setiap harinya buka dari jam 08.30 pagi hingga jam 15.00 kecuali hari Jumat libur. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’


    Jakarta

    Di Tangerang ada rumah makan berusia puluhan tahun terkenal dengan menu ayam goreng dan bakarnya. Tak ketinggalan sambal terasinya yang mantap.

    Menu ayam goreng dan ayam bakar memang jadi ‘comfort food’ banyak orang. Di setiap restoran, rumah makan hingga warung tenda banyak menyajikan kedua menu ini.

    Kalau sedang berada di kota Tangerang, wajib untuk mampir ke rumah makan Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur yang ada di JL. MT. Haryono, Tangerang.


    Rumah makan ini sudah berdiri ada tahun 1992 atau , konsisten dengan menu ayam bakar dan ayam gorengnya yang menggunakan ayam kampung enak.

    Berikut beberapa menu andalan yang wajib dicoba di sini.

    1. Rumah Makan Ayam Goreng Legendaris

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Berlokasi di jalan raya MT. Haryono, tak sulit untuk menemukan rumah makan yang satu ini. Di tepi jalan tampak plang kuning dengan tulisan Ayam Goreng/Bakar ‘BOROBUDUR’. Rumah makan sederhana ini berdiri di bangunan yang mirip seperti rumah lama.

    Area tempat makannya luas dan mampu menampung ratusan pengunjung dalam satu waktu. Menilik sejarahnya, rupanya rumah makan Borobudur ini pertama kali didirikan oleh Aliong di tahun 1992.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Dulu orangtua saya yang mendirikan ini di tahun 1992. Dari awal lokasinya sudah di sini, memang kami sempat pindah ke seberang jalan tapi karena waktu itu bangunan ini sedang direnovasi,” ungkap Manggara Sintong selaku anak dan penerus dari rumah makan Borobudur ke detikFood (24/05).

    Sintong meneruskan usaha ini sejak tahun 2015 silam, meski begitu semua resep dan racikan makanan di sini masih menggunakan pakem resep dari sang ayah.

    2. Hanya Menggunakan Ayam Kampung

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Sintong bercerita bahwa sang ayah merintis restoran ayam goreng ini tanpa ada background di dunia kuliner. Hanya saja sang ayah suka kulineran dan mencicipi makanan di berbagai kota.

    Inspirasi munculnya rumah makan ayam goreng ini tak lepas ketika Aliong kulineran di Glodok dan menemukan tempat makan ayam goreng yang enak. Berbekal dengan keahlian dan pengetahuannya, Aliong akhirnya berhasil menciptakan resep ayam goreng yang enak dan sesuai dengan seleranya.

    “Menu andalan kami tentu saja ayam gorengnya ya. Kami hanya pakai ayam kampung yang masih muda, terus kami ungkep cukup lama agar bumbunya meresap dan teksturnya itu tidak alot. Besar api juga kita kontrol agar tingkat kematangan ayam ini sempurna,” ungkap Sintong.

    3. Ayam Goreng dan Ayam Bakar Legendaris

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Satu ekor ayam goreng dan ayam bakar harganya Rp 92.000. Bisa dimakan untuk 3-4 orang. Banyak pelanggan di sini yang bilang ketagihan sama kremesan dari ayam goreng kita. Begitu juga dengan bumbu ayam bakar kita yang tidak dominan kecap tapi sedikit kemerahan,” lanjut Sintong.

    Benar saja rasa ayam goreng di sini memang juara. Paduan kremesan yang sudah gurih, ditambah dengan bumbu ungkep kuning rahasia ala Borobudur yang menyerap sampai ke serat daging.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Tak lupa cocolan sambal terasinya yang menjadi ikon di rumah makan ini. Tipe sambal terasi yang sedikit manis, tidak terlalu pedas tapi menyempurnakan rasa umami dari ayam goreng tersebut.

    Begitu juga dengan rasa ayam bakarnya, karena diungkep dalam waktu yang lama jadi daginnya mudah terlepas dari tulangnya. Rasa ayam bakarnya unik karena ada sensasi rasa pedas, manis dan asam layaknya saus BBQ.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Kalau ayam goreng ciri khasnya di kremes, kalau ayam bakar kami memang di bumbu olesannya yang kami racik sendiri. Sambal terasinya pun kami olah dengan resep milik keluarga,” sambung Sintong.

    4. Sayur Asam dan Tahu Tempe yang Enak

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Bukan hanya menjual ayam goreng dan ayam bakar saja, tapi rumah makan Borobudur ini juga terkenal dengan menu sayur asemnya yang bikin nagih.

    Seporsi sayur asem di sini harganya Rp 15.000 bisa disantap untuk dua orang. Untuk isiannya sebenarnya standar, ada labu, jagung hingga kacang tanah. Namun letak spesialnya terdapat pada tambahan asem Jawa yang cukup banyak sehingga warna kuah sedikit keruh dan asam segar.

    “Memang di sini sayur asemnya kita tambahkan asam Jawa yang cukup banyak. Ada pelanggan yang suka, tapi tak sedikit juga yang komplain katanya keaseman. Kembali lagi sebenarnya ke selera masing-masing ya,” tutur Sintong.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Untuk tahu dan tempe pun semuanya diracik dengan bumbu ungkep pilihan. Mereka rupanya sudah langganan dengan pemasok tahu dan tempe selama puluhan tahun untuk menjamin kualitas tahu dan tempe yang disajikan.

    5. Pelanggan dari Mana-mana

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Rumah makan ini karena sudah cukup lama berdiri memang pelanggan dan pembelinya ada dari mana-mana. Kalau untuk nama Borobudur sendiri sebenarnya kami terinspirasi dari candi Borobudur, harapannya semoga rumah makan ini dapat bertahan seperti Borobudur,” tutur Sintong.

    Ketika ditanya gaya makanan di sini, Sintong menuturkan bahwa makanan yang disajikan lebih ke arah masakan Sunda. Jadi jelas rasanya berbeda dengan ayam goreng serta ayam bakar khas Jawa.

    Sementara untuk para pelanggannya kebanyakan yang datang sudah langganan lebih dari sepuluh tahun. Salah satunya Pak Subeng, pria berusia 65 tahun ini sudah berlangganan di rumah makan Borobudur sejak 15 tahun yang lalu.

    “Rumah saya kan di Bintaro, nah saya sering ke sini buat makan siang sendiri. Biasanya saya ke sini sama istri saya, cuma karena istri saya sedang pergi jadi saya makan ke sini sendirian. Untuk menu makanan yang saya suka pastinya ayam goreng ya, tapi kadang pesan juga ayam bakar. Sama yang tak boleh ketinggalan itu sayur asemnya. Sayur asem di sini enak dan beda dari tempat lain,” pungkas Pak Subeng.

    Selain menu di atas, rumah makan ini juga menjual sop buntut, usus goreng, karedok, gurame goreng hingga udang goreng mentega. Semua makanan dan minuman di sini halal.

    Setiap harinya rumah makan ini buka dari jam 08.00 – 21.00. Tidak tersedia di aplikasi online, jadi hanya bisa pesan langsung di tempat.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Sensasi Makan ‘B2 Guling’ Bebek Peking yang Dimarinasi 24 Jam


    Jakarta

    Liburan di Bali ingin cicip sajian bebek berbeda? Bebek guling dari Paon Dwaji layak dicoba. Kelezatannya konon menyamai Babi Guling hingga banyak disebut sebagai B2 Guling ‘halal’ oleh pembeli.

    Kuliner ayam dan bebek di Bali tak terhitung jumlahnya. Tiap tempat pastinya punya bumbu, gaya masak, dan racikan tersendiri hingga memikat selera pembeli.

    Namun belakangan ada tempat makan bebek di Denpasar Barat yang ramai dibicarakan karena keunikan yang ditawarkan. Tempat makan ini juga disebut sebagai ‘hidden gems’ karena lokasinya tersembunyi di dalam gang.


    Popularitasnya meroket usai diliput banyak konten kreator sejak pertengahan tahun lalu. Menu yang ditawarkan hanya bebek dan ayam dengan 3 olahan spesial yaitu panggang, guling, dan betutu.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Paon Dwaji
    Alamat Gg. Kertapura V No.26, Pemecutan Klod, Kec. Denpasar Barat, Bali
    No Telp 0813-3977-3571
    Jam Operasional 11.00-16.00 WITA, Minggu libur
    Estimasi Harga Rp 200 ribu untuk seekor bebek guling
    Tipe Kuliner Olahan ayam dan bebek
    Fasilitas
    • Makan di area sederhana di tempat
    • Pesan lewat ojek online

    Paon Dwaji dirintis sejak 2017

    Paon Dwaji: Sensasi Makan 'B2 Guling' Bebek Peking yang Dimarinasi 24 JamPintu masuk Paon Dwaji yang areanya berupa pekarangan rumah. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    detikfood bertemu dengan I Dewa Made Oka (23/5/2024) selaku pemilik Paon Dwaji. Ia menceritakan usahanya sudah dirintis sejak 2017. “Semuanya mengalir, nggak direncanakan (bisnis kuliner). Ngikutin kata hati, permintaan pembeli juga, minta ini coba bikin ini,” katanya mengawali cerita.

    Sebelumnya Pak Oka tidak memiliki latar belakang di dunia kuliner. Ia adalah seorang pekerja serabutan. “Pertukangan juga (dikerjakan),” lanjutnya.

    Saat merintis Paon Dwaji, menu pertama yang dijual adalah ayam panggang. Ayamnya bisa memakai ayam kampung atau ayam negeri, tapi harus preorder H-1.

    Penjualannya juga tidak langsung, tetapi via aplikasi online. Pak Oka mengatakan, “Terlahir dari jualan online, sampai sekarang pun masih jualan online. Orang beli takeaway masih 90%, yang dine-in sekitar 10%.”

    Menu bebek guling disebut ‘B2 halal’

    Paon Dwaji: Sensasi Makan 'B2 Guling' Bebek Peking yang Dimarinasi 24 JamI Dewa Made Oka menunjukkan bebek guling yang baru dikeluarkan dari oven panggang. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Bebek guling yang jadi menu andalan Paon Dwaji tergolong menu baru karena baru ada sekitar 4 tahun. “Pas pandemi Covid-19 itu. Banyak orang yang bikin ayam guling di luaran, mereka nanya ke saya ‘Ada ayam guling nggak?’. Jadi saya terinspirasi,” kata Pak Oka.

    Ia pun kini menciutkan menu yang dijual agar tak kewalahan dalam memproduksinya. Kini secara umum menunya terbagi atas 3 bahan yaitu ayam kampung, ayam negeri, dan bebek. Olahannya juga ada 3 yaitu, panggang, guling, dan betutu.

    Diakui Pak Oka, bebek guling di sini banyak disebut sebagai B2 halal karena berbahan bebek. Proses pembuatannya kurang lebih sama dengan B2, tapi alat masaknya yang berbeda.

    “Kalau babi guling kan masaknya secara tradisional diputar. Kalau ini pakai alat panggang modern, pakai oven gas,” katanya. Meski begitu, masih ada unsur tradisional yang dipakai yaitu bebek dipanggang bersama sabut kelapa.

    Bebek guling disajikan utuh, termasuk kepala dan kakinya. Hal ini terkait asal-usul menu pertama yang dibuat Pak Oka.

    “Dari awal jual utuh, karena berawal dari dijual ke tetangga untuk sesajen. Karena kan kalau sesajen harus utuh. Untuk banten (namanya), tapi sekarang merambah ke konsumsi sehari-hari. Kalau sekarang lebih banyak pesan untuk konsumsi harian. Jadi tingkat penjualannya lebih tinggi,” tuturnya.

    Bebek Peking dan marinasi 24 jam jadi kunci kelezatan

    Paon Dwaji: Sensasi Makan 'B2 Guling' Bebek Peking yang Dimarinasi 24 JamPegawai Paon Dwaji memotong-motong bebek guling sebelum disajikan ke pelanggan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Pak Oka menuturkan pernah mencoba bebek lokal Bali dan bebek hibrida untuk membuat bebek guling. Namun saat ini ia menemukan bebek Peking yang paling pas.

    “Bagusnya itu (bebek Peking) dagingnya lebih tebal dan lemaknya lebih sedikit. Baunya nggak amis. Memang kalau tutup mata, nyicipin ini sama (seperti B2 guling). Karena bebek sama babi itu sama-sama berlemak, jadi hampir sama,” kata Pak Oka.

    Untuk membuatnya, bebek Peking dimarinasi dengan bumbu rempah khas Bali yaitu basa genep selama 24 jam. “Yang dimasak hari ini, kita marinasi kemarin,” kata Pak Oka.

    Komposisi bumbu basa genep bisa memakai 15-20 jenis rempah. Empat yang banyak dipakai yaitu kunyit, kencur, lengkuas, dan jahe.

    Selanjutnya, bebek guling diisi dengan daun singkong yang juga sudah dibaluri bumbu basa genep. “Baru dipanggang 1,5-2 jam. Suhunya relatif sekitar 200 derajat Celcius, tergantung loadingnya,” kata Pak Oka.

    Ia mengaku tak ada rahasia atau trik khusus dalam membuat bebek guling. Pak Oka melanjutkan, “Cuma memang istilahnya kita harus kreatif terus. Sampai sekarang pun saya nggak berhenti, bagaimana mendapatkan hasil yang lebih baik.”

    Bagaimana kelezatan bebek guling di Paon Dwaji? Baca halaman selanjutnya.

    Tekstur daging bebek juicy dan tak amis sama sekali

    Paon Dwaji: Sensasi Makan 'B2 Guling' Bebek Peking yang Dimarinasi 24 JamBebek guling punya tekstur daging super juicy dan tak bau amis. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    detikfood memesan 1 ekor bebek guling sehari sebelum datang ke Paon Dwaji. Harganya Rp 200 ribu, sudah termasuk 2 jenis sambal dan bumbu rajang.

    Sebelum menikmati bebek guling di tempat, kami harus berjalan kaki menyusuri gang sempit yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Untungnya ada beberapa penanda yang membuat kami mudah menemukannya.

    Area bersantapnya kecil, seperti memasuki pekarangan rumah yang ada kolamnya. Di area ini pula, Pak Oka dan karyawannya disibukkan dengan aktivitas membuat beragam menu.

    Karena sudah memesan, bebek guling tersaji dengan cepat. Kami sempat mengintip proses pegawai menyiapkan bebek ini dengan cara memotong-motongnya jadi sekitar 15 bagian.

    Bebek Peking yang dipakai berukuran cukup besar dengan berat 1,5 kilogram. Porsinya cukup dimakan 4-6 orang.

    Tampilannya menarik selera dengan warna cokelat keemasan. Daun singkongnya ditaruh paling atas sehingga terlihat menumpuk.

    Pada suapan pertama, daging bebek guling tecium smokey dengan tekstur yang super lembut dan juicy! Uniknya, tak ada sama sekali aroma khas atau amis dari bebek.

    Menyantapnya seperti makan ayam panggang, tapi dengan tekstur daging lebih lembut dan tebal. Berkat proses marinasi 24 jam, cita rasa bumbu basa genep yang berempah masuk sampai serat-serat daging, tapi dalam komposisi yang pas.

    Daun singkongnya juga tak kalah nikmat karena teksturnya masih renyah dilumuri basa genep. Semakin enak ketika dicocol ke 2 jenis sambal.

    Sambal merah disebut sambal api karena pedasnya lebih kuat, tapi tak menyiksa. Sedangkan sambal ijo memberi aksen pedas yang segar untuk bebek panggang.

    Masih terus menyempurnakan resep

    Paon Dwaji: Sensasi Makan 'B2 Guling' Bebek Peking yang Dimarinasi 24 JamI Dewa Made Oka (kanan) bersama dua anak dan seorang pegawainya di Paon Dwaji. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Pak Oka rupanya belum berpuas diri dengan bebek guling kreasinya. “Sampai sekarang saya masih otak-atik resep, lifelong learning. Masih terus keluar, belajar, coba-coba menu. Saya pengin meningkatkan terus kualitas menu. Misalnya pengin bikin kulitnya lebih garing dan kriuk lagi,” katanya.

    Ia bersyukur kini Paon Dwaji semakin dikenal. Tonggaknya usai diliput Nex Carlos sekitar Maret 2023. Pesanan pun jadi melonjak drastis.

    “Pertama, semampu kita melayani. Kita maksimalkan setiap hari. Nambah penjualan mungkin sampai 300%. Semua di awal saya bikin sendiri. Kalau sekarang sudah dibantu karyawan,” tutupnya.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Sedapnya Pecak Gurame dan Ayam Goreng Betawi


    Jakarta

    Belakangan tempat makan ala kampung atau tradisional banyak bermunculan. Salah satunya RM Bale Betawi yang lokasinya ‘ngumpet’ di kawasan Graha Raya Bintaro.

    Tempat makan ala tradisional masih diminati hingga sekarang, bahkan banyak bermunculan yang baru. Konsep ini banyak disukai karena menghadirkan suasana yang nyaman dan cocok untuk keluarga.

    Salah satu tempat makan dengan konsep tradisional ada di Graha Raya Bintaro. Lokasinya tersembunyi di dalam sebuah gang dan pemukiman warga. Tempat makan itu adalah RM Bale Betawi.


    Hadirkan Suasana Kampung

    RM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang SelatanRM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    RM Bale Betawi mengusung konsep rumah makan sederhana dengan tempat makan lesehan atau menggunakan saung dan bale. Tempat ini memang menggambarkan suasana kampung.

    Jika baru sampai di depan gang memang tampak tidak meyakinkan, tapi ketika masuk ke dalamnya sangat luas. Sangat menginjakkan kaki ke dalam rumah makan, kami benar-benar dimanjakan dengan suasana kampung yang tampak asri yang membuat penat hilang seketika.

    Kamu bisa langsung memilih area duduk yang diinginkan. Terdapat area meja di bagian tengah, ada juga area lesehan di bawah pohon ataupun di bale atau saung yang sederhana.

    Masakan Rumahan Betawi Ada di Sini

    RM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang SelatanRM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sesuai namanya, rumah makan ini menawarkan makanan khas Betawi. Pilihan menunya juga lebih ke masakan rumahan yang dapat diterima semua kalangan.

    Sudah pasti ada menu pecak ikan, RM Bale Betawi menawarkan 2 jenis ikan air tawar, yaitu nila dan gurame. Menu pecak ikan ini ditawarkan dalam porsian ataupun menu paket yang bisa dinikmati 2-3 orang.

    Selain menu pecak ikan, ada juga ayam kampung goreng, aneka tumis sayuran, sayur lodeh, sayur asem, hingga aneka gorengan. Semuanya disajikan setelah saat ada pesanan, jadi rasanya masih segar dan hangat.

    Detail Informasi (RM Bale Betawi)
    Nama Tempat Makan RM Bale Betawi
    Alamat Jalan Graha Raya Bintaro, Parigi, Tangerang Selatan
    No Telp 0857-1856-5773
    Jam Operasional 09.00 – 17.00 WIB (akhir pekan lebih pagi)
    Estimasi Harga RP 5.000 – Rp 95.000
    Tipe Kuliner Kuliner Betawi
    Fasilitas
    • Parkiran mobil dan motor
    • Musholla
    • Toilet
    • Harga terjangkau

    Pecak Gurame dan Ayam Kampung Goreng yang Lezat

    RM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang SelatanRM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Dua menu andalan dari RM Bale Betawi kami cicipi, yaitu pecak gurame dan ayam kampung goreng. Untuk menu pecak, kami memesan paketan yang termasuk nasi, tempe goreng, sambal, dan bakwan udang.

    Menu paket Pecak Gurame ini dibanderol harga Rp 95.000. Harganya terbilang terjangkau dengan porsi yang besar.

    Ikan gurame utuh digoreng kering dan ukurannya cukup besar. Setelah digoreng diberikan kuah pecak yang asam, pedas, wanginya segar. Bumbu cabe, bawang merah yang digerus kasar menambah renyah sajian ini.

    Aroma wangi temu kunci sangat kuat tercium. Jenis pecak ini biasanya bumbu dan rempah digerus kasar. Saat akan disajikan dilarutkan dengan air hangat lalu dikucuri jeruk limau.

    Pecak gurame ini terasa lebih enak juga karena daging ikannya tebal dan teksturnya lembut. Apalagi tak ada aroma tanah yang menempel pada ikan gurame itu.

    RM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang SelatanRM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ayam Kampung Goreng (Rp 27.000 per potong) juga terasa lezat. Ayam kampung ini diungkep dengan bumbu kuning selama beberapa jam, sehingga membuat tekstur dagingnya tak alot.

    Warna kuningnya juga pekat, masih menempel ketika ayam digoreng. Ditambah lagi ayam kampung goreng ini disajikan bersaam serundeng. Serundengnya terbuat dari lengkuas serut yang menambahkan aroma berempah harum dan rasa gurih nendang.

    Kedua menu ini pas sekali dinikmati bersama nasi yang masih hangat. Lebih lengkap kalau dinikmati bersama sambalnya yang pedas segar.

    RM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang SelatanRM Bale Betawi di Grahaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Kamu juga bisa menikmati dua menu ini dengan tambahan lauk lain. Di antaranya ada tumis genjer, bakwan udang, dan bakwan jagung. Bakwan udangnya sangat kami rekomendasikan, karena dengan harga Rp 6.000 dengan isian udang yang padat.

    Camilan Singkong Goreng Bersama Es Solihul

    Kalau tak ingin menyantap makanan berat, di sini juga ada beragam camilan dan minuman. Kami memesan singkong goreng seharga Rp 10.000 per 3 buah.

    Singkong gorengnya terasa gurih dengan sentuhan aroma bawang putih. Nampaknya sudah direndam air bawang putih terlebih dahulu. Tekstur singkong ini juga sangat empuk.

    Kamu juga patut mencoba es solihul. Racikan es ini terbuat dari air jahe yang ditambahkan gula merah. Kemudian disajikan bersama es batu.

    Meski rasanya berempah, tapi ada sentuhan manisnya yang nikmat. Ditambah dingin segar karena adanya es batu.

    Kalau penasaran dengan RM Bale Betawi, rumah makan ini cocok dikunjungi untuk melepas penat akhir pekan. Cocok juga untuk makan bersama keluarga.

    RM Bale Betawi

    Jalan Graha Raya Bintaro, Parigi, Tangerang Selatan
    Jam operasional: 09.00 – 17.00 WIB (akhir pekan lebih pagi)
    No. Telp: 0857-1856-5773

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com