Author: perbaiki

  • Menikmati Yamien Manis di Dago Atas dengan Suasana Adem


    Jakarta

    Warung Lela atau Wale menjadi primadona di Dago Atas. Ketika menyantap yamien manis di sini terasa nikmat, apalagi tempatnya asri dan suasananya adem.

    Tempat makan yamien enak di Bandung tersebar di seluruh kota. Satu yang banyak dikunjungi dan selalu ramai adalah Warung Lela atau biasa dikenal dengan sebutan Wale.

    Wale ini kerap menjadi favorit, karena konsep tempat yang dihadirkan sangat nyaman. Desain bangunan dibuat seperti kampung dengan rumah Joglo.


    Suasana Asri Bikin Syahdu

    Wale, Warung Lela yang tawarkan yamien manis di Dago AtasWale, Warung Lela yang tawarkan yamien manis di Dago Atas Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Istilah ‘syahdu’ untuk menggambarkan suasana yang nyaman dan asri banyak digunakan untuk merekomendasikan tempat makan. Salah satu tempat makan syahdu di Bandung ini adalah Warung Lela (Wale).

    Tak hanya menghadirkan rumah Joglo, tapi Wale juga menghiasnya dengan aneka tanaman. Beberapa pohon masih asli, sedangkan tambahan lainnya berupa tanaman hias.

    Nuansa alam itupun semakin terasa ketika mendengarkan suara tonggeret yang kerap berbunyi nyaring. Suasana semakin syahdu saat hujan turun, membuat kami semakin betah berlama-lama di sana.

    Menu Yamien Jadi Andalan

    Wale, Warung Lela yang tawarkan yamien manis di Dago AtasWale, Warung Lela yang tawarkan yamien manis di Dago Atas Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Wale terkenal dengan sajian yamien manisnya. Namun, di sana juga menyediakan yamien gurih, mie ayam jamur, hingga hidangan Nusantara lain.

    Kami langsung penasaran dengan racikan Yamien manis dari Wale ini. Bisa dinikmati polos atau menggunakan tambahan bakso dan pangsit rebus. Harganya dibanderol mulai dari Rp 25.000 – Rp 35.000 per porsi.

    Kami memesan seporsi Yamien Manis Polos (Rp 25.000) dan Mie Ayam Jamur Baso (Rp 40.000). Tipe mie yang disajikan cukup besar, tapi mulur dan teksturnya agak lembek.

    Wale, Warung Lela yang tawarkan yamien manis di Dago AtasWale, Warung Lela yang tawarkan yamien manis di Dago Atas Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Menurut kami, rasa yamien manisnya lebih pas dibandingkan mie ayam jamur. Yamien manis itu diberikan topping ayam suwir, rasa gurihnya masih pas di lidah.

    Sayangnya, mie ayam jamur di sini tak begitu menggugah selera kami. Karena, topping ayam jamur bumbu kecap di Warung Lela ini terlalu manis. Meskipun baksonya terasa garing ketika digigit.

    Pisang Goreng Legitnya Juara!

    Wale, Warung Lela yang tawarkan yamien manis di Dago AtasWale, Warung Lela yang tawarkan yamien manis di Dago Atas Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Selain menikmati yamien dan mie ayam, kami juga tertarik memesan pisang goreng untuk camilan. Pisang gorengnya dibanderol harga Rp 30.000 dengan porsi yang besar.

    Jenis pisang yang digunakan adalah pisang tanduk, karena irisannya panjang dan teksturnya legit. Balutan tepungnya terasa renyah gurih.

    Tak hanya pisang goreng biasa, di sini juga disajikan bersama gula aren bubuk dan keju parut. Jadi, ada sensasi manis dan gurih dengan aroma yang harum.

    Warung Lela ini buka setiap hari setiap pukul 08.00 – 20.00 WIB. Cocok kalau ingin mengunjunginya untuk sarapan atau menghilangkan penat di akhir pekan.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Menyegarkan! Bakso Yong Tau Fu di Pasar Baru Sejak 1998


    Jakarta

    Tidak hanya bakmi, di Pasar Baru juga ada kedai bakso ala Singapura yang punya pilihan menarik. Kelezatannya tidak perlu diragukan karena sudah terkenal sejak 1998!

    Banyak kuliner menarik yang bisa ditemui di kawasan Pasar Baru Jakarta dan sekitarnya. Pilihannya beragam, mulai dari kuliner tradisional hingga kuliner kekinian.

    Sejumlah kuliner di Pasar Baru juga ada yang kelezatannya terkenal sejak dulu. Salah satunya kedai bakso di dalam Pasar Atom Pasar Baru.


    Pondok Bakso Loncat merupakan salah satu kedai bakso legendaris di Pasar Baru, yang sudah mulai berjualan sejak tahun 1998.

    Menu yang ditawarkan di kedai ini sangat menarik, karena bukan seperti bakso khas Indonesia yang semangkuknya hanya terdiri dari bakso, mie, bihun, dan tahu.

    Namun, di sini mereka menawarkan bakso yong tau fu ala Singapura. Semangkuknya bisa dilengkapi dengan berbagai jenis bakso dan topping pelengkap lainnya.

    Sistem pemesanannya juga prasmanan, sehingga pengunjung bisa mengambil berbagai macam bakso sesuai selera.

    DetikFood menyambangi Pondok Bakso Loncat untuk mencicipi bakso di sini sekaligus merasakan sensasinya. Kami juga sempat berbincang dengan pemilik kedai yang saat ini sudah masuk ke generasi ke-3.

    1. Berjualan sejak 1998

    Pondok Bakso LoncatPondok Bakso Loncat sudah berjualan sejak tahun 1998. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Meskipun makanan yang ditawarkan tampak seperti bakso kekinian, tetapi Pondok Bakso Loncat termasuk ke dalam kuliner legendaris di Pasar Baru.

    Sebenarnya mereka sudah mulai berjualan sejak tahun 1996, tetapi dulunya bukan jualan bakso seperti ini.

    Menurut pemilik, Christianto, mereka mengawali bisnis kulinernya dengan jualan nasi rames. Barulah tahun 1998, mulai menawarkan hidangan bakso yong tau fu, tetapi memang pilihannya belum banyak seperti saat ini.

    Sejak awal beroperasi sampai sekarang Pondok Bakso Loncat pun masih ramai dipadati pengunjung. Bahkan, tidak sedikit pelanggan setia datang dan makan di tempat ini.

    DetikFood bertemu pelanggan bernama ibu Ria dari Bogor yang rupanya sudah menjadi pelanggan setia sejak lama. Kebetulan saat itu ia sedang berada di Jakarta, sehingga sekaligus mampir ke kedai bakso favorit di Pasar Baru.

    “Waktu gadis kan tinggal di Jakarta, jadi bakso ini memang sudah langganan,” jelasnya,

    Menurut Ria, bakso di tempat ini punya rasa konsisten sejak dulu, Ria juga sangat menyarankan untuk mencoba bakso ikan dan tahu isi disini karena menurutnya sangat lezat.

    “Rasanya sama sejak dulu, dan kalau ke sini wajib coba bakso ikan dan tahu isi,” ujar Ria.

    2. Ada lebih dari 20 jenis bakso

    Pondok Bakso LoncatTerdapat lebih dari 20 jenis bakso yang ditawarkan oleh Pondok Bakso Loncat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Berbeda dari bakso tradisional pada umumnya, di tempat ini pengunjung bisa mencoba bakso yong tau fu ala Singapura.

    “Kami memang menawarkan semacam bakso Singapura lah. Jadi orang pilih mau apa aja, nanti kita rebusin, kita kasih sayur, dan bumbu,” jelas Christianto

    Pondok Bakso LoncatBaksonya bisa dipilih sendiri sesuai dengan selera. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Terdapat 20 lebih jenis bakso yang bisa dipilih sesuai selera. Pilihannya mulai dari bakso urat, bakso biasa, bakso gepeng, otak-otak singapura, crab stick, bahkan, topping premium seperti teripang juga tersedia disini.

    Beberapa pilihan bakso di kedai ini juga diproduksi sendiri, sehingga kualitasnya selalu terjaga.

    Penasaran dengan rasa bakso yong tau fu di sini? bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Kenikmatan kaldu tulang ayam kampung

    Pondok Bakso LoncatBegini tampilan mangkuk bakso yang kami pesan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ketika detikfood sampai sekitar 11.30 WIB, Pondok Bakso Loncat sudah ramai dipadati pengunjung.

    Kami mencicipi bakso andalan mereka, seperti bakso ikan dan tahu isi. Usai memilih, pegawai bertanya apakah baksonya mau dilengkapi dengan mie, bihun, atau nasi.

    Setelah itu kami diarahkan ke meja yang kosong untuk menunggu sampai bakso selesai direbus. Nantinya ketika sudah siap, akan langsung diantar ke meja.

    DetikFood memesan dua mangkuk bakso dengan isian yang berbeda. Mie pelengkapnya juga berbeda, satu mangkuk dilengkapi kwetiau dan satu lagi mie kuning.

    Kurang lebih 15 menit bakso akhirnya disajikan ke meja. Karena isian yang kami pilih cukup banyak, sehingga mangkuknya pun terlihat sangat penuh.

    Namun, tampak menggiurkan karena ada tambahan sayuran sawi hijau dan sawi putih juga yang membuat tampilan mangkuk ini menjadi segar.

    Untuk mangkuk pertama, diisi kwetiau (Rp 10.000), bakso urat (Rp 12.000), bakso gepeng (Rp 9.000), bakso ikan (Rp 12.000), otak-otak ikan (Rp 12.000), kepiting cangkang (Rp 10.000), dan tahu isi (Rp 12.000).

    Pondok Bakso LoncatBegini tampilan mangkuk kedua. Baksonya disajikan dengan kuah bening. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Mangkuk kedua kurang lebih isiannya serupa, tetapi kami memilih dilengkapi dengan mie kuning (Rp 15.000), ada juga udang gulung (Rp 12.000), otak-otak udang (Rp 12.000), dan empia (Rp 12.000).

    Dari tampilannya sudah sangat berbeda dengan bakso sapi tradisional. Begitu juga dengan kuahnya. Bakso pada umumnya punya kuah kaldu sapi yang berminyak, tetapi kuah bakso di sini sangat bening.

    Meskipun terlihat bening, tetapi saat diseruput, rasanya tidak hambar. Kuahnya gurih dengan rasa kaldu dan sentuhan bawang putih yang ringan.

    Menurut Christianto, kuah yang mereka pakai terbuat dari tulang ayam kampung. Mereka meraciknya dengan bumbu tambahan lainnya.

    Tanpa perlu ditambah sambal atau racikan lain, kuahnya juga sudah punya rasa yang enak dan pas. Namun, kalau mau agak pedas, kami sarankan tambah acar cabe ijo.

    Bakso uratnya punya ukuran yang tidak begtu besar, dengan urat yang masih halus. Bakso gepeng dan bakso biasanya pun punya tekstur garing tetapi masih kenyal.

    Bakso ikannya tidak boleh dilewatkan karena tekstur awalnya sedikit garing tetapi saat dikunyah, berubah menjadi sangat kenyal. Tahu isinya juga kenyal dengan isian yang padat. Beberapa otak-otak dan bakso lainnya juga punya rasa yang enak, tidak amis, dan segar.

    4. Mie ayam jamur tak kalah enak

    Pondok Bakso LoncatMie ayam jamur di Pondok Bakso Loncat juga tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain bakso, Pondok Bakso Loncat juga punya menu makanan lain, seperti mie ayam jamur, nasi goreng, capcay, sapo tahu, ikan kakap, ikan bawal, dan masih banyak lagi.

    Kami tertarik memesan mie ayam jamurnya yang juga jadi favorit di sini. Semangkuk mie ayam (Rp 35.000), dilengkapi dengan topping ayam, jamur, pangsit, dan kuah kaldu secara terpisah.

    Porsi mienya cukup besar dengan bentuk mie yang agak keriting dan pipih. Soal rasa, ternyata gurih sedap yang diimbangi dengan sedikit sekali sentuhan manis. Ayamnya juga dimasak dengan bumbu kecap tetapi rasa manisnya sangat ringan, tidak begitu dominan.

    Jamur yang mereka pakai pun berbeda, karena menggunakan jamur shitake yang dipotong menjadi kecil-kecil. Rasa dan aroma jamur shitake yang khas memberi sentuhan rasa baru pada mie ayam tersebut.

    Dimakan begitu saja mie ayamnya sudah sedap dengan perpaduan rasa yang pas. Namun, jika kamu ingin lebih gurih dan tekstur mie yang agak basah, bisa ditambah kuah kaldunya.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Uniknya STMJ Brulee yang Creamy dan Smokey di Blok M


    Jakarta

    Angkringan ini menawarkan Susu Telur Madu Jahe (STMJ) dengan gaya kekinian. Permukaan STMJ dibakar dengan blow torch dengan tambahan espresso dan cokelat.

    STMJ merupakan racikan minuman kesehatan yang biasa ditawarkan di warung jamu atau angkringan. Minuman ini diracik dari susu, telur ayam kampung, madu dan jahe. Karenaya dipercaya bisa memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh,

    Mulai dari mengembalikan stamina, mencegah masuk angin, membuat tubuh menjadi bugar, melancarkan pencernaan, menjaga sistem imun, hingga meningkatkan libido.


    Berbeda dari yang lain, STMJ di angkringan ini diracik dengan lebih kekinian. Angkringan tersebut bernama Kedai Hasrat yang berlokasi di depan Blok M Square.

    STMJ Bakar di Kedai HasratVio, pemilik angkringan STMJ Bakar di Kedai Hasrat Foto: detikcom/Riska Fitria

    Ada menu STMJ Bakar (Rp 20.000), racikan minuman tersebut permukaannya dibakar dengan blow torch sebanyak dua kali, sehingga memberikan aroma dan sensasi rasa smokey yang khas.

    STMJ dikocok secara manual menggunakan mikser kue. Kemudian, setelah teksturnya kental, baru disajikan di cangkir sampai setengah, lalu dibakar dengan blow torch, kemudian ditambahkan STMJ lagi dan dibakar dengan blow torch lagi.

    Vio, pemilik Kedai Hasrat tersebut menjelaskan bahwa proses pembakaran menggunakan blow torch bisa mengurangi kandungan kalori pada telur.

    Rasa STMJ-nya sama sekali tak amis, rasa jahenya pun tidak terlalu dominan sehingga tidak mengganggu, tetapi tetap terasa hangat dan berempah. Hasil dari bakaran blow torch terasa lembut creamy.

    STMJ Bakar di Kedai HasratSTMJ Bakar di Kedai Hasrat dibanderol Rp 20.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Yang tak kalah unik, ada menu unik lainnya, seperti STMJ Kopi Bakar (Rp 25.000). Pada dasarnya, minuman ini menggunakan STMJ biasa, hanya saja ditambah satu shot espresso.

    Proses membuatnya juga sama-sama dibakar dengan blow torch. Rasa dan aroma kopinya seimbang dengan racikan STMJ. Dengan sentuhan pahit dan asam dari kopi membuat STMJ semakin tak amis.

    Jika ingin yang manis, ada menu STMJ Cokelat Bakar (Rp 25.0000). Menu ini, STMJ-nya ditambahkan bubuk cokelat Nutella. Varian ini memberikan rasa manis yang lebih dominan.

    Selain itu, racikannya mengingatkan dengan kue blackforest. Setiap menu juga disajikan dengan air jahe di wadah yang terpisah. Ini bisa ditambah sendiri sesuai selera. Kemudian, juga diberi topping cengkeh utuh yang membuat rasanya berempah dan harum aromanya.

    STMJ Bakar di Kedai HasratSTMJ Bakar varian cokelat di Kedai Hasrat dibanderol Rp 25.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Vio mengatakan bahwa racikan unik ini terinspirasi dari Paman yang merupakan seorang herbalis. Butuh waktu 6 bulan untuk melakukan riset hingga mendapatkan racikan yang pas.

    “Om kerja di herbal yang riset juga om saya. Nah, dia kan ngerti yang kayak gitu, jadi dia riset dulu 6 bulan baru nemu racikan yang pas,” tutur Vio.

    Kedai Hasrat sendiri sudah berdiri sejak 2010. Saat itu, namanya adalah Batavia Ginger yang masih menawarkan wedangan khas angkringan. Kemudian, pada 2019 berganti konsep.

    “Februari 2019 ganti konsep. Namanya jadi Kedai Hasrat dan menunya lebih banyak, termasuk menu STMJ bakar,” tutup Vio.

    Kedai Hasrat ini buka setiap hari di area lesehan Blok M Square, mulai dari pukul 18.00-00.00.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hidden Gem! Ayam dan Bebek Goreng Serundeng Bumbu Bali di Dalam Gang


    Jakarta

    Di Jalan Pintu Air Pasar Baru ada warung makan hidden gem yang lokasinya di dalam gang. Mereka menawarkan ayam dan bebek goreng serundeng dengan bumbu Bali spesial!

    Tempat makan di Pasar Baru Jakarta tidak sebatas di dalam jalanan utama Pasar Baru atau di Pasar Atom saja, tetapi juga di area sekitarnya seperti di Jalan Pintu Air.

    Di jalanan ini, kamu bisa menemukan tempat makan ayam dan bebek goreng yang unik. Mereka tidak memakai bumbu hitam ala Madura, tetapi menggunakan racikan bumbu khas Bali.


    Tidak hanya bumbu Balinya yang spesial, tetapi serundeng hingga sambalnya juga terkenal bikin pelanggan ketagihan.

    Meskipun tempatnya ‘tersembunyi’, tetapi warung makan ini ramai dipadati pelanggan. Kebanyakan yang datang juga orang-orang perkantoran yang bekerja di sekitar kawasan Pasar Baru.

    Penasaran dengan kelezatan nasi ayam dan bebek goreng ini, detikFood ikut mencobanya. Kami memesan nasi ayam, bebek, dengan sate-satenya yang komplet. Kami juga sempat berbincang dengan pemiliknya yang punya kisah menarik di balik warung makannya ini.

    1. Berawal dari hobi makan bebek

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiWarung ini menawarkan hidangan ayam dan bebek goreng serundeng yang pakai bumbu Bali spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung ini merupakan usaha Andi. Dahulu ia kerja di bidang yang berbeda dari sekarang. Sampai suatu saat Andi merasa sangat jenuh dengan pekerjaannya, lalu memutuskan untuk usaha ini.

    Warung makan ini pun ia dirikan pada tahun 2011. Awalnya Andi hanya menawarkan hidangan bebek goreng saja, tidak ada ayam dan sate-satean lengkap seperti sekarang.

    Ide usahanya ini juga muncul akibat rasa hobi. Andi mengaku hobi makan bebek dan sering berkeliling makan bebek.

    Suatu hari ia makan bebek di Indramayu, Jawa Barat dan menemukan warung makan itu menawarkan bebek pedas. Dari situ ia pun memiliki ide untuk buka usaha nasi bebek.

    “Dari situ akhirnya saya buka usaha nasi bebek, tapi saya gak mau disamakan dengan nasi bebek Madura. Akhirnya coba bikin nasi bebek bumbu Bali.” ujarnya.

    2. Lokasinya di dalam gang

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiWarung makannya memang tidak begitu kelihatan dar luar karena lokasinya ada di dalam gang seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung Ayam Bebek Serundeng Bang Andi lokasinya cukup tersembunyi karena memang berada di dalam gang jalan Pintu Air Pasar Baru.

    Tidak jauh dari area masuk Jalan Pintu Air kamu bisa menemukan tempat makan yang bentuknya tidak seperti warung atau restoran pada umumnya. Bahkan, tidak ada plang atau papan nama sebagai pertanda.

    Namun, tidak perlu khawatir salah tempat karena lokasinya tepat di depan gang. Kalau sudah bisa melihat pelanggan makan di pinggir jalan atau kompor-kompor berjejer, di situlah keberadaan ayam bebek serundeng ini.

    Warung makannya memang tidak luas, hanya menempati gang kecil pinggir jalan. Awalnya, mereka juga tidak berencana untuk membuka area dine-in di gang tersebut.

    Area gang cuma dijadikan dapur untuk memasak. Sedangkan mereka menjualnya pakai gerobakan di depan Hotel Classic. Namun, setelah beberapa bulan jualan, mereka mendapat banyak peminat dari karyawan yang berlalu lalang di depan gang tersebut.

    Andi, pemilik warung mengungkap, banyak karyawan yang meminta agar mereka membuka layanan makan di area gang tersebut. Akhirnya Andi inisiatif untuk membuka layanan makan langsung di tempat.

    Seiring berjalannya waktu, menurut Andi, pengunjung yang datang pun lebih ramai di gang daripada di gerobakan depan Hotel Classic.

    Area makannya memang kecil, hanya ada satu mejja panjang menempel di dinding gang, dan 2 atau 3 meja di depan gang. Kurang lebih hanya bisa ditempati oleh 10 orang.

    Mereka buka Senin-Sabtu, minggu dan tanggal merah tutup. Buka mulai pukul 10.30 – 16.00. Namun, mereka buka lagi gerobakan di depan hotel Classic mulai pukul 16.30 – 21.00 WIB.

    3. Bumbu Bali yang jadi daya tarik

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiKeunikan dari ayam dan bebek goreng di tempat ini yaitu penambahan bumbu Bali seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Meskipun lokasinya tersembunyi, tetapi warung ayam dan bebek ini rupanya memiliki banyak penggemar. Sebab, ayam dan bebek goreng yang mereka tawarkan dimasak dengan bumbu Bali.

    Andi punya saudara orang Bali, mereka akhirnya saling berbagi ide terkait bumbu tersebut.

    “Saya punya saudara orang Bali. Terus saya tanya kalau mau diadakan bumbu, kalau misalnya dia punya resep masakan Bali saya pengen dijadiin bumbu bisa gak. Akhirnya saya dikasih resepnya dan jadi bumbu Bali ini,” jelas Andi kepada detikFood (05/06/24).

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiSelain bumbu Bali, di sini juga menyediakan serundeng yang spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bumbu Balinya juga sengaja tidak dibuat pedas karena menurut Andi tidak semua pelanggan suka masakan pedas.

    Selain bumbu Bali, hal yang banyak digemari pelanggan di sini yaitu serundeng. Andi mengaku serundengnya dibuat dengan kelapa yang benar-benar tua sehingga hasilnya lebih gurih.

    Omzet hingga kenikmatan ayam dan bebek gorengnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Raih omzet Rp 40 juta per bulan

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiDalam satu bulan, jika ramai, penjualannya bisa mendapat omzet sampai Rp 40 juta. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Keunikan dan kelezatan ayam dan bebek goreng membuat warung makan milik Andi selalu ramai pembeli.

    Andi mengaku setiap hari bisa menghabiskan sekitar 20 ekor untuk potongan ayam besar dan 15 ekor untuk ayam potongan kecil. Sedangkan bebeknya bisa habis 15 ekor per hari.

    Soal omzet, Andi mengaku jika warung nya sedang ramai, bisa menyentuh angka Rp 35 sampai Rp 40 juta. Sebenarnya omzet ini lebih kecil dibandingkan sebelum pandemi. Namun, sudah cukup lumayan meningkat dibandingkan kondisi ketika pandemi melanda.

    “Dulu itu lebih besar lagi karena lebih rame. Pandemi merosot banget, dari ayam 30 dan bebek 15, jadi ayam 5 bebek cuma 3. Jatoh banget kan,” jelas Andi.

    Setelah pandemi redup, usahanya mulai naik kembali tetapi tetap tidak bisa seperti sebelum pandemi. Andi pun merasa terbantu oleh konten kreator, meskipun keadaannya belum bisa membalikkan keadaan seperti dulu.

    5. Nikmatnya nasi ayam dan bebek goreng serundeng bumbu Bali

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiBegini tampilan ayam goreng serundeng bumbu Bali yang ditawarkan oleh warung makan tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Detikfood memesan dua porsi nasi ayam goreng dan bebek goreng yang dilengkapi dengan sate usus goreng dan perkedel.

    Untuk ayam, mereka punya dua pilihan potongan, yaitu potongan besar dan potongan kecil. Harga untuk nasi dengan sepotong ayam kecil dibanderol (Rp 16.000) dan ayam besar (Rp 21.000).

    Untuk saat ini, ayam yang digunakan adalah ayam broiler. Kalau ada pengunjung yang request ayam kampung, barulah mereka menyiapkannya dengan ayam kampung.

    “Untuk saat ini sih pake ayam broiler. Tapi kalau ada yang pesen ayam kampung baru kita gorengin ayam kampung,” ujar Andi.

    Setelah memesan, ayam yang sudah diungkep dengan bumbu kuning ini kemudian digoreng langsung. Disajikan dengan nasi, sambal bawang dan sambal ijo, serundeng, dan bumbu bali.

    Rasa ayam gorengnya seperti ayam goreng pada umumnya. Namun, digoreng sampai tingkat kematangan yang pas. Ayamnya baru terasa berbeda ketika dimakan dengan bumbu Bali, serundeng, dan sambal.

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiKalau ini hidangan bebek gorengnya yang juga tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bumbu Balinya memang tidak pedas, tetapi terasa aroma dan rasa rempah-rempahan, seperti kencur dan kunyitnya cukup terasa. Meskipun memang sentuhan rasa rempahnya sangat ringan. Adapun sedikit sentuhan pedas dari bumbu Bali itu.

    Untuk serundengnya punya butiran halus dan garing. Rasa kelapanya juga tidak begitu kuat, tetapi ada sentuhan rasa manis gurih yang datang dari serundeng tersebut.

    Bebek gorengnya tidak kalah enak karena memang dimarinasi dengan bumbu Bali, baru digoreng. Mereka hanya punya satu potongan bebek yang dibanderol dengan harga Rp 20.000 sudah termasuk nasi.

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiNasi ayam dan bebeknya pun dilengkapi dengan sambal bawang merah dan sambal ijo. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tekstur dagingnya lembut dan kenyal. Bebeknya tidak mau amis dan bumbu Balinya meresap sampai ke dalam daging.

    Sate ususnya juga garing dan tidak bau. Begitupun dengan perkedelnya yang punya rasa kentang cukup kuat, teksturnya lembut, dengan rasa gurih yang pas.

    Kalau baru buka, menu-menu pelengkap lainnya masih komplet, mulai dari bakwan jagung, tahu, tempe, perkedel, sate usus, sate ati ampela, sate ceker, dan masih banyak lagi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sejak Tahun 80-an, Roti Sobek di Bakery Pasar Baru Ini Jadi Favorit


    Jakarta

    Di dalam Pasar Atom Pasar Baru, ada bakery kecil yang menawarkan beragam jenis roti. Disebut-sebut menunya sudah eksis sejak mereka buka tahun 1980-an.

    Pasar Baru tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi sejak dulu kawasan ini juga sudah dikelilingi dengan berbagai macam kuliner menarik.

    Sejumlah kuliner legendaris juga masih bisa ditemui di sini. Salah satunya adalah Bistro Bakery, bakery legendaris yang sudah ada sejak tahun 1980-an.


    Bistro Bakery merupakan bakery kecil legendaris yang lokasinya berada di dalam Pasar Metro Atom Plaza, Pasar Baru. Lokasi tepatnya ada di sekitar Food Court lantai dasar atau GF, bersebelahan dengan kedai Pondok Bakso Loncat.

    Toko rotinya memang kecil, tetapi selalu ramai pengunjung. Ketika kami menyambangi pada hari Rabu (05/06/2024) sekitar pukul 11.30, terlihat gerainya sudah diantre pembeli.

    Kami pun ikut mengatre dan membeli roti spesial yang ditawarkan Bistro Bakery. Bistro Bakery punya pilihan roti paling favorit, berupa roti sobek yang bentuknya bulat.

    Bistro BakeryBistro Bakery merupakan salah satu bakery legendaris di Pasar Baru. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menurut pegawai di sana, roti ini paling banyak dicari orang. Biasanya juga disebut dengan roti mahkota atau roti matahari karena bentuknya.

    Terdapat beberapa varian rasa roti sobek, tetapi favoritnya adalah roti sobek 5 rasa. Isiannya terdiri dari coklat, keju, vanilla, srikaya, kopi, dan coklat kacang. Satu roti sobek berbentuk bulat ini dibanderol dengan harga Rp 18.000.

    Beruntung ketika kami sampai di Bistro Bakery, stok roti sobek tersebut masih ada. Sebab, tidak lama kemudian stok roti sobek habis dan pelanggan perlu menunggu sampai roti yang baru matang.

    Bistro BakeryBistro Bakery menawarkan beberapa jenis roti tapi favoritnya adalah roti sobek. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bistro Bakery terus membuat roti dari pagi sampai tutup, pukul 19.00 WIB. Namun, tetap stoknya tidak selalu ada. Kalau memang sedang habis, pelanggan perlu menunggu roti selanjutnya.

    Kami mencoba dua jenis roti favorit di sini, yaitu roti sobek 5 rasa dan rasa coklat keju. Keduanya sama-sama dibanderol dengan harga Rp 18.000.

    Tidak seperti roti sobek pada umumnya yang berbentuk loaf panjang, tetapi di sini bentuknya bulat. Saat kami beli, kondisi rotinya masih sedikit hangat. Keduanya juga punya bentuk dan ukuran sama, hanya isiannya berbeda.

    Bistro BakeryBegini tampilan dua jenis roti sobek yang kami pesan di Bistro Bakery. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ketika dipotek, tekstur rotinya sangat lembut dan sedikit berserat. Adonan rotinya pun sudah punya rasa manis susu yang ringan. Rotinya juga memiliki sentuhan aroma mentega.

    Untuk roti 5 rasa, meski namanya 5 rasa, tetapi mereka datang dengan 8 potongan. Ada beberapa potongan yang punya rasa sama.

    Dimulai dari coklat yang hampir memadati adonan roti. Tekstur coklatnya seperti pasta coklat yang agak kering, dengan rasa manis yang pas.

    Untuk roti cokelat kacang, kacang nya seperti sudah dihancurkan dan menyatu dengan coklat. Rasa kacangnya lebih dominan, dengan sentuhan aroma smokey seperti kacang yang sudah disangrai.

    Jika suka yang manis, kamu akan menyukai varian vanilla. Vanillanya berbentuk vla yang teksturnya cukup pekat. Rasanya manis, dengan aroma essence yang kuat.

    Bistro BakeryBegini tekstur dan isian roti sobek varian coklat kejunya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Varian srikaya tidak boleh dilewatkan karena selai srikayanya punya rasa manis legit yang pas. Untuk varian kopi, rasa kopinya cukup kuat dengan sentuhan pahit yang tercap di lidah. Varian kopi cocok bagi mereka yang tidak begitu suka manis.

    Sedangkan kejunya menurut kami tidak begitu spesial. Diisi dengan parutan keju cukup banyak dan rasanya perpaduan antara manis dari roti dan gurih keju.

    Untuk varian roti sobek keju coklatnya diisi dengan parutan keju dan coklat yang sudah dicampur. Coklatnya lebih mendominasi baik dari tingkat kepadatan maupun rasanya. Namun, tetap terasa sentuhan rasa gurih dari keju. Kalau memang suka rasa keju coklat, bisa membeli varian ini.

    Selain roti sobek, mereka juga punya varian roti kesed isi keju separo, coklat separo, roti satuan yang isi nya ada coklat, kelapa, coklat keju, pisang coklat, pisang keju, dan masih banyak lagi. Harga roti-rotinya dibanderol mulai dari Rp 9.000 an saja.

    Kami cukup puas dengan rasa roti jadul di tempat ini. Sebab, punya adonan lembut dan rasa manis yang pas. Menurut pengalaman kami, meski roti baru dimakan beberapa hari setelah dibeli, teksturnya juga masih sangat lembut dan enak dimakan. Tertarik coba?

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Bakmi Topping Ayam Charsiu yang Viral di Pujasera Blok M


    Jakarta

    Kuliner Blok M tak ada habisnya untuk dicicipi dan selalu viral. Seperti Bakmi Piring yang menyajikan bakmi dengan topping ayam charsiu yang gurih juicy.

    Kawasan Blok M di Jakarta Selatan sejak dulu dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda. Tak heran kalau kawasan tersebut selalu punya tempat makan baru yang menjadi hits.

    Tak hanya tempat makan kekinian, tapi area pujasera di Blok M juga belakangan menjadi primadona. Salah satunya gerai bakmi ayam bernama Bakmi Piring ini.


    Baru Buka 4 Bulan Lalu

    Bakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok MBakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok M Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Bakmi Piring hadir di Pujasera Blok M Square ini pada Februari lalu, sampai saat ini sudah berjalan sekitar 4 bulan. Sejak kemunculannya, Bakmi Piring langsung mencuri perhatian.

    Apalagi penyajiannya yang menggunakan piring, sesuai namanya. Karena, biasanya bakmi ayam disajikan dengan mangkok. Secara khusus mereka memakai piring porselin bergambar ayam jago yang ikonik.

    Tempat makan bakmi ayam ini baru buka setiap pukul 11.00 WIB (hari kerja) dan 12.00 WIB (hari libur). Kalau tak ingin antre begitu lama, kamu bisa mengunjunginya 10 menit sebelum buka.

    Sajikan Bakmi Ayam ala China

    Bakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok MBakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok M Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ketika melihat tampilan bakminya, mirip dengan sajian bakmi ala China. Karena topping ayamnya berupa irisan ayam rebus, ayam cincang kering dan beberapa irisan ayam charsiu.

    Ayam charsiu yang disajikan berwarna merah, mirip sajian babi charsiu. Carsiu merujuk pada bumbu BBQ yang memakai bumbu ngohiang dan pewarna merah dari angkak. Olahan charsiu dibuat halal dengan ayam sebagai alternatifnya.

    Bakmi Topping Ayam yang Komplet

    Bakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok MBakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok M Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Menu yang ditawarkan oleh Bakmi Piring ini sebenarnya sederhana. Di antaranya ada bakmi ayam, bakmi ayam chasiu, dan bakmi ayam komplit. Perbedaan dari ketiganya adalah tambahan topping saja.

    Kami memesan bakmi ayam komplit. Karena menambahkan bakso, seporsi bakmi ayam komplit ini dibanderol harga Rp 30.000 saja, tapi kalau tanpa topping tambahan dibanderol Rp 25.000.

    Bakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok MBakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok M Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Bakmi Ayam Komplit ini sudah termasuk topping ayam cincang, ayam kampung rebus, dan ayam charsiu. Seporsinya juga dilengkapi dengan sawi hijau rebus dan daun bawang.

    Mie yang dipakai merupakan mie buatan sendiri. Teksturnya kenyal mulur, sangat pas saat dikunyah tidak terlalu liat tetapi cukup empuk digigit.

    Rasa gurih langsung menyebar pada suapan pertama. Karena, mie ini diracik dengan bumbu merica bubuk, minyak bawang putih, dan kecap asin. Kami menyarankan untuk tidak mencampurkan kuah terlalu banyak, karena rasa gurihnya bisa berkurang.

    Setelah puas dengan cita rasa pas dari mie, kami mencoba satu per satu topping-nya. Topping ayam kampung rebus ini juga terasa gurih dan tidak amis aromanya.

    Ayam charsiu untuk topping bakmi di sini memang menarik rasanya. Rasa gurihnya juga nendang, ditambah ada aroma smoky. Karena, saat akan disajikan irisan ayam charsiu dipanaskan dengan blow torch sehingga ada sedikit jejak gosong.

    Topping ayam cincang juga memuaskan selera. Rasanya tak haya gurih, tapi juga ada aroma kuat dari bumbu rempah. Jadi tak sekedar gurih saja.

    Tambahan Sambal dan Acar Cabe

    Bakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok MBakmi Piring, bakmi ayam viral di Blok M Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Seporsi bakmi ayam yang komplet ini juga enak ditambahkan bakso. Baksonya memang tak begitu istimewa, tapi terasa dagingnya dan teksturnya garing.

    Tak lengkap kalau belum menikmati bakmi ayam ini dengan tambahan sambal. Sambal di sini sangat pedas, teksturnya sudah halus karena diblender. Cukup menambahkan sedikit saja kalau masih ingin nyaman menikmatinya.

    Selain sambal, kamu juga bisa menikmatinya dengan acar cabe rawit hijau. Acar cabe ini juga bisa menambahkan cita rasa agak asam, karena ada campuran cukanya.

    Sayangnya, saat kami ke sana stok suikiaw sedang habis. Padahal menurut beberapa orang yang sudah mencobanya, suikiaw di sini patut sekali dipesan.

    Bakmi Piring ini cocok dinikmati di segala waktu. Kamu bisa mengunjunginya saat makan siang atau makan malam. Kalau tak ingin antre begitu lama, kunjungi sebelum jam buka.

    Bakmi Piring

    Pujasera Blok M Square, Blok H KS 006,
    Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    Jam operasional: 11.00 – 16.00 WIB (hari kerja), 12.00 – 17.00 WIB (hari libur)
    Instagram @bakmipiring
    No. Telp: 0813-1149-3989

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Burger Jalapeno Murah Meriah di Jaksel


    Jakarta

    Di kawasan Jakarta Selatan ada burger kekinian yang konsepnya food truck kaki lima. Punya menu burger jalapeno yang lezat dan juicy.

    Jakarta Selatan terkenal sebagai surganya tempat hangout bagi kaum muda. Banyak kafe baru dengan desain estetik kerap menjadi tujuan yang disambangi untuk memberi makan.

    Ternyata tak hanya kafe yang nyaman, ada juga tempat makan kaki lima yang patut dikunjungi. Banyak anak muda yang tidak kenal lelah untuk mencari peluang bisnis dan mengumpulkan pundi-pundi keuntungan lewat usaha kuliner.


    Seperti yang dilakukan Burger n Coffee (4/6). Memanfaatkan sebuah mobil VW Combi klasik ada racikan burger dan kopi yang dapat dipesan sambil bersantai sejenak.

    Kami tertarik pada menu burger mereka yang juga sering lalu lalang di media sosial. Banyak pelanggannya yang menyebut rasa burger kaki lima ini tak kalah dengan restoran burger ternama. Begini pengalaman kami mencicipinya.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Berkawan Coffee n Burger
    Alamat Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (belakang SDIA 1 Al Azhar)
    Instagram @berkawan_coffeeandburger
    Jam Operasional Selasa – Minggu, 17.00 – 00.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 45.000
    Tipe Kuliner Western
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • dll
    Berkawan Coffee n BurgerMengandalkan mobil klasik VW Combi, Berkawan Coffee n Burger digagas oleh anak muda, Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Hasil Bisnis Kreasi Anak Muda

    Mengandalkan informasi pada Google Maps, detikfood tiba di sekitar kompleks Masjid Al-Azhar sekitar pukul 5 sore. Ternyata Burger n Coffee belum juga buka, bahkan mobil VW Combi ikoniknya masih terparkir dan tertutup terpal.

    Menjelang pukul 18.00 WIB mulai terlihat segerombolan anak muda yang menyiapkan mobil tersebut terparkir di belakang SDIA 1 Al Azhar. Ternyata pengelola Burger n Coffee adalah anak-anak muda yang bekerja sama untuk menciptakan sebuah bisnis kuliner.

    Sekilas semuanya tampak memiliki usia yang sama atau sebaya. Dengan kompak semua mengerjakan tugasnya masing-masing, ada yang menyiapkan mesin kopi di dalam mobil, menyiapkan area memasak dan mulai food preparation, hingga beberapa orang yang menyiapkan meja kasir dan area duduk.

    Sesuai dengan penjualnya, target pasar yang dituju juga anak-anak muda yang beraktivitas di sekitar Jalan Sisingamaraja. Kami melihat banyak pekerja usia 25-30an yang sengaja datang untuk makan maupun sekadar hangout di sini.

    Racikan Homemade yang Juara

    Berkawan Coffee n BurgerPattynya diracik dengan bahan daging sapi segar dan resep homemade. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Menyaksikan langsung proses pembuatan burgernya, beberapa bahan dalam keadaan setengah beku. Tak ada merek atau cap pada bahan yang digunakan untuk burgernya, kecuali roti dan kentang goreng sebagai pelengkap.

    Semua bahan-bahan di sini dibuat homemade atau rumahan dengan resep sederhana yang ternyata enak rasanya. Mulai dari bawang bombay hingga pattynya terasa berbeda jldengan penjual burger lainnya dan memiliki ciri khas.

    Sebelum mulai memasak burger pesanan pelanggannya, pekerja di bagian ‘dapur outdoor’ akan menumis bawang bombay. Bawang bombay tersebut dibawa dalam keadaan sudah dimarinasi dengan racikan saus khusus untuk nantinya disajikan sebagai caramelised onion pada isian burger.

    Begitu pula dengan patty yang mulai dikeluarkan satu per satu masih berbentuk bongkahan daging. Tentunya sudah dimarinasi dan diukur porsinya untuk satu penyajian burger.

    Lanjut ke halaman berikutnya untuk mengetahui deskripsi rasa makanannya.

    Burger Classic yang Paling Laris

    Berkawan Coffee n BurgerMenu yang paling sederhananya ada Burger Classic dengan isian patty dan sayuran. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Kami penasaran dengan burger klasik atau yang paling sederhana . Namanya Burger Classic Deluxe, saat kami memesannya juga datang beberapa pembeli yang sudah langganan dan langsung memesan menu yang sama.

    Untuk burger seharga Rp 38.000 ini isiannya terdiri dari burger bun, thousand island, selada, patty, caramelised onion, serta irisan tomat. Pada gigitan pertama baru terasa burger bunnya yang lembut dan saus thousand island yang terasa gurih kuat.

    Setelah menggigit pattynya baru terasa gumpalan daging yang kasar menandakan hanya sedikit bahan tambahan selain daging sapi untuk pattynya. Tak ada daging bagian sapi khusus yang digunakan untuk pattynya, hanya saja komposisi antara daging dan lemaknya terasa seimbang sehingga tidak kering.

    Untuk bumbu pada pattynya dominan terasa bawang putih, walaupun teksturnya sangat halus dan hampir tidak terasa. Tetapi untuk rasa asin atau pedas dari campuran merica dan garam yang umum pada patty burger, tak terlalu kuat.

    Campuran Jalapeno dalam Burger yang Unik

    Berkawan Coffee n BurgerMenu bernama Funky Burger diberikan tambahan isian berupa acar cabai jalapeno. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Selain menu burger Classic, nama burger dengan sebutan Funky Burger Deluxe juga menarik perhatian kami. Harganya lebih mahal sedikit yakni Rp 40.000 per porsinya.

    Oh ya, saat membeli menu dengan predikat ‘Deluxe’ di belakangnya kamu sudah mendapatkan tambahan pelengkap berupa kentang goreng. Pada menu Funky Burger ini dijelaskan bahwa ada tambahan pickled jalapeno atau acar cabai jalapeno pada tumpukan burgernya.

    Seperti yang banyak diketahui bahwa jalapeno adalah varietas cabai asal Mexico yang rasa pedasnya membakar. Ternyata ketika sudah diolah menjadi acar dan ditambahkan ke dalam burger rasanya berbeda jauh.

    Tambahan acar jalapeno justru menghadirkan sentuhan rasa asam segar pada lapisan burgernya. Cocok untuk menyeimbangkan antara berbagai saus yang pekat dan juice atau cairan dari daging yang keluar saat digigit.

    Rasanya sama sekali tidak pedas tetapi disediakan tambahan saus sambal jika ingin mendapatkan rasa pedasnya. Menu ini lebih cocok dipesan bagi mereka yang tak ingin hidangan dengan rasa standar.

    Porsi Nampol untuk Lapar Sepulang Kerja

    Berkawan Coffee n BurgerAda juga The Burger Supreme dengan sian double patty. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Melihat target pasarnya yang didominasi oleh para pekerja yang telah bekerja seharian penuh, Burger n Coffee juga menyediakan porsi yang lebih besar. Jika kamu mengakui ruang perutmu lebih besar, disarankan untuk memesan The Buns Supreme.

    The Buns Supreme dipatok seharga Rp 53.000 dan menjadi menu makanan termahal di sini. Menu ini hasil pengembangan dari Funky Burger yang sama-sama menggunakan tambahan acar jalapeno.

    Bedanya untuk The Buns Supreme ditambah dengan isian patty. Sehingga para tumpukan burgernya terdiri atas burger bun atas dan bawah, irisan bawang bombay segar, selada, keju pada dua lapisan, 2 buah patty, dan kucuran thousand island.

    The Buns Supreme dengan isian dua tumpuk patty di dalamnya tidak memiliki ukuran yang terlalu besar atau tinggi. Tetapi cukup menantang untuk dimasukkan ke dalam mulut jika ingin menggigit semua lapisannya bersamaan.

    Rasanya enak, memuaskan, dan membuat kami berhasil kekenyangan. Bagi kami untuk menghabiskan The Buns Supreme ini terletak pada tantangan dua lapis pattynya yang terlalu juicy sehingga membuat isiannya gak basah saat pattynya mulai hancur digigit.

    Sesuai dengan namanya Burger n Coffee juga menyediakan racikan kopi dan minuman dengan selera kawula muda pada umumnya. Pilihan Kopi Susu Aren sebagai andalan untuk menu coffee dan racikan teh bunga telang sebagai pilihan non coffeenya.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Rasa ‘Coffee Slush’ Viral, Mirip Tekstur Es Serut!


    Jakarta

    Kopi Tuku meluncurkan menu kopi baru yang berhasil menggaet banyak peminat. Kopinya viral karena berupa ‘coffee slush’ yang mirip es serut. Begini rasanya!

    Toko Kopi Tuku menjadi salah satu kedai kopi terpopuler di Jakarta. Mereka juga terkenal sebagai pelopor kopi susu gula aren.

    Sejak berdiri tahun 2015, menu Kopi Susu Tetangganya sudah mendapat banyak penggemar. Hingga saat ini, gerai Toko Kopi Tuku di beberapa wilayah tidak pernah sepi pembeli.


    Seiring berjalannya waktu, Toko Kopi Tuku menghadirkan inovasi menu baru. Salah satu yang terbaru yaitu varian kopi Tuku Slushy.

    Jika biasanya minuman ‘ice slush’ dibuat dengan menggunakan minuman bersoda rasa buah-buahan, Tuku menghadirkan minuman slushy dengan varian rasa kopi dan teh. Kedua minuman slushy ini digemari banyak orang.

    Penasaran dengan cita rasa Tuku Slushy, detikFood ikut mencobanya. Saat ini variasi menu slushy hanya bisa ditemukan di Toko Kopi Tuku cabang Cipete, Jakarta Selatan dan di BSD. Namun, untuk di BSD belum permanen karena hanya tersedia selama tiga bulan saja.

    Untuk membeli varian Tuku Slushy, kamu perlu masuk ke area toko Toserbaku, bukan gerai toko kopinya. Di bagian dalam kami bisa melihat langsung mesin minuman berisi Tuku Slushy.

    Toko Kopi TukuKamu bisa mencoba Tuku Slushy di cabang Cipete dan di gerai Toserbaku. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat kami menyambanginya pada (13/06/2024) lalu, terdapat tiga varian Tuku Slushy yang tersedia, yaitu Kopi Susu Tetangga, Es Teh Susu, dan Asam Jawa. Ketiganya dibanderol dengan harga Rp 20.000 per gelas.

    Pembeli bisa memesan kepada pegawai di sana dan akan langsung disiapkan.

    Kami memesan dua varian favorit, yaitu Kopi Susu Tetangga dan Es Teh susu. Dari segi tekstur memang berbeda dari minuman biasa. Teksturnya mirip seperti es serut tetapi lebih lembut.

    Toko Kopi TukuBegini tekstur dan tampilan Tuku Slushy dari Toko Kopi Tuku. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bagi yang suka es kopi susu, bisa mencoba Tuku Slushy Kopi Susu Tetangga. Rasanya cukup mirip dengan Es Kopi Tuku Tetangga biasa, tetapi jauh lebih manis dengan rasa dan aroma kopi yang lebih ringan.

    Sensasi minumnya juga sedikit berbeda karena teksturnya yang dibuat seperti es serut. Namun, tenang saja, tekstur slushynya punya buliran es yang lembut, sehingga tidak sulit diseruput dengan sedotan. Minusnya, tekstur slushy yang lembut ini cepat mencair.

    Varian Es Teh Susu juga tidak kalah enak dan bisa menjadi alternatif yang tepat kalau kamu tidak menyukai kopi. Teksturnya sama seperti varian Kopi Susu Tetangga.

    Meskipun perpaduan antara teh dengan susu, tetapi lebih dominan rasa dan aroma teh jasmine daripada susunya. Teh susunya juga manis, tetapi rasa manisnya lebih berasa gula bukan susu.

    Mereka juga punya varian Asam Jawa yang cocok diminum jika kamu suka rasa manis asam menyegarkan.

    Toko Kopi TukuFamily Mart juga punya varian menu slushy. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami merasa puas dengan varian Tuku Slushy ini karena rasanya dingin manis dan tekstur es slushy membuatnya lebih segar dan cocok diminum saat cuaca panas.

    Tidak hanya Toko Kopi Tuku, tetapi supermarket mini Family Mart juga punya varian slushy. Mereka menawarkan slushy rasa buah-buahan, yang terdiri atas rasa Grape Galactic, Green Lantern, dan Berry breeze.

    Kami sempat menyambangi gerai Family Mart Cipete yang lokasinya tidak jauh dari Toko Kopi Tuku. Sayangnya hanya ada satu varian tersedia saat itu, yaitu Grape Galactic.

    Kami berujung hanya memesan varian tersebut dengan harga Rp 12.000 saja. Slushynya disajikan dalam gelas yang ukurannya lebih besar dari Tuku, sekitar 300 ml.

    Dari segi warna memang lebih menarik karena berwarna ungu cerah. Punya rasa sesuai nama yaitu anggur. Rasa manis anggurnya cukup kuat dengan sedikit sensasi menyengat di mulut. Tekstur slushynya juga jauh lebih kasar dari Tuku, sehingga cukup sulit disedot.

    Toko Kopi TukuSeperti ini tampilannya untuk varian Grape Galactic. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk Slushy dari Family Mart menurut kami lebih cocok dinikmati anak-anak atau remaja karena varian rasa yang lebih manis menyegarkan.

    Jika tertarik mampir, kamu bisa menyambangi gerai Toko Kopi Tuku Cipete yang berlokasi di Jl. Cipete Raya B No.7 6, RT.6/RW.3, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410. Buka setiap hari pukul 07.00 sampai 21.00 WIB.

    Family Mart Cipete juga bisa ditemui di lokasi Jl. Cipete Raya Kel No.1 2, RT.2/RW.4, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410. Buka setiap hari, pukul 07.00 – 21.00 WIB.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Creamy Gurih! Cheesecake Bentuk Sando Khas Jepang


    Jakarta

    Pecinta keju jangan lewatkan mampir ke gerai ini. Ada menu serba cheesecake mulai dari soft serve hingga cheesecake sando yang unik. Begini rasanya!

    Keju selalu cocok jadi paduan beragam jenis makanan. Rasanya yang asin dan gurih dengan paduan aroma susu membuat keju bisa menambahkan cita rasa makanan.

    Salah satu olahan keju yang populer adalah cheesecake. Umumnya disajikan dalam bentuk potongan segitiga karena potongan dari kue berbentuk bundar utuh.


    Namun, berbeda dengan cheesecake di gerai ini yang terbilang unik. Gerai bernama Maeko ini menawarkan cheesecake sando alias sandwich ala Jepang yang ikonik.

    Cheesecake sandoCheesecake sando dibanderol mulai Rp 20.000. Foto: detikcom

    Jadi, cheesecakenya disajikan dengan cara diapit dua biskuit. Mirip dengan sando atau sandwich. Harganya dibanderol mulai Rp 20.000 untuk ukuran mini dan Rp 40.000 untuk ukuran reguler.

    Cheesecake sando di sini tersedia dalam berbagai varian. Kami mencicipi varian Original, Strawberry Jasmine, Matcha dan Yuzu yang menjadi favorit.

    Biskuitnya tebal, lembut dengan aroma dan rasa gurih mentega yang kuat. Ada sedikit rasa asin pada biskuitnya. Kemudian, cheesecake di dalamnya cukup tebal sekitar 3 cm.

    Untuk varian original, rasa dan aroma susunya yang kuat, tetapi tidak berlebihan. Jika ingin ada sentuhan rasa segar, bisa pesan varian Yuzu.

    Cheesecake sandoMaeko juga menawarkan soft served varian cheesecake. Foto: detikcom

    Tambahan kulit jeruk navel parut memberikan aroma segar dan rasa kecut asam dari jeruk. Varian matcha juga tak kalah jadi andalan. Rasa pahit dan manis pada matchanya terasa seimbang.

    Selain cheesecake sando, Maeko juga menawarkan soft serve ice cream seharga Rp 30.000 untuk cup ukuran kecil. Soft serve ice cream varian cheesecake teksturnya creamy sangat lembut.

    Kami memesan varian cheesecake bite, jadi potongan cheesecake berbentuk persegi disajikan sebagai topping soft serve ice cream.

    Cheesecake sandoMaeko dapat ditemui di Grand Indonesia West Mall, Lantai LG Foto: detikcom

    Karena aroma dan rasa keju pada soft serve ice cream terbilang kuat, sangat pas jika dinikmati dalam cup kecil, sehingga tidak berlebihan gurih creamynya.

    Gerai Maeko ini dapat kamu kunjungi di Grand Indonesia West Mall lantai LG dan di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Namun, khusus di BSD hanya khusus untuk pick up saja.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngadu Rasa 3 Risoles Ragout Ayam Legendaris, Enak yang Mana?


    Jakarta

    Risoles isi ragout ayam banyak ditawarkan di toko roti legendaris, seperti Suisse Bakery, Okky Bakery, dan Sakura Anpan. Dari ketiganya lebih enak yang mana?

    Risol atau risoles merupakan kudapan sejenis pastry yang diisi dengan daging dan sayuran cincang. Risoles identik dengan penyajiannya yang digulung menggunakan kulit tepung.

    Makin enak lagi, jika risoles diisi dengan ragout ayam. Ragout ayam adalah pasta kental dan creamy yang dicampur dengan cincangan ayam dan sayuran.


    Saking menjadi favoritnya, risoles ragout ayam ini banyak ditawarkan oleh toko roti. Bahkan yang legendaris sekalipun, seperti Suisse Bakery, Okky Bakery, dan Sakura Anpan Bakery.

    DetikFood mencoba risoles ragout ayam dari ketiga toko roti tersebut untuk menemukan mana yang paling enak. Berikut ulasannya!

    1. Suisse Bakery

    Review Battle Risoles Ragout AyamRisoles ragout ayam dari Suisse Bakery dibanderol Rp 12.500. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Suisse Bakery yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat ini berdiri sejak tahun 1978. Tokonya jadul, tapi masih menjadi favorit hingga sekarang.

    Toko roti ini menawarkan risoles ragout ayam seharga Rp 12.500. Ukurannya sangat besar dengan isian yang padat. Saat dipegang pun terasa berat. Kulit risolesnya tidak terlalu tebal.

    Rougoutnya sangat royal dan creamy, tapi gak bikin enek. Rasanya gurih dengan aroma ayam yang kuat. Menariknya lagi, ragout tersebut juga dilengkapi dengan daging ayam dan sayur yang dipotong dengan ukuran yang besar.

    Untuk membeli risoles ragout ayam dari Suisse Bakery ini kami memesan via Whatsapp H-1 sebelum pengambilan. Karena menu satu ini selalu cepat habis di awal waktu.

    Risoles ragout dari Suisse Bakery ini disajikan dengan cabe ijo rawit.

    2. Okky Bakery

    Review Battle Risoles Ragout AyamRisoles Ragout Ayam dari Okky Bakery harganya Rp 15.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Okky Bakery di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan juga menawarkan risoles ragout ayam. Toko roti ini juga terkenal legendaris, karena sudah berdiri sejak 1975.

    Risoles ragout ayam di sini dibanderol seharga Rp 15.000. Harganya sedikit di atas Suisse Bakery. Namun, ukurannya lebih kecil dibanding risoles Suisse Bakery.

    Meski begitu, ukurannya masih terbilang besar. Isian rogoutnya pun padat dan tak kalah creamy. Namun, cincangan daging ayam dan sayurnya sangat kecil.

    Review Battle Risoles Ragout AyamIsian risoles ragout ayam dari Okky Bakery. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bahkan tak terasa ketika di mulut. Namun, itu terobati dengan ragoutnya yang gurih dan beraroma kaldu yang kuat, sehingga mengingatkan dengan aroma sup ayam.

    Risoles dari Okky Bakery dilengkapi dengan cabe rawit ijo dan bumbu kacang. Bumbu kacang yang cenderung gurih dan pedas ini menambah kenikmatan ragoutnya.

    Risoles dari Sakura Anpan ada di halaman selanjutnya.

    3. Sakura Anpan

    Review Battle Risoles Ragout AyamRisoles Ragout Ayam dari Sakura Anpan dibanderol Rp 6.500. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Sakura Anpan berlokasi di kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Toko roti terkenal legendaris, karena sudah beroperasi sejak tahun 1978.

    Risoles ragout ayam di sini harganya dibanderol Rp 6.500. Harganya jauh lebih murah dibandingkan Suisse Bakery dan Okky Bakery. Tampilannya juga berbeda,

    Risoles yang ditawarkan Sakura Anpan berbentuk segitiga, seperti samosa. Harganya sesuai dengan penyajian rogoutnya, tidak terlalu banyak.

    Review Battle Risoles Ragout AyamIsian risoles ragout ayam dari Sakura Anpan. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bahkan tekstur creamy tak kami dapatkan dalam ragoutnya, karena cenderung kering. Meskipun begitu, isian cincangan daging ayam dan sayurannya cukup berukuran, sehingga memberikan tekstur.

    Kulitnya juga agak alot, tetapi rasanya enak. Rasa dan aroma ragoutnya cukup terasa. Risoles di Sakura Anpan ini juga disajikan dengan rawit ijo.

    4. Mana yang Enak?

    Review Battle Risoles Ragout AyamReview Battle Risoles Ragout Ayam Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menurut detikFood, dari ketiga risoles ragout ayam di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Suisse Bakery dengan ukuran yang besar dan potongan daging ayamnya terasa.

    Kemudian, Okky Bakery risolesnya royal, creamy, dan padat, tetapi potongan daging dan sayurannya tidak terasa. Namin, terobati dengan bumbu kacang yang gurih pedas.

    Dan, Sakura Anpan yang rogoutnya cenderung kering, tetapi cincangan daging dan sayurannya terasa. Harganya pun lebih terjangkau.

    Namun, sesuai selera detikFood, kami lebih menyukai risoles ragout ayam dari Suisse Bakery.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com