Author: perbaiki

  • Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam Perumahan


    Jakarta

    Sempat viral di tahun 2020 lalu, bakpao jumbo yang satu ini masih diminati meski jualannya di dalam perumahan. Pembelinya selalu antre!

    Berasal dari China, bakpao jadi camilan populer di Indonesia. Berbeda dengan roti kukus biasa, kalau bakpao dibuat dari tepung terigu yang diberi ragi sehingga mengembang dan teksturnya lembut.

    Agar tidak kosong, bagian dalam bakpao memiliki aneka isian misalnya daging kukus, kacang ijo, kacang merah sampai cokelat.


    Kalau mau coba bakpao yang enak dan porsiya jumbo, bisa mampir ke toko Bakpao Elfin di dalam perumahan Villa Melati Mas Blok L-5.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam Perumahan Foto: detikFood

    Berjualan lebih dari 30 tahun, Bakpao Elfin ini awalnya berjualan menggunakan mobil bak terbuka dan ditawarkan secara berkeliling di kawasan BSD. Nama ‘Elfin’ sendiri diambil dari nama putra sang pemilik.

    Pada tahun 2020 silam, bakpao Elfin ini sempat viral bahkan diantre ratusan orang setiap harinya. Orang-orang rela antre sampai satu jam lebih untuk bisa mencoba bakpao legendaris ini, tak jarang dulu sering sekali orang sudah mengantre tapi tetap kehabisan bakpao karena tingginya animo pembeli.

    Sejak dulu ciri khas bakpao ini terletak pada ukurannya yang tiga kali lipat lebih besar pada bakpao umumnya. Isiannya juga padat dan melimpah serta harga yang masih terjangkau yaitu di angka Rp 11.000 saja per buahnya.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam Perumahan Foto: detikFood

    Untuk pilihan rasanya hanya ada tiga saja, yaitu bakpao ayam, kacang merah (tausa) dan cokelat. Karena dibuat secara homemade, tentunya bakpao ini terjamin kualitasnya.

    Bagian luar bakpao empuk, dan bagian dalamnya memiliki tekstur yang lembut tapi tetap ada kesan ‘fluffy’ seperti makan roti. Isiannya tak pelit sama sekali, di bakpao ayam, isiannya menggunakan daging cincang ayam yang dikukus dengan bumbu manis gurih. Rasanya mirip seperti ayam yang dikukus.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam Perumahan Foto: detikFood

    Kemudian bakpao isi kacang merahnya juga tak kalah juara, dari suapan pertama sudah terasa kacang merah yang dihaluskan namun masih ada tekstur kacangnya yang tak terlalu halus. Bakpao ini cocok buat penggemar makanan yang tak terlalu suka manis.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao kacang merah (tausa). Foto: detikFood

    Terakhir ada bakpao cokelatnya, menu bakpao ini bisa dibilang paling laris karena paling cepat habis. Menggunakan selai cokelat homemade, tekstur selai cokelatnya sedikit kasar tapi cocok dipadukan dengan lembutnya bakpao yang masih hangat.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao cokelat. Foto: detikFood

    Jangan lupa coba juga siomay ayamnya, harganya Rp 6.500 per buah dan ukurannya cukup besar. Berbeda dengan siomay pada umumnya, kalau siomay ayam di Bakpao Eflin lebih ke gaya shumai dimsum.

    Di sini siomay bukan diolah dari ikan, melainkan dari daging ayam cincang sehingga dari segi tekstur lebih padat, dan rasa siomaynya lebih gurih dengan cocolan saus merah yang sedikit manis.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanSiomay Ayam. Foto: detikFood

    Bagi yang mampir ke Bakpao Elfin cabang Villa Melati Mas, antrian di sini cukup normal meski tetap ramai pengunjung. Waktu antrenya kurang dari lima menit saja, tempatnya pun lebih nyaman karena berada di ruko.

    Setiap harinya Bakpao Elfin cabang perumahan Villa Melati Mas ini buka dari jam 12.30 – 19.30. Oh ya, bakpao di sini bisa beli yang hangat atau yang masih dingin. Yuk mampir!

    Bakpao Elfin

    Villa Melati Mas.
    JL. Villa Melati Mas Raya no.17B.
    Blok L-5, Serpong Utara, Tangerang.
    Instagram: @bakpao.elfin

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ada Bakmi Keriting Jumbo hingga Bakmi Karet Halal di Perumahan Ini


    Jakarta

    Kulineran cari bakmi halal yang enak dengan harga terjangkau, bisa mampir ke kedai bakmi satu ini. Lokasinya berada di dalam perumahan.

    Sekarang ada banyak tempat makan yag bisa ditemukan di dalam area perumahan. Terutama komplek perumahan di kota-kota besar, yang memiliki sarana fasilitas tempat makan yang beragam jenisnya.

    Seperti area perumahan di Serpong, Tangerang Selatan, yaitu Villa Melati Mas. Sejak dulu area perumahan ini sering disebut sebagai surganya bagi penggemar bakmi, karena ada lebih dari puluhan tempat makan bakmi yang tersebar di sini.


    Mulai dari bakmi dengan topping B2, kemudian bakmi ayam kampung, bakmi bangka sampai bakmi halal bisa ditemukan di area perumahan ini.

    Kalau mau cicip bakmi halal di area perumahan, bisa coba mampir ke kedai Bakmi Delima yang ada di dalam perumahan Vila Melati Mas No. L5. Tempat makan halal ini sering diulas oleh food vlogger di YouTube hingga TikTok.

    1. Usaha Bakmi Rumahan

    Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas.Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Mirip seperti konsep tempat makan di area perumahan lainnya, Bakmi Delima menggunakan halaman rumah hingga area garasi untuk tempat berjualan. Bagian dalam bagasi menjadi area dapur yang disulap untuk meracik mie sampai membuat topping.

    Sang pemilik, Jessica menuturkan bahwa awalnya usaha ini dirintis pada tahun 2022 lalu. Dulunya berjualan di depan toko mebel yang dikelola sang suami, kemudian memutuskan untuk pindah ke area Villa Melati Mas untuk fokus berjualan mie.

    “Jadi alasan kenapa kami buka Bakmi Delima di sini, karena sejka dulu perumahan ini dikenal sebagai surganya penggemar bakmi. Kita pikir, kalau jualan di sini pasti pengunjungnya lebih ramai,” jelas Jessica ke detikFood (27/09).

    2. Bakmi Halal Homemade

    Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas.Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Setiap harinya Jessica dan suami membuat mie secara homemade. Ada tiga jenis mie yang ditawarkan di sini, yaitu ada mie keriting, mie lebar dan mie karet semuanya dibuat secara fresh setiap harinya dan tentunya tanpa bahan pengawet.

    “Awal mula kita kepikiran untuk buka usaha bakmi, karena dari dulu saya orangnya suka masak. Saya sering buatkan mie untuk anak-anak saya dan mereka suka, jadi saya dan suami saya berpikir kenapa kita tidak usaha bakmi aja,” lanjut Jessica, ditambah sang suami pernah mengenyam pendidikan di sekolah perhotelan sehingga cukup mahir dalam meracik makanan.

    Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas.Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    “Alasan lainnya kenapa kita buat bakmi ini halal, karena kami ingin semua orang bisa merasakan bakmi yang kita buat. Dari minyaknya sampai bahan mienya itu semua halal dan aman untuk dimakan semua kalangan,” tutur Jessica.

    3. Bakmi Spesial Harga Terjangkau

    Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas.Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Ada tiga ukuran porsi yang tersedia di sini, yaitu ukuran kecil, sedang dan jumbo. Menurut Jessica menu bakmi porsi kecil itu biasanya yang pesan anak-anak, karena memang tak terlalu banyak. Sementara untuk porsi normal ada di ukuran sedang, serta porsi jumbo ini dibuat untuk pelanggan yang bisa makan banyak.

    “Kita lebih main ke topping di sini, jadi bakmi pilihannya ada topping ayam cincang, ayam kampung, pakai jamur, atau mau lengkap. Kisaran harganya dari Rp 13.000 – Rp 32.000.” lanjut Jessica yang juga menjual menu kwetiau, bihun dan pangsit homemade.

    Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas.Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Setiap jenis bakmi tentu berbeda teksturnya. Misalnya bakmi keriting ukuran jumbo, Jessica menggunakan dua porsi mie dijadikan satu. Tekstur mie keritingnya kenyal dan garing, minyak ayam dan bawang putihnya terasa di setiap suapan. Tanpa tambahan kuah atau sambal pun racikan mie ini sudah enak.

    Begitu juga dengan rasa mie ayam karetnya, rasa gurihnya diambil dari irisan daging ayam kampung rebus yang royal. Tekstur mienya tidak alot tapi tetap kenyal dengan diameter mie lebih tebal dan besar. Terakhir ada mie karetnya yang mirip seperti mee pok atau fish noodle ball ala Singapura.

    4. Topping Bakso Ikan dan Chili Oil

    Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas.Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    “Kita juga punya menu andalan lainnya seperti bakso ikan, itu seporsi ini tujuh buah harganya hanya Rp 21.000. Cocok dimakan sama mie lebar kita, banyak yang bilang mirip seperti mie bakso ikan ala Singapura,” lanjut Jessica.

    Uniknya di sini juga ada tambahan chili oil, Jessica sengaja menambahkan chili oil karena mengikuti permintaan pasar. Ia melihat bahwa mie dengan chili oil sedang naik daun, sehingga ia memutuskan untuk menambahkan menu tersebut di kedainya dan ternyata banyak penikmatnya. Seporsi chili oil di Bakmi Delima harganya hanya Rp 2.500 saja.

    Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas.Bakmi Delima di dalam Perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Selain menu-menu di atas, Bakmi Delima menjual menu tambahan lainnya seperti Pangsit, Bakso Goreng, Ngohiong hingga Kuotie atau Gyoza dengan kisaran harga terjangkau dari Rp 3.500 saja. Semua menu di sini bisa dipesan via aplikasi online atau pesan antar lewat no WhatsApp Bakmi Delima.

    Bakmi Delima
    Jl. Komp. Villa Melati MAS No.L5/15.
    Serpong, Tangerang Selatan.
    Jam Buka: 07.00 – 17.00
    Telp/WA: 0878-8955-8087

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngemil Onde-onde hingga Tahu Petis Legendaris di Dalam Perumahan


    Jakarta

    Lokasinya tersembunyi di dalam area perumahan, toko onde-onde yang satu ini terkenal menggunakan resep asli dari tahun 1927. Onde-ondenya kerap jadi incaran.

    Mencari kuliner atau tempat makan enak di dalam perumahan memang tidak biasa, seperti mencari tempat makan di jalan raya hingga di dalam mall.

    Namun, jika ditelusuri lebih lanjut ada banyak tempat makan tersembunyi yang lokasinya berada di dalam perumahan dan sudah berjualan selama puluhan tahun lalu lamanya.


    Salah satunya toko snack La Onde HTS Serpong. Lokasinya di dalam perumahan Villa Melati Mas Blok B3/3, di Serpong, Tangerang Selatan.

    Toko ini terkenal menyajikan kudapan seperti onde-onde, tahu petis, bakwan udang dan masih banyak lagi. Berikut beberapa menu yang wajib dicoba di La Onde HTS.

    1. Usaha Rumahan yang Legendaris

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Kalau mampir ke toko La Onde HTS Serpong, pengunjung tidak akan menemukan papan nama atau tampilan toko layaknya penjual makanan pada umumnya. La Onde HTS Serpong berjualan di area garasi rumah, dengan bagian dalam garasi yang disulap menjadi dapur untuk membuat onde-onde dan menggoreng camilan.

    Sang pemilik, Pak Karto rupnya sudah berjualan onde-onde ini sejak tahun 2003 silam. Dulunya beliau berjualan di pusat perbelanjaan, tapi pada tahun 2019, beliau memutuskan untuk berjualan di rumah saja.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    “Saya pertama kali mendirikan La Onde HTS Serpong itu di tahun 2003, tapi baru berjualan di rumah sejak 2019. Lalu pas COVID, kita full jualan dari rumah sistemnya pesan antar, tak bisa makan di tempat,” jelas Pak Karto kepada detikFood (27/09).

    2. Resep Turun Temurun dari 1927

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Jika menilik sejarahnya, La Onde HTS Serpong ini masih memiliki kaitan dengan Depot HTS yang terkenal di Malang, Jawa Timur. Depot HTS sudah berdiri sejak tahun 1927 dan masih berjaya sampai sekarang.

    “Awalnya itu Depot HTS usaha milik ibu mertua saya di Malang. Memang sudah ada dari tahun 1927 dan sekarang dijalani generasi ketiga. Dari dulu memang terkenalnya itu menu onde-onde dan tahu petisnya,” ungkap Pak Karto.

    Karena banyaknya pengunjung dari Jakarta yang sering memborong onde-onde dan tahu petis dari Depot HTS sebagai oleh-oleh, akhirnya tahun 2003 baru Pak Karto membuka La Onde HTS di Serpong. Ia berharap orang tak perlu jauh-jauh ke Malang jika kangen dengan onde-onde dan tahu petis di Depot HTS.

    3. Onde-onde Legendaris

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Semua resep dan bahan baku pembuatan onde-onde masih menggunakan pakem yang sama dari tahun 1927. Karenanya untuk kualitas dan cita rasanya tidak perlu diragukan lagi.

    “Sampai sekarang semuanya saya masih buat sendiri, dibantu oleh beberapa karyawan di sini. Mulai dari pemilihan kacang hijaunya, gulanya itu masih saya sortir sendiri,” sambung Pak Karto.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Setiap harinya Pak Karto bisa menghabiskan sekitar 3 kg kacang hijau untuk isian onde-onde. Kacang hijau ini semuanya direndam dulu selama 24 jam. Jadi kalau sudah habis, sulit untuk menambah stok onde-ondenya lagi.

    Cita rasa onde-ondenya legit dan gurih, paduan dari kacang hijau dihaluskan dengan gula pilihan. Kulit onde-ondenya pun garing sempurna, karena digoreng dalam minyak panas dan api yang dikontrol agar kulit onde tak gampang gosong.

    Ada tiga ukuran onde-onde yang tersedia, yaitu ukuran mini, kecil dan besar semua isiannya sama hanya saja beda di ukuran karena menyesuaikan selera pelanggan. Kisaran harganya dari Rp 1.900 per buah – Rp 8.000 per buah.

    Menu menarik di La Onde HTS ada di halaman berikutnya!

    4. Tahu Petis dan Bakwan Udang La Onde

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Selain onde-ondenya, di sini ada Tahu Petis dan Bakwan Udang yang layak dicoba. Kalau Tahu Petis memang sudah ada sejak dulu, keistimewaannya terletak pada bumbu petis ala Jawa Timur yang kental dengan rasa pedas gurih.

    “Ada beberapa bahan seperti bumbu petis itu memang kita masih terbangkan langsung dari Jawa Timur, untuk menjaga keaslian rasanya. Harga tahu petis per buahnya Rp 5.000, kita pakai tahu pong yang masih segar,” lanjut Pak Karto.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Semetara untuk menu Bakwan Udang, harganya dari Rp 15.000 isi dua buah. Bakwan ini digoreng dadakan sehingga tekstur bakwan masih renyah dan panas. Menu bakwan ini terbilang baru, karena Pak Karto ingin menjual menu-menu camilan yang mudah dibuat tapi disukai banyak orang.

    5. Pelanggan dari Mancanegara

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Berjualan lebih dari 21 tahun di kawasan Serpong, membuat nama La Onde HTS ini tak kalah populer dengan gerai camilan lainnya. Tak hanya warga komplek saja yang jadi pelanggan tetap La Onde HTS, tapi banyak pembeli dari luar kota yang memesan onde-onde hingga tahu petis di sini.

    “Banyak pelanggan saya, mereka beli onde-onde dan tahu petis jumlahnya banyak untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke Belanda, Australia hingga Amerika. Mereka panaskan onde-onde dan tahu petis itu pakai air fryer,” sambung Pak Karto.

    Oh ya, semua menu onde-onde hingga tahu petis di sini dibuat secara homemade dan tanpa bahan pengawet. Semua menu ini bisa dipesan via aplikasi ojek online atau pesan langsung via WhatsApp La Onde HTS.

    La Onde HTS Serpong
    Vila Melati Mas Blok B3/3.
    Serpong, Tangerang Selatan.
    Jam Buka: 08.00 – 20.00
    Telp/WA: 0815-5158-681

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya


    Jakarta

    Bakso khas Wonogiri ini sudah ada sejak tahun 90-an. Lokasi jualannya tak pernah berubah yaitu di dalam perumahan Villa Melati Mas, Serpong.

    Menelusuri tempat makan enak di area perumahan memang tidak pernah ada habisnya. Kebanyakan tempat makan di area perumahan ini sudah berjualan selama belasan sampai puluhan tahun.

    Seperti Bakso Big Top yang menjadi bakso favorit bagi warga perumahan di Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang Selatan. Kedai bakso ini berlokasi di Ruko Villa Melati Mas, Blok B10. Tempat makannya luas, nyaman dan bersih.


    Menurut salah satu pegawai di sana yaitu Suryo, Bakso Big Top awalnya berjualan menggunakan gerobak sederhana dan keliling area perumahan tersebut. Usaha ini rupanya sudah ada sejak tahun 90-an.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Sang pemilik yang berasal asli dari Wonogiri, mahir membuat bakso urat hingga bakso polos. Meski kini kedai bakso ini dijalankan oleh karyawan-karyawannya, tapi semua komposisi bahan bakso sampai racikannya masih sama seperti yang dulu.

    “Kalau jenis bakso di sini ada tiga. Yaitu bakso kecil, bakso urat, bakso telur sama ada juga tahu bakso. Semuanya buat sendiri, dagingnya juga giling sendiri. Sehari bisa habis 30-45 kg bakso. Kalau hari libur biasanya lebih banyak lagi,” ungkap Suryo ke detikFood (30/09).

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Oh ya, di sini juga menyediakan mie instan sebagai pengganti mie atau bihun. Menu ini diadakan karena dulunya banyak pelanggan Big Top yang memesan bakso tapi menggunakan mie instan.

    Untuk tipe bakso dan kuahnya khas Wonogiri, kuah kaldu sapinya bening tapi tetap gurih. Sementara baksonya kenyal dan garing dengan rasa daging sapi yang kuat di setiap gigitan.

    Kalau suka pedas, wajib tambah sambal cabenya yang masih tergerus kasar mirip sambal goreng, tapi rasa pedasnya cukup menyengat lidah.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    “Bisa pesan pakai tetelan juga itu gratis. Kalau bakso standar, yaitu bakso polos seporsi Rp 21.000. Kalau Bakso komplet harganya Rp 27.000 sudah dapat bakso telur, urat, tahu dan bakso polos. Kalau pakai mie instan jadi Rp 30.000 kalau baksonya komplet,” sambung Suryo.

    Selain bakso, Big Top juga menjual menu mie ayam hingga pangsit kuah dengan kisaran harga Rp 15.000 saja. Harganya yang masih terjangkau dan rasa baksonya yang enak. Karenanya kedai ini kerap diulas oleh food vlogger bahkan mendapat sebutan bakso legendaris di Villa Melati Mas.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Setiap harinya Bakso Big Top buka dari jam 09.00 – 22.00. Menu di sini halal dan pembayarannya sudah bisa menggunakan non-tunai. Semua menu bakso dan mie ayam di sini sudah bisa dipesan lewat aplikasi online.

    Bakso Big Top
    Ruko Villa Melati MAS, Blok B10 No 40,
    Serpong, Tangerang Selatan.
    Jam Buka: 09.00 – 22.00
    Telp: 0812-9355-7370

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Jajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng Kaya


    Jakarta

    Fresh Market Emerald Bintaro kini jadi pusatn kuliner modern hingga jajanan kekinian. Ada corn ribs sampai pisang goreng kaya yang enak.

    Surga kuliner di Bintaro kembali bertambah, salah satunya di Fresh Market Emerald Bintaro yang kini merangkap jadi destinasi kuliner di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

    Konsepnya mirip seperti pasar modern pada umumnya, ada penjual sayur, daging sampai toko sembako. Selain itu ada banyak penjaja kuliner. Kebanyakan orang berkunjung ke pasar ini untuk cicip kuliner kekinian.


    Ada puluhan tempat makan, camilan sampai jajanan yang menarik untuk dicoba di pasar modern ini. Seperti pisang goreng dengan saus kaya, lalu ada es cokelat, donat artisan sampai corn ribs yang renyah gurih dan pedas.

    Berikut lima rekomendas jajanan enak dan kekinian di Fresh Market Emerald Bintaro.

    1. Neustadt’s

    Jajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng KayaJajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng Kaya Foto: detikFood

    Kedai yang satu ini spesialis menjual Sub Sandwich hingga Baked Potato. Tapi kalau mau ngemil, bisa Corn Ribs yang harganya hanya Rp 25.000 saja. Corn Ribs merupakan sebutan olahan jagung yang viral di media sosial.

    Jika biasanya corn ribs dibakar atau dipanggang, kalau di Neustadt’s, Corn Ribs digoreng menggunakan metode deep-fry hingga garing. Kemudian di atasnya diberi taburan bumbu hingga bubuk cabai.

    Agar lebih enak, camilan Corn Ribs ini bisa tambah dengan parutan keju seharga Rp 7.000. Meski hanya camilan, tapi porsi Corn Ribsnya banyak dan cukup mengenyangkan.

    2. Pastellia

    Jajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng KayaJajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng Kaya Foto: detikFood

    Pastellia merupakan gerai jajanan tradisional yang menual aneka kue sampai jajanan pasar yang sudah terkenal kelezatannya. Di sini lebih populer jajanan gurihnya seperti pastel, riosles rougut, siomay goreng, tahu bakso goreng dan masih banyak lagi.

    Di Fresh Market Emerald Bintaro, gerai Pastellia cukup besaar dan pilihannya lengkap. Tak hanya pastel atau risoles saja tapi ada juga piscok, onde-onde sampai bakwan sayur yang bisa dihangatkan.

    Harganya memang premium yaitu Rp 9.000 untuk harga pastel dan Siomay Goreng di harga Rp 10.500. Khusus untuk siomay bisa dikukus, digoreng atau dibeli dalam bentuk frozen.

    3. Dou Donut

    Jajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng KayaJajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng Kaya Foto: detikFood

    Dou Donut merupakan salah satu jajanan kekinian yang diincar banyak orang kalau sedang berbelanja di Fresh Market Emerald Bintaro. Dou Donut ini bisa dibilang sebagai artisan donat, karena dibuat dengan bahan-bahan natural yang berkualitas tinggi serta dibuat fresh setiap harinya.

    Ciri khas donat di sini terletak pada teksturnya yang kenyal atau chewy, mirip seperti mochi. Pilihan donatnya ada Salted Brown Butter, Melted Milk Kurl, Lemon Meringue, Toasted Vanilla hingga Cheese Brulee. Kisaran harga donatnya dari Rp 15.000 saja.

    Rekomendasi jajanan lainnya ada di halaman berikutnya!

    4. Samartha

    Jajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng KayaJajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng Kaya Foto: detikFood

    Setelah ngemil donat hingga pastel, bisa pesan minuman yang dingin menyegarkan di Samartha. Berbeda dengan gerai minuman lainnya, Samartha fokus menjual es cokelat hitam dengan tingkat 75%.

    Bubuk cokelat yang digunakan juga tidak sembarangan, yaitu bubuk cokelat dari Krakoa yang mendapatkan penghargaan: Indonesia’s Award Winning Chocolate. Untuk menu Dark Choco 75% harganya dari Rp 27.000 saja.

    Selain es cokelatnya yang enak, Samartha menjual menu minuman lainnya seperti Korean Strawberry Milk.

    5. My Banana

    Jajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng KayaJajan di Fresh Market Bintaro, Ada Corn Ribs hingga Pisang Goreng Kaya Foto: detikFood

    Terakhir ada kedai My Banana, camilan pisang goreng krispi yang menggunakan pisang raja. Di kedai ini, pisang gorengnya selalu hangat karena dan digoreng dadakan jadi terjaga kualitasnya.

    Seporsi pisang goreng di sini harganya Rp 20.000, uniknya lagi My Banana memberikan saus cocolan kaya ala Singapura yang dibuat dari santan hingga pandan yang harum, kental dan legit.

    Rata-rata semua penjual makanan di sini sudah berjualan dari jam 08.00 pagi hingga 17.00. Semua pembayaran di setiap kedai sudah bisa non-tunai.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Pedas Nendang! 8 Jenis Sambal yang Sedap di Warung Makan 24 Jam


    Jakarta

    Di Tebet ada warung makan 24 jam yang punya 8 jenis sambal. Lauk-pauknya juga beragam dengan harga terjangkau, porsi sepadan, dan rasa nikmat. Mulai dari Rp 5 ribu saja lho!

    Pencinta sambal dimanjakan dengan banyaknya tempat makan yang mengusung konsep serba sambal di berbagai daerah. Racikan sambal mereka pun istimewa dengan resepnya masing-masing.

    Di Tebet, sebuah warung makan viral berkat pilihan sambal yang ditawarkan. Jumlahnya mencapai 9 dengan harga terjangkau, Rp 5.000 per porsi sambal.


    Bernama Warung Sambal Atom, tempat makan ini juga buka 24 jam sehingga bisa jadi tujuan makan siang maupun malam. Ulasan positifnya di Google serta dari para konten kreator makanan membuat warung makan ini semakin viral.

    Ternyata usaha ini sudah bermula sejak 2020 dan bertahan sampai sekarang. Bahkan rencananya Warung Sambal Atom bakal buka gerai baru di Depok.

    Detail Informasi (Warung Sambal Atom)
    Nama Tempat Makan Warung Sambal Atom
    Alamat Jalan Tebet Dalam 1 Nomor 3, Jakarta Selatan (Dekat Brawijaya Hospital – Saharjo)
    Instagram warungsambalatom
    Jam Operasional 24 jam
    Estimasi Harga Lauk dan sambal mulai dari Rp 5 ribu
    Tipe Kuliner Sambal dan lauk Nusantara
    Fasilitas
    • Makan di tempat
    • Pembelian via ojek online

    Bisnis pandemi Covid-19 yang berkembang

    Warung Sambal AtomWarung Sambal Atom di kawasan Tebet buat pencinta sambal dan makanan pedas. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Warung Sambal Atom menempati bangunan rumah sederhana di kawasan Tebet Dalam. Patokannya di jalan gang samping Brawijaya Hospital – Saharjo.

    Di sini pelanggan bisa makan di tempat setelah sebelumnya Warung Sambal Atom hanya melayani pembelian online. Kepada detikfood (31/9), Hendy selaku manajer bercerita soal perjalanan Warung Sambal Atom.

    “Warung ini awal mulanya online di Kelapa Gading, cuma alhamdulillah karena banyak peminat dan berjalannya waktu, banyak yang komen buat buka offline supaya bisa makan di tempat,” ujarnya.

    Usaha Warung Sambal Atom bermula tahun 2020 saat masa pandemi Covid-19. Di saat banyak usaha kuliner tumbang kala itu, Warung Sambal Atom justru baru menapaki jalan suksesnya.

    Pemiliknya memilih buka online karena terkait aturan saat Covid-19 dan belum punya cukup modal untuk buka makan di tempat. “Setelah lama nabung, akhirnya buka gerai pertama di Tebet Timur, dekat Eco Park. Kurang lebih 1,5 tahun di sana,” lanjut Hendy.

    Baru kemudian Warung Sambal Atom pindah ke lokasi sekarang. Hendy menambahkan, “Di tempat ini baru 5-6 bulan.”

    Viral karena ulasan positif di Google

    Warung Sambal AtomDi Google, rating Warung Sambal Atom mencapai 4,8. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Diakui Hendy, usaha warung makan ini viral selama 3 bulan terakhir. Banyak konten kreator datang untuk meliput keistimewaan sajian lauk dan beragam sambal di sini.

    Namun Hendy mengatakan penilaian (rating) tinggi dan ulasan positif di Google adalah pembuka viralnya warung makan ini. “Untuk nama terkenal sebenarnya sudah lama karena di Google Review kita banyak yang kasih rating bagus. Ulasannya juga positif,” ucapnya.

    Dari situlah konten kreator semakin penasaran dan terpacu mencicipi sajian di sini. “Mereka datang karena lihat dari Google Review,” sambung Hendy.

    Tingginya peminat dan permintaan pelanggan membuat Warung Sambal Atom buka 24 jam. Mereka punya 2 shift kerja pegawai saat ini.

    8 jenis sambal yang jadi keistimewaan

    Sesuai namanya, Warung Sambal Atom mengandalkan sambal sebagai primadona. Ada sekitar 8 jenis sambal di sini.

    Menurut Hendy, top 3 sambal mereka adalah sambal granat, sambal bajak, dan sambal dower. Disusul oleh sambal lain yang tak kalah populer, seperti sambal bawang, sambal mentah, sambal penyet, sambal dabu-dabu, dan sambal kecap. Harga per porsi sambal ini Rp 5 ribu.

    Hendy mengungkap dalam sehari mereka bisa mengolah lebih dari 5 kilogram (kg) cabai rawit. Semuanya dipasok dari supplier langganan.

    Bagaimana cita rasa sajian di Warung Sambal Atom? Baca halaman selanjutnya.

    Pedas nendang iwak pe sambal mentah

    Warung Sambal AtomIwak pe dibalut sambal mentah yang pedas nendang. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Warung Sambal Atom menawarkan olahan ayam, ikan, cumi, dan udang sebagai lauk andalan. Enaknya dipesan sebagai menu tengah untuk dinikmati bersama-sama dengan nasi dan pilihan sambal.

    detikfood penasaran dengan Iwak Pe Penyet (Rp 12.000) di sini yang disajikan bersama sambal mentah. Iwak pe merupakan ikan pari asap yang populer di Jawa.

    Potongan iwak pe di sini mungil, tapi dagingnya tebal, teksturnya lembut, dan rasa smokey-nya cukup kuat. Iwak pe kemudian dilumuri sambal mentah yang warnanya merah merona.

    Huahh! Sengatan pedas sambal mentah di sini benar-benar kuat. Pedasnya cabai rawit merah terasa menyegarkan dengan jejak banyak air.

    Sambal granat, bawang, dan penyet wajib dicoba

    Warung Sambal AtomSambal granat yang paling laris. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Selain sambal mentah, Warung Sambal Atom juga punya sambal granat yang jadi top nomor 1. Racikannya terdiri dari cabai rawit merah, cabai rawit hijau, tomat merah, jeruk limau, penyedap, dan gula pasir.

    Sambal granat diulek kasar di cobek besar. Jenis sambal mentah ini terlihat menggugah selera dengan tampilan warna yang cantik.

    Menurut kami pedasnya sedang dengan aksen segar dari kucuran jeruk limau. Kami juga mendapati jejak rasa manis yang kuat pada sambal ini.

    Sementara sambal bawang bisa dibilang yang pedasnya paling nendang. Jenis sambal matang ini punya rasa khas cabai dan bawang yang sama-sama kuat. Cocok bagi penggemar pedas sejati.

    Untuk sambal penyet, menghadirkan rasa pedas manis seperti sambal pecel khas Lamongan. Teksturnya paling cair dan halus di antara sambal lain yang kami pesan.

    Cumi dan udang enak harga terjangkau

    Warung Sambal AtomUdang saus Padang punya porsi memuaskan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Warung Sambal Atom juga punya olahan cumi dan udang harga terjangkau. Harganya Rp 22.000 dengan porsi cukup besar.

    Keduanya bisa diolah goreng tepung, bakar, saus mentega, saus padang, saus tiram, atau saus asam manis. Kami memilih Cumi Goreng Tepung (Rp 22.000) dan Udang Saus Padang (Rp 22.000).

    Cumi goreng tepungnya bukan seperti calamari, melainkan cumi utuh yang benar-benar dipotong dan dibalut adonan tepung terigu agak tebal sebelum digoreng.

    Tekstur cuminya kenyal lembut dan tidak amis. Balutan tepungnya juga enak dengan sensasi renyah. Menu ini disajikan bersama saus yang rasanya mirip saus asam manis.

    Udang saus Padang juga sayang dilewatkan. Kami terkejut karena udangnya besar-besar dan banyak. Tekstur udangnya juga masih terasa renyah segar dengan rasa manis yang enak.

    Udang berbalut kulit dan kepala ini disuguhkan dengan saus Padang yang kental. Rasa pedasnya sedang dengan jejak rasa tomat, bawang putih, dan bawang bombay yang sedap.

    Mengenai menu seafood ini, Hendy mengatakan, “Kelebihan kita di cumi sama udang harganya nggak mahal, karena kita melihat sekitar kita para pegawai dan anak kosan.”

    Bawal bakar dan jukut goreng sayang dilewatkan

    Warung Sambal AtomIkan bakar, salah satu menu yang juga paling laris. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Pengalaman santap kami makin memuaskan dengan cicip Bawal Bakar (Rp 12.000) dan Jukut Goreng (Rp 10.000). Ikan bawal tawar utuh disajikan dengan balutan kecap. Ukurannya sedang dengan daging yang tebal dan bumbu kecap yang manis kuat.

    Untuk jukut goreng merupakan selada air yang digoreng. Teksturnya kurang renyah, tapi rasa gurih asinnya lumayan enak dijadikan pelengkap makan.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Laris! Bakmi Jogja Mas Kus di Palmerah yang Masih Dimasak Pakai Anglo


    Jakarta

    Di daerah Palmerah, Jakarta Barat ada warung bakmi Jawa autentik Jogja. Menunya masih dimasak pakai anglo dan harganya hanya Rp 20 ribu per porsi!

    Bakmi Jawa menjadi salah satu kuliner tradisional Jawa yang diminati banyak orang. Secara umum bakmi Jawa merupakan olahan mie yang dimasak dengan bumbu khas Jawa, seperti bawang putih, bawang merah, dan rempah-rempahan lainnya. Disajikan dalam bentuk godhog atau berkuah, goreng, maupun nyemek.

    Namun, setiap daerah di Jawa punya variasi bakmi yang berbeda-beda. Misalnya bakmi Jawa khas Jogja yang biasanya menggunakan mie kuning berbentuk bulat kecil dan dimasak pakai anglo atau tungku berbahan arang.


    Bakmi Jawa khas Jogja mudah bisa ditemukan di sekitar Jakarta. Salah satu yang terkenal enak dan banyak diburu warga Jakarta adalah Bakmi Jawa Jogja Mas Kus, berlokasi di Palmerah, Jakarta Barat.

    1. Warung bakmi Jawa berusia 13 tahun

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusBegini tampilan warung Bakmi Jawa Jogja Mas Kus yang sudah berjualan kurang lebih 13 tahun. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakmi Jawa Jogja Mas Kus sudah berdiri kurang lebih 13 tahun. Pemiliknya Kusmiyanto memang orang asli Gunung Kidul, Jawa, sehingga racikan bakmi di tempat ini bisa dibilang autentik.

    Mereka menawarkan bakmi Jawa Jogja yang berfokus pada bumbu rempah-rempahan Jawa, termasuk penggunaan bawang putih yang cukup banyak sehingga menciptakan aroma harum.

    Memang bakmi Jawa di sini tidak dimasak satu per satu supaya lebih menghemat waktu. Namun, untuk menyiasatinya, mereka berani menambahkan bumbu cukup banyak. Misalnya mereka masak langsung 5 porsi dalam satu wajan, bumbu yang dipakai tidak hanya lima sendok, tetapi bisa 7 sampai 8 sendok agar rasanya tidak berubah.

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusBakmi Jawa Jogja Mas Kus masih dimasak menggunakan anglo atau tungku tanah liat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Racikan bakmi di sini semakin nikmat karena menggunakan air kaldu yang dimasak dari rebusan ayam kampung. Pemilihan ayam kampung karena gurihnya lebih kuat dan keluar. Menurut istri mas Kus, jika pakai ayam broiler atau negeri, rasa kaldu ayamnya juga tidak keluar dan tidak akan cocok dipadukan dengan bumbu bakmi Jawa.

    Warung bakmi Jawa ini memang kecil dan sederhana. Hanya menempati sebuah bangunan kios di dalam gang. Pelanggan bisa makan langsung di tempat karena tersedia meja dan kursi yang jumlahnya cukup terbatas.

    2. Produksi 25 kilogram mie

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusMereka masih memproduksi mie sendiri, dan sehari bisa sampai 25 kilogram mie. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain bumbu, Bakmi Jawa Mas Kus juga memproduksi mienya sendiri. Mie yang diproduksi adalah mie kuning berbentuk panjang dan bulat.

    Mienya tidak pakai bahan pengawet, pengenyal, maupun pewarna kimia. Bahan-bahan yang digunakan hanya terdiri dari telur, garam, dan kunyit sebagai pewarna alami.

    Setiap harinya mas Kus harus memproduksi mie yang ‘fresh’ karena tidak pakai bahan pengawet. Produksi mie bisa mencapai 25 kilogram sehari.

    Mas Kus biasanya sudah mulai membuat mie sejak pukul 08.00 pagi. Sekitar pukul 11.00 – 11.30 WIB mie sudah siap dan warung bisa segera dibuka.

    Citarasa bakmi Jawa Jogja di warung makan ini bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Sedapnya mie godhog suwiwi

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusSalah satu menu andalan di sini yaitu bakmi godhog nya yang gurih dan bisa ditambah topping suwiwi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salah satu menu andalan di tempat ini yaitu Mie Godhog yang hanya Rp 20.000 per porsi. Mie godhog di sini bisa dipesan polosa atau ditambah dengan aneka topping, seperti suwiwi atau sayap ayam, uritan (telur muda), kepala ayam, hingga ati ampela.

    Kami memesan bakmi godhog dengan tambahan topping suwiwi. Untuk penambahan topping biayanya Rp 5.000.

    Bakmi Jawa langsung dimasak dadakan dengan menggunakan anglo atau tungku dari tanah liat dan arang. Kurang lebih 10 menit menunggu, pesanan bakmi Jawa godhog kami pun selesai.

    Dari segi tampilan, bakmi godhog ini terlihat menggugah selera. Seporsinya terdiri dari mie, suwiran ayam kampung, irisan kol, tomat, hingga daun bawang. Tidak lupa ditambah dengan topping sayap ayam dan taburan bawang goreng.

    Adapun tambahan telur yang sudah diorak arik dengan bakminya. Telur yang dipakai memang telur ayam negeri biasa karena menyesuaikan dengan lidah pelanggan yang lebih suka jika pakai telur ayam biasa.

    “Sebenarnya kita ada tiga pilihan telur, yaitu telur ayam biasa, telur ayam kampung, sama telur bebek. Tapi orang Jakarta lebih suka telur ayam biasa karena katanya kalau telur ayam kampung atau bebek rasanya jadi agak amis. Cuma kalau ada yang request telur bebek atau ayam kampung juga bisa,” ujar istri mas Kus kepada detikFood.

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusTopping suwiwi atau sayap ayamnya kurang lebih diberi 2 potong. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakminya disiram dengan kuah kaldu berwarna bening dan tekstur yang cair. Kuahnya punya rasa gurih dengan aroma dan rasa bawang putih yang kuat. Ada pun sentuhan rasa pedas lada yang tercap di lidah. Meskipun menggunakan kaldu ayam kampung yang direbus selama lebih dari 5 jam, tetapi tidak tercap rasa amis dan masih ringan di mulut.

    Bakmi Jawa godhog ini lebih enak dinikmati dengan racikan bumbu asli, tanpa perlu ditambah sambal. Karena ketika kami mencobanya dengan tambahan sambal, rasanya justru kurang sedap.

    Mienya juga dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, karena tidak begitu keras maupun terlalu lembut. Topping suwiwinya juga menambah cita rasa lezat. Memang agak keras karena pakai sayap ayam kampung, tetapi rasanya tidak hambar dan nikmat dipadukan dengan bakmi Jawa.

    4. Bakmi goreng Jawa yang manisnya khas

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusBakmi Jawa gorengnya juga tidak kalah nikmat dengan rasa manis yang khas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    DetikFood juga mencicipi bakmi goreng Jawa yang seporsinya juga dibanderol dengan harga Rp 20.000. Untuk bakmi gorengnya, kami memilih ati ampela sebagai topping tambahan.

    Bakmi goreng ini sebenarnya bisa dibuat nyemek dengan sedikit kuah, tetapi kami lebih memilih agar bakminya digoreng kering saja.

    Tampilannya cukup berbeda dari mie godhog. Warnanya cokelat pekat karena memang ditambah dengan bumbu kecap manis. Rasanya juga dominan manis dari kecapnya, tetapi tetap ada sentuhan rasa bawang putih.

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusBakmi Jawa Jogja Mas Kus sering jadi langganan banyak artis dan tokoh. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakmi goreng ini juga menurut kami punya aroma smokey (dari proses masak di anglo) yang lebih keluar. Aroma smokey itu pun membuat citarasa bakmi goreng ini semakin nikmat.

    Topping ati ampelanya juga tidak amis atau berbau, dan menyatu sempurna bersama bakmi.

    Meskipun menunya sederhana, tetapi warung bakmi ini banyak sekali peminatnya. Bahkan, sering menjadi langganan para artis dan tokoh ternama. Misalnya Krisdayanti yang beberapa kali sering memesan bakmi Jawa ini untuk acara di rumahnya.

    Bakmi Jawa Jogja Mas Kus punya jam buka khusus. Jam buka pertama sekitar pukul 11.30 – 14.00 WIB dan jam kedua bukanya pukul 17.00 sampai jam 19.00 biasanya sudah habis. Namun, lebih baik memesan lewat WhatsApp dulu agar tidak kehabisan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nyaris Kehabisan Pastry Viral di Pasar Cihapit


    Bandung

    Nyaris kehabisan untuk mencicipi berbagai jenis pastry di toko roti ini. Meskipun lokasinya ada di dalam pasar tradisional, tetapi selalu menjadi buruan para foodies.

    Pasar Cihapit merupakan pasar tradisional di kawasan Bandung Wetan, Jawa Barat. Selain terdapat lapak yang menawarkan bahan masakan, pasar ini juga terdapat gerai kuliner menarik.

    Beberapa di antaranya bahkan viral dan menjadi buruan para foodies. Salah satunya ada toko roti bernama Bien Patisserie yang menawarkan aneka pastry, mulai dari danish, tarte, croissant, dan lainnya.


    Bien, dalam bahasa Prancis artinya ‘Sangat Indah’. Keindahan penyajian, kualitas, dan cita rasa itulah yang ingin diberikan kepada pelanggan oleh Chef Rogu, owner sekaligus chef di toko roti ini.

    Bien PatisserieBien Patisserie menawarkan varian cinnamon roll. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bien Patisserie ini buka mulai pukul 08.00, tetapi semua menu selaku cepat habis. Saat detikFood menyambangi gerainya pada Minggu (06/10/24) puku; 13.36 hanya tersedia tiga varian dan beberapa porsi saja.

    Alhasil, kami pun memesan ketiga varian tersebut, yakni Cinnamon Roll (Rp 15.000), Twice Baked Almond (Rp 18.000), dan Saucijs Brood (Rp 22.000). Rupanya toko roti ini sengaja tidak memproduksi banyak.

    “Kami memang tidak memproduksi banyak, ini karena kami bisa mempertahankan kualitas produk Bien, agak enaknya konsisten,” tutur pelayan yang berjaga di Bien Patisserie.

    Varian Twice Baked Almond menjadi salah satu favorit. Meskipun tampak biasa, tetapi aroma butternya masih tercium kuat. Teksturnya juga renyah dan flaky.

    Bien PatisserieBien Patisserie menawarkan varian Saucijs Brood. Foto: detikcom/Riska Fitria

    “Semua proses gak cepat. Croissant ini dibuatnya memerlukan waktu dan proses yang cukup detail, mulai dari mengulen adonan, melinting, memanggang, mengatur suhu, dan menyusun di etalase,” lanjutnya.

    Rasa almond yang gurih dan renyah pun memberikan tekstur yang berbeda. Cinnamon roll-nya pun tak kalah menarik. Kulit luar terasa renyah karena berupa lapisan pastry yang tipis.

    Ini yang membedakan dengan cinnamon roll lainnya. Sementara bagian dalamnya empuk dan lembut. Setiap sisi dilapisi dengan kayu manis bubuk yang membuat menjadi aromatik dan manis rasanya.

    Bien PatisserieBien Patisserie Foto: detikcom/Riska Fitria

    Juga ada sentuhan sedikit rasa kelat di lidah. Beruntung kami mendapatkan Saucijs Brood yang hanya tersisa satu. Ini merupakan kue klasik khas Belanda berupa puff pastry berisi sosis.

    Varian ini bisa jadi pilihan untuk cita rasa yang gurih. Sosis daging sapi terasa renyah dengan rasa gurih asin dari tambahan keju memberikan kenikmatan tersendiri.

    Bagi kamu yang penasaran mencicipi pastry di sini, disarankan untuk datang di pagi hari saat toko baru buka. Toko roti ini buka setiap hari mulai dari pukul 08.00 sampai stok pastry habis.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Pak Eko


    Jakarta

    Tidak hanya bakmi Jawa Jogja, di Jakarta Barat juga ada tempat makan bakmi Jawa Solo yang sering jadi incaran. Ciri khasnya pakai mie pipih lebar dengan tambahan potongan kekian.

    Bakmi Jawa tidak hanya berasal dari Jogja, tetapi ada juga yang dari Solo. Meskipun namanya sama-sama ‘bakmi Jawa’, tetapi terdapat ciri khas yang berbeda.

    Di daerah Tanjung Duren, ada penjual bakmi Jawa Solo gerobakan yang bisa dicoba. Namanya Bakmi Jawa Solo Pak Eko yang sudah berjualan sejak 2011.


    Jualannya di pinggir jalan gang perumahan daerah Tanjung Duren. Baru mulai buka pukul 17.00, sehingga sering menjadi tujuan makan malam para pekerja kantoran yang tinggal di daerah sana.

    Racikan bakmi Jawa Solo di tempat ini juga spesial karena disajikan dengan tambahan kekian atau semacam cakwe khas China. Porsinya juga besar, sehingga dijamin memuaskan perut.

    1. Bakmi Jawa enak pakai kekian

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoBakmi Jawa dan menu lainnya di tempat ini spesial karena menggunakan kekian. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pak Eko, selaku pemilik mengaku jika ciri khas bakmi Jawa Solo dan Semarang biasanya memang ada pada penambahan kekian. Oleh karena itu, bakmi Jawa dan segala macam menu lain di tempat ini memang ada tambahan kekiannya.

    “Iya biasanya kalau bakmi Jawa Solo dan Semarang pakai kekian. Kayak semacam bakwan gitu,” jelasnya kepada detikFood.

    Kekian sendiri merupakan makanan khas China yang mirip seperti otak-otak atau cakwe berbahan dasar cincangan daging dan lemak babi.

    Namun, tenang saja, kekian yang dipakai oleh pak Eko dibuat sendiri dengan bahan-bahan halal. Pak Eko mengungkap jika dirinya hanya menggabungkan bahan-bahan, seperti telur, terigu, daun bawang, sehingga menciptakan kekian yang mirip seperti adonan bakwan.

    2. Pakai mie pipih dan agak lebar

    Jangan terkejut ketika melihat racikan bakmi Jawa di tempat ini. Cukup berbeda dari bakmi Jawa Jogja yang mienya bulat panjang, di sini mie yang digunakan pipih dan agak lebar, mirip seperti bentuk kwetiau.

    Pak Eko mengungkap jika mie yang mereka gunakan diambil langsung dari pabrik mie di Purwokerto. Meskipun tidak dibuat sendiri, tetapi mie ini tetap disajikan dalam keadaan segar dan tekstur yang tidak kalah enak dari mie lainnya.

    3. Dimasak dengan cara unik

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoPak Eko punya teknik sendiri dalam memasak bakmi Jawanya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakmi di sini memang tidak dimasak menggunakan anglo atau tungku tanah liat, tetapi pak Eko membuat bakmi atau menu lain satu per satu. Sehingga citarasa dan porsinya juga tidak akan bercampur dengan hidangan lain.

    Ada juga teknik unik yang digunakan pak Eko ketika memasak bakmi Jawa di sini. Wajan yang sudah diberi minyak akan dipanaskan, kemudian pak Eko mulai menambah bahan-bahan, seperti telur dan berbagai bumbu halus.

    Setelah aroma bumbunya mulai tercium harum, pak Eko langsung memasukkan mie kuning pipih lebar beserta kekian ke dalam wajan panas. Ia juga menambahkan saus, kecap, dan bumbu penyedap lainnya ke atas bakmi.

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoSalah satu teknik yang ia lakukan yaitu dengan menutup wajan satu menit. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Namun, beliau tidak langsung mengoseng bakmi tersebut, tetapi justru menutup wajan kurang lebih satu menit.

    Pak Eko menjelaskan jika teknik ini dilakukan agar bumbu-bumbu yang sudah ditambahkan lebih meresap dan aromanya lebih keluar. Barulah setelah itu pak Eko mengoseng bakmi dan segala macam isiannya sampai merata dan bakmi matang sempurna.

    Penasaran dengan bakmi Jawa Solo di sini? Bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    4. Bakmi Jawa godhog dan goreng yang istimewa

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoTampilan bakmi godhognya cukup berbeda dari bakmi Jawa Jogja. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Detikfood memesan dua menu andalan di sini, yaitu Bakmi Jawa Kuah (Rp 27.000) dan Bakmi Jawa Goreng (Rp 27.000).

    Kedua bakmi ini dimasak satu persatu secara bergantian. Karenanya, memakan waktu agak lama menunggu pesanan tersebut datang.

    Kurang lebih 20 sampai 25 menit, bakmi kami akhirnya sampai. Jika dilihat dari tampilan, rupanya sangat jauh berbeda dibandingkan bakmi Jawa Jogja.

    Dimulai dari Bakmi Godhog yang kuahnya tidak bening, tetapi cokelat agak oranye dan teksturnya agak kental. Rasanya dominan manis kecap dan pedas, seperti rasa saus sambal.

    Namun, ada sentuhan bumbu-bumbu lain yang membuat bakmi ini menjadi sangat nikmat. Kami bisa mengecap rasa bawang putih dan bawang merah pada kuah bakmi ini

    Sepiring bakmi godhog di sini juga punya isian yang berbeda dari bakmi Jawa Jogja. Isiannya terdiri dari mie kuning, irisan sayuran, seperti sawi dan kol, potongan kekian, dan ada tambahan irisan bakso ikannya juga.

    Kekian dan bakso ikannya disajikan dalam takaran yang pas, tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak. Kekiannya garing di luar, tetapi kenyal di dalam dan benar saja punya rasa mirip seperti bakwan sayur tetapi terasa lebih ringan di mulut.

    Bakso ikannya seperti bakso ikan pada umumnya, tetapi aromanya tidak amis dan ternyata cocok dipadukan dengan racikan bumbu bakmi Jawa ini.

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoBakmi Jawa gorengnya juga tidak kalah enak,dilengkapi juga dengan topping kekian. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dari segi tampilan, bakmi Jawa gorengnya mirip seperti bakmi Jawa goreng khas Jogja karena warnanya sama-sama cokelat pekat. Namun, komposisinya berbeda.

    Mirip seperti bakmi godhognya, bakmi Jawa goreng juga disajikan dengan mie kuning lebar pipih dan tambahan kekian hingga bakso ikan.

    Soal rasa, ternyata tidak hanya tercap rasa manis kecap saja, tetapi ada sedikit sentuhan rasa pedas gurihnya juga.

    5. Nasi goreng teri juga ada

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoSelain bakmi Jawa, warung ini juga menawarkan menu lainnya, seperti nasi goreng teri. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Uniknya pak Eko tidak hanya menawarkan menu bakmi Jawa, tetapi juga ada pilihan menu lain ala masakan China. Pengunjung yang tidak mau makan bakmi Jawa bisa pesan menu nasi goreng, bihun goreng, bihun kuah, sampai capcay.

    Kami sempat mencoba menu Nasi Goreng Teri mereka. Datang-datang kami sangat terkejut dengan porsinya yang sangat banyak. Nasi goreng ini mirip seperti nasi goreng Jawa yang warna cokelatnya cukup pekat. Namun, dari segi rasa ternyata tidak dominan manis kecap, melainkan gurih.

    Terlebih kami memesan menu dengan tambahan ikan teri yang membuat rasa gurihnya semakin kuat. Seporsi nasi gorengnya juga disajikan dengan tambahan bakso ikan dan kekian. Tekstur nasinya memang pera, tetapi tidak keras atau kering.

    Jika mencari bakmi Jawa khas Solo yang racikannya cukup berbeda dari bakmi Jawa Jogja, bisa mampir ke Bakmi Jawa Solo Pak Eko berlokasi di Jl. Tanjung Duren Utara I No.1 12, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat. Buka setiap hari pukul 17.00 – 02.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai Rawit


    Jakarta

    Pelopor sop daging asal Pontianak ini buka cabang di Bojongsari, Depok. Menu sop iga jumbo dengan kuah pedas yang jadi andalannya layak dicoba! Gurih segar, dijamin kenyang.

    Olahan daging sapi begitu digemari di Indonesia. Selain dagingnya, bagian iga yang berupa tulang dengan daging masih menempel juga jadi favorit.

    Salah satu olahan nikmatnya berupa sop iga. Menu ini bahkan jadi primadona di beberapa tempat makan. Mereka menyajikan potongan iga yang empuk nikmat dengan guyuran kuah segar.


    Sop Mak Garang, misalnya, menjadi pelopor sop daging asal Pontianak. Buka sejak Mei 2023, kini Sop Mak Garang punya cabang sampai di Depok.

    Tempat makannya baru buka sekitar 2 mingguan, tapi langsung menarik perhatian foodies. Mereka tertarik mencicipi sop iga kuah pedas yang jadi andalan, berikut olahan iga dan daging sapi nikmat lainnya.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Sop Mak Garang
    Alamat Jl. Raya Bojongsari No.50, RT.2/RW.3, Bojongsari Baru, Kec. Bojongsari, Kota Depok
    Cabang di Tangerang, Cilegon, Singkawang
    Instagram sop.makgarang
    Jam Operasional 10.00-22.00
    Estimasi Harga Mulai dari Rp 35 ribu untuk Sop Beremah
    Tipe Kuliner Olahan iga dan daging sapi
    Fasilitas
    • Makan di tempat, area outdoor dan indoor

    Tempat makan keluarga luas dan nyaman

    Menyambangi cabang Sop Mak Garang (10/01/2024) di Bojongsari, Sawangan, terlihat area parkir dan makannya luas. Lokasinya strategis di pinggir jalan raya Bojongsari.

    Area makannya terbagi dua yaitu outdoor dengan kursi atau duduk lesehan, serta indoor dengan pelengkap pendingin udara. Ada juga tempat bermain anak yang bikin anak-anak betah saat mampir.

    Begitu masuk, kami bisa mengintip dapur Sop Mak Garang untuk menyiapkan pesanan. Area meracik sopnya ada di bagian paling depan, sementara di bagian lebih dalam untuk memanggang iga di hotplate dan membakar sate.

    Olahan sop hingga sate sapi menggugah selera

    Sop Mak Garang: Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai RawitSop Mak Garang merupakan pelopor sop daging di Pontianak yang juga menawarkan olahan iga sapi lain. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Sop Mak Garang menawarkan aneka olahan daging, terutama sapi. Menu andalan mereka Sop Beremah yang dibanderol mulai dari Rp 35 ribu untuk ukuran kecil. Kalau ukuran reguler, Rp 49 ribu.

    Lalu ada Iga Bakar Barbeque, Daging Lada Hitam, dan Sate Garang Sapi/Ayam yang juga menggugah selera. Di sini bisa pesan ekstra sambal korek dan sambal acar tomat untuk yang doyan pedas.

    Menurut penuturan seorang pegawai Sop Mak Garang di sini, dalam sehari mereka bisa mengolah 30 kg iga sapi. Untuk seporsi Sop Garang yang kecil berisi 3 potongan iga sapi ukuran kecil atau short ribs.

    Sedangkan Sop Garang porsi reguler, berisi 2 potongan iga sapi. Namun ukurannya memang lebih besar-besar sehingga bisa memenuhi mangkuk. Jadi yang dipakai iga potongan panjang dari punggung.

    Gurih segar Sop Beremah yang jadi andalan

    Sop Mak Garang: Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai RawitSop Beremah mirip sop janda dengan topping cabai rawit utuh. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Sop Beremah (Rp 49 ribu) diracik fresh setelah kami pesan. Pertama, pegawai menyusun potongan iga matang yang sudah direbus dalam piring. Selanjutya diguyur kuah sop yang ada dalam dandang besar.

    Di dalam kuah sop itu juga terdapat cabai rawit merah utuh. Jumlahnya bakal menyesuaikan pesanan pembeli, apakah pesan pedas atau extra pedas. Namun jika pesan tidak pedas, maka akan ditambahkan kuah sop yang tak ada cabainya.

    Terakhir, Sop Beremah diberi taburan irisan daun bawang dan bawang goreng. Memesan porsi reguler, kami dapat dua potongan iga besar.

    Saking besarnya iga sapi tersebut, permukaan mangkuk yang kecil pun jadi terlihat amat penuh. Kuah sopnya bahkan juga sampai keluar, tapi untungnya tertampung di alas piring kecil.

    Slurpp! Kuah Sop beremah berwarna cokelat keruh ini mengeluarkan aroma rempah nikmat. Rasa rempahnya juga kuat dengan jejak rasa menghangatkan seperti cengkeh, biji pala, dan merica bubuk. Namun sayang, menurut kami rasa asinnya terlalu kuat. Kalau sedikit dikurangi pasti lebih nikmat.

    Pada suapan pertama, cita rasa Sop Beremah langsung mengingatkan kami akan sop buntut. Bedanya, ada tambahan cabai rawit utuh layaknya Sop Janda. Jika ingin pedas, maka cabai rawit itu tinggal digerus atau digigit!

    Soal tekstur, potongan iganya sangat empuk dan mudah lepas dari tulang. Bahkan tak perlu banyak tenaga untuk mengambil daging iga. Secara keseluruhan 2 potongan iga sapi besar dengan harga kurang dari Rp 50 ribu terasa sepadan!

    Sop Mak Garang juga punya iga bakar dan sate garang enak. Baca halaman selanjutnya.

    Nikmatnya iga bakar hotplate

    Sop Mak Garang: Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai RawitIga bakar di sini memakai short ribs yang dagingnya tebal dan lembut. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Pegawai Sop Mak Garang juga menginfokan Iga Bakar Barbeque (Rp 62 ribu) sebagai favorit pengunjung. Menu ini berupa 2 potong iga panggang bumbu barbeque yang disajikan di atas hot plate.

    Potongan iganya lebih premium dibanding iga yang dipakai pada sop. Sepertinya bagian short ribs karena tulangnya pipih dan dagingnya lebih tebal dan lembut.

    Iga panggang lalu diberikan taburan bawang goreng dan beberapa potong French fries. Kehangatan iganya terjaga sampai akhir karena penggunaan hot plate.

    Saat diiris, daging iga yang berserat lembut ini amat empuk. Menurut kami, rasanya lebih seperti bumbu kecap yang manis gurih, alih-alih barbecue.

    Uniknya, Sop Mak Garang menyandingkan iga bakar dengan sambal korek. Racikan sambal matang dengan cabai rawit merah dan bawang putih ini terasa pedas kuat! Iga bakar pun jadi lebih mirip hidangan tradisional berkat cocolan sambal ini.

    Sate Garang Sapi yang mirip sate maranggi

    Sop Mak Garang: Kenyang Mantap! Sop Iga Jumbo Plus Taburan Cabai RawitSate Garang Sapi disajikan dengan pulut bakar dan sambal tomat. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Makan siang kami semakin lengkap dengan menu Sate Garang Sapi (Rp 45 ribu). Isinya 7 tusuk sate sapi dengan pendamping pulut bakar ukuran mungil dan sambal tomat.

    Di atas sate sapi ini juga ditaburi bawang goreng yang royal. Rasa sate sapi ini mirip sate maranggi khas Purwakarta. Rasanya manis gurih dengan dominasi manis yang lebih kuat. Tercecap pula jejak khas ketumbar dalam tiap potongan sate.

    Sate sapi semakin enak dinikmati dengan pulut atau ketan bakar yang legit dan gurih. Ketika dicocol ke sambal tomat memberi aksen segar karena rasanya yang asam pedas.

    Kami juga menyukai potongan daging sate ini yang empuk. Mengunyahnya tidak jadi perkara sulit.

    Selain Sate Garang Sapi, Sop Mak Garang juga punya Sate Garang Ayam. Harganya jauh lebih murah yaitu Rp 28 ribu saja.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com