Category: Diet

  • Tren Belly Dance Viral di TikTok, Betulan Ampuh untuk Turunkan Berat Badan?

    Jakarta

    Tren menurunkan berat badan di media sosial tidak ada habisnya. Terbaru, di TikTok ramai diperbincangkan soal tari perut atau belly dance yang disebut bisa menurunkan berat badan.

    Jauh sebelum viral di TikTok, sebagian orang sudah meyakini kalau belly dance dapat meratakan dan membentuk otot perut. Sekilas dari gerakannya, belly dance memang terlihat cukup menjanjikan. Namun, apakah benar gerakan belly dance ampuh untuk menurunkan berat badan?

    Dikutip dari Better Me, ada beberapa mitos tentang belly dance yang perlu diluruskan. Pertama, gerakan tari perut tidak bisa membentuk otot sixpack yang diidamkan banyak orang.


    Meski belly dance menargetkan beberapa bagian otot perut, gerakan tarian ini tidak cukup intens untuk bisa membentuk perut sixpack.

    Kedua, belly dance tidak bisa meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan. Faktanya, belly dance bahkan tidak bisa membakar kalori dalam jumlah yang sebanding dengan olahraga biasa.

    Lantas, apakah belly dance bisa membantu menurunkan berat badan?

    Meski efeknya tidak sebagus olahraga biasa, belly dance dapat dianggap sebagai salah satu olahraga kardio yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Olahraga kardio dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan sistem kardiovaskular, seperti pembuluh darah dan jantung.

    Selain itu, olahraga kardio juga dapat membakar kalori, sehingga membantu menurunkan berat badan. Dikutip dari Healthline, melakukan olahraga kardio selama 30 menit sehari dapat membantu membakar sekitar 140 hingga 295 kalori.

    Berdasarkan fakta tersebut, berlatih belly dancing selama 30 menit setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan. Belly dance juga menyasar pada otot perut, area yang biasanya ingin diperkuat atau dikecilkan karena menjadi tempat penumpukan lemak.

    Gerakan belly dance juga dapat mengencangkan otot dan mempercantik penampilan di area pinggang.

    Belly dance juga melibatkan beberapa gerakan lengan, sehingga dapat melatih kekuatan pada lengan, bahu, serta otot-otot kecil yang ada di area tersebut.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 7 Sayuran Penghancur Lemak di Perut, Bye-bye Buncit!

    Jakarta

    Sekadar mengadopsi pola makan yang sehat dan seimbang tidaklah cukup untuk menghilangkan lemak perut. Faktanya, jenis makanan yang dikonsumsi dapat memberikan dampak yang berbeda-beda terhadap proses penurunan berat badan.

    Begitu pula dengan sayuran. Pasalnya, mengonsumsi sayuran tertentu dapat memberikan dorongan ekstra dan meningkatkan proses pembakaran lemak. Karenanya, menambahkan sayuran-sayuran tersebut ke menu sehari-hari dapat membantu menghilangkan lemak perut dan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

    Pertanyaannya, apa saja sih sayuran yang bisa membantu mengurangi lemak di perut? Dikutip dari Times of India, berikut ulasannya.


    1. Bayam

    Bayam merupakan sayuran kaya nutrisi yang bagus untuk diet apapun yang bertujuan mengurangi lemak perut. Sayuran ini rendah kalori dan tinggi serat, sehingga dapat membantu meningkatkan rasa kenyang.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Appetite mengungkapkan tilakoid yang terkandung dalam bayam dapat mengurangi rasa lapar hingga 95 persen. Selain itu, kandungan magnesium pada bayam juga dapat membantu mengatur kadar gula darah, yang juga berperan penting dalam pengelolaan berat badan.

    2. Labu botol

    Labu botol tidak hanya rendah kalori, tapi juga kaya akan kandungan air. Sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Food Sciences and Nutrition mengungkapkan kandungan air dan serat tinggi dalam labu botol dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, serta mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

    3. Kembang kol

    Sayuran renyah ini rendah kalori dan tinggi serat, sehingga dapat membantu mengurangi lemak perut. Kembang kol mengandung senyawa indole yang terbukti dapat mengatur hormon lapar dan meningkatkan rasa kenyang.

    Studi yang diterbitkan pada Journal of Nutrition juga menyebut asupan sayuran, seperti kembang kol, yang lebih tinggi dikaitkan dengan lemak visceral yang lebih rendah.

    4. Wortel

    Selain baik untuk penglihatan, wortel juga dapat membantu mengecilkan lingkar pinggang. Wortel termasuk sayuran yang rendah kalori, tinggi serat, serta kaya akan vitamin dan antioksidan.

    Sebuah studi dalam jurnal Nutrition mengungkapkan bahwa mengonsumsi sayuran berserat tinggi seperti wortel dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Wortel mentah dapat dikonsumsi sebagai camilan renyah, sedangkan wortel matang bisa ditambahkan ke berbagai masakan, seperti sup dan salad.

    5. Pare

    Pare mungkin bukan sayuran favorit semua orang karena rasanya yang pahit. Meskipun begitu, manfaat pare dalam menurunkan berat badan tidak bisa disangkal.

    Pare mengandung senyawa yang dapat membantu mengatur insulin, membuat sayuran ini jadi pilihan yang tepat untuk mengelola kadar gula darah dan mengurangi lemak perut.

    6. Timun

    Kandungan air yang tinggi pada timun tidak hanya membuat sayuran ini menyegarkan, tapi efektif membantu mengurangi lemak perut. Sebuah penelitian di Journal of Human Nutrition and Dietetics menemukan diet tinggi makanan kaya air, seperti timun, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pengelolaan berat badan.

    7. Brokoli

    Brokoli adalah sayuran padat nutrisi yang dapat membantu menghilangkan lemak perut. Selain kaya akan serat, brokoli juga mengandung sejumlah senyawa lain yang dapat meningkatkan pembakaran lemak di dalam tubuh.

    Sebuah penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menemukan konsumsi brokoli dapat menyebabkan penurunan lemak visceral, yaitu lemak yang tersimpan di sekitar perut Anda. Brokoli dapat diolah menjadi aneka masakan, seperti tumisan, salad, atau sup untuk mendapatkan khasiatnya.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Rahasia Diet Prilly Latuconsina Sukses Pangkas BB hingga 12 Kg


    Jakarta

    Penampilan baru Prilly Latuconsina membuat banyak orang melongo. Aktris berusia 27 tahun itu kini tampak jauh lebih langsing dibanding sebelumnya.

    Bahkan, Prilly mengaku berat badannya kini berada di angka 37 kg, turun 12 kg dari sebelumnya 49 kg. Bikin penasaran, seperti apa sih pola diet yang dijalani Prilly?

    Melalui akun TikToknya, Prilly membagikan pola diet dan makanan yang dia konsumsi untuk bisa menurunkan berat badan. Ternyata, pemeran Sisi di Ganteng Ganteng Serigala itu menerapkan pola makan clean eating, yakni memilih makanan utuh yang tidak banyak diproses serta minim penggunaan pengawet dan bahan kimia.


    “Jadi aku tuh clean eating. Pagi aku cuman ngopi hitam aja, terus siangnya aku makan sayur dan protein,” ungkap Prilly dikutip detikcom dari TikTok @prillylatuconsina15, Sabtu (6/7/2024).

    Sebagai pelengkap, Prilly juga mengonsumsi buah yang rendah kalori. Salah satu buah yang dia sertakan ke dalam menu dietnya adalah buah lontar.

    “Aku makan buah lontar karena ini kalorinya juga nggak banyak dan buahnya juga nggak terlalu manis,” katanya.

    Lalu sorenya, Prilly mengonsumsi makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh, seperti quinoa.

    “Sorenya aku makan nasi goreng quinoa, terong bakar, dan tahu. Terus minumnya harus air putih ya,” tuturnya.

    “Untuk dessert, aku makan donat gluten free. Jadi ini donat sehat dan rasanya tetap enak banget, tetap bisa mengobati kangen lah kalau lagi kangen donat,” sambungnya.

    Meskipun begitu, Prilly mengaku sesekali masih mengonsumsi makanan manis. Apalagi saat dia sedang liburan.

    “Ada juga momen di mana aku masih makan makanan manis, karena aku suka banget. Apalagi kalau liburan, nggak mungkin deh aku diet diet. Terus kan aku juga punya La Joie Bakery ya, jadi nggak mungkin aku nggak makan roti atau kuenya,” ucapnya.

    Prilly mengatakan kuncinya adalah makan secukupnya dan berhenti makan sebelum kenyang.

    “Dan menjalaninya harus dengan happy, terus bertahap, itu kuncinya,” pungkasnya.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Prilly Latuconsina Turun BB 12 Kg usai Jalani Clean Eating, Apa Itu?

    Jakarta

    Prilly Latuconsina membuat warganet pangling dengan penampilan barunya. Aktris berusia 27 tahun itu berhasil menurunkan berat badan sebanyak 12 kg, dan beratnya saat ini di angka 37 kg dari 49 kg.

    Lewat akun TikTok miliknya, Prilly membeberkan pola diet yang dijalaninya. Ia mengaku menjalani pola makan clean eating, yang membuat tubuhnya jauh lebih langsing dari sebelumnya.

    “Jadi aku tuh clean eating. Pagi aku cuman ngopi hitam aja, terus siangnya aku makan sayur dan protein,” ungkap Prilly dikutip detikcom dari TikTok @prillylatuconsina15, Sabtu (6/7/2024).


    Apa sih pola makan clean eating?

    Dikutip dari laman Mayo Clinic, pola clean eating pada dasarnya mengacu pada kebiasaan konsumsi makanan yang belum terlalu banyak mengalami proses pengolahan atau hampir alami.

    Pola makan ini memberikan nutrisi pada tubuh melalui makanan sehat dan padat nutrisi. Makanan bersih akan mengisi tubuh dengan banyak vitamin dan mineral, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat.

    Beragam makanan ini bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung dan otak, membantu pengelolaan berat badan, membangun sistem kekebalan yang lebih kuat, dan meningkatkan energi.

    Banyak orang mungkin berpikir sulit untuk menerapkan pola makan ini. Namun, manfaatnya akan sangat besar untuk kesehatan.

    Beberapa contoh makanan yang bisa dikonsumsi selama menjalani clean eating, seperti:

    • Buah-buahan segar, misalnya apel, alpukat, pisang, blueberry, anggur, jeruk, stroberi, atau jus buah yang 100 persen alami.
    • Beberapa sayuran, seperti brokoli, kubis brussel, kubis, wortel, kembang kol, jagung, kacang hijau, selada, jamur, bawang bombay, paprika, ubi jalar, tomat.
    • Daging atau protein tanpa lemak.
    • Telur, ikan segar, selai kacang polos (tanpa tambahan gula).
    • Biji-bijian, sereal, popcorn, oat, beras merah, pasta gandum utuh.
    • Produk susu, seperti keju, susu, yogurt tawar, susu non-dairy tanpa pemanis, minuman dengan sedikit gula atau dengan madu.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Prilly Latuconsina Buka Suara usai Disebut Terlalu Kurus, BB di Angka 37 Kg


    Jakarta

    Prilly Latuconsina sukses bikin pangling setelah mengaku sukses turun berat badan 12 kg. Namun perubahan bentuk tubuhnya itu menuai berbagai respons. Tak sedikit yang menyebut Prilly terlalu kurus karena memiliki berat badan 37 kg.

    “Banyak banget emang yang bilang kalau badanku itu kekecilan banget dan teman-teman yang ketemu aku kaget, karena aku kurus banget,” kata Prllly di akun TikTok pribadinya dikutip Senin (8/7/2024).

    Dia mengatakan alasannya berkeras menurunkan berat badannya karena tak ingin terlihat gemuk di depan kamera. Tujuan utamanya turun sampai belasan kilogram adalah demi tampil maksimal dan lebih percaya diri.


    “Orang-orang tuh kalau nonton aku di film, terus ketemu aku langsung, pasti komentarnya hah kok di film gemuk banget, aslinya kecil. Nah, aku tuh males digituin, dan aku juga jadinya nggak pede setiap aku di depan kamera,” tutur dia.

    Ada banyak manfaat yang dirasakan Prilly setelah berhasil memangkas berat badannya. Wanita berusia 27 tahun itu mengaku dengan kebiasaan clean eating yang dia jalani, dia merasa lebih sehat.

    Keluhan GERD dan migrain pun sudah jarang dia rasakan. Terlebih dia juga tak lagi merasa nyeri saat menstruasi dan merasa badannya lebih fit.

    “Aku nyaman dan aku sehat, jadi aku senang aja ngejalaninnya punya badan 37-38 kg,” tandasnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Pesan Dokter Gizi Buat yang Ingin Clean Eating demi Kurus ala Prilly Latuconsina


    Jakarta

    Prilly Latuconsina buka-bukaan soal metode diet yang membuat berat badannya 12 kg. Prilly menceritakan melalui media sosial TikTok-nya bahwa ia menjalani pola makan clean eating untuk mendapatkan berat badan yang diinginkannya.

    Clean eating merupakan metode makan yang dilakukan dengan mengutamakan makanan utuh dan minimal proses. Makanan proses yang mengandung bahan kimia atau pengawet dihindari dalam pola makan ini.

    Metode ini dilakukan dengan harapan untuk menjaga kandungan gizi yang ada di dalam makanan tetap baik.


    “Tujuannya bagus, lebih sehat, lebih menekan berbagai risiko penyakit misalnya diabetes, obesitas, darah tinggi, dan lainnya,” kata spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK ketika dihubungi detikcom, Senin (8/7/2024).

    “Tapi kalau clean eating ini tidak dikonsumsi sesuai kebutuhan, baik dari jumlah kalori maupun komposisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral lain-lain, maka clean eating ini jadi malah tidak bisa mendukung fungsi tujuan sehat itu,” sambungnya.

    Menurut dr Putri, ciri-ciri kesalahan dalam clean eating yang paling utama adalah konsumsi makanan yang tidak sesuai diet gizi seimbang. Sebagai contoh seperti tidak sarapan sama sekali atau misalnya mengganti sarapan hanya dengan secangkir kopi tanpa gula.

    dr Putri berpendapat ada baiknya waktu sarapan juga diisi dengan konsumsi makanan tinggi protein untuk menjaga massa otot tetap terjaga. Secara umum, menurut dr Putri masyarakat harus paham bahwa segala kebutuhan gizi baik makro dan mikro tetap dibutuhkan oleh tubuh meskipun sedang dalam proses penurunan berat badan.

    “Biar clean eating ini tidak berlebihan ya pastinya sesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing, jadi kita nggak bisa nih cuma melihat dari pola orang lain, karena setiap orang punya kebutuhan nutrisi dan kalori yang berbeda-beda,” jelas dr Putri.

    Selain ketidaksesuaian diet gizi yang seimbang, salah satu ciri kesalahan clean eating yang mungkin muncul adalah penurunan berat badan secara drastis.

    “Ciri-ciri lain yang mungkin muncul itu juga penurunan berat badannya terlalu drastis tetapi tidak disesuaikan dengan pengecekan komposisi tubuh,” ujarnya.

    “Jadi kita nggak tau nih apa yang turun ini apakah benar-benar lemaknya, atau justru otot dan cairannya ikut turun sehingga risiko penyakitnya menjadi lebih besar,” tandas dr Putri.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Kebiasaan Simpel di Pagi Hari yang Ternyata Ampuh untuk Bakar Lemak di Perut


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal menjadi dambaan setiap laki-laki dan perempuan. Tak ayal, mereka yang memiliki berat badan berlebih akan melakukan segala cara untuk bisa mencapai angka yang diinginkan.

    Banyak strategi diet yang dipilih untuk bisa membantu menurunkan berat badan. Mulai dari diet yang aman, hingga diet ketat untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat yang justru bisa berisiko untuk kesehatan tubuh.

    Padahal, beberapa perubahan rutinitas sederhana di pagi hari dapat membantu seseorang lebih efektif menurunkan berat badan dengan aman. Dikutip dari Healthline, berikut rutinitas di pagi hari yang bisa membantu menurunkan berat badan:


    1. Sarapan dengan makanan berprotein tinggi

    Sarapan dianggap menjadi waktu terpenting untuk makan. Pasalnya, sarapan dengan menu makanan yang benar akan membantu seseorang merasa kenyang dan puas sampai siang hari. Mengonsumsi makanan tinggi protein juga dapat membantu mengurangi nafsu makan hingga siang hari, sehingga akan membantu dalam proses penurunan berat badan.

    Hasil penelitian pada 15 pria, sarapan berprotein tinggi akan membantu menurunkan kadar ghrelin atau ‘hormon kelaparan’ yang bertanggung jawab soal nafsu makan. Sarapan tinggi protein dinilai lebih efektif daripada yang tinggi karbohidrat. Pertimbangkan untuk mulai mengonsumsi telur, kacang-kacangan, biji chia, dan keju cottage.

    2. Minum banyak air putih

    Memulai pagi dengan meminum satu hingga dua gelas air putih dinilai sangat efektif membantu menurunkan berat badan. Pasalnya air dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi atau jumlah kalori yang dibakar tubuh.

    Dalam sebuah penelitian penelitian, minum 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 30 persen. Serta, 500 ml air juga mampu mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi saat sarapan sebesar 13 persen.

    3. Menimbang berat badan

    Menggunakan timbangan setiap pagi dapat menjadi menjadi cara efektif untuk terus meningkatkan motivasi dan pengendalian diri dalam mencapai target penurunan berat badan. Selain itu, rutinitas ini bisa menumbuhkan perilaku atau kebiasaan sehat.

    Waktu yang tepat untuk menimbang badan setelah bangun tidur di pagi hari adalah sebelum makan atau minum apapun.

    4. Berjemur dengan sinar matahari

    Membuka tirai atau sekadar berjalan keluar ruangan untuk mendapatkan sinar matahari dinilai mampu membantu dalam upaya penurunan berat badan. Dengan paparan sinar matahari yang cukup, mampu memenuhi kebutuhan vitamin D seseorang.

    Membiarkan sinar matahari masuk atau duduk di luar ruangan selama 10-15 menit setiap pagi dapat memberikan efek yang menguntungkan selama proses penurunan berat badan.

    5. Memilih transportasi umum atau bersepeda ke tempat kerja

    Penelitian menunjukkan seseorang yang berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum memiliki kaitan dengan penurunan berat badan dan penurunan risiko penambahan berat badan.

    Mereka yang setiap hari bepergian menggunakan mobil cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih banyak dibanding mereka yang tidak. Serta, mereka yang aktif bersepeda atau berjalan kaki dikaitkan dengan indeks massa tubuh atau persentase lemak tubuh yang lebih rendah, daripada mereka yang menggunakan transportasi pribadi.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Ahli Ungkap 5 Cara Ampuh Bakar Kalori untuk Turunkan Berat Badan, Mau Coba?

    Jakarta

    Membakar kalori lebih banyak menjadi salah satu kunci untuk menurunkan berat badan. Menurut para ahli, cara nomor satu untuk membakar lebih banyak kalori adalah dengan lebih banyak bergerak.

    “Pada dasarnya kita tahu kalau tidak ada cara lain untuk membakar lebih bayak kalori atau meningkatkan metabolisme selain dengan bergerak lebih banyak,” ujar direktur program obesitas interdisipliner di Universitas North Carolina, Barry M Popkin, dikutip dari WebMD.

    Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pembakaran kalori. Apa saja? Berikut pembahasannya.


    1. Menambah Waktu Olahraga

    Instruktur kebugaran sekaligus peneliti dari Yale University, Christopher Wharton, PhD mengatakan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Terlebih, jika peningkatan waktu itu dibarengi dengan peningkatan intensitas.

    Saat berolahraga, tubuh akan membakar kalori sebagai sumber energi. Namun, hal ini tidak hanya sebatas saat berolahraga saja. Faktanya, tubuh akan terus membakar kalori meski sudah selesai berolahraga.

    “Meskipun sulit untuk memastikan berapa lama efek ini bertahan, bisa disimpulkan bahwa peningkatan metabolisme pasca latihan aerobik dapat bertahan setidaknya 24 jam,” ucap Wharton.

    Jadi jika ingin membakar lebih banyak kalori, Wharton menyarankan untuk menambah durasi berolahraga.

    2. Melakukan Latihan Kekuatan

    Latihan kekuatan yang membangun massa otot juga dapat membantu pembakaran kalori. Semakin banyak otot yang dimiliki, maka semakin banyak pula kalori yang terbakar, bahkan saat Anda sedang beristirahat.

    “Cara paling efektif untuk meningkatkan metabolisme dan membakar lebih banyak kalori adalah dengan latihan aerobik dan latihan kekuatan. Keduanya penting,” kata peneliti di School of Nutrition and Exercise Science di Bastyr University, Megan A McCrory, PhD.

    3. Mengonsumsi Teh Hijau atau Teh Hitam Berkafein

    Mengonsumsi teh hijau atau teh hitam yang berkafein dapat meningkatkan pembakaran kalori. Sebab, kafein adalah stimulan yang bisa meningkatkan metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.

    “Bahkan penelitian terdahulu menunjukkan mengonsumsi 250 miligram kafein bersama makanan dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar saat tubuh memetabolisme makanan tersebut sebesar 10 persen,” tutur dosen nutrisi dari Vanderbilt University School of Nursing, Jamie Pope, MS, RD, LDN.

    4. Sering Makan dalam Porsi Kecil

    Kalori dibutuhkan sebagai ‘bahan bakar’ untuk mengaktifkan sistem pencernaan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti percaya bahwa sering makan dalam porsi kecil dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh sepanjang hari.

    Meski tidak banyak bukti yang mendukung teori ini, McCrory mengungkapkan makan lebih sering dalam porsi kecil jauh lebih menyehatkan dibandingkan makan satu sampai dua kali sehari tapi dengan porsi yang banyak.

    5. Tidak Melewatkan Sarapan

    Sebagian orang percaya melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Padahal, hal yang terjadi justru sebaliknya.

    Beberapa penelitian menunjukkan orang yang melewatkan sarapan cenderung akan mengonsumsi lebih banyak kalori di waktu makan berikutnya. Studi lain juga menemukan bahwa kebiasaan skip sarapan dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi pada remaja.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Kelly Clarkson Buka-bukaan Resep Dietnya, Kini Sukses Turun 27 Kg


    Jakarta

    Penyanyi Kelly Clarkson buka-bukaan mengenai perjalanan dietnya. Dia mengaku sempat disangka depresi berat saat berat badannya menyentuh angka 92 kg.

    “Bobot saya yang paling berat 92 kg. Ini lucu karena orang berasumsi ‘oh dia pasti sengsara dan depresi’, padahal kenyataannya nggak,” tutur Clarkson dalam sebuah wawancara dikutip dari TODAY.

    Dalam wawancara terbaru, pelantun ‘Since You’ve Been Gone’ ini mengaku mengonsumsi obat untuk membantu menurunkan berat badannya. Hal itu tentunya atas rekomendasi dari dokter.


    Selain mengonsumsi obat penurun berat badan, Clarkson telah melakukan perubahan gaya hidup untuk kesehatan jangka panjangnya.

    “Punyaku (obat penurun berat badan) berbeda dari perkiraan orang, tapi akhirnya aku harus melakukan itu juga karena pemeriksaan darahku menjadi sangat buruk,” jelas Clarkson.

    Selain itu dia mengungkapkan bahwa berat badannya turun karena sekarang menjaga kesehatannya dengan serius dan lebih banyak berjalan kaki. Wanita pemenang Grammy Award ini juga tidak menjalani diet ketat atau membatasi konsumsi daging.

    Adapun alasannya menurunkan berat badan adalah untuk mengatasi masalah tiroid dan autoimun yang diidapnya. Selama episode acara bincang-bincangnya pada Januari 2024, dia mengungkapkan bahwa dia menderita pradiabetes.

    Dua tahun setelah mengetahuinya, dia memutuskan untuk mengubah kebiasaan gaya hidupnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet? 14 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

    Jakarta

    Bagi sebagian orang, diet adalah cara jitu untuk menurunkan berat badan. Setelah melihat kisah-kisah sukses orang yang menurunkan berat badan setelah diet, kita mungkin jadi tertarik untuk mencoba berdiet pula, dengan harapan bisa menurunkan berat badan seperti orang lain.

    Tetapi, tak semua orang bisa sukses menurunkan berat badan dengan mudah, bahkan setelah diet. Berat badan yang tidak turun bahkan setelah menjalani diet mungkin akan membuat kita merasa bingung dan kecewa.

    Apakah detikers pernah mengalami hal ini? Jangan bingung lagi, berat badan bisa saja tidak turun meski sudah melakukan diet karena beberapa hal berikut.


    Penyebab Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet

    Berikut beberapa alasan mengapa berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet.

    1. Kurang Makan

    Asumsi yang kerap dibuat jika ingin menurunkan berat badan adalah mengurangi konsumsi kalori. Mengutip NBC News, Bonnie Taub-Dix, seorang ahli gizi dan ahli diet mengatakan bahwa diet yang sangat rendah kalori pada mulanya memang membuat berat badan turun dengan cepat.

    Namun, tak jarang orang justru melakukan binge eating saat merasa sangat lapar. Ini membuat berat badan yang sempat turun jadi naik kembali.

    Selain itu, ketika kita tiba-tiba mengonsumsi sangat sedikit kalori, tubuh akan merasa ada yang salah. Tubuh akan memasuki mode kelaparan yang memperlambat berbagai proses yang dibutuhkan untuk membakar kalori, seperti metabolisme dan tekanan darah.

    Ditambah lagi, bagi wanita, kondisi tubuh yang seperti ini bisa membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Hal ini mempengaruhi hormon yang bisa memicu kenaikan berat badan.

    2. Hanya Menghindari Makanan Tertentu

    Orang-orang yang baru mulai diet mungkin mengacu pada daftar makanan yang perlu dihindari. Misalnya, menghindari gorengan atau makanan dengan pemanis.

    Tetapi, hal ini bisa membuat kita justru melarikan diri ke makanan-makanan lain yang juga tidak sehat, tetapi kita menganggap hal itu tidak masalah asalkan sudah menghindari makanan-makanan yang jadi pantangan.

    Taub-Dix berpendapat, makanan-makanan yang perlu dihindari tetap boleh dimakan dalam porsi yang terbatas. Sebab, diet seharusnya tidak membuat kita menderita karena tidak bisa menikmati makanan favorit.

    Taub-Dix merekomendasikan untuk lebih awas terhadap apa yang kita makan dan kapan kita memakannya. Misalnya, menjadi lebih sadar untuk tidak mengemil jika tidak perlu atau tidak sedang lapar.

    3. Terlalu Membatasi Makronutrien

    Mengutip Heathline, yang dimaksud makronutrien adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga nutrisi ini dibutuhkan dalam jumlah besar agar tubuh bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

    Karena itu, Taub-Dix menyarankan untuk menghindari jenis diet yang melarang konsumsi makronutrien ini. Makronutrien bisa didapat dari berbagai makanan yang cocok untuk menurunkan berat badan, seperti gandum, daging tanpa lemak, seafood, dan kacang-kacangan. Untuk diet yang sukses, pilihlah makanan yang diolah secara alami.

    4. Mengalami Plateau Berat Badan

    Setelah rutin menjalani diet, detikers mungkin mulai mengalami penurunan berat badan secara sukses. Tetapi setelah itu, berat badan tidak turun-turun lagi meskipun diet tetap dilanjutkan. Mengapa?

    Plateau berat badan ini bisa disebabkan oleh diet yang monoton. Setelah tubuh mengalami penurunan berat badan di awal masa diet, tubuh pun mulai terbiasa dengan pola diet yang baru. Sehingga, tubuh tidak bereaksi dengan penurunan berat badan lagi.

    Plateau setelah sukses menurunkan berat badan tidak selalu merupakan hal yang buruk. Berat badan yang stabil lebih baik daripada berat badan yang naik turun akibat diet yoyo.

    5. Terlalu Banyak Duduk

    Riset yang dilakukan oleh University of Missouri-Columbia menemukan bahwa tidak melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu panjang membuat tubuh berhenti memproduksi lipase, enzim yang berperan dalam metabolisme. Enzim ini memecah lemak pada makanan agar diserap di usus.

    Jika detikers sudah menjalani diet tetapi tidak mengalami penurunan berat badan, bisa jadi itu karena detikers kurang bergerak. Sibuk bekerja atau belajar memang membuat kita lebih sering duduk dibandingkan beraktivitas fisik. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk rutin berdiri dan bergerak, meski hanya sebentar.

    6. Kurang Tidur

    Riset tahun 2018 yang diterbitkan di Journal of Obesity and Metabolic Syndrome menunjukkan bahwa kualitas maupun kuantitas tidur yang kurang dapat berdampak buruk pada metabolisme. Kurang tidur bisa memengaruhi hormon leptin dan ghrelin, 2 hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar.

    7. Stres

    Stres berlebih juga bisa membuat diet gagal dan berat badan tidak turun, lho. Terkadang, orang yang stres memiliki kebiasaan makan untuk melegakan perasaannya.

    Selain itu, stres juga bisa membuat seseorang merasa malas memikirkan makanan yang seimbang dan lebih memilih memakan apa saja yang praktis dan cepat, meski tidak sehat.

    8. Makan Terlalu Cepat

    Kehidupan yang sibuk dan serba cepat terkadang memaksa kita untuk makan dengan terburu-buru. Padahal, mindful eating merupakan salah satu cara ampuh menurunkan berat badan.

    Caranya adalah makan dengan perlahan dan tanpa hal yang bisa mengalihkan perhatian dari makanan. Nikmati setiap suapan hingga kita merasa sudah cukup kenyang.

    Riset yang dilakukan oleh University of Zurich di Swiss menunjukkan bahwa mindful eating tak kalah efektif dari program diet konvensional dalam menurunkan berat badan.

    9. Kurang Minum Air

    Minum air yang cukup dapat memperlancar metabolisme, sehingga membantu penurunan berat badan.

    Riset yang dilakukan oleh Autonomous University of Baja California menemukan beberapa strategi penurunan berat badan yang melibatkan minum air, yaitu meningkatkan konsumsi air harian, mengganti minuman berkalori dengan air putih, dan minum air yang banyak sebelum makan.

    10. Banyak Minum Alkohol

    Berat badan tidak turun meski suduah menjalani diet bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang terlalu banyak atau terlalu sering. Alkohol dapat memengaruhi nafsu makan sehingga kita merasa lebih lapar.

    Selain itu, riset yang dilakukan oleh University of Pennsylvania bersama The Children’s Hospital of Philadelphia menunjukkan bahwa mengurangi alkohol membantu penurunan berat badan bagi penderita diabetes.

    Alkohol sendiri mengandung 7 kalori per gram. Jika ingin minum alkohol, pilihlah jenis seperti vodka yang dicampur dengan minuman tanpa kalori.

    11. Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu

    Beberapa kondisi kesehatan memengaruhi berat badan seseorang atau membuat berat badan sulit turun. Contohnya adalah beberapa penyakit berikut:

    • Hipotiroidisme
    • Polycystic ovary syndrome (PCOS)
    • Binge eating disorder (BED)
    • Depresi.

    Jika penyakit-penyakit di atas menghambat penurunan berat badan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mencari tahu strategi penurunan berat badan yang efektif.

    12. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

    Beberapa jenis obat-obatan bisa menghambat penurunan berat badan, atau bahkan mengakibatkan berat badan naik. Misalnya, mengutip WebMD, obat steroid untuk mengatasi peradangan bisa memengaruhi metabolisme dan memicu rasa lapar.

    Begitu juga dengan antihistamin yang meredakan gejala demam akibat alergi. Obat ini memengaruhi nafsu makan sehingga kita ingin makan lebih banyak.

    13. Menopause

    Alasan lain berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet adalah menopause yang dialami wanita. Perubahan pada hormon, massa otot yang berkurang, serta kurang tidur bisa mengakibatkan berat badan meningkat.

    Rasa lelah yang dialami saat menopause juga bisa membuat wanita ingin makan camilan agar mendapat energi yang cukup.

    14. Kurang Berolahraga

    Kurang berolahraga bisa jadi penyebab berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet. Begitu juga jika rutin berolahraga, tetapi makan banyak setelahnya, sehingga kalori yang masuk lebih banyak dari kalori yang dibakar.

    2 olahraga yang cukup populer untuk penurunan berat badan adalah kardio dan angkat beban. Tetapi, karena kedua olahraga ini membakar kalori yang banyak, berhati-hatilah agar tidak ngemil setelah berolahraga.

    Usaha diet setiap orang dapat membuahkan hasil yang berbeda-beda. Tidak semua orang bisa menurunkan berat badan dengan lancar dan terkadang berat badan bisa stagnan tanpa turun lagi. Bagi detikers yang sedang berdiet, tetaplah bersabar dan berusaha, ya!

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing