Category: Diet

  • Mengenal Intermittent Fasting, Diet Puasa Ade Rai yang Viral

    Jakarta

    Diet intermittent fasting adalah salah satu metode diet yang paling populer saat ini. Diet ini dianggap tidak menyiksa karena tidak membatasi jenis makanan yang boleh atau tidak boleh dimakan, melainkan kapan boleh memakannya.

    Oleh karena itu, banyak yang menjalani diet ini, tak terkecuali binaragawan Indonesia Ade Rai. Aturan utamanya adalah membatasi waktu makan selama beberapa jam saja, selebihnya kita tidak makan alias berpuasa. Misalnya, membatasi waktu makan selama 8 jam. Berarti, seseorang makan siang jam 11.00, dilanjutkan dengan makan malam jam 19.00, dan selebihnya berpuasa.

    Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dunia Ade Rai pada 23/9/2020, Ade Rai menyebutkan bahwa diet puasa ini adalah salah satu strategi yang paling sederhana dan mudah. Badan pun memiliki kemampuan untuk melakukan strategi diet intermittent fasting ini, asal dilakukan secara bertahap.


    Penasaran dengan intermittent fasting, diet puasa ala Ade Rai? Simak artikel berikut.

    Mengenal Intermittent Fasting

    Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur siklus makan dan berpuasa. Metode intermittent fasting yang sering dilakukan adalah berpuasa selama 16 jam dalam sehari dan makan dalam jangka waktu 8 jam sisanya.

    Menurut Ade Rai, tujuan berpuasa ini adalah agar tubuh menggunakan lemak yang akan dipecah sebagai sumber tenaga. Hal ini hanya akan terjadi jika kita tidak makan.

    Durasi Intermittent Fasting Ala Ade Rai

    Ade Rai menganjurkan mencoba intermittent fasting secara bertahap. Berikut durasi puasa yang direkomendasikan Ade Rai dalam videonya yang diunggah pada 18/12/2021.

    • 12-12: Makan 12 jam, puasa 12 jam
    • 10-14: Makan 10 jam, puasa 14 jam
    • 8-16: Makan 8 jam, puasa 16 jam.

    Ade Rai berkata tidak masalah jika durasi puasa berganti-ganti. Misalnya, hari ini berpuasa selama 16 jam, lalu esok harinya berpuasa selama 12 jam saja.

    Metode Intermittent Fasting

    Metode intermittent fasting yang dibahas Ade Rai, yaitu berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam sisanya adalah salah satu metode intermittent fasting yang populer. Selain itu, ada juga metode-metode lainnya.

    Dikutip dari Healthline, berikut metode intermittent fasting yang populer dilakukan.

    1. Metode 16/8

    Inilah metode yang dibahas oleh Ade Rai. Metode ini membagi waktu 24 jam menjadi 16 jam berpuasa dan 8 jam waktu untuk makan.

    Sebagian orang memilih untuk menggunakan 8 jam ini untuk makan siang dan makan malam. Tetapi, jika detikers terbiasa makan pagi, 8 jam ini bisa dipakai untuk makan pagi dan makan siang saja, lalu tidak makan malam.

    2. Eat-Stop-Eat

    Metode ini melibatkan puasa selama 24 jam selama 1 atau 2 kali per minggu. Metode puasa ini mungkin lebih sulit dilakukan oleh pemula karena rasa laparnya lebih terasa setelah berpuasa selama 24 jam.

    3. Diet 5:2

    Dengan metode ini, detikers makan seperti biasa selaam 5 hari dalam seminggu. Untuk 2 hari sisanya, batasi konsumsi kalori sebanyak 500-600 kalori per hari.

    Siapa yang Tidak Disarankan Menjalani Intermittent Fasting?

    Sama seperti metode diet lainnya, intermittent fasting belum tentu cocok untuk semua orang. Kelompok orang berikut sebaiknya berhati-hati jika ingin menjalani intermittent fasting, sebab mungkin metode diet puasa ini kurang cocok untuk mereka.

    1. Orang dengan Kadar Lemak Rendah

    Ade Rai menganjurkan intermittent fasting untuk orang yang memiliki kadar lemak di atas 30% (bagi wanita) dan di atas 25% (bagi pria). Sebab, diet puasa ini menggunakan tabungan lemak dalam tubuh menjadi sumber energi.

    Mengutip situs resmi Johns Hopkins Medicine, anak-anak dan remaja di bawah umur 18 tahun sebaiknya tidak mengikuti diet puasa ini. Kadar lemak dalam tubuh mereka belum tentu cukup sebagai persediaan energi.

    2. Ibu Hamil dan Menyusui

    Konsumsi kalori dibutuhkan selama kehamilan dan periode menyusui agar janin tetap sehat dan produksi ASI tetap lancar. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengikuti metode diet puasa ini.

    3. Orang dengan Kondisi Kesehatan Tertentu

    Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berhati-hati dengan metode diet yang melibatkan puasa. Jika detikers memiliki salah satu kondisi kesehatan berikut, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter sebelum mencoba intermittent fasting.

    • Diabetes
    • Tekanan darah rendah
    • Eating disorder
    • Riwayat amenorrhea
    • Masalah dengan regulasi gula darah.

    Dengan diet puasa dan olahraga yang teratur, Ade Rai berkata lemak bisa mulai hilang dalam seminggu. Jika detikers tertarik menjalani diet puasa ini, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui apakah metode ini cocok atau tidak.

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Asal Minum Obat Diet untuk Pangkas Berat Badan Bisa Picu Masalah Ginjal


    Jakarta

    Tidak sedikit orang yang seringkali menerapkan diet ekstrem demi memiliki berat badan ideal. Padahal pola makan yang terlalu ketat juga bisa berisiko terhadap kesehatan.

    Spesialis gizi klinik dr Christopher Andrian mengatakan meski banyak program diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan, seseorang perlu mengetahui kondisi tubuhnya sebelum memutuskan memilih pola makan tertentu.

    “Nggak semua orang cocok dengan diet keto, diet OCD, semua tergantung kondisi tubuh. Karena setiap orang itu punya persentase lemak, otot, dan air yang berbeda. Supaya berat badan turunnya itu sehat, kita harus turunkan kadar lemak dulu,” katanya dalam temu media Dermagene, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2024).


    Ada juga yang memakai jalan pintas dengan mengonsumsi obat diet yang dibeli asal secara daring tanpa tau efek sampingnya. Padahal kebanyakan obat pelangsing yang banyak beredar menurunkan berat badan bekerja dengan cara mengurangi cairan dalam tubuh.

    “Obat yang dijual di luar sana kan biasanya malah bikin pipis terus, bikin diare, yang keluar apa? Air, bukan lemak. Ketika kita minum air lagi, berat badan akan naik lagi. Malah bikin risiko penyakit lain seperti ginjal,” jelasnya.

    Maka dari itu, dia menyarankan untuk konsultasi ke dokter sebelum memulai program diet agar diberikan perawatan yang pas. Obat diet boleh dikonsumsi, asal sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tentunya oleh resep dokter.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Pakar Ungkap 7 Minuman yang Bisa Bantu Bakar Lemak, Perut Mendadak Auto Rata

    Jakarta

    Tidak ada yang mau memiliki perut buncit. Selain merusak penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit dan membahayakan kesehatan.

    Untungnya, menghilangkan perut buncit tidaklah sesulit yang dibayangkan. Selain dengan rajin berolahraga, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan dan menghilangkan perut buncit.

    Pertanyaannya, minuman apa yang bisa membantu proses tersebut? Ahli diet teregistrasi Trista Best, MPH, RD, LD, mengatakan minuman untuk membantu menurunkan berat badan itu umumnya terbuat dari sayur atau buah, dan beberapa jenis teh tertentu.


    Penting diingat, hanya mengonsumsi minuman-minuman ini saja tidak cukup untuk menghilangkan perut buncit. Minuman-minuman ini dapat membantu mempercepat penurunan berat badan apabila dipadukan dengan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.

    Lalu, apa saja jenisnya? Dikutip dari Eat This, berikut daftar minuman yang bisa membantu memangkas lemak dan menghilangkan perut buncit.

    1. Teh hijau

    Teh hijau sejak lama dikenal sebagai salah satu minuman yang bermanfaat untuk kesehatan. Khasiat teh hijau berasal dari kandungan antioksidan bernama katekin yang ada pada minuman tersebut.

    Katekin juga berperan dalam menurunkan berat badan. Antioksidan ini dapat meningkatkan pembakaran lemak, sensitivitas insulin, serta membantu menjaga berat badan tetap ideal.

    “Teh hijau mengandung antioksidan dan senyawa, seperti katekin, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak,” ujar Best.

    2. Air lemon

    Best menuturkan air lemon mengandung vitamin C tinggi yang dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh. Air lemon juga dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu menekan nafsu makan dan mencegah overeating.

    “Dia (lemon) juga menambah rasa pada air biasa membuatnya lebih nikmat untuk diminum,” ucap Best.

    3. Air timun

    Selain nikmat sebagai lalapan, timun juga bisa diolah menjadi minuman untuk membantu menghilangkan perut buncit. Best menjelaskan campuran air dan timun dapat membantu mengelola berat badan dan menghidrasi tubuh.

    Tak hanya itu, timun juga rendah kalori dan mengandung senyawa yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

    4. Air jahe

    Tak hanya sebagai penyedap masakan, jahe juga kerap diolah menjadi obat alami untuk beragam penyakit. Bahkan, air jahe juga dikonsumsi untuk membantu menghilangkan perut buncit.

    Jahe mengandung antioksidan tinggi yang bermanfaat untuk meredakan berbagai masalah pencernaan. Air jahe juga dapat mengatasi kembung yang membuat perut terlihat buncit sementara.

    “Jahe memiliki sifat anti peradangan dan bisa membantu pencernaan, sehingga berpotensi mengurangi kembung dan membuat perut rata,” tutur Best.

    5. Teh peppermint

    Sama seperti air jahe, teh peppermint dapat membantu mengurangi gas lambung, kembung, dan gangguan pencernaan. Hal ini dapat membuat perut menjadi lebih nyaman dan tampak lebih rata.

    “Teh peppermint dapat meredakan ketidaknyamanan akibat masalah pencernaan dan mengurangi kembung, membuatnya jadi pilihan yang tepat untuk membuat perut lebih rata,” kata Best.

    6. Air kelapa

    Meski tidak secara langsung menyasar lemak perut, air kelapa dapat membantu meningkatkan fungsi metabolisme, mencegah retensi air, mengurangi kembung, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    “Air kelapa adalah minuman alami yang kaya akan elektrolit dan dapat mencegah dehidrasi, serta menyeimbangkan cairan tubuh,” ucap Best.

    7. Air putih

    Sesimpel air putih saja ternyata juga mampu membantu menghilangkan perut buncit. Best mengatakan memulai hari dengan minum air putih dapat melancarkan metabolisme serta menekan nafsu makan.

    Studi juga mengungkapkan minum air sebelum makan dapat mencegah overeating atau makan secara berlebihan. Adapun jumlah air yang disarankan adalah 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari.

    “Tetap terhidrasi dengan baik sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan dapat membantu mengurangi nafsu makan, mencegah makan berlebihan, serta mendukung metabolisme,” tandas Best.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Jus yang Bagus untuk Diet, Cocok Diminum di Pagi Hari

    Jakarta

    Selain berolahraga, pola makan yang sehat juga memengaruhi kesuksesan menurunkan berat badan. Salah satunya bisa dengan mengonsumsi jus yang bagus untuk diet, seperti yang terbuat dari buah atau sayuran.

    Pasalnya, jus yang terbuat dari buah dan sayur mengandung beragam nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Nutrisi-nutrisi itu tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga meningkatkan metabolisme dan mengendalikan nafsu makan.

    Lantas, apa saja rekomendasi jus yang bagus untuk diet? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya.


    1. Jus Wortel

    Selain jadi sayur pendamping lauk pauk, wortel juga dapat diolah menjadi jus yang bagus untuk diet. Wortel kaya akan vitamin A serta beta-karoten yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Tak hanya itu, wortel juga mengandung serat tinggi. Serat dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan mengendalikan nafsu makan. Alhasil, makan menjadi tidak berlebihan dan berat badan dapat turun.

    2. Jus Seledri

    Seledri mengandung kalori yang sangat rendah, sehingga cocok dijadikan jus untuk diet. Beberapa studi menunjukkan mengonsumsi makanan atau minuman yang rendah kalori dapat menunjang proses pembakaran lemak dan penurunan berat badan.

    Selain itu, sayuran yang kerap dijadikan penyedap masakan ini juga mengandung sejumlah antioksidan yang dapat mengurangi efek stres oksidatif dan melawan peradangan.

    3. Jus Buah Bit

    Buah bit mengandung nitrat yang dapat meningkatkan efisiensi dan ketahanan otot. Tak hanya itu, nitrat juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah agar sirkulasi menjadi lebih lancar.

    Di sisi lain, buah bit juga termasuk makanan rendah kalori dan kaya akan serat. Kombinasi itulah yang membuat buah bit cocok diolah menjadi jus untuk diet.

    4. Jus Semangka

    Selain rendah kalori, semangka juga mengandung banyak cairan yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Kandungan cairan pada semangka juga dapat membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik, yang mendukung proses penurunan berat badan.

    Semangka juga mengandung mikronutrien penting, seperti kalium, vitamin A, dan vitamin C.

    5. Jus Bayam

    Bayam juga cocok diolah menjadi jus untuk diet lantaran kaya akan serat dan rendah kalori. Sebuah studi menunjukkan mengonsumsi jus sayuran, termasuk bayam, dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan seiring waktu.

    Selain itu, bayam juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 10 Menu Sarapan yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok Buat Diet

    Jakarta

    Memilih menu sarapan dengan tepat penting agar kita memiliki cukup nutrisi dan energi untuk mengawali hari. Selain itu, sarapan yang sehat dan mengenyangkan membuat kita tidak merasa lapar sebelum waktu makan siang. Sehingga, kita tidak mengemil sebelum makan siang atau makan siang dalam porsi besar.

    Oleh karena itu, memilih menu sarapan yang membuat kenyang sampai makan siang penting diketahui bagi yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan.

    Orang yang sedang berdiet perlu berhati-hati dalam memilih sarapan, sebab beberapa makanan kemasan yang sering dimakan untuk sarapan mengandung gula, karbohidrat, dan zat tambahan yang kurang cocok untuk menurunkan berat badan. Untuk menghindari menu sarapan yang justru bisa menambah berat badan, simak menu sarapan yang cocok saat sedang diet di artikel berikut.


    Sarapan yang Bikin Kenyang Lebih Lama

    Mengutip Healthline, sarapan yang baik dan seimbang mengandung banyak serat, protein, lemak sehat, dan mikronutrien. Berikut jenis makanan yang cocok dimakan untuk sarapan sebab membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    1. Telur

    Telur adalah menu sarapan yang simpel, mudah dibuat, dan bergizi. Telur mengandung protein untuk pembentukan otot serta membantu kita merasa kenyang.

    Riset tahun 2020 yang dilakukan oleh UniSA Clinical and Health Sciences, University of South Australia menemukan bahwa orang yang makan roti dan telur untuk sarapan merasa lebih kenyang jika dibandingkan dengan memakan sereal dengan susu dan jus jeruk. Ini menandakan protein pada telur yang lebih banyak dibandingkan sereal membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Selain protein, telur juga mengandung nutrisi berikut.

    • Antioksidan lutein dan zeaxanthin yang menjaga kesehatan mata, ginjal, kulit, dan jantung
    • Vitamin B, termasuk folat
    • Kolin, nutrisi untuk kesehatan ginjal dan otak
    • Vitamin A
    • Zat besi, kalsium, dan mineral lainnya.

    2. Greek Yogurt

    Mengutip EatingWell, berbeda dengan yogurt biasa, greek yogurt melalui proses penyaringan yang lebih banyak, sehingga teksturnya lebih kental dan creamy.

    Greek yogurt memiliki kandungan gula yang lebih sedikit daripada yogurt biasa, dan kandungan proteinnya lebih banyak. Greek yogurt pun lebih rendah kalori dibandingkan berbagai makanan sumber protein lainnya.

    Greek yogurt juga mengandung probiotik, jenis bakteri baik yang membantu pencernaan. Selain itu, greek yogurt memiliki nutrisi berikut.

    • Kalsium
    • Vitamin B12
    • Zink
    • Potasium
    • Fosfor.

    3. Oatmeal

    Oatmeal mengandung betaglukan, serat yang membantu menurunkan kadar kolesterol dan glukosa pada tubuh. Serat ini juga mengandung antioksidan dan probiotik.

    Viskositas oatmeal yang lekat memperlambat gerakan peristaltik di usus kecil. Ini membuat pencernaan dan penyerapan nutrisi berlangsung lebih lambat sehingga kita pun merasa kenyang lebih lama.

    1 cup (81 gram) oatmeal kering mengandung 10 gram protein. Untuk meningkatkan kadar protein yang dikonsumsi, campurkan oatmeal dengan susu daripada menggunakan air.

    Oatmeal juga mengandung nutrisi berikut.

    • Zat besi
    • Vitamin B
    • Zat mangan
    • Magnesium
    • Zink
    • Selenium.

    4. Biji Chia

    Menu sarapan selanjutnya yang cocok untuk diet adalah biji chia. Biji ini kaya akan serat larut yang membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Biji chia juga membantu menjaga kadar kolesterol dan glukosa dalam darah serta mencegah peradangan.

    Biji chia sendiri tidak kaya protein, tetapi bisa dimakan bersama greek yogurt atau bubuk protein.

    5. Buah Beri

    Berbagai buah beri seperti stroberi, blueberry, blackberry, dan raspberry mengandung antioksidan, kaya akan serat, dan rendah kalori.

    Buah-buahan beri mengandung antosianin, antioksidan yang memberikan warna ungu, merah, dan biru pada buah-buahan ini. Antosianin membantu mencegah peradangan, penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit kronis lainnya.

    Buah-buah beri ini bisa dimakan bersama greek yogurt, chia pudding, oatmeal, atau smoothie untuk sarapan yang enak dan mengenyangkan.

    6. Keju Cottage

    Cottage adalah keju lembut yang terbuat dari dadih dan memiliki rasa asam. 1 cup (220 gram) keju cottage mengandung 24 gram protein dan hanya 180 kalori. Jadi, keju cottage ini adalah menu yang cocok untuk menurunkan berat badan tanpa membuat kita merasa lapar.

    Keju cottage bisa dimakan dengan berbagai makanan bergizi lain, seperti buah-buahan, biji chia, dan granola.

    7. Roti Gandum

    Roti gandum kaya akan protein dan karbohidrat kompleks yang membuat kita merasa kenyang lebih lama. Dibandingkan dengan roti yang terbuat dari tepung, roti dari gandum lebih kecil kemungkinannya untuk meningkatkan kadar gula darah.

    Roti gandum bisa dimakan dengan berbagai menu, mulai dari telur, alpukat, stroberi, keju cottage, pisang, sampai tuna.

    8. Kacang-kacangan

    Segala jenis kacang-kacangan mengandung magnesium, potasium, antioksidan, dan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung.

    Kacang-kacangan juga mengandung protein, lemak, dan serat yang membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    1 atau 2 sendok makan kacang-kacangan bisa ditambahkan pada greek yogurt, oatmeal, atau keju cottage untuk sarapan yang bernutrisi. Tetapi, perlu diingat kacang-kacangan tinggi akan kalori, sehingga terlalu banyak mengonsumsinya bisa menaikkan berat badan.

    9. Smoothie

    Smoothie bisa menjadi pilihan menu sarapan yang enak dan mengenyangkan. Campurkan air dan susu dengan buah-buahan. Bubuk protein juga bisa ditambahkan ke dalam smoothie untuk menambah nutrisinya.

    Jika detikers berolahraga di pagi hari, minum smoothie setelah olahraga bisa jadi pilihan dibandingkan sarapan berat.

    10. Buah-buahan

    Buah-buahan bisa jadi opsi sarapan ringan yang tetap mengenyangkan. Buah-buahan rendah kalori dan tinggi akan serat, vitamin, mineral, dan gula sederhana. Serat pada buah membuat tubuh lebih lambat menyerap gulanya, sehingga kita memiliki sumber energi yang lebih banyak.

    Buah utuh mengandung lebih banyak serat daripada jus buah. Ditambah lagi, jus buah dalam kemasan umumnya mengandung gula tambahan. Sehingga, sebaiknya konsumsilah buah utuh dibandingkan meminum jus.

    Untuk sarapan dengan gizi seimbang, konsumsi buah dengan makanan yang kaya akan protein seperti greek yogurt, keju cottage, atau telur.

    Memilih menu sarapan yang sehat dan mengenyangkan penting agar kita merasa kenyang lebih lama dan tidak mengemil sebelum makan siang. Sehingga pola makan menjadi lebih teratur dan diet penurunan berat badan pun bisa berhasil. Semoga bermanfaat!

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Prilly Latuconsina Makin Kurus, Kurangi Gula dan Gorengan Bikin Turun 10 Kg

    Jakarta

    Aktris Prilly Latuconsina terlihat semakin langsing setelah berhasil turun 10 kg. Kata dia, tak ada pola makan terlalu ketat yang membuatnya turun berat badan.

    Bintang film Danur itu mengatakan sudah setahun menjalani pola hidup sehat. Hal utama yang dia lakukan adalah mengurangi makanan manis dan gorengan.

    “Aku sudah mengurangi makan-makanan yang manis, goreng-gorengan. Sebenarnya sih biasa saja makannya, kalau kalian lihat aku masak normal-normal aja sih sebenarnya. Cuma mungkin karena kegiatannya banyak, jadinya makin kurus kali ya,” ucap Prilly dikutip dari detikHot.


    Aktris berusia 27 tahun itu mengatakan banyak yang mengiranya sakit lantaran berat badannya turun. Dia hanya menjalani pola makan sehat ditambah dengan rutin berolahraga yang berpengaruh ke metabolisme tubuhnya.

    Manfaat mengurangi asupan gula dan gorengan

    Memutuskan untuk mengurangi asupan gula tambahan bukanlah hal yang mudah. Namun, manfaat dari mengurangi gula sangat beragam untuk tubuh termasuk peningkatan kesehatan mulut, jantung sampai penurunan berat badan.

    Mengurangi makanan manis tidak hanya membuat badan terlihat lebih kurus, tetapi juga mengurangi risiko obesitas dan penyakit kronis lainnya, seperti stroke, kanker, serangan jantung, hipertensi, hingga demensia.

    Di samping itu, dikutip dari Health Digest, gorengan sangat tinggi kalori terlebih jika digoreng dengan lama dengan minyak. Minyak dapat terserap ke dalam makanan sehingga meningkatkan kandungan lemak dan kolesterolnya.

    Masalah lain dari makanan yang digoreng adalah sering kali mengandung lemak trans yang tinggi. Lemak trans adalah jenis lemak tak jenuh yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Makanan yang digoreng tinggi kalori, lemak, dan kolesterol, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.

    Untuk mengurangi risiko masalah kesehatan ini, penting untuk membatasi asupan makanan yang digoreng.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Ahli Ungkap Jenis Diet Ini Bisa Bikin Wanita Hidup Lebih Lama

    Jakarta

    Sebuah penelitian baru menemukan bahwa wanita yang menjalani diet Mediterania hidup lebih lama dibandingkan mereka yang tak melakukannya. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati lebih dari 25.000 wanita selama 25 tahun.

    Dalam studi baru yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open itu, para peneliti bertanya kepada 25.315 wanita sehat yang berpartisipasi dalam Women’s Health Study tentang pola makan mereka. Peneliti juga mengumpulkan darah serta biomarker lainnya antara tahun 1993 dan 1996. Wanita-wanita tersebut kemudian dievaluasi ulang antara tahun 2018 dan 2023.

    Mengikuti pola makan Mediterania tidak hanya mengurangi risiko kematian dini sebesar 23 persen, tetapi juga mengurangi risiko kematian akibat kanker sebesar 17 persen, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 20 persen.


    “Bagi wanita yang tertarik berumur panjang, penelitian kami menunjukkan bahwa mengikuti pola makan Mediterania dapat mengurangi sekitar seperempat risiko kematian selama lebih dari 25 tahun dan memberikan manfaat bagi kanker dan kematian kardiovaskular, yang merupakan penyebab utama kematian,” kata Kepala penulis penelitian sekaligus ahli jantung di Brigham and Women’s Hospital dan profesor kedokteran di Harvard Medical School di Boston, Dr Samia Mora, seperti dikutip CNN.

    Seperti Apa Pola Diet Mediterania?

    Pola makan ala diet Mediterania terbilang sangat sederhana. Diet ini berfokus pada masakan nabati yang sebagian besar makanan berfokus pada buah-buahan dan sayuran, biji-bijian utuh (whole grains), kacang-kacangan hingga biji-bijian, serta minyak zaitun extra-virgin. Sementara lemak selain minyak zaitun, seperti mentega, gula, hingga makanan olahan perlu dihindari untuk dikonsumsi.

    Daging merah juga disarankan dikonsumsi secukupnya, biasanya hanya untuk memberi rasa pada hidangan. Untuk produk susu, dan unggas dimakan dalam porsi yang jauh lebih kecil.

    Sementara sangat dianjurkan untuk mengonsumsi ikan yang sehat dan berminyak, yang mengandung asam lemak omega-3.

    “Dalam penelitian ini, kepatuhan terhadap pola makan Mediterania merupakan ukuran kualitas pola makan. Mereka yang paling patuh adalah mengonsumsi lebih banyak kacang-kacangan, lebih banyak sayuran, lebih banyak buah-buahan, lebih sedikit daging, dan lebih sedikit daging olahan,” kata dr David Katz, spesialis pengobatan pencegahan dan gaya hidup yang mendirikan organisasi nirlaba True Health Initiative, sebuah koalisi global dari para ahli yang berdedikasi pada pengobatan gaya hidup berbasis bukti.

    Meskipun penelitian ini bersifat observasional sehingga tidak dapat menunjukkan sebab dan akibat langsung, namun kata dr Katz yang tak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan temuan ini sepenuhnya konsisten dengan banyak penelitian lain mengenai pola makan Mediterania yang sekarang terkenal menyehatkan.

    “Kami mungkin merasa nyaman menyimpulkan bahwa pola makan berkualitas tinggi memang ‘menyebabkan’ risiko kematian yang lebih rendah,” kata Katz.

    Manfaat Lain diet Mediterania

    Diet Mediterania memiliki banyak manfaat ilmiah, bahkan pola makan ala Mediterania dapat mengurangi risiko kanker payudara, demensia, depresi, diabetes, kolesterol tinggi, dan kehilangan ingatan.

    Kepatuhan terhadap pola makan ini juga dapat membuat tulang lebih kuat, jantung lebih sehat, dan umur lebih panjang. Ini juga baik untuk menurunkan berat badan yang sehat.

    Namun, dari semua data tersebut, hanya ada sedikit rincian mengenai dampak spesifik diet Mediterania terhadap wanita, terutama dalam jangka panjang. Hal ini penting, kata para ahli, karena wanita bukan laki-laki.

    Otak wanita bekerja secara berbeda pada tingkat molekuler dibandingkan otak pria. Ukuran jantung wanita mungkin berbeda dengan pria, dan wanita memiliki gejala serangan jantung yang sangat berbeda dibandingkan pria.

    Wanita bahkan memetabolisme alkohol dan obat-obatan secara berbeda dibandingkan pria. Ada perbedaan nyata antara menarche dan menopause, yang menciptakan berbagai risiko kesehatan khusus bagi perempuan.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 9 Cara Meratakan Perut Buncit dengan Cepat Tanpa Olahraga

    Jakarta

    Bagi sebagian orang, perut buncit cukup mengganggu penampilan dan bisa menurunkan rasa percaya diri. Perut membesar karena penumpukan lemak berlebih ini juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti diabetes dan penyakit jantung.

    Oleh sebab itu, tak sedikit orang yang mencoba berbagai cara untuk mengecilkan perut buncit. Dan ternyata kondisi perut ini bisa lho dihilangkan dengan menjalani pola hidup sehat. Lantas, bagaimana cara menghilangkan perut buncit?

    Cara Mengecilkan Perut Buncit

    Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meratakan perut buncit tanpa olahraga. Berikut penjelasannya yang dikutip dari Healthline.


    1. Gunakan Piring Kecil untuk Makan

    Menghilangkan perut buncit dapat dilakukan dengan mengurangi porsi makan. Dan ini bisa dicoba dengan menggunakan piring kecil saat makan. Piring kecil bisa membuat porsi makan tampak lebih banyak padahal hanya makan sedikit.

    Sebaliknya, makan dengan piring besar dapat membuat porsi makan terlihat sedikit sehingga mendorong untuk mengambil lebih banyak makanan.

    2. Minum Air Sebelum Makan

    Penelitian menunjukkan orang yang minum dua gelas air sebelum makan dapat mengurangi porsi makan 22 persen lebih sedikit. Sekitar 500 ml air yang diminum sesaat sebelum makan bisa meregangkan perut dan mengirimkan sinyal kenyang ke otak.

    Kamu dapat meminum segelas-dua gelas air sebelum makan sehingga bisa mengurangi asupan kalori. Dengan begitu, lemak makanan tidak menumpuk berlebih di perut dan kamu juga tidak akan kelaparan meski makan lebih sedikit.

    3. Kunyah Makanan Secara Perlahan

    Mengunyah makanan dengan perlahan bisa jadi salah satu cara untuk meratakan perut buncit. Hal ini karena berhubungan dengan cara otak merespons aktivitas hormon yang mempengaruhi rasa kenyang.

    Studi menemukan bahwa orang yang mengunyah atau makan lebih lambat dapat menurunkan asupan makanan yang dikonsumsi dan meningkatkan rasa kenyang.

    Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan orang yang mengunyah lebih cepat akan makan dengan porsi dan kalori lebih banyak.

    4. Perbanyak Asupan Protein

    Protein mempunyai efek besar terhadap nafsu makan. Tidak hanya membuat perut kenyang, tapi juga dapat menurunkan asupan kalori dan mengurangi rasa lapar.

    Hal ini dikarenakan protein bisa mempengaruhi beberapa hormon yang berperan dalam mengontrol rasa lapar dan kenyang, seperti ghrelin dan glukagon.

    5. Konsumsi Makanan Kaya Serat

    Makan makanan tinggi serat juga dapat bantu membuat kenyang lebih lama. Sehingga mencegah untuk konsumsi porsi makan lebih besar yang bisa menyebabkan perut buncit.

    Menurut studi, serat kental atau viscous fiber bisa meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan. Jenis serat ini ditemukan pada makanan nabati, seperti oat, kubis, asparagus, dan jeruk.

    6. Hindari Minuman Manis

    Konsumsi minuman manis dengan gula berlebih menjadi salah satu penyebab naiknya berat badan dan perut buncit. Minuman manis ini, seperti soda, teh manis, kopi susu, dan lainnya.

    Asupan gula yang tinggi dapat menaikkan kadar lemak visceral dengan meningkatkan resistensi insulin dan memicu peradangan. Karena itu, hindari minuman dengan gula berlebih jika tak ingin perut membuncit.

    7. Pilih Makanan Berlemak Sehat

    Lemak jenuh dan lemak trans dapat memicu berat badan bertambah. Di sisi lain, kedua jenis lemak tak sehat itu bisa membahayakan kesehatan jantung dengan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Untuk menghindarinya, konsumsilah makanan yang mengandung lemak sehat. Selain dapat bantu mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan, lemak sehat juga punya banyak manfaat. Makanan berlemak sehat, contohnya alpukat, biji chia, telur, dan zaitun.

    8. Kelola Stres dengan Baik

    Stres bisa meningkatkan hormon kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dapat menaikkan nafsu makan dan mendorong untuk makan dengan porsi lebih banyak.

    Kelola stres dengan baik bukan hanya mencegah perut buncit tapi juga cara melindungi diri dari depresi dan obesitas.

    9. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Pola tidur juga memiliki dampak terhadap nafsu makan. Kurang tidur bisa mengganggu leptin dan ghrelin, hormon mengontrol rasa lapar.

    Hormon yang naik turun dapat meningkatkan lapar dan nafsu makan sehingga menyebabkan asupan kalori lebih tinggi.

    Oleh sebab itu, tidurlah yang cukup dan berkualitas. Waktu tidur ideal bagi orang dewasa sekitar 7-9 jam, dan 8-12 jam untuk anak-anak dan remaja.

    Nah, itu dia sederet cara menghilangkan perut buncit tanpa olahraga. Semoga membantu!

    (azn/inf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 4 Cara Simpel Meningkatkan Metabolisme Tubuh agar Cepat Kurus

    Jakarta

    Metabolisme adalah salah satu aspek penting dalam proses penurunan berat badan. Sebab, semakin cepat metabolisme tubuh maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Jika pembakaran kalori berjalan dengan baik, tentu proses penurunan berat badan berjalan lebih optimal.

    Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan metabolisme? Dikutip dari Cleveland Clinic, metabolisme adalah proses pembakaran kalori dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

    Metabolisme dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti usia, jenis kelamin, massa otot, berat badan, hingga tingkat aktivitas fisik. Selain itu, sejumlah kebiasaan simpel yang kita lakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi metabolisme dan proses pembakaran kalori dalam tubuh.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan metabolisme agar cepat kurus.

    1. Konsumsi Banyak Protein

    Mengonsumsi makanan tertentu dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Sebab, setiap makanan memiliki thermic effect of food (TEF) atau efek termis makanan yang berbeda.

    TEF adalah indikator yang mengacu pada jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna, menyerap, dan memproses kandungan gizi dalam makanan. Di antara seluruh nutrisi, protein memiliki efek termal paling besar, yakni 20-30 persen. Artinya, dari setiap 100 kalori yang dikonsumsi, 20-30 kalori akan digunakan untuk memproses protein tersebut.

    Karenanya, memperbanyak asupan protein dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori. Selain itu, protein juga mampu mencegah penurunan massa otot yang sering terjadi akibat diet.

    2. Tidur yang Cukup

    Banyak orang yang menyepelekan manfaat tidur yang cukup dan berkualitas. Padahal, tidur malam yang nyenyak merupakan faktor penting dalam proses penurunan berat badan.

    Kurang tidur dapat memengaruhi kadar ghrelin, yakni hormon yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung selalu merasa lapar dan sulit menurunkan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 juga menemukan orang yang kurang tidur seslama empat malam atau lebih dapat mengalami penurunan metabolisme.

    3. Minum Kopi

    Kopi memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, dan salah satunya adalah mendukung proses metabolisme tubuh.

    Penelitian menunjukkan kafein dalam kopi dapat memicu tubuh untuk melepaskan epinefrin, yakni hormon yang mengatur cara tubuh dalam memproses lemak.

    Namun, efek ini dapat bervariasi pada masing-masing orang. Contohnya, sebuah studi menunjukkan kafein lebih efektif meningkatkan pembakaran lemak selama berolahraga pada individu dengan gaya hidup kurang aktif (sedentary) dibandingkan atlet terlatih.

    4. Sering Berdiri dan Jalan Kaki

    Kebanyakan duduk dapat berdampak negatif pada kesehatan. Sebab, selama duduk tubuh akan membakar lebih sedikit kalori sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    Sebuah ulasan yang diterbitkan pada 2018 mengungkapkan berdiri atau berjalan kaki saat bekerja dapat membantu menurunkan berat badan, lemak tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah sistolik dan diastolik, trigliserida puasa, kolesterol total, dan insulin.

    Jika sering duduk saat bekerja, cobalah untuk sesekali berdiri dan berjalan kaki untuk mengimbangi waktu yang dihabiskan saat duduk. Hal ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan pengaturan kadar gula darah, yang tentunya berkontribusi terhadap penurunan berat badan.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Minuman Herbal untuk Mengecilkan Perut, Bisa Dibuat di Rumah

    Jakarta

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan perut buncit. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman herbal. Apa saja jenis minumannya?

    Perut buncit adalah masalah yang kerap dialami banyak orang. Selain merusak kepercayaan diri, perut buncit juga bisa meningkatkan risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga masalah jantung.

    Karenanya, tidak heran jika banyak orang yang rela menjajal berbagai macam cara untuk mengecilkan perut. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman yang terbuat dari herbal atau bahan alami.


    Selain minim efek samping, minuman herbal pun cenderung lebih mudah diperoleh atau dibuat sendiri di rumah. Tapi perlu diingat, mengonsumsi minuman herbal saja tidak cukup untuk mengecilkan perut. Kombinasi antara minuman herbal, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik tetap dibutuhkan agar proses penurunan berat badan berjalan optimal.

    Lantas, apa saja minuman herbal yang cocok dikonsumsi untuk menghilangkan perut buncit? Dikutip dari berbagai sumber, berikut minuman herbal pengecil perut yang bisa dibuat dengan mudah di rumah.

    1. Air Jahe

    Air jahe adalah salah satu minuman herbal yang sering direkomendasikan untuk menurunkan berat badan. Jahe kaya akan antioksidan, terutama gingerol, yang dapat mengatasi peradangan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

    Selain itu, jahe juga mengandung serat yang tak hanya melancarkan fungsi pencernaan, tapi juga meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    Cara membuat air jahe pun tidak sulit. Cukup rebus air bersama beberapa potong jahe yang sudah dibersihkan selama 10-15 menit, saring, kemudian minum airnya.

    2. Teh Hijau

    Manfaat teh hijau untuk kesehatan sudah cukup terkenal. Tapi siapa sangka, minuman khas Jepang ini ternyata juga bisa membantu menurunkan berat badan.

    Teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang diyakini dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Semakin tinggi laju metabolisme tubuh, maka semakin banyak pula kalori dan lemak yang bisa terbakar.

    3. Air Lemon

    Sebenarnya, air lemon tidak memiliki efek yang bisa mengecilkan perut. Kendati demikian, mengonsumsi air lemon dapat berpengaruh terhadap proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari Medical News Today, air lemon tergolong minuman yang rendah kalori. Penelitian menunjukkan mengganti minuman bersoda dengan air lemon dapat mengurangi asupan kalori, sehingga memberikan dampak positif terhadap pengelolaan berat badan.

    4. Teh Kayu Manis

    Selain sebagai penyedap masakan, kayu manis juga bisa diolah menjadi minuman herbal untuk menurunkan berat badan. Khasiat kayu manis sendiri berasal dari antioksidan yang terkandung di dalamnya. Antioksidan ini dapat membantu melawan peradangan, serta meningkatkan laju metabolisme tubuh.

    Kayu manis juga bisa dikombinasikan dengan jahe dan kunyit untuk menciptakan minuman ‘Golden Milk’ yang tak hanya dapat meningkatkan metabolisme, tapi juga menguatkan imun tubuh serta mengatasi masalah kesehatan tertentu.

    5. Jus Seledri

    Jus seledri adalah salah satu minuman herbal paling ‘sempurna’ untuk membantu memangkas lemak di perut. Seledri memiliki kandungan serat tinggi, rendah kalori, serta kaya akan air yang dapat menghidrasi tubuh.

    Kombinasi nutrisi-nutrisi itulah yang membuat jus seledri sangat cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang diet untuk menurunkan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing