Category: Pendidikan

  • Mau Daftar PPG Calon Guru 2025? Cek Dulu Linieritas Prodi dan Bidang Studinya!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah membuka pendaftaran program Pendidik Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2025. Pendaftaran masih dibuka hingga 6 Oktober 2025 mendatang.

    PPG Calon Guru merupakan salah satu upaya Kemendikdasmen untuk mencetak guru-guru baru berkualitas dengan kualifikasi S1-D4. Seluruh lulusan dari program studi (prodi) pendidikan dan nonpendidikan bisa mendaftar.

    Namun sebelum mendaftar, calon guru harus memastikan apakah prodi ijazah S1/D4 mereka linier dengan bidang studi yang ada di program PPG. Dikutip dari laman resmi PPG Kemendikdasmen, Jumat (17/10/2025) berikut informasinya.


    Daftar Linieritas Prodi PPG Calon Guru 2025

    Linieritas di PPG diartikan sebagai adanya kesesuaian antara prodi pada ijazah S1/D4 peserta dengan bidang studi PPG yang diambil atau mata pelajaran yang akan diajarkan oleh calon guru. Kesesuaian ini bertujuan agar pendidikan yang disampaikan dalam PPG relevan dengan kualifikasi akademik hingga tugas mengajar guru.

    Adapun daftar linieritas prodi PPG Calon Guru 2025, yaitu:

    1. Bahasa Indonesia

    • Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    • Pendidikan Bahasa Indonesia
    • Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah
    • Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
    • Pendidikan Sastra Indonesia
    • Tadris Bahasa Indonesia
    • Bahasa dan Sastra Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • Sastra Indonesia

    2. Bimbingan dan Konseling

    • Pendidikan Bimbingan dan Konseling
    • Pendidikan Bimbingan dan Konseling Islam
    • Pendidikan Psikologi Konseling Buddha
    • Bimbingan dan Konseling
    • Bimbingan dan Konseling Islam
    • Bimbingan dan Konseling Kristen
    • Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
    • Bimbingan dan Penyuluhan Islam
    • Bimbingan Konseling
    • Bimbingan Konseling Kristen
    • Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
    • Bimbingan Penyuluhan Islam
    • Kepenyuluhan Buddha
    • Konseling Pastoral
    • Pastoral Konseling

    3. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

    • Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
    • Pendidikan Sains
    • Tadris Ilmu Pengetahuan Alam

    4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

    • Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
    • Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial

    5. Informatika

    • Pendidikan Ilmu Komputer
    • Pendidikan Informatika
    • Pendidikan Komputer
    • Pendidikan Teknik Informatika
    • Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
    • Pendidikan Teknologi Informasi dan Komputer
    • Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer
    • Pendidikan Vokasional Informatika
    • Ilmu Informatika
    • Ilmu Komputer
    • Ilmu Sistem Informasi
    • Informatika
    • Keamanan Sistem Informasi
    • Manajemen Informatika
    • Rekayasa Komputer
    • Rekayasa Komputer Jaringan
    • Rekayasa Perangkat Lunak
    • Rekayasa Sistem Komputer
    • Seni Intermedia
    • Sistem Informasi
    • Sistem Informasi Bisnis
    • Sistem Komputer
    • Teknik Informatika
    • Teknik Informatika dan Komputer
    • Teknik Informatika Multimedia
    • Teknik Komputer
    • Teknik Komputer dan Jaringan
    • Teknik Komputer Jaringan dan Media Digital
    • Teknik Multimedia dan Jaringan
    • Teknik Perangkat Lunak
    • Teknologi Bisnis Digital
    • Teknologi Game
    • Teknologi Informatika
    • Teknologi Komputer
    • Teknologi Pendidikan
    • Teknologi Rekayasa Informatika Industri
    • Teknologi Rekayasa Komputer
    • Teknologi Rekayasa Komputer Grafis
    • Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan
    • Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak

    6. Matematika

    • Pendidikan Matematika
    • Tadris Matematika
    • Matematika

    7. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

    • Pendidikan Anak Usia Dini
    • Pendidikan Anak Usia Dini Buddha
    • Pendidikan Buddha Anak Usia Dini
    • Pendidikan Guru Anak Usia Dini
    • Pendidikan Guru Madrasah Raudhatul Athfal (PGRA)
    • Pendidikan Guru PAUD
    • Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
    • Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
    • Pendidikan Islam Anak Usia Dini
    • Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
    • Pendidikan Kristen Untuk Anak Usia Dini
    • PG Pendidikan Anak Usia Dini
    • PG PAUD
    • Psikologi
    • Psikologi Buddha
    • Psikologi Islam
    • Psikologi Kristen

    8. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

    • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
    • Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
    • Pendidikan Guru Sekolah Dasar Buddha

    9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)

    • Pendidikan Jasmani
    • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
    • Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
    • Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar
    • Pendidikan Kepelatihan Olahraga
    • Pendidikan Olahraga
    • Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
    • PGSD Pendidikan Jasmani
    • Ilmu Keolahragaan
    • Kepelatihan Fisik Olahraga
    • Kepelatihan Kecabangan Olahraga
    • Kepelatihan Olahraga
    • Manajemen Olahraga
    • Olahraga Rekreasi
    • Rekayasa Keolahragaan

    10. Pendidikan Pancasila

    • Pendidikan Kewarganegaraan
    • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

    11. Seni Budaya

    • Pendidikan Seni
    • Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu
    • Pendidikan Seni dan Keagamaan
    • Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
    • Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu
    • Pendidikan Seni Keagamaan
    • Pendidikan Seni Musik
    • Pendidikan Seni Pertunjukan
    • Pendidikan Seni Tari
    • Pendidikan Seni Tari Dan Musik
    • Pendidikan Seni Tari Keagamaan Hindu
    • Pendidikan Tari
    • Pendidikan Musik
    • Konservasi Seni
    • Kriya Seni
    • Seni Drama Tari dan Musik
    • Seni Karawitan
    • Seni Murni
    • Seni Musik
    • Seni Pedalangan
    • Seni Pertunjukan
    • Seni Pertunjukan Keagamaan
    • Seni Tari
    • Seni Teater
    • Tata Kelola Seni
    • Angklung dan Musik Bambu
    • Seni Rupa

    12. Pendidikan Luar Biasa

    • Pendidikan Khusus
    • Pendidikan Luar Biasa

    13. Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

    • Pendidikan Teknologi Pertanian
    • Pendidikan Teknologi Agroindustri
    • Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian
    • Pertanian
    • Teknik Industri Pertanian
    • Teknologi Hasil Pertanian
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
    • Teknologi Pertanian
    • Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian
    • Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan
    • Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan
    • Teknologi Produksi Tanaman Pangan
    • Teknologi Produksi Tanaman Hortikultural
    • Teknologi Agroindustri
    • Ilmu Pertanian

    14. Broadcasting dan Perfilman

    • Animasi
    • Broadcast Journalism
    • Desain Komunikasi Visual
    • Desain Media
    • Film
    • Film dan Televisi
    • Kajian Film, Televisi, dan Media
    • Komunikasi Penyiaran Islam
    • Komunikasi dan Penyiaran Islam
    • Periklanan
    • Produksi Film dan Televisi
    • Produksi Media
    • Teknik Broadcasting
    • Televisi dan Film

    15. Desain Komunikasi Visual

    • Desain Interior
    • Desain Komunikasi Visual
    • Grafika

    16. Kuliner

    • Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
    • Pendidikan Tata Boga
    • Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga
    • Pendidikan Vokasional Seni Kuliner
    • Akomodasi dan Katering
    • Bisnis Jasa Makanan
    • Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi
    • Manajemen Industri Katering
    • Manajemen Kuliner
    • Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan
    • Tata Boga

    17. Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis

    • Pendidikan Administrasi Perkantoran
    • Pendidikan Manajemen Perkantoran
    • Administrasi Bisnis
    • Administrasi Bisnis Internasional
    • Administrasi Bisnis Otomotif
    • Administrasi Bisnis Sektor Publik
    • Administrasi Bisnis Terapan
    • Administrasi Niaga
    • Administrasi Perkantoran
    • Administrasi Perkantoran Digital
    • Ilmu Administrasi Bisnis
    • Manajemen Administrasi Perkantoran
    • Manajemen Perkantoran Digital

    18. Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim

    • Pendidikan Ilmu Komputer
    • Pendidikan Informatika
    • Pendidikan Komputer
    • Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi
    • Pendidikan Teknik Informatika
    • Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
    • Pendidikan Teknologi Informasi dan Komputer
    • Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer
    • Pendidikan Vokasional Informatika
    • Ilmu Informatika
    • Ilmu Komputer
    • Ilmu Sistem Informasi
    • Informatika
    • Keamanan Sistem Informasi
    • Manajemen Informatika
    • Rekayasa Komputer
    • Rekayasa Komputer Jaringan
    • Rekayasa Perangkat Lunak
    • Rekayasa Sistem Komputer
    • Sistem Informasi
    • Sistem Komputer
    • Teknik Informatika
    • Teknik Informatika dan Komputer
    • Teknik Komputer
    • Teknik Komputer dan Jaringan
    • Teknik Komputer Jaringan dan Media Digital
    • Teknik Perangkat Lunak
    • Teknologi Game
    • Teknologi Informatika
    • Teknologi Komputer
    • Teknologi Rekayasa Informatika Industri
    • Teknologi Rekayasa Komputer
    • Teknologi Rekayasa Komputer Grafis
    • Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan
    • Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak

    19. Teknik Elektronika

    • Pendidikan Teknik Elektronika
    • Pendidikan Vokasional Teknik
    • Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika
    • Elektronika dan Instrumentasi
    • Elektronika Instrumentasi
    • Rekayasa Elektro Medis
    • Teknik Elektromedik
    • Teknik Elektronika
    • Teknik Elektronika Kapal Perang
    • Teknik Elektronika Pertahanan
    • Teknik Elektronika Sistem Senjata
    • Teknik Otomotif Elektronik
    • Teknik Rekayasa Elektro-Medis
    • Teknologi Rekayasa Elektromedis
    • Teknologi Rekayasa Elektronika
    • Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika

    20. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

    • Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
    • Pendidikan Ilmu Komputer
    • Pendidikan Teknik Informatika
    • Pendidikan Komputer/Informatika
    • Pendidikan Teknik Elektronika
    • Pendidikan Vokasional Teknik/Rekayasa Elektronika
    • Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
    • Rekayasa Sistem Komputer
    • Ilmu Komputer
    • Teknik Informatika
    • Sistem dan Teknologi Informasi
    • Sistem Informasi
    • Sistem Komputer
    • Teknik Komputer
    • Rekayasa Perangkat Lunak
    • Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
    • Teknik Elektronika/Teknik atau Rekayasa Elektronika
    • Teknik Telekomunikasi
    • Teknologi Rekayasa Telekomunikasi
    • Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi
    • Teknologi Rekayasa Internet
    • Teknik Elektronika

    21. Teknik Ketenagalistrikan

    • Pendidikan Teknik Elektro
    • Pendidikan Vokasional Teknik Elektro
    • Elektro Mekanika
    • Pembangkit Tenaga Listrik
    • Rekayasa Elektro
    • Sistem Kelistrikan
    • Teknik Elektro
    • Teknik Elektro Industri
    • Teknik Instalasi Listrik
    • Teknik Kelistrikan Kapal
    • Teknik Listrik
    • Teknik Listrik Bandara
    • Teknik Listrik Industri
    • Teknik Otomasi Listrik Industri
    • Teknik Pembangkit Energi Listrik
    • Teknik Tenaga Listrik
    • Teknologi Pembangkit Tenaga Listrik
    • Teknologi Rekayasa Elektro
    • Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik
    • Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    • Teknologi Rekayasa Sistem Kelistrikan Minyak dan Gas

    22. Teknik Mesin

    • Pendidikan Teknik Mesin
    • Pendidikan Vokasional Teknik Mesin
    • Rekayasa Mesin
    • Teknik Mesin
    • Teknik Mesin dan Biosistem
    • Teknik Mesin dan Manufaktur
    • Teknik Mesin Pertanian
    • Teknik Mesin Produksi dan Perawatan
    • Teknik Perancangan dan Konstruksi Mesin
    • Teknologi Rekayasa Mesin
    • Teknologi Rekayasa Mesin Industri Perkebunan

    23. Teknik Otomotif

    • Pendidikan Teknik Otomotif
    • Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif
    • Mesin Otomotif
    • Permesinan Perikanan
    • Teknik Industri Otomotif
    • Teknik Keselamatan Otomotif
    • Teknik Konstruksi Perkapalan
    • Teknik Mesin Perkapalan
    • Teknik Otomotif
    • Teknik Otomotif Elektronik
    • Teknik Konstruksi Perkapalan Tempur
    • Teknik Perkapalan
    • Teknik Sistem Perkapalan
    • Teknologi Rekayasa Arsitektur Perkapalan
    • Teknologi Rekayasa Industri Otomotif
    • Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan
    • Teknologi Rekayasa Otomotif

    24. Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam

    • Pendidikan Teknik Mesin
    • Pendidikan Vokasional Teknik Mesin
    • Pendidikan Vokasional Teknik/Rekayasa Mesin
    • Metalurgi
    • Rekayasa Teknologi Manufaktur
    • Teknik Manufaktur
    • Teknik Mesin
    • Teknologi Rekayasa Konversi Energi
    • Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur

    Itulah daftar lengkap prodi yang linier dengan bidang studi di PPG Calon Guru 2025. Semoga bermanfaat!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Siapkan Modul Pendidikan Seksualitas untuk Madrasah-Perguruan Tinggi



    Jakarta

    Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Ditjen Pendis Kemenag) tengah menggodok Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas untuk murid madrasah serta mahasiswa di perguruan tinggi. Modul ini akan mengusung pendekatan fikih dan moderasi beragama.

    Sekretaris Ditjen Pendis Arskal Salim menyatakan modul ini jadi komitmen Kemenag agar sistem pendidikan tidak hanya berfokus pada ilmiah. Namun, sistem pendidikan juga harus berakar kuat dengan nilai-nilai agama dan moralitas Islam.


    Pendidikan Seksualitas Seharusnya Bukan Hal Tabu

    Lebih lanjut, Arskal menyatakan seharusnya pendidikan seksualitas tidak dianggap tabu dibicarakan. Kendati demikian, ia menekankan pada cara penyampaian materi harus santun dan berlandaskan nilai agama.

    Menurutnya, pendidikan tentang tubuh, kesehatan reproduksi, dan seksualitas sudah lama dibahas dalam khazanah Islam. Terlebih pendidikannya disampaikan melalui fikih dan akhlak.

    “Namun pendekatannya perlu disesuaikan dengan konteks kekinian agar mudah dipahami generasi muda tanpa kehilangan nilai moral dan kesucian ajaran Islam,” tuturnya dikutip dari laman Pendis, Jumat (17/10/2025).

    Tidak hanya sekedar aspek biologi, pendidikan reproduksi perlu menanamkan nilai tanggung jawab, etika, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Pendidikan seksualitas di masa kini, harus menumbuhkan kesadaran murid dalam menjaga dirinya.

    “Tubuh adalah amanah. Menjaga kehormatan diri merupakan bagian dari iman. Karena itu, pendidikan seksualitas harus diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran menjaga diri, menghormati orang lain, dan menghindari perilaku yang merendahkan harkat kemanusiaan,” tambahnya.

    Kemenag ingin memastikan bila pembelajaran ini tidak sekedar informatif bagi murid madrasah dan mahasiswa di perguruan tinggi. Ke depan, Kemenag berharap pembelajaran ini bisa membentuk karakter dan akhlak mereka.

    Kehadiran modul pendidikan seksualitas merupakan agenda besar Kemenag dalam membangun generasi muda masa depan. Ke depan, generasi muda harus menjadi sosok yang berilmu, berakhlak, kritis, sekaligus tangguh mengahadapi arus informasi global.

    “Anak muda madrasah dan kampus keagamaan harus dibekali pemahaman yang benar tentang seksualitas agar tidak mencari jawaban dari sumber yang keliru. Kemenag hadir untuk memastikan pendidikan ini berjalan secara ilmiah, moderat, dan berlandaskan ajaran agama,” tegasnya.

    Disusun Banyak Pakar

    Penyiapan modul pendidikan seksualitas disusun oleh banyak pakar. Kemenag melibatkan ulama pesantren, akademisi, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah.

    Nantinya, berbagai pendekatan akan dipilih dan dilengkapi dengan nilai-nilai keislaman, prinsip kesehatan modern, serta semangat moderasi beragama.

    “Kita tidak ingin ada dikotomi antara ilmu agama dan sains. Keduanya harus saling melengkapi. Modul ini diharapkan menjadi jembatan antara nilai-nilai moral Islam dan pengetahuan modern tentang kesehatan reproduksi,” tandas Arskal.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Hujan di Jakarta Ternyata Mengandung Mikroplastik, Seberapa Bahaya?



    Jakarta

    Selama ini hujan identik dengan kesegaran dan kebersihan alam. Namun, salah satu hasil penelitian pakar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini mengungkap fakta mengejutkan.

    Profesor Riset BRIN di bidang oseanografi, Muhammad Reza Cordova menemukan adanya partikel mikroplastik berbahaya dalam air hujan di Jakarta. Mikroplastik tersebut berasal dari degredasi limbah plastik hasil aktivitas manusia di perkotaan.


    Mikroplastik Turun Bersama Hujan

    Sejak 2022, Reza dan timnya telah meneliti sampel air hujan di Jakarta dan menemukan mikroplastik di setiap sampel yang diperiksa. Mikroplastik yang ditemukan kebanyakan berbentuk fragmen kecil plastik dan serat sintetis.

    “Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka,” kata Reza dikutip dari laman BRIN, Jumat (17/10/2025).

    Jenis mikroplastik tersebut juga bisa berasal dari poliester, nilon, polietilena, polipropilena, hingga polibutadiena. Per harinya, Reza menemukan sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi di kawasan pesisir ibu kota.

    Mikroplastik Makin Kini Mengudara

    Reza menjelaskan mikroplastik bisa terangkat ke udara lewat debu jalanan, asap pembakaran atau aktivitas industri. Sehingga siklus plastik kini telah menjangkau atmosfer.

    Proses tersebut dinamakan sebagai atsmospheric microolatic deposition. Di mana, mikroplastik terangkat ke udara, lalu terbawa angin dan akhirnya turun bersama hujan.

    “Siklus plastik tidak berhenti di laut. Ia naik ke langit, berkeliling bersama angin, lalu turun lagi ke bumi lewat hujan,” jelas Reza.

    Mikroplastik Jadi Ancaman Kesehatan dan Lingkungan

    Partikel mikroplastik berukuran sangat kecil bahkan lebih halus dari debu biasa. Partikel tersebut akan mudah mudah terhirup manusia atau masuk lewat air dan makanan.

    Adapun bahan kimia seperti ftalat, BPA, dan logam berat dalam plastik menjadi bahan berbahaya lainnya. Bahan tersebut bisa mengikat polutan seperti hidrokarbon aromatik yang ada dalam asap kendaraan.

    “Yang beracun bukan air hujannya, tetapi partikel mikroplastik di dalamnya karena mengandung bahan kimia aditif atau menyerap polutan lain,” ucap Reza.

    Dampak dari paparan mikroplastik ini bisa menimbulkan stres oksidatif, gangguan hormon, hingga kerusakan jaringan tubuh. Hal ini juga telah diungkap banyak studi global.

    Selain itu, air hujan bermikroplastik berpotensi mencemari sumber air dan laut, masuk ke rantai makanan, dan memperburuk krisis lingkungan.

    Gaya Hidup Urban Jadi Penyebab Utama

    Adapun aktivitas manusia yang menjadi penyebab utama mikroplatik terbawa ke atmosfer ini menurut Reza adalah gaya hidup urban modern. Ada lebih dari 10 juta penduduk dan 20 juta kendaraan yang menghasilkan limbah plastik dalam jumlah besar setiap hari.

    “Sampah plastik sekali pakai masih banyak, dan pengelolaannya belum ideal. Sebagian dibakar terbuka atau terbawa air hujan ke sungai,” ujarnya.

    Menurutnya, solusi atas permasalahan ini adalah dengan memperkuat riset dan pemantauan kualitas udara serta air hujan di kota besar. Selain itu, pengelolaan limbah plastik serta pengurangan plastik sekali pakai juga harus digalakkan.

    Solusi lainnya adalah mendorong industri tekstil menerapkan sistem filtrasi pada mesin cuci untuk menahan serat sintetis. Tak hanya pemerintah dan industri, masyarakat pun harus semakin paham tentang bahaya penggunaan plastik.

    “Langit Jakarta sebenarnya sedang memantulkan perilaku manusia di bawahnya. Plastik yang kita buang sembarangan, asap yang kita biarkan mengepul, sampah yang kita bakar karena malas memilah semuanya kembali pada kita dalam bentuk yang lebih halus, lebih senyap, tapi jauh lebih berbahaya,” ungkap Reza.

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • WHV Australia 2025 Resmi Dibuka, Gen-Z yang Ingin Kerja di Aussie Cek Nih!



    Jakarta

    Pendaftaran Surat Dukungan Usulan Work and Holiday Visa (SDUWHV) Australia telah dibuka mulai 15 Oktober 2025. Surat ini adalah salah satu dokumen pendukung untuk mengikuti program Work and Holiday Visa (WHV) Australia.

    Working Holiday Visa (WHV) adalah jenis visa untuk liburan sekaligus bekerja di luar negeri.WHV merupakan program kerja sama antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi).


    Khusus Australia, terdapat dua subkelas dalam program ini, yakni subclass 417 dan subclass 462. Jenis yang berlaku untuk Warga Negara Indonesia (WNI) adalah subclass 462 yang merupakan visa “Work and Holiday”.

    Melalui visa ini, pemegang bisa dapat berlibur, bekerja fleksibel (full-time, part-time, shift) selama enam bulan, serta mengikuti kursus atau pelatihan hingga empat bulan. Masa berlaku WHV adalah selama 12 bulan, tetapi dalam kondisi tertentu, visa bisa diperpanjang atau diperoleh hingga 2-3 tahun.

    Syarat WHV Australia 2025

    Agar memperoleh WHV kelas 462, seseorang harus memenuhi sejumlah syarat berikut seperti dilansir dari laman Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia:

    1. Pemohon harus berada dalam rentang usia 18 hingga 30 tahun pada saat mengajukan permohonan.

    2. Pemohon memiliki kualifikasi pendidikan di perguruan tinggi, atau telah menyelesaikan setidak-tidaknya dua tahun pendidikan perguruan tinggi

    3. Belum pernah mengikuti WHV

    4. Kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan sebagai berikut:

    IELTS dengan skor rata-rata minimal 4,5 dari keempat komponen
    TOEFL iBT minimal total 32 dari empat komponen tes
    PTE Academic minimal 30 dari empat komponen tes
    Cambridge English Advanced (CAE) dengan minimal 147 dari empat bagian tes
    Sertifikat bahasa Inggris umumnya harus diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 12 bulan, sebelum permohonan diajukan.

    5. Bukti keuangan yang memadai untuk biaya awal tinggal di Australia dan tiket pulang ke Indonesia, yaitu sekitar AUD 5.000 atau setara. Per Jumat (17/10), AUD 5.000 adalah sekitar Rp53 juta.

    6. Pemohon harus dalam kondisi sehat jasmani dan bebas dari catatan kriminal

    7. Surat dukungan dari pemerintah Indonesia (SDUWHV)

    8. Dokumen pendukung umum

    Beberapa dokumen lain yang harus disiapkan meliputi:

    Paspor dengan masa berlaku minimal sekitar 12 bulan atau lebih dari tanggal pengajuan.
    Foto terbaru latar polos
    Ijazah / transkrip / surat keterangan mahasiswa aktif
    SKCK
    Dokumen identitas (KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga)
    Sertifikat bahasa Inggris
    Bukti kepemilikan dana dan surat pernyataan keabsahan dokumen.

    Cara Pengajuan SDUWHV Australia 2025

    Cara Buat Akun SDUWHV

    1. Kunjungi laman resmi sduwhv.imigrasi.go.id
    2. Klik menu “Login” di pojok kanan atas, lalu pilih “Buat Akun Baru”
    3. Masukkan data diri dengan benar, seperti email, nomor paspor, nama lengkap, hingga tanggal lahir;
      Klik tombol “Submit”
    4. Setelah itu, cek kotak masuk pada email untuk verifikasi akun. Jika tidak ada, buka di folder spam.

    Cara Pengajuan SDUWHV Australia 2025

    1. Kembali ke halaman utama di sduwhv.imigrasi.go.id
    2. Pilih opsi “Login” dengan memasukkan email dan password yang telah dibuat sebelumnya
    3. Kemudian klik “Ajukan Permohonan”
    4. detikers akan diarahkan ke halaman antrean, tunggu hingga slot pengisian formulir tersedia
    5. Saat menunggu antrean, tidak perlu me-refresh halaman karena akan mengulang antrean
    6. Jika slot sudah tersedia, lengkapi formulir dengan mengisi data yang diminta, lalu klik “Lanjutkan”
    7. Isi riwayat pendidikan, mulai dari lokasi perguruan tinggi, NIM, status mahasiswa, hingga kolom deskripsi tujuan
    8. Setelah memastikan data terisi dengan benar, klik “Lanjutkan”
    9. Unggah dokumen yang telah disebutkan di atas
    10. Pastikan seluruh dokumen yang diunggah sudah benar
    11. Setujui persyaratan dan peraturan yang berlaku, kemudian klik “Submit”
    12. Selanjutnya, lakukan swafoto (selfie) dan pilih tombol “Ambil Foto”
    13. Klik “Submit” untuk menyelesaikan proses pengajuan
    14. Sistem akan melakukan verifikasi data selama 60 menit
    15. Jika disetujui, SDUWHV dapat diunduh dengan memilih tombol “Download SDUWHV”.

    Informasi selengkapnya mengenai SDUWHV Australia dapat dicek melalui Instagram resmi @ditjen_imigrasi atau laman Kedutaan Besar Australia https://indonesia.embassy.gov.au/.

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Saya Cuma ke Toko Bukunya



    Jakarta

    Presiden Prabowo bercerita bahwa dirinya sempat berguyon pernah kuliah di Universitas Oxford dan Harvard dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di St. Regis Jakarta, pada Rabu (15/10/2025) lalu.

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tengah mengisi sesi dialog bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr atau Steve Forbes. Mulanya, Steve yang menyinggung bahwa Prabowo sempat bercanda soal kuliah di Universitas Harvard.

    Prabowo pun meluruskan bahwa hal tersebut sebatas gurauan. Sama halnya, ia pernah berguyon soal kuliah di Oxford.


    Candaan Berhasil Alihkan Perhatian ke Prabowo

    Prabowo bercerita, kala itu ia menghadiri acara perayaan ulang tahun Ratu Inggris di Jakarta. Ia datang sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

    Menurutnya, sudah menjadi pengetahuan umum orang-orang persemakmuran Inggris begitu terkesan dengan kampus-kampus di Inggris seperti Universitas Oxford hingga Cambridge.

    Begitu juga orang-orang dari Amerika Serikat pun kagum dengan para alumni dari kampus terkemuka seperti Universitas Harvard, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Cornell University, atau Princeton University

    “Jadi, suatu hari saya menghadiri sebuah acara. Itu adalah (perayaan) ulang tahun ratu (Inggris) di Jakarta, dan saya di sana bersama salah satu deputi saya. Saya ketua partai, dia wakil ketua. Tapi dia lulusan London School of Economics (LSE). Jadi, di acara itu, semua diplomat muda Inggris mengelilinginya dan tidak menyapa saya sama sekali,” kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (17/10/2025).

    “Karena saya terus mendengar, ‘oh Anda Yang Mulia, Anda lulusan LSE, London’. Jadi, deputi saya seperti, ya…,” lanjut Prabowo.

    Mendengar hal itu, Prabowo pun menyela dan mengatakan dirinya berkuliah di Oxford. Tamu-tamu tersebut pun berhasil menyorot Prabowo.

    Setelah mereka tertuju padanya, Prabowo pun mengatakan ia hanya bercanda. Ia menjelaskan dirinya pernah ke Oxford, tetapi hanya untuk ke toko buku.

    “Lalu saya (karena saya) ingin diperhatikan, saya menyela, saya bilang, sebenarnya, saya kuliah di Oxford. Dan mereka semua mengalihkan perhatian mereka kepada saya. Mereka mengerumuni saya, ‘Kamu kuliah di mana?’ Tidak, tidak, tidak, sebenarnya, saya pergi ke toko buku di Oxford,” ujar Prabowo.

    Prabowo Juga Pernah Guyon Soal Kuliah di Harvard

    Selain itu, Prabowo juga menceritakan kejadian serupa saat bertemu dengan mantan Duta Besar AS yakn Ted Osius yang merupakan lulusan Harvard University. Prabowo mengatakan dirinya pernah ke Harvard juga, tapi hanya ke toko buku.

    “Jadi, mereka bilang, ya, kami lulusan Harvard, angkatan yang sama, 1984, kan? Jadi, Anda tahu, saya tidak ingin kalah, jadi saya bilang, tidak, saya juga kuliah di Harvard. ‘Jadi, kamu kuliah di mana?’” kata Prabowo.

    Menurut Prabowo, candaan tersebut selalu berhasil mencairkan suasana. Pada akhirnya, sang presiden pun menjelaskan bahwa itu hanya candaan.

    “Saya bilang, tidak, tidak, saya pergi ke toko buku di Harvard. Saya berhasil, selalu berhasil,” kata Prabowo.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Kuliah Nyambi Jadi Buruh Mebel, Khoiri Jadi Wisudawan Berprestasi Undip



    Jakarta

    Menjadi wisudawan berprestasi adalah dambaan setiap mahasiswa. Begitu pula bagi Muhammad Khoiri, lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip) yang baru saja menutup perjalanan studinya dengan catatan membanggakan.

    Namun, jalan yang ditempuh Khoiri tidak semulus kebanyakan mahasiswa lain. Di saat rekan-rekannya bisa fokus belajar, ia harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja sebagai buruh mebel demi membiayai pendidikannya.

    Perjuangan itu berbuah manis. Dalam wisuda ke-179 Undip pada 12 Oktober lalu, Khoiri dinobatkan sebagai salah satu wisudawan berprestasi dengan predikat cumlaude dan IPK 3,94. Sebuah pencapaian yang menjadi bukti ketekunan dan daya juang luar biasa.


    Bekerja di Pabrik Selama Kuliah

    Perjalanan akademiknya pun bermula bukan dari ruang kuliah, melainkan dari lantai pabrik. Setelah gagal lolos seleksi perguruan tinggi pada 2019, Khoiri memilih bekerja sambil menabung, sembari terus belajar agar bisa mencoba lagi di tahun berikutnya.

    Kini, kerja keras itu terbayar lunas. Dari tangan yang dulu memahat kayu, kini ia menorehkan prestasi emas di dunia akademik.

    “Saya belajar sabar dan tekun. Tahun berikutnya, saya diterima di Undip lewat jalur UTBK, pilihan pertama saya,” kata Khoiri dalam laman Undip, dikutip pada Jumat (17/10/2025).

    Kuliah, Kerja, dan Organisasi Jalan Bersamaan
    Memasuki dunia perkuliahan bukan berarti perjuangan Muhammad Khoiri usai. Justru di kampus, tantangannya semakin berat. Ia harus tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai kuliah.

    Selama empat tahun sembilan bulan, rutinitas padat menjadi bagian dari kesehariannya. Khoiri tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga aktif di organisasi kampus serta kerap tampil dalam berbagai ajang kompetisi.

    Kesibukannya kian beragam. Di sela jadwal kuliah, ia sempat bekerja sebagai buruh mebel, pekerja di jasa rental acara, hingga asisten riset dosen. Semua ia jalani dengan tekun, tanpa meninggalkan tanggung jawab akademik.

    “Saya percaya kemenangan lahir dari persiapan. Setiap prestasi adalah tanggung jawab, bukan sekadar euforia,” ujarnya.

    Khoiri aktif memimpin lima organisasi lintas daerah dan kampus, termasuk di BEM Undip dan Himpunan Mahasiswa, serta konsisten menorehkan prestasi nasional.

    “Saya percaya kemenangan lahir dari persiapan. Setiap prestasi adalah tanggung jawab, bukan sekadar euforia,” tuturnya.

    Koleksi Prestasi: Duta Tenun hingga Juara Podcast

    Meski ia bekerja, tak membuat dirinya merasa berbeda dengan mahasiswa lain. Ia malah aktif dan berprestasi.

    Buktinya Khoiri pernah menyabet juara di berbagai penghargaan, seperti Juara 1 Lomba Podcast Ristek Unnes, Islamic Public Speaking Insani Undip, dan Duta Tenun Troso.

    Khoiri yakin, prestasi bisa diwujudkan meski tanpa modal finansial. Selain itu, ia ingin membuat masa kuliahnya berharga lewat prestasi tersebut.

    “Kalau hanya kuliah tanpa prestasi, apa yang bisa saya banggakan?” tuturnya.

    Dari Sarjana ke Wirausahawan Muda

    Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Khoiri memilih jalur fleksibel sebagai freelancer data analis dan asisten riset. Tak berhenti di situ, ia juga merintis usaha makanan ringan dan bisnis fashion lokal di kampung halamannya bersama teman-teman.

    “Bagi saya, bekerja bukan hanya soal gaji, tapi ruang untuk tumbuh dan berkontribusi,” ucapnya.

    Khoiri berpesan kepada mahasiswa untuk aktif di tiga hal penting yakni publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, dan inovasi nyata bagi masyarakat.

    “Kalau tiap mahasiswa berani berkarya dan menembus forum global, maka visi World Class University bukan sekadar jargon, melainkan kenyataan,” katanya.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Gagal Magang Hub Kemnaker 2025? Cek Penyebabnya Agar Lolos di Batch 2!



    Jakarta

    Hasil seleksi Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) atau Magang Nasional 2025 sudah rilis. Pengumuman telah diinformasikan pada 16 Oktober 2025 kemarin.

    Total pendaftar Magang Hub Kemnaker 2025 batch 1 ini sebanyak 156.159 orang. Tentunya, tidak semua peserta bisa lolos diterima magang di perusahaan tujuannya.

    Sebagian peserta harus menerima bahwa dirinya tidak lolos ke seleksi tahap berikutnya. Ada berbagai faktor yang membuat peserta gagal dalam seleksi tahap awal ini.


    Salah satunya, keterangan atau status yang diterima peserta gagal adalah “Tidak Memenuhi Syarat”. Mengapa bisa dikatakan tidak memenuhi syarat?

    Penyebab “Tidak Memenuhi Syarat” di Magang Hub Kemnaker

    Dalam unggahan Instagram @kemnaker, dikutip Jumat (17/10/1015), dijelaskan bahwa ada beberapa kemungkinan peserta gagal karena alasan tidak memenuhi syarat.

    Pertama, bisa jadi karena tanggal kelulusan lebih dari satu tahun terakhir. Kemudian, data peserta belum masuk ke PDDikti karena kampus belum melaporkan atau memperbarui data kelulusan.

    “Kemnaker menggunakan data lulusan perguruan tinggi langsung dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) milik Kemendiktisaintek,” tulis unggahan tersebut.

    Adapun data kelulusan yang diambil Kemnaker adalah yang berlaku pada periode 1 Oktober 2024-30 september 2025. Sementara penarikan data terakhir dilakukan per 1 Oktober 2025.

    “Jadi, kalau kampus Rekanaker baru memperbarui data setelah tanggal itu, datanya belum otomatis masuk ke sistem Magang Hub Kemnaker,” tulis @kemnaker.

    Masih Ada Lowongan Sebanyak 80.000 Peserta

    Bagi detikers yang gagal dalam batch ini, tak perlu khawatir dan sedih berlarut. Pasalnya, masih banyak lowongan yang tersedia untuk batch-batch berikutnya.

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan kuota Magang Nasional sebesar 100 ribu orang. Sisa kuota untuk magang berikutnya masih ada 80.000 lowongan.

    “Kami menargetkan 100.000 lowongan magang dapat tersedia hingga akhir tahun 2025. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh dunia usaha untuk ikut serta membuka kesempatan magang bagi generasi muda Indonesia,” kata Yassierli Senin (13/10/2025), dikutip dari detikFinance.

    Kapan Magang Hub Kemnaker Batch 2 Dibuka?

    Magang Hub Kemnaker batch 2 akan dibuka pada 2 November 2025. Tak berhenti pada tahun ini, pemerintah berencana melanjutkannya pada 2026.

    “Kita selesaikan dulu batch 1, kita akan evaluasi batch 1. Sesudah itu, nanti kita lihat ada beberapa rekomendasi yang akan ditindaklanjuti di batch 2 atau bahkan di tahun depan,” ujar Menaker.

    Bagi detikers yang akan mencoba lagi di batch berikutnya, syarat utama yang harus dipenuhi untuk daftar Magang Hub Kemnaker yakni WNI, lulusan diploma atau sarjana maksimal satu tahun lalu, dan berasal dari kampus yang terdaftar di Kemendiktisaintek.

    Selamat mencoba kembali detikers dan semoga sukses ya di batch 2!

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Hiu Vs Lumba-lumba, Menang Siapa?



    Jakarta

    Lautan dipenuhi oleh ikan dan sebagian mamalia. Dua yang mencolok yaitu spesies hiu dan lumba-lumba. Jika bertemu untuk bertarung, siapa yang menang antara hiu dengan lumba-lumba?

    Secara singkat, pertarungan satu lawan satu antara hiu dan lumba-lumba bisa diprediksi dengan ukuran hiu yang lebih besar dan kekuatan gigi yang mengerikan. Namun, dalam kondisi tertentu, sekelompok lumba-lumba bisa menakuti satu hiu.

    Untuk membedah perbandingan hiu dan lumba-lumba, berikut ini penjelasannya, dikutip dari AZ Animals.


    Fisik Hiu vs Lumba-lumba

    Hiu dapat memiliki berat lebih dari 450 kg dan tumbuh hingga 6 meter. Hiu putih besar, bahkan beratnya dapat mencapai 2.200 kg.

    Sementara lumba-lumba memiliki berat sekitar 280 kg dan dapat tumbuh hingga 4,5 meter. Spesies lumba-lumba terbesar (tidak termasuk paus pembunuh) adalah paus pilot, yang juga dapat tumbuh hingga 2.200 kg.

    Secara rata-rata, hiu putih besar memiliki berat lebih dari rata-rata lumba-lumba hidung botol. Ini artinya, hiu lebih unggul dari lumba-lumba soal ukuran.

    Meski secara ukuran lebih besar, hiu bisa mengimbangi lumba-lumba soal kecepatan. Lumba-lumba dapat mencapai kecepatan 32,18 km/jam dalam situasi yang tepat.

    Tak kalah gesit, hiu bisa bergerak dengan kecepatan antara 32,18 sampai 56,3 km/jam. Hiu menggunakan gerakan ekor dan tubuh yang bergelombang dan menyamping.

    Kekuatan Gigitan Hiu vs Lumba-lumba

    Hiu dan lumba-lumba sama-sama menggunakan gigi mereka untuk menyerang mangsa. Hiu memiliki gigitan terkuat yang pernah diukur di planet ini, yaitu pada tekanan 4.000 PSI atau lebih.

    Kekuatan itu tercipta dari gigi hiu yang panjangnya mencapai 15 cm dan totalnya terdapat 300 gigi yang dapat merobek daging.

    Sementara lumba-lumba memiliki hingga 268 gigi tajam yang digunakan untuk merobek daging mangsanya. Namun, daya gigitannya sangat rendah dibandingkan dengan mangsa lainnya.

    Meski begitu, lumba-lumba memiliki indra pendengaran yang menakjubkan, penglihatan yang baik, dan kemampuan memanfaatkan ekolokasi yang mendeteksi makhluk lain dengan ketepatan yang menakjubkan.

    Hiu juga memiliki indra yang kuat. Terutama penglihatan yang tajam, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Selain itu, juga indra penciuman yang sangat tajam, yang mampu mendeteksi 1 bagian per 10 miliar bagian zat dalam air.

    Jika Bertarung, Siapa yang Akan Menang antara Hiu dan Lumba-lumba?

    Meskipun sama-sama hidup di air, lumba-lumba adalah mamalia dan hiu adalah ikan bertulang rawan. Hiu lebih berat, lebih panjang, dan lebih mematikan daripada lumba-lumba.

    Dalam pertarungan satu lawan satu, hiu akan menang melawan lumba-lumba. Ini karena hiu lebih kuat, lebih besar, dan lebih peka terhadap predator dibandingkan hiu lainnya.

    Lumba-lumba, meskipun cerdas, tidak memiliki kemampuan fisik untuk menangkis serangan hiu dan tidak dapat menimbulkan kerusakan yang cukup untuk membunuh hiu sendirian. Kecuali, jenis orca yang bisa menang melawan hiu.

    Jadi, jika di wilayah yang sama, hiu kemungkinan besar akan merasakan kehadiran lumba-lumba terlebih dahulu. Kecuali jika lumba-lumba tersebut menggunakan ekolokasi.

    Setelah hiu menyerang, hanya perlu satu atau dua gigitan bagi hiu untuk menimbulkan kerusakan yang cukup parah, sehingga lumba-lumba tersebut akan lumpuh total. Namun, akan berbeda jika lumba-lumba tidak sendirian.

    Sebab, lumba-lumba hidup dalam kelompok yang bisa beranggotakan lebih dari 1.000 ekor. Sementara hiu cenderung lebih mandiri.

    Lumba-lumba juga lebih cerdas daripada hiu, sehingga mereka bisa mengatur strategi dalam kelompok untuk menyerang hiu yang sendirian. Dengan kecerdasan dan kerja sama kelompoknya, lumba-lumba bisa menakuti hiu dan membuatnya menghindar dari area mereka.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Biografi Singkat, Pendidikan, Pemikiran, dan Bukunya


    Jakarta

    Tan Malaka merupakan Pahlawan Nasional yang dikenal memiliki pemikiran penting bagi Indonesia. Pemikiran Tan Malaka diabadikan melalui buku-bukunya, termasuk yang berjudul “Madilog”.

    Tan Malaka lahir pada 2 Juni 1897 di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat. Ia memiliki nama lain dengan gelarnya yaitu Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka.

    Nama “Tan Malaka” sendiri merupakan gelar adat yang ia sandang sejak usia 16 tahun. Gelar itu kemudian melekat dan menjadi identitas perjuangannya hingga akhir hayat.


    Sutan Ibrahim, nama kecilnya, berasal dari keluarga Muslim Minangkabau yang taat. Sejak kecil, mendapat penempaan nilai-nilai agama, budaya matrilineal, hingga tradisi pencak silat.

    Pendidikan tersebut menjadi karakter Tan Malaka yang disiplin, pemberani, dan visioner, demikian dikutip dari Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 3 No 1 (2022), karya Jems Sopacua dari Universitas Negeri Yogyakarta.

    Pendidikan Tan Malaka

    Tan Malaka mendapatkan pendidikan formalnya dimulai di Suliki, lalu berlanjut ke Kweekschool Bukittinggi, sekolah pribumi satu-satunya di Sumatera. Ia lulus dari Inlandsche Kweekschool voor Onderwijzers di Bukittinggi hingga lulus pada 1913.

    Dengan pemikirannya yang menonjol, ia kemudian melanjutkan studi ke Belanda untuk belajar di Rijkskweekschool Haarlem (1913-1919). Studi di Belanda ini yang kemudian membuka wawasan dan pola pikirnya.

    Tan Malaka muda mulai berkenalan dengan ide-ide politik, sosialisme, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Dia banyak mempelajari tentang Sosialisme dan Komunisme setelah adanya Revolusi Rusia pada Oktober 1917. Tan Malaka membaca buku karya Karl Marx, Friedrich Engels, dan Vladimir Lenin.

    Perjuangan Tan Malaka

    Dengan latar belakang pendidikan dan pergaulannya, Tan Malaka tumbuh menjadi tokoh revolusioner. Pemikirannya yang terkenal yaitu tentang kemerdekaan sejati yang hanya bisa diraih melalui revolusi total.

    Tan Malaka aktif di Sarekat Islam (SI) bersama H.O.S. Tjokroaminoto, lalu bergabung dengan PKI hingga sempat menjabat sebagai ketua pada 1921. Namun, karena pemikirannya yang independen, ia akhirnya keluar dan mendirikan partai bawah tanah PARI (1927).

    Semboyannya tegas, “Merdeka 100 persen.”

    Ia menolak kompromi dengan Belanda, bahkan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Tan Malaka memilih menggerakkan massa, salah satunya dalam Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945, yang menjadi bukti dukungan rakyat terhadap “Republik Muda”-nya Tan Malaka.

    Sayangnya, sikap kerasnya membuat ia sering berbenturan dengan tokoh lain. Hidupnya diwarnai pengasingan, penjara, hingga akhirnya berakhir dengan eksekusi tragis pada 21 Februari 1949 di Kediri.

    Pemikiran Revolusioner

    Dalam Jurnal Jejak: Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 2 (2021) karya Wanda Marshanda, dijelaskan bahwa di balik sosoknya yang kontroversial, Tan Malaka meninggalkan warisan pemikiran yang masih relevan hingga kini. Ia bahkan merupakan pencetus ide Republik Indonesia.

    1. Bapak Republik

    Dalam bukunya Naar de Republiek Indonesia (1925), Tan Malaka merumuskan visi Indonesia merdeka jauh sebelum tulisan Hatta atau Soekarno. Karena itu, ia kerap dijuluki “Bapak Republik.”

    2. Marxisme ala Tan Malaka

    Ia memandang Marxisme bukan sebagai dogma, melainkan alat analisis untuk melawan penjajahan. Tan Malaka mencoba memadukan Marxisme dengan Pan-Islamisme dalam perjuangan rakyat.

    3. Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika)

    Ditulis pada masa pendudukan Jepang, Madilog mengajak rakyat berpikir rasional dan meninggalkan takhayul, agar mampu membangun kesadaran nasional yang kritis.

    4. Gerpolek (Gerilya, Politik, Ekonomi)

    Ditulis saat dipenjara, Gerpolek menjadi panduan revolusi tiga front: perjuangan bersenjata, politik ideologis, dan kemandirian ekonomi. Selain Madilog dan Gerpolek, pemikirannya yang lain, juga dituangkan dalam buku-buku seperti “Aksi Massa”, “Dari Penjara ke Penjara”, hingga “Menuju Republik Indonesia”.

    Selama ini, dalam kacamata sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah, nama Tan Malaka tidak dikenalkan sebagai tokoh yang memiliki pemikiran penting bagi Bangsa Indonesia. Sejarah hanya sering mencatat bagaimana Soekarno dan Hatta menjadi tokoh sentral tunggal.

    Padahal, perjuangan bangsa Indonesia dibangun oleh sejumlah tokoh, termasuk fondasi pemikiran dari Tan Malaka tentang revolusi dan Republik Indonesia.

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Spesies Hewan Terlangka di Dunia, Ada yang Tersisa Dua Ekor


    Jakarta

    Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat lebih dari 47.000 spesies telah dinilai terancam punah. Beberapa spesies bahkan jumlahnya sangat langka.

    Kepunahan spesies berkaitan dengan intensitas sumber daya masyarakat modern, ruang alam semakin menyempit, dan aktivitas manusia. Laporan Living Planet 2024 menunjukkan bahwa rata-rata populasi satwa liar telah turun drastis sebesar 73% sejak 1970.

    Manajer Riset Konservasi di People’s Trust for Endangered Species, Nida Al-Fulaij, memiliki data-data spesies yang keberadaannya sangat langka. Salah satunya lumba-lumba vaquita yang gempal dan berbentuk unik.


    Berikut ini beberapa spesies hewan terlangka di dunia menurut data Nida Al-Fulaij dan dan World Wide Fund for Nature (WWF).

    Daftar 6 Spesies Hewan Terlangka di Dunia

    1. Badak Putih Utara

    Spesies terlangka di dunia adalah badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni). Menurut laporan, hanya dua betina yang tersisa di Cagar Alam Ol Pejeta, Kenya.

    Secara fungsional, hewan ini akan punah karena hanya tersisa betina. Namun, para ilmuwan sedang mengeksplorasi teknologi reproduksi canggih untuk mencegah kepunahannya.

    2. Ular Albany Adder

    Albany adder (Bitis cornuta albanica) di Afrika Selatan merupakan spesies ular dwarf adder yang sangat langka. Sejauh ini, tercatat hanya ada 17 yang diketahui. Spesies ini mendekati kepunahan karena habitat mereka dijadikan penambangan terbuka, turbin angin, dan pembangunan jalan.

    3. Langur Emas (Lutung)

    Lutung atau Langur Emas (Trachypithecus geei) dianggap sebagai salah satu dari 25 primata paling terancam punah di dunia. Populasi lutung emas telah menurun hingga 60% di Bhutan.

    Primata ini memiliki bentuk unik dengan tangan dan wajah mereka yang hitam pekat, sangat kontras dengan bulu berwarna krem mereka yang berkilau keemasan di bawah sinar matahari.

    4. Lumba-lumba Vaquita

    Lumba-lumba vaquita (Phocoena sinus) diketahui hanya 10 ekor yang tersisa di alam liar. Para ahli di Whale and Dolphin Conservation, menyebut vaquita kecil membutuhkan keajaiban untuk selamat dari kepunahan.

    Vaquita endemik (hanya ditemukan) di satu wilayah kecil seluas 2.235 km² di utara Teluk California (Laut Cortez), di lepas pantai Meksiko. Wilayah ini merupakan wilayah yang paling terbatas untuk paus, lumba-lumba, atau porpoise.

    5. Black-and-chestnut Eagle

    Black-and-chestnut eagle (Spizaetus isidori) yang hidup di Amerika, memiliki jumlah populasi dewasa yang sangat langka. Diketahui, hanya ada kurang dari 250 ekor di alam liar.

    Salah satu raptor terbesar di Andes, raja udara ini memiliki lebar sayap hampir dua meter. Hidup di dataran tinggi hutan pegunungan dari Kolombia hingga Argentina, burung-burung ini memburu mamalia berukuran sedang seperti tupai, oposum, dan landak, serta burung.

    Karena cukup sering memangsa ayam dan ternak para petani setempat, konflik dengan manusia menjadi tak bisa terhindarkan.

    6. Buaya Siam

    Buaya Siam (Crocodylus siamensis) dulunya tersebar luas di sebagian besar daratan Asia Tenggara. Kini, buaya ini telah punah di 99% wilayah jelajahnya.

    Jumlah total buaya Siam dewasa diperkirakan telah menurun hingga sekitar 250 ekor di alam liar. Spesies yang langka, baru dilestarikan dengan beberapa individu secara kebetulan di Pegunungan Cardamom, Kamboja, melalui program konservasi.

    Buaya menjadi langka akibat hilangnya habitat akibat perluasan lahan sawah, perburuan liar yang terus berlanjut, tersangkut alat tangkap ikan, dan pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com