Category: Pluang

  • Pengumuman Delisting: 11 Koin ini Akan Delisting dari Pluang

    Sebagai bagian dari komitmen Pluang dalam menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna dalam berinvestasi, kami ingin menginformasikan bahwa aset-aset di bawah ini akan delisting dari aplikasi Pluang:

    • SFUND 
    • EPT
    • SKATE
    • SXP
    • A2Z
    • RDNT
    • HOOK
    • LRC
    • FORTH
    • IDEX
    • NTRN

    Jadwal Penting

    Berikut ini adalah jadwal penting yang perlu kamu perhatikan terkait proses delisting:

    Tanggal

    Aksi

    19 Maret 2026 pukul 19.30 WIB

    Fitur beli (buy) untuk semua token akan dinonaktifkan.

    23 Maret 2026 pukul 17.30 WIB

    Batas akhir penjualan token SFUND, EPT, dan SKATE oleh pengguna

    23 Maret 2026 pukul 18.30 WIB

    Fitur Kirim crypto diaktifkan untuk SFUND, EPT, dan SKATE

    31 Maret 2026 pukul 17.30 WIB

    Batas akhir penjualan token A2Z, RDNT, HOOK, LRC, FORTH, IDEX, NTRN, dan SXP oleh pengguna

    31 Maret 2026 pukul 18.30 WIB

    Fitur Kirim crypto diaktifkan untuk A2Z, RDNT, HOOK, LRC, FORTH, IDEX, dan NTRN

    31 Maret 2026 pukul 19.30 WIB

    Batas akhir penjualan token SXP oleh pengguna. Jika kamu belum menjual asetmu hingga batas waktu penjualan, maka kamu dianggap telah menyetujui dan memberikan kuasa kepada Pluang untuk menjual sisa aset tersebut secara otomatis sesuai harga pasar saat itu.

    Mulai 23 dan 31 Maret 2026, kamu hanya dapat mengirim SFUND, EPT, SKATE, A2Z, RDNT, HOOK, LRC, FORTH, IDEX, dan NTRN ke wallet address lain tanpa batas waktu yang ditentukan sesuai jadwal yang ditentukan pada tabel di atas. 

    Kenapa Delisting Dilakukan?

    Sebagai informasi tambahan, delisting token dilakukan untuk menjaga ekosistem investasi bagi seluruh pengguna. Langkah serupa juga telah dilakukan oleh beberapa exchange global lainnya.

    Pluang senantiasa memantau seluruh aset yang diperdagangkan, termasuk:

    • Pemantauan Perkembangan: Kami terus memantau perkembangan setiap aset dari sisi supply & demand.
    • Volume Perdagangan dan Likuiditas: Kami mengevaluasi volume perdagangan dan likuiditas setiap aset secara berkala.
    • Keaktifan Proyek: Kami memantau tingkat keaktifan dan perkembangan proyek di balik setiap koin.

    Pertanyaan Lebih Lanjut

    Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, Sobat Cuan bisa menghubungi Layanan Pluang Care 24/7 melalui email di tanya@pluang.com atau Call Center (021) 80630065 pada hari kerja, Senin hingga Jumat pukul 09.00-18.00 WIB.



    Sumber : pluang.com

  • Strategi Investasi Komoditas: Mengambil Keuntungan dari Kelangkaan dan Dinamika Pasar Global

    Dunia investasi sudah berubah drastis di tahun 2026. Untuk sukses hari ini, kamu harus melihat lebih jauh dari sekadar menabung biasa dan mulai melirik potensi dalam ‘Commodity Supercycle’—sebuah periode di mana permintaan bahan mentah secara struktural melampaui ketersediaannya.

    Di dunia yang makin digital dan fokus pada energi hijau, nilai aset kini didorong oleh prinsip ekonomi paling mendasar: Kelangkaan.

    Poin Utama: Memahami Potensi Komoditas

    • Lindung Nilai Inflasi: Nilai komoditas cenderung naik ketika daya beli mata uang menurun.
    • Permintaan Sektoral: Perkembangan AI, Kendaraan Listrik (EV), dan energi terbarukan menjadi pendorong utama harga logam industri.
    • Fleksibilitas Trading: Sekarang kamu bisa cari cuan di segala kondisi pasar, baik saat harga naik maupun turun (lewat fitur shorting).
    • Aksesibilitas Tinggi: Kamu bisa mulai investasi dengan modal hanya Rp10.000 atau US$1 tanpa perlu brankas fisik.

    Mengapa Komoditas adalah “Bahan Bakar” Masa Depan?

    Komoditas bukan lagi sekadar tren sementara, melainkan sektor strategis untuk mengamankan nilai aset kamu. Sebagai instrumen lindung nilai (hedging), nilai komoditas cenderung meningkat saat daya beli mata uang menurun. Saat ini, bahan mentah (raw materials) sedang mengalami lonjakan permintaan yang luar biasa karena tiga pendorong utama:

    • Revolusi AI & Elektronik: Industri Kecerdasan Buatan (AI) membutuhkan pusat data berskala besar yang memerlukan tembaga dalam jumlah masif untuk konduktivitas listrik. Selain itu, perak merupakan komponen vital dalam hampir semua perangkat elektronik dan panel surya.
    • Transisi Energi Hijau: Permintaan nikel (untuk baterai kendaraan listrik) dan tembaga terus meningkat, namun proses penambangan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa memenuhi lonjakan permintaan ini.
    • Logam Mulia yang Langka: Kelangkaan fisik emas menjadikannya aset perlindungan (safe haven) yang paling aman karena pasokannya terbatas dan tidak dapat “dicetak” seperti mata uang fiat.

    Dengan berinvestasi pada komoditas ini, kamu turut memiliki bagian dari infrastruktur global yang menggerakkan setiap prompt ChatGPT dan setiap mobil Tesla di jalanan.

    Peluang Siklus Super: Mengapa Sekarang adalah Waktu yang Tepat

    Kita sedang menyaksikan sebuah fenomena langka. Di saat dunia bergerak menuju masa depan yang serba digital dan ramah lingkungan, permintaan akan bahan baku fisik justru mencapai puncaknya. Ini bukan sekadar lonjakan sementara; banyak pakar meyakini bahwa kita sedang memasuki era “Supercycle Komoditas.”

    Bayangkan kamu memiliki aset yang menjadi sumber tenaga di balik setiap prompt ChatGPT, setiap mobil Tesla di jalanan, hingga setiap pembangkit listrik tenaga surya yang kini bermunculan. Dengan berinvestasi pada komoditas, kamu tidak hanya sekadar bertaruh pada fluktuasi harga—kamu memiliki bagian dari infrastruktur global.

    Bagian terbaiknya? Kamu tidak perlu memiliki gudang atau alat tambang sendiri untuk ikut serta. Di Pluang, akses menuju pasar global kini terbuka lebar, memungkinkan kamu untuk mengubah pergeseran industri besar-besaran ini menjadi potensi keuntungan pribadi.

    Bagaimana Cara Mulai Berinvestasi di Komoditas?

    Pluang menyediakan akses luas bagi kamu untuk memiliki aset-aset yang semakin langka ini dalam berbagai bentuk. 

    Mulai dengan Bintangnya: Emas

    Meskipun investasi emas fisik adalah metode klasik, cara ini sering kali disertai dengan biaya tambahan (premi) yang tinggi dan risiko penyimpanan. Di era digital, kamu punya beberapa pilihan yang semuanya memiliki emas batangan asli sebagai aset dasarnya, namun beberapa di antaranya jauh lebih efisien secara biaya.

     

    Jenis Aset

    1Y Return*

    Minimum Investment

    Keuntungan

    Catatan

    Emas Digital

    80.17%

    IDR 10,000

    Sangat mudah diakses. Kamu bisa beli emas hanya dalam 10 detik lewat aplikasi kapan saja tanpa perlu antre di toko fisik.

    Spread lebih lebar karena adanya premi lokal dan pengaruh nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

    ETF Emas (GLD)

    73.69%

    US$1

    Spread sangat kecil; pergerakan harga mengikuti standar internasional secara presisi.

    Hanya diperdagangkan selama jam bursa Amerika Serikat (AS).

    Token Emas (PAXG & XAUT)

    78.94%

    IDR 10,000

    Likuiditas global 24/7 dan transparansi penuh melalui teknologi blockchain.

    Bisa “menghindari” spread lokal yang melebar saat pasar domestik sedang tutup.

     

    Dollar Cost Averaging (DCA) adalah metode yang sangat direkomendasikan untuk berinvestasi emas. Strategi DCA dilakukan dengan membeli emas dalam jumlah tetap secara rutin (misalnya, Rp500.000 setiap bulan) tanpa memedulikan fluktuasi harga. Cara ini membantu kamu menghilangkan keraguan tentang “kapan waktu terbaik untuk masuk ke pasar” dan dapat menurunkan rata-rata biaya pembelian kamu dalam jangka panjang.

    Baca Lebih Lanjut: Ekonomi Logam Mulia: Apa Saja yang Memengaruhi Harga Emas dan Perak?

    Diversifikasi ke Logam Industri

    Setelah fondasi emas kamu terbentuk, kamu bisa mulai mempertimbangkan untuk mendiversifikasi portofoliodu ke logam-logam yang menjadi “penggerak” masa depan. Lihat aset-aset di bawah ini yang menunjukkan pertumbuhan luar biasa dalam satu tahun terakhir:

    • Silver ETF (SLV) | 160.03% (1Y)*
      Cara termudah untuk mendapatkan eksposur terhadap harga perak global melalui ETF yang melacak perak fisik. Lonjakan harga ini didorong oleh tingginya permintaan untuk panel surya dan industri elektronik.
    • Gold Miners ETF (GDX) | 151.5% (1Y)*
      ETF yang berisi kumpulan perusahaan penambang emas terkemuka di dunia.
    • Freeport-McMoRan (FCX) | 72.4%(1Y)*
      Salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia yang berfokus pada tembaga dan emas.
    • Vale SA (VALE) | 81.8% (1Y)*
      Produsen besar nikel dan tembaga, komponen kunci teknologi masa depan.
    • Southern Copper Corp (SCCO) | 127.3% (1Y)*
      SCCO memiliki cadangan tembaga terbesar di industri dengan struktur biaya produksi terendah.

    *Data per 12 Februari 2026

    Baca Lebih Lanjut: Permata Tersembunyi: Mengapa Platinum & Paladium Jadi “Primadona” Baru di 2026

    Raup Keuntungan di Segala Kondisi Pasar

    Investasi tradisional umumnya mengandalkan strategi “Buy and Hold”—di mana kamu menunggu nilai aset meningkat seiring waktu. Namun, pasar komoditas global dikenal sangat volatil; harga dapat bergerak cepat akibat ketegangan geopolitik, perubahan suku bunga, atau gangguan rantai pasokan yang tiba-tiba.

    Bagi trader yang cerdas, fluktuasi ini bukanlah risiko yang harus ditakuti, melainkan peluang yang harus ditangkap. Melalui instrumen derivatif, kamu tidak lagi sekadar menjadi pengamat pasif di pasar. Alih-alih hanya menunggu harga naik, kamu dapat membangun strategi multi-arah: melakukan hedging (lindung nilai) atas emas fisik yang kamu miliki untuk mengantisipasi penurunan harga sementara, atau secara agresif mengambil keuntungan dari gejolak pasar jangka pendek.

    Dengan memanfaatkan aset-aset derivatif di bawah ini, kamu bisa mengubah volatilitas pasar menjadi keunggulan strategis, memastikan portofolio kamu tetap produktif terlepas dari kondisi pasar.

    • XAUTUSDT-PERPS (Perpetual Futures)

    Pilihan tepat untuk trader aktif yang ingin memanfaatkan pergerakan harga frekuensi tinggi tanpa harus memiliki aset dasarnya secara fisik:

    • Posisi ‘Long’: Potensi profit saat harga sedang dalam tren naik.
    • Posisi ‘Short’: Potensi profit justru saat harga sedang turun. Dengan fitur shorting, kamu bisa meraup keuntungan dari pelemahan harga pasar..
    • Leverage hingga 25x: Kelola posisi yang lebih besar dengan modal yang jauh lebih efisien.

    Baca Selengkapnya: Crypto Futures 101

    • Options Trading (US Stocks & ETFs)

    Untuk aset yang terdaftar di AS (seperti GLD, SLV, atau GDX), kamu kini dapat menggunakan instrumen Options:

    • Potensi untung dari Segala Pergerakan: Gunakan Call Options untuk dapatkan potensi keuntungan dari kenaikan harga, Put Options untuk penurunan, atau strategi tertentu untuk meraup keuntungan bahkan saat pasar bergerak sideways.
    • Manajemen Risiko: Options dapat berfungsi sebagai “asuransi” (hedging) untuk melindungi portofolio kamu dari kerugian signifikan.
    • Penghasilan Tambahan: Strategi seperti Covered Calls memungkinkan kamu untuk mendapatkan pendapatan ekstra (premi) dari aset yang sudah kamu miliki.

    Baca Selengkapnya: Options Trading 101

     

    FAQ: Frequently Asked Questions

    Apakah investasi emas digital aman?
    Ya. Emas digital di platform berlisensi seperti Pluang diatur oleh BAPPEBTI dan dijamin oleh batangan emas fisik yang disimpan di brankas bersertifikat.

    Mengapa harga emas digital berbeda dari harga internasional?
    Penetapan harga emas digital lokal tidak hanya mengikuti harga emas global, tetapi juga memperhitungkan nilai tukar USD/IDR serta ‘premi’ likuiditas lokal. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan adanya sedikit perbedaan antara harga yang kamu lihat di aplikasi dengan harga emas di pasar internasional.

    Kapan waktu terbaik untuk membeli?
    Karena pergerakan pasar sulit diprediksi, strategi yang paling efektif buat kamu adalah DCA—yaitu menabung rutin dalam jumlah tetap secara konsisten untuk ‘meratakan’ harga beli kamu

    Berapa banyak emas yang harus ada dalam portofolio saya?
    Biasanya, acuannya adalah mengalokasikan sekitar 5% sampai 10% dari portofolio kamu ke emas. Kalau kamu lebih suka strategi rendah risiko atau butuh perlindungan ekstra di masa sulit, Sobat Cuan bisa menaikkan porsinya ke 15%–20%.

    Apakah bisa berinvestasi emas dengan cicilan?
    Ya, ada dua metode yang umum digunakan:

    1. Dollar Cost Averaging (DCA): Beli emas secara rutin dengan nominal tetap, tanpa peduli harganya lagi naik atau turun. Cara ini bisa bantu Sobat Cuan untuk mengatur risiko fluktuasi harga dan pelan-pelan membangun aset.
    2. Cicil Emas: Opsi pembiayaan yang memungkinkan kamu untuk mengunci harga emas hari ini dan membayar dengan cicilan. Dengan Cicil Emas di Pluang, kamu cuma butuh uang muka (DP) 8%, dengan tenor yang dapat dipilih dari 3–36 bulan, dengan bunga yang kompetitif.

     

    BukaPluang Kamu Hari Ini

    Investasi komoditas sekarang bukan lagi cuma buat orang kaya raya yang punya brankas pribadi. Di tahun 2026, siapa pun bisa mulai cuma dengan Rp10.000 saja. Kuncinya adalah mulai sedini mungkin, konsisten pakai strategi DCA, dan pilih instrumen paling efisien untuk melindungi kekayaan kamu.

    Ambil peluangmu di segala kondisi pasar. Jelajahi pilihan komoditas di Pluang—platform multi-aset yang sudah teregulasi—dan mulai strategi investasi kamu hari ini!



    Sumber : pluang.com

  • Pengumuman Delisting: 6 koin Akan Delisting dari Pluang

    Sebagai bagian dari komitmen Pluang dalam menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna dalam berinvestasi, kami ingin menginformasikan bahwa aset-aset di bawah ini akan delisting dari aplikasi Pluang:

    Catatan Tambahan 

    Delisting kali ini merupakan kasus khusus, sehingga Pluang memberikan waktu yang lebih panjang bagi pengguna untuk melakukan penyesuaian hingga tanggal delisting. Kami mengimbau Sobat Cuan untuk memanfaatkan periode ini dengan baik.

    Jadwal Penting

    Berikut ini adalah jadwal penting yang perlu kamu perhatikan terkait proses delisting:

    Tanggal

    Aksi

    18 Maret 2026 pukul 19.30 WIB

    Fitur beli (buy) untuk semua token akan dinonaktifkan

    7 Mei 2026 pukul 17.30 WIB

    Batas akhir penjualan token oleh pengguna

    7 Mei 2026 pukul 18.30 WIB

    Proses delisting token dari aplikasi Pluang selesai

    Jika hingga batas waktu penjualan kamu belum menjual asetmu, maka kamu dianggap telah menyetujui dan memberikan kuasa kepada Pluang untuk menjual sisa aset tersebut secara otomatis sesuai harga pasar saat itu.

    Kenapa Delisting Dilakukan?

    Sebagai informasi tambahan, delisting token dilakukan untuk menjaga ekosistem investasi bagi seluruh pengguna. Langkah serupa juga telah dilakukan oleh beberapa exchange global lainnya.

    Pluang senantiasa memantau seluruh aset yang diperdagangkan, termasuk:

    • Pemantauan Perkembangan: Kami terus memantau perkembangan setiap aset dari sisi supply & demand.
    • Volume Perdagangan dan Likuiditas: Kami mengevaluasi volume perdagangan dan likuiditas setiap aset secara berkala.
    • Keaktifan Proyek: Kami memantau tingkat keaktifan dan perkembangan proyek di balik setiap koin.

    Pertanyaan Lebih Lanjut

    Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, Sobat Cuan bisa menghubungi Layanan Pluang Care 24/7 melalui email di tanya@pluang.com atau Call Center (021) 80630065 pada hari kerja, Senin hingga Jumat pukul 09.00-18.00 WIB.

     



    Sumber : pluang.com

  • 25 Aset Crypto Baru Kini Hadir di Pluang!

    Hai, Sobat Cuan!

    Ada kabar seru buat kamu! Pluang resmi listing 25 aset crypto baru untuk menambah pilihan investasi kamu! Berikut daftar aset kripto baru yang tersedia di Pluang:

     

    Ticker

    Nama

    1

    U

    United Stables

    2

    SIREN

    siren

    3

    ZBCN

    Zebec Network

    4

    XCN

    Onyxcoin

    5

    ZEN

    Horizen

    6

    LIGHT

    Light

    7

    UB

    Unibase

    8

    NPC

    Non-Playable Coin

    9

    UAI

    UnifAI Network

    10

    JELLYJELLY

    Jelly-My-Jelly

    11

    B2

    BSquared Network

    12

    MOODENG

    Moo Deng (moodengsol.com)

    13

    Q

    Quack AI

    14

    OPEN

    OpenLedger

    15

    PRO

    Propy

    16

    VR

    Victoria VR

    17

    STBL

    STBL

    18

    FOLKS

    Folks Finance

    19

    TRUST

    Intuition

    20

    XNY

    Codatta

    21

    CLO

    Yei Finance

    22

    BULLA

    Bulla

    23

    CXT

    Covalent X Token

    24

    TLOS

    Telos

    25

    TEN

    TEN Protocol

    Dengan kehadiran aset-aset baru ini, Sobat Cuan bisa semakin leluasa mendiversifikasi portofolio, mengejar tren baru, dan temukan potensi investasi baru. 

    Semua aset yang telah listing di Pluang sudah melalui proses kurasi dengan mempertimbangkan berbagai aspek untuk menjaga keamanan untuk kenyamanan investasi kamu.

    Pertanyaan Lebih Lanjut

    Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, Sobat Cuan bisa menghubungi Layanan Pluang Care 24/7 melalui email di tanya@pluang.com atau Call Center (021) 80630065 pada hari kerja, Senin hingga Jumat pukul 09.00-18.00 WIB.



    Sumber : pluang.com

  • USO ETF: Cara Mudah Investasi Minyak Mentah Amerika dari Indonesia

    USO (United States Oil ETF) adalah Exchange-Traded Fund (ETF) yang terdaftar di NYSE Arca di bawah ticker USO. Diluncurkan April 2006 dan dikelola oleh USCF Investments, USO dirancang untuk mengikuti pergerakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York Mercantile Exchange (NYMEX).

    USO bukan investasi pada saham perusahaan minyak seperti ExxonMobil atau Chevron. Saat kamu membeli USO, kamu mendapatkan eksposur langsung ke harga komoditas minyak mentah itu sendiri — artinya USO naik ketika minyak mahal dan turun ketika minyak murah.


    USO Fact Sheet
    Ticker USO (NYSE ARCA)
    Pengelola USCF Investments
    AUM (Asset Under Management) ~US$2,29 Miliar USD
    Expense Ratio 0,70% per tahun
    Rentang 52 Minggu $60-$125

    Beli ETF Oil (USO) di Sini!

    Berbeda dengan ETF saham yang memegang ratusan perusahaan, portofolio USO jauh lebih terfokus dan berputar di sekitar instrumen derivatif berbasis minyak.


    Instrumen
    Alokasi Keterangan
    Kontrak Futures WTI (NYMEX, bulan terdekat) ~80% Aset utama USO
    Obligasi Pemerintah AS (jatuh tempo ≤2 tahun) ~15% Jaminan margin futures
    Kas & Setara Kas ~5% Likuiditas operasional

    Bagaimana Kontrak Futures Bekerja di USO?

    USO terutama berinvestasi pada kontrak berjangka (futures) minyak mentah bulan terdekat di NYMEX. Setiap bulan, saat kontrak mendekati tanggal kedaluwarsa, manajer USO melakukan proses yang disebut “rolling” — menjual kontrak lama dan membeli kontrak bulan berikutnya.

    ⚠️  Memahami “Contango” (Penting!)
    Contango terjadi ketika harga futures minyak untuk bulan mendatang lebih tinggi dari harga saat ini. Dalam kondisi ini, setiap proses rolling kontrak menghasilkan kerugian kecil yang bisa terakumulasi. Inilah kenapa USO lebih cocok untuk eksposur jangka menengah (3–18 bulan) daripada buy-and-hold jangka sangat panjang.

    Secara hukum, USO bukan perusahaan publik biasa (seperti Apple atau Google yang menerbitkan saham). USO berstruktur sebagai Limited Partnership (LP), atau yang dikenal sebagai Publicly Traded Partnership (PTP) — sebuah bentuk kemitraan yang unitnya diperdagangkan di bursa seperti saham biasa.
    Baca Selengkapnya: Publicly Traded Partnership (PTP)

    Enam bulan terakhir adalah salah satu periode paling dramatis dalam pasar minyak sejak 2022. Berikut kronologinya:

    Pergerakan harga minyak WTI · Sep 2025 – Mar 2026


    Periode
    Harga WTI Apa Yang Terjadi
    Sep – Okt 2025 ~$55–$62 Harga tertekan: pasokan dari AS, Kanada, Brazil melonjak; permintaan China melambat.
    Nov – Des 2025 ~$55–$65 Harga bergerak menyamping (sideways). Proyeksi suplai berlebih dari lembaga energi internasional menekan sentimen.
    Jan – Feb 2026 ~$63–$68 Ketegangan AS–Iran mulai meningkat. Premi risiko geopolitik mulai mendorong harga naik.
    Maret 2026 ~$90–$121  LONJAKAN BESAR: Eskalasi konflik di Timur Tengah dan ancaman penutupan Selat Hormuz (jalur 20% pasokan minyak global) memicu reli tajam. USO melonjak lebih dari 90% dari titik terendah September 2025.

    Konteks Makro: Dua Kekuatan yang Bersaing
    Pasar minyak 2026 ditarik oleh dua arah berlawanan: (1) Fundamental lemah — suplai global dari negara non-OPEC masih berlebih, EIA memproyeksikan harga kembali ke $70-an di semester II 2026; dan (2) Risiko geopolitik — jika gangguan Selat Hormuz berkepanjangan, harga bisa bertahan di atas $90. Volatilitas tinggi kemungkinan akan terus mewarnai pasar sepanjang 2026.

    Baca Analisis Lengkapnya: Harga Minyak Bisa Tetap Tinggi Lebih Lama, Outlook Harga Minyak 2026

    Beli ETF Oil (USO) di Sini!

    Pertanyaan yang sering muncul: “Kenapa beli USO, bukan langsung beli saham Chevron atau ExxonMobil saja?” Pertanyaan bagus — dan jawabannya bukan “USO selalu lebih baik,” melainkan keduanya melayani tujuan yang berbeda.
    Berikut perbandingan lengkapnya:


    Aspek
    USO ETF XOM (ExxonMobil) CVX (Chevron) COP (ConocoPhillips)
    Jenis Aset  ETF minyak mentah Saham Perusahaan
    Korelasi ke harga minyak mentah Sangat tinggi (~1:1) Sedang-tinggi  — dipengaruhi juga oleh kinerja bisnis, eksplorasi, produksi, refining, kimia
    Dividen / yield Sangat jarang / tidak ada dividen reguler ~3,3% per tahun ~4,5% per tahun ~3,6% per tahun
    Risiko Spesifik Hanya risiko harga komoditas Manajemen, regulasi, litigasi, sengketa, dll.
    Potensi upside di luar harga minyak Tidak ada Efisiensi biaya, kimia, refining, pertumbuhan produksi, ekspansi 
    Biaya pengelolaan tahunan 0,70% / tahun (expense ratio) Hanya transaction fee
    Paling cocok untuk Eksposur taktis ke harga minyak; hedging inflasi; rentang 3–18 bulan Income investor + eksposur minyak jangka panjang; dividend growth Income investor yang ingin yield lebih tinggi + exposure minyak Investor yang yakin pada harga minyak tinggi dengan toleransi risiko lebih tinggi

    Lindung Nilai terhadap Inflasi

    Minyak adalah salah satu komoditas yang paling kuat korelasinya dengan inflasi. Saat harga-harga umum naik — termasuk BBM, logistik, dan kebutuhan pokok — minyak cenderung ikut naik. USO bisa menjadi instrumen alami untuk mempertahankan daya beli portofolio.

    Eksposur ke Sentimen Geopolitik Global

    Konflik di Timur Tengah, sanksi terhadap Rusia, kebijakan produksi OPEC — semua faktor ini langsung tercermin dalam harga minyak. Bagi investor yang ingin mengambil posisi terhadap tren geopolitik tanpa harus memilih saham perusahaan minyak individual, USO adalah instrumen yang efisien.

    Diversifikasi Portofolio

    Komoditas energi seringkali bergerak tidak sejalan dengan pasar saham. Menambahkan USO ke portofolio yang didominasi saham atau obligasi dapat membantu mengurangi risiko secara keseluruhan.

    Likuiditas Tinggi

    Dengan AUM sekitar $2,29 miliar dan volume perdagangan jutaan unit per hari, USO termasuk ETF komoditas paling likuid di pasar. Spread yang ketat memudahkan investor masuk dan keluar posisi kapan saja.

    Akses Langsung ke Komoditas

    Membeli kontrak futures minyak secara langsung membutuhkan akun khusus, modal besar, dan keahlian teknis. Melalui USO di Pluang, kamu bisa mendapat eksposur yang setara hanya dengan membeli unit ETF layaknya membeli saham biasa.

    Beli ETF Oil (USO) di Sini!

    Q: Apakah USO sama dengan membeli minyak fisik?

    Tidak. USO membeli kontrak futures minyak WTI di NYMEX, bukan minyak fisik dalam tong. Kamu tidak bisa “ambil” minyaknya. USO hanya mengikuti pergerakan harga minyak, mirip seperti ETF emas yang mengikuti harga emas.

    Q: Kenapa return USO sejak inception sangat buruk (-9.86%/tahun) padahal minyak tidak turun sebanyak itu?

    Karena akumulasi roll cost selama bertahun-tahun. Pasar minyak lebih sering dalam kondisi contango (futures > spot), sehingga setiap bulan saat USO roll kontrak, ada value yang tergerus sedikit demi sedikit. Ibarat bayar sewa gudang minyak virtual setiap bulan. Namun di siklus bullish + backwardation seperti sekarang, efek ini terbalik dan justru menguntungkan.

    Q: Apa bedanya USO dengan BNO (Brent Oil ETF)?

    USO melacak WTI (benchmark minyak AS), sementara BNO melacak Brent (benchmark minyak internasional). Untuk konflik Timur Tengah, Brent secara teori lebih sensitif karena langsung dipengaruhi supply dari Teluk. Namun USO jauh lebih likuid (volume harian ~48 juta vs ~4 juta untuk BNO), sehingga lebih mudah diperdagangkan dengan spread yang lebih kecil.

    Q: Apakah harga minyak bisa turun tajam tiba-tiba?

    Ya, dan ini risiko utama. Gencatan senjata yang kredibel atau pembukaan kembali Selat Hormuz bisa memicu penurunan 20-30% dalam hitungan hari. Ingat: pasar bisa bergerak jauh lebih cepat dari berita. Jangan investasikan uang yang kamu butuhkan dalam waktu dekat.

    Q: Berapa alokasi ideal USO dalam portofolio?

    Untuk investor moderat: 5-10% dari total portofolio. USO sangat volatile (29.29%/tahun), jadi jangan overweight. Bayangkan portofoliomu seperti pizza: USO itu topping ekstra yang memberi “rasa” tambahan, bukan tepung dasar pizza-nya. Core portfolio tetap harus saham blue-chip dan reksa dana.



    Sumber : pluang.com

  • Lebih Baik Investasi Saham Domestik atau Saham Global? Atau Keduanya?

    Alasannya sederhana. Dengan melakukan diversifikasi saham Indonesia dan saham global terutama saham AS, maka kamu sedang berupaya untuk menekan risiko sekaligus meningkatkan potensi cuanmu. Sehingga, yang kamu perlu lakukan bukanlah memilih salah satu di antara keduanya, namun mencari keseimbangan portofolio yang tepat dari kedua pasar modal tersebut.

    Alasan Pentingnya Investasi di Pasar Saham AS

    Berinvestasi di pasar saham AS adalah langkah penting bagi investor. Sebab, AS adalah kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Selain itu, 80% transaksi di dunia dilakukan dalam denominasi Dolar AS.

    1. Pasar Modal AS Adalah Pasar Modal Tercanggih di Dunia

    Pasar modal di Amerika Serikat menawarkan berbagai instrumen keuangan yang canggih , memiliki kapitalisasi pasar jumbo, dan merupakan tempat tercatatnya perusahaan-perusahaan paling bernilai di dunia.  

    2. Mendapatkan Eksposur ke Sektor-Sektor Tertentu

    Berinvestasi di pasar saham AS tidak hanya memungkinkan kamu untuk mengakses investasi ke lingkup geografis yang berbeda, namun juga memperluas cakupan ke sektor usaha yang istimewa seperti sektor teknologi. 

    Seperti terlihat di diagram berikut, indeks saham AS didominasi oleh sektor teknologi dan kesehatan (42%). Sementara itu, indeks saham Indonesia “dikuasai” oleh saham-saham sektor jasa keuangan.

    3. Imbal Hasil Kinclong

    Indeks saham utama AS, seperti S&P 500 dan Nasdaq 100, memiliki tingkat pengembalian di kisaran 20% hingga 40% per tahun selama  lima tahun terakhir ini. Kinerja tersebut mengalahkan cuan yang dihasilkan oleh perusahaan private equity dan pengelola investasi global (hedge fund).

    Tingginya pertumbuhan nilai indeks saham tersebut didorong oleh performa cemerlang perusahaan monopoli data, misalnya Facebook, Google, Amazon, Apple, dan Microsoft. Mereka berhasil menjelma menjadi perusahaan bernilai triliunan Dolar AS dengan pendapatan tokcer serta posisi pasar yang tak terkalahkan.

    Sobat Cuan bisa melihat kinerja S&P 500 dan Nasdaq 100 melalui grafik berikut.

    4. Eksposur ke Aset Berdenominasi Dolar AS

    Dolar AS adalah aset cadangan (reserve asset) bagi beberapa negara di dunia. Bahkan, 80% transaksi di dunia ini dilakukan dengan Dolar AS.

    Alasan Pentingnya Investasi di Pasar Saham Indonesia

    Kesimpulannya, membeli saham global akan memberikanmu akses diversifikasi aset berdasarkan geografi, mata uang, dan sektor. Namun, apa alasan utama bagimu untuk tetap menempatkan dana di pasar modal domestik?

    1. Potensi Pertumbuhan yang Mantap

    Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia dan dengan demografinya sekarang yang kebanyakan merupakan usia muda dan siap masuk masa produktif, memiliki suatu keunggulan dibandingkan Amerika Serikat. Artinya, secara rata-rata, perusahaan Indonesia punya kesempatan bertumbuh lebih baik di masa depan.

    2. Keunggulan Tuan Rumah

    Karena Sobat Cuan berada di Indonesia, tentu saja investasi di Indonesia akan memberikan keunggulan bagimu. Kamu lebih mengenal perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia karena kamu memang menjadi pelanggan sehari-hari dari perusahaan tersebut. Sehingga, kamu mengetahui apa pun kondisi yang terjadi di lapangan dan langsung bisa memberikan pandangan yang akan terjadi terhadap pergerakan nilai sahamnya. Meski memang, hal itu bukan menjadi jaminan kalau kamu bisa mendulang untung dengan berinvestasi di saham-saham domestik.

    Ada pepatah terkenal dari Warren Buffet yang mengatakan, “Berinvestasilah terhadap perusahaan yang kamu kenal dan jangan berinvestasi terhadap sesuatu yang belum kamu mengerti”. 

    3. Mengurangi Risiko Mata Uang 

    Apabila kamu berinvestasi di pasar saham indonesia, tentu saja semua transaksi menggunakan Rupiah dan kamu tidak perlu pusing untuk mengonversinya terhadap mata uang lain seperti Dolar AS.

    Dalam melakukan konversi mata uang, tentu saja ada risiko volatilitas dan pasar karena nilai mata uang bergerak sesuai dengan kondisi makroekonomi yang susah diprediksi setiap harinya. Namun, dengan berinvestasi dengan mata uang yang sama, maka kamu setidaknya sedikit terbebas dari risiko pasar dari pergerakan mata uang.

    4. Diversifikasi Bisa Meningkatkan Kinerja Portofolio Kamu

    Memiliki berbagai instrumen investasi akan memberikan perlindungan terhadap portfolio kamu. Ketika ada satu kelas aset yang kamu genggam bikin kamu merugi, tentu di sisi lain terdapat juga kelas aset yang mencatat kinerja positif. Jadi, ketika kondisi tidak sesuai dengan harapanmu, investasi yang kamu miliki masih bisa memiliki kinerja yang positif. 

    Warren Buffet juga pernah berkata, “Never put your investment in One Basket”. Memang, ada sebagian orang yang suka memiliki portfolio yang terkonsentrasi karena ada harapan bahwa aksi tersebut bisa mengantar mereka mendulang cuan yang lebih baik dari portofolio terdiversifikasi. Namun, kalau kamu tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus asetmu, hal ini bisa menjadi masalah.



    Sumber : pluang.com