Category: Tokocrypto

  • ETH Cetak ATH Baru, US$2.665, Altcoin Season Sudah Tiba?

    Aset kripto Ether (ETH) lagi-lagi mencetak all time high (ATH) baru. Altcoin Season sudah tiba dan ADA serta BTT siap jadi incaran?

    ATH terjadi pada 11 malam WIB kemarin, di kisaran US$2.665 (Rp38,6 juta).

    Spekulasi terhadap aset kripto saat ini memang tiada tanding. Baik pengguna Bitcoin dan Ether terus meningkatkan permintaan terhadapnya.

    Mereka juga tampaknya tak peduli soal biaya transfer yang juga sangat tinggi.

    Padahal biaya itu bisa berdampak pada naiknya biaya produksi DeFi dan aplikasi yang terkait lainnya, seperti NFT (Non-Fungible Token).

    Di atas itu semua, tingkat likuiditas dolar AS yang meningkat, memastikan menyumbang cukup besar atas kenaikan aset kripto, termasuk ETH.

    Awal Altcoin Season

    Sebagian besar juga menafsirkan, bahwa kenaikan ETH ini adalah awal dari Altcoin Season.

    Itu ditandai dengan naiknya 50 aset kripto dalam 90 hari terakhir, dibandingkan Bitcoin.

    Berdasarkan indeks Altcoin Season ini, dengan skor 80 kemungkinan saat ini adalah Altcoin Season.

    Pun ini terkait dengan potensi penurunan Bitcoin lebih lanjut pasca Tesla menjual Bitcoin-nya.

    Jika proyeksi Altcoin Season benar terjadi, maka sejumlah altcoin lain akan mengikuti jejak ATH ETH ini.

    Wajib juga diperhatikan sejumlah fakta fundamental di masing-masing kripto.

    Baca Juga: Harmony Adopsi Raze Network, Ini Dampak Terhadap Harganya

    ADA

    Sebut misalnya Cardano (ADA) yang pada Agustus mendatang akan meluncurkan smart contract perdana-nya.

    Itu yang memastikan akan banyak proyek kripto lain yang diterbitkan blockchain itu dan memastikan permintaan terhadap ADA akan meningkat terus.

    BTT Disantap

    Kemudian BitTorrent Token alias BTT di bawah blockchain Tron wajib disantap.

    Pasalnya mereka saat ini sedang mengebut meng-upgrade di BitTorrent File System (BTFS).

    Versi BTFS terbaru kelak memungkinkan file digital yang tersimpan di jaringan masih bisa dihapus.

    Faedahnya adalah agar file digital yang dicurigai hasil plagiasi di ranah NFT, bisa ditebas dengan mudah.

    Nah, fitur ini tidak dimiliki oleh Interplanetary File System (IPFS) yang digunakan di toko NFT seperti OpenSea dan Nifty Gateway.

    Ekosistem IPFS sendiri memiliki kripto Filecoin (FIL) yang harganya sudah naik ratusan persen sejak Februari 2021.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemerintah Indonesia Rencanakan Pajak Crypto, Ini Tanggapan Pelaku Pasar

    Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) merencanakan penerapan pajak terhadap crypto.

    Kabar ini telah beredar secara Internasional dan menarik perhatian mengenai bagaimana rencana penerapan pajak terhadap aset terdesentralisasi ini.

    Pemerintah Berencana Terapkan Pajak Crypto

    Bappebti dikabarkan akan menerapkan pajak terhadap seluruh transaksi yang terjadi terhadap crypto yang berada di Indonesia.

    Penerapan pajak dikabarkan akan terjadi terhadap perdagangan crypto yang terjadi melalui bursa crypto yang terdaftar secara legal dan resmi di Indonesia.

    Saat ini terdapat 13 bursa crypto yang terdaftar secara legal di bawah pengawasan Bappebti dan dikabarkan penerapan pajak akan terjadi secara otomatis.

    Maksud dari kata otomatis adalah pajak akan dikenakan setiap terjadi transaksi yang akan terpotong otomatis dalam bursa yang terdaftar. Kepala Bappebti mengatakan,

    “Saat ini rencana masih dalam tahap ulasan dan diskusi dalam internal Bappebti yang kemudian akan dikordinasikan lagi kepada Badan Kebijakan Fiskal.”

    Rencana pemerintah menerapkan pajak crypto mulai naik dalam enam bulan terakhir setelah Bitcoin dan crypto lain mengalami apresiasi yang cukup tinggi.

    Bappebti pertama membentuk regulasi terkait crypto pada Februari 2019, mengenai teknis perdagangan crypto di Indonesia.

    Namun regulasi kemudian ditambah dan diperbarui dengan adanya peraturan yang diterbitkan di Desember 2020 mengenai daftar aset crypto yang dapat diperdagangkan.

    Dalam peraturan terbaru tersebut, terdapat pencatatan 229 crypto yang dapat diperdagangkan di Indonesia.

    Selain itu, saat ini juga terdapat daftar 13 bursa crypto yang dapat digunakan secara legal di Indonesia.

    Pemerintah Indonesia sebelumnya telah memberi peringatan terhadap crypto dengan melarangnya sebagai alat tukar di 2014 dan 2017.

    Baca Juga: Cek legalitas Bitcoin di Indonesia!

    Namun saat ini nampaknya pengakuan keberadaannya akan terjadi lebih dalam dengan adanya potensi penerapan pajak ini.

    Investor crypto di Indonesia memiliki tanggapan yang bervariasi mulai dari yang mendukung hingga yang menolak adanya pajak di Indonesia.

    Walau belum ada keputusan resmi, rencana pajak telah menarik perhatian investor akibat potensi dampaknya terhadap pasar crypto di Indonesia.

    Tanggapan Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia

    Satu pelaku pasar crypto dengan peran penting di Indonesia, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia, Oham Dunggio, memberikan tanggapannya terhadap potensi penerapan regulasi ini. Ia menyatakan,

    “Menurut saya yang penting itu pengaturan mekanisme perdagangan dan perlindungan konsumen, karena perdagangan kripto ini cross border. Ditambah sentimen negatif dari komunitas soal perpajakan, penerapan pajak dikhawatirkan akan membuat investor lesu, saya rasa belum saatnya untuk menerapkan dalam waktu ini. Kita lihat dulu perkembangan 3 sampai 5 tahun ke depan.”

    Untuk saat ini nampaknya Bappebti memiliki rencana yang cukup banyak terkait crypto.

    Rencana tersebut mulai dari bursa yang mengayomi transaksi crypto di Indonesia, hingga menerapkan pajak.

    Saat ini Bappebti sedang dalam rencana untuk membuat bursa, dimana bursa tersebut bukan bersifat exchange.

    Namun, nantinya bursa ini akan bersifat bursa besar yang mengayomi transaksi seperti Bursa Efek Indonesia untuk saham.

    Baca Juga: Tiga Informasi Fundamental Dunia Crypto yang Bakal Membalikan Keadaan Pasar

    Sehingga nampaknya Bappebti sedang berusaha untuk mengayomi pertumbuhan pasar crypto di Indonesia.

    Tentu, rencana ini dilakukan dengan bantuan dari banyak pelaku pasar crypto di Indonesia lainnya.

    Untuk pajak, saat ini nampaknya Bappebti masih dalam tahap diskusi dengan pihak internal dan juga dengan beberapa pihak eksternal.

    Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia, Oham Dunggio, juga memberikan kabar terbaru mengenai diskusi pajak ini. Ia mengabarkan,

    “Untuk sekarang ini diskusi potensi penerapan pajak sedang berlangsung, dan para pelaku industri setuju untuk mengarahkan pendapatan pajak ke pajak final sebesar 0.05%”

    Sehingga untuk saat ini belum ada kepastian yang resmi mengenai kabar pajak karena masih dalam tahap diskusi.

    Sebagai penutup, Oham Dunggio menyarankan investor crypto di Indonesia untuk tetap bertransaksi di 13 bursa crypto legal dan 229 jenis aset kripto yang aman diperdagangkan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harmony Adopsi Raze Network, Ini Dampak Terhadap Harganya

    Teknologi sharding merupakan salah satu teknologi yang sedang menarik perhatian penggiat pasar crypto dan blockchain.

    Hal ini disebabkan teknologi yang memberikan kemudahan untuk memiliki kemampuan skalabilitas yang berarti kecepatan transaksi yang lebih tinggi.

    Harmony (ONE), blockchain protokol sharding dan kegunaan “jembatan” ke Ethereum, terdampak dan mengalami peningkatan dalam ketenarannya.

    Harmony Blockchain Adopsi Raze Network

    Namun, kabar terbaru yang membuat Harmony naik lebih tinggi pada saat ini adalah adopsinya terhadap Raze Network, melalui kerja sama terbaru.

    Kerja sama ini dikabarkan terjadi untuk meningkatkan keamanan pada keseluruhan ekosistem Blockchain Harmony.

    Raze Network (RAZE) sendiri adalah sebuah protokol solusi optimalisasi lapisan kedua pada sebuah blockchain yang juga mempermudah keamanan dan privasi transaksi antar blockchain.

    Raze Network adalah sebuah proyek yang muncul pada ekosistem Polkadot (DOT) dan bergerak untuk memperkuat sektor Decentralized Finance (DeFi).

    Keunggulan utama Raze Network adalah implementasi optimalisasi lapisan kedua pada sebuah blockchain untuk transaksi yang lebih cepat dan anonim.

    Secara rincinya, RAZE akan membentuk algoritma “Σ-Bullets” untuk enkripsi agar memastikan transaksi terjadi secara anonim dan terdesentraisasi.

    Baca Juga: Harmony Token Aktifkan Desentralisasi dalam Skala Besar

    Nantinya, pengguna Blockchain Harmony dapat melakukan transaksi secara privat dan para developer nantinya dapat memanfaatkan blockchain untuk membangun DApps atau aplikasi terdesentralisasinya sendiri.

    Dengan adopsi ini, akan terdapat tiga fungsi utama baru dalam Blockchain Harmony, yaitu MintRedeem, dan Transfer.

    • Mint adalah kemampuan untuk merubah token apa pun menjadi versi anonim agar lebih menjaga privasi dalam transaksi.
    • Redeem adalah fungsi untuk merubah kembali token yang sudah diubah ke versi anonim kembali ke versi aslinya.
    • Transfer adalah kemampuan untuk mengirim token secara anonim yang menjaga anonimitas dari penerima dan pengirim.

    ONE Mengalami Apresiasi Setelah Kabar Adopsi

    Setelah adanya kabar positif dari adopsi Raze Network ke dalam Blockchain Harmony, terdapat dorongan beli yang cukup signifikan terhadap ONE.

    ONE, Koin resmi dari Blockchain Harmony akhir-akhir ini sedang mengalami ketertarikan yang tinggi namun sempat tertekan oleh stagnasi dalam proyek.

    Namun setelah adanya kabar adopsi ini, ONE mengalami apresiasi dari pergerakan depresiasi sebelumnya yang cukup signifikan.

    Baca Juga: Tiga Informasi Fundamental Dunia Crypto yang Bakal Membalikan Keadaan Pasar

    Sejak kemarin, ONE mengalami apresiasi hingga 61,7% dan terlihat terjadi mendekati kabar adopsi ini.

    RAZE, yang juga baru saja melantai di Bursa Uniswap (UNI) beberapa pekan lalu, juga terlihat telah naik 44% sejak kemarin, walau sedang terkoreksi.

    Namun untuk ONE, nampaknya kabar teknologi sharding dan adopsi ini dapat menjadi pembangkit kembali apresiasi yang sebelumnya terjadi.

    prediksi ONE
    Grafik Harian ONEUSD

    Saat ini batas atas yang perlu dilewati untuk melanjutkan apresiasi berada pada $0,15 atau Rp2.176 yang jika dilewati dapat membawanya naik lebih tinggi.

    Dalam jangka pendek, target apresiasi nampaknya berada pada $0,175 atau Rp2.539 hingga $0,20 atau Rp2.901.

    Batas pengaman apresiasi saat ini berada di sekitar $0,126 atau Rp1.828 hingga $0,095 atau Rp1.378 yang jika ditembus dapat memperkecil potensi apresiasi dalam jangka pendek.

    Namun, melihat ketertarikan di sekitar ONE akibat teknologi sharding dan Raze Network yang meningkat dalam ketenarannya, nampaknya apresiasi tersebut masih akan terjaga.

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Informasi Fundamental Dunia Crypto yang Bakal Membalikan Keadaan Pasar

    Pekan ini adalah tonggak resistensi dari pasar mata uang kripto secara global. Setelah pekan kemarin, pasar kripto berdarah-darah akibat dipengaruhi oleh sejumlah sentimen dan situasi teknikal yang mengubah arah psikologis para trader ataupun investor.

    Berdasarkan data coinmarketcap, di pekan terakhir bulan April 2021 ini secara grafik volume pasar mata uang kripto global sedang berada dalam tren bullish. Dalam 24 jam terakhir (26-27 April), volume pasar naik 8,55%. Hingga saat ini total volume pasar mata uang kripto berada di angka US$2,01 triliun.

    Sejumlah koin bervolume besar pun tampak terkonsolidasi. Tiga koin bervolume besar saat ini, Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan Binance Coin (BNB), rata-rata mengalami peningkatan 6-8% dalam 24 jam terakhir.

    Baca Juga:Tenang, Volume Pasar Crypto Masih Bullish Kok

    Di tengah konsolidasi pasar, terdapat sejumlah sentimen atau berita baik yang sepertinya akan berdampak positif bagi pergerakan dan kepercayaan pasar. Berikut Tiga informasi yang menurut portalkripto.com bakal mempengaruhi pergerakan pasar ke tren bullish selanjutnya.

    Pemerintah Turki Mempertimbangkan Membuat Regulasi Khusus Kripto

    Sebelumnya, Bank Sentral Turki mengumumkan akan membuat regulasi yang melarang mata uang kripto sebagai alat pembayaran di negaranya. Namun, beberapa hari setelahnya kebijakan tersebut seolah ditarik kembali.

    Bank Sentral Turki malah akan menyiapkan regulasi untuk mendukung ekosistem cryptocurrency. hal ini pun bertepatan dengan insiden salah satu exchange kripto di Turki yang diduga membawa kabur uang para nasabahnya.

    Berita tentang larangan tersebut memicu aksi jual Bitcoin, yang berdampak pada penurunan harganya. Karena, sebagian orang khawatir negara lain dapat mengikuti jejak Turki.

    Komisi Sekuritas dan Exchange (SEC) AS Punya Ketua Baru yang Paham Cryptocurrency

    Senat (DPR) Amerika Serikat telah memutuskan menunjuk Gary Gensler sebagai ketua Securities and Exchange Commission (SEC) AS. Penunjukan Gary sebagai pemimpin komisi yang saat ini sangat berpengaruh bagi pasar mata uang kripto di AS ini dinilai merupakan kabar baik bagi pasar.

    Gensler merupakan mantan ketua Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka (CFTC) AS ini dinilai sebagai pejabat yang sudah cukup akrab dengan dunia cryptocurrency. Ia dinilai sangat paham dengan ekosistem blockchain dan cryptocurrency secara holistik.

    Dari sejumlah pernyataannya pun, Gensler kerap menitikberatkan inovasi dalam setiap pendekatan kebijakan. Termasuk cryptocurrency yang menurutnya adalah sebuah inovasi dalam dunia keuangan.

    Baca Juga: Berikut Cara Memahami Pola Cup dan Handle

    JPMorgan Chase Menyiapkan Layanan Investasi Cryptocurrency

    Perusahaan layanan perbankan dan investasi terkemuka JPMorgan Chase tengah bersiap menyediakan layanan investasi menggunakan mata uang kripto.

    Kabar ini bisa saja sangat mempengaruhi kekuatan pasar mata uang kripto. JPMorgan sebagai salah satu bank dan institusi keuangan yang sangat berpengaruh di AS ini bisa jadi mendorong sejumlah bank besar untuk mengikuti langkahnya.

    Apabila hal tersebut terjadi, adopsi massal cryptocurrency tidak akan lama lagi. JPMorgan sebelumnya dikenal sebagai penentang garis keras cryptocurrency. Namun, di tahun 2020, sedikit demi sedikit JPMorgan mulai menerima inovasi baru dalam dunia keuangan ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi Harian Dogecoin Meningkat Sebesar 35%

    Jelajahcoin.comDogecoin (DOGE), telah melihat peningkatan transaksi yang signifikan. Sekarang lebih banyak orang mengirim DOGE daripada satu setengah bulan yang lalu, kata metrik on-chain. Untuk beberapa alasan aneh, ada peningkatan pada orang yang menggunakan DOGE di tengah krisis global ini.

    Untuk alasan yang tidak diketahui, ada peningkatan yang stabil dalam transaksi dengan Dogecoin. Pada 20 Februari 2020, DOGE melakukan sekitar 24.000 transaksi harian. Jumlah itu meningkat menjadi 32.400 transaksi harian pada 12 April. Itu berarti meningkat secara persentase sebesar 35%.

    Perlu dicatat bahwa Dogecoin adalah mata uang digital cryptocurrency yang unik, DOGE tidak memiliki halving event. Faktanya, penurunan blok terakhirnya adalah pada Februari 2015. Dengan jendela penambangan yang sangat cepat, DOGE terus menarik minat para penambang, yang dibuktikan dengan jaringan aktifnya.

    Selama periode yang sama, Bitcoin telah melihat penurunan tajam dalam transaksi harian dari 316.000 pada 20 Februari menjadi 228.000 pada 12 April.

    Banyak pertumbuhan jaringan karena Dogecoin

    Kenaikan harga DOGE sering dikaitkan dengan musim altcoin. Beberapa analis berpendapat bahwa DOGE tetap merupakan indikator untuk siklus pasar. Meskipun DOGE merupakan koin meme, DOGE juga cukup aman untuk dilakukan investasi.

    Sebuah studi tahun lalu menemukan bahwa DOGE adalah cryptocurrency ketiga paling resistan terhadap serangan 51% potensial. Di belakangnya hanya Bitcoin dan Ethereum. Pada saat penulisan, DOGE turun sekitar 3% relatif terhadap USD tetapi masih stabil terhadap BTC. Masih menawarkan kapitalisasi pasar besar $237 juta.

    Perlu dicatat bahwa DOGE telah mengalami peningkatan volume perdagangan yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Sebagai perbandingan, pada 1 Oktober 2019, volume perdagangan hariannya adalah $55 juta; volume perdagangan hariannya hari ini adalah $168 juta.

    Ketahanan DOGE sebagai koin baru telah menentang harapan dan sepertinya itu akan menjadi bahan pokok dalam ruang cryptocurrency selama bertahun-tahun yang akan datang. Desember ini akan menandai tujuh tahun sejak pertama kali dirilis.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

    Akhir Desember 2020 hingga awal tahun 2021, bitcoin menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh warganet di Twitter. Kenaikan harganya yang sangat fantastis membuat sebagian warganet semakin kepo untuk mengulik lebih dalam dan bahkan tak jarang ada yang langsung membelinya. Lantas, bagaimana cara kerjanya dan apa saja mata uang digital yang populer di Indonesia? Yuk, kita bahas!

    Cara Kerja Mata Uang Digital

    Aset kripto merupakan mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi melalui jaringan internet. Pemerintah Indonesia sendiri melegalkan aset kripto sebagai aset yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka, bukan sebagai alat pembayaran.

    Tidak seperti fiat currency yang diterbitkan oleh pemerintah dan memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi, aset kripto dibuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi yang artinya tidak ada pihak yang dapat mengaturnya. Selain itu, ada salah satu teknologi yang membuat transaksi aset kripto menjadi aman, yaitu blockchain

    Secara sederhana, blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna aset kripto. Masing-masing blok tersebut saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang tidak dapat diubah maupun dihapus (immutable).

    Konsep desentralisasi yang telah disebut di atas juga membuat transaksi bitcoin semakin aman, karena informasi transaksi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Apabila seseorang ingin membobol aset kripto, berarti Ia harus membobol setidaknya kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang bekerja sebagai miner (penambang).

    Mata Uang Digital yang Populer di Indonesia

    Setelah mengetahui cara kerja aset kripto, yuk, simak mata uang digital yang populer di Indonesia beberapa waktu belakangan ini!

    Memasuki tahun 2021, banyak ahli mengatakan BTC akan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana tidak, BTC berhasil bertengger di harga $47,066 USD dengan nilai rupiah sebesar Rp 659 juta per btc pada 9 Februari 2020. Padahal Juli 2020 BTC berada di level harga $11,200 atau setara dengan Rp 162 juta.

    Kenaikan BTC yang sangat fantastis terjadi sehari setelah Tesla, perusahaan mobil asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk membeli BTC senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 Triliun. Karena itulah, BTC menjadi buah bibir warganet dan menjadi trending topic di Twitter.

    Meskipun sempat mengalami penurunan harga, dua bulan setelah pembelian dalam jumlah masif oleh Tesla, BTC berada di level $58,644.49 atau 850 juta rupiah. 

    Koin dengan logo Shiba Inu ini diciptakan oleh dua orang yang ingin mengubah stigma serius dari aset kripto, yaitu Jackson Palmer dan Billy Markus. Popularitas DOGE dimulai pada Juli 2020 lalu melalui unggahan tiktok dari akun “Jamezg97”. Hanya dalam sehari saja,  DOGE menguat dari harga 33 rupiah menjadi 61 rupiah.

    Sempat berada di harga stagnan, 9 Februari 2021 DOGE meroket hingga mencapai harga 1.143 rupiah. Melesatnya harga DOGE tersebut juga diakibatkan oleh melonjaknya harga BTC setelah pembelian oleh Tesla dalam jumlah besar.

    Dikarenakan jumlah koin yang beredar relatif banyak, ETH memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Mengikuti jejak BTC, harga ETH juga meroket. 6 Desember 2020 lalu ETH berada di level $590.89 atau setara dengan 8 juta rupiah. 

    Empat bulan berselang atau 6 April 2020, ETH berhasil menyentuh di harga $2,120.60 atau 30 juta rupiah. Hal itu membuat segelintir masyarakat membicarakannya dan mencoba untuk terjun langsung dalam dunia investasi aset kripto.

    BNB merupakan aset kripto yang diterbitkan oleh Binance Exchange dan diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di jaringan ethereum. Pada awal perkembangannya, BNB hanya diperuntukkan untuk biaya perdagangan, biaya pencatatan, biaya pertukaran, dan biaya lainnya pada Binance Exchange.

    Perkembangan harga yang pesat menjadikan BNB berada di peringkat #3 setelah BTC dan ETH. Menurut Coinmarketcap, per hari Rabu (07/03/2021), BNB berada di level harga $405.44 atau setara dengan 5,8 juta rupiah. BNB termasuk koin yang banyak dicari masyarakat karena memiliki likuiditas yang baik.

    Toko Token (TKO)

    TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi) yang telah diluncurkan awal April 2021 kemarin.

    Proyek ini didukung langsung oleh Binance sehingga menjadikan TKO sebagai salah satu mata uang digital yang populer di Indonesia. Yang lebih mengejutkan, TKO bahkan mengalami kenaikan lebih dari 3000% dalam 30 menit pertama pada saat listing di Tokocrypto. Wow!

    Gimana, tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 3 Coin yang Akan Menjadi Tren di 2021

    Dilansir dari Kontan, Asosiasi Perdagangan Aset Kripto (Aspakrindo) menuturkan,  sepanjang awal tahun 2021 di bulan Januari hingga Februari terdapat tiga aset kripto yang memiliki pergerakan harga yang menarik yakni bitcoin, doge dan ethereum. Lalu seperti apa sih tren harga dari ketiga koin tersebut? Yuk, simak penjelasannya!

    Kenaikan Harga Bitcoin 2021

    Aset kripto satu ini memang terus memperlihatkan kilaunya. Bitcoin dinilai akan menjadi aset investasi di masa depan. Harganya yang terus meningkat tak menyurutkan minat para investor untuk terus berinvestasi di aset kripto ini. Setelah membuktikan sebagai salah satu aset instrumen investasi yang memiliki perubahan harga yang stabil ketika pandemi berlangsung.  Bahkan bitcoin mampu mencapai harga tertingginya sebesar US$ 23.794 di (21/12/2020).

    Tak hanya sampai situ. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, pada awal tahun 2021 harga bitcoin terus mengalami kenaikan hingga menyentuh di harga US$ 40.399 pada (9/1/2021). Walaupun di pekan selanjutnya, harga bitcoin mengalami fluktuatif dan sempat menyentuh harga US$ 31.085 pada (28/1/2021). Namun ini tak berlangsung lama, harga bitcoin akhirnya terus mengalami kenaikan di bulan Februari.

    Perlahan  namun pasti, pada minggu kedua di bulan Februari harga bitcoin mengalami kenaikan hingga menyentuh di harga US$ 47.790 pada (13/2/2021), lalu menjadi US$ 52.177 pada (18/2/2021) dan akhirnya menyentuh di harga tertingginya yakni US$ 56.614 pada (21/2/2021).

    3 Coin yang Menjadi Tren 2021

    Inilah 3 koin yang diprediksikan menjadi tren di tahun 2021.

    Koin pertama yang akan menjadi tren di tahun 2021 ini tentunya masih datang dari bitcoin. Meningkatnya harga bitcoin di awal tahun 2021 ini bukan tanpa sebab. Jumlah bitcoin yang terbatas yakni hanya ada sebanyak 21 juta bitcoin, membuat semakin dicarinya bitcoin oleh para investor. Inilah yang membuat harga bitcoin terus mengalami kenaikan karena semakin banyaknya permintaan padahal jumlah yang ada di market terbatas.

    Selain itu, minat perusahaan yang semakin banyak untuk mengadopsi mata uang kripto sebagai alat pembayaran juga berdampak pada harga bitcoin akan hal inilah yang mengakibatkan harga bitcoin berpotensi terus mengalami kenaikan.

    Dilansir dari Warta Ekonomi, ethereum merupakan aset kripto yang memiliki segi kapitalisasi pasar terbesar kedua. Ethereum mampu mencapai puncak dengan harga US$1.938 pada (18/2/2021). Kenaikan harga ethereum juga disebabkan karena adanya lonjakan minat investor institusional.

    Menurut salah satu pendiri Aragon, Luis Cuende mengungkapkan bahwa ethereum mampu mencapai US$ 2.500 di 3 bulan ke depan. 

    Koin ketiga adalah Dogecoin. Koin yang pertama kali diluncurkan pada Desember 2013 ini memiliki branding yang unik dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya. Dogecoin memiliki peminat yang cukup cepat. Hal ini terbukti dari naiknya nilai mata uang kripto ini sebesar 300 persen dalam 72 jam pertama sejak peluncurannya. Harganya mampu meningkat dari US$0,00026 menjadi US$0,00095.

    Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada Senin (8/2/2021) harga dogecoin mengalami kenaikan sebesar 1.212% ke level 0,0748. Menariknya, kenaikan harga koin ini melebihi pertumbuhan harga bitcoin yang sebesar 34% dan ethereum yang sebesar 126% di waktu yang sama.

    Nah itulah penjelasan mengenai tren harga koin pada aset kripto. Bagaimana? Menarik kan? Jika Anda ingin melakukan investasi pada koin-koin tersebut, Anda bisa lho melakukannya di Tokocrypto! Tokocrypto hadir dengan berbagai transaksi jual beli mata uang dan aset kripto yang bisa Anda pilih seperti: bitcoin (BTC), ethereum (ETH), binance coin (BNB), tether (USDT), ripple (XRP),  dogecoin (DOGE) dan masih banyak yang lainnya. Tunggu apalagi? Yuk daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Aroma Baru Source Code Dogecoin

    Inilah beberapa aroma baru source code Dogecoin di piranti lunaknya, Dogecoin Core 1.14.3. Inilah kali pertama sejak 9 November 2019.

    Dua hari yang lalu, lead developer Dogecoin (DOGE) menerbitkan versi terbaru Dogecoin Core di Github. Kendati tak tergolong pembaruan besar, namun versi 1.14.3 itu adalah yang terbaru sejak 9 November 2019 silam.

    Baca Juga: Sushiswap Terbitkan Kontrak di 5 Blockchain, Apa Saja?

    “Versi baru ini memuat pembaruan kecil yang mencakup sejumlah peningkatan kinerja yang penting,” tertera di akun Github Dogecoin, yang diterbitkan oleh Max Keller, salah seorang lead developer-nya.

    Ada dua perubahan utama di versi terbaru itu, yakni peningkatan kecepatan penyelarasan data blockchain dan pengurangan waktu kedaluwarsa mempool.

    Mempool adalah elemen dasar dari transaksi aset kripto, di mana sejumlah transaksi mengantre untuk divalidasi dan diverifikasi untuk kemudian direkam ke dalam block.

    “Penyelarasan data blockchain semakin cepat, karena ketika sebuah node mengunggah blocknode itu tak perlu lagi memeriksa keutuhan data setiap kali block terdistribusi ke node lainnya. Ketika block diterima oleh node lain selama rescan terhadap data yang disimpan secara lokal, pemeriksaaan terhadap keutuhan data masih bisa dilakukan,” tercantum di Github.

    dogecoin core

    Cara ini dianggap menghemat waktu, karena piranti lunak Dogecoin Core cukup memindai ulang (rescan) data block yang tersimpan di komputer (node), sembari node itu sendiri diseleraskan dengan data di node lainnya.

    Perubahan menarik adalah dari segi kecepatan mempool dalam memproses antrean transaksi.

    Kalau di versi lama, 1.14.2, durasi di mempool adalah 336 jam, maka di versi baru ini cukup 24 jam saja. Ini berarti, biaya transaksi yang murah sekalipun, memungkinkan secara cepat diproses. Tentu saja ini dengan asumsi menggunakan private wallet.

    Dogecoin memang sempat naik daun setelah mendapatkan sokongan besar oleh Elon Musk melalui Twitter.

    Tetapi, setelah menjulang tinggi di US$0,08495 (Rp1.216) pada 8 Februari 2021 (all time high), harganya terkoreksi sangat dalam hingga US$0,042 pada 23 Februari 2021.

    Kinerja aset kripto DOGE sepanjang masa. Sumber: Coinmarketcap.com.

    Lead developer Dogecoin sebelumnya menegaskan bahwa sejumlah perubahan terus dilakukan sepanjang tahun ini terhadap source code, demi mendongkrak kinerja teknologinya.

    Di satu sisi, spekulan bisa memanfaatkan situasi ini untuk mendongkrak harga Dogecoin dalam beberapa hari mendatang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gara-gara Video TikTok Viral, Dogecoin Naik 20%!

    Video viral Tik Tok tentang Dogecoin mendorong harga cryptocurrency ini naik. Dogecoin yang dianggap sebagai pendorong utama Bitcoin telah mengalami kenaikan harga hingga 20% dalam lima hari terakhir, menurut TradingView.

    Lonjakan terjadi setelah pengguna Tik Tok “James Galante”  dengan username jamezg97 memposting video berjudul “Lets All Get Rich,” dan mengajak penonton video itu  untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dan ini secara efektif menggambarkan apa yang tampaknya dijadikan skema pump.

    “Mari kita semua menjadi kaya! Dogecoin secara praktis tidak berharga. Ada 800 juta pengguna TikTok. Investasikan hanya $ 25. Begitu saham mencapai $ 1, Anda akan memiliki 10 ribu [$ 10.000]. Beri tahu semua orang yang Anda kenal, “ ujarnya

    Namun, untuk konteksnya cryptocurrency sebagian besar merupakan instrumen spekulatif, harganya bisa naik atau turun dan tentu bukan hal yang bijaksana untuk mengikuti saran investasi dari video TikTok

    Namun karena video tersebut dan viralnya tagar #DogecoinTikTokChallange dengan  menarik hampir setengah juta tampilan dan 58.000 likes. Ini telah mendorong Dogecoin naik peringkat menjadi cryptocurrency nomor 33 terbesar menurut kapitalisasi pasar.

    Baca Juga: Blockchain Permudah Penyimpanan Hasil Test Covid-19

    Elon Musk Dukung Dogecoin

    Dogecoin adalah cryptocurrency berbasis Litecoin (LTC) yang dibuat oleh programmer yang berbasis di Amerika Serikat, Billy Markus dan secara langsung terinspirasi oleh meme “doge”. Meskipun diperkenalkan sebagai cryptocurrency “lelucon” kembali pada 2013, sejak itu berhasil membangun komunitas berkelanjutan di Reddit dan Twitter.

    Pendukungnya yang paling terkenal adalah mogul teknologi Elon Musk. Pada bulan April 2019, Musk tweeted bahwa DOGE “mungkin” cryptocurrency favoritnya dan ia menemukan itu “cukup keren.”

    Dalam jajak pendapat lelucon yang terjadi di Twitter sekitar waktu yang sama, komunitas crypto memilih Musk sebagai kandidat CEO terbaik untuk aset tersebut.

    Baca Juga: Staking, Cara Mudah Dapat Passive Income dari Aset Kripto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tim Basket Mark Cuban Mengadopsi DOGE, Menurutnya Bisa Mencapai $1

    Miliuner dan Pebisnis Tenar, Mark Cuban, menyatakan bahwa harga Dogecoin (DOGE) dapat mencapai $1.

    Pernyataan ini ia sampaikan setelah tim basket yang ia miliki, Dallas Mavericks, mengadopsi DOGE tiga hari yang lalu.

    Baca Juga: Ingin Investasi Dogecoin? Yuk Simak Beberapa Poin Ini

    Mark Cuban Dukung Dogecoin

    Miliuner ini nampaknya telah mengadopsi DOGE untuk salah satu bisnisnya di bidang olahraga yaitu tim basketnya, Dallas Maverick.

    Tiga hari yang lalu, Dallas Mavericks meresmikan penggunaan DOGE untuk alat pembayarannya dan sudah terjadi 20.000 transaksi dengan DOGE.

    Menurut Mark Cuban, pemilik resmi dari Dallas Mavericks, tim basket ini menjadi bisnis pengguna DOGE terbesar di dunia.

    Selain itu, investor dari Shark Tank ini menyatakan, jika tim basketnya dapat menjual merchandise senilai 6,5 Miliar DOGE, harga crypto tersebut dapat mencapai $1.

    Hanya satu bulan yang lalu, ia menyatakan dukungannya terhadap DOGE. Ia menyatakan,

    “DOGE adalah hiburan terbaik yang sangat sepadan dengan nilainya. Mata uang crypto ini sangat menarik dan edukatif”

    Ia juga menyatakan bahwa semua orang dapat membeli hanya dengan $1 hingga $10.

    Setelah membeli, semua orang dapat melihat harganya bergerak untuk dijadikan bahan diskusi serta pembelajaran.

    Menurutnya, walau tidak memiliki nilai intrinsik, crypto ini memberikan peluang keuntungan yang lebih besar dari pada undian lotre.

    Di saat yang bersamaan, menurutnya DOGE mengajarkan hukum permintaan dan penawaran sekaligus memperkenalkan aset crypto ke masyarakat.

    Harga DOGE sendiri terlihat naik dalam beberapa pekan terakhir, akibat tokoh terkenal yang mempromosikannya, termasuk CEO Tesla, Elon Musk.

    Kapitalisasi pasarnya sempat melewati $10 Miliar bulan lalu bersama dukungan dari beberapa musisi seperti Snoop Dogg dan Gene Simmons.

    Komunitas DOGE juga terkenal sebagai komunitas filantropis akibat adanya beberapa program sosial.

    Salah satu proyeknya dilakukan pada 2014 dimana mereka berhasil mengumpulkan $25.000 dalam DOGE.

    Dana tersebut disalurkan untuk membantu tim olahraga bobsleigh atau kereta luncur dari Jamaika untuk berpartisipasi di Olimpiade Musim Dingin di Sochi.

    Sebelumnya, terdapat usaha untuk mengangkat DOGE ke $1 yaitu pada Juli 2020.

    Saat itu, terdapat video TikTok yang viral dengan ajakan untuk “kaya” bersama melalui DOGE.

    Baca Juga: Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Akibat video tersebut, terdapat dorongan beli sebanyak 10.640 DOGE atau sekitar $10.000 yang sayangnya belum berhasil membawanya ke $1.

    Pada awal Tahun 2021, terjadi dorongan beli kembali bersama fenomena GameStop oleh r/WallStreetBets, namun belum berhasil membawanya ke $1.

    Saat ini DOGE sedang berusaha naik kembali. Dengan adanya dukungan dari Elon Musk dan Mark Cuban, target $1 oleh Cuban menjadi cukup mungkin.

    Namun perlu diingat kembali jika ingin berinvestasi pada crypto ini, diperlukan manajemen risiko yang baik serta “uang dingin”, mengingat volatilitasnya yang cukup tinggi.

    *Disclaimer

    Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com