Category: Tokocrypto

  • BOB Mainnet Segera Luncurkan Jovian Hardfork

    Ekosistem blockchain kembali menghadirkan pembaruan teknis penting.

    BOB Mainnet dijadwalkan meluncurkan Jovian Hardfork, sebuah peningkatan jaringan yang menjadi bagian dari implementasi OP Stack Upgrade 17.

    Menurut laporan Coinmarketcal, upgrade ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur jaringan, terutama bagi operator node eksternal yang menjalankan layanan pada jaringan BOB.

    Melalui pembaruan ini, tim pengembang ingin memastikan bahwa jaringan tetap kompatibel dengan standar teknologi terbaru dalam ekosistem layer-2 berbasis OP Stack.

    Seiring dengan pengumuman tersebut, operator node di jaringan BOB juga diminta untuk memastikan bahwa infrastruktur mereka telah diperbarui sebelum hardfork diterapkan, guna menghindari potensi gangguan operasional ketika upgrade berlangsung.

    Baca Juga: Shentu (CTK) Siap Upgrade Mainnet, Perkuat Stabilitas Harga?

    Apa Itu Jovian Hardfork?

    Hardfork merupakan salah satu mekanisme pembaruan dalam teknologi blockchain yang memungkinkan perubahan pada aturan protokol jaringan.

    Dalam beberapa kasus, hardfork dapat menghadirkan fitur baru, peningkatan keamanan, atau perbaikan performa jaringan.

    Dalam konteks Jovian Hardfork, fokus utamanya adalah pada pembaruan teknis dan kompatibilitas infrastruktur, bukan perubahan besar pada sistem ekonomi token.

    Upgrade ini merupakan bagian dari integrasi dengan OP Stack, sebuah framework open-source yang banyak digunakan untuk membangun jaringan layer-2 Ethereum.

    OP Stack sendiri dikembangkan oleh **Optimism untuk mendukung ekosistem blockchain yang lebih skalabel dan interoperable.

    Dengan mengikuti pembaruan dalam OP Stack Upgrade 17, jaringan BOB diharapkan dapat tetap kompatibel dengan perkembangan terbaru di ekosistem layer-2.

    Fokus pada Infrastruktur Operator Node

    Salah satu aspek utama dalam upgrade ini adalah peningkatan dukungan bagi operator node eksternal.

    Node operator memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas jaringan, memproses transaksi, serta memastikan sinkronisasi data blockchain secara akurat.

    Melalui Jovian Hardfork, pengembang BOB ingin meningkatkan reliabilitas jaringan serta kompatibilitas dengan komponen teknologi terbaru, sehingga operator node dapat menjalankan sistem dengan performa yang lebih stabil.

    Karena itu, operator diingatkan untuk memperbarui perangkat lunak dan infrastruktur mereka sebelum tanggal hardfork agar dapat tetap terhubung dengan jaringan setelah upgrade selesai.

    Jika node tidak diperbarui tepat waktu, terdapat kemungkinan node tersebut tidak lagi kompatibel dengan versi jaringan terbaru.

    Dampak terhadap Ekosistem dan Pasar

    Meskipun upgrade ini penting dari sisi teknologi, analis menilai bahwa dampak langsungnya terhadap pasar kemungkinan tidak terlalu besar.

    Menurut Tim Research dari **Tokocrypto, pembaruan ini lebih berfokus pada fondasi teknis jaringan dibandingkan perubahan ekonomi token.

    “Untuk BOB, ini adalah upgrade teknis yang penting dari sisi reliabilitas jaringan dan kompatibilitas dengan stack yang lebih luas, tetapi tidak langsung mengubah tokenomics atau insentif pengguna. Efek pasarnya kemungkinan terbatas dan lebih bersifat mendukung fundamental jangka panjang daripada memicu arus spekulatif besar,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun upgrade ini tidak secara langsung memicu lonjakan harga atau aktivitas spekulatif, peningkatan kualitas infrastruktur tetap penting untuk mendukung perkembangan ekosistem dalam jangka panjang.

    Pentingnya Upgrade Infrastruktur Blockchain

    Dalam dunia blockchain, pembaruan jaringan seperti hardfork merupakan bagian penting dari evolusi teknologi.

    Upgrade teknis dapat membantu meningkatkan keamanan, efisiensi transaksi, serta kompatibilitas dengan protokol lain di ekosistem yang lebih luas.

    Bagi proyek blockchain yang ingin berkembang secara berkelanjutan, kemampuan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi menjadi faktor kunci.

    Dengan mengadopsi pembaruan dari OP Stack, BOB Mainnet berupaya memastikan bahwa infrastrukturnya tetap selaras dengan standar teknologi terbaru dalam ekosistem layer-2.

    Baca Juga: Rapatkan Barisan, Proyek Token Privasi Gelar “Why Privacy Matters?”

    Prospek Jangka Panjang BOB

    Walaupun upgrade ini tidak langsung memengaruhi insentif pengguna atau tokenomics, langkah tersebut tetap memiliki arti penting bagi perkembangan jaringan.

    Peningkatan reliabilitas dan kompatibilitas dapat membantu menarik lebih banyak pengembang dan operator node untuk membangun aplikasi di atas jaringan BOB.

    Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memperkuat fondasi teknis ekosistem, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan penggunaan dan aktivitas jaringan.

    Dengan pelaksanaan Jovian Hardfork pada 12 Maret, BOB Mainnet menunjukkan komitmennya untuk terus memperbarui teknologi dan menjaga stabilitas infrastrukturnya di tengah perkembangan pesat industri blockchain global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC dan CFTC Sepakati Koordinasi Pengawasan Kripto AS

    Dua regulator keuangan utama Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC), resmi menandatangani kesepakatan kerja sama untuk meningkatkan koordinasi dalam pengawasan pasar kripto dan sektor keuangan terkait.

    Langkah ini dipandang sebagai upaya penting untuk memperjelas pendekatan regulasi terhadap industri kripto di Amerika Serikat, yang selama beberapa tahun terakhir kerap menghadapi tumpang tindih kewenangan antara regulator.

    Melalui kesepakatan ini, SEC dan CFTC akan memperkuat koordinasi dalam berbagai aspek pengawasan, termasuk pertukaran informasi, investigasi bersama, serta pengembangan kerangka kebijakan yang lebih sinkron.

    Bagi industri kripto global, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa regulator AS mulai bergerak menuju pendekatan yang lebih terintegrasi setelah lama dikritik karena kebijakan yang sering kali membingungkan pelaku industri.

    Baca Juga: Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Mengatasi Tumpang Tindih Regulasi

    Selama bertahun-tahun, industri kripto di Amerika Serikat menghadapi ketidakpastian regulasi karena perbedaan pendekatan antara SEC dan CFTC.

    SEC biasanya mengklasifikasikan banyak aset kripto sebagai sekuritas, yang membuatnya berada di bawah pengawasan hukum pasar modal.

    Sementara itu, CFTC cenderung melihat beberapa aset kripto, terutama Bitcoin dan Ethereum, sebagai komoditas.

    Perbedaan perspektif ini sering menimbulkan kebingungan bagi perusahaan kripto yang beroperasi di Amerika Serikat, terutama dalam menentukan regulator mana yang memiliki otoritas utama atas aktivitas mereka.

    Dengan adanya kesepakatan koordinasi ini, kedua lembaga berupaya memperbaiki komunikasi dan mengurangi konflik kewenangan yang sebelumnya kerap terjadi.

    Langkah ini juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan regulasi yang lebih konsisten bagi pelaku industri.

    Fokus pada Pengawasan Pasar Kripto

    Menurut laporan Cryptobriefing, kesepakatan antara SEC dan CFTC mencakup berbagai aspek penting dalam pengawasan pasar kripto.

    Salah satu fokus utama adalah pertukaran data dan informasi antara kedua lembaga untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.

    Selain itu, regulator juga akan memperkuat koordinasi dalam investigasi terhadap potensi pelanggaran hukum, termasuk manipulasi pasar, penipuan, dan aktivitas ilegal lainnya di sektor kripto.

    Kerja sama ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa pasar keuangan digital berkembang secara lebih transparan dan aman, tanpa menghambat inovasi teknologi blockchain yang sedang berkembang pesat.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Bagi industri kripto, koordinasi antara SEC dan CFTC dapat membawa dua implikasi utama.

    Di satu sisi, kerja sama ini berpotensi mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perusahaan kripto di Amerika Serikat.

    Dengan pendekatan yang lebih terpadu, perusahaan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai aturan yang harus mereka patuhi.

    Namun di sisi lain, koordinasi yang lebih kuat antara regulator juga dapat berarti pengawasan yang lebih ketat terhadap industri kripto.

    Artinya, perusahaan kripto kemungkinan akan menghadapi standar kepatuhan yang lebih tinggi, termasuk dalam hal transparansi operasional dan perlindungan investor.

    Pandangan Analis

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kerja sama antara SEC dan CFTC merupakan perkembangan penting bagi arah regulasi kripto di Amerika Serikat.

    “Dari sudut regulasi, koordinasi seperti ini penting karena dapat mengurangi abu-abu kelembagaan yang selama ini membebani industri crypto di AS. Jika implementasinya benar-benar serius, hasilnya bisa berupa kerangka pengawasan yang lebih konsisten, meski sekaligus berpotensi memperkuat cakupan kontrol regulator terhadap sektor ini,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada bagaimana kedua lembaga menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan nyata.

    Jika koordinasi berjalan efektif, industri kripto di AS dapat memperoleh kepastian hukum yang lebih baik.

    Menuju Kerangka Regulasi yang Lebih Jelas

    Perkembangan ini juga mencerminkan perubahan pendekatan regulator terhadap industri kripto yang semakin matang.

    Seiring dengan meningkatnya nilai pasar dan adopsi teknologi blockchain secara global, regulator keuangan semakin menyadari pentingnya kerangka pengawasan yang jelas dan terkoordinasi.

    Bagi investor dan perusahaan kripto, kepastian regulasi sering dianggap sebagai faktor kunci dalam menentukan keputusan investasi dan ekspansi bisnis.

    Dengan adanya kerja sama antara SEC dan CFTC, Amerika Serikat berpotensi bergerak menuju model pengawasan kripto yang lebih terstruktur.

    Meskipun demikian, industri masih akan memantau bagaimana kesepakatan ini diterapkan dalam praktik, serta apakah koordinasi tersebut benar-benar mampu mengurangi kebingungan regulasi yang selama ini menjadi tantangan utama di pasar kripto AS.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Melonjak 30%, Listing di Kraken Jadi Pemicu Utama Reli

    Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan signifikan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Token ini naik sekitar 30,89% ke level $0,290, jauh mengungguli kinerja pasar kripto secara keseluruhan yang hanya naik sekitar 2,64% dalam periode yang sama.

    Kenaikan tajam tersebut terutama dipicu oleh konfirmasi listing PI di bursa kripto besar, yang menjadi katalis fundamental baru bagi proyek ini.

    Selain itu, faktor teknikal dan sentimen pasar altcoin yang membaik juga turut memperkuat momentum kenaikan.

    Reli harga ini menunjukkan bahwa Pi Network untuk sementara berhasil “decouple” dari pergerakan Bitcoin, yang hanya mencatat kenaikan moderat dalam periode yang sama.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,225, Tekanan Pasar Mulai Melanda

    Listing Kraken Jadi Katalis Utama

    Menurut laporan Coinmarketcap pada Jumat (13/3), pendorong utama reli harga Pi adalah pengumuman bahwa token tersebut akan segera diperdagangkan di Kraken, salah satu bursa kripto besar yang berbasis di Amerika Serikat.

    Kraken mengonfirmasi bahwa pasangan perdagangan PI/USDT akan mulai tersedia pada 13 Maret 2026.

    Listing ini dianggap sebagai langkah penting bagi proyek Pi Network karena membuka akses ke likuiditas yang lebih besar serta meningkatkan legitimasi di mata investor global.

    Sebagai salah satu exchange yang terdaftar di FinCEN dan terhubung dengan sistem pembayaran Federal Reserve AS, kehadiran PI di Kraken dinilai sebagai validasi terhadap proyek tersebut.

    Bagi komunitas Pi Network, listing di exchange besar telah lama menjadi salah satu milestone yang dinantikan, terutama karena akses perdagangan sebelumnya relatif terbatas.

    Dengan terbukanya pasar baru ini, investor ritel maupun institusional memiliki jalur yang lebih mudah untuk memperdagangkan token PI.

    Breakout Teknis Perkuat Momentum

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain faktor fundamental, reli harga Pi juga didukung oleh sinyal teknikal yang kuat.

    Harga PI berhasil menembus level resistance penting di $0,23, yang sebelumnya menjadi area penghalang utama bagi kenaikan harga.

    Breakout ini dikonfirmasi oleh lonjakan volume perdagangan yang sangat besar, dengan kenaikan volume sekitar 172,85% dalam 24 jam terakhir.

    Lonjakan volume tersebut menandakan meningkatnya minat investor terhadap token ini.

    Di saat yang bersamaanw, indikator pasar menunjukkan bahwa sentimen terhadap altcoin juga mulai membaik.

    Altcoin Season Index tercatat naik sekitar 11,11% dalam satu minggu terakhir, yang menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengalihkan modal dari Bitcoin ke aset kripto alternatif.

    Namun demikian, indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di atas level 70, yang mengindikasikan kondisi overbought atau jenuh beli dalam jangka pendek.

    Artinya, meskipun tren masih bullish, potensi volatilitas tetap cukup tinggi.

    Potensi Target Harga Selanjutnya

    Jika momentum beli tetap kuat setelah listing Kraken resmi aktif, harga Pi berpotensi melanjutkan reli menuju zona $0,30 hingga $0,35.

    Level tersebut menjadi target jangka pendek berikutnya yang banyak dipantau oleh trader.

    Namun, pasar juga harus mewaspadai potensi koreksi jika tekanan jual meningkat.

    Data on-chain menunjukkan bahwa lebih dari 450 juta token PI saat ini berada di berbagai exchange, yang dapat menjadi sumber likuiditas sekaligus potensi tekanan jual.

    Jika harga turun dan gagal bertahan di atas support $0,25, pasar berpotensi mengalami koreksi cepat menuju $0,23.

    Dengan kondisi ini, arah pergerakan harga Pi dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh reaksi pasar setelah listing Kraken benar-benar aktif.

    Risiko Volatilitas dan Efek “Sell the News”

    Event besar seperti listing di exchange sering kali memicu dua fase pergerakan harga.

    Pertama adalah fase akumulasi sebelum event, ketika investor membeli token untuk mengantisipasi kenaikan harga.

    Fase kedua adalah potensi “sell the news”, di mana sebagian investor menjual aset setelah event terjadi untuk merealisasikan keuntungan.

    Karena itu, trader biasanya memantau data arus masuk dan keluar token di exchange setelah listing berlangsung.

    Jika aliran dana masuk (net inflow) tetap kuat, harga berpotensi mempertahankan tren bullish.

    Namun jika banyak holder mulai memindahkan token ke exchange untuk dijual, volatilitas harga dapat meningkat secara signifikan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 7%, Momentum Spekulatif Dorong ke $0,232

    Prospek Jangka Pendek Pi Network

    Secara keseluruhan, lonjakan harga Pi saat ini mencerminkan reaksi pasar terhadap katalis fundamental besar, yaitu akses likuiditas baru melalui exchange besar.

    Dukungan teknikal yang kuat serta sentimen positif terhadap altcoin juga turut memperkuat momentum kenaikan.

    Namun, dengan indikator teknikal yang sudah menunjukkan kondisi overbought, pasar kemungkinan akan tetap sangat volatil dalam jangka pendek.

    Investor kini akan memantau apakah listing Kraken mampu menghadirkan arus pembelian baru yang berkelanjutan, atau justru memicu aksi ambil untung setelah reli besar yang terjadi menjelang momentum tersebut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $71.335, Uji Zona Resistance

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (13/3), BTC saat ini diperdagangkan di sekitar $71.335 per koin, naik sekitar 2,78% dalam sehari.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali menembus $1,42 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Sementara itu, aktivitas perdagangan juga tetap tinggi, dengan volume transaksi harian mencapai $45,69 miliar.

    Penguatan harga ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap Bitcoin masih kuat, meskipun pasar kripto sebelumnya mengalami fase koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

    Baca Juga: Bitcoin Harus Tembus Level Ini Dulu, Baru Bull Market Dimulai?

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

    Data menunjukkan bahwa BTC sempat menyentuh level terendah di $69.230, sebelum naik hingga mencapai puncak harian sekitar $71.995.

    Saat ini harga berada di kisaran $71.300, menandakan bahwa pasar sedang mencoba mempertahankan momentum kenaikan setelah menembus kembali area psikologis $70.000.

    Dalam jangka sangat pendek, pergerakan harga terlihat relatif stabil. BTC hanya mengalami perubahan sekitar -0,09% dalam satu jam terakhir, yang menunjukkan fase konsolidasi setelah reli yang cukup cepat.

    Performa Bitcoin dalam Beberapa Periode

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari performa dalam berbagai periode waktu, Bitcoin menunjukkan tren yang beragam.

    Dalam 7 hari terakhir, BTC tercatat naik sekitar 1,04%, menandakan pemulihan perlahan setelah volatilitas sebelumnya.

    Sementara itu, dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan sekitar 5,62%, menunjukkan adanya peningkatan sentimen positif di pasar kripto.

    Namun, jika melihat periode yang lebih panjang, Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan setelah koreksi besar.

    Dalam 60 hari terakhir, BTC turun sekitar 22,49%, dan dalam 90 hari terakhir terkoreksi sekitar 21,08%.

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka pendek mulai menguat, pasar masih berusaha pulih dari tekanan sebelumnya.

    Kapitalisasi Pasar dan Suplai Bitcoin

    Bitcoin saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $1,426 triliun, menjadikannya aset digital dengan nilai terbesar di industri kripto.

    Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,25% dari total suplai maksimum sebesar 21 juta koin.

    Karena suplai Bitcoin terbatas, banyak investor menganggap aset ini sebagai penyimpan nilai jangka panjang, sering disebut sebagai “emas digital”.

    Jika seluruh suplai maksimum telah beredar, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,49 triliun.

    Jarak dari Rekor Harga Tertinggi

    Meskipun saat ini berada di kisaran $71.000, harga Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $126.198.

    Perbedaan ini menunjukkan bahwa BTC masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan jika tren bullish kembali terbentuk di pasar kripto global.

    Namun sebelum menuju level tersebut, Bitcoin harus mampu menembus beberapa zona resistance penting di kisaran $72.000 hingga $75.000.

    Level Support dan Resistance yang Perlu Dipantau

    Dalam analisis teknikal jangka pendek, ada beberapa level harga penting yang menjadi perhatian trader.

    Area $70.000 saat ini berfungsi sebagai support psikologis utama bagi Bitcoin. Jika level ini mampu dipertahankan, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance di sekitar $72.000.

    Jika harga berhasil menembus zona tersebut, target berikutnya bisa berada di kisaran $74.000 hingga $75.000.

    Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun kembali di bawah $70.000, pasar berpotensi menguji support berikutnya di sekitar $68.000 hingga $69.000.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $69.500 Meski Pasar Tertekan

    Prospek Pergerakan Bitcoin

    Secara keseluruhan, kenaikan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya pemulihan sentimen di pasar kripto.

    Volume perdagangan yang tetap tinggi menandakan bahwa aktivitas investor masih kuat, baik dari trader jangka pendek maupun investor jangka panjang.

    Jika momentum beli dapat dipertahankan, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan dan mencoba menembus kembali zona resistance utama di sekitar $72.000.

    Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga masih kemungkinan dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global, arus modal di pasar kripto, serta dinamika sentimen investor.

    Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin tetap menjadi indikator utama arah pasar kripto secara keseluruhan, termasuk bagi berbagai altcoin yang biasanya mengikuti tren yang dibentuk oleh BTC.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Jumat, 13 Maret 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

    Edisi awal tahun ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

    Rangkuman Berita Hari Ini

    1. AS Izinkan Pembelian Minyak Rusia
      Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara selama 30 hari bagi negara lain untuk membeli minyak Rusia yang terdampar. Kebijakan ini bertujuan menstabilkan pasar energi di tengah konflik dengan Iran.
    2. Stablecoin Negara Bagian Wyoming Diluncurkan
      Stablecoin Frontier Token ($FRNT) dari negara bagian Wyoming resmi diluncurkan di jaringan Hedera. Token ini menjadi stablecoin pertama yang diterbitkan oleh pemerintah negara bagian di AS.
    3. JPMorgan Digugat Terkait Skema Ponzi Kripto
      Investor mengajukan gugatan terhadap JPMorgan atas dugaan memfasilitasi skema Ponzi kripto senilai US$328 juta. Skema tersebut dikaitkan dengan perusahaan Goliath Venture.
    4. Grayscale Avalanche Staking Mulai Diperdagangkan
      Produk investasi Grayscale Avalanche Staking ($GAVA) dijadwalkan mulai diperdagangkan. Produk ini memberi eksposur staking terhadap ekosistem Avalanche.

    Bank of England Tinjau Aturan Stablecoin
    Bank of England mempertimbangkan revisi aturan stablecoin berbasis pound setelah mendapat penolakan dari industri. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan pasar.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    ENA/USDT (🔼 +5.57%)

    • Entry: $0.1077
    • Stop Loss: $0.1033
    • Take Profit: $0.1156

    ENA/USDT pada timeframe 4 jam menunjukkan momentum bullish dengan MACD yang bergerak di area positif serta volume yang relatif stabil, menandakan aktivitas pasar yang cukup terjaga.

    RSI berada mendekati level 70, yang menunjukkan harga mulai memasuki area jenuh beli sehingga kemungkinan terjadi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan pergerakan. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,1077, stop loss di 0,1033, dan take profit di 0,1156.

    EIGEN/USDT (🔼 +8.81%)

    • Entry: $0.189
    • Stop Loss: $0.181
    • Take Profit: $0.206

    EIGEN/USDT pada timeframe 4 jam menunjukkan breakout dari area konsolidasi sebelumnya dengan MACD yang bergerak ke area positif, menandakan momentum bullish mulai terbentuk. Volume terlihat stabil, sementara RSI juga menunjukkan peningkatan yang cukup kuat, menandakan minat beli yang mulai meningkat.

    Struktur harga saat ini mengarah pada potensi pergerakan menuju area resistance terdekat. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,189, stop loss di 0,181, dan take profit di 0,206 dengan estimasi kenaikan sekitar 8,81%.

    WIF/USDT (🔼 +11.03%)

    • Entry: $0.170
    • Stop Loss: $0.160
    • Take Profit: $0.190

    WIF/USDT pada timeframe 4 jam masih berada dalam tren downtrend, namun mulai terlihat indikasi potensi pembalikan arah dengan terbentuknya pola double bottom di area support. MACD mulai menunjukkan perbaikan momentum, sementara volume terlihat meningkat, menandakan aktivitas pasar mulai bertambah.

    RSI juga bergerak naik dari area bawah, menunjukkan adanya dorongan beli yang mulai muncul. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,17, stop loss di 0,16, dan take profit di 0,190 dengan estimasi kenaikan sekitar 11,03%.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 13 Maret 2026: Bitcoin Tembus Lagi $71.000!

    Pasar kripto hari ini, Jumat (13/3) kembali menunjukkan pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $71.000, didorong oleh membaiknya sentimen global.

    Salah satu pemicunya adalah wacana dari Donald Trump terkait potensi penangguhan Jones Act, yang dipandang dapat membantu kelancaran distribusi energi dan menurunkan tekanan ekonomi. Selain itu, pelonggaran akses di Selat Hormuz oleh Iran turut meredakan kekhawatiran pasar dan memberikan dorongan bagi aset berisiko seperti kripto.

    Di tengah pemulihan tersebut, sejumlah altcoin mencatat kenaikan signifikan. TURBO memimpin dengan lonjakan 27% hingga mencapai $0,00118. FET juga menguat 16% ke level $0,185759, sementara ENSO naik 15% hingga menyentuh $1,305. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial Saat Pasar Kripto Rebound

    • TURBO melesat 27% dan kini menyentuh angka $0,00118.
    • FET menguat 16% ke posisi harga saat ini $0,185759.
    • ENSO naik tajam 15% hingga mencapai level $1,305.

    Pasar Kripto Pulih Usai Wacana Penangguhan Jones Act oleh Trump

    Bitcoin kembali rebut level psikologis $71.000.
    Sentimen positif dari potensi penghentian Undang-undang Jones.
    Kripto naik setelah Iran longgarkan akses Selat Hormuz.

    Dadakan DRX! Cashback 100% Total Hadiah Rp50 JUTA*

    Trump Serukan Pemangkasan Suku Bunga Darurat Jelang FOMC

    Trump desak Powell segera turunkan suku bunga.
    The Fed Diprediksi tahan suku bunga pada FOMC pekan depan.
    Pemotongan bunga darurat terakhir terjadi pada Maret 2020.

    Dampak Kemenangan AS Atas Iran Terhadap Harga XRP?

    • Harga Ripple volatil di tengah sentimen regulasi.
    • Konflik AS-Iran picu kepanikan pasar dan tekan kripto.
    • Pasar waspada, XRP uji support $1,35.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum di $2.000, Tapi Sinyal Pasar Masih Tarik-Menarik?

    Pergerakan harga Ethereum (ETH) masih berada dalam tekanan meskipun data pasar terbaru menunjukkan mulai munculnya aliran pembelian di pasar derivatif. Indikator on-chain memperlihatkan bahwa aktivitas beli mulai meningkat, namun dominasi pasar antara pembeli dan penjual masih belum menunjukkan arah yang jelas.

    Dilaporkan Crypto Quant, situasi ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase tarik-menarik antara sentimen bullish dan bearish di tengah volatilitas yang tinggi.

    Indikator CVD Tunjukkan Aktivitas Pembelian

    Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat dinamika pasar adalah Cumulative Volume Delta (CVD). Indikator ini mengukur selisih kumulatif antara volume order beli dan order jual di pasar.

    Data dari Binance menunjukkan bahwa Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar level US$2.000 dengan nilai CVD sekitar 31.207 kontrak. Angka tersebut menunjukkan adanya kecenderungan kecil ke arah order beli dibandingkan order jual pada saat pengamatan.

    Namun dalam beberapa bulan terakhir, indikator CVD menunjukkan fluktuasi tajam antara wilayah positif dan negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar Ethereum masih berada dalam kondisi persaingan ketat antara pembeli dan penjual.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, meski buying flow mulai membaik, gambar menegaskan bahwa Ethereum belum benar-benar keluar dari tekanan karena beberapa bulan terakhir masih diwarnai fluktuasi tajam antara dominasi buyer dan seller.

    “Secara onchain dan derivatif, ini berarti demand mulai pulih, tetapi belum cukup kuat untuk menghapus fakta bahwa ETH masih berada di fase rapuh dan tetap butuh konfirmasi lanjutan sebelum bisa dianggap berbalik sehat,” ungkapnya.

    Baca Juga: Vitalik Buterin: Vibe Coding AI Bisa Percepat Roadmap Ethereum

    Korelasi Harga dan Aktivitas Trading

    Selain itu, indikator korelasi harga terhadap CVD dalam periode 30 hari menunjukkan nilai sekitar 0,682. Angka ini tergolong positif dan relatif kuat, yang berarti pergerakan harga Ethereum cukup sejalan dengan aktivitas order beli dan jual di pasar.

    Ketika nilai korelasi berada pada level positif seperti ini, pergerakan harga biasanya mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran yang nyata di pasar, bukan sekadar dipengaruhi oleh faktor likuiditas rendah atau pergerakan eksternal.

    Tekanan Jual Sempat Mendominasi

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Data sebelumnya juga menunjukkan bahwa penurunan harga tajam pada awal 2026 terjadi bersamaan dengan melemahnya momentum CVD. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual saat itu lebih kuat dibandingkan permintaan beli.

    Tekanan tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan harga Ethereum selama periode tersebut.

    Sinyal Awal Pemulihan Permintaan

    Meski demikian, perubahan terbaru pada indikator CVD yang kembali bergerak ke wilayah positif dapat mengindikasikan adanya upaya dari pembeli untuk kembali mengambil kendali pasar.

    Pergerakan ini bisa menjadi sinyal awal meningkatnya permintaan, meskipun arah tren pasar Ethereum secara keseluruhan masih belum sepenuhnya jelas.

    Para analis menilai bahwa selama volatilitas masih tinggi dan dominasi pembeli belum stabil, harga Ethereum kemungkinan akan tetap bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

    Baca Juga: Vitalik Buterin Perkenalkan EIP-8141, Siap Ubah UX Ethereum


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meme Coin Kembali Viral, Sinyal Pasar Kripto Masuk Fase Spekulasi?

    Meme coin kembali menjadi sorotan di pasar kripto seiring meningkatnya perhatian investor terhadap aset digital berbasis komunitas ini. Berbeda dengan banyak proyek kripto lain yang mengandalkan teknologi atau utilitas tertentu, pergerakan harga meme coin lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen komunitas dan penyebaran di media sosial.

    Dilaporkan Crypto Quant, fenomena ini menciptakan pola siklus perhatian (attention cycle) yang sering terlihat dalam pasar kripto, di mana popularitas meme coin dapat melonjak dengan cepat sebelum kembali mereda.

    Meme Coin Didorong Sentimen Komunitas

    Meme coin adalah jenis cryptocurrency yang biasanya lahir dari meme internet, tren online, atau narasi viral di komunitas digital. Permintaan terhadap aset ini sering kali dipicu oleh popularitas di media sosial dan pertumbuhan komunitas, bukan oleh nilai fundamental dari produk atau teknologi.

    Akibatnya, harga meme coin sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Ketika minat publik meningkat, harga dapat melonjak tajam dalam waktu singkat.

    Namun ketika perhatian publik menurun, harga juga dapat terkoreksi dengan cepat, menciptakan pola siklus yang berulang.

    Kapitalisasi Pasar Meme Coin

    Data pasar menunjukkan bahwa sektor meme coin memiliki kapitalisasi sekitar US$31 miliar pada Maret 2026. Meski hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan pasar kripto, sektor ini sempat mengalami pertumbuhan sangat cepat selama periode spekulasi tinggi.

    Pada akhir 2024, kapitalisasi pasar meme coin bahkan pernah melampaui US$150 miliar sebelum kembali turun ketika kondisi pasar mulai mendingin.

    Lonjakan dan penurunan tersebut menunjukkan bagaimana sektor meme coin sangat dipengaruhi oleh siklus minat investor.

    Baca juga: Bukan Meme Coin, 3 Altcoin Generative AI Ini Justru Paling Bersinar

    Aktivitas On-Chain Ikuti Siklus Perhatian

    Data on-chain juga memperlihatkan pola yang serupa. Volume perdagangan meme coin sering meningkat tajam pada tahap akhir kenaikan harga yang signifikan.

    Lonjakan volume ini biasanya mencerminkan meningkatnya minat publik serta fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan investor.

    Dalam banyak kasus, kenaikan harga itu sendiri dapat memicu permintaan tambahan karena semakin banyak investor yang tertarik untuk ikut berpartisipasi di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, pola ini penting karena meme coin sering menjadi barometer psikologi pasar retail: Ketika volume spot dan perhatian sosial melonjak, appetite risiko biasanya ikut memanas.

    “Namun gambar juga menekankan bahwa lonjakan perhatian tidak identik dengan keberlanjutan, jadi fase overhype di meme coin lebih tepat dibaca sebagai indikator spekulasi ekstrem ketimbang fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ungkapnya.

    Indikator Psikologi Pasar Kripto

    Karena sifatnya yang sangat dipengaruhi sentimen, meme coin sering dianggap sebagai indikator psikologi investor dalam pasar kripto.

    Lonjakan aktivitas perdagangan dan interaksi di media sosial sering menandakan meningkatnya selera risiko di kalangan pelaku pasar.

    Sebaliknya, ketika aktivitas tersebut menurun, pasar biasanya memasuki fase yang lebih berhati-hati.

    Risiko di Balik Popularitas Meme Coin

    Meski dapat memberikan peluang bagi sebagian investor, popularitas meme coin juga membawa sejumlah risiko.

    Narasi viral dan momentum komunitas yang kuat tidak selalu mencerminkan keberlanjutan jangka panjang sebuah proyek.

    Dalam periode hype yang tinggi, investor disarankan untuk tetap berhati-hati serta memeriksa informasi terkait proyek, struktur token, dan likuiditas sebelum mengambil keputusan investasi.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cadangan XRP di Bursa Anjlok, Tanda Supply Makin Menipis?

    Data on-chain terbaru menunjukkan cadangan XRP di bursa Binance mengalami penurunan signifikan hingga mencapai level terendah dalam sekitar 10 bulan terakhir. Penurunan ini memicu perhatian analis pasar karena dapat mengindikasikan berkurangnya pasokan XRP yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung di bursa.

    Dilaporkan Crypto Quant, Binance sendiri merupakan salah satu bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, sehingga perubahan cadangan aset di platform tersebut sering dianggap sebagai indikator penting dalam membaca dinamika pasar.

    Cadangan XRP Turun ke Level Terendah Sejak 2025

    Data menunjukkan nilai total cadangan XRP di Binance turun menjadi sekitar US$3,7 miliar pada 10 Maret 2026. Angka ini menjadi level terendah sejak April 2025.

    Metrik cadangan ini dihitung berdasarkan nilai dolar AS dari XRP yang tersimpan di bursa. Karena menggunakan denominasi dolar, perubahan harga XRP juga memengaruhi total nilai cadangan yang tercatat.

    Penurunan cadangan ini melanjutkan tren yang terlihat beberapa hari sebelumnya. Pada 6 Maret 2026, nilai cadangan XRP di Binance masih berada di sekitar US$3,9 miliar.

    Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, penurunan ini cukup signifikan. Pada Januari dan Juli 2025, nilai cadangan XRP di Binance bahkan sempat melampaui US$10 miliar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, penurunan cadangan exchange biasanya mengindikasikan suplai XRP yang siap dijual makin tipis karena koin dipindahkan keluar untuk disimpan lebih lama.

    “Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung bisa berkurang, tetapi pasar tetap akan menunggu apakah penyusutan reserve ini benar-benar diikuti oleh pemulihan harga yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

    Baca juga: Open Interest XRP Anjlok, Tanda Trader Mulai Menyerah?

    Cadangan Tinggi Pernah Diikuti Penurunan Harga

    Menariknya, periode ketika cadangan XRP di Binance berada di level tertinggi tersebut diikuti oleh penurunan harga yang cukup tajam.

    Setelah cadangan mencapai lebih dari US$10 miliar pada 2025, harga XRP kemudian turun lebih dari 60% hingga berada di bawah US$1,20.

    Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa jumlah aset yang tersimpan di bursa dapat berpengaruh terhadap tekanan jual di pasar.

    Cadangan Bursa Jadi Indikator Supply

    Analis sering menggunakan metrik cadangan bursa untuk memperkirakan seberapa besar pasokan aset yang tersedia untuk dijual dalam jangka pendek.

    Ketika cadangan meningkat, hal tersebut biasanya menandakan lebih banyak koin tersedia di bursa dan berpotensi meningkatkan tekanan jual.

    Sebaliknya, ketika cadangan menurun, kondisi ini bisa mengindikasikan bahwa investor memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi atau penyimpanan jangka panjang.

    Jika tren penurunan cadangan terus berlanjut, kondisi ini dapat memperketat likuiditas XRP di bursa dan berpotensi memengaruhi pergerakan harga di masa mendatang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Persaingan Visa vs Mastercard di Dunia Kripto Semakin Panas

    Raksasa pembayaran global Mastercard resmi meluncurkan Crypto Partner Program dengan menggandeng lebih dari 85 perusahaan aset digital. Program ini bertujuan membangun infrastruktur pembayaran baru berbasis kripto, termasuk untuk transfer lintas negara, pembayaran antar bisnis (B2B), dan sistem pembayaran global.

    Dikutip Crypto Briefing, langkah ini menjadi salah satu ekspansi terbesar Mastercard ke dalam ekosistem aset digital, terutama di tengah meningkatnya penggunaan stablecoin yang mulai menantang sistem pembayaran tradisional.

    Mastercard Bangun Ekosistem Pembayaran Berbasis Kripto

    Program kemitraan ini dirancang untuk menghubungkan berbagai pelaku industri kripto, mulai dari bursa aset digital, penyedia wallet, penerbit stablecoin, hingga perusahaan infrastruktur blockchain.

    Semua pihak tersebut akan terhubung melalui platform Mastercard Multi-Token Network (MTN), sebuah jaringan yang memungkinkan penyelesaian transaksi secara real-time menggunakan berbagai jenis aset digital.

    Melalui jaringan ini, bank tradisional dan perusahaan kripto dapat memproses transaksi pada infrastruktur yang sama. Salah satu institusi keuangan besar yang telah terhubung ke jaringan ini adalah JPMorgan Chase, yang menggunakan sistem tersebut untuk penyelesaian transaksi stablecoin.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Mastercard penting karena memperluas legitimasi crypto sebagai komponen infrastruktur pembayaran, bukan hanya aset spekulatif.

    “Jika kolaborasi dengan puluhan mitra ini menghasilkan produk nyata, adopsi crypto di pembayaran global bisa bergerak lebih cepat lewat rel yang sudah dipercaya pengguna dan institusi besar,” jelasnya.

    Lonjakan Penggunaan Stablecoin Dorong Inovasi

    Ekspansi Mastercard ke sektor kripto terjadi di tengah pertumbuhan pesat penggunaan stablecoin di seluruh dunia.

    Pada Februari 2026 saja, volume transaksi stablecoin mencapai sekitar US$1,26 triliun, dengan USDC menyumbang sekitar 70% dari total aktivitas tersebut.

    Secara tahunan, transaksi stablecoin bahkan telah mencapai sekitar US$27,6 triliun sepanjang 2025. Nilai ini disebut telah melampaui total volume transfer yang diproses oleh jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard.

    Selain itu, penggunaan stablecoin untuk pembayaran melalui kartu meningkat tajam. Pada 2025, transaksi kartu berbasis stablecoin mencapai sekitar US$4,5 miliar, meningkat sekitar 673% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Baca juga: Gagal Akuisisi Rp32 Triliun, Mastercard Kini Bidik Investasi Strategis Kripto

    Pembayaran Antar Perusahaan Tumbuh Pesat

    Salah satu segmen yang berkembang paling cepat adalah pembayaran business-to-business (B2B). Nilai transaksi stablecoin untuk pembayaran antar perusahaan kini diperkirakan mencapai sekitar US$226 miliar per tahun.

    Pertumbuhan ini mencapai sekitar 733% secara tahunan, menunjukkan bahwa stablecoin mulai digunakan dalam aktivitas bisnis nyata seperti pembayaran vendor, pengiriman dana lintas negara, dan pengelolaan kas perusahaan.

    Mastercard menilai teknologi ini dapat mempercepat proses pembayaran global yang selama ini masih bergantung pada sistem perbankan koresponden yang memakan waktu tiga hingga lima hari.

    Dengan stablecoin, pembayaran lintas negara berpotensi diselesaikan dalam hitungan detik.

    Persaingan Raksasa Pembayaran Semakin Ketat

    Mastercard bukan satu-satunya perusahaan pembayaran global yang berinvestasi dalam teknologi kripto.

    Visa juga telah memperluas layanan penyelesaian transaksi stablecoin ke lebih dari 40 negara, dengan volume penyelesaian yang mencapai sekitar US$3,5 miliar pada 2025.

    Di sisi lain, pasar stablecoin juga semakin kompetitif dengan munculnya berbagai penerbit baru. Ripple telah meluncurkan stablecoin RLUSD, sementara SoFi memperkenalkan SoFiUSD yang menjadi stablecoin pertama dari bank nasional di Amerika Serikat.

    Meski demikian, USDC yang diterbitkan oleh Circle masih menjadi salah satu stablecoin terbesar di pasar.

    Stablecoin Jadi Infrastruktur Keuangan Baru

    Dengan semakin banyak perusahaan besar yang mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem pembayaran mereka, teknologi ini mulai dipandang sebagai bagian dari infrastruktur keuangan global.

    Mastercard menilai bahwa masa depan pembayaran global akan melibatkan kombinasi sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

    Melalui kemitraan dengan puluhan perusahaan kripto, Mastercard berharap dapat membangun jaringan pembayaran baru yang lebih cepat, efisien, dan dapat diakses secara global.

    Baca juga: Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com