Tag: 2021

  • Riset: Hanya 4,2 Juta Bitcoin yang Likuid, Tanda Kenaikan Besar Lagi?

    Perusahaan peneliti Glassnode mengungkapkan bahwa hanya 4,2 juta Bitcoin (BTC) yang bersifat likuid dari 18,5 juta BTC saat ini yang beredar (circulating supply). Selebihnya, sekitar 14,5 juta BTC bersifat “tidak likuid”, karena di-hold.

    “Likuiditas Bitcoin didefinisikan sebagai nisbah (ratio) rata-rata BTC yang diterima dan dikirim oleh pemiliknya. Saat ini, sekitar 14,5 juta BTC masuk golongan tidak likuid, sehingga hanya 4,2 juta BTC yang beredar secara konstan dan tersedia untuk diperdagangkan,” jelas Glassnode.

    Baca Juga: Ini Alasannya Kalian Harus Masukkan Bitcoin Sebagai Investasi di 2021

    Pernyataan Glassnode mengindikasikan, bahwa tekanan jual terhadap Bitcoin mungkin akan semakin kecil. Dari 14,2 juta BTC itu pula, yang disebut tidak likuid, sebagian bisa saja tidak dapat diakses karena pemiliknya lupa private key atas wallet-nya, atau pula bisa saja sang pemilik sudah meninggal dunia alias “aset beku”.

    Protokol Bitcoin memiliki keunggulan sistem yang terbukti secara matematis serta memungkinkan jumlah unit BTC menjadi langka. Satoshi Nakamoto menentukan batas pasokan maksimal hanya 21 juta BTC, dan saat ini beredar sekitar 18,5 BTC.

    Soal pasokan Bitcoin, periset dari perusahaan analisis Glassnode menyebutkan, bahwa jumlah BTC yang likuid dan tidak likuid.

    Data tersebut menemukan bahwa sekitar 78 persen dari pasokan beredar Bitcoin tidak likuid dan hanya 4,2 juta BTC yang beredar secara konstan.

    Kendati bursa-bursa aset kripto memiliki jumlah Bitcoin banyak untuk diperjualbelikan, menurut Glassnode, 78 persen dari pasokan beredar saat ini bersifat tidak likuid.

    Maksudnya adalah, besaran 78 persen itu tidak tersedia untuk dibeli, menandakan sentimen positif dari investor, sebab sebagian besar BTC disimpan sehingga mengurangi tekanan jual.

    Data on-chain menandakan tren positif di harga aset kripto saat ini didorong oleh isu likuiditas.

    Selama setahun terakhir, lembaga keuangan besar dan pengelola hedge fund ternama membeli Bitcoin dalam jumlah banyak.

    Daftar perusahaan dengan Bitcoin dalam perbendaharaannya meningkat pesat tahun ini, di mana 29 perusahaan tenar membeli total 1,1 juta BTC untuk disimpan sebagai aset cadangannya agar nilai uangnya tidak tergerus pelemahan nilai dolar AS.

    Periset Glassnode menambahkan, selama tahun 2020, total 1 juta BTC menjadi tidak likuid. Ini menandakan semakin banyak investor yang menyimpannya. Hal ini dapat ditafsirkan, bahwa bull run saat ini tampaknya didorong oleh krisis likuiditas. Dan berlanjut pada awal tahun 2021 ini.

    Glassnode menyimpulkan jumlah Bitcoin likuid dan tidak likuid dalam peredaran memiliki tautan jelas dengan pasar Bitcoin.

    Data menunjukkan, sejak tahun 2017 pasokan Bitcoin tidak likuid menggelembung lebih dari Bitcoin yang diterbikan oleh para penambang. Pola ini sebelumnya terjadi pada bull market tahun 2017 silam.

    Menurut data Bituniverse yang bersumber dari Peckshield, Etherscan dan Chain.info, bursa-bursa aset kripto menyimpan lebih sedikit Bitcoin dibanding tahun lalu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 10 Prediksi Cryptocurrency di 2021

    Sepanjang tahun 2020 Bitcoin dan aset crypto lain terpantau meraih kenaikan harga yang cukup mengesankan, adopsi crypto pun semakin meningkat dengan banyaknya pemain institusi yang bergabung. Adanya deFi membuat banyak proyek crypto dengan berbagai solusi menarik muncul. Tahun 2020 bisa dibilang salah satu tahun terbaik bagi cryptocurrency. Lalu bagaimana cryptocurency di 2021 nanti?

    Baca Juga: Langganan Streaming Spotify Akan Bisa Dibayar Dengan Bitcoin

    Berikut ada 10 prediksi cryptocurrency di 2021.

    1. Cina Memimpin CBDC

    Seperti yang diprediksi tahun lalu, 2020 adalah tahun  untuk mata uang digital bank sentral (CBDC). Dengan 80% bank sentral aktif di CBDC dan tekanan tak terlihat dari Libra yang sekarang disebut sebagai Diem, yang diharapkan segera diluncurkan,  dan diharapkan melihat banyak perkembangan baru di ruang ini.

    Semua mata di tahun 2021 akan tertuju pada China karena terus bergerak maju dengan renminbi digitalnya (disebut DC / EP), yang membangun fondasi dalam hal masa depan uang. Dalam fase percontohan terakhirnya, lebih dari 2 miliar RMB bernilai (US$ 300 juta) ditransaksikan melalui 4 juta transaksi menggunakan RMB digital.

    2. Lembaga Keuangan Tradisional Lirik Bitcoin

    2020 adalah tahun yang luar biasa ketika menyangkut masuknya pemain institusional di ruang crypto. Contohnya seperti JPMorgan dan Standard Chartered. Diperkirakan ini akan meningkat pada tahun 2021 karena banyak bank mulai mempublikasikan paket crypto mereka contohny adalah DBS Singapura.

    Baca juga: Bank Terbesar Asia Tenggara, DBS Singapura Luncurkan Bursa Pertukaran Crypto

    Meskipun bank investasi adalah pemain paling aktif sejauh ini,  bank swasta juga menarik untuk diperhatikan. Kemungkinan akan ada bank swasta yang berpandangan ke depan untuk beradaptasi dan melihat kripto sebagai tawaran pembeda untuk  menggaet lebih banyak klien.

    3. Kejelasan pajak crypto

    Menurut “Laporan Crypto Global PWC”, semakin banyak otoritas pajak di seluruh dunia yang menyediakan panduan pajak crypto yang eksplisit.  Hal ini berdampak positif bagi industri karena kejelasan pajak penting untuk memberikan kenyamanan bagi investor institusi.

    4. Crypto Unicorn Menjadi Crypto Octopus

    Terlepas dari krisis ekonomi, tahun 2020 adalah tahun yang mengesankan untuk M&A crypto. Data menunjukkan nilai total crypto M&A dalam enam bulan pertama  2020 telah melampaui total dari 2019, dengan ukuran kesepakatan rata-rata meningkat dari $19,2 juta menjadi $45,9 juta.

    Diprediksi akan ada peningkatan aktivitas M&A crypto  di 2021, terutama dengan crypto unicorn yang semakin menjadi gurita crypto. Persentase aktivitas kesepakatan M&A crypto pun sejauh ini  terus meningkat  dan bergeser dari Amerika, dengan 57% transaksi terjadi di negara-negara Asia-Pasifik, dan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika pada paruh pertama tahun ini, naik dari 51% pada 2019 dan 43% pada 2018.

    5. Semua Kalangan Makin Mudah Beli Bitcoin

    Meningkatnya minat terhadap Bitcoin baik dari kalangan individu dan investor ritel diperkirakan akan terus berlanjut tahun depan, kemudian semakin banyaknya bursa yang menyediakan layanan jual beli Bitcoin dengan deposit yang murah dan cepat pun akan sangat membantu bagi masyarakat untuk mulai beli Bitcoin. Dengan begitu maka tidak mengherankan jika masyarakat akan semakin mudah mendapatkan Bitcoin.

    6.  Dana lindung Nilai Tradisional Beralih ke Kripto

    Pada tahun 2020, hedge fund yang besar, dari Guggenheim hingga Renaissance Technologies, secara serius mempertimbangkan untuk memasuki ruang cryptocurrency, sementara beberapa manajer hedge fund publik terkemuka, dari Paul Tudor Jones hingga Stanley Druckenmiller, menjadi berita utama dengan membicarakan bitcoin sebagai penyimpan nilai.

    Dengan banyaknya pertukaran kripto yang teregulasi dan berfokus pada institusional yang sekarang dengan senang hati melayani dana tersebut, serta solusi pialang utama kripto. Maka dari itu diprediksi akan ada potensi ledakan dalam perdagangan kripto dengan dana lindung nilai tradisional pada tahun 2021.

    7. Pertukaran Derivatif Crypto Tumbuh

    Prediksi cryptocurrency 2021 lainnya adalah pertukaran derivatif akan menjadi area yang harus diperhatikan. Minat terbuka pada bitcoin berjangka di CME baru-baru ini mencapai rekor tertinggi dan akan menjadi barometer yang baik untuk minat investor di masa mendatang.

    8. Industri Crypto Makin Profesional

    Banyak pengusaha crypto generasi pertama berasal dari latar belakang teknologi. Tetapi sekarang, banyak perusahaan crypto yang membawa individu dengan latar belakang layanan keuangan institusional untuk menjalankan bisnis mereka, contoh terbaru dari perusahaan crypto seperti BitMEX hingga usaha baru seperti Diem.

    Diharapkan tren ini meningkat pada tahun 2021 apalagi dengan pasar Crypto yang  tidak pernah tidur, perusahaan beroperasi 24/7 dan industri berkembang berkali-kali lebih cepat daripada layanan keuangan tradisional, yang berarti para eksekutif yang terjun ke dunia crypto harus beroperasi luar zona nyaman mereka.

    9. Peraturan Baru yang Mengarahkan DeFi

    Pada tahun 2021, DeFi kemungkinan akan tumbuh lebih jauh. Meskipun kecil kemungkinan ada minat minat investor institusional di sektor ini, kelompok orang yang berdedikasi dari komunitas crypto yang bekerja di bidang yang menarik ini akan terus membuat terobosan.

    Baca juga: Apa Itu DeFi ? (Pahami DeFi dalam Waktu 3 Menit!)

    10. Stablecoin Punya Peran Lebih Besar dalam Transaksi Lintas Batas

    2020 adalah tahun rekor bagi stablecoin. Dengan aset yang tumbuh dari kurang dari $5 miliar di awal tahun menjadi lebih dari $25 miliar pada bulan Desember, momentum ini diharapkan akan berlanjut di tahun 2021. Data menunjukkan penggunaan stablecoin sudah meningkat di koridor tertentu, seperti antara Amerika Latin dan Asia Tenggara misalnya, di mana pedagang menggunakan stablecoin untuk menyelesaikan transaksi, sepenuhnya melewati jalur perbankan tradisional dalam prosesnya. Di tahun 2021, akan menarik untuk melihat apakah tren ini berlanjut.

    Itu dia prediksi cryptocurrency di 2021 nanti, sekali lagi ini hanya merupakan prediksi dan bukan merupakan acuan utama. Apakah prediksi cryptocurency 2021 ini tepat? Kita masih harus menunggu waktu untuk menjawabnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengamat: Bitcoin Bisa Kembali Sentuh $20,000 Awal Tahun Depan

    Sejumlah pengamat aset kripto sepakat, bahwa penguatan hebat Bitcoin selama beberapa pekan terakhir akan diikuti oleh penguatan lebih hebat di masa mendatang. Pengamat lain malah meramalkan Bitcoin bisa kembali sentuh US$20 ribu pada tahun ini atau awal tahun 2021.

    “Pada dasarnya, Bitcoin saat ini jauh lebih kuat daripada tiga tahun lalu, karena sejumlah faktor. Misalnya halving , peningkatan adopsi institusi, penggunaan dalam transaksi barang dan jasa, termasuk perusahaan publik AS yang berinvestasi di Bitcoin, kemudian PayPal yang menyediakan layanan jual-beli aset kripto,”kata Nicholas Pelecanos dari NEM, dilansir dari Forbes, 7 November 2020.

    Kata Pelecanos lagi, secara historis, Bitcoin berkinerja sangat baik pada akhir dan awal tahun. Jadi, dia tidak akan terkejut jika Bitcoin bisa harga tertinggi sepanjang massa, [yakni US$20 ribu] pada tahun ini atau di awal 2021.

    Pengamat lain, yakni Glen Goodman, menyoroti data terbaru dari Google Trends yang mencerminkan minat pencarian terhadap Bitcoin yang sedang melonjak, dibandingkan jauh beberapa pekan yang lalu.

    Dalam rentang 90 hari yang terakhir secara global, sejak 8 Agustus 2020 hingga 17 Oktober 2020, tren minat cenderung menurun, dari skor 74 menjadi 45. Namun, setelah medio Oktober 2020 itu, minat naik drastis, menjadi 100, sebagai skor tertinggi pada data Google Trends.

    Bagi Goodman, data itu mencerminkan arus minat pengguna Bitcoin dari kalangan retail. Bahkan ia mengakui itu sangat bagus bagi pasar Bitcoin, daripada lebih banyak dari kalangan institusi atau arus utama.

    “Orang yang terlambat datang ini adalah ‘tangan lemah’ yang cenderung panik dan menjual saat tanda bahaya pertama. Ini adalah fenomena yang sama yang kita lihat di semua pasar aset, bukan hanya aset kripto. Perkembangan Bitcoin dan aset kripto lain yang lambat dan stabil justru akan menghasilkan kenaikan harga yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

    Sebelumnya, nada prediksi serupa datang dari Mike McGlone, Analis di Bloomberg Intelligence pada 5 November 2020 lalu, melalui satu kajian khusus dan mendalam.

    Ia memrediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai lebih dari US$35 ribu per BTC pada tahun 2021, berbanding harga 3 November 2020, US$13.700 per BTC.

    “Pasokan tahunan Bitcoin akan turun menjadi kurang dari 2 persen pada tahun depan. Jika Bitcoin Halving sebelumnya berfungsi sebagai penunjuk arah, maka pada tahun 2021 akan menjadi tahun naik yang kuat. Jika Bitcoin naik hanya seperempat dari sekitar 1.375 persen pada tahun 2017, tahun setelah pasokan harian Bitcoin baru turun menjadi 1.800 BTC, maka harga Bitcoin akan melebihi US$35.000 pada tahun 2021 berbanding sekitar US$13.700 per BTC pada 3 November 2020,” tegas McGlone, 4 November 2020.

    Volatilitas Rendah Berdampak Positif
    McGlone juga menyoroti pengaruh volatilitas Bitcoin yang rendah terhadap apresiasi harga Bitcoin yang tinggi.

    bitcoin kembali sentuh $20,000
    Tingkat volatilitas harga Bitcoin yang semakin rendah, sejak tahun 2010. Sumber: Bitinfocharts.com.

    Volatilitas Bitcoin yang menurun yang berbanding terbalik dengan aset lain menunjukkan bahwa Bitcoin semakin unggul dan lebih cenderung terapresiasi jika pola masa lalu adalah panduannya. Grafik kami menggambarkan volatilitas Bitcoin 180 hari turun mendekati titik terdalam 2015, di sekitar 36 persen. Dan untuk pertama kalinya jatuh di bawah Indeks Saham Nasdaq 100. Dari Oktober 2015, ketika volatilitas mencapai titik terendah 2017, Bitcoin meningkat sekitar 8.000 persen,” tulis McGlone menyiratkan penguatan harga Bitcoin yang terus menerus.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Penarikan Dana PIP, Ketahui 4 Langkahnya!


    Jakarta

    Program Indonesia Pintar (PIP) yang digelontorkan oleh Pemerintah dicairkan setiap tiga bulan sekali. Untuk menilai efektivitas PIP, sejumlah peneliti juga telah melakukan riset.

    Dikutip dari situs Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puslapdik Kemendikbudristek), tiga penelitian menunjukkan PIP cenderung membuat peserta didik terhindar dari putus sekolah.

    Nah, detikers ada yang belum tahu cara menarik dana PIP?


    Cara Penarikan Dana PIP

    Dikutip dari unggahan Instagram Puslapdik Kemendikbudristek, berikut ini cara penarikan dana PIP:

    1. Pastikan rekening tabungan memiliki status aktif dan dana PIP telah masuk ke rekening.
    2. Besaran penarikan dana, sesuaikan dengan kebutuhan siswa.
    3. Penarikan dana PIP mengikuti prosedur dan ketentuan dari bank penyalur.
    4. Penarikan dana PIP Dikdasmen dilakukan lewat buku tabungan dan kartu debit.

    Riset Tunjukkan Penerima PIP Cenderung Terhindar Putus Sekolah

    1. Riset 1

    Berdasarkan riset berjudul “Efektivitas Program Indonesia Pintar terhadap Partisipasi Sekolah di Kawasan Barat dan Timur Indonesia” oleh Fitri Mulyani dkk dari Universitas Andalas, siswa penerima PIP dari wilayah barat cenderung 15 kali lebih besar untuk tetap sekolah. Sementara, siswa di wilayah timur 11 kali lebih besar untuk tetap sekolah.

    Data diambil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik 2021. Sampel diambil dari 451.393 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

    2. Riset 2

    Pada penelitian oleh Nimas Anggara Samalo dan Thia Jasmina bertajuk “The Effect of Educational Cash Transfer for Students from Low”, terlihat bahwa PIP dapat menurunkan jumlah siswa putus sekolah. Mereka menganalisis pengaruh PIP pada siswa miskin dan rentan miskin sebelum dan setelah COVID-19.

    Pada penelitian terhadap 112.004 siswa itu, peneliti menyebut PIP memberi pengaruh berbeda terhadap setiap jenjang pendidikan.

    Sebelum COVID-19, PIP dapat menurunkan jumlah siswa putus sekolah di jenjang SD dan SMP, tetapi tidak berpengaruh pada siswa SMA. Sementara pada 2021 atau selama COVID-19, PIP menurunkan angka putus sekolah di tingkat SMP dan SMA, tetapi tidak berpengaruh pada tingkat SD.

    3. Riset 3

    Pada studi lainnya yang berjudul “Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah” oleh Abdul Hakim dari Badan Pusat Statistik Aceh, siswa yang orang tuanya berpendidikan SMP ke bawah, tidak memperoleh PIP, dan anggota rumah tangganya 6 orang, aktivitas anak bekerja, rumah tangga miskin, dan tinggal di desa, punya kemungkinan putus sekolah 51,60 persen.

    Kendati begitu, dari seluruh faktor tersebut, yang paling dominan dengan nilai odds ratio sebesar 4,838 adalah kepemilikan PIP. Artinya anak yang tak memiliki PIP punya kecenderungan putus sekolah 4,838 kali daripada anak yang memiliki PIP.

    Sampel riset ini juga mengacu data Susenas. Peneliti mengolah data 11.463 anak usia SD, SMP, dan SMA berusia 7-18 tahun dengan analisis regresi logistik.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Situs Sokoliman, Saksi Bisu Kehidupan Purba di Gunungkidul



    Gunungkidul

    Situs Sokoliman di Gunungkidul menjadi saksi bisu kehidupan manusia purba di masa lalu. Mari mengenal lebih dekat situs ini.

    Bukti kehidupan zaman batu besar atau megalitikum masih dapat dijumpai hingga saat ini di Situs Sokoliman. Ada temuan-temuan yang identik dengan masa itu.

    Mengutip laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), zaman megalitikum diperkirakan sudah ada sejak 3.500 tahun sebelum masehi. Zaman ini, menjadi periode akhir dari zaman batu.


    Megalitikum juga disebut sebagai zaman batu besar. Itu karena produk yang dihasilkan zaman ini menggunakan batuan-batuan besar, contohnya menhir, dolmen, kubur peti batu, sarkofagus, waruga, punden berundak, dan patung-patung.

    Mengutip Jurnal Penelitian Arkeologi Kemendikbud Ristek dan laman resmi Kabupaten Gunungkidul, Situs Sokoliman ditemukan pada tahun 1934 saat masa kolonial Belanda. Keberadaan situs ini diketahui setelah dilakukan penelitian awal oleh J.L. Moens dan Van der Hoop.

    Pada awalnya, kedua orang Belanda itu melaporkan adanya bekal kubur yang berbentuk manik-manik, alat-alat besi, fragmen gerabah dan benda-benda perunggu di kawasan Dusun Gunungbang, Desa Bejiharjo, Gunungkidul. Di tempat itu, juga ditemukan beberapa kubur batu yang sampai sekarang masih berada di sana.

    Sekitar tahun 1960-an, dilakukan penelitian lanjutan yang melibatkan tenaga lokal. Kemudian, pada tahun 1982, Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) yang kini bernama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menerbitkan hasil pemetaan situs kepurbakalaan Desa Sokoliman dan Gunungbang, termasuk pemetaan di Dusun Sokoliman I dan Sokoliman II.

    Sebelum adanya penelitian-penelitian purbakala itu, masyarakat di sekitar Situs Sokoliman telah menyadari keberadaan batu-batu besar tersebut dan dinamai sebagai Kramat Budo. Keberadaan batuan di sana juga menjadi cikal bakal nama Sokoliman, yaitu adanya lima batu menjulang seperti tiang (soko).

    Situs bersejarah di GunungkidulSitus Sokoliman di Gunungkidul Foto: Pradito Rida Pertana

    Meski disadari keberadaannya, batuan-batuan besar di area itu tidak lantas diistimewakan. Tak jarang warga yang baru pulang dari bertani menjadikan batuan-batuan itu sebagai lap kaki untuk menghilangkan tanah yang menggumpal.

    Akan tetapi, kini warga telah menyadari nilai sejarah yang terkandung di batu-batu besar Sokoliman. Seiring waktu juga situs ini menjadi tempat pengumpulan batuan-batuan zaman megalitikum yang ditemukan di wilayah lain Gunungkidul. Situs Sokoliman pun menjadi tempat wisata edukasi yang dapat dikunjungi masyarakat umum.

    Benda Cagar Budaya di Situs Sokoliman

    Situs Sokoliman telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya bernomor registrasi 3403092001.4.2021.72. Kepemilikan situs ini berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

    Di dalam Situs Sokoliman, terkumpul berbagai benda-benda peninggalan zaman megalitikum yang identik dengan pemujaan dan penguburan. Berikut beberapa benda cagar budaya di Situs Sokoliman:

    1. Arca Menhir Sokoliman

    Menhir adalah batu tegak yang umumnya ditancapkan dengan posisi berdiri sebagai objek pemujaan. Menhir dikenal juga dengan istilah batu mayat, batu bedil, batu tegak, dan batu meriam.

    Arca menhir Sokoliman berbentuk bulat pejal memanjang dengan permukaan, terutama pada bagian badan, leher, dan muka, dipahat sangat halus. Secara visual, arca ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu badan dan kepala dengan keseluruhannya sepanjang 357 cm, lebar 40 cm, dan diameter 126 cm.

    Situs bersejarah di GunungkidulSitus Sokoliman di Gunungkidul Foto: Pradito Rida Pertana

    Penemuan batu yang diduga batu menhir ini berawal dari laporan seorang warga bernama Parjiyo yang juga juru kunci kompleks makam desa setempat.

    Ia menemukan batu menhir saat membuat lubang galian makam. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada juru pelihara Situs Sokoliman, Sugito, dan selanjutnya diteruskan ke kantor BPCB DIY melalui laporan tertulis tertanggal 6 Oktober 2016.

    2. Kubur Peti Batu D 24

    Kubur Peti Batu adalah kuburan masa kebudayaan megalitikum yang berbentuk liang lahat dengan diberi lantai batu tipis. Dinding kubur peti batu terdiri dari dua sisi batu panjang dan dua batu pipih yang pendek ujungnya, serta selembar batu pipih lain sebagai penutup.

    Dinding kubur peti batu D 24 sisi timur memiliki ukuran panjang 131 cm dan lebar 57 cm, serta ketebalan 13 cm. Sementara, dinding sisi selatan memiliki panjang 89 cm, lebar, 55 cm, dan ketebalan 13 cm.

    Kubur peti batu di Situs Sokoliman ini ditemukan dari hasil ekskavasi yang dilakukan oleh Van der Hoop, bersamaan dengan penemuan area ini sebagai situs purbakala.

    Dalam beberapa penelitian lanjutan, hasil analisa terhadap temuan tulang manusia mengidentifikasi setidaknya ada 4 atau 5 individu dalam kubur peti batu ini.

    3. Fragmen Menhir D 12g

    Fragmen Menhir D 12g ditemukan di pekarangan halaman rumah seorang warga bernama Sugito. Batu ini, semula berada di atas tanah tegalan dekat kandang sapi milik warga lain bernama Mento Pawiro (Mento Simin).

    Pada tahun 2009 dan tahun 2017, BPCB DIY melakukan kegiatan inventarisasi yang dilanjutkan dengan pemetaan temuan benda megalitikum yang berada di luar Penampungan Sokoliman. Fragmen batu itu kemudian dipindahkah ke situs Sokoliman.

    Dari penuturan Sugito, fragmen menhir D 12g ini mengalami kerusakan dari saat penemuan awal. Ketika diinventarisasi pada 2009, ukuran panjang fragmen menhir D 12g adalah 1 meter, tetapi saat ini hanya tersisa 84 cm.

    Selain ketiga batuan di atas, masih ada banyak batuan peninggalan masa megalitikum yang dapat dijumpai di Situs Sokoliman. Berdasarkan data inventarisasi BPCB DIY, ada sedikitnya 5 buah kubur batu (insitu), 7 buah papan kubur batu, dan 137 buah batu menhir di Sokoliman.

    Cara Menuju ke Sini dan Harga Tiket

    Situs Sokoliman berada di Padukuhan Sokoliman II, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Lokasinya terletak pada 20 kilometer timur laut pusat Kota Wonosari, dekat dengan wisata Gua Pindul.

    Bagi yang memulai berkendara dari Jogja, Situs Sokoliman berada pada jarak 45 kilometer ke arah tenggara. Wisatawan dapat berkendara mengikuti Jalan Jogja-Wonosari kemudian mengambil jalur kiri ketika sampai di persimpangan Sambipitu Patuk ke arah Nglipar.

    Wisatawan perlu berkendara sekitar 20 kilometer lagi untuk bisa sampai situs Sokoliman. Untuk masuk ke situs ini, wisatawan perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Akan tetapi, harga tiket tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.

    Oleh karena itu, pengunjung dapat memeriksa tarif pastinya di lokasi secara langsung. Di sana juga telah disediakan pemandu atau juru pelihara situs yang akan mengajak wisatawan mengelilingi Situs Sokoliman.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Saung Ciburial, Dulu Miskin, Kini Mendunia!



    Jakarta

    Dari pelosok terpencil hingga panggung nasional, Desa Sukalaksana di Garut, Jawa Barat menulis ulang kisahnya. Sebuah desa yang dulu menjadi kantong kemiskinan, kini menjelma menjadi destinasi wisata ‘Desa BRILian’ yang menginspirasi. Bagaimana bisa?

    Udara segar pegunungan menyambut di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat. Desa itu berjarak sekitar 10 km dari jantung kota Garut. Dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial, tempat ini menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang asri. Keasrian desa itu dulu tidak bikin warganya berkecukupan.

    Ya, Desa Sukalaksana adalah desa tertinggal dulu. Namun, berkat ide kreatif Kepala Desa Oban Sobana dan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank BRI, desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata yang memikat.


    “Dulu desa ini bisa disebut desa miskin di Garut,” kata Siti Julaeha, pengelola Bumdes Desa Sukalaksana, kepada detikcom.

    Desa itu merupakan pemekaran, namun bukan berada di sisi jalan utama. Nah, Kades Oban menyadari desa itu harus mampu membiayai operasional dengan potensi yang dimiliki. Dia berguru ke Yogyakarta, tepatnya ke Desa Petingsari. Pulang dari Desa Petingsari, Oban langsung mempraktikkan apa yang didapatkan dari Jogja itu; membangun Desa Sukalaksana menjadi desa wisata.

    “Desa wisata enggak usah kita buat yang aneh-aneh, sesuatu yang diada-adakan, kenapa kita tidak coba kalau di sini (memiliki potensi desa) dan kita kembangkan, itu sebenarnya inspirasi pertamanya,” ujar Siti.

    Oban dan Bumdes serta warga lokal menyepakati untuk memanfaatkan rumah khas desa itu, rumah palupuh, yang kemudian dibangun sebagai ikon desa komplet dengan sumber mata air bernama mata air Ciburial di belakangnya.

    Desa Seukalaksana itu kemudian juga dikenal sebagai Desa Saung Ciburial. Untuk mengembangkan pariwisata, desa itu mengusung konsep natural. Kemudian, dikembangkan pula kearifan lokal yang autentik, mulai dari perkebunan sawi yang terkenal, budidaya domba Garut, hingga teh kewer dan kopi.

    “Lebih pure menyajikan tentang desa,” kata Siti.

    Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan tradisional anak-anak, pencak silat Gajah Putih yang mendunia, dan berbagai kerajinan lokal.

    Kini, Desa Wisata Saung Ciburial dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukalaksana.

    BRI turut berperan penting dalam pengembangan desa wisata ini. Bantuan yang diberikan berupa peralatan, dana, dan pendampingan.

    “BRI mulai datang sekitar sebelum pandemi 2019-an,” kata Siti.

    Dukungan ini sangat membantu, terutama dalam pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Istimewanya lagi, Desa Sukalaksana menyabet predikat juara 1 Desa BRILian 2021.

    Desa Sukalaksana memiliki luas wilayah 203.426 hektare dengan jumlah penduduk 4.991 jiwa (data 2021). Keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial menjadi bukti bahwa potensi desa dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    (fem/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ekosistem Pendidikan Indonesia: Bodoh Serasa Pintar



    Jakarta

    Pendidikan adalah hal fundamental setiap individu. Pendidikan yang identik dengan pengetahuan tentu saja merupakan salah satu faktor utama kesejahteraan. Dalam setiap individu, keluarga, kelompok masyarakat bahkan negara pendidikan harus menjadi hal yang mendapat perhatian khusus. Pendidikan yang baik akan menghasilkan manusia yang baik, manusia yang baik akan menciptakan kehidupan yang baik.

    Dalam hal menciptakan pendidikan yang baik tentunya ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah aktor pendidikan seperti guru, pelajar, personel sekolah, personel intitusi yang menaungi sekolah dan lainnya. Merekalah yang menjadi penggerak segala instrumen pendidikan yang ada.

    Dan pengaruh aktor pendidikan sangat besar dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Sebagus apapun fasilitas pendidikan, sebanyak apapun dana untuk pendidikan jikalau terdapat masalah dalam aktor pendidikan maka harapan yang diinginkan tidak akan dapat tercapai.


    Aktor pendidikanlah yang menciptakan ekosistem pendidikan. Negara maju lahir karena pengelolaan pendidikan yang baik. Selain dukungan dalam bentuk fasilitas dan finansial tentu saja peningkatan kualitas aktor pendidikan sangat diperhatikan oleh negara-negara maju. Lantas apa permasalahan pendidikan Indonesia sehingga belum bisa meraih pencapaian seperti negara-negara lainnya? Apakah ada yang salah dengan aktor pendidikan di Indonesia?

    Salah satu permasalahan ekosistem pendidikan di Indonesia adalah budaya belas kasih yang berlebihan. Sejak pendidikan dasar setiap siswa seperti sudah terjamin kelulusannya. Sangat jarang kita dapati siswa yang tidak naik kelas atau tidak lulus dari sekolah. Akan tetapi apakah nilai yang diberikan sesuai dengan pencapaian yang di raih dalam pembelajaran? Bahkan di bangku sekolah menengah pun ada siswa yang tetap diluluskan walaupun jarang masuk kelas.

    Namun, timbul juga pertanyaan. Bukankah tetap ada perbedaan nilai antara yang memang layak dan tidak layak? Bukankah nilai yang diberikan kepada siswa yang tidak mahir adalah nilai pas-pasan? Artinya setiap siswa tetap mendapatkan nilai sesuai dengan kemampuan dan haknya.

    Jika kriteria ketuntasan minimal di salah satu sekolah adalah 60 dan siswa yang bahkan jarang masuk kelas diberikan nilai 60, apakah benar penguasaan materi dari siswa tersebut adalah 60% dari 100% yang disampaikan oleh guru? Padahal pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan mungkin tidak sampai 50% dari seluruh materi.

    Walaupun angka di ujian semester menunjukkan fakta yang sebenarnya akan ketidakmampuan dari siswa, di akhir cerita angka rapor tetap berbeda. Dan lulus dari sebuah mata pelajaran, mendapatkan pengakuan bahwa menguasai mata pelajaran adalah hal yang sangat mudah untuk didapatkan.

    Hal seperti inilah yang membuat anak-anak Indonesia merasa pintar dalam kebodohannya. Sejak kecil memang sudah didukung untuk mendapatkan validasi palsu. Pengakuan di atas ketidakmampuan. Bahkan di jenjang perguruan tinggi pun hal ini juga dapat kita jumpai.

    Ekosistem seperti ini sudah terasa normal di Indonesia. Terlebih lagi sejumlah institusi pendidikan sengaja meninggikan nilai dari siswa-siswanya untuk akreditasi sekolah. Lengkaplah sudah ekosistem negatif yang ada di pendidikan Indonesia. Dan tentunya ekosistem negatif ini tercipta oleh para aktor pendidikan.

    Ketika masa belajar telah usai, barulah dampak negatifnya tampak kontras. Ketidaktahuan dalam sejumlah pengetahuan dan ketidakmampuan dalam praktik di dunia kerja. Dan nilai-nilai yang ditorehkan di atas kertas tidaklah berarti apa-apa setelahnya. Mental serba mudah yang dipupuk sejak kecil akan membentuk manusia malas yang enggan berusaha lebih. Ini juga merupakan salah satu penyebab masyarakat Indonesia memiliki mental konsumtif.

    Tentunya karakter seperti ini menyebabkan lambatnya bahkan mundurnya perkembangan individu. Dan jumlah individu yang banyak berdampak langsung kepada negara. Pola pikir masyarakat yang terbelakang menciptakan negara yang tertinggal sedangkan pola pikir masyarakat yang cerdas menciptakan negara yang maju.

    Jika Indonesia ingin menjadi negara maju maka pendidikan harus menjadi salah satu fokus utama. Permasalahan utama pendidikan seperti ekosistem pendidikan yang tidak baik harus dibenahi hingga tuntas.

    Normalisasi pemberian nilai yang tidak sesuai dengan kemampuan adalah hal negatif jangka panjang yang harus dilawan. Kesadaran setiap aktor pendidikan adalah penentu perubahan ini. Dan mari kita tolak normalisasi ini mulai dari diri dan lingkungan kita demi Indonesia yang terpelajar.

    *) Faiz Arhasy, pelajar diaspora Indonesia, Awardee Turkiye Scholarship 2021 dan Erasmus+2024 Polandia
    *) Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com