Tag: 2022

  • BlackRock: Tahun 2022 adalah Tahun Besar untuk Metaverse

    Blackrock menduga tahun 2022 merupakan tahun besar bagi metaverse. Perusahaan teknologi besar menggelontorkan investasi di sektor ini. Perangkat Augmented Reality (AR) dan teknologi 5G turut mendorong pertumbuhan.

    Kendati demikian, kepala ekuitas Blackrock, Nigel Bolton, berkata sulit mengetahui perusahaan serta sektor mana yang akan mendominasi metaverse.

    “Kami pikir ada beberapa hal yang terjadi yang akan memicu perubahan besar dalam waktu dekat,” jelas Bolton dalam wawancara kepada kanal berita CNBC.

    Baca jugaRusia Akhirnya Mengakui Bitcoin sebagai Mata Uang (Currency)

    Ia menambahkan, di akhir tahun ini, teknologi kacamata AR akan semakin nyata. Melalui gawai inilah perubahan di sektor metaverse tersebut akan terjadi.

    Apple termasuk perusahaan yang menggarap kacamata AR, tetapi tanggal peluncuran bagi produk tersebut belum ditetapkan secara konkrit.

    Komentar Bolton menyusul laporan kuartal keempat perusahaan teknologi besar yang mengungkap minat tinggi terhadap sektor ini. Metaverse merupakan dunia virtual dimana pengguna memakai avatar untuk bermain game, bekerja, membangun hal atau menonton acara virtual.

    Penghasilan Meta menunjukkan seksi metaverse Reality Labs mengalami kerugian besar dan semakin membengkak yang mencakup US$10 milyar pada tahun 2021.

    Meta berada di posisi terdepan antara perusahaan teknologi yang memasuki metaverse. Tetapi belum lama ini, Microsoft mengakuisisi pembuat game Activision senilai US$75 milyar.

    Menanggapi hal tersebut, CEO Apple Tim cook berkata hal itu sangat menarik.

    Bolton menegaskan perluasan kecepatan internet 5G akan menjadi katalis yang mendorong orang-orang untuk semakin menggunakan teknologi terkait sektor ini.

    Baca jugaMengenal Berbagai Kelebihan Aset Kripto

    Kendati demikian, dari sisi investasi, Bolton berkata sulit bagi Blackrock untuk memahami secara persis bagaimana metaverse akan menjadi besar dan siapa pemenangnya.

    Ia menyamakan metaverse dengan masa awal internet di tahun 1990an atau penciptaan ponsel di dekade 2000an.

    Di sisi lain, sejumlah pihak yang skeptis terhadap metaverse berpendapat hal ini hanyalah sebuah penamaan ulang teknologi yang sudah beredar sejak lama.

    Ethan Zuckerman, profesor komunikasi Universitas Massachusetts Amherts, berkata sebagian besar orang enggan menjalankan kehidupan di dunia virtual.

    Sebagai contoh, menggelar rapat kerja dalam bentuk avatar tanpa ekspresi merupakan suatu aktivitas yang hanya digandrungi oleh pegiat sains komputer, tandas Zuckerman.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Prediksi Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022

    Aset kripto meme Dogecoin (DOGE) akan mendapat pembaruan situs dan landasan teknik. Kendati didukung oleh Elon Musk, DOGE kesulitan mencapai rekor tertinggi kembali.

    DOGE yang meningkat 3.500 persen dalam satu tahun menjadikannya aset kripto yang menarik perhatian. DOGE menjadi kripto paling ditelusuri di tahun 2021 menurut data Google Trends.

    Apakah DOGE mampu mempertahankan prestasi tersebut? Berikut adalah lima prediksi DOGE:

    Pertama, DOGE akan mendapat tampilan baru yang mencakup rancangan ulang situs Dogecoin serta sumber wawasan yang bernama Dogepedia.

    Landasan teknis DOGE akan diperbarui agar pengembang dapat bekerja lebih mudah dengan DOGE. Selain itu, tim DOGE mengembangkan GigaWallet yang memudahkan integrasi aset tersebut tanpa kesulitan.

    Baca jugaMondar-mandir di Gerai Metaverse Samsung di Decentraland

    Kedua, Elon Musk akan terus mendukung DOGE. Pria yang dijuluki Dogefather itu senantiasa menyuarakan dukungan bagi DOGE di media sosial. Musk berpendapat DOGE adalah aset bagi rakyat yang mudah dibelanjakan dibanding Bitcoin (BTC).

    Cuitan Musk merupakan dorongan besar bagi kesuksesan DOGE. Musk bahkan membicarakan DOGE di acara Saturday Night Live yang menyebabkan DOGE mencapai rekor tertinggi.

    Ketiga, pedagang akan menerima DOGE. Menurut situs Cryptwerk, sekitar dua ribu pedagang ritel telah menerima DOGE. Jumlah ini kian meningkat termasuk Tesla yang menerima DOGE untuk pembayaran.

    Bioskop AMC mulai menerima aset kripto, dan DOGE akan didukung mulai Maret 2022. Investor milyarder Mark Cuban juga menerima DOGE sebagai alat pembayaran pembelian merchandise tim olahraga Dallas Maverick.

    Keempat, aset kripto meme lain akan bersaing dengan DOGE. Fenomena aset kripto meme cukup baru sebagai bagian budaya populer yang beririsan dengan instrumen investasi.

    Munculnya aset-aset meme lain berarti DOGE perlu bersiap bersaing di masa depan. Sebagai contoh, Shiba Inu (SHIB) meroket dan melebih performa DOGE secara signifikan.

    DOGE memiliki komunitas yang loyal tetapi sulit mempertahankan reputasi sebagai pemberontak bila DOGE menduduki jajaran aset kripto teratas.

    Baca jugaMark Cuban: Apakah Bitcoin Layak Sebagai Sarana Transaksi?

    Kelima, DOGE akan meneruskan pererbutan merk. Pendiri DOGE tidak mendaftarkan merk sebab aset ini diciptakan sebagai lelucon pada awalnya.

    Pesaing DOGE memanfaatkan hal ini dan mendaftarkan Dogecoin Foundation serta domain doge.org. Tim DOGE memiliki tantangan mengklaim kepemilikan legal atas nama Dogecoin.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal Kripto 05 Januari 2022: Ada DOT dan SUSHI

    Jakarta – Masuk pekan pertama di tahun 2022, sejumlah aset kripto langsung tancap gas berpotensi bergerak naik. Namun, di sisi lain, ada beberapa kripto yang mengalami pergerakan stagnan, bahkan cenderung berpotensi menurun hingga masuk fase bearish. Simak selengkapnya Market Signal aset kripto pekan pertama di awal tahun 2022 ini.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Stacks (STX)

    Grafik aset kripto Stacks (STX)

    Ilustrasi grafik aset kripto Stacks (STX).

    Masuk di jajaran aset kripto bullish pekan ini, Stacks menjadi salah satu kripto yang terlibat dalam beberapa eksperimen proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan non-fungible token (NFT) dengan jaringan blockchain Bitcoin. Penggunaan jaringan Stacks telah meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan alasan STX berpotensi alami bullish karena meluncurkan jaringan utama baru bernama ALEX Mainnet. Menurutnya, dari teknik analisis, STX sudah ada bullish flag, namun akan sedikit terkoreksi dan akan kembali rebound sekitar 13 persen.

    “ALEX Mainnet akan launching di tanggal 17 Januari nanti. Biasanya satu minggu sebelum launching, market itu sudah bereaksi. Kalo misalkan beritanya bagus, akan mengalami kenaikan. Kemudian, tanggal 10 Januari, akan ada ALEX Token Launchpad Live yang bisa mendongkrak harga STX,” kata Afid (04/01).

    Peringkat STX di CoinMarketCap saat ini adalah #54, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.036.811.513. Pasokan yang beredar 1.291.912.627 koin STX dan maksimal pasokan 1.818.000.000 koin STX.

    2. Avalanche (AVAX)

    Grafik aset kripto Avalanche (AVAX).

    Ilustrasi grafik aset kripto Avalanche (AVAX).

    Avalanche (AVAX) adalah platform open source tempat pengembang dapat membangun dan meluncurkan aplikasi terdesentralisasi (DApps) dalam ekosistem yang sangat skalabel. Sejak diluncurkan ekosistem AVAX bertumbuh secara eksponensial.

    Banyak analis mengklaim AVAX salah satu saingan Ethereum, yang bertujuan untuk menggesernya sebagai blockchain paling populer untuk smart contract. Afid melihat pergerakan AVAX memiliki pola triangle atau segitiga yang berpotensi bullish.

    “Mungkin dalam waktu dekat AVAX akan sedikit terkoreksi dan akan alami pump sekitar 40 persenan. Acara AMA tanggal 5 Januari bisa menjadi potensi rebound yang lebih tinggi dan bisa sedikit ada reaksi di market,” ujarnya.

    Peringkat AVAX di CoinMarketCap saat ini adalah #11, dengan kapitalisasi pasar US$ 26.349.634.814. Pasokan yang beredar 243.752.475 koin AVAX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: Tokocrypto dan ASRI Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Indonesia

    3. Loopring (LRC)

    Grafik aset kripto Loopring (LRC).

    Ilustrasi grafik aset kripto Loopring (LRC).

    LRC adalah token utilitas berbasis Ethereum di jaringan Loopring yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pertukaran terdesentralisasi (DEX) dan sistem pembayaran. Ini mendorong perilaku positif dari penyedia likuiditas (liquidity provider), perusahaan asuransi, dan tata kelola DAO (decentralized autonomous organization).

    Afid menjelaskan teknik analisa LRC sendiri sudah membentuk segitiga atau triangle. LRC kemungkinan akan sedikit terkoreksi dulu dan melonjak sekitar 35 persen. Di samping itu, token ini memiliki berita bagus yang memicu market bergerak.

    “Loopring ini layer-2 blockchain sama seperti Polygon (MATIC), di mana yang menarik, ia menjalin kerja sama dengan Bank of China. Teknologi yang digunakan Loopring menjadi patent Bank of China untuk sistem pembayaran mereka,” ucapnya.

    Peringkat LRC di CoinMarketCap saat ini adalah #58, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.774.206.433. Pasokan yang beredar 1.328.716.100 koin LRC dan maksimal pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

    4. NEAR Protocol (NEAR)

    Grafik aset kripto NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi grafik aset kripto NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR adalah platform pengembangan terdesentralisasi yang dirancang untuk menyediakan lingkungan yang ideal untuk Dapps dengan mengatasi beberapa batasan sistem, seperti throughput dan kecepatan rendah dan kompatibilitas silang yang buruk. Mirip dengan Ethereum, Cardano, dan TRON, NEAR dapat dideskripsikan sebagai blockchain layer-one atau “lapisan dasar”,

    “Dari fundamentalnya sendiri tidak ada yang spesifik. Tapi, dari teknikal analisisnya ini sudah bagus, di mana NEAR ini mem-break out resisten lamanya dan berusaha untuk meningkat lagi. Potensi kenaikannya sendiri sekitar 20 persen,” jelas Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap saat ini adalah #21, dengan kapitalisasi pasar US$ 10.528.482.290. Pasokan yang beredar 602.964.783 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    Baca Juga: 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    5. Polkadot (DOT)

    Grafik aset kripto Polkadot (DOT)

    Ilustrasi grafik aset kripto Polkadot (DOT).

    Polkadot (DOT) ini termasuk salah satu aset kripto yang cukup mendapatkan perhatian karena berkembang cukup pesat pada tahun 2020-2021. DOT sendiri adalah sebuah koin kripto berbasis blockchain yang memungkinkan beberapa jaringan saling terhubung.

    “Dari Polkadot saat ini masih ada event juga ya. Di mana auction ini belum berakhir. DOT dari teknik analisisnya juga sudah breakout dari resistensinya dan sedang terkonsolidasi dan tinggal nunggu naiknya lagi. Kemungkinan ada kenaikan sekitar 38 persen,” tutur Afid.

    Peringkat DOT di CoinMarketCap saat ini adalah #10, dengan kapitalisasi pasar US$ 29.320.478.202. Pasokan yang beredar 987.579.315 koin NEAR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Power Ledger (POWR)

    Grafik aset kripto Power Ledger (POWR)

    Ilustrasi grafik aset kripto Power Ledger (POWR).

    Power Ledger (POWR) adalah platform berbasis blockchain yang digunakan untuk menjual dan mendistribusikan solar power tanpa perantara di area lokal. Jadi, Ini adalah perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain untuk memfasilitasi perdagangan komoditas energi dan lingkungan.

    “Power Ledger (POWR) dari teknik analisisnya sudah overbought. Dari relative strength index (RSI) ini POWR sudah mencapai titik jenuh pembelian yaitu di angka 70. Biasanya ketika itu terjadi, market biasa terkoreksi ke area support, kalo mungkin bisa turun lagi sampai sekitar -22 persen,” kata Afid.

    Peringkat POWR di CoinMarketCap saat ini adalah #180, dengan kapitalisasi pasar US$ 291.661.997. Pasokan yang beredar 463.486.097 koin POWR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin POWR.

    2. Voxies (VOXEL)

    Grafik aset kripto Voxies (VOXEL)

    Ilustrasi grafik aset kripto Voxies (VOXEL).

    Voxies adalah game RPG taktis berbasis giliran 3D gratis untuk dimainkan di blockchain. Token VOXEL juga akan dapat diakses di pasar sekunder, di mana pemain memperdagangkan token di luar permainan.

    Menurut Afid, teknik analisis VOXEL dari grafik RSI sudah menyentuh overbought. “Dan dia akan menuju ke oversold-nya lagi. Di mana VOXEL akan terus mengalami penurunan, mungkin akan terkonsolidasi dulu dari market, baru nanti ada keputusan harganya akan dibawa kemana.”

    Peringkat VOXEL di CoinMarketCap saat ini adalah #302, dengan kapitalisasi pasar US$ 211.513.420. Pasokan yang beredar 60.343.002 koin VOXEL dan maksimal pasokan 300.000.000 koin VOXEL.

    3. Dusk Network (DUSK)

    Grafik aset kripto Dusk Network (DUSK)

    Ilustrasi grafik aset kripto Dusk Network (DUSK).

    Dusk Network mengklaim dirinya sebagai blockchain privasi untuk aplikasi keuangan. Ini adalah blockchain layer-1 yang mendukung standar Confidential Security Contract (XSC), dan mendukung smart contract. Dusk Network bertujuan untuk memenuhi persyaratan dan kebutuhan pasar keuangan.

    Token DUSK dapat digunakan sebagai token utilitas untuk memulai transaksi, pertukaran atom, atau menyebarkan smart contract. Di balik itu, pergerakan DUSK pekan ini cenderung bearish. Afid melihat ada pola untuk breakdown atau breakout ke bawah. “Mungkin ada penurunan sekitar 17 persen, tapi akan menurun bertahap.”

    Peringkat DUSK di CoinMarketCap saat ini adalah #171, dengan kapitalisasi pasar US$ 347.444.753. Pasokan yang beredar 389.445.429 koin DUSK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin DUSK.

    4. SushiSwap (SUSHI)

    Grafik aset kripto SushiSwap (SUSHI)

    Ilustrasi grafik aset kripto SushiSwap (SUSHI).

    SushiSwap adalah pertukaran terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX) yang dilengkapi dengan kontrak pintar (smart contract). SUSHI adalah token Ethereum khusus yang didedikasikan untuk ekosistem Sushiswap.

    Afid menerangkan SUSHI berpotensi bearish dan memang baru mau menuju oversold-nya. “Dia mungkin akan turun dari oversold-nya dan akan berpotensi turun sekitar 7 persen. Ia juga gagal membentuk bullish flag pattern.”

    Peringkat SUSHI di CoinMarketCap saat ini adalah #92, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.081.291.463. Pasokan yang beredar 127.244.443 koin SUSHI dan maksimal pasokan 250.000.000 koin SUSHI.

    5. Hive (HIVE)

    Grafik aset kripto Hive (HIVE)

    Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

    Diluncurkan pada 20 Maret 2020, Hive adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

    “HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk lower high sama lower low ya. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 10 persenan,” ungkap Afid. 

    Peringkat HIVE di CoinMarketCap saat ini adalah #129, dengan kapitalisasi pasar US$ 618.630.296. Pasokan yang beredar 385.507.491 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 8 Proyek Crypto yang Menarik untuk Diamati di Tahun 2022

    Tahun 2021 akan segera berakhir dalam beberapa hari, menunggu waktu untuk menyambut tahun 2022 yang dipenuhi berbagai proyek crypto potensial untuk berkembang berdasarkan apa yang mereka sajikan untuk industri.

    Tentu saja, prospek harganya pun terlihat kian menarik karena proyek-proyek ini masih menjadi salah satu yang terbaik di bidangnya, sehingga investor wajib mengamatinya dengan seksama.

    1.Polygon (MATIC)

    Menjadi blockchain skalabilitas layer-2 untuk Ethereum, Polygon menghadirkan biaya yang lebih rendah dan kegunaan yang lebih luas. Tentu saja, MATIC memiliki masa depan cerah mengingat Ethereum masih memiliki biaya yang cukup mencekik leher, terutama untuk transaksi bernilai kecil.

    Baca jugaSenator Lummis akan Memperkenalkan RUU Kripto Baru Tahun Depan

    2.Solana (SOL)

    Menjadi pesaing kuat Ethereum dan Cardano sebagai blockchain, Solana memiliki kuantitas dan kecepatan transaksi per detik yang mengagumkan. Dengan dukungan konsensus Proof-of-Stake (PoS) dan Proof-of-History (PoH), Solana telah jauh lebih maju untuk memproses dApps, DeFi dan bahkan NFT.

    3.Chainlink (LINK)

    Menghubungkan data dunia nyata dan blockchain (kontrak pintar) adalah kelebihan yang ditawarkan Chainlink.

    Ini memungkinkan penggunaan di sisi bisnis yang akan menjadi terobosan dan sekaligus inovasi di berbagai bidang. Chainlink memegang masa depan cerah dari sini karena blockchain kian populer.

    4.Vechain (VET)

    Memberikan identitas digital pada semua barang di rantai pasokan pada proyek blockchain membuat nama Vechain sangat dekat dengan adopsi kuat di sistem-sistem bisnis besar dan ritel.

    Ini akan memberikan penggunaan nyata yang signifikan seiring peningkatan kesadaran akan teknologi blockchain.

    5.Polkadot (DOT)

    Membentuk multichain yang saling terhubung menjadikan Polkadot salah satu pemain yang sangat diperhitungan di tahun 2022. Pembaruan demi pembaruan telah hadir dari Polkadot yang siap memecahkan berbagai masalah umum pada blockchain tunggal, salah satunya seperti Ethereum.

    Baca jugaNike Masuki Metaverse, Luncurkan Sepatu Kets Virtual

    6.Theta Network (THETA)

    Era desentralisasi membawa Theta Network untuk mencoba bersaing dengan Youtube untuk urusan live streaming dan berbagi video.

    Mengingat semakin ramainya sosial media berbasis video (pendek dan panjang), Theta digadang akan mampu merebut porsi pasar yang cukup besar karena ini lebih terdesentralisasi.

    7.Stellar (XLM)

    Memungkinkan peredaran uang secara bebas dengan integrasi sistem keuangan , Stellar akan memberikan banyak sekali manfaat bagi jutaan orang untuk mendapatkan akses layanan keuangan berbiaya rendah. Ini adalah proyek jangka panjang yang sangat potensial.

    8.Cardano (ADA)

    Menjadi pesaing kuat Ethereum, Cardano hadir dengan kemampuan skalabilitas yang apik dan telah berjalan di konsensus yang lebih ramah lingkungan, Proof-of-Stake (PoS), dibandingkan Ethereum (setidaknya saat ini) dan Bitcoin di konsensus Proof-of-Work (PoW) yang masih dilanda masalah emisi karbon.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Buruk di Tahun 2022

    Market aset kripto bisa dibilang sedang berkinerja buruk secara keseluruhan pada tahun 2022 ini. Meski begitu, investasi kripto terus tumbuh dengan jumlah investor yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

    Cointelegraph mencatat ada sejumlah aset kripto yang dikategorikan berkinerja buruk sepanjang 2022. Mereka bergerak turun tajam dan tidak mampu bangkit dari keterpurukan market.

    Penentuan daftar tersebut menggunakan pengembalian year-to-date (YTD) tertinggi dan terendah hingga penutupan 25 Desember 2022. Secara keseluruhan, Cryptoindex.com 100 (CIX100), indeks yang melacak 100 aset kripto dengan kinerja terbaik, turun hampir 68% YTD, menunjukkan sebagian besar koin teratas berkinerja buruk pada tahun 2022.

    Lima Kripto Berkinerja Buruk Tahun 2022

    1. Terra (LUNA)

    • Performa YTD: -99,99%
    • Sektor: Smart contracts
    • Kapitalisasi Pasar: US$ 604 juta
    Grafik harga harian LUNA/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian LUNA/USD. Sumber: TradingView.

    Terra LUNA menjadi bencana bagi sektor industri aset kripto setelah valuasi pasarnya jatuh sebesar 99,99% pada bulan Mei 2022. Penguraian dimulai dengan meledaknya stablecoin algoritmik Terra, TerraUSD (UST), menandai salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah industri kripto.

    Ledakan Terra mendorong pendirinya Do Kwon untuk menyarankan fork untuk menghidupkan kembali proyek tersebut. Akhirnya, Terra mengalami perpecahan jaringan, dengan jaringan lama sebagai Terra Classic dan rantai jaringan sebagai Terra 2.0.

    Luna Classic (LUNC) melonjak hampir 100% setelah diluncurkan pada akhir Mei 2022, sementara LUNA (LUNA2) turun sekitar 40% pada periode yang sama.

    2. FTX Token (FTT)

    Grafik harga harian FTT/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian FTT/USD. Sumber: TradingView.

    Token FTX (FTT) yang berfungsi sebagai token asli FTX turun menjadi nilainya US$ 0,84. Hal tersebut terjadi akibat FTX menghadapi krisis likuiditas di bulan November lalu.

    Token terus diperdagangkan di beberapa bursa tetapi menyertai likuiditas dan volume yang buruk. Secara teknis “mati” mengingat status FTX yang tidak berfungsi.

    Baca juga: Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Baik di Tahun 2022

    3. Solana (SOL)

    • Performa YTD: -93,35%
    • Sektor: Smart contracts
    • Market cap: US$ 4,11 miliar
    Grafik harga harian SOL/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian SOL/USD. Sumber: TradingView.

    Solana (SOL) mengalami penurunan hingga nilainya sempat mencapai US$ 9. Protokol blockchain layer-1 itu mengalami crash 93,35% YTD karena serangkaian berita buruk sepanjang tahun 2022. Itu termasuk enam pemadaman jaringan pada tahun iini, peretasan dengan kerugian US$ 200 juta pada wallet berbasis Solana dan Solana’s association dengan FTX.

    Hal yang lebih buruk muncul dalam bentuk tuduhan bahwa Solana tidak terdesentralisasi seperti yang diklaimnya, sehingga SOL menjadi salah satu yang berkinerja terburuk di tahun 2022.

    4. Axie Infinity (AXS)

    • Kinerja YTD: -93%
    • Sektor: Game/metaverse
    • Market cap: $775 juta
    Grafik harga harian AXS/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian AXS/USD. Sumber: TradingView.

    Axie Infinity Shard (AXS) berfungsi terutama sebagai token tata kelola untuk Axie Infinity, ekosistem game play-to-earn (P2E). Itu juga bertindak sebagai alat pembayaran yang sah di pasar Axie Infinity, di mana NFT dalam game dapat dibeli.

    Pasar AXS secara konsisten cenderung lebih rendah pada tahun 2022, karena jumlah pemain yang kurang memuaskan (yang menurunkan permintaan token), peretasan yang menyebabkan kerugian US$ 650 juta terkait blockchain Ronin Axie Infinity pada akhir Maret dan kekhawatiran seputar pembukaan 8% pasokan pada bulan Oktober.

    AXS turun sekitar 93% YTD, menjadi salah satu aset dengan kinerja terburuk di bear market saat ini.

    Baca juga: Coinbase: Penurunan Pasar NFT di Tahun 2022 Masih Wajar dan Sehat

    5. The Sandbox

    • Performa YTD: -92,50%
    • Sektor: Game/metaverse
    • Market cap: US$ 690 juta
    Grafik harga harian SAND/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian SAND/USD. Sumber: TradingView.

    Seperti Axie Infinity, The Sandbox adalah platform virtual tempat pengguna dapat membuat, memiliki, dan memonetisasi keterampilan bermain mereka menggunakan NFT dan The Sandbox (SAND) yang nilainya turun sempat mencapai US$ 0,38, token utilitas platform. Namun, meski awalnya sukses, platform tersebut sekarang memiliki kurang dari 500 pengguna unik, menurut data dari DappRadar.

    Jumlah pemilih yang lebih rendah telah memengaruhi permintaan SAND di seluruh bursa kripto, yang pada gilirannya, telah mendorong harganya turun 93,50% YTD. Faktor lain di balik penurunan suku bunga termasuk kurangnya permintaan untuk aset berisiko di lingkungan suku bunga yang lebih tinggi.

    Token kripto lain yang turun lebih dari 90% YTD adalah Fantom (FTM), Avalanche (AVAX), Algorand (ALGO), Decentraland (MANA), BitTorrent (BTT) dan lainnya.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Kripto yang Kehilangan ‘Hype’ di Tahun 2022

    Market kripto telah melewati masa yang sulit di tahun 2022. Sejumlah kripto telah kehilangan ‘hype’ yang sebelumnya di raih, sehingga alami penurunan harga. Apa saja?

    Banyak aset kripto yang menjadi ‘superstar’ dalam jangka waktu singkat antara tahun 2020 dan 2021, selama reli pasar bullish yang membuat Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044.

    Koin meme, altcoin, dan token DeFi baru bermunculan seperti jamur yang menciptakan basis penggemar mereka sendiri. Tahun 2021 menciptakan kripto ‘superstar’ dengan penggemar yang lebih besar yang mencapai puncak ketenaran.

    Namun, matahari harus terbenam setelah terbit. Seperti kata pepatah, “apa yang naik harus turun.” Kripto ‘superstar’ ini jauh lebih cepat dari yang dibayangkan sebelumnya. Laporan Watcher Guru menyoroti 3 kripto teratas yang kehilangan hype pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021.

    Safemoon (SFM)

    Ilustrasi aset kripto Safemoon (SFM). Sumber: Safemoon.
    Ilustrasi aset kripto Safemoon (SFM). Sumber: Safemoon.

    Safemoon memiliki pasukan online sendiri pada tahun 2021. Setiap kritik terhadap token DeFi di media sosial dihadapkan pada kemarahan komunitas SFM. Token DeFi juga menjadi berita utama di sektor kripto pada tahun 2021 yang menunjukkan bahwa token ini akan tetap ada.

    Meskipun demikian, hal-hal berbeda untuk Safemoon di tahun 2022 karena bear market yang keras dan berkelanjutan. Token tersebut tampaknya telah kehilangan hype pada tahun 2022, karena dominasi komunitas telah menyusut seiring dengan harganya.

    Turun 93% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 0,00338272 adalah alasan mengapa gembar-gembor dan dominasi sosialnya menurun pada tahun 2022. kripto kehilangan hype pada tahun 2022 dan sekarang hanyalah token lain yang naik turun dalam indeks.

    Baca juga: Ethereum Shanghai Hard Fork Bakal Rilis Maret 2023, Apa Untungnya?

    Decentraland (MANA)

    Ilustrasi proyek kripto metaverse, Decentraland (MANA). Foto: Shuttrerstock.
    Ilustrasi proyek kripto metaverse, Decentraland (MANA). Foto: Shuttrerstock.

    Metaverse disebut-sebut sebagai ‘hal besar berikutnya’ untuk mengambil alih dunia dan Decentraland mendapatkan hasil maksimal darinya. Efek kripto menjadi besar dengan MANA mampu menciptakan basis penggemar yang besar untuk token tersebut. Influencer tanpa henti berbicara tentang Decentraland dan investor mendorong sensasinya ke ketinggian baru di media sosial.

    Datang tahun 2022, Decentraland tampaknya telah kehilangan hype dan gembar-gembornya karena bear market. Penurunan dramatis dari US$ 5,85 menjadi US$ 0,38 telah menghapus gembar-gembornya dan hype-nya gagal sepanjang tahun.

    Metaverse tidak lagi menggairahkan investor karena konsep tersebut menyebabkan kerugian miliaran bagi perusahaan terkemuka termasuk Meta yang didirikan oleh Mark Zuckerberg.

    Baca juga: Perbandingan Bitcoin, Emas dan Saham Tesla, Mana Lebih Unggul?

    Terra (LUNC)

    Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.
    Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.

    TerraUST dan Terra LUNA (sekarang LUNC) adalah pil paling pahit yang harus dicerna pada tahun 2022. Token kripto tersebut memiliki pasukan yang menguasai media sosial, tetapi sekarang hanyalah lelucon.

    LUNC menerima sambutan hangat pada tahun 2021 dan berdiri tegak di dalam daftar 10 kripto teratas. Token melakukan putaran balik penuh pada tahun 2022 dan jatuh dari kasih karunia untuk tidak lagi kembali ke dominasi.

    LUNC mungkin tidak akan pernah menerima hype yang dikumpulkannya sebelum crash dan ceritanya sekarang sudah selesai dan dibersihkan.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Barcelona Pernah Minta Lewandowski Berhenti Bikin Gol Biar Irit


    Barcelona

    Barcelona pernah meminta Robert Lewandowski berhenti mencetak gol di musim perdananya di LaLiga. Hal itu dilakukan agar El Barca tak perlu membayar Bayern Munich.

    Robert Lewandowski merapat ke Barcelona dari Bayern Munich pada 2022. El Barca harus mengeluar dana 45 juta euro untuk menebus penyerang asal Polandia tersebut.

    Lewandowski langsung pamer ketajaman di musim perdananya bersama Barcelona. Pemain yang kini berusia 37 tahun ini total mampu mengemas 33 gol di semua ajang di musim perdananya di Blaugrana.


    23 gol di antara 33 gol tersebut diciptakan di LaLiga. Lewandowski sebenarnya bisa saja mencetak gol lebih banyak di LaLiga 2022/2023.

    Uniknya, yang meminta Lewandowski berhenti mencetak gol di LaLiga 2022/2023 adalah pihak Barcelona. Dikutip dari Diario AS, hal ini untuk menghindari Barcelona membayar 2,5 juta euro ke Bayern Munich.

    Dalam perjanjian transfer Lewandowski ke Barcelona, Bayern berhak mendapatkan 2,5 juta euro dari El Barca jika Lewandowski bikin 25 gol di LaLiga pada musim perdananya di LaLiga.

    Masalah finansial jadi sebab utama Barcelona enggan membayar 2,5 juta euro ke Bayern. Mereka harus menghemat pengeluaran karena didera krisis finansial kala itu.

    Permintaan Barcelona ke Lewandowski ini juga dilakukan ketika El Barca sudah menyegel gelar LaLiga di musim tersebut. Jadi permintaan ini tak mengganggu hasil di klasemen LaLiga.

    Transfer Lewandowski memang jadi salah satu beban finansial Barcelona. Selain karena nilai transfernya yang mahal untuk pemain yang saat itu berusia 34 tahun, gaji Lewandowski juga yang tertinggi di Barcelona.

    Meski begitu, Lewandowski mampu menunjukkan uang besar yang dibayarkan untuknya sepadan dengan kontribusi di lapangan. Ia telah mengemas 108 gol dalam 159 penampilan untuk Barcelona. Lewandowski turut mengantarkan Barcelona meraih satu gelar LaLiga dan dua gelar Copa del Rey.

    Namun saat ini masa depan Lewandowski belum jelas di Barceona. Kontraknya bakal habis akhir musim ini. Barcelona berpeluang menekan pengeluaran jika Lewandowski pergi.

    (pur/mrp)



    Sumber : sport.detik.com