Tag: 35c

  • Cuaca Panas Bikin Rumah Seperti Oven? Ini Cara Bikin Adem Tanpa AC!



    Jakarta

    Jika cuaca sedang panas-panasnya terkadang menyalakan AC saja tidak cukup. Butuh siasat untuk mengakali suhu ruangan jika itu sudah terjadi.

    Suhu tinggi jelas membuat rumah terasa gerah dan tidak nyaman, apalagi bagi yang tidak memiliki pendingin ruangan seperti AC. Tapi tenang, masih ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan agar rumah tetap sejuk di tengah gelombang panas.

    Berikut beberapa tipsnya, dikutip dari BBC.


    1. Buka Jendela di Pagi dan Malam Hari

    Manfaatkan waktu ketika udara luar lebih sejuk, biasanya pagi dan malam hari.
    Buka jendela yang searah arah angin agar sirkulasi udara berjalan lancar dan udara panas di dalam rumah keluar.

    Kalau tidak ada jendela yang searah angin, kamu bisa bantu dengan kipas angin untuk mendorong udara segar masuk.

    Udara panas juga cenderung naik ke atas, jadi kalau kamu punya loteng atau rumah dua lantai, buka jendela di lantai atas agar hawa panas bisa keluar.

    2. Tutup Jendela Siang Hari

    Saat siang, udara luar jauh lebih panas daripada di dalam rumah. Jadi, tutup jendela, pintu, dan ventilasi agar panas tak masuk.

    Gunakan gorden tebal atau anti-sinar matahari, karena sinar matahari yang langsung masuk bisa meningkatkan suhu ruangan secara signifikan.

    3. Gunakan Kipas untuk Hembusan Sejuk

    Kipas angin bisa jadi penyelamat murah dan efisien. Letakkan di dekat jendela atau pintu yang terbuka untuk membantu udara sejuk masuk.

    Kalau mau lebih dingin, taruh semangkuk es atau air dingin di depan kipas, hembusannya akan terasa seperti pendingin alami.

    Pakar fisiologi manusia, Prof. Mike Tipton, mengingatkan bahwa mengipasi seluruh tubuh lebih efektif daripada hanya wajah. Tapi, hindari mengipasi tubuh jika suhu udara di atas 35°C, karena justru bisa membuat panas makin terperangkap.

    4. Kurangi Aktivitas yang Hasilkan Panas

    Matikan atau tunda dulu penggunaan alat rumah tangga seperti oven, penanak nasi, atau mesin cuci, karena semua menghasilkan panas tambahan di dalam rumah.

    Kelembapan tinggi juga bisa membuat suhu terasa makin menyiksa. Pastikan ruangan kering dan pindahkan sementara tanaman indoor ke luar rumah untuk menurunkan kelembapan.

    5. Dinginkan Tubuh

    Mandi air dingin bisa membantu, tapi jangan terlalu lama. Menurut Mike Tipton, triknya adalah mendinginkan kulit tanpa menghambat aliran darah.

    Kalau tubuh terlalu dingin, pembuluh darah justru menyempit dan panas jadi sulit keluar. Kamu juga bisa tempelkan es batu ke tubuh untuk efek sejuk instan, lalu kenakan pakaian berbahan katun agar tetap nyaman.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca ‘Mendidih’, BMKG Imbau Warga Hindari Paparan Matahari Langsung di Jam-jam Ini



    Jakarta

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah Indonesia sedang dilanda suhu panas tinggi. Bahkan, suhu maksimum Indonesia bisa mencapai 37,6°C.

    Fenomena cuaca ini disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh monsun Australia. Kondisi panas ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.


    Sebaran Suhu Panas di Indonesia

    Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

    Adapun wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

    “Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering danminimnya tutupan awan,” jelasAndri dalam lamanBMKG dikutip Kamis (16/10/2025).

    Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.

    Hindari Paparan Matahari Langsung Jam 10 Pagi-4 Sore

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan risiko paparan panas ekstrem kali ini. Lebih lanjut ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari paparan langsung sinar Matahari pada pukul 10.00-16.00 WIB, saat intensitas radiasi matahari berada pada titik tertinggi.

    Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk:

    1. Gunakan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, payung, dan tabir surya (sunscreen) saat harus beraktivitas di luar ruangan.

    2. Perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menurunkan suhu tubuh.

    3. Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com