Tag: 90

  • Beasiswa Fulbright 2025 S2-S3 Dibuka, Tanpa Batas Usia!


    Jakarta

    Beasiswa Fulbright Master’s Degree Scholarship tengah dibuka hingga 15 Februari 2025 mendatang. Peminat kuliah S2 dan S3 di perguruan tinggi Amerika Serikat asal Indonesia dapat mendaftar.

    Dikutip dari laman American Indonesian Exchange Foundation (Aminef), beasiswa Fulbright termasuk beasiswa tanpa batas usia bagi pendaftar S2 maupun S3. Simak komponen beasiswa, syarat dan cara daftarnya di bawah ini.

    Komponen Beasiswa Fulbright 2025

    Beasiswa Fulbright dapat digunakan untuk pendidikan S2 berdurasi 1-2 tahun dan S3 hingga 3 tahun. Beasiswa awal akan diberikan untuk 1 tahun dan dapat diperbarui untuk tahun kedua berdasarkan capaian akademik masing-masing awardee.


    Berikut komponen beasiswa Fulbright:

    • Ongkos mobilisasi internasional.
    • Uang kuliah dan biaya lainnya yang dibebankan pada prodi pilihan.
    • Asuransi kesehatan/kecelakaan.
    • Monthly maintenance (seperti biaya hidup dan tempat tinggal).
    • Buku.
    • Komputer.
    • Tunjangan in-transit.
    • Aktivitas profesional.

    Syarat Beasiswa Fulbright 2025 S2 dan S3

    • Warga Negara Indonesia, tidak sedang tinggal di AS atau permanent resident di AS.
    • Memiliki rekam akademik unggul
    • IPK minimal 3.0 dari 4.0.
    • Mahir berbahasa Inggris, dengan skor:
      – S2: TOEFL ITP minimal 550, TOEFL iBT 80, IELTS 6.5, atau Duolingo 125.
      – S3: TOEFL ITP minimal 575, TOEFL iBT 90, IELTS 7.0, atau Duolingo 135.
    • Sudah mempersiapkan dan menunjukkan komitmen pada bidang studi yang dipilih.
    • Melamar pada bidang studi yang selaras dengan latar pendidikan sebelumnya.
    • Menunjukkan kemampuan untuk menyelesaikan pendidikan penuh waktu atau melaksanakan riset di AS.
    • Memiliki kemampuan kepemimpinan, dalam hal ini menunjukkan potensi untuk mencapai posisi dengan tanggung jawab signifikan di bidang masing-masing, diindikasikan dengan pengalaman akademik dan profesional.
    • Berpengalaman di bidang pelayanan masyarakat.
    • Menunjukkan komitmen untuk kembali ke Indonesia usai merampungkan program beasiswa.
    • Bersedia untuk bekerja minimal selama 5 tahun sebelum pensiun setelah menyelesaikan program beasiswa.
    • Pendaftar S2 wajib sudah memiliki gelar S1.
    • Pendaftar S3 wajib sudah memiliki gelar S2.
    • Pendaftar S3 berencana bertugas atau kembali ke posisinya di bidang akademik usai lulus pendidikan gelar.
    • Tidak sedang mengikuti program akademik, pelatihan, atau program riset di AS.
    • Tidak sedang kuliah, tinggal, atau bekerja di luar Indonesia.
    • Tidak pernah ikut program pertukaran yang disponsori atau didanai Pemerintah AS dengan durasi lebih dari 6 minggu dan sudah tinggal di Indonesia lagi selama 2 tahun per tanggal pendaftaran.
    • Tidak mendaftar izin menetap di AS.
    • Tidak sedang kuliah di pendidikan gelar lainnya.
    • Tidak sedang menerima beasiswa pada saat mendaftar.
    • Tidak sedang mendaftar ke program sejenis untuk memperoleh gelar ganda.
    • Bukan karyawan, anggota keluarga dekat karyawan, atau tanggungan karyawan Aminef, Kedutaaan Besar AS, atau Departemen Negara Bagian AS.
    • Bukan pegawai lokal yang bertugas untuk misi AS di luar negeri, Departemen Negara Bagian AS, dan atau Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), maupun mantan pegawai yang belum 1 tahun putus kontrak dengan instansi di atas.

    Syarat Dokumen

    • Salinan KTP atau paspor.
    • Salinan transkrip akademik dan ijazah dalam bahasa Indonesia dan terjemahan ke bahasa Inggris.
    • Tiga surat rekomendasi dari pemberi kerja atau dosen universitas dalam bahasa Inggris.
    • Salinan sertifikat TOEFL ITP atau yang setara terbaru (kurang lama 2 tahun terakhir).
    • CV dalam bahasa Inggris.
    • Formulir pendaftaran berisi 1 halaman tujuan kuliah, 1 halaman personal statement, bibliografi kaya tulis yang sudah dipublikasi, dan sampel tulisan akademik.

    Cara Daftar Beasiswa Fulbright 2025

    • Penuhi persyaratan dan lengkapi dokumen persyaratan.
    • Buat akun di https://stu.aminef.or.id/grantee/.
    • Isi formulir pendaftaran dan unggah dokumen persyaratan sebelum batas waktu.
    • Pastikan kembali isi formulir dan dokumen sudah benar karena tidak bisa diganti setelah klik Submit.
    • Submit lamaran sebelum tanggal tutup pendaftaran beasiswa utuk menghindari laman error.

    Informasi pendaftaran beasiswa Fulbright 2025 S2 dan S3 bisa dilihat lebih lanjut di https://www.aminef.or.id/ dan https://www.aminef.or.id/grants-for-indonesians/faq/. Semoga bermanfaat!

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Kisah Nabi Zakaria yang Sabar dalam Mengharapkan Keturunan


    Jakarta

    Kisah Nabi Zakaria AS adalah salah satu kisah penuh hikmah dalam Al-Qur’an yang mengajarkan arti kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi ujian hidup. Kisahnya yang penuh dengan kesabaran dan ketulusan dalam mengharapkan keturunan diabadikan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya adalah surah Maryam ayat 2-15 dan surah Al-Anbiya ayat 89-90.

    Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT menceritakan bagaimana Nabi Zakaria AS meski usianya telah lanjut dan istrinya diketahui mandul, tidak pernah berhenti berharap dan berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan keturunan yang saleh.

    Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Zakaria AS menunjukkan keteguhan hati dan keyakinan bahwa doa yang tulus tidak pernah sia-sia di hadapan Allah SWT. Penasaran dengan bagaimana doa dan kesabaran Nabi Zakaria AS akhirnya membuahkan hasil? Simak kisah lengkapnya dalam artikel ini.


    Asal-usul Nabi Zakaria AS

    Dikutip dari buku Kisah Para Nabi yang disusun oleh Ibnu Katsir dan diterjemahkan oleh Divisi Penerjemah Kantor Da’wah Al-Sulay, Nabi Zakaria AS adalah ayah dari Nabi Yahya AS, keduanya termasuk golongan nabi dari Bani Israil.

    Keturunan mereka berhubungan dengan Nabi Sulaiman AS dan Nabi Daud AS, menunjukkan bahwa Nabi Zakaria AS memiliki silsilah keturunan yang mulia dan berakar kuat di antara para nabi besar.

    Menariknya, Nabi Zakaria AS dikenal sebagai seorang tukang kayu, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, “Nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu.” (HR Muslim).

    Profesi ini menjadi simbol kesederhanaan dan kerja keras beliau dalam menjalani kehidupan, sekaligus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk hidup sederhana dan penuh kesabaran.

    Kisah Nabi Zakaria AS

    Nabi Zakaria AS adalah sosok nabi yang dikenal penuh kesabaran dan keteguhan dalam memohon keturunan, meski telah berusia lanjut dan istrinya mengalami kemandulan. Allah SWT menempatkan kisahnya dalam Al-Quran sebagai pelajaran bagi umat manusia agar tak pernah berputus asa terhadap rahmat-Nya.

    Harapan besar Nabi Zakaria AS untuk memiliki keturunan tak hanya demi memenuhi keinginan pribadi, tetapi juga karena kekhawatiran terhadap keberlanjutan tugas mengurus Bani Israil dan menyebarkan ajaran tauhid. Ia berharap agar keturunannya kelak dapat menjadi pewaris yang menjalankan tugas kenabian dan menjaga syariat yang telah diajarkan.

    Dalam doanya yang penuh kelembutan, Nabi Zakaria AS mengadukan keadaannya kepada Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah tua dan istrinya mandul, tapi harapan dan keyakinannya pada kekuasaan Allah SWT tidak pernah pudar. Di dalam hatinya, Nabi Zakaria AS merasa khawatir jika tidak ada penerus yang bisa menjaga tugas kenabian di tengah umat Bani Israil.

    Ia terinspirasi oleh keturunan Nabi Ya’qub AS yang Allah SWT pilih untuk menjadi pembawa cahaya kebenaran, sehingga ia pun memohon agar diberikan seorang anak yang dapat menjadi penerus dalam menyampaikan ajaran ilahi. Berikut adalah doa Nabi Zakaria AS yang tercantum pada surah Al-Anbiya Ayat 89:

    رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَرِثِينَ

    Latinnya: Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wārisin.

    Artinya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.”

    Doa yang penuh keyakinan dan keikhlasan ini tidaklah sia-sia. Allah SWT akhirnya mengabulkan permohonan Nabi Zakaria AS dan memberinya seorang putra yang kelak dikenal sebagai Nabi Yahya AS.

    Namun, dengan takjub sekaligus khawatir, Nabi Zakaria AS bertanya bagaimana mungkin ia bisa memiliki anak sementara dirinya telah sangat tua, dan istrinya pun mandul. Allah SWT pun menegaskan bahwa segala sesuatu mudah bagi-Nya dan bahwa Dia telah menciptakan Nabi Zakaria AS sendiri sebelumnya dari ketiadaan.

    Sebagai bentuk keyakinan, Nabi Zakaria AS memohon tanda dari Allah SWT atas janji-Nya tersebut. Allah SWT kemudian memberi tanda bahwa Nabi Zakaria AS tidak akan dapat berbicara selama tiga hari, kecuali dengan bahasa isyarat, meskipun tubuhnya dalam keadaan sehat tanpa cacat.

    Dalam masa itu, Nabi Zakaria AS diperintahkan untuk terus berzikir dan memuji Allah SWT. Dengan penuh kegembiraan, ia keluar menemui kaumnya dan memberi isyarat kepada mereka untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

    Kisah ini memberikan teladan tentang kekuatan doa dan keyakinan pada kuasa Allah SWT yang tak terbatas. Meskipun keadaan tampak tidak mungkin, Nabi Zakaria AS tetap berdoa dengan penuh kesabaran dan harapan, hingga akhirnya Allah SWT menjawab permohonannya dengan anugerah yang indah.

    Kelahiran Anak Nabi Zakaria AS

    Kisah kelahiran putra Nabi Zakaria AS, yaitu Yahya yang kelak akan menjadi nabi juga sebagai penerus ayahnya adalah salah satu bukti kekuasaan Allah SWT yang Maha Besar. Anak yang telah lama diharapkan itu lahir sebagai anugerah dari Allah SWT setelah Nabi Zakaria AS dengan penuh kesabaran dan ketulusan berdoa.

    Sejak awal, Allah SWT memerintahkan Yahya untuk memegang teguh Kitab Taurat dan mempelajarinya dengan serius. Bahkan, sejak kecil, Allah SWT telah mengajarkan kebijaksanaan dan tanda-tanda kenabian kepadanya. Suatu hari, ketika teman-teman sebayanya mengajaknya bermain, Yahya dengan bijak menjawab, “Kita diciptakan bukan untuk bermain.”

    Yahya dibekali oleh Allah SWT dengan berbagai sifat mulia yang membuatnya menjadi teladan bagi banyak orang. Ia memiliki sifat kasih sayang yang mendalam, khususnya kepada kedua orang tuanya.

    Yahya juga dikenal dengan kelembutan hatinya kepada sesama, menghindari perbuatan dosa, dan senantiasa menjaga kesuciannya. Sifat bakti kepada kedua orang tua pun menjadi keutamaan dalam dirinya, diiringi dengan keteguhan hati yang menjauhi sifat sombong atau angkuh. Sifat-sifat inilah yang menjadikan Yahya sosok nabi yang dihormati dan disegani, serta menjadi contoh kebajikan bagi umatnya.

    Meninggalnya Nabi Zakaria AS

    Terdapat dua riwayat berbeda terkait wafatnya Nabi Zakaria AS. Salah satu riwayat yang disampaikan oleh Abdul-Mun’in bin Idris bin Sinan dari Wahab bin Munabbih mengisahkan bahwa Nabi Zakaria AS terpaksa meninggalkan kaumnya dan masuk ke dalam sebuah pohon untuk menyelamatkan diri.

    Namun, kaumnya yang berusaha mencelakainya kemudian datang dan meletakkan gergaji di batang pohon tersebut untuk memotongnya. Ketika gergaji telah mencapai tubuh Nabi Zakaria AS dan Beliau merintih kesakitan, Allah SWT memberikan wahyu, jika Nabi Zakaria AS tidak berhenti merintih, bumi akan terbelah.

    Mendengar itu, Nabi Zakaria AS menahan rintihannya, hingga akhirnya pohon tersebut dipotong dan Beliau pun terbagi menjadi dua bagian bersama pohon itu.

    Sementara itu, riwayat lain yang disampaikan oleh Ishaq bin Bisyr menyebutkan bahwa yang sebenarnya masuk ke dalam pohon adalah Sya’ya, bukan Nabi Zakaria AS. Dalam riwayat ini, disebutkan bahwa Nabi Zakaria AS wafat secara wajar, tanpa mengalami kejadian tragis seperti riwayat pertama.

    Wallahu a’lam, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui kebenarannya.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com