Tag: academy

  • Menggunakan Stop-Loss dalam Trading Bitcoin: Panduan Praktis

    Konsep Stop-Loss dalam trading Bitcoin adalah strategi penting yang memungkinkan trader untuk melindungi modal dan meminimalkan risiko kerugian dengan menetapkan titik harga di mana aset Bitcoin akan dijual secara otomatis. Tujuannya adalah menjaga manajemen risiko yang sehat dan menghindari potensi kerugian besar saat pasar mengalami fluktuasi harga yang tidak diinginkan.

    Dalam dunia yang penuh dengan volatilitas dan peluang besar seperti trading Bitcoin, perlindungan modal dan manajemen risiko adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan dan kesuksesan aktivitas ini. Salah satu strategi utama yang digunakan oleh trader cryptocurrency adalah konsep Stop-Loss. 

    Dengan mengatur level tertentu di mana aset Bitcoin akan dijual secara otomatis, Stop-Loss membantu trader mengurangi risiko kerugian yang mungkin terjadi akibat fluktuasi harga yang tiba-tiba. 

    Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang konsep Stop-Loss dalam trading Bitcoin, tujuannya, dan bagaimana menggunakannya sebagai alat yang efektif dalam manajemen risiko dalam dunia cryptocurrency yang dinamis. Simak selengkapnya!

    Mengenal Konsep Stop-Loss dalam Trading Bitcoin

    Konsep Stop-Loss dalam trading Bitcoin adalah suatu strategi yang digunakan oleh trader untuk mengurangi risiko kerugian dalam investasi Bitcoin. Dalam hal ini, trader menetapkan titik harga tertentu di mana mereka akan secara otomatis menjual Bitcoin mereka jika harga turun ke level tersebut.

    Tujuan utamanya adalah melindungi modal dan membatasi potensi kerugian saat pasar Bitcoin mengalami pergerakan harga yang tidak diinginkan. Dengan demikian, Stop-Loss berfungsi sebagai pembatas kerugian yang dapat membantu trader menjaga manajemen risiko yang sehat dalam aktivitas trading mereka.

    Manfaat Utama Menggunakan Stop-Loss

    1. Melindungi Modal

    Stop-Loss membantu melindungi modal investasi Anda dengan membatasi potensi kerugian. Jika harga Bitcoin turun drastis, Anda akan menjual dengan harga yang telah ditetapkan sebelumnya, menghindari kerugian yang lebih besar.

    1. Manajemen Risiko

    Stop-Loss adalah alat penting dalam manajemen risiko. Dengan menetapkan level kerugian yang dapat diterima, Anda dapat mengendalikan sejauh mana ingin terlibat dalam perdagangan dan menghindari risiko yang tidak terkendali.

    1. Emosi yang Terkendali

    Stop-Loss membantu menghindari pengambilan keputusan emosional. Tanpa Stop-Loss, trader cenderung membiarkan kerugian berlanjut dalam harapan harga akan rebound, yang dapat mengarah pada kerugian yang lebih besar.

    1. Pemantauan Pasar yang Efisien

    Dengan Stop-Loss, Anda tidak perlu terus-menerus memantau pergerakan pasar secara konstan. Ini memberi Anda fleksibilitas untuk melakukan aktivitas lain, tanpa khawatir kehilangan peluang atau mengalami kerugian besar.

    1. Konsistensi dalam Strategi Trading

    Stop-Loss membantu trader menjalankan strategi trading dengan lebih konsisten. Ini membantu Anda tetap berpegang pada rencana perdagangan, tanpa terpengaruh oleh fluktuasi harga yang tiba-tiba.

    1. Pemulihan yang Cepat

    Jika Anda mengalami kerugian dengan Stop-Loss, Anda memiliki kemampuan untuk pulih lebih cepat dan mengambil keputusan trading yang lebih bijak di masa depan.

    1. Peningkatan Kepercayaan Diri

    Dengan memiliki rencana Stop-Loss yang baik, Anda dapat merasa lebih percaya diri dalam melakukan trading Bitcoin, karena Anda telah mempertimbangkan skenario terburuk dan memiliki strategi untuk menghadapinya.

    Strategi Menggunakan Stop-Loss untuk Meminimalkan Risiko

    Strategi menggunakan Stop-Loss untuk meminimalkan risiko dalam trading Bitcoin dapat sangat bervariasi tergantung pada preferensi dan toleransi risiko individu. Berikut adalah beberapa strategi umum yang dapat membantu Anda memanfaatkan Stop-Loss dengan efektif:

    1. Penentuan Level Stop-Loss yang Tepat

    Penting untuk melakukan analisis teknis dan fundamental yang cermat untuk menentukan level Stop-Loss yang sesuai. Ini harus didasarkan pada pergerakan harga historis, dukungan dan resistensi, serta faktor-faktor fundamental yang memengaruhi Bitcoin.

    1. Penggunaan Trailing Stop

    Trailing Stop adalah jenis Stop-Loss yang mengikuti pergerakan harga saat aset mengalami kenaikan nilai. Ini memungkinkan Anda untuk mengunci keuntungan secara bertahap sambil tetap melindungi posisi Anda jika harga tiba-tiba berbalik.

    1. Pemantauan Teratur

    Terlepas dari pengaturan Stop-Loss, penting untuk secara teratur memantau pasar dan memperbarui Stop-Loss Anda sesuai keadaan pasar yang berubah.

    1. Pengaturan Risiko yang Konsisten

    Tentukan persentase risiko maksimal yang Anda bersedia ambil dalam setiap trading. Jangan melebihi batas risiko ini, bahkan jika Anda yakin bahwa perdagangan akan menguntungkan.

    1. Diversifikasi Portofolio

    Selain menggunakan Stop-Loss, diversifikasi portofolio Anda dengan berinvestasi dalam berbagai aset kripto. Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko secara keseluruhan.

    1. Penggunaan Take-Profit Order

    Selain Stop-Loss, pertimbangkan untuk menggunakan take-profit order. Ini memungkinkan Anda untuk mengunci keuntungan saat harga mencapai tingkat tertentu.

    1. Perencanaan Risiko-Reward

    Sebelum masuk ke perdagangan, pertimbangkan rasio risiko-reward. Pastikan bahwa potensi imbalan yang mungkin Anda dapatkan sebanding dengan risiko yang Anda ambil.

    1. Manajemen Ukuran Posisi

    Hindari mengambil posisi yang terlalu besar dalam satu trading. Ini dapat membantu Anda menghindari kerugian yang signifikan jika Stop-Loss harus diaktifkan.

    1. Perubahan Stop-Loss Secara Bijak

    Jika kondisi pasar berubah atau ada berita penting yang memengaruhi Bitcoin, jangan ragu untuk mengubah pengaturan Stop-Loss Anda sesuai keadaan.

    1. Penggunaan Analisis Fundamental dan Teknis

    Kombinasikan analisis fundamental (berita, kebijakan, perkembangan teknologi) dan analisis teknis (grafik harga, indikator teknis) untuk membuat keputusan yang lebih informasi.

    Pertimbangan Penting Seputar Stop-Loss dalam Trading Bitcoin

    1. Toleransi Risiko

    Tentukan berapa banyak risiko yang Anda bersedia terima dalam setiap trading Bitcoin. Ini akan mempengaruhi pengaturan level Stop-Loss Anda. Pastikan level Stop-Loss Anda sesuai dengan toleransi risiko Anda.

    1. Volatilitas Pasar

    Bitcoin dikenal karena volatilitasnya yang tinggi. Anda perlu memahami bagaimana volatilitas ini dapat memengaruhi pergerakan harga dan memilih level Stop-Loss yang mempertimbangkan fluktuasi harga yang besar.

    1. Analisis Teknis dan Fundamental

    Kombinasikan analisis teknis dan fundamental untuk menentukan di mana sebaiknya Anda menempatkan Stop-Loss. Jangan hanya mengandalkan satu jenis analisis saja.

    1. Pengaturan Trailing Stop

    Pertimbangkan penggunaan Trailing Stop, yang mengikuti pergerakan harga saat aset mengalami kenaikan nilai. Ini memungkinkan Anda untuk mengunci keuntungan sambil tetap melindungi posisi, jika harga bergerak lebih tinggi.

    1. Pemantauan Pasar yang Teratur

    Jangan tinggalkan posisi Anda tanpa pengawasan. Perbarui atau periksa Stop-Loss Anda secara teratur, terutama jika ada berita atau peristiwa penting yang dapat memengaruhi pasar Bitcoin.

    1. Ukuran Posisi

    Hindari mengambil posisi terlalu besar dalam satu trading. Penggunaan Stop-Loss tidak dapat menghindari kerugian besar, jika ukuran posisi terlalu besar.

    1. Rasio Risiko-Reward

    Pertimbangkan rasio risiko-reward sebelum masuk ke perdagangan. Pastikan bahwa potensi imbalan yang mungkin Anda dapatkan sebanding dengan risiko yang diambil.

    1. Reaksi Emosional

    Penting untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi saat Stop-Loss diaktifkan. Jangan mencoba untuk “memulihkan” kerugian dengan segera membuka perdagangan baru.

    1. Pemahaman Arah Pasar

    Sebelum menetapkan Stop-Loss, pertimbangkan apakah Anda mengharapkan tren naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Ini dapat memengaruhi apakah Anda ingin menempatkan Stop-Loss untuk melindungi keuntungan atau membatasi kerugian.

    1. Perencanaan Trading yang Matang

    Buat rencana trading yang matang sebelumnya. Ini harus mencakup penggunaan Stop-Loss sebagai bagian dari strategi Anda, serta langkah-langkah darurat jika pasar bergerak tidak sesuai rencana.

    Selalu rencanakan dengan hati-hati dan menjalani pendekatan yang bijak dalam penggunaan Stop-Loss. Setiap keputusan trading harus didasarkan pada analisis yang matang dan pemahaman yang baik tentang risiko yang terlibat.

    Pastikan Anda hanya berpartisipasi dalam investasi dan perdagangan kripto di platform terpercaya seperti Tokocrypto. Dengan fitur yang andal dan ekosistem yang luas, aktivitas perdagangan kripto menjadi lebih mudah dan lebih aman.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Dompet Bitcoin: Jenis, Keamanan, dan Pemilihan

    Pemilihan jenis dompet Bitcoin/crypto wallet harus mempertimbangkan kebutuhan keamanan, kenyamanan, dan penggunaan. Pilihlah yang paling sesuai dengan profil risiko dan penggunaan Bitcoin Anda.

    Dalam era digital yang semakin berkembang, Bitcoin telah menjadi salah satu aset digital paling populer di dunia. Untuk memahami sepenuhnya potensi dan manfaatnya, Anda perlu mengenal dengan baik apa yang disebut sebagai “dompet Bitcoin.” 

    Kami akan membimbing Anda mengenal berbagai jenis dompet Bitcoin yang ada, memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga keamanan aset kripto Anda, dan memberikan panduan tentang bagaimana memilih dompet yang sesuai dengan kebutuhan. 

    Jadi, mari kita selami dunia yang menarik ini dan pelajari cara mengelola Bitcoin dengan bijak.

    Mengenal Lebih Dalam Dompet Bitcoin

    Dompet Bitcoin adalah pintu gerbang Anda ke dunia kripto yang serba cepat dan dinamis. Di dalamnya, Anda dapat menyimpan, mengirim, dan menerima Bitcoin, yang merupakan salah satu bentuk terkemuka dari cryptocurrency.

    Namun, seperti banyak aspek dalam dunia digital, pilihan yang tersedia untuk crypto wallet sangat beragam. Setiap jenis memiliki karakteristik, tingkat keamanan, dan fungsionalitas yang berbeda.

    Untuk memahami dengan lebih baik cara mengelola Bitcoin Anda, kita perlu merinci berbagai jenis dompet yang dapat digunakan. Dari dompet online yang praktis hingga dompet keras ultra-aman.

    Jenis Dompet Bitcoin

    Ada beberapa jenis dompet Bitcoin yang dapat digunakan, masing-masing dengan karakteristik dan tingkat keamanan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis crypto wallet yang umum:

    1. Dompet Web (Web Wallet)

    Dompet web adalah yang paling mudah diakses, karena Anda dapat menggunakannya melalui browser web. Namun, mereka juga lebih rentan terhadap serangan siber, sehingga lebih cocok untuk jumlah Bitcoin yang kecil.

    1. Dompet Perangkat Lunak (Software Wallet)

    Dompet perangkat lunak adalah aplikasi yang dapat Anda instal di komputer atau perangkat seluler. Mereka menawarkan lebih banyak kendali atas Bitcoin Anda daripada dompet web, tetapi keamanannya masih bergantung pada keamanan perangkat Anda.

    1. Dompet Perangkat Keras (Hardware Wallet)

    Dompet perangkat keras adalah dompet fisik yang dirancang khusus untuk menyimpan Bitcoin secara aman. Mereka terpisah dari internet dan sering dianggap sebagai salah satu opsi paling aman untuk menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar.

    1. Dompet Kertas (Paper Wallet)

    Dompet kertas adalah cetakan fisik yang berisi informasi kunci pribadi Anda dan alamat Bitcoin. Mereka aman dari serangan siber karena tidak terhubung ke internet, tetapi Anda harus sangat hati-hati agar tidak merusak atau kehilangan cetakan tersebut.

    1. Dompet Mobile (Mobile Wallet)

    Ini adalah aplikasi seluler yang dirancang khusus untuk mengelola Bitcoin Anda. Mereka sering praktis untuk penggunaan sehari-hari, tetapi keamanan tergantung pada keamanan perangkat seluler Anda.

    1. Dompet Multisignature (Multisig Wallet)

    Dompet multisignature mengharuskan tanda tangan dari beberapa kunci pribadi yang berbeda untuk melakukan transaksi. Mereka memberikan lapisan tambahan keamanan.

    1. Dompet Otomatis (Custodial Wallet)

    Ini adalah jenis dompet yang dioperasikan oleh pihak ketiga, seperti bursa kripto. Mereka mengelola kunci pribadi Anda, yang dapat memudahkan penggunaan, tetapi juga berarti Anda harus mempercayai pihak tersebut untuk menjaga keamanan Bitcoin.

    1. Dompet Baja (Steel Wallet)

    Dompet baja adalah media fisik yang tahan terhadap kerusakan dan elemen alam, yang biasanya digunakan untuk menyimpan salinan cadangan kunci pribadi Anda.

    Tips Memilih Dompet Bitcoin yang Tepat

    Memilih dompet Bitcoin yang tepat adalah langkah penting dalam mengelola cryptocurrency Anda. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda dalam memilih crypto wallet yang sesuai:

    1. Keamanan adalah Prioritas Utama

    Pertimbangkan tingkat keamanan dompet. Jika Anda menyimpan jumlah Bitcoin yang besar, pertimbangkan menggunakan dompet perangkat keras (hardware wallet) yang merupakan salah satu yang paling aman. Dompet perangkat keras memisahkan kunci pribadi dari koneksi internet, sehingga mengurangi risiko terhadap serangan siber.

    1. Pemahaman tentang Privasi

    Beberapa crypto wallet lebih memperhatikan privasi daripada yang lain. Jika privasi adalah kekhawatiran Anda, cari dompet yang menawarkan fitur-fitur seperti pengacakan alamat atau integrasi dengan jaringan privasi, seperti CoinJoin.

    1. Antarmuka Pengguna yang Dapat Dipahami

    Pilih dompet yang memiliki antarmuka pengguna yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Antarmuka yang user-friendly akan membuat pengelolaan Bitcoin lebih nyaman.

    1. Dukungan untuk Cryptocurrency Lain

    Jika Anda berencana untuk mengelola berbagai jenis cryptocurrency, pastikan dompet Anda mendukungnya. Beberapa dompet hanya mendukung Bitcoin, sementara yang lain mendukung berbagai jenis kripto.

    1. Backup yang Aman

    Pastikan dompet Anda memiliki mekanisme backup yang aman. Ini penting untuk melindungi Bitcoin Anda, jika kehilangan akses ke dompet atau perangkat Anda.

    1. Reputasi dan Ulasan

    Teliti reputasi penyedia dompet dan baca ulasan dari pengguna lain. Ini dapat memberikan wawasan tentang pengalaman pengguna yang sebenarnya dengan dompet tersebut.

    1. Dukungan Komunitas dan Pengembangan

    Dompet yang aktif dikembangkan oleh komunitas yang berdedikasi biasanya memiliki pembaruan keamanan dan fitur yang lebih baik. Pastikan dompet yang Anda pilih memiliki dukungan aktif dari komunitasnya.

    1. Biaya Transaksi

    Perhatikan biaya yang terkait dengan dompet. Beberapa dompet mungkin mengenakan biaya transaksi yang lebih tinggi daripada yang lain. Ini dapat mempengaruhi jumlah Bitcoin yang Anda terima atau kirim.

    1. Cadangan dan Penyimpanan Darurat

    Selalu memiliki cadangan kunci pribadi Anda dan simpan di tempat yang aman. Ini sangat penting, jika dompet Anda rusak atau hilang.

    1. Edukasi

    Selalu tingkatkan pengetahuan Anda tentang cara mengamankan dan menggunakan dompet Bitcoin Anda. Semakin Anda memahami teknologi ini, semakin baik Anda dapat mengelola aset kripto Anda dengan aman.

    Ingatlah bahwa tidak ada dompet yang sempurna, dan pilihan Anda akan tergantung pada kebutuhan pribadi dan tingkat kenyamanan Anda. Yang terpenting adalah memahami bagaimana cara menggunakan dan menjaga dompet Bitcoin Anda dengan aman.

    Pastikan Anda hanya berpartisipasi dalam investasi dan perdagangan kripto di platform terpercaya seperti Tokocrypto. Dengan fitur yang andal dan ekosistem yang luas, aktivitas perdagangan kripto menjadi lebih mudah dan lebih aman.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fakta Menarik Dibalik Trading dengan Stablecoin USDC

    Apakah kamu berpikir bahwa trading dengan stablecoin USDC di pasar kripto tidak bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan? Terlepas dari sifat stabil harganya, ternyata kamu masih dapat menghasilkan keuntungan dengan berdagang menggunakan aset kripto ini.

    Ada berbagai macam aset kripto yang beredar, salah satunya adalah stablecoin, yang memiliki fluktuasi harga yang terbatas. USDC adalah salah satu jenis stablecoin yang dipegang erat pada nilai Dolar AS dengan perbandingan 1:1.

    Mungkin kamu belum tahu bahwa Tokocrypto tidak hanya menawarkan pasangan trading dalam mata uang Rupiah (IDR), tetapi juga menyediakan pasangan trading dengan USDC. Ini berarti kamu dapat mengeksplorasi berbagai pasangan aset kripto yang dapat digunakan untuk trading, termasuk USDC.

    Apa Itu USDC?

    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.
    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.

    Baca juga: Citigroup Luncurkan Citi Token untuk Mitra Institusi Adopsi Kripto

    Stablecoin telah menjadi topik yang hangat dalam dunia kripto dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu stablecoin yang paling terkenal adalah USDC, singkatan dari USD Coin. Di balik popularitasnya, ada beberapa fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui:

    1. Stabilitas Harga

    USDC berbeda dari Bitcoin atau Ethereum dalam hal volatilitas. Sementara harga Bitcoin dan Ethereum bisa berfluktuasi dengan cepat, USDC didesain untuk tetap stabil, dengan nilai yang selalu setara dengan 1 Dolar AS. Inilah sebabnya mengapa disebut “stablecoin.”

    2. Kemitraan Fintech

    USDC adalah hasil dari kerja sama antara dua raksasa fintech, Circle dan Coinbase, melalui sebuah konsorsium yang dikenal sebagai CENTRE. USDC diluncurkan pada bulan September 2018 dan sejak itu menjadi salah satu stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$30 miliar.

    3. Multi-Blockchain

    USDC beroperasi di berbagai jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Solana, Algorand, Stellar, dan Avalanche. Hal ini memberikan USDC kecepatan, efisiensi, dan interoperabilitas tinggi di antara berbagai platform dan aplikasi.

    4. Keamanan dan Transparansi

    Setiap USDC yang beredar selalu didukung oleh cadangan Dolar AS yang disimpan di bank-bank terpercaya dan diaudit secara berkala oleh firma akuntansi independen. USDC juga tunduk pada regulasi ketat dari otoritas keuangan AS.

    5. Fungsi yang Luas

    USDC dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti pembayaran barang dan jasa, pengiriman dan penerimaan uang, penyimpanan nilai, investasi, dan partisipasi dalam ekonomi digital. Stablecoin ini memiliki potensi menjadi mata uang global yang memfasilitasi inklusi keuangan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

    Mengapa Trading dengan USDC Menarik?

    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Mudrex.
    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Mudrex.

    Baca juga: Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita pahami mengapa seseorang mungkin tertarik untuk berdagang dengan USDC daripada aset kripto lainnya. Meskipun USDC adalah stablecoin dan memiliki fluktuasi harga yang terbatas, ini sebenarnya bisa menjadi keuntungan bagi sebagian trader.

    Stabilitas Harga

    Karena nilainya selalu dipegang pada Dolar AS, USDC memberikan perlindungan terhadap fluktuasi harga yang ekstrem di pasar kripto. Ini memungkinkan trader untuk mengelola risiko dengan lebih baik, terutama saat pasar mengalami penurunan atau ketidakpastian.

    Likuiditas Tinggi

    USDC seringkali memiliki likuiditas yang tinggi di berbagai bursa. Ini berarti mudah untuk membeli atau menjual USDC tanpa mengganggu harga terlalu banyak.

    Transfer Cepat dan Biaya Rendah

    Dibandingkan dengan transfer mata uang tradisional, USDC seringkali lebih cepat dan memerlukan biaya yang lebih rendah.

    Strategi Trading dengan USDC

    Seorang trader dapat memanfaatkan stablecoin seperti USDC untuk berbagai strategi:

    1. Hedging: Ketika pasar kripto tidak stabil, seorang trader dapat memindahkan asetnya ke dalam USDC sebagai bentuk lindung nilai. Ini membantu melindungi nilai aset dari penurunan harga yang signifikan.
    2. Arbitrase: Karena perbedaan harga antar bursa, peluang arbitrase mungkin muncul. Seorang trader bisa membeli USDC di satu bursa dengan harga lebih rendah dan menjualnya di bursa lain dengan harga lebih tinggi.
    3. Penyimpanan Nilai: Jika seseorang ingin keluar sejenak dari pasar kripto namun tidak ingin mengkonversi asetnya ke mata uang fiat, menyimpannya dalam bentuk USDC bisa menjadi pilihan yang baik.

    Kesimpulan

    Stablecoin seperti USDC mungkin tidak menawarkan potensi keuntungan sebesar mata uang kripto lain yang lebih fluktuatif. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang matang, trading dengan USDC masih bisa menghasilkan keuntungan. Memahami kelebihan dan potensi yang ditawarkan oleh stablecoin ini dapat membantu trader membuat keputusan yang lebih baik di pasar kripto.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Banyak stablecoin yang beredar di pasar kripto saat ini, salah duanya yang memiliki kapitalisasi besar adalah USDT (Tether) dan BUSD (Binance USD). Namun, di antara ke duanya mana yang lebih baik?

    Secara keseluruhan, baik USDT maupun BUSD menawarkan kelebihan dan fitur-fitur yang berbeda. USDT unggul dalam hal popularitas, ketersediaan, dan dukungan multi-platform. Sementara BUSD menonjolkan dukungan dari Binance, keamanan yang lebih transparan, dan integrasi yang kuat dengan ekosistem dari bursa kripto terbesar di dunia. 

    Kelebihan USDT 

    1. Popularitas USDT adalah salah satu stablecoin paling populer dan banyak digunakan di pasar kripto. Banyak bursa dan platform mendukung dan menggunakannya sebagai salah satu pasangan perdagangan utama. Di Tokocypto, ada 297 pasangan perdagangan untuk pair USDT.
    2. Ketersediaan supply USDT telah beredar cukup lama dan karenanya, mudah ditemukan dan diperdagangkan di banyak bursa kripto. 
    3. Karena popularitasnya, USDT cenderung memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, berarti Tokonauts dapat membeli dan menjual dengan mudah tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
    4. Dukungan ke berbagai blockchain. USDT aslinya berjalan di blockchain Bitcoin (Omni Layer), tetapi sekarang tersedia di berbagai jaringan blockchain, termasuk Ethereum (ERC-20), Tron (TRC-20), dan lainnya.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Mudrex.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Mudrex.

    Baca juga: Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Kelebihan BUSD

    1. BUSD dikeluarkan oleh Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Dukungan dari bursa terkenal ini memberikan keyakinan bagi banyak pengguna kripto. Saat ini Tokocrypto memiliki 199 pasangan perdagangan BUSD. Jika dibandingkan dengan USDT, BUSD memiliki pair yang lebih kecil serta volume transaksi lebih kecil.
    2. Terkait dengan Keamanan, BUSD didukung oleh dana yang sesuai dalam bentuk mata uang fiat di bank, yang membantu memastikan stabilitas nilainya.
    3. Selain berjalan di blockchain Binance sendiri (Binance Chain), BUSD juga tersedia sebagai token BEP-20 di Binance Smart Chain (BSC), yang memungkinkan transaksi dengan biaya lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi daripada Ethereum. USDT saat ini juga sudah support blockchain BEP-20 dan di ekosistem blockchain Binance Chain sendiri secara likuiditas lebih besar USDT dibanding dengan BUSD. 
    4. BUSD terintegrasi dengan berbagai layanan dan produk di ekosistem Binance, seperti Binance Exchange, Binance Launchpad, dan layanan keuangan terpusat lainnya di Binance.

    Pilih Mana: USDT atau BUSD?

    Keputusan untuk menggunakan salah satu dari stablecoin antara USDT dan BUSD, ini akan tergantung pada preferensi pribadi, tujuan, dan situasi pasar pada saat tertentu. Namun, Tokonauts juga perlu mengetahui tentang isu terkini terkait BUSD.

    Paxos, platform infrastruktur blockchain yang berbasis di Amerika Serikat telah menghentikan penerbitan stablecoin BUSD. Meskipun demikian, perusahaan akan terus mendukung BUSD hingga setidaknya Februari 2024. Peristiwa ini mungkin akan berdampak pada perkembangan BUSD ke depannya.

    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Thefipharmacist.com.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Thefipharmacist.com.

    Baca juga: Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    Kemungkinan besar likuiditas dari pasangan perdagangan yang melibatkan BUSD akan mengalami penurunan. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan dan volatilitas harga dalam pasar yang terkait dengan BUSD.

    Para trader dan investor yang memiliki pairing dengan BUSD harus mewaspadai potensi penurunan aktivitas perdagangan pada pasangan tersebut. Kondisi ini bisa berpengaruh pada strategi trading dan keputusan investasi yang melibatkan BUSD.

    Tetap Tenang

    Tokonauts jangan khawatir dan tetap tenang, karena masih bisa memilih stablecoin lain, seperti USDT sebagai alternatif aktivitas perdagangan dan investasi yang dapat Anda pertimbangkan. Untuk melakukan trading BUSD ke USDT di Tokocrypto bisa melalui link ini.

    Namun, tak perlu khawatir bagi Tokonauts yang ingin tetap menggunakan BUSD. Tokocrypto tetap mendukung proses perdagangan dan penarikan menggunakan BUSD sebagai salah satu pilihan yang tersedia. 

    Sebagai platform perdagangan yang terpercaya, Tokocrypto selalu mengutamakan keamanan aset pelanggannya. Keamanan adalah hal yang sangat penting dan Tokocrypto berkomitmen untuk melindungi aset-aset para penggunanya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Membuat Decentralized Autonomous Organization (DAO)

    Decentralized Autonomous Organization (DAO) adalah bentuk tata kelola yang umumnya digunakan dalam dunia DApp, proyek kripto, dan investasi dana. DAO populer karena sifatnya yang terdesentralisasi, transparan, dan kemampuannya untuk beroperasi dengan smart contract yang menjalankan fungsi-fungsi secara otomatis. Untuk menciptakan DAO, dibutuhkan solusi teknis untuk mengatur proposal dan voting, dan ada berbagai opsi open-source yang dapat Anda sesuaikan sesuai kebutuhan Anda.

    Pendahuluan

    Sejalan dengan prinsip dasar desentralisasi yang mendasari dunia kripto, DAO telah menjadi model tata kelola yang semakin populer di dunia blockchain. Dengan sedikit pemahaman teknis dan bantuan beberapa alat, Anda dapat segera menjalankan sebuah DAO. Namun, sebelumnya, Anda perlu merencanakan langkah-langkah dengan baik dan membangun dukungan dari komunitas yang bersangkutan. Mari kita eksplorasi lebih lanjut mengenai prasyarat yang diperlukan dan panduan langkah demi langkah dalam menciptakan sebuah DAO.

    Apa Itu DAO?

    DAO adalah singkatan dari Decentralized Autonomous Organization (Organisasi Otonom Terdesentralisasi). Sesuai dengan namanya, DAO adalah sebuah entitas organisasi yang dijalankan secara otomatis oleh kode komputer dan terbuka bagi partisipasi dari siapa pun yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Keunikan DAO terletak pada sifat otonomnya, di mana smart contract memainkan peran kunci dalam menjalankan berbagai proses tanpa intervensi manusia. DAO biasanya dibentuk dan dikelola oleh suatu komunitas yang bersama-sama mengawasi dana dan proyek yang terkait.

    Salah satu DAO yang paling terkenal adalah “The DAO,” yang merupakan dana modal ventura yang dikembangkan pada tahun 2016 di atas jaringan Ethereum. Sayangnya, proyek ini mengalami serangan dalam tiga bulan pertama penjualan tokennya karena adanya kerentanan dalam kode programnya. Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, dilakukan hard fork yang mengembalikan dana kepada pemegangnya. Meskipun mengalami tantangan awal, konsep DAO terus berkembang selama beberapa tahun terakhir dan sekarang menjadi salah satu model tata kelola yang populer, terutama dalam proyek-proyek DeFi (Keuangan Terdesentralisasi).

    Setiap DAO memiliki karakteristik yang unik, tetapi semuanya harus mengikuti prinsip-prinsip dasar yang serupa. Setiap orang yang memiliki token tata kelola DAO memiliki hak voting sesuai dengan jumlah token yang dimilikinya. Selain itu, pemegang token dapat mengajukan proposal untuk mengubah cara operasi DAO.

    Apa Manfaat Pembuatan DAO?

    Bagi proyek kripto, DAO memiliki beragam manfaat yang signifikan. Salah satu manfaat utama adalah penggunaan smart contract dalam operasinya. Kode on-chain ini memastikan bahwa DAO tidak bergantung secara berlebihan pada campur tangan manusia dalam eksekusi prosesnya. Sebagai contoh, proposal yang diajukan dapat secara otomatis dieksekusi melalui smart contract, tanpa risiko sensor atau manipulasi suara.

    DAO juga merupakan alat yang berguna dalam mengelola komunitas, terutama ketika sebagian besar anggota komunitas bersifat anonim. Sering kali, tidak ada transparansi terkait identitas asli anggota, dan tingkat kepercayaan yang tinggi diperlukan dalam interaksi dengan individu yang tidak dikenal. Melalui DAO, komunitas dapat mengatur dirinya sendiri dengan efisien, sementara teknologi blockchain memastikan integritasnya. Selain itu, pembentukan DAO lebih sederhana dibandingkan dengan pembentukan organisasi atau entitas tradisional, terutama karena banyak proyek kripto memiliki tim yang tersebar di seluruh dunia.

    Terakhir, DAO adalah pilihan yang ekonomis dalam mengelola aspek manusia. Anda dapat mengkonfigurasi dan mengoperasikannya tanpa biaya besar, atau dengan biaya yang relatif kecil.

    Penting untuk diingat bahwa dengan memutuskan untuk menggunakan DAO, Anda juga harus bersedia untuk bertanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambil. Dengan mendistribusikan kekuasaan secara terdesentralisasi, Anda tidak lagi memiliki kendali penuh atas proyek Anda. Jika Anda tidak aktif dalam mengambil keputusan terkait tata kelola, ini dapat berdampak negatif pada proyek tersebut.

    Apa Yang Dibutuhkan Untuk Membuat DAO?

    Menciptakan sebuah Decentralized Autonomous Organization (DAO) yang berhasil melibatkan setidaknya lima elemen penting berikut:

    1. Tujuan: DAO harus memiliki tujuan yang jelas. DAO adalah alat sederhana untuk mengelola proyek atau dana, jadi tanpa tujuan yang baik, DAO Anda akan kekurangan arah.

    2. Mekanisme Voting: Ini adalah cara utama bagi anggota untuk berpartisipasi dalam DAO dan mempengaruhi keputusan. Ada beberapa cara untuk mengatur mekanisme voting, Anda bisa membuat mekanisme khusus atau menggunakan penyedia pihak ketiga yang akan dibahas nanti. Dalam hal ini, awal yang baik adalah memiliki mekanisme voting yang jelas.

    3. Token Tata Kelola atau Saham: Bagaimana orang membuktikan hak mereka dalam mengambil keputusan di dalam DAO? Token tata kelola adalah cara umum untuk memberikan hak ini, dan seringkali berfungsi juga sebagai token utilitas. Sistem saham adalah pilihan lain, terutama untuk dana yang memungkinkan pengguna untuk menyetor kripto mereka ke dalam DAO.

    4. Komunitas: Semakin banyak orang yang bergabung dalam DAO Anda, semakin kuat daya tarik desentralisasinya. Desentralisasi menjadi lebih kuat seiring dengan pertumbuhan anggota komunitas yang aktif, yang mana kekuasaan terdistribusi di antara pemangku kepentingan yang lebih banyak.

    5. Manajemen Dana: Sebagian besar DAO akan mengelola dana atau aset. Aktivitas ini biasanya terjadi dalam dompet dengan beberapa tanda tangan yang hanya dapat digunakan jika semua peserta utama setuju.

    Bagaimana Membuat DAO?

    Secara teknis, Anda memerlukan mekanisme untuk mengatur voting dan proposal. Ada beberapa solusi open-source yang dapat digunakan untuk ini. Sebagai contoh, Aragon adalah salah satu pilihan populer untuk blockchain Ethereum, sementara Snapshot adalah mekanisme voting off-chain yang dapat disesuaikan yang berfungsi di beberapa blockchain.

    Cara kerjanya akan serupa, tetapi ada perbedaan dalam implementasinya. Beberapa sistem DAO mengadakan polling on-chain, sementara yang lain off-chain. Pilihan terbaik akan bergantung pada kebutuhan spesifik dari DAO Anda.

    Pastikan untuk memiliki kripto yang cukup untuk menutupi biaya transaksi saat menerapkan DAO di blockchain.

    Aragon

    Aragon memungkinkan pembuatan organisasi DAO di beberapa blockchain, termasuk Ethereum, Polygon, Andromeda, dan Harmony. Mereka menyediakan perangkat lunak open-source melalui klien Aragon, yang memudahkan pembuatan DAO yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Proyek Aragon sendiri juga dikelola melalui sebuah DAO dan memiliki organisasi nirlaba yang mengelola dana yang dikumpulkan oleh Aragon.

    Membuat DAO berbasis Aragon cukup sederhana:

    1. Anda harus memiliki domain Ethereum Name Service (ENS).
    2. Pastikan Anda memiliki cukup kripto untuk membayar biaya pembuatan DAO (sekitar 0,2 ETH ditambah biaya gas).
    3. Buat organisasi yang terhubung dengan domain ENS melalui DApp Aragon. Ada beberapa struktur organisasi pra-setel yang dapat Anda gunakan.
    4. Konfigurasikan pengaturan, seperti durasi voting dan persentase dukungan yang diperlukan, lalu luncurkan DAO.

    Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di FAQ Aragon.

    Snapshot

    Snapshot adalah mekanisme voting off-chain yang dapat disesuaikan. Mekanisme ini menggunakan tanda tangan digital melalui dompet untuk melakukan voting berdasarkan snapshot pemilik token. Ini memastikan bahwa pengguna tidak dapat memengaruhi voting dengan membeli lebih banyak token. Mempertahankan voting off-chain efektif bagi proyek yang beroperasi di berbagai blockchain.

    Untuk membuat sistem voting di Snapshot, Anda perlu:

    1. Memiliki domain ENS. DAO harus berada di mainnet Ethereum terlepas dari blockchain tempat proyek Anda beroperasi.
    2. Hubungkan Snapshot ke domain ENS.
    3. Sesuaikan pengaturan ruang Anda, seperti admin, strategi kekuatan voting, ketentuan, dan lain-lain.
    4. Verifikasi ruang Anda, yang mencakup memiliki setidaknya 1.000 anggota dan bukti kepemilikan token yang relevan dengan proyek Anda.

    Instruksi lengkap dapat ditemukan di dokumentasi Snapshot.

    DAOstack Alchemy

    DAOstack Alchemy adalah alat untuk membuat DAO di Ethereum dan Gnosis Chain (sebelumnya dikenal sebagai xDAI). Melalui antarmukanya, Anda dapat membuat DAO dengan relatif mudah, menambahkan anggota, dan mulai mengatur organisasi Anda. Saat artikel ini ditulis, biaya untuk membuat DAO di Ethereum sekitar 0,2 Ether (ETH), tetapi Anda tidak memerlukan Ethereum Name Service (ENS) dalam hal ini.

    Untuk membuat DAO dengan DAOstack, Anda cukup:

    1. Hubungkan dompet Anda ke DApp DAOstack.
    2. Ikuti langkah-langkah yang ditampilkan untuk mengonfigurasi DAO Anda.
    3. Bayar biaya yang diperlukan, yang biasanya sekitar 0,2 ETH.

    Contoh DAO yang Sukses

    Jika Anda mencari inspirasi terkait aturan dan pengaturan yang telah terbukti berhasil, ada beberapa DAO di dunia kripto yang dapat menjadi panutan. Beberapa di antaranya menjalankan organisasi yang sangat terstruktur dan transparan, mirip dengan bisnis besar. Berikut adalah beberapa contoh yang patut dicontohkan:

    MakerDAO

    MakerDAO adalah salah satu DAO tertua dan paling sukses di pasar kripto. Organisasi ini mengelola stablecoin DAI yang didukung oleh kripto. Mereka mengatur proposal dalam dua tahap, yaitu Polling Tata Kelola untuk keputusan non-teknis dan Voting Eksekutif untuk mengubah smart contract. Siapa pun yang memiliki token MKR, yang merupakan token DAO untuk mengelola proyek, dapat berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

    Aave

    Aave adalah platform pinjaman DeFi di jaringan Ethereum yang memungkinkan pemilik token ERC-20 AVVE atau mereka yang melakukan staking AAVE untuk berpartisipasi dalam DAO. Selain mengelola perubahan dalam proyek, tata kelola Aave juga melakukan voting untuk proyek-proyek baru yang ingin membangun di protokol ini, serta memberikan hibah Aave untuk mendanai konsep tersebut.

    Uniswap

    Uniswap adalah Automated Market Maker (AMM) yang beroperasi di beberapa blockchain dan telah menjadi inspirasi bagi banyak proyek DeFi. Uniswap adalah salah satu bursa terdesentralisasi terbesar, dan pemegang token UNI memiliki hak untuk melakukan voting dan mengajukan proposal. Untuk mengajukan proposal baru, Anda harus memiliki setidaknya 0,25% dari total pasokan UNI. Untuk mendorong diskusi yang konstruktif, terdapat forum tata kelola di mana anggota komunitas dapat berdebat mengenai perubahan-perubahan yang diusulkan.

    Kesimpulan

    Membuat DAO pada dasarnya adalah hal yang teknis, tetapi menjalankannya dengan sukses adalah tantangan yang berbeda. Seperti yang terlihat dari contoh-contoh di atas, ada banyak alat sederhana yang tersedia untuk membuat DAO Anda. Namun, kunci keberhasilan DAO terletak pada proyek dan komunitas yang mendukungnya.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berapa Biaya Transaksi dalam Dunia Blockchain?

    Biaya transaksi di dunia blockchain memiliki peranan krusial yang mencakup dua aspek utama yang berkaitan erat dengan operasi jaringan tersebut. Pertama, biaya transaksi memberikan insentif kepada para penambang (atau validator) yang bertugas mengonfirmasi setiap transaksi, yang pada gilirannya mendukung keamanan dan kelancaran jaringan dari ancaman serangan spam.

    Biaya transaksi ini bisa bervariasi, tergantung pada seberapa ramai jaringan pada saat itu. Faktor pasar juga dapat berpengaruh signifikan terhadap besarnya biaya yang diperlukan. Penting untuk dicatat bahwa meskipun biaya yang tinggi bisa menjadi kendala dalam usaha mendorong adopsi blockchain yang lebih luas, biaya yang terlalu rendah dapat mengakibatkan masalah keamanan yang serius.

    Mengapa Harus Ada Biaya Transaksi?

    Biaya transaksi telah menjadi elemen pokok dalam hampir semua sistem blockchain sejak awal perkembangannya. Anda hampir pasti akan berurusan dengan biaya ini saat melakukan transaksi, menyetor, atau menarik kriptokurensi.

    Ada dua alasan utama mengapa sebagian besar kripto menggunakan biaya transaksi. Pertama, biaya ini berfungsi sebagai penghalang untuk mengurangi jumlah spam yang dapat mengganggu jaringan. Dengan adanya biaya, serangan spam dengan skala besar akan menjadi mahal dan tidak praktis. Kedua, biaya transaksi memberikan insentif kepada pengguna yang berperan dalam memverifikasi dan mengonfirmasi transaksi. Dalam arti sederhana, biaya ini adalah penghargaan bagi mereka yang membantu menjaga kelancaran jaringan.

    Secara umum, biaya transaksi di sebagian besar blockchain relatif terjangkau, meskipun besarnya dapat berfluktuasi tergantung pada tingkat aktivitas jaringan. Sebagai pengguna, seberapa besar biaya yang ingin Anda bayar akan menentukan seberapa cepat transaksi Anda akan diproses ke dalam blok berikutnya.

    Biaya Transaksi dalam Jaringan Bitcoin

    Sebagai jaringan blockchain pertama di dunia, Bitcoin telah menetapkan standar dalam hal biaya transaksi yang kemudian diadopsi oleh sebagian besar kripto lainnya. Satoshi Nakamoto menyadari bahwa biaya transaksi adalah bagian penting dalam melindungi jaringan dari serangan spam skala besar dan memberikan insentif kepada para pemain yang bertindak secara benar.

    Para penambang Bitcoin menerima biaya transaksi sebagai bagian dari proses mereka dalam mengkonfirmasi transaksi ke dalam blok baru. Transaksi yang menunggu konfirmasi ditempatkan dalam apa yang disebut sebagai “mempool.” Tentu saja, para penambang akan memberikan prioritas kepada transaksi dengan biaya yang lebih tinggi, sesuai dengan preferensi yang telah diatur oleh para pengguna saat mereka mengirim Bitcoin ke alamat lain.

    Hal ini mengimplikasikan bahwa pihak jahat yang ingin mengganggu jaringan akan terpaksa membayar biaya untuk setiap transaksi yang mereka coba lakukan. Jika mereka menetapkan biaya yang terlalu rendah, para penambang akan cenderung mengabaikan transaksi tersebut. Sebaliknya, jika mereka menetapkannya pada tingkat yang sesuai, maka biaya yang harus mereka keluarkan akan menjadi sangat tinggi. Dengan cara ini, biaya transaksi juga berfungsi sebagai perangkap spam yang sederhana namun efektif.

    Bagaimana Biaya Transaksi Bitcoin Dihitung?

    Dalam jaringan Bitcoin, beberapa dompet kripto memungkinkan pengguna untuk mengatur biaya transaksi mereka secara manual. Meskipun mungkin mengirim Bitcoin tanpa biaya, namun para penambang kemungkinan besar akan mengabaikan transaksi tersebut, sehingga transaksi tersebut tidak akan terkonfirmasi.

    Berbeda dengan apa yang mungkin diyakini oleh beberapa orang, biaya transaksi Bitcoin tidak terkait dengan jumlah Bitcoin yang dikirim, melainkan lebih tergantung pada ukuran transaksi dalam byte. Sebagai contoh, bayangkan ukuran transaksi Anda adalah 400 byte dan biaya transaksi rata-rata saat itu adalah 80 satoshi per byte. Dalam situasi ini, Anda akan perlu membayar sekitar 32.000 satoshi (atau 0.0032 BTC) untuk memiliki peluang yang baik agar transaksi Anda masuk ke blok berikutnya.

    Ketika lalu lintas jaringan tinggi dan ada permintaan besar untuk mengirim Bitcoin, biaya transaksi yang diperlukan agar transaksi Anda dikonfirmasi lebih cepat akan meningkat, karena banyak pengguna Bitcoin lainnya juga akan mencoba melakukan hal yang sama. Ini terutama berlaku ketika terjadi volatilitas pasar yang tinggi.

    Dengan demikian, biaya transaksi yang tinggi bisa membuat penggunaan Bitcoin untuk transaksi sehari-hari menjadi kurang praktis. Contohnya, membeli secangkir kopi seharga $3 bisa menjadi kurang efisien jika biayanya jauh lebih tinggi.

    Hanya sejumlah transaksi tertentu yang dapat dimasukkan dalam satu blok, yang memiliki batasan ukuran maksimal 1 MB. Para penambang berlomba untuk memasukkan blok ini ke dalam blockchain secepat mungkin, tetapi tetap ada batasan pada kecepatannya.

    Skalabilitas jaringan kripto adalah masalah krusial dalam menentukan biaya transaksi. Pengembang blockchain terus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini. Beberapa perubahan jaringan sebelumnya, seperti implementasi SegWit dan Lightning Network, telah berhasil meningkatkan skalabilitasnya.

    Biaya Transaksi dalam Jaringan Ethereum

    Biaya transaksi dalam jaringan Ethereum memiliki mekanisme yang berbeda dibandingkan dengan Bitcoin. Di Ethereum, biaya transaksi mempertimbangkan jumlah daya komputasi yang diperlukan untuk memproses sebuah transaksi, yang disebut sebagai “gas.” Harga gas ini juga memiliki fluktuasi yang terkait dengan ether (ETH), yaitu token asli jaringan Ethereum.

    Meskipun gas yang dibutuhkan untuk satu transaksi tertentu dapat tetap stabil, harga gas bisa naik atau turun seiring dengan tingkat lalu lintas jaringan. Jika Anda membayar harga gas lebih tinggi, maka kemungkinan besar para penambang akan lebih memprioritaskan transaksi Anda untuk dimasukkan ke dalam blok lebih cepat.

    Bagaimana Perhitungan Biaya Transaksi di Ethereum?

    Biaya transaksi Ethereum terdiri dari dua aspek utama: biaya gas dan limit gas. Biaya gas mencakup biaya operasi dan insentif untuk menjalankan transaksi Anda. Limit gas, di sisi lain, menentukan harga maksimum yang dapat Anda bayarkan untuk transaksi atau tugas tersebut.

    Anda bisa menggambarkan biaya gas sebagai jumlah pekerjaan yang dibutuhkan, sementara harga gas adalah tarif yang dikenakan per “jam” pekerjaan tersebut. Hubungan antara keduanya, bersama dengan limit gas, akan menentukan total biaya untuk suatu transaksi Ethereum atau operasi smart contract.

    Contoh, jika suatu transaksi membutuhkan 21.000 gas dan harga gas saat itu adalah 71 Gwei, maka biaya transaksi akan menjadi 1.491.000 Gwei atau setara dengan 0,001491 ETH.

    Dengan Ethereum bergerak menuju model Proof of Stake (seperti yang diilustrasikan oleh Casper), diharapkan bahwa biaya gas akan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jumlah gas yang diperlukan untuk mengkonfirmasi transaksi akan lebih rendah, karena jaringan hanya memerlukan sebagian dari daya komputasi untuk validasi transaksi. Namun, tetap saja, lalu lintas jaringan dapat memengaruhi biaya transaksi, karena validator akan memprioritaskan transaksi dengan bayaran yang lebih tinggi.

    Biaya Transaksi di Binance Chain

    Binance Chain adalah jaringan blockchain yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi dan perdagangan BNB serta token BEP-2 lainnya. Pengguna juga dapat membuat dan mengedarkan token kripto mereka sendiri di platform ini. Binance Chain mengadopsi mekanisme konsensus yang dikenal sebagai Delegated Proof of Stake, di mana validator menggantikan peran penambang.

    Binance Chain juga mendukung Binance DEX, yang merupakan bursa terdesentralisasi di mana pengguna dapat melakukan perdagangan aset kripto langsung dari dompet mereka. Biaya transaksi dalam Binance Chain dan Binance DEX dibayar menggunakan BNB (Binance Coin).

    Harap diperhatikan perbedaan antara Binance Chain dan Binance Smart Chain, kedua blockchain ini beroperasi secara terpisah. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Pengantar Binance Smart Chain (BSC).

    Bagaimana Biaya Transaksi di Binance Chain Dihitung?

    Perhitungan biaya transaksi di Binance Chain berbeda tergantung pada jenis tindakan yang ingin Anda lakukan dan biasanya dinyatakan dalam BNB. Ada perbedaan antara biaya transaksi, seperti mengirim BNB, dan biaya transaksi di Binance DEX. Total biaya transaksi juga dapat bervariasi tergantung pada harga pasar BNB.

    Untuk transaksi yang tidak terkait dengan perdagangan, seperti menarik atau menyetor BNB ke dalam dompet, biaya transaksi dibayar dengan BNB. Sementara untuk aktivitas perdagangan di Binance DEX, biaya dibayar dalam token yang diperdagangkan, meskipun ada diskon jika Anda membayar dengan BNB. Model ini dirancang untuk mendorong penggunaan BNB dan membangun basis pengguna yang kuat.

    Biaya Transaksi di Binance Smart Chain

    Binance Smart Chain (BSC) adalah blockchain lain yang dikembangkan oleh Binance yang beroperasi seiringan dengan Binance Chain, yang merupakan dua jaringan yang berbeda. BNB yang beroperasi di Binance Chain adalah token BEP-2, sementara BNB di BSC adalah token BEP-20.

    Binance Smart Chain memungkinkan pembuatan smart contract, yang membuatnya lebih fleksibel. Struktur biaya di BSC tidak bersifat tetap seperti di Binance Chain. Alih-alih, sistem gas digunakan (mirip dengan Ethereum) yang mencerminkan daya komputasi yang diperlukan untuk mengeksekusi transaksi dan operasi smart contract.

    Jaringan BSC mengoperasikan mekanisme konsensus Proof of Staked Authority. Pengguna jaringan perlu melakukan staking BNB untuk menjadi validator, dan sebagai imbalannya, mereka akan menerima biaya transaksi yang diterima oleh jaringan.

    Cara Menghitung Biaya Transaksi di Binance Smart Chain

    Seperti yang telah kami bahas sebelumnya, struktur biaya di Binance Smart Chain (BSC) sangat mirip dengan yang ditemukan di jaringan Ethereum. Biaya transaksi di BSC dinyatakan dalam Gwei, yang merupakan satuan kecil dari BNB dan setara dengan 0,000000001 BNB. Pengguna memiliki kemampuan untuk menentukan harga gas yang mereka ingin bayar agar transaksi mereka mendapatkan prioritas untuk dimasukkan ke dalam blok.

    Untuk memantau harga gas rata-rata saat ini serta data historis, BscScan menyediakan statistik rata-rata harian, harga gas terendah, dan harga gas tertinggi yang pernah dibayarkan. Sebagai contoh, pada bulan Maret 2021, biaya rata-rata di BSC adalah sekitar 13 Gwei.

    Dalam contoh di bawah ini, kita menggunakan harga gas sebesar 10 Gwei. Perhatikan bahwa limit gas yang ditetapkan adalah 622.732 Gwei, namun hanya 352.755 Gwei (atau sekitar 52,31% dari limit tersebut) yang digunakan dalam transaksi tersebut. Hal ini menghasilkan biaya transaksi sebesar 0,00325755 BNB.

    Secara umum, biaya transaksi di BSC cenderung sangat terjangkau. Namun, penting untuk diingat bahwa jika Anda mencoba mengirim token tanpa memiliki saldo BNB yang cukup di akun Anda, jaringan akan memberi tahu Anda bahwa Anda tidak memiliki cukup dana untuk membayar biaya transaksi. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu memiliki sejumlah BNB tambahan di dompet Anda untuk menutupi biaya transaksi.

    Penutup

    Biaya transaksi adalah aspek integral dalam ekonomi jaringan blockchain kripto. Biaya ini berfungsi sebagai insentif bagi pengguna yang membantu menjaga kelancaran operasi jaringan. Selain itu, biaya transaksi juga menjadi lapisan perlindungan terhadap potensi perilaku jahat dan serangan spam.

    Namun, meningkatnya volume transaksi di beberapa jaringan telah mengakibatkan kenaikan biaya transaksi yang signifikan. Sifat terdesentralisasi dari sebagian besar blockchain membuat skala menjadi tantangan yang sulit. Meskipun ada jaringan yang menawarkan skalabilitas dan kecepatan transaksi tinggi, seringkali hal tersebut datang dengan pengorbanan terhadap keamanan dan tingkat desentralisasi.

    Namun, para peneliti dan pengembang terus bekerja keras untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan inklusi dan efisiensi dalam ekosistem kripto yang terus berkembang ini.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menggali Potensi Blockchain dan Kecerdasan Buatan

    Blockchain dan Kecerdasan Buatan (AI) adalah dua tonggak teknologi yang telah mengubah fundamental dunia digital. Keduanya memiliki potensi besar dalam mengubah cara kita berinteraksi, bekerja, dan berbisnis di masa depan.

    Blockchain, dengan kemampuannya menciptakan sistem yang transparan dan aman, telah merevolusi berbagai industri, mulai dari keuangan hingga rantai pasokan. Sementara itu, Kecerdasan Buatan telah membawa kemampuan komputasi yang luar biasa, memungkinkan mesin untuk belajar dan membuat keputusan seperti manusia.

    Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang bagaimana kedua teknologi ini dapat saling melengkapi dan membentuk masa depan yang menarik dan penuh tantangan bagi dunia teknologi.

    Apa yang dimaksud dengan Kecerdasan Buatan (AI)?

    Kecerdasan Buatan adalah kemampuan sebuah program untuk belajar, juga merupakan ilmu dan rekayasa dari program komputer cerdas. Algoritme ini dapat mengenali pola dan memecahkan masalah dengan menggunakan sejumlah besar data tanpa perintah manusia. Dengan menganalisis data masukan eksternal, AI dapat belajar dari data tersebut dan menggunakan pengetahuan yang diperoleh untuk mencapai tujuan tertentu dan menjalankan tugas yang diberikan.

    Pada dasarnya, terdapat dua jenis utama AI: Narrow AI dan Strong AI. Narrow AI dirancang untuk menyelesaikan tugas yang khusus atau terbatas, seperti pengenalan wajah, penyaringan spam, atau bermain catur. Di sisi lain, Strong AI mampu menangani tugas yang lebih luas dan tidak terbatas, dengan potensi untuk memiliki tingkat kognisi yang sama dengan manusia. Saat ini, Narrow AI sudah ada, sementara Strong AI masih dalam tahap pengembangan, bahkan banyak ahli yang meragukan kemungkinannya.

    Meskipun sulit untuk memprediksi potensi pengaruh Strong AI, banyak yang yakin bahwa AI dan blockchain akan saling terkait di masa depan. Beberapa bahkan berpendapat bahwa keduanya akan menjadi teknologi yang sangat penting dalam dekade mendatang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami lebih dalam bagaimana keduanya dapat berinteraksi dan saling memengaruhi dalam pengembangan teknologi di masa depan.

    Sinergi Antara AI dan Blockchain

    Pengembangan AI dalam Dunia Blockchain

    Salah satu tantangan utama dalam ekosistem blockchain adalah konsumsi daya komputasi yang tinggi. Jaringan blockchain yang didistribusikan mengutamakan keamanan dan integritas data, meskipun ini mengorbankan efisiensi. AI dapat memberikan kontribusi besar dalam mengoptimalkan penggunaan energi, yang dapat meningkatkan efisiensi algoritma penambangan.

    Kekhawatiran lain dalam penggunaan blockchain adalah tingginya konsumsi energi yang diperlukan, terutama pada blockchain berbasis Proof of Work. Properti ekonomi kripto dan tingkat keamanan yang tinggi membutuhkan komputasi yang memerlukan daya tinggi. Mengurangi konsumsi energi pada jaringan blockchain akan memberikan manfaat besar bagi seluruh industri dan dapat mendorong adopsi blockchain secara lebih luas.

    AI juga memiliki peran penting dalam mengoptimalkan kebutuhan penyimpanan dalam ekosistem blockchain. Karena setiap transaksi disimpan di semua node, ukuran ledger blockchain dapat tumbuh dengan cepat. Ketika persyaratan penyimpanan tinggi, ini dapat menjadi hambatan bagi partisipasi yang lebih luas dan mengurangi desentralisasi jaringan. AI dapat memperkenalkan teknik baru seperti sharding database, yang dapat mengurangi ukuran blockchain dan mengelola data dengan lebih efisien.

    Dengan demikian, sinergi antara AI dan blockchain menawarkan berbagai peluang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan skalabilitas dalam pengembangan teknologi masa depan.

    Ekonomi Data Terdesentralisasi

    Data merupakan aset berharga yang perlu disimpan dengan aman dan dapat dipertukarkan dengan mudah. Keefektifan sistem kecerdasan buatan (AI) sangat bergantung pada data, dan blockchain mampu menyimpan data dengan tingkat keandalan yang tinggi.

    Blockchain pada dasarnya adalah database yang aman dan terdistribusi yang dibagikan oleh semua peserta dalam jaringan. Data disimpan dalam blok dan dihubungkan secara kriptografis dengan blok sebelumnya, menjadikannya sulit untuk mengubah informasi tanpa mengganggu konsensus jaringan, seperti melalui serangan 51%.

    Pertukaran data terdesentralisasi bertujuan untuk menciptakan ekonomi data baru berbasis blockchain. Ini akan membuat data dan penyimpanan menjadi lebih mudah diakses oleh siapa saja. Dalam konteks ekonomi data ini, algoritme AI membutuhkan banyak data eksternal agar dapat belajar lebih cepat. Selain itu, algoritme AI itu sendiri juga dapat diperdagangkan di pasar, sehingga dapat diakses oleh lebih banyak orang dan mempercepat kemajuannya.

    Pertukaran data terdesentralisasi berpotensi mengubah cara data disimpan. Pada dasarnya, setiap orang akan memiliki kemampuan untuk menyewakan penyimpanan lokal mereka dengan biaya yang dibayar dengan token. Sebaliknya, penyedia layanan penyimpanan data akan harus meningkatkan layanan mereka agar tetap bersaing.

    Meskipun beberapa pasar data semacam ini sudah ada, mereka masih dalam tahap perkembangan awal. Dengan memberikan insentif kepada penyedia data dan penyimpanan untuk menjaga integritas data, sistem AI juga akan mendapatkan manfaatnya.

    Superkomputer Terdesentralisasi

    Melatih AI memerlukan tidak hanya data berkualitas yang dapat diakses oleh algoritme, tetapi juga daya komputasi yang besar. Algoritme AI sering menggunakan jenis komputasi yang dikenal sebagai jaringan saraf tiruan (ANN) yang memerlukan daya komputasi besar untuk menyesuaikan parameter yang sangat banyak.

    Jika data dapat dibagikan melalui jaringan blockchain, mengapa daya komputasi tidak bisa? Dalam beberapa implementasi blockchain, pengguna dapat menyewakan daya komputasi mereka dalam pasar peer-to-peer (P2P) kepada mereka yang memerlukan komputasi kompleks.

    Ini memungkinkan sistem AI untuk dilatih secara lebih efisien dan dengan biaya yang lebih rendah dalam platform komputasi ini. Meskipun penggunaan awalnya mungkin terbatas pada pembuatan gambar 3D komputer, kemungkinan akan berkembang menjadi lebih banyak aplikasi AI.

    Dengan perkembangan Aplikasi Terdesentralisasi (DApps), perusahaan yang menyediakan daya komputasi harus siap menghadapi persaingan yang meningkat. Dengan memungkinkan pengguna untuk memperoleh pendapatan dari penyewaan daya komputasi mereka, ini akan meningkatkan efisiensi penggunaan daya komputasi secara keseluruhan. Dalam teori, setiap CPU atau GPU di seluruh dunia dapat menjadi bagian dari superkomputer terdesentralisasi ketika tidak digunakan.

    Meningkatkan Auditabilitas Keputusan AI

    Keputusan yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan (AI) seringkali sulit dipahami oleh manusia. Algoritme AI dapat beroperasi dengan volume data yang luar biasa, suatu hal yang praktis tidak mungkin bagi manusia untuk melakukan audit atau memahami proses pengambilan keputusan secara mendalam.

    Namun, dengan mencatat setiap titik data yang digunakan dalam pengambilan keputusan, kita dapat menciptakan jejak audit yang jelas yang dapat diperiksa oleh manusia. Hal ini dapat meningkatkan tingkat kepercayaan pada keputusan yang dihasilkan oleh algoritme AI.

    Kesimpulan

    Apabila kedua teknologi ini mampu mencapai potensinya, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang. Banyak perusahaan saat ini telah mengadopsi keduanya secara terpisah, namun terdapat peluang menarik dalam menggabungkan teknologi blockchain dan AI.

    Dalam perkembangannya yang terus berlanjut, lebih banyak inovasi dapat terjadi melalui sinergi antara blockchain dan AI. Meskipun hasil akhirnya sulit diprediksi, namun dengan yakin dapat dikatakan bahwa hal ini akan membawa perbaikan signifikan dalam berbagai aspek ekonomi kita.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Menggunakan Penjelajah Blockchain Bitcoin

    Penjelajah blockchain Bitcoin, yang sering disebut sebagai “blockchain explorer,” adalah salah satu alat kunci dalam ekosistem Bitcoin. Ini adalah platform daring yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi serta menganalisis transaksi, alamat, dan blok dalam jaringan Bitcoin secara transparan.

    Menggunakan penjelajah blockchain Bitcoin, individu dapat memahami pergerakan aset digital mereka, melakukan verifikasi transaksi, dan mengikuti perkembangan jaringan secara real-time. Dalam artikel ini, kami akan merinci bagaimana cara memanfaatkan penjelajah blockchain Bitcoin untuk menggali informasi berharga dalam lingkungan mata uang kripto yang terus berkembang.

    Transparansi publik adalah konsep sentral dalam dunia mata uang kripto. Salah satu janji besar dari teknologi blockchain adalah kesetaraan akses terhadap informasi tanpa membatasinya hanya pada sejumlah orang yang memiliki keistimewaan tertentu.

    Namun, apa arti sebenarnya di balik pernyataan ini? Apakah Anda dapat mengetahui berapa banyak bitcoin yang dimiliki oleh tetangga Anda? Bagaimana Anda bisa melihat dan memverifikasi data publik sendiri? Semua ini akan kita bahas dalam artikel ini. Perlu diingat bahwa meskipun fokus kami adalah pada Bitcoin, Anda juga dapat menemukan penjelajah blockchain yang ditujukan untuk Litecoin, Ethereum, Binance, serta sebagian besar blockchain lainnya.

    Pendahuluan

    Pernahkah Anda mengalami situasi di mana pembayaran Anda hilang atau seseorang bersikeras telah membayar Anda meskipun sebenarnya belum? Dalam sistem keuangan konvensional, masalah semacam itu seringkali memicu konflik atau bahkan memerlukan intervensi pihak ketiga.

    Blockchain memecahkan masalah ini dengan menghadirkan konsep transparansi publik, yang membuat informasi dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja. Untuk blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum, semua informasi dirancang agar dapat dilihat secara publik, yang sangat bermanfaat saat transaksi atau kontrak perlu diidentifikasi dan diverifikasi dengan mudah.

    Dalam panduan ini, kita akan menjelajahi dasar-dasar dari sebuah penjelajah blok Bitcoin. Selanjutnya, kita akan melihat transaksi terkenal yang melibatkan Hari Pizza Bitcoin pada tanggal 22 Mei.

    Apa Itu Penjelajah Blockchain?

    Penjelajah blockchain dapat diibaratkan sebagai mesin pencari yang mengungkapkan informasi tentang keadaan blockchain, baik masa lalu maupun saat ini. Ini menjadi alat yang berguna ketika Anda perlu melacak perkembangan pembayaran tertentu atau memeriksa saldo dan riwayat suatu alamat. Siapa pun dengan akses internet dapat menggunakan penjelajah ini untuk menelusuri semua transaksi blockchain yang bersifat publik.

    Bagaimana Penjelajah Blok Bekerja?

    Setiap blockchain memiliki Antarmuka Baris Perintah (CLI) yang digunakan untuk berinteraksi dengan database dan mengakses riwayat jaringan. Namun, CLI bukanlah pengalaman yang ramah pengguna bagi kebanyakan orang. Oleh karena itu, sebagian besar blockchain juga menyediakan penjelajah dengan Antarmuka Pengguna Grafis (GUI) yang menyajikan informasi dalam format yang lebih mudah dipahami.

    Mari kita telusuri salah satu penjelajah Bitcoin yang sering digunakan: blockchain.com. Selain itu, ada juga alternatif lain untuk Bitcoin seperti blockchair.com dan blockcypher.com.

    Di laman depan, Anda akan menemukan sejumlah data tingkat tinggi yang berkaitan dengan blockchain Bitcoin. Informasi ini mencakup harga Bitcoin, perkiraan tingkat hash, jumlah transaksi harian, dan volume transaksi. Selain itu, grafik yang informatif memetakan perubahan harga dan ukuran mempool juga tersedia. Bagian bawah halaman memberikan pemantauan terbaru mengenai blok-blok dan transaksi-transaksi yang sedang berlangsung.

    Mari kita bahas dengan lebih mendalam apa yang dapat ditemukan dalam tampilan ini:

    Harga: Ini menampilkan perkiraan harga Bitcoin dalam USD dari berbagai pasar. Harap diingat bahwa harga ini bisa bervariasi tergantung pada sumbernya dan tidak selalu mencerminkan harga sebenarnya di bursa tertentu.

    Perkiraan Tingkat Hash: Ini adalah perkiraan daya komputasi yang saat ini digunakan oleh para penambang (miner) untuk mengamankan jaringan blockchain. Angka ini dapat dianggap sebagai representasi tingkat keamanan pada blockchain berbasis Proof of Work (PoW).

    Jumlah Transaksi: Angka ini menunjukkan jumlah transaksi unik yang berhasil dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Untuk dikonfirmasi, transaksi harus dimasukkan ke dalam blok yang telah diverifikasi oleh penambang (blok yang telah ditambang).

    Volume Transaksi: Ini mengindikasikan total nilai Bitcoin yang telah dikonfirmasi dalam transaksi dalam 24 jam terakhir. Dalam konteks Bitcoin, angka ini juga mencakup output Bitcoin yang belum digunakan yang dikembalikan ke dompet sebagai kembalian.

    Volume Transaksi (Perkiraan): Ini adalah perkiraan volume transaksi sebenarnya yang ditransfer antara dompet Bitcoin unik. Angka ini dihitung dengan mengurangkan Volume Transaksi (seperti yang dijelaskan di atas) dengan perkiraan output yang dikembalikan sebagai kembalian ke dompet sumber.

    Ukuran Mempool: Ukuran mempool mencerminkan jumlah total (dalam byte) dari transaksi yang menunggu untuk dimasukkan ke dalam blok. Angka ini mencerminkan aktivitas saat ini di dalam jaringan blockchain dan bisa menjadi indikator biaya yang diperlukan untuk konfirmasi yang lebih cepat.

    Blok Terbaru: Ini adalah daftar blok-blok yang telah dikonfirmasi, mulai dari yang terbaru hingga yang lebih lama. Setiap entri mencakup rincian seperti nomor urut blok, waktu penciptaan, dan jika diketahui, nama penambang (miner). Anda juga dapat mengklik nomor urut blok untuk melihat rincian transaksi dalam blok tersebut. Pengklikan pada nama miner akan memberikan informasi mengenai alamat dompet penambang. Harap diingat bahwa alamat publik penambang bisa saja adalah alamat dari sebuah pool penambangan. Jika Anda tidak familier dengan konsep pool penambangan, kami sarankan membaca artikel terkait.

    Transaksi Terbaru: Ini adalah daftar transaksi yang sudah divalidasi dan dikirim ke mempool, tetapi belum dikonfirmasi dalam blok yang telah di-tambang.

    Selain data-data ini, Anda juga dapat menemukan metrik tambahan mengenai blockchain yang dapat dilacak di halaman ini, termasuk kesulitan jaringan, biaya per transaksi, dan waktu rata-rata konfirmasi. Sejumlah penjelajah blockchain juga memungkinkan Anda untuk terhubung ke API mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

    Cara Melihat Transaksi 10.000 Bitcoin untuk Pizza

    Hari Pizza merupakan sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia Bitcoin yang mengingatkan kita pada pembelian dua pizza besar dengan harga 10.000 Bitcoin. Dengan bantuan penjelajah blockchain kami, kita dapat menggali lebih dalam dan menjelajahi detail dari transaksi terkenal ini.

    Hash Transaksi Hari Pizza:

    • a1075db55d416d3ca199f55b6084e2115b9345e16c5cf302fc80e9d5fbf5d48d

    Cukup dengan menyalin hash transaksi ini ke dalam kolom pencarian penjelajah blockchain Bitcoin, Anda akan langsung diarahkan ke halaman transaksi Hari Pizza. Namun, jika Anda tidak ingin repot-repot menyalin dan menempelkan, berikut adalah tautan langsung ke halaman transaksi tersebut.

    Di bagian atas halaman, terdapat ringkasan mengenai input dan output dari transaksi tersebut. Di sebelah kiri adalah jumlah Bitcoin yang dibayarkan untuk pizza sebesar 10.000 BTC. Bitcoin ini kemudian dikirim ke satu alamat di sebelah kanan, yang merupakan alamat penerima pizza.

    Ringkasan transaksi Hari Pizza. Sumber: blockchain.com

    Jika Anda mengklik alamat penerima (di sebelah kanan), Anda dapat melihat riwayat transaksi yang terkait. Anda juga dapat memindai kode QR untuk mendapatkan alamat Bitcoin tersebut. Kode QR ini sangat berguna ketika Anda ingin melakukan pembayaran menggunakan TrustWallet atau dompet kripto seluler lainnya.

    Alamat penerima Hari Pizza. Sumber: blockchain.com.

    Kembali ke halaman transaksi Hari Pizza awal, Anda bisa menggulir ke bawah untuk memeriksa detail lebih lanjut mengenai transaksi ini. Informasi yang disediakan mencakup hash unik transaksi, status konfirmasi, tanda waktu, jumlah konfirmasi, total input dan output, biaya yang dibayarkan kepada miner, dan informasi lainnya. Perhatikan bahwa terdapat biaya transaksi sebesar 0,99 BTC yang diberikan kepada miner, selain dari 10.000 BTC yang digunakan untuk membeli pizza.

    Detail transaksi Hari Pizza. Sumber: blockchain.com.

    Klik pada nomor urut blok (57.043) akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai blok yang mencakup transaksi ini.

    Blok Hari Pizza. Sumber: blockchain.com.

    Seperti yang dapat Anda lihat, blok yang mengonfirmasi transaksi Hari Pizza adalah blok yang relatif minim aktivitasnya. Terdapat hanya dua transaksi dalam blok tersebut, satu adalah transaksi Hari Pizza dan yang lainnya adalah hadiah blok untuk miner.

    Garis hijau dan merah di sebelah kanan menunjukkan apakah Bitcoin telah digunakan setelah transaksi ini atau tidak. Pihak yang menjual pizza telah mengirim 10.000 BTC ke alamat lain, sementara alamat miner masih memegang hadiah blok tersebut sebesar 50,99 BTC.

    Penutup

    Penjelajah blockchain adalah alat yang berguna yang memanfaatkan sifat terbuka dan transparan dari blockchain. Alat ini memberikan informasi berharga mengenai status jaringan, termasuk riwayat transaksi dan alamat-alamat. Ini memungkinkan untuk melacak dan memverifikasi dengan mudah.

    Namun, perlu diingat bahwa penekanan pada transparansi total bisa menghasilkan pemetaan riwayat transaksi dan alamat, yang disebut sebagai analisis rantai (chain analysis). Ini dapat mengungkapkan sifat alamat yang sebelumnya tidak diketahui, terutama bagi pengguna yang sering menggunakan alamat yang sama berulang kali (meskipun tidak disarankan). Blockchain publik lainnya, seperti Monero, menawarkan keseimbangan yang berbeda antara transparansi dan privasi.

    Setelah memahami dasar-dasar cara kerja penjelajah blockchain, cobalah untuk menjalankan alat ini sendiri. Anda mungkin akan terkejut dengan wawasan yang dapat Anda peroleh!


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bagaimana Teknologi Blockchain Akan Mengubah Industri Perbankan

    Teknologi blockchain telah menjadi sorotan di dunia teknologi dan keuangan, dan bukan tanpa alasan. Ini adalah inovasi revolusioner yang memiliki potensi untuk mengubah dasar-dasar cara industri perbankan beroperasi.

    Dengan kemampuannya untuk menyediakan keamanan, transparansi, dan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya, blockchain siap untuk menjadi salah satu kekuatan utama yang membentuk masa depan perbankan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana teknologi blockchain akan membawa perubahan signifikan dalam industri perbankan, membimbingnya menuju era yang lebih modern, aman, dan inklusif.

    Bagaimana Blockchain Dapat Menggantikan Sistem Perbankan Saat Ini?

    Perbankan tradisional sering bertindak sebagai perantara dalam ekonomi global dengan mengelola dan mengoordinasikan sistem keuangan melalui buku besar internal mereka. Karena buku besar ini tidak tersedia untuk diperiksa oleh publik, ini memaksa nasabah untuk bergantung pada kepercayaan kepada bank dan infrastrukturnya yang seringkali sudah ketinggalan zaman.

    Teknologi blockchain memiliki potensi untuk mengganggu tidak hanya pasar mata uang global, tetapi juga industri perbankan secara keseluruhan dengan menghilangkan perantara dan menggantikannya dengan sistem yang tidak memerlukan kepercayaan, terbuka, dan transparan yang mudah diakses oleh semua orang.

    Blockchain berpotensi untuk menyederhanakan transaksi, mengurangi biaya, meningkatkan akses ke modal, meningkatkan keamanan data, mendorong perjanjian yang tidak memerlukan kepercayaan melalui kontrak pintar, dan membuka pintu bagi berbagai layanan keuangan baru.

    Apa Manfaat Utama Blockchain dalam Perbankan dan Keuangan?

    Keamanan: Arsitektur blockchain menghilangkan titik kegagalan tunggal dan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

    Transparansi: Blockchain menciptakan sumber kebenaran bersama yang dapat diakses oleh semua peserta jaringan.

    Kepercayaan: Buku besar yang transparan membuat berbagai pihak lebih mudah berkolaborasi dan mencapai kesepakatan.

    Programmable: Blockchain memungkinkan otomatisasi proses bisnis melalui kontrak pintar yang dapat diandalkan.

    Privasi: Teknologi privasi dapat diterapkan dalam blockchain dengan membagikan sebagian data di antara pihak terkait.

    Performa: Jaringan blockchain dirancang untuk menangani volume transaksi besar sambil mendukung interoperabilitas antar rantai, menciptakan ekosistem blockchain yang saling terhubung.

    Penyelesaian Dana Cepat dengan Blockchain

    Mengirim uang melalui sistem perbankan tradisional melibatkan proses yang lama, biaya tambahan, dan kadang-kadang memerlukan verifikasi dan administrasi tambahan. Dalam era konektivitas instan, sistem perbankan konvensional ini tidak dapat bersaing dengan kemajuan teknologi di sekitarnya.

    Teknologi blockchain menyediakan metode pembayaran yang lebih cepat, dengan biaya yang lebih rendah, yang tersedia kapan saja dan dengan jaminan keamanan yang sama seperti yang ditawarkan oleh bank.

    Penggalangan Dana Langsung Melalui Blockchain

    Tradisionalnya, pengusaha yang mencari pendanaan harus bergantung pada modal eksternal seperti investor angel, modal ventura, atau pinjaman bank. Proses ini seringkali rumit, melibatkan negosiasi penilaian, pembagian saham, strategi bisnis, dan administrasi yang rumit.

    Penawaran Koin Awal (ICO) dan Penawaran Pertukaran Awal (IEO) memberikan kesempatan kepada proyek-proyek baru untuk menggalang dana tanpa keterlibatan bank dan lembaga keuangan. Didorong oleh blockchain, ICO memungkinkan perusahaan untuk menjual token di pasar dengan keyakinan bahwa token tersebut akan memberikan keuntungan kepada investor.

    Selain itu, blockchain juga dapat membantu mengurangi biaya yang signifikan yang dikenakan oleh bank dalam pengaturan sekuritisasi bisnis dan Penawaran Saham Perdana (IPO).

    Penting untuk diingat bahwa meskipun ICO dapat mendemokratisasikan penggalangan dana, mereka juga memiliki risiko tertentu, karena tidak ada regulasi pemerintah yang ketat dalam pasar ICO, sehingga calon investor harus berhati-hati dan berpikir matang sebelum berinvestasi.

    Tokenisasi Aset pada Blockchain

    Membeli dan menjual sekuritas serta aset lainnya seperti saham, obligasi, komoditas, mata uang, dan derivatif merupakan proses yang memerlukan kerjasama kompleks antara bank, broker, lembaga kliring, dan bursa. Proses ini harus efisien dan akurat, sementara kompleksitasnya sering kali mengakibatkan peningkatan waktu dan biaya.

    Teknologi blockchain memberikan solusi dengan menyediakan fondasi teknologi yang memfasilitasi tokenisasi yang mudah dari berbagai jenis aset. Karena sebagian besar aset keuangan diperdagangkan secara digital melalui platform broker online, tokenisasi aset-aset ini menjadi solusi yang nyaman bagi semua pihak terlibat.

    Sejumlah perusahaan blockchain inovatif saat ini sedang mengeksplorasi potensi tokenisasi aset di dunia nyata, termasuk dalam bidang real estate, seni, dan komoditas. Hal ini akan mengubah proses kepemilikan aset berharga menjadi lebih efisien dan terjangkau. Selain itu, ini membuka pintu bagi investor dengan modal terbatas untuk berinvestasi dalam kepemilikan fraksional aset mahal yang sebelumnya sulit diakses.

    Peminjaman Melalui Blockchain

    Hingga saat ini, bank dan lembaga pemberi pinjaman telah menguasai sektor peminjaman, memungkinkan mereka menetapkan tingkat bunga tinggi dan membatasi akses ke modal berdasarkan skor kredit. Proses peminjaman yang lama dan mahal menjadi norma. Selama bank mendapatkan keuntungan, ekonomi tetap bergantung pada mereka untuk mendanai pembelian besar seperti mobil dan rumah.

    Teknologi blockchain membuka pintu bagi siapa saja di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam ekosistem pemberian pinjaman baru yang berasal dari gerakan yang dikenal sebagai Keuangan Tak Terpusat (DeFi). DeFi bertujuan untuk membawa semua aplikasi keuangan ke dalam lingkungan blockchain dengan tujuan menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif.

    Pemberian pinjaman peer-to-peer, yang didukung oleh blockchain, memungkinkan individu untuk meminjam dan memberikan pinjaman secara sederhana, aman, dan dengan biaya rendah tanpa batasan yang berlebihan. Dengan persaingan yang semakin ketat dalam sistem pemberian pinjaman, bank-bank juga akan merasa tekanan untuk memberikan persyaratan yang lebih menguntungkan bagi nasabah mereka.

    Dampak Blockchain pada Perdagangan Keuangan Global

    Terlibat dalam perdagangan internasional selama ini telah menjadi pekerjaan yang rumit karena adanya berbagai peraturan dan regulasi internasional yang mengatur importir dan eksportir. Pelacakan barang dan perpindahannya melalui setiap tahap masih memerlukan proses manual yang melibatkan dokumentasi serta pencatatan buku besar secara manual.

    Teknologi blockchain memungkinkan peserta dalam perdagangan keuangan untuk mencapai tingkat transparansi yang lebih tinggi melalui buku besar bersama yang akurat dalam melacak pergerakan barang di seluruh dunia. Dengan menyederhanakan dunia perdagangan keuangan yang kompleks, teknologi blockchain dapat menghemat waktu dan biaya bagi importir, eksportir, dan bisnis lainnya.

    Perjanjian yang Lebih Aman Melalui Smart Contracts

    Kontrak merupakan instrumen penting dalam melindungi individu dan perusahaan saat mereka mengadakan perjanjian, tetapi memprosesnya sering kali memerlukan upaya dan biaya tinggi. Karena kontrak seringkali rumit, pembuatannya memerlukan bantuan ahli hukum dan pekerjaan manual yang berkepanjangan.

    Smart contracts menawarkan solusi dengan otomatisasi persetujuan berbasis kode yang berjalan di atas blockchain. Dana dapat diparkir dengan aman dalam kontrak dan hanya dapat ditarik saat kondisi tertentu dalam kontrak terpenuhi.

    Smart contracts secara signifikan mengurangi tingkat kepercayaan yang diperlukan untuk mencapai persetujuan, mengurangi risiko yang terkait dengan perjanjian keuangan, serta mengurangi kemungkinan perselisihan hukum.

    Integritas dan Keamanan Data melalui Blockchain

    Berbagi data dengan perantara yang dipercayai selalu memiliki risiko kebocoran data. Selain itu, banyak institusi keuangan masih menggunakan penyimpanan manual berbasis kertas, yang meningkatkan biaya administrasi secara signifikan.

    Teknologi blockchain menyederhanakan proses dengan otomatisasi verifikasi dan pelaporan data, digitalisasi data KYC/AML dan catatan transaksi, serta memungkinkan autentikasi keuangan secara langsung. Ini membantu mengurangi risiko operasional, penipuan, dan biaya pengelolaan data dalam institusi keuangan.

    Kesimpulan

    Industri perbankan dan keuangan adalah salah satu sektor utama yang akan dipengaruhi oleh teknologi blockchain. Potensinya sangat luas, mencakup segala hal mulai dari transaksi hingga tokenisasi aset, pemberian pinjaman, kemudahan perdagangan internasional, persetujuan digital yang kuat, dan banyak lagi.

    Mengatasi tantangan teknologi dan regulasi yang diperlukan untuk sepenuhnya menggali potensi infrastruktur keuangan baru ini mungkin hanya masalah waktu.

    Sistem perbankan dan keuangan yang didasarkan pada teknologi yang meminimalisir kebutuhan akan kepercayaan, transparan, dan tanpa batas cenderung efisien dalam menciptakan ekonomi yang lebih terbuka dan terhubung secara global.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemanfaatan Blockchain: Membahas Pasar Prediksi

    Ketika kita menyatukan kata-kata “blockchain” dan “pasar” dalam satu konteks, insting kita mungkin langsung merujuk pada ekosistem pertukaran aset kripto. Namun, teknologi blockchain bukanlah semata-mata alat untuk perdagangan kriptokurensi. Sebaliknya, teknologi ini membuka pintu bagi berbagai jenis pasar untuk tumbuh dan berkembang di atas fondasinya.

    Di dunia finansial, aset dapat berwujud atau berbentuk digital. Namun, tanpa memandang jenisnya, setiap aset yang memiliki nilai akan memiliki potensi pasar yang terkait dengannya. Dalam konteks ini, kita akan menjelajahi salah satu bentuk pasar yang dapat mengambil manfaat signifikan dari teknologi blockchain: pasar prediksi.

    Apa yang Dimaksud dengan Pasar Prediksi?

    Pasar prediksi adalah wadah spekulatif di mana pesertanya tidak memperdagangkan opsi atau kripto, melainkan mereka bertaruh pada informasi. Khususnya, para investor di pasar prediksi berpartisipasi dengan melakukan taruhan pada hasil peristiwa yang akan datang.

    Peristiwa yang diprediksi dapat mencakup segala hal yang bisa terjadi, selama ada pihak yang bersedia menawarkannya dalam bentuk taruhan. Mari kita ambil contoh pertanyaan dengan jawaban ya/tidak: “Apakah kereta api dari AS ke Eropa akan beroperasi pada tahun 2025?”

    Dalam hal ini, ada hanya dua kemungkinan: ya atau tidak. Jika Anda yakin bahwa kereta api semacam itu tidak akan beroperasi dalam waktu lima tahun ke depan, Anda dapat membeli kontrak dengan opsi “tidak.” Harganya bisa berkisar antara $0 hingga $1.

    Ketika waktu berjalan, jika ternyata kereta api tidak beroperasi, nilai kontrak dengan opsi “tidak” akan mencapai $1, sementara kontrak dengan opsi “ya” akan menjadi tidak berharga. Sebaliknya, jika kereta api benar-benar beroperasi, kontrak dengan opsi “ya” akan bernilai $1, sementara kontrak dengan opsi “tidak” akan tidak berharga.

    Tentu saja, nilai kontrak-kontrak ini akan berfluktuasi seiring perubahan sentimen pasar dan ketersediaan informasi baru. Contohnya, dalam kasus di atas, harga kontrak tidak akan naik kecuali ada perkembangan signifikan dalam teknologi terowongan bawah laut menjelang waktu tenggat. Namun, jika ada pengumuman bahwa perusahaan besar berencana meluncurkan layanan kereta api ini pada tahun 2024, hal itu mungkin akan membuat harga kontrak dengan opsi “ya” meningkat.

    Meskipun terlihat seperti pasar spekulatif biasa, perlu dicatat bahwa pasar prediksi berbeda dari platform spekulatif konvensional. Ketika digunakan dengan benar, pasar ini memiliki potensi sebagai alat peramalan yang kuat.

    Mengapa Pasar Prediksi Memiliki Nilai?

    Ketika berpartisipasi dalam pasar prediksi, para peserta biasanya memiliki pengetahuan atau informasi yang memengaruhi keputusan mereka. Tidak seperti dalam perjudian konvensional, terdapat faktor eksternal yang memengaruhi kemungkinan hasil tertentu.

    Investor cerdas akan melakukan riset mereka sendiri dan menggali banyak pertimbangan sebelum membuat taruhan. Mereka yang memiliki pengetahuan mendalam tentang topik yang dipertaruhkan atau akses ke informasi yang relevan akan cenderung berinvestasi dalam kontrak yang mereka yakini memiliki peluang menang. Singkatnya, pasar prediksi berfungsi sebagai agregator informasi.

    Contoh kereta api lintas benua sebelumnya adalah contoh bagus. Jika kontrak dengan opsi “tidak” diperdagangkan pada harga $0,90 sementara kontrak dengan opsi “ya” dijual pada harga $0,10, itu mengindikasikan bahwa sedikit orang yang percaya pada kesuksesan proyek tersebut. Ini mencerminkan pandangan kolektif pasar, karena mereka yang memiliki informasi berharga cenderung memberikan kontribusi dengan membeli kontrak yang sesuai dengan keyakinan mereka.

    Pasar prediksi terbukti unggul dalam mengumpulkan dan mewakili informasi. Mereka beroperasi berdasarkan prinsip bahwa kebijaksanaan massa selalu lebih andal daripada data yang terbatas pada sekelompok ahli. Dengan memanfaatkan pasar prediksi, pemangku kepentingan dari berbagai industri, mulai dari teknologi informasi hingga energi terbarukan, dapat memperoleh wawasan yang berharga tentang apa yang mungkin terjadi di ekosistem mereka. Bahkan, beberapa pendukungnya percaya bahwa pasar prediksi dapat menjadi komponen utama dalam mengembangkan bentuk demokrasi baru yang dikenal sebagai futarki.

    Tidak perlu memegang kontrak “ya” atau “tidak” secara eksklusif. Pasar prediksi memungkinkan kita untuk menggunakan hasil prediksi ini dalam berbagai konteks, termasuk yang sangat relevan seperti pemilihan presiden. Misalnya, dalam kompetisi antara dua kandidat, Kandidat A dan Kandidat B, Anda dapat membeli kontrak yang sesuai dengan keyakinan Anda tentang siapa yang akan memenangkan pemilihan tersebut.

    Pasar Prediksi dan Era Desentralisasi Melalui Blockchain

    Pasar prediksi, dengan segala potensinya, kini memasuki era yang lebih mengesankan ketika mengadopsi pendekatan desentralisasi melalui teknologi blockchain. Platform-platform yang terpusat saat ini, baik itu karena kendala regulasi lokal atau keengganan pemilik platform dalam menawarkan beragam kontrak, memiliki batasan yang jelas. Akhirnya, pengguna harus mengandalkan operator platform tersebut, bahkan harus membayar biaya tambahan untuk memanfaatkan layanan tersebut.

    Namun, model konvensional yang bersifat sentral dapat digantikan oleh pendekatan desentralisasi yang mengandalkan teknologi blockchain. Ini membawa potensi manfaat yang luas, termasuk ketahanan terhadap sensor, pengurangan perantara, dan peningkatan aksesibilitas.

    Ketahanan terhadap sensor

    Pasar prediksi yang dikelola secara konvensional seringkali berada di bawah kendali satu entitas tunggal. Ini memberi kemungkinan bagi otoritas pemerintah atau pihak jahat untuk dengan mudah menutup operasinya. Namun, platform yang didesentralisasi tidak mudah dihancurkan.

    Dengan pengaturan menggunakan kontrak pintar (smart contract), konsep titik tunggal kegagalan ini dapat dihilangkan. Setiap node dalam jaringan akan menjalankan kode kontrak tersebut. Dengan cara ini, tidak ada pengguna yang dapat mengedit atau menghapus kontrak tersebut.

    Tanpa perantara

    Teknologi blockchain tidak memerlukan administrator sentral. Tugas yang sebelumnya dilakukan oleh pihak ketiga telah digantikan oleh kode otomatis, sehingga tidak diperlukan lagi perantara. Pengguna dapat berinteraksi langsung dengan kontrak pintar, yang berarti mereka tidak perlu membayar biaya kepada pihak ketiga, seperti yang biasanya terjadi dalam platform sentral. Pendekatan ini juga mengurangi beberapa risiko yang berkaitan dengan pihak lawan, karena sekarang pengguna tidak perlu lagi bergantung pada kepercayaan pada entitas tertentu.

    Tanpa izin

    Dengan pasar prediksi yang didesentralisasi, setiap individu di seluruh dunia memiliki kebebasan untuk melakukan taruhan atau membuat kontrak yang tersedia untuk pengguna secara global. Batasan geografis dan regulasi yang menghalangi platform-platform sebelumnya tidak lagi menjadi kendala.

    Potensi Oracle Blockchain dalam Dunia Prediksi

    Dalam dunia tanpa perantara dan otoritas pusat, pertanyaannya adalah, bagaimana kita dapat memutuskan hasil suatu peristiwa ketika waktu telah berakhir? Dalam hal ini, peran penting dimainkan oleh teknologi oracle blockchain. Kita memerlukan mekanisme “kebenaran” yang dapat memberikan kepastian apakah suatu hasil telah terjadi atau tidak. Ada beberapa pendekatan yang dapat diambil untuk hal ini.

    Salah satu pendekatan yang paling sederhana adalah mengandalkan halaman web biasa sebagai sumber informasi. Namun, ini memiliki potensi untuk merusak esensi penggunaan blockchain itu sendiri. Mengapa? Karena dalam hal ini, pihak ketiga akan mengontrol hasilnya. Mereka mungkin memiliki insentif untuk berbohong demi keuntungan pribadi, atau bahkan menjadi sasaran manipulasi oleh pihak lain yang ingin menipu sistem.

    Alternatif lainnya adalah memberikan insentif finansial kepada pengguna agar melaporkan peristiwa dengan jujur. Salah satu mekanisme yang dapat diterapkan adalah sistem staking, di mana pengguna harus mengajukan token sebagai jaminan saat melaporkan. Jika laporan mereka benar, mereka akan menerima kompensasi tertentu. Namun, jika mereka mencoba menipu, mereka akan kehilangan aset yang telah mereka jamin. Pendekatan ini telah diadopsi oleh Augur, yang merupakan platform pasar prediksi blockchain pertama, untuk menyelesaikan sengketa. Contoh lainnya, Gnosis, memberikan pengguna pilihan antara solusi yang terdesentralisasi dan terpusat.

    Penggunaan teknologi oracle blockchain dalam konteks pasar prediksi adalah konsep yang masih relatif baru. Sebagai teknologi yang masih dalam tahap perkembangan, kita masih harus menjelajahi oracle mana yang paling cocok untuk berbagai jenis pasar prediksi. Laporan dari Binance Research pada tahun sebelumnya telah mengidentifikasi beberapa kelemahan, seperti Serangan Flaw Attack, dalam salah satu implementasi pasar prediksi yang paling populer.

    Kesimpulan

    Pasar prediksi bukan hanya alat menarik untuk bertaruh pada hasil masa depan, tetapi juga merupakan instrumen yang canggih dalam mengumpulkan informasi yang dapat diandalkan tentang berbagai tren sosial, industri, dan politik. Dengan memberikan insentif finansial kepada individu untuk berbagi pengetahuan mereka dengan pasar, kita dapat memperoleh wawasan yang berharga.

    Platform-platform sentral saat ini mungkin menghambat potensi penuh pasar prediksi. Namun, alternatif desentralisasi siap untuk mengisi peran tersebut. Dengan oracle-oracle yang semakin handal, teknologi blockchain dapat menjadi wadah untuk kode yang adil dan tahan terhadap manipulasi.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com