Tag: adab

  • Bacaan Doa Pembuka Majelis beserta Adab ketika Menghadirinya


    Jakarta

    Doa pembuka majelis dibaca ketika acara hendak dimulai. Umumnya, majelis ilmu diawali dan diakhiri dengan doa.

    Abdul Hamid melalui bukunya yang berjudul Memaknai Kehidupan menjelaskan terkait definisi majelis. Secara bahasa, majelis berasal dari bahasa Arab majlis yang artinya tempat duduk. Namun, dalam konteks ini yang dimaksud majelis ialah majelis ilmu atau majelis taklim.

    Majelis juga disebut sebagai acara Islam yang mana menjadi ajang bertemunya orang-orang dengan tujuan tertentu. Sejak zaman Rasulullah SAW berbagai kegiatan majelis ilmu telah digelar.


    Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam Sirah Nabawiyyah bahwa majelis ilmu pertama beliau sejak diangkat menjadi Rasulullah adalah di rumah Arqam bin Abi al-Arqam. Kala itu, majelis ilmu tidak hanya berfungsi untuk menyebarkan ilmu, tetapi sekaligus tempat kaderisasi para sahabat Rasulullah.

    Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

    “Jika kalian melewati taman surga, maka berhentilah. Mereka bertanya, apakah taman surga itu? Beliau menjawab, halaqah dzikir (majelis ilmu)” (HR Tirmidzi)

    Mengenai doa pembuka majelis sendiri tercantum dalam surat Al A’raf ayat 43 seperti dikutip dari buku Doa Para Nabi dan Rosul karya Nurul Huda.

    Doa Pembuka Majelis: Arab, Latin dan Arti

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …

    Arab latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk,”

    Selain itu, ada juga doa pembuka majelis versi lainnya yang lebih panjang, berikut bunyinya:

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ

    Arab Latin: “Innal hamdalillaah, nahmaduhuu, wa nasta’iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na’uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a’maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba’du.”

    Artinya: “Segala puji hanya kepada Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya,”

    Adab Menghadiri Majelis

    Berikut sejumlah adab yang dapat diperhatikan saat menghadiri majelis seperti dinukil dari buku Kuliah Adab susunan ‘Aabidah Ummu ‘Aziizah dan buku Penuntun Doa Beserta Tata Caranya oleh Abu Ihsan.

    1. Memilih Tempat Duduk yang Paling Depan

    Adab lainnya dalam menghadiri majelis ialah memilih tempat duduk yang paling depan. Jangan memilih tempat duduk yang jauh, hendaknya duduk dengan sambil menyimak majelis.

    2. Jangan Berputus Asa

    Maksudnya, dalam menghadiri majelis hendaknya seorang muslim tidak berputus asa saat merasa sulit mencerna ilmu yang disampaikan. Hal-hal itu disebut sebagai rintangan dan ujian yang Allah berikan, seperti merasa bosan, tidak ada teman kajian, dan lain sebagainya.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga,” (HR Muslim)

    3. Ikhlas karena Allah SWT

    Saat menghadiri majelis, hendaknya seseorang merasa ikhlas untuk menuntut ilmu. Luruskan niat hanya kepada Allah SWT agar dapat menerima ilmu dengan mudah.

    4. Perhatikan Ilmu yang Disampaikan

    Dikisahkan oleh Imam az-Zahabi dalam Takzirah al Huffadz, Ahmad bin Sinan mengatakan tidak ada seorang pun yang mengobrol di majelis Abdurrahman bin Mahdi. Bahkan, pena pun tidak bersuara.

    Dengan menerapkan hal ini, maka ilmu yang diperoleh dari majelis dapat lebih dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

    5. Tidak Makan dan Minum

    Ketika menghadiri majelis, hendaknya seseorang fokus memperhatikan majelis yang berlangsung. Jangan makan ketika menghadiri majelis.

    Demikian doa pembuka majelis dan adab ketika menghadirinya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Masuk WC dan Adabnya yang Harus Diperhatikan Muslim


    Jakarta

    Doa masuk WC dibaca termasuk ke dalam amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bacaan tersebut bertujuan meminta kepada Allah SWT agar dihindari dari segala kejahatan yang ada di dalam kamar mandi.

    Bahkan, Nabi SAW sendiri mengatakan bahwa batas antara jin dan manusia ialah sebelum memasuki WC. Dari Sayyidina Ali, Nabi SAW bersabda:

    “Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka masuk ke WC, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah’,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)


    Lantas, bagaimana doa masuk WC yang bisa dipanjatkan kaum muslimin? Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun susunan Adi Tri Eka.

    Doa Masuk WC: Arab, Latin dan Arti

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

    Arab latin: Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi

    Artinya: “Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan.”

    Adab Masuk WC

    Selain doa masuk WC, ada juga sejumlah adab yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin. Menukil Buku Pintar 50 Adab Islam susunan Arfiani.

    1. Membaca Niat

    Pertama ialah membaca niat dengan benar. Bunyi niatnya seperti yang telah dipaparkan sebelumnya.

    2. Awali dengan Basmalah

    Ketika masuk WC, awali dengan membaca basmalah. Menyebut nama Allah sebelum masuk ke kamar mandi termasuk ke dalam adab. Dengan bacaan tersebut maka pandangan jin untuk melihat aurat kita akan terhalang.

    3. Dahului Kaki Kiri

    Saat masuk ke dalam WC, dahului kaki kiri. Dalam sebuah riwayat, disebutkan Rasulullah SAW menggunakan kaki kiri ketika masuk ke dalam kamar mandi.

    “Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)” (HR Bukhari dan Muslim)

    5. Tidak Berlama-lama di WC

    Jangan berlama-lama di dalam WC. Jika sudah selesai, sebaiknya langsung keluar.

    Itulah doa masuk WC beserta adabnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melepas Pakaian, Amalkan agar Dilindungi dari Pandangan Jin


    Jakarta

    Ketika melepas pakaian, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh seorang muslim. Doa dibaca agar kegiatan yang dilakukan senantias memperoleh berkah dari Allah SWT.

    Terkait pakaian, Allah SWT berfirman dalam surat Al A’raf ayat 26 yang berbunyi:

    يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ


    Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat,”

    Bacaan Doa Melepas Pakaian

    Berikut merupakan doa berpakaian yang bisa dibaca oleh kaum muslimin seperti dinukil dari buku Tuntunan Doa & Zikir Sehari-hari terbitan Redaksi Qultum Media.

    بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

    Arab latin: Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa

    Artinya: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia,”

    Keutamaan Membaca Doa Melepas Pakaian

    Disebutkan dalam buku terbitan Haura Utama yang bertajuk Living Hadis, ada sejumlah keutamaan yang diperoleh dari melafalkan doa melepas pakaian. Yang pertama ialah melindungi tubuh ketika aurat terbuka.

    Selain itu, membaca doa melepas pakaian juga termasuk ke dalam bentuk malu dan hormat kepada malaikat yang selalu bersama kita. Bahkan, doa tersebut juga melindungi tubuh kita dari pandangan jin.

    Rasulullah SAW sendiri menjelaskan bagaimana bahayanya ‘ain atau pandangan mata yang dapat menyebabkan kerusakan. Tidak hanya manusia, pandangan jin terhadap aurat manusia juga memiliki dampak buruk.

    Adab Melepas Pakaian sesuai Sunnah Nabi SAW

    Merujuk pada sumber yang sama, hendaknya ketika melepas pakaian didahului dari sebelah kiri. Hal ini dikatakan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Baihaqi melalui Siti Hafshah yang berbunyi,

    “Bahwa Rasulullah SAW menggunakan tangan kanan untuk makan, minum, dan memakai pakaian, sedangkan tangan kiri beliau gunakan untuk selain hal tersebut,”

    Sebaliknya, ketika mengenakan pakaian hendaknya didahului dari sebelah kanan. Diriwayatkan dalam sebuah hadits melalui Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kalian berpakaian dan berwudhu, maka mulailah dengan yang sebelah kanan kalian,” (HR Abu Dawud)

    Demikian doa melepas pakaian dan bahasan terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mencuci Tangan Sebelum Makan Sesuai Sunnah Nabi


    Jakarta

    Islam sangat menjunjung tinggi kebersihan. Bahkan, sebelum melaksanakan salat kaum muslimin diwajibkan bersuci dengan cara wudhu.

    Menurut buku Pendidikan Akhlak Berbasis Hadits Arba’in An-Nawawiyah susunan Dr Saifudin Amin MA, kebersihan menjadi tolak ukur dari kehidupan umat Islam. Bahkan, dalam kitab-kitab fikih klasik diawali dengan pembahasan thaharah atau bersuci.

    Begitu pula ketika sebelum makan. Nabi SAW bahkan dalam hadits dari Abu Hurairah dikatakan membaca doa ketika akan mencuci tangan sebelum beliau makan.


    Doa Mencuci Tangan Sebelum Makan

    Abdullah Zaedan melalui karyanya yang berjudul Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah menuliskan Abu Hurairah berkata,

    “Kami telah mengundang seorang laki-laki dari kaum Anshar, penduduk Quba untuk menemui Nabi SAW kemudian kami pergi bersamanya. Ketika kami akan makan dan mencuci tangan atau mencuci kedua tangan, beliau berdoa:

    الْحَمْدُ لله الذي يُطْعِمُ وَلاَ يُطْعَمُ مَنَّ عَلَيْنَا فَهَدَانَا وَأَطْعَمَنَا وَسَقَنَا وَكُلَّ بَلَاءِ حَسَن أَبْلاَنَا الْحَمْدُ لِللَّهِ غَيْرِ مُوَدَّعٍ وَلَا مُكَافًا وَلَاَمَكْفُوْرٍ وَلَا مُسْتَغْنِّى عَنْهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَ مِنَ الطَّعَامِ وَسَقَي مِنَ الشَّرَابِ وَكَسَا مِنَ الْعُرِيِّ وَهَدْيَ مِنَ الصَّلالَةِ وَبَصَّرُ مِنَ الْعَمَى وَفَضَّلَ عَلَى كَثِير مِنْ خَلْقِهِ تَفْضِيلاً الْحَمْدُ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Alhamdullilaahilladzii yuth’imu wa laa uth’amu manna ‘alainaa fahadaanaa wa ath’amanaa wa saqonaa wa kulla balaa’in hasanin ablaanaa alhamdulillahi ghoiri muwadda’in wa laa mukaafa’in wa laa makfuurin wa laa mustagnan’anhu alhamdulillahilladzii ath’ama minaththo’aami wa saqoo minasy syaroobi wakasaa minal ‘uriiyi wa hadyaa minadh dholaalati wa bashshoru minal ‘amaa wa fadhdhola ‘ala katsiirin min kholqihi tafdhiilan alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang memberi makan dan tidak diberi makan, kami berharap Engkau memberikan petunjuk kepada kami. Dan telah memberi kami makan dan minum, dan setiap cobaan yang baik yang telah Engkau ujikan kepada kami. Segala puji bagi Allah yang tidak berpisah dari-Nya, dan tiada terbatas, tidak bisa diingkari, dan selalu dibutuhkan oleh makhluk-Nya. Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dari sebagian makanan, dan memberi minum dari sebagian minuman. Dan telah memberi kami pakaian dari ketelanjangan, dan telah memberi petunjuk dari kesesatan, dan telah memberi penglihatan dari kebutaan, dan telah memberi keutamaan atas kebanyakan dair sebagian makhluknya dengan beberapa keutamaan. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.” (HR An-Nasa’i)

    Merangkum arsip detikHikmah, berikut sejumlah adab yang harus diperhatikan ketika hendak makan dan minum.

    1. Membaca Basmalah

    Sesuai ajaran Rasulullah SAW, hendaknya sebelum makan dan minum ucapkan basmalah. Pengucapan ini sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

    2. Menggunakan Tangan Kanan

    Rasulullah SAW dikenal suka melakukan kegiatan menggunakan tangan kanan. Beliau bahkan menganjurkan kaum muslimin untuk makan dengan tiga jari lalu menjilatinya sebelum dibersihkan.

    3. Jangan Sambil Berdiri

    Rasulullah SAW pernah menyebut makan sambil berdiri sebagai perbuatan buruk. Larangan makan dan minum sambil berdiri bukan tanpa alasan, banyak hikmah yang terkandung selain etika sopan santun. Dari segi kesehatan, makan dan minum seraya berdiri akan mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga akan mengakibatkan iritasi.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bercermin: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Ketika bercermin, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa. Hal itu sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas fisik yang kita miliki.

    Selain itu, doa bercermin juga sebagai permohonan kepada Sang Pencipta agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik laik. Itulah salah satu keutamaan yang didapat jika kita rajin mengamalkannya.

    Mengutip buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah karya M Quraish Shihab, berikut bacaan doa bercermin.


    Doa Bercermin 1

    الْحَمْدُ للَّهِ اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

    Bacaan latin: Alhamdulillah allahumma kamaa hassanta khalqi fahassin khuluq

    Artinya: Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah sebagaimana Engkah telah ciptakan aku dengan baik maka perbaikilah akhlakku. (HR Ahmad dan At Tirmidzi)

    Doa Bercermin 2

    اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى سَوَّى خَلْقِى فَعَدَّلَهُ وَكَرَّمَ صُوْرَةَ وَجْهِى فَحَسَّنَهَاوَجَعَلَنِى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Bacaan latin: Alhamdulillaahil ladzii sawwaa khalqii fa’addalahu wa karramahu shuurata wajhii fa ahsanahaa wa ja’alanii minal muslimiina

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindah serta memuliakan rupaku lalu membaguskannya dan menjadikan aku seorang muslim.

    Adab Bercermin

    Lazimnya, bercermin dilakukan setiap hari. Sebelum melakukan hal tersebut, sebaiknya perhatikan dulu-adab-adab dalam bercermin.

    Dikutip dari buku Cantik Itu Sederhana karya Ninik Handiri, ada sejumlah adab bercermin yang dianjurkan dalam Islam:

    • Berdoa
    • Mengingat nikmat yang Allah SWT berikan
    • Tidak terlalu lama di depan cermin
    • Tidak berlebih-lebihan saat bercermin
    • Tidak mencela kekurangan fisik sendiri
    • Tidak berlebihan mengagumi diri sendiri
    • Bersyukur dengan segala kelebihan diri
    • Bersabar dengan segala kekurangan diri

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ibu Bapak untuk Anak dan Sebaliknya: Arab, Latin, dan Terjemahan


    Jakarta

    Allah SWT memberi keistimewaan kepada ibu bapak kita. Setiap doa yang dipanjatkan oleh mereka pasti diijabah oleh-Nya, mulai dari hal yang baik maupun sebaliknya.

    Keistimewaan itu tercantum dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

    ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لَا شَكٍّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ


    Artinya: Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang berpergian dan doa baik orang tua untuk anaknya.

    Sedangkan dalam hadits lain dari Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

    Artinya: Tiga doa yang pasti diijabah adalah doa orang tua, doa orang berpuasa dan doa orang musafir.

    Maka dari itu, orang tua harus berhati-hati dalam mendoakan anaknya. Sebagaimana yang tercantum dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya karya Aulia Fadli.

    Doa Ibu Bapak untuk Anaknya

    Banyak sekali doa yang bisa dipanjatkan oleh orang tua untuk anaknya. Di bawah ini adalah beberapa contoh doa yang bisa diamalkan.

    Doa Agar Anak Cerdas

    Berikut adalah doa yang bisa dipanjatkan supaya dikaruniai anak yang cerdas, sebagaimana yang tercantum dalam buku Madinatul Ilmi yang berjudul Risalah Doa & Zikir Keluarga,

    أَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادِيْ وَذُرِّيَّاتِي مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَلَا تَجْعَلْنِي وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ السُّوْءِ وَأَهْلِ الضَّيْرِ وَارْزُقْنِي وَإِيَّاهُمْ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَخُلْقًا حَسَنًا وَالتَّوْفِيقَ لِطَّاعَةِ وَفَهُم النَّبِيِّينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِرَبِّ الْعَالَمِين

    Latin: Allahummaj al aulaadii wa dzurriyyatii min ahlil ilmi wa ahlil khoiri walaa taj alnii waiyyaahum min ahlissu i wa ahlidh dhoiri warzuqnii wa iyyaahum ilman naafi an wa rizqon waasi an wa khuluqon hasanan wat taufiqo liththoo ati wa fahman nabiyyiina wal hamdulillahi robbil aalamin

    Artinya: Ya Allah, jadikanlah hamba, anak-anak hamba dan cucu-cucu hamba ke dalam golongan ahli ilmu dan ahli kebaikan. Jangan jadikan kami sebagai ahli kejahatan dan ahli kerusakan. Berilah hamba rezeki dan berilah mereka ilmu yang bermanfaat serta rezeki yang luas, tubuh yang baik, petunjuk untuk taat serta pemahaman sebagaimana pemahaman para nabi. Segala puji bagi-Mu Tuhan semesta alam.

    Doa Agar Anak Sholeh

    Dalam buku Indahnya Pernikahan dan Rumahku, Surgaku oleh H. Ade Saroni, doa agar anak sholeh selanjutnya tercantum dalam beberapa ayat yang ada pada Al-Qur’an, yaitu:

    Surat Al-Furqan ayat 74:

    وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    Latin: walladzina yaquluna rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw waj’alna lil muttaqina imama

    Artinya: Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

    Surat Ibrahim ayat 40:

    رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

    Latin: rabbij alni muqimash shalati wa min dzurriyyati rabbana wa taqabbal du aa

    Artinya: Ya rab, jadikanlah hamba dan sebagian anak cucu hamba orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doa hamba.

    Doa Anak untuk Ibu Bapaknya

    Begitu pun sebaliknya, mendoakan ibu bapak adalah wujud bakti seorang anak kepada orang tuanya. Hal ini menjadi salah satu ungkapan terima kasih untuk mereka karena telah merawat dan membesarkan kita.

    Karena kebaikan itu, sudah sepatutnya bagi seorang anak untuk berperilaku baik kepada ibu bapak kita. Allah pun melarang seorang anak untuk membentak kedua orang tuanya.

    Perintah ini langsung dari Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 23 yang berbunyi:

    وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا .

    Arab Latin: Wa qada rabbuka alla ta’ budu illaa iyyahu wa bil walidaini iḥsana, imma yabluganna indakal kibara aḥaduhuma au kilahuma fa la taqul lahuma uffiw wa la tan har huma wa qul lahuma qaulang karima.

    Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah satu di antara keduanya atau keduanya sudah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangalah sekali-kali kamu mengatakan kepada mereka perkataan “ah” dan jangan pula kamu membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

    Berikut lafaz doa yang bisa dipanjatkan untuk mendoakan ibu bapak kita:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Rabbighfirli wali walidayya warhamhuma kamarabbayani shaghira

    Artinya: Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba. Sayangi mereka seperi mereka menyayangi aku di waktu kecil.

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Yahdikumullah Wa Yuslihu Balakum, Cara Menjawab dan Mendoakan Orang Bersin



    Jakarta

    Bacaan yahdikumullah wa yuslihu balakum adalah balasan untuk menjawab orang yang mendoakan orang bersin. Bersin adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah SWT.

    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهُ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُوْلُ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ، وَأَمَّا التَّتَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ


    Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap, jika salah seorang dari kalian bersin dan mengucapkan alhamdulillah, maka hak setiap Muslim yang mendengarnya mengucapkan untuknya (يَرْحَمَكَ الله ) semoga Allah merahmatimu. Adapun menguap, itu adalah dari syetan. Jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampunya…” (HR Al-Bukhari)

    Terdapat ucapan doa jika ada orang yang mendoakan kita ketika bersin, yaitu yahdikumullah wa yuslihu balakum. Lantas, apa arti yahdikumullah wa yuslihu balakum? Berikut jawabannya beserta adab ketika bersin.

    Bacaan Yahdikumullah wa Yuslihu Balakum

    Mengutip buku Kumpulan Doa Makbul oleh Neni Nuraeni, berikut bacaan dan arti yahdikumullah wa yuslihu balakum,

    يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

    Bacaan latin: Yahdikumullah wa yuslihu balakum

    Artinya: “Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu.” (HR Bukhari)

    Adab Ketika Bersin

    Terdapat adab ketika bersin yang harus diperhatikan oleh setiap musim. Merujuk pada buku Ringkasan Kitab Adab oleh Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, berikut beberapa adab ketika bersin:

    1. Mendoakan orang yang bersin

    Islam mensyariatkan umatnya untuk berdoa setelah bersin dengan memuji Allah SWT. Sebab dengan bersin, umat Islam diberikan rahmat dan meminta hidayah dan kebaikan urusan kepada Allah SWT. Mendoakan orang yang bersin merupakan fardhu kifayah. Jika sebagian orang sudah melakukannya, maka kewajiban yang lain gugur.

    Dari Al-Bara’ bin Azib Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Nabi SAW memerintahkan kami untuk melaksanakan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara,” beliau lalu menyebutkan, “menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang yang bersin, menjawab salam, menolong orang yang dizhalimi, memenuhi undangan, dan menunaikan sumpah.” (HR Bukhari dan lainnya)

    2. Mendoakan orang yang bersin ketika mendengar yang bersin itu mengucapkan alhamdulillah

    Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, dia berkata, “Dua orang lelaki bersin di hadapan Rasulullah SAW, maka salah satu dari keduanya didoakan oleh Rasulullah dan satu lagi tidak. Laki-laki itu berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW engkau mendoakan dia dan tidak mendoakan aku?’ Beliau menjawab, ‘Dia mengucapkan alhamdulillah, sedangkan engkau tidak’.” (HR Bukhari dan lainnya)

    3. Disunnahkan membaca alhamdulillah atau alhamdulillah ala kulli hal

    Sesuai dengan hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bersin, ucapkanlah: alhamdulillah.”

    Diriwayatkan oleh Abu Dawud berbunyi, “Maka ucapkanlah: alhamdulillah ala kulli hal (pada segala keadaan).” (HR Bukhari dan lainnya)

    4. Disunnahkan bagi orang yang mendengar doa orang yang bersin untuk membaca yarhamukallah

    Sesuai dengan hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bersin, maka ucapkanlah alhamdulillah, dan teman atau saudaranya hendaklah mengucapkan untuknya yarhamukallah

    Setelah di doakan oleh orang lain, bagi yang bersin disunnahkan mengucapakan yahdikumullah wa yuslihu balakum atau mengucapkan yarhamunallah wa ‘iyyakum wa yaghfirulanaa wa lakum

    5. Di anjurkan merendahkan suara bersin

    Kebanyakan orang yang bersin biasanya mengeluarkan suara keras yang mengganggu dan mengagetkan. Maka di anjurkan untuk merendahkan suaranya dengan meletakkan tangannya atau bajunya pada mulutnya.

    6. Mendoakan orang yang bersin cukup untuk tiga kali bersin, lebih dari itu, maka bersin itu adalah flu

    Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Doakanlah saudaramu tiga kali bersin, bila lebih dari itu, maka dia sedang sakit flu.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Hadits tentang Adab Menurut Islam


    Jakarta

    Dalam Islam, segala sesuatu memiliki adabnya tersendiri. Adab erat kaitannya dengan perilaku mulia atau akhlakul karimah.

    Mengutip buku Berguru Adab kepada Imam susunan Malik Masykur Lc, para ahli ibadah mendefinisikan adab sebagai kepandaian atau ketepatan mengurus segala sesuatu. Bahkan pada sejumlah hadits turut diterangkan mengenai adab.

    Adab lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu. Dijelaskan dalam buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati oleh Toriq Aziz, orang cerdas yang tidak beradab dapat melakukan keburukan, kemaksiatan, dan kesewenang-wenangan.


    Berikut sejumlah hadits tentang adab yang dapat dijadikan pedoman hidup seperti dinukil dari sumber yang sama dan arsip detikHikmah.

    1. Adab Memberi Salam

    Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang berbunyi,

    “Kamu memberi makan, menebarkan salam baik terhadap orang yang kamu kenal maupun terhadap orang yang tidak kamu kenal.” (HR Bukhari).

    2. Adab Bertetangga

    Terkait adab bertetangga juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim, berikut bunyinya:

    “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia menyukai bagi tetangganya apa yang ia sukai bagi dirinya.” (HR Muslim)

    3. Adab ketika Menguap

    Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Menguap itu berasal dari setan. Oleh karena itu, apabila seorang di antara kalian menguap, maka tahanlah semampunya.” (HR Muslim)

    4. Adab Berteman

    Berteman juga ada adabnya tersendiri. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah,

    “Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang dari kalian berbisik tanpa menyertakan orang ketiga, sebab hal itu akan membuatnya sedih.” (HR Ibnu Majah)

    5. Adab ketika Buang Hajat

    Nabi Muhammad SAW melarang umatnya membuang hajat di tempat yang sering dilalui oleh orang-orang. Hal ini termasuk ke dalam adab ketika buang hajat yang diriwayatkan oleh Muslim.

    “Hati-hatilah dengan al la’nain (orang yang dilaknat oleh manusia)!” Para sahabatnya lantas bertanya, “Siapa itu al la’nain wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.” (HR Muslim)

    6. Adab Mengucap Salam

    Saat bertemu dengan saudara, seorang muslim hendaknya mengucap salam terlebih dahulu. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang tergolong sebagai adab mengucap salam dalam Islam,

    “Bila seorang berjumpa dengan saudaranya sesama muslim, hendaknya ia mengucapkan: Assalaamu’alaikum warrahmatullaah (semoga keselamatan dan rahmat Allah atasmu).” (HR Ahmad)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Bercermin dan 5 Hal yang Harus Diperhatikan


    Jakarta

    Doa ketika bercermin dianjurkan untuk diucapkan oleh seorang muslim. Tujuannya adalah agar selalu ingat Sang Pencipta dan bersyukur atas pemberian-Nya.

    Berdoa kepada Allah SWT tidak mengenal waktu dan suasana. Seorang muslim dianjurkan untuk selalu mengingat-Nya dan memanjatkan doa sebanyak-banyaknya kepada Allah Yang Maha Kuasa.

    Mulai dari bangun tidur, beraktivitas di luar rumah hingga tidur lagi dianjurkan membaca doa sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tak terkecuali ketika bercermin.


    Doa ketika Bercermin

    Dikutip dari buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah karya M. Quraish Shihab, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi doa ketika bercermin adalah sebagai berikut:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنُ خُلُقِي

    Bacaan latin: Alhamdulillah allahumma kama hassanta khalqi fahas- sin khuluqi.

    Artinya: “Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah perindah tubuhku, maka perindah juga akhlakku.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi)

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan ketika Bercermin

    Disebutkan dalam buku Iman dan Taqwa karya Dirman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika bercermin. Berikut selengkapnya.

    1. Tidak Mencacat Kekurangan dan Tidak Sombong atas Kelebihan

    Pertama, apabila terdapat kekurangan fisik maka seorang muslim hendaknya tidak perlu berkecil hati atau malah menyalahkan Allah SWT atas apa yang telah diciptakan-Nya. Sebab seluruh tubuh ini adalah hasil ciptaan yang sebaik-baiknya.

    Allah SWT berfirman dalam surah At Taghabun ayat 3,

    خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ٣

    Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).”

    Apabila Allah SWT mengaruniai fisik dan wajah yang bagus, maka hendaknya seorang muslim tidak berlaku sombong terhadap orang lain.

    2. Berhias Sebaik Mungkin

    Kedua, seorang muslim boleh berhias atau merapikan diri sebaik mungkin. Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah lagi menyukai keindahan.” (HR Muslim)

    3. Hindari Tabarruj

    Meskipun Rasulullah SAW menganjurkan berhias sebaik mungkin, tapi kaum muslim tidak boleh berdandan secara berlebihan atau tabarruj. Sebab, tabarruj termasuk perilaku orang-orang jahiliah. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 33,

    وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ ٣٣

    Artinya: “Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

    4. Tidak Memaksakan Diri

    Keempat adalah berpakaian yang tidak berlebihan dan tidak memaksakan di atas kemampuannya. Hal ini dilakukan agar terhindar dari sifat sombong. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa meninggalkan pakaian dengan niat tawaduk karena Allah sementara ia sanggup untuk melakukannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lantas ia diperintahkan untuk memilih perhiasan mana saja yang ingin ia pakai.” (HR Ahmad)

    5. Membaca Doa ketika Bercermin

    Kelima dan yang terpenting adalah mengucapkan doa kepada Allah SWT sebagai wujud syukur atas nikmat dan karunia yang telah Dia berikan. Bacaan doa ketika bercermin sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dalam hadits yang dikeluarkan Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Memakai Pakaian, Dibaca agar Mendapat Berkah


    Jakarta

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berdoa. Doa dapat dibaca oleh seorang muslim kapan saja dan dimana saja.

    Termaktub dalam surah Al Mu’min ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Ketika hendak memakai pakaian, seorang muslim juga dianjurkan untuk berdoa. Hal tersebut bertujuan untuk memohon berkah dan mengingat kehadiran Allah SWT.

    Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya tentang bacaan doa memakai pakian. Lantas, bagaimana bacaan doanya? Berikut doa memakai pakaian dan adabnya.

    Doa Memakai Pakaian Sesuai Ajaran Rasulullah

    Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, berikut beberapa doa memakai pakaian sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Doa Memakai Pakaian Pertama

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرَ مَاهُوَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma inni as’aluka min khairihiiwa khairi ma huwa lahu, wa ‘audzu bika min syarrihi wa syarri ma huwalah

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, kebaikan dari pakaian ini, dan kebaikan baginya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini, dan keburukan baginya.”

    Doa Memakai Pakaian Kedua

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هُذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةَ

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi hawlin minnii wa laa quwwata

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku dan yang telah menganugerahiku tanpa daya dan kekuatan dariku.”

    Doa Memakai Pakaian Baru Pertama

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma lakal hamdu anta kasautaniih, as’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lah, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu

    Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau kenakan pakaian ini kepadaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, dan kebaikan sesuatu baginya, dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukannya dan keburukan sesuatu baginya.”

    Doa Memakai Pakaian Baru Kedua

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii maa uwari bihi ‘auratii wa atajammalu bihi fii hayatii

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan pakaian kepadaku, yang degannya aku bisa menutup auratku, dan memperindah diriku dalam hidupku.”

    Adab Memakai Pakaian

    Merujuk pada buku 63 Adab Sunnah oleh Rachmat Morado Sugiarto, berikut beberapa adab berpakaian yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim.

    • Menutup aurat
    • Membaca doa ketika memakai pakaian
    • Memakai pakaian yang terbaik ketika melakukan ibadah
    • Tidak memakai baju yang tipis atau transparan
    • Tidak menampakkan lekukan tubuh
    • Memakai pakaian dari sebelah kanan
    • Tidak memakai pakaian yang menyerupai pakaian lain jenis
    • Tidak memakai pakaian yang berbahan sutera atau emas bagi laki-laki
    • Memakai pakaian yang putih
    • Memakai pakaian yang bersih
    • Memakai pakaian yang bagus, namun tidak berlebihan
    • Tidak memakai pakaian syuhrah/sombong
    • Memberikan pujian ketika melihat temannya memakai baju baru
    • Tidak memakai satu kain untuk seluruh tubuh

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com