Tag: adopsi kripto

  • Alasan Tingkat Adopsi Kripto Vietnam Tinggi, Kalahkan Indonesia

    Vietnam telah dinobatkan sebagai negara yang memiliki tingkat adopsi kripto tertinggi di dunia berdasarkan laporan Chainalysis. Negeri Naga Biru itu mampu mengalahkan Indonesia yang berada diperingkat 20 besar.

    Sebuah riset terbaru dari Chainalysis merilis indeks yang mengukur adopsi kripto global di tahun 2022, hasilnya Indonesia berada di urutan ke-20.

    Chainalysis menyebutkan dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2022, Indonesia termasuk dalam kategori negara berkembang berpenghasilan menengah ke bawah yang memiliki pertumbuhan adopsi kripto yang tinggi. Meskipun, Indonesia kalah dengan Vietnam yang menduduki nomor satu.

    Tingkat adopsi kripto yang tinggi Vietnam adalah fenomena yang membingungkan, sehingga menimbulkan pertanyaan. Ini beberapa faktor penyebabnya.

    Tidak Ada Pajak Kripto

    Dikutip Cointelegraph, ada banyak alasan mengapa tingkat adopsi kripto di Vietnam sangat tinggi dan salah satunya adalah, tak seperti di Indonesia, di mana transaksi aset kripto dikenai pajak. Tidak ada pajak kripto di Vietnam.

    Saat ini, pemerintah Vietnam bahkan tidak mengakui kripto sebagai alat pembayaran yang sah. Sementara otoritas pajak negara telah menunjukkan minat untuk mengenakan pajak pada aset digital tersebut, mereka tidak memiliki mandat untuk menetapkannya sebagai aset kena pajak. Dengan demikian, hukum Vietnam sebagian besar diam dalam hal perpajakan kripto.

    Ilustrasi pajak aset kripto.
    Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia

    Akibatnya, lembaga keuangan di dalam negeri dilarang menanganinya. Namun, warga negara Vietnam diizinkan untuk memiliki dan memperdagangkan kripto.

    Kurangnya pajak kripto membuatnya menjadi instrumen investasi yang ideal, sehingga adopsi meningkat. Imbalannya adalah bahwa hukum Vietnam tidak melindungi pengguna kripto, jika terjadi penipuan atau kerugian.

    Banyak Penduduk Tidak Punya Rekening Bank

    Banyak orang Vietnam memiliki akses terbatas ke layanan keuangan tradisional. Menurut sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan oleh Statista, negara ini menempati urutan kedua di antara 10 negara teratas yang tidak memiliki rekening bank. Laporan tersebut menyoroti bahwa sekitar 69% warga tidak memiliki akses ke layanan perbankan.

    Perkiraan Bank Dunia menunjukkan bahwa lebih dari 61% penduduk negara itu tinggal di daerah pedesaan, di mana akses ke layanan perbankan modern terbatas. Kekosongan ini dengan cepat diisi oleh jaringan blockchain dan aset kripto.

    Konsep blockchain yang revolusioner seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) juga mendapatkan daya tarik di antara investor kripto Vietnam yang ingin mendapatkan kredit untuk tujuan investasi kripto.

    Vietnam juga berada di peringkat kedua di antara negara-negara dengan penggunaan DeFi tertinggi di dunia, menurut laporan Chainalysis Global DeFi Adoption Index 2021.

    Biaya Transfer Uang

    Pada tahun 2021, warga negara Vietnam yang tinggal di luar negeri mengirim uang ke negaranya lebih dari US$ 18 miliar dalam bentuk remitansi, dan itu membuat rekor baru, menjadikan negara itu penerima remitansi terbesar kedelapan di dunia. Ini adalah peningkatan 3% dari US$ 17,2 miliar yang tercatat pada tahun 2020.

    Ilustrasi transfer uang dan kripto.
    Ilustrasi transfer uang dan kripto.

    Baca juga: Analisa: Kripto Mulai Bersemi Kembali, Imbas Dolar AS Turun

    Bagi orang Vietnam yang secara teratur mengirim uang ke keluarga mereka di kampung halaman, biaya transfer seringkali terlalu tinggi. Biaya tambahan biasanya termasuk biaya administrasi dan nilai tukar. Menurut statistik Bank Dunia, biaya pengiriman uang ke Vietnam rata-rata sekitar 7% pada 2020.

    Biaya selangit, di samping kurangnya akses ke layanan pengiriman uang oleh penduduk yang tidak memiliki rekening bank, telah membuat transfer aset kripto menjadi pilihan yang menarik bagi orang Vietnam yang tinggal di luar negeri untuk membantu mendukung keluarga mereka di rumah.

    Sementara, blockchain memang memiliki biaya transaksi lebih rendah dibandingkan dengan jaringan pengiriman uang konvensional, dan lebih jauh lagi adalah P2P dan tidak bergantung pada perantara untuk menyelesaikan transaksi.

    Meningkatnya Popularitas GameFi

    Game blockchain dengan insentif finansial, sering disebut sebagai GameFi, menggunakan model ekonomi inovatif yang memungkinkan pengguna mendapatkan hadiah saat bermain. Hadiah biasanya dalam bentuk NFT dan aset kripto.

    Karena kripto berada di jantung lingkungan GameFi, banyak gamer belajar bagaimana mereka bekerja sebagai bagian dari gameplay, memberikan jalan lain untuk diadopsi.

    Menurut survei State of GameFi 2022 Chainplay pada bulan Agustus, 75% investor kripto GameFi mengatakan bahwa mereka mulai berinvestasi dalam aset digital setelah bergabung dengan platform GameFi.

    GameFi, terutama game play-to-earn (P2E), sangat populer di Vietnam dan telah berkontribusi besar pada adopsi kripto di negara tersebut. Menurut laporan penelitian tahun 2021 yang diterbitkan oleh layanan agregasi data Finder, Vietnam menempati urutan keenam dalam daftar negara dengan persentase gamer P2E tertinggi.

    Game Berbasis NFT, Axie Infinity Indonesia
    Ilustrasi Axie Infinity.

    Baca juga: Pemerintah Indonesia Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

    Kripto Lindung Nilai Terhadap Inflasi

    Warga Vietnam, sepanjang sejarah, lebih suka menggunakan mata uang nasional lainnya seperti dolar Amerika Serikat selama masa gejolak ekonomi dan hiperinflasi. Dalam beberapa tahun terakhir, orang Vietnam juga telah mengumpulkan aset, seperti emas untuk lindung nilai terhadap inflasi.

    Kemunculan aset kripto juga menyebabkan lebih banyak warga Vietnam menggunakannya untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi daripada aset berwujud seperti emas.

    Sementara, bank sentral Vietnam telah memperingatkan individu dan institusi agar tidak berurusan dengan mata uang virtual karena sifatnya yang lincah, berkurangnya kepercayaan pada dong Vietnam telah menyebabkan lebih banyak investor Vietnam beralih ke mata uang digital.

    Menurut data yang berasal dari Statista, Bitcoin (BTC), yang banyak digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi, saat ini merupakan aset kripto paling populer di negara tersebut.

    Adopsi kripto di Vietnam akan bertahan, karena semakin banyak orang yang menemukan kenyamanan dan peluang pada aset digital. Namun, peraturan yang ekstensif tampaknya masih jauh. Bank Negara Vietnam memiliki waktu hingga 2023 untuk mempelajari pro dan kontra dari aset kripto dan menghasilkan rekomendasi kebijakan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia 

    Adopsi aset kripto di Indonesia diyakini akan terus tumbuh hingga 10 tahun ke depan. Sebuah riset terbaru dari Chainalysis merilis indeks yang mengukur adopsi kripto global di tahun 2022, hasilnya Indonesia berada di urutan ke-20.

    Chainalysis menyebutkan dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2022, Indonesia termasuk dalam kategori negara berkembang berpenghasilan menengah ke bawah yang memiliki pertumbuhan adopsi kripto yang tinggi. Meskipun, Indonesia kalah dengan Vietnam yang menduduki nomor satu. 

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, melihat masuknya Indonesia dalam daftar Indeks Adopsi Kripto Global 2022 versi Chainalysis cukup membanggakan. Pasalnya dalam laporan yang sama tahun lalu, Indonesia belum masuk ke posisi 20 negara teratas.

    “Laporan ini cukup membuktikan bahwa pertumbuhan aset kripto di Indonesia itu masih terus berjalan dalam hal baik, meski market sedang lesu. Adopsi kripto yang tinggi ini didorong oleh penetrasi teknologi lebih luas dan edukasi investasi yang terus dilakukan, bersamaan regulasi yang aman melindungi konsumen,” kata pria yang akrab disapa manda.

    Acara "Web3 Community Meetup 2022" di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.
    Acara “Web3 Community Meetup 2022” di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Menakar Bisakah Indonesia Jadi Crypto Hub Dunia?

    Menurut Manda adopsi kripto di Indonesia sudah lebih baik dibandingkan tahun lalu, walaupun dalam masa crypto winter. Aspek nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia memang cenderung menurun, khususnya sejak awal tahun 2022. 

    Misalnya, pada Juni 2022, nilai transaksi kripto tercatat hanya Rp 20 triliun, turun 65,5% turun dibanding periode Juni 2021 sebesar Rp 58,06 triliun. Penurunan disebabkan oleh kondisi situasi makroekonomi dan inflasi yang yang tinggi di beberapa negara.

    Manda menjelaskan mungkin saat ini terlihat investor telah menjauh dari aset kripto yang lebih tradisional seperti Bitcoin mengingat berarish market, mereka mulai beralih ke aset yang dibangun dengan project utilitas yang menarik di dunia Web3, metaverse dan unsur teknologi blockchain lainnya yang membuatnya lebih mudah diakses.

    “Adopsi di Indonesia didorong oleh aset kripto yang lebih tradisional yang ditawarkan melalui exchange dan platform teknologi keuangan. Namun, di sisi lain, instrumen kripto tradisional kini kurang diminati, saat ini pertumbuhan yang tinggi ada di project kripto berbasis Web3 yang di mana banyak beralih ke aplikasi, seperti NFT dan game,” jelas Manda.

    Web3
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Wamendag: Indonesia Bakal Punya Bursa Kripto Pertama di Dunia

    Masyarakat Tertarik Web3

    Lebih lanjut, Manda mengungkap perkembangan industri blockchain, khususnya Web3 di Indonesia, kini sudah jauh lebih baik dan dikenal lebih luas oleh masyarakat. Web3 sudah menjelma menjadi sebuah lahan baru yang memiliki potensi pengembangan dan keuntungan lebih besar, karena bicara terkait teknologi masa depan dengan konsep yang hampir sama dengan internet.

    Terlepas dari peringkat adopsi, laporan Chainalysis juga menunjukkan meskipun adopsi kripto lebih lambat di tengah bear market, tapi masih lebih tinggi dari periode sebelum bull run pada tahun 2020.

    “Kami yakin aset kripto, Web3 dan segala hal lainnya di dunia blockchain akan melihat adopsi yang cukup tinggi dan meluas dalam 10 tahun ke depan. Untuk memacu adopsi, pengalaman pengguna harus ditingkatkan. Keamanan juga penting, misalnya pemain kripto harus berlisensi dan bersertifikat. Kemudian, edukasi tentang manfaat dan kegunaan dari teknologi yang dikembangkan untuk meraih tingkat kepercayaan yang tinggi di masyarakat,” pungkas manda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kedai Kopi di Negara Ini Ungkap Naik Omset dengan Kripto

    Sebuah kedai kopi di negara Argentina telah mengumumkan peningkatan omset, karena banyak pelanggan yang membayar kripto dalam setahun terakhir. Kedai ini juga akan mengekspansi bisnis dan metode pembayaran kripto ke negara lain.

    Menurut Criptonoticias, kedai tersebut bernama CrypStation, dan memiliki dua cabang di ibu kota, Buenos Aires. Dalam 12 bulan terakhir, toko tersebut menyatakan, lebih dari 10% pelanggannya telah membayar tagihan mereka dalam kripto.

    Toko menambahkan bahwa sebagian besar (hampir enam dari 10) pelanggan kripto membayar dengan stablecoin Tether (USDT). Ini diikuti oleh Bitcoin (BTC), token pilihan untuk 28% pelanggan yang membayar krpto. Sementara sisanya, membayar tagihan mereka dengan koin lain.

    Adopsi Kripto

    Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.
    Ilustrasi Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.

    Baca juga: Microsoft Gabung ke Konsorsium Bangun Jaringan Blockchain Baru

    CrypStation mengatakan bahwa pada Mei 2022, “hanya 1,2% pelanggannya yang membayar dengan aset kripto di kedai tersebut.” Namun ada “tren kenaikan konstan” pada pelanggan yang memilih untuk membeli kopi dan barang lainnya dengan kripto.

    Perusahaan juga mengincar ekspansi ke luar negeri. CrypStation mengatakan akan membuka cabang pertamanya di luar Argentina, di Chili Viña del Mar.

    Cabang yang berbasis di Chili juga akan menampilkan ruang “kerja bersama”, serta gym. Kedai kopi menggunakan platform Binance Pay untuk memproses pembayaran pelanggan. Itu juga mengatur “pembicaraan” dan menawarkan “saran” di dunia kripto.

    Toko CrypStation pertama yang dibuka terletak di distrik ibu kota Puerto Madero, area sisi dermaga yang telah dipugar yang sekarang menjadi rumah bagi restoran-restoran trendi dan blok apartemen mahal.

    Pada November tahun lalu, perusahaan membuka toko kedua di pusat perbelanjaan DOT Baires, di distrik Saavedra.

    Perkembangan Kripto

    Popularitas USDT meroket di Argentina akhir-akhir ini, sebagian besar karena inflasi fiat yang melonjak.

    Tingkat inflasi peso telah meningkat melampaui angka 100% dalam beberapa bulan terakhir.

    Pembatasan pembelian mata uang asing telah membuat warga beralih ke kripto, dengan beberapa bersikeras bahwa gaji mereka dibayarkan dalam kripto bukan fiat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Donald Trump Pimpin White House Crypto Summit, Kapan?

    Pada Jumat, 7 Maret 2025 mendatang, Gedung Putih akan menjadi tuan rumah untuk White House Crypto Summit pertama.

    Acara ini menjadi momentum penting dalam membentuk kebijakan masa depan terkait aset digital di Amerika Serikat (AS), termasuk industri kripto.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Coinpedia pada Senin (3/3), pertemuan ini menggantikan Crypto Advisory Council yang sebelumnya diusulkan, sekaligus membuka peluang bagi Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital dalam berkolaborasi langsung dengan industri kripto terkait isu-isu utama.

    Libatkan 25 Pemimpin Industri Kripto

    Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden AS Donald Trump akan memimpin diskusi serta memberikan pidato dalam acara ini.

    Para peserta yang diundang mencakup para pendiri, CEO, serta investor terkemuka dari industri kripto. Selain itu, anggota dari Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital juga akan turut serta dalam diskusi ini.

    Meskipun daftar tamu belum diungkap secara resmi, diperkirakan sekitar 25 tokoh utama dalam ekosistem kripto akan hadir.

    Tokoh-Tokoh Kunci dalam Diskusi

    Beberapa nama besar yang diperkirakan hadir termasuk David Sacks, yang dikenal sebagai “czar kripto” di Gedung Putih, serta Bo Hines, yang telah lama mendukung perkembangan regulasi kripto yang lebih jelas.

    Kehadiran mereka menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mendukung adopsi dan perkembangan aset digital di Amerika Serikat.

    Pendekatan Baru dalam Regulasi Kripto

    Alih-alih membentuk dewan penasihat tetap, Gedung Putih memilih untuk menggelar serangkaian pertemuan yang lebih fleksibel seperti ini.

    Strategi ini memberikan ruang lebih besar bagi interaksi langsung antara pemerintah dan para pemimpin industri.

    Selain itu, pendekatan ini dipandang sebagai langkah yang lebih adaptif dalam membentuk regulasi yang lebih relevan dan sesuai dengan dinamika industri kripto yang berkembang pesat.

    Dampak Besar bagi Industri Kripto

    White House Crypto Summit 2025 diharapkan dapat memunculkan diskusi mendalam yang berpotensi memengaruhi kebijakan di masa depan.

    Dengan meningkatnya adopsi kripto dalam arus utama ekonomi global, pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah AS berkomitmen untuk memberikan kepastian regulasi bagi para pelaku industri.

    Jika pertemuan ini membuahkan hasil positif, maka masa depan kripto di AS bisa lebih cerah dengan dukungan kebijakan yang lebih jelas dan terstruktur.

    White House Crypto Summit menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan regulasi kripto di Amerika Serikat.

    Dengan keterlibatan langsung Presiden Trump dan para pemimpin industri, diskusi ini dapat membawa dampak besar terhadap kebijakan masa depan serta peran aset digital dalam perekonomian AS.

    Sedangkan bagi para pelaku industri kripto, hasil dari pertemuan ini akan sangat menentukan arah perkembangan aset digital di tahun-tahun mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jurus Vitalik Buterin Rampingkan Interoperabilitas Layer-2 Ethereum

    Ethereum terus berinovasi dalam meningkatkan skalabilitas dan desentralisasi jaringan melalui ekosistem rollup.

    Melansir laman Coinpaper pada Selasa (18/2), Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, mengusulkan solusi baru untuk menyederhanakan interoperabilitas Layer-2 (L2) menggunakan Ethereum Improvement Proposal (EIP) 3668.

    Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada layanan terpusat. Masalah Fragmentasi di Ekosistem Layer-2 Ethereum menggunakan rollup sebagai solusi utama dalam meningkatkan skalabilitas dengan biaya transaksi yang lebih rendah.

    Namun, dengan banyaknya rollup yang beroperasi secara independen, muncul tantangan dalam validasi state proof tanpa perantara terpusat.

    Saat ini, setiap rollup memiliki sistem verifikasinya sendiri. Sehingga sulit untuk menciptakan standar yang kompatibel di seluruh ekosistem Ethereum.

    Universal Light Client Berbasis EIP-3668

    Untuk mengatasi fragmentasi ini, Buterin mengusulkan penggunaan universal light client berbasis EIP-3668.

    Dengan pendekatan ini, jaringan Ethereum dapat mengadopsi mekanisme standar dalam memverifikasi state proof di berbagai rollup. Universal light client memungkinkan verifikasi proof secara on-chain melalui Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga menghilangkan kebutuhan akan perantara terpusat.

    Universal Light Client untuk Ethereum diyakini dapat menghilangkan ketergantungan pada perantara terpusat saat ini, karena banyak aplikasi dan dompet digital bergantung pada layanan terpusat untuk verifikasi proof, yang berisiko menyebabkan sensor atau kegagalan sistem.

    Dengan solusi ini, validasi proof bisa dilakukan secara desentralisasi langsung di jaringan Ethereum.

    Selain itu, setiap rollup memiliki format proof yang berbeda, sehingga sulit untuk melakukan interoperabilitas antar-L2. Universal light client memungkinkan adanya format proof yang seragam, serta menyederhanakan komunikasi antar-layer di jaringan Ethereum.

    Dengan memverifikasi proof langsung di EVM, universal light client memastikan bahwa tidak ada satu entitas pun yang mengendalikan proses verifikasi.

    Hal ini mempertahankan keamanan Ethereum sembari mendukung ekspansi melalui rollup.

    Di sisi lain, dengan standar verifikasi proof yang fleksibel dan kompatibel dengan berbagai skema kriptografi, Ethereum dapat terus berkembang seiring dengan inovasi teknologi blockchain tanpa mengalami fragmentasi.

    Akan tetapi, meskipun jurus ini cukup menjanjikan, penerapan universal light client menghadapi beberapa tantangan.

    Salah satu hambatan utama adalah perbedaan format proof di setiap rollup, yang dapat menyulitkan adopsi standar tunggal.

    Selain itu, koordinasi antara pengembang rollup, pengembang inti Ethereum, dan penyedia dompet digital juga diperlukan untuk memastikan kompatibilitas jangka panjang.

    Meski tetap memiliki risiko, Ethereum Improvement Proposal (EIP) 3668 dari Vitalik Buterin dapat menjadi langkah yang tepat dalam meningkatkan interoperabilitas dan desentralisasi ekosistem Ethereum.

    Jika berhasil diterapkan, solusi ini akan menyederhanakan validasi state proof, mengurangi ketergantungan pada layanan terpusat, serta meningkatkan keamanan dan efisiensi jaringan Ethereum di masa depan.

    Komunitas Ethereum kini dihadapkan pada tantangan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem ini guna menciptakan ekosistem blockchain yang lebih terdesentralisasi dan efisien.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inggris Tunjuk HSBC Kelola Pilot Obligasi Negara Digital (DIGIT)

    Pemerintah Inggris resmi mengambil langkah besar dalam transformasi keuangan digital.

    Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, Departemen Keuangan Inggris menunjuk HSBC melalui platform blockchain miliknya, Orion, untuk mengelola pilot obligasi negara digital pertama yang diberi nama DIGIT.

    Proyek ini bertujuan untuk mendigitalisasi obligasi pemerintah Inggris (gilt) tradisional dengan memanfaatkan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology/DLT).

    Inisiatif ini menandai babak baru integrasi blockchain dalam infrastruktur pasar modal nasional di negara anggota G7 tersebut.

    Apa Itu Proyek DIGIT?

    DIGIT merupakan singkatan dari Digital Gilt Instrument Tokenisation, sebuah program percontohan untuk menerbitkan obligasi negara dalam format digital berbasis blockchain.

    Dengan menggunakan platform Orion milik HSBC, pemerintah Inggris ingin meningkatkan efisiensi dalam proses penerbitan obligasi, manajemen kepemilikan aset, penyelesaian transaksi (settlement), serta transparansi dan auditabilitas.

    Alih-alih menggunakan sistem konvensional yang melibatkan banyak perantara dan proses manual, model digital ini memungkinkan pencatatan kepemilikan secara real-time dan penyelesaian transaksi yang lebih cepat.

    Jika berhasil, proyek DIGIT berpotensi menjadi standar baru dalam penerbitan surat utang negara berbasis teknologi blockchain.

    Perkuat Ketahanan Ekonomi Digital

    Langkah ini bukan sekadar eksperimen laboratorium atau uji coba internal bank. Pemerintah Inggris secara resmi mengintegrasikan blockchain dalam instrumen keuangan publik.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai sinyal kuat pergeseran paradigma global.

    “Inisiatif ini menandai pergeseran krusial dari sekadar eksperimen internal menjadi adopsi infrastruktur keuangan publik yang nyata oleh negara anggota G7. Keberhasilan pilot ini akan menjadi tolok ukur global bagi negara lain dalam menerapkan teknologi buku besar terdistribusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi digital mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, keputusan Inggris dapat memicu efek domino di negara lain, khususnya di Eropa dan Amerika Utara.

    Peran HSBC dan Platform Orion

    HSBC dipilih karena telah mengembangkan Orion, sebuah platform blockchain yang dirancang untuk mendukung penerbitan aset digital, termasuk obligasi dan instrumen pasar modal lainnya.

    Platform ini memungkinkan tokenisasi surat utang, settlement instan atau near real-time, integrasi dengan sistem keuangan tradisional, hingga kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

    Dengan reputasi global dan infrastruktur yang matang, HSBC dinilai mampu menjembatani kebutuhan antara inovasi teknologi dan kepastian hukum.

    Penunjukan ini juga mempertegas bahwa institusi keuangan tradisional semakin serius dalam memanfaatkan blockchain, bukan lagi sebagai tren eksperimental, tetapi sebagai fondasi sistem keuangan masa depan.

    Dampak terhadap Pasar Modal Inggris

    Digitalisasi gilt berpotensi membawa sejumlah manfaat strategis:

    1. Efisiensi Operasional

    Proses penerbitan dan settlement obligasi bisa dipangkas dari beberapa hari menjadi hampir instan, mengurangi biaya administrasi dan risiko operasional.

    2. Transparansi Lebih Tinggi

    DLT memungkinkan pencatatan transaksi yang immutable dan dapat diaudit secara real-time.

    3. Likuiditas yang Lebih Baik

    Dengan tokenisasi, obligasi dapat diperdagangkan secara lebih fleksibel dan berpotensi menjangkau basis investor yang lebih luas.

    4. Daya Saing Global

    Langkah ini memperkuat posisi London sebagai salah satu pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi digital.

    Tren Global Tokenisasi Aset Negara

    Namun perlu diketahui, Inggris bukanlah satu-satunya negara di dunia yang mengeksplorasi tokenisasi aset publik.

    Sejumlah negara telah melakukan uji coba obligasi digital, namun skala dan legitimasi proyek DIGIT berbeda karena didukung langsung oleh pemerintah dan dikelola oleh bank global terkemuka.

    Tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) kini menjadi salah satu narasi terbesar di industri blockchain.

    Obligasi negara digital dipandang sebagai pintu masuk adopsi institusional berskala besar karena instrumen ini memiliki risiko relatif rendah, permintaan investor tinggi, dan kerangka regulasi sudah mapan.

    Jika pilot DIGIT sukses, bukan tidak mungkin obligasi negara digital akan menjadi standar baru dalam dekade mendatang.

    Tantangan yang Perlu Diperhatikan

    Meski menjanjikan, implementasi blockchain di pasar modal tetap menghadapi tantangan.

    Dimulai integrasi dengan sistem legacy, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, keamanan siber, hingga edukasi investor dan pelaku pasar.

    Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada koordinasi antara regulator, bank sentral, institusi keuangan, dan penyedia teknologi.

    Baca Juga: Penjelasan Tentang Merkle Tree dan Merkle Root

    Penunjukan HSBC untuk mengelola pilot obligasi negara digital DIGIT menandai langkah besar Inggris dalam mengadopsi blockchain sebagai infrastruktur keuangan publik.

    Ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan implementasi nyata di pasar modal nasional. Jika proyek ini berhasil, Inggris berpotensi menjadi benchmark global dalam tokenisasi surat utang negara.

    Transformasi ini dapat mempercepat adopsi blockchain di sektor keuangan tradisional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi digital di era baru teknologi terdistribusi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Cuma El Salvador, Korporasi Dunia Kini Koleksi Bitcoin


    Jakarta

    Bitcoin kini mulai diadopsi secara lebih luas oleh perusahaan global dan sejumlah negara, tak lagi dipandang sekadar sebagai aset spekulatif. Tren ini mencerminkan pergeseran peran kripto menjadi bagian dari strategi keuangan jangka panjang untuk menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

    “Jika dulu Bitcoin dianggap sebagai aset digital berisiko tinggi, kini ia sudah masuk ke dalam neraca keuangan perusahaan global bahkan dipertimbangkan sebagai cadangan negara,” kata pakar digital Anthony Leong pada keterangannya, (22/6/2025).

    Ia merujuk pada langkah Metaplanet, perusahaan pengembang hotel asal Jepang, yang pada awal tahun ini mengumumkan rencana akumulasi hingga 210.000 BTC atau setara dengan lebih dari US$22 miliar. Menariknya, harga saham Metaplanet melonjak lebih dari 8.000 persen dalam dua tahun terakhir sejak mengadopsi strategi treasury berbasis Bitcoin.


    “Ini sinyal keras bahwa Bitcoin sedang naik kelas menjadi cadangan strategis untuk menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi,” tambahnya.

    Lebih dari 130 perusahaan publik global kini menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan mereka, termasuk nama-nama besar seperti MicroStrategy, Tesla, Galaxy Digital, dan Block Inc. Menurut Anthony, akumulasi ini bukan lagi langkah individual atau iseng, melainkan keputusan finansial yang berbasis analisis risiko dan prospek jangka panjang.

    Dalam pengamatan Anthony, sinyal adopsi juga datang dari sektor keuangan konvensional. Salah satu contoh penting adalah BBVA Switzerland, yang baru-baru ini merekomendasikan klien kaya mereka untuk mengalokasikan 3% hingga 7% dari portofolio investasi ke aset kripto, terutama Bitcoin dan Ethereum.

    “Ketika bank konservatif seperti BBVA sudah mulai bicara strategi kripto, kita sedang menyaksikan revolusi keuangan yang pelan tapi pasti,” ujarnya.

    Di balik fenomena Bitcoin, Anthony juga menekankan bahwa kekuatan utama justru terletak pada teknologi blockchain yang menopang aset digital ini. Menurutnya, blockchain menghadirkan sistem pencatatan yang terdesentralisasi, transparan, dan tahan manipulasi, yang secara fundamental mengubah cara dunia memahami kepercayaan dalam transaksi digital.

    “Dengan blockchain, kita bisa membangun sistem keuangan yang tidak bergantung pada otoritas tunggal, namun tetap aman dan akuntabel. Ini landasan dari ekonomi digital masa depan,” jelasnya.

    Anthony menilai keunggulan ini menjadikan Bitcoin tidak hanya bernilai karena kelangkaannya, tetapi juga karena fondasi teknologinya yang kokoh dan terus berkembang. Tak hanya swasta, beberapa negara kini juga telah masuk ke ekosistem Bitcoin.

    El Salvador menjadi negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi. Sementara itu, Amerika Serikat, meskipun tidak mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, kini tercatat menyimpan lebih dari 200.000 BTC hasil dari penyitaan hukum, menjadikannya salah satu pemegang institusional Bitcoin terbesar di dunia.

    “Langkah El Salvador mungkin dianggap ekstrem, tapi jangan lupa Amerika Serikat diam-diam memegang Bitcoin dari proses hukum. Ini bukan kebetulan ini strategi,” jelas Anthony yang juga Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bidang Sinergitas BUMN, Danantara dan BUMD.

    Meski begitu, Anthony mengingatkan bahwa risiko tetap ada. Volatilitas harga, ketidakpastian regulasi, serta keterbatasan edukasi publik menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Namun, ia menegaskan bahwa bagi pelaku ekonomi yang memiliki pemahaman dan strategi, Bitcoin kini bukan sekadar opsi melainkan bagian dari diversifikasi yang rasional.

    “Bitcoin tidak cocok untuk semua orang. Tapi untuk yang punya pemahaman dan strategi, ia bukan lagi alternatif ia jadi keharusan,” tegas Anthony.

    Saat ini, Bitcoin diperdagangkan stabil di atas level US$105.000 meski dunia menghadapi ketegangan geopolitik dan pengetatan kebijakan moneter. Beberapa analis menyebut BTC sebagai “safe haven digital” karena mulai menunjukkan daya tahan seperti emas dalam kondisi ketidakpastian global.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • RI Pemain Kripto Kedua Terbesar Setelah Jepang di Asia Pasifik


    Jakarta

    Indonesia menjadi pasar kripto terbesar kedua di kawasan Asia Pasifik dengan pertumbuhan on-chain value received atau nilai aset sebesar 103% sejak Juli 2024 hingga Juni 2025. Pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia hanya berada di bawah Jepang yang tumbuh 120%.

    Untuk di kawasan Asia Pasifik, transaksi kripto berkembang cepat dengan lonjakan nilai transaksi on-chain bulanan dari US$ 81 miliar pada Juli 2022 menjadi US$ 244 miliar pada Desember 2024. Lonjakan ini didorong oleh pemulihan pasar global dan tren investasi digital.

    Sementara tahun ini, hingga pertengahan 2025 volume transaksi tetap bertahan di atas US$ 185 miliar per bulan. CEO Tokocrypto Calvin Kizana menilai adopsi kripto di Indonesia sesuai dengan kenyataan di lapangan, di mana jumlah investor terus bertambah sejalan dengan aktivitas perdagangan, baik di pasar spot maupun derivatif (Futures).


    “Capaian Indonesia yang kini berada di urutan kedua setelah Jepang merupakan prestasi yang luar biasa. Ini menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan adopsi kripto di Tanah Air, yang didukung oleh regulasi yang semakin jelas serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap aset digital. Peran generasi muda juga sangat penting, karena mereka menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat ekonomi digital nasional,” ujar Calvin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/9/2025).

    Menurut Calvin pertumbuhan volume transaksi kripto di Tokocrypto naik 10% year-on-year hingga Juli 2025. Calvin menyebut, salah satu pendorong lonjakan adposi kripto ini datang dari demografi yang digerakkan oleh generasi muda digital native yang terbiasa dengan teknologi.

    Kombinasi faktor ini mendorong Indonesia mencatatkan pertumbuhan 103% dalam setahun terakhir. Capaian ini menegaskan ekosistem kripto nasional mulai mengambil peran sebagai pilar penting dalam pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik.

    “Dukungan regulasi dan inovasi produk yang semakin matang juga membuka akses lebih luas, menjadikan transaksi aset kripto kian mudah, cepat, dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat. Di sisi lain, arah kebijakan pemerintah dan regulator seperti OJK yang terus memperkuat tata kelola industri memberi kepastian lebih besar bagi pelaku pasar, baik dari aspek perlindungan konsumen maupun peluang inovasi di sektor keuangan digital,” terang Calvin.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com