Tag: afirmasi

  • Penerima Beasiswa LPDP Mau Diarahkan ke Industri Strategis, Begini Rencananya



    Jakarta

    Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengatakan pihaknya akan melakukan reformasi skema beasiswa sesuai kebutuhan pembangunan bersama Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Salah satunya yakni akselerasi pengembangan SDM unggul dan industri strategis masa depan.

    Rencana peningkatan dampak LPDP 2026 ini disampaikan Sudarto pada Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR dengan Dirut LPDP dan Dirut BLU PKN STAN di Jakarta, Selasa (16/9/2025), disiarkan pada kanal YouTube TVR Parlemen.

    “Kalau saat ini LPDP hanya fokus di proses penerimaan, nanti kami bersama (Kementerian) Diktisaintek, Dikdasmen, dan juga Kemenag untuk mulai grooming dari awal sehingga nanti peserta atau calon pendaftar tadi sudah akan tahu kaitannya dengan industri strategisnya, termasuk dengan universitasnya nanti dan sebagainya,” kata Sudarto.


    Sudarto mengatakan, langkahnya antara lain beasiswa LPDP akan fokus pada science, technology, engineering, and mathemathics (STEM) dan non-STEM with STEM adjective untuk mendukung delapan industri prioritas nasional. Kedelapannya yaitu pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju.

    Kemudian, penetapan prioritas program studi (prodi) dan universitas kelas dunia sesuai dengan kepentingan nasional, termasuk lewat program joint, dual, atau double degree prioritas (co-funding) sehingga meningkatkan kapasitas penerima manfaat.

    Sudarto menambahkan, beasiswa LPDP juga dialokasikan secara tematik sesuai kebutuhan industri prioritas nasional. Kemudian, lulusan LPDP dalam dan luar negeri disinergikan agar sesuai dengan kebutuhan stakeholder industri.

    Beasiswa LPDP ke depannya juga memungkinkan pengembangan keahlian prioritas, termasuk melalui program nondegree.

    Sudarto mengatakan pengelolaan beasiswa LPDP ke depan akan meliputi sosialisasi, seleksi, pembekalan, pelayanan, dan pengelolaan alumni.

    Di samping itu, kontribusi alumni pada sektor industri strategis juga akan dimaksimalkan agar optimal mendukung peningkatan PDB.

    Sudarto menambahkan, alumni LPDP juga akan didayagunakan melalui kerja sama pada tahap yang lebih awal dengan industri, Danantara atau BUMN, dan kementerian atau lembaga. Contohnya melalui ikatan dinas.

    Di samping itu, pendayagunaan alumni LPDP menurut Sudarto rencananya juga akan merangkul alumni beasiswa LPDP Putra-Putri Papua dan daerah afirmasi lain.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Beasiswa LPDP 2026 Buka Kuota 4.000 Mahasiswa, Bidang STEM Diprioritaskan



    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) 2026 akan segera dibuka pada Januari mendatang. Pada tahun depan, kuota beasiswa disediakan untuk 4.000 orang.

    Jumlah tersebut sama halnya dengan kuota yang diberlakukan pada tahun 2025. Dikatakan oleh Kepala Subdivisi Komunikasi LPDP, Ari Kuncoro jumlah tersebut telah sesuai dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

    “Tahun ini sesuai arahan Presiden 4.000 (kuotanya),” kata Ari dalam acara The Future Festival oleh LPDP di Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (28/9/2025).


    Ari mengatakan pihaknya sejauh ini baru diberi instruksi agar kuota LPDP tahun 2026 disamakan dengan tahun ini yakni 4.000.

    “Saya belum diinfo kalau untuk detailnya. Cuman kita ikutin aja arahan presidennya, udah ada 4.000,” jelas Ari.

    Ari menyebut jumlah kuota ini telah disesuaikan dengan anggaran. Seperti pada tahun ini, anggaran LPDP sebesar Rp 11,92 triliun.

    “Itu kita ikutin yang anggaran yang ada aja. Kalau misalnya sekarang 4.000 kan kemarin juga udah dilulusin ya batch 1, tinggal batch 2 nanti 27 November,” kata Ari.

    Sementara untuk dana abadi di bidang pendidikan dituturkan Ari saat ini terhimpun sebanyak Rp 154,107 triliun. Berdasarkan data per Juni 2025, dana LPDP telah disalurkan kepada 90.640 orang (degree) dan 578.721 orang (non degree).

    Beasiswa LPDP 2026 Fokus pada Bidang STEM

    Sama seperti yang telah dijelaskan oleh Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP sebelumnya, Mohammad Lukmanul, bidang yang akan lebih diprioritaskan tahun 2026 adalah science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

    “2026 akan ada perubahan kebijakan diprioritaskan STEM yang non STEM tetap ada,” kata Ari.

    Ari menegaskan pendaftar non-STEM tetap memiliki kuotanya. Sehingga kebijakan baru ini menurutnya jangan sampai mengecilkan hati para pendaftar LPDP dengan tujuan non-STEM.

    “Misalnya saat ini yang non-STEM mau daftar ya silahkan, tetap dibuka LPDP tetap buka yang non-STEM. Tapi untuk jelasnya berapa proporsi dan prosentasenya silahkan mengacu ke penjelasan Direktur Beasiswa,” katanya.

    Ia menambahkan baik kampus dalam negeri maupun luar negeri akan difokuskan pada STEM. Adapun skema LPDP tahun 2026 tidak jauh berbeda dengan 2025.

    “Masih sama sih programnya masih sama, tadi yang dijelaskan nanti ada afirmasi targeted dan juga reguler ya. Ada tiga cluster, terus kalau untuk yang prioritas nanti ditunggu saja di batch pembukaan nanti akan diumumkan resmi oleh LPDP,” ujar Ari.

    Penegasan terkait fokus LPDP di bidang STEM ini sebelumnya telah disampaikan oleh Plt Direktur LPDP Sudarto dalam acara Apresiasi Talenta Unggul Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2025.

    “Jadi intinya bahwa, kita nanti akan fokus kepada STEM dan non-STEM. Karena pada saat ini memang fokus pembangunan kita kan lebih ke arah sana,” ujar Sudarto (11/8/2025) lalu.

    Ditegaskan juga oleh Lukmanul bahwa kuota beasiswa nantinya tidak akan kaku. Pihak LPDP telah menyusun formula untuk penyeleksiannya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi ada formula, orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” ujar Lukmanul.

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Beberapa Beasiswa Kemdiktisaintek Ini Berpotensi Terpangkas Gegara Efisiensi



    Jakarta

    Anggaran beberapa beasiswa dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI berpotensi mengalami pengurangan akibat efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah.

    Perihal beasiswa yang dimaksud dipaparkan oleh Mendiktisaintek RI, Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam rancangan perubahan anggaran Kemdiktisaintek melalui rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta pada Rabu (12/2/2025).

    Adapun beasiswa-beasiswa tersebut adalah KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), Beasiswa Kerja Sama Negara Berkembang (KNB), dan beasiswa dosen dan tenaga kependidikan.


    Meski demikian, Satryo menyebutkan yang disampaikan langsung kepada perguruan tinggi atau kepada mahasiswa dan dosen sebenarnya sangat tidak mungkin dilakukan efisiensi.

    “Anggaran Kemdiktisaintek itu sebetulnya anggaran yang sifatnya numpang lewat. Jadi kami terima anggaran semula berdasarkan pagu awal Rp 56,607 triliun itu sebagian besar langsung disampaikan ke perguruan tinggi penerima maupun mahasiswa penerima beasiswa,” kata Satryo.

    “Jadi yang dikelola oleh kantor kementerian kami itu sangat minim. Kira-kira dari pengalaman kami selama ini yang dikelola oleh kantor kementerian tidak lebih dari 10 persen dari total pagu anggaran Kemdiktisaintek,” katanya lagi.

    Potensi Besaran Pemangkasan Beasiswa

    Meski terdapat usulan efisiensi oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terhadap beasiswa di bawah Kemdiktisaintek, Kementerian mengusulkan kembali untuk tetap pada pagu semula.

    “Bantuan sosial beasiswa ada KIP Kuliah pagu awalnya Rp 14,698 triliun, kemudian efisiensi oleh Ditjen Anggaran sebesar Rp 1,31 triliun. Kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula yaitu Rp 15,698 triliun karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,”ungkap Mendiktisaintek Satryo.

    “BPI pagu awalnya 194,7 miliar. Kena efisiensi oleh DJA sebesar Rp 19,47 miliar atau 10 persen. Kami kembalikan lagi ke pagu semula karena ini tidak terkena efisiensi,” lanjutnya.

    Kemudian untuk beasiswa ADik, pagu awalnya Rp 213,73 miliar. Kemdiktisaintek mengembalikan ke pagu semula Rp 213,73 miliar, meskipun dipotong oleh efisiensi DJA 10 persen.

    Untuk beasiswa KNB pagu awalnya Rp 85,348 miliar dipotong oleh DJA 25 persen. Kemdiktisaintek juga mengembalikan pada pagu semula Rp 85,348 miliar karena kategorinya tidak kena efisiensi.

    Sementara untuk beasiswa dosen dan tendik dalam dan luar negeri Rp 236,8 miliar, efisiensi DJA 25 persen. Kemdiktisaintek mengembalikan lagi pada pagu awal Rp 236, 8 miliar.

    “Sehingga untuk komponen ini, gaji tunjangan dan beasiswa pagu yang kami usulkan yaitu pagu semula sebesar Rp 31,645 triliun,” jelas Satryo.

    “Jadi total yang akan dilakukan oleh efisiensi Kemdiktisaintek jumlahnya sebesar Rp 6,785 triliun dari Rp 14,3 triliun yang diusulkan oleh DJA,” imbuhnya.

    Besaran tersebut belum termasuk tunjangan kinerja dosen PNS sebesar Rp 2,5 triliun yang sudah disepakati Kemenkeu untuk dibayarkan.

    “Dengan posisi ini saya berharap Bapak-Ibu yang terhormat Komisi X (DPR) bisa memperjuangkan supaya pemotongan atau efisiensi Kemdiktisaintek tidak Rp 14,3 triliun, tetapi menjadi hanya Rp 6,785 triliun,” pungkas Mendiktisaintek.

    (nah/twu)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 Ditutup Besok, Cek Cara Daftarnya di Sini!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 akan ditutup besok, 18 Juli 2024. Bagi detikers yang masih belum melakukan registrasi bisa segera menyelesaikannya hari ini.

    Beasiswa LPDP ini sayang apabila dilewatkan karena mempunyai banyak program pilihan serta kampus tujuan dari dalam juga luar negeri. Beasiswa ini sendiri disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Dengan begitu, bagi calon mahasiswa yang kini ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang master atau doktor bisa mencoba beasiswa LPDP. Pendaftar yang lolos beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 ini akan menerima bantuan mulai Januari 2025.


    Bagaimana, tidak mau ketinggalan bukan? Dikutip dari laman LPDP Kemenkeu, berikut informasi lengkapnya seputar pendaftaran beasiswa:

    Jenis Beasiswa LPDP 2024

    1. Program Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Putra-putri Papua
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Prasejahtera

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

    4. Program Prioritas

    • Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor
    • Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor
    • Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan
    • Beasiswa Prioritas LPDP – University of Dundee Program Doktor

    5. Program Kerja Sama

    • Beasiswa Kerja Sama – BRIN
    • Beasiswa Kerja Sama – USTB
    • Beasiswa Kerja Sama – Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi

    6. Program Double Degree/Joint Degree

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP 2024

    • WNI
    • Lulus D4/S1 dan ingin mengambil beasiswa master, S2 untuk doktor, atau D4/S1 langsung doktor
    • Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib mempunyai LoA unconditional dari kampus tujuan
    • Pendaftar yang lulus S2 tidak diizinkan mendaftar beasiswa S2, demikian juga pada pendaftar lulusan S3
    • Pendaftar beasiswa doktor yang lulusan dokter spesialis/subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai syarat bukti IPK
    • Lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK dan/atau konversi IPK untuk pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
    • Menyetujui surat pernyataan yang sudah disediakan
    • Menulis profil diri
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Menulis proposal penelitian untuk pendaftar program doktor
    • Jika memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non-kejuaraan, pengalaman organisasi, maka perlu dituliskan saat daftar
    • Pendaftar yang pernah menempuh studi, tetapi tidak menyelesaikannya, bisa mendaftar di jenjang studi yang sama.
    • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat program yang diterbitkan maksimal 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi bisa mendaftar dengan ketentuan yaitu mendaftar di prodi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda, membuat, dan menandatangani surat pengunduran diri yang diajukan ke kampus atas prodi yang sedang ditempuh dan menyampaikan ke LPDP maksimal 2 pekan setelah pengumuman kelulusan seleksi substansi, wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi/kampus, pendaftar yang mendapat gelar sebelum seleksi substansi, maka LPDP bisa membatalkan statusnya sebagai penerima beasiswa
    • Pendaftar PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM di kementerian/lembaga/pemda.
    • Pendaftar TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU
    • Pendaftar berstatus Polri wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes Polri
    • Memilih kampus dan prodi tujuan sesuai ketentuan LPDP
    • Beasiswa tidak ditujukan untuk kelas eksekutif, kelas khusus, karyawan, jarak jauh, yang diselenggarakan bukan di kampus induk, kelas internasional untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, kelas lain yang tidak memenuhi ketentuan LPDP

    Cara Daftar Beasiswa LPDP 2024

    1. Mendaftar secara online pada situs https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran
    3. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
    4. Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan atau yang sejenis masih dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2

    • Pendaftaran: 19 Juni – 18 Juli 2024
    • Seleksi administrasi: 22 Juli – 7 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024
    • Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 – 11 Agustus 2024
    • Proses sanggah hasil seleksi administrasi: 12 – 16 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
    • Seleksi bakat skolastik: 27 – 31 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
    • Seleksi substansi: 10 September – 25 Oktober 2024
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Itulah informasi seputar pendaftaran beasiswa LPDP 2024 tahap 2. Ayo buruan daftar sebelum ketinggalan!

    (cyu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Kecurangan Beasiswa JFLS Terbukti, Pemprov Jabar Bakal Cabut Beberapa Penerima



    Jakarta

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyatakan akan mencoret beberapa nama dari penerima program beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024 karena dinilai bermasalah. Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin usai menerima laporan dari Inspektorat Jabar.

    “Memang ada beberapa yang mungkin akan kita hentikan. Yang afirmasi, saya rapatkan dulu dengan Pak Sekda (Herman Suryatman) dan Bu Inspektur (Eni Rohyani), seperti apa,” ujar Bey Machmudin dalam Antara dikutip Kamis (14/11/2024).

    Terkait penerima beasiswa Program JFLS 2024 yang akan dicoret, dia mengatakan belum mendapat data karena masih ada di Inspektorat Jabar. Namun ia berjanji akan mengumumkannya dalam waktu dekat.


    “Tapi sudah ada jumlahnya gitu. Udah ada temuan, ada di Bu Inspektur. Nanti saya update itu,” ujar Bey Machmudin.

    Kecurangan Beasiswa JLFS 2024

    Beasiswa JFLS merupakan beasiswa khusus pelajar asli Jawa Barat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dimulai sejak 2019, beasiswa ini telah menyalurkan dana kurang lebih Rp 100 juta setiap tahunnya.

    Dalam pelaksanaan JFLS tahun ini, banyak desas-desus kecurangan. Kecurangan yang ada antara lain perguruan tinggi yang menjadi rekanan tidak jelas, panitia JFLS tidak pernah memberi laporan berita acara rekrutmen, hingga proses rekrutmen tidak transparan.

    Kemudian pada JFLS 2024, dari 46 ribu pendaftar hanya 400 orang yang lolos. Namun hasilnya tidak pernah diumumkan dengan dalih untuk meredam konflik.

    Awal Mula Dugaan Kecurangan Beasiswa JFLS

    Dugaan kecurangan beasiswa JFLS 2024 tercium mulai bulan lalu. Saat itu, Sekretaris Komisi 5 DPRD Jabar, Muhammad Jaenudin menyebut jika pihaknya belum mendengar kabar tersebut. Namun, munculnya dugaan ini membuat ia mendorong Pemprov Jabar untuk dapat segera menyelidiki temuan tersebut.

    “Jadi saya kira kalau ada temuan itu, segera perbaiki dan evaluasi jika memang ditemukan ketidak transparanan dalam pendaftaran online, dan lainnya. Komisi 5 memang belum dengar ada info itu, kita belum terima laporan dari dinas. Mungkin dinas sedang evaluasi di dalamnya,” ucap Jaenudin dalam detikJabar Kamis (24/10/2024) lalu.

    Sementara itu KepalaSatpol PP JabarAdeAfriandi mengaku, sudah mendengar temuan tersebut dan sudah dibahas dengan beberapa perangkat daerah di Pemprov Jabar. Menurutnya, Pj Gubernur JabarBeyMachmudin telah meminta pembenahan administrasiJFLS.

    Inspektorat telah menelisik dari sisi administrasi JFLS 2024. Ade mengatakan, kalau benar ada pelanggaran peraturan daerah yang memayungi program tersebut, pihaknya akan mempertimbangkan penindakan justisi atau non-justisi.

    Ade pun menjelaskan saat menjabat sebagai Plh Kadisdik Jabar, belum pernah ada pembahasan soal JFLS baik dari sisi kebijakan, teknis, maupun juga proses seleksi.

    “Kemarin pembahasan belum ada, makanya kami juga bersama-sama dengan inspektorat itu kan, ada kewenangan inspektorat untuk menggali hal tersebut. Ya Pak Bey meminta segera didalami, kemudian juga dilaporkan juga segera. Ya, kita berharap mungkin kelemahan-kelemahan dari sisi administrasi ya, tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan lah gitu ya,” harap Ade.

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Beasiswa LPDP Kemenkeu RI yang Akan Dibuka 2025, Ada Banyak Pilihan


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu) sudah mulai membuka pendaftaran beasiswa sejak 17 Januari 2025 lalu. Saat ini, beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted yang dibuka hingga 17 Februari 2025.

    LPDP menyebut ada banyak gebrakan baru pada program beasiswa LPDP tahap 1 tahun ini.

    “Ada banyak gebrakan baru lhoo di Program Beasiswa LPDP Tahap 1 tahun ini, termasuk penyesuaian skema seleksi pada Beasiswa Targeted Prioritas yang dapat di-bundling pendaftarannya bersama program Beasiswa Umum/Targeted/Afirmasi untuk tujuan luar negeri,” tulis LPDP RI, dikutip dari Instagram resmi pada Rabu (22/1/2025).


    Program Beasiswa LPDP yang Akan Dibuka pada 2025

    Detikers yang ingin melamar beasiswa LPDP, kalian bisa cek pilihan beasiswa yang akan dibuka pada tahun ini, yaitu:

    1. Program Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Prasejahtera
    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Putra Putri Papua

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS/TNI/Polri
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Doktor Praktisi
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    • Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

    4. Program Targeted Beasiswa Bundling

    Program ini menawarkan 9 jenis beasiswa kemitraan LPDP dengan program/kampus spesifik pada beragam tema studi prioritas pembangunan. Program Targeted Beasiswa Bundling memiliki skema pendaftaran dengan menggabungkan program beasiswa targeted prioritas bersamaan dengan salah satu program beasiswa lainnya (umum/targeted/afirmasi) untuk tujuan luar negeri.

    Inilah pilihan skema pendaftaran Program Targeted Beasiswa Bundling:

    • LPDP-National University of Singapore (NUS) Program Master in Venture Creation (MSVC) ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Nanyang Technological University (NTU) Program MBA ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Nanyang Technological University (NTU) Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-NUS Business School Program Master ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of New South Wales (UNSW) Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Campus France Program Master ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Tsinghua University Program Master of Finance ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of Science and Technology (UST) Korea Program Master dan Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of Dundee Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri

    5. Program Double/Joint Degree

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Parsial
    • Beasiswa Prasejahtera
    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Putra Putri Papua
    • Beasiswa PNS/TNI/Polri.

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Deret Manfaat yang Diterima Awardee LPDP 2025


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 telah dibuka hingga 17 Februari 2025. Sebelum mendaftar, peminat wajib mengetahui deret manfaat yang diterima awardee LPDP 2025.

    Beasiswa LPDP merupakan beasiswa di bawah naungan LPDP Kementerian Keuangan yang memberikan bantuan dana pendidikan Magister dan Doktoral.

    Peserta yang lolos seleksi, yakni awardee LPDP, akan mendapatkan bantuan pembiayaan secara penuh maupun parsial. Adapun dana bantuan ini mencakup dana pendidikan dan dana pendukung.


    Apa saja manfaat yang diterima awardee LPDP 2025? Berikut daftarnya seperti dilansir dari Pedoman Beasiswa LPDP Perguruan Tinggi Utama Dunia 2025.

    Deret Manfaat yang Diterima Awardee LPDP 2025

    Dana Pendidikan

    Dana Pendaftaran
    Dana SPP/Tuition Fee
    Dana Tunjangan Buku
    Dana Penelitian Tesis/Disertasi
    Dana Seminar Internasional
    Dana Publikasi Jurnal Internasional

    Dana Pendukung

    Dana Transportasi
    Dana Aplikasi Visa
    Dana Asuransi Kesehatan
    Dana Kedatangan
    Dana Hidup Bulanan
    Dana Lomba Internasional
    Dana Tunjangan keluarga (khusus
    Doktor)
    Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

    Daftar Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 yang Dibuka

    Melansir laman resminya, kategori Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 adalah Program Umum, Program Afirmasi, Program Targeted, dan Program Targeted Bundling. Simak rinciannya berikut ini:

    Program Umum

    Beasiswa Reguler
    Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    Beasiswa Parsial

    Program Afirmasi

    Beasiswa Penyandang Disabilitas
    Beasiswa Putra-putri Papua
    Beasiswa Daerah Afirmasi
    Beasiswa Pra Sejahtera

    Program Targeted

    Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    Beasiswa Kewirausahaan
    Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional
    Beasiswa Doktor Praktisi

    Program Targeted – Beasiswa Bundling

    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NUS Master in Venture Creation (MSVC) dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NTU MBA dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NTU Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NUS Business School Master dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-UNSW Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-France Master dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-Tsinghua Master of Finance dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-UST Korea Master Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-University of Dundee Doktor dan Non Prioritas

    Cara Daftar Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1

    Apabila kamu sudah yakin untuk mengikuti Beasiswa LPDP, detikers bisa mengikuti langkah pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 berikut ini:

    Kunjungi laman beasiswalpdp.kemenkeu.go.id
    Lengkapi semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran
    Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
    Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan, dan lainnya dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP.

    Jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1

    Melansir dari laman resminya, berikut jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1:

    Pendaftaran Seleksi: 17 Januari – 17 Februari 2025
    Seleksi Administrasi: 18 Februari – 6 Maret 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 7 Maret 2025
    Pengajuan Sanggah: 8 – 10 Maret 2025
    Pengumuman Hasil Sanggah: 24 Maret 2025
    Seleksi Bakat Skolastik: 14 – 28 April 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 2 Mei 2025
    Seleksi Substansi: 6 Mei – 5 Juni 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 19 Juni 2025
    Periode Perkuliahan paling cepat: Bulan Juli 2025

    Itulah deret manfaat yang diterima awardee LPDP 2025. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

    (nir/nir)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa-beasiswa yang Tak Kena Efisiensi, Catat!


    Jakarta

    Efisiensi anggaran juga tak luput menjamah kementerian yang mengurusi bidang pendidikan. Terlebih bila efisiensi anggaran tersebut menyasar berbagai beasiswa yang menopang hidup banyak siswa dan mahasiswa Indonesia.

    Kendati demikian di hadapan Komisi XI DPR RI, Kamis (13/2/2025) Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji agar tetap berpegang pada amanat UUD 1945. Di mana pemerintah harus mengalokasikan 20 persen belanja APBN untuk anggaran pendidikan.

    “Tadi juga diingatkan untuk 20 persen (anggaran pendidikan), sesuai konstitusi pasti kita juga akan jaga,” ujar Menkeu dikutip dari arsip detikEdu.


    Selain itu, para menteri juga telah bertemu Kementerian Sekretariat Negara untuk membahas penyesuaian Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Disebutkan pagu belanja pegawai dan belanja bantuan sosial tidak boleh terkena efisiensi anggaran.

    Beasiswa-beasiswa yang dikeluarkan kementerian pada dasarnya masuk dalam daftar belanja bantuan sosial. Dengan demikian sifatnya tetap dan tak boleh dikurangi.

    Adapun daftar beasiswa-beasiswa yang tak kena efisiensi di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Agama (Kemenag) yakni sebagai berikut.

    Beasiswa-beasiswa yang Tak Kena Efisiensi

    1. Kemendikdasmen

    Program Indonesia Pintar

    Sebagai informasi, Kemendikdasmen terkena efisiensi anggaran hingga Rp 7,3 triliun. Sehingga terjadi penyesuaian anggaran dari Rp 33,5 triliun menjadi Rp 26,27 triliun.

    Pos beasiswa yang tak terkena efisiensi di Kemendikdasmen adalan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menjelaskan anggaran yang ditetapkan untuk PIP adalah Rp 9,67 triliun bagi 17,9 juta penerima.

    Selain itu, Kemenkeu juga dinilai tengah membahas penambahan anggaran sebesar Rp 3,8-3,9 triliun untuk penerima PIP jenjang SMA/SMK yang masih menerima dana PIP sebesar Rp 1 juta padahal seharusnya Rp 1,8 juta. Jumlah penerima yang belum mendapatkan haknya adalah 666 ribu siswa.

    “Masih kami cantumkan Rp 9,6 (triliun) untuk 17,9 juta anak dari SD sampai SMA/SMK. Namun, (akan ada) tambahan sekitar 3,8 sampai 3,9 triliun rupiah, sudah mulai dibahas di Kementerian Keuangan,” ujar Suharti pada rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025) lalu.

    “Untuk SMA/SMK dengan pagu yang ada sekarang masih kurang sekitar 666 ribu siswa dengan satuan biaya yang masih sebesar Rp 1 juta, harusnya Rp 1,8 juta,” tambahnya.

    Kesimpulannya, untuk PIP 2025 Kemendikdasmen menyamakan target sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni 17,9 juta penerima dengan anggaran Rp 9,672 triliun.

    Sebagai informasi PIP adalah dana bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin. Untuk bisa mendapat PIP, siswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS Kemensos). Adapun besaran dana bantuan PIP adalah:

    • Rp 450.000 untuk jenjang SD
    • Rp 750.000 untuk jenjang SMP
    • Rp 1,8 juta untuk jenjang SMA/SMK

    2. Kemendiktisaintek

    Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah)

    KIP Kuliah adalah beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang ekonomi kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi. Beasiswa ini memungkinkan siswa mendapat tunjangan hidup selama masa kuliahnya dan dibebaskan dari biaya uang kuliah tunggal (UKT).

    Sebelumnya, Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan KIP Kuliah terkena efisiensi anggaran sebesar Rp 1,319 triliun. Padahal pagu awal program ini Rp 13,698 triliun.

    Satryo meminta agar seluruh pagu beasiswa dikembalikan kepada total anggaran awal dan tidak dilakukan efisiensi.

    “Bantuan sosial beasiswa kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula. Karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” tutur Satryo dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025).

    Di akhir rapat kerja, Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian juga mempertanyakan mengapa anggaran beasiswa Kemendiktisaintek terkena pemotongan anggaran. Ia juga menyatakan akan mengajukan alokasi KIP Kuliah tidak dilakukan efisiensi.

    Kendati demikian, Menkeu Sri Mulyani menyatakan KIP tidak akan mengalami pemotongan atau pengurangan. KIP tetap mendapat anggaran sebesar Rp 14,79 triliun untuk 1.040.192 penerima.

    KIP Kuliah saat ini tengah melakukan pendaftaran untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025. Pendaftaran untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ditutup 18 Februari 2025 mendatang.

    Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

    Beasiswa kedua yang dibebaskan dari efisiensi anggaran adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). BPI adalah program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi baik program bergelar (degree) S1, S2, hingga S3 dan tidak bergelar (non-degree) untuk kampus dalam dan luar negeri.

    BPI merupakan program kerjasama antara Kemendikbudristek dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Berbagai manfaat yang diterima awardee BPI adalah:

    • Dana Pendidikan
      • Biaya kuliah
      • Biaya pendaftaran
      • Tunjangan buku
      • Bantuan penelitian tesis/disertasi
      • Bantuan seminar internasional
      • Bantuan publikasi jurnal internasional
    • Biaya pendukung
      • Transportasi
      • Aplikasi visa
      • Asuransi kesehatan
      • Kedatangan
      • Biaya hidup bulanan
      • Dana keadaan darurat
      • Dana tunjangan keluarga

    Sebelumnya, BPI masuk dalam daftar efisiensi anggaran sebesar 10% dari pagu awal Rp 194 miliar. Namun seusai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Menkeu Sri Mulyani tegaskan BPI akan berjalan seperti semula dengan anggaran awal.

    3. Kemenkeu

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

    Beasiswa LPDP menjadi bantuan pemerintah untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang selalu ditunggu masyarakat setiap tahunnya. Menkeu Sri Mulyani memastikan bila LPDP tak terkena efisiensi anggaran.

    Saat ini LPDP tengah membuka pendaftaran hingga 17 Februari 2025 mendatang. Beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted.

    Untuk melihat daftar beasiswa lebih lengkap detiekrs bisa cek pada artikel berikut:

    4. Kemenag

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Terakhir, beasiswa besar yang tidak terkena efisiensi anggaran adalah Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag. Mirip dengan BPI, BIB adalah program kolaborasi Kemenag dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

    Hadir sejak 2022, BIB memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dalam dan luar negeri pada program S1/D4, magister, doktoral, dan nongelar bagi guru dan dosen, pegawai Kemenag, serta calon dosen termasuk mahasiswa berprestasi.

    Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenag Ruchman Basori menyatakan BIB segera membuka pendaftaran dalam dua bulan ke depan.

    Berbagai komponen biaya yang didapatkan penerima BIB Kemenag bisa dilihat pada artikel berikut:

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Dibuka 1 April, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun ini akan dibuka pada 1 April 2025. BIB adalah beasiswa kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

    “Pengumuman pendaftaran BIB 2025 akan dilakukan pada 21 Maret 2025. Sementara untuk pendaftarannya, dibuka mulai 1 April 2025,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), Prof Phil Kamaruddin Amin dilansir dari laman Kemenag Sulawesi Barat, Kamis (20/3/2025).

    Beasiswa Indonesia Bangkit adalah beasiswa kolaborasi antara Kemenag danLPDP. Beasiswa ini menyediakan biaya pendidikan untuk jenjang S1, S2 dan S3. Pilihan kampus tujuan beasiswa pun beragam. Ada yang di dalam negeri juga di luar negeri.


    Sejak 2022, BIB telah mendanai 6.000 mahasiswa. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kemenag Ruchman Basori mengatakan BIB bisa dicoba juga oleh dosen dan tenaga kependidikan.

    “Boleh para dosen mengambil studi ke Tiongkok dan negara-negara yang dikehendaki para dosen, agar setidaknya lima dosen dalam setiap program studi bergelar doktor,” jelasnya.

    Syarat Daftar Beasiswa Indonesia Bangkut

    • Berumur maksimal 40 tahun untuk S2 dan 45 tahun untuk S3 Memiliki ijazah atau surat keterangan lulu
    • Bagian dari keluarga besar Kementerian Agama RI
    • Mempunyai kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) atau bahasa Arab (TOAFL)
    • Melengkapi persyaratan administrasi lainnya

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa Indonesia Bangkit

    Berdasarkan persyaratan di tahun 2024, berikut dokumen syarat daftar Beasiswa Indonesia Bangkit:

    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Ijazah/surat keterangan lulus
    • Transkrip nilai bagi pendaftar S2 atau S3
    • Surat rekomendasi kepala satuan pendidikan atau tokoh masyarakat
    • Sertifikat kompetensi bahasa Inggris TOEFL ITP, TOEFL IBT, TOEFL CBT, TOEIC, IELTS atau Duolingo English Test
    • Personal statement atau motivasi diri
    • Bagi pelamar yang telah bekerja bisa menyertakan surat izin pimpinan beserta surat keterangan masa kerja dan pernyataan bebas tugas kerja dari pimpinan
    • Rencana studi berisi 1.500-2.000 kata bagi pelamar S2
    • Rencana penelitian dan karya akademik (jika ada) bagi pelamar S3

    Komponen Pembiayaan Beasiswa Indonesia Bangkit

    Beasiswa Indonesia Bangkit ini menanggung pembiayaan atas kebutuhan berikut:

    Biaya Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Biaya SPP
    • Bantuan publikasi jurnal internasional bagi awardee S2/S3
    • Bantuan seminar internasional
    • Bantuan penelitian skripsi/tesis/disertasi
    • Biaya hidup bulanan

    Biaya Pendukung

    • Biaya hidup bulanan (living cost)
    • Biaya aplikasi visa/residence permit (luar negeri)
    • Transportasi
    • Family allowance (S3)
    • Asuransi kesehatan
    • Dana darurat
    • Settlement allowance

    Biaya Tambahan bagi Disabilitas

    • Biaya asuransi kesehatan pendamping
    • Biaya transportasi pendamping
    • Biaya pendukung lainnya yang disetujui
    • Biaya Peningkatan Kemampuan Bahasa bagi Awardee Afirmasi
    • Biaya hidup bulanan
    • Biaya transportasi
    • Biaya pendidikan
    • Biaya program

    Itulah bocoran pembukaan pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025. Yuk segera siapkan dokumen-dokumen persyaratannya!

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Daftar Beasiswa Tanpa Tes, Bisa untuk S1 dan S2


    Jakarta

    Tak melulu dengan ujian, sebagian beasiswa untuk S1 dan S2 bisa didaftar tanpa tes. Mekanisme seperti ini tentunya akan memudahkan detikers yang sedang mencari beasiswa.

    Kalian hanya perlu mengetahui caranya dan apa saja beasiswa yang menyediakannya.

    Untuk itu, berikut ini detikEdu akan memaparkan beberapa cara memperoleh beasiswa tanpa tes. Simak ya!


    Cara Daftar Beasiswa Tanpa Tes

    1. Memiliki LoA Unconditional

    Beberapa jenis beasiswa memiliki persyaratan LoA unconditional dan sisanya kalian hanya perlu mendaftarkan untuk beasiswanya saja. Namun, tidak berarti kalian tidak akan melewati seleksi sama sekali.

    Pihak penyelenggara beasiswa bisa saja mengadakan seleksi substansi dan wawancara untuk menyaring kandidat.

    Salah satunya, kalian bisa mencoba beasiswa LPDP tanpa tes bakat skolastik (TBS). Jika ingin mendaftar beasiswa ini tanpa tes, kalian perlu memiliki LoA unconditional sesuai ketentuan LPDP terlebih dulu. Selain itu, kampus tujuan juga harus terdaftar dalam daftar LPDP atau memenuhi kriteria khusus misalnya masuk pemeringkatan dunia.

    Beasiswa LPDP yang bisa didaftar tanpa TBS adalah beasiswa Reguler, Afirmasi, Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD). Dikutip dari Monash University Indonesia, langkah mendaftar Beasiswa LPDP tanpa TBS adalah mempersiapkan LoA unconditional, mendaftar online di situs LPDP, melewati tahap TBS dan langsung ke seleksi substansi.

    2. Mendaftar Beasiswa Tanpa Tes Non-LPDP

    Selain LPDP, ada banyak beasiswa lain yang menyediakan jalur tanpa tes, salah satunya adalah INPEX Scholarship Foundation. Berdasarkan panduan tahun ini, seleksi untuk beasiswa ini dilakukan di antaranya dengan memeriksa formulir aplikasi; catatan sekolah sebelumnya; rencana penelitian; surat rekomendasi; LoA; skor tes kemampuan bahasa Inggris; serta dokumen lainnya.

    Penyaringan beasiswa ini dilakukan dengan seleksi utama dan seleksi akhir.

    Pada seleksi utama, dokumen peserta akan diperiksa dan yang bersangkutan akan diwawancarai. Kemudian, seleksi akhir akan dilakukan melalui rapat Dewan Direksi Yayasan.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com