Tag: ai

  • Sinyal AI Tak Bohong: 3 Token Ini Diprediksi Bakal Terbang Tinggi!

    Analisis terbaru dari Binance AI Select menunjukkan sinyal pasar kripto yang sangat positif, dengan tiga altcoin menonjol mencatatkan reliabilitas teknikal dan momentum kuat. Token TOWNS, TLM, dan KERNEL menjadi sorotan utama setelah menunjukkan kombinasi tren naik, volume tinggi, dan momentum overbought, indikasi potensi lanjutan reli bullish dalam waktu dekat.

    TOWNS/USDT Melonjak 45%, Terkuat dalam Daftar

    Token TOWNS memimpin dengan kenaikan 44,93% ke level $0,01416. AI Binance memberi peringkat “Strong Positive” dengan indikator teknikal menunjukkan Weak Bullish pada MA50/MA200 dan Strong Bullish pada MACD. Momentum pasar saat ini dikategorikan “Overbought” dengan Volume-backed Breakout, menandakan dukungan kuat dari volume perdagangan yang meningkat tajam.

    TLM/USDT Ikut Menguat 12%, Didukung Lonjakan Volume

    Token Alien Worlds (TLM) juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 12,17% ke $0.00387. Sistem AI mendeteksi tren naik dengan volatilitas tinggi, serta momentum overbought yang disertai volume perdagangan besar. Analisis teknikal menunjukkan kombinasi Strong Bullish pada MACD dan Very Weak Market pada ADX, yang bisa menandakan awal dari fase akumulasi menuju pergerakan lebih besar.

    KERNEL/USDT Tunjukkan Momentum Bullish Stabil

    KernelDAO (KERNEL)
    KernelDAO (KERNEL)

    Baca juga: Crypto Whale Borong 3 Altcoin untuk Potensi Cuan di Pekan Kedua Oktober 2025

    Dilaporkan Binance, token KERNEL juga menunjukkan performa kuat dengan kenaikan 7,39% ke $0.1859. AI Binance menilai aset ini dalam fase “Positive” dengan tren naik yang didukung momentum bullish dan ekspansi volatilitas. Indikator Strong Bullish pada MACD memperkuat potensi penguatan lanjutan, terutama jika volume perdagangan tetap meningkat.

    Sinyal Positif Lain: OGN, TREE, dan ZEN

    Selain tiga token utama, beberapa aset lain seperti OGN, TREE, dan ZEN juga mendapatkan peringkat “Positive” dari AI Binance. Khusus ZEN, terdeteksi pola Golden Cross, sering dianggap sebagai sinyal teknikal klasik dari potensi tren bullish jangka menengah.

    AL Binance Potensi

    AI Binance Select menunjukkan bahwa pasar altcoin sedang berada dalam momentum positif dengan dukungan teknikal yang kuat pada beberapa aset. Namun, volatilitas yang tinggi dan kondisi overbought juga mengindikasikan bahwa trader perlu berhati-hati terhadap potensi koreksi jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terjungkal ke Level ‘Extreme Fear’, Mengapa Kripto AI Justru Meroket Pekan Ini?

    Insight Tim Research Tokocrypto menunjukkan bahwa pasar kripto tengah berada dalam tekanan multidimensi, baik dari sisi makro ekonomi global, data on-chain, hingga sentimen teknikal. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun ke sekitar $2,30 triliun (-6%), sementara indikator Fear & Greed ambruk ke angka 11, menandakan fase Extreme Fear atau ketakutan ekstrem.

    Data Fear and Greed Index (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinMarketCap

    Namun di tengah tekanan tersebut, sejumlah sektor berbasis AI dan infrastruktur baru justru mencatatkan lonjakan signifikan. Lalu mengapa ketika Bitcoin melemah, narasi kripto AI justru menguat?

    Penurunan Bitcoin dan Indeks Ketakutan Ekstrem

    Dikutip dari Riset Kripto 9-13 Feb 2026, Bitcoin jatuh dari level dukungan psikologis $70.000, yang salah satunya dipicu oleh aliran besar dari penambang ke bursa seperti Binance, mencapai sekitar 90.000 BTC untuk likuiditas operasional dan pengambilan untung. 

    Ini diperburuk juga oleh tingginya cumulative outflow dari pemegang jangka panjang, yang jadi pertanda bahwa investor senior sedang gencar melakukan profit taking secara masif, menyebabkan redistribusi aset dan tekanan harga ke bawah. Selain itu volatilitas Bitcoin naik ke 1.51, level tertinggi sejak 2022, yang mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi ‘Extreme Fear’ seperti ini, prioritas utama adalah pertahanan modal, batasi spekulasi, dan gunakan strategi scalping jangka pendek karena ‘cash is king’. Selain itu investor sebaiknya hindari aset dengan unlock suplai besar seperti STBL dengan token unlock yang mencapai 57,7%, berisiko menciptakan tekanan jual, serta pertimbangkan akumulasi proyek inflasi rendah.

    Lebih lengkap, bisa kamu baca di: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!

    Lonjakan Kripto AI di Tengah Pasar Lesu

    Data pasar sektor kripto dengan return tertinggi dalam 7 hari terakhir yang didominasi oleh AI (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinGecko

    Sementara pasar secara umum masih lesu, sektor kripto berbasis AI justru mencatatkan lonjakan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh katalis seperti aktivasi dan adopsi ERC-8004 yang menjadi standar baru yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain. 

    Secara sederhana, ERC-8004 ini berfungsi layaknya “paspor dan rapor nilai” bagi agen AI di blockchain, sehingga identitas, rekam jejak, dan kredibilitasnya dapat diverifikasi secara aman dan lintas platform.

    Narasi ini semakin kuat karena didukung oleh sejumlah jaringan seperti MegaETH, Linea, BNB Chain, dan OP Mainnet yang mulai mengadopsi standar tersebut. Dukungan infrastruktur lintas ekosistem ini memperkuat persepsi bahwa AI on-chain bukan sekadar tren sementara, melainkan bagian dari pengembangan utilitas jangka panjang di industri blockchain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini mengisyaratkan bahwa ritel maupun institusi mulai mengandalkan Bot untuk pasar, fokus saat ini tertuju pada sektor Moltbook dan Openclaw karena keduanya menawarkan eksposur pada narasi AI dan infrastruktur baru yang sedang berkembang. 

    Penutup

    Menurut insight Tim Research Tokocrypto, di Riset Kripto 9-13 Feb 2026 Bitcoin terjun ke level Extreme Fear merupakan akibat kombinasi tekanan makro global, distribusi suplai on-chain, dan pelemahan teknikal. Ditambah lagi dengan likuiditas global yang mengetat membuat investor defensif dan memprioritaskan perlindungan modal.

    Namun, di tengah tekanan tersebut, sektor kripto AI dan ekosistem infrastruktur baru justru menguat karena katalis seperti, aktivasi dan adopsi standar ERC-8004 di berbagai ekosistem, yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain, serta dukungan dari infrastruktur besar seperti OP Mainnet, BNB Chain, dan pengembang Ethereum

    Namun, meskipun AI terlihat sedang berpesta, dalam kondisi Extreme Fear seperti sekarang, insight dari Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa fase ini menuntut prioritas pada pertahanan modal dan pembatasan spekulasi, meski terdapat sektor yang sedang outperform—dan yang paling penting adalah ‘cash is king’ ketika setuasi sepert ini.

    Oleh karena itu, pendekatan yang lebih relevan adalah menjaga likuiditas dan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada proyek berfundamental kuat, alih-alih mengejar lonjakan harga jangka pendek. Kamu bisa menggunakan fitur DCA yang ada di aplikasi Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dengan download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • KITE Terkoreksi ke $0,17, Pasar Tunggu Hype AI Meledak?

    BNB Chain akan menggelar diskusi terkait ERC-8004 pada 12 Februari 2026 pukul 13.00 UTC. Acara ini diumumkan sebagai sesi pembahasan bersama Unibase AI dan GoKiteAI, yang akan membahas standar ERC-8004 serta kaitannya dengan pengembangan identitas autonomous agent di ekosistem blockchain.

    Diskusi ini disebut berlangsung dalam format seperti Twitter Space, dengan fokus edukasi dan promosi terkait teknologi ERC-8004 yang belakangan menjadi sorotan karena dianggap sebagai fondasi identitas on-chain untuk AI agents.

    Diskusi ERC-8004 Dinilai Lebih Bersifat Edukasi, Belum Ada Pengumuman Besar

    Meski narasi AI dan agent economy sedang ramai, diskusi ini belum disertai informasi mengenai peluncuran produk baru, listing token, perubahan tokenomics, atau integrasi konkret yang dapat menjadi katalis fundamental bagi pasar.

    Dilaporkan Coinmarketcal, analis menilai agenda ini lebih berfokus pada pemasaran dan edukasi komunitas. Karena tidak ada deliverables yang diumumkan, potensi dampaknya terhadap harga token diperkirakan terbatas dan lebih bersifat jangka pendek.

    Namun, topik ERC-8004 yang berkaitan dengan AI tetap berpotensi memicu pergerakan volatilitas pada token-token berkapitalisasi kecil jika hype di media sosial meningkat.

    Baca juga: 3 Altcoin AI Agents Ini Melejit dan Jadi Sorotan Pasar Kripto

    Harga KITE Terkoreksi ke $0,17 Setelah Reli 140% dalam 90 Hari

    Pergerakan harga Kite (KITE/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Kite (KITE/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di tengah pengumuman agenda diskusi tersebut, token KITE tercatat diperdagangkan di kisaran $0,170 atau turun sekitar 5% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar KITE berada di sekitar $309 juta, dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $62 juta.

    Meski mengalami koreksi harian, performa KITE dalam jangka menengah masih mencatat kenaikan signifikan. Dalam 30 hari terakhir, KITE naik sekitar 91%, meningkat lebih dari 105% dalam 60 hari, dan melonjak hingga 140% dalam 90 hari terakhir.

    KITE juga tercatat memiliki suplai beredar sekitar 1,80 miliar token dari total maksimum 10 miliar token.

    Pasar Tunggu Apakah Diskusi Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

    Dengan kondisi pasar yang sensitif terhadap narasi AI dan ERC-8004, diskusi di BNB Chain ini diperkirakan dapat meningkatkan perhatian komunitas dalam waktu singkat. Namun, tanpa adanya pengumuman teknis atau integrasi nyata, aktivitas ini dinilai belum cukup untuk mendorong reli berkelanjutan.

    Pelaku pasar kini menantikan apakah diskusi tersebut akan memunculkan roadmap baru atau sekadar menjadi momentum hype jangka pendek yang memicu fluktuasi harga token terkait.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, diskusi mengenai standar ERC baru seringkali memicu volatilitas jangka pendek pada token micro-cap yang relevan dengan narasi AI.

    “Meskipun bersifat edukatif, inisiatif ini menunjukkan peran aktif Kite AI dalam membangun standar teknis untuk masa depan identitas digital berbasis AI,” jelasnya.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

    Artikel ini dibuat oleh Tim Research Tokocrypto sebagai bagian dari kajian terhadap Openclaw sesuai dengan perkembangan teknologi AI agent yang mulai memasuki fase baru, tidak lagi sekadar menjadi alat bantu percakapan, tetapi juga mampu mengeksekusi tugas nyata secara mandiri.

    Pendahuluan: Dari Chatbot Pasif ke AI Agent Aktif

    Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kecerdasan buatan didominasi oleh kemunculan chatbot yang mampu menjawab pertanyaan, merangkum informasi, hingga membantu analisis data. Meski terlihat canggih, sebagian besar AI tersebut masih bersifat pasif. AI hanya memberikan respons, sementara keputusan dan eksekusi tetap harus dilakukan secara manual oleh pengguna. OpenClaw hadir membawa pendekatan berbeda. Ia bukan hanya menjawab, tetapi bertindak. OpenClaw dirancang sebagai AI agent yang mampu menjalankan tugas nyata seperti mengelola jadwal, email, hingga aktivitas digital lainnya secara langsung tanpa perlu berpindah platform.

    Apa Itu OpenClaw?

    OpenClaw merupakan AI agent open-source yang dapat diakses langsung melalui aplikasi chat yang sudah digunakan sehari-hari, seperti WhatsApp dan Telegram. Pengguna tidak perlu mempelajari platform baru atau dashboard tambahan untuk mulai menggunakannya.

    Mengapa OpenClaw Berbeda dari AI Asisten Lain

    Berbeda dengan AI asisten berbasis SaaS, OpenClaw memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas infrastruktur, data, dan kunci akses. Seluruh proses dan percakapan tetap berada di bawah kendali pengguna, bukan disimpan di server pihak ketiga. Pendekatan ini menjadikan OpenClaw lebih unggul dari sisi privasi, transparansi, dan fleksibilitas penggunaan.

    Sejarah Singkat Lahirnya OpenClaw

    OpenClaw berawal dari eksperimen bernama Clawd pada November 2025. Nama ini merupakan gabungan dari “Claude” dan capit lobster, namun harus ditinggalkan karena pertimbangan legalitas. Nama Moltbot sempat muncul sebagai alternatif, terinspirasi dari proses pergantian cangkang lobster, tetapi dinilai kurang praktis untuk adopsi jangka panjang.

    Seiring kematangan proyek dari sisi teknis dan merek, nama OpenClaw dipilih sebagai identitas final yang mencerminkan sifat open-source, kesiapan teknis, serta pengembangan berbasis komunitas.

    Cara Kerja OpenClaw: AI di Cloud, Eksekusi di Tangan Pengguna

    Secara arsitektur, OpenClaw menggunakan model AI sebagai “otak” yang berjalan di cloud, sementara seluruh eksekusi tugas dilakukan langsung di hardware milik pengguna. Antarmuka utamanya adalah aplikasi chat, sehingga interaksi terasa natural dan minim hambatan teknis.

    OpenClaw juga memiliki memori permanen untuk menyimpan konteks dan preferensi pengguna, serta akses langsung ke sistem nyata seperti file, browser, dan perintah terminal. Dengan kemampuan ini, OpenClaw tidak hanya memberi rekomendasi, tetapi benar-benar melakukan tindakan.

    OpenClaw dalam Aktivitas Sehari-hari

    Dalam penggunaan praktis, OpenClaw dapat membantu penjadwalan, pengingat, dan riset secara mandiri. Ia mampu menjalankan perintah terminal, mengelola file, memantau proses sistem, serta mengotomasi tugas-tugas berulang. Bahkan, OpenClaw dapat menjalankan workflow berkelanjutan selama berhari-hari sambil memberikan update dan notifikasi saat dibutuhkan.

    Instalasi dan Pengaturan OpenClaw

    Untuk mulai menggunakan OpenClaw, pengguna cukup membuka terminal atau PowerShell di Windows dan menjalankan perintah instalasi. Proses ini bersifat otomatis dan menyesuaikan dengan sistem pengguna. Setelah terpasang, OpenClaw menyediakan panduan langkah demi langkah untuk memilih mode penggunaan, mengatur akses model AI, serta menghubungkan aplikasi chat seperti Telegram atau WhatsApp. Setelahnya, OpenClaw dapat dijalankan di latar belakang untuk berbagai use case.

    OpenClaw untuk Trading dan Aktivitas Crypto

    OpenClaw juga dapat dimanfaatkan dalam aktivitas trading dan pemantauan pasar crypto. AI agent ini mampu memantau harga, volume, dan data on-chain secara real-time, lalu mengirimkan alert langsung ke aplikasi chat. OpenClaw juga memungkinkan trading otomatis di DEX dan CEX berdasarkan aturan yang telah ditentukan, serta mendeteksi peluang arbitrase antar exchange atau protokol DeFi untuk dieksekusi secara mandiri.

    Ekosistem OpenClaw di Dunia Web3

    Dalam ekosistem crypto, OpenClaw mulai berperan sebagai agent otonom. Di sisi infrastruktur, OpenClaw dapat memiliki identitas finansial dan beroperasi langsung di blockchain seperti Bankr dan XMTP. Dalam aspek ekonomi agent, OpenClaw dapat bekerja, menawarkan jasa, dan memperoleh imbalan secara on-chain melalui konsep seperti OpenWork. Sementara di sisi trading dan strategi pasar, OpenClaw dapat berinteraksi langsung dengan protokol seperti DefinitiveFi dan ClawdX.

    Kelebihan dan Tantangan Menggunakan OpenClaw

    OpenClaw memiliki sejumlah kelebihan, antara lain eksekusi yang cepat dan otomatis, kontrol lokal dengan privasi yang lebih baik, serta fleksibilitas tinggi karena bersifat open-source. Namun, di sisi lain, OpenClaw relatif sulit digunakan oleh pengguna awam, minim antarmuka visual, dan memiliki risiko kesalahan teknis yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

    Kesimpulan: OpenClaw dan Masa Depan AI Agent Otonom

    Berdasarkan keseluruhan riset, OpenClaw merepresentasikan pergeseran penting dari AI chatbot pasif menuju AI agent aktif yang mampu mengeksekusi tugas nyata secara mandiri. Dengan pendekatan open-source, OpenClaw membuka peluang baru dalam produktivitas, otomasi sistem, hingga aktivitas crypto.

    Meski demikian, fleksibilitas dan kekuatannya menuntut tingkat pemahaman teknis yang lebih tinggi. Untuk saat ini, OpenClaw lebih cocok digunakan oleh pengguna menengah hingga advanced yang siap mengelola risiko operasional dan keamanan secara mandiri. Secara keseluruhan, OpenClaw layak dipandang sebagai fondasi awal ekosistem AI agent otonom, khususnya di persimpangan antara AI, Web3, dan crypto.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Meme Coin, 3 Altcoin Generative AI Ini Justru Paling Bersinar

    Pasar kripto sektor generative AI kembali mencuri perhatian. Sejumlah altcoin berbasis kecerdasan buatan mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam hingga 7 hari terakhir, seiring meningkatnya minat investor terhadap proyek kripto yang menggabungkan blockchain dan AI.

    Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, berikut 3 altcoin generative AI teratas yang saat ini mendominasi pasar dikutip CoinMarketCap.

    1. Virtuals Protocol (VIRTUAL)

    Virtuals Protocol menjadi token generative AI dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. VIRTUAL diperdagangkan di harga $1.04, naik 20.72% dalam 24 jam dan menguat 48.94% dalam 7 hari terakhir.

    Kapitalisasi pasar VIRTUAL tercatat mencapai $683,083,461 dengan volume transaksi harian sebesar $323,308,007. Total suplai beredar berada di angka 306.98 juta VIRTUAL, menjadikannya proyek AI kripto paling bernilai saat ini.

    Baca juga: Investor Mulai Lirik, 3 Altcoin Perp DEX Ini Tunjukkan Performa Kuat

    2. PAAL AI (PAAL)

    Di posisi kedua, PAAL AI mencatatkan performa impresif. Token PAAL diperdagangkan pada harga $0.02300, melonjak 27.73% dalam 24 jam dan mengalami kenaikan tajam 77.17% dalam 7 hari.

    Kapitalisasi pasar PAAL mencapai $22,968,989, dengan volume perdagangan harian sebesar $7,332,898. Suplai beredar PAAL saat ini tercatat 308.51 juta token.

    3. Grok (GROK)

    Grok menempati peringkat ketiga altcoin generative AI berdasarkan kapitalisasi pasar. GROK diperdagangkan di harga $0.0007424, naik 27.64% dalam 24 jam dan menguat 41.79% dalam 7 hari terakhir.

    Market cap GROK berada di level $4,691,323 dengan volume transaksi harian sebesar $838,702. Jumlah suplai beredar token ini mencapai 1.12 miliar GROK.

    Kesimpulan
    Kenaikan harga dan kapitalisasi pasar ketiga altcoin tersebut menunjukkan sektor generative AI masih menjadi salah satu narasi terkuat di industri kripto. Pergerakan harga yang agresif dalam waktu singkat mengindikasikan tingginya minat spekulatif, sekaligus meningkatnya ekspektasi terhadap utilitas AI berbasis blockchain.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin Generative AI Ini Lagi Panas, Ada yang Naik Hampir 200% 7 Hari!

    Pasar kripto sektor generative AI kembali menunjukkan pergerakan signifikan. Sejumlah altcoin berbasis kecerdasan buatan mencatat lonjakan harga dan kapitalisasi pasar dalam 7 hari terakhir, menarik perhatian investor ritel hingga trader jangka pendek.

    Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, berikut 3 altcoin generative AI teratas yang saat ini mendominasi pasar dikutip CoinMarketCap.

    1. Everlyn AI (LYN) Pimpin Kapitalisasi Pasar

    Everlyn AI (LYN) menjadi token generative AI dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Harga LYN tercatat di level $0.1510, naik 66.72% dalam 7 hari terakhir.

    Kapitalisasi pasar Everlyn AI mencapai $38,622,393 dengan volume transaksi harian sebesar $8,647,072. Total suplai beredar berada di angka 255.63 juta LYN, menunjukkan likuiditas yang relatif kuat dibanding token AI lain di kelasnya.

    2. TokenFi (TOKEN) Melejit Tajam

    TokenFi (TOKEN) mencatatkan performa paling agresif dalam sepekan terakhir. Harga TOKEN berada di level $0.007634 dengan lonjakan 196.19% dalam 7 hari dan 117.45% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar TokenFi tercatat sebesar $7,634,746, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai $101,030,988. Jumlah suplai beredar TOKEN saat ini berada di angka 12.91 miliar, dengan total suplai maksimum 1 miliar TOKEN.

    3. Phantasma (SOUL) Tumbuh Stabil

    Phantasma (SOUL) juga masuk jajaran atas altcoin generative AI dengan kapitalisasi pasar $2,350,895. Harga SOUL berada di level $0.01893, naik 46.30% dalam 7 hari terakhir.

    Volume transaksi harian tercatat $101,080, dengan suplai beredar sebesar 124.12 juta SOUL. Kenaikan ini menunjukkan minat pasar yang konsisten terhadap proyek AI berbasis blockchain tersebut.

    Kesimpulan

    Sektor generative AI di pasar kripto kembali menunjukkan daya tarik kuat. Everlyn AI unggul dari sisi kapitalisasi pasar, TokenFi mencuri perhatian lewat lonjakan harga ekstrem, sementara Phantasma bergerak stabil dengan tren positif.

    Pergerakan ini menandakan bahwa altcoin berbasis AI masih menjadi salah satu sektor yang paling aktif dan spekulatif di tengah dinamika pasar kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Delysium Garap AI Agent di Roadmap Baru, Fokus Game Web3

    Proyek Web3 berbasis AI dan gaming, Delysium (AGI), resmi merilis roadmap terbaru yang memetakan sejumlah katalis penting sepanjang bulan ini.

    Meski belum menghadirkan peluncuran produk secara langsung, roadmap tersebut menjadi sinyal awal dari rangkaian pengembangan yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek hingga menengah.

    Roadmap ini berfokus pada pengembangan ekosistem Lucy (AI agent milik Delysium), dengan beberapa agenda utama, mulai dari pengumuman partnership hingga peluncuran fitur baru yang ditargetkan berlangsung dalam waktu berdekatan.

    Baca Juga: Koin Kripto Gaming Terbaik untuk Investasi di Tahun 2025

    Timeline Katalis yang Padat

    Dalam roadmap tersebut, Delysium menjadwalkan dua pengumuman terkait partnership Lucy dalam waktu dekat.

    Selain itu, proyek ini juga menargetkan peluncuran Lucy Skills Marketplace pada 14 April, yang akan menjadi platform untuk memperluas utilitas AI agent dalam ekosistemnya.

    Puncak dari rangkaian ini dijadwalkan pada 20 April, ketika Delysium berencana mengungkap use case dari kerja sama yang telah dibangun.

    Kombinasi agenda ini menciptakan narasi yang cukup kuat bagi pasar, terutama karena seluruh katalis dikemas dalam satu bulan yang sama.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa pada tanggal rilis roadmap (2 April), belum ada peluncuran produk, perubahan tokenomik, atau pembaruan teknis yang langsung berdampak pada utilitas token AGI.

    Membangun Ekspektasi Pasar

    Menurut laporan Coinmarketcal, fungsi utama dari roadmap ini lebih condong pada pembentukan ekspektasi pasar dibandingkan penciptaan dampak langsung terhadap harga.

    Dalam dunia kripto, strategi seperti ini sering digunakan untuk menjaga perhatian investor sekaligus membangun momentum sebelum peluncuran aktual.

    Dengan narasi yang menggabungkan AI dan gaming, dua sektor yang saat ini sedang menjadi fokus utama pasar, Delysium berpotensi menarik minat spekulatif, terutama dari trader yang mencari peluang jangka pendek berbasis katalis.

    Namun, tanpa adanya produk live atau data aktivitas yang dapat diverifikasi, respons pasar cenderung terbatas pada tahap awal.

    Potensi Spekulasi vs Realisasi

    Menurut laporan dari CoinMarketCal, roadmap ini menjadi salah satu event penting yang perlu dipantau sepanjang April. Namun, efektivitasnya dalam mendorong harga tetap bergantung pada eksekusi.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa roadmap dengan jadwal padat seperti ini memang berpotensi memicu positioning spekulatif di pasar.

    “Roadmap seperti ini bisa menarik positioning spekulatif karena beberapa katalis dikemas rapat dalam satu bulan, apalagi narasi AI dan gaming lagi gampang disulut pasar. Tapi tanpa produk live, partner besar, atau lonjakan activity yang bisa diverifikasi pada 2 April, dampak harga langsung kemungkinan tetap tipis dan repricing serius baru datang kalau eksekusinya benar-benar deliver,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dengan demikian, pengumuman tersebut menyoroti perbedaan penting antara ekspektasi dan realisasi dalam pasar kripto.

    Investor cenderung merespons narasi, tetapi pergerakan harga yang berkelanjutan tetap membutuhkan bukti konkret.

    Tantangan Eksekusi Jadi Kunci

    Ke depan, tantangan utama bagi Delysium bukan hanya menjaga momentum narasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap agenda dalam roadmap dapat dieksekusi sesuai jadwal.

    Peluncuran Lucy Skills Marketplace pada 14 April akan menjadi ujian pertama. Jika berhasil menarik pengguna dan menunjukkan utilitas nyata, hal ini dapat menjadi katalis awal yang memperkuat kepercayaan pasar.

    Selanjutnya, pengumuman use case partnership pada 20 April juga akan menjadi momen penting.

    Detail dari kerja sama tersebut, termasuk siapa mitra yang terlibat dan bagaimana implementasinya, akan sangat menentukan apakah pasar melihatnya sebagai perkembangan signifikan atau sekadar pembaruan biasa.

    Outlook: Menunggu Validasi Nyata

    Secara keseluruhan, roadmap Delysium untuk April 2026 memberikan arah yang jelas bagi pengembangan proyek, namun belum cukup untuk mendorong perubahan signifikan dalam valuasi tanpa eksekusi yang solid.

    Dalam jangka pendek, potensi pergerakan harga AGI kemungkinan akan dipengaruhi oleh sentimen spekulatif menjelang tanggal-tanggal penting yang telah dijadwalkan.

    Namun, untuk jangka menengah hingga panjang, validasi nyata dalam bentuk produk, pengguna, dan kemitraan akan menjadi faktor penentu utama.

    Baca Juga: Thetan Arena Percaya Web3 Gaming Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Asia

    Rilis roadmap Delysium menjadi langkah strategis untuk membangun ekspektasi pasar di tengah meningkatnya minat terhadap sektor AI dan gaming.

    Dengan jadwal katalis yang padat, peluang untuk menarik perhatian investor terbuka lebar.

    Namun, seperti yang sering terjadi di industri kripto, narasi saja tidak cukup. Keberhasilan roadmap ini pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan tim untuk mengubah rencana menjadi realisasi yang nyata dan terukur.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta Borong Startup AI Moltbook, Rekrut Pendiri Platform Agen AI

    Meta Platforms resmi mengakuisisi Moltbook, sebuah platform jejaring sosial yang dirancang khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI). Langkah ini memperkuat ambisi perusahaan teknologi tersebut dalam mengembangkan teknologi AI generasi berikutnya.

    Sebagai bagian dari akuisisi tersebut, dua pendiri Moltbook, Matt Schlicht dan Ben Parr, akan bergabung dengan unit riset AI milik Meta.

    Pendiri Moltbook Gabung Divisi AI Meta

    Dilaporkan The Guardian, Meta menyatakan bahwa Schlicht dan Parr akan bergabung dengan Meta Superintelligence Labs, divisi riset AI yang dipimpin oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI.

    Wang sebelumnya bergabung dengan Meta setelah perusahaan tersebut mengakuisisi Scale AI dalam kesepakatan senilai sekitar US$14,8 miliar. Namun, Meta tidak mengungkapkan nilai transaksi akuisisi Moltbook.

    Kedua pendiri Moltbook dijadwalkan mulai bekerja di Meta pada 16 Maret 2026.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Meta memperkuat gagasan bahwa ekonomi agentic akan membutuhkan lapisan sosial, discovery, dan koordinasi sendiri.

    “Jika platform seperti Moltbook diintegrasikan ke ekosistem perusahaan besar, kompetisi untuk menjadi standar interaksi antar-agent bisa memanas sangat cepat,” jelasnya.

    Platform Sosial untuk Agen AI

    Moltbook merupakan platform yang dirancang seperti forum diskusi daring, mirip dengan Reddit, tetapi dikhususkan untuk agen AI.

    Di platform ini, bot berbasis kecerdasan buatan dapat saling bertukar kode, berdiskusi, bahkan “bergosip” mengenai pengguna manusia yang mengoperasikannya.

    Platform tersebut awalnya diluncurkan sebagai eksperimen kecil pada akhir Januari 2026. Namun dalam waktu singkat, Moltbook menarik perhatian luas karena menampilkan interaksi antar agen AI secara langsung.

    Baca juga: OpenClaw: AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

    Persaingan Perusahaan Teknologi di Bidang AI

    Akuisisi Moltbook mencerminkan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan teknologi besar dalam mengembangkan teknologi AI.

    Seiring perkembangan teknologi agen otonom—AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri—perusahaan teknologi berlomba untuk merekrut talenta dan mengakuisisi startup yang memiliki inovasi di bidang tersebut.

    CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyebut bahwa platform seperti Moltbook mungkin hanya tren sementara. Namun ia menilai teknologi di balik proyek tersebut memberikan gambaran tentang arah masa depan pengembangan AI.

    Isu Keamanan Data Sempat Muncul

    Di tengah popularitasnya, Moltbook juga sempat menghadapi masalah keamanan data.

    Perusahaan keamanan siber Wiz menemukan celah yang memungkinkan akses terhadap pesan pribadi, lebih dari 6.000 alamat email, serta lebih dari satu juta kredensial pengguna.

    Menurut Wiz, kerentanan tersebut telah diperbaiki setelah mereka menghubungi pengelola platform.

    Eksperimen Pengembangan AI Berbasis “Vibe Coding”

    Pendiri Moltbook, Matt Schlicht, dikenal sebagai pendukung konsep “vibe coding”, yaitu pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan AI untuk menulis sebagian besar kode program.

    Schlicht bahkan menyatakan bahwa ia hampir tidak menulis kode secara manual saat membangun Moltbook, melainkan menggunakan asisten AI pribadinya yang ia sebut Clawd Clawderberg.

    Akuisisi Moltbook menandai langkah terbaru Meta dalam memperluas investasi di bidang kecerdasan buatan, yang kini menjadi salah satu fokus utama industri teknologi global.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • OJK-Asosiasi Bakal Gelar Bulan Fintech Nasional, Apa Itu?


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK bersama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (Afsi), dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) akan menyelenggarakan Bulan Fintech Nasional (BFN). Acara tersebut akan berlangsung selama satu bulan, dimulai dari tanggal 11 November 2024.

    The 6th Indonesia Fintech Summit & Expo atau IFSE 2024 menjadi event di dalam rangkaian Bulan Fintech Nasional dan diselenggarkan pada tanggal 12-13 November 2024 Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Djoko Kurnijanto mengatakan tema BFN pada tahun ini, yakni Technology Convergence Shaping the Future of Finance and Beyond. Dia menilai tema tersebut relevan dengan apa yang pihaknya lakukan, yakni memanfaatkan teknologi di sektor jasa keuangan.

    “Mungkin agak sedikit berbeda dengan Summit sebelumnya. Kami pun di tahun ini berupaya juga untuk mengundang lebih banyak regulator dan otoritas dari negara lain. Beberapa sudah menyatakan konfirmasinya akan hadir dan kebetulan juga penyelenggaraan IFSE saat ini ini mepet atau berjalan sekian hari dari penyelenggaraan Singapura Fintech Festival yang berjalan atau diselenggarakan di minggu ini,” kata Djoko dalam acara Pre-Event Media Gathering, di Menara OJK Radius Prawiro, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2024).


    Dia menjelaskan narasumber-narasumber yang datang nantinya dapat berbagi mengenai pengaturan dan pengawasan terkait penggunaan teknologi sektor keuangan. Misalnya, sektor jasa keuangan sudah banyak menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan strategi keamanan siber.

    “Nah hal-hal seperti itulah yang ingin kita ketahui dan yang sekarang ini yang marak digunakan. Paling tidak dari Malaysia, Singapura, kemudian juga dari Korea itu mereka sudah menyatakan datang. Juga dari lembaga internasional OECD pun juga mereka sedang berpikir untuk bisa hadir di pertemuan minggu depan itu,” imbuh dia.

    Sekretaris Jenderal Asosiasi Financial Technology Indonesia (AFTECH) Budi Gandasoebarta menilai Indonesia menjadi salah satu negara yang berkembang pesat di industri digitalisasi, termasuk digitalisasi di sektor keuangan.

    Dia menyebut pemerintah melalui OJK dan Bank Indonesia telah menerbitkan serangkaian roadmap dan blue print terkait inovasi teknologi sektor keuangan.

    “Jadi ini nanti juga bisa menjadi wadah sosialisasi dan juga bagi publik dan juga media untuk bertanya dan mencari tahu lebih lanjut kira-kira roadmap ini itu seperti apa sih, ada realisasi seperti apa. Tengah tahun ini Bank Indonesia juga meluncurkan blueprint sistem pembayaran Indonesia tahun 2030, di mana disitu ada rencana untuk regulatory reform, kemudian juga reform dari infrastruktur pasar keuangan, dan juga launching dari Rupiah Digital atau Central Bank Digital Currency. Jadi, tentunya nanti ini akan menjadi wadah untuk mencari tahu, kira-kira informasi dari blueprint ini seperti apa sih nantinya,” katanya.

    Dalam acara tersebut nantinya, akan diadakan webinar, seminar, diskusi dengan isu-isu keuangan digital, mulai dari kemanan siber, industri aset keuangan digital atau kripto, pengalaman realisasi roadmap sistem pembayaran, seperti QR Indonesia Standard atau QRIS, cross border payments, open finance, hingga artificial intelligence (AI). Budi menyebut The 6th Indonesia Fintech Summit & Expo 2024 ini akan diselenggarakan di Kota Kasablanka Hall pada 12-13 November 2024.

    Lihat Video: OJK Blokir 6.000 Akun yang Terlibat Judi Online

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Begini Jurus Perusahaan Fintech Perluas Akses Keuangan di RI


    Jakarta

    Inklusi keuangan menjadi hal penting untuk memastikan masyarakat di segala penjuru mendapatkan layanan dan produk keuangan yang aman, mudah dan cepat. Hal ini juga menjadi prioritas bagi perusahaan jasa keuangan di Indonesia, seperti perusahaan fintech.

    Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo Djatmiko, mengungkap untuk membantu pemerintah meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, perusahaan memanfaatkan teknologi berbasis big data, machine learning, dan artificial intelligence (AI).

    Menggunakan AI, perusahaan pindar itu meyakini bisa menjangkau masyarakat yang sama sekali tidak memiliki akses keuangan apapun.


    “Kelebihan dari platform pindar adalah kemudahan akses untuk masyarakat dan proses e-KYC yang cepat berkat dukungan teknologi. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui apakah mereka mendapatkan limit pinjaman atau tidak dalam waktu rata-rata hingga lima menit,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/6/2025).

    “Apabila disetujui, penerima dana bisa mencairkan limitnya rata-rata dalam hitungan menit. Adanya perubahan gaya hidup terutama generasi Z dan Milenial yang semakin melek digital mendorong peningkatan pengguna layanan Pindar,” tambahnya.

    Ia mengungkap, menurut laporan laporan World Bank tahun 2021 terdapat 100 juta orang yang saat ini belum mendapatkan akses keuangan yang memadai. Akses keuangan ini bukan hanya rekening bank, tetapi juga layanan perbankan seperti pinjaman daring (pindar).

    Saat ini pertumbuhan industri pinjaman daring (pindar) di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pendanaan industri pindar per Februari 2025 tercatat sebesar Rp 80,07 triliun, atau tumbuh 31,06% secara tahunan (year on year/YoY).

    Angka ini menurutnya, mencerminkan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang cepat, aman, dan mudah diakses terutama oleh kelompok masyarakat yang belum terlayani oleh lembaga keuangan konvensional.

    “Easycash pun berkomitmen untuk selalu melakukan edukasi literasi keuangan dan, memperkuat manajemen risiko, good corporate governance, dan terus berkolaborasi dengan stakeholder di industri untuk dapat terus membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Nucky.

    Sejak berdiri di tahun 2017 hingga bulan April 2025, total pinjaman akumulatif yang telah disalurkan Easycash sendiri sudah mencapai Rp 70,64 triliun dengan 7,809,382 total penerima dana. Pihaknya percaya bahwa pertumbuhan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.

    Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 yang diselenggarakan OJK bersama BPS yang menyebutkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini sebesar 75,02%, sementara itu indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43%.

    Hasil SNLIK 2024 menunjukkan bahwa masih terdapat ruang untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

    Sementara menurut riset EY MSME Market Study and Policy Advocacy, Indonesia memiliki kesenjangan pendanaan (credit gap) yang diperkirakan tembus Rp 2.400 triliun, di mana baru sekitar 5% yang bisa dipenuhi oleh pindar. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk tumbuhnya industri pindar di masa depan.

    Dalam tujuh hingga depan tahun terakhir, kehadiran pindar telah mengubah budaya pinjam-meminjam masyarakat Indonesia, dari sebelumnya terbatas pada keluarga, teman, dan lembaga keuangan konvensional menjadi lebih beragam dan masuk ke ranah digital. Kini masyarakat memiliki akses ke fasilitas keuangan alternatif seperti layanan Buy Now Pay Later (BNPL), pindar, dan lainnya.

    Secara global, industri pindar juga berkembang pesat. Contohnya di Brasil, industri pinjaman digital berhasil tumbuh besar lewat pemain seperti Nubank. Fintopia, induk Easycash, juga beroperasi di Filipina, China, Meksiko, dan Polandia.

    “Meski regulasi bunga bervariasi di tiap negara, prinsip dasarnya tetap sama: manajemen risiko yang akurat menentukan tingkat bunga,” terang Nucky.

    Sejalan dengan pertumbuhan industri pindar, PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK), biro kredit swasta terkemuka yang berizin dan diawasi OJK, menekankan pentingnya menjaga reputasi keuangan pribadi melalui riwayat kredit yang sehat.

    “Credit scoring kini tak hanya dibutuhkan untuk mengakses pinjaman, tetapi juga mulai digunakan dalam proses seleksi kerja, kepemilikan aset seperti rumah atau kendaraan, bahkan dalam layanan digital lainnya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap perilaku keuangan mereka sejak dini,” ujar Presiden Direktur CLIK, Leonardo Lapalorcia.

    CLIK menghimbau masyarakat untuk mulai memahami fungsi dari data kredit, dan bagaimana riwayat pembayaran yang tertib dapat membuka akses terhadap berbagai peluang di masa depan.

    “Dengan sistem penilaian kredit yang akurat dan bertanggung jawab, kita bisa menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih sehat,” tambah Leonardo.

    (ada/eds)



    Sumber : finance.detik.com