Tag: aja

  • Ini Rekomendasi Investasi Jika Gajimu Rp 6 Juta Seperti Kaluna


    Jakarta

    Kaluna, tokoh utama dalam film Home Sweet Loan memiliki gaji Rp 6 juta per bulan mampu memiliki tabungan Rp 330 juta dalam 7 tahun. Dirinya menabung Rp 4 Juta tiap bulannya di rekening bank. Ternyata masih ada tempat berinvestasi yang paling ideal untuk menambah nilai uangmu detikers, ini rekomendasinya!

    Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan bahwa untuk berinvestasi itu kita harus membuat skala prioritas dengan membagi kedua hal mana membedakan kebutuhan dan keinginan.

    “Kebutuhan seperti kos, makan, internet, dan transportasi itu kebutuhan dan kalau keinginan itu seperti kita pengin jalan-jalan misalnya. Pokoknya jangan dibalik, pentingin kebutuhan dulu baru keinginan,” kata Andy saat dihubungi detikcom, Jumat 11/10/2024.


    Menurutnya, idealnya berinvestasi itu 10% dari penghasilan kita. Misal dengan gaji Rp 6 juta itu nominal yang dapat diinvestasikan sebesar RP 600 ribu.

    “Ada empat tempat yang ideal untuk investasikan uangmu diantaranya reksadana, pasar saham, logam mulia, dan obligasi negara ritel (ORI),” kata Andy.

    Jika di reksadana, menurutnya lebih aman dan murah karena reksadana itu dibelinya mulai dari Rp 100.000 di aplikasi fintech. Adapun menginvestasikannya di pasar saham dengan memerhatikan fundamental perusahaannya.

    Apabila di logam mulia itu menurutnya juga ideal mengingat konsepnya juga sama seperti menabung namun lebih prospektif. Terakhir ada obligasi negara ritel (ORI) yang bisa masuk mulai dari satu jutaan.

    “Misalnya kita punya 4 juta per bulan, udah masukin ke (ORI) aja. Itu nanti kita bakal dapet bunganya lebih tinggi daripada deposito. Tapi perlu dicatat, kalo investasi itu sesuai profil kita kan ada yang agresif, moderat, dan konservatif. Kita mesti paham diri kita, baru kemudian kita cari produk yang sesuai dengan profil psiko kita itu,” tutupnya.

    Simak: Gaji UMR, Cukup Nggak Sih Buat Hidup Enak?

    [Gambas:Video 20detik]

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Apa Salah Kalau Pemerintah Membantu?



    Jakarta

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menanggapi terkait pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pesantren berperan penting menciptakan keadaban Indonesia.

    “Santri itu kan juga manusia. Apalagi pesantren itu 300 tahun lamanya mengabdikan diri untuk menciptakan keadaban Indonesia. Tiba-tiba ada 1.200 orang, pembangunannya rusak. Mereka mau belajar di mana?” ujar Menag usai acara Konferensi Pers 1 Tahun Kemenag Kawal Asta Cita Presiden di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).


    Pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyatakan nenek moyang para santri juga berperan penting mendirikan negeri ini. Dengan begitu, ia kembali mempertanyakan apakah salah jika pemerintah membantu pembangunan Ponpes Al Khoziny.

    “Sementara nenek moyangnya yang ikut mendirikan negeri ini. Apakah salah kalau pemerintah membantu? Saya kira ada penyesuaian-penyesuaian bahasa nanti. Itu yang kita harapkan,” sambung Menag.

    Sebagaimana diketahui, beberapa waktu terakhir muncul wacana pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dengan APBN. Dilansir dari detikFinance, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberi lampu hijau terkait penggunaan APBN untuk proyek tersebut.

    “Kalau saya, saya lampunya hijau terus. Kan modenya mode belanja. Asal belanjanya pas, tepat sasaran, tepat waktu. Untuk saya sih nggak ada masalah,” ucap Purbaya di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025) lalu.

    Menurut penuturan Purbaya, pembangunan ponpes ini juga tidak perlu proposal karena sudah dibahas dengan sejumlah menteri.

    “Enggak (perlu proposal) kan sebetulnya tadi pagi udah bicara kan mereka. Tinggal finalisasi aja. Abis itu nanti, Menteri PU yang mendesain semuanya,” sambungnya.

    Namun, Purbaya mengaku belum menjelaskan lebih detail terkait penggunaan anggaran pembangunan ponpes tersebut dari anggaran kementerian mana. Walau demikian, Purbaya menegaskan keputusan final pembangunan ponpes tersebut ada di tangan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

    “Tapi keputusan bukan di saya, di Pak Muhaimin, tapi yang jelas PU sanggup, saya sanggup, tinggal Pak Muhaimin aja sanggup nggak?” katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pihaknya juga masih menunggu keputusan dari Cak Imin. Pihaknya bersedia untuk mengeluarkan anggaran untuk pembangunan Ponpes Al Khoziny.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com