Tag: ajal

  • Anjuran Bersyahadat Jelang Ajal Menjemput, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Rasulullah SAW dalam sejumlah haditsnya pernah menjelaskan tentang keutamaan dari membaca syahadat saat ajal hendak menjemput. Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan orang lain di sekitar orang yang sakaratul maut untuk men-talqin atau membantu mengucapkan syahadat.

    Bacaan syahadat yang dimaksud adalah syahadat tauhid Laa illaaha Illallaah. Dari Mu’adz bin Jabal RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang dishahihkan oleh Abu Muhammad Abdul Haq,

    مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ


    Artinya: “Barang siapa yang akhir perkataannya adalah Laa illaaha Illallaah, maka dia akan masuk surga.” (HR Abu Dawud)

    Menjadikan kalimat syahadat sebagai kalimat terakhir sebelum mengembuskan napas terakhir tersebut disebut menjadi penggugur dosa orang yang mengamalkannya. Hal ini pernah diceritakan oleh Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW.

    Diceritakan, saat itu Malaikat Maut mendatangi orang yang sedang sekarat. Malaikat Maut tersebut dikisahkan melihat ke dalam hati orang itu, tetapi tidak menemukan apa pun di situ.

    “Malaikat itu pun lalu membuka janggut orang itu dan mendapati ujung lidahnya melekat pada langit-langit mulutnya sedang mengucapkan, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah (syahadat tauhid).’ Dosa-dosanya diampuni karena kalimat ikhlas yang diucapkannya itu.” (HR Muslim)

    Majdi Muhammad asy-Syahawi menambahkan dalam buku terjemahan Bekal Menggapai Kematian yang Husnul Khatimah, orang yang mengucapkan syahadat ‘La ilaha illallah termasuk dalam ciri orang yang meninggal dunia dalam kondisi baik atau husnul khotimah.

    Pengucapan kalimat syahadat tersebut tentu lebih baik jika dibarengi penerapannya selama hidup. Rasulullah SAW pernah bersabda,

    مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ

    Artinya: Dari Ubadah bin Shamit, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya, dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan anak dari budak wanita-Nya serta kalimat-Nya yang ia sampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya. Bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya. Allah akan masukkan ke dalam surga lewat pintu surga yang delapan sekehendaknya.” (HR Bukhari)

    Bahkan, Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan muslim untuk membantu sesamanya yang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat tersebut. Kesunnahan ini mengacu pada hadits yang termuat dalam Shahih Muslim. Disebutkan, Abu Said al-Khudri RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

    Artinya: “Tuntunlah orang-orang yang mati di antara kalian untuk mengucapkan kalimat La Illaaha Illallaah (tiada tuhan selain Allah).” (HR Muslim)

    Dikutip dari Islah Gusmian dalam buku Doa Menghadapi Kematian, riwayat lain menyebutkan kalimat syahadat versi panjang yang bisa dibimbing untuk orang yang sakaratul maut bila memungkinkan. Keutamaan kalimat syahadat tersebut dapat menghapuskan dosa masa lalu. Rasulullah SAW bersabda,

    “Ajarilah orang-orang yang akan meninggal membaca ‘La ilaha illallah al-halim al-karim, subhanallahi rabb al-‘arsyi al-azhim, alhamdulillahi rabb al-‘alamin. Karena kata-kata itu menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu.” (HR Ibnu Majah dan Muslim)

    Seyogianya, orang yang membimbing untuk membantu talqin tersebut tidak memaksa bahkan memarahi orang sakaratul maut tersebut. Sebaliknya, Islah Gusmian dalam bukunya menyarankan, orang tersebut perlu dituntun dengan lemah lembut dan perlahan tapi penuh dengan kepastian.

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Doa Ketika Mendengar Suara Burung di Malam Hari, Tak Perlu Takut!


    Jakarta

    Mendengar suara burung di malam hari konon menjadi pertanda buruk, seperti akan terjadi kematian atau musibah lainnya. Sebagian orang masih percaya hal-hal takhayul tersebut, sehingga merasa takut saat mendengar suara burung di malam hari.

    Burung yang biasa disebutkan dalam mitos ini adalah burung gagak dan burung hantu. Selain, suaranya yang seram, burung gagak juga agak mengerikan karena makanannya adalah bangkai. Sebagian burung hantu pun ada yang makan bangkai.

    Ketika mendengar hal tersebut, tentu kita sebagai muslim harus mendekat dengan Allah. Salah satunya dengan membaca doa ketika mendengar suara burung di malam hari. Simak juga penjelasan ustadz mengenai mitos mendengar suara burung di malam hari.


    Doa Ketika Mendengar Suara Burung di Malam Hari

    Ustadz Syam dalam acara Islam Itu Indah di channel YouTube TRANS TV Official, 30 Agustus 2021, menjelaskan umat Islam tidak boleh menganggap suara burung dapat membawa sial.

    Berikut ini bacaan doa ketika menganggap ada sesuatu yang membawa sial, seperti ketika mendengar suara burung di malam hari. Doa ini adalah membaca kalimat hauqalah, yakni sebagai berikut:

    لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Arab latin: Lā hawla walā quwwata illā billah

    Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT.”

    “Nabi mengajarkan kalau menganggap ada yang membawa sial, mintalah perlindungan dari Allah. Katakan perlindungan kepada Allah SWT, ‘Anna Abdullah’, katakan ‘saya hamba Allah’ dan ‘lā hawla walā quwwata illā billah’. Tidak ada kekuatanku, tidak ada dayaku, tidak ada upayaku, kecuali dari Allah SWT. Maka itu tidak akan bisa membahayakanmu,” demikian penjelasan dari Ustadz Syam.

    Mengutip NU Online, keutamaan kalimat Lā hawla walā quwwata illā billah atau kalimat hauqalah adalah bisa mendapatkan jaminan surga kelak di akhirat. Bacaan ini juga dapat membentengi diri dari berbagai hal yang membahayakannya.

    Al-hafidh Abdurrahman al-Munawi (wafat 1031 H) mengisahkan, sahabat Jabir RA pernah mengadu kepada Rasulullah SAW atas suatu musibah. Rasulullah SAW lalu memerintahkan para sahabat untuk memperbanyak membaca kalimat hauqalah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

    “Perbanyaklah dari (membaca) Lā hawla walā quwwata illā billah, karena sesungguhnya ia bisa menolak 99 pintu dari beberapa pintu kejelekan, dan yang paling ringan darinya adalah kesusahan. (HR Al-‘Uqaili, dha’îf). (Al-Munawi, Faidhul Qadîr, juz I, halaman: 638).

    Menurut Al-Hafidh al-Munawi, yang dimaksud ‘kejelekan’ tidak hanya sebatas hal yang membahayakan diri. Tapi juga termasuk kejelekan etika, kesulitan, dan kefakiran.

    Suara Burung Membawa Musibah, Mitos atau Fakta?

    Ustadz Syam menjelaskan, suara burung yang dikaitkan dengan musibah termasuk dalam takhayul. Menurutnya jika burung gagak dikaitkan dengan kematian, hal tersebut bisa dijelaskan dengan sains.

    “Mungkin secara ilmiah bisa dibuktikan, bahwa mungkin bisa jadi mereka datang karena mencium bau bangkai atau apa. Jadi (ada orang) mati dulu baru datang, bukan datang dulu baru mati. ada bangkainya dulu baru datang,” katanya

    apa namanya burung gagaknya seakan seperti kalau misalnya ada orang mati di tengah padang pasir Pasti orang melihatnya orang di ada segerombolan burung gagak ada yang meninggal oh ya bener karena udah meninggal dunia didatangin sama burung akan dimakan bangkainya. bukan berarti dia datang baru ada yang meninggal dunia

    Hal ini sesuai dengan Surat Al-A’raf Ayat 34:

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

    Arab latin: Wa likulli ummatin ajal, fa iżā jā`a ajaluhum lā yasta`khirụna sā’ataw wa lā yastaqdimụn

    Artinya: Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

    Sementara itu, Ustadz Fatkhurokhman Al Hafidhz dalam channel YouTube Islamic pada 2 Januari 2021 menjelaskan mitos tersebut muncul karena kebiasaan orang-orang. Bahkan mitos seperti itu sudah muncul sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

    “Zaman Nabi sudah ada seperti itu, bahkan gerhana dikaitkan ketika meninggalnya anaknya nabi, Sayid Ibrahim. Waduh gerhana, mungkin tanda mulai berkabung mataharinya, gara-gara anaknya Nabi meninggal. Ada gagak, ada ini, nggaklah itu hanya dikait-kaitkan,” kata Ustadz Fatkhurokhman.

    Namun jika mitos itu terbukti benar terjadi, menurutnya hal tersebut berasal dari prasangka manusia kepada Allah. Maka menurutnya umat Islam sebaiknya yakin akan dijaga Allah tanpa harus percaya takhayul.

    Hal ini sesuai dengan hadis qudsi yang menyebut bahwa Allah berfirman, “Aku bersama prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia berprasangka baik, itulah yang ia dapatkan. Namun, jika ia berprasangka buruk, itu pula yang ia dapatkan.” Hadis berderajat hasan ini terdapat dalam kitab al-Jami ash-Shaghir lis Suyuthi.

    Demikian tadi doa ketika mendengar suara burung di malam hari adalah dengan membaca kalimat hauqalah. Jadi tak perlu lagi takut dengan mitos yang beredar. Wallahu a’lam.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus Selama 40 Malam untuk Hajat Mustajab


    Jakarta

    Doa Nabi Yunus selama 40 malam dipercaya sebagai salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon agar hajat atau keinginan terkabul. Doa tersebut kerap diamalkan oleh banyak umat Islam dengan harapan mendapatkan jalan keluar dari masalah atau keinginan yang mendesak.

    Doa Nabi Yunus ini tercantum dalam Al-Qur’an. Diceritakan dalam Qashash al-Anbiyaa karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan Saefullah MS, Nabi Yunus AS memanjatkan doa tersebut saat berada dalam kesulitan. Saat pergi meninggalkan kaum yang mengingkarinya, Nabi Yunus AS menumpangi kapal yang kelebihan muatan dan setelah diundi ternyata dialah yang harus diturunkan dari kapal. Lalu, muncullah ikan besar menelannya, sebagaimana Allah SWT berfirman,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ ٨٨


    Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” Kami lalu mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin. (QS Al Anbiya: 87-88)

    Nabi Yunus AS senantiasa berdoa selama berada di perut ikan. Ibnu Katsir menjelaskan, para ulama berbeda pendapat terkait berapa lama Nabi Yunus AS berada di perut ikan. Ada yang mengatakan tiga hari, ada yang bilang seminggu, ada juga yang mengatakan 40 hari.

    Bacaan Doa Nabi Yunus 40 Malam Arab, Latin dan Arti

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

    Latin: laa ilaha illa anta subhānaka inni kuntu minaz-zālimin

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Waktu Membaca Doa Nabi Yunus

    Meskipun doa Nabi Yunus bisa dibaca kapan saja, ada beberapa waktu istimewa yang diyakini lebih mustajab untuk memanjatkan doa. Dikutip dari buku Agar Doa Dikabulkan Allah karangan Nor Kholish Reefani, berikut adalah penjelasan mengenai waktu terbaik yang mustajab untuk membaca doa Nabi Yunus selama 40 malam.

    1. Sepertiga akhir malam

    2. Setelah berbuka puasa

    3. Setelah salat wajib

    4. Pada hari Jumat

    5. Ketika sedang perang

    6. Bangun tidur saat tengah malam

    7. Antara azan dan iqamah

    8. Saat sujud dalam salat

    9. Saat hujan turun

    10. Saat ajal tiba

    11. Pada malam Lailatulqadar

    12. Saat wukuf di Arafah

    Keutamaan Membaca Doa Nabi Yunus Selama 40 Malam

    Jika seseorang memiliki hajat atau permohonan yang besar, doa menjadi salah satu sarana penting untuk memohon pertolongan Allah SWT.

    Salah satu doa yang banyak dianjurkan adalah doa Nabi Yunus. Membaca doa Nabi Yunus selama 40 malam secara rutin diyakini memiliki banyak keutamaan. Berikut adalah keutamaannya yang dirangkum dari buku Ketika Allah Mengabulkan Doa Mereka tulisan Shalih bin Rasyid al-Huaimil:

    1. Permintaan Dikabulkan

    Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, siapa pun yang membaca doa Nabi Yunus akan dikabulkan permintaannya oleh Allah SWT.

    2. Dikeluarkan dari Kondisi Sulit

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa Nabi Yunus AS dapat menjadi pembuka jalan keluar dari segala kesulitan yang dihadapi seseorang.

    3. Diberikan Pahala seperti Orang Mati Syahid

    Umat Islam yang membaca doa Nabi Yunus ketika sedang sakit dan kemudian meninggal dunia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid.

    4. Diampuni Segala Dosanya

    Bagi mereka yang sedang sakit dan membaca doa ini, jika mereka sembuh, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Bacaan Doa untuk Kesembuhan Orang Sakit agar Lekas Sembuh


    Jakarta

    Doa untuk kesembuhan orang sakit adalah salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang bisa dilakukan saat menghadapi situasi sulit, baik untuk diri sendiri maupun orang tersayang.

    Dalam Islam, ada banyak doa yang diajarkan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan dan kekuatan, baik secara fisik maupun mental.

    Ingin tahu doa apa saja yang bisa Anda panjatkan untuk orang sakit agar lekas sembuh? Simak 12 bacaan doa berikut ini.


    Kumpulan Bacaan Doa untuk Kesembuhan Orang Sakit

    Sebelum kita masuk ke dalam bacaan doa-doa untuk kesembuhan orang sakit, penting untuk kita ingat bahwa doa adalah salah satu bentuk ikhtiar yang mendampingi segala upaya medis dan perawatan.

    Ketika kita mendoakan orang yang sakit, kita tidak hanya berharap pada kesembuhan fisik, tetapi juga kekuatan mental dan spiritual yang akan membantu proses penyembuhan.

    Berikut adalah kumpulan bacaan doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon kesembuhan dan kesehatan bagi orang yang sedang sakit yang dirangkum dari beberapa sumber.

    Mulai dari buku Saku Tuntunan Doa dan Dzikir yang diterbitkan oleh Universitas Ahmad Dahlan, buku Zikir yang Berkaitan dengan Sakit dan Mati karya Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy, Untukmu Yang Sedang Sakit tulisan Ammi Nur Baits, buku Pasti Mustajab karangan Muhammad Lutfi Zamani.

    1. Doa untuk Kesembuhan Orang Sakit agar Lekas Sembuh

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Latinnya: Allahumma rabban-naas adzhibil-ba`sa isyfi antasy-syaafii laa syifaa’a illaa syifaa uka syifaa’an laa yughadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah Tuhan semua manusia hilangkan dan sembuhkanlah sakit ini. Tiada yang dapat menyembuhkan kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas penyakit.”

    2. Doa ketika Merasakan Sakit

    Berikut adalah doa yang dapat dibaca sambil meletakkan tangan di atas bagian tubuh yang terasa sakit,

    بِسْمِ اللَّهِ . أَعُوْذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّمَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Latinnya: Bismillah (3x) A’uudzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari segala kejahatan yang menimpaku dan segala yang saya khawatirkan.”

    3. Doa Memohon Kesabaran Saat Menghadapi Rasa Sakit dan Penderitaan

    حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

    Latinnya: Hasbiyallahu wa ni’mal-wakiil

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi sebaik-baik penolong dan pelindung.”

    4. Doa untuk Mengatasi Sakit Kepala, Demam, dan Penyakit Lainnya

    بِسْمِ اللهِ الْعَظِيمِ نَعُوذُ بِاللهِ الْكَبِيرِ، اللهُمَّ النَّارِ حَرِّهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْعَرَقِ وَمِنْ شَرِّ النَّارِ

    Latinnya: Bismillahil ‘Azhimi na’udzu billahil Kabir, Allahumma narri harriha wa na’udzu bika min syarri al-‘araq wa min syarri an-nar.

    Artinya: “Dengan nama Allah SWT Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah SWT Yang Maha Agung dari kejahatan pendarahan yang parah dan dari kejahatan panasnya api.”

    5. Doa Meminta Rahmat Allah SWT

    اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي، وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّراً فَارْفَعْهُ عَنِّي، وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِي

    Latinnya: Allahumma in kaana aja-lii qad hadhara fa arihnii, wa in kaana muta-akhiran far- fa’hu ‘annii, wa in kaana balaa-an fashabbir nii.

    Artinya: “Ya Allah, jika ajalku telah dekat maka istirahatkanlah aku. Jika ajalku masih jauh, sembuhkanlah sakit ini dariku. Dan jika ini musibah, berikanlah aku kesabaran.”

    6. Doa Memohon Perlindungan dari Ketakutan dan Kepikunan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ.

    Latinnya: Allaahumma innii a’uudzu bika minal jubni, wa a’uudzu bika min an uradda ilaa ardzalil ‘umuri, wa a’uudzu bika min fitnatid dun-yaa, wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, aku ber- lindung kepada-Mu dari musibah dunia, dan aku ber- lindung kepada-Mu dari siksa kubur.”

    7. Doa untuk Mengatasi Jerawat atau Bisul

    اللَّهُمَّ مُطْفِئَ الْكَبِيرِ وَمُكْبِرَ الصَّغِيْرِ أَطْفِتْهَا عَنِّي

    Latinnya: Allaahumma muthfi-al kabiiri, wa mukbirash shaghiiri, athfi’haa ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah, Dzat yang memudarkan yang besar dan mem- besarkan yang kecil, maka pudarkanlah (hilangkanlah) bisul atau jerawat itu dariku.”

    8. Doa saat Menjenguk Orang yang Sakit

    أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيْكَ.

    Latinnya: As-alullaahal ‘azhiima rabbal ‘arsyil ‘azhiimi ay yasyfiika.

    Artinya: “Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan yang mempunyai singgasana yang agung, semoga Allah menyembuhkan engkau.”

    9. Doa untuk Penyembuhan Fisik dan Mental

    بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ وَاللَّهُ يَشْفِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيْكَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Latinnya: Bismillaahi arqii-ka, wallaahu yasyfiika min kulli daa-in fiika, wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqadi, wa min syarri haasidin idzaa hasad. (Dibaca sebanyak tiga kali).

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu (menjampimu). Semoga Allah meyembuhkanmu dari segala penyakit yang menyerangmu, dari kejahatan tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

    10. Doa Memohon Kesehatan dan Kesejahteraan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

    Latinnya: Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waa-si’an, wa syifaa-an min kulli daa-in.

    Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang melimpah, dan obat dari segala macam penyakit.”

    11. Doa saat Menghadapi Penyakit Berat atau Menjelang Ajal

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَالْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الْأَعْلَى.

    Latinnya: Allaahummaghfirlii, warhamnii wa alhiqnii birrafiiqil a’laa.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, dan kumpulkanlah aku di sisi-Mu.”

    12. Doa untuk Meredakan Bengkak dan Nyeri

    اللَّهُمَّ مُصَغَرَ الْكَبِيرِ وَمُكَبِّرَ الصَّغِيْرِ صَغَرُ مَا بِي

    Latinnya: Allaahumma mushagh-ghiral kabiiri, mukabbirash shaghiiri, shaghghir maa bii.

    Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, kecilkanlah sesuatu yang bengkak pada diriku.”

    Tata Cara Berdoa untuk Kesembuhan Orang Sakit

    Penting untuk memahami tata cara berdoa yang benar. Berdoa dengan hati yang tulus dan penuh keyakinan menjadi kunci utama agar doa tersebut sampai dan dikabulkan.

    Berikut adalah beberapa tata cara yang perlu diperhatikan saat memanjatkan doa untuk kesembuhan orang sakit yang dikutip dari buku Quantum Doa tulisan Syukriadi Sambas dkk.

    1. Memahami makna doa
    2. Mengawali dengan memuji Allah SWT
    3. Membaca sholawat Rasulullah SAW
    4. Menyampaikan doa yang ingin dipanjatkan
    5. Mengakhiri dengan sholawat dan tahmid

    Dengan membaca doa untuk kesembuhan orang sakit, semoga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan serta memberikan ketenangan batin bagi mereka yang sedang sakit.

    Tak hanya diucapkan oleh orang yang sakit, doa-doa yang disebutkan di atas juga dapat dipanjatkan oleh keluarga dan kerabat sebagai wujud kasih sayang dan perhatian, serta sebagai usaha dalam memberikan dukungan dan harapan.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Bacaan Doa untuk Orang Sakit agar Diberikan Kesembuhan


    Jakarta

    Membaca doa untuk orang sakit merupakan salah satu amalan penting untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW menganjurkan memperbanyak doa dengan penuh keyakinan, agar penyakit segera diangkat.

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Memintalah kepada Allah, dan kalian meyakini akan dikabulkannya doa tersebut.” Dengan keyakinan yang kuat, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bagi kesembuhan seseorang.

    Ingin tahu bacaan doa yang bisa Anda panjatkan untuk orang yang sakit? Yuk, baca artikel ini sampai habis!


    Kumpulan Bacaan Doa untuk Orang Sakit

    Berikut adalah kumpulan doa untuk orang sakit yang bisa dipanjatkan untuk memohon kesembuhan.

    Doa-doa ini dirangkum dari sumber-sumber yang meliputi buku Saku Tuntunan Doa dan Dzikir dari Universitas Ahmad Dahlan, buku Zikir yang Berkaitan dengan Sakit dan Mati karya Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy, buku Untukmu Yang Sedang Sakit oleh Ammi Nur Baits, serta buku Pasti Mustajab yang ditulis oleh Muhammad Lutfi Zamani.

    1. Doa untuk Orang Sakit agar Lekas Sembuh

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Latinnya: Allahumma rabban-naas adzhibil-ba`sa isyfi antasy-syaafii laa syifaa’a illaa syifaa uka syifaa’an laa yughadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah Tuhan semua manusia hilangkan dan sembuhkanlah sakit ini. Tiada yang dapat menyembuhkan kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas penyakit.”

    2. Doa ketika Merasakan Sakit

    Berikut adalah doa yang dapat dibaca sambil meletakkan tangan di atas bagian tubuh yang terasa sakit,

    بِسْمِ اللَّهِ . أَعُوْذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّمَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Latinnya: Bismillah (3x) A’uudzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari segala kejahatan yang menimpaku dan segala yang saya khawatirkan.”

    3. Doa untuk Orang Sakit dengan Memohon Kesabaran Saat Menghadapi Rasa Sakit dan Penderitaan

    حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

    Latinnya: Hasbiyallahu wa ni’mal-wakiil

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi sebaik-baik penolong dan pelindung.”

    4. Doa untuk Orang Sakit yang Mengalami Sakit Kepala, Demam, atau Penyakit Lainnya

    بِسْمِ اللهِ الْعَظِيمِ نَعُوذُ بِاللهِ الْكَبِيرِ، اللهُمَّ النَّارِ حَرِّهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْعَرَقِ وَمِنْ شَرِّ النَّارِ

    Latinnya: Bismillahil ‘Azhimi na’udzu billahil Kabir, Allahumma narri harriha wa na’udzu bika min syarri al-‘araq wa min syarri an-nar.

    Artinya: “Dengan nama Allah SWT Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah SWT Yang Maha Agung dari kejahatan pendarahan yang parah dan dari kejahatan panasnya api.”

    5. Doa untuk Orang Sakit yang Memohon Rahmat dari Allah SWT

    اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي، وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّراً فَارْفَعْهُ عَنِّي، وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِي

    Latinnya: Allahumma in kaana aja-lii qad hadhara fa arihnii, wa in kaana muta-akhiran far- fa’hu ‘annii, wa in kaana balaa-an fashabbir nii.

    Artinya: “Ya Allah, jika ajalku telah dekat maka istirahatkanlah aku. Jika ajalku masih jauh, sembuhkanlah sakit ini dariku. Dan jika ini musibah, berikanlah aku kesabaran.”

    6. Doa untuk Orang Sakit yang Mengalami Jerawat atau Bisul

    اللَّهُمَّ مُطْفِئَ الْكَبِيرِ وَمُكْبِرَ الصَّغِيْرِ أَطْفِتْهَا عَنِّي

    Latinnya: Allaahumma muthfi-al kabiiri, wa mukbirash shaghiiri, athfi’haa ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah, Dzat yang memudarkan yang besar dan mem- besarkan yang kecil, maka pudarkanlah (hilangkanlah) bisul atau jerawat itu dariku.”

    7. Bacaan Doa untuk Orang Sakit saat Menjenguk Orang yang Sedang Sakit

    أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيْكَ.

    Latinnya: As-alullaahal ‘azhiima rabbal ‘arsyil ‘azhiimi ay yasyfiika.

    Artinya: “Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan yang mempunyai singgasana yang agung, semoga Allah menyembuhkan engkau.”

    8. Doa untuk Orang Sakit demi Penyembuhan Fisik dan Mental

    بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ وَاللَّهُ يَشْفِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيْكَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Latinnya: Bismillaahi arqii-ka, wallaahu yasyfiika min kulli daa-in fiika, wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqadi, wa min syarri haasidin idzaa hasad. (Dibaca sebanyak tiga kali).

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu (menjampimu). Semoga Allah meyembuhkanmu dari segala penyakit yang menyerangmu, dari kejahatan tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

    9. Doa untuk Orang Sakit yang Menghadapi Penyakit Berat atau Menjelang Ajal

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَالْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الْأَعْلَى.

    Latinnya: Allaahummaghfirlii, warhamnii wa alhiqnii birrafiiqil a’laa.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, dan kumpulkanlah aku di sisi-Mu.”

    10. Doa untuk Orang Sakit guna Meredakan Bengkak dan Nyeri

    اللَّهُمَّ مُصَغَرَ الْكَبِيرِ وَمُكَبِّرَ الصَّغِيْرِ صَغَرُ مَا بِي

    Latinnya: Allaahumma mushagh-ghiral kabiiri, mukabbirash shaghiiri, shaghghir maa bii.

    Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, kecilkanlah sesuatu yang bengkak pada diriku.”

    Tata Cara Membaca Doa untuk Orang Sakit

    Berikut adalah tata cara membaca doa untuk orang sakit yang dikutip dari buku Quantum Doa karya Syukriadi Sambas dkk:

    1. Pahami makna dari doa yang akan dipanjatkan.

    2. Mulailah dengan memuji Allah SWT.

    3. Bacalah sholawat untuk Rasulullah SAW.

    4. Sampaikan doa yang ingin dipanjatkan.

    5. Akhiri dengan membaca sholawat dan tahmid.

    Dengan berdoa, diharapkan proses penyembuhan dapat dipercepat dan memberi ketenangan bagi yang sedang sakit.

    Waktu Membaca Doa untuk Orang Sakit agar Dikabulkan

    Ada beberapa momen istimewa di mana doa lebih mudah dikabulkan. Dengan memilih waktu yang tepat, diharapkan doa yang kita panjatkan untuk kesembuhan orang sakit dapat lebih cepat terkabul.

    Berikut adalah waktu yang mustajab ketika sedang ingin membaca doa yang dikutip dari buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah tulisan Muhammad Syafi’ie el-Bantanie.

    1. Sepertiga malam terakhir (qiyamul lail)

    2. Saat azan dikumandangkan hingga iqamah

    3. Saat sujud, baik di dalam maupun di luar sholat

    4. Setiap selesai sholat fardhu

    5. Pada hari Jumat, terutama saat khatib duduk di antara dua khutbah

    6. Pada bulan Ramadan

    7. Pada malam lailatul qadar

    8. Pada hari Arafah

    9. Saat sedang berpuasa

    10. Saat sedang dalam perjalanan.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Allahumma Thowwil Umuurona dan Amalan agar Panjang Umur


    Jakarta

    Allahumma thowwil umuurona adalah bacaan doa minta panjang umur. Di bawah ini akan kita ulas doa allahumma thowwil umuurona versi pendek dan versi panjang.

    Simak juga hakikat tentang panjang umur, serta amalan-amalan yang dapat memperpanjang umur, lengkap dengan hadits-haditsnya.

    Bacaan Doa Allahumma Thowwil Umuurona

    Berikut ini bacaan doa allahumma thowwil umuurona versi pendek dan panjang:


    Doa Allahumma Thowwil Umuurona Versi Pendek

    Dikutip dari buku Hafalan Doa Pendek Sehari-hari oleh Ibnu Muslih Djuremi, bacaan doa allahumma thowwil umuurona versi pendek adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ طَوِّلُ عُمُوْرَنَا فِي طَاعَتِكَ وَطَاعَةِ رَسُولِكَ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

    Arab latin: Allahumma thowwil ‘umuurona fii thaa’atika wa thaa’ati rasuulika waj’alnaa min ‘ibaadikash shaalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, panjangkanlah umur kami dalam menaati-Mu dan menaati rasul-Mu, serta jadikanlah kami dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih.”

    Doa Allahumma Thowwil Umuurona Versi Panjang

    Bacaan doa allahumma thowwil umuurona versi panjang adalah sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُوْرَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: “Allahumma thowwil umuurona, wa shohhih ajsaadana, wa nawwir quluubana, wa sabbit imanana wa ahsin a’malana, wa wassi’ arzaqona, wa ilal khoiri qorribna wa ‘anisy-syarri abidna, waqdhi khawaa-ijana fiddiini waddunyaa wal aakhirati innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.”

    Artinya: “Ya Allah, panjangkan umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkan iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkan kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Hakikat Panjang Umur Sesuai Hadits Rasulullah

    Pada dasarnya umur seseorang adalah rahasia Allah SWT. Tidak ada yang mengetahui berapa panjang usia seseorang kecuali Allah. Lantas bagaimana pandangan Rasulullah SAW mengenai panjangnya umur seseorang?

    Berikut ini beberapa penjelasan mengenai ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah tentang usia seseorang yang dilansir dari situs Masjid Istiqlal:

    Manusia Punya Batas Umur

    Dalam surat Al-A’raf, Allah berfirman bahwa setiap manusia memiliki batasan umur.

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

    Artinya: “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka jika telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-A’raf: 34).

    Dengan demikian, jika ajal manusia telah tiba, maka manusia akan mati walaupun ia berusaha menundanya. Begitu pula sebaliknya, jika ajalnya belum tiba, manusia tidak akan mati meski berusaha mempercepat kematiannya.

    Umur Bisa Diperpanjang Atas Kehendak Allah

    Dalam haditsnya, Rasulullah sempat menjelaskan mengenai penambahan umur. Beliau bersabda:

    لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

    Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kamu sekalian mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa agar cepat mati sebelum kematian itu benar-benar datang kepadanya. Sesungguhnya jika salah seorang di antara kamu sekalian mati, maka terputuslah amalnya. Dan sesungguhnya tidak ada yang dapat menambah umur seorang mukmin kecuali kebaikan yang diperbuatnya.” (HR Al-Bukhari).

    Salah satu amalan yang bisa memperpanjang umur adalah berbuat baik kepada orang tua dan menjalin silaturahmi.

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ،قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

    Artinya: Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezkinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambug silaturrahim (kekerabatan).” (HR Ahmad).

    Dalam buku Bagaimana Panjang Umur Penuh Berkah? oleh Muhammad bin Ibrahim An-Nu’aim disebutkan ada tiga kemungkinan maksud dari panjang umur tersebut, yakni:

    • Panjang umur dalam arti sebenarnya.
    • Umur yang berkah, sehingga seperti melakukan amalan bertahun-tahun.
    • Sebutan yang baik setelah meninggal.

    Larangan Berdoa Minta Kematian

    Rasulullah SAW juga melarang kita memohon kematian. Sebab bisa jadi kebaikannya bisa bertambah saat masih hidup.

    لا يَتَمَنَّى أحدكم الموت، إما محسن فلعله يزداد، وإما مسيء فلعله يَسْتَعْتِبُ

    Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang yang berbuat baik, maka bisa jadi kebaikannya akan semakin bertambah, dan jika dia orang yang berbuat buruk, maka boleh jadi dia akan memohon ampunan.” (HR Al-Bukhari).

    Umur Panjang yang Percuma

    Sering kita dengar seseorang berdoa agar panjang umur, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Namun pada dasarnya umur yang panjang akan menjadi percuma jika tidak melakukan amal baik.

    عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

    Artinya: Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Dia bertanya lagi, Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya.” (HR Ahmad).

    3 Amalan Agar Panjang Umur

    Dalam situs Kemenag Sulsel, dijelaskan ada tiga amalan yang bisa memperpanjang umur seseorang.

    1. Sedekah

    Amalan pertama adalah bersedekah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

    “Sesungguhnya sedekah orang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khatimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran dan sifat berbangga diri darinya.” (HR Thabrani).

    2. Silaturahmi

    Yang kedua adalah bersilaturahmi. Silaturahmi juga memiliki keutamaan memperluas rezeki. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah yang artinya:

    “Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya dia bersilaturahmi.” (HR Bukhari).

    3. Berbakti Kepada Orang Tua

    Amalan selanjutnya adalah berbakti kepada orang tua. Hal ini sudah sepatutnya dilakukan anak, karena ridha orang tua adalah ridha Allah.

    “Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah ia berbuat baik kepada kedua orang tua dan menjalin silaturahmi dengan sesama.” (HR Ahmad)

    Itulah bacaan doa allahumma thowwil umuurona dan amalan-amalan agar panjang umur, lengkap dengan ayat dan haditsnya. Wallahu a’lam.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 22 Kondisi Mengucapkan Innalillahiwainnailaihirojiun, Tak Hanya Kabar Kematian


    Jakarta

    Innalillahiwainnailaihirojiun adalah kalimat yang sering kita dengar ketika ada kabar duka atau musibah yang menimpa seseorang.

    Kalimat ini mengandung makna yang dalam dan berfungsi sebagai bentuk pengingat bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.

    Mengucapkan innalillahiwainnailaihirojiun adalah salah satu wujud keikhlasan dan penerimaan kita atas ketetapan Allah SWT, serta mengajarkan kita untuk tetap tegar dan berlapang dada dalam menghadapi ujian hidup.


    Pengucapan innalillahiwainnailaihirojiun dikenal sebagai kalimat tarji’. Dikutip dari buku Akidah Akhlak tulisan Fida’ Abdillah dkk., secara bahasa kalimat ini memiliki arti pengembalian segala sesuatu kepada Sang Pencipta. Ucapan ini mengandung makna bahwa setiap makhluk hidup diciptakan oleh Allah SWT dan suatu saat akan kembali kepada-Nya.

    Pengucapan kalimat ini tidak hanya merupakan bentuk ungkapan belasungkawa, tetapi juga menjadi simbol keimanan seorang Muslim dalam menghadapi musibah, bahwa apa pun yang terjadi adalah ketetapan dari Allah SWT.

    Simak lebih lanjut mengenai penggunaan bacaan innalillahiwainnailaihirojiun beserta kondisi-kondisi yang dianjurkan membaca kalimat tarji tersebut.

    Landasan Dalil Kalimat Innalillahiwainnailaihirojiun

    Landasan dari kalimat innalillahiwainnailaihirojiun tercantum dalam ayat Al-Qur’an dalam surah Al-Baqarah ayat 156 sebagai reaksi seorang Muslim saat mengalami musibah:

    اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).”

    Ayat ini memberikan pedoman bahwa saat ditimpa musibah, seorang Muslim hendaknya mengingat bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Sikap seperti ini membawa ketenangan dalam hati, menguatkan rasa tawakal, dan menanamkan keyakinan bahwa setiap cobaan merupakan ujian yang datang dari Sang Pencipta. Bagi umat Islam, kalimat tarji’ ini bukan hanya ucapan, melainkan pengingat yang kuat akan kuasa Allah SWT dalam kehidupan dan kematian.

    Bacaan Innalillahiwainnailaihirojiun: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

    Berikut ini adalah bacaan lengkap innalillahiwainnailaihirojiun dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali.”

    Kapan Dianjurkan Membaca Innalillahiwainnailaihirojiun?

    Ucapan innalillahiwainnailaihirojiun biasanya diucapkan saat mendengar kabar kematian. Namun sejatinya, kalimat ini juga bisa diucapkan saat mendengar atau menghadapi musibah lainnya.

    Berikut adalah beberapa contoh keadaan yang dianjurkan untuk mengucapkan kalimat tarji innalillahiwainnailaihirojiun.

    1. Mendengar Kabar Kematian

    Saat mendengar kabar kematian seseorang dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali.”

    2. Terkena Musibah

    Saat terkena musibah atau cobaan berat dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, Allahumma inni a’udzu bika min al-jubni, wa a’udzu bika an uradda ila ardzalil ‘umuri, wa a’udzu bika min fitnatid dunya, wa a’udzu bika min ‘adzabil qabr.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, kepikunan, musibah dunia, dan siksa kubur.”

    3. Tersandung di Jalan

    Saat tersandung atau mengalami kejadian kecil yang mengejutkan dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنَ الشُّرُورِ الَّتِي لَا تُرَى، وَأَبْعِدْنِي عَنْ كُلِّ سُوءٍ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, Allāhumma ihfaẓnī mina ash-shurūri allati lā turā, wa ab’idnī ‘an kulli sū’in.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah lindungilah aku dari keburukan yang tak terlihat dan jauhkanlah aku dari segala bahaya.”

    4. Kehilangan Barang atau Sesuatu

    Saat kehilangan barang atau sesuatu yang berharga, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ رَادَّ الضَّالَّةِ وَهَادِيَ الضَّالَّةِ تَهْدِي مِنَ الضَّلَالَةِ اُرْدُدْ عَلَيَّ ضَالَّتِي بِقُدْرَتِكَ وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهَا مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, Allahumma raddad dhaallati wa haadiyad dhaallati tahdii minad dhalaalati urdud ‘alayya dhaallatii bi qudratika wa sulthaanika fa innahaa min ‘athaa-ika wa fadhlika.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah Yang Maha Mengembalikan sesuatu yang hilang dan Penunjuk mereka yang tersesat, Engkau adalah Zat yang menunjukkan jalan keluar dari kesesatan, aku bermohon agar harta bendaku yang hilang dikembalikan kepadaku dengan ketetapan dan kekuasaan-Mu karena itu adalah dari pemberian dan anugerah-Mu kepadaku.”

    5. Ketika Sedang Sakit

    Saat sedang sakit, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ أعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُهُ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah a’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudroti min syarri maa ajiduhu.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, Aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya daripada kejelekan sesuatu yang telah aku rasakanya.”

    6. Terkena Musibah Banjir

    Saat terkena musibah banjir, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Arab lain: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, Allahumma inni a’udzu bimu’afaatika an u’aaqaba min niqmatika.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah aku berlindung dengan kebesaran-Mu dari kebinasaan dari bawahku.”

    7. Melihat Musibah Longsor atau Gempa Bumi

    Saat melihat musibah longsor atau gempa bumi, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْ تَزُولاً وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah Innal-lâha yumsikus-samâwâti wal-ardhi an tazûlan, Wa la’in zalatan in amsakahumâ min ahadin min ba’dihi.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang- pun yang dapat menahan kedua tangannya selain Allah.”

    8. Mendengar Berita Kebakaran

    Saat mendengar berita kebakaran, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar.”

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

    9. Menjenguk Teman yang Sakit

    Saat menjenguk teman yang sakit, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ أَسْأَلُ اللهُ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يشفيك

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah as-alulloohal azhiima rabbal ‘arsyil adhiimi an yasyfiyaka.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah Aku mohon kepada Allah yang Mahaagung, Tuhan yang mempunyai singgasana yang agung, semoga Allah menyembuhkan engkau.”

    10. Mendoakan Orang yang Meninggal

    Saat mendoakan orang yang meninggal, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِـ … وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِينَ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ وَنَوِّرٌ لَهُ فِيهِ.

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah, Alloohummaghfir li …… (sebutkan nama orang yang meninggal) warfa’ darojatahuu fil mahdiyyiin, wakhlufhu fii ‘aqibihii fil ghoobiriin, waghfir lanaa wa lahuu yaa robbal ‘aalamiin, wafsah lahuu fii qobrihii wa nawwir lahuu fiih.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, ampunilah …… (orang yang meninggal) dan angkatlah derajatnya di antara orang-orang yang mendapat petunjuk. Gantikanlah sesudahnya bagi mereka yang ditinggalkan, ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam. Lapangkanlah dia di kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.”

    11. Ucapan Belasungkawa kepada Keluarga yang Ditinggalkan

    Saat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ إِنَّا لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرُ وَلْتَحْتَسِبْ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah, Innallaha må akhadza walahu mâ a’thả wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musamman faltashbir waltahtasib

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah. Sesungguhnya Allah mempunyai hak untuk mengambil dan memberikan sesuatu, dan segala sesuatu yang berada di sisi-Nya ada batas waktu(ajal) yang telah ditentukan. Maka bersabarlah dan berharaplah pahala.”

    12. Mengharapkan Tempat Terbaik di Akhirat

    Saat mengharapkan tempat terbaik di akhirat bagi yang telah wafat, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ رَبِّ انْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah, Rabbi anzilnî munzalan mubarakan wa anta khair almunzilîn.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi. Engkau adalah sebaik-baik Pemberi tempat.”

    13. Doa Menambahkan Ketabahan

    Saat memohon ketabahan dalam menghadapi ujian, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الْكَافِرِينَ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah, Rabbanaa afrigh ‘alaina shabraw wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kafirin.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

    14. Doa Menguatkan Keimanan

    Saat memohon agar keimanan semakin kuat, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ قُلْ اللَّهُمَّ قِنِي شَرَّ نَفْسِي وَاعْزِمْ لِي عَلَى أَرْشَدِ أَمْرِي

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah Qul allāhumma qinī sharra nafsī wa a’zim lī ‘alā arshadi amrī.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah jagalah aku dari keburukan jiwaku, dan berikanlah aku keteguhan hati untuk menentukan yang terbaik pada urusanku.”

    15. Memohon Ampunan dan Rahmat Dari Allah SWT

    Saat memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah. Rabbana zhalamnâ anfusana wa in lam taghfir lanâ wa tarhamnâ lanakûnanna min al-khâsirîn.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, Ya Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”

    16. Mendoakan Masuk Surga

    Saat mendoakan agar dapat masuk surga, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah. Allaahumma inaa nas-aluka ridhaaka wal jannata wa na’uudzubika min sakha- thika wan naari

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah sesungguhnya kami memohon ridha-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan neraka.”

    17. Melindungi dari Siksa Kubur

    Saat memohon perlindungan dari siksa kubur, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَاعْوذُ بِكَ أَنْ أَرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ( يَعْنِي فِتْنَةً الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah’, Allahumma inni a’udzu bika min al-bukhli wa a’udzu bika min al-jubni wa a’udzu bika an uradda ila ardzalil ‘umuri wa a’udzu bika min fitnatid-dunya (ya’ni fitnatad-dajjal) wa a’udzu bika min ‘adzabil-qabr.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, dan aku berlindung kepada-Mu pula dari sifat pengecut. Aku berlindung kepada-Mu dari sisa umur yang sia-sia. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa dunia (yakni siksaannya Dajjal), dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.”

    18. Memberikan Kesabaran

    Saat memohon kesabaran, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي صَبُوْرًا وَاجْعَلْنِي شَكُورًا وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنِي صَغِيرًا وَ فِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيرًا.

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah. Allaahummaj’alnii shabuuraa waj’alnii syakuraa waj’alnii fii ‘ainii shaghiraa wa fii a’yuniin naasi kabiiraa.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, jadikanlah aku golongan orang-orang yang sabar dan jadikanlah aku golongan orang- orang yang bersyukur. Serta, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku dan besar dalam pandangan manusia.”

    19. Agar Dosa Diampuni

    Saat memohon agar dosa diampuni, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah. Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa wa qinaa ‘adzzaban naar.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    20. Doa Kelapangan Kubur

    Saat mendoakan kelapangan kubur bagi yang telah wafat, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَا بِي سَلَمَةَ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ وَنَوْرْ لَهُ فِيهِ وَاخْلُفْهُ فِي عَقْبِهِ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah, Allahummaghfir li abi salamata warfa’ darajatahu fil mahdiyyina wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi wakhlufhu fi ‘aqbihi.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, ampunilah dosa Abu Salamah (ganti dengan nama mayat), semoga Engkau mengangkat derajatnya bersama orang-orang yang mendapat hidayah, lapangkanlah kuburnya, terangilah di dalamnya dan semoga Engkau menggantinya pada keturunannya.”

    21. Mengharapkan Syafaat Nabi Muhammad SAW

    Saat mengharapkan syafaat Nabi Muhammad SAW, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ للَّهُمَّ ارْزُقْنِي شَفَاعَةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ القِيَامَةِ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أُمَّتِهِ الَّذِينَ يَحْظَوْنَ بِحِمَايَتِهِ وَبَرَكَتِهِ.

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah, Allāhumma arzuqnī shafā’ata nabiyyika Muḥammadin ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam yawma al-qiyāmah, waj’alnī min ummatihi alladhīna yaḥẓawna biḥimāyatihi wa barakatihi.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah, anugerahkanlah aku syafaat Nabi-Mu, Muhammad SAW, di hari kiamat nanti, dan jadikanlah aku termasuk umat yang mendapat perlindungan dan keberkahan dari beliau.”

    22. Sebagai Bentuk Kepasrahan

    Saat mengungkapkan kepasrahan kepada Allah SWT, dapat membaca

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُوْنَ يا ٱللَّٰهِ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ بِعِزَّتِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْ تُضِلُّني أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوْتُ وَالْجِنُّ وَالْإِنْسِ يَمُوتُوْنَ

    Arab latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn, ya Allah, Allaahumma laka aslamtu, wabika aamantu, wa’alaika tawakkaltu, wailaika anabtu, wabika khashamtu. allaa- humma innni a’uudzubika bi’izzatika laa ilaaha illaa anta an tudlillanii, antal hayyulladzii laa yamuutu waljinnu wal insu yamuutuuna.

    Artinya: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah pula kita semua akan kembali. Ya Allah kepada-Mu-lah aku memasrah- kan diri, kepada-Mu aku beriman, dan juga kepada- Mu aku bertawakal serta kepada-Mu aku memohon perlindungan. Ya Allah…sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (janganlah Engkau) menyesatkan aku, sebab Engkau adalah Tuhan Yang Mahahidup yang tidak akan mati, sementara jin dan manusia akan mati binasa.”

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Wafatnya Pendiri Mazhab Hanbali, Digoda Setan Jelang Ajalnya



    Jakarta

    Ahmad bin Hanbal adalah salah satu tokoh imam besar dalam Islam. Menjelang wafatnya, pendiri Mazhab Hanbali ini diketahui menderita penyakit keras. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, ia sempat diganggu setan kala menghadapi sakaratul mautnya.

    Saat itu bertepatan dengan Rabiul Awal 241 Hijriah atau 855 M. Imam Ahmad sudah menderita sakit yang amat parah yang membuat suhu tubuhnya memanas, napasnya tersengal-sengal, hingga tubuhnya terus melemah.

    Shalih bin Ahmad, putranya memberikan kesaksian kondisi ayahnya yang saat itu kurang dari lima puluh hari menjelang ajal. Dikutip dari Rab Man Maata Wahua Yushalli oleh Mahmud bin Abul Malik Al-Zugbi terjemahan Yusni Amru dan Fuad Nawawi. Imam Ahmad bahkan tidak mengeluh kesakitan sekali pun. Raut wajahnya tetap tenang meski berada di puncak kesakitan.


    Kemudian, Shalih bin Ahmad bercerita, Imam Ahmad tiba-tiba mengeluarkan beberapa keping uang di selembar sapu tangan yang disimpannya. Sang imam pun berwasiat kepada putranya untuk menginfakkan uang tersebut atas nama dirinya.

    Beberapa hari setelahnya, sakaratul maut pun menghampiri Imam Ahmad. Shalih bin Ahmad turut menceritakan kesaksiannya saat sang ayah melalui detik-detik sebelum kematiannya.

    Shalih bin Ahmad mengatakan, ayahnya kerap kali mengucapkan, “Tidak akan!” pada saat sakaratul maut. Shalih bin Ahmad maupun Abdullah bin Ahmad–putra kedua Imam Ahmad–heran dan bertanya kepada ayahnya.

    “Wahai Ayah, apa maksud dari perkataan yang selalu engkau ucapkan ini?”

    Imam Ahmad menjawab, “Wahai anakku, sesungguhnya iblis berdiri di pojok rumah ini. Dia sedang menggigit jarinya seraya berkata, ‘Apakah engkau akan terkecoh olehku, wahai Ahmad?’ maka, aku berkata demikian.”

    Setelahnya, Imam Ahmad memberi isyarat pada para ahli warisnya untuk mewudhukan dan membersihkan sela-sela jemarinya. Tak lama seusai Imam Ahmad sempurna diwudhukan oleh kedua putranya, ia pun mengembuskan napas terakhirnya tepat pada Jumat pagi.

    Kabar duka itu pun tak lama tersiar cepat. Umat Islam berbondong-bondong melayatnya, bahkan seketika jalanan pun menjadi sempit karena dijejali oleh iring-iringan para pelayat dari berbagai penjuru untuk mengantarkan sang imam besar tersebut.

    Berdasarkan cerita wafatnya Imam Ahmad, saat ajal manusia sudah dekat atau saat sakaratul maut pun, manusia tidak lepas dari gangguan setan. Keterangan ini juga ternyata pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Setan menggoda manusia pada saat sekarat karena saat itu adalah waktu hajat.

    Ibnu Taimiyah dalam Majmu Al Fatawa menyebutkan gangguan setan menjelang ajal tidak berlaku sama bagi tiap orang. Menurutnya bahkan ada yang ditawarkan lebih dari dua agama oleh setan di saat-saat menjelang ajalnya.

    Keadaan tersebut termasuk dengan fitnah kehidupan dan kematian. Sebab itu, muslim dianjurkan untuk senantiasa memohon perlindungan Allah SWT dari gangguan setan.

    (rah/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Tentang Usia Nabi Daud AS, Benarkah Dapat Tambahan dari Nabi Adam AS?



    Jakarta

    Nabi Daud AS disebut memiliki usia yang lebih panjang dari ketetapan awalnya. Menurut riwayat, ia mendapat tambahan usia dari Nabi Adam AS.

    Merujuk pada Qashash al-Anbiyaa’ yang ditulis Ibnu Katsir dan diterjemahkan Saefulloh MS, kisahnya bermula ketika Allah SWT mengeluarkan anak-anak keturunan Nabi Adam AS dari punggungnya, lalu beliau melihat di antara mereka ada yang menjadi para nabi.

    Nabi Adam AS melihat di antara anak-anak keturunannya seorang laki-laki yang bercahaya. Kemudian Nabi Adam AS bertanya, “Wahai Tuhanku, siapakah dia?” Allah SWT menjawab, “Ia adalah anak keturunanmu yang bernama Daud.” Nabi Adam AS kembali bertanya, “Wahai Tuhanku, berapa umurnya?” Allah menjawab, “Enam puluh tahun.”


    Kemudian Nabi Adam AS berkata, “Wahai Tuhanku, tambahkanlah umurnya.” Allah menjawab, “Tidak, Aku tidak akan menambah umurnya, kecuali Aku tambah umurnya dengan mengambil dari umurmu.”

    Umur Nabi Adam AS adalah seribu tahun. Lalu dari umurnya itu diambil 40 tahun untuk ditambahkan kepada salah satu anak keturunannya, yaitu Nabi Daud AS. Ketika ajalnya tiba, malaikat maut datang kepadanya. Nabi Adam AS bertanya keheranan, “Bukankah umurku masih tersisa empat puluh tahun lagi?”

    Rupanya, Nabi Adam AS lupa kalau umurnya telah berkurang karena telah dikurangi untuk menambah umur salah satu anak keturunannya, yaitu Daud AS. Akan tetapi, kemudian Allah SWT menyempurnakan usia Nabi Adam AS tetap seribu tahun dan usia Nabi Daud AS seratus tahun.

    Kisah tersebut berasal dari hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Ibnu Abbas. Tirmidzi juga meriwayatkannya dari Abu Hurairah dan ia mengatakan bahwa hadits tersebut berkedudukan shahih.

    Ibnu Jarir berkata, “Ahli Kitab berpendapat bahwa usia Daud adalah 77 tahun.” Ibnu Katsir menanggapi, “Ini pendapat yang keliru dan tidak bisa diterima.” Mereka juga berkata, “Masa pemerintahan kerajaannya adalah empat puluh tahun.” Pendapat ini bisa saja diterima atau tidak karena memang tidak ada dalil yang harus menolak atau menerimanya. Wallahu a’lam.

    Nabi Daud AS Dijemput Malaikat Maut

    Imam Ahmad menyebutkan di dalam kitab Musnad-nya tentang kisah Nabi Daud AS didatangi malaikat maut. Riwayat ini jalurnya sampai pada Abu Hurairah yang meriwayatkan dari Rasulullah SAW.

    Beliau SAW bersabda, “Daud adalah seorang nabi yang memiliki kecemburuan sangat besar. Apabila beliau keluar rumah, beliau selalu mengunci pintu-pintu rumahnya, sehingga tidak seorang pun yang dapat masuk menemui keluarga (istrinya), hingga beliau kembali pulang.

    Pada suatu hari, beliau keluar rumah dan beliau segera menutup pintu rumahnya. Istrinya mnelihat-lihat di dalam rumahnya. Tiba-tiba terdapat seorang laki-laki berada di dalam rumahnya. Lalu ia bertanya-tanya (di dalam hatinya): ‘Siapa yang ada di dalam rumah? Dari mana laki-laki itu bisa masuk ke dalam rumah, padahal semua pintu sudah terkunci rapat? Sungguh, aku aku melaporkannya kepada (suamiku) Daud.”

    Kemudian Daud datang dan laki-laki itu tiba-tiba ada di tengah-tengah rumahnya. Lalu Daud bertanya kepada laki-laki itu: ‘Siapa engkau?’ Ia menjawab: ‘Aku adalah makhluk yang tidak takut sedikitpun kepada raja dan tidak ada suatu dinding pun yang dapat menghalangiku.’ Daud berkata: ‘Kalau begitu, engkau adalah malaikat maut.

    “Selamat datang dengan perintah Allah yang engkau bawa,” ujar Daud.

    Beberapa saat selanjutnya, malaikat maut mencabut nyawa Daud.

    Ketika beliau dimandikan dan dikafani, tiba-tiba suasana berubah dengan munculnya matahari yang menyinarinya. Lalu, Sulaiman berkata kepada burung: Naungilah (jenazah) Daud.’ Burung pun segera menaunginya, sehingga keadaan bumi menjadi terlihat gelap.

    Setelah itu, Sulaiman berkata kepada burung: Lepaskan naungan kedua sayapmu.

    Abu Hurairah berkata, “Pada jenazah Rasulullah juga diperlakukan hal yang sama oleh para burung. Ketika Rasulullah wafat, saat itu tempat penguburan jenazah beliau dinaungi oleh seekor burung yang panjang sayapnya.” (HR Ahmad)

    Imam Ahmad meriwayatkan hadits di atas secara tunggal (sendirian) dengan sanad-sanadnya yang baik, kuat, dan hadits yang tepercaya.

    Adapun maksud dari kata-kata Abu Hurairah “Saat itu jenazah beliau (Rasulullah) dinaungi oleh seekor burung yang panjang sayapnya” adalah kedua sayap burung itu dapat menaungi tempat penguburan jenazah. Burung itu sejenis elang yang bertubuh sangat besar dan bersayap sangat panjang hingga kedua sayapnya dapat menaungi tempat penguburan jenazah sekaligus.

    Kisah Wafatnya Nabi Daud

    Menurut sejumlah riwayat, Nabi Daud AS wafat secara mendadak. As-Saddi meriwayatkan dari Abu Malik, dari Ibnu Malik, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Daud wafat secara mendadak pada hari Sabtu. Jenazahnya dinaungi oleh sayap burung.”

    As-Saddi juga meriwayatkan dari Abu Malik dan dari Sa’id Bin Jubair, ia berkata, “Daud wafat pada hari Sabtu secara mendadak.”

    Ishaq bin Basyar meriwayatkan dari Sa’id bin Abi Arubah, dari Qatadah, dari al-Hasan, ia berkata, “Daud wafat dalam usia seratus tahun. Beliau wafat pada hari Rabu secara mendadak.”

    Abu Sakan al-Hijri berkata, “Ibrahim al-Khalil wafat secara mendadak. Begitu pula Daud juga wafat secara mendadak. Demikian juga putranya, Sulaiman yang wafat secara mendadak.”

    Sebagian para perawi hadits meriwayatkan bahwa malaikat maut datang menemui Nabi Daud AS sementara beliau sendiri sedang turun dari mihrabnya. Lalu, Nabi Daud AS berkata kepada malaikat maut, “Tunggu sebentar, sampai aku naik atau turun lebih dulu.” Malaikat maut berkata, “Waktu (ajal)-mu telah habis.”

    Setelah itu, Nabi Daud AS tersungkur sujud dan nyawanya dicabut dalam kondisi bersujud.

    Ishaq bin Basyar berkata, “Wafir bin Sulaiman memberitahu kami, dari Abu Sulaiman al-Filisthini, dari Wahab bin Munabbih, ia berkata: ‘Sesungguhnya, masyarakat ramai-ramai menghadiri jenazah Daud. Mereka duduk di bawah terik matahari di musim panas.

    Jennazah Nabi Daud AS diusung oleh 40.000 rahib, di antaranya rahib yang bernama al-Baranis dan lain-lainnya dari kalangan masyarakat. Tidak ada seseorang yang wafat dari kalangan bani Israil setelah Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS yang membuat mereka sangat bersedih dan kehilangan, selain Nabi Daud AS.

    Wallahu a’lam.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Allah Menukar Arak Menjadi Madu kepada Pemuda yang Berniat Tobat


    Jakarta

    Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang bertobat. Ada berbagai kisah bagaimana Ia telah mengampuni hamba-Nya hendak bertobat bahkan sebelum tobatnya itu terlaksana.

    Seperti salah satu kisah tentang seorang pemuda yang berniat tobat dari khamar. Kisah ini mengandung pelajaran berharga tentang kejujuran, tobat, dan kasih sayang Allah bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar.

    Berikut kisahnya yang dikutip dari kitab Qashash Muatssirah li al-Syabab karya Iyyadh Faiz yang tercantum dalam buku Kumpulan Kisah Teladan yang disusun oleh Prof. Dr. Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D.


    Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Al-Khattab berjalan di lorong-lorong Kota Madinah, mengamati keadaan rakyatnya. Saat mencapai sebuah persimpangan jalan, beliau melihat seorang pemuda yang tampak gelisah.

    Pemuda itu membawa sebuah kendi yang ia sembunyikan di balik kain sarung yang diselempangkan di punggungnya. Gerak-geriknya mencurigakan, sehingga Umar bin Khattab pun bertanya dengan suara tegas, “Apa yang engkau bawa itu?”

    Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu menjadi panik dan gugup. Ia sangat takut akan kemarahan Umar yang terkenal dengan ketegasannya dalam menegakkan hukum Islam.

    Dalam kepanikannya, ia spontan menjawab, “Ini adalah kendi berisi madu.”

    Padahal, kenyataannya kendi tersebut berisi khamar (arak), minuman yang diharamkan dalam Islam.

    Meski telah berbohong, pemuda itu sebenarnya sedang berada dalam pergulatan batin. Ia telah menyadari kesalahannya dan memiliki keinginan kuat untuk bertobat.

    Namun, kebiasaan buruk itu sulit ia tinggalkan. Dalam hatinya, ia telah menyesali perbuatannya dan ingin berhenti dari kebiasaan minum khamar. Diam-diam, ia berdoa kepada Allah dengan penuh harap agar Umar tidak sampai memeriksa isi kendinya.

    Namun, Khalifah Umar yang terkenal dengan ketegasannya tidak langsung percaya begitu saja. Beliau ingin memastikan kebenaran ucapan pemuda itu, lalu berkata, “Biar aku lihat sendiri isi kendi itu.”

    Saat pemuda itu mendengar permintaan tersebut, ia semakin takut. Ia menyadari bahwa jika Umar mengetahui isi kendi itu adalah arak, ia akan dihukum berat. Dengan penuh ketakutan, dalam hati ia memohon kepada Allah SWT agar menyelamatkannya dari kemarahan sang khalifah.

    Dalam keajaiban yang luar biasa, Allah SWT mengabulkan doa pemuda tersebut. Ketika Umar membuka tutup kendi dan melihat isinya, ternyata yang ada di dalamnya benar-benar madu, bukan lagi khamar.

    Allah telah menggantikan isinya sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba yang ingin bertobat dengan sungguh-sungguh. Pemuda itu sangat terharu dan semakin yakin bahwa Allah Maha Pengampun bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh ingin meninggalkan keburukan.

    Kisah ini menjadi pelajaran bahwa ketika seseorang memiliki niat yang ikhlas untuk bertobat, Allah akan membukakan jalan baginya. Dalam ajaran Islam, minum khamar merupakan dosa besar yang memiliki dampak spiritual yang berat. Rasulullah SAW bersabda,

    “Seteguk khamar diminum, maka tidak diterima Allah amal fardhu dan sunatnya selama tiga hari. Dan siapa yang minum khamar dalam jumlah satu gelas, maka Allah tidak akan menerima sholatnya selama empat puluh hari. Dan orang yang tetap minum khamar, maka Allah akan memberinya minuman dari ‘Nahrul Khabal’.”

    Ketika para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Nahrul Khabal itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah darah bercampur nanah dari ahli neraka.”

    Kisah ini menjadi pengingat bahwa Allah Maha Pengampun, tetapi juga Maha Adil dalam memberikan balasan. Bagi siapa yang masih bergelimang dalam dosa, hendaklah segera bertobat sebelum ajal menjemput. Sebagaimana pemuda dalam kisah ini yang berniat untuk meninggalkan kemaksiatan, Allah SWT pun membantunya dengan cara yang tidak disangka-sangka.

    Wallahu a’lam.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com