Tag: akademisi

  • Segini Minimal IPK Buat Daftar Beasiswa Unggulan, Harus Cumlaude?



    Jakarta

    Beasiswa Unggulan adalah salah satu beasiswa yang memberikan syarat minimal IPK bagi pelamar. Lantas, berapa minimal IPK buat daftar Beasiswa Unggulan?

    Seperti diketahui, Beasiswa Unggulan merupakan beasiswa di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang menawarkan pembiayaan penuh selama masa studi serta tunjangan hidup. Beasiswa ini dibuka untuk jenjang S1, S2, dan S3.

    Namun sebelum diterima, pelamar wajib mengikuti seleksi yang mensyaratkan IPK minimal. Berapa IPK yang dibutuhkan agar lulus Beasiswa Unggulan?


    Minimal IPK Buat Daftar Beasiswa Unggulan

    Menurut Pedoman Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2024, pelamar Beasiswa Unggulan harus memenuhi minimal IPK sebagai berikut:

    Mahasiswa on-going S1: IPK paling rendah 3,25 pada skala 4

    Mahasiswa on-going S2: IPK paling rendah 3,25 pada skala 4 dan IPK S1 paling rendah 3,25 pada skala 4

    Mahasiswa on-going S3: IPK paling rendah 3,40 pada skala 4 dan IPK S2 paling rendah 3,40 pada skala 4

    Apakah minimal IPK di atas termasuk cumlaude? Jika melihat dari ketentuan resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), predikat cumlaude diberikan kepada mahasiswa yang nilai indeks prestasi kumulatif atau IPK-nya tinggi dan memenuhi syarat-syarat dari kampus.

    Menurut laman Telkom University, ketentuan IPK cumlaude adalah sebagai berikut:

    3,50-3,79 cumlaude (dengan pujian)
    3,79-3,99 magna cumlaude (dengan kehormatan besar)
    4,00 summa cumlaude (dengan kehormatan tertinggi)

    Jika mengacu pada ketentuan cumlaude di atas, minimal IPK buat daftar Beasiswa Unggulan tidak harus cumlaude.

    Syarat Dokumen Beasiswa Unggulan

    Meski pendaftaran Beasiswa Unggulan 2025 belum dibuka, detikers bisa mulai menyiapkan syarat IPK minimal serta dokumen yang diperlukan di bawah ini:

    Kartu tanda penduduk (KTP)

    Kartu tanda mahasiswa (khusus mahasiswa on-going)

    Surat penerimaan/keterangan lulus/LoA unconditional dari perguruan tinggi (khusus mahasiswa baru)

    Surat keterangan aktif kuliah yang diterbitkan oleh perguruan tinggi (khusus mahasiswa on-going)

    Kartu hasil studi (KHS) semester 1 dan 2 (khusus mahasiswa on-going)

    Ijazah dan transkrip nilai terakhir

    Sertifikat UKBI untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri yang diterbitkan oleh Badan Bahasa Kemendikbud

    Sertifikat bahasa Inggris untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri

    Rencana studi bagi program S2

    Proposal penelitian disertasi bagi program S3

    Surat rekomendasi dari akademisi atau institusi terkait

    Surat pernyataan pendaftar Beasiswa Unggulan

    Sertifikat prestasi dan kompetensi.

    Itulah minimal IPK buat daftar Beasiswa Unggulan. Semoga membantu!

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • H-6 Pendaftaran LPDP Tahap 2 Tahun 2025 Ditutup, Cek Lagi Dokumen Syaratnya!


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahap 2 tahun 2025 segera ditutup pada 31 Juli 2025 mendatang. Setidaknya, detikers masih punya waktu 6 hari untuk menyelesaikan pendaftaran.

    Seperti yang diketahui, proses pendaftaran LPDP dilakukan secara daring melalui laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/. Pada tahap pertama, calon awardee akan menghadapi seleksi administrasi.

    Seleksi ini akan menilai kesesuaian dokumen dengan syarat pendaftaran. Untuk kembali mengingatkanmu, berikut ini berbagai dokumen yang perlu dipenuhi pendaftar LPDP Tahap 2 Tahun 2025 dikutip dari laman resminya, Jumat (25/7/2025). Cek di sini ya!


    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025

    1. Diisi Melalui Online Form

    • Biodata diri
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat yang diterbitkan paling lama 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit profil diri pada formulir pendaftaran online
    • Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Proposal penelitian (khusus doktor)
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi.

    2. Dokumen Perlu Diunggah

    • Kartu tanda penduduk (KTP).
    • Scan ijazah S1/D4/S2 (asli atau legalisir) atau surat keterangan lulus (SKL)
    • Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi)
    • Scan transkrip nilai S1/D4/S2 (bukan transkrip profesi)
    • Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemdiktisaintek/Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah sesuai ketentuan
    • Dokumen konversi IPK dari Kemdiktisaintek/Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK sesuai ketentuan
    • Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli)
    • Letter of acceptance (LoA) unconditional yang sesuai dengan ketentuan LPDP (jika ada)
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat
    • Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan
    • Dokumen nomor induk dosen nasional (NIDN) bagi pendaftar berprofesi dosen tetap
    • Surat pernyataan promotor bagi pendaftar jenjang doktor (opsional)
    • Surat keterangan pimpinan instansi/lembaga/perusahaan bagi pendaftar jenjang doktor (opsional).

    Cara Daftar LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    • Mendaftar secara online di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    • Registrasi akun pendaftaran
    • Verifikasi akun pendaftaran di email masing-masing
    • Login ke akun menggunakan email dan password yang sudah didaftarkan sebelumnya
    • Update informasi data diri dan keluarga
    • Pendaftaran beasiswa
    • Lengkapi informasi penilaian diri
    • Lengkapi informasi riwayat pendidikan dan pekerjaan
    • Lengkapi informasi pengalaman organisasi
    • Lengkapi informasi lainnya seperti pengalaman latihan dan sebagainya
    • Unggah atau isi surat rekomendasi
    • Validasi pekerjaan PNS bagi pendaftar berstatus CPNS/PNS/TNI/POLRI
    • Unggah dokumen persyaratan
    • isi surat pernyataan dan submit pendaftaran
    • Memeriksa status pendaftaran
    • Tunggu pengumuman seleksi administratif.

    Ketentuan lengkap tentang cara mendaftar bisa dilihat dengan KLIK DI SINI.

    Jadwal Seleksi LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    • Pendaftaran seleksi: 30 Juni – 31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus – 21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Pengajuan sanggah: 23 – 25 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 – 25 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober – 19 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025
    • Periode perkuliahan dimulai: Paling cepat Bulan Januari 2026.

    Informasi lain bisa dilihat dengan mengunjungi laman resmi LPDP pada tautan https://lpdp.kemenkeu.go.id/. Ingat pendaftaran sebentar lagi ditutup, jadi segera selesaikan ya detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kini, Daftar Beasiswa LPDP Afirmasi Dalam Negeri Tak Perlu Lagi Sertifikat Bahasa Inggris



    Jakarta

    Detikers ingin daftar beasiswa LPDP tapi belum punya sertifikat kemahiran bahasa Inggris? Tak perlu khawatir, tidak semua jenis beasiswa mewajibkan dokumen tersebut.

    Kepala Subdivisi Komunikasi LPDP, Ari Kuncoro mengatakan, para pemburu beasiswa LPDP kategori Afirmasi dengan tujuan dalam negeri tidak diwajibkan menyertakan syarat tersebut seperti TOEFL atau IELTS.

    “Jadi bagi yang hanya ingin studi (afirmasi) di dalam negeri, LPDP tidak mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris,” kata Ari dalam seminar The Future Festival 2025 di Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (28/9/2025).


    Ari mengatakan LPDP akan menyediakan kelas dan pelatihan bahasa Inggris setelah peserta dinyatakan lolos beasiswa. Pematangan bahasa Inggris bagi pelamar LPDP ini akan dilakukan selama tiga bulan.

    “Nanti kalau kalian dapat beasiswa LPDP, kami yang akan menyekolahkan kalian untuk belajar bahasa Inggris,” katanya.

    Meski tidak jadi syarat wajib, Ari mengimbau pelamar LPDP dalam negeri agar tidak menyepelekan syarat ini. Ia mengimbau pelamar tetap serius mengikuti kelas bahasa Inggris.

    “Jadi kemampuan bahasa Inggris memang perlu. Nanti LPDP akan sekolahin 3 bulan,” ujarnya.

    Syarat Melamar Beasiswa LPDP Afirmasi

    Adapun syarat lebih lengkap untuk mendaftar beasiswa LPDP Afirmasi dalam negeri yakni:

    1. Status Kewarganegaraan

    Wajib Warga Negara Indonesia (WNI).

    2. Latar Belakang Pendidikan

    – Magister (S2): lulusan D4/S1.

    – Doktor (S3): lulusan S2, atau D4/S1 langsung ke doktor (dengan syarat memiliki LoA unconditional dan memenuhi semua kriteria S3).

    – Tidak boleh daftar ke jenjang yang sama/lower dari gelar yang sudah dimiliki (misalnya lulusan S2 tidak bisa daftar S2 lagi).

    3. Dokumen Tambahan (Khusus)

    – Pendaftar S3: diutamakan melampirkan surat pernyataan promotor atau surat dukungan instansi/lembaga.

    – Lulusan dokter spesialis/subspesialis: bisa pakai transkrip nilai spesialis sebagai syarat IPK.

    – Lulusan luar negeri: wajib sertakan hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kemdikbudristek/Kemenag, atau minimal bukti ajuan jika belum terbit.

    4. Pendaftar Tidak Sedang Menempuh Studi (On Going)

    Pendaftar yang berstatus on going bisa tidak bisa daftar magister maupun doktor baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri.

    5. Rekomendasi

    Harus melampirkan surat rekomendasi dari akademisi bagi yang belum bekerja dan atasan yang sudah bekerja.

    6. Perguruan Tinggi & Program Studi

    Hanya untuk kelas reguler. Tidak berlaku untuk kelas eksekutif, karyawan, jarak jauh, khusus, internasional (untuk studi dalam negeri), multi-kampus lintas negara, atau kelas non-reguler lainnya.

    7. Komitmen & Dokumen Lain

    – Setuju dengan surat pernyataan LPDP.
    – Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak selesai.
    – Menulis rencana pasca studi,
    – Menulis rencana kontribusi di Indonesia.
    – Untuk S3 wajib menulis proposal penelitian.
    – Jika ada, lampirkan publikasi ilmiah, prestasi, atau pengalaman organisasi.

    Dokumen Melamar Beasiswa LPDP Afirmasi

    Berkas Utama

    • Biodata diri (isi di formulir pendaftaran).
    • KTP.
    • Ijazah & Transkrip sesuai jenjang (S1/D4/S2) atau SKL (jika baru lulus).
    • Surat pemberhentian studi (jika pernah kuliah tapi tidak selesai).
    • Penyetaraan ijazah & konversi IPK (khusus lulusan luar negeri).

    Dokumen Tambahan

    • LoA Unconditional (jika sudah ada).
    • Surat rekomendasi dari akademisi/tokoh masyarakat.
    • Surat usulan khusus untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI.
    • NIDN (khusus dosen tetap).

    Dokumen Khusus Doktor (S3)

    • Surat pernyataan promotor (opsional).
    • Surat keterangan pimpinan instansi/lembaga (opsional).
    • Proposal penelitian.
    • Surat pernyataan & komitmen
    • Menyetujui surat pernyataan LPDP di aplikasi.
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan kontribusi.
    • Mengisi profil diri (termasuk riwayat pendidikan yang tidak selesai).
    • Publikasi ilmiah.
    • Prestasi (akademik/non-akademik).
    • Pengalaman organisasi.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Studi Singkat ke Australia, Cek Syaratnya!


    Jakarta

    Kedutaan Besar Australia di Indonesia membuka pendaftaran beasiswa studi singkat ke Negeri Kanguru selama dua minggu. Pendaftaran dibuka hingga 28 November 2025 mendatang.

    Beasiswa studi singkat ini mengambil tema “Tantangan Misinfromasi dan Disinformasi: Meningkatkan Integritas Informasi dan Literasi Media dalam Era Digital”.

    Studi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan jurnalis, pembuat kebijakan, aktivitas, pembuat konten, dan influencer atau pemengaruh media sosial di Indonesia dalam menghadapi misinformasi dan disinformasi. Ada berbagai metodologi pembelajaran yang akan dilalui peserta.


    Dari sesi kelas, studi kasus, kunjungan lapangan, dan diskusi, peserta kemudian diminta untuk membuat sebuat proyek baik individu maupun kelompok. Lalu, apa syarat yang harus dipenuhi?

    Dikutip dari laman resmi Kedubes Australia di Indonesia, berikut informasinya.

    Syarat Beasiswa Studi Singkat di Australia

    Studi ini memiliki kuota sebanyak 25 orang. Calon peserta harus memenuhi syarat seperti:

    1. Memiliki pengalaman minimal empat tahun dalam peran yang relevan.

    2. Target lembaga dan profesi yang bisa mendaftar, seperti:

    – Jurnalis dan editor.

    – Organisasi pemeriksa fakta.

    – Dewan Pers

    – Komisi Pemilihan Umum

    Influencer dan komunitas daring

    – Kementerian yang berikatan dan perencanaan pembangunan nasional, badan keamanan nasional, Kementerian Komunikasi dan Digital, dan Kementerian Luar Negeri

    – Organisasi masyarakat sipil dan organisasi berbasis agama yang relevan.

    – Akademisi.

    3. Kualifikasi pendidikan minimal D3.

    4. Berasal dari organisasi yang sudah mengembangkan atau terlibat dalam media digital dengan program literasi atau mengatasi misinformasi dan disinformasi.

    5. Berkomitmen menjalankan program secara penuh.

    6. Berkomitmen menyebarluaskan pembelajaran dari program ini kepada rekan kerja lain.

    7. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris profesional.

    8. Pelamar yang telah menerima beasiswa dari Pemerintah Australia dilarang mendaftar.

    9. Perempuan dari latar belakang kurang mampu dan penyandang disabilitas didorong untuk melamar.

    10. Mengirimkan dokumen yakni CV dan tanggapan terhadap kriteria seleksi.

    11. Tidak memiliki status penduduk tetap Australia atau sedang mengajukan permohonan untuk menjadi penduduk tetap.

    12. Bukan anggota militer yang sedang bertugas.

    13. Tidak menikah atau bertunangan dengan orang yang memegang atau memenuhi syarat sebagai penduduk tetap Australia atau Selandia Baru.

    14. Bekerja di Indonesia di bidang yang relevan.

    15. Memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan visa.

    16. Beasiswa ini tidak memberikan dukungan visa dan pendanaan untuk anggota keluarga.

    Manfaat Beasiswa Studi Singkat Australia

    1. Perjalanan pulang pergi ke lokasi lokakarya pra-kursus.

    2. Penerbangan pulang pergi ke lokasi studi di Australia.

    3. Perjalanan pulang pergi ke lokasi lokakarya pasca-kursus.

    4. Uang saku biaya hidup AUD 82,20 atau sekitar Rp 894.602 per hari

    5. Asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri selama kursus berlangsung di Australia.

    6. Akomodasi penuh selama program berlangsung.

    7. Visa ke Australia.

    8. Akomodasi tempat tinggal selama program berlangsung

    Informasi pendaftaran lain bisa dilihat melalui laman resmi Kedutaan Besar Australia dengan KLIK DI SINI.

    Demikianlah informasi tentang beasiswa studi singkat ke Australia. Semoga bermanfaat, detikers!

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Peluang Riset di AS, Pendaftaran Program Diperpanjang!


    Jakarta

    Pendaftaran Fulbright US-ASEAN Visiting Scholar Program diperpanjang. Semula dibuka sampai 1 Desember 2025, periode pendaftaran kini berlangsung hingga 15 Desember 2025.

    Program American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF) – Fulbright Indonesia ini membuka kesempatan bagi akademisi dan peneliti RI untuk mengembangkan atau memperbarui penelitian bersama rekan di universitas terakreditasi di Amerika Serikat. Peserta program juga bisa meneliti bersama lembaga penelitian nirlaba AS, baik negeri maupun swasta.

    Visiting scholar dalam program ini akan meneliti dan berkontribusi pada isu-isu prioritas yang berdampak pada hubungan AS-ASEAN, isu prioritas ASEAN, dan/atau yang berimplikasi jelas bagi seluruh kawasan ASEAN. Program ini memprioritaskan penelitian tentang topik-topik hubungan AS-ASEAN yang memiliki signifikansi regional, bukan yang bilateral.


    Pendaftar yang terpilih akan berangkat ke AS untuk riset selama 3-4 bulan pada paruh pertama 2027 di AS. Sebelumnya, cermati dan penuhi persyaratan berikut.

    Hibah Riset US-ASEAN Visiting Scholar

    Hibah ini meliputi:

    • Tunjangan bulanan antara USD 3.164 – USD 4.805 (Rp 52,7 juta – Rp 80,1 juta) per bulan, tergantung pada kota di AS
    • Tiket pesawat kelas ekonomi pergi-pulang direct, serta tunjangan transit dan bagasi USD 600 (Rp 10 juta)
    • Tunjangan profesional dan pemukiman USD 2.233 (Rp 37,2 juta)
    • Biaya laboratorium atau penelitian universitas yang memenuhi syarat, pertimbangan kasus per kasus
    • Biaya laboratorium dan penelitian universitas yang memenuhi syarat hingga USD 3.000 (Rp 50 juta), jika diperlukan

    Sebagai catatan, tidak ada komponen hibah yang disediakan untuk tanggungan. Adapun jelang akhir program sekitar Maret 2027, peserta biasanya akan berkumpul di Washington, DC.

    Syarat Program Riset US-ASEAN Visiting Scholar

    • Warga negara Indonesia
    • Berdomisili di Indonesia selama pencalonan dan proses seleksi berlangsung
    • Bersedia kembali ke Indonesia usai menyelesaikan program riset di AS
    • Merupakan staf pengajar universitas, Kementerian Luar Negeri, pejabat pemerintah, profesional sektor swasta, perwakilan lembaga think tank, atau personel dari organisasi lain yang berfokus pada isu-isu AS-ASEAN
    • Memiliki rekam jejak prestasi akademis atau profesional yang signifikan
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Diutamakan yang belum memiliki pengalaman terkini dan substansial di Amerika Serikat
    • Tidak sedang mengajar, belajar, atau melakukan riset di AS
    • Belum pernah menerima hibah Fulbright dalam 5 tahun terakhir
    • Belum pernah ke AS sebagai J-1 Exchange Visitor kategori profesor atau peneliti dalam 2 tahun terakhir
    • Bukan pegawai, anggota keluarga pegawai, atau tanggungan pegawai AMINEF, Kedutaan Besar (Kedubes) AS, atau US Department of State

    Bidang Riset

    • Pendaftar dapat mengangkat topik yang mendukung inisiatif ASEAN dan tujuan AS di kawasan ASEAN, seperti dukungan terhadap:
      • Integrasi ekonomi dan pasar keuangan regional
      • Keamanan dan kebijakan AI
      • Integrasi teknologi
      • Perluasan kerja sama maritim
      • Pendidikan
      • Teknologi pangan
      • Ilmu informasi
      • Jurnalisme
      • Hukum
      • Administrasi publik
      • Kesehatan masyarakat
      • Perdagangan
      • Investasi
    • Program dan topik yang dipilih harus mencerminkan bidang prioritas Sekretariat ASEAN dan Misi AS untuk ASEAN
    • Program dan topik pilihan harus dapat mencerminkan prioritas dan relevansi bagi negara yang mengajukan nominasi
    • Diprioritaskan bagi proyek penelitian bercakupan regional, dan/atau memiliki implikasi yang jelas bagi seluruh kawasan ASEAN.

    Dokumen Persyaratan

    • Formulir pendaftaran
    • Pernyataan proyek riset sepanjang 3-5 halaman
    • Daftar pustaka, maksimal 3 halaman
    • Curriculum vitae (CV), maksimal 6 halaman
    • Surat undangan dari institusi tuan rumah di AS lebih disukai; tidak wajib saat pendaftaran, tetapi wajib disertakan sebelum seleksi akhir/keberangkatan
    • Tiga surat rekomendasi
    • Salinan transkrip akademik dan ijazah dalam bahasa asli dan terjemahannya dalam bahasa Inggris
    • Salinan dokumen identitas yang sah, yakni KTP atau paspor

    Cara Daftar

    • Buat akun di https://stu.aminef.or.id/grantee/
    • Unduh dan cermati Instruksi Pengisian Aplikasi Daring Program Beasiswa Fulbright US – ASEAN Visiting Scholar
    • Isi dan lengkapi pendaftaran, progres dapat disimpan untuk dilanjutkan kemudian
    • Selesaikan proses pendaftaran dan kirimkan lamaran.

    Informasi hibah riset US-ASEAN Visiting Scholar dari Aminef-Fulbright Indonesia ini dapat dicek lebih lanjut dengan klik di SINI dan akun Instagram @fulbrightindonesia. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Ada yang Tahu Siapa Pendirinya



    Lombok Timur

    Ada sebuah masjid tua di Lombok Timur yang punya misteri. Tidak ada orang yang tahu siapa pendiri masjid tersebut. Kok bisa?

    Masjid Songak merupakan situs budaya di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga menyebutkan sebagai masjid bengan (tua).

    Sebutan itu bukan tanpa alasan. Sebab, Masjid Tua Songak telah berdiri sejak lama. Bahkan, masjid itu telah ada sebelum masyarakat di Desa Songak bermukim.


    Walhasil, tidak satu pun masyarakat desa setempat yang mengetahui waktu pendirian masjid tersebut.

    “Pada dasarnya semua orang di Desa Songak ini tidak tahu persis kapan didirikan masjid ini,” ungkap Murdiyah, salah satu tokoh lembaga adat di Desa Songak, ketika ditemui di pelataran Masjid Tua Songak, Minggu (23/3/2023).

    Sampai saat ini, belum ada bukti maupun catatan sejarah mengenai waktu dan tokoh yang mendirikan Masjid Tua Songak. Maka dari itu, waktu pendirian dan sosok yang membangun masjid itu belum terungkap.

    Saat ditemukan, di dalam masjid hanya terdapat beberapa benda, seperti tombak dan juga gulungan berisi teks khotbah. Berbagai benda yang dianggap bersejarah itu hingga kini masih disimpan di Masjid Tua Songak.

    Namun, menurut Murdiyah, beberapa sumber dari hasil penelitian para akademisi mengungkapkan keberadaan masjid tersebut telah ditemukan 30 tahun sebelum Gunung Samalas meletus. Menurut catatan sejarah, Gunung Samalas meletus pada tahun 1.258 Masehi.

    Murdiyah juga menuturkan asal muasal keberadaan Desa Songak. Salah satu desa di Pulau Lombok ini pertama kali ditempati seorang tokoh bernama Guru Kodan yang berasal dari Jurang Koak.

    “Konon Guru Kodan ini asalnya dari Desa Leaq atau dikenal dengan Desa Pamatan, beliau dan pengikutnya awalnya dahulu mengungsi ke Jurang Koak karena letusan Gunung Samalas,” tutur Murdiyah.

    Guru Kodan dan pengikutnya mendatangi Desa Songak dan menemukan Masjid Kuno Songak. Sejak saat itulah Guru Kodan dan pengikutnya menetap di desa tersebut.

    Masjid Sudah Direnov Berulang Kali

    Masjid Tua Songak sudah dilakukan beberapa kali direnovasi. Tujuannya supaya bisa dimanfaatkan untuk beribadah oleh masyarakat desa setempat.

    Pantauan detikBali, beberapa struktur bangunan sudah dilakukan perbaikan, seperti lantai masjid yang dipasangi keramik dan bagian atap dari ilalang sudah dilakukan peremajaan. Bangunan masjid juga mengalami perluasan di area teras agar bisa menampung jemaah lebih banyak.

    “Ada sebuah kaidah Nahdlatul Ulama yang mengatakan peliharalah apa adanya dan manfaatkanlah sebagaimana fungsinya, jadi ini yang kami pegang selama ini,” terang Murdiyah.

    Situs Budaya Masjid Tua Songak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB, tampak dari halaman depan, Minggu (23/3/2025). (Sanusi Ardi W/detikBali)Situs Budaya Masjid Tua Songak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB (Sanusi Ardi W/detikBali)

    Berdasarkan kaidah itu, tutur Murdiyah, masyarakat Desa Songak melakukan pemeliharaan bangunan masjid dan menggunakan sebagaimana fungsinya, yakni sebagai fasilitas untuk beribadah. “Jadi ini tujuan kami merehabnya supaya bisa digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

    Meski berulang kali direhabilitasi, beberapa keaslian bentuk bangunan masih dipertahankan. Salah satunya empat tiang yang menjadi penyangga di dalam areal masjid. Luas masjid juga masih dipertahankan sampai sekarang, yakni 9×9 meter persegi.

    “Itu kami tidak boleh ubah. Sampai sekarang ukurannya tetap sama, yaitu 9×9 meter. Kalau di bagian atap itu sudah diperbaiki 15 tahun sekali. Begitu juga dengan lantainya, kami pasang keramik supaya masyarakat nyaman beribadah,” ungkap Murdiyah.

    3 Ritual Adat di Masjid Tua Songak

    Terdapat tiga ritual khusus di Masjid Tua Songak, yaitu Ritual Bubur Beaq yang dilaksanakan pada Muharram, Bubur Puteq pada Safar, dan Maulid Adat pada Rabiul Awal. Bubur Puteq dilaksanakan seperti ritual batiniah, yaitu zikir dan doa.

    Sementara Bubur Beaq adalah ritual khusus bagi orang-orang yang lahir pada Safar. “Mereka ke sini biasanya mengambil air untuk diminum setelah zikir dan doa supaya sifat-sifat buruk pada dirinya bisa hilang,” jelas Murdiyah.

    Kemudian, Mulud Adat dilakukan pada 12 Rabiul Awal, tepat saat kelahiran Rasulullah SAW. Sesuai keyakinan masyarakat setempat, orang-orang beramai-ramai untuk membuat Minyak Songak, obat yang terkenal manjur di Lombok.

    Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dan dikerjakan selama satu malam suntuk sebelum matahari terbit.

    “Setelah Minyak Songak ini selesai dibuat oleh masyarakat di tempatnya masing-masing, barulah keesokan harinya mereka membawanya ke masjid untuk dibacakan doa dan zikir oleh para tokoh adat dan tokoh agama,” tutur Murdiyah.

    Tak hanya minyak, masyarakat Desa Songak yang memiliki senjata pusaka juga dibawa ke masjid untuk dimandikan air kembang atau yang disebut ‘wukuf’.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Kampung Ini Jalak Bali Dikonservasi dengan Adat dan Gotong-royong Warga



    Tabanan

    Jalak bali nyaris punah. Di kampung ini, satwa itu dilindungi lewat adat.

    Adalah di Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, jalak bali mempunyai rumah. Di kampung itu dilakukan konservasi jalak bali berbasis kekuatan hukum adat yang ditaati masyarakat setempat.

    Bendesa Adat Tengkudak, I Nyoman Oka Tridadi, menyebutkan bahwa Banjar Tingkihkerep memiliki awig-awig (aturan adat) khusus yang melindungi lingkungan dan habitat jalak Bali. Salah satu aturan pentingnya adalah larangan menebang pohon tanpa izin. Jika dilanggar, pelakunya diwajibkan menanam dua pohon pengganti, terutama pohon buah-buahan yang bisa menjadi sumber pakan bagi burung jalak Bali.


    “Kalau ada warga, bahkan dari luar banjar, yang nebang pohon, dia harus tanam dua pohon. Terutama yang bisa jadi makanan jalak Bali,” ujar Oka Tridadi, Minggu (8/6/2025), dikutip dari detikbali.

    Menariknya, aturan pelestarian itu hanya berlaku di Banjar Tingkihkerep dan tidak diberlakukan di banjar adat lain di desa tersebut.

    “Masyarakat di sini memang memiliki semangat tinggi dalam menjaga satwa dan lingkungan sekitarnya,” Oka menambahkan.

    Banjar Tingkihkerep bukan dipilih secara sembarangan sebagai lokasi konservasi. Project Manager dari Yayasan FNPF I Made Sugiarta mengatakan bahwa pemilihan lokasi dilakukan setelah observasi mendalam, mempertimbangkan faktor geografis, kekuatan hukum adat, dan karakter masyarakatnya.

    burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)

    “Kampung Jalak Bali ini bukan sekadar tempat wisata, tapi kawasan konservasi berbasis edukasi. Hanya saja, yang masih kurang itu ruang informasi. Jadi wisatawan belum terlalu paham soal karakter atau perkembangan jalak Bali di sini,” ujarnya.

    Yayasan FNPF bekerja sama dengan Balai KSDA dan sejumlah akademisi Universitas Udayana dalam program ini, yang kini menjadi salah satu contoh konservasi berbasis masyarakat yang berhasil.

    Camat Penebel, I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, menilai keberadaan Kampung Jalak Bali sangat potensial untuk menjadi destinasi pendukung pariwisata Jatiluwih yang telah mendunia sebagai warisan budaya UNESCO.

    “Desa Jatiluwih itu ikonnya Penebel. Nah, desa-desa di sekitarnya, seperti Tengkudak, bisa jadi penyangga. Apalagi Kampung Jalak Bali ini punya konsep yang sangat menarik dan ramah lingkungan,” kata dia.

    Kecamatan juga terus menggali potensi lokal lainnya, mulai dari pertanian, budidaya kopi, durian, lebah madu, hingga wisata religi untuk memperkuat daya tarik kawasan Penebel secara keseluruhan.

    Saat ini, tantangan utama yang dihadapi Kampung Jalak Bali adalah minimnya fasilitas dasar untuk wisatawan, seperti ruang informasi dan toilet. Manik Mastawa akan mengusulkan kebutuhan ini kepada Dinas Pariwisata Tabanan agar bisa segera direalisasikan.

    “Saya rasa ini wajib ada, dan akan kami sampaikan ke pemerintah daerah,” kata dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gaduh Pernyataan Wakil Ketua DPR, Tagar #prayforahligizi Menggema di Medsos


    Jakarta

    Tagar #prayforahligizi menggema di lini masa media sosial sejak video pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, beredar luas di media sosial. Videonya direkam saat Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Acara itu membahas kesiapan dan pengawalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Duduk Perkara Pernyataan yang Viral

    Dalam potongan video yang beredar, ada beberapa hal yang membuat publik tersentak. Salah satunya adalah ucapan bahwa “ahli gizi tidak diperlukan” dalam program MBG, dan bahwa lulusan SMA bisa menggantikan posisi tersebut setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi tiga bulan. Cucun juga menyebut salah seorang peserta diskusi di acara tersebut “arogan” karena membahas kebijakan di MBG.

    Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa persyaratan tenaga ahli gizi terlalu sulit dipenuhi. Dalam konteks ini, ia menyarankan agar istilah “ahli gizi” diganti menjadi “tenaga yang menangani gizi” agar rekrutmen lebih fleksibel dan dapur MBG tidak kekurangan SDM.


    Pernyataan tersebut dianggap meremehkan pendidikan ahli gizi, mengesampingkan kompetensi ilmiah yang dipelajari bertahun-tahun di bangku kuliah, dan menurunkan martabat profesi yang berperan langsung dalam isu stunting dan kesehatan masyarakat.

    Tak heran jika video itu memicu gelombang reaksi. Kalangan ahli gizi menilai analogi tersebut tidak tepat, sebab gizi bukan sekadar “mengawasi makanan”, tetapi melibatkan penilaian kebutuhan nutrisi, manajemen keamanan pangan, perhitungan kalori, risiko alergi, hingga evaluasi status gizi anak secara sistematis.

    Berawal dari Pernyataan Kepala BGN soal Kelangkaan SDM

    Wacana melibatkan tenaga non-gizi di dapur MBG ini berakar dari pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang menyebut adanya kesulitan dalam merekrut ahli gizi untuk SPPG. Menurut laporan DPR dan BGN, sebagian dapur MBG mengalami kekurangan tenaga gizi karena jumlah lulusan gizi tidak selalu sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

    Dari sinilah timbul gagasan untuk membuka peluang lebih luas bagi tenaga lain yang “masih berhubungan dengan gizi”, seperti tata boga, boga kesehatan, atau jurusan kesehatan masyarakat. Wacana itu lalu berkembang menjadi pembahasan regulasi yang berpotensi membuat lulusan non gizi dapat menempati posisi yang selama ini menjadi domain profesi ahli gizi.

    Ketika kemudian pernyataan tersebut direspons oleh Wakil Ketua DPR dalam acara dialog yang viral itu, publik melihatnya sebagai bentuk pengabaian terhadap keilmuan gizi, dan isu pun dengan cepat membesar.

    Apalagi, data menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki banyak lulusan gizi. Setiap tahun, ratusan hingga ribuan sarjana gizi lulus dari setidaknya 80 program studi gizi di seluruh Indonesia. Artinya, narasi bahwa ahli gizi “langka” tidak sepenuhnya tepat, dan yang lebih mungkin terjadi adalah persoalan distribusi, pola rekrutmen, serta sistem kerja yang membuat profesi ini tidak diminati.

    Dengan konteks ini, publik semakin mempertanyakan alasan di balik wacana pelonggaran regulasi, dan mengapa solusi yang muncul justru mengarah pada mengganti posisi ahli gizi dengan tenaga yang tidak memiliki pendidikan sesuai kompetensi gizi.

    Banjir Kritik

    Gelombang kritik terhadap pernyataan Wakil Ketua DPR itu bukan hanya datang dari para ahli gizi atau akademisi, tetapi juga dari beberapa tokoh publik yang ikut bersuara lantang di media sosial.

    Dari kalangan pakar kesehatan, dr Tan Shot Yen, menjadi salah satu yang paling keras menyuarakan penolakannya. Ia mengibaratkan wacana mengganti ahli gizi dengan lulusan SMA sebagai tindakan yang sama kelirunya dengan “meminta petugas ground handling menerbangkan pesawat hanya karena pernah ikut pelatihan tiga bulan.” Analogi ini langsung beredar luas dan jadi salah satu pemantik ramainya tagar #prayforahligizi.

    Organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) juga memberikan pernyataan resmi. PERSAGI menegaskan bahwa profesi ahli gizi memiliki standar kompetensi yang tidak bisa digantikan oleh pelatihan singkat. Persagi menyoroti bahwa perhitungan kebutuhan gizi ribuan anak, pengawasan dapur besar, hingga manajemen keamanan pangan bukan pekerjaan administratif, tetapi tugas profesional yang membutuhkan pendidikan formal dan magang klinis yang jelas.

    Di luar lingkaran profesi gizi, dua figur publik ikut menyoroti isu ini lewat unggahan Instagram mereka.

    Dari kalangan publik figur, Rocky Gerung dalam unggahan Instagram-nya mengkritik “Kalau ahli gizi bisa diganti anak SMA kursus 3 bulan, harusnya anggota DPR bisa diganti anak TK magang 3 hari.”

    Sementara itu, Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR, lewat Instagram juga menyuarakan kekhawatiran bahwa MBG bukan hanya soal kenyang, tetapi soal memastikan makanan benar-benar bergizi dan aman. Ia menjelaskan tugas ahli gizi dan risiko bila tidak melibatkan ahli gizi. Ia mendukung BGN untuk melibatkan ahli gizi dalam mendukung program MBG.

    Klarifikasi dan Permintaan Maaf

    Setelah kritik datang dari berbagai arah, Cucun menyampaikan permintaan maaf dan mengundang Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) serta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk berdialog di DPR dalam rangka penguatan program MBG melalui kerjasama PERSAGI dan BGN.

    Dalam klarifikasinya, ia menegaskan bahwa kompetensi tetap penting. Ia menyampaikan bahwa ungkapan dalam video tersebut tidak bermaksud meremehkan profesi gizi.

    Menurutnya, ia hanya sedang berdiskusi mengenai solusi jangka pendek jika tenaga gizi tidak mencukupi target implementasi MBG. Bila ada tenaga non-gizi yang direkrut, harus melalui pelatihan panjang dan uji kompetensi, bukan pelatihan tiga bulan tanpa standar.

    Namun, klarifikasi ini belum sepenuhnya meredakan keresahan publik karena kontroversinya sudah terlanjur meluas.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Kemenag Siapkan Modul Pendidikan Seksualitas untuk Madrasah-Perguruan Tinggi



    Jakarta

    Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Ditjen Pendis Kemenag) tengah menggodok Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas untuk murid madrasah serta mahasiswa di perguruan tinggi. Modul ini akan mengusung pendekatan fikih dan moderasi beragama.

    Sekretaris Ditjen Pendis Arskal Salim menyatakan modul ini jadi komitmen Kemenag agar sistem pendidikan tidak hanya berfokus pada ilmiah. Namun, sistem pendidikan juga harus berakar kuat dengan nilai-nilai agama dan moralitas Islam.


    Pendidikan Seksualitas Seharusnya Bukan Hal Tabu

    Lebih lanjut, Arskal menyatakan seharusnya pendidikan seksualitas tidak dianggap tabu dibicarakan. Kendati demikian, ia menekankan pada cara penyampaian materi harus santun dan berlandaskan nilai agama.

    Menurutnya, pendidikan tentang tubuh, kesehatan reproduksi, dan seksualitas sudah lama dibahas dalam khazanah Islam. Terlebih pendidikannya disampaikan melalui fikih dan akhlak.

    “Namun pendekatannya perlu disesuaikan dengan konteks kekinian agar mudah dipahami generasi muda tanpa kehilangan nilai moral dan kesucian ajaran Islam,” tuturnya dikutip dari laman Pendis, Jumat (17/10/2025).

    Tidak hanya sekedar aspek biologi, pendidikan reproduksi perlu menanamkan nilai tanggung jawab, etika, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Pendidikan seksualitas di masa kini, harus menumbuhkan kesadaran murid dalam menjaga dirinya.

    “Tubuh adalah amanah. Menjaga kehormatan diri merupakan bagian dari iman. Karena itu, pendidikan seksualitas harus diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran menjaga diri, menghormati orang lain, dan menghindari perilaku yang merendahkan harkat kemanusiaan,” tambahnya.

    Kemenag ingin memastikan bila pembelajaran ini tidak sekedar informatif bagi murid madrasah dan mahasiswa di perguruan tinggi. Ke depan, Kemenag berharap pembelajaran ini bisa membentuk karakter dan akhlak mereka.

    Kehadiran modul pendidikan seksualitas merupakan agenda besar Kemenag dalam membangun generasi muda masa depan. Ke depan, generasi muda harus menjadi sosok yang berilmu, berakhlak, kritis, sekaligus tangguh mengahadapi arus informasi global.

    “Anak muda madrasah dan kampus keagamaan harus dibekali pemahaman yang benar tentang seksualitas agar tidak mencari jawaban dari sumber yang keliru. Kemenag hadir untuk memastikan pendidikan ini berjalan secara ilmiah, moderat, dan berlandaskan ajaran agama,” tegasnya.

    Disusun Banyak Pakar

    Penyiapan modul pendidikan seksualitas disusun oleh banyak pakar. Kemenag melibatkan ulama pesantren, akademisi, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah.

    Nantinya, berbagai pendekatan akan dipilih dan dilengkapi dengan nilai-nilai keislaman, prinsip kesehatan modern, serta semangat moderasi beragama.

    “Kita tidak ingin ada dikotomi antara ilmu agama dan sains. Keduanya harus saling melengkapi. Modul ini diharapkan menjadi jembatan antara nilai-nilai moral Islam dan pengetahuan modern tentang kesehatan reproduksi,” tandas Arskal.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Sorot Dominasi Buzzer di Medsos, Sedangkan Akademisi Absen


    Jakarta

    Media sosial menjadi medan tempur narasi yang didominasi buzzer dan bot. Hal ini disampaikan oleh pakar analisis media sosial pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi.

    Di sisi lain, ia juga menyorot absennya peran akademisi dalam membentuk narasi di ruang publik digital di negeri ini. Melalui penjelasannya yang bertajuk “Siapa Pemilik Narasi? Data, Disinformasi, dan Hilangnya Suara Akademisi” dalam “The 2025 International Conference on Computer, Control, Informatics, and Its Application (IC3INA) pada Rabu (15/10/2025), ia mengutarakan suara akademisi yang berbasis data dan kebenaran malah hilang dan tertinggal di belakang jurnal-jurnal ilmiah.

    Perbandingan Aktivitas Kampus Terkemuka di AS dan Indonesia

    Ismail Fahmi dalam acara ini memaparkan hasil analisis jaringan sosial (Social Network Analysis). Analisis ini membandingkan aktivitas digital universitas-universitas terkemuka di Amerika Serikat (AS) seperti Stanford University, Harvard University, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan tiga universitas terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).


    Ia menemukan ada perbedaan aktivitas digital universitas-universitas di kedua negara. Di universitas-universitas di AS, jejaring akun institusi dan akademisi sangat aktif. Pembahasan yang dibangun bersifat global dan mencakup isu-isu kritis seperti COVID-19, politik internasional, serta penemuan sains. Para akademisi AS, seperti tampak pada saat pandemi, menjadi influencer pengetahuan yang aktif berdebat dan mengedukasi publik di media sosial.

    Sementara, ia menemukan Universitas Indonesia memiliki keterlibatan di media sosial yang sangat minim dan cenderung bersifat institusional atau lokal. Berdasarkan analisis Drone Emprit, jejaring diskusi seputar UI justru sangat dekat dengan isu politik.

    “Universitas kita tidak memiliki naratifnya sendiri di media sosial. Kita hanya ditarik oleh buzzer dan isu politik ke dalam naratif mereka,” jelasnya, dikutip dari BRIN pada Senin (20/10/2025).

    Namun, Ismail Fahmi juga mengakui ada kendala yang membuat akademisi di Indonesia enggan bersuara, termasuk ketakutan akan kekerasan politik; tekanan institusional; sampai risiko hukum dan reputasi.

    Saran Strategi Komunikasi untuk Akademisi

    Maka dari itu, ia menawarkan strategi komunikasi yang aman serta konstruktif yang dapat dilakukan para akademisi. Ia menegaskan agar para akademisi Tanah Air fokus pada data, bukan politik; mengadopsi jurnalisme konstruktif; serta memanfaatkan kecerdasan buatan.

    “Jika kita akademisi dan peneliti tetap menjadi penonton, maka siapa yang akan menjadi pemandu intelektual publik berbasis data? Data harus berada di ruang publik, bukan hanya di jurnal dan kelas”, ucapnya.

    Ia berharap forum akademik dapat menjadi kekuatan intelektual publik dengan memastikan hasil penelitian mempunyai tujuan gand,a yakni literasi sains dan informasi real-time untuk masyarakat.

    (nah/twu)



    Sumber : www.detik.com