Tag: akibatnya

  • Bunga Es di Freezer Mesti Dibersihkan, Jika Tidak Ini Akibatnya



    Jakarta

    Lapisan es atau bunga es bisa terbentuk pada interior freezer. Kemunculan bunga es sebaiknya tidak dibiarkan karena dapat mengganggu fungsi freezer.

    Dikutip dari family handyman, bunga es muncul di freezer ketika kelembapan bertemu dengan kumparan evaporator, lalu membeku. Kondisi ini bila dibiarkan dapat menimbulkan masalah, salah satunya merusak kualitas makanan.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu merawat freezer dengan membersihkan tumpukan bunga es. Namun, apa saja dampak buruk dari bunga es? Berikut ini penjelasannya.


    Dampak Buruk Bunga Es

    Inilah beberapa masalah yang bisa muncul kalau ada bunga es di freezer.

    1. Muncul Bau Tak Sedap

    Lapisan es di freezer dapat memunculkan bau tak sedap. Tentunya hal ini dapat mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    2. Kualitas Makanan Menurun

    Bunga es bisa menyebabkan ‘freezer burn’, yaitu es mengkristal pada makanan. Kondisi tersebut dapat membuat makanan terasa aneh dan membusuk.

    3. Mengganggu Fungsi Freezer

    Kemunculan bunga es juga mengganggu fungsi freezer. Lapisan es tersebut membuat kemampuan freezer untuk membekukan makanan tidak efisien.

    4. Ruang Freezer Sempit

    Lalu, tumpukan bunga es bisa mengurangi ruang penyimpanan freezer. Dengan begitu, freezer menjadi semakin sempit buat menyimpan makanan.

    Cara Bersihkan Bunga Es

    Kalau freezer sudah terlanjur ditumbuhi bunga es, penghuni dapat melelehkan es untuk membersihkannya. Simak caranya berikut ini.

    1. Cabut Sambungan Listrik

    Cabut sambungan listrik freezer dari stopkontak. Biarkan es meleleh dengan sendirinya.

    2. Keringkan Freezer

    Selanjutnya, bersihkan semua kelembapan dan biarkan permukaan freezer mengering. Setelah itu, freezer baru bisa digunakan kembali.

    Sebagai catatan, hindari mencongkel bunga es menggunakan benda tajam. Cara ini dapat merusak freezer.

    Cara Cegah Bunga Es Numpuk

    Penghuni dapat mengatasi bunga es hingga ke akarnya dengan melakukan langkah-langkah pencegahan sebagai berikut.

    • Periksa segel pintu freezer secara berkala.
    • Jangan biarkan pintu freezer terbuka terlalu lama.
    • Beri jarak antara freezer dengan dinding di belakangnya.
    • Pastikan pintu freezer tertutup dengan rapat.
    • Pastikan untuk menyetel suhu freezer sesuai anjuran.

    Itulah tips seputar bunga es di freezer. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Masih Sering Buang Ampas Kopi ke Saluran Air? Ini Akibatnya!


    Jakarta

    Setelah menikmati secangkir kopi di rumah, terkadang ampas kopi sering dibuang secara sembarangan, misalnya langsung dibuang ke dalam saluran air.

    Sebagian orang menanggap enteng masalah membuang ampas kopi ke saluran air. Padahal, kebiasaan tersebut jika dilakukan terus-menerus bisa berdampak buruk, lho.

    Perlu diingat, membuang ampas kopi ke wastafel atau tempat pencucian piring hanya akan menyebabkan saluran jadi tersumbat. Seperti kita tahu, ampas kopi yang sudah diaduk saja akan mengendap di bawah gelas. Hal yang sama juga terjadi jika sisa ampas kopi di buang ke saluran air.


    Kalau saluran air sudah tersumbat, tentu kamu tak bisa menggunakan wastafel karena air tidak mengalir dengan lancar. Salah satu solusinya adalah dengan memanggil tukang ledeng (plumber) untuk memperbaiki saluran yang tersumbat.

    Sebagai pemilik rumah, detikers juga harus tahu tanda-tanda saluran air mulai tersumbat. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanda-tanda Saluran Air Tersumbat

    Dilansir situs Mr Rooter, berikut sejumlah tanda saluran air di rumah mulai tersumbat:

    • Air meluap dari saluran pembuangan wastafel atau keluar dari sela-sela selang pembuangannya.
    • Air yang mengalir di wastafel tidak bisa surut dengan cepat
    • Muncul bau tidak sedap dari lubang wastafel.

    Tips Mengolah Ampas Kopi

    Daripada membuangnya ke wastafel atau saluran air di rumah yang bisa memicu mampet, sebaiknya kamu mengolah ampas kopi dengan cara yang tepat. Berikut tips mengolahnya:

    1. Pupuk Tanaman

    Gunakan ampas kopi untuk tanaman hias di rumah. Ampas kopi mengandung mineral penting untuk pertumbuhan tanaman dan kontaminan yang bagus untuk tanah.

    2. Menghilangkan Bau

    Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan bau tak sedap. Sebab, ampas kopi masih mengeluarkan aroma kopi yang khas sehingga ampuh menghilangkan aroma busuk di dalam rumah.

    Caranya juga mudah, tuang ampas kopi ke dalam wadah terbuka, kemudian letakkan di sudut ruangan atau di tempat yang tercium bau tidak sedap. Agar efektif menghilangkan bau, ganti ampas kopi setiap dua hari sekali.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Charger Harus Dicabut dari Stopkontak Usai Dipakai, Jika Tidak Ini Akibatnya


    Jakarta

    Masih ada orang yang punya kebiasaan meninggalkan charger atau pengisi daya ponsel tercolok ke stopkontak padahal sudah selesai dipakai. Tanpa disadari, sebenarnya kebiasaan buruk ini merugikan penghuni rumah.

    Jika sering dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, perangkat akan menimbulkan panas secara berlebih. Alhasil, berbagai masalah pun dapat muncul sampai membahayakan penghuni.

    Apa saja risiko meninggalkan charger ponsel nganggur menempel ke stopkontak? Simak penjelasannya berikut ini.


    Risiko Biarkan Charger Terus Tercolok ke Stopkontak

    Inilah beberapa masalah yang bisa muncul kalau membiarkan charger ponsel tercolok ke stopkontak meski tak digunakan, dikutip dari Voice7 News.

    1. Ledakan dan Kebakaran

    Membiarkan charger tercolok ke stopkontak untuk jangka waktu yang lama bisa menimbulkan panas berlebih. Hal ini dapat memicu percikan api sehingga berpotensi terjadi kebakaran atau ledakan di rumah.

    2. Tagihan Listrik Meningkat

    Meski tidak tersambung ke ponsel, charger yang masih menempel ke stopkontak masih menyerap listrik. Kondisi seperti itu bakal menambah tagihan listrik dan membuang-buang energi.

    3. Kerusakan Perangkat

    Pengisian daya yang terlalu lama menyebabkan adaptor menjadi terlalu panas. Panas berlebih dapat merusak charger dan baterai ponsel seiring waktu sehingga mengurangi masa pakai dan kinerjanya.

    Tips Aman Isi Daya Ponsel di Rumah

    Penghuni rumah harus bijak dalam menggunakan perangkat listrik untuk menghindari kejadian tak diinginkan. Berikut ini cara aman mengisi daya ponsel di rumah.

    • Segera cabut charger ponsel dari stopkontak saat daya terisi penuh.
    • Hindari mengisi daya ponsel semalaman untuk mencegah perangkat panas.
    • Gunakan charger berlisensi yang cocok dengan spesifikasi ponsel.
    • Isi daya ponsel di tempat berventilasi baik untuk mengurangi risiko panas berlebih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Nyalakan AC Seharian Non Stop, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Penghuni rumah di iklim tropis seperti Indonesia sering kali merasa panas dan gerah. Tak jarang menyalakan AC menjadi solusi andalan. Namun, jangan sampai kebablasan menyalakan AC seharian non stop ya.

    Dilansir dari SoCool, menyalakan AC dengan kekuatan penuh selama 24 jam tidak direkomendasikan. Hal ini justru menghabiskan banyak energy, mengurangi efisiensi, hingga merusak AC.

    Sebaiknya pasang suhu dengan temperatur yang masuk akal dan memberi jeda AC istirahat beberapa kali seharian. Cara pakai seperti ini akan mengurangi tagihan listrik dan memperpanjang masa pakai AC.


    Jika penghuni rumah membiarkan AC menyala seharian tanpa henti, ada berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Berikut ini dampak buruk menyalakan AC seharian.

    Dampak Menyalakan AC Seharian

    Inilah dampak kalau menyalakan AC seharian non stop.

    1. Tagihan Listrik Membengkak

    Sebagian masyarakat percaya menyalakan AC seharian dapat menghemat energi karena mesin tidak perlu kerja keras untuk mendinginkan ruangan. Padahal, AC menguras banyak listrik semakin lama dipakai sehingga tagihan listrik menjadi membengkak.

    2. Masa Pakai Berkurang

    Masa pakai AC umumnya bertahan selama 10-12 tahun. Namun, masa pakai tersebut dapat berkurang kalau AC dinyalakan secara terus-menerus. Sistem AC mengalami tekanan berlebihan sehingga meningkatkan risiko kerusakan.

    3. Filter Udara Tersumbat

    AC mempunyai filter udara untuk menyaring kotoran. Kalau AC nyala seharian, semakin banyak kotoran yang menyumbat filter tersebut. Jika filter tidak rutin diganti, kualitas udara di dalam rumah akan menurun.

    4. Korsleting Listrik

    Selain itu, menyalakan AC seharian non stop bisa membuat kabel listrik terlalu panas. Kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan korsleting listrik, bahkan kebakaran.

    5. Gangguan Kesehatan

    Berlama-lama di ruangan ber-AC pun tidak baik bagi kesehatan penghuni rumah. Mereka bisa mengalami gangguan kesehatan seperti sakit tenggorokan, kulit kering, dan alergi.

    AC yang terlalu sering dipakai biasa filter yang tersumbat. Debu dan polutan akan terhirup penghuni rumah sehingga dikhawatirkan menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Akibatnya Kalau Sering Buang Tisu ke Toilet


    Jakarta

    Kebanyakan orang tentu nggak asing sama larangan buang tisu ke dalam lubang toilet. Peringatan ini sering kali dipajang di WC umum.

    Bukan hanya di WC umum, tisu memang tidak dianjurkan buat dibuang ke toilet manapun, termasuk di rumah sendiri. Soalnya, kebiasaan itu bisa memicu masalah yang merepotkan penghuni rumah.

    Tisu merupakan benda yang tak dapat larut di air. Jika disiram ke dalam toilet, tisu tersebut hanya tenggelam dan tidak hancur.


    Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, tisu bakal menumpuk sehingga kloset menjadi mampet. Berikut ini akibatnya kalau membuang tisu ke toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

    Efek Fatberg

    Membuang tisu ke dalam toilet memicu efek fatberg. Kondisi tersebut berupa tisu basah yang bercampur dengan kotoran, lalu terperangkap di dalam pipa. Alhasil tisu bisa menumpuk di dalamnya.

    Jika sudah seperti itu, saluran pembuangan toilet akan tersumbat. Pertanda saluran pembuangan sudah mampet antara lain kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung ke septic tank.

    Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Saluran toilet yang tersumbat tisu, kalau tidak segera diperbaiki bakal semakin parah dan pipa pembuangan pun dapat rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang buat air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa memicu tekanan dan berisiko menimbulkan kebocoran pipa.

    Itulah risiko membuang tisu ke toilet. Biar kejadian itu tidak dialami di rumah, pastikan untuk membuang tisu ke tempat sampah ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pelajaran dari Mobil Listrik Tabrak Driver Ojol Hingga Tewas



    Jakarta

    Kecelakaan maut terjadi di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan. Seorang pengendara (ojek online) ojol tewas pada kecelakaan yang melibatkan mobil listrik.

    Dikutip detikNews, insiden ini melibatkan mobil listrik Hyundai Ioniq dengan motor yang dikendarai ojol. Driver ojol meninggal dunia, sementara pemboncengnya mengalami luka-luka.

    Peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/7) dini hari sekitar pukul 00.36 WIB. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan warung yang turut ditabrak mobil Ioniq.


    Kecelakaan diawali saat pengemudi Ioniq melaju dari selatan ke utara di Jalan Antasari. Setiba di persimpangan Pasar Inpres, pengendara mobil diduga tidak hati-hati dan tidak konsentrasi sehingga kendaraan menabrak pengemudi sepeda motor dari arah utara ke selatan.

    “Berakibat pengendara sepeda motor meninggal dunia dan pemboncengnya berinisial MG luka ringan,” ujarnya.

    Dari kecelakaan ini, bisa diambil pelajaran penting agar tak terulang peristiwa serupa. Menurut Road Safety Comission Ikatan Motor Indonesia dan Wakil Ketua Umum Bidang Diklat Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo) Erreza Hardian, waktu kecelakaan di tengah malam itu memang berisiko.

    “Kebanyakan orang sedang istirahat dan tidur, tapi untuk lalu lintas Jakarta aktivitas hampir 24 jam. Jadi ketika di atas jam 22.00 (sebagai acuan dasar jam biologis manusia istirahat) tapi ini tetap beraktivitas, artinya ada penurunan kondisi fisik dan mental tubuh. Sering dianggap aman, padahal justru bahaya makin banyak di atas jam tersebut,” kata Reza kepada detikOto, Kamis (31/7/2025).

    Tak cuma itu, Reza menyoroti ojol dan penumpangnya banyak yang lalai, tidak menggunakan peralatan keamanan dengan benar. Sedangkan pengguna kendaraan listrik dengan torsi yang besar, juga turut menjadi sorotan. Ketika torsi besar kendaraan listrik menabrak pemotor dengan perlindungan yang minim, maka fatal akibatnya.

    “Pengguna kendaraan listrik dengan torsi awal sangat besar, mungkin dia sudah mengurangi kecepatan saat perempatan. Tapi karena dianggap aman, tambah akselerasi. Dan ini yang membuat risiko bertambah adalah pemicu ketika korbannya tanpa perlindungan terbaik, apalagi pengguna motor tanpa perlengkapan yang baik dan benar,” sebutnya.

    Reza menyarankan, pengemudi mobil bertransmisi otomatis sebaiknya jangan anteng di gear D. Manfaatkan gigi lain agar kecepatan kendaraan dapat dibatasi.

    “Saya sering memberikan teknis mengemudi mengendalikan kendaraan matic dengan cara membatasi transmisi. Kecepatan kendaraan kita dipengaruhi oleh transmisi, maka jangan melulu di D ketika potensi bahaya meningkat contoh di atas jam rawan. Pindahkan ke 3 atau 2, jadi kalau kaki kanan mulai out of control, rpm tinggi, tapi kecepatan terkendali pada batas transmisinya. Tidak usah takut rusak ketika sering memainkan transmisi matic, udah banyak insinyur dan ada teknologi mahal di dalamnya. Inilah yang saya sebut pengendalian risiko, bahaya tetap ada tapi risiko crash dengan kecepatan rendah akan berbeda,” beber Reza.

    Sementara dengan mobil listrik yang biasanya menggunakan single speed atau direct drive, pengemudi sebaiknya jangan melulu meletakkan kakinya di pedal gas. Pada saat mulai lelah dan jam rawan biologis manusia, biarkan mobil menggelinding, pengendaliannya dengan rem kaki.

    “Hindari akselerasi mendadak karena ini akan memunculkan tenaga dorong selain putaran roda. Rajin-rajinlah lihat rpm. Akselerasi secara gradual atau bertahap/benjenjang jangan kaya orang mau lari saat start gas, ini mobil bukan tenaga orang,” pungkas Reza.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jadi Sering Kentut usai Makan Ubi-Singkong Rebus? Ini Saran Dokter Pencernaan


    Jakarta

    Tren sarapan makanan rebusan dan kukusan yang sehat, seperti ubi kini banyak digemari kalangan gen Z. Tapi, kenapa setelah memakannya malah jadi sering kentut dan perut terasa begah?

    Menurut spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, di dalam makanan kukusan atau rebusan seperti ubi terdapat karbohidrat kompleks dan oligosakarida yang larut. Hal tersebut membuat usus besar sulit mencernanya.

    “Akibat dia sulit dicerna, maka dia akan diolah oleh kuman-kuman usus besar dan menjadi gas, gas nitrogen, sulfur, dan sebagainya. Dan akibatnya adalah menjadi banyak gas di dalam perut yang mengakibatkan orang itu menjadi kembung dan kemudian menimbulkan flatus atau kentut,” kata dr Aru kepada detikcom, Rabu (12/11/2025).


    Karenanya, banyak orang mengeluhkan sering kentut setelah makan ubi dan singkong. Komposisi dari karbohidrat ubi lah yang menyebabkan seseorang begah dan pada akhirnya gampang kentut. Selain ubi, kacang-kacangan dan asparagus juga bisa memicu gas di perut.

    “Tetapi yang paling bermakna adalah ubi,” kata dr Aru.

    Untuk menghindari kembung karena konsumsi ubi rebus atau kukus, dr Aru menyarankan untuk membatasi konsumsinya. Jangan sampai berlebihan.

    Soal berapa banyak batasannya, setiap orang bisa bereaksi berbeda-beda saat mengonsumsi umbi-umbian ini. Jadi, sebaiknya, ketahui batasan tubuh masing-masing.

    “Ada yang satu saja sudah bikin sering kentut, tergantung jumlah kuman di usus. Jadi, biasanya kita sudah punya batasan diri sendiri berapa banyak ubi yang bisa kita konsumsi,” kata dr Aru.

    Satu hal yang tak kalah penting adalah menyeimbangkan karbohidrat, lemak, protein dan serat dalam pola makan sehari-hari. Menurut dr Aru, seringkali orang hanya mengonsumsi karbohidrat dalam sekali makan.

    “Jadi yang penting adalah keseimbangan. Baik dia mau dalam bentuk rebusan, mau dalam bentuk yang lain, gorengan, bakaran. Dalam bentuk keseimbangan, maka makanan itu akan menjadi makanan sehat,” kata dr Aru.

    (elk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera