Tag: aksesibilitas

  • Volume Perdagangan di Bursa Kripto CFX Tembus Rp 24 T


    Jakarta

    PT Central Finansial X (CFX), bursa aset kripto berizin di Indonesia mencatatkan volume perdagangan di pasar spot selama Februari mencapai Rp 24,33 triliun. Berdasarkan laporan periode dari 1 sampai dengan 28 Februari 2026, Bursa Kripto CFX mencatat terdapat 1.457 aset kripto dan 127 kontrak derivatif aktif yang diperdagangkan melalui 25 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) terdaftar.

    CFX juga merilis laporan Perkembangan Data Industri Aset Kripto, yang akan dipublikasikan setiap bulan ini memuat rangkuman aktivitas transaksi secara menyeluruh yang terjadi di dalam ekosistem Bursa Kripto CFX. Data yang disajikan mencakup metrik dari pasar spot maupun pasar derivatif, seperti volume perdagangan, frekuensi transaksi, hingga jumlah konsumen aktif bulanan. Guna memastikan aksesibilitas informasi yang luas, data tersebut didistribusikan melalui situs web resmi dan kanal media sosial.

    Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menyampaikan bahwa penerbitan data industri ini merupakan wujud tanggung jawab Bursa Kripto CFX dalam menghadirkan ekosistem aset kripto yang berintegritas dan berkualitas. Publikasi ini menjadi bagian dari implementasi pilar utama bursa untuk mengedepankan transparansi data dan ketersediaan data bagi seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.


    “Sebagai bursa kripto, kami selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas ekosistem aset kripto melalui ketersediaan data transaksi yang valid dan transparan. Kami berharap data-data tersebut dapat rujukan yang objektif bagi masyarakat maupun konsumen dalam melihat kondisi pasar dan sebelum mengambil keputusan transaksi,” jelas Subani dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

    Sementara itu, aktivitas di pasar derivatif mencatatkan volume perdagangan sebesar Rp 3,88 triliun pada periode yang sama. Lebih lanjut, Bursa Kripto CFX melaporkan bahwa Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Pippin (PIPPIN), dan Solana (SOL) menjadi lima aset kripto dengan volume perdagangan terbesar sepanjang bulan Februari.

    Subani menuturkan bahwa laporan Perkembangan Data Industri Aset Kripto semakin melengkapi keterbukaan informasi yang ada di situs web Bursa Kripto CFX, yakni www.cfx.co.id. Sebelumnya, Bursa Kripto CFX telah memiliki informasi mengenai Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD) yang berisikan seluruh daftar aset kripto yang sah diperjualbelikan di Indonesia. Selain itu, terdapat juga informasi terkait Data Ringkasan Pasar yang menyajikan frekuensi dan volume harian di pasar spot maupun kontrak derivatif, serta pergerakan harga acuan aset kripto.

    “Data industri, DAKD, hingga ringkasan pasar yang ditampilkan di website Bursa Kripto CFX dapat dijadikan rujukan oleh masyarakat ketika hendak melakukan investasi aset kripto. Ke depan, kami akan terus menambah berbagai instrumen data pasar relevan lainnya untuk mengukuhkan posisi Bursa Kripto CFX sebagai rujukan informasi utama untuk seluruh informasi yang berkaitan dengan data pasar aset kripto di Indonesia,” tutup Subani.

    (ahi/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Tips Pindahan Anti-Ribet buat Kamu yang Tinggal di Apartemen



    Jakarta – Tinggal di apartemen kini menjadi pilihan terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas di pusat kota. Lokasinya yang strategis serta aksesibilitas yang baik sangat memudahkan penghuni apartemen dalam beraktivitas. Tak jarang, banyak orang yang membeli apartemen untuk ditinggali.

    Ketika sudah membeli apartemen, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah memindahkan barang-barang dari tempat tinggal sebelumnya ke apartemen yang baru. Pindahan memang melelahkan, mulai dari menyiapkan barang apa saja yang akan dibawa hingga cara membawanya.

    Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan agar pindahan yang dilakukan bisa berjalan dengan efisien.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Mana Sewa Rumah Atau Apartemen? Ini Plus Minusnya


    Jakarta

    Tempat tinggal merupakan kebutuhan yang harus dimiliki setiap orang. Namun, kamu tidak harus langsung membeli properti karena ada opsi untuk menyewa hunian.

    Baik berupa rumah tapak ataupun apartemen, kamu bisa memilih sesuai kebutuhan dan preferensi. Nah, saat memutuskan untuk menyewa hunian, kamu dihadapkan dengan beberapa pilihan properti, di antaranya rumah dan apartemen.

    Meski keduanya menawarkan sistem sewa, ada beberapa perbedaan yang perlu kamu perhatikan agar tidak salah pilih. Berikut ini perbedaan antara menyewa rumah dan menyewa apartemen mulai dari fasilitas, harga, dan gaya hidup.


    Perbedaan Sewa Rumah dan Apartemen

    1. Konsep dan Gaya Hidup

    Dari segi konsepnya, rumah dan apartemen tentu sangat berbeda. Rumah cenderung berlokasi di lingkungan pemukiman yang padat penduduk. Hal ini membuat kita lebih terhubung dengan masyarakat sekitar. Biasanya, mengharuskan kita untuk banyak berinteraksi dengan tetangga dan mengikuti berbagai kegiatan sosial di lingkungan tersebut.

    Berbeda dengan rumah, apartemen adalah unit-unit dalam bangunan besar yang dapat dihuni oleh beberapa keluarga atau individu. Apartemen menawarkan privasi yang lebih tinggi dan lebih sedikit keterlibatan dengan tetangga, ibaratnya seperti tidak ada kultur yang mengikat. Jadi, buat kamu yang introvert, cocok banget untuk lebih pilih sewa apartemen daripada rumah

    “Terus kalau yang punya jiwa introvert, itu boleh banget pilih apartemen. Buat orang-orang introvert atau yang memang nggak ingin bersosialisasi lebih baik pilih apartemen saja karena memang secara kultur memungkinkan untuk itu. Tidak bersosialisasi dengan komunitas masyarakat sekitarnya gitu,” ucap Andy Nugroho via telepon seluler beberapa waktu lalu.

    2. Fasilitas dan Akses

    Pertimbangan selanjutnya adalah dari segi fasilitas dan akses. Saat kita memutuskan untuk menyewa rumah, kita akan tinggal di pemukiman warga yang cenderung lebih jauh dari fasilitas umum jika dibandingkan dengan apartemen. Meskipun ada rumah sewa yang mewah, akses ke fasilitas umum tetap membutuhkan perjalanan lebih jauh, seperti ke minimarket, restoran, atau pusat perbelanjaan.

    Sementara apartemen dilengkapi dengan fasilitas yang banyak. Biasanya sudah mencakup minimarket, restoran, atau layanan lainnya di lantai dasar atau dalam kompleks. Oleh karena itu, dari segi fasilitas dan akses, apartemen menyediakan akses yang lebih mudah dan nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Bahkan misalnya kita mau kontraknya rumah mewah sekalipun, kalau kita butuh ke minimarket kan perlu jalan kaki lumayan jauh atau mungkin ngeluarin motor atau mobil. Jadi memang kalau yang di apartemen yang dijual adalah fasilitas dan akses yang mudah ke mana-mana. Biasanya apartemen juga letaknya di daerah-daerah tengah kota ataupun keramaian,” ungkap Andy.

    3. Harga atau Biaya yang Dikeluarkan

    Dalam segi harga atau biayanya, biasanya menyewa rumah tapak cenderung lebih terjangkau daripada menyewa apartemen dengan fasilitas serupa. Bila kamu adalah orang yang sangat mempertimbangkan harga atau tidak memerlukan fasilitas tambahan yang banyak, menyewa rumah tapak akan lebih sesuai.

    Di sisi lain, apartemen sering kali lebih mahal karena fasilitas dan lokasinya yang strategis di pusat kota atau daerah yang ramai. Lokasi yang strategis dapat memberikan akses yang lebih mudah ke berbagai fasilitas dan aktivitas kota, seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan, atau kantor-kantor bisnis penting.

    Meskipun biaya sewa apartemen mungkin lebih tinggi, namun bagi sebagian orang, kenyamanan dan aksesibilitas yang ditawarkan sebanding dengan biaya tambahan tersebut.

    Selain itu, aspek penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa harga sewa dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran unit, fasilitas tambahan yang tersedia, dan kondisi pasar properti di daerah tersebut.

    Itulah perbedaan antara menyewa rumah dan apartemen. Jadi yang mana lebih cocok buat kamu?

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Desain Kamar Tidur Paling Ideal yang Bikin Betah!



    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang biasa digunakan pemilik rumah untuk beristirahat. Kamar tidur adalah ruangan paling penting di rumah sehingga keberadaannya sangat penting di rumah. Namun, terkadang orang menyepelekan desain kamar tidur saat membangun rumah.

    Posisi kamar tidur pada rumah dapat mempengaruhi kenyamanan penghuninya. Maka dari itu, penghuninya perlu mempertimbangkan segala aspek saat mendesain dan mendekorasi kamar tidur. Maka dari itu kamu butuh merencanakan desain tata letak yang matang agar kamar tidur baik secara fungsional dan juga terlihat estetik.

    Mengutip dari Livingetc, Senin (22/7/2024), berikut ciri-ciri desain kamar tidur yang paling ideal.


    1. Mendapat Pencahayaan yang Maksimal

    Setiap ruangan disarankan mendapat sumber cahaya. Marie Flanigan,Principal dari Marie Flanigan Interiors, menyarankan khusus untuk tempat tidur lebih baik diletakkan di antara jendela dengan meja samping tempat tidur di depan jendela. Meja pun tidak lebih tinggi dari jendela agar tidak menghalangi cahaya.

    2. Memiliki Ruang Penyimpanan

    Selain sebagai tempat beristirahat, kamar juga membutuhkan ruang penyimpanan sehingga lebih fungsional. Namun terkadang luas kamar tidak begitu besar untuk diletakkan lemari atau perabotan untuk penyimpanan. Untuk menghindari kekacauan kamu bisa buat penyimpanan di bawah ranjang tidur, jangan lupakan ruang dinding di atas dan di samping tempat tidur jika ranjang kamu punya rak built-in.

    3. Setiap Sudut Kamar Digunakan

    Bentuk kamar seperti apa pun tetap dapat nyaman ditempati asalkan penataannya tepat. Setiap sudut kecil bisa digunakan untuk meletakkan meja rias kecil, meja kerja, atau tempat tidur. Area sudut ini sangat cocok untuk tempat tidur tamu atau anak. Menggunakan sudut dengan plafon miring memungkinkan ruang lantai tengah dikosongkan, yang dapat berfungsi sebagai area bermain anak atau area bersantai tamu.

    “Mengukur skala ruangan yang tidak tepat adalah cara mudah untuk merusak potensi kamar tidur,’ kata Ginger Curtis dari Urbanology Designs.

    Kamu bisa isi sudut besar dengan kursi santai yang nyaman atau letakkan bangku besar di ujung tempat tidur kamu. Ini adalah cara yang bagus untuk menciptakan titik nyaman di kamar kamu dan jangan biarkan ada ruangan kecil tersisa.

    4. Tempat Tidur Diletakkan di Posisi yang Tepat

    Tempat tidur adalah perabotan utama di kamar tidur sehingga penempatannya sangat berpengaruh pada tampilan tata letak kamar tidur. Hal ini menentukan tempat di mana seberapa dekat kamu untuk mengakses sumber listrik untuk lampu dinding atau lampu gantung.

    Selain itu, posisi tempat tidur menentukan di mana untuk tempat penyimpanan atau seberapa banyak ruang untuk meletakkan meja tidur di samping tempat tidur. Jadikan tempat tidur menjadi titik fokus ruangan serta posisinya jauh dari pintu untuk aksesibilitas dan estetika.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Pilih Lokasi Rumah yang Pas


    Jakarta

    Memilih lokasi rumah yang tepat adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang nyaman dan harmonis. Mulai dari aksesibilitas hingga keamanan, faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan besar ini.

    Lokasi rumah yang pas bisa memudahkan kehidupan. Misalnya, rumah yang dekat sekolah, rumah sakit, hingga pasar sangat strategis sehingga tidak perlu keluar jauh-jauh keluar dari rumah untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

    Berikut ini beberapa tips untuk membeli rumah dengan lokasi yang pas.


    Pertimbangkan Aksesibilitas

    Hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah aksesibilitas yang mudah dijangkau, mulai dari sekolah, fasilitas umum, hingga tempat kerja. Kamu wajib mencari tahu jarak dari rumah sakit, supermarket, dan pusat perbelanjaan lainnya agar mempermudah dalam urusan kamu sehari-hari.

    Melansir agungsedayu.com, jika kamu mengandalkan transportasi umum pilih lokasi yang dekat dengan halte, stasiun, sekolah, dan rumah sakit. Hal ini mempermudah kamu dalam melakukan mobilitas sehari-hari, baik berangkat kerja ataupun mengantar anak ke sekolah.

    Keamanan Lingkungan

    Fasilitas yang dekat dapat meningkatkan keamanan, lakukan juga riset tingkat kriminalitas di area tersebut, memilih lingkungan yang aman sangat penting untuk keselamatan keluarga kamu. Amati lingkungan sekitar, pastikan itu mencerminkan gaya hidup yang kamu inginkan, baik untuk keluarga maupun bersosialisasi.

    Rencana Pengembangan Masa Depan

    Kamu harus mencari tahu tentang rencana pengembangan di daerah yang akan kamu tempati, memahami potensi pertumbuhan nilai properti sangat membantu dalam investasi jangka panjang.

    Kenali Komunitas atau Organisasi Setempat

    Berinteraksi dengan tetangga dapat memberikan gambaran tentang komunitas atau kegiatan di daerah tersebut, lingkungan yang suportif dapat meningkatkan kualitas hidup kamu dan keluarga. Dengan mengikuti tips ini kamu dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih lokasi rumah yang ideal untuk keluarga kamu, temukan lokasi yang tepat dan nikmati kehidupan yang nyaman dan aman.

    Itulah beberapa tips untuk mendapatkan rumah dengan lokasi yang pas.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengaktifkan Eye Tracking iOS 18 dan Daftar iPhone yang Mendukung


    Jakarta

    Di iOS 18, Apple memperkenalkan fitur Eye Tracking yang memungkinkan pengguna mengontrol iPhone mereka hanya dengan gerakan mata. Fitur ini sangat bermanfaat bagi pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas, karena memungkinkan navigasi dan interaksi tanpa harus menyentuh layar atau menggunakan suara.

    Untuk menggunakan Eye Tracking, pengguna dapat mengaktifkannya di menu aksesibilitas dalam pengaturan iPhone. Setelah diaktifkan, fitur ini memerlukan kalibrasi mata untuk memastikan deteksi gerakan mata yang akurat. Proses kalibrasi ini melibatkan mengikuti beberapa langkah di layar untuk menyesuaikan pengaturan eye tracking sesuai dengan mata pengguna.

    Setelah kalibrasi selesai, Eye Tracking dapat digunakan untuk berbagai fungsi, seperti menggulir layar, membuka aplikasi, dan berinteraksi dengan konten di layar. Misalnya, pengguna dapat menggerakkan mata mereka ke arah bagian bawah layar untuk menggulir ke bawah atau menatap ikon aplikasi untuk membukanya.


    Dengan Eye Tracking, iPhone menjadi lebih mudah diakses bagi semua orang, terutama mereka yang memiliki kesulitan fisik atau berbicara. Fitur ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan inklusivitas teknologi dan memungkinkan lebih banyak orang untuk memanfaatkan perangkat mereka dengan cara yang paling nyaman bagi mereka.

    Daftar Perangkat Pendukung

    Kendati mendapatkan iOS 18 dan iPadOS 18, tidak semua perangkat bisa menggunakan fitur Eye Tracking. Berikut Daftarnya:

    • iPhone 12 atau lebih baru
    • iPhone SE generasi tiga
    • iPad Pro (M4)
    • iPad Pro 12.9-inch (generasi ke-5 atau lebih baru)
    • iPad Pro 11-inch (generasi ke-3 atau lebih baru)
    • iPad (generasi ke-10)
    • iPad Air (M2)
    • iPad Air (generasi ketiga atau lebih baru)
    • iPad mini (generasi ke-6)

    Cara Mengaktifkan Eye Tracking

    Berikut adalah langkah-langkah untuk mengaktifkan dan menggunakan fitur eye tracking di iOS 18:

    Eye Tracking iOS 18Eye Tracking iOS 18 Foto: detikINET
    • Aktifkan Eye Tracking: Buka pengaturan di iPhone, kemudian cari opsi Accessibility. Geser tombol ke kanan pada opsi Eye Tracking untuk mengaktifkannya.
    • Kalibrasi Mata: Setelah fitur diaktifkan, ikuti panduan untuk kalibrasi mata dengan mengikuti titik-tik warna yang muncul di layar. Ini penting untuk memastikan iPhone dapat mendeteksi gerakan mata dengan akurat.
    • Gunakan Eye Tracking: Setelah kalibrasi selesai, kamu dapat menggunakan eye tracking untuk berbagai tujuan, seperti meng-scroll layar, membuka aplikasi, dan bahkan berinteraksi dengan konten di layar. Posisikan iPhone dari 45 cm, untuk bantu navigasi Apple turut menampilkan AssistiveTouch di layar.
    Eye Tracking iOS 18Proses kalibrasi Eye Tracking iOS 18 dan AssistiveTouch Foto: detikINET

    (afr/afr)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Cara Mengaktifkan Eye Tracking di iOS 18, Scroll Layar Jadi Mudah

    Jakarta

    Apple menghadirkan berbagai fitur baru di iOS 18. Dari sekian banyak fitur, salah satunya yang menarik perhatian banyak orang adalah Eye Tracking.

    Hadirnya fitur Eye Tracking dapat membantu pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas. Jadi, kamu bisa menggunakan iPhone dengan hanya menggerakkan mata saja.

    Beberapa hal yang bisa dilakukan lewat Eye Tracking adalah menggulir layar, membuka aplikasi, dan berinteraksi dengan konten di layar. Sebagai contoh, kamu bisa menggerakkan mata ke bawah untuk memerintahkan iPhone agar menggulir layar ke bawah. Mudah bukan?


    Sayangnya, tak semua iPhone yang mendapatkan pembaruan ke iOS 18 bisa mengaktifkan Eye Tracking. Jadi, hanya beberapa tipe iPhone saja yang bisa menggunakan fitur ini.

    Lantas, bagaimana cara mengaktifkan fitur Eye Tracking di iOS 18? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Mengaktifkan Eye Tracking di iOS 18

    Mengaktifkan fitur Eye Tracking ternyata cukup mudah, lho. Mengutip laman Support Apple, berikut cara mengaktifkan Eye Tracking di iOS 18:

    • Buka ‘Settings’ di iPhone
    • Kemudian pilih menu ‘Accessibility’
    • Lalu pilih ‘Eye Tracking’
    • Kemudian aktifkan fitur tersebut dengan menggeser tombol ke kanan.
    Eye Tracking iOS 18Eye Tracking iOS 18 Foto: detikINET

    Sebelum bisa menggunakan Eye Tracking, detikers harus melakukan kalibrasi mata. Ikuti panduan untuk kalibrasi mata dengan mengikuti titik-titik warna yang muncul di layar. Hal ini penting dilakukan agar iPhone dapat mendeteksi gerakan mata secara akurat.

    Setelah proses kalibrasi selesai, kamu bisa menggunakan Eye Tracking untuk beberapa hal, mulai dari membuka aplikasi hingga scroll layar. Posisikan iPhone dengan jarak sekitar 45 cm dari mata untuk menampilkan Assistive Touch di layar.

    Daftar iPhone dan iPad yang Mendukung Eye Tracking

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tak semua perangkat Apple dapat mendukung fitur Eye Tracking meski mendapat pembaruan ke iOS 18. Apakah perangkatmu support Eye Tracking atau tidak? Simak daftarnya di bawah ini:

    • iPhone 12 atau lebih baru
    • iPhone SE generasi tiga
    • iPad Pro (M4)
    • iPad Pro 12.9-inch (generasi ke-5 atau lebih baru)
    • iPad Pro 11-inch (generasi ke-3 atau lebih baru)
    • iPad (generasi ke-10)
    • iPad Air (M2)
    • iPad Air (generasi ketiga atau lebih baru)
    • iPad mini (generasi ke-6).

    Itu tadi cara mengaktifkan fitur Eye Tracking di iOS 18 agar scroll layar bisa menggunakan gerakan mata. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt