Tag: al – qur

  • Cerita 3 Pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 Usai Umrah Gratis dari GIS Travel

    Mekah

    Nakeisha Syifa sebagai juara pertama ajang Emeron Hijab Hunt 2024, beserta Shasyelfa Setyaning Haryoseno sebagai juara kedua dan Palupi Krakatao juara ketiga baru saja selesai menjalani umrah gratis dari GIS Travel.

    Ketiga pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 mulai menunaikan ibadah umrah sejak 25 September hingga 2 Oktober 2024. Mereka berdoa penuh haru di makam Rasulullah di Madinah hingga ibadah umrah di Mekah.

    Menjalani umrah yang kesehariannya penuh dengan ibadah, para pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 mengungkapkan kebahagiaan dan perasaan mereka. Palupi Krakatao mengungkapkan perbedaan yang ia rasakan setelah menjalani rangkaian umrah.


    “Setelah umrah merasa lebih dekat dengan Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari segi berpakaian lebih tertutup, dari cara bicara harus lebih santun. Sikap juga lebih bertata krama,” ucap Palupi.

    Dirinya mengaku ini merupakan kali pertamanya ke Tanah Suci. Ia berharap bisa menjadi tamu Allah lagi dan kembali bersama dengan keluarganya menunaikan umrah.

    “Pokoknya bersyukur terima kasih Emeron Hijab Hunt dan GIS Travel semoga berkah selalu,” kata Palupi.

    Begitu juga dengan Nakeisha Syifa yang merasakan lebih dekat dengan Al-Qur’an selama menjalani umrah. Dia berharap bisa tetap konsisten membaca Al Quran setiap hari setelah umrah.

    “Perubahannya sebelum umrah, membaca Al-Qur’an jika ada waktu. Setelah umrah rasanya kepengen banget bisa dekat dengan Al-Qur’an terus. Rasanya setiap ada waktu kosong langsung baca Al-Qur’an sempatin membaca dua ayat-dua ayat,” tutur dara berusia 16 tahun ini.

    Sedangkan pemenang keduaEmeron Hijab Hunt 2024,ShasyelfaSetyaningHaryoseno merasakan hatinya lebih tenang usai menjalani ibadah umrah. Ia pun tak henti mengucapkan rasa syukur usai menjalani umrah kedua kalinya ini.

    “Dulu aku kan masih kecil belum mengerti doa-doa dan tata caranya. Sekarang aku lebih mengerti bagaimana caranya umrah dan doanya. Aku lebih banyak menangis dan bersyukur. Terima kasih GIS Travel,” pungkasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Pangling! Gaya Nadin Amizah Berhijab di Pengajian Jelang Nikah

    Jakarta

    Penyanyi dan penulis lagu, Nadin Amizah, tengah bersiap menuju babak baru dalam hidupnya. Menjelang hari pernikahan dengan sang tunangan, Faishal Tanjung, penyanyi bersuara khas ini tampil berbeda dalam momen pengajian yang penuh kehangatan dan makna.

    Nadin mengunggah momen pengajian jelang pernikahannya di akun Instagram pribadinya. Ia mengucapkan rasa syukur kepada kedua orang tua yang selalu menemaninya.

    “Bunda, bapak, terima kasih sudah selalu hadir,” tulis keterangan postingan @cakecaine.


    Dalam acara pengajian tersebut, Nadin tampil anggun dan menawan mengenakan hijab pashmina bernuansa dusty pink dari @official.binar. Gaya hijabnya yang simpel namun elegan dengan satu sisi hijab disampirkan ke belakang lengkap dengan inner warna senada dan aksesori bunga kecil di samping kepala, memberikan sentuhan estetis yang lembut dan feminin.

    Tak hanya hijabnya yang mencuri perhatian, busana yang dikenakan Nadin juga sukses menciptakan kesan memukau. Ia memilih dress lace berwarna pink lembut yang dipadukan dengan outer berbahan organza putih dan lace, karya desainer lokal Wiranti Kurnia. Perpaduan tekstur dan warna tersebut mempertegas aura kelembutan yang merefleksikan karakter Nadin sebagai pribadi yang puitis.

    Nadin Amizah menggelar acara pengajian menjelang pernikahan. Penampilannya berhijab sukses memukau warganet.Nadin Amizah menggelar acara pengajian menjelang pernikahan. Penampilannya berhijab sukses memukau warganet. Foto: Dok. Instagram @cakecaine.

    Suasana pengajian pun turut mencerminkan kepribadian Nadin. Papelace Dekor, tim dekorasi yang bertanggung jawab atas penataan ruangan, menghadirkan nuansa pastel yang menenangkan.

    Bunga-bunga lembut, Al-Qur’an berhias warna teduh, serta tatanan dekor pastel menggambarkan sosok Nadin yang dikenal penuh perhatian dan anggun. Ia juga menyediakan souvenir dari @blpbeauty untuk kerabat dan keluarga yang hadir. Suasana pengajian berlangsung khidmat dan lancar.

    Dekorasi pengajian Nadin Amizah.Dekorasi pengajian Nadin Amizah. Foto: Dok. Instagram @papelace.

    Unggahan momen pengajian jelang pernikahan Nadin Amizah tersebut mendapatkan banyak komentar doa dan ucapan selamat dari warganet. Tak sedikit pula warganet yang terpesona dengan penampilan Nadin yang berhijab.

    “Cantikkk!😍,” puji akun @rfatinnisrina.

    “Eh cantik banget kerudungan🔥,” saut akun @iipsofiaa.

    “Cantik banget kak maasyaa allah💗🤍,” timpal akun @shilvimunayya.

    Dekorasi pengajian Nadin Amizah.Dekorasi pengajian Nadin Amizah. Foto: Dok. Instagram @papelace.

    Sebelumnya, Nadin mendapat kejutan acara bridal shower dari para sahabat. Seperti layaknya wanita yang akan menikah, para sahabat juga sudah menyiapkan veil hingga selempang bertuliskan ‘Bride to Be’ untuk dikenakan Nadin Amizah.

    Dalam akun Instagram Nadin membagikan momen bridal showernya. Kenakan veil, sarung tangan, bando bertuliskan ‘bride’, serta selempang ‘Bride to Be’, penampilannya terlihat simpel dengan riasan tipis.

    Nadin juga mendapat buket bunga dan sebuah kue. Kue bridal showernya itu tampak simpel dengan warna putih gading dan taburan sprinkle warna biru dan putih. Terdapat tulisan ‘Bride to Be’ pada bagian atasnya.

    Nadin Amizah dan Faishal Tanjung, yang dikenal sebagai adik aktris Sheila Dara, menggelar lamaran pada 27 Juni 2025. Pernikahan keduanya dikabarkan diadakan pada Jumat (8/8/2025).

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Pesona Palembang di Balik Sorotan Rendang Hilang: Sejarah dan Wisata



    Jakarta

    Palembang, kota yang belakangan ini menjadi sorotan, memiliki daya tarik yang jauh melampaui kontroversinya. Palembang pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya, memiliki Sungai Musi, dan kuliner khas pempek.

    Palembang sedang disorot setelah konten kreator Willie Salim dinilai merusak citra masyarakat Palembang. Kegaduhan itu bermula ketika Willie membuat konten memasak 200 kilogram daging rendang di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) pada Selasa (18/3/2025). Di tengah proses memasak, Willy meninggalkan lokasi untuk pergi ke toilet.

    Saat kembali lagi, rendang 200 kilogram yang belum masak sempurna itu sudah habis direbut warga. Rendang tersebut raib hanya dalam waktu semenit.


    Kejadian itu menuai reaksi dari berbagai kalangan, termasuk di media sosial. Banyak yang menyudutkan warga Palembang terkait peristiwa hilangnya rendang itu. Warga Palembang juga tidak terima hingga melaporkan Willie ke kepolisian.

    Peristiwa itu menjadi sorotan yang kontras dengan citra Palembang yang kaya akan budaya dan kuliner. termasuk, lokasi pembuatan konten itu di Benteng Kuto Besak (BKB).

    Berikut fakta tentang Palembang ibu kota Sumatera Selatan dan Benteng Kuto Besak:

    1. Tentang Benteng Kuto Besak

    BKB, yang menjadi salah satu landmark Kota Palembang, adalah tempat bersejarah peninggalan Kesultanan Palembang yang berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dilansir palembang.go.id, menurut sejarah, Benteng Kuto Besak merupakan bagian bangunan istana keraton Palembang Darussalam dari abad ke-18.

    BKB dibangun pada 1772 dengan diprakarsai oleh Sultan Muhammad Bahaudin bin Susuhunan Ahmad Najmuddin Adi Kesumo yang memerintah kesultanan Palembang pada saat itu. BKB diresmikan pada 23 Februari 1790. Artinya, lama pembangunan Benteng Kuto Besak sekitar 18 tahunan.

    Benteng Kuto Besak memiliki tinggi sekitar 9,9 meter kaki, dengan panjang 288,75 meter x 183,75 meter, dan tebal dinding 1,99 meter. Benteng itu berdiri mengarah ke arah tenggara dan Sungai Musi. BKB terbuat dari batu bata yang direkatkan oleh bahan yang terbuat dari batu kapur. Bahan tersebut didatangkan dari daerah pedalaman Sungai Ogan.

    BKB dibangun dengan tujuan menjadi dinding pertahanan (bastion) kerajaan Palembang Darussalam dari serangan musuh sekaligus dijadikan sebagai tempat pusat kesultanan Palembang pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II (1803-1821).

    2. Kota Tertua di Indonesia

    Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berdasarkan prasasti Sriwijaya atau Prasasti Kedudukan Bukit. Prasasti itu berangka tahun 16 Juni 682.

    Dulu Palembang adalah ibu kota Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan maritim yang berpusat di muara Sungai Musi, Sumatera Selatan. Kerajaan itu berkembang menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan di Asia Tenggara pada abad ke-7 M.

    3. Sungai Musi

    Sungai Musi menjadi jantung kota sejak zaman Sriwijaya. Sungai itu membelah Palembang menjadi dua bagian yaitu Ilir di utara dan Ulu di selatan. Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera dengan panjang 750 km.

    4. Julukan Kota

    Palembang memiliki beberapa julukan yang melekat, diantaranya: Bumi Sriwijaya, Kota Pempek, dan Venice of the East.

    5. Landmark Palembang:

    • Jembatan Ampera: ikon kota yang menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir, menjadi simbol kemegahan Palembang, dibangun pada tahun 1962. Nama Ampera kependekan dari Amanat Penderitaan Rakyat, sebagai slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960.
    • Benteng Kuto Besak: benteng peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam, menyimpan sejarah perjuangan melawan penjajah.
    • Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I: salah satu peninggalan Kesultanan Palembang. Pendirinya adalah Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo. Pembangunan masjid ini memakan waktu 10 tahun, dari tahun 1738 sampai 1748. Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 1 Jumadil Akhir 1151 H (1738 M). Masjid ini pertama kali diresmikan pemakaiannya pada 26 Mei 1748.
    • Pulau Kemaro: pulau yang berada di tengah Sungai Musi dan memiliki kelenteng yang sangat indah.
    • Al-Qur’an Al-Akbar: Al-Qur’an raksasa dengan ukiran indah, menjadi daya tarik wisata religi.

    6. Kuliner Palembang

    • Pempek: makanan khas berbahan dasar ikan dan sagu, dengan berbagai jenis seperti pempek kapal selam, lenjer, dan adaan.
    • Tekwan: sup ikan dengan bola-bola sagu, bercita rasa gurih dan segar.
    • Model: mirip tekwan, tetapi dengan tambahan tahu dan isian telur.
    • Martabak HAR: martabak dengan cita rasa khas India yang sudah sangat legendaris

    7. Pariwisata Palembang:

    • Wisata Sejarah:

      Mengunjungi situs-situs bersejarah seperti Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya.

    • Wisata Sungai Musi:

      Menikmati keindahan Sungai Musi dengan naik perahu atau kapal wisata, mengunjungi Pulau Kemaro, dan menikmati suasana malam di tepi sungai.

    • Wisata Kuliner:

      Mencicipi berbagai kuliner khas Palembang di pasar tradisional atau restoran terkenal.

    • Wisata Belanja:

      Mengunjungi pusat perbelanjaan modern atau pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir untuk mencari oleh-oleh.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Niat Sholat Taubat 2 Rakaat yang Benar dan Cara Melakukannya


    Jakarta

    Niat sholat taubat 2 rakaat dibaca sebelum takbiratul ihram. Sebagaimana diketahui, niat termasuk rukun karena tak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan ibadah itu sendiri.

    Sholat taubat dilakukan ketika seseorang menyesali dosa yang sudah diperbuat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Diterangkan dalam buku Ilmu Tasawuf oleh Imam Kanafi, orang yang bertaubat berarti membebaskan diri dari dosa-dosanya di masa lampau.

    Terkait taubat disebutkan dalam surah At Taubah ayat 3,


    وَأَذَٰنٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوْمَ ٱلْحَجِّ ٱلْأَكْبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

    Artinya: “Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”

    Dalil sholat taubat merujuk pada hadits dari Abu Bakar RA. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk sholat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

    Niat Sholat Taubat 2 Rakaat

    Dikutip dari buku Panduan Shalat untuk Wanita susunan Ria Khoerunnisa, berikut bacaan niat sholat taubat 2 rakaat.

    أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى .

    Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat sholat taubat dua raka’at Lillahi Ta’aalaa.”

    Tata Cara Solat Taubat 2 Rakaat

    1. Takbiratul ihram
    2. Membaca doa iftitah
    3. Membaca surah Al Fatihah
    4. Membaca surah pendek dalam Al-Qur’an
    5. Rukuk
    6. Iktidal
    7. Sujud
    8. Duduk di antara dua sujud
    9. Sujud
    10. Bangun dari sujud dan melanjutkan rakaat kedua seperti rakaat pertama
    11. Tasyahud akhir
    12. Salam

    Doa setelah Sholat Taubat

    Masih dari sumber yang sama, terdapat doa setelah sholat taubat yang bisa dibaca oleh muslim. Pertama-tama, hendaknya membaca istighfar dengan lafaz berikut:

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَآتُوبُ إِلَيْهِ

    Astaghfirullaahal’adziim, alladzii laa Ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.

    Artinya: “Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya.”

    Lalu, lanjutkan dengan doa berikut:

    اللهم انت ربي لا اله الا انتَ خَلَقْتَنِي وَأَنا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرَمَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَى وَابُوهُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا انْتَ

    Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana’abduka wa ana’alaa ‘ahdika wawa’ dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu. abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu u bidzanbi faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

    Artinya: “Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberikan ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat.”

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kala Rasulullah SAW Letakkan Pipinya di Atas Pipi Aisyah



    Jakarta

    Aisyah merupakan istri termuda Rasulullah SAW. Dikutip dalam buku Wanita-wanita yang Diabadikan dalam Al-Qur’an tulisan Maryam Kinanthi disebutkan bahwa Aisyah adalah Putri Abu Bakar. Ia memulai perannya sebagai ummul mukminin sejak beliau berusia 13 tahun. Oleh karena itu, wajar jika sifat kekanak- kanakan dan kepolosannya masih ada sehingga menjadi penghias romantisme hubungan cinta antara Aisyah dengan Rasulullah SAW.

    Rasulullah SAW sering mengajak Aisyah ikut serta berjalan-jalan atau mengikuti kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Tidak hanya berkutat di dalam rumah.


    Seolah tahu bahwa Aisyah senang dengan pengalaman baru dan berharga, maka Rasulullah SAW sering mengajaknya pergi dan bersenang-senang.

    Diceritakan dalam buku Kisah Cinta Aisyah al-Humaira tulisan Azizah Hefni, Aisyah pernah bercerita, Rasulullah SAW mengajaknya ke tempat yang ramai dan menunjukkan kecintaannya pada Aisyah kala itu. Aisyah berkata:

    “Bahwasanya Rasulullah sedang duduk, ketika terdengar oleh kami kegaduhan dan suara anak-anak. Rasulullah kemudian berdiri, dan ketika itu ada wanita Habasyah yang sedang menari dan anak-anak berada di sekitarnya. Beliau kemudian berkata, ‘Wahai Aisyah, kemarilah dan lihatlah (apakah kamu ingin melihat?). Lalu kujawab, ‘Ya.’ Lalu beliau memberdirikanku di belakang beliau dan pipiku berada di atas pipi beliau. Dan kuletakkan daguku di atas bahu Rasulullah.” (HR. Nasa’i dan Tirmidzi).

    Cerita Aisyah tentang kemesraan yang diberikan Rasulullah SAW kepadanya-demikian juga sebaliknya memahamkan kita semua, bahwa halal, bahkan dianjurkan-sebab Rasulullah melakukannya, mengajak istri ke tempat-tempat yang menyenangkan. Gunanya adalah untuk menghilangkan kejenuhan dan meningkatkan rasa cinta kasih antara suami dan istri.

    Kemesraan mereka memberikan kita pelajaran bahwa untuk bisa hidup berdampingan dengan bahagia bersama istri atau suami, kita memerlukan pengertian dan jiwa yang besar untuk memahami karakter, kebutuhan, serta kesenangan pasangan. Rasulullah SAW telah memberikan teladan itu pada kita semua.

    (lus/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Sebelum Berkendara, Amalan Sunnah agar Selamat di Jalan


    Jakarta

    Setiap aktivitas seorang muslim idealnya diawali dengan doa, termasuk ketika hendak bepergian atau berkendara. Dalam ajaran Islam, doa saat berkendara bukan hanya bentuk permohonan keselamatan, tetapi juga pengakuan bahwa segala kekuatan dan kendali di jalan berasal dari Allah SWT.

    Rasulullah SAW mencontohkan agar umat Islam selalu mengingat Allah SWT dalam setiap perjalanan, karena di jalanlah sering kali manusia diuji dengan kesabaran, kehati-hatian, dan ketulusan niat.


    Dikutip dari buku Fiqih Keselamatan Transportasi karya Eko Setyo Budi, berdoa sebelum berkendara termasuk bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 13,

    لِتَسْتَوُۥا۟ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا ٱسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا۟ سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ

    Artinya: Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,

    Ayat ini mengajarkan bahwa setiap kali seseorang menaiki kendaraan, baik unta di masa Nabi maupun mobil, motor, pesawat, dan kapal di masa kini, hendaknya memuji dan mengingat Allah SWT sebagai bentuk syukur atas nikmat keselamatan dan kemudahan perjalanan.

    Doa Naik Kendaraan dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

    Dikutip dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam oleh Anshari Taslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa yang bisa diamalkan sebelum berpergian menggunakan kendaraan.

    1. Doa Naik Kendaraan Darat

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab Latin: Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    2. Doa Naik Kendaraan Laut

    بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

    Arab Latin: Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rohiim

    Artinya: “Dengan nama Allah, kami berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

    3. Doa Naik Kendaraan Udara

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab Latin: Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

    Bisa juga membaca doa berikut,

    للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

    Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Meminta Kesembuhan, Dapat Diamalkan saat Sakit


    Jakarta

    Sakit adalah bagian dari ujian kehidupan yang Allah SWT berikan kepada manusia. Setiap rasa nyeri, demam, atau kelemahan tubuh menjadi tanda bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan dari Sang Pencipta.

    Dalam Islam, sakit bukan hanya cobaan, tetapi juga peluang untuk memperoleh ampunan dan pahala jika dihadapi dengan sabar.


    Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Karena itu, ketika sakit datang, seorang muslim tidak sekadar mencari pengobatan lahiriah, tetapi juga menyertakan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Doa menjadi bentuk ikhtiar batin, permohonan penuh harap agar Allah SWT memberikan kesembuhan dan kekuatan.

    Dikutip dari buku 7 Kode Rahasia Al-Fatihah karya DR. H. Miftahur Rahman, M.A, doa kesembuhan bukan hanya permintaan agar tubuh kembali sehat, melainkan juga bentuk pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Saat seseorang berdoa, ia sedang menundukkan hati, menyerahkan segala urusan kepada Zat yang Maha Mengatur kehidupan.

    Doa Nabi Ibrahim AS

    Kesembuhan sejati datang bukan hanya dari obat, melainkan dari izin dan kehendak Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 80, Nabi Ibrahim AS mengajarkan doa tentang hal ini,

    وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

    Arab-Latin: Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn

    Artinya: Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.

    Ayat ini menggambarkan bahwa sumber segala kesembuhan hanyalah Allah SWT. Manusia hanya berusaha, namun hasilnya bergantung pada kehendak-Nya.

    Doa Nabi Muhammad SAW untuk Meminta Kesembuhan

    Rasulullah SAW sering memanjatkan doa ketika beliau atau orang lain sedang sakit. Salah satu doa yang paling dikenal dan diajarkan beliau adalah,

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Latin: Allahumma rabbannas, adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-syafi, la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqama.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah yang Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan selain dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Doa ini mencerminkan keyakinan penuh bahwa kesembuhan bukan dari manusia, melainkan dari Allah semata. Kalimat “la syifa’a illa syifa’uka” mengajarkan kepasrahan yang mendalam, bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesembuhan sempurna tanpa sisa penderitaan.

    Doa Kesembuhan dari Al-Qur’an

    Selain doa Nabi Ibrahim dan doa Nabi Muhammad SAW, terdapat pula doa yang disebutkan dalam kisah Nabi Ayyub AS, seorang nabi yang diuji dengan penyakit parah bertahun-tahun lamanya, tetapi tetap bersabar dan berzikir kepada Allah. Ketika ia memohon kesembuhan, doanya diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 83,

    ۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Arab-Latin: Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

    Doa Nabi Ayyub mengajarkan kelembutan hati dan kerendahan diri. Ia tidak mengeluh, tetapi menyampaikan penderitaannya dengan penuh adab dan ketundukan. Inilah bentuk doa yang lembut, penuh keyakinan, dan tidak tergesa-gesa menuntut kesembuhan.

    Doa untuk Orang Lain yang Sedang Sakit

    Islam juga menganjurkan agar seorang muslim mendoakan saudaranya yang sakit, sebab doa untuk orang lain akan kembali sebagai pahala dan kebaikan bagi yang berdoa. Rasulullah SAW mengajarkan bacaan berikut:

    أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، أَنْ يَشْفِيَكَ

    Latin: As’alullaha al-‘azhim, rabbal ‘arsyil ‘azhim, an yasyfiyaka.

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Arasy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” (HR. Tirmidzi)

    Hadis ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Islam terhadap sesama. Mendoakan kesembuhan bagi orang lain bukan hanya bentuk empati, tetapi juga wujud cinta karena Allah.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Dzikir Setelah Sholat Witir: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Sholat Witir merupakan penutup dari seluruh rangkaian sholat malam, termasuk sholat Tahajud, Tarawih, atau Qiyamul Lail. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan pentingnya melaksanakan sholat witir dan membaca doa setelahnya.

    Doa setelah sholat witir menjadi bentuk permohonan hamba kepada Allah SWT setelah mengakhiri ibadah malamnya. Dalam doa ini terkandung makna permohonan ampun, rahmat, perlindungan, dan ridha Allah, sebagai wujud kesempurnaan ibadah dan ketundukan hati seorang mukmin di hadapan Tuhannya.


    Dikutip dari Buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, secara bahasa, “witir” berarti ganjil. Dalam istilah fikih, sholat Witir adalah sholat malam yang jumlah rakaatnya ganjil, bisa dilakukan sebanyak satu rakaat, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Jadikanlah akhir sholat malam kalian dengan Witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Hadits ini menunjukkan bahwa sholat Witir merupakan penutup ibadah malam, dan setelahnya dianjurkan berdoa dengan penuh keikhlasan.

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat Witir merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan:

    نَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ

    “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai orang-orang yang melakukan salat witir, maka sholat Witir-lah, wahai para ahli Al-Qur’an.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Waktu pelaksanaan sholat Witir dimulai setelah sholat Isya hingga menjelang waktu subuh. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa doa setelah sholat Witir dianjurkan untuk dibaca setelah salam terakhir.

    Doa Setelah Sholat Witir

    1. Sholat Witir

    Menjalankan sholat witir dengan rakaat ganjil.

    2. Baca Syahadat, Istigfar, Mohon Rida Allah

    Setelah salam, membaca syahadat, istigfar dan permohonan ridho dan surga Allah SWT.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
    أَسْتَغْفِرُ اللهَ
    أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

    Asyhadu an lā ilāha illallāh, Astaghfirullāh, Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a’ūdzu bika min sakhathika wan nār (3 kali)

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Aku memohon ampunan Allah. Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

    3. Baca Tasbih

    Membaca tasbih seperti ini:

    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

    Subhānal malikil quddūs (3 kali)

    Artinya:

    “Mahasuci Tuhan yang kudus,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

    4. Baca Pujian Kesucian

    Membaca pujian kesucian seperti ini:

    سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

    Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh

    Artinya: “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).

    5. Baca Pujian Keluasan Ampunan

    اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annī (3 kali)
    Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna

    Artinya: “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku. Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.”

    6. Mohon Ampun dan Keselamatan

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

    Allāhumma inī a’ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu’āfātika min ‘uqūbatika. Wa a’ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.

    Artinya: “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

    7. Doa Sholat Witir

    Selanjutnya membaca doa sholat Witir seperti ini:

    أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi’an. Wanas-aluka ‘ilman naafi’an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka ‘amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wanas-aluka tamaamal ‘aafiyah. Wanas-alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu ‘alaa khairi khalqihii muhammadin wa ‘alaa aalihii wasahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina

    Artinya:

    “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, Tuhan kami terimalah dari kami: sholat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”

    9. Penutup

    Setelahnya membaca surat Al-Fatihah.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Malam Jumat Baca Al-Kahfi atau Yasin? Ini yang Paling Disunnahkan


    Jakarta

    Malam Jumat menjadi waktu yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Umat Islam bisa memanfaatkannya untuk beribadah lebih, seperti memperbanyak sholawat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

    Dalam Islam, malam Jumat dianggap sebagai malam yang istimewa dan diberkahi.

    Melalui hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya. Dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali di hari Jumat.” (HR Muslim)


    Karena keistimewaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah di malam tersebut, termasuk membaca surat-surat dari Al-Qur’an.

    Sunnah Membaca Surah Al-Kahfi

    Dikutip dari buku Aktivasi Mukjizat Hari Jumat yang ditulis Rizem Aizid, waktu terbaik dalam membaca surat Al Kahfi yaitu pada malam Jumat, tepatnya hari Kamis setelah Magrib hingga hari Jumat setelah Ashar.

    Dari berbagai riwayat, membaca surat Al-Kahfi pada malam atau hari Jumat merupakan sunnah yang sangat dianjurkan.

    Hal ini dijelaskan melalui sebuah hadits dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai salah satu keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat.

    Merujuk buku Fiqih Sunnah 2 oleh Sayyid Sabiq, Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ، سَطَعَ لَهُ نُورٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ، يُضِيءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وغُفر لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْ

    Artinya: “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, akan dibentangkan baginya cahaya mulai dari bawah telapak kakinya sampai ke langit. Cahaya itu akan memancarkan sinar baginya pada hari kiamat. Dan ia akan mendapatkan ampunan dari Allah di antara dua Jumat.” (HR Abu Bakr bin Mardawaih)

    Dalam riwayat lain disebutkan, “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, akan memancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat.” (HR Al-Hakim)

    Bagaimana dengan Surat Yasin?

    Surat Yasin juga merupakan surat yang banyak dibaca pada malam Jumat. Meski tidak ada dalil shahih yang secara khusus menyebutkan anjuran membaca surat Yasin pada malam Jumat.

    Surat Yasin dikenal sebagai jantung Al-Qur’an. Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir Surah Yasin: Samudera Jantung Al Quran oleh Imam Ibnu Katsir, Rasulullah SAW bersabda,

    إن لكل شيء قلبه، وقلب القرآن يس. ومن قرأ يس كتب الله له بقراءتها قراءة القرآن عشر مرات

    Artinya: “Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai kalbu (inti), dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barang siapa yang membacanya, maka Allah catat baginya karena bacaan surat Yasin itu pahala membaca Al Quran sepuluh kali.”

    Mana yang Paling Disunnahkan, Surat Al-Kahfi atau Yasin?

    Jika dilihat dari sisi dalil dan riwayat yang shahih, surat Al-Kahfi adalah yang paling disunnahkan untuk dibaca pada malam atau hari Jumat. Namun, membaca surat Yasin tetap diperbolehkan dan berpahala jika diniatkan sebagai bagian dari ibadah.

    Malam Jumat adalah waktu istimewa yang sebaiknya diisi dengan ibadah dan tilawah. Berdasarkan hadits yang shahih, membaca surat Al-Kahfi adalah amalan yang paling dianjurkan pada malam Jumat.

    Meski begitu, membaca surat Yasin juga tetap baik dilakukan, selama diniatkan sebagai bentuk ibadah.

    Keutamaan Surah Al-Kahfi

    Merangkum buku Misteri Ashabul Kahfi karya Yanuar Arifin, dijelaskan berbagai keutamaan surat Al-Kahfi yang berdasar pada hadits Rasulullah SAW.

    1. Mendatangkan Rasa Tenang dan Damai

    Dari Al-Barra ibn Azib meriwayatkan,

    “Ada seseorang yang membaca surah Al-Kahfi, sedang di rumahnya terdapat binatang ternak. Maka, binatang itu pun lari. Kemudian, ia memperhatikan, ternyata binatang itu telah diliputi kabut atau awan. Kemudian, ia menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW maka beliau bersabda, ‘Kabut itu merupakan ketenteraman yang turun di dekat Al-Qur’an atau turun untuk Al-Qur’an’.” (HR Bukhari)

    Dalam riwayat lain, Al-Barra juga mengatakan,

    “Ada seorang laki-laki membaca surah Al-Kahfi. Ketika itu ada seekor kuda di sisinya yang diikat dengan dua tali. Lalu, ada awan yang menutupinya, kemudian awan itu terus berputar dan mendekat, sehingga kuda itu berusaha lari menjauhinya. Keesokan harinya, laki-laki tersebut datang kepada Rasulullah SAW, kemudian ia menuturkan hal itu kepada beliau. Lalu, Rasulullah SAW bersabda, ‘Itu adalah malaikat pembawa kedamaian yang turun karena ada bacaan Al-Qur’an’.” (HR Muslim)

    2. Perlindungan dari Fitnah Dajjal

    Salah satu keutamaan penting dari surat Al-Kahfi adalah sebagai pelindung dari fitnah Dajjal, salah satu fitnah terbesar di akhir zaman. Hal ini ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Darda RA:

    “Barang siapa menghafal sepuluh ayat dari awal surat al-Kahfi, ia dilindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Muslim)

    3. Disinari Cahaya Antara Dua Jumat

    Membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat bukan hanya membawa pahala, tapi juga mendatangkan cahaya yang menyinari kehidupan seseorang hingga Jumat berikutnya.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah SWT menerangi dengan cahaya antara dua waktu Jumat.” (HR ad-Darimi)

    Wallahu a’lam.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Surat Pembuka Rezeki dalam Al-Qur’an, Amalan Mustajab Menjemput Keberkahan


    Jakarta

    Rezeki merupakan karunia Allah SWT yang tidak terbatas hanya pada harta dan materi, tetapi juga meliputi kesehatan, ketenangan hati, ilmu, dan kebahagiaan hidup. Dalam Islam, ada banyak cara untuk membuka pintu rezeki, salah satunya adalah melalui bacaan ayat suci Al-Qur’an.

    Beberapa surat dalam Al-Qur’an diyakini memiliki keutamaan sebagai pembuka rezeki, jika dibaca dengan keyakinan dan diamalkan secara rutin.

    Mengutip buku Ayat-Ayat Nasihat karya Mohamad As’adi bin Tawi, semua rezeki yang dinikmati oleh semua makhluk hidup adalah pemberian Allah SWT. Dia sudah membagikan rezeki kepada semua ciptaan-Nya sebelum dilahirkan ke dunia.


    Allah SWT sudah menakar seberapa besar rezeki setiap hamba-Nya, dan apa saja rezeki tersebut. Dalam Al-Qur’an surat Huud ayat 6.

    ۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

    Artinya: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

    Ayat ini menjelaskan bahwa setiap makhluk sudah memiliki rezeki dari Allah SWT, namun tetap harus dibutuhkan usaha untuk meraihnya. Manusia diwajibkan berikhtiar untuk menjemput rezeki.

    Dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 39 Allah SWT berfirman,

    وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

    Artinya: Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

    7 Surat Al-Qur’an Pembuka Rezeki

    Berikut ini tujuh surat dalam Al-Qur’an yang dikenal memiliki keutamaan sebagai pembuka pintu rezeki:

    1. Surat Al-Fatihah

    Surat pertama dalam Al-Qur’an ini bukan hanya menjadi pembuka mushaf, tapi juga diyakini sebagai pembuka segala urusan, termasuk urusan rezeki. Dalam buku Agar Rezekimu Tak Seret karya Rizem Aizid, disebutkan bahwa membaca Al-Fatihah dengan niat memohon kemudahan akan membuka pintu rezeki dan menyingkirkan berbagai kesulitan hidup.

    Al-Fatihah sering disebut sebagai Ummul Kitab (induk Al-Qur’an), dan menjadi syarat sahnya sholat. Maka, membacanya dengan khusyuk setiap hari tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga menjadi wasilah spiritual bagi terbukanya jalan-jalan keberkahan.

    2. Surat Al-Ikhlas

    Surat pendek namun sarat makna ini adalah pernyataan keesaan Allah SWT. Membaca Al-Ikhlas bukan hanya melipatgandakan pahala, tetapi juga menjadi sebab turunnya rezeki yang tak terduga.

    Disebutkan bahwa satu kali membaca surat Al-Ikhlas bernilai sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an. Bila dibaca tiga kali, nilainya sama dengan membaca keseluruhan Al-Qur’an. Bahkan, terdapat anjuran spiritual untuk membacanya hingga 1.000 kali dalam sehari bagi yang ingin membuka pintu rezeki dan dijauhkan dari kekurangan. Wallahu a’lam.

    3. Surat Al-Waqi’ah

    Banyak orang mengenal surat ini sebagai “surat anti miskin”. Dalam buku Amalan-Amalan Pembuka Pintu Rezeki karya Nasrudin dkk, disebutkan bahwa surat Al-Waqi’ah memiliki keutamaan besar dalam menjaga seseorang dari kefakiran.

    Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa membaca surat Al-Waqi’ah tiap malam, maka ia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya.” (HR Imam Baihaqi)

    4. Surat Al-Mulk

    Surat Al-Mulk menanamkan nilai-nilai tauhid dan keyakinan akan kekuasaan Allah dalam mengatur alam semesta. Orang yang membaca, merenungkan, dan mengamalkannya termasuk golongan yang bertawakal. Dalam Islam, tawakal adalah kunci kecukupan.

    Allah SWT berfirman dalam surat Ath-Thalaq ayat 3,

    وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

    Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

    Surat ini menjadi pengingat bahwa rezeki datang dari arah yang kadang tidak kita sangka, asalkan kita menyerahkan urusan kepada-Nya dengan penuh kepercayaan.

    5. Surat Al-Muzzammil

    Surat ke-73 dalam Al-Qur’an ini berbicara tentang perintah untuk berdiri malam (qiyamul lail) dan ketekunan dalam ibadah. Dalam surat ini juga tersirat bahwa kedekatan dengan Allah melalui ibadah malam akan memudahkan semua urusan dunia dan akhirat, termasuk urusan rezeki.

    6. Surat Al-Lail

    Surat ini menegaskan bahwa siapa pun yang berusaha dan bertakwa, maka Allah SWT akan memudahkan jalannya menuju kebahagiaan dan kebaikan. Dalam konteks rezeki, surat ini mengingatkan bahwa ketakwaan adalah syarat penting bagi datangnya kelimpahan dan keberkahan.

    7. Surat Al-Insyirah

    Surat yang juga dikenal dengan nama Asy-Syarh ini berbicara tentang kelapangan dada dan pengangkatan beban. Dalam hidup, beban batin dan tekanan pikiran sering kali menjadi penghalang datangnya rezeki.

    Surat Al-Insyirah mengajarkan bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Banyak orang mengamalkan surat ini untuk memohon kemudahan urusan, rezeki yang lapang, dan solusi dari berbagai kesulitan hidup.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com